Anda di halaman 1dari 21

TUGAS BIOMOLEKULER Mitosis, Meiosis,Perbedaan keduanya, Gametogenesis pada Tumbuhan dan Hewan dan Mekanisme Terjadiya Diversitas dan

Variasi Secara Molekuler

Di susun Oleh : Nama NIM : Arif Ardwiantoro : M0409009

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret 2011

Soal. 1. Jelaskan mekanisme terjadinya Mitosis dan Meiosis serta perbedaan di antaranya? 2. Jelaskan Mekanisme terjadinya Gametogenesis pada hewan dan gametogenesis tumbuhan? 3. Jelaskan Mekanisme terjadiya diversitas dan variasi secara molekuler? Jawaban : 1. terjadinya Mitosis dan Meiosis serta perbedaan di antaranya Mitosis Fase-fase dalam siklus sel Siklus sel Interphase terdiri dari Fase mitosis Interphase phase phase phase The phase mitosis cytokinesis mitotic

G1
S

G2

A. Reproduksi Mitosis
Pembelahan mitosis adalah pembelahan seluruh sel somatik pada organisme multiseluler dari satu sel awal yang kemudian terisolasi menjadi zigot. Fungsi utama mitosis adalah membuat salinn persis sama dari setiap kromosom, lalu membagikan sel identik kromosom kepada masing-masing dari kedua sel keturunan ( sel anakan ), melalui pembelahan sel awal ( sel induk ). Interfase adalah periode diantara dua mitosis yang berurutan dan terdiri dari 3 fase ( G1, S, G2 ). Selama fase sintesis terjadi replikasi dari molekul DNA dari kromosom hingga menghasilkan sepasang molekul DNA yang identik yang sering disebut dengan Kromatid. Masing-masing kromosom yang telah direplikasi

itu lalu memasuki mitosis dengan dua molekul DNA yang identik. Untai-untai tipis kromatin umumnya tapak sebagai materi amorfus ( tidak berbentuk jelas ) dan bergranula dalam nukleussel- sel yang diwarnai saat interfase. Sebelum dan sesydah fase S, ada dua periode saat berlangsungnya aktifitas metabolik,pertumbuhan dan diferensial secara giat, yaitu fase G1 yaitu fase dimana sel-sel mempersiapkan sintesis DNA ( fase S ), sedangkan fase G2 akan terjadi pertumbuhan dan pembesaran sel. Sel-sel dapat meninggalkan siklus sel dan memasuki tahapan istirahat, atau tahapan G0 dari G1. sel-sel G0 bersifat nonproliferatif (tidak memperbanyak diri ) dan namun viabel (mampu bertahan hidup ) dan aktif secara metabolik. Sel-sel dapat memasuki kembali siklus sel dengan cara kembali ke G1 . Begitu sebuah sel memasuki G1 dan siklus sel, sel itu akan menyelesaikan siklus tersebut. Fase M (mitosis) terdiri atas empat fase yang dijabarkan berikut : profase, metafase, anafase dan telofase. Mitosis biasanya adalah fase terpendek dalam siklus sel, hanya berlangsung satu jam dari waktu total siklus sel sepanjang 18-24 jam dalam sebuah sel hewan ideal. Lama waktu yang dihabiskan dalam fase fase lain dapat beragam, tetapi pada umumnya fase G1 berlangsung selama 6-12 jam, Fase S memiliki waktu selama 6-8 jam, dan fase G2 berlangsung selama 3-4 jam. Waktu yang dihabiskan pada masing- masingfase mitosis cukup berbeda-beda. Profase biasanya memerlukan waktu yang jauh lebih lama daripada fase-fase lainya,sedangkan metafase adalah fase yang paling singkat.

a. Profase Terjadi penebalan kromosom / berkondensasi. Mula-mula sebagai benangbenang tipis, lalu secara progresif menjadi semakin pendek dan tebal karena mengumpar disekeliling protein histon, kemudian menggumpar terpilin ( supercoil ) pada dirinya. Akibat terjadi cukup kondensasi yang lama sehingga terbentuk dua kromatid yang dihubungkan dengan sentromernya. Sentrosom terdiri atas sepasang sentriol dan merupakan tempat dimana mikrotubulus ysng tersusun atas dua protein tubulin yang berbeda tipe, untuk selanjutnya berorganisasi membentuk gelondong mitosis. Sentriol terbuat dari mikrotubulus dan pada saat profase masing-masing sentriol mengalami replikasi dan bermigrasi kearah daerah kutub dan berlawanan dengan pada sel. Selanjutnya sentriol membentuk pusat pengorganisasian mikrotubulus ( microtubule organizing center,MTOC ) . Selanjutnya MTOC akan berkembang menjadi sebuah jaringan berbentuk gelondong yang tersusun atas mikrotubulus. Mikrotubulus membentang dariMTOc menuju kinetokor, yaitu sebuah struktur multiprotein yang melekat ke DNA sentromerikpada masing-masing kromosom. Pada profase akhir, membran nukleus telah menghilang, sedangkan gelendong(spindle) telah terbentuk sepenuhnya. Profase akhir adalah waktu yang tepat untuk mempelajari dan menghitung jumlah kromosom, sebab saat itu kromosom sangat terkondensasi dan tidak dikelilingi membran nukleus. Mitosis dapat dihentikan pada tahapan itudengan cara memanjangkan sel pada sejenis zat kimia alkaloid,kolkisin yang mngganggu perakitan serabut gelendong. Sel-sel yang diberi perlakuan semacam itu tidak dapat melanjutkan ke metafase sampai kolkisin dihilangkan. b. Metafase Saat metafase terjadi serabut- serabut konektor dari MTOC yang berseberangan akan mendorong dan menarik sentromer-sentromer yang terjadi satu pada kromatidkromatid. Akibatnya masing-masing kromosom bergerak kebidang tengah sel. Kromosom dijaga pada posisi itu dari tekana oleh serabut-serabut MTOC yang saling bersebrangan. c. Anafase

Selama anafase kromatid- kromatid memisah dari bagian-bagian sentromer dan tertarik oleh kutub-kutub berseberangan. Sering bergeraknya kromatid melalui sitosol yang kental dan kemudian lenganya bergerak dengan lambat sampaidibelakng sentromernya (yang melekat ke serabut gelendong melalui kinektor), sehingga memberi bentuk yang khas pada kromatid tersebut, tergantung pada letak sentromernya. Kromosom- kromosom metasentrik tampak berbentuk huruf V, kromosom-kromosom submetasentrik berbentuk J, sedangkan kromosom telosentrik berbentuk seperti batang. d. Telofase Dalam telofase masing-masing set dari kromatid-kromatid yang memisah, berkumpul pada kedua kutub sel. Kromatid selanjutnya membuka kumparanya dan kembali ke keadaan interfase. Gelendong berdegenerasi,membran nukleus terbentuk kembali dan sitoplasma membelah dalam proses sitokinesis. Pada hewan,sitokinesis berlangsung melalui pembentukan lekukan penyibakan (cleavage furrow ) yang semakin dalam dan pada akhirnyamembagi sel menjadi dua. Sitokineis pada sebagian bear tumbuhan melibatkan pembentukan lempengan sel dari pektin yang berawal dari tengah sel dan menyebar secara lateral kedinding sel. Nantinya selulosa dan materi-materi penguat lainya ditambahkan ke lempengan sel ( jika selnya adalah sel tumbuhan), sehingga akan mengubah lempengan itu menjadi dinding sel yang baru.kedua prosuk mitosis disebut sel anakan, daugter sel. Keduanya dapat berukuran sama atau tidak tergantung pada bidang sitokinesis membagi sel. Dengan demikian meskipun tidak ada jaminan kalau kedua sel memperoleh pembagian komponen sitoplasmik yang sebanding jumlahnya, keduanya mengandungtipe dan jumlah kromosom yang persis sama, sehingga memiliki konstitusi genetik yang sama. B. Reproduksi meiosis Meiosis adalah proses ketika terjadi gametogenesis, yaitu ketika banyaknya kromosom per set berkurang menjadi haploid. Meiosis melibatkan dua siklus pembelahan sel, dan hasilnya terbentuk empat sel Haploid. Seperti dalam mitosis, dalam Meiosis pun didahului oleh Premeiosis fase S, DNA disintesis untuk terjadinya Meiosis. Karena Meiosis terdiri dari dua siklus pembelahan set, maka dibedakan adanya Meiosis I

dan Meiosis II. Kejadian-kejadian dalam Meiosis I agak bebeda dari kejadian-kejadian dalam Meiosis II, dan keduanya berbeda dari mitosis. Tahap pembelahan meiosis dibagi ke dalam tahapan-tahapan profase, metafase, anafase, dan telofase. Profase I adalah yang paling kompleks, dibagi-bagi lagi ke dalain leptoten, zigoten, pakhiten, diploten, dan diakinesis. Perhitungan bahwa proses ini merupakan proses yang dinamis, tidak terputus, dan tidak ada batas yang jelas.

Meiosis 1

1). Profase 1

a. Leptoten Kromosom mulai dapat dilihat seperti benang, konstraksi kromosom terjadi dalam leptoten dan dalam seluruh profase 1. Struktur yang pada leptoten adalah munculnya penebalan di beberapa bagian disepanjang kromosom seperti manik-manik pada kalung yang disebut luomomer. kromatid dari tiap kromosom belum bisa dibedakan. b. Zigoten Kromosom yang homolog mulai berpasangan. atau sinapsis, bentuk kompleks sinapsis antar pasangan kromosom mulai tampak. Cara kromosom berpasanan dua-dua disebut bivalen. c. Pakhiten Kromosom homolog berpasangan semakin dekat dan sempurna, kromosom semakin menebal d. Diploten Tiap kromosom menjadi dua kromatid, sehingga pasangan kromosom yang bersinapsis terdiri dari satu berkas empat kromatid homolog. Dalam diploten pasangan kromosom mulai mengendur, dan tampak strulctur bentuk silang atau huruf X Yang disebut Kiasma antar kromatid bukan kembarannya. e. Diakinesis Kromosom semakin tebal, dan agak sukar dibedakan dari diploten. Nukleolus dan membran nukleus mulai menghilang, dan kiasma tampak bergerak menuju ke ujung kromosom dalam tiap bivalen. 2). Metafase I Tiap pasangan kromosom homolog berada pada bidang equator. Sentromer,tiap kromosom dari tiap pasang kromosom homolog terikat oleh benang gelendong yang berasal dari kutub yang berlawanan. Sentromer tidak membelah dan ini salah satu perbedaan dari mitosis. 3). Anafase I Seperti dalam mitosis, anafase dimulai ketika kromosom bergerak ke yang berlawanan. Tiap kromosom dari tiap pasang kromosom homolog bergerak ke kutub yang berlawanan. Masing-masing kutub mendapat banyaknya kromosom separuh (1N). 4). Telofase I

Kromosom mengendur dan membran nukleus; mungkin terbentuk sitokinesis, pembelahan sel menjadi dua sel baru mungkin terjadi mungkin tidak bergantung spesiesnya. Jika terjadi sitokinesis, maka akan dihasilkan dua sel yang masing-masing berisi 1N kromosom dan 2C DNA. Jika tidak terjadi sitokinesis, maka. sel tetap mengandung 2N kromosom dan 4C DNA. 5). Interfase. Periode ini sangat singkat, dan mungkin tidak ada. Kromosom tidak bereplikasi karena replikasi sudah terjadi Meiosis II

Prosesnya meliputi: a. Pada saat meiosis II fase interfase tidak ada.

b. Profase 2: DNA tidak mereplikasi c. Metaphase 2: Kromosom menyelaraskan pada pelat khatulistiwa d. Anafase 2: sentromer membelah dan adik kromatid terpisah bermigrasi ke kutub
masing- masing

e. telofase 2: Pembelahan sel selesai. Empat sel anak haploid diperoleh


Perbedaan antara meiosis dan mitosis Mitosis Pembelahan berimbang yang memisahkan kromatid-kromatid saudari Meiosis Tahapan pertama (meiosis I) adalah pembelahan reduksional yang memisahkan kromosom-kromosom homolog; kromatid saudari memisah pada saat tahapan kedua

Satu pembelahan persiklus yaitu satu pembelahan sitoplasma (sitokinesis) untuk pembelahan kromosal berimbang Kromosom-kromosom homolog tidak bersinapsis tidak berbentuk kiasmata Tidak terjadi pertukaran genetic antara kromosom-kromosom homolog Dihasilkan dua sel anakan per siklus Kandungan genetic sel-sel anakan hasil mitosis identic dengan sel induknya Jumlah kromosom sel anakan sama dengan jumlah kromosom sel induk Produk-produk mitosis biasanya mampu menjalani pembelahan mitosis lebih lanjut

(meiosis II) Dua pembelahan persiklus, yaitu dua pembelahan sitoplasma, satu setelah pembelahan reduksional dan satu lagi setelah pembelahan kromosom berimbang Kromosom-kromosom berrsinapsis dan membentuk kiamata Terjadi pertukukaran genetic antara kromosom-kromosom homolog Dihasilkan empat sel anakan disebut gamet, per siklus Kandungan genetic sel anakan hasil meiosis berbeda satu sama lain dan berbeda pula sel induk Jumlah kromosom sel anakan separuh dengan jumlah kromosom sel induk Produk-produk meiosis tidak mampu menjalani pembelahan meiosis lebih lanjut. Meski dapat menjalani pembelahan mitosis setelah meiosis Terjadi pada sel-sel terspesialisasi pada lini nutfah Terjadi setelah organisme tingkat tinggi menjadi dewasa; terjadi pada zigot banyak jenis alga dan fungi.

Secara normal hamper terjadi pada sel somatic Dimulai pada tahapan zigot dan terus belanjut selama masa hidup organisme

2.Mekanisme terjadinya Gametogenesis pada hewan dan gametogenesis tumbuhan

Gametogenesis pada tumbuhan gametogenesis atau sporogenesis di tanaman sangat bervariasi antara kelompok utama tumbuhan. Untuk pemahaman yang lebih baik dari gametogenesis pada tanaman, gametogenesis dari angiosperma (tanaman berbunga) telah dibahas di sini. Pada tanaman yang sporogenesis berikut: 1. Mikrosporogenesis Sporogenesis yang terjadi di bunga jantan, anter untuk memproduksi spora reproduksi jantan, serbuk sari atau mikrospora disebut mikrosporogenesis. Sel-sel diploid dari antera yang cenderung mengalami pembelahan meiosis untuk produksi mikrospora haploid disebut sel-sel induk mikrospora atau microosporocytes. Setiap microsporocyte membagi oleh meiosis untuk menghasilkan mikrospora empat haploid yang masing-masing mengalami pembelahan mitosis tanpa sitokinesis, untuk menghasilkan mikrospora dengan dua inti haploid. Dua inti haploid dari sebutir serbuk sari memiliki fase yang berbeda, satu nukleus haploid menjadi inti generatif dan kemudian membagi menjadi dua inti sperma haploid. Inti haploid lainnya dalam butir serbuk sari tetap tak terbagi dan disebut inti tabung.

Sekarang butir serbuk sari siap untuk poIlination, tindakan penumpahan serbuk sari pada stigma dari bagian bunga betina.

Proses pembentukan gamet jantan pada tumbuhan .gamet jantan diproduksi didalam butir serbuk sari melalui pembagian generatif sel menjadi dua inti sperma. Kepala sari ( anther ) tersusun oleh 4 ruang serbuk sari yang disebut dengan microsporangium. Dalam microsporangium itu terkandung sel sel induk mikrospora ( mikrosporosit) yang diploid ( 2n kromoson ) dan memiliki sitoplasma dan nucleus yang besar. Secara lengkap proses Mikrosporogenesis adalah sebagai berikut : Nukleus sel induk mikrospora membelah diri secara miosis. Dari setiap satu nukleus terbentuk 4 nukleus baru yang memiliki Terbentuk dinding pemisah yang memisahkan tiap2 nukleus sehingga terbentu 4sel mikrospora itu disebut tetrad. Tiap2 sel mikrospora memisahkan diri namun tetap berada didalam microsporangium. Inti dari sel mikrospora kemudian mengalami pembelahan pembelahan ini disebut kariokinesis) sehingga tiap2 sel mikrospora mempunyanyi dua inti satu inti disebut inti sel tabung (inti vagetatif) dan inti lainnya disebut inti genetif. Sel mikrospora tumbuhmenjadi serbuk sari dan sel vagetatif membentuk buluh serbuk sari. Sel genetatif dalam buluh sebuk sari membelah lagi namun tidak terjadi sitokinesis. Sari satu inti generatik terbentuk 2 inti genetatif yang masing masing haploid. Kedua inti genetif terbentuk 2 inti genetif sperma. Dengan demikian didalam buluh serbuk sari terkandung 3 inti yaitu satu inti vagetatif ( inti sel tabung ) dan dua inti genetif (inti sperma).pada saat itu sel mikrospora tumbuh menjadi serbuk sari.
2. Megasporogenesis Sporogenesis yang terjadi di bunga betina, ovarium untuk menghasilkan sel-sel reproduksi betina,menghasilkan megaspores atau kantung embrio,proses pembentukan sel telur didalam ovarium disebut megasporogenesis. Sel-sel diploid ovarium yang cenderung mengalami pembelahan meiosis untuk membentuk megaspores, disebut sel-sel induk megaspora atau megasporocytes. Microsporogenesis

A. Microsporocyte C. Daughter Cells E. Microspores G. Generative Nucleus I. Tube Nucleus K. Stigma M. Pollen Tuse O. Ovary Q. Integument

B. Meiosis I D. Meiosis II F. Karyokinesis H. Tube Nucleus J. Sperm Nucleus L.Anther N. Style P. Embryo Sac

Me

gasporofit A. Megasporocyte C. 2 Daughter Cells E. Four Haploid Megaspores B. Meiosis I D. Meiosis II F. Degenerate Megaspore

G. First Karyokinesis H. Second Karyokinesis I. Third Karyokinesis J. Immature embryo Sac K. Mature Embryo Sac L. Antipodals M. Egg Nucleue N. Fusion of Polar Nuclel Synergids

Umumnya

megasporocyte

tunggal

dari

ovarium mengalami meiosis untuk membentuk empat megaspores haploid, yang semuanya hasil pembelahan linier. Dari keempat megaspores, tiga megaspores pembelahan dan sisanya megaspora mengalami tiga divisi mitosis berturut-turut tanpa ada proses sitokinesis untuk membentuk sebuah sel besar dengan

delapan inti haploid. Sel Octanucleate adalah kantung embrio belum matang. Kantung embrio ini dikelilingi oleh jaringan induk dari integumen disebut ovarium dan juga oleh megasporangium atau nucellas. memiliki bagian yang membuka disebut micropyle pada salah satu ujungnya untuk saluran penetrasi tabung polen di dalamnya. Delapan inti kantung embrio memiliki proses yang berbeda. Dari delapan inti, tiga inti bermigrasi ke arah akhir micropyler dan dua inti mengalami peluruhan disebut sinergid . Inti sepertiga sisanya berkembang menjadi inti telur. Tiga Kelompok lain bermigrasi inti menuju ujung kantung embrio disebut antipodals. Para antipodals juga segera meluruh. Dua tersisa inti disebut inti kutub. Inti kutub tetap di tengah kantung embrio dan keduanya bersatu untuk membentuk inti fusi tunggal diploid. Kantung embrio sekarang matang dan siap untuk fertilisasi. Gametogenesis di hewan jantan Gametogenesis ini melibatkan produksi gamet jantan, sel sperma atau spermatozoa pada organ reproduksi jantan, proses pembentukan sel gamet jantan disebut spermatogenesis. Gemetogenesis terjadi pada organ reproduksi wanita dan menghasilkan ovum atau telur, proses pembentukan sel telur tersebut disebut oogenesis.

A.

sperm atoge nesis

Spermatogenesis yang terjadi dalam sel diploid dari epitel germinal tubulus seminiferus testis vertebrata dan terdiri dari dua proses berikut: 1. Pembentukan spermatid. 2. Spermiogenesis.

1. Pembentukan sel germinal spermatid


Sel primordial yang cenderung menghasilkan sperma disebut spermatogonia. Setiap spermatogonium mengalami pembelahan mitosis berulang (fase perkalian) untuk menjaga pasokan sel untuk produksi sperma. Setengah dari spermatogonium di setiap meiosis sel mengalami siklus. Sebelum terjadinya meiosis, masing-masing spermatogonium melewati fase pertumbuhan, menjadi perkembangan sel yang berukuran besar disebut spermatosit primer. Sel spermatosit

primer selanjutnya akan mengalami meiosis pertama membagi sel menjadi dua bagian yang sama besar yaitu dua spermatosit sekunder haploid. Setiap spermatosit sekunder dibagi dengan pembelahan meiosis kedua menghasilkan empat sel haploid anak meiosis disebut spermatid. Spermatid ini tidak dapat bertindak langsung sebagai sperma, sehingga mereka melewati fase berikutnya disebut spermiogenesis

2. Spermiogenesis
Metamorfosis atau diferensiasi dari spermatid menjadi sperma dikenal sebagai spermiogenesis. Karena sperma atau spermatozoa adalah sel yang sangat aktif dan mobile, sehingga untuk memberikan mobilitas yang besar bagi sel sperma materi berlebihan mempengaruhi perkembang sel sperma yang tidak dipakai dibuang. Untuk pengurangan berat sperma berikut perubahan terjadi pada spermatid. Keterangan 2. Mitosis 3. Oogonium 4.Growth phase 5. Primary Spermatocyte 6. Secondary Spermatocyte 7. Spermatid 8. Ootid 9. Oocyte 10. Meiotic division 11. 1st Polar body 12. 2nd Polar body 13. Spermatozoa 14. Ripe egg 15. Polar bodies Inti dari setiap spermatid kehilangan air dari nucleoplasm, dan menyusut, materi genetik (DNA) menjadi sangat terkonsentrasi sehingga zat kromatin mengkonversi menjadi struktur kristal padat. Materi genetic yang terkandung dalam tRNA dan nucleolus dikurangi atau dihilangkan. Inti menentukan bentuk kepala sperma dan pada : 1.Spermatogonium

spesies binatang yang berbeda mungkin menganggap berbagai bentuk, seperti bulat telur dan lateral dikompresi dalam manusia dan banteng, bentuk pedang pada hewan pengerat dan amfibi dan memutar spiral pada burung dan moluska. Bentuk Golgi kompleks struktur topi seperti disebut akrosom di ujung anterior inti sperma. Akrosom mengandung enzim protease tertentu yang berfungsi untuk mencerna berbagai substansi yang meliputi telur yang tidak dibuahi. Setiap sentriol terbagi menjadi dua untuk membentuk dua pasang sentriol. Sepasang sentriol tetap melekat pada pembungkus inti dan sepasang lainnya melingkupi sentriol, cincin sentriol akan bergerak perifer terletak di belakang pasangan pertama sentriol pada bagian belakang inti sperma.

1. Fiiamentous endoplasma retikulum 2. Goigi Komplek 3. Inti 4. Nucleolus 5. Centrosomal 6. Complex. Spermatid 7. Mitokondria 8. Ekor 9. Nebenkern 10. Ring sentriol 11. Profil kromosom 12. Akrosom 13. Tail membentuk 14. sentriol. Crystalline nukleosida protien 15. Kepala 16. Nebenkern (Mitokondria + Retikulum Endoplasma) 17. Piece Tengah 18. Ring sentriol 19. Diperbesar Cross Section.
Pasangan sentriol distal ditransformasikan ke dalam tubuh basal dan bentuk filamen aksial cambuk seperti, ekor sperma atau flagela. Beberapa mitokondria menyatu bersama dan bersama dengan beberapa elemen bentuk retikulum endoplasma yang struktur dua

heliks beruntai disebut nebenkern, sekitar wilayah proksimal filamen aksial. Dalam perkembanganya Sisa dari sitoplasma dan organelnya dibuang oleh sperma. proses Spermiogenesis dari Spermatid chordate ke Sperma.

B.

oogen esis

oogenesis yang terjadi pada sel-sel epitel germinal dari gonad betina, ovarium. Ini berbeda dari spermatogenesis dalam satu bagian penting yang di spermatogenesis semua empat produk dari meiosis umumnya bentuk dewasa, berupa sperma fungsional, sedangkan pada oogenesis, dari empat produk meiosis hanya satu menjadi ovum fungsional. Sel germinal primordial diploid yang mengalami proses oogenesis disebut oogonium (oogonium jamak). Peningkatan oogonium ukuran dengan menyimpan karbohidrat, lipid dan protein di dalamnya yang diambil dari darah induk oleh pinacocytosis. oogonium juga menyimpan zat kuning telur kaya protein dan lemak yang disintesis oleh sel aksesori tertentu ovarium dan digunakan oleh embrio berkembang sebagai makanannya. Oogonial sel ini berukuran besar sekarang disebut oosit primer. Inti oosit primer melakukan berbagai proses.sebagian disebabkan oleh peningkatan volume nucleoplasm. inti tersebut menjadi besar dan sintesis RNA ribosom dan protein ribosom juga meningkat. Kromosom berubah menjadi kromosom lampbrush untuk produksi molekul mRNA untuk penggunaan proses selanjutnya. Sitoplasma dari oosit menjadi kaya mitokondria, Golgicomplex, retikulum endoplasma, ribosom dan berbagai makromolekul seperti DNA, RNA, ATP dan berbagai enzim. Oosit primer segera terbagi pada proses pembelahan meiosis I dan hasil sitokinesis yang tidak sama dalam sel haploid yang ukuran lebih kecil tubuh kutub utama atau polocyte dan sel haploid yang lebih besar disebut oosit sekunder. Oosit sekunder mengalami meiosis II dan terbagi dalam proses sitokinesis yang tidak sama untuk menghasilkan kuning telur yang kaya ootid berukuran besar dan polocyte sekunder. Polocyte utama juga terbagi oleh meiosis II dihasilkan menjadi sel telur atau telur. polocytes sekunder. Ketiga polocytes sekunder segera meluruh. ootid ini melewati fase pertumbuhan dan dibedakan

2. Mekanisme terjadiya diversitas dan variasi secara molekuler Diversitas pada makhluk hidup dapat terjadi karena adaya kesalahan meiosis yaitu Nondisjunction-homolog tidak terpisah di meiosis 1 yang dapat menghasilkan aneuploidi, Biasanya embrio mematikan kecuali yang mengarah ke sindrom Downs dan terjadi kesalahan dari pengkodean kromosom sex yaitu Sindrom turner: X monosomi dan Sindrom klinefelter: XXY serta translokasi dan penghapusan: pengalihan sepotong satu kromosom yang lain atau hilangnya fragmen dari kromosom. Variasi genetik dalam populasi yang merupakan gambar dari adanya perbedaan respon individu-individu terhadap lingkungan adalah bahan dasar dari perubahan adaptif. Suatu populasi terdiri dari suatu sejumlah individu. Dengan suatu kekecualian , maka, tidak ada dua individu yang serupa, pada populasi manusia dapat kita lihat dengan muda adanya perbedaan- perbedaan individu. Mutasi terjadi secara acak, yang beradaptasi hanya sebagian kecil. Bila suatu mutasi mempunyai nilai ketahanan dan bentuk baru yang diturunkan telah nampak, maka ketahanan, kedewasaan dan reproduksi dari bentuk baru itu tidak bersifat acak lagi. Keanekaragaman genetika suatu populasi dapat diperkirakan dengan menggunakan beberapa pengukuran sederhana. Suatu organisme mengandung berbagai tipe sel somatik, yang masing-masing berbeda bentuk maupun fungsinya. Namun demikian semua sel ini memiliki genom yang sama Gen-gen di dalam genom ini tidak akan memiliki pengaruh apa-apa, kecuali setelah diekspresikan. Tipe sel yang berbeda mengekspresikan gen-gen yang berbeda, dengan demikian mememperlihatkan bentuk dan fungsi yang bervariasi pula. Keanekaragaman struktur tersebut adalah asam deoksiribonukleat yang terdiri dari 4 macam asam nukleat, yakni adenin mitosin (C), guanin(G), dan timidin(T). Bila asam amino terakhir diganti dengan urasil(U), maka asam nukleat akan membentuk 20 macam asam amino esensial. kombinasi tiga dari keempat macam asam nukleat akan membentuk asam amino. Kombinasi ini dikenal dengan kode genetik . apabila ada 4 macam asam nukleat yang membentuk asam amino ., maka hanya diperoleh 16 kombinasi untuk 16 asam amino, sehingga tidak ditemukan 4 macam asam amino esensial yang lain. Seain itu, diversitas

suatu populasi dipengaruhi oleh adanya perbedaan susunan asam amino yang berada didalam tubuh suatu organisme. Aliran gen atau gene flow merupakan pertukaran gen antar populasi, yang biasanya merupakan spesies yang sama. Transfer gen antar spesies meliputi pembentukan organisme hibrid dan transfer gen horizontal.Migrasi ke dalam atau ke luar populasi dapat mengubah frekuensi alel, serta menambah variasi genetika ke dalam suatu populasi. Imigrasi dapat menambah bahan genetika baru ke lungkang gen yang telah ada pada suatu populasi. Sebaliknya, emigrasi dapat menghilangkan bahan genetika. Karena pemisahan reproduksi antara dua populasi yang berdivergen diperlukan agar terjadi spesiasi, aliran gen dapat memperlambat proses ini dengan menyebarkan genetika yang berbeda antar populasi. Imigrasi kecil dapat menghasilkan perubahan frekuensi alela yang sangat besar. Hibridisasi membawa banyak alela baru kedalam populasi dan memungkinkan menjadi penyebab dimulainya kecenderungan baru dalam evolusi penerima. Banyak spesies yang terdiri dari penduduk lokal yang anggotanya cenderung untuk berkembang biak di dalam kelompok. Variasi genetik dalam populasi yang merupakan gambar dari adanya perbedaan respon individu-individu terhadap lingkungan adalah bahan dasar dari perubahan adaptif. Fenotipe suatu individu organisme dihasilkan dari genotipe dan pengaruh lingkungan organisme tersebut. Variasi fenotipe yang substansial pada sebuah populasi diakibatkan oleh perbedaan genotipenya. Sintesis evolusioner modern mendefinisikan evolusi sebagai perubahan dari waktu ke waktu pada variasi genetika ini. Frekuensi alel tertentu akan berfluktuasi, menjadi lebih umum atau kurang umum relatif terhadap bentuk lain gen itu. Variasi menghilang ketika sebuah alel mencapai titik fiksasi, yakni ketika ia menghilang dari suatu populasi ataupun ia telah menggantikan keseluruhan alel leluhur. Variasi berasal dari mutasi bahan genetika, migrasi antar populasi (aliran gen), dan perubahan susunan gen melalui reproduksi seksual. Variasi juga datang dari tukar ganti gen antara spesies yang berbeda. Walaupun terdapat variasi yang terjadi secara terus menerus melalui proses-proses ini, kebanyakan genom spesies adalah identik pada seluruh individu spesies tersebut. Namun, bahkan perubahan kecil pada genotipe dapat

mengakibatkan perubahan yang dramatis pada fenotipenya. Secara umum variasi genetik dapat dibedakan menjadi 5 penyebab (agensia evolutif), yakni mutasi rekombinasi gen, genetic drift, gen flow dan seleksi alam Mutasi terjadi secara acak, yang beradaptasi hanya sebagian kecil. Bila suatu mutasi mempunyai nilai ketahanan dan bentuk baru yang diturunkan telah nampak, maka ketahanan, kedewasaan dan reproduksi dari bentuk baru itu tidak bersifat acak lagi. Mereka cenderung untuk bertambah dalam populasi dibandingkan dengan anggota populasi lain yang mempunyai nilai seleksif rendah. Walaupun mutasi adalah dasar variasi, tetapi peranannya hanya kecil. Yang lebih penting: kombinasi dan poliploidi. Mutasi kecil( point mutation), Mutasi kecil adalah perubahan yang terjadi pada susunan molekul (ADN)gen. Lokus gen sendiri tetap. Mutasi jenis ini yang menimbulkan perubahan alel. Mutasi gen diartikan sebagai suatu perubahan fisiokimiawi gen. Perubahan fisiokimiawi gen yang terjadi antara lain dapat berupa perubahan atau pergantian pasangan basa. Misalnya pasangan A-T diganti menjadi G-C: peristiwa semacam ini antara lain disebabkan karena terjadi satu basa purin ataupun pirimidin oleh senyawa lain yang analog semacam zaguanin atau bromouracil C-G. Sebagai akibat peristiwa lain. Mutasi besar (gross mutation) Mutasi besar adalah perubahan yang terjadi pada stuktur dari kromosom . Istilah khusus mutasi kromosom yakni aberasi. Sehingga untuk selanjutnya istilah aberasi dipakai untuk mutasi kromosom , sedangkan istilah mutasi khusus untuk mutasi gen saja. Mutasi somatis (mutasi vegetatif) Mutasi somatis adalah mutasi yang terjadi pada sel soma . bila perubahan sel somatis demikian besar , sel-sel dapat mati . dan kalau dapat bertahan hidup memiliki kelainan atau tak berfungsi secara normal. Bila sel somatis tidak tidak meliputi daerah yang luas, yang kurang penting, tidak membahayakan . tetapi bila meliputi daerah yang luas atau alat yang amat penting dapat membahayakan bahkan dapat mematikan. Mutasi germinal (mutasi gametis/ generatif)Mutasi germinal adalah mutasi yang terjadi sel germinal (terdapat didalam gonad). Hal ini terjadi terdapat pada mahkluk hidup bersel banyak dan bukan yang bersel satu. Atau strukturnya yang lebih sederhana. Bila perubahan berlangsung pada gamet. maka akibat yang ditimbulkan begitu hebat dan gametpun segera mati. Kadang menyebabkan gamet tidak mampu melakukan pembuahan dengan wajar. Oleh

karena itu tak diteruskan pada keturunananya. Tetapi bila perubahan tidak begitu hebat dan gamet dapat melakukan pembuahan, terjadi generasi baru yang menerima peruahan bahan genetik tersebut. Rekombinasi genetika merupakan proses pemutusan seunting bahan genetika (biasanya DNA, namun juga bisa RNA) yang kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA lainnya. Pada eukariota rekombinasi biasanya terjadi selama meiosis sebagai pindah silang kromosom antara kromosom yang berpasangan. Proses ini menyebabkan keturunan suatu makhluk hidup memiliki kombinasi gen yang berbeda dari orang tuanya, dan dapat menghasilkan alel kimerik yang baru. Pada biologi evolusioner, perombakan gen ini diperkirakan memiliki banyak keuntungan, yakni mengijinkan organisme yang bereproduksi secara seksual menghindari Ratchet Muller. Secara alami, rekombinasi gen terjadi saat pembelahan meiosis terjadi, (jd bukan saat fertilisasi), yaitu ketika fase yang disebut sebagai pindah silang atau crossing over, pada profase I (silahkan lihat tahapan pembelahan meiosis untuk lebih jelasnya). Pada fase itu, gen-gen dari pasangan kromosom homolog saling bertukaran. pembelahan meiosis, yaitu pada pembentukan sel gamet (yang nota bene hanya punya satu set kromosom),mterjadi pndah silang, sehingga satu set kromosom hasil dari pembelahan meiosis akan membawa kombinasi sifat ayah dan sifat ibu. Genetic drift adalah lepasnya frekuensi alela secara kebetulan. Peristiwa ini sangat berarti pada populasi yang sangat kecil. Kenyataannya 1 dari 2 alela mempunyai peluang untuk lepas adalah kira-kira 0, 8%. Hilangnya gen selalu mempengaruhi frekuensi alela pada beberapa tingkat tetapi pengaruh tersebut menurun pada populasi yang berukuran besar. Karena itu dalam populasi kecil, kurang dari 100 individu hilangnya gen masih cukup kuat pengaruhnya terhadap frekuensi alela, meskipun ada agenesia evolutif lain yang berperanan pada saat itu juga terhadap perubahan frekuensi alela dalam arah yang berbeda. Seleksi alam adalah proses dimana mutasi genetika yang meningkatkan reproduksi menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke generasi yang lain pada

sebuah populasi. Ia sering disebut sebagai mekanisme yang sudah terbukti karena Variasi terwariskan terdapat dalam populasi organisme. Organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat bertahan hidup. Keturunan-keturunan ini bervariasi dalam kemampuannya bertahan hidup dan bereproduksi.