Anda di halaman 1dari 6

Diriwayatkan oleh Aun Bin Abi Juhaifa : Ayahku membeli seroang budak yang perkerjanya membekam ( mengeluarkan darah

kotor dari kepala ). Ayahku kemudian memusnahkan peralatan bekam si budak tersebut. Aku bertanya kepada ayah mengapa beliau melakukannya. Ayahku menjawab bahwa rassullullah S.A.W. melarang untuk menerima uang dari transaksi darah, anjing, da kasab budak perempuan. Beliau juga melaknat pekerjaan penato dan yang minta ditato, menerima dan member riba serta beliau melaknat para pembuat gambar, (HR. bukhari no. 2084 kitab al-buyu ). Diriwayatkan oleh Abu Said Al-khudri bahwa pada suatu ketika bila membawa barni ( sejenis kurma berkualitas baik ) kehadapan rasullullah S.A.W. dan beliau bertanya kepadanya. saya mempunyai beberapa kurma dari jenis yang rendah mutunya dan menukarnya dua shauntuk satu sha kurma jenis bani itu diamakan oleh rasullah S.A.W. selepas itu rasullullah S.A.W. berkata. Hati-hati!hati-hati! Ini sesungguhnya riba,ini sesungguhnya riba. Jangan berbuat begini, tetapi jika kamu membeli (kurma yang lebih tinggi ), jualah kurma yang mutunya rendah agar mendapatkan uang dan kemudian gunakanlah uang tersebut membeli kurma yang bermutu tinggi itu.(HR. bukhari no 2145 kita al wakalah) F. ALASAN PEMBENARAN PENGAMBILAN RIBA Sekalipun ayat-ayat dan hadist sudah sangat jelas dan sharih, masih saja ada beberapa cendikiawan yang mencoba untuk memberi pembenaran atas pengambilan bunga uang. Diantaranya karena alas an berikut: 1. dalam keadaaan darurat bunga halal hukumnya

2. hanya bungayang berlipat ganda saja yang dilarang sedangkan suku bunga yang wajar dan tidak menzalimi diperkenankan 3. bank, sebagai lembaga tidak masuk kedalam kategori mukalaf.dengan demikian tidak terkena kitab dan ayat-ayat hadist riba. 1. DARURAT

Untukmemahami pengertia darurat kita harus melakkan pembahasan yang konprehensif tentang pengertian darurat seperti yang dikatakan oleh syara ( Allah dan Rasul_Nya) bukan pengertian sehari-hari terhadap istilah ini. Imam suyuti dalam bukunya Al_asybah wan-nadzair , menegaskan bahwa darurat adalah suatu keadaan emergenci dimana seseorang tidak segera melakuakan sesuatu tindakan dengan cepat akan membawanya kejurang kehancuran atau kematian. Dalam literature klasik keadaan emergensi ini sering dicontohkan dengan seseorang yang tersesat dihutan dan tidak ada makanan lain kecuali

daging babi yang diharamkan.dalamkeadaan darurat demikian Allah menghalalkan daging babi dengan 2 batasan. 2. BERLIPAT GANDA

Ada pendapat bahwa bunga hanya dikategorikan riba bila sudah berlipat ganda dan memberatkan, sedangkan bila kecil wajar-wajar saja dibenarkan. Sepintas surat ali imran: 130 memang hanya melarang riba yang berlipat ganda. Akan tetapi memahami kembali ayat tersebut secara cermat, termasuk mengaitkannya dengan ayat-ayat riba lainnya secara koperhensif, serta pemahaman terhadap fase-fase pelanggaran riba secara menyeluruh, akan sampai pada kesimpulan bahwa ribadalam segala bentuk dan jenisnya mutlak diharamkan. 3. BADAN HUKUM DAN HUKUM TAKLIF

Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa ketika ayat riba turun dan disampaikan di jazirah arabia =, belum ada bank atau lembaga keuangan, yang ada hanyalah individi-individu. Pendapat ini jelas memiliki banyak kelemahan, baik dari sisi historis maupun teknis.
a. Tidak benar bahwa pada zaman pra_Rasulullah tidak ada badan hukum

sama sekali. Sejarah romawi, persia, dan yunani menunjukkan ribuan lembaga keuangan yang mendapat pengesahan diri dari pihak penguasa.
b. Dalam tradisi hukum perseroan atau badan hukum sering disebut sebagai

juridical personality. Juridical personality ini secara hukum adalag sah dan dapat mewakili individu-individu secara keseluruhan. G. PERBEDAAN ANTARA INVESTASI DAN MEMBUNGAKAN UANG Ada dua perbedaan besar antara inverstasi dan membungakan uang, yaitu : 1. Investasi adalah kegiatan usaha yang mengandung resiko karena berhadapan dengan unsur ketidakpastian,dengan demikian return ( pengembalian menjadi tidak tetap). 2. Membungakan uang adalah kegiatan usaha yang kurang mengandung resiko karena kembaliannya berupa bunga yang relatif tetap. Islam mendorong masyarakat kearah usaha nyata dan produktif. Islam mendorong masyarakat untuk melakukan investasi dan tidak membungakan uang. Sesuai definisi diatas, menyimpan uang dibank islam termasuk kategori kegiatan investasi karena perolehan kembaliannya tidak tetap. Besar kecil return tergantung dari pada hasil usaha yang benar-benar terjadi dan dilakukan sebagai mudharib atau penelola dana.

Denagn demikian, bank islam tidak dapat sekedar menyalur uang. Bank islam hars berusaha meningkatkan return sehingga lebih menarik dan lebih memberi kepercayaan bagi pemilik dana. H. PERBEDAAN ANTARA UTANG UANG DAN UTANG BARANG

Ada dua jenis utang yang berbeda satu sama lainya, yakni utang yang terjadi karena pinjam meminjam uang dan utang karena pengadaan barang. Utang yangterjadi karena pinjam meminjam uang jelas tidak boleh ada tambahan , kecuali dengan alasan yang pasti dan jelas, seperti beaya materai, biaaya notaris, dan studi kelayakan. Utang yang terjadi karena pembiayaan pengadaan barang harus jelas dalam satu kesatuan yang utuh atau disebut harga jual. Harga jual itu sendiri terdiri atas harga pokok barang dan keuntungan yang disepakati.dalam transaksi perbankkan bank syariah, yang muncul adalah kewajiban dalam bentuk utang pengadaan barang, bukan uang. I. PERBEDAAN ANTARA BUNGA DAN BAGI HASIL BUNGA BAGI HASIL a. Penentuan bunga dibuat pada a. Penentuan besar rasio/ waktu akad sesuai asumsi nisbah bagi hasil dibuat pada harus selalu untung waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi. b. Besarnya persentase b. besarnya rasio bagi hasil berdasar pada jumlah uang berdasar pada keuntungan modal yang dipinjamkan yang diperoleh c. Pembayaran bunga tetap c. Bagi hasil bergantung pada seperti yang dijanjikan tanpa keuntungan proyekyang pertimbangan apakah proyek dijalankan bila usaha merugi yang dijalankan oleh nasabah makakerugian akan untung atau rugi. ditanggung bersama oleh kedua pihak. d. Jumlah pembayaran bunga e. Jumlah pembagian laba tidak meningkat sekaipun mningkat sesuai dengan jumlah keuntungan berlipat pendapatan. atau keadaan ekonomi sedang booming e. eksistensi bunga diragukan f. Tidak ada yang meragukan kalau tidak dikecam oleh keabsahan bagi hasil semua agama, termasuk islam.

J.

BERBAGAI FATWA TENTANG RIBA

Hampir semua majelis fatwa ormas islam berpengaruh diindonesia, seperti muhammadiah dan nahdatul ulama, telah membahas masalah riba. Berikut adalah cuplika dari keputusan-keputusan penting kedua lembaga yang berkaitan dengan riba dan membangun uang :

1.

MAJELIS TARJIH MUHAMMADIYAH

Majelis tajrih telah mengambil keputusan mengenai hukum ekonomi diluar zakat,meliputi masalah perbankan (1968 dan 1972), keuangan secara umum (1976) dan koperasi span pinjam (1989). a. b. c. d. riba hukumnya haram dengan nash sharih Al-quran dan As-Sunnah bank dengan sistem bunga hukumnya haram dan bank tanpa riba hukumnya halal bunga yang diberikan oleh bank-bank milik negara kepada para nasabah atau sebaliknya yang selama ini berlaku termasuk perkara musytabihat. menyarankan kepada pp. Muhammadiyah untuk mengusahakan terwujudnya konsepsi sistem perekonomian, khususnya lembaga perbankan, yang sesuai dengan kaidah islam. LAJNAH BAHSUL MASAIL NAHDLATUL ULAMA

2.

Mengenai bank dan pembagian uang, lajnah memutuskan masalah tersebut melalui beberapa sidang. a. b. c. 3. haram, sebab termasuk utang yang dipungut rente, halal; sebab tidak ada syarat dalam waktu akad sedangkan adat yang berlaku tidak dapat begitu saja dijadikan syarat, syubhat; (tidak tentu halal-haramnya) , sebab para ahli hukum berselisih pendapat tentangnya. SIDANG ORGANISASI KONFERENSI ISLAM (OKI)

Semua peserta sidang OKKI kedua berlangsung di karachi, pakistan,desember 1970, telah menyepakati dua hal utama, yaitu sebagai berikut, a. b. praktek bank dengan sistem bunga adalah tidak sesuai dengan syariah islam perlu didirikan bank-bank alternatif yang dijalankan sesuai dengan prinsipprinsip syariah.

Hasil kesepakatan inilah pembangunnan islam. 4. MUFTI NEGARA MESIR

yang

melatarbelakangi

didirikannya

bank

Keputusan kantor mufti negara mesir terhadap hukum bunga bank senan tiasa tetap konsisten. Tercatat sekurang kurangnya sejak tahun 1900 hingga 1989 mufti negara republik arab mesir memutuskan bahwa bunga bank termasuk salah satu riba yang diharamkan 5. KONSUL KAJIAN ISLAM DUNIA

Ulama-ulama besar dunia yang terhimpun dalam konsul kajian islam dunia telah memutuskan hukum yang tegas terhadap bunga bank. Dr. Yusuf al-qoradwi salah seorang peserta yang aktif dalam konferensi tersebut mengutarakan langasung kepada penulis tanggal 14 oktober 1999 di institut bankir indonesia, kemang, jakarta selatan bahwa konferensi tersebut disamping dihadiri oleh para ulama dan juga bankir dan ekonom dari amerika, eropa, dan dunia islam. Yang menarik, menurutnya para bankir dan ekonom justru yang paling semangat menganalisis kemudharatan praktik pembangunan uang melebihi hammasah para ustad dan ahli syariah, mereka menyerukan harus dcari satu bentuk sistem perbankkan lain. 6. FATWA LEMBAGA-LEMBAGA LAIN

Senada dengan ketetapan dan fatwa dari lembaga-lembaga islam diatas, beberapa lembaga berikut ini uga menyatakn bahwa bunga bank adalah salah satu bentuk riba yang diharamkan, lembaga-lembaga tersebut antara lain : a. b. K. 1. akademi fiqih liga muslim dunia pimpinnan pusat dakwah, penyuluhan, kajian islam, dan fatwa, kerajaan saudi arabia. DAMPAK NEGATIF RIBA DAMPAK EKONOMI

Diantara dampak ekonomi riba adalah dampak inflatoir yang diakibatkan oleh bunga sebaggai biaya uang. Haltersebut disebabkan karena salah satu elemen dari penentuan harga adalah suku bunga. Semakin tinggi suku bunga, semakin tinggi pula harga yang akan ditetapkan dalam suatu barang. Dampak lainya adalah bahwa utang , dengan rendahnya tingkat penerimaan peminjam dan tingginya biaya bunga , akan menjadikan peminjam tidak pernak=h keluar dari ketergantungan, terlebih lagi bila bunga atas utang tersebut dibungakan. 2. SOSIAL KEMASYARAKATAN

Riba merupakan pendapatan yang didapat secara tidak adil. Para pengambil riba menggunakan uangnya untuk memerintahkan orang lain agar berusaha mengembalikan,misalnya 25% lebih tinggi dari jumlah pinjaman, masalahnya tidak ada yang menjamin usaha yang dilakukan peminjam itu mendapat lebih dari 25%? semua orang, apalagi yang beragam tahu tidak ada yang bisa menentukan apa yang terjadi besok atau lusa. Dengan penetapan riba, orang sudah memastika bahwa usaha yang dikelola pasti untung.