P. 1
BPOM 2007 Bahan Kemasan Pangan

BPOM 2007 Bahan Kemasan Pangan

|Views: 618|Likes:
Dipublikasikan oleh anaaziz

More info:

Published by: anaaziz on Oct 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : HK 00.05.55.6497 TENTANG BAHAN KEMASAN PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanaan ketentuan Pasal 16, Pasal 17, dan Pasal 18 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang Bahan Kemasan Pangan. 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656); Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821); Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4424 ); Keputusan Presiden No. 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden No. 64 Tahun 2005; Keputusan Presiden No. 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden No. 52 Tahun 2005; Keputusan Kepala Badan POM Nomor 2001/SK/KBPOM, Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Kepala Badan POM No. HK.00.05.21.3592 Tahun 2007.

Mengingat

:

2.

3.

4.

5.

6.

1

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TENTANG BAHAN KEMASAN PANGAN

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Kemasan pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus pangan baik yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak. 2. Kemasan bahan alami adalah kemasan yang diperoleh dari tumbuhan atau hewan tanpa mengalami proses dan tidak mengalami perubahan sifat atau karakteristik dasarnya. 3. Plastik adalah senyawa makromolekul organik yang diperoleh dengan cara polimerisasi, polikondensasi, poliadisi, atau proses serupa lainnya dari monomer atau oligomer atau dengan perubahan kimiawi makromolekul alami. 4. Keramik adalah barang yang dibuat dari campuran bahan anorganik yang umumnya terbuat dari tanah liat atau mengandung silikat kadar tinggi dan ke dalamnya dapat ditambahkan bahan organik melalui proses pembakaran. 5. Gelas adalah campuran pasir dengan soda abu (serbuk mineral/pasir putih dengan titik leleh rendah), batu kapur dan pecahan atau limbah atau gelas yang didaur ulang. 6. Karet adalah polimer alami yang jika ditarik atau ditekan dan dilepas akan kembali ke bentuk semula. 7. Elastomer adalah karet sintetis yang jika ditarik atau ditekan dan dilepas akan kembali ke bentuk semula. 8. Kertas adalah bahan dalam bentuk lembaran koheren atau jaringan yang dibuat dengan diposisi serat tumbuhan, mineral, hewan atau sintetis, atau campurannya, dengan atau tanpa penambahan bahan lain. 9. Karton adalah istilah umum untuk jenis kertas tertentu yang mempunyai kekakuan relatif tinggi. 10. Paduan logam adalah bahan logam, homogen pada skala makroskopik, terdiri dari dua atau lebih unsur yang bergabung sedemikian rupa sehingga bahan tersebut tidak mudah dipisahkan secara mekanis.

2

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

11. Selofan adalah lembaran tipis yang diperoleh dari selulosa murni, berasal dari kayu atau katun yang tidak dapat didaur ulang. 12. Bahan tambahan adalah bahan yang sengaja ditambahkan ke dalam bahan dasar dengan maksud untuk mempengaruhi sifat, warna dan/atau bentuk kemasan. 13. Migrasi adalah proses terjadinya perpindahan suatu zat dari kemasan pangan ke dalam pangan. 14. Batas migrasi adalah jumlah maksimum yang diizinkan dari suatu zat yang bermigrasi. 15. Plastik daur ulang adalah plastik yang diproses ulang berasal dari limbah satu jenis atau lebih plastik, berpotensi tinggi untuk melepaskan migran ke dalam pangan sehingga berisiko terhadap kesehatan. 16. Kepala Badan adalah Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

BAB II RUANG LINGKUP Pasal 2 Ruang lingkup yang diatur dalam peraturan ini meliputi : a. bahan yang dilarang digunakan; b. bahan yang diizinkan sebagai kemasan yang bersentuhan langsung dengan pangan.

Pasal 3 (1) (2) (3) (4) Bahan yang dilarang digunakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 huruf a adalah bahan tambahan seperti yang tercantum dalam Lampiran 1. Bahan yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 huruf b terdiri dari bahan dasar dan bahan tambahan. Bahan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) seperti tercantum dalam Lampiran 2A. Bahan tambahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) seperti tercantum dalam Lampiran 2B.

3

karton. selofan. antihalang (antiblocking). perekat (adhesive). elastomer. penstabil (stabilizer). pelumas (lubricant). pengemulsi dan atau aktif permukaan (emulsifier and/or surface active). pembebas (release). 4 . Bahan dasar digunakan sesuai tipe pangan dan kondisi penggunaan tertentu. Fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) seperti tercantum dalam Lampiran 2B. kertas. dan/atau gelas. pengisi (filler). antistatik dan atau anti embun (antistatic and/or antifogging). antikempal (antifoulant).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA Pasal 4 (1) (2) Bahan dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) meliputi plastik. dan pemutih (bleaching). pembentuk plastik berbusa (blowing). keramik. (2) Pasal 7 (1) Bahan dasar dan bahan tambahan selain yang tercantum dalam Lampiran 2A dan 2B hanya dapat digunakan sebagai kemasan pangan setelah diperiksa keamanannya dan mendapat persetujuan dari Kepala Badan. hanya dapat dilakukan setelah diperiksa keamanannya dan mendapat persetujuan dari Kepala Badan. Bahan tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4) meliputi bahan yang berfungsi sebagai antimikroba (antimicrobial). paduan logam. (3) BAB III PERSYARATAN Pasal 5 (1) (2) (3) Batas migrasi bahan dasar yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) tercantum dalam Lampiran 2A. antikorosi (anticorrosive). Tipe pangan dan kondisi penggunaan yang dimaksud pada ayat (2) seperti tercantum dalam Lampiran 2C Pasal 6 (1) Perubahan fungsi bahan tambahan sebagaimana dalam Pasal 4 ayat (2). pewarna (colorant). logam. karet. Tata cara memperoleh persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri. penjernih (clarifying). pemodifikasi (modifier). pengawet (preservative). pemlastis (plasticizer). pensanitasi (sanitizing).

Peringatan tertulis. Pasal 8 (1) Kemasan pangan dari bahan plastik daur ulang hanya dapat digunakan sebagai kemasan pangan setelah diperiksa keamanannya dan mendapat persetujuan dari Kepala Badan. 5 .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA (2) Tata cara memperoleh persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri. e. setiap kemasan pangan baik yang diproduksi di dalam negeri atau yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia dengan maksud untuk diperdagangkan harus memenuhi ketentuan dalam peraturan ini. Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : a. Pencabutan persetujuan pendaftaran produk pangan. Dilarang mengedarkan pangan dengan menggunakan kemasan pangan yang tidak memenuhi ketentuan dalam peraturan ini. Perintah menarik produk dari peredaran. BAB V SANKSI Pasal 11 (1) (2) Pelanggaran terhadap peraturan ini dikenai sanksi administratif dan atau sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Pasal 9 Kecuali kemasan bahan alami. d. (2) Tata cara memperoleh persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri. c. BAB IV LARANGAN Pasal 10 (1) (2) Dilarang menggunakan kemasan pangan dari bahan plastik daur ulang sebelum diperiksa keamanannya dan mendapat persetujuan dari Kepala Badan. Pemusnahan jika terbukti menimbulkan risiko terhadap kesehatan. Larangan mengedarkan untuk sementara waktu.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA BAB VI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 12 Dengan ditetapkannya peraturan ini semua peraturan mengenai kemasan pangan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan ini. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 20 Agustus 2007 6 . memerintahkan pengumuman peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 13 (1) (2) Hal-hal yang bersifat teknis yang belum diatur dalam peraturan ini akan ditetapkan tersendiri. Peraturan ini berlaku 12 (dua belas) bulan sejak tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya.

I.55.1 No.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 BAHAN TAMBAHAN YANG DILARANG DIGUNAKAN SEBAGAI KEMASAN PANGAN 1.05.1.I. Food orange 2) Orange RN (C.1 1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.I. Food blue 4) Victoria blue 4R Victoria blue.I. Kuning basa 2) Barium kromat Biru indantren RS Biru victoria 4R Biru victoria B Bismut oksiklorida (Mutiara buatana) Coklat FB Eosin (Garam timbal) Floksin (Garam timbal) Hijau malasit Hijau zamrud Hitam 7984 Jingga G Jingga GGN Jingga RN Kadmium kuning Kadmium merah Kadmium merah marun Kobalt ungu muda Krisoidin Krisoin S Kristal ungu UNTUK BAHAN DASAR PLASTIK PEWARNA Senyawa Nama Indonesia Alkanet Antimony red Antimony white Auramine and lakes (C.I Basic yellow 2) Barium chromate Indantren blue RS (C. Food yellow 8) Crystal violet Nama Inggris 7 .I.I. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Alkanet Antimon merah Antimon putih Auramin (C. Food orange 4) Orange GGN (C.B Bismuth oxichloride (Artificial pearl) Chocolate brown FB (Food brown 2) Eosine lake (Lead salt) Phloxine lake (Lead salt) Malachite green Emerald green Black 7984 (Food black 2) Orange G (C. Food orange 1) Cadmium yellow Cadmium red Cadmium maroon Cobalt violet light Chrysoidine (basic orange-2) Chrysoine S (C.

I.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Senyawa Nama Indonesia Krom kuning Krom vermilion Kuning mentega Kuning metanil Magenta Mangan ungu Merah fast E Merah sitrus No. white lead Violet 6B Methyl violet Nama Inggris No. 2 Mercarit Oil orange SS (Solvent orange-2) Oil orange XO Oil yellow AB (C. D&C yellow No. Food red 4) Citrus red No.05.55.I. 2 Merkarit Minyak jingga SS Minyak jingga XO Minyak kuning AB Minyak kuning OB Molibdat jingga Molibdat merah Orsil dan Orsein Patina Ponso 3R Ponso SX Raksa merah Rodamin 3G Rodamin 6G Rodamin B Seng kromat Sudan 1 Tembaga kromat Timbal karbonat basa.I. Basic violet 14) Manganese violet Fast Red E (C. 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 8 . timbal putih Ungu 6B Ungu metil Chrome yellow Chrome vermillion Butter yellow Metanil yellow (Ext. 1) Magenta and lakes (C. Solvent yellow 5) Oil yellow OB Molybdate orange Molybdate red Orchil and Orcein Patina Ponceau 3R Ponceau SX Mercury red Rhodamine 3G Rhodamine 6G (Basic Red-1) Rhodamine B Zinc chromate (Zinc yellow) Sudan 1 Copper chromate Basic lead carbonate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 PENSTABIL Senyawa Nama Indonesia Garam timbal dari asam lemak minyak tal Kadmium stearat Timbal borat Timbal linoleat Timbal naftanat Timbal oleat Timbal perborat Timbal resinat Timbal stearat Nama Inggris Lead salts of tall oil fatty acid.1. Cadmium stearate Lead borate Lead linoleate Lead napthanate Lead oleate Lead perborate Lead resinate Lead stearate 1.1. 1 PENGISI Senyawa Nama Indonesia Asbes Asbestos Nama Inggris 9 .3 No.05.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4 No.1.55. 1 2 3 PEMLASTIS Senyawa Nama Indonesia Butil-metil karboksibutil-ftalat (butilftalilbutil glikolat) Dimetil-sikloheksil ftalat dan isomer-isomernya (sekstol ftalat) Metil-metilkarboksietil ftalat (metilftalil etil glikolat) Nama Inggris Butyl-methylcarboxylbuthyl – phtalate (butylphthalyl glycolate) Di(methyl-cyclohexyl phthalate and its isomers (sextolphthalate) Methyl-methylcarboxyethyl phthalate (methylphthalyl ethyl glycolate) 1.2 No.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 1.

05.I.55.2 1. Basic yellow 2) Barium chromate Benzidine and salts Indantren blue RS (C.I. Kuning basa 2) Barium kromat Benzidin dan garamnya Biru indantren RS Biru victoria 4R Biru victoria B Bismut oksiklorida (Mutiara buatan) Coklat FB Dianisidin dan garamnya Diklorbenzidin dan garamnya Eosin (Garam timbal) Floksin (Garam timbal) Hijau diamond G (Hijau basa-1) Hijau guinea (Hijau asam-3) Hijau malasit Nama Inggris 4-Aminodiphenyl and salts Alkanet Antimony red Antimony white Auramine and lakes (C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 1.1. 1 2 ADESIF Senyawa Nama Indonesia Bis(hidroksifenil) metan bis(2.I.2.3-epoksipropil) eter (BFDGE) Novolak glisidil eter (NOGE) Nama Inggris Bis(hydroxyphenyl) methane bis(2. Food blue 4) Victoria blue 4R Victoria blue.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3-epoxypropyl) ether (BFDGE) Novolac glycidyl ethers (NOGE) 1.B Bismuth oxichloride (Artificial pearl) Chocolate brown FB (Food brown 2) Dianisidine and salts Dichlorobenzidine and salts Eosine lake (Lead salt) Phloxine lake (Lead salt) Diamond green G (Basic green-1) Guinea green B (Acid green-3) Malachite green 10 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 UNTUK TINTA YANG TERCETAK LANGSUNG PADA KEMASAN PEWARNA Senyawa Nama Indonesia 4-Aminodifenil dan garamnya Alkanet Antimon merah Antimon putih Auramin (C.1 No.5 No.

05.I.55. 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 11 . Basic violet 14) Manganese violet Fast Red E (CI Food red 4) Citrus red No. D&C yellow No.I.I.I.I.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.I. 2 Merkarit Merkuri merah Minyak jingga SS Minyak jingga XO Minyak kuning AB Minyak kuning OB Molibdat jingga Molibdat merah Emerald green Black 7984 (Food black 2) Induline (Solvent Blue-7) Orange G (C. Food yellow 2) Butter yellow Metanil yellow (Ext. Merah pangan 4) Merah sitrus No.I.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Senyawa Nama Indonesia Hijau zamrud Hitam 7984 Indulin (Biru pelarut 7) Jingga G Jingga GGN Jingga RN Kadmium jingga Kadmium kuning Kadmium merah Kadmium merah marun Kobalt ungu muda Krisoidin (Jingga basa-2) Krisoin S Kristal ungu Krom kuning Krom vermilion Kuning fast AB (C. Solvent yellow 6) Molybdate orange Molybdate red Nama Inggris No. Food orange 4) Orange GGN (C. 1) Magenta and lakes (C. 2 Mercarite Mercury red Oil orange SS (solven orange-2) Oil orange XO Oil yellow AB (C.I. Food yellow 8) Crystal violet Chrome yellow Chrome vermillion Fast yellow AB (C.I. Solvent yellow 5) Oil yellow OB (C.I. Food orange 1) Cadmium orange Cadmium yellow Cadmium red Cadmium maroon Cobalt violet light Chrysoidine (Basic orange-2) Chrysoine S (C. Food orange 2) Orange RN (C. Kuning pangan 2) Kuning mentega Kuning metanil Magenta Mangan ungu Merah fast E (C.

I Solvent yellow 14) Copper chromate Coal tar Basic lead carbonate. white lead Red lead Violet 6B Methyl violet Nama Inggris No.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Senyawa Nama Indonesia Orsil dan Orsein o-Tolidin dan garamnya Patina Ponso 3R Ponso 6R Ponso SX Rodamin 3G Rodamin 6G Rodamin B Seng kromat Senyawa kobalt (garam anorganik larut dalam air) Senyawa nikel Skarlet GN Sudan 1 Tembaga kromat Ter batubara Timbal karbonat basa.I. 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 1. Food red 1) Rhodamine 3G. Food red 8) Ponceau SX (C. Rhodamine 6G (basic Red-1) Rhodamine B Zinc chromate (zinc yellow) Cobalt compounds (Water soluble inorganic salts) Nickel compounds Scarlet GN (Food red 2) Sudan 1 (C. timbal putih Timbal merah Ungu 6B Ungu metil Orchil and Orcein o-Tolidine and salts Patina Ponceau 3R (Acid red 6) Ponceau 6R (C.05. 1 2 3 4 5 6 PENSTABIL Senyawa Nama Indonesisa Barium stearat Bifenil terpoliklorinasi Garam asam lemak (C=9-11) timah (IV) trifenil Garam timah (IV) tributil rosin Garam timbal dari asam lemak minyak tal Kadmium stearat Barium stearate Polychlorinated biphenyl (PCBs) Triphenyltin fattyacid (C=9-11) salts Tributyltin rosin salts Lead salts of tall oil fatty acid Cadmium stearate Nama Inggris 12 .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.I.2.2 No.

N dimetil ditiokarbamat Timbal naftanat Timbal borat Timbal linoleat Timbal oleat Nama Inggris Alkyl (C=8) acrylate ’methyl=methacrylate’ tributyltin methacrylate co-polymer Monocresyl phosphate Chlorinated naphthalenes Pentachlorophenol (PCP) 4.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.4’-Tetrametil diaminobenzofenon Timah (IV) bis (tributil) 2.55.3 dibromosuccinate Bis (tributyltin) phthalate Bis (tributyltin) fumalate Bis (tributyltin) maleate Bis (tributyltin) oxide Dibuthyltin diacetate Dibuthyltin dibuthanate Dibuthyltin dipentanate Tributhyltin acetate Tributyltin fluoride Tributyltin chloride Tributyltin laurate Tributyltin methacrylate Tributyltin naphthenate Tributyltin sulfamate Triphenyltin acetate Triphenyltin fluoride Triphenyltin hydroxide Triphenyltin chloride Triphenyltin chloroacetate Triphenyltin=N.N-dimethyldithiocarbamate Lead naphthanate Lead borate Lead linoleate Lead oleate No.3 dibromosuksinat Timah (IV) bis (tributil) ftalat Timah (IV) bis (tributil) fumalat Timah (IV) bis (tributil) maleat Timah (IV) bis (tributil) oksida Timah (IV) dibutil diasetat Timah (IV) dibutil dibutanat Timah (IV) dibutil dipentanat Timah (IV) tributil asetat Timah (IV) tributil fluorida Timah (IV) tributil klorida Timah (IV) tributil laurat Timah (IV) tributil metakrilat Timah (IV) tributil naftenat Timah (IV) tributil sulfamat Timah (IV) trifenil asetat Timah (IV) trifenil florida Timah (IV) trifenil hidroksida Timah (IV) trifenil klorida Timah (IV) trifenil kloroasetat Timah (IV) trifenil N.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Senyawa Nama Indonesisa Kopolimer alkil (C=8) akrilat metil metakrilat timah (IV) tributil metakrilat Monokresil fosfat Naftalen terklorinasi Pentaklorofenol 4.4’-Tetramethyl diaminobenzophenone Bis (tributyltin) 2. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 13 .

Ethyleneglycolmonoethylether 2-Ethoxyethyl acetate.05.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.1.1.2-Dichloroethane (Ethylene dichoride) 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 PELARUT Senyawa Nama Indonesia o-Diklorobenzena 1.1-Trichloroethane Trichloroethylene N-Vinyl-2-pyrolidone 14 . Ethyleneglycolmonoethyletheracetate Benzene Ethylene dibromide Hexachlorobenzene (HCB) Carbon Tetrachloride (Tetrachloromethane) Chloroform (Trichloromethane) Methylene chloride Monochlorobenzene 2-Nitropropane 1.2-Dichloroethylene (Acetylene dichloride) 2-Ethoxyethanol. etilena glikol monoetil eter asetat Benzena Etilena dibromida Heksaklorobenzena Karbon tetraklorida Kloroform Metilena klorida Monoklorobenzena 2-Nitropropana 1.2 Dikloroetana (Etilena diklorida) 1. 37 38 39 40 41 1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Senyawa Nama Indonesisa Timbal perborat Timbal resinat Timbal stearat Trifenil terpoliklorinasi Trikresil fosfat Lead perborate Lead resinate Lead stearate Polychlorinated triphenyl (PCTs) Tricresyl phosphate Nama Inggris No.1.2.2 Dikloroetilena (Asetilena diklorida) 2-Etoksietanol.2-Tetrakloroetana Tetrakloroetilena (Perkloroetilena) 1.2.55.2-Tetrachloroethane Tetrachloroethylene (Perchloroethylene) 1.3 No.1. etilena glikol monoetil eter 2-Etoksietil asetat.2.1 Trikloroetana Trikloroetilena N-Vinil-2-pirolidon Nama Inggris o-Dichlorobenzene 1.

untuk penggunaan < 1000C 2. F. maks 0. IV-B.2 1 SPESIFIK Akrilik dan modifikasinya.1 dan 2.2. pada suhu 49ºC selama 8 hari.000078 mg/cm2 15 .2. D. diekstraksi dengan pelarut pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.2. V. dan n-heptana. etanol 50%.2. pada suhu 49ºC selama 10 hari.0465 mg/cm2 maks maks 1 1 bpj bpj NO 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. II.1 PLASTIK/KARET/ELASTOMER ZAT KONTAK DENGAN PANGAN UMUM Logam berat Pelarut asam asetat 4%. 30 menit.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 BAHAN DASAR DAN ZAT KONTAK DENGAN PANGAN YANG DIIZINKAN DALAM KEMASAN PANGAN DAN BATAS MIGRASI 2. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. 30 menit.05.1 1 PARAMETER BATAS MIGRASI 2 1 maks 0. VI-B (kecuali botol minuman ringan yang mengandung gas karbon dioksida). dan G dalam Lampiran 2C tabel 2. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. 60oC. 95oC. digunakan untuk semua pangan kecuali yang mengandung alkohol pada kondisi penggunaan E. Total monomer akrilonitril setelah kontak dengan air suling dan asam asetat 3% pada suhu 66ºC selama 15 hari Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling.2. untuk penggunaan > 1000C Pelarut asam asetat 4%.1. atau nheptana. kaku dan semi kaku Kopolimer akrilonitril/ butadiena/ stirena 1 Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap. tipe pangan I.1 dan 2.F. IV-A. asam asetat 3%.2. VIII dan IX pada kondisi penggunaan C. VII-B.2.000078 mg/cm2 2 maks 0.2. asam asetat 3%. III. dan G dengan batas suhu kurang dari 88ºC.1.2. E.1 dan 2. VIIA. Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling.00023 mg/cm 2 3 Kopolimer akrilonitril/butadiena/ stirena/ metil metakrilat 1 maks 0.

pada suhu 66 ºC selama 10 hari Ekstrak air suling dan asam asetat 3%.1 dan 2. D. E. 6 tertahan di ayakan No.2. V. dan suhu dipertahankan pada 49 ºC selama 10 hari Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe VI–B .E.a 0. C. lolos dari ayakan No. F.2. E. IV. etanol 50%.1 dan 2.000155 2 mg/cm bpj 2 3 3. Ekstrak air atau n-heptana.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 2 PARAMETER Monomer akrilonitril setelah kontak dengan air suling.00155 mg/cm2 3. Ekstrak air suling dan asam asetat 3%. dengan kondisi penggunaan C. F. pada suhu 88ºC selama 2 jam.2.b maks 0. asam asetat 3%. dinginkan sampai 49ºC selama 80-90 menit. VI–B. Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe VI-A. : Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling dan asam asetat 3%. G dalam Lampiran 2C tabel 2.2. maks maks maks BATAS MIGRASI 0.2. Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling dan asam asetat 3%. pada suhu 66 ºC selama 10 hari.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. pada suhu refluks selama 2 jam. II. dengan kondisi penggunaan B (maksimal 93oC). VIII.b 2 maks maks 0.2. D.2. dan n-heptana.000155 mg/cm2 16 . 100 g sampel yang diayak.05. VI (kecuali botol).10 (US Standard Sieve) diekstraksi dengan 250 ml air terdeion atau n-heptana pa. G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. II.1 dan 2. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe I.00155 mg/cm2 1. pada suhu 66 ºC selama 10 hari.2. VII. dengan kondisi penggunaan C. D.2. pada suhu 66 ºC selama 10 hari. G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. dan IX.a 0. F.00039 mg/cm2 4 Kopolimer akrilonitril/stirena 1 1.55.

078 mg/cm2 9 Resin Ionomerik 0.109 0. VIIB dan VIII pada kondisi penggunaan B hingga H. pada suhu refluks selama 2 jam Ekstrak total air suling. asam asetat.4sikloheksilena dimetilenaa tereftalat dan 1. VIA. selama 2 jam Ekstrak netto asam-kloroform (lapisan film 10-25% (b/b) dengan ketebalan 10 µm). 100 g sampel diekstraksi dengan 250 mL air suling segar.109 mg/cm2 mg/cm2 mg/cm2 0. 100 g sampel diekstraksi dengan 250 mL n-heptana. pada suhu refluks.2. selama 2 jam Ekstrak total n-heksana. diekstraksi dengan "metode singkat" Ekstrak n-heptana (tebal film > 51 µm).4. selama 2 jam Ekstrak n-heptana. pada suhu refluks. VIIA dan IX pada kondisi penggunaan E hingga G seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. diekstraksi dengan "metode kesetimbangan" Untuk pangan berair 1 Ekstrak netto asam-kloroform (air. dan tipe III. Untuk pangan berlemak 1 2 3 Ekstrak n-heptana (tebal film ≤ 51 µm). digunakan untuk tipe pangan pada kondisi yang disebutkan dalam Lampiran 2C tabel 2.55. diekstraksi dengan "metode singkat" Ekstrak n-heptana (tebal film > 51 µm).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2. IVB. pada suhu refluks. IVA.062 0. Ekstrak netto larut kloroform untuk masing-masing pengekstrak. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe I.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO 5 ZAT KONTAK DENGAN PANGAN Kopolimer akrilonitril/ stirena dimodifikasi dengan elastomer butadiena/ stirena 1 PARAMETER Ekstrak air suling.003 mg/cm2 17 . atau etanol/air).1 dan 2.2.2. II.sikloheksilena dimetilena isoftalat 1 2 3 maks maks maks maks 500 7000 500 0.2.05.2. pada suhu refluks. diekstraksi dengan "metode singkat" maks maks maks maks maks BATAS MIGRASI 2 bpj 2 maks 0. VIB.078 bpj bpj bpj mg/cm2 7 Kopolimer etilena-asam akrilat 1 8 Kopolimer etilenakarbon monoksida 1 maks 0.1 dan 2. V. selama 2 jam Ekstrak total etil asetat.5 bpj 6 Kopolimer 1.

maks maks BATAS MIGRASI 0.1 dan 2.2. VI. : Ekstrak total film setelah kontak dengan air suling.078 mg/cm2 11 Kopolimer etilena-vinil asetat maks 0. pada suhu 38ºC selama 30 menit setelah dikoreksi dengan faktor pembagi 5.2. 1 Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe I.1 dan 2.2. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe III. VII-A dan IX pada kondisi penggunaan F dan G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. diekstraksi dengan "metode kesetimbangan" Ekstrak netto larut kloroform untuk masing-masing pelarut pengekstrak (dikoreksi terhadap seng terekstrak dihitung sebagai seng oleat). untuk tipe pangan serta kondisi penggunaan yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. VII-B dan VIII pada kondisi penggunaan D hingga G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.05.vinil alkohol 1a 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2.2.2.0062 mg/cm 2 2 maks 0.2. II. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan pada kondisi alkoholisis atau hidrolisis parsial atau sempurna. atau etanol/air).0047 mg/cm2 1b maks 0. asam asetat.775 mg/cm2 12 Kopolimer etilena-vinil asetat .1 dan 2. IV-A.2. IV-B .2.2.0078 mg/cm2 18 . digunakan untuk kemasan yang kontak dengan pangan.55.2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 2 PARAMETER Ekstrak netto asam-kloroform (air.2. untuk tipe pangan serta kondisi penggunaan yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.078 mg/cm2 10 Resin kopolimer etilenametil akrilat maks 0. Ekstrak netto larut kloroform untuk masing-masing pelarut pengekstrak (dikoreksi terhadap seng terekstrak dihitung sebagai seng oleat). pada suhu 21ºC selama 48 jam Ekstrak total film setelah kontak dengan etil alkohol 50% pada suhu 21ºC selama 48 jam Ekstrak total film setelah kontak dengan n-heptana.1 dan 2.

Fraksi larut kloroform dari ekstrak total tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling terdeion.. pada suhu 121ºC selama 2 jam.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. digunakan untuk kemasan pangan dengan perekat jenis : resin poliuretan-poliester epoksi.dietil isoftalat atau siklik bis(etilena isoftalat). poliester-uretan.121ºC 1 maks 0.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO 13 ZAT KONTAK DENGAN PANGAN Struktur laminat untuk penggunaan pada 121 ºC dan lebih 1 PARAMETER Fraksi larut kloroform dari ekstrak total tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling terdeion pada suhu 121ºC selama 2 jam.55. Fraksi larut kloroform dari ekstrak total tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling terdeion.0016 mg/cm2 2 maks 0. digunakan untuk kemasan pangan dengan perekat jenis : poliester-epoksi-uretan. digunakan untuk kemasan pangan dengan perekat jenis : maleat anhidrida pumpunan (adduct) dari polipropilena.05.008 mg/cm2 15 Struktur laminat yang digunakan pada suhu 49ºC .000078 mg/cm2 19 . maks BATAS MIGRASI 0.O′.016 mg/cm2 14 Struktur laminat untuk penggunaan tidak lebih dari 135 ºC 1 maks 0.2. Fraksi larut kloroform dari ekstrak total tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling terdeion. digunakan untuk kemasan pangan dengan perekat jenis : poliester-epoksi-uretan.002 mg/cm2 2 maks 0.2.3-fenilena oksietilena isoftalat / terftalat : Ekstrak etanol 8% pada suhu 66oC selama 2 jam. digunakan pada kondisi penggunaan C hingga G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. mengandung m-fenilenadioksi fenilenadioksi-O. pada suhu 135 ºC selama 1 jam.016 mg/cm2 3 maks 0. digunakan untuk kemasan pangan dengan perekat jenis: anhidrida maleat pumpunan (adduct) dari polipropilena. Kopolimer etilena/1. pada suhu 135ºC selama 1 jam. pada suhu 135ºC selama 1 jam. Fraksi larut kloroform dari ekstrak total tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling terdeion.

2 Monomer formaldehida Monomer melamin Ekstrak total yang dihasilkan dalam masing masing pengekstrak. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.015 mg/cm 2 16 Resin Melaminformaldehida 1 maks 0. mengandung : .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 2 PARAMETER Resin nilon 6/12 Ekstrak air pada suhu 100ºC selama 5 jam. dan H yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. F. hasil reaksi 1 mol melamin dengan tidak lebih dari 3 mol formaldehida dalam air. pada suhu tidak lebih lebih dari 100ºC.ε-kaprolaktam .55. hasil reaksi 1 mol urea dan tidak lebih dari 2 mol formaldehida dalam air Monomer formaldehida Ekstrak air. D. 100 g sampel diekstraksi dengan 250 ml air terdemineral atau terdeion. maksimum 82.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. mengandung resin nilon 6/69 Ekstrak netto larut kloroform.023 mg/cm 2 5 maks 0.2.006 0.2.023 mg/cm 2 mg/cm mg/cm 2 2 3 4 maks 0. hanya untuk pangan nonalkohol.1 dan 2. hanya untuk pangan nonalkohol. hanya untuk pangan nonalkohol.1 dan 2. mengandung εkaprolaktam Resin nilon 6/66 Ekstrak air pada suhu 100oC selama 5 jam. o maksimum 100 C. pada kondisi penggunaan B.023 0. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.0775 bpj bpj mg /cm2 2 18 Karet nitril termodifikasi kopolimer akrilonitrilmetil akrilat 1 maks maks 3 2 bpj bpj 20 . pada suhu 100 C selama 8 jam.. mengandung εkaprolaktam Resin nilon 6/69 o Ekstrak air.1.1.ω-laurolaktam Resin nilon 6/66 Ekstrak air pada suhu 82.2ºC. hanya untuk pangan nonalkohol.2.1. G.1.078 mg/cm2 2 3 17 Resin ureaformaldehida 1 maks maks maks 3 30 0.2ºC selama 5 jam.05. pada suhu refluks selama 2 jam BATAS MIGRASI maks maks maks 0. C. E. diekstraksi dengan pelarut pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.

etil alkohol 95% .1 maks maks maks maks 20000 20000 15000 15000 bpj bpj bpj bpj 4.air .1 maks maks maks maks 3000 3500 2500 3000 bpj bpj bpj bpj 21 .air . 100 g sampel dalam 250 ml n-heptana p. dalam: .4 % berat) terhadap berat resin.benzena maks BATAS MIGRASI 0.05.etil asetat .air .etil asetat .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 11 (penggunaan berulang atau sekali) terhadap berat resin.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6/66 (monomer ε-kaprolaktam maks 0. dalam: . dalam: . dalam: .7% berat) terhadap berat resin.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 610 terhadap berat resin. residu monomer ε-kaprolaktam maks 0. dalam: .a.air .etil alkohol 95% .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6/66 (kaprolaktam campuran >60%.etil asetat .5 bpj 19 Resin nilon 1 maks maks maks maks 15000 15000 2000 2000 bpj bpj bpj bpj 2 maks maks maks maks 10000 20000 10000 10000 bpj bpj bpj bpj 3 maks maks maks maks 15000 20000 10000 10000 bpj bpj bpj bpj 4.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 66/610 terhadap berat resin. pada suhu refluks selama 2 jam Fraksi ekstrak resin nilon 66 terhadap berat resin. dalam: .etil asetat .etil asetat .air .air .2 maks maks maks maks 8000 10000 5000 5000 bpj bpj bpj bpj 5.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 2 PARAMETER Ekstrak n-heptana.55.etil alkohol 95% .etil alkohol 95% .etil alkohol 95% .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.etil asetat .etil alkohol 95% .

air .air . dengan ketebalan ratarata maksimum 25.etil asetat .2 PARAMETER Fraksi ekstrak resin nilon 11 (penggunaan berulang dan sekali) terhadap berat resin.etil alkohol 95% .air .etil asetat . dalam: .etil alkohol 95% .etil alkohol 95% .2 maks maks maks maks 15000 20000 10000 10000 bpj bpj bpj bpj 7 maks maks maks maks 10000 10000 2500 2500 bpj bpj bpj bpj 8 maks maks maks maks 5000 15000 5000 5000 bpj bpj bpj bpj 22 .air .05.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. pemakaian berulang.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 5.4 µm) terhadap berat resin. dalam: . dalam: .benzena BATAS MIGRASI maks maks maks maks 3500 16000 3500 4000 bpj bpj bpj bpj 6.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6 (film yang kontak pangan.etil asetat .1 maks maks maks maks 10000 20000 10000 10000 bpj bpj bpj bpj 6. dalam: .air . dengan ketebalan ratarata maksimum 25. dalam: .4 µm) terhadap berat resin.etil alkohol 95% .etil asetat .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 66T (film yang kontak pangan.etil asetat .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6 terhadap berat resin.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 612 (artikel yang kontak pangan.etil alkohol 95% . maksimum 100°C) terhadap berat resin.55.

dalam: .1 dan 2. kondisi A (sterilisasi tidak lebih dari 30 menit pada suhu tidak lebih dari 121oC). kondisi penggunaan C.etil asetat . H yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.1 PARAMETER Fraksi ekstrak resin nilon 12 (film tebal rata-rata maks 41µm. kondisi penggunaan B-H yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. terhadap berat resin.2 maks maks maks maks 10000 20000 15000 15000 bpj bpj bpj bpj 10.air .2.) terhadap berat resin.air .benzena BATAS MIGRASI maks maks maks maks 10000 20000 15000 15000 bpj bpj bpj bpj 9.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. D.etil asetat .etil alkohol 95% .55. dalam: .2.2) terhadap berat resin.05.2. B-H yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. F.air . penanganan. G.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 12 (pemakaian berulang.1 dan 2. kontak dengan pangan nonalkohol.etil asetat .1 maks maks maks maks 20000 25000 10000 10000 bpj bpj bpj bpj 23 .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 9. kontak dengan semua tipe pangan. dan pengemasan pangan tipe V dan IX.2. dalam: .).2.etil alkohol 95% .etil alkohol 95% . kecuali yang mengandung >8% alkohol. E. untuk digunakan dalam pengolahan.2.benzena Fraksi ekstrak resin nilon MXD–6 dan nilon dimodifikasi dengan tekanan MXD–6 (tebal film rata-rata tidak lebih dari 40 µm.

G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.b 11 maks maks maks 1000 5000 5000 bpj bpj bpj 12 maks maks maks maks 2000 10000 1000 1000 bpj bpj bpj bpj 24 .etil asetat .air . dalam: .etil alkohol 95% . dalam: .air .etil alkohol 95% .5 1 1 bpj bpj bpj bpj 10.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 10.air . digunakan untuk pengemasan. tempat penyimpanan pangan. pengangkutan. tebal film rata-rata tidak lebih dari 15 µm.2).55.a maks maks maks maks maks 10000 15000 2000 2000 0.05.air .3. kecuali yang mengandung alkohol lebih dari 8% (v/v) alkohol) terhadap berat resin.benzena BATAS MIGRASI maks maks maks maks 2 2.0775 bpj bpj bpj bpj µg/cm2 10.etil alkohol 95% .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6I/6T (kontak dengan semua tipe pangan. F.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. kecuali pangan yang mengandung alkohol lebih dari 8% (v/v)) terhadap berat resin.3. pada suhu tidak lebih dari 49oC.etil asetat .etil asetat .etil asetat .benzena Fraksi ekstrak resin nilon MXD–6 (sebagai lapisan ganda dan kemasan plastik kaku yang tidak kontak dengan pangan).benzena Ekstrak monomer m-ksilililendiaminasam adipat siklik terhadap berat resin Fraksi ekstrak resin nilon 12T (kontak dengan semua tipe pangan.2. dalam: .2 PARAMETER Fraksi ekstrak resin nilon dimodifikasi dengan tekanan MXD–6 terhadap berat resin (sebagai pemodifikasi resin nilon 6. tidak lebih dari 13% (b/b) film. kecuali minuman ringan yang mengandung alkohol lebih dari 8% (v/v) . pada kondisi penggunaan E. dalam : .

benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6/12 dengan residu ε−kaprolaktam tidak lebih dari 0.1 % berat. dalam: .etil alkohol 95% . F.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.air .3 maks maks maks maks 10000 15000 5000 5000 bpj bpj bpj bpj 14 maks 30000 bpj 15 maks maks maks maks 3000 2000 2000 3000 bpj bpj bpj bpj 25 . dalam: . terhadap berat resin.2 maks maks maks maks 8000 10000 5000 5000 bpj bpj bpj bpj 13.air . terhadap berat resin.air Fraksi ekstrak resin nilon 46 hanya digunakan untuk penyaring membran yang bersentuhan dengan pangan untuk pemakaian berulang. dalam: . terhadap berat resin.1% berat. Penyaring membran akhir digunakan untuk bersentuhan dengan minuman ringan yang mengandung alkohol tidak lebih dari 13% (v/v).benzena BATAS MIGRASI maks maks maks 20000 15000 15000 bpj bpj bpj 13.etil alkohol 95% .55. pada kondisi penggunaan E.2.etil asetat .air . G yang disebut dalam Lampiran 2 C tabel 2. dalam: .2.etil asetat .05.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 13.air .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6/12 dengan residu ε−kaprolaktam tidak lebih dari 0.etil alkohol 95% .etil asetat .etil asetat .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6/69 terhadap berat resin.5% berat dan residu ω-laurolaktam tidak lebih dari 0.1 PARAMETER Fraksi ekstrak resin nilon 6/12 (tebal film tidak lebih dari 51 µm) terhadap berat resin.8% berat dan residu ω-laurolaktam tidak lebih dari 0. dalam: .

pada suhu 50oC terhadap polimer: . pada suhu 50oC terhadap berat polimer : . pada suhu refluks terhadap berat polimer . pada suhu 25oC terhadap polimer: Polietilena (sebagai komponen pelapis) .air . pada suhu refluks terhadap berat .Fraksi terlarut ksilen.Fraksi ekstrak n-heksana.05.2. pada kondisi D hingga H yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.2. terhadap berat resin. Tipe VIA dan VIB.etil asetat Polipropilena (polimerisasi katalitik propilena) . pada suhu 25oC terhadap berat polimer : Polietilena (untuk kemasan atau wadah selama memasak) .55.Fraksi terlarut ksilen.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 16 PARAMETER Fraksi ekstrak resin nilon PA 6–3–T untuk penggunaan berulang (kecuali botol) digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.Fraksi ekstrak n-heksana.Fraksi ekstrak n-heksana.1 dan 2. pada suhu 50oC terhadap polimer: . pada suhu 25oC terhadap polimer Polietilena (bukan untuk memasak) . pada suhu 25oC) terhadap polimer: BATAS MIGRASI maks maks maks 70 6400 30 bpj bpj bpj 20 Polimer Olefin (Polietilena-PE dan Polipropilena-PP) 1 maks 64000 bpj maks 98000 bpj 2 maks 64000 bpj maks maks 98000 55000 bpj bpj 3 maks 113000 bpj 4 maks maks 26000 113000 bpj bpj 5 maks 530000 bpj maks 750000 bpj 26 .Fraksi terlarut ksilen. dengan batas suhu pengisian 40 oC.Fraksi terlarut ksilen. pada suhu o 25 C terhadap berat polimer Homopolimer Propilena (polimerisasi dengan katalis metalosen) .Fraksi ekstrak n-heksana.Fraksi pelarut ksilen. dalam: .Fraksi ekstrak n-heksana.etil alkohol 95% .2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.

. Indeks pelelehan tidak lebih dari 2.7%.Fraksi terlarut ksilen. VIII.Fraksi ekstrak n-heksana. pada suhu 15 o C. pada suhu o 50 C. pada suhu o 50 C terhadap polimer: . VI-C. pada suhu o 25 C terhadap polimer: Kopolimer olefin dengan dua atau lebih 1-alkena .Fraksi ekstrak n-heksana. pada suhu o 50 C terhadap polimer: .3-dion maksimum 1. IV-A. V.2.05.Fraksi terlarut ksilen.Fraksi ekstrak n-heksana. terhadap polimer: .7.Fraksi terlarut ksilen. VII-A. Kopolimer etilena-maleat anhidrat (Maleat anhidrat maksimum 2%) .Fraksi ekstrak n-heksana. G. dan H disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada suhu o 25 C terhadap polimer : Kopolimer polietilena tercangkok oleh 3a. F.7a-tetrahidrometil-4.2. pada suhu 25 oC.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.Fraksi terlarut ksilen.Fraksi ekstrak n-heksana.1 dan 2. E.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 6 PARAMETER Kopolimer olefin dengan 1-alkena . pada suhu 25oC terhadap polimer : Poli(metilpenten) .1 dan 2. pada suhu refluks terhadap polimer: . pada suhu o 25 C terhadap polimer: Kopolimer olefin terpolimer kontak dengan pangan hanya di bawah kondisi penggunaan D. .4.Ekstrak n-heksana.2.Fraksi terlarut ksilen.7metanoisobenzofuran-1. . pada suhu o 25 C terhadap polimer: BATAS MIGRASI maks 55000 bpj maks 300000 bpj 7 maks 55000 bpj maks 30000 bpj 8 maks 26000 bpj maks 300000 bpj 9 maks maks 66000 75000 bpj bpj 10 maks maks 4500 18000 bpj bpj 11 maks maks 13600 22800 bpj bpj 27 . dan IX disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.2.2. pada suhu 50oC terhadap polimer: .55.2.Terlarut ksilen. tipe pangan III.

2. pada suhu refluks selama 6 jam terhadap berat resin Ekstrak total etanol 50% (v/v). pada suhu refluks selama 6 jam terhadap berat resin Monomer bisfenol A Ekstrak total tidak mudah menguap.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO 21 ZAT KONTAK DENGAN PANGAN Resin Polikarbonat (PC) 1 PARAMETER Ekstrak total air suling. selama 6 jam terhadap berat resin Ekstrak total n-heptana. pada suhu o 25 C terhadap berat polimer : maks BATAS MIGRASI 1500 bpj 2 maks 1500 bpj 3 maks 1500 bpj 4 22 Resin Poliesterkarbonat 1 maks maks 3 50 bpj bpj 2 maks 50 bpj 3 maks 20 bpj 4 23 Polietilena. terhadap berat resin Residu metilenaa klorid dalam resin poliesterkarbonat Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. pada suhu refluks. V. setelah kontak dengan air suling. terhadap berat resin Ekstrak total tidak mudah menguap. selama 6 jam. IVA. selama 6 jam terhadap berat resin Ekstrak total tidak mudah menguap.2.Fraksi ekstrak n-heksana pada suhu o 50 C terhadap berat polimer : . setelah kontak dengan etanol 50% (v/v) dalam air suling. setelah kontak dengan n-heptana.Fraksi terlarut ksilen. pada suhu refluks. tipe III. klorin total dalam polietilena terklorinasi tidak lebih dari 60% (b/b): .2. pada suhu refluks. pada suhu refluks. terbatas untuk penambahan pada PVC dan kopolimer PVC tidak lebih dari 15%. selama 6 jam.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.1 dan 2. terklorinasi 1 maks 5 bpj maks maks 55000 113000 bpj bpj NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 28 .05.55. VIIA dan IX dalam Lampiran 2C able 2.

pengangkutan atau penyimpanan sementara yang bersentuhan dengan pangan.2.2. pada suhu 66 C selama 2 jam Plastik. Plastik.a maks 0.0031 mg/cm2 29 . setelah kontak o dengan air suling. setelah kontak dengan air. klorin total dalam polietilena terklorinasi tidak lebih dari 60% (b/b). kopoliester etilena-1. pengangkutan atau penyimpanan sementara yang bersentuhan dengan pangan.05. minuman ringan beralkohol tidak melebihi 50% (v/v) : Ekstrak kloroform. pada suhu 121oC selama 2 jam. V.2 a maks 0. setelah kontak o dengan n-heptana. terbatas untuk penambahan pada PVC dan kopolimer PVC tidak lebih dari 15 %.0775 mg/cm 2 b maks 0.0775 mg/cm2 2 2. pada suhu 121 C. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. Polietilena ftalat tak bersalut tersusun dari lembaran dasar atau polimer dasar (base sheet and base polymer) (kopolimer etilena terftalat.4-sikloheksilena dimetilena terftalat dan polimer etilena terftalat).1 dan 2. setelah kontak dengan etil-alkohol 50%.0775 mg/cm2 1.55. pada suhu > o 121 C : Ekstrak kloroform setelah kontak o dengan air suling. kecuali minuman ringan beralkohol pada suhu tidak melebihi o 121 C : Ekstrak kloroform. pada suhu 49oC selama 24 jam. pada suhu 121 C selama 2 jam Ekstrak kloroform. IVA.1 a maks 0.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 2 Fraksi ekstrak n-heksana pada suhu 50oC. digunakan untuk kemasan. tipe III. digunakan untuk bersentuhan dengan pangan selama memanggang dalam oven dan memasak . VIIA dan IX dalam Lampiran 2C tabel 2. selama 2 jam maks 70000 bpj 24 Polimer polietilena ftalat (PET) 1. kopolimer etilena terftalat-isoftalat. Ekstrak kloroform.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. digunakan untuk kemasan.0775 mg/cm2 b maks 0.

digunakan untuk kemasan.a 0. untuk kemasan dengan kapasitas > 500 mL.1 dan maks maks maks BATAS MIGRASI 0. pada suhu 121 C selama 2 jam. setelah kontak dengan etil alkohol 95%.a 0.b maks 0. untuk kemasan dengan kapasitas ≤ 500 mL.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.031 mg/cm 2 3.2. Ekstrak kloroform setelah kontak dengan etil alkohol 50%.0775 mg/cm2 4. pada suhu 66oC selama 2 jam Ekstrak larut kloroform. selama 2 jam Tenunan. pada suhu 66oC. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada suhu 66 C. dengan kadar alkohol tidak melebihi 50% (v/v). selama 2 jam. setelah kontak dengan n-heptana.05.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 2.00775 mg/cm 2 25 Poli (p-metil stirena) dan karet termodifikasi poli (p-metil stirena) 1 maks 10000 bpj 30 .0031 mg/cm 2 3 3. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.000775 mg/cm2 4. pada suhu 49oC. selama 24 jam.b maks 0. Ekstrak kloroform setelah kontak o dengan n-heptana.d maks 0. pada suhu tidak melebihi 49oC Ekstrak kloroform setelah kontak dengan air suling.031 mg/cm2 4 4. selama 2 jam. Ekstrak kloroform.c maks 0. penyaringan ruahan pangan pada suhu tidak melebihi 100oC selain minuman ringan beralkohol dan penyaringan ruahan minuman ringan beralkohol.55. setelah kontak o dengan air suling. Plastik polietilena ftalat yang tersusun dari etilenaterftalat-isoftalat . digunakan untuk bersentuhan dengan pangan kering.031 mg/cm2 3. pada suhu100oC. pengangkutan atau penyimpanan sementara yang bersentuhan dengan pangan beralkohol dengan kadar tidak melebihi 95% (v/v) : Ekstrak kloroform.b PARAMETER Ekstrak kloroform setelah kontak dengan n-heptana.c maks 0.0775 mg/cm 2 4. pada o suhu 49 C selama 24 jam Ekstrak larut kloroform. jika terpapar etanol 95% pada suhu 49oC selama 24 jam) Residu total p-metilstirena.

2.5 persen polimer dalam pelarut fenol/tetrakloretana (60/40) b/b. BATAS MIGRASI 2 Residu total monomer p-metilstirena dalam karet. tidak boleh kurang dari 0. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. IV-A. Residu total monomer stirena. dan IX).2. pada suhu 100oC.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. dan IX) pada Lampiran 2C tabel 2.1. selama 2 jam.012 mg/cm2 c dengan: Nr = rasio waktu alir larutan polimer dengan pelarut c = konsentrasi polimer larutan uji dalam g/100 mL 2 3 Ekstrak n-heptana. Residu total monomer stirena (untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan berlemak tipe III. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. selama 2 jam.1 dan 2.0062 mg/cm2 mg/cm2 Viskositas inheren = ln (Nr) 31 .2. VII-A.2. pada suhu 66oC.2.2.. maks maks 0. IV-A. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada kondisi B hingga H. Ekstrak asam asetat 3%.6 yang ditetapkan menggunakan viskosimeter Wagner (atau yang setara). digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.55.05. V.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER 2.1 Residu total monomer stirena pada karet termodifikasi polistirena Ekstrak air suling. VII-A. pada kondisi B hingga H. (kontak dengan pangan berlemak di luar tipe III.. Viskositas inheren dari larutan 0. V. selama 2 jam. menggunakan rumus maks 5000 bpj 26 Polistirena dan polistirena termodifikasi karet 1 maks 10000 bpj 2 maks 5000 bpj 3 27 Poli (tetrametilena terftalat) 1 maks 5000 bpj maks 0.031 0. pada suhu 121oC.

maks 0. dengan ketebalan 0..1.0039 mg/cm2 - maks 0. dengan ketebalan 0.078 mg/cm2 mg/cm2 29 Polimer stirena blok 1 Fraksi ekstrak air suling.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 4 28 Film polivinil alkohol (PVA) 1 Ekstrak etanol 50%.05. larut dalam toluena : - maks maks 0. dengan ketebalan 0. Fraksi ekstrak total. untuk larutan 4% dalam air pada suhu 20oC. pada suhu refluks. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.19 cm. selama 2 jam.002 mg/cm2 32 .2.55.002 mg/cm2 - maks 0.3-butadiena butadiena berat molekul lebih dari 29000.071 cm Fraksi ekstrak etanol 50%. E.071 cm. II.1. IV–B. selama 2 jam. (sebagai barang atau komponen barang kontak dengan pangan tipe I. pada suhu 66oC. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. Fraksi ekstrak dalam etanol 50%. VII–B dan VIII) : - Fraksi ekstrak air suling pada suhu refluks selama 2 jam. selama 30 menit.2. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe V atau IX. kondisi D. Mempunyai viskositas minimum 4 cps.1. selama 2 jam. pada suhu 66oC.002 mg/cm2 2 Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada suhu 66oC. IV–B. VI.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. VI. dengan ketebalan 0.2.1.031 0. Polimer stirena blok dengan 2metil.3butadiena berat molekul > 29000. Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. II. VII–B dan VIII. F dan G) Polimer stirena blok dengan 1. larut dalam toluena (sebagai artikel atau komponen artikel kontak dengan pangan tipe I.19 cm maks 0.

50 dL/g. Batas kandungan klorin total 53 56 % . selama 2 jam. dan 2.002 mg/cm2 30 Kopolimer stirena-metil metakrilat 1 Ekstrak total tidak mudah menguap. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.05.2. VI. dengan ketebalan 0.55. Viskositas intrinsik dalam sikloheksanaon pada suhu 30oC tidak kurang dari 0. air. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.2.2. dengan ketebalan 0.3butadiena terhidrogenasi berat molekul > 16000. larut dalam toluena (sebagai artikel atau komponen artikel kontak dengan pangan tipe I. Ekstrak total dalam air pada suhu 49oC selama 2 jam maks 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. pada suhu refluks. VII–B dan VIII) : - Fraksi ekstrak air suling. pada kondisi penggunaan D.0465 mg /cm2 31 Polimer poli vinil klorida (PVC) 1 2 maks maks 150 30 bpj bpj 3 4 32 Kopolimer vinil kloridaetilena 1 maks maks maks 30 1 1000 bpj bpj bpj 2 maks 300 bpj 33 . II.1. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.2.1.071 cm maks 0.002 mg/cm2 - maks 0.1. dan 2.2. Polimer stirena blok dengan 1. F atau G. untuk penggunaan kemasan pada suhu >100oC Residu kering etanol 20%.2. Residu kering n-heptana pada suhu 25oC selama 60 menit Residu kering n-heptana pada suhu 25oC selama 60 menit. IV–B. mengandung polimer stirena tidak lebih dari 50%. asam asetat 4% Monomer vinil klorida Ekstrak total n-heptana pada suhu 49oC selama 2 jam. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.071 cm Fraksi ekstrak etanol 50% pada suhu 66oC selama 2 jam.2. E.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 3 Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2 Ekstrak total n-heptana pada suhu 66oC selama 2 jam Monomer vinil klorida Ekstrak total air pada suhu 66 C selama 2 jam Ekstrak total n-heptana pada suhu 66oC selama 2 jam Monomer vinil klorida Ekstrak total n-heptana pada suhu 66oC selama 2 jam Ekstrak total air pada suhu 66oC selama 2 jam Ekstrak total. Tebal film tidak lebih dari 0. dan 2.2. pada kondisi penggunaan D.1. maks 5000 bpj 2 maks 0.2.000 dengan suhu penggunaan hingga 121oC. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.1.2. 100 g sampel diektraksi dalam air pada suhu 66oC selama 2 jam Migrasi monomer Vinil klorida o o maks 100 bpj 2 3 34 Kopolimer vinil kloridalauril vinil eter 1 2 3 35 Kopolimer vinil kloridapropilena 1 2 3 4 36 Kopolimer vinilidena klorida . 1 Ekstrak total tidak mudah menguap (10 g sampel diekstraksi dengan 100 ml air suling pada suhu 121oC selama 2 jam .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 33 Kopolimer vinil kloridaheksena-1 1 Ekstrak total dalam air pada suhu 66oC selama 2 jam. E.08 mg/cm2 34 . digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan pada kondisi yang disebut pada Lampiran 2C tabel 2. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.55. berat molekul > 100.2.2.005 cm.metil akrilat maks maks maks maks maks maks maks maks maks 300 1 300 6000 1 1000 300 0.05.17 1 bpj bpj bpj bpj bpj bpj bpj mg bpj Digunakan pada suhu tidak lebih dari 135 C. F atau G. dan 2.047 mg/cm2 37 Polimer vinilidena klorida/ metil akrilat/ metil metakrilat 1 maks 0. dan dengan 100 ml n-heptana pada suhu 66oC selama 2 jam) terhadap berat resin Ekstrak total tidak mudah menguap yang diekstraksi dengan air suling pada suhu 121oC selama 2 jam Ekstrak total larut kloroform untuk masing-masing pelarut.

2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.55.selama 2 jam berikutnya maks maks maks maks 0.023 0.155 mg/cm2 mg/cm2 2 maks maks 27.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. dengan ketebalan min 0. setelah kontak dengan dengan n-heptana. dan n-heptana Ekstrak total fluorida sebagai fluorin.031 mg/cm2 2 maks 0.2.2. Polimer alami dan/atau sintetis Ekstrak total air suling. pada suhu refluks selama 2 jam. dan nheptana maks 0. selama 2 jam Fenol terekstrak. Ekstrak netto larut kloroform.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 38 Elastomer perfluorokarbon terikat silang Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan non asam pH > 5.2. pada suhu refluks . secara terpisah dengan air.62 mg/cm2 mg/cm2 35 . pada suhu refluks selama 2 jam.1 0.selama 7 jam pertama . dengan air pada suhu refluks selama 2 jam Anilin terekstrak.selama 7 jam pertama .0 : 1 2 3 Ekstrak air total. pada suhu refluks.12 0.0155 mg/cm2 41 Karet untuk penggunaan berulang 1 maks maks 3.00093 0.000775 0. mempergunakan metoda spektrofotometer. etanol 50%.1 mm : 1 Ekstrak total. secara terpisah dengan air.2. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.05. etanol 50%. Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap. pada suhu refluks . yang diekstraksi dengan air atau alkohol 8% atau 50%.1 dan 2. ikatan silang 1 2 maks 0.0047 mg/cm2 39 Resin fenolat Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan non-asam pH > 5.2.selama 2 jam berikutnya Untuk kontak dengan pangan berlemak Ekstrak total n-heksana.0155 mg/cm2 mg/cm2 mg/cm2 mg/cm2 40 Resin poliester.1 dan 2.

pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.3. termasuk karet alami dan sintetis yang tidak divulkanisasi 1 Fraksi kloroform setelah kontak dengan air suling.2.3.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan alkohol.1 dan 2.3.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan bahan yang terekstrak air.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.1 dan 2.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan n-heptana. organisol.3.3.1 dan 2.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan n-heptana.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan alkohol.3.3.1 dan 2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.3.2 Kertas polimerik 1 Lempeng total atau 1 Fraksi kloroform setelah kontak dengan maks 50 bpj 36 . pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.1 dan 2.55.3. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan air suling.3.3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 2. termasuk karet alami dan sintetis 1 maks 50 bpj 2 maks 50 bpj 3 maks 50 bpj 2.3.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan n-heptana.2 maks 50 bpj 2 maks 500 bpj 3 maks 50 bpj 2 1 maks 50 bpj 2 maks 250 bpj 3 maks 50 bpj 3 Lempeng total atau cincin prabentuk dari polimer terplastisasi yang divulkanisasi.1 dan 2.2 PENUTUP/ GASKET/ SEGEL ZAT KONTAK DENGAN PANGAN Karet NO 2.05. dispersi mekanis atau lateks Lempeng total atau cincin prabentuk dari polimer terplastisasi .2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.3.3. plastisol. larutan.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan alkohol.3.3.3.1 dan 2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.1 dan 2.1 PARAMETER BATAS MIGRASI 1 Polimer terplastisasi.3. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. termasuk karet alami dan sintetis yang divulkanisasi atau tidak divulkanisasi atau karet lain yang berikatan silang yang dibuat di tempat sebagai lempeng total atau cincin prabentuk dari leburan panas.1 dan 2.

2.butadiena berat molekul > 29000. kondisi D) pada lampiran 2C tabel 2. VII– B dan VIII.002 mg/cm2 2 Fraksi ekstrak etanol 50%. E. luas perekat yang terpapar pangan maks 4. kondisi penggunaan C. VII-A.002 mg/cm2 37 . VIII.2. pada suhu 66oC selama 2 jam (tebal 0.3.2. larut dalam toluena sebagai komponen perekat yang sensitif terhadap tekanan yang kontak dengan pangan Tipe I. IV–B. pada suhu refluks selama 30 menit. dan IX.3. D.55. pada suhu 66oC.002 mg/cm2 2 1 Fraksi ekstrak air suling. dengan ketebalan 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. IV-A. II. Polimer stirena blok dengan 1. plastik.3.2 maks 250 bpj 3 maks 50 bpj 2.0039 mg/cm2 2 maks 0.2 2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan n-heptana.3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI cincin prabentuk dari kertas polimerik atau berlapis resin. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.2.1 dan 2.2. dengan ketebalan 0.3.1 dan 2.1 dan 2.2. karton. larut dalam toluena (pada kadar maks 42. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.3. selama 2 jam. pada suhu refluks selama 2 jam.3-butadiena terhidrogenasi berat molekul >16000.071 cm) maks 0.03 cm2 1 Fraksi ekstrak air suling. dengan ketebalan 0.3. atau substrat lembaran logam air suling. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.4% (b/b) sebagai komponen penutup dengan segel.071 cm maks 0.1 dan 2. VI. F dan G.2.3 Polistirena 1 Polimer stirena blok dengan 1. yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.05. V. kontak pangan tipe III.19 cm maks 0.19 cm Fraksi ekstrak etanol 50%.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan alkohol.1 dan 2. untuk penutup yang rekat (closure tapes) mensegel kemasan dengan kapasitas minimum 160 cc.

5 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4% (v/v).6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 2.2 Berongga dengan kedalaman > 2.4 GELAS ZAT KONTAK DENGAN PANGAN NO PARAMETER BATAS MIGRASI 2. pada suhu 22 ± 2oC.3. selama 24 ± 0.0007 mg/cm2 2.5 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4% (v/v).1 Keramik yang tidak dapat diisi dan dapat diisi.2 1 maks 4 bpj 2 maks 0.1 bpj 2. pada suhu 22 ± 2oC.5 bpj 2 maks 0. pada suhu kamar selama 24 jam Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4%. selama 24 ± 0.3 Peralatan masak. selama 24 ± 0. pada suhu 22 ± 2oC.5 jam Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4% (v/v). pada suhu 22 ± 2oC. selama 24 ± 0.3 bpj 2.1 L 1 maks 5 bpj 2 maks 0.3. selama 24 ± 0. pada suhu kamar selama 24 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4%. pada suhu 22 ± 2oC.5 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4% (v/v).5 jam maks 0.5 cm dan kapasitas ≥1.3 KERAMIK ZAT KONTAK DENGAN PANGAN NO PARAMETER BATAS MIGRASI 2.4.1 L) 1 Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4%. pada suhu kamar selama 24 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4%.008 mg/cm2 2 maks 0.5 jam Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4%. pada suhu kamar selama 24 jam maks 2. kemasan.05.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5 bpj 2 maks 0.25 bpj 2.5 bpj 38 .4.3. dan bejana penyimpan yang mempunyai kapasitas > 3L 1 maks 1. selama 24 ± 0. yang kedalaman internalnya diukur dari titik terendah ke bidang horizontal melalui pinggir paling atas Semua jenis keramik yang dapat diisi 1 Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4% (v/v).55.5 cm dan kapasitas <1. pada suhu 22 ± 2oC.1 Berongga dengan kedalaman > 2.

4 bpj 39 .lain 1 maks 17 bpj 2 maks 1.1 bpj 3 maks 0.7 bpj 2.5.5% pada suhu 60°C selama 30 menit. Kadmium yang diekstraksi dengan pelarut asam sitrat 0.4 Lain .7 bpj 2.1 Kaleng 1 Kadmium yang diekstraksi dengan air pada suhu 95°C selama 30 menit untuk penggunaan > 100°C.4.3 Piring dengan kedalaman < 2. untuk pangan dengan pH ≤ 5) Timbal yang diekstraksi dengan air pada suhu 95°C selama 30 menit untuk penggunaan > 100°C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 2.1 bpj 2 maks 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. atau pelarut asam sitrat 0.5% pada suhu 60°C selama 30 menit. pada suhu kamar selama 24 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4%.5 cm 1 Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4%. untuk pangan dengan pH ≤ 5 maks 0. pada suhu kamar selama 24 jam Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4% pada suhu kamar selama 24 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4% pada suhu kamar selama 24 jam maks 17 bpj 2 maks 1.55.5 LOGAM ZAT KONTAK DENGAN PANGAN NO PARAMETER BATAS MIGRASI 2.4.05.

2.8%).3.3. dan dimetil adipat (68-76%) dan dimetil glutarat (4-12%) Benzoic acid.3. and 1-hydroxyethylidine-1.4-dihidroksibenzoat. hidrogen peroksida.05.chloride also known as Benzethonium Chloride USP An aqueous mixture of peroxyacetic acid. asam asetat.tetrametilbutil)fenoksi)etoksi)-etil).1 PLASTIK/KARET/ELASTOMER Bahan Tambahan Bahan Antikempal (Antifoulant) Bahan Antikorosi Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris No 2.Ndimetil-N-(2-(2-(4-(1. with or without an optional adjuvant system composed of a mixture dimethyl sebacate (up to 20 percent). dimethyl adipate (68-76 percent) and dimethyl glutarate (4.1-asam difosfonit. hydrogen peroxide. dimetil suksinat (hingga 0.1. 2. klorida juga dikenal sebagai Benzetonium klorida USP Campuran asam perasetat.3 Bahan Antimikroba 1 2 3 40 .Ndimethyl-N-(2-(2-(4-(1.1-difosfonat Campuran asam peroksiasetat.1-diphosphonic acid.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 BAHAN TAMBAHAN YANG DIIZINKAN DALAM KEMASAN PANGAN 2.55.3.1.1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Polyethylene glycol (400) monooleate Zinc hydroxy phosphite Benzenemethanaminium.1 1 Polimer asam 2. sulfuric acid. hidrogen peroksida. polymer with formaldehyde and 1naphthalenol. dengan atau tanpa sistem adjuvan opsional yang terdiri atas campuran dimetil sebakat (hingga 20%).4-dihydroxy-. N. sodium salt A mixture of ca. garam natrium dengan formaldehida dan 1-naftalenol Campuran polietilena glikol (400) monooleat dan polietilena glikol (400) dioleat (dengan perbandingan berat 49:34) Polietilena glikol (400) monooleat Seng hidroksi fosfit Benzenametanaminium. dan 1hidroksietilidin-1. hydrogen peroxide. N. dimethyl succinate (up to 0.1. 49 percent by weight of polyethylene glycol (400) monooleate and ca.8 percent). and 1hydroxyethylidine-1.tetramethylbutyl)phenoxy)ethoxy)ethyl). 34 percent by weight of polyethylene glycol (400) dioleate. asam sulfat dan asam 1hidroksietilidin-1.12 percent).2 1 2 3 2.1.1diphosphonic acid (HEDP) A mixture of peroxyacetic acid. acetic acid.

3-dibromo-5. acetic acid . of the general formula AgxNayHzZr2(PO4)3 x=(0. and water. 1. Silver zinc glass Silver-zinc-magnesium-aluminumcalcium-sodium-borate-phosphate glass Xanthan Gum p-chloro-m-cresol Aqueous solution of sodium chlorite and chlorine dioxide 2-Methyl-4-isothiazolin-3-one as a 20 percent solution.5-dimetilhidantoin Dimetil dikarbonat Gelas perak-magnesiumaluminum-fosfat Gelas perak-magnesium-kalsiumfosfat-borat Gelas perak-magnesium-natriumboron-fosfat (gelas perak) Gelas perak-seng Gelas perak-seng-magnesiumaluminium-kalsium-natrium-boratfosfat Gom ksantan p-Kloro-m-kresol Larutan dalam air yang mengandung natrium klorit dan klorin dioksida Larutan 2-metil-4-isotiazolin-3-on 20% Perak natrium hidrogen zirkonium fosfat.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.y=(0.5-dimethylhydantoin (DBDMH) Dimethyl dicarbonate (DMDC) Silver-magnesium-aluminumphosphate glass Silver-magnesium-calciumphosphate-borate-glass Silver-magnesium-sodium-boronphosphate glass (silver glass). asam asetat. Silver sodium hydrogen zirconium phosphate.z=(0.1-0.8).z=(0.1diphosphonic acid (HEDP).5). 1-hydroxyethylidene-1.1-0.1-difosfonit dan air 1. rhombohedral framework structure. asam 1hidroksietilidin-1. hydrogen peroxide. struktur kerangka rombohedral dengan rumus umum AgxNayHzZr2(PO4)3 x=(0.y=(0.8) 5 6 7 8 9 10 11 12 18 14 15 16 17 41 .1-0.05.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 4 Campuran 5-kloro-2-metil-4isotiazolin-3-on dan 2-metil-4isotiazolin-3-on (dengan perbandingan berat 3 : 1). hidrogen peroksida.3-Dibromo-5. The mixture may contain magnesium or sodium nitrate at a 1 to 1 ratio (weight/weight) with the sum of the isothiazolinone A mixture containing peroxyacetic acid.1-0.55.1-0.5). Campuran mungkin mengandung magnesium atau natrium nitrat (dengan perbandingan berat 1 : 1) terhadap jumlah isotiazolinon total Campuran yang mengandung asam peroksiasetat.1-0.8) A mixture of 5-chloro-2-methyl-4isothiazolin-3-one and 2-methyl-4isothiazolin-3-one at a ratio of 3 parts to 1 part by weight.8).

N-Bis(2-hidroksietil) dodekanamida produk reaksi dietanolamina dan metil laurat 2-Pyridinethiol-1-oxide. sodium salt Zeolite A in which silver. dengan gugus alkil (C14–18) diperoleh dari tal N. sodium salts (produced from nalkenes in the range C10-C18 with not less than 50% C14-C16) N-Acyl sarcosines where the acyl group is lauroyl.05.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2-Benzisothiazolin-3-one Aluminum borat (Al2O3). oleoyl.2-Benzisotiazolin-3-on Aluminium borat (Al2O3). and hydrotalcite Silver-zinc-sodium aluminosilicate zeolite 1. a mixture of silver-magnesium-zinc-calcium phosphate sodium alumino silicate.1. or derived from the combined fatty acids of coconut oil N.2(B2O3) produk reaksi antara aluminium oksida dan/atau aluminium hidroksida dengan asam borat dan/atau asam metaborat Asam alkil mono.dan disulfonic acids. silver and ammonium ions have been exchanged for sodium ions Silver zinc zeolite. perak dan tembaga telah ditukar dengan ion natrium Zeolit perak seng.N-Bis(2-hidroksietil) alkilamina. campuran perakmagnesium-seng-kalsium fosfat natrium alumino silikat.dan disulfonat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 18 19 2-Piridintiol-1-oksida.55.2(B2O3) produced by reaction between aluminum oxide and/or aluminum hydroxide with boric acid and/metaboric acid Alkyl mono.4 Pengawet (Preservative) Bahan Antistatik dan/atau Anti embun (Antistatic and/or Antifogging agent) 1 1 2 3 4 5 6 7 42 . garam natrium Zeolit A dengan ion perak.N-Bis(2-hidroksietil) alkil(C13– 15)amina N. oleoil atau diperoleh dari kombinasi asam lemak minyak kelapa N.N-Bis(2-hydroxyethyl) alkylamine. seng oksida dan hidrotalsit Zeolit-perak-seng-natrium aluminosilikat 1.1. seng dan amonium telah ditukar dengan ion natrium Zeolit dengan ion amonium. where the alkyl groups (C14–C18) are derived from tallow N.N-Bis(2-hydroxyethyl) alkyl(C12– C18)amine N.4 2. garam natrium (produk reaksi nalkena C10-C18 dengan tidak kurang dari 50% C14-16) N-Asil sarkosin dengan gugus asil berupa lauroil. zinc and ammonium ions have been exchanged for sodium ions Zeolite in which copper.N-Bis(2-hydroxyethyl) alkyl(C13– C15)amine N.N-Bis(2-hidroksietil) alkil(C12– 18)amina N. zinc oxide.N-Bis(2-hydroxyethyl) dodecanamide produced when dietanolamin is made to react with methyl laurate 20 21 22 2.

5 Bahan Antihalang (Antiblocking Agent) 1 2 43 . sikloheksil metakrilat.55.Ndimetil amonium-α-N-metil karboksilat klorida. 2-methyl-. cyclohexyl methacrylate.N-Bis(2-hidroksietil) oktadesilamina.1. polymer with azacyclotridecan-2-one and alphahydro-omega-hydroxypoly (oxy-1. N-vinyl-2-pyrrolidone copolymer Sodium acrylate/styrene sulfonate copolymer Poly(oxy-1.2-etanadiil) Kopolimer metilmetakrilattrimetilolpropana trimetakrilat Polimer ester asam 2-propenoat.ω -hidroksipoli (oksi1. dan oktadesil bis(hidroksietil) amina α-(Karboksimetil)-ω-(tetradesiloksi) polioksietilena) Kopolimer N-metakriloiloksietil-N. polymer dengan ethyl-2-propenoate and methyl 2methyl-2-propenoate 9 10 11 12 13 14 15 16 2. (oktadesilimino) dietilena distearat. garam natrium. N-vinil-2pirolidon Kopolimer natrium akrilat-stirena sulfonat Poli(oksi-1. α-n-Dodekanol-ω-hidroksi poli (oksietilena) Ester asam oktadekanoat 2-[2hidroksietil) okta desilamino] etil. α-eikosil-ωhidroksi Polimer asam heksanadioat dengan azasiklo trideksana-2-on dan α-hidro.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. ethyl methacrylate.N-Bis(2-hydroxyethyl)N-(carboxymethyl) octadecanaminum hydroxide (inner salt) Glycerol ester mixtures of ricinoleic acid α-n-Dodecanol-omega-hydroxypoly (oxyetilen) Octadecanoic acid 2-[2hydroxyethyl) octadecylamino] ethyl ester. and N. 2metil-.asam risinoleat. etil metakrilat. (octadecylimino) diethylene distearate.3propenadiil dengan etil-2-propenoat dan metil 2-metil-2-propenoat N. N-(2-hydroxyethyl)-Noctadecylglycine (monosodium salt). 2ethyl-2-[{(2-methyl-1-oxo-2propenyl) oxy} methyl]-1. octadecyl methacrylate.05. 3propenediyl ester. oktadesil metakrilat.N-bis(2hidroksietil)-N-(karboksimetil) oktadekanaminum hidroksida (garam dalam) Campuran ester gliserol .Ndimethylammonium-α-N-methyl carboxylate chloride sodium salt.2ethanediyl) Methylmethacrylatetrimethylolpropane trimethacrylate copolymers 2-Propenoic acid.2-etanadiil). and octadecyl bis(hydroxyethyl) amine Alpha-(Carboxymethyl). alphaeicosyl-omega-hydroxy Hexanedioic acid.omega(tetradecyloxy) polyoxyethylene) N-Methacryloyloxyethyl-N. N-(2-hidroksietil)N-oktadesilglisin. (garam mononatrium) dan N. 2-etil-2-[{(2-metil-1-okso-2propenil) oksi} metil]-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 8 N.N-Bis(2-hydroxyethyl) octadecyl amine.2-ethanediyl).

g] [1.8octanedicarboxylic acid) N.8. marine.2-Cyclohexanedicarboxylic acid.1-dimethylethyl)-6hydroxy-12H dibenzo[d.05.3. marin) Asam sebakat (asam 1.4. hidroksil bis [2. (1R.10tetrakis(1.8. garam kalsium (1:1). (1R. terhidrogenasi Polietilena glikol Polimer formaldehida dengan 1naftalenol Salisilamida Stearil erukamida Aluminium.2-dimetilpropionamida Di-(para-metil benzilidena) sorbitol saja atau mengandung triisopropanolamina hingga 1% Di(p-tolilidena) sorbitol Dibenzilidena sorbitol Saturated fatty acid amides manufactured from fatty acids derived from animal.6 Bahan Tambahan Bahan Pembebas (Release Agent) Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 1 Amida asam lemak jenuh yang dibuat dari asam lemak diperoleh dari dari lemak dan minyak (nabati.7 Bahan Penjernih (Clarifying Agent) 1 2 3 4 5 6 7 44 .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2.N′-Dioleoil etilena diamina Erukamida (erusilamida) Lilin dari kulit padi Oleil palmitamida Poli(vinil asetat dengan vinil Noktadesilkarbamat) Polibutena.1.g] [1.2]dioxaphosphocin 6-oxidato 1. 2S)-rel Bis(p-ethyl benzylidene) sorbitol N-[3.2dimethyl-propionamide Di-(para-methylbenzylidene) sorbitol alone or containing up to 1 percent triisopropanolamine Di(p-tolylidene) sorbitol Dibenzylidene sorbitol 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2.2-dimethylpropionylamino)-phenyl]-2.5-bis-(2.3.2-sikloheksana dikarboksilat.1-dimetiletil)-6-hidroksi12H dibenzo[d.55. 2S)-rel Bis(p-etil benzilidena) sorbitol N-[3. or vegetable fats and oils Sebacic acid (1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.10tetrakis(1.8-oktana dikarboksilat) N.4. polymer with 1naphthalenol Salicylamide Stearyl erucamide Aluminum. hydrogenated Polyethylene glycol Formaldehyde. hydroxyl bis [2.1.N′-Dioleoyletilen diamine Erucamide (erucylamide) . Rice bran wax Oleyl palmitamide Poly(vinil asetat/vinil Noctadecylcarbamate) Polybutene.2-dimetilpropionilamino)-fenil]-2. calcium salt (1:1).2]dioksafosfosin 6-oksidato Asam 1. hewani.5-Bis-(2.

and polyoxyethylenepolyoxypropylen An aqueous solution containing elemental iodine and alkyl (C12C15) monoether of mixed (ethylene-propylene) polyalkylene glycol An aqueous solution of citric acid.10-tetrakis(1. and 1hydroxyethylidene-1. dan asam 1 hidroksietilidena-1. dichlorodimethyl. and monosodium phosphate An aqueous solution of hydrogen peroxide.2′-metilenbis(4.3.g][1. sodium 1-octanesulfonate. 9 10 11 12 13 14 2.4.6-di-tertbutylphenyl) phosphate Sodium di(p-tert-butylphenyl) phosphate Extruded polystyrene and crosslinked polyvinylpyrrolidone Polyvinil cyclohexane Silane. lithium salt Dimethyldibenzylidene sorbitol Sodium 2. asam oktanoat.1diphosphonic acid An aqueous solution of iodine and hypochlorous acid generated by the dilution of an aqueous acidic (21.6-ditert-butilfenil) fosfat Natrium di(p-tert-butilfenil) fosfat Polistirena ekstrusi dan terikat silang dengan polivinil pirolidon Polivinil sikloheksana Produk reaksi silan. dinatrium etilenadiaminatetraasetat.5 percent nitric acid) solution of iodine monochloride.5% 12H-Dibenzo[d. peroxyacetic acid. 2. acetic acid. asam peroksiasetat.6-oxide. dan mononatrium fosfat Larutan dalam air dari hidrogen peroksida.g][1. natrium lauril sulfat.2]dioxa phosphocin.8. peroxyoctanoic acid.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 8 12H-Dibenzo[d.1dimethylethyl)-6-hydroxy-. 2. disodium ethylenediaminetetraacetate.3. asam asetat. natrium 1oktanasulfonat.4.1.8 Bahan Pensanitasi 1 2 3 4 5 45 .6-oksida.05. garam litium Dimetil dibenzilidena sorbitol Natrium 2.1-difosfonit Larutan dalam air dari iodium dan asam hipoklorit yang dibuat dengan pengenceran iodium monoklorida dalam larutan asam nitrat 21.2′-metilena bis(4. octanoic acid. diklorodimetil dan silika Larutan dalam air dari iodium.10-tetrakis(1. butoksi monoeter dari campuran (etilena-propilena) polialkilena glikol dan polimer blok polioksietilena-polioksipropilena Larutan dalam air dari unsur iodium dan alkil (C12-C15) monoeter dari campuran (etilena-propilena) polialkilena glikol Larutan dalam air dari asam sitrat.8.2]dioksa fosfosin.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.reaction product with silica An aqueous solution containing iodine.1dimetiletil)-6-hidroksi-. asam peroksioktanoat.55. butoxy monoether of mixed (ethylene-propylene) polyalkylene glycol. sodium lauryl sulfate.

asam kloroasetat. and trimethyl derivatives of the sodium salt of naphthalenesulfonic acid 7 8 9 10 11 12 13 46 . derivat metil.05. asam hidriodat. potassium iodide. chloroacetic acid. citric acid. sodium Ncyclohexyl-N-palmitoyl taurate. asam sitrat. Asam sulfat dapat ditambahkan Larutan dalam air yang mengandung asam dekanoat.55. asam oktanoat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 6 Larutan dalam air klor dioksida dan spesies oksikloro yang berkaitan. phosphoric acid. natrium Nsikloheksil-N-palmitoil taurat . asam nonanoat. kalium iodida dan isopropanol Larutan dalam air dari asam 9oktadesenoat tersulfonasi dan natrium ksilensulfonat Larutan dalam air dari asam dekanoat. lactic acid. dimethyl. phosphoric acid and a mixture of the sodium salt of naphthalesulfonic. dimetil. trimetil garam natrium asam naftalenasulfonat An aqueous solution of chlorine dioxide and related oxychloro species generated by acidification of an aqueous solution of sodium chlorite with a solution of sodium gluconate. propionic acid . dibuat dengan pengasaman larutan natrium klorit dalam air dengan larutan natrium glukonat. asam fosfat. asam propionat. hydriodic acid. and sodium 1-octanesulfonate . and isopropanol An aqueous solution containing sulfonated 9-octadecenoic acid and sodium xylenesulfonate An aqueous solution containing decanoic acid . An aqueous solution prepared by combining elemental iodine. and sodium mono-and didodecyl phenoxybenzene disulfonate An aqueous solution containing din-alkyl(C8-C10)dimethyl ammonium chlorides having average molecular weights of 332– 361 and either ethyl alcohol or isopropyl alcohol. asam fosfat dan campuran garam natrium asam naftalenasulfonat. sodium salt An aqueous solution containing din-alkyl-(C8C10)dimethylammonium chloride and n-alkyl(C12-C18) -benzyldimethylammonium chloride An aqueous solution containing elemental iodine. methyl.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. garam natrium Larutan dalam air yang mengandung senyawa di-n-alkil(C8-C10) dimetilamonium klorida dan senyawa n-alkil(C12-C18) benzil-dimetilamonium klorida Larutan dalam air dari unsur iodium. dan natrium mono-dan didodesil fenoksibenzenadisulfonat Larutan dalam air mengandung din-alkil (C8-C10) dimetil amonium klorida yang mempunyai berat molekul 332-361 dan salah satu dari etil alkohol atau isopropil alkohol. octanoic acid. phosphoric acid . dan natrium 1-oktanasulfonat. Larutan dalam air yang dibuat dengan menggabungkan unsur iodium . nonanoic acid. asam laktat. Sulfuric acid may be added An aqueous solution containing decanoic acid. asam fosfat.

asam oktenil suksinat .N-dimethyloctanamine . or the sodium or potassium salts of these acids. N. polyoxyethylene polyoxypropylene block polymers 15 16 17 18 19 20 47 . sodium. and neo-decanoic acid An aqueous solution containing phosphoric acid .05. atau kalsium bromida Larutan dalam air yang mengandung asam dodesilbenzenasulfonat dan salah satu dari polimer blok isopropil alkohol atau polioksietilena polioksipropilena Larutan dalam air yang mengandung asam dodesildifeniloksidadisulfonat. natrium. dan chlorine dioxide) An aqueous solution containing equal amount of n-alkyl (C12-C18) benzyl dimethyl ammonium chloride and n-alkyl (C12-C18) dimethyl ethylbenzyl ammonium chloride An aqueous solution containing the sodium salt of sulfonated oleic acid. dengan atau tanpa kalium. asam trikloroisocianurat. with or without the bromides of potassium. N. asam lemak tal tersulfonasi dan asam neo-dekanoat Larutan dalam air yang mengandung asam fosfat . consisting of not less than 56 percent octanoic acid and not less than 40 percent decanoic acid An aqueous solution of an containing equilibrium mixture of oxychloro species (predominantly chlorite. terdiri dari minimal 56 % asam oktanoat dan minimal 40 % asam dekanoat Larutan dalam air yang mengandung campuran sama banyak spesies oksikloro (terutama klorit.sulfonated tall fatty acid sulfonated. and a mixture of n-carboxylic acids (C6–C12). trichloroisocyanuric acid. octenyl succinic acid .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. atau garam natrium / kalium dari asam-asam ini. chlorate.Ndimetiloktanamina dan campuran asam n-karbosilat (C6–C12).6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 14 Larutan dalam air yang mengandung asam dikloroisocianurat. or calcium An aqueous solution containing dodecylbenzenesulfonic acid and either isopropyl alcohol or polyoxyethylene –polyoxypropylene block polymers An aqueous solution containing dodecyldiphenyloxidedisulfonic acid. klorat dan klor dioksida) Larutan dalam air yang mengandung jumlah sama banyak n-alkil (C12-C18) benzil dimetil amonium klorida dan n-alkil (C12C18) dimetil etilbenzil amonium klorida Larutan dalam air yang mengandung garam natrium dari asam oleat tersulfonasi dan polimer blok polioksietilenapolioksipropilena An aqueous solution containing dichloroisocyanuric acid.55.

asam sulfat .1difosfonit Larutan dalam air yang mengandung iodium. asam perasetat.dengan atau tanpa kalium. or calcium hypochlorite.1diphosphonic acid An aqueous solution containing iodine. natrium p-toluensulfonkloroamida. butoxy monoether of mixed (ethylene-propylene) polyalkylene glycol and ethylene glycol monobutyl ether An aqueous solution containing potassium Iodide. and 1hydroxyethylidene-1. and sodium lauryl sulfate. sulfuric acid. or calcium.3. sodium. acetic acid.3.6-pyridinedicarboxylic acid An aqueous solution containing Hydrogen peroxide. An aqueous solution containing potassium. with or without the bromides of potassium.3-tetrametilbutil) fenil] -ωhidroksi. asam peroksiasetat .3-tetramethylbutyl) phenyl] -omega-hydroxy. An aqueous solution containing nalkyl(C12C16)benzyldimethylammonium chloride An aqueous solution containing nalkyl (C12-C16) benzyldimethylammonium chloride and didecyldimethylammonium chloride An aqueous solution containing nalkyl(C12-C18)benzyldimethyl ammonium chloride.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 21 Larutan dalam air yang mengandung hidrogen peroksida .poli (oksietilena) dihasilkan dari 1 mol fenol dan 4-14 mol etilena oksida An aqueous solution containing hydrogen peroxide. and 2. peracetic acid.1. butoksi monoeter dari campuran (etilenapropilena) polialkilena glikol dan etilena glikol monobutil eter Larutan dalam air yang mengandung kalium iodida. natrium metaborat. asam asetat.dan asam 2. natrium. acetic acid. sodium.poly (oxyethylene) produced with one mole of the phenol and 4 to 14 moles ethylene oxide 22 23 24 25 26 27 28 29 48 . dan asam 1-hidroksietilidena1. natrium atau kalsium hipoklorit.55. asam asetat . alpha-terpineol and alpha[p-1. peroxyacetic acid.1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. sodium metaborate. atau kalsium bromida Larutan dalam air yang mengandung litium hipoklorida Larutan dalam air yang mengandung n-alkil (C12-C16) benzildimetilamonium klorida Larutan dalam air yang mengandung n-alkil (C12-C16) benzildimetilamonium klorida dan didesildimetilamonium klorida Larutan dalam air yang mengandung n-alkil(C12-C18) benzildimetilamonium klorida. α-terpineol dan α[p-1. An aqueous solution containing Lithium hypochloride.6-piridin dikarboksilat Larutan dalam air yang mengandung hidrogen peroksida. dan natrium lauril sulfat Larutan dalam air yang mengandung kalium. sodium ptoluenesulfonchloroamide.05.

55. alpha-alkyl(C10C14)-omegahydroxypoly(oxyethylene)poly(oxypropylene) and alphaalkyl(C12-C18)-omegahydroxypoly(oxyethylene) poly(oxypropylene) 31 32 33 34 35 36 37 49 .α alkil(C12-C15). garam kalium dari asam lemak minyak kelapa Larutan dalam air yang mengandung sejumlah yang sama n-alkil (C12-C18) benzil dimetil amonium klorida dan n-alkil (C1218) dimetil etilbenzil amonium klorida Larutan dalam air yang mengandung senyawa di-nalkil(C8–C10) dimetil.05.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 30 Larutan dalam air yang mengandung natrium dikloroisosianurat dan tetranatrium etilendiaminatetraasetat. sodium alpha-alkyl(C12-C15)-omegahydroxypoly (oxy-ethylene) sulfate with the poly(oxyethylene) content averaging one mole. An aqueous solution containing elemental iodine. αalkil(C10-C14)-ω-hidroksi poli(oksietilena) poli-(oksipropilena) dan α -alkil(C12-C18)-ωhidroksipoli(oksietilena) poli(oksipropilena) An aqueous solution containing sodium dichloroisocyanurate and tetrasodium ethylenediaminetetraacetate. An aqueous solution containing sodium dodecylbenzenesulfonate. ortobenzil-paraklorofenol. potassium salts of coconut oils An aqueous solution containing equal amounts of n-alkyl (C12C18) benzyl dimethyl ammonium chloride and n-alkyl (C12-C14) dimethyl ethylbenzyl ammonium chloride An aqueous solution containing din-alkyl(C8–C10)dimethylammonium chloride and nalkyl(C12–C18)benzyldimethylammonium chloride and ethyl alcohol An aqueous solution containing nalkyl (C12-C18) benzyldimethylammonium chloride compounds An aqueous solution containing trichloromelamine and either sodium lauryl sulfate or dodecylbenzenesulfonic acid. natrium .amonium klorida dan senyawa n-alkil(C12–C18) benzildimetilamonium klorida dan etil alkohol Larutan dalam air yang mengandung senyawa n-alkil (C12C18) benzildimetilamonium klorida Larutan dalam air yang mengandung trikloromelamina dan salah satu dari natrium lauril sulfat atau asam dodesil-benzenasulfonat Larutan dalam air yang mengandung unsur iodium. An aqueous solution containing ortho-phenylphenol.ω -hidroksipoli (oksi-etilena)sulfat dengan kandungan poli(oksietilena) kirakira 1 mol. paratertiaryamylphenol. paratersieramilfenol.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Larutan dalam air yang mengandung natrium dodesilbenzenasulfonat Larutan dalam air yang mengandung orto-fenilfenol. ortho-benzylparachlorophenol.

An aqueous solution containing senyawa di-n-alkyl(C8-C10) dimethylammonium chloride. natrium dioktilsulfosuksinat. asam fosfat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 38 Larutan dalam air yang mengandung unsur iodium.1.55. octanoic acid. and sodium 1-octanesulfonate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2 oktanadisulfonat 50 . alpha-[p-(1. asam hidriodat. sodium dioctylsulfosuccinate. and polyoxyethylene-polyoxypropylene block polymers An aqueous solution containing decanoic acid. asam oktanoat. etil alkohol dan α-(pnonilfenil)-ωhidroksipoli(oksietilena) An aqueous solution containing elemental iodine. butoxy monoether of mixed (ethylenepropylene) polyalkylene glycol and α-lauroyl-omega-hydroxypoly (oxyethylene) An aqueous solution containing elemental iodine.1. asam laktat. dan natrium 1oktanasulfonat. dan asam 1oktanasulfonat-2-sulfinat atau asam 1. lactic acid. n-alkil (C12-C18) benzildimetilamonium klorida. natrium iodida. butoksi monoeter dari campuran (etilenpropilena) polialkilena glikol dan αlauroil-ω-hidroksi poli (oksietilena) Larutan dalam air yang mengandung unsur iodium. phosphoric acid. asam oktanoat. α -[p(1. Additionally. Larutan ini dapat mengandung isopropil alkohol sebagai bahan opsional Larutan senyawa di-n-alkil(C8-C10) dimetilamonium klorida.3. campuran dari asam 1-oktanasulfonat.2octanedisulfonic acid 39 40 41 42 43 44 Larutan yang mengandung asam dekanoat. the aqueous solution may contain isopropyl alcohol as an optional ingredient. a(p-nonylphenyl)-omegahydroxypoly-(oxyethylene) and or polyoxyethylene-polyoxypropylene block polymers An aqueous solution containing elemental iodine.3. octanoic acid. sodium iodide. ethyl alcohol and alpha-(pnonylphenyl)-omegahydroxypoly(oxyethylene) The sanitizing solution contains decanoic acid. a mixture of 1-octanesulfonic acid . dan polimer blok polioksietilenapolioksipropilena Larutan dalam air yang mengandung asam dekanoat.05.3tetramethylbutyl)-phenyl]-omegahydroxypoly-(oxy-ethylene) produced with one mole of the phenol and 4 to-14 moles ethylene oxide. α -(p-nonilfenil)-ωhidroksipoli-(oksietilena) dan/atau polimer blok polioksietilenapolioksipropilena Larutan dalam air yang mengandung unsur iodium.3-tetrametilbutil)-fenil]-ωhidroksipoli-(oksi-etilena) dihasilkan dari 1 mol fenol dan 4-14 mol etilena oksida dan α -alkil(C12-15)ω hidroksi [poli(oksietilena) poli(oksipropilena)] Larutan dalam air yang mengandung unsur iodium. nalkyl (C12-C18) benzyldimethylammonium chloride. and alpha-alkyl(C12-C15)omega hydroxy[poly(oxyethylene) An aqueous solution containing elemental iodine. hydriodic acid. and octanesulfonic-2-sulfinic acid or 1.

Magnesium oxide and potassium bromide may be added. hydrogenated 1.3-butilena glikol .1. Weight 3. Magnesium oksida dan kalium bromida dapat ditambahkan Asetiltributil sitrat Butilbenzil ftalat Di(2-etil heksil) adipat Di(2-etil heksil)ftalat Di(2-etilheksil) azelat Di(C7. terhidrogenasi Poliester 1.000) 2.C9 -alkil) adipat Difenil ftalat Diheksil ftalat Diisodesil ftalat Diisononil adipat Diisononil ftalat Di-n-alkil adipat dari C6.asam lemak minyak biji matahari terepoksidasi Minyak biji matahari terepoksidasi Minyak mineral. natrium lauril sulfat.asam adipat Poliisobutilena Polipropilena glikol (BM rata-rata minimum 1.C8. trisodium phosphate.200) Propilena glikol azelat (BM ratarata minimum 3. trisodium fosfat.000) The sanitizing solution contains sodium hypochlorite.05. C9-alkyl) adipate Diphenyl phthalate Dihexyl phthalate Diisodecyl phthalate (DIDP) Diisononyl adipate Diisononyl phthalate (DINP) Di-n-alkyl adipate made from C6 C8-C10 (predominately C8 and C10) or C8-C10 synthetic fatty alcohols Di-n-hexylazelate Dicyclohexyl phthalate (DCHP) Epoxidized butyl esters of linseed oil fatty acids Epoxidized linseed oil Mineral oil. putih Polibutena.C10 (dominasi C8 dan C10) atau lemak alkohol sintetis C8-C10 Di-n-heksilazelat Disikloheksil ftalat Ester butil . and potassium permanganate.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 45 Larutan yang mengandung natrium hipoklorit.3-Butylene glycoladipic acid polyester Polyisobutylene Polypropylene glycol (minimum mean molecular weight 1. white Polybutene.200) Propylene glycol azelate (average mol. Acetyltributyl citrate Butylbenzyl phthalate (BBP) Di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA) Di(2-ethyl hexyl)phthalate (DEHP) Di(2-ethylhexyl) azelate Di(C7.55.9 Bahan Pemlastis (Plasticizer) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 51 . dan kalium permanganat. sodium lauryl sulfate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3-pentanediol diisobutyrate (TXIB) Aluminum stearoyl benzoyl hydroxide Butylated Hydroxy Anisole (BHA) 12-Hydroxystearic acid Fatty acids derived from animal or vegetable sources. and the hydrogenated forms of such fatty acids N. dan bentuk hidrogenasinya Cyclohexane 1-2 dicarboxylate Trietilen glycol 2. O.dan diheksil asam fosfat.2.N-Bis(2-ethyl hexyl)-ar-methyl1H-benzotriazole-1-methanamine 1 2 3 4 5 6 7 N. compounds with tetramethylnonylamines and C11– 14 alkylamines 8 9 10 11 12 13 14 15 52 . Otriphenyl ester.2-dikarboksilat Trietilena glikol 2. O.O.O.4-Trimetil-1. mono.N-Bis(2-etil heksil)-ar-metil-1Hbenzotriazol-1-metanamina α-Butil-ω-hidroksi poli(oksipropilena) α-Butil-ω-hidroksi poli(oksi etilena) poli (oksipropilena) Campuran resin ester fosfat teretoksilasi Derivat tert-butil dari ester fosforotioat asam .1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 23 24 25 2. tert-butyl derivatives Di (n-octyl) phosphite Dialkyldimethylammonium aluminum silicate Dimethylpolysiloxane Disodium decanedioate Disodium EDTA Phosphoric acid.3-pentanadiol diisobutirat Aluminium stearoil benzoil hidroksida Anisol hidroksi terbutilasi Asam 12-hidroksistearat Asam lemak nabati dan hewani.05.O-trifenil Di (n-oktil) fosfit Dialkil dimetil amonium aluminium silikat Dimetilpolisiloksana Dinatrium dekanadioat Dinatrium etilena diamina tetra asetat Ester mono. dicampur dengan tetrametil nonilamina dan C11–14 alkilamina a-Butyl-omegahydroxypoly(oxypropylene) a-Butyl-omegahydroxypoly(oxyethylene) poly (oxypropylene) Ethoxylated resin phosphate ester mixture Phosphorothioic acid.and dihexyl esters.4-Trimethyl-1.2.55.10 Bahan Pelumas (Lubricant) Sikloheksana 1.

5-di-tert-butil-4hidroksi hidrosinamat)] metana Phosphoric acid. reacted with tertalkyl and (C12–C14) primary amines N-phenyl benzenamine Phenyl-a-and/or phenyl-bnaphthylamine Hexamethylenbis(3. terhidrogenasi Polietilena Poliisobutilena Poliurea produk reaksi dari tolilena diisosianat dengan asam lemak tal (C16 dan C 18) amina dan etilenadiamina dalam perbandingan molar (2:2:1) Seng sulfida Tetrakis[metilena(3.5-dihidro-1Himidazol-1-etanol α-Hidro-ω-hidroksipoli (oksietilena) poli(oksipropilena) Isopropil oleat Magnesium risinoleat N-Metil-N-(1-okso-9.5-dihydro1H-imidazole-1-ethanol α-Hydro-omega-hydroxypoly (oxyethylene) poly(oxypropylene) Isopropyl oleate Magnesium ricinoleate N-Methyl-N-(1-oxo-9.dan diheksil asam fosfat.dan/atau fenil-β-naftilamina Heksametilena bis(3.5-di-tert-butil4 hidroksihidrosinamat) 2-(8-Heptadesenil)-4. mono. dehidrated Castor oil.05.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5-di-tert-butyl-4hydroxyhydrocinnamate)] methane 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 53 .and diisooctyl esters.direaksikan dengan tert-alkil dan (C12–C14) amina primer N-Fenil benzenamina Fenil-α. dehydrated partially dehydrated Mineral oil Sodium nitrite Petrolatum Polybutene Polybutene.55.5-di-tert-butyl-4 hydroxyhydrocinnamate) 2-(8-Heptadecenyl)-4.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 16 Ester mono. hydrogenated Polyetylene Polyisobutylene Polyurea produced by reacting tolylena diisocyanate with tall of fatty acid (C16 & 18) amine and ethylene diamine in a 2:2:1 molar ratio Zinc sulfide Tetrakis[metilen(3.oktadesenil) glisin Minyak kastor Minyak kastor kering Minyak kastor semi kering Minyak mineral Natrium nitrit Petrolatum Polibutena Polibutena.octadecenyl) glycine Castor oil Castor oil.

05.1-Difluoroethane Isopentane Methyl formate n-Pentane 1. garam monolitium Asam fosfonit. ammonium. 5sulfo-.5-bis(1. diethyl ester Boron nitride 4 5 6 54 .12.1. and lithium salts.5-bis(1. [[3.1.5-di-tert-butyl-4hydroxy-hydro.3. potassium.12 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.11 Pembentuk Plastik Berbusa (Bahan Tambahan yang Digunakan dalam Pembuatan Plastik Berbusa) Tiodietilena bis (3.4-di-tert butilfenil) fosfit Azodikarbonamida 1. and its sodium.3-benzenadikarboksilat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 38 39 40 41 42 43 2.cinnamate) Butylated Hydroxy Toluene (BHT) Tri[2(or 4)-C9-10-branched alkylphenyl]phosphorothioate Triphenyl phosphorothionate Tris(2. ester dietil Boron nitrida Aluminum lithium carbonate hydroxide trihydrate Aliminum hydroxide magnesium hydroxide carbonate (Hydrotalcite) 2-Acrylamido-2methylpropanesulfonic acid.2.55.sinamat) Toluena hidroksi terbutilasi Tri[2(atau 4)-(C9-C10)-alkilfenil disilang dengan fosforotioat Trifenil fosforotionat Tris(2. calcium.5-di-tert-butil-4hidroksi-hidro.1-Difluoroetana Isopentana Metil format n-Pentana 1.5-di-tert-butil-4hidroksi hidrosinamat) Tiodietilena bis(3. amonium dan litium dari padanya Asam 1.1 Pemodifikasi : Pemodifikasi Plastik 1 2 3 Aluminium litium karbonat hidroksida trihidrat Aluminium hidroksida magnesium hidroksida karbonat (Hidrotalsit) Asam 2-akrilamido-2metilpropansulfonat dalam bentuk asam bebasnya dan garam natrium.1. kalsium.5-di-tert-butyl-4hydroxyhydrocinnamate) Thiodietilenbis(3.2-Tetrachloroetilen Toluene 1 2 3 4 5 6 7 2.2-Tetrakloroetilena Toluena Thiodietilenbis (3. kalium.1. 1. [[3.1dimethylethyl)-4hydroxyphenyl]methyl]-.1dimetiletil)-4-hidroksifenil]metil]-. 5sulfomonolihium salt Phosphonic acid.Benzenedicarboxylic acid. in its free acid form.4-di-tert butylphenyl)phosphite Azodicarbonamide 1.1.2.

N-(2-Hydroxyethyl)octadecanamide 2-Propenoic acid.3-dimethyl ester.5cyclooctadiene)dirhodium Dimethyl sulfoisophthalate. C14-20.5]decane.7.9-tetramethylFatty acids.5] dekana.5. garam natrium.9-tetrametil Ester asam lemak C14-C20.7.3-butadiena terhidrogenasi dan 0.3propanadiol (Trimetilolpropana) N-(2-Hidroksietil)oktadekanamida Homopolimer asam 2-propenoat.5]dekana.6-naftalena dikarboksilat Disetil peroksidikarbonat 1. dengan pentaeritritol 2-Etil-2-(hidroksimetil)-1. homopolymer. 5-sulfo-.4-Dioksa-8azaspiro[4. sodium salt (DMSIP). garam natrium Kopolimer blok stirena-butadiena terhidrogenasi yang dimodifikasi dengan anhidrida maleat sedemikian rupa sehingga polimer dasar terdiri dari 18-40 % b/b unit derivat stirena.3benzenadikarboksilat. 58 to 80 percent by weight of units derived from hydrogenated 1.4-Dioxa-8-azaspiro[4.5.2.6-naphthalene dicarboxylate (NDC) or 2.1-2% b/b unit derivat anhidrida maleat Di-µ-chlorobis((1.] 1. 7.9.6-eta)-1. sodium salt.9.3-butadiene and 0.3dimetil ester. TMP). garam natrium 1.2.9.7.7. 7. [The CAS nomenclature is 1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 7 8 Di-µ-klorobis((1.3propanediol (Trimethylolpropane.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.9-tetramethylDimethyl-2.1 to 2 percent by weight of units derived from maleic anhydride 9 10 11 12 13 14 15 16 17 55 .7.5]decane.9tetrametil Dimetil-2.3Benzenedicarboxylic acid. 1.6naphthalene dicarboxylic acid (NDA) Dicetyl peroxydicarbonate 1. 1.4-Dioxa-8-azaspiro[4. nama CAS asam 1. sodium salt Hydrogenated styrene-butadiene block copolymers modified with maleic anhydride such that the basic polymers are composed of : 18 to 40 percent by weight of units derived from styrene. esters with pentaerythritol 2-Ethyl-2-(hydroxymethyl)-1.6-eta)-1.4-Dioksa-8-azaspiro[4. 5-sulfo-.5sikooktadien)dirhodium Dimetil sulfoisoftalat.05.55. 58-80 % b/b unit derivat 1.6-naftalena dikarboksilat atau asam 2.9.7.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

18

Kopolimer dari polimerisasi asam 6-hidroksi-2-naftoat dan asam 4hidroksibenzoat, dengan nama CAS : polimer asam 2-naftalena karboksilat, 6-hidroksi dengan 4asam 4-hidroksibenzoat

Copolymers produced by the polymerization of 6-hydroxy-2naphthoic acid and 4hydroxybenzoic acid. The copolymers have the CAS name 2naphthalenecarboxylic acid, 6hydroxy-, polymer with 4hydroxybenzoic acid Tetrafluoroethylenehexafluoropropylene-vinylidene fluoride copolymers Copolymer of 2-Imidazolidinone, 1,3-diethenyl-,polymer with 1ethenyl-1H-imidazole and 1ethenyl-2-pyrrolidinone p-Choro-m-cresol Isobutylene-butene copolymer Polybetaine polysiloxane copolymer Copolymer of styrene, methyl methacrylate , and glycidyl methacrylate Magnesium (II) 12hydroxyoctadecanoate Nylon MXD-6 (also known as hexanedioic acid, polymer with 1,3benzenedimethanamine) meeting the analytical specifications in 21 CFR 177.1500(b) item 10.1 and used in conjunction with cobalt neodecanoate Pyromellitic dianhydride Hexanedioic acid polymer with 1,3 benzenedimethanamine Two quaternary amine (QAE) cellulose ion exchange resins (IXRs) Amorphous hydrogenated carbon coating

19

Kopolimer tetrafluroetilenaheksafluoropropilena-vinilidena fluorida Kopolimer 2-imidazolidon, 1,3dietenil dengan 1-etenil-1Himidazol dan 1-etenil-2-pirolidon p-Kloro-m-kresol Kopolimer isobutilena-butena Kopolimer polibetain polisiloksan Kopolimer stirena, metil metakrilat dan glisidil metakrilat Magnesium (II) 12hidroksioktadekanoat Nilon MXD-6 (dikenal sebagai polimer asam heksanadioat dengan 1,3-benzenadimetanamina) dan memenuhi spesifikasi yang disebut dalam Lampiran 2A tabel 2.1 no. 2.1.2.19.10.1 digunakan bersama-sama dengan kobalt neodekanoat Piromelitik dianhidrida Polimer asam heksanadioat dengan 1,3-benzenadimetamina Dua resin penukar ion selulose amina kwatener Pelapis karbon amorf terhidrogenasi

20

21 22 23 24

25 26

27 28 29

30

56

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

31

Polidimetil hidrogen metilsiloksan bercabang termodifikasi (mengandung sedikit trivinil sikloheksan, yang dibuat dari trivinil sikloheksan, σ, ω-dihidropolidimetil siloksan dengan katalisis platinum yang diikuti reaksi dengan polihidrogen metil dimetilsiloksan

A modified, branched poly dimethyl hydrogen methylsiloxane (containing small amounts of trivinyl cyclohexane, synthesized as described in the notification, from trivinylcyclohexane and sigma, omega'-dihydropolydimethyl siloxane with platinum catalysis followed by reaction with polyhydrogen methyl dimethylsiloxane 2-Oxepanone, polymer with 1,4butanediol 1,3-Benzenedicarbonyl dichloride, polymer with 1,4benzenedicarbonyl dichloride, 1,3benzenediol, carbonic dichloride and 4,4'-(1-methylethylidene) bisphenol, 4-(1-methyl-1phenylethyl)phenyl ester Hydrogenated polymer prepared from one or more of the following monomers 1-decene, 1-dodecene and 1-octene Platinum, [(2,5,6-.eta.)-3-(1-acetyl2-oxopropyl)bicyclo[2.2.1]hept-5en-2-yl](2,4-pentanedionato-O,O'). 2,5-Furandione, polymer with 1propene 1,3-benzenedicarboxylic acid, 5sulfo-, 1,3-dimethyl ester, sodium salt, polymer with dimethyl 1,4benzenedicarboxylate, dimethyl pentanedioate and 1,2-ethanediol Polysiloxane di-methyl, vinylterminated, reaction product with 1,2,4-trivinylcyclohexane polymer with polydimethylsiloxane, hydrogen terminated

32 33

Polimer 2-oksepanon dengan ,4butanadiol Polimer 1,3-benzenadikarbonil diklorida dengan ester 1,4benzenadikarbonil diklorida, 1,3benzenadiol, karbonat diklorida dan 4,4'-(1-metiletiliden) bisfenol, 4-(1metil-1-feniletil)fenil Polimer terhidrogenasi, dibuat dari satu atau lebih monomer : 1-desen, 1-dodesen dan 1-oktena Platinum, [(2,5,6-.eta.)-3-(1-asetil2-oksopropil)bisiklo[2.2.1]hept-5en-2-il](2,4-pentanadionato-O,O'). Polimer 2,5-furandion dengan 1propena Polimer ester asam 1,3benzenadikarboksilat, 5-sulfo,1,3dimetil, garam natrium dengan dimetil 1,4-benzenadikarboksilat, dimetilpentadioat dan 1,2-etanadiol Polisiloksan di-metil, vinil-terminal, dihasilkan dari reaksi polimer 1,2,4trivinilsikloheksan dengan polidimetilsiloksan, hidrogen terminal

34

35

36 37

38

57

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

39

Polimer siloksan dan silikon, terminal gugus dimetil ,3-(4hidroksi-3-metoksifenil)propil dengan bisfenol A, karbonik diklorida dan 4-(1-metil-1feniletil)fenol, dikenal juga sebagai polikarbonat siloksan termodifikasi Polimer ester asam 2-propenoat 2-metil-, dodesil dengan dokosil 2propenoat, eikosil 2-propenoat, oktadesil propenoat dan tetradesil 2-metil-2-propenoat ((1,2,5,6-eta.) -1,5-Siklooktadien) bis((4-(trimetilsilil) fenil)etinilplatinum Tetrapolimer dari divinil benzena, etil vinil benzena,akrilonitril dan 1,7-oktadien sebagai resin penukar ion, terhidrolisa sempurna Terpolimer metil akrilatdivinilbenzena-dietilena glikol divinil eter, teraminolasi dengan dimetilaminopropilamina dan sebagian terkuarternasi dengan metil klorida Terpolimer terikat silang dari 1vinilimidazol, 1-vinilpirolidon dan 1,3-divinilimidazolidinon. Zat ini dikenal sebagai polivinilimidazol Terakarbonil di-µ-klorodirhodium, nama dagangnya : Rhodium karbonil klorida dimer. Rumus kimia: (Rh(CO)2Cl)2 Fenol, 2-(5-kloro-2H-benzotriazol2-il)-4,6-bis(1,1-dimetiletil) Homopolimer asam propenoat, garam natrium

Siloxanes and silicones, di-methyl, 3-(4-hydroxy-3methoxyphenyl)propyl groupterminated, polymers with bisphenol A, carbonic dichloride and 4-(1-methyl-1phenylethyl)phenol; also known as siloxane-modified polycarbonate) 2-Propenoic acid, 2-methyl-, dodecyl ester, polymer with docosyl 2-propenoate, eicosyl 2propenoate, octadecyl 2propenoate and tetradecyl 2methyl-2-propenoate ((1,2,5,6-eta.) -1,5-cyclooctadiene) bis((4-(trimethylsilyl) phenyl)ethynyl)-platinum Completely hydrolyzed tetrapolymer of divinyl benzene, ethyl vinyl benzene, acrylonitrile, and 1,7-octadiene as an ion exchange resin. Methyl acrylate-divinylbenzenediethylene glycol divinyl ether terpolymer, aminolyzed with dimethylaminopropylamine and partially quaternized with methyl chloride. Cross-linked terpolymer of 1vinylimidazole, 1-vinylpyrrolidone and 1,3-divinylimidazolidinone. The FCS is also known as Polyvinylimidazole (PVI). Tetracarbonyl di-µ-chlorodirhodium (I) Trade name: Rhodium carbonyl chloride dimmer. Formula: (Rh(CO)2Cl)2 Phenol, 2-(5-chloro-2Hbenzotriazol-2-yl)-4,6-bis(1,1dimethylethyl) Propenoic acid, homopolymer, sodium salt

40

41

42

43

44

45

2.1.12.2

Bahan Penjerap (Absorbent)

1

2

58

7-diyl)bis[benzoic acid] 2-Propenoic acid.12. polymer with methyl 2-propenoate.4’methylenebis[2methylcyclohexanamine] 1) styrene.4benzenedicarboxylic acid.2-metil dengan 1. garam monolitinium Asam poliglikolat Kopolimer karbon monoksidaetilena dan terpolimer karbon monoksida–etilena–propilena Nilon 6/69 Polimer asam 1. polymer with 1.2'-Methylenebis(6-(2Hbenzotriazol-2-yl)-4-(1.3.4-butanadiol dan asam 4.4-benzenadikarboksilat 1.3.4’metilenabis[2metilsikloheksanamina] Prepolimer dari trimetilol propana uretan dari 1) stirena. monoester with 1.4butanediol and 4.8tetraoksobenzo[lmn][3.3.4-benzenadikarboksilat . asam 2-propenoat dan natrium 2-propenoat Asam 1. 5sulfo monolithium salt Polyglycolic acid Carbon monoxide-ethylene copolymer and Carbon monoxide – ethylene –propylene terpolymer Nylon 6/69 1.4'(1. 1.1. 4) t-butyl methacrylate. polymer with 1. trimethylol propane urethane prepolymer Cross-linked reaction product 1) polyvinyl alcohol (PVOH.2-propanediol. 2) tetraethoxysilane (TEOS) Acrylic resin 4 5 2.3.6-naphthalenedicarboxylic acid. 5sulfo. 3) methacrylic acid.8tetraoxobenzo[lmn][3.2'-Metilena bis (6-(2Hbenzotriazol-2-il)-4-(1. 3) asam metakrilat.8-tetrahidro-1.4'-(1.3.6)γ-isocyanatopropyltrimethoxysilane (IPSi). and 5) hydroxyethyl methacrylate. 2) metil metakrilat .6.6.4benzenedicarboxylic acid. dengan metil 2propenoat. 1. 2-propenoic acid dan sodium 2propenoate 1.6.3-benzenadikarboksilat.8]phenanthrol ine-2.3benzenadikarboksilat dengan asam 1.1.6naftalenadikarboksilat dengan asam 1.3tetrametilbutil) fenol) Polimer asam 2. dan 5) hidroksietil metakrilat dan 6) γisosianatopropil-trimetoksisilan Produk reaksi terikat silang polivinil alkohol dan tetraetoksisilan Resin akrilat 2.6hexanediamine and 4.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 3 2.1.3-benzenedicarboxylic acid.3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3 Lapisan yang tidak kontak langsung dengan pangan dari multi lapisan 1 2 3 4 5 6 7 8 59 .8]fenantrolin e-2. 2) methyl methacrylate.6.7-diil)bis[benzoat] Polimer monoester asam 2propenoat .6heksanadiamina dan 4.8tetrahydro-1.3-Benzenedicarboxylic acid.3tetramethylbutyl)phenol) 2.05. 1.55. 4) tbutil metakrilat.2propandiol. 2-methyl.

disodium salt Poly(12-hydroxystearic acid) endcapped with stearic acid 12H-Dibenzo[d.25 % weight 1.2.4.1.7.g][1.5.9 % weight glycerol and 1. garam natrium. garam dinatrium Asam poli(12-hidroksistearat) dengan ujung asam stearat 12H-Dibenzo[d.12. hidroksil bis [2.8. terhidrolisis Di-tert-Amil peroksida 1. garam kalsium (1:1).12.3.4. hydroxybis(2. garam litium Aluminum.2]dioksafosfosin 6-oksidato Asam 1. sodium salts.2-Cyclohexane dicarboxylic acid.6. (1R.1-dimetiletil)-6-hidroksi-6-oksida.10tetrakis(1.6 1 Aluminium.N-di=2-propenil-2-propena-1amina dicangkok dengan polivinil asetat.5-Cyclooctadiene 3. 2.4-butanediol.9-trimethyl 1.3dikarboksilat.1)heptane2.3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2.N-di=2-propenyl-2-propen-1amine and hydrolyzed polyvinyl acetate.4.6.5.4.1-dimethylethyl)-6-hydroxy-6oxide.1)heptana-2. sodium salt crosslinked with 1.5 Pemodifikasi Berat Molekul / Reologi (As a Molecular Weight/ a Rheology Modifier) Pembentuk inti (Nucleating Agent) 1 2 3 2.55. garam natrium dibuat terikat silang dengan gliserol dan 1.8-heksoksonan A grafted copolymer of cross-linked sodium polyacrylate identified as 2propenoic acid. 2-propenoic acid.3.9-triethyl -3.6.2)dioxaphosphoci n 6-oxidato)1.6. polymers with N.4. calcium salt (1:1).8-hexoxonane 3 2. lithium salt 2 3 4 5 60 . polymers with N.10-tetrakis (1.1.g)(1.5-Siklooktadiena 3.3-dicarboxylic acid.9 : 1.05.2.Ndi-2 propenyl -2-propen -1-amine and hydrolyzed polyvinyl acetate.12.2] dioksafosfosin. (1R.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.10-tetrakis (1.4.25 % (b/b)) Polimer asam 2-propenoat dan N.1-dimetiletil)-6-hidroksi12H dibenzo[d.2.8.3.1. garam natrium.8.2S) -relCis-endo-bicyclo(2.7.2S) Asam cis-endobisiklo(2.4-butanadiol (dengan perbandingan 1. 2.2] dioxaphosphocin. dicangkok dengan N. graft 2 Iso-butylene/maleic anhydride copolymer. sodium salt.1-dimethylethyl)-6hydroxy-12Hdibenzol(d.g][1.g] [1.N-di-2 propenil -2-propena -1-amina dan polivinil asetat.10tetrakis(1.9-trimetil 1.2-sikloheksana dikarboksilat.9-Trietil -3.2.4 Bahan Tambahan Medium Penjerap yang Digunakan dalam Bantalan Penjerap (Absorptive Medium in Absorbent Pads Employed) Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 1 Kopolimer cangkok dari polimer terikat silang natrium poliakrilat yang diidentifikasikan sebagai polimer asam 2-propenoat. terhidrolisis Kopolimer isobutilena dengan anhidrida maleat. graft Di-tert-amyl peroxide 1.8.

2(dietilamino) etil-2-hidroksi propil eter.2ethanediyl ester. Cellulose. 2-hydroxy3(3-sulfopropoxy)propyl ethers.4-butana sulton.3-dimetil-5-sulfo-1. 2-methyl-2[(1-oxo-2-propenyl)amino]-.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 6 Kopolimer garam natrium dimetil terftalat. No. 2-metil-2-[(1okso-2-propenil)amino] dengan N. hidrogen sulfat Polimer garam mononatrium asam 1-propan sulfonat. 1. direkatkan pada bantalan tungsten karbida Polimer selulose teregenerasi dengan epiklorhidrin. regenerated polymer with epichlorohydrin.2-etanadiil dengan oksiranilmetil 2-metil-2-propenoat.N'-methylene bis[2propenamide]. 2(diethylamino) ethyl 2hydroxypropyl ether.6heksandiol Agarose yang dibuat terikat silang dengan epiklorohidrin dan diderivatisasi dengan 1. Sodium salt . monosodium salt. carboxymethyl 2-hydroxypropyl ether . Zat ini dikenal sebagai resin selulose penukar ion dietilaminoetil kapasitas sedang Copolymer of Dimethyl terephthalate. polymer with epichlorohydrin. garam natrium 6 7 61 . 1. polymer with (chloromethyl)oxirane.1.6-hexanediol Agarose. 2(dietilamino) etil-2-hidroksi propil eter.N’-metilena bis[2-propenamida]. (CAS Reg. hydrogen sulfate 1-Propanesulfonic acid. peroxydisulfuric acid ([(OH)S(O)2]2O2) diammonium salt-initiated Agarose. polymer with N.3-dimethyl-5-sulfo1.1. yang diinisiasi garam diamonium asam peroksidisulfurat ([(OH)S(O)2]2O2) Polimer agarose dengan (klorometil) oksiran. supported on tungsten carbide beads. cross-linked with epichlorohydrin and derivatized with 1. Cellulose. sodium salts 2. Zat ini dikenal sebagai resin selulose penukar ion dietilaminoetil kapasitas tinggi Polimer selulose regenerasi dengan epiklorhidrin.4-butane sultone. 2-hidroksi-3(3sulfopropoksi) propil eter. 343846-01-5) (Medium Capacity) The FCS is also referred to as diethylaminoethyl (DEAE) ion exchange cellulose resin (High Capacity)and diethylaminoethyl (DEAE) ion exchange cellulose resin (Medium Capacity).12.3benzena dikarboksilat dan 1. polymer with epichlorohydrin.05.55.7 Resin penukar ion (Ion Exchange Resin) 1 2 3 4 5 Polimer ester asam 2-propenoat 2-metil-. regenerated. 2-methyl-. 2(diethylamino) ethyl ether. and 1. Zat ini dikenal sebagai resin selulose penukar ion karboksimetil Polimer selulose terregenerasi dengan epiklorhidrin. karboksimetil 2-hidroksipropil eter. 2-propenoic acid.3-benzenedicarboxylate. 343845-30-7) (High Capacity) and Cellulose. polymer with oxiranylmethyl 2-methyl-2propenoate. (CAS Reg.1. No.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. regenerated. The FCS is also referred to as carboxymethyl (CM) ion exchange cellulose resin.

garam kalium polioksietilena lauril eter fosfat dan garam kalium polioksietilena tridesil eter fosfat Kopolimer etilena-propilena yang dipolimerisasi dengan homopolimer propilena Polimer [1.3-propanadiol Campuran kalium stearil fosfat.6.1’-bifenil]-4.6. 3(4-hidroksi-3-metoksifenil) propil dengan bisfenol A.1’-sulfonylbis[4chlorobenzene] Styrene block polymers with 2methyl-1.4.4.4.3.4-diylethylene).1.05.4’-diol dengan 1. 3-(4-hydroxy-3methoxyphenyl)propyl groupterminated. Ethylene/propylene copolymers polymerized in the presence of propylene homopolymer [1.6)]dekana-3.5.5.0(2.5-diylethylene)]. 2-hidroksi-3(2hidroksi-3-(trimetilamonio) propoksi) propil eter.5.0(2. karbonat diklorida dan 4-(1-metil-1-feniletil) fenol Poli(tanol [5.3butadiena.co-( tanol [6.6-nonafluoro-1hexene terpolymer 2.0(2. garam sulfat 2-Butil-2-etil-1. Tetrafluoroethylene-ethylene3. polymers with bisphenol A.6.55.4’-diol.2.3.2.12. dengan gugus teminal di-metil.3butadiene.4.0]oktana2.co-( thanol [6. hydrogenated Siloxanes and silicones. 2-hydroxy-3(2-hydroxy-3-(trimethyl ammonio)propoxy) propyl ethers sulfate salts 2-butyl-2-ethyl-1. di-methyl. polymer with (chloromethyl)oxirane.3-butadiena dan 1.5.6)]dodecane-3. polymer with 1.1.3-butadiene and 1.0(2.1.6)]decane3.4.6.3.3.6nonafluoro-1-heksena Agarose.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3-propanediol Mixture of potassium stearyl phosphate. polyoxyethylene lauryl ether phosphate potassium salt. and polyoxyethylene tridecyl ether phosphate potassium salt.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 8 Polimer agarose dengan (klorometil) oksiran.0]octane-2.1’-sulfonil bis[4klorobenzena] Polimer blok stirena dengan 2metil-1.5-diiletilena)] Terpolimer tetrafluoroetilenaetilena-3. carbonic dichloride and 4-(1-methyl-1phenylethyl)phenol Poly( thanol [5.5diil-etilena)-ko-(tanol[3.6)]dodekana-3.4-diil-etilena).8 Resin/ pelapis dasar (Base Resin/Coating) 1 2 3 4 5 6 7 8 62 .4.1’-biphenyl]-4.5-diyl-ethylene)-co( thanol[3.0. terhidrogenasi Polimer siloksan dan silikon.0.

6-dihydro-6-iodo-3-oxa1-hexane. tantalum and niobium . dengan opsi dimasak dengan trialil isosianurat dan 2.5dimetil-3.2'bis-(t.5-di(tertbutylperoxy)hexane. 3 Elastomer perfluorokarbon terikat silang dibuat dari tetrafluoroetilena dan propilena dan dimasak dengan trialilisosianurat dan 2.0. coupled with the trimethoxysilane Copolymer of 1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2.6-dihidro6-iodo-3-oksa-1-heksana. and perfluoro-6.5%-1% Cross-linked reaction product of polyvinyl alcohol (PVOH) and tetraethoxysilane (TEOS) .6-dihidro-6-iodo-3oksa-1-heksena dan kemudian terpolimer dimasak dengan trialilisosianurat dan 2. and a halogenated alkene.5-1% Produk reaksi terikat silang polivinil alkohol dan tetraetoksisilan digabung dengan trimetoksisilan Kopolimer 1.5-dimethyl-2.1. . hexafluoropropene.5-dimethyl-2.5di(t-butilperoksi)heksana Karbida tersementasi terdiri dari tungsten karbida 95%. titaniumtantalum-niobium karbida 5% dan kobalt 0.6-dihydro-6iodo-3-oxa-1-hexene .5dimethyl-3.1-difluoroethylene.5%.5-dimetil-2. and perfluoro-6.2'bis-(tbutilperoksi) diisopropilbenzena 4 Elastomer perfluorokarbon terikat silang dibuat dari terpolimerisasi tetrafluoroetilena. Cemented carbide formulated as follows: Tungsten Carbide(WC) 95%. and subsequent curing of the terpolymer with triallylisocyanurate and 2.05. perfluoro-2.1-difluroetilena. perfluorometil vinil eter dan perfluoro-6. heksafluropropena.5-dimetil-2.5dimethyl-2.5-di(t-butilperoksi) heksana A perfluorocarbon-cured elastomer (PCE) A perfluorocarbon cured elastomer (PCE) produced by terpolymerizing tetrafluoroethylene. tetrafluoroetilena dan alkena terhalogenasi.5-di(tbutylperoxy)hexane Fluorocarbon cured elastomer produced by copolymerizing tetrafluoroethylene and propylene and subsequent curing of the copolymer with triallylisocyanurate and 2. optionally cured with triallyl isocyanurate and 2.55.6-dioksanonan vinil eter dan perfluro-6.6-dioxanonane vinyl ether .12. dan di masak dengan trialilisosianurat dan 2. Carbides of titanium.butylperoxy) diisopropylbenzene A perfluorocarbon cured elastomer (PCE) produced by terpolymerizing tetrafluoroethylene. Cobalt(Co) .5-di(tbutylperoxy)hexane.9 Bahan Tambahan Sebagai gasket/segel untuk peralatan pemrosesan pangan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 1 2 Elastomer perfluorokarbon terikat silang Elastomer perfluorokarbon terikat silang dibuat dari terpolimerisasi tetrafluoroetilena. perfluoro-2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5-dimetil-2. and subsequent curing of the terpolymer with triallylisocyanurate and 2.5-di(tertbutilperoksi)heksana 5 6 7 63 . perfluoromethyl vinyl ether . tetrafluoroethylene.

2-trifluoro-1(trifluorometil)etilidena)bisKopolimer tetrafluoroetilena dan perfluorometilvinil eter dimodifikasi dengan 3. tetrafluoroethylene. A copolymer of 4-bromo-3. tetrafluorometil trifluorovinil eter yang dimasak dengan trialil isosianurat dan 2.5-dimetil-2.4tetrafluoro-1-butene.55.05.3. 4.3. optionally cured with triallyl isocyanurate and 2.bromo.6.3.8. and 3.5.6.3trifluoropropen yang dimasak dengan garam amonium kuartener dan fenol.6.8. tetrafluoroethylene and trifluoromethyl trifluorovinyl ether optionally cured with triallyl isocyanurate and 2.5.4.5trialil sianurat atau 1.4'-(2.5.5di(tert-butylperoxy)hexane.4tetrafluoro-1-butena.4. tetrafluoroethylene.4.3. tetrafluoretilena dan 3.5-di(tertbutylperoxy)hexane.3.7.4.5-trialil isosianurat Kopolimer stirena.3.6.8dodekafluro-1.5-dimetil-2. A copolymer of tetrafluoroethylene and perfluoromethylvinyl ether modified with 3. etilena.4'-(2.7.5-trialil isosianurat dan 3.3.4.4. metil metakrilat dan glisidil metakrilat Copolymer of 1.6.5di(tert-butilperoksi)heksana Kopolimer tetrafluroetilena.5. trifluoromethyl trifluorovinyl ether and a halogenated alkene. perfluorometilvinileter dan 1-iodo-2bromo-tetrafluoroetana yang dimasak dengan trialilisosianurat Kopolimer tetrafluoroetilena dan perflurometilvinil eter dimodifikasi dengan 1.8dodecafluoro-1.4.5-dimethyl-2.7. 4. Copolymer of tetrafluoroethylene.9-dien Kopolimer propilena.5-dimethyl-2.4.7.1-difluroetilena.3.3. tetrafluoroetilena.2.2.5. perfluoromethylvinylether and 1iodo-2.9-diene A copolymer of propylene.3. trifluorometil trifluorovinil eter dan alkena terhalogenasi.5.4.5-triallyl isocyanurate (TAIC) and 3.1-difluoroethylene.6.5.7.8dodecafluoro-1.5.3. A copolymer of tetrafluoroethylene (TFE) and perfluoromethylvinyl ether (PFMVE) modified with 1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.9-diene and 1.6.4.8.7.3trifluoropropene cured with a salt of a quarternary ammonium compound and phenol. dengan opsi dimasak dengan trialil isosianurat dan 2.tetrafluoroethane intended to be cross-linked with triallylisocyanurate.8dodekafluoro-1. ethylene.3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 8 Kopolimer 1.8.7.5-triallyl isocyanurate Copolymer of styrene methyl methacrylate and glycidyl methacrylate 9 10 11 12 13 14 64 .3.9-dien dan 1.7.5-di(tertbutilperoksi)heksana Kopolimer 4-bromo-3.2trifluoro-1(trifluoromethyl)ethylidene)bis-.6.3.5triallyl cyanurate or 1.

4.1-difluoroethene and trifluoro(trifluoromethoxy) ethene modified with 1. and not more than 21 percent by weight 2.7.3.dengan 1.3.3-propanediyl bis [(6isocyanatohexyl)carbamate] Poly (ethylene-maleic anhydride) grafted cyclodextrin(s).3.55.5.6.3-propanadiil bis [(6isosianatoheksil)karbamat] Poli (etilena-maleat anhidrat) dicangkok dengan siklodekstrin Resin petroleum hidrokarbon (tipe siklopentadien).6.8.8dodecafluoro-1.1-difluoroethene and tetrafluoroethene modified with triallyl isocyanurate and 3.6.8dodekafluoro dengan tetrafluoretan dan trifluoro(trifluorometoksi)etena Polimer 1-propena. 3metil-1.3-hexafluoro-.8dodekafluoro-1.4. polymer with 1. terhidrogenasi Resin hidrokarbon alifatik termodfikasi aromatik.3propanediol. debenzenized.9dekadiena.4.6.8. 16 17 Paduan logam nikel-besi Polimer etena.5.8-dodecafluoro-. 3methyl-1. debenzenasi.9-dien Polimer 1.3-epoksipropil trimetilamonium klorida pada konsentrasi 5-21% b/b Industrial starch modified by treatment with greater than 5 percent.8.6. tetrafluoro-.3.4.4.4-butanadiil). nama menurut CAS Polimer nafta (petroleum).4. Petroleum hydrocarbon resins (cyclopentadiene-type).6.7.9-dien Polimer asam heksanadioat dengan 2-etil-2(hidroksimetil)-1.9-Decadiene. polymer with 1.4.1. hydrogenated Aromatic modified aliphatic hydrocarbon resin.3.5-pentanediol and 1methyl-1.6.7.3. α-hydro-ωhydroxypoly(oxy-1. α-hidro-ωhidroksipoli(oksi-1. polymer with 2ethyl-2-(hydroxymethyl)-1. zat ini juga dikenal sebagai resin petroleum hidrokarbon termodifikasi aromatik 18 19 20 21 22 23 65 .7.7.7.5.5.4-butanediyl).3.3.1difluroetena dan tetrafluoroetena dimodifikasi dengan trialil isosianurat dan 3.4.7.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 15 Pati industri dimodifikasi dengan 2.1.5.3propandiol.5.4.7.1. tetrafluro.3.9-diene Hexanedioic acid.3.1-difluoroetena dan trifluoro(triflurometoksi) etena dimodifikasi dengan 1.7.6.8. light steamcracked.9-diene 1.5.5.4.6.2. terhidrogenasi.8dodekafluoro-1.1.5.3.5-pentanadiol dan 1-metil1.05.3.6.5.8.7.7. Name Naptha (petroleum).3-epoxypropyl trimethylammonium chloride Nickel-iron alloy Ethene. hydrogenated (CAS Reg.3.5-trialil isosianurat dan 3. pemutusan rantai dengan menggunakan uap ringan (light steam-cracked). 7.4.5.6.3. The FCS is also known as aromatic modified petroleum hydrocarbon resin.4.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.6.2.8dodecafluoro-1. polymer with tetrafluoroethene and trifluoro(trifluoromethoxy)ethene 1-Propene. polymers.8.5-triallyl isocyanurate (TAIC) and 3.5.3heksafluoro dengan 1.

tantalum carbide. [[3. niobium karbida.3-benzenadikarboksilat. dan/atau vakadium karbida Tungsten karbida mengandung nikel > 11.5-bis(1.5% kromium.5% dengan 1. garam monolitium Asam fosfonit. yttrium oksida dan/atau titanium dioksida 2. [[3.9% kromium. dan garam kalium polioksietilena tridesil eter fosfat Silicon nitride containing up to 14. diethyl ester Isophthalic acid or dimethyl isophthalate Polyglycolic acid The silane coupling agent consists of γ-isocyanatopropyltrimethoxysilane (IPSi) 2-butyl-2-ethyl-1. and/or vanadium carbide Alcohol ethoxylate 1. 2. niobium carbide. and/or vanadium carbide Tungsten carbide containing up to 11.10 Lain-Lain 1 2 3 4 5 6 7 8 9 66 .2.3-pentanadiol diisobutirat Tungsten karbida mengandung kobalt maksimum 16% dengan maksimum 6.12.5 percent aluminum oxide.3-propandiol Campuran LDPE dan LDPE dicangkok dengan viniltrimetoksisilan (LDPE/VTMOSLDPE) Campuran kalium stearil fosfat.0 percent cobalt with up to 6.5% aluminium oksida. yttrium oxide.1dimetiletil)-4-hidroksifenil]metil]-.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3-propanediol A blend of LDPE and LDPE grafted with vinyltrimethoxysilane (LDPE/VTMOS-LDPE) Mixture of potassium stearyl phosphate. ester dietil ester Asam isoftalat (asam dimetil isoftalat) Asam poliglikolat Bahan penggandeng silan terdiri dari γ-isosianatopropiltrimetoksisilan (IPSi) 2-Butil-2-etil-1.3-Benzenedicarboxylic acid. tantalum carbide. tantalum karbida.4-Trimetil-1. 5sulfo-. titanium carbide. titanium karbida. titanium karbida. tantalum karbida.1dimethylethyl)-4hydroxyphenyl]methyl]-.4-Trimethyl-1. and/or titanium dioxide. polyoxyethylene lauryl ether phosphate potassium salt. monolithium salt Phosphonic acid. niobium karbida.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 24 Silikon nitrida mengandung maksimum 14. 5sulfo-.05.5 percent nickel with up to 1.1. garam kalium polioksietilena lauril eter fosfat. and polyoxyethylene tridecyl ether phosphate potassium salt 25 26 27 2.5 percent chromium.5-bis(1. niobium carbide.9 percent chronium.3-pentanediol diisobutyrate Tungsten carbide containing up to 16. molybdenum carbide. dan/atau vakadium karbida Alkohol etoksilat Asam 1.

6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 10 11 12 Di-µ-klorobis((1.05.5cyclooctadiene)dirhodium Polyhydric alcohol esters of long chain monobasic acids.minyak kelapa Ester stearat dan asam palmitat Gliseril tri-(12-asetoksi-stearat) Gliserin. sintetik Hidrokarbon petroleum ringan tak berbau Kompleks krom klorida Di-µ-chlorobis((1. and a urethane polymer.5. Polyhydric alcohol esters of oxidatively refined (Gersthofen process) montan wax acids Fatty acids. esters with pentaerythritol Methyl glucoside-coconut oil ester Esters of stearic and palmitic acids Glyceryl tri-(12-acetoxy. C14-20. dengan pentaeritritol Ester metil glukosida .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. sintetik Cross-linked reaction product of polyvinyl alcohol (PVOH) and tetraethoxysilane (TEOS). digandeng dengan trimetoksilan Produk reaksi terikat silang polivinil alkohol dan tetraetoksilan Produk reaksi terikat silang resin akrilat. a silane coupling agent.5.2. synthetic Odorless light petroleum hydrocarbons Chromic chloride complexes 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 67 . sintetik Produk reaksi terikat silang polivinil alkohol dan tetraetoksilan.2.6-eta)-1. bahan penggandeng silan dan polimer uretan Produkl reaksi polivinil alkohol dan tetraetoksisilan Homopolimer 4-(4-fenoksifenoksi) asam benzoat Hidrokarbon petroleum isoparafinat.6-eta)-1. coupled with the trimethoxysilane Cross-linked reaction product of polyvinyl alcohol (PVOH) and tetraethoxysilane (TEOS) Cross-linked reaction product of an acrylic resin.55.5sikooktadiena)dirhodium Ester alkohol polihidrat dari asam monobasa rantai panjang Ester alkohol polihidrat dari asam lilin montan yang dimurnikan secara oksidasi (Gerstofen process) Ester asam lemak C14-20.stearate) Gliserin. The reaction product of polyvinyl alcohol (PVOH) and tetraethoxysilane (TEOS) 4-(4-phenoxyphenoxy) benzoic acid homopolymer Isoparaffinic petroleum hydrocarbons.

Styrene-methyl methacrylate-butyl acrylate-butadiene copolymer.4'-sulfonylbis [phenol] Polysulfone-polyphenylene sulfone block copolymer CAS name: [1. nama CAS : [1.1'-sulfonylbis[4chlorobenzene] and 4. synthetic Petroleum wax 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Kopolimer polibetain polisiloksan Kopolimer stirena.3-butadiene block copolymer Ethylene/propylene copolymers Ethylene-2-norbornene copolymer Isobutylene-butene copolymer Copolymer of monoacryloxyethyl succinate (MAES) and monoacryloxyethyl hexahydrophthalate (MAHP).4'-sulfonilbis [fenol] Kopolimer blok polisulfonpolifenilena sulfon.1'-sulfonilbis[4klorobenzena] Kopolimer blok stirena-1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. polimer dengan 4.1'-Biphenyl]-4.1'-sulfonylbis[4chloroe] Styrene-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 26 Kopoliester polietilena tereftalat (termasuk asam isoftalat dan/atau dietilena glikol termodifikasi) Kopoliester polietilena tereftalat (glikol dietilena-isoftalat termodifikasi) Kopolimer blok polieter sulfonpolifenilena sulfon.1'-sulfonilbis[4klorobenzena] dan 4.55. polymer with 4. Copolymer of vinylidene chloride and butyl acrylate Fatty alcohols.4'-(1-methylethylidene) bis[phenol] and 1. methyl methacrylate and glycidyl methacrylate copolymers.4'-(1-metiletilidena) bis[fenol] dan 1. dan lauril akrilat Polyethylene terephthalate copolyesters (including isophthalic acid and/or diethylene glycol modified) Polyethylene terephthalate copolyesters(diethylene glycolisophthalate modified) Polyether sulfone-polyphenylene sulfone block copolymer CAS name: [1.4'-diol. polimer dengan 1.4'-diol. and lauryl acrylate (LA) Polybetaine polysiloxane copolymer Styrene. sintetik Lilin petroleum 37 38 39 40 68 . metil metakrilat dan glisidil metakrilat Kopolimer stirena-metil metakrilatbutil akrilat-butadiena Kopolimer vinilidena klorida dan butil akrilat Alkohol dari asam lemak.4'-diol.3butadiena Kopolimer etilena/propilena Kopolimer etilena-2-norbornen Kopolimer Isobutilena-butena Kopolimer monoakriloksietil suksinat dan monoakriloksietil heksahidroftalat.1'Biphenyl]-4.1'-Bifenil]-4.05.4'-diol. polymer with 1. nama CAS : [1.1'-Bifenil]-4.

1'-sulfonylbis[4chlorobenzene] 51 52 53 54 55 56 69 .6)]dodekana-3. terhidrogenasi Minyak mineral N-(2-Hidroksietil) oktadekanamida Natrium pentaklorofenat Pemodifikasi polimer pada plastik vinil klorida semikaku dan kaku Pentaeritritol adipat-stearat Petrolatum Platinum. terikat silang dengan alil sukrosa (10%) Poli(trisiklo[5.5diil-etilena)] Polimer asam heksandioat dengan heksahidro-2H-azepin-2-on dan 1.0(2. crosslinked with either allyl sucrose Poly(tricyclo[5.1.0. sintetik Lilin yang diperkuat Minyak jarak. polymer with 1.0]oktana-2. atau kopolimer asam akrilat dan alkil (C10-30) metakrilat.0(2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Lilin petroleum.0(2. [(2.6)]dodecane-3.)-3-(1-acetyl2-oxopropyl)bicyclo[2.1'-sulfonilbis[4klorobenzena] Petroleum wax. synthetic Reinforced wax Castor oil.2.5.05.0]octane-2. polymer with hexahydro-2H-azepin-2-one and 1. [(2.4.4-diylethylene).3.6-.500) [1.6)]dekana3.6)]decane3.O') Polyacrylic acid homopolymer.0(2.6-heksanadiamina [Nilon 6/66] Polietilena glikol (400) monolaurat Polietilena glikol (BM 200–9.5diyl-ethylene)] Hexanedioic acid.55.co(trisiklo[6.6-. dengan 1.2.1]hept-5en-2-yl](2.4-pentanedionato-O.4'-diol.eta.O') Homopolimer asam poliakrilat.1'-bifenil]-4.1]hept-5en-2-il](2.co(tricyclo[6.4-diiletilena).)-3-(1-asetil2-oksopropil)bisiklo[2.1'-biphenyl]-4.eta. hidrogenated Mineral oil N-(2-Hydroxyethyl) octadecanamide Sodium pentachlorophenate Polymer modifiers in semirigid and rigid vinyl chloride plastics Pentaerythritol adipate-stearate Petrolatum Platinum.2.5-diyl-ethylene)-co(bicyclo[3.5.500) Polimer [1.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3.4-pentanadionato-O.0.1.4. or copolymer of acrylic acid and up to 10 percent alkyl (C10-C30) methacrylate.6-hexanediamine [Nylon 6/66] Polyethylene glycol (400) monolaurate Polyethylene glycol (BM 200– 9.5-diil-etilena)-co(bisiklo[3.4'-diol.

dimethyl pentanedioate and 1. ester 1. ester dimetil.4-butanadiol.3benzenedimethanamine and hexanedioic acid 1. hexamethylene diisocyanate and not more than 1 percent by weight of a polyhydric alcohol 2-Propenoic acid.3-benzenedicarboxylic acid. metil metakrilat. eikosil 2-propenoat.4benzenedicarbonyl dichloride.3-Benzenedicarboxylic acid.3benzenadiol.4'-(1-metiletilidena) bisfenol. asam adipat.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. polymer with docosyl 2-propenoate.3benzenadikarboksilat.3-asam benzenadikarboksilat dengan 1. vinil-terminal. 5-sulfo-. t-butil metakrilat.2-ethanediol 1. dodecyl ester. 1-dodekena. polymer with dimethyl 1. polymer with 1. dan 1-oktena Polisiloksan di-metil.05.3benzenediol.3-Benzenedicarbonyl dichloride. methyl methacrylate.2.4-Benzenedicarboxylic acid. reaction product with 1.3-dimethyl ester.55. hidrogen terminal Prepolimer uretan Resin akrilat terdiri dari kopolimer stiren.4benzenadikarboksilat. dimetil pentanadioat dan 1.4benzenadikarbonil diklorida.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 57 Polimer 1. 1. methacrylic acid. octadecyl 2propenoate and tetradecyl 2methyl-2-propenoate Hydrogenated polymers prepared from one or more of the following monomers: 1-decene.4-trivinylcyclohexane polymer with polydimethylsiloxane. polymer with 1. vinylterminated.4benzenadikarboksilat.4'-(1-methylethylidene) bisphenol. 1-dodecene.4trivinilsikloheksan dengan polidimetilsiloksan. 5sulfo-. adipic acid. 2-metilester dodesil.3-dimetil. heksametilena diisosianat dan maksimum 1 % (b/b) alkohol polihidrat Polimer asam 2-propenoat.dan hidroksietil metakrilat 1. 4-(1metil-1-feniletil)fenil Polimer asam 1.2.2-etanadiol Polimer asam 1. dengan dimetil 1.3benzenadimetanamina dan asam heksandioat Polimer asam 1. 2-methyl-. polymer with 1. 1. asam metakrilat. sodium salt. oktadesil 2-propenoat dan tetradesil 2-metil-2-propenoat Polimer terhidrogenasi dibuat dari satu atau lebih monomer : 1dekena. 4-(1-methyl-1phenylethyl)phenyl ester 1. tbutyl methacrylate. eicosyl 2propenoate.4butanediol. dimethyl ester. dengan 1. carbonic dichloride and 4. and hydroxyethyl methacrylate 58 59 60 61 62 63 64 65 70 .4benzenedicarboxylate. dengan dokosil 2propenoat.3-benzenadikarbonil diklorida dengan ester 1. karbonat diklorida dan 4. hydrogen terminated The urethane prepolymer The acrylic resin consists of a copolymer of styrene. and 1-octene Polysiloxane di-methyl. produk reaksi polimer 1. garam natrium. 1.

3.3. garam natrium α-Alkil-ω-hidroksi poli(oksietilena) Alkohol linier primer teretoksilasi menggunakan lebih dari 10% (b/b) etilena oksida Asam n-alkilbenzena sulfonat Hydrogenated petroleum hydrocarbon resin (cyclopentadiene-type) Terpene resins α-Methylstyrene-vinyltoluene resins.5. terhidrogenasi Rodium karbonil klorida dimer rumus: (Rh(CO)2Cl)2 Rosin dan derivat rosin Silikon dioksida Silikon dioksida dengan lapisan atas polimer heksametildisiloksan Polimer siloksan dan silikon. dan α -alkilaril-ω hidroksipoli (oksietilena) Alkil mono. a-alkenyl-.dan asam disulfonat.6nonafluoro-1-heksena Tetraetilena glikol di-(2-etilheksoat) Tetrahidrofuran Tetrakarbonil di-µ-klorodirhodium (I) α-Alkil-.6.4.6. Silicon Dioxide Silicon Dioxide. dengan bisfenol A. dimetil. di-methyl.55.5.6. with a topcoat of a polymer of hexamethyldisiloxane Siloxanes and silicones. 3-(4-hidroksi-3metoksifenil)propil gugus terminal.4. dan a-alkylarylomegahydroxypoly (oxyetilen) Alkyl mono. carbonic dichloride and 4-(1-methyl-1phenylethyl)phenol Tetrafluoroethylene-ethylene3. 3-(4-hydroxy-3methoxyphenyl)propyl groupterminated. sodium salt a-Alkyl-omegahydroxypoly(oxyetilen) Ethoxylated primary linear alcohols of greater than 10% ethylene oxide by weight n-Alkylbenzene sulfonic acid 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 2.4. α -alkenil-.05. hydrogenated Rhodium carbonyl chloride dimer Formula: (Rh(CO)2Cl)2 Rosins and rosin derivatives.13 Pengemulsi dan/atau bahan aktif permukaan 1 2 3 4 5 71 .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5.6-nonafluoro-1hexene terpolymer Tetraethylene glycol di-(2ethylhexoate) Tetrahydrofuran Tetracarbonyl di-µ-chlorodirhodium (I) a-Alkyl-. karbonat diklorida dan 4-(1-metil-1feniletil)fenol Terpolimer tetrafluoroetilenaetilena-3.1.dan asam disulfonic.4.5.6.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 66 Resin hidrokarbon petroleum terhidrogenasi (tipe siklopentadien) Resin terpen Resin α-metilstirena-viniltoluena. polymers with bisphenol A.

4 diisobutyl sulfo succinate Na 1.4di-(alkil C9-C11).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4-dicylcohexyl sulfosuccinate Na 1. dihasilkan dari asam oleat terepoksidasi (terutama asam dihidroksi stearat dan asetoksi hidroksi asam stearat) Garam natrium sulfat dari n. garam amonium Garam amonium dari asam oleat terepoksidasi.4-di-(C9C11 alkyl) ester.4 diisobutil sulfo suksinat Natrium 1. garam natrium Natrium lauril sulfat Natrium 1.4-disikloheksil sulfosuksinat Natrium 1.05. sulfo-1.and iso-undecyl alcohol (C11) Naphthalene sulfonic acidformaldehyde condensate. garam dinatrium Ester asam butanadioat. produced from epoxidized oleic acid (predominantly dihydroxystearic and acetoxyhydroxystearic acids) Sodium sulfate salt of ethoxylated (7 moles of ethylene oxide) n. disodium salt Butanedioic acid. garam natrium Kopolimer stirena-maleat anhidrat.4-ditridecyl sulfo succinate 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 72 . sodium salt Na lauryl sulfate Na 1.dan iso-undesil alkohol (C11) teretoksilasi (7 mol etilena oksida) Kondensat asam naftalena sulfonat -formaldehida.55.4-diheksil sulfosuksinat Natrium 1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 6 7 8 9 α-(p-Dodesil fenil)-ω-hidroksi poli (oksi etilena) Dinatrium 4-isodesil sulfo suksinat α-Di-sekbutil fenil ωhidroksipoli(oksi etilena) α-Dodesil-ω-hidroksi poli (oksietilena) campuran dari ester dihidrogen fosfat dan monohidrogen fosfat Ester asam 4-sulfosuksinat Ester asam 4-sulfosuksinat dengan poli etilena glikol nonilfenil eter.4-dipentil sulfo suksinat Natrium 1.4-dihexyl sulfosuccinate Na 1.4-ditridesil sulfo suksinat a-(p-Dodecyl phenyl)-omegahydroxypoly (oxy etilen) Disodium 4-isodecyl sulfo succinate a-Di-secbutyl phenyl omegahydroxypoly(oxy etilen) a-Dodecyl-omega-hydroxypoly (oxyetilen) mixture of dihydrogen phosphate and monohydrogen phosphate esters Sulfosuccinic acid 4-ester Sulfosuccinic acid 4-ester dengan poly etilen glycol nonylphenyl ether. sodium salt Styrene-maleic anhydride copolymer. ammonium salt Ammonium salt of epoxidized oleic acid.4-dipentyl sulfo succinate Na 1. sulfo-1.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

23 24

Natrium dioktil sulfosuksinat Natrium mono alkil fenoksi benzena disulfonat dan Natrium dialkilfenoksi benzenadisulfonat [α]-(p-Nonilfenil)- ω -hidroksi poli (oksietilena) campuran dari ester dihidrogen fosfat dan monohidrogen fosfat [α]-(p-Nonilfenil)-ω-hidroksi poli (oksietilena) sulfat, garam amonium atau natrium α-Olefin sulfonat Pirolo(3,4-c)pirol-1,4-dion,2,5dihidro-3,6-bis(4-(oktadesiltio)fenil)Poli[(metilena-p-nonilfenoksi) poli(oksipropilena) Polietilena glikol mono-isotridesil eter sulfat, garam natrium Polietilenaglikol alkil(C10–C12) eter sulfosuksinat, garam dinatrium Polimer blok poli (oksipropilena) dengan poli (oksietilena) Polisorbat 20 (polioksietilena (20) sorbitan monolaurat) Polisorbat 40 (polioksietilena (20) sorbitan monopalmitat) Polisorbat 60 Polisorbat 65 Polisorbat 80 Polisorbat 85 (polioksietilena (20) sorbitan trioleat) Sorbitan mono laurat Sorbitan mono oleat Sorbitan mono palmitat Sorbitan mono stearat

Na dioctyl sulfosuccinate Na mono alkyl phenoxy benzene disulfonate dan Na dialkylphenoxy benzenedisulfonate [alpha]-(p-Nonylphenyl)-omegahydroxypoly (oxyethylene) mixture of dihydrogen phosphate and monohydrogen phosphate esters [alpha]-(p-Nonylphenyl)-omegahydroxypoly (oxyethylene) sulfate, ammonium or sodium salt
alpha Olefin sulfonate

25

26

27 28

Pyrrolo(3,4-c)pyrrole-1,4-dione,2,5dihydro-3,6-bis(4(octadecylthio)phenyl)Poly[(metilene-p-nonylphenoxy) poly(oxypropylene) Polyethylene glycol monoisotridecyl ether sulfate, sodium salt Polietilenglycol alkyl(C10–C12) ether sulfosuccinate, disodium salt Poly(oxypropylene) block polimer dengan poly(oxyetilen) Polysorbate 20 (polyoxyethylen (20) sorbitan monolaurat) Polysorbate 40 (polyoxyethylen (20) sorbitan monopalmitat) Polysorbate 60 Polysorbate 65 Polysorbate 80 Polysorbate 85 (polyoxyetilen (20) sorbitan trioleate) Sorbitan mono laurate Sorbitan mono oleate Sorbitan mono palmitat Sorbitan mono stearate

29 30

31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

73

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

43 44 45

Sorbitan trioleat Sorbitan tristearat α-Sulfo- ω -(dodesil oksi) poli (oksietilena) garam natrium. Zat ini dikenal sebagai sebagai natrium lauril eter sulfat α-Sulfo- ω -(dodesil oksi) poli(oksietilena) garam amonium α-[p-(1,1,3,3-Tetra metilbutil) fenil] ω-hidroksi poli(oksietilena) Tetranatrium N-(1,2-dikarboksietil) N-oktadesil-sulfo suksinat α-Tridesil-ω-hidroksi poli (oksietilena) campuran ester dihidrogen fosfat dan monohidrogen fosfat Silanamina, 1,1,1-trimetil-N(trimetilsilil)-, produk hidrolisa dengan silika atau silika ((dimetilvinilsilil)oksi)- dan ((trimetilsili)oksi)-termodifikasi N-n-Alkil-N'-(karboksimetil)-N,N'trimetilenadiglisin; gugus alkil genap antara C14 -C18 dan kandungan nitrogen antara 5,45,6 % (b/b) Alkiltiofenolat : 1. Produk reaksi kondensasi katalisasi asam dari 4nonilfenol, formaldehida, dan 1dodekanatiol 2. Produk reaksi kondensasi katalisasi asam dari 4nonilfenol, bercabang, formaldehida, dan 1dodekanatiol Amina teroksidasi bis(alkil tal terhidrogenasi)

Sorbitan trioleat Sorbitan tristearat Alpha-sulpho-omega-(dodecyloxy) poly(oxyethylene)sodium salt. The FCS is also known as sodium lauryl ether sulfate. Alpha-sulfo-omega(dodecyloxy)poly(oxyetilen) ammonium salt a-[p-(1,1,3,3-Tetra methylbutyl)phenyl] omegahydroxypoly(oxyetilen) Tetrasodium N-(1,2-dicarboxyethyl) -N-octadecyl-sulfo succinate a-Tridecyl-omega-hydroxypoly (oxyethylene) mixture of dihydrogen phosphate and monohydrogen phosphate esters Silaneamine, 1,1,1-trimethyl-N(trimethylsylyl)-, hydrolysis products with silica atau Silica ((dimethylvinylsilyl)oxy)- and ((trimethylsily)oxy)-modified N-n-Alkyl-N'-(carboxymethyl)-N,N'trimethylenediglycine; the alkyl group is even numbered in the range C14-C18 and the nitrogen content is in the range 5.4-5.6 weight percent Alkylthiophenolics : 1. Acid-catalyzed condensation reaction products of 4nonylphenol, formaldehyde, and 1-dodecanethiol 2. Acid-catalyzed condensation reaction products of branched 4nonylphenol, formaldehyde, and 1-dodecanethiol Oxidized bis(hydrogenated tallow alkyl)amines

46

47

48

49

2.1.14

Pengisi (Filler)

1

2.1.15

Penstabil dan/atau Antioksidan

1

2

3

74

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

4

Antranilamida. Nama CAS nya adalah 2-aminobenzamida Asam borat Asam tetradekanoat, garam litium Asam tiodipropionat 1,4-Benzenadiamina, N-(1-3dimetilbutil)-N’-fenil 2H-Benzimidazol-2-tion, 1,3dihidro-, 4(or 5)-metil-, garam seng (2:1) 2-(2H-Benzotriazol-2-il)-4,6-bis(1metil-1-feniletil)fenol 2-(2H-Benzotriazol-2-il)-4-(1,1, 3, 3-tetrametilbutil) fenol 3,9-Bis[2-{3-(3- tert -butil-4hidroksi-5-metilfenil)propioniloksi}1,1-dimetiletil]-2,4,8,10tetraoksaspiro[5,5]undekana 3,9-Bis[2,4-bis(1-metil-1feniletil)fenoksi]-2,4,8,10-tetraoksa3,9-difosfaspiro[5.5]undekana, yang mengandung tidak lebih dari 2 % (b/b) triisopropanolamina

Anthranilamide. The Chemical Abstracts Service (CAS) name is 2aminobenzamide Boric acid Tetradecanoic acid, lithium salt Thiodipropionic acid 1,4-Benzenediamine, N-(1-3dimethylbutyl)-N’-phenyl 2H-benzimidazole-2-thione, 1,3dihydro-, 4(or 5)-methyl-, zinc salt(2:1) 2-(2H-Benzotriazol-2-yl)-4,6-bis(1methyl-1-phenylethyl)phenol 2-(2H-Benzotriazol-2-yl)-4-(1,1, 3, 3-tetramethylbuthyl) phenol 3,9-Bis[2-{3-(3- tert -butyl-4hydroxy-5methylphenyl)propionyloxy}-1,1dimethylethyl]-2,4,8,10tetraoxaspiro[5.5]undecane 3,9-Bis[2,4-bis(1-methyl-1phenylethyl)phenoxy]-2,4,8,10tetraoxa-3,9diphosphaspiro[5.5]undecane, which may contain not more than 2 percent by weight of triisopropanolamine 4,4′-Bis(α,αdimethylbenzyl)diphenylamine 2-[2,4-bis(1,1dimethylethyl)phenoxy]5-butyl-5ethyl-1,3,2-dioxaphosphorinane, which may contain not more than 1 percent by weight triisopropanolamine 5,7-bis(1,1-dimethylethyl)-3hydroxy-2(3H)-benzofuranone, reaction products with o-xylene 1,2-Bis(3,5-di-tert-butyl-4hydroxyhydrocinnamoyl)hydrazine

5 6 7 8 9

10 11 12

13

14 15

4,4′-Bis(α,α-dimetilbenzil) difenilamina 2-[2,4-bis(1,1-dimetiletil)fenoksi]5butil-5-etil-1,3,2-dioksafosforinan, yang dapat mengandung tidak lebih dari 1 % (b/b) triisopropanolamina 5,7-bis(1,1-dimetiletil)-3-hidroksi2(3H)-benzofuranon, produk reaksi dengan o-ksilena 1,2-Bis (3,5-di-tert-butil -4 – hidroksihidrosinnamoil) hidrazin

16

17

75

8 weight percent).6.tert -butyl-6methylphenyl) ethyl phosphite 4-[[4.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 18 2-[4.Butyl -a (3 -tert. 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 76 .Butil-2′-hidroksi-5′-metilfenil)-5-klorobenzotriazol 4.3.s -triazin-2il]amino]-2.butil-4hidroksifenil) -p.6-Bis(1-methylheptadecyl) -pcresol β.6 weight percent). palmitic acid (25. arachidonic acid (1 weight percent). kelompok nonil adalah propilena isomer trimer dan kandungan fosfor antara 3.3. asam palmitat (25.5-triazin-2-yl]-5(octyloxy)phenol 2.55.2.tert -butilfenol 1.4-dimetilfenil)-1.5% b/b).5 weight percent).6-di.6-Bis(oktiltio). dan asam karboksilat lain (2.1 weight percent).3–Butanadiol 2 -tert.4-bis(dodecylthio) methyl-6methylphenol 2. 3(atau 4)Bis(oktadesiltio)sikloheksiletana.s -triazin-2yl]amino]-2.6-Bis(2. and other carboxylic acids (2.6 % b/b).6-tetrametil-4-piperidinil) sebakat Bis(2.tert -butylphenol 1. asam miristat (1. 3(or 4)Bis(octadecylthio)cyclohexylethane .6-di.6.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4-di.tert -butil-6-metilfenil) etil fosfit 4-[[4.cumenyl bis( pnonylphenyl) phosphite. CAS synonym: 1-[( beta (octadecylthio)ethyl]-3(or 4)(octadecylthio)cyclohexane Bis(2.4′-Butylidenebis(6 -tert.6-Bis(2. myristic acid (1.0 % (b/b) 2-(3′ -tert.4-Bis(dodesiltio) metil-6metilfenol 2.6-Bis(1-metilheptadesil) -p.6-tetramethyl-4piperidinyl) sebacate Bis(2.kumenil bis( pnonilfenil) fosfit.6-Bis(octylthio).3–Butanediol 2 -tert.butyl -mcresol) A mixture of the lithium salts of stearic acid (69.8–4. asam arakidonat (1 % b/b).05.4′-Butilidenabis(6 -tert. CAS : 1-[( β -(oktadesiltio)etil]3(atau 4)-(oktadesiltio)sikloheksan Bis(2.4-dimethylphenyl)1.butil -mkresol) Campuran garam litium dari asam stearat (69.4-di.1 % b/b) 2-[4.0 weight percent 2-(3′ -tert.kresol β.8 % b/b).Butyl-2′-hydroxy-5′methyl-phenyl)-5chlorobenzotriazole 4.Butil -α(3 -tert.8–4. the nonyl group is a propylene trimer isomer and the phosphorus content is in the range 3.5triazin-2-il]-5-(oktiloksi)fenol 2.butyl-4hydroxyphenyl) -p.2.

4-Di.5-triazin-2-yl)5-hexyloxy)phenol 2.pkresol (dengan berbagai perbandingan) Campuran yang terdiri dari 63-72% amina teroksidasi bis(alkil tal terhidrogenasi).2′-metilena bis(4metil-6-nonilfenol) dan 2.6– dimethyl–3.6-Diphenyl-1.3.N′.g)(1.Difeniltiourea 2.g)(1.5-di.4.6-bis(2hydroxy-3-nonyl-5-methyl-benzyl) p. diethyl ester 77 .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. dietil -asam fosfonit Dimyristyl thiodipropionate Dicetyl thiodipropionate Phosphonic acid.4–dihidro–2.2′-Methylenebis(4-methyl-6nonylphenol) and 2.1dimethylethyl)-4hydroxyphenyl]methyl]-.8. 2.10tetrakis(1.tert -butylphenyl-3.cresol mixtures (varying proportions) Mixture consisting of 63-72% oxidized bis(hydrogenated tallow alkyl) amines.4-dimethyl-6-(1methylpentadecyl)phenol 2.05.butil-4-etilfenol 2.tert butil-4-hidroksi-benzoat 2-(4.4.Diphenylthiourea 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Dimiristil tiodipropionat Disetil tiodipropionat Ester [[3.5-di-tertpentil-2-hidroksifenil) etil]fenil akrilat Didodesil– 1.5-triazin-2-il)-5heksiloksi)fenol 2.6-Di(α-methyl benzyl)-4-methyl phenol 2.3.6– dimetil–3.6-Di -tert.4-Di.4–dihydro–2. and 5-12% (hydrogenated tallow alkyl) oximes 12H-dibenzol(d.6-Difenil-1.2) dioxa phosphocin. 12-15% bis (hydrogenated tallow alkyl) amines.3.4-Di-tert-pentil-6-[1-(3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 30 Campuran 2.tert -butyl-4-hydroxy-benzoate 2-(4.1-dimetiletil)-6-((2etilheksil)oksi)2.butyl-4-ethylphenol 2.1-dimetiletil)-4hidroksifenil]metil]-.2) dioksafosfosin.4-Dimetil-6-(1metilpentadesil)fenol 2.10-tetrakis(1.6-Di-tert-butil -4-sek-butilfenol 2.N′.5-di.tert -butilfenil-3.8. 4-8% (hydrogenated tallow alkyl) nitrones.4-di-tert-pentyl-6-[1-(3. 2.5–pyridinedicarboxylate Styrenated diphenylamine N.5-bis(1.6-bis(2hidroksi-3-nonil-5-metil-benzil) .6-di-tert-butyl -4-sec-butylphenol 2.6-Di(α-metil benzil)-4-metil fenol 2.6-Di -tert.5–piridindikarboksilat Difenilamina terstirenasi N.3. 4-8% nitron (alkil tal terhidrogenasi). dan 5-12% oksim (alkil tal terhidrogenasi) 12H-Dibenzol(d. 12-15% amina bis (alkil tal terhidrogenasi).5-di-tertpentyl-2-hydroxyphenyl) ethyl]phenyl acrylate Didodecyl– 1. [[3.55.5-bis(1.1dimethylethyl)-6-((2ethylhexyl)oxy)2.

1-dimetiletil)-2hidroksi-5-metilfenil]metil]-4-metilfenil] Ester asam 2-Propenoat.5bis(1.1dimethylethyl)-2-hy-droxy-5methylphenyl]methyl]-4-methylphenyl]ester 2-Propenoic acid.6-di.4-di.55.The FCS is also known as bis(2.1dimetiletil)-6-metilfenil)etil Ester asam fosfonit.1dimethylethyl)-6-methylphenyl)ethyl ester Phosphonic acid.3-propanediil Ester asam benzenapropanoat.1-dimethylethyl)-4-hydroxy.3diphenyl-. C13-C15 branched and linear alkyl esters Benzenepropanoic acid.1dimethylethyl)-4-hydroxyphenyl) methyl]diethyl ester Octadecanoic acid.6-di.siklik neopentanatetrail bis(2.1dimethylethyl)-6-methylphenyl]ethyl ester.5-di-tert-butil-4hidroksihidrosinamat Ester asam butirat. 2-siano3. bis[2-(1.tert butylphenyl)ester Phosphorous acid.bis[2-(1. 3. alkil C13-C15 bercabang dan linier Ester asam benzenapropanoat3.tertbutil-4-hidroksifenil) etilena Ester asam fosfit.butyl-4hydroxyphenyl)ethylene ester Phosphorous acid.1-dimetiletil)-4-hidroksi-.1dimetiletil)-6-[[3-(1.4 Benzenedicarboxylic acid.4-di-tertbutil-6-metilfenil)etil fosfit.bis[2.1-dimethylethyl)-4-hydroxy. 3-diphenyl-2propenyl)oxy]methyl}-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 46 47 Ester 2-siano-3.2-bis{[(2-siano-1okso-3.1-dimethylethyl)-6-[[3-(1. cyclic neopentanetetrayl bis(2.4-bis(1. Zat ini dikenal sebagai oktadesil 3. 3.4 benzenadikarboksilat .3-diphenyl-2-propenoic acid 2-ethylhexyl ester 1. methyl ester 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 78 .5-bis(1. 3.5-bis(1.5-bis(1.5-di-tertbutyl-4-hydroxyhydrocinnamate Butyric acid. [(3. Zat ini dikenal juga sebagai bis(2.3-bis(3. Ester asam fosfit.4-bis(1.05. [(3.3-difenil-asam 2propenoat 2-etilheksil Ester asam 1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2.2-bis{[(2-cyano-1-oxo3.tert butil-4-metilfenil) Ester asam fosfit. oktadesil. bis(2. Phosphorous acid. 3.4-di.5-bis(1.1-dimetiletil)-4-hidroksi.tert. cyclic neopentanetetrayl bis (2.3-bis(3. 3. 2-cyano-3. siklik neopentanatetrail bis (2. 3-difenil-2propenil)oksi]metil}-1.5bis(1.3-difenil-.4-bis(1.4-di-tert-butyl-6methylphenyl)ethyl phosphite.1dimetiletil)-4-hidroksifenil) metil]dietil Ester asam oktadekanoat-metil 2-Cyano-3.4-bis(1.2.1dimetiletil)-6-metilfenil]etil.octadecyl ester The FCS is also known as octadecyl 3. bis[2.tert butyl-4-methylphenyl)ester Phosphorous acid.3propanediyl ester Benzene propanoic acid.tert butilfenil) Ester asam fosfit. bis(2.

6-pentametil-4piperidinil)amino]-1.6-bis(1-methyl-1-phenylethyl)Phenol. N-oksida 2-Cyano-3.1dimetiletil)dibenzo(d.4.2’-metilenabis(6-(2Hbenzotriazol-2-il)-4-(1.4-di-tertbutylphenyl)ester Ethylenebis(oxyethylene)-bis-(3tert -butyl-4-hydroxy-5methylhydrocinnamate) 2.2.3.6-di.2–Ethanediylbis[N–[3–[[4. 2-(2H-benzotriazol-2-il)-4.6bis[butil(1.N″-dibutil-N′.2′-Ethylidenebis(4.f)(1.8. metil bis(alkil minyak biji sesawi terhidrogenasi).2)dio ksafosfepin-6-il)oksi)propil) Fenol.6-di.tert butil-4-hidroksi-5metilhidrosinnamat) 2.3.1dimethylethyl)dibenzo(d.2’-(1.2.6-pentamethyl-4piperidinyl)amino]-1.4-Phenylene)bis[4H-3.6. 2-(2H-benzotriazol-2-yl)4.3. cyclic neopentanetetrayl bis(2.2.5-triazin-2il]amino]propil]-N′.6bis(1-metil-1-feniletil)Fenol.2’-(1.2′-Etilidena bis(4. yang secara kimiawi teridentifikasi sebagai amina.05.8.1.4.2.5-triazin-2yl]amino]propyl]-N′.6triamina] 2.6-pentamethyl-4piperidinyl)-1. 2-(1.2.N″–1.1benzoxazin-4-one] Phenol.tertbutilfenol) N.6bis[butyl(1.1-dimetiletil)-6-metil-4(3-((2.5-triazine-2. bis(hydrogenated rape-oil alkyl) methyl.3.1.6.1benzoksazin-4-on] Fenol.2.6-di.N″bis(1. N-oxides 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 79 .2′-Etilidenabis(4.3-difenilEster siklik neopentana tetrail bis(2.3. cyclic neopentanetetrayl-bis(2.2.6-di.2.6.3-difenilEster 2-etilheksil asam 2-propenoat 2-siano-3.tert butilfenil)fluorofosfonit 2.4.5-triazin-2.3.2–Etanadiilbis[N–[3–[[4.3-diphenyl-2-propenoic acid 2-ethylhexyl ester Phosphorous acid.6-di-tert-butil-4-metilfenil) asam fosfit Ester siklik neopentana tetrailbis(2.3tetrametilbutili)GENOX TM EP.4-di-tert-butilfenil) asam fosfit.6-pentametil-4piperidinil)-1.1-dimethylethyl)-6methyl-4-(3-((2.10-tetrakis(1.3-diphenyl-2-propenoic acid ethyl ester 2-Cyano-3.2. 2-(1.3.2.2′-Ethylidenebis(4.4.2)dio xaphosphepin-6-yl)oxy)propyl) Phenol.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4-Fenilena)bis[4H-3.3tetramethylbutyly)GENOX TM EP.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 58 59 60 Ester etil asam 2-propenoat 2siano-3.N″–1.N″-dibutyl-N′.tert butylphenyl)fluorophosphonite 2.3. Etilena bis(oksietilena)-bis-(3.tertbutylphenol) N.6.6-di-tertbutyl-4-methylphenyl) ester Phosphorous acid.N″bis(1.10-tetrakis(1.2’-methylenebis(6-(2Hbenzotriazol-2-yl)-4-(1.6triamine] 2. chemically identified as Amines.55.f)(1.

5-ditert-butil-4hidroksihidrosinnamamida) 74 75 76 77 78 79 Hexadecyl 3.tert -butylphenol with the Friedel-Crafts addition product (phosphorus trichloride and biphenyl) Tridecanol phosphite condensation product with butylidenebis (2-(1.N’-1.5-di.6-hexanediylbis[2-aminobenze] Hexamethylenebis (3.4.N′.6-di.tert -butyl.5-ditert-butyl-4hydroxyhydrocinnamamide ) 80 2-Hidroksi-4-isooktoksibenzofenon.tert butil-4-hydroksihydrocinnamate) N.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 71 Hasil kondensasi di.6-ditert -butil.tert -butil-4hidroksibenzoat N. Chemical Abstracts (CA) name: Methanone.4-di.4-trimetilpentena Heksadesil 3. diikuti alkilasi dengan isobutilena Produk reaksi N -fenilbenzenamina dengan 2.5-di.1dimetiletil) -5-metil-4.55. No. [2hydroxy-4-(isooctyloxy) phenyl]phenyl 80 .1-fenilena) Produk reaksi butilasi dari p -kresol dan disiklopentadien yang dihasilkan dengan mereaksikan p kresol dan disiklopentadien dalam rasio mol berturut-turut 1.1phenylene) Butylated reaction product of p cresol and dicyclopentadiene produced by reacting p -cresol and dicyclopentadiene in an approximate mole ratio of 1.tert -butylphenyl phosphonite condensation product with biphenyl (CAS Reg.5 : 1.1dimethylethyl) -5-methyl-4. followed by alkylation with isobutylene N -Phenylbenzenamine reaction products with 2.Heksametilenabis ( 3.6-heksanadiilbis[2-aminobenzamida] Heksametilenabis (3. respectively.N′.5 to 1. 119345–01–6) produced by the condensation of 2.m -kresol dengan hasil adisi Friedel-Crafts (fosfor triklorida dan bifenil) Hasil kondensasi di.tert -butilfenil fosfonit dengan bifenil yang dihasilkan dari kondensasi 2.tert -butylm -cresol with the Friedel-Crafts addition product (phosphorus trichloride and biphenyl) Di.N’-1.tert butil-4-hidroksihidrosinnamat) N.m kresil fosfonit dengan bifenil yang dihasilkan dari kondensasi 4.tert -butil.m -cresyl phosphonite condensation product with biphenyl produced by the condensation of 4.tert -butyl-4hydroxybenzoate N.Hexamethylenebis ( 3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4trimethylpentenes 72 73 Hasil kondensasi tridekanol fosfit dengan butilidenebis (2-(1.4-ditert -butilfenol dengan hasil adisi Friedel-Crafts (fosfor triklorida dan bifenil) Di.5-di.4.5-di.05. [2-hidroksi-4-(isooktiloksi) fenil]fenil 2-Hydroxy-4-isooctoxybenzophenone. Nama CAS : Metanon.

6-bis-[(oktiltio)metil] fenol 2.6-di-tertbutilfenil) 2-etilheksil fosfit 2(2′-Hydroxy-5′methylphenyl)benzotriazole 2-Hydroxy-4 -n -octoxybenzophenone 4. styrenated cresols produced when equal moles of isobutylene. 2-N.2'ethylendioxydiethyldimethacrylate Nylon 612/6 copolymer Butylated. dan 2.2’etilenadioksidietildimetakrilat Kopolimer Nilon 612/6 Kresol terstirenasi.2’-Methylenebis (6-(2Hbenzotriazol-2-yl)-4-(1.2’-Metilenabis (4. styrene.4′-Isopropilidendifenol alkil(C12C15) fosfit Kalium bromida dan tembaga asetat atau tembaga karbonat Kalsium benzoat Kalsium bis[monoetil(3.2’-Metilenabis (6-(2Hbenzotriazol-2-il)-4-(1.5-di.6-di-tertbutylphenyl) 2-ethylhexyl phosphite 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 81 .1.5-di.6-bis-[(octylthio)methyl] phenol 2. stiren. terbutilasi dihasilkan dari jumlah mol yang sama isobutilena. dan campuran meta . 2-N-Ndiethylaminoethyl methacrylate. 2hidroksietilmetakrilat. Calcium bis[monoethyl(3.3tetramethyl buthyl) phenol) 2. 2hydroxyethylmethacrylate and 2.3.tert butyl-4-hydroxybenzyl)phosphonate] Calcium myristate Calcium ricinoleate Calcium stearate Carbethoxymethyl diethyl phosphonate Copolymer of polyfluorooctyl methacrylate.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 81 82 83 84 85 86 2(2′-Hidroksi-5′metilfenil)benzotriazol 2-Hidroksi-4 -n -oktoksibenzofenon 4.N-dietilaminoetilmetakrilat.para kresol Litium 12-hidroksistearat Magnesium salisilat 2-Metil-4.tert butil-4-hidroksi-benzil)fosfonat] Kalsium miristat Kalsium risinoleat Kalsium stearat Karbetoksimetil dietil fosfonat Kopolimer polifluorooktil metakrilat.2’-Methylenebis (4.3.tetrametilbutil) fenol) 2.1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3.4′-Isopropylidenediphenol alkyl(C12-C15) phosphites Potassium bromide and either cupric acetate or cupric carbonate Calcium benzoate. and a metacresol-paracresol mixture Lithium 12-hydroxystearate Magnesium salicylate 2-Methyl-4.

2.6-tetrametil-4piperidil)imino]] 2.3dithio] having the formula [C8H18Sn2S3]n(where n averages 1.7.2]-heneikosan-21on.2′-Methylenebis(4-methyl-6 -tertbutylphenol) 2.20-diazadispiro-[5.8-Pentametil-6-kromanol.tert -butyl-4-hydroxyphenyl)propionate] Octadecyl 3.2.4-sikloheksilenadimetilena3.2.5-di.2′-Metilenabis (6 -tert.8Pentamethyl-6-hydroxy chroman.4′-Methylenebis (2.p.2.6.3-ditio] dengan rumus [C8H18Sn2S3]n (dengan nilai n ratarata 1.tert butylphenol) monoacrylate 2.hidroklorida 2.5-di -tert.butyl-4ethylphenol) 2.3′thiodipropionate) partially terminated with stearyl alcohol Poly[(1.2.1.4cyclohexylenedimethylene-3.cresol] 4.2.7.4-tetrametil-.2′-Methylenebis (6 -tert.2.6-tetrametil-4piperidil)imino]heksametilena [(2.butyl-4hydroxyhydrocinnamate Pentaerythritol and its stearate ester 2.5-di -tert.8-Pentametil-6hidroksi kroman.6-tetramethyl-4piperidyl)imino]] 107 108 109 110 111 112 113 82 .4.1.2′-Oksamidobis[etil 3-(3.7.11.2′-Methylenebis(4-methyl-6.55.5.2.6-di -tert.4.kresol] 4.butilfenol) Natrium zeolit A Nilon 66/610/6 7-Oksa-3.2. Nama lain: 2.butil-4etilfenol) 2.5–2) Poli[(6-morfolino-s-triazin-2.tert butilfenol) monoakrilat 2.2.5–2) Poly[(6-morpholino-s-triazine-2.p. Poli(1.2′-Oxamidobis[ethyl 3-(3.2.tert -butil-4-hidroksifenol)propionat] Oktadesil 3.3′-tiodipropionat) yang sebagian gugus terminalnya digantikan dengan stearil alkohol Poli[(1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 99 100 101 102 103 104 105 106 2.2. Poly(1.5.6-tetramethyl-4piperidyl)imino]hexamethylene [(2.4diyl)[(2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.6.2′-Methylenebis[6-(1-methylcyclohexyl).6.7.6-di -tertbutyl-phenol) Sodium zeolite A Nylon 66/610/6 7-Oxa-3.2′-Metilenabis(4-metil-6 -tertbutilfenol) 2.6.hydrochloride 2.05.5.4′-Metilenabis (2.20-diazadispiro[5.2]heneicosan-21-one.butil-4hidroksihidrosinnamat Pentaeritritol dan ester stearatnya 2.8-Pentamethyl-6chromanol.11.5.3-dibutildistanntiandiiliden)1.2′-Metilenabis[6-(1-metilsikloheksil).4diil)[(2. Other name: 2.4tetramethyl-.5-di.2′-Metilenabis(4-metil-6.3dibutyldistannthianediylidene)-1.

5-triazin.4. polymer with 2.6-tetrametil-4-piperidinil)-. This material is equivalent to poly(vinyl acetate-vinyl alcohol) 1.1.N' bis(2.4.6.2.3.1.6–Hexanediamine.2.6.6.2. produk reaksi dengan N -butil-1butanamina dan N -butil-2.4. This material is equivalent to poly (vinyl acetate-vinyl alcohol)polymerized with DMM Acetic acid ethenyl ester.3-propanediamine.4. N.2-etanadiil).2ethanediylbis-.6tetramethyl-4-piperidinamine 1. N. termetilasi Polimer 1.6-tetramethyl-1piperidineethanol Acetic acid ethenyl ester.triazin-2.5-triazine.6-tetrametil-1piperidinetanol Polimer ester etenil asam asetat dengan tanol dan dimetil maleat.6.6-trikloro-1.6-tetramethyl-4piperidinyl)-. dengan produk reaksi morfolin2.6-tetrametil-4.3. terhidrolisis Poly[[6-[(1.2 .6. N.5-triazin Polimer dimetil suksinat dengan 4hidroksi-2.N' bis(2. N.2.2.05.tetramethybutyl) amino]-s.6tetrametil-4piperidil)imino]heksametilena[( 2.6.3.6-tetramethyl-4piperidinamine Acetic acid ethenyl ester.2.6-trichloro-1.2.6trichloro-1. polymer with 2.6.piperidyl)imino]] Alpha alkene (C20-C24) polymers with maleic anhydride reaction products with 2. Bahan ini ekivalen dengan poli(vinil asetat-vinil alkohol) Polimer 1.3.6tetrametil-4-piperidinamina Polimer 1.4-diil][2.3-Propana diamina. Bahan ini ekuivalen dengan poli (vinil asetat-vinil alkohol) dipolimerisasi dengan dimetil maleat Polimer ester etenil asam asetat dengan α-hidro-ω-hidroksipoli(oksi1.6-tetrametil-4-piperidinil).55.N′ bis(2.6-Hexanediamine.N-1.6.6. polymer with alpha-hydro-omegahydroxypoly(oxy-1.2-etanadiil bis-.2. methylated 1.6tetramethyl-4piperidyl)imino]hexamethylene[( 2.3. dengan 2. dengan 2. polymers with morpholine-2. N.6-trikloro-1.piperidil)imino]] Polimer α-alkena (C20-C24) dengan produk reaksi maleat anhidrat dan 2.3.6-tetramethyl-4piperidinyl)-.2.6.6–heksanadiamina.3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5-triazin.4-diyl][2.4.6-heksanadiamina.tetrametibutil) amino]-s. polymer with ethenol and dimethyl maleate (DMM). 6. reaction products with N -butyl-1butanamine and N -butyl-2.3.2.3.2. polymer with thanol and dimethyl maleate (DMM).6-tetramethyl-4.N′ -bis(2. N.2.2-ethanediyl).6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 114 Poli[[6-[(1. hydrolyzed 115 116 117 118 119 120 121 122 83 .triazine-2.5triazine reaction products.N1.6.6trikloro-1.4.6-tetrametil-4piperidinamina Polimer ester etenil asam asetat dengan etenol dan dimetil maleat.5-triazine Dimethyl succinate polymer with 4hydroxy-2.3.6.2.6.6trichloro-1.

1dimethylethyl) -5-methyl-4.1-dimethylethyl)-. metil bis(alkil terhidrogenasi dari minyak biji sesawi).6tetrametil-4-(2propeniloksi)piperidin N.6-tetramethyl-4-(2propenyloxy)piperidine N.6tetramethyl-1-piperidineethanol Phenol. dimethyl ester. modified with up to 2 percent by weight crotonic acid Tridecanol phosphite condensation product with butylidenebis (2-(1.6.4.4-(1. dengan sulfur klorida Polivinil alkohol yang sebagian terhidrolisis (40-50%).2.2. N-oxides Cerium stearate Cyanoguanidine 131 132 133 134 135 136 137 138 84 .5-ditert -butyl-4hydroxyhydrocinnamamide) 124 125 126 127 128 129 130 Resin p-tert-amilfenolformaldehida dihasilkan dari satu mol p-tertamilfenol bereaksi dengan satu mol formaldehida dalam suasana asam Seng dibutilditiokarbamat Seng palmitat Seng salisilat Seng stearat Seng zeolit A (seng natrium aluminosilikat) Senyawa amina.N′ -1. dimodifikasi dengan asam krotonat hingga 2 % (b/b) Produk kondensasi tridekanol fosfit dengan butilidenabis (2-(1.1-dimetiletil)-.4.6.4trimethylpentene Siloxanes and silicones.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.1phenylene) N-phenylbenzenamine reaction products with 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 123 Polimer ester asam butanadioatdimetil dengan 4-hidroksi-2.4-trimetilpentena Produk reaksi siloksan dan silikon.6. polymer with sulfur chloride Partially hydrolyzed (40-50%) polyvinyl alcohol. bis(hydrogenated rape oil alkyl) methyl.5-di.1-fenilena) Produk reaksi N-fenilbenzenamina dengan 2.N′ -1.2. methyl hydrogen. dengan 2.3-Propanadiilbis (3.3-Propanediylbis (3.1dimetiletil) -5-metil-4.tert -butil-4-hidroksihidrosinnamamida) Butanedioic acid. polymer with 4-hydroxy-2. reaction products with 2.05.2.6tetrametil-1-piperidin etanol Polimer fenol.55. N-oksida Serium stearat Sianoguanidin p-tert-Amylphenolformaldehyde resins produced when one mole of p-tert-amylphenol is made to react under acid conditions with one mole of formaldehyde Zinc dibutyldithiocarbamate Zinc palmitate Zinc salicylate Zinc stearate Zinc zeolite A (zinc sodium aluminosilicate) Amines.6. metil hidrogen.4-(1.

N bis[2-[[2.2]dio xaphosphepin-6yl]oxy]ethyl]ethanamine Dimethyltin/monomethyltin isooctylmercaptoacetates Tin (IV) oxide Di( n -octyl)tin bis(2-ethylhexyl maleate) 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 85 .10-tetrakis(1.hydroxyhydro.sinnamat)] metana 2-[[2.4. kandungan fosfor antara 7.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 139 Siklik neopentanatetrail bis(oktadesil fosfit) (yang dapat mengandung tidak lebih dari 1% (b/b) triisopropanolamina).10-tetrakis(1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3.55.10-Tetrakis(1.3.8.8 to 8.di.2 weight percent 4.4.2 weight percent Cyclic neopentanetetrayl bis(octadecyl phosphite).f][1. kandungan fosfor antara 7.tert butyl-4.f][1.4.f][1.8.4. dengan ester dodekanatiol.1dimetiletil)dibenzo[d. methyl ester.5.f][1.tert butil-4. alkil C16-C18 Tembaga(I) iodida Tembaga(I) iodida dan tembaga(I) bromida Tembaga (II) asetat dan litium iodida Tereftaloil diklorida Tetrakis [metilena(3.8.hidroksihidro.2]dioksaf osfepin-6. C16C18 alkyl esters Cuprous iodide Cuprous iodide and cuprous bromide Cupric acetate and lithium iodide Terephthaloyl dichloride Tetrakis [methylene(3.5. N bis[2-[[2.2]dioxaphosphepin-6-yl]oxy].1dimetiletil)dibenzo[d.1dimethylethyl)dibenzo[d.4′-Cyclohexylidenebis(2cyclohexylphenol) Stearoylbenzoylmethane 2-Propenoic acid.2 % (b/b) Siklik neopentanatetrail bis(oktadesil fosfit).8 to 8. the phosphorus content is in the range of 7.05.3.8.2]dioksafosfepin-6-il]oksi].8 .10-Tetrakis(1.4′-Sikloheksilidenabis(2sikloheksilfenol) Stearoilbenzoilmetana Telomer metil ester asam 2propenoat. the phosphorus content is in the range of 7. telomer with 1-dodecanethiol.cinnamate)] methane 2-[[2.8 8.il]oksi]etil]etanamina Timah (IV) dimetil/monometil isooktilmerkaptoasetat Timah (IV) oksida Timah (IV) di( n -oktil) bis(2etilheksil maleat) Cyclic neopentanetetrayl bis(octadecyl phosphite) (which may contain not more than 1 percent by weight of triisopropanolamine ).3.8.N .N .2 % (b/b) 4.1dimethylethyl)dibenzo[d.di.

9-Trioksaundesil) bis-3(dodesiltio) propionat 1.triazin-2.3.kresol) Tiodietilena bis(3. 6.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.6-(1H.5-Trimethyl-2.55.5-tris(2-hydroxyethyl)-striazine-2.4.tert butilfenil)butana Methyltin-2-mercaptoethyloleate sulfide 4.4-Thiobis(6 -tert.tert butylphenyl)butane 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 86 .5-tris(2-hidroksi etil)-s-triazin2.5-di.5-Trimetil-2.3 H .6-(1 H .3H.5 H )-trion Trilauril fosfit mengandung tidak lebih dari 1 % (b/b) triisopropanolamina Trilauril fosfit Triester asam fosfat dengan trietilena glikol 1.3.5-di tert.6-tris(3.3. 11-(3.5-Tris(3.tert butyl-4-hydroxyhydrocinnamate) Tri(mixed mono-and dinonylphenyl) phosphite (which may contain not more than 1 percent by weight of triisopropanolamine).5-di -tertbutil-4-hidroksibenzil) benzena 1.cresol) Thiodiethylene bis(3.butil-4-hidroksihidrosinnamoil) heksahidro -striazin Tris (2.3. 11-(3. 3.3.butyl-4-hydroxybenzyl) benzene 1.4.tert -butil-3-hidroksi2.3.butyl -m.3H.5-triazin2.butyl-4hydroxybenzyl) -s.4-di-tert-butylphenyl) phosphite Tris(2-methyl-4-hydroxy-5. 6.6-(1H.6-dimetilbenzil)-1.5-di -tert.butil -m.5-di -tert.4.6-tris(3.3 H .4-di-tert-butilfenil) fosfit Tris(2-metil-4-hidroksi-5.3.5-di.5-Tris(4.4.5-Tris(3.5-di -tert.05.5-Tris(4.6(1 H. 9-Trioxaundecyl) bis-3(dodecylthio) propionate 1.5-Tris(3.5H)-trione.triazine-2.butil-4hidroksibenzil) -s.6-dimethylbenzyl)-1.triazine Tris (2.5-di -tert. 5 H )trione 1.5-di.4.tert -butyl-4hydroxyhydrocinnamic acid triester with 1.4.butyl-4hydro-xyhydrocinnamoyl) hexahydro -s.tert -butil-4hidroksihidrosinnamat) Tri (campuran mono-dan dinonilfenil) fosfit (yang dapat mengandung tidak lebih dari 1% (b/b) triisopropanolamina) Triester asam 3.3. 1.6(1 H.5-Di.3. 3 H.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 153 154 155 156 Timah (IV) metil-2merkaptoetiloleat sulfida 4.4.6-(1 H .tert -butil-4hidroksi hidrosinamat dengan 1. 5 H )trion 1.3.5 H )-trione Trilauryl phosphite containing not more than 1 percent by weight triisopropanolamine Trilauryl phosphite Phosphoric acid triesters with triethylene glycol 1.3. 3 H.tert -butyl-3-hydroxy2.4.5-Tris(3.5-triazine2.5H)-trion 1.3.4-Tiobis(6 -tert.

Bis(4-hidroksifenil)propana bis(2.3.5-Dimethyl-1. kalsium. (CAS Name: butanoic acid. atau natrium) Asam 2-akrilamido-2metilpropansulfonat asam. kalium.2.16 2. 2. Ethanolamine Ethylenediamine Formaldehyde 4-(4-phenoxyphenoxy) benzoic acid homopolymer Potassium Nmethyldithiocarbamate Potassium pentachlorophenate 4-Chloro-3-methylphenol(pchlorome-tacresol) 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 87 . in its free acid form. dan garam natrium.05.2-bis (hydroxymethyl)2.3-epoksipropil) eter (BADGE) Dietilena glikol monobenzoat 3.Htetrahydrothiadia-zine-2-thione Disodium cyanodithioimidocarbonate. amonium. kalium.2.3.2.55.5. and its sodium.Bis(4-hydroxyphenyl)propane bis(2.5. dalam bentuk asam bebas.1. potassium. or sodium) 2-Acrylamido-2methylpropanesulfonic acid.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2bis(hidroksimetil)2. and lithium Dimethylolbutanoic acid.3-epoxypropyl) ether (BADGE) Diethylene glycol monobenzoate 3.1.1 Bahan Tambahan Perekat (Adhesive) Perekat Plastik (Plastic Adhesive) Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 1 Alum (sulfat ganda dari aluminum dan amonium. ammonium.16. potassium. calcium.H-tetrahidrotiadiazin-2-tion Dinatrium sianoditio imido karbonat Etanolamina Etilenadiamina Formaldehida Homopolimer asam 4-(4fenoksifenoksi) asam benzoat Kalium N-metilditiokarbamat Kalium pentaklorofenat 4-Kloro-3-metilfenol(p-klorometakresol) Alum (double sulfate of aluminum and ammonium.5-Dimetil-1. dan litiumnya Asam dimetilolbutanoat (nama CAS : asam butanoat.

4trimethylpentene The FCS is the cross-linked reaction product of (1) an acrylic resin (2) a silane coupling agent(3) a urethane prepolymer which is an isocyanate-terminated polymer Aromatic modified aliphatic hydrocarbon resin 16 17 18 19 20 21 22 Kromium kalium sulfat (krom alum) Natrium 2-merkaptobenzotiazol Natrium dodesilbenzenasulfonat Natrium klorat Natrium o-fenilfenat Natrium pentaklorofenat Pati industri yang dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan antara 5-21% (b/b) 2. The ratio of the MAES : MAHP is in the range of 75:25 percent to 50:50 percent by weight. dan (3) prepolimer uretan yang merupakan polimer isosianat terminal Resin hidrokarbon alifatik yang termodifikasi dengan aromatik 23 24 25 26 27 28 88 .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 15 Kopolimer monoakriloksietil suksinat (MAES) dan monoakriloksietil heksahidroftalat (MAHP) dan lauril akril (LA). and lauryl acrylate (LA).55.4.4.3epoksipropiltrimetil amonium klorida Polifenilena eter Poliester-epoksi-uretan Polimer terhidrogenasi Produk reaksi N-fenilbenzenamina dengan 2. LA dapat digunakan pada 0-10 % (b/b) dari toral unit monomer Copolymer of monoacryloxyethyl succinate (MAES) and monoacryloxyethyl hexahydrophthalate (MAHP).05. (2) bahan penggandeng silan. LA may be used at 0-10 percent by weight of the total monomer units Chromium potassium sulfate (chrome alum) Sodium 2-mercaptobenzothiazole Sodium dodecylbenzenesulfonate Sodium chlorate Sodium o-phenylphenate Sodium pentachlorophenate Industrial starch modified by treatment with greater than 5 percent and not more than 21 percent by weight 2. Rasio MAES : MAHP adalah 75:25 % (b/b) hingga 50:50 % (b/b).3epoxypropyltrimethyl-ammonium chloride Polyphenylene ether Polyester-epoxy-urethane Hydrogenated polymers N-phenylbenzenamine reaction products with 2.4-trimetilpentena Produk reaksi terikat silang (1) resin akrilat.

3-propanadiol Campuran kalium stearil fosfat. Nafta (petroleum).55.16. garam kalium 1-Dodesen 2-Hidroksietil metakrilat Kopolimer blok stirena-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 29 Resin hidrokarbon petroleum (jenis siklopentadiena). tembaga dan amonium Tert-Butilperoksi-3. terhidrogenasi Resin hidrokarbon petroleum aromatik terhidrogenasi Resin kopolimer piperilena/2-metil2-buten dan resin terpolimer piperilena/2-metil-2-butena/αmetilstirena Resin poliester-poliuretan -asam dianhidrat Resin poliester-poliuretan yang dibuat dari : Resin poliesterpoliuretandiol atau bahan penggandeng trimetoksisilan opsional yang mengandung gugus epoksi Rosin dan derivat rosin Seng 2-merkaptobenzotiazol Seng dimetilditiokarbamat Suatu tipe zeolit dengan ion natriumnya ditukar dengan ion perak. bebas benzena. light steamcracked. polimer. garam kalium dan polioksietilena tridesil eter fosfat.5.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3butadiena 3 4 5 89 . Tert-Butylperoxy-3. copper and ammonium ions have been exchanged for sodium ions. polyoxyethylene lauryl ether phosphate potassium salt. Name Naptha (petroleum). pecahan uap ringan. sebagai komponen tinta cetak atau pelapis 1 2 2-Butil-2-etil-1.5trimethylhexanoate 2-butyl-2-ethyl-1. polioksietilena lauril eter fosfat.3-butadiene block copolymer 30 31 32 33 34 35 36 37 38 2.5trimetilheksanoat Petroleum hydrocarbon resins (cyclopentadiene-type).5. debenzenized. hidrogenated Hydrogenated aromatic petroleum hydrocarbon resin Piperylene/2-methyl-2-butene copolymer resins and Piperylene/2methyl-2-butene/alphamethylstyrene terpolymer resins Polyester-polyurethane resin-acid dianhydride Polyester-polyurethane resin formulated from: (a)(1) Polyesterpolyurethanediol resins (2) An optional trimethoxysilane coupling agent containing an epoxy group Rosins and rosin derivatives Zinc 2-mercaptobenzothiazole Zinc dimethyldithiocarbamate A type of zeolite in which silver. hydrogenated (CAS Reg.3-propanediol Mixture of potassium stearyl phosphate . polymers. terhidrogenasi (Nama CAS Reg.2 Pelapis atau film. and polyoxyethylene tridecyl ether phosphate potassium salt.1. 1-Dodecene 2-Hydroxyethyl methacrylate Styrene-1.05.

4’-metilena bis (sikloheksil isosianat).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Vinylidene chloride copolymer coatings for nylon film Vinylidene chloride copolymer coatings for polycarbonate film Resinous and polymeric coatings for polyolefin films 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 90 .4’-methylenebis (cyclohexylisocyanate).55. Copolymers (polyurethanes) produced from 4.asam krotonat Lapisan resin epoksi yang juga mengandung 1-(2-aminoetil) piperazin sebagai komponen pengikat silang Matriks pelapis seng-silikon dioksid Parafin (sintetik) Pelapis karbon terhidrogenasi amorf Pelapis kopolimer ester akrilat Pelapis kopolimer viniliden klorida untuk film nilon Pelapis kopolimer viniliden klorida untuk film polikarbonat Pelapis resin dan polimerik untuk film poliolefin Nitrile rubber-modified acrylonitrilemethyl acrylate copolymers (CAS Name: Polybutadiene-graftpoly(methyl acrylate-coacrylonitrile) Polyethylene terephthalate copolymers (diethylene glycolazelaic acid modified) Polyethylene terephthalate copolyesters (diethylene glycolisophthalate modified). polytetramethylene glycol. and polyethylene glycol Styrene-acrylic copolymers Acrylonitrile-butadiene copolymer crosslinked with divinylbenzene Vinyl acetate/crotonic acid copolymer Epoxy resin coatings that also contain 1-(2-aminoethyl) piperazine as component of crosslinking Zinc-silicon dioxide matrix coatings Paraffin (synthetic) Amorphous hydrogenated carbon coating Acrylate ester copolymer coating. Nama CAS: Polibutadiena-cangkokpoli(metil akrilat-ko-akrolonitril Kopolimer polietilena terftalat (dietilena glikol-asam azeliat termodifikasi) Kopoliester polietilena terftalat (dietilena glikol-isoftalat termodifikasi) Kopolimer (poliuretan) dihasilkan dari 4. dan polietilena glikol Kopolimer stirena-akrilat Kopolimer terikat silang akrilonitrilbutadien dengan divinilbenzena Kopolimer vinil asetat.karet nitril.05.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 6 Kopolimer metil akrilat-akrilonitril termodifikasi . politetrametilena glikol.

garam natrium dengan dimetil 1. polymer with dimethyl 1.3. hexamethylene diisocyanate 1.4benzenadikarboksilat. dimethyl pentanedioate.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. poli(etilenaglikol) dan 1.4-diylethylene).3-benzena dikarboksilat.0(2.4benzenedicarboxylate. 5sulfo-1.3-benzenedicarboxylic acid. dimetil pentanadioat. Polyvinyl alcohol Cross-linked reaction product of polyvinyl alcohol (PVOH) and tetraethoxysilane (TEOS) . 3-dimetil.6-hexanediamine [Nylon 6/66] 1.2. poly(ethylene glycol). 1hydroxy -4-((4-methylphenyl) amino).6)]dodekana-3. 5-sulfo-1. poli(etilena glikol).0.(C.0(2. dimetil dengan 1.4-diiletilena). polymer with 1.5diyl-ethylene)].3-benzenedicarboxylic acid. dan 1.I.0(2. poly(ethylene glycol).5diil-etilena)] Polivinil alkohol Produk reaksi terikat silang dari polivinil alkohol dan tetraetoksisilan.0]oktana-2.4butanediol.0(2. adipic acid. garam natrium. polymer with hexahydro-2H-azepin-2-one and 1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 21 Pelapis resin epoksi yang juga mengandung 9. dengan dimetil 1. Solvent Violet 13) sebagai pigmen Pelapis resin epoksi yang juga mengandung polioksi propilena diamina sebagai komponen pengikat silang Pelapis pangan yang dapat lepas jika dipanaskan Polimer asam 1.6-heksandiamina (Nilon 6/66) Polimer ester asam 1. coupled with the trimethoxysilane 22 23 24 25 26 27 28 29 30 91 .4.4butanadiol. dan 1. 5sulfo-1. 3-dimethyl ester. sodium salt. heksametilena diisosianat Polimer ester asam 1.6)]dodecane-3.2-etanadiol Polimer asam heksandioat dengan heksahidro-2H-azepin-2-on dan 1.4-benzena dikarboksilat.2-etanadiol Poli(trisiklo[5.4benzena dikarboksilat. 3-dimethyl ester.0. 3dimetil ester.2-ethanediol.1. dimetil pentanadioat.4-Benzenedicarboxylic acid. sodium salt.05.55.4benzenedicarboxylate.co(tricyclo[6.2-ethanediol Hexanedioic acid.5-diyl-ethylene)-co(bicyclo[3.10-antrasendion. Solvent Violet 13) as pigment Epoxy resin coatings that also contain polyoxypropylenediamine as a cross linking component Hot-melt strippable food coatings 1. polymer with dimethyl 1.10-anthracenedione.6)]decane3.6)]dekana3.co(trisiklo[6.I. Poly(tricyclo[5.4.1. 1-hidroksi -4-((4-metilfenil) amino)(C. 5-sulfo-1.3. bergandengan dengan trimetoksisilan Epoxy resin coatings that also contain 9. dimethyl pentanedioate. and 1.3benzenadikarboksilat. dimethyl ester.5-diil-etilena)-co(bisiklo[3.0]octane-2. asam adipat.

produk reaksi dengan asam akrilat dan 2-etil-2[(2-propeniloksi)metil]-1.17 2.N'.N'-tetrakis(2hydroxyethyl)hexanediamide 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 2. Silicone acrylate resins Gum rosin Silica. dan tristearat Aluminum Aluminum and potassium silicate (mica) Aluminum hydrat Aluminum mono-.N'. Poly(vinyl fluoride) resins.17. hydrogenated Xylene-formaldehyde resins condensed with 4. with a topcoat of a polymer of hexamethyldisiloxane.1.1.4 –cyclohexanedimethanol Silicon Dioxide Hydrolized tetraethyl silicate N. 1. Nylon 6/12 resins Partial phosphoric acid esters of polyester resins. Siloxanes and silicones.4'isopropiliden difenol epiklorhidrin epoksi Resin nilon 6/12 Resin poliester yang sebagian daripadanya berupa ester asam fosfat Resin poli (vinil fluorida) Resin silikon akrilat Rosin gom Silika.N. ((ethenyldimethylsilyl) oxy)and ((trimethylsilyl) oxy)-modified Silicon Dioxide.05. and tristearate 92 .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 31 32 Resin hidrokarbon petroleum aromatik terhidrogenasi Resin ksilen-formaldehida dikondensasikan dengan resin 4. hydrogen-terminated. di-. reaction product with acrylic acid dan 2ethyl-2-[(2-propenyloxy)methyl]1.N. di-Me.3-propanediol .4'isopropylidenediphenolepichlorohydrin epoxy resins.N'-Tetrakis (2-hidroksietil) heksanadiamida Aromatic petroleum hydrocarbon resin. di-.1 Pewarna : Pewarna Plastik 1 2 3 4 Aluminium Aluminium dan kalium silikat (mika) Aluminium hidrat Aluminium mono-.3propanadiol 1.4 –Sikloheksana dimetanol Silikon dioksida Tetraetil silikat terhidrolisis N. dengan lapisan atas polimer heksametil disiloksana Siloksan dan silikon.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. hidrogen-terminal.55. dimetil. ((etenil dimetil silil) oksi) dan ((trimetil silil) oksi) termodifikasi Silikon dioksida.

10 d′e′f) diisokuinolin 1.4-dimetoksi fenil)3-hidroksi.4′-Bis(4-anilino-6-diethanol amine-a-triazin-2-ylamino)-2.(3sulfofenil). garam dinatrium Aluminum silicate (China clay) 4-[[5-[[[4-(Aminocarbonyl) phenyl] amino] carbonyl]. 2-((4.I. C.3-metil-5. kalsium dan/atau garam stronsium (1:1)(C.05.I.I.1H-pyrazol.2naphthalene-carboxamide (C.(3Sulfophenyl).I.I.Pigment Yellow 181) 7 8 Anthra(2. 4-((2-hidroksi.3-methyl-5.1.I. 2-((4.9H)tetron (C.I. Pigment Orange 79 (Benzoic acid.I. garam stronsium Asam benzoat .I.I.5.10 (2H. Pigment Red 187) N-[4-(Amino carbonyl)phenyl]-4-[[1[[(2. Pigment Violet 52) 4.I.3.Pigmen kuning 181) Antra (2. Pigment Yellow 212 Chemical Name: Benzoic acid.1.3.8.10d′e′f) diisoquinoline 1. Pigmen merah 187) N-[4-(Amino karbonil) fenil]-4-[[1[[(2.I.5dihydro.9H)tetron (C.3-dihydro-2-oxo-1Hbenz imidazol-5-yl)amino] carbonyl]-2oxo propyl]azo] benzamide (C.2-naftalenkarboksamida (C. strontium salt (1:1).4′-bis(4-anilino-6-dietanol amina-a-triazin-2-il amino)-2.10 (2H.5.(C.1H-pirazol.4dimethoxy phenyl)-3-hydroxy.6sulfo-1 –naftalenil)azo (C.4-il) azo)-. 4-((2-hydroxy. 2-((4.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 5 6 Aluminium silikat (kaolin) 4-[[5-[[[4-(Aminokarbonil) fenil] amino] karbonil].2-methoxy phenyl] azo]-N-(5-chloro-2.9 def : (6.8.5dihydro -3-methyl -5-oxo -1-(3sulfophenyl) -1H-pyrazol-4-yl)azo)-.I.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. C. Pigment Yellow 209:1) 2-Naphthalenesulfonic acid.2-metoksi fenil] azo]-N-(5-kloro-2.okso-1. 6hidroksi-5((4-metoksi-2sulfofenil)azo)-. 2-((4.3-dihidro-2-okso-1H benz imidazol-5-il) amino] karbonil]-2okso propil]azo] benzamida (C.55. strontium salt (1:1) C.5dihidro. garam stronsium (1:1). garam stronsium Asam n-oktil fosfonat . Pigment Yellow 209 dan C.oxo-1.5-Dihidro -3metil -5-okso -1-(3-sulfofenil) -1Hpirazol-4-il)azo).4-yl) azo)-.9def : (6. 6hydroxy-5((4-methoxy-2sulfophenyl)azo)-.titanium dioksida termodifikasi Asam 1-naftalen sulfonat .I. Pigmen kuning 212). Pigmen Orange 79) – (2:1)).2′stilbena disulfonat. (1:1).2′stilbene disulfonic acid. disodium salt 9 10 11 12 13 14 93 .I. Pigmen kuning 209 dan C.6-sulfo-1 – naphthalenyl)azo) –strontium salt (2:1)) n-octyl phosphonic acid (NOPA)modified titanium dioxide 1-naphthalenesulfonic acid. Pigment Violet29) C.I. Pigmen kuning 209:1) Asam 2-naftalenAsulfonat . calcium and/or strontium salt (1:1)(C. Pigmen Violet 52) Asam 4. Pigmen Violet 29) Asam benzoat.

5.4′-Bis(4-anilino-6 methyl ethanol amine-a-triazin-2 ylamino).2′stilbena.5-dimetil fenil) antra (2.I.4. 9H)-tetrone (C.5.6-trimethylphenyl) amino]-9.9-Bis(3.9-Bis(4-(fenilazo)fenil) antra (2.il]azo]5-metil benzenasulfonat . 2.9-bis(4-(phenylazo)phenyl) anthra (2.Pigment Yellow 191 4-Chloro-2-[[5-hydroxy-3-methyl-1(3-sulfophenyl)-1H-pyrazol-4yl]azo]-5-methyl benzenesulfonic acid.10(2 H.I. garam kalsium (1:1).8.Pigmen kuning 191) Asam 4-kloro-2-[[5-hidroksi-3-metil1-(3-sulfofenil)-1H-pirazol-4. 9H)-tetron (C.10(2 H.4-Bis[(2.3’-[(2-chloro-5methyl-1. garam dinatrium 2.1.2′stilbene disulfonic acid. 9H)-tetrone (C. (C.3.9-def:6.1.4-fenilena)bis[imino(1-asetil-2okso-2.garam diamonium Barium sulfat Bentonit Bentonit termodifikasi dengan ion 3-di metil dioktadesil amonium Benzamid.4.6-Bis(4-chlorophenyl)-2. 3.10(2H.1ethanediyl)azo]]bis[4-chloro-N-(3chloro-2-methylphenyl)-(9Cl) Iron oxides 4.1-etanadiil)azo]]bis[4-kloroN-(3-kloro-2-metilfenil)-(9Cl) Besi oksida 4.10(2H. Pigment 254) 1.5-dimethylphenyl) anthra(2.10-antrasen dion Dibutil sebakat 4-Chloro-2-[[5-hydroxy-3-methyl-1(3-sulfophenyl)-1H-pyrazol-4yl]azo]-5-methyl benzene sulfonic acid.I.9-bis(3.5-dihidropirolo[3. Pigment Red 178) 3. (C.10-anthracene dione Dibutyl sebacate 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 94 . Pigmen 254) 1. Pigmen merah 178) 3.I. calcium salt (1:1).10d’e’f’)diisokuinolin-1.4-c]pyrrole-1.55.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.8.8.10d’e’f’)diisoquinoline-1.1.05.3.I.dion (C. disodium salt 2.il]azo]5-metil benzena sulfonat.10d’e’f’)diisoquinoline-1.5dihydro-pyrrolo[3.4-Bis[(2.9-def: 6.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 15 Asam 4-kloro-2-[[5-hidroksi-3-metil1-(3-sulfofenil)-1H-pirazol-4.4-phenylene)bis[imino(1acetyl-2-oxo-2. 3.4′-Bis(4-anilino-6 metil etanol amina-a-triazin-2 ilamino).3.2. modified with 3-di methyl dioctadecyl ammonium ion Benzamide.5.4dione (C.3.3’-[(2-kloro-5-metil1.5. Pigment Red 149.6-trimetilfenil) amino]9.2.4.I. 9H)tetron (C.I.4-c] pirol-1.9-def:6.9-def:6.I.6-Bis(4-klorofenil)-2. diammonium salt (1:2): (CI Pigment Yellow 191:1 Barium sulfate Bentonite Bentonit.8.1. Pigmen merah 149) 2. (1:2): (CI Pigmen kuning 191:1.10-d’e’f’) diisokuinolin-1.

9-dimetil.4-dihydroxy-9.4′-bis(2benzoxazolyl) stilbenes with the major portion consisting of 4-(2benzoxa zolyl)-4′-(5-methyl-2 benzoxazolyl)stilbene and lesser portions consisting of 4. Pigment Red 277. 1.I.4dihidroksi-9.I.I.9-dimetilkuino[2.4′-bis(5-metil-2benzoksazolil) stilbena dan 4.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 28 5.9Dimetilkuinakridon Garam kalsium asam benzenasulfonat .10′-tetron 5. 4-[[1-[[(2metilfenil) amino]] karbonil]-2oksopropil]azo]-3-nitro-. Pigment Yellow 189 (Nickel titanium tungsten oxide) C.10 antrasendion dan 1. 2-((2-hydroxy-6 -sulfo-1 naphthalenyl)azo)-. 4-[[1-[[(2methylphenyl)amino]]carbonyl]-2oxopropyl]azo]-3-nitro-.I.4′-Diamino-[1.4′-bis(2-benzoxazolyl)sti CI Pigment red 38 (CI No 21120) D&C Red No.I. Pigmen kuning 62) Polimer ester asam etanadioat.4′bis(2 benzoksazolil) stilbena C.4′-bis(2-benzoksazolil) stilbena termetilasi dengan porsi terbesar terdiri dari 4-(2benzoksazolil)-4′-(5-metil-2 benzoksazolil) stilbena dan porsi sedikit 4. Pigment Yellow 163 C.I.10′-tetrone 29 30 31 32 33 34 35 36 37 95 .9Dimethylquinacridone. Pigment Red 122) also known as 2.10dihydroxy-1.3-b]acridine-7.I.I.3-dihidro-9.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.1′-bi antrasen]9.4-antrasendion. a solid solution of 1.10. 7 dan turunannya 4.12-dihidro2.3pentanediamine C. Pigmen merah 122). 1.3-dihydro-9.4′-Diamino-[1. Pigmen merah 277). dietil. dengan 2. 7 and its lakes 4.12-Dihidro-2. Benzenesulfonic acid.14dione (C.(C.9′.10dihidroksi-1. polymer with 2.I.I.1′-bi anthracene]9.9dimethylquino[2.12-Dihydro-2. (C.naphthalenesulfonic acid.9′. Pigmen kuning 189) Larutan dari padatan asam 1naftalensulfonat. garam stronsium Campuran 4. Pigmen merah 38 (CI No 21120) D&C merah No. 2-((2-hidroksi-6 sulfo-1 -naftalenil)azo).4′-bis(5methyl-2-benzoxazolyl)stilbene and 4.3-b] akridin-7.05. diethyl ester. (1:1).(C.55.3b]akridin-7. strontium salt (1:1) Mixed methylated 4.14-dion. (2:1). Ethanedioic acid.10.3-pentanadiamina C. (C.14-dion atau Kuino [2. Pigment Yellow 62). Pigmen kuning 163 Nikel titanium tungsten oksida (C.10 anthracenedione and 1.4-anthracenedione.5. juga dikenal sebagai 2. calcium salt (2:1).I.

4.4 yl)azo)benzene sulfonic acid.14-dion atau Kuino [2.5-Dimetil-1.10 (2H.9-dimetil.4phenylene)bis[imino-carbonyl(2hydroxy-3.I. 3H.1phenylene) bis(benzoxazole) 39 40 41 42 43 44 45 46 47 96 .3b] akridin-7.1fenilena azo)] bis[N-(2.2.12-dihydro-2.1phenyleneazo)]bis[N-(2.9-def: 6.9-Dimethylquinacridone 5-[(2.4.2′-(1.9dimethylquino[2.5-Dikloro-2-((5-hidroksi-3-metil-1(3-sulfofenil)-1H-pirazol.9H)-tetron (C.3′-[(2.8. bis(2-kloroetil) 2. methyl ester reaction product with pphenyllenediamine and sodium methoxide 3.2-Ethenediyldi-4.14-dione (C. Pigment Yellow 183) 2.14-dion.1-naftalendiil) azo]] bis[4metilbenzoat).5.4fenilena) bis[imino-karbonil(2hidroksi-3. Pigmen merah 202) 4. (C. juga dikenal sebagai 2. calcium salt(1:1).12-Dihidro-2.(C.2′-(1.I. (1:1).2-Etanadiil bis(oksi-2.5-Dimethyl-1.12-dihidro kuinon[2.1-fenilena) bis(benzoksazol) 5. Pigment Red 202) 4. Pigment Yellow 180) 2.4phenylene)bis[imino(1-acetyl-2oxo-2. bis(2-chloroethyl)ester 2.1 ethanediyl) azo]]bis[4chloro-N-(5-chloro-2methylphenyl)benzamid] 2.3′-[(2.I.9-Dimetil antra (2. Pigmen merah 179) 3.14-dion (C.3′-[(2.2-Etendiil di-4.14dione or Quino[2.2′-[1.5.3-b]acridine-7.6(1H.5-dimetil-1. Pigment Red 122) also known as 2.9-Dimethylanthra (2.55. Pigment Red 179) 3.8.10-d′e′f′)diisoquinoline1.I. metil ester dengan p-fenillendiamina dan natrium metoksida Ester asam 3.4.1-naphtalenediyl) azo]]bis[4-methylbenzoic acid).2-Ethanediylbis(oxy-2.4fenilena)bis[imino(1-asetil-2-okso2.1 etanadiil) azo]]bis[4-kloro-N-(5kloro-2-metilfenil)benzamida] Produk reaksi asam 2.3-Dihidro-6-metil-2-okso-1Hbenz imidazol-5-il)azo].12-dihidro2.I.5tetrakloro-6-sianobenzoat.5-Dimethyl-1.12-dihydro quinone[2.I.I.3′-[(2.1.I. 3H.3-b]acridine-7. 5H)-pirimidintrion 2.2′-[1. Pigmen merah 122).10d′e′f′)diiso kuinolin-1.I.6(1H.10 (2H.14dione.3b]akridin-7.3-b] akridin-7.5-Dichloro-2-((5-hydroxy-3methyl-1-(3-sulfophenyl)-1Hpyrazol.9-dimethyl(C.5.5.3-dihidro -2okso-1H-benz imidazol-5-il)]-3okso-butanamida (C. 5H)-pyrimidinetrione 2.9-Dikloro-5.9def:6.1. Pigmen kuning 180) 2.9H)-tetrone (C.9-dimetilkuino[2.3.3.4.4 il)azo)benzena asam sulfonat.3-dihydro 2-oxo-1H-benzimidazol-5-yl)]-3oxo-butanamide (C.12-Dihydro-2.9-Dichloro-5. Pigmen kuning 183) 2. garam kalsium(C.3.3.5-Tetrachloro-6cyanobenzoic acid.3-Dihydro-6-methyl-2-oxo-1Hbenzimidazol-5-yl)azo].05.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 38 5.I.9Dimetilkuinakridon 5-[(2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2.3-b]acridine-7.

4diyl)diimino]bis-9.3.I. Pigmen merah 276) Magnesium oksida Magnesium silikat (talk) 1.I.11-dichloro-5. dan 15:4. No.1′-[(6-Phenyl-1.I.4.0 bpm Kalsium silikat Kalsium sulfat Kalsium karbonat Kaolin-termodifikasi Karbon hitam Kobalt aluminat Krom antimoni titanium rutil kuning muda hingga oranye (C.I.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. (1:1). and benzo[a]pyrene not to exceed 5. 15:2.I. No. CI No. 15:1. strontium salt (1:1) dan 2-naphthalenesulfonic acid.I. 77288) Kuino (2. No. 14dione. C.10-antrasen dion Biru ftalosianin (C.5-triazine-2. 14dion. (CIpigment green 7. 74260) High-purity furnace black containing total polynuclear aromatic hydrocarbons not to exceed 0.I.1′-[(6-fenil-1. 74260) Hitam tanur dengan kemurnian tinggi yang mengandung hidrokarbon aromatik polinuklir tidak lebih dari 0.12-dihidroLarutan asam 2-naftalensulfonat. 15:3. 5(((5-kloro -4-metil-2.I.5 bpj. 5-((4-kloro -5-etil -2-sulfofenil) azo) -6-hidroksi)-. 5-((4-chloro -5-ethyl -2sulfophenyl) azo) -6-hydroxy)-. garam stronsium (C. (1:1) dan garam stronsium asam 2naftalensulfonat .4. Pigmen biru 15. C.0 parts per billion Ca silicat Ca sulfat Ca carbonat Kaolin-modified Carbon black Cobalt aluminat Chrome antimony titanium buff rutile (C. dan 15:4. 15:3.3-b)acridine-7. Pigment Green 17. strontium salt(1:1) (C.I.55. 77288) Quino(2. Cr2O3 (C. C.I. Pigment Red 276) Magnesium oxide Magnesium silicate (talc) 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 97 . CI No. Pigmen hijau 17.5-triazin-2. 74160 Phthalocyanine green. 15:1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 48 1.sulfophenyl) azo) -6-hydroxy)-.11-dikloro-5. dan benzo[a]piren tidak lebih dari 5. C. Cr2O3 (C.I.sulfofenil) azo) -6-hidroksi)-.10anthracenedione Phthalocyanine blue (C. Pigmen coklat 24) Kromium oksida hijau.3. 5-(((5chloro -4-methyl-2.12-dihydroA solid solution of 2naphthalenesulfonic acid. No.I. 15:2. pigment blue 15. Pigment Brown 24) Chromium oxide green.5 parts per million.05.4-diil) diimino] bis-9. 74160) Hijau ftalosianin (CI Pigmen hijau 7.3-b)akridin-7.

basa-terhidrolisis (Pigmen kuning 382E) Piromelitik dianhidrat Poli(asam 12-hidroksistearat) dengan ujung asam stearat Polimer ester asam 1. (CI Pigmen violet 19. CI No 73900) Zinc carbonate Zinc chromate Zinc oxide Zinc sulfide Sienna (raw and burnt) Silica Diatomaceous earth 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 98 .4-Cyclohexanedicarboxylic acid. 70 to 95 percent. 2hydroxy-3-phenoxypropyl ester Quinacridone red.3-pentanediamine. 2-(3hydroxypropyl)-6-[(3hydroxylpropyl)amino]-1Hbenz[de]isoquinoline-1.6-bis[(4-methylphenyl)amino]-5[[2-(trifluoromethyl). 2-hidroksi-3fenoksipropil Quinakridon merah. basehydrolyzed (Pigment Yellow 382E) Pyromellitic dianhydride Poly(12-hydroxystearic acid) endcapped with stearic acid 1. (CI Pigmen kuning 53) Pigmen metalik terdiri atas serpih kaca borosilikat (70 .phenyl]azo] Pyrimido(5.95 % b/b) dilapis dengan logam perak murni (5 .3pentanadiamina.3-(2H)dione and 1.8tetramina.4-g) fteridin-2.4.4sikloheksan dikarboksilat dengan ester 1.4methylbenzenesulfonate.4cyclohexanedimethanol. 3-Pyridinecarbonitrile.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 64 65 66 67 Mangan amonium pirofosfat (Mangan ungu) 7-(2H-Nafto[1.8tetramine.2-d]triazol-2-yl)-3phenylcoumarin Nickel antimony titanium yellow rutile. polymer with 1.4.6.6.4-sikloheksan dimetanol.4-metilbenzena sulfonat.4-g)pteridine-2. 5 to 30 percent by weight. coated with pure silver metal. 4-methyl2.3-(2H)-dion dan 1.fenil]azo] Pirimido (5.6bis[(4-metilfenil) amino]-5-[[2(trifluorometil). 2(3-hidroksipropil)-6-[(3hidroksilpropil)amino]-1H-benz [de] isoquinolin-1. (CI Pigment Yellow 53) Metallic pigment comprised of borosilicate glass flakes.55.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. (CI Pigmen ungu 19.05.2-d] triazol-2-il)-3fenil kumarin Nikel antimoni titanium kuning rutil.30 % b/b) 3-Piridin karbonitril. 4-metil-2. CI No 73900) Seng karbonat Seng kromat Seng oksida Seng sulfida Sienna (mentah dan dibakar) Silika Tanah Diatomeae Manganese Violet (manganese ammonium pyrophosphate) 7-(2H-Naphtho[1.

dioxo1H-inden-2yl) -8-quinolinyl]-1Hisoindole-1.5.4.2′-(2. [C.3.4.16.25decachloro-29H.22.7tetra chloro-2.1′.N31. No. CI Pigmen kuning 138 Timah (IV) oksida Timah antimoni oksida juga dikenal sebagai timah antimoni kasiterit abu-abu Titanium dioksida Titanium dioksida-barium sulfat Titanium dioksida-magnesium silikat 2.17.3 (2H)-dion.3-di hydro-1.05. juga disebut garam triisopropanolamina dan asam suksinat Campuran asam propanoat.diokso1H-inden-2il) -8-kuinolinil]-1Hisoindol-1.5.10.1′′-nitrilotris [2-propanol] (1:1) 83 84 85 86 87 88 89 90 91 2. Pigmen hitam 28 Tembaga.I. C.3.C.2 Pendispersi Pigmen (Pigment Dispersant) 1 2 3 4 99 .C-tetrachloro-29H.1′.31Hphthalocyanato(2-)N29.15.N32)-. compd.24heksabromo2. also called salt of triisopropanolamine and succinic acid). CI Pigment Yellow 138 Tin(IV) Oxide Tin antimony oxide. [C.1'.(1.11. Titanium dioxide Titanium dioxide-barium sulfate Titanium dioxide-magnesium silicate 2.9.8.15.(1.N32] Tembaga.2′-(2.17.22.7-Tetra chloro-2-[2-(4.1"-nitrilo tris[2propanol].C. C. Propanoic acid. compd with 1.C.1′′-nitrilotris [2propanol] (1:1) Copper chromit black spinel. N31.9.5.N32] Copper. 31H-ftalosianinato(2-)-N29.31H-ftalosianat(2-)29.3. N30.N30.1'.N30.(SP-4-2)4.17.6. 3 hidroksi-2 (hidroksi metil)-2-metildengan 1.6. Pigment Black 28 Copper.7-Tetra kloro-2-[2-(4.25dekakloro-29H.24-hexabromo2. 31H-phthalocyaninato(2-)-N29.16.3 (2H)-dion.3-di hidro-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 81 82 Tembaga kromit hitam spinel.11.10.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.7tetra kloro-2.N31. 3 hydroxy-2 (hydroxymethyl)-2-methyl-.6.5-Tiofendiil)-bis(5-tert-butil benzoksazol) Ultramarin Asam dimetilolpropionat Asam lemak minyak tal terfosforilasi Campuran asam butanadioat dengan 1.23. N31.(SP-4-2) 4.I.1.3.C.5.C-tetrakloro-29H.1"-nitrilotris[2-propanol] (CAS Reg.N32)-.462110-48-1.6.8.23.5-Thiophenediyl)-bis(5-tertbutylbenzoxazole) Ultramarines Dimethylolpropionic acid Phosphorylated tall oil fatty acids Butanedioic acid. The food contact substance is also known as tin antimony gray cassiterite. N30. with 1.55.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

5 6

Kopolimer n-butil metakrilat dan iso-butil metakrilat Kuino (2,3-b)akridin-7,14-dion,5,12dihidro-, derivat (1,3-dihidro-1,3diokso-2H-isoindol-2-il)metil Pirolo (3,4-c) pirol-1,4-dion,2,5dihidro-3,6-bis (4(oktadesiltio)fenil)Poli (asam 12-hidroksi stearat) dengan ujung mengikat asam stearat 1,3-Propanadiol, 2-etil-2-(hidroksi metil) Siloksan dan silikon, dimetil Siloksan dan silikon; setilmetil, dimetil, metil 11-metoksi-11- okso undesil Trimetiloletana Trimetilolpropana

Copolymer of n-butyl methacrylate and iso-butyl methacrylate Quino(2,3-b)acridine-7,14dione,5,12-dihydro-,(1,3-dihydro1,3-dioxo-2H-isoindol-2-yl)methyl derivatives Pyrrolo(3,4-c)pyrrole-1,4-dione,2,5dihydro-3,6-bis(4(octadecylthio)phenyl)Poly(12-hydroxystearic acid) endcapped with stearic acid 1,3-Propanediol, 2-ethyl-2(hydroxymethyl) Siloxanes and silicones, di-Me Siloxanes and silicones; cetylmethyl, dimethyl, methyl 11methoxy-11- oxoundecyl Trimethylolethane Trimethylolpropane

7

8

9 10 11

12 13

2.2

LOGAM
No 2.2.1 Bahan Tambahan Antikorosi No Nama Bahan Senyawa Nama Inggris

1

Campuran disikloheksilamina dan garam asam lemak nabati dan hewani Campuran morfolin dan garam asam lemak nabati dan hewani Campuran polietilena glikol (400) monooleat dan polietilena glikol (400) dioleat (dengan perbandingan 49:34 %b/b) Disikloheksilamina nitrit Polietilena glikol (400) monooleat

Dicyclohexylamine and salts of fatty acids derived from animal and vegetable Morpholine and salt of fatty acids derived from animal and vegetable Campuran 49% berat polyethylene glycol (400) monooleate dan 34% berat polyethylene glycol (400) dioleate Dicyclohexylamine nitrite Polyethylene glycol (400) monooleate

2 3

4 5

100

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

No Nama Bahan

Senyawa Nama Inggris

6
2.2.2 Pelumas Permukaan dalam Pembuatan Barang Terbuat dari logam

Propilena glikol α–Alkil–ω–hidroksipoli (oksietilena) hasil kondensasi 1 mol alkohol primer rantai lurus (C12 - C15) dengan rata-rata 3 mol etilena oksida Asam etilenadiaminatetra asetat, garam natrium α-Butil-ω-–hidroksipoli (oksietilena)-poli (oksipropilena) α–Butil– ω –hidroksipoli (oksipropilena) Benzotriazol Bis(alkil tal terhidrogenasi ) amino etanol Bis(alkil tal terhidrogenasi )amina Campuran alkohol sintetis rantai lurus dan bercabang Di(2-etilheksil) ftalat Dietil ftalat Dietilena glikol mono butil eter Dimer, trimer, dan/atau sebagian ester metil; seperti dimer dan trimer adalah asam lemak C18 tidak jenuh dari lemak hewan dan nabati dan minyak dan/atau minyak tal Di-n-oktil sebakat Ester asetat dihasilkan dari alkohol rantai lurus sintetis Ester metil dari asam lemak (C16– C18) yang dibuat dari lemak dan minyak nabati dan hewani Ester metil dari asam lemak minyak kelapa Isopropil alkohol

Propylene glycol as adjuvant alpha–Alkyl–omega– hydroxypoly(oxyethylene) produced by the condensation of 1 mole of C12-C15 straight chain primary alcohols with an average of 3 moles of ethylene oxide Etilendiaminetetraacetic acid, sodium salts . a-Butyl-Ω-–hydroxypoly (oxyetilen)poly (oxypropylene) a–Butyl–Ω–hydroxypoly (oxypropylene) Benzotriazole Bis(hydrogenated tallow alkyl) amino ethanol Bis(hydrogenated tallow alkyl)amine Synthetic alcohol mixture of straight-and branched-chain alcohols Di(2-ethylhexyl) phthalate Diethyl phthalate Dietilen glycol mono butylether Dimers, trimers, and/or their partial methyl esters; such dimmers and trimers are of unsaturated C18 fatty acids derived from animal and vegetable fats and oils and/or tall oil Di-n-octyl sebacate . Acetate esters derived from synthetic straight chain alcohols Methyl esters of fatty acids (C16– C18) derived from animal and vegetable fats and oils Methyl esters of coconut oil fatty acids . Isopropyl alcohol

1

2 3 4 5 6 7 8

9 10 11 12

13 14 15

16 17

101

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

No Nama Bahan

Senyawa Nama Inggris

18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33
2.2.3 2.2.3.1 Pemodifikasi : Bahan pembentuk rantai berikat silang untuk pelapis poliester pada substrat logam Lain-Lain

Isopropil laurat Isopropil oleat Isotridesil alkohol, teretoksilasi α–Lauroil–ω–hidrokspoli (oksietilena) BM minimum 200 N,N-bis(2-hidroksietil) butilamina Natrium nitrit Natrium petroleum sulfonat Polibutena terhidrogenasi Polietilena glikol (400) monostearat Poliisobutilena (BM minimum 300) Polivinil alkohol Produk reaksi silan, diklorodimetildengan silika Tal amina terpolioksietilasi (5 mol) Tal tersulfonasi
Tert-Butil alkohol

Isopropyl laurate Isopropyl oleate Isotridecyl alkohol, ethoxylated a–Lauroyl–Ω–hydroxpoly (oxyetilen) BM minimum 200.
N,N-Bis(2-hydroxyethyl) butylamine

Sodium nitrite Sodium petroleum sulfonate Polybutene hydrogenated polietilen glycol (400) monostearate . Polyisobutylene (minimum molecular weight 300) Polyvinil alkohol Silane, dichlorodimethyl-, reaction product with silica Polyoxyethylated (5 moles) tallow amine Tallow, sulfonated
Tert-Butyl alcohol

Trietanolamina

Trietanolamin

1

N,N,N',N'-tetrakis(2hidroksietil)heksanadiamida

N,N,N',N'-tetrakis(2hydroxyethyl)hexanediamide

2.2.3.2

1

Campuran yang mengandung asam peroksiasetat, hidrogen peroksida, asam asetat, lhidroksietilidena-1,l-asam difosfonat dan air

A mixture containing peroxyacetic acid, hydrogen peroxide, acetic acid, l-hydroxyethylidene-1,ldiphosphonic acid (HEDP), and water

102

2-Benz isotiazolin-3-on Bis(1.5-Bis(bromoasetoksimetil) mdioksana 1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.1 2. 5-Chloro-2 .4-bromoasetoksi)-2-butena 2.3-diol β-Bromo-β-nitrostyrene Butlylene oxide.2-Bis(monobromoacetoxy) ethane Bis(trichloromethyl)sulfone Bromine chloride (BrCl) 4-Bromoacetoxymethyl-mdioxolane 2-Bromo-4′-hydroxyacetophenone .3 KERTAS DAN KARTON No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 2.2-Benzisothiazolin-3-one Bis(1.6-Bis(dimetilaminometil) sikloheksanon Alkenil (C16–C18) dimetiletilamonium bromida 5. 1. 2-Bromo-2-nitropropane-1.3.4 isothiazolin-3-one calcium chloride and 2-methyl-4-isothiazolin-3-one calcium chloride mixture at a ratio of 3 parts to 1 part 103 .1 PANGAN SECARA UMUM Antimikroba 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Alkenil (C16–C18) dimetiletilamonium bromida n-alkil (C12–C18) dimetilbenzil amonium klorida Asam levulinat terklorinasi Aseton 1.3-diol β-Bromo-β-nitrostirena Butilena oksida Campuran 5-kloro-2-metil-4isotiazolin-3-on kalsium klorida dan 2-metil-4-isotiazolin-3-on kalsium klorida dengan rasio 3:1 Alkenyl (C16–C18) dimethyl ethylammonium bromide n-Alkyl (C12–C18) dimethyl benzyl ammonium chloride Chlorinated levulinic acids Acetone 1.55.4-bromoacetoxy)-2-butene 2.05.1.5-Bis(bromoacetoxymethyl) mdioxane .3.methyl .6-Bis(dimethylaminomethyl) cyclohexanone Alkenyl (C16–C18) dimethyl ethylammonium bromide 5.2-Bis(monobromoasetoksi) etana Bis(triklorometil)sulfon Bromin klorida (BrCl) 4-Bromoasetoksimetil-mdioksolan 2-Bromo-4′-hidroksiasetofenon 2-Bromo-2-nitropropana-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 2.

3.N-Dimetilformamida 5. 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 n-Dialkil (C12–C18) benzilmetil amonium klorida 1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5-Dimetil 1.2Htetrahydrothiadiazine-2-thione Disodium cyanodithioimido carbonate.2Htetrahidrotiadiazin-2-tion Dinatrium sianoditioimido karbonat Dodesil ftalat n-Dodesilguanidina hidroklorida Etanolamina Etilendiamina Etilena glikol Glutaraldehida 2-(p-Hidroksifenil) glioksilohidroksimoil klorida 2-Hidroksipropil metantiol sulfonat 104 . n-Dialkyl (C12–C18) benzylmethylammonium chloride 1.5-dimethyl hydantoin 4-(Diiodomethylsulfonyl) toluene Dipotassium and disodium ethylenebis(dithiocarba-mate) 4. Dodecyl phthalate n-Dodecylguanidine hydrochloride Ethanolamine Ethylenediamine Ethylene glycol Glutaraldehyde 2-(p-hydroxyphenyl) glyoxylohydroximoyl chloride 2-Hydroxypropyl methanethiol sulfonate.2-n-octyl-3(2H)isothiazolone N.3-Dibromopropionaldehida Dibutil ftalat Didesil ftalat 1. Dibutyl phthalate Didecyl phthalate 1.05.5-dichloro.2-Dibromo-3nitrilopropionamida 2.3-Dihalo-5.5-Dimetilhidantoin 3.5-Dimethylhydantoin (DMH) 3.2-Dibromo-2.4-disianobutana 2. and 5-9 weight-percent sodium bromide.3-Dibromopropionaldehyde .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 19 Campuran natrium dikloroisosianurat (85-94 % b/b) dan natrium bromida (5-9 % b/b) Sodium dichloroisocyanurate and sodium bromide mixture containing 85-94 weight-percent sodium dichloroisocyanurate.4-dicyanobutane 2.5.N-Dimethylformamide 5.3-Dihalo-5.2-Dibromo-2.2-n-oktil-3(2H)isotiazolon N.5-dimetil hidantoin 4-(Diiodometil sulfonil) toluena Dikalium dan dinatrium etilena bis (ditiokarbamat) 4.5-Dikloro.5-Dimethyl 1.2-Dibromo-3-nitrilopropionamide 2. 2-dithiol-3-one 4. 2-ditiol-3-on 4.55.5.3.5-dichloro-1.5-Dikloro-1.

and tripropilene glycol Sodium 2-mercaptobenzothiazole Sodium dimethyldithiocarbamate Sodium pentachlorophenate Sodium trichlorophenate 2-Nitrobutyl bromoacetate N-[a-(Nitroethyl)benzyl] ethylenediamine 2-Pyridinethiol-1-oxide.3.3tetramethylbutyl)-o-phenylene]] bis[omega-hydroxypoly (oxyethylene)] Methylenebisthiocyanate .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55. sodium salt 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 105 .1. 2-Methyl-4-isothiazolin-3-one N-methyl-2-pyrrolidone Monomethyl ether mono-. di-.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 Kalium 2-merkaptobenzotiazol Kalium N-hidroksi metil-Nmetilditiokarbamat Kalium N-metilditiokarbamat Kalium pentaklorofenat Kalium triklorofenat Klorin dioksida Kloroetilenabistiosianat Klorometil butanatiol sulfonat Larutan amonium bromida 35% Larutan 2-metil-4-isotiazolin-3-on 20 % Merkaptobenzotiazol Metilenabisbutanatiolsulfonat α.3tetrametil butil)-o-fenilena]] bis[ωhidroksipoli (oksietilena)] 2-Metilena bistiosianat 2-Metilena-4-isotiazolin-3-on N-Metil-2-pirolidon Monometil eter mono-.α′-[Metilena bis[4-(1. Potassium N-hydroxymethyl-Nmethyldithiocarba-mate Potassium Nmethyldithiocarbamate Potassium pentachlorophenate Potassium trichlorophenate Chlorine dioxide Chloroethylenebisthiocyanate Chloromethyl butanethiol sulfonate 35 percent Ammonium Bromide Solution 2-Methyl-4-isothiazolin-3-one as a 20 percent solution. garam natrium Potassium 2mercaptobenzothiazole.1. di-. dan tripropilen glikol Natrium 2-merkaptobenzotiazol Natrium dimetilditiokarbamat Natrium pentaklorofenat Natrium triklorofenat 2-Nitrobutil bromoasetat N-[a-(Nitroetil) benzil] etilena diamina 2-Piridinatiol-1-oksida.a′-[Methylenebis[4-(1. 2-Mercaptobenzothiazole Methylenebisbutanethiolsulfonate a.3.

6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 67 68 Produk reaksi nonilfenol dengan 9 .Htetrahidrotiadia-zin-2-tion Kompleks natrium nitrat-urea Nonylphenol reaction product with 9 to 12 molecules of ethylene oxide Octylphenol reaction product with 25 molecules of propylene oxide and 40 molecules of ethylene oxide Silver fluoride Silver nitrate Cupric nitrate 1.1.8-Tetraazatricyclo-[6.55.3.3.1.5-Dikloro.6] dodekana Tetrakis (hidroksimetil) fosfonium sulfat 3.3.4.2.5-dimetilhidantoin (1:1) 4.3-bis(hidroksimetil)5.1.5-dichloro.2.5dengan 1.5-Dimethyl-1.1.4 2.6.2-n-octyl-3(2H)isothiazolone 3.5dimethylhydantoin.5.1.3.1-dioxide 2-(Thiocyanomethylthio) benzothiazole Vinylene bisthiocyanate Hydroxymethyl-5.1.3.6.6] dodecane Tetrakis(hydroxymethyl)phosphoni um sulfate 3.2-n-oktil-3(2H)isotiazolon 3.4-Tetraklorotetra hidrotiofen-1.8-Tetraazatrisiklo[6.05. garam dinatrium (35-60 %). 10-60% hydroxysulfinoacetic acid and 0-40% sodium sulfit Sodium sulfate salt of ethoxylated and isoundecyl alcohol (C11) 2 106 . disodium salt.5-Dimetil-1. asam hidroksisulfinoasetat (10-60 %) dan natrium sulfit (0-40 %) Garam natrium sulfat dari alkohol teretoksilasi dan isoundesil alkohol (C11) A mixture of 35-60% hydroxysulfinoacetic acid.5dimethylhydantoin (MMDMH) (1:1) 4.12 mol etilena oksida Produk reaksi oktilfenol dengan 25 mol propilena oksida dan 40 mol etilena oksida Perak fluorida Perak nitrat Tembaga (II) nitrat 1.13.3.3 2.4.3.3-bis(hydroxymethyl)-5.1 Pemlastis (Plasticizer) Pemodifikasi : Pengemulsi / surfaktan pada produksi pelapis kertas dan karton 1 1 Campuran asam hidroksisulfinoasetat.4.4-Tetrachlorotetra hydrothiophene-1.3. mixture with 1.Htetrahydrothiadia-zine-2-thione Sodium nitrate-urea complex 69 70 71 72 73 74 75 76 2.3.5.1-dioksida 2-(Tiosianometiltio) benzotiazol Vinilen bistiosianat Campuran hidroksimetil-5.13.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3.2 Pengawet 1 2 3 2.

N-dietilaminoetil metakrilat.N-diethylaminoethyl methacrylate. garam natrium Asam perfluoropolieter dikarboksilat. 2hydroxyethylmethacrylate.55. 2-hidroksietil metakrilat. This substance is also known as: phosphate esters of ethoxylated perfluoroether. 2-N. 2-N. Copolymers of 2-perfluoroalkylethyl acrylate. Bahan ini juga dikenal sebagai : ester fosfat dari perfluoroeter teretoksilasi. asam 2.2dimethylolpropionic acid .1.3.2'ethylenedioxydiethyldimethacrylate 4 2. dan asam metakrilat Kopolimer polifluorooktil metakrilat. Diphosphoric acid.3. polymers with ethoxylated reduced Me esters of reduced polymerized oxidized tetrafluoroethylene. isophorone diisocyanate . 2-N. garam amonium Polimer asam difosfat dengan ester metil tereduksi teretoksilasi dari tetrafluoretilena teroksidasi terpolimerisasi tereduksi. and triethylamine Copolymers of 2-perfluoroalkylethyl acrylate. garam natrium α-Sulfo-ω-(dodesiloksi) (polioksietilena). dan 2. 2-N.05. dan glisidil metakrilat. 2. 2-N.N-diethylaminoethyl methacrylate.N-dietilaminoetil metakrilat.3 Perlakuan Tahan Minyak/ Gemuk/ Air (As an Oil/ Grease/ Water Resistant Treatment) 1 2 3 107 . sodium salt Alpha-sulfo-omega(dodecyloxy)(polyoxyethylene) sodium salt Perfluoropolyether dicarboxylic acid. yang dibuat dengan mereaksikan perfluoroeter diol teretoksilasi dengan fosfor pentoksida atau asam pirofosfat Resin anionik poliuretan terfluorinasi yang dihasilkan dengan mereaksikan perfluoropolieter diol. 2-N.Ndiethylaminoethylmethacrylate. acrylic acid. glycidyl methacrylate. and methacrylic acid Copolymer of polyfluorooctyl methacrylate. and 2.4. and glycidyl methacrylate.N-dietilaminoetil metakrilat.2'-etilena dioksidietil dimetakrilat Polyethylene glycol monoisotridecyl ether sulfate. ammonium salt.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. dan glisidil metakrilat Kopolimer 2-perfluoroalkiletil akrilat.2dimetilolpropionat.4.2 Anti air/ minyak (As a water or oil repellent) 1 2 3 2. asam akrilat. dan trietilamina Kopolimer 2-perfluoroalkiletil akrilat. isoforon diisosianat. prepared by reaction of ethoxylated perfluoroether diol with phosphorous pentoxide or pyrophosphoric acid Fluorinated polyurethane anionic resin prepared by reacting perfluoropolyether diol .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 3 Polietilena glikol mono-isotridesil eter sulfat.1.

4.05. dehydroiodinated. reaction products with 1.4.4 Bahan Rentan Mikrowave berbasis kertas aramid (A Microwave Susceptor Base Aramid Paper) Pemodifikasi pati untuk industri (Modified Starch for Industry) 1 2 2.6tridecafluoro-6-iodohexane.5. dehydrogenated. produk reaksi dengan epiklorhidrin dan trietilentetramina Produk reaksi 2-propena-1-ol dengan 1.3.4. reaction product with epichlorhydrin and triethylenetetramine 2-propen-1-ol.3.3.3.5 1 Akrilamida dan [2(metakriloiloksi) etil]trimetilamonium metil sulfat Amonium persulfat Asam fosfat β-Dietilaminoetil klorida hidroklorida Dimetilaminoetil metakrilat Dimetilol etilena urea 2. Polyethylene glycol (400) monolaurate Polyoxyethylene (4) lauryl ether 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 108 .2.6. dengan telomer pentafluoroiodoetenatetrafluoroetilena.3.1.4.5.1.4.55.6tridekafluoro-6-iodoheksana.2.3Epoxypropyltrimethylammonium chloride Ethylene oxide (4-Chlorobutene-2) trimethylammonium chloride Polyethylene glycol (400) dilaurate.1. produk reaksi dengan epiklorohidrin dan trietilenatetramina Poli(isoftaloil klorida/mfenilenadiamina) Poli (terftaloil klorida/pfenilenadiamina) 2-propen-1-ol. reaction products with epichlorohydrin and triethylenetetramine Poly(isophthaloyl chloride/mphenylene diamine) Poly(terephthaloyl chloride/pphenylene diamine) 5 2.4. reaction products with pentafluoroiodoethenetetrafluoroethylene telomer.1.1.2. terdehidrogenasi.5.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 4 Produk reaksi 2-propena-1-ol.3. terdehidroiodinasi.1.2.6.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3-Epoksipropil trimetilamonium klorida Etilena oksida (4-Klorobutena-2) trimetilamonium klorida Polietilena glikol (400) dilaurat Polietilena glikol (400) monolaurat Polioksietilena (4) lauril eter Acrylamide and [2(methacryloyloxy) ethyl]trimethylammonium methyl sulfate Ammonium persulfate Phosphoric acid β-Diethylaminoethyl chloride hydrochloride Dimethylaminoethyl methacrylate Dimethylol ethylene urea 2.5.

4.2'ethylendioxydiethyldimethacrylate Copolymer of 2-perfluoroalkylethyl acrylate.6 Bahan Tambahan Pengkelat (Chelating agent) No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 1 2 3 4 5 6 7 8 Amonium fruktoheptonat Amonium glukoheptonat Dinatrium etilenadiamina tetraasetat Garam pentanatrium dari dietilenatriamina pentaasetat Natrium fruktoheptonat Natrium glukoheptonat Tetranatrium etilenadiamina tetraasetat Trinatrium N-hidroksietil etilena diamina triasetat Produk reaksi asam 3sikloheksana-1-karboksilat. and glycidyl methacrylate A copolimer of polyfluorooctyl methacrylate. reaction products with epichlorohydrin and triethylenetetramine 2.N-diethylaminoethyl methacrylate.1. reaction products with pentafluoroiodoethanetetrafluoroethylene telomer. ammonium salts.7 Bahan Pendarihan Anti Minyak (Oil repellent sizing agent) 1 2 3 4 5 109 . 2-N. 2-N. 2-N. acrylic acid and methacrylic acid 2-Propen-1-ol. 2hidroksietil metakrilat dan 2.Ndietilaminoetil metakrilat. produk reaksi dengan epiklorohidrin dan trietilenatetramina Ammonium fructoheptonate Ammonium glucoheptonate Disodium ethylenediamine tetraacetate Pentasodium salt of diethylenetriamine pentaacetate Sodium fructoheptonate Sodium glucoheptonate Tetrasodium ethylenediamine tetraacetate Trisodium N-hydroxyethyl ethylenediamine triacetate 3-cyclohexane-1-carboxylic acid.1. (1R.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.6R) dengan telomer pentafluoroiodoetanatetrafluoroetilena.3.Ndiethylaminoethylmethacrylate.2'etilendioksi dietildimetakrilat Kopolimer 2-perfluoroalkil etil metakrilat.55. (1R.3. 6((di-2-propenylamino)carbonyl)-.N-dietilaminoetil metakrilat dan glisidil metakrilat Kopolimer 2perfluorooktilmetakrilat. reaction products with pentafluoroiodoethanetetrafluoroethylene telomer. asam metakrilat dan asam akrlat Produk reaksi 2-propena-1-ol. dehydroiodinated. glisidil metakrilat. Copolymer of 2-perfluoroalkylethyl acrylate.N-diethylaminoethyl methacrylate.N-dietilaminoetil metakrilat.05. and glycidyl methacrylate. dengan telomer pentafluoroiodoetanatetrafluoroetilena terdehidroiodinasi. 6((di-2-propenilamino)karbonil)-.4. 2-N.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2. 2-N.6R). 2-N. garam amonium Kopolimer 2-perfluoroalkil etil metakrilat. 2hydroxyethyl methacrylate and 2.

3.2etanadiamina.5. chloride or sulfate salts.6tridecafluoro-6-iodohexane.3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. b) formamide. hidroklorida Resin poliamidoaminaetilenaimin-epiklorohidrin yang dibuat dengan mereaksikan asam heksanadioat. dehydroiodinated. (chloromethyl)oxirane. and polyethylene glycol. 1.2. Nethenyl-. b) polimer formamida.1.10. etilenaimin(aziridin).1.5. homopolymer. N. N-(2-aminoetil)1.2. ethenyl-.6.05.2etandiil bis-1.7.3-propanadiamina.4.8 Bahan Penolong sebagai Penahan Digunakan sebelum Proses Pembentukan Lembaran dalam Manufaktur Kertas dan Karton yang Bersentuhan dengan Pangan (Retention aid employed prior to the sheet-forming operation in the manufacture of food-contact paper and paperboard) 1 2 Polimer dialildimetil amonium klorida dengan akrilamida Poli-1.2. dan sebagian dinetralkan dengan asam sulfat atau asam format Amil alkohol Asam 12-hidroksi stearat Asam Dodesilbenzena sulfonat Asam etilenadiamina tetraasetat.4.4.13-pentaaza-15hydroxyhexadecane Poly(N-vinylformamide).3. c) homopolimer formamida. ethyleneimine(aziridine).5.3.55. N-etenil dengan etanamina HCl. hydrochloride .6.N"-1.4.4. 20-100 percent hydrolyzed.3. 1.1.2ethanediylbis-1.1.2ethanediamine.6tridekafluoro-6-iodoheksana. produk reaksi dengan epiklorohidrin dan trietilenatetramina Pati industri dimodifikasi dengan 2.N"-1.4. reaction products with 1.5. dengan etanamina sulfat. dan polietilena glikol.4.3epoxypropyl trimethylammonium chloride Diallyldimethylammonium chloride polymer with acrylamide Poli-1. hydrochlorides Polyamidoamine-ethyleneimineepichlorohydrin resin prepared by reacting hexanedioic acid. terhidrolisis.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 6 Produk reaksi 2-propena-1-ol.3-propanediamine. Zat ini secara spesifik dikenal sebagai a) polimer formamida.3-epoksipropil trimetil amonium klorida antara 5-21 % (b/b) 2-propen-1-ol.13-pentaaza-15hidroksiheksa dekana Poli(N-vinilformamida).1. N-etenil. The FCS is specifically known as one of the following: a) formamide. etenil.3-propanediamine.1. sulfate.4. (klorometil) oksiran. and partly neutralized with sulfuric acid or formic acid Amyl alcohol 12-Hydroxystearic acid Dodecylbenzene sulfonic acids Ethylenediamine tetraacetic acid tetrasodium salt 2. polymer with ethanamine.9 Penghilang Busa (Defoamer) 1 2 3 4 110 . terdehidroiodinasi. hydrolyzed. garam klorida atau sulfat. polymer with ethanamine. dengan 1. N-ethenyl-. and c) formamide. terhidrolisis 20-100%. reaction products with epichlorohydrin and triethylenetetramine Industrial starch modified by treatment with greater than 5% and not more than 21% by weight 2.2.10.3. N-(2-aminoethyl)1. garam tetranatrium 3 4 5 2.3-propanadiamina. N.

Coconut oil. Fatty triglycerides. and dimers derived therefrom: Beef tallow. Peanut oil. 2. Mustardseed oil. Dimethylpolysiloxane.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Cottonseed oil. asam lemak dan lemak trigliserida diturunkan dari padanya : Tal sapi Minyak jarak Minyak kelapa Minyak jagung Minyak biji kapas Minyak ikan Minyak biji rami Minyak biji mustard Minyak kelapa sawit Minyak kacang tanah Minyak minyak biji sesawi Minyak kulit padi Minyak kedelai Minyak ikan paus Minyak tal 1. Diacetyltartaric acid ester of tallow mono-glyceride.4-dicyanobutane Di-(2-ethylhexyl) phthalate. Ricebran oil.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 5 6 7 Butoksi polietilena polipropilena glikol Butoksi-poli oksipropilena Campuran alkohol dan keton alkohol – residu pada bagian bawah bejana distilasi (stillbottom product ) dari proses pembuatan alkohol C12-C18) Dimer. Diethanolamine. 2-Ethylhexanol.6-Dimethyl heptanol-4 (nonyl alcohol). Castor oil. Di-tert-butyl hydroquinone. Soybean Sperm oil Tall oil 1.4-disianobutana Di-(2-etilheksil) ftalat Dietanolamina Dietilena triamina 2.2-Dibromo-2. Rapeseed oil. and the fatty acids. Fish oil. Palm oil.05.2-Dibromo-2. 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 111 . Diethylene triamine. Polyoxyethylene (15 mols) ester of rosin Ethanol.55. Linseed oil. alkohol. alcohols. Corn oil.6-Dimetil heptanol-4 (nonil alkohol) Dimetilpolisiloksan Di-tert-butil hidrokinon Ester asam diasetiltartarat dari tal mono-gliserida Ester polioksietilena (15 mol) dari rosin Etanol 2-Etilheksanol Butoxy polyethylene polypropylene glycol Butoxy-polyoxypropylene Alcohols and ketone alcohols mixture (still-bottom product from C12-C18 alcohol manufacturing process).

Heavy oxo-fraction (a still-bottom product of iso-octyl alcohol manufacture. Garam isopropilamina dari asam dodesil-benzena sulfonat Heksilen glikol (2-metil-2-4pentandiol) 2-Heptadesenil-4-metil-4-hidroksi metil-2-oksazolin Hidroksianisol terbutilasi Hidroksitoluena terbutilasi Isobutanol Isopropanol Kalium distearil fosfat Kalium pentaklorofenat Kalium triklorofenat Kalsium lignin sulfonat Kapril alkohol p-Klorometakresol Kondensat asam metil taurinoleat Kondensat polioksipropilenaetilena oksida dalam etilena diamina Kondensat polioksipropilenapoliooksietilena Lanolin o-Phenylphenol. Formaldehyde. Potassium pentachlorophenate. dan sabun 5 %).6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 20 21 22 o-Fenilfenol Formaldehida Fraksi.okso berat . Butylated hydroxyanisole (BHA) Butylated hydroxytoluene (BHT) Isobutanol. Potassium distearyl phosphate. esters 45 percent. Capryl alcohol. desil alkohol dan alkohol rantai panjang 35 %. of approximate composition: Octyl alcohol 5 percent nonyl alcohol 10 percent. Isopropylamine salt of dodecylbenzene sulfonic acid. dengan perkiraan komposisi : oktil alkohol 5 % nonil alkohol 10 %. Potassium trichlorophenate. p-Chlorometacresol.residu pada bagian bawah bejana distilasi (still-bottom product ) dari isooktil alkohol). Hexylene glycol (2-methyl-2-4pentanediol). decyl and higher alcohols 35 percent. and soaps 5 percent). Calcium lignin sulfonate. Methyl taurine-oleic acid condensate Polyoxypropylene-ethylene oxide condensate of ethylene diamine Polyoxypropylene-polyoxethylene condensate Lanolin 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 112 .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. 2-Heptadecenyl-4-methyl-4hydroxymethyl-2-oxazoline.55. ester 45 %.05. Isopropanol.

Methanol a. Hydrogen (amines).1. Amonia (amida). Ethylene oxide (esters and ethers). Oksigen (minyak teroksidasi udara (air-blown oils )).6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 40 Lemak trigliserida. petroleum. Zinc hydroxide (soaps). asam lemak dan derivat alkohol direaksikan dengan satu atau lebih dari yang berikut. Polioksietilena (ester). Diethanolamine (amides). Triisopropanolamine (amides and soaps). Butilena glikol (ester). Butoxypolyoxypropylene (esters). Polyoxypropylene (esters).3. Trietanolamina (amida dan sabun). Propanol (esters). Triisopropanolamina (amida dan sabun). Wax.3 tetrametil butil)-o-fenilena]] bis[ωhidroksi poli (oksietilena)] Fatty triglycerides.1. Calcium hydroxide (soaps). Hydrogen (hydrogenated compounds).and diglycerides). Isobutanol (esters). Trimetiloletana (ester).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Propilena glikol (ester). Glycerin (mono. Butanol (ester). Seng hidroksida (sabun). Methanol (esters). Pentaeritritol (ester). Pentaerythritol (esters). with or without dehydration. Potassium hydroxide (soaps). petroleum (teroksidasi) Metanol α.a'-[Methylenebis[4-(1. Etilena oksida (ester dan eter). Magnesium hidroksida (sabun). Polyoxyethylene (esters). Dietilena glikol (ester). Ammonia (amides). Triethanolamine (amides and soaps). Propylene glycol (esters). α′-[Metilenabis[4-(1. dan minyak marin. Sulfuric acid (sulfated and sulfonated compounds). Isopropanol (esters).55. Butoksipolioksipropilen (ester). 41 42 43 44 45 Wax (montan). Propylene oxide (esters). Magnesium hydroxide (soaps). Butylene glycol (esters). Tipe I dan II Lilin. Propilena oksida (ester). Diethylene glycol (esters). petroleum (oxidized). Polioksipropilena (ester).3tetramethylbu-tyl)-ophenylene]]bis[omega-hydroxypoly (oxyethylene)] 113 .05.3. Oxygen (airblown oils). Ethylene glycol (esters). untuk membentuk bahan kimia dengan kategori yang disebutkan dalam kurung : Aluminium hidroksida (sabun). Gliserin (monodan digliserida). Trimethylolethane (esters). Isopropanol (ester). Type I and Type II Wax. Natrium hidroksida (sabun). Propanol (ester). Sodium hydroxide (soaps). Isobutanol (ester). and the fatty acids and alcohols derived reacted with one or more of the following. petroleum. Sorbitol (ester). Butanol (esters). Metanol (ester). Etilena glikol (ester). dengan atau tanpa dehidrasi. Morfolin (sabun). Kalium hidroksida (sabun). Kalsium hidroksida (sabun). Morpholine (soaps). Hidrogen (senyawa terhidogenasi). Sorbitol (esters). Dietanolamina (amida). to form chemicals of the category indicated in parentheses:Aluminum hydroxide (soaps). Lilin (montan) Lilin. and marine oils. Asam Sulfat (senyawa sulfat dan sulfonat). Hidrogen (amina).

Monoethanolamine Morpholine Naphtha [beta]-Naphthol Sodium 2-mercaptobenzothiazole Sodium alkyl (C9-C15) benzenesulfonate Sodium naphthalenesulfonic acid (3 mols) condensed with formaldehyde (2 mols) Sodium dioctyl sulfosuccinate Sodium distearyl phosphate Sodium lauryl sulfate Sodium lignin sulfonate Sodium orthophenylphenate Sodium pentachlorophenate Sodium petroleum sulfonate Sodium trichlorophenate Nonylphenol Oleyl alcohol Petrolatum Odorless light petroleum hydrocarbons 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 114 .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Metil 12-hidroksistearat Minyak mineral Minyak pinus Minyak tanah Miristil alkohol Mono. di-. Natrium alkil (C9 -C15) benzenasulfonat Natrium asam naftalenasulfonat (3 mol) dikondensasikan dengan formaldehida (2 mol). and triisopropanolamine Monobutyl ether of ethylene glycol. Mineral oil Pine oil Kerosine Myristyl alcohol Mono.55.05. dan triisopropanolamina Monobutil eter dari etilena glikol Monoetanolamina Morfolin Nafta [β]-Naftol Natrium 2-merkaptobenzotiazol. Natrium dioktil sulfosuksinat Natrium distearil fosfat Natrium lauril sulfat Natrium lignin sulfonat Natrium ortofenilfenat Natrium pentaklorofenat Natrium petroleum sulfonat Natrium triklorofenat Nonilfenol Oleil alkohol Petrolatum Petroleum hidrokarbon ringan yang tidak berbau Methyl 12-hydroxystearate. di-.dan diisopropanolamina stearat Mono-.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.and diisopropanolamine stearate Mono-.

05. dan C22) metakrilat.1. hydrogenated Polyethylene Polyethylene.2ethanediyl)). C16. alpha-butyl-omegahydroxySilicones and siloxanes.1-trimethylN-(trimethylsilyl)silanamine hydrolysis products and silicic acid trimethylsilyl ester Polymer derived from N-vinyl pyrrolidone and copolymers derived from the mixed alkyl (C12C15.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 73 74 75 76 Polibutena terhidrogenasi Polietilena Polietilena. α-butil-ω-hidroksiProduk reaksi silikon dan siloksan. C20. isobutil metakrilat dan metil metakrilat Polioksietilena (3–15 mol) tridesil alkohol Polioksietilena (4 mol) desil fosfat Polioksietilena (4 mol) di(2-etil heksanoat) Polioksipropilena Polivinil pirolidon Polipropilena glikol monobutil eter (Nama CAS : Poli (oksi(metil-1. C18. diMe dengan produk hidrolisis silika-1. di-Me. butil metakrilat.2etandiil)). metilhidrogen Polybutene. butyl methacrylate. C18.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. C20. dimethyl. methylhydrogen. polymers with silica-1. dimetil.1-trimetil-N-(trimetilsilil) silanamina dan ester asam silikat trimetilsilil Polimer turunan dari N-vinil pirrolidon dan kopolimer hasil dari campuran ester alkil (C12C15.1. teroksidasi (teroksidasi oleh udara) Polimer siloksan dan silikon. dan C22) methacrylate esters. C16. dimethyl. isobutyl methacrylate and methyl methacrylate Polyoxyethylene (3-15 mols) tridecyl alcohol Polyoxyethylene (4 mols) decyl phosphate Polyoxyethylene (4 mols) di(2-ethyl hexanoate) Polyoxypropylene Polyvinyl pyrrolidone Polypropylene glycol monobutyl ether CAS name: Poly(oxy(methyl-1. methylhydrogen 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 115 . oxidized (air-blown) Siloxanes and silicones. reaction products with polyethylene glycol monoallyl ether acetate Rosins and rosin derivatives Cyclohexanol Silica Siloxanes and silicones. metilhidrogen dengan polietilenaglikol monoallil eter asetat Rosin dan derivat rosin Sikloheksanol Silika Siloksan dan silikon dimetil.

p-nonilfenil-. Benzene. methylhydrogen reaction products with polyethylene glycol and/or polyethylene-polypropylene glycol monoallyl ether.3. pnonylphenyl-. methyl ether terminated Stearyl alcohol Tetrahydrofurfuryl alcohol [alpha]-[p-(1. 1.10 Pelapis (Coating) 1 2 3 116 . 3hydroxypropyl Me.3-propanediyl)bisAromatic modified aliphatic hydrocarbon resin.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 89 Siloksan dan Silikon. 1. dimetil.4. metil eter terminal Stearil alkohol Tetrahidrofurfuril alkohol α-[p-(1. dimetil.4Diphenyl-4-methyl-1-pentene. Zat ini dikenal sebagai resin aromatik termodifikasi hidrokarbon petroleum Kopolimer stirena-akrilat Siloxanes and Silicones.55.3-Tetrametilbutil) fenil-.1-dimetil-3metilena-1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. ethers with polyoxyethylene mono-Me ether and polyoxypropylene mono-Me ether Siloxanes and silicones.3.3.3Tetramethylbutyl) phenyl-. 3hidroksipropil metil.1'-(1. The FCS is also known as aromatic modified petroleum hydrocarbon resin Styrene-acrylic copolymers 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 2. dimethyl.1-dimethyl-3methylene-1. di-Me.05. atau pdodesilfenil]-ω-hidroksi poli(oksietilena) Tri-(2-etilheksil) fosfat Tributil fosfat Tributoksietil fosfat Tridesil alkohol Trietanolamina Trietilena glikol di(2-etil heksanoat) Tristearil fosfat Dimer α-metilstirena dari (2. eter dengan polioksi etilena monometil eter dan polioksipropilena monometil eter Produk reaksi siloksan dan silikon.1'-(1.4difenil-4-metil-1-pentena dengan benzena. metilhidrogen dengan polietilena glikol dan/atau polietilena-polipropilena glikol monoalil eter.3-propandiil) bisResin aromatik termodifikasi hidrokarbon alifatik.1. or p-dodecylphenyl]omega-hydroxypoly(oxyethylene) Tri-(2-ethylhexyl) phosphate Tributyl phosphate Tributoxyethyl phosphate Tridecyl alcohol Triethanolamine Triethylene glycol di(2-ethyl hexanoate) Tristearyl phosphate Alpha-methylstyrene dimer (2.1.1.

55. 2-hidroksietil akrilat. fumaric acid.05.N-bis[2hidroksi-3-(2-propeniloksi)propil]garam mononatrium. methacrylic acid. N. monosodium salt. Produk reaksi glisin. asam itakonat dan asam metakrilat Styrene-acrylic copolymers produced by polymerizing a minimum of 72 parts by weight of styrene with a minimum of 4 parts of methyl methacrylate and with up to 10 parts total of any one or more of the following monomers: butyl methacrylate. and methacrylic acid Styrene-butyl acrylate copolymers Styrene/ butadiene/ acrylonitrile copolymers (SBAN).3-propanediol Glycine. itaconic acid and methacrylic acid Monoisopropanolamine (MIPA) Zeolite Na-P Polyphenylene sulfide polymers Siloxanes and silicones. dimetil.3propanadiol. dengan amonium hidroksida dan telomer pentafluoroiodoetanatetrafluoroetilena 11 117 . 2-hidroksietil akrilat. reaction products with acrylic acid and 2ethyl-2-[(2-propenyloxy)methyl]1. asam itakonat dan asam metakrilat Kopolimer stirena-butil akrilat Kopolimer stirena-butadienaakrilonitri dikopolimerisasi dengan maksimum 10% dari satu atau lebih monomer berikut : asam akrilat. N. hidrogen-terminal dengan asam akrilat dan 2-etil-2[(2-propenil oksi) metil]-1. hydrogen-terminated. butil akrilat. asam akrilat dan allil metakrilat Kopolimer stirena-butadienaakrilonitril mengandung maksimum 30% (b/b) akrilonitril dan maksimum 10% (b/b) unit polimer total dari satu atau lebih monomer berikut : asam akrilat. butyl acrylate. di-Me. 2-hydroxyethyl acrylate. reaction products with ammonium hydroxide and pentafluoroiodoethanetetrafluoroethylene telomer 5 6 7 8 9 10 Monoisopropanolamina Natrium zeolit P Polimer polipropilena sulfida Produk reaksi siloksan dan silikon.N-bis[2-hydroxy -3-(2propenyloxy) propyl]-. copolymerized with not more than 10 percent of one or more of the monomers of acrylic acid. asam fumarat.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. acrylic acid and allyl methacrylate Styrene/butadiene/acrylonitrile copolymers (SBA) containing no more than 30 weight percent acrylonitrile and no more than 10 weight percent of total polymer units from one or more of the following monomers: acrylic acid. asam metakrilat. itaconic acid.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 4 Kopolimer stirena-akrilat yang dihasilkan dari polimerisasi minimum 72 % (b/b) stirena dengan minimum 4 % (b/b) metil metakrilat dengan total maksimum 10 % (b/b) satu atau lebih monomer berikut : butil metakrilat. 2hydroxyethyl acrylate.

or other saturated monocarboxylic acid.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 12 Resin silikon akrilat yang dihasilkan melalui adisi ωhidroksialkena dan/atau propenil oksi -2. atau dimetil-metilhidrogen polisiloksana Resin hidrokarbon petroleum (tipe-siklopentadiena). N-(2-(2-(C17 and C17unsaturated alkyl)-4. to dimethyl polysiloxane. hydrogenated 13 14 15 Gum rosin Silica.3. polymers. 5-dihidro-1H-imidazol1-il)etil) Silicone acrylate resins produced by the addition of omegahydroxyalkenes and/or propenyloxy -2. ke dalam dimetil polisiloksan.2. light steamcracked. ((ethenyldimethylsilyl) oxy)and ((trimethylsilyl) oxy)-modified 2. 5-dihydro-.55. mono. hydrogenated (CAS Reg. N-(2-(2-(C17 dan C17-alkil tidak jenuh)-4. debenzenized. C18 and C18unsaturated.05.11 Pemutus Ikatan (Debonding agent) 1 118 .3-pentana diol diisobutirat Vinil neodekanoat Campuran senyawa imidazolium. or dimethylmethylhydrogen polysiloxane. 5-dihydro-1Himidazol-1-yl)ethyl) 16 17 2.4.atau diester dengan asam akrilat. C18 dan C18-tidak jenuh. Petroleum hydrocarbon resins (cyclopentadiene-type).or diester with acrylic acid. terhidrogenasi (Nama CAS Nafta (petroleum). mono. acetic acid.4-Trimethyl-1. ethyl sulfates and 2) amides.3-dihydroxypropane. methylhydrogen polysiloxane. 2-(C17 akil dan C17 akil tidak jenuh)-1-(2-(C18 amido dan C18 amido tidak jenuh)etil)-1-etil-4.3-dihidroksi propana. 2-(C17 and C17 unsaturated alkyl)-1-(2-(C18 and C18 unsaturated amido)ethyl)-1ethyl-4. ((etenil dimetil silil) oksi)dan ((trimetilsilil) oksi)termodifikasi 2.1.4-Trimetil-1. etil sulfat dan senyawa amida. pemutusan rantai dengan menggunakan uap ringan (light steam-cracked) polimer terhidrogenasi. atau asam mono karboksilat jenuh lainnya. metil hidrogen polisiloksan. debenzenasi Rosin gom Silika. Name Naptha (petroleum). 5dihidro-.2. asam asetat.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3-pentanediol diisobutyrate Vinyl neodecanoate A mixture of: 1) imidazolium compounds.

5-dihidro1H-imidazol-1-il]etil]-.5-dihidro-1Himidazol-1-il)etil) Seng-2-etil heksoat Aluminium hidroksida magnesium hidroksida karbonat (Hidrotalsit) Campuran garam dinatrium asam hidroksisulfinoasetat 3560 %.5dihidro-1.4-Dioksa-8-azaspiro[4.7.[2[[(9Z)-1-oxo-9octadecenyl]amino]ethyl]-.2H-tetrahidro tiadiazin-2-tion 1. N-(2-(2-(C17 dan C17 alkil tidak jenuh)-4.9.4Diphenyl-4-methyl-1-pentene.4-Dioxa-8-azaspiro[4. 1H-imidazolium. C18 and C18 unsaturated. C18 dan C18 tidak jenuh.5.55. dietil sulfat kuartener dan amida.1'-(1.1-dimetil-3metilena-1.3-propandiil) bis- 7 2.3.3.4.2Htetrahydrothiadiazine-2thione 1.3-propanediyl)bis- 3 4 5 6 Karbon tetraklorida Pati termodifikasi untuk industri Polisiloksan hidrogen metil Produk reaksi dari campuran senyawa imidazolium dan imidazolin.12 Lain-lain 1 2 3 4 5 119 . disodium salt.5]dekan. etil sulfat dan 9-okta desenamida. ethyl sulfate and 9-octadecenamide.[2-[[(9Z)-1-okso-9oktadesenil]amino]etil]-.5-Dimethyl1. (9Z)Carbon tetrachloride Industrial starch—modified Methyl hydrogen polysiloxanes A mixture of imidazolium and imidazoline compounds.4difenil-4-metil-1-pentena dengan benzena. cyclized. 7. 1. N-[2-[2(8Z)-8-hepta desenil-4.1. N-(2-(2-(C17 and C17 unsaturated alkyl)-4.5]decane. and 0-40 percent sodium sulfite 3. diethyl sulfate quaternized and Amides.9-tetramethylAlpha-methylstyrene dimer (2.05. asam 9-oktadesenoat (9Z).1'-(1.1H-imidazol-1-yl]ethyl]-. reaction products wirh diethylenetriamine.5.5dihydro.3.1-dimethyl-3methylene-1. disodium salt . 1. N[2-[2-(8Z)-8-heptadecenyl-4.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Benzene.9.5-dihydro-1Himidazol-1-yl)ethyl) Zinc-2-ethyl hexoate Aluminum hydroxide magnesium hydroxide carbonate (Hydrotalcite) A mixture of 35-60 percent hydroxysulfinoacetic acid.5-Dimetil-1. 1-ethyl-2-(8Z)-8heptadecenyl-4. 9Octadecenoic acid (9Z)-. (9Z)- A mixture of imidazolium and imidazoline compounds.dengan dietilenatriamina tersiklisasi. 1Himidazolium.5-dihydro-1. 1-etil-2-(8Z)-8-heptadesenil-4.9-tetrametilDimer α-metilstirena dari (2. 7.7.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 2 Campuran senyawa imidazolium dan imidazolin. 10-60 percent hydroxysulfoacetic acid. garam dinatrium asam hidroksisulfoasetat 10-60 % dan natrium sulfit 0-40 % 3.

2'-azobis(2methylpropanimidamide) dihydrochloride. 2-ethanediyl) containing not more than 21 moles of ethylene oxide per mole of dinonylphenyl 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 2. 2-etandiil) yang mengandung maksimum 21 mol etilena oksida per mol dinonilfenil Alkyl ketene dimers.10. epichlorohydrin quaternized 2-Propen-1-aminium.1.5 Pengisi (Filler) 1 2 2. yang diinisiasi dengan 2. polymer with 2-propenoic acid and N-2propen-1-amine hydrochloride.10.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5-Dimetilhidantoin α.N-dimethylN-2-propenyl-.4.5-Dimethylhydantoin (DMH) Alpha.(dinonylphenyl) -omega hydroxypoly (oxy-1. N-acetyl derivative.2etanadiamina.55. 3-Chloro-2hydroxypropyltrimethylammonium chloride Sodium nitrate-urea complex Chromium (Cr III) complex of Nethyl-N-heptadecylfluoro-octane sulfonyl glycine.13-pentaaza-15hidroksiheksadekan Polimer asam heksandioat dengan N-(2-aminoetil)-1. polymer with N(2-aminoethyl)-1.2'azobis(2-metilpropanimidamida) dihidroklorida Pulp serat yang tereklamasi Resin asam akrilat .1.(Dinonilfenil) -ω-hidroksi poli (oksi-1.6 Penstabil dan/atau Antioksidan (Stabilizer and/or Antioxidants) 1 2 120 .7. 2-Methyl-4-isothiazolin-3-one Monoisopropanolamine (MIPA) Polyphenylene ether Poly-1.05.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 6 7 Dimer ketena alkil 3-Kloro-2-hidroksi propil trimetil amonium klorida Kompleks natrium nitrat-urea Kompleks kromium (III) dari Netil-N-heptadesilfluoro-oktana sulfonil glisin 2-Metil-4-isotiazolin-3-on Monoisopropanolamina Polifenilena eter Poli-1. N-asetil turunan.3.7. epiklorohidrin kuartener Polimer 2-propena-1-aminium.4.akril Tetraetilena pentamina Natrium zeolit -P Tepung kernel biji tamarin 5. N.13-pentaaza-15hydroxyhexadecane Hexanedioic acid. chloride.2-ethanediamine.initiated. N. Pulp from reclaimed fiber Acryle-acrylic acid resins Tetraethylenepentamine Zeolite Na-P Tamarind seed kernel powder 5.N-dimetil-N-2-propenil-.3. 2. klorida dengan asam 2-propenoat dan N-2-propena-1-amina hidroklorid.

garam natrium Garam natrium sulfat dari (7 mol etilena oksida) n.2etendiil) bis(5-((4-(bis(2hidroksietil)amino)-6-((4sulfofenil)amino)-1.I. C. (C.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. garam natrium Homopolimer asam 2-propenoat.5-triazin -2il)amino)-. 12-dihidro.5-triazin -2yl)amino)-.dan iso-undesil alkohol(C11) teretoksilasi Garam natrium α-sulfo-ω(dodesiloksi) poli(oksietilen).3bis(hidroksimetil)-5. 8CI.3-b) akridin-7. homopolymer.1.dan (2) C.14dion.55. garam kalsium natrium Monoisopropanolamina Polietilena glikol monoisotridesil eter sulfat.2ethenediyl)bis(5-((4-(bis(2hydroxyethyl)amino)-6-((4sulfophenyl)amino)-1.3. SCI).5dimethylhydantoin (DMDMH) 2 3 2. Pigmen ungu 19) Timah (IV) oksida α-Sulfo-ω (dodesil oksi) poli (oksietilen).12-dihydro. calcium sodium salt Monoisopropanolamine (MIPA) Polyethylene glycol monoisotridecyl ether sulfate.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2.3.5dimethylhydantoin (MMDMH).3-b)acridine7. Pigmen ungu 19. (C. 8CI.3-b) akridin-7.and iso-undecyl alcohol (C11) Alpha-sulpho-omega-(dodecyloxy) poly(oxyethylene)sodium salt.14dion.2 Pendispersi Pigmen (Pigment Dispersant) 1 2 3 4 2. SCI).I. 5.and (2) C. mixture with 1.7.14dione. 5.5.1.(6CI.1.N-diasetil) amino-) etana Campuran hidroksimetil-5.1 Bahan Tambahan Pewarna : Pewarna Kertas No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 1 Kuinakridon merah (nama lain : (1) Kuino(2.3. The FCS is also known as sodium lauryl ether sulfate.7. garam tetranatrium Bis-1. 73900) Kuino(2. 73900) Quino(2. Pigment violet 19.3-b)acridine-7.3.I.3.I.N-diacetyl)amino-) ethane Hydroxymethyl-5.05.2-((N.7.I.3bis(hydroxymethyl)-5.5.2'-(1. 12-dihydro. sodium salt Sodium sulfate salt of ethoxylated (7 moles of ethylene oxide) n.7 2. Benzenesulfonic acid. tetrasodium salt Bis-1.1.14-dione.8 1 2 3 121 .3.5dimetilhidantoin dengan 1. 2.(6CI. C. Zat ini dikenal sebagai natrium lauril eter sulfat Asam benzenasulfonat.3 Pengikat warna pada pelapis kertas dan karton (Pigment binders in coatings for paper and paperboard) Pemutih (Bleaching Agent) 1 2 2.2-((N.5dimetilhidantoin Quinacridone red (Alternate names: (1) Quino(2. 2. Pigment Violet 19) Tin(IV) Oxide Alpha-sulfo-omega (dodecyloxy) poly (oxyethylene) sodium salt 2-propenoic acid.2'-(1.I.12-dihidro.3.1.

5-Triethylhexahydro-1.5triazin 2-Bromo-4′-hidroksiasetofenon 1.2-Benzisothiazolin-3-one Benzoyl peroxide 2-Bromo-2-nitro-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 4 Campuran hidroksimetil-5.2.5dimetilhidantoin Campuran 5-kloro-2-metil-4isotiazolin-3-on dan 2-metil-4isotiazolin-3-on (3 :1) 2.5. mengandung dimetilhidantoin hingga 8.05.3-propanadiol Campuran hidroksimetil-5.5dimethylhydantoin (MMDMH) and 1.2.5.2-Benzisotiazolin-3-on Benzoil peroksida 2-Bromo-2-nitro-1.3bis(hydroxymethyl)-5.3.5dimethylhydantoin .2 Pengawet 1 2 3 4 5 122 .7-triaza-1azoniaadamantane chloride 5 6 7 8 9 10 11 2.5dimetil hidantoin dan 1.1 KOMPONEN KERTAS DAN KARTON YANG KONTAK DENGAN PANGAN YANG MENGANDUNG AIR DAN BERLEMAK Antimikroba 1 2 3 4 1.3-propanediol Hydroxymethyl-5.3bis(hidroksimetil)-5.5 % (b/b) An approximately 1:1 ratio mixture of hydroxymethyl-5.2-Dibromo-3-nitrilopropionamide n-Dodecylguanidine acetate n-Dodecylguanidine hydrochloride Glutaraldehyde Silver chloride-coated titanium dioxide 1.3bis(hidroksimetil)-5.5dimetilhidantoin dan 1.2 2.3.3.3. containing up to 8.5 percent by weight dimethylhydantoin.55.2-Dibromo-2.2-Dibromo-2.5-Trietil heksahidro-1.3. mixed with 1. 2.2-Dibromo-3nitrilopropionamida n-Dodesilguanidina asetat n-Dodesilguanidina hidroklorida Glutaraldehida Perak klorida-dilapis titanium dioksida 1.7-triaza-1azoniaadamantana klorida 1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5dimethylhydantoin 5-Chloro-2-methyl-4-isothiazolin-3one and 2-methyl-4-isothiazolin-3one (mixture at a ratio of 3 parts to 1 part) 2.5dimetilhidantoin dengan rasio 1:1.5dimethylhydantoin (DMDMH).3.4-disianobutana Dihidroksi diklorodifenil metana Formaldehida 1-(3-Kloroalil)-3.4-dicyanobutane Dihydroxy dichlorodiphenyl methane Formaldehyde 1-(3-Chloroallyl)-3.5triazine 2-Bromo-4′-hydroxyacetophenone 1.3-bis(hydroxymethyl)-5.3.

4-Dihidro-9.4-dihydro-9.3. hydrogenated Sodium nitrite Sodium persulfate 1 1 1 2 2. tert-Butil peroksida 9.3. terhidrogenasi Natrium nitrit Natrium persulfat Sodium o-phenylphenate Sodium pentachlorophenate Copper 8-quinolinolate Polyamine-epichlorohydrin resin Polybutene.55.10–Antrakuinon Aluminium asetat Asam lemak tal N.Alkil (C8–16) merkaptan tert-Alkyl(C8–16) mercaptans 9.N′-Distearoylethylenediamine Alkyl ketene dimers Phenyl acid phosphate Hexamethylenetetramine Hydroquinone and the monomethyl or monoethyl ethers of hydroquinone Isopropyl peroxydicarbonate Chloracetamide Dietanolamina Dietilenatriamina 1.1 Pemodifikasi : Pemodifikasi Kertas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 tert.10–Anthraquinone Aluminum acetate N.N′-Distearoiletilenadiamina Dimer ketena alkil Fenil asam fosfat Heksametilenatetramina Hidrokinon dan monometil atau monoetil eter hidrokinon Isopropil peroksidikarbonat Klorasetamida 12 13 14 15 16 17 18 123 .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.2.2.N-Diisopropanolamide of tallow fatty acids Acetyl peroxide Azo-bisisobutyronitrile tert-Butyl hydroperoxide.2.10dihydroxyanthracene N. tert-Butyl peroxide Diethanolamine Diethylenetriamine Disodium salt of 1.2.3.10dihidroksiantrasen.3.4 2.3 2. garam dinatrium N.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 6 7 8 2.5 Penjernih (Clarifying Agent) Pemlastis (Plasticizer) Pelumas (Lubricant) Natrium o-fenilfenat Natrium pentaklorofenat Tembaga 8-kuinolinolat Resin poliamina-epiklorohidrin Polibutena.2.3.6.Ndiisopropanolamida Asetil peroksida Azo-bisisobutironitril tert-Butil hidroperoksida.6 2.

3.4.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Kobalt asetat Kondensat asam ksilen sulfonatformaldehida.9a-Tetrahydro-9. 10antrasen-dion Trietanolamina Trietilentetramina Amonium bis(N-etil-2-perfluoro alkilsulfonamido etil) fosfat Ester undekafluorosikloheksana metanol Cobaltous acetate.2 Anti air / minyak (As a water or oil repellent) 1 2 124 .4. terhidrogenasi Resin keras panas (thermosetting) poliamidaepiklorhidrin larut air. asam itakonat atau dimetil glutarat dengan dietilenatriamina Seng formaldehida sulfoksilat Sianoguanidina Tetraetilenpentamina 1. Xylene sulfonic acid-formaldehyde condensate. sodium salt Cumene hydroperoxide Lauryl peroxide Triethylene glycol adipic acid monoester Sodium formaldehyde sulfoxylate Sodium N-methyl-N-oleyltaurate Paraformaldehyde Polyacrolein adduct sodium bisulfite Acrylamide-acrylic acid resin Petroleum alicyclic hydrocarbon resins. or the hydrogenated product Aromatic petroleum hydrocarbon resin.4a.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. asam isoftalat. isophtalic acid. garam natrium Kumen hidroperoksida Lauril peroksida Monoester asam adipat trietilen glikol Natrium formaldehida sulfoksilat Natrium N-metil-N-oleiltaurat Paraformaldehida Poliakrolein pumpunan (adduct) natrium bisulfit Resin akrilamida-asam akrilat Resin hidrokarbon alisiklik petroleum.4a. dibuat dengan mereaksikan asam adipat. 10anthracenedione Triethanolamine Triethylenetetramine Ammonium bis(N-ethyl-2-perfluoro alkylsulfonamido ethyl) phosphates Undecafluorocyclohexanemethanol ester 30 31 32 33 34 35 36 37 2. itaconic acid or dimethyl glutarate with diethylenetriamine Zinc formaldehyde sulfoxylate Cyanoguanidine Tetraethylenepentamine 1.05.6.55.2. hydrogenated Poliamide-epichlorhydrine water soluble thermosetting resin prepared by reacting adipic acid. atau produk hidrogenasinya Resin hidrokarbon aromatik petroleum.9a-Tetrahidro-9.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

No

Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris

3

Garam dietanolamina dari mono - dan bis (1H,1H,2H,2Hperfluoroalkil) fosfat Kopolimer perfluoroalkil akrilat Polimer N, N,N′,N′,N′′,N′′heksakis (metoksimetil)-1,3,5triazin- 2,4,6-triamina dengan stearil alkohol, α-oktadesenil-ωhidroksipoli(oksi-1,2-etanadiil), dan alkil alkohol (C20+) Perfluoroalkil tersubstitusi ester asam fosfat, garam amonium Resin bis (metoksimetil) tetrakis[oktadesiloksi]-metil] melamin Senyawa asam pentanoat, turunan 4,4–bis [(γ-ω-perfluoroC8–20-alkil)tio] dengan dietanolamina Aspal petroleum, dimurnikan dengan uap dan vakum Dialkil (C16–18) karbamoil klorida Kopolimer stirena- anhidrat maleat teramidasi, garam natrium amonium Kopolimer stirena- anhidrat maleat, garam natrium Poliuretana anionik Resin poliester Kopolimer asam metakrilat asam akrilat Kopolimer garam natrium dari asam akrilat dengan polietilenaglikol alil eter Natrium poli(isopropenilfosfonat)

Diethanolamine salts of mono- and bis (1H,1H,2H,2H-perfluoroalkyl) phosphates Perfluoroalkyl acrylate copolymer N, N,N′,N′,N′′,N′′-Hexakis (methoxymethyl)-1,3,5-triazine2,4,6-triamine polymer with stearyl alcohol, a-octadecenylomegahydroxypoly(oxy-1,2-ethanediyl), and alkyl (C20+) alcohols Perfluoroalkyl substituted phosphate ester acids, ammonium salts Bis (methoxymethyl)tetrakis[(octadecyloxy)-methyl]melamine resin Pentanoic acid, 4,4–bis [(gammaomega-perfluoro-C8–20-alkyl)thio] derivatives, compounds with diethanolamine Petroleum asphalt, steam and vacuum refined Dialkyl(C16–C18)carbamoyl chloride Styrene-maleic anhydride copolymer, amidated, ammonium sodium salt Styrene-maleic anhydride copolymer, sodium salt Anionic polyurethane Poliester resin Methacrylic acid-acrylic acid copolymer Acrylic acid, sodium salt copolymer with polyethyleneglycol allyl ether Sodium poly(isopropenylphosphonate)

4 5

6

7

8

2.3.2.6.3

Pendarihan Permukaan, Bahan Pendarihan (Surface sizing, sizing agent)

1 2 3

4 5 6
2.3.2.6.4 Ketel Pabrik Kertas (Paper mills boilers)

1 2

3

125

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No 2.3.2.6.5

Bahan Tambahan Penolong retensi yang digunakan untuk pembentukan lembaran di dalam industri kertas dan karton yang bersentuhan dengan pangan (Retention aid employed prior to the sheet-forming operation in the manufacture of food-contact paper and paperboard)

No

Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Campuran (2-alkenil) anhidrida suksinat N,N-Bis(2-hidroksietil)alkil (C12– C18) amida Poli(dialildimetilamonium klorida) Asam oleat - sulfat, garam amonium, kalium, atau natrium Campuran polietilenamina Gom guar dialdehida Dialil dimetil amonium klorida dengan akrilamida N,N′-dioleoiletilenadiamina Ester asam fosfat dan poliester (dan garam natriumnya) dari trietanolamina Gom guar dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan βdietilamino- etilklorida hidroklorida Gom guar termodifikasi dengan 2,3-epoksipropiltri-metil amonium klorida Gom kacang lokus dialdehida Gom guar hidroksipropil Hidrolisat protein dari kulit hewan atau protein kacang kedelai yang dikondensasi dengan asam oleat dan/atau stearat

(2-Alkenyl) succinic anhydrides mixture N,N-Bis(2-hydroxyethyl)alkyl (C12– C18) amide Poly (diallyldimethylammonium chloride) Oleic acid, sulfated, ammonium, potassium, or sodium salt Polyethyleneamine mixture Dialdehyde guar gum Diallyldimethylammonium chloride with acrylamide N,N′-Dioleoylethylenediamine Phosphoric acid esters and polyesters (and their sodium salts) of triethanolamine Guar gum modified by treatment with β-diethylamino- ethylchloride hydrochloride Guar gum modified by 2,3epoxypropyltri-methyl ammonium chloride Dialdehyde locust bean gum Hydroxypropyl guar gum Protein hydrolysate from animal hides or soybean protein condensed with oleic and/or stearic acid Potassium persulfate Methyl naphthalene sulfonic acidformaldehyde condensate, sodium salt Naphthalene sulfonic acidformaldehyde condensate, sodium salt

10

11

12 13

14 15

Kalium persulfat Kondensat asam metil naftalena sulfonat - formaldehida, garam natrium Kondensat asam naftalena sulfonat- formaldehida, garam natrium

16

126

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

No

Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris

17

Kopolimer asam akrilat dengan asam 2-akrilamido-2metilpropana-sulfonat dan/atau garam campuran dari amonium/ logam alkalinya Kopolimer alkil (C12–C20) metakrilat -asam metakrilat Kopolimer akrilamida -asam metakrilat - anhidrida maleat Kopolimer dialildimetilamonium klorida dengan akrilamida Kopolimer dialildimetilamonium klorida dengan akrilamida dan dialildimetilamonium klorida Kopolimer dimetilaminaepiklorohidrin N-Metil-N-(asil minyak tal) taurin, garam natrium Minyak kulit padi, garam sulfat dari ammonium, kalium atau natrium Minyak biji sesawi, garam sulfat dari amonium, kalium, atau natrium Minyak mineral, putih Natrium dioktil sulfosuksinat Gom guar natrium karboksimetil Nitroselulose, kandungan nitrogen 10,9 - 12,2 % N-Oleoil-N′stearoiletilenadiamina Oksistearin Poli[akrilamida-asam akrilat-N(dimetilaminometil) akrilamida] Poli(2-aminoetil akrilat nitrat-co2-hidroksipropil akrilat) Poli[akrilamida-asam akrilat-N(dimetil-aminometil) akrilamida]

Acrylic acid copolymer with 2acrylamido-2-methylpropanesulfonic acid and/or its ammonium/ alkali metal mixed salts Alkyl(C12–20) methacrylatemethacrylic acid copolymers Acrylamide-methacrylic acid-maleic anhydride copolymer Diallyldimethylammonium chloride copolymer with acrylamide Diallyldimethylammonium chloride copolymer with acrylamide and diallyldimethylammonium chloride Dimethylamine-epichlorohydrin copolymer N-methyl-N-(tall oil acyl) taurine, sodium salt Ricebran oil, sulfated ammonium, potassium, or sodium salt Rapeseed oil, sulfated ammonium, potassium, or sodium salt Mineral oil, white. Sodium dioctyl sulfosuccinate Sodium carboxymethyl guar gum Nitrocellulose, 10.9–12.2% nitrogen N-Oleoyl-N′stearoylethylenediamine Oxystearin Poly[acrylamide-acrylic acid-N(dimethyl-aminomethyl) acrylamide] Poly(2-aminoethyl acrylate nitrateco-2-hydroxypropyl acrylate) Poly[acrylamide-acrylic acid-N(dimethyl-aminomethyl) acrylamide]

18

19 21 22

23 24 25

26

27 28 29 30 31 32 33 34 35

127

2-dimetil-5-vinilpiridinium metil sulfat) Poliester dan ester asam fosfat (dan garam natriumnya) dari trietanolamina Polietilena glikol (200) dilaurat Polietilena glikol (400) dioleat Polietilena glikol (400) ester dari asam lemak minyak kelapa Polietilena glikol (600) ester dari asam lemak minyak tal Polietilena glikol (3.55.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.000) monostearate Polyethylene glycol (400) monolaurate Polyethylene glycol (400) monooleate Polyethylene glycol (400) monostearate Polyethylene glycol (600) monolaurate Polyethylene glycol (600) monooleate Polyethylene glycol (600) monostearat Polyethylenimine. potassium acrylic and diallyldimethylammonium chloride 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 128 . kalium akrilat dan dialil dimetil amonium klorida Poly(1.2-dimethyl-5-vinylpyridinium methyl sulfate) Phosphoric acid esters and polyesters (and their sodium salt) of triethanolamine Polyethylene glycol (200) dilaurate Polyethylene glycol (400) dioleate Polyethylene glycol (400) esters of coconut oil fatty acids Polyethylene glycol (600) esters of tall oil fatty acids Polyethylene glycol (3.05.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 36 37 Poli(1.000) monostearat Polietilena glikol (400) monolaurat Polietilena glikol (400) monooleat Polietilen glikol (400) monostearat Polietilena glikol (600) monolaurat Polietilena glikol (600) monooleat Polietilena glikol (600) monostearat Polietilenimina yang dihasilkan dari polimerisasi etilenimina Poli[(metilimino)(2hidroksitrimetilena) hidroklorida] Poli[oksietilena (dimetiliminio) etilen(dimetiliminio) etilena diklorida] Polimer akrilonitril dengan stirena Polimer dialil dietil amonium klorida dengan akrilamida. produced by the polymerization of ethylenimin Poly[(methylimino)(2hydroxytrimethylene)hydrochloride] Poly[oxyethylene (dimethyliminio) ethylene (dimethyliminio) ethylene dichloride] Acrylonitrile polymer with styrene Diallyldiethylammonium chloride polymer with acrylamide.

potassium. asam oksalat dan urea Diethyl(2-hydroxyethyl) methylammonium methyl sulfate.05. Polimer N-metildialilamina hidroklorida dengan epiklorohidrin Polimer N. Maleic anhydride.N. N′tetrametiletilenadiamina dengan bis-(2-kloroetil) eter Propilena glikol alginat Resin poliamida-epiklorohidrin termodifikasi Resin keras panas (thermosetting) poliamidaepiklorohidrin larut air dibuat dengan mereaksikan asam adipat dan dietilena triamina Resin keras panas (thermosetting) poliamidaepiklorohidrin larut air dibuat dengan mereaksikan N-metil bis(3-aminopropil)amina.N.N′. acrylate. polymer with acrylamide Diallyldimethyl ammonium chloride polymer with acrylamide and potassium acrylate N-[(Dimethylamino)methyl]acrylamide polymer with acrylamide and styrene Diallyldimethylammonium chloride polymer with acrylamide. akrilat.N′. and sodium salts.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. hydrolyzed and/or its ammonium. reaction product with glyoxal. N′Tetramethylethylenediamine polymer with bis-(2-chloroethyl) ether Propylene glycol alginate Polyamide-epichlorohydrin modified resin Polyamide-epichlorohydrin watersoluble thermosetting resins prepared by reacting adipic acid and dethylen triamine Polyamide-epichlorohydrin watersoluble thermosetting resins prepared by reacting Nmethylbis(3-aminopropyl) amine with oxalic acid and urea 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 129 . dan natrium nya. kalium.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 54 Polimer dietil(2-hidroksietil) metil amonium metil sulfat. polymer with ethyl acrylate and vinyl acetate. dengan akrilamida Polimer dialildimetil amonium klorida dengan akrilamida dan kalium akrilat Polimer N-[(Dimetilamino)metil]akril amida dengan akrilamida dan stirena Polimer dialil dimetil amonium klorida dengan akrilamida.55. produk reaksi dengan glioksal Polimer anhidrida maleat dengan etil akrilat dan vinil asetat. terhidrolisis dan/atau garam amonium. N-methyldiallylamine hydrochloride polymer N.

garam natrium Karet tersiklisasi Kopolimer stirena-akrilat Kopolimer stirena-asam metakrilat Kopolimer stirena-butadienaviniliden klorida 1-Alkenyl olefins Acrylamide copolymerized with ethylene and vinyl chloride Polymethacrylic acid. hydrogenated 66 67 68 69 70 71 2. homopolymer.05.3. telomer with sodium 2-methyl-2-[(1-oxo-2propenyl)amino]-1-propane sulfonate and sodium phosphinate Polybutene.3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 65 Resin kopolimer akrilamida-βmetakrililoksi etiltrimetil amonium metil sulfat Resin poliamidoamin-etileniminaepiklorohidrin Resin poliamidol-epiklorohidrin termodifikasi Resin poliaminoamidaepiklorohidrin termodifikasi Resin keras panas (thermosetting) poliaminaepiklorohidrin larut air Resin poliamina Telomer asam 2-propenoat dengan natrium 2-metil-2-[(1okso-2-propenil)amino]-1propana sulfonat dan natrium fosfinat Polibutena.6.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. sodium salt 2-Acrylamido-2-methylpropanesulfonic acid.2.6 Pemutus Ikatan (Debonding Agent) Pelapis (Coating) 1 2.6.7 1 2 3 4 Olefin 1-alkenil Akrilamida dikopolimerisasi dengan etilena dan vinil klorida Asam polimetakrilat. garam natrium Homopolimer 2-akrilamido-2metil-propan sulfonat asam.2.55. sodium salt Cyclized rubber produced Styrene-acrylic copolymers Styrene-methacrylic acid copolymers Styrene-butadiene-vinylidene chloride copolymers 5 6 7 8 130 . terhidrogenasi Acrylamide-β-methacrylyloxy ethyltrimethyl ammonium methyl sulfate copolymer resins Polyamidoamine-ethyleneimineepichlorohydrin resin Polyamidol-epichlorohydrin modified resin Polyaminoamide-epichlorohydrin modified resin Polyamine-epiklorohydrin water soluble thermosetting resin Poliamine resin 2-Propenoic acid.

Siloksan dan silikon. platinumcatalyzed reaction product of vinylcontaining dimethylpolysiloxane . vinil asetat. dimetil maleat. teroksidasi Polimer lilin sintetik Polimer vinil asetat dengan etilena dan N-(hidroksimetil) akrilamida. Styrene-maleic anhydride copolymers Styrene-vinylidene chloride copolymers Sodium xylenesulfonate Sodium polyacrylate Petrolatum Polybutene. dibutil maleat dan dialil maleat dapat digunakan sebagai inhibitor polimerisasi opsional Styrene-dimethylstyrene-αmethylstyrene copolymers Styrene-isobutylene copolymers Styrene copolymers produced by copolymerizing styrene with maleic anhydride and its methyl and butyl (sec.05. dimethyl maleate . produk reaksi vinil yang mengandung dimetil polisiloksan dengan metil hidrogen polisiloksan menggunakan katalis platina. produk reaksi vinil yang mengandung dimetil polisiloksan dengan metil hidrogen polisiloksan atau dimetil (metil hidrogen) polisiloksan menggunakan katalis platina. Dimetil maleat.55. vinyl acetate .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Siloksan dan silikon. Diallyl maleate .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 9 10 11 Kopolimer stirena-dimetilstirenaα-metilstirena Kopolimer stirena-isobutilena Kopolimer stirena dihasilkan dengan mengkopolimerisasi stirena dengan anhidrida maleat dan ester metil dan butil (secatau iso-)-nya Kopolimer stirena. terhidrogenasi Polietilena. platinumcatalyzed reaction product of vinylcontaining dimethyl polysiloxane with methyl hydrogen polysiloxane or dimethyl (methyl hydrogen) polysiloxane .anhidrida maleat Kopolimer stirena-vinilidena klorida Natrium ksilen sulfonat Natrium poliakrilat Petrolatum Polibutena. dibutyl maleate and diallyl maleate may be used as optional polymerization inhibitor 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 131 . 1etinil-1-sikloheksanol dan vinil asetat dapat digunakan sebagai inhibitor polimerisasi opsional. Dimethyl maleate . hydrogenated Polyethylene. Dialil maleat. oxidized Synthetic wax polymer Vinyl acetate polymer with ethylene and N-(hydroxymethyl) acrylamide Siloxanes and silicones.or iso-) esters. 1-ethynyl-1cyclohexanol and vinyl acetate may be used as optional polymerization inhibitor Siloxanes and silicones. with methyl hydrogen polysiloxane .

dimethyl. garam amonium. tunggal attau campuran sebagai berikut : aluminium. magnesium. or sodium salt. garam natrium Zirkonium oksida Akrilamida dikopolimerisasi dengan etil akrilat dan/atau stirena dan/atau asam metakrilat.2. single or mixed. sulfat.3-tetrametilbutil)-fenil]-ωhidrokpoli (oksietilena) dengan kedua senyawa yang memiliki kandungan poli (oksietilena) kirakira 3 mol Siloxanes (silicones). isopropil metil.6.1. isopropyl methyl. methyl 1-methylC9–49-alkyl 2-Sulfoethyl methacrylate.05.1.8 Lain-Lain 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Ferrous ammonium sulfate Ferric chloride Butyl oleate.3-Tetramethylbutyl) phenyl]-omega-hydroxypoly (oxyethylene) hydrogen sulfate. ammonium. Magnesium. dimetil. Zinc 24 25 2. as follow : Aluminum. subsequently reacted with formaldehyde and butyl alcohol Ammonium persulfate Ammonium thiosulfate EDTA (ethylenediaminetetraacetic acid) and its sodium and/or calcium salts.1. selanjutnya direaksikan dengan formaldehida dan butil alkohol Amonium persulfat Amonium tiosulfat Asam etilenadiaminatetraasetat dan garam natrium dan/atau kalsium Asam lemak dihasilkan dari lemak hewani dan nabati dan minyak dan garam dari asamasam itu.3. kalium. amonium. sodium salt mixture with α--[p(1.1.3-Tetrametilbutil) fenil]-ω-hidroksi poli (oksietilena) hidrogen sulfat dengan α-[p(1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 23 Siloksan (silikon). sodium salt Zirconium oxide Acrylamide copolymerized with ethyl acrylate and/or styrene and/or methacrylic acid.3-tetramethylbuthyl)-phenyl]omega-hydroxypoly (oxyethylene) with both substances having a poly (oxyethylene) content averaging 3 moles 132 .3.55. kalium. Fatty acid derived from animal and vegeteble fats and oils and salts of such acids. Butylbenzyl phthalate Butyraldehyde α[p-(1. Potassium.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. potassium. Sodium.3. atau natrium. Butilbenzil ftalat Butiraldehida Campuran garam natrium dari α[p-(1. Calcium. Ammonium. natrium dan seng Besi (II) amonium sulfat Besi (III) klorida Butil oleat.3.3. alkil metil 1-metilC9–49-alkil 2-Sulfoetil metakrilat. sulfated. kalsium.

ammonium.2-hidroksistearat Gliseril monorisinoleat Isobutil oleat. garam natrium Hydroxymethyl derivatives (campuran mono dan poly) of [N(1. garam amonium.N′-Diphenyl-p-phenylenediamine Dimethylpolysiloxane Dipropylene glycol dibenzoate Dicyclohexyl phthalate Diethylene glycol ester of the adduct of terpene and maleic anhydride Furcelleran and salts of furcelleran Glyoxal Glyceryl lactostearate Glyceryl monobutyl ricinoleate Glyceryl mono-1.N′-Difenil-p-fenilendiamina Dimetilpolisiloksan Dipropilena glikol dibenzoat Disikloheksil ftalat Ester dietilena glikol dari pumpunan (adduct) terpena dan anhidrida maleat Furseleran dan garam furseleran Glioksal Gliseril laktostearat Gliseril monobutil risinoleat Gliseril mono-1.05.2-hydroxystearate Glyceryl monoricinoleate Isobutyl oleate.1-dimethyl-3-oxobutyl) acrylamide] Di(C7. sodium salt 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 133 . atau natrium Kaptan (N-trikloro metil merkapto-4-sikloheksena-1. sulfat. sulfated. or sodium salt Captan (Ntrichloromethylmercapto-4cyclohexene-1.1-dimetil-3oksobutil) akrilamida] Di(C7.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. kalium. potassium. 2-dicarboximide) Naphthalene sulfonic acidformaldehyde condensate. 2dikarboksimida) Kondensat formaldehida-asam naftalena sulfonat.C9-alkil) adipat Dibutil ftalat Dibutil sebakat Dietilena glikol dibenzoat N.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 12 Derivat hidroksimetil (campuran mono dan poli) [N-(1.55.C9-alkyl) adipate Dibutyl phthalate Dibutyl sebacate Diethylene glycol dibenzoate N.

asam fumarat.05. methyl acrylate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. ethyl acrylate. Dimethylpolysiloxane-betaphenylethyl methyl polysiloxane copolymer (2:1) Ethylene-acrylic acid copolymers Oxazolidinylethylmethacrylate copolymer with ethyl acrylate and methyl methacrylate Stiren-butadien copolymers. and vinylidene chloride Maleic anhydride adduct of butadiene-styrene copolymer. glisidil metakrilat. or produced by copolymerizing one or more of such acrylate monomers together with one or more of the monomers acrylic acid. methacrylic acid. glycidyl methacrilate. styrene. stirena. n-hexyl methacrilate. fumaric acid. butadiene. n-heksil metakrilat. etil akrilat. itaconic acid.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 31 Kopolimer akrilat yang dihasilkan dengan kopolimerisasi dua atau lebih monomer-monomer akrilat : butil akrilat. asam itakonat. dan n-propil metakrilat. ethyl methacrylate. 2etil-heksil akrilat. etil metakrilat. and n-propyl methacrylate. asam metakrilat.55. butadiena. vinil klorida. metil akrilat. Styrene-butadiene copolymers dengan 2-hydroxyethyl acrylate dan acrylic acid 32 33 34 35 36 37 134 . methyl methacrylate. dan viniliden klorida Kopolimer butadiena-stirena pumpunan (adduct) anhidrida maleat Kopolimer dimetil polisiloksan-βfenil etil metil polisiloksan (2:1) Kopolimer etilena-asam akrilat Kopolimer oksazolidinil etilmetakrilat dengan etil akrilat dan metil metakrilat Kopolimer stirena-butadiena Kopolimer stirena-butadiena dengan 2-hidroksietil akrilat dan asam akrilat Acrylic copolymers produced by copolymerizing 2 or more of the acrylate monomers butyl acrylate. vinyl chloride. 2-ethyl-hexyl acrylate. vinyl acetate. metil metakrilat. acrylonitrile. vinil asetat. atau dihasilkan dengan kopolimerisasi satu atau lebih monomer akrilat tersebut bersama-sama dengan satu atau lebih monomer-monomer asam akrilat. akrilonitril.

hexyl. bisiklo-[2. vinyl pelargonate. mono(2etilheksil) maleat. vinil pelargonat. vinil krotonat. butyl. dialil ftalat. propyl. 5norbornene-2. or octyl esters. atau ester oktil. vinil heksoat. amil.1]hept-2ene-6-methylacrylate. ethyl. methacrylic acid. viniliden klorida. vinil stearat. vinyl acetateand vinylidene chloride Vinyl chloride-vinyl acetate hydroxyl-modified copolymers Vinyl chloride-vinyl acetate hydroxyl-modified copolymers reacted with trimellitic anhydride. etil.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. heksil. butil.diallyl maleate. mono-n-buthyl ester.butyl acrylate. dibutil fumarat. fumaric acid. di(2ethylhexyl) maleate. di(2-etilheksil) maleat. metil akrilat.2. Vinyl chloride copolymers produced by copolymerizing vinyl chloride with one or more of the monomers acrylonitrile. vinyl butyrate. amyl. vinyl propio-nate. monoetil maleat. butil. diallyl phthalate. heptil. butyl. metil metakrilat.05. dibutyl itaconate. maleik anhidrid. dibutil maleat.55. or octyl esters. atau oktil ester. itaconic acid. 5-norbornen-2. crotonic acid. asam akrilat. styrene. hexyl. vinil propionat. propyl. and vinyl sulfonic acid. methyl methacrylate. ethyl acrylate. heptyl. 3-dicarboxylic acid. maleic acid. divinil benzena. mono(2ethylhexyl) maleate.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 38 Kopolimer vinil asetat yang dihasilkan dengan kopolimerisasi vinil asetat dengan satu atau lebih monomer-monomer akrilamida. vinyl stearate. asam maleat. vinil pirolidon. decyl acrylate. asam metakrilat. vinil butirat. dialil fumarat. dibutil itakonat. ethyl. dibuthyl fumarate. asam 3-dikarboksilat. etil akrilat. vinyl pyrrolidone. etil. 2-etil-heksil akrilat. dibutylmaleate. acrylic acid. fumaric acid and its methyl.2. dan asam vinil sulfonat Kopolimer vinil klorida dihasilkan dengan kopolimerisasi vinil klorida dengan satu atau lebih monomer-monomer akrilonitril. maleic acid and its methyl. stirena. akrilonitril.asam maleat dan metil. amil. monoethyl maleate. asam fumarat dan metil. 39 40 41 135 . divinyl benzene. butil akrilat. asam fumarat. heptyl. maleic anhydride. vinil asetatdan viniliden klorida Kopolimer vinil klorida-vinil asetat hidroksil-termodifikasi Kopolimer vinil klorida-vinil asetat hidroksil termodifikasi direaksikan dengan anhidrida trimelitat Vinyl acetate copolymers produced by copolymerizing vinyl acetate with one or more of the monomers acrylamide. propil. heksil. heptil. vinylidene chloride. dialil maleat. diallyl fumarate. asam itakonat. vinyl hexoate. 2-ethylhexyl acrylate. bicyclo-[2. methyl acrylate. amyl.1]hept-2en-6-metilakrilat. ester mono-n-butil ester. vinyl crotonate. propil. asam krotonat . acrylonitrile. desil akrilat.

terhidrogenasi. vinil klorida dan asam vinil sulfonat Lilin petroleum. butil metakrilat etil akrilat. akrilonitril. butyl methacrylate ethyl acrylate. garam kalium Mono. lilin Polietilena direaksikan dengan anhidrida maleat Polietilena. asam itakonat. potassium salt Propylene glycol mono. etil metakrilat. ethyl methacrylate. synthetic Fish oil. oxidized Polyoxypropylene-polyoxyethylene block polymers 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 136 . butyl acrylate. sintetik Minyak ikan. propil metakrilat. hydrogenated Fish oil. teroksidasi Polimer blok polioksipropilenapolioksietilena Vinylidene chloride copolymers produced by copolymerizing vinylidene chloride with one or more of the monomers acrylamide acrylic acid. Wax. asam fumarat. metil akrilat. propyl acrylate. Oleyl alcohol Pentaerythritol tetrastearate. fumaric acid.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. acrylonitrile.dan diester propilena glikol dari lemak dan asam lemak Monogliserida sitrat Natrium desilbenzenasulfonat Natrium diheksil sulfosuksinat Natrium 2-etilheksil sulfat Natrium oleoil isopropanolamida sulfosuksinat Natrium vinil sulfonat terpolimerisasi Oleil alkohol Pentaeritritol tetrastearat Petroleum. propyl methacrylate.55. butil akrilat. oktadesil metakrilat. hydrogenated. vinyl chloride and vinyl sulfonic acid.itaconic acid. metil metakrilat. propil akrilat. asam metakrilat. Petroleum wax.05. terhidrogenasi Minyak ikan.and diesters of fats and fatty acids Monoglyceride citrate Sodium decylbenzenesulfonate Sodium dihexyl sulfosuccinate Sodium 2-ethylhexyl sulfate Sodium oleoyl isopropanolamide sulfosuccinate Sodium vinyl sulfonate polymerized. methyl acrylate. methacrylic acid.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 42 Kopolimer vinilidena klorida dihasilkan dengan kopolimerisasi vinilidena klorida dengan satu atau lebih monomer akrilamida asam akrilat. petroleum Polyethylene reacted with maleic anhydride Polyethylene. methyl methacrylate. octadecyl methacrylate.

05.alkil tidak jenuh)1–[2–(C18 dan C18-amido tidak jenuh)etil]-4. metil sulfat Styrene polymers made by the polymerization of any combination of styrene or alpha methyl styrene with acrylic acid. methyl sulfates 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 137 . 2–(C17 and C17-unsaturated alkyl)-1–[2– (C18 and C18-unsaturated amido)ethyl]-4. phthalic anhydride. methacrylic acid.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 59 Polimer stirena dibuat dari polimerisasi setiap gabungan stirena atau α-metil stirena dengan asam akrilat. methyl methacrylate. anhidrida ftalat. anhidrida maleat dan etilena glikol Resin poliester dihasilkan dengan mereaksikan gugus asam dalam lilin montan dengan etilena glikol Resin toluena sulfonamidaformaldehida Senyawa imidazolium.55. dan butil akrilat Polipropilena glikol Polimer akrilat dan akrilat termodifikasi Polimer akrilonitril Polimer etanadial dengan tetrahidro-4-hidroksi-5-metil2(1H)pirimidinon terpropoksilasi Polivinil alkohol (larutan 4% dalam air) Polivinil asetat Polivinil butiral Polivinil formal Polivinil pirolidon Polivinil stearat Poliviniliden klorida Resin kopolimer α-metilstirenaviniltoluena (rasio molar αmetilstirena dan viniltoluena 1:3) Resin poliester dihasilkan dari reaksi ester metil dari rosin.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Imidazolium compounds. 2-etil heksil akrilat. Polyester resin formed by the reaction of the methyl ester of rosin.5-dihydro-1-methyl.and butyl acrylate Polypropylene glycol . metil metakrilat. maleic anhydride and the ethylene glycol Polyester resin produced by reacting the acid groups in montan wax with ethylene glycol Toluenesulfonamide-formaldehyde resins. Acrylic and modified acrylic polymers Acrylonitrile polymer Ethanedial.5-dihidro-1-metil. 2–(C17alkil dan C17. 2-ethyl hexyl acrylate. polymer with tetrahydro-4-hydroxy-5-methyl2(1H)pyrimidinone. propoxylated Polyvinyl alcohol (4% water solution) Polyvinyl acetate Polyvinyl butyral Polyvinyl formal Polyvinyl pyrrolidone Polyvinyl stearat Polyvinylidene chloride α-Methylstyrene-vinyltoluene copolymer resins (molar ratio 1amethylstyrene to 3 vinyltoluene). asam metakrilat.

2.4-di-(C9C11 alkyl) ester.4-diisodesil.dan p-kresol (derivat timol) Kalsium isostearat Tanah liat kaolin termodifikasi dihasilkan dengan mereaksikan natrium silikat dan tanah liat kaolinat pada kondisi hidrotermal Asam alkil mono. Alkyl mono. sulfo-1. sulfo-1. sulfo-1. garam natrium Campuran natrium n-dodesil polietoksi sulfat (50 mol) dan natrium isododesil fenoksipolietoksi sulfat (40 mol) Dinatrium N-okta desilsulfosuksinamat Ester asam butandioat.2. sulfo1. ammonium salt (also known as butanedioic acid.8 Pengemulsi dan/atau bahan aktif permukaan (Emulsifiers and/or Surface Active Agents) 1 2 3 4 5 138 .dan disulfonat.3. Calcium isostearate Modified kaolin clay is produced by reacting of sodium silicate and kaolinite clay under hydrothermal conditions. sodium salts Sodium n-dodecylpolyethoxy (50 moles) sulfate-sodium isododecylphenoxypolyethoxy (40 moles) sulfate mixtures Disodium Noctadecylsulfosuccinamate Butanedioic acid. ammonium salt) 12-Hydroxystearic acidpolyethylene glycol block copolymers 78 2. garam amonium (juga dikenal sebagai ester asam butanadioat.and disulfonic acids. sodium salt Stannous oleate n-Decyl alcohol 2. garam amonium) Kopolimer blok asam 12hidroksistearat-polietilena glikol Viscous rayon fibers Polyoxyethylated (40 moles) tallow alcohol sulfate.05.4di-(alkil C9-C11).5-Di-tert-butil hidrokuinon Difenilamina Fenotiazina Fenil-β-naftilamina Gom ksantan Isopropil m.7 Penstabil dan/atau Antioksidan (Stabilizer and/or Antioxidants) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 2.3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 76 77 Serat rayon kental Tal alkohol sulfat terpolioksietilasi (40 mol).55.and p-cresol ( thymol derivate). garam natrium Timah (II) oleat n-Desil alkohol 2.5-Di-tert-butyl hydroquinone Diphenylamine Phenothiazine Phenyl-β-naphthylamine Xanthan gum Isopropyl m.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4-diisodecyl ester.

diethanolamine reaction product Tetrasodium N.3. 74160 Kalsium karbonat Kalsium silikat Kalsium sulfat Karbon hitam (channel process) Kobalt aluminat Magnesium oksida Magnesium silikat (talk) Tanah siena mentah Seng karbonat Seng oksida Silika Aluminum Aluminum and potassium silicate (mica) Aluminum hidrate Aluminum mono-. 74160. No. No. C.9 2.(1.I. polyoxyethylated Poly(isobutene)/maleic anhydride adduct. C. 15:2. 15:1.I. and tristearate Aluminum silicate (China clay) Barium sulfate Bentonite Bentonite. and 15:4. di-.05. terpolioksietilasi Poli(isobutena)/ anhidrida maleat pumpunan (adduct) dietanolamina Tetranatrium N. pigmen biru 15.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 6 7 Minyak jarak. dan tristearat Aluminium silikat (Kaolin) Barium sulfat Bentonit Bentonit.I. 15:3.2dicarboxyethyl) . Calcium carbonate Calcium silicate Calcium sulfate Carbon black (channel process) Cobalt aluminate Magnesium oxide Magnesium silicate (talc) Raw sienna Zinc carbonate Zinc oxide Silica 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 139 .3.N octadecylsulfo–succinamate 8 2.55. 15:2. dimodifikasi dengan ion dimetildioktadesilamonium Besi oksida atau “burnt umber” Biru ftalosianin (C.I.1.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. dan 15:4. pigmentblue 15.1 Pewarna : Pewarna Kertas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aluminium Aluminium dan kalium silikat (mika) Aluminium hidrat Aluminium mono-.(1. 15:3.9.N oktadesilsulfo–suksinamat Castor Oil. di-. modified with dimethyldioctadecylammonium ion Iron oxides or burnt umber Phthalocyanine blue (C. 15:1.2dikarboksietil) .

potassium. ammonium. or sodium salt Mustardseed oil. garam sulfat dari amonium. garam sulfat dari amonium.3. Titanium dioksida Titanium dioksida-barium sulfat Titanium dioksida-magnesium silikat 2-Amino-2-metil-1-propanol Asam stearil-2-laktilat dan garam kalsium nya Kopolimer stirena-butadiena Minyak ikan paus.3 2.1 KOMPONEN KERTAS DAN KARTON YANG KONTAK DENGAN PANGAN KERING Pengawet 1 2 3 4 5 Asam borat Barium metaborat 1.2. potassium. kalium.2-Benzisothiazolin-3-one Bis(trichloromethyl) sulfone Borax 140 .3.2-Benzisotiazolin-3-on Bis(triklorometil) sulfon Boraks Boric acid Barium metaborate 1.3. 2-Amino-2-methyl-1-propanol Stearyl-2-lactylic acid and its calcium salt Styrene-butadiene copolymers Sperm oil. ammonium. sulfated. sulfated.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. kalium.9.55.2 Pendispersi Pigmen (Pigment Dispersant) Tanah Diatomeae Tartrazin (hanya FD&C kuning No. 5 only) Titanium dioxide Titanium dioxide-barium sulfate Titanium dioxide-magnesium silicate. atau natrium Minyak biji mustard. atau natrium Monoisopropanolamina Natrium seng kalium polifosfat Natrium poliakrilat Natrium zeolit A Poli(dialildimetilamonium klorida) Timah (II) oleat Diatomaceous earth Tartrazine lake (certified FD&C Yellow No.05.3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 22 23 24 25 26 2. 5 yang disertifikasi). atau sodium salt Monoisopropanolamine (MIPA) Sodium zinc potassium polyphosphate Sodium polyacrylate Zeolite Na-A Poly(diallyldimethylammonium chloride) Stannous oleate 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 2.

1 Pemodifikasi : Pemodifikasi Kertas 1 2 3 Heksametilenatetramina Kloral hidrat Polimer dibuat dari urea.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 6 Campuran dari 5Hidroksimetoksimetil-1-aza-3.7-dioksa bisiklo[3.3.3. 5hidroksimetil-1-aza-3.3.3. and the acetate salts there of .55.4.7dioksabisiklo[3.dan di(2alkenil)suksinil polietilena glikol yang mengandung minimum 90% produk diester dan gugus alkenil berasal dari olefin Polietilena glikol monoisotridesil eter sulfat. Ester mono. 5hydroxymethyl-1-aza-3.0] octane mixture. reaction products with 2-[(2aminoethyl)amino]ethanol and urea .3. ethanedial.3. and 5hydroxypoly-[methyleneoxy]methyl1-aza-3.0]octane.3.3 Pengemulsi 1 2 3 2. dan propionaldehida Tetraetilenapentamina Trietilenatetramina Produk reaksi dari asam oktadekanoat.05.0] octane. dengan 2-[(2aminoetil)amino]etanol dan urea. Acrylamide polymer with sodium 2acrylamido-2-methylpropanesulfonate Cationic soy protein hydrolyzed 4 5 2. etanadial. garam natrium 5-Hydroxymethoxymethyl-1-aza3. which may be emulsified with ethoxylated tallow alkylamines.3. sodium salt 2.7-dioxabicyclo[3.0] oktana.4 2.7-dioxabicyclo[3.3.2 Pemlastis 1 2 3 2. Mono.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. dan garam asetat dari padanya.3. dan propionaldehyde Tetraethylenepentamine Triethylenetetramine Octadecanoated acid.0]oktana.0] oktana Dietilena glikol dibenzoat Dipropilena glikol dibenzoat Gliseril tribenzoat 4-[2-[2-(2-Alkoksi (C12– C15) etoksi) etoksi]etil] dinatrium sulfosuksinat.3.3. Polymer prepared from urea.7-dioksabisiklo[3.3. yang mungkin diemulsikan dengan tal alkilamina teretoksilasi Polimer akrilamida dengan natrium 2-akrilamido-2metilpropana-sulfonat Protein kedelai kationik Hexamethylenetetramine Chloral hydrate.7dioxabicyclo[3.4.3.and di(2-alkenyl)succinyl esters of polyethylene glycol containing not less than 90 percent of the diester product and in which the alkenyl groups are derived from olefins Polyethylene glycol monoiso tridecyl ether sulfate. Diethylene glycol dibenzoate Dipropylene glycol dibenzoate Glyceryl tribenzoate 4-[2-[2-(2-Alkoxy (C12– C15) ethoxy) ethoxy]ethyl] disodium sulfosuccinate.3.3. formaldehyde.2 Proses pembentukan lembaran (Sheet forming operation 1 2 3 141 . dan 5hidroksipoli-[metilenaoksi] metil1-aza-3. formaldehida.

4.Ndilinoeoyl-ethylenediamine. garam kalium Asam o-ftalat dimodifikasi isolat protein kedelai terhidrolisis Asam oleat direaksikan dengan N-alkil-(C16–C18) trimetilenadiamina sec-Butil alkohol Itaconic acid Xylene sulfonic acid-formaldehyde condensate. Disodium N-octadecyl sulfosuccinamate 12 13 14 15 16 17 18 142 .dan asam disulfonat. Oleic acid reacted with N-alkyl(C16–C18) trimethylenediamine sec-Butyl alcohol 5 6 7 8 9 10 11 Butil benzil ftalat Campuran N. Diethanolamine. garam natrium Asam lemak (C12–C18) dietanolamida Asam lemak minyak ikan.N-Dioleoylethylenediamine. Diethylene glycol monobutyl ether Diethylene glycol monoethyl ether Diethylenetriamine. and Noleoyl-N-linoleoyl-ethylenediamine mixture 2.3. sodium salt Fatty acid (C12–C18) diethanolamide Fish oil fatty acids.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris terhidrolisis (isolat protein terhidrolisis dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan 3-kloro2-hidroksipropiltrimetil amonium klorida) 2. dan N-oleoil-Nlinoleoil-etilenadiamina 2.3 Lain-Lain (hydrolyzed soy protein isolate modified by treatment with 3chloro-2-hydroxypropyltrimethyl ammonium chloride) (2-Alkenyl) succinic anhydrides in which the alkenyl groups Alkyl mono. Butyl benzyl phthalate N. potassium salt o-Phthalic acid modified hydrolyzed soy protein isolate. N. terhidrogenasi. N.5-Di-tert-butyl hydroquinone.N-dioleoil etilenadiamina. sodium salts 1 2 3 3 4 (2-Alkenil) anhidrida suksinat dalam gugus alkenil Alkil mono.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Diphenylamine.05.and disulfonic acids. hydrogenated.55.3. garam natrium Alkohol hidroabietil Asam itakonat Asam ksilena sulfonat formaldehida kondensat.N-dilinoeoiletilenadiamina.5-Di-tert-butil hidrokuinon Dietanolamina Dietilena glikol monobutil eter Dietilena glikol monoetil eter Dietilenatriamina Difenilamina Dinatrium N-oktadesil sulfosuksinamat.

sodium salt.4pentanediol) Hydroabietyl alcohol. dan tripropilena glikol Ester polioksietilena (minimum 12 mol) dari minyak tal (30%– 40% asam rosin) Etilena oksida Etilena oksida pumpunan (adduct) dengan mono-(2etilheksil) o-fosfat Formaldehida Glioksal Gliseril monokaprat Heksilena glikol (2-metil-2. sodium salt Glyoxal-urea-formaldehyde condensate Styrene-methacrylic acid copolymer.4pentanediol) Hidroabietil alkohol Hidrokarbon petroleum. garam natrium formaldehida Kondensat asam naphtalena sulfonat garam natriumformaldehida Kondensat glioksal-ureaformaldehida Kopolimer asam stirenametakrilat. Napthalene sulfonic acidformaldehyde condensate. di-. potassium salt Erukamida (erusilamida) Ester metil ester mono-.55. light and odorless Oxidized soy isolate Isopropanolamine hydrochloride Carbon tetrachloride Myristochromic chloride complex Stearato chromic chloride complex Methyl napthalene sulfonic acidformaldehyde condensate. garam kalium 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 143 . ringan dan tidak berbau Isolat kedelai teroksidasi Isopropanolamina hidroklorida Karbon tetraklorida Komplek miristokromat klorida Kompleks stearato kromik klorida Kondensat asam metil naptalena sulfonat. di-. and tripropylene glycol Polyoxyethylene (minimum 12 moles) ester of tall oil (30%–40% rosin acids) Ethylene oxide Ethylene oxide adduct of mono-(2ethylhexyl) o-phosphate Formaldehyde Glyoxal.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia tert-Dodesil tioeter polietilena glikol Nama Inggris 19 20 21 22 tert-Dodecyl thioether of polyethylene glycol Erucamide (erucylamide) Methyl esters of mono-.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Glyceryl monocaprate Hexylene glycol (2-methyl-2. Petroleum hydrocarbons.05.

Sodium diisobutylphenoxy monoethoxy ethylsulfonate Sodium isododecylphenoxy polyethoxy (40 moles) sulfate Sodium xylene sulfonate Sodium methyl siliconate 41 42 43 44 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 144 .Imino-bis-butylamine .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 40 Kopolimer anhidrida maleat adiisobutilena.N-Diisopropanolamide of tallow fatty acids Sodium bis-tridecylsulfosuccinate Sodium diisobutylphenoxy diethoxyethyl sulfonate.Triethylenetetramine Methyl alcohol Castor oil. butil. isobutyl. isobutil.N-Diisopropanolamida asam lemak tal Natrium bis-tridesilsulfosuksinat Natrium diisobutilfenoksidietoksi etil sulfonat. Polyoxyethylated (42 moles ethylene oxide) Pine oil Monodiglyceride citrate N.N′-Bis (hidroksietil) lauramida N.Alkohol (etil.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. ammonium or sodium salt Styrene-allyl alcohol copolymers Xylene Candelilla wax Melamine-formaldehyde modified with : .Alcohols (ethyl.Imino-bis-etileneimina .55.N′-Bis(hydroxyethyl) lauramide N.Asam Sulfanilat .05.Imino-bis-propylamine . or isopropyl) .Tetraetilenapentamina . amonium atau garam natrium Kopolimer stirena-alil alkohol Ksilen Lilin kandelila Melamin-formaldehida dimodifikasi dengan : . butyl. Natrium diisobutilfenoksi monoetoksi etilsulfonat Natrium isododesilfenoksi polietoksi sulfat (40 mol) Natrium ksilena sulfonat Natrium metil silikonat Maleic anhydride-diisobutylene copolymer.Imino-bis-butilamina .Trietilenatetramina Metil alkohol Minyak kastor. terpolioksietilasi (42 mol etilena oksida) Minyak pinus Monogliserida sitrat N. atau isopropil) .Sulfanilic acid . propil.Poliamina produk reaksi etilena diamina atau trimetilenadiamina dengan didikloropropana .Imino-bis-ethyleneimine . propyl.Imino-bis-propilamina .Diethylenetriamine .Tetraethylenepentamine .Dietilenatriamina .Polyamines made by reacting ethylenediamine or trimethylenediamine with didichloropropane .

6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 56 57 58 59 60 61 62 Natrium n-dodesilpolietoksi sulfat (50 mol) Natrium nitrit Natrium N-metil-N-oleil taurat Natrium poliakrilat Nikel β-Nitrostirena α-(p-Nonilfenil)-ω-hidroksipoli (oksietilena) sulfat. Poli [2-(dietilamino) etil metakrilat] fosfat. Poli(2-aminoetil akrilat nitrat-co2-hidroksipropil akrilat) Poli(N–1.55. terhidrogenasi Polietilena glikol (200) dilaurat Polimer glioksal-urea Sodium n-dodecylpolyethoxy (50 moles) sulfate Sodium nitrite Sodium N-methyl-N-oleyl taurate Sodium polyacrylate Nickel β-Nitrostyrene α-(p-Nonylphenyl)-omegahydroxypoly (oxyethylene) sulfate.05. garam amonium α-cis-9-Oktadesenil-ωhidroksipoli (oksietilena). ammonium salt α-cis-9-Octadecenyl-omegahydroxypoly (oxyethylene).2-dihidroksi etilena-1.2dihydroxyethylene-1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Poly [2-(diethylamino) ethyl methacrylate] phosphate Poly(2-aminoethyl acrylate nitrateco-2-hydroxypropyl acrylate) Methylated poly(N–1.3imidazolidin–2–one) Polybutene. hydrogenated Polyethylene glycol (200) dilaurate Glyoxal-urea polymer 63 64 65 66 67 68 69 145 .3imidazolidin–2–on) termetilasi Polibutena.

propyl. Vinyl hexoate. Decyl acrylate. butil. or octyl esters. Vinyl stearate. Fumaric acid.55. Vinil propionat. Stiren. Divinilbenzena. Monoethyl maleate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Cyclol acrylate. Petroleum alicyclic hydrocarbon resins. 2-Etilheksil akrilat. Etilen. 2-Hydroxyethyl acrylate. Monoetil maleat. propil. Divinylbenzene. ethyl.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 70 Polimer : Homopolimer dan kopolimer dari monomer berikut : Akrilamida. polymer with tetrahydro-4-hydroxy-5-methyl2(1H)pyrimidinone. Mono(2-ethylhexyl) maleate. ethyl.3-dicarboxylic acid. Mono(2etilheksil) maleat. Butadiena. Methacrylic acid and its methyl. Isobutyl acrylate. Vinylidene chloride. Dioctyl maleate. propoxylated N-[(dimethylamino) methyl] acrylamide polymer with acrylamide dan styrene Polyoxypropylene-polyoxyethylene glycol Polyvinyl alcohol Cationic soy protein (soy protein isolate modified by treatment with 3-chloro-2-hydroxypropyltrimethylammonium chloride). Asam metakrilat dan ester metil. Maleic anhydride and its methyl or butyl esters. Vinil heksoat. Asam Itakonat. Vinil klorida. etil. mono-n-butyl ester. Asam fumarat. terpropoksilasi Polimer N[(dimetilamino)metil]akrilamida dengan akrilamida dan stirena Polioksipropilena-polioksietilena glikol Polivinil alkohol Protein kedelai kationik (isolat protein kedelai dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan 3-kloro-2-hidroksipropiltrimetilamonium klorida) Resin hidrokarbon alisiklik petroleum. Vinilidena klorida. Diallyl fumarate. Vinyl propionate. Acrylonitrile. Butadiene. Isoprene. butyl. Isobutilena. or the hydrogenated product 71 Polimer etanadial dengan tetrahidro-4-hidroksi-5-metil2(1H) pirimidinon. Vinyl sulfonic acid Ethanedial. atau produk terhidrogenasi 72 73 74 75 76 146 . Vinyl crotonate. Isoprena. atau propilnya. Akrilonitril. Dioktil maleat. Isobutylene. Vinil butirat. Glycidyl methacrylate. Asam 5-Norbornen-2. atau oktil-nya. ester mono-n-butil. Glisidil metakrilat. N(Hidroksimetil) akrilamit. Vinyl butyrate. Ethylene. Styrene. Metilstirena. Itaconic acid. Acrylic acid and its methyl.05. Vinil asetat. Asam krotonat. Siklol akrilat. Dialil fumarat. 2-Ethylhexyl acrylate. N-(Hydroxymethyl) acrylamide. 2Hidroksietil akrilat. Vinyl acetate. or propyl esters. 5-Norbornene2. Vinyl pelargonate. Asam vinil sulfonat Polymers : Homopolymers and copolymers of the following monomers : Acrylamide. Desil akrilat. Crotonic acid. Anhidrida maleat dan ester metil atau butil esternya. Vinil pirolidon. Methylstyrene. Vinil stearat. Isobutil akrilat. Vinil pelargonat. asam akrilat dan ester metil.3dikarboksilat. Vinyl pyrrolidone. Vinil krotonat. Vinyl chloride. butil. butyl. etil.

3-Tetramethyl butyl)phenyl]-omega hydroxypoly(oxyethylene) α-[p-(1. 2–(C17 dan C17-alkil tidak jenuh)-1–[2– (C18 dan C18.1.3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 77 78 79 80 Resin poliamida-epikloro hidrin termodifikasi Resin poliamida-etilenaiminepiklorohidrin Seng stearat Senyawa Imidazolium .1.5-dihidro-1-metil.2-dikarboksi etil)-N-oktadesil sulfosuksinamat α-[p-(1. partially stearoylated 81 82 83 84 85 86 87 88 147 . Tetrasodium N-(1.3Tetramethylbutyl)phenyl or pnonylphenyl]-omegahydroxypoly (oxyethylene) where nonyl group is a propylene trimer isomer Toluene Triethanolamine Triethylenetetramine monoacetate. 2–(C17 and C17-unsaturated alkyl)-1–[2– (C18 and C18-unsaturated amido)ethyl]-4.55.05.3.3-Tetrametilbutil) fenil atau p-nonil fenil]-ω-hidroksi poli (oksietilena).3. metil sulfat Serat kalium titanat N-Sikloheksil-p-toluena sulfonamida Tetranatrium N-(1.3-Tetrametil butil)fenil]-ωhidroksipoli(oksietilena) α-[p-(1. gugus nonil merupakan isomer trimer propilena Toluena Trietanolamina Trietilenatetramina monoasetat. sebagian terstearoilasi Polyamide-epichloro hydrin modified resins Polyamide-ethyleneimineepichlorohydrin resin Zinc stearate Imidazolium compounds.5-dihydro-1-methyl.1.amido tidak jenuh)etil]-4.2dicarboxyethyl)-N-octadecyl sulfosuccinamate α-[p-(1. methyl sulfates Potassium titanate fibers N-Cyclohexyl-p-toluene sulfonamide.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3.1.

55. .Aminomethylsulfonic acid.N-Oleoil-N'stearoiletilenadiamina .Diaminopropana . .Asam aminometilsulfonat .Guanidine.3. .Tetraethylenepentamine .3.Tetraetilenapentamina .Etilenadiamina .Triethylenetetramine 2. isobutyl.6 Perekat 1 2 148 . or isopropyl) .Ethylenediamine.3.Difenilamina . propyl.Imino-bis-butilamina . butyl. . butil.5 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 89 Urea-formaldehida yang secara kimiawi dimodifikasi dengan : .2 Pigment stuctural agent 1 2 2.N.N'-Dioleoylethylenediamine. . .Imino-bis-butylamine.Imino-bis-ethylamine. Diaminobutane.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.Diaminobutana .3.Trietilenatetramina Urea-formaldehyde chemically modified with : . propil. .Guanidina . Ammonium nitrate.Imino-bis-etilamina . .5. Cationic soy protein hydrolyzed (hydrolyzed soy protein isolate modified by treatment with 3chloro-2-hydroxypropyltrimethyl ammonium chloride) Modified polyacrylamide Cationic soy protein hydrolyzed (hydrolyzed soy protein isolate modified by treatment with 3chloro-2-hydroxypropyltrimethyl ammonium chloride) Petroleum hydrocarbon resins 2.3.N.5.Diethylenetriamine.Alcohol (methyl.05.3.Imino-bis-propilamina .1 Pewarna : Pewarna Kertas 1 Garam aluminium dan kalsium dari pewarna FD & C pada substrat alumina. .3.Diaminopropane.Alkohol (metil.N′-Dioleoiletilenadiamina .N. atau isopropil) .N′-Distearoiletilenadiamina .Imino-bis-propylamine.Poliamina yang dibuat dengan mereaksikan etilenadiamina atau trietilenadiamina dengan dikloroetana atau dikloropropana . isobutil. .N. . amonium nitrat Protein kedelai kationik terhidrolisis (isolat protein terhidrolisis dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan 3-kloro2-hidroksipropiltrimetil amonium klorida) Poliakrilamida termodifikasi Protein kedelai kationik terhidrolisis (isolat protein terhidrolisis dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan 3-kloro2-hidroksipropiltrimetil amonium klorida) Resin hidrokarbon petroleum Aluminum and calcium salts of FD & C dyes on a substrate of alumina.Diphenylamine.3.N'-Distearoylethylenediamine. etil. .N-Oleoyl-N'stearoylethylenediamine.Dietilenatriamina . ethyl.Polyamines made by reacting ethylenediamine or triethylenediamine with dichloroethane or dichloropropane .

1. IV. 2 jam 121°C. Produk roti Padat dan kering (tidak memerlukan uji akhir) TABEL 2. Sterilisasi panas suhu tinggi.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. VIII. termasuk mengandung emulsi minyak dalam air dengan kandungan lemak rendah atau tinggi. dapat mengandung garam atau gula atau keduanya.1) Pengekstrak Air. (suhu dan waktu) Kondisi Penggunaan A. mengandung minyak atau lemak bebas.1. dapat mengandung garam atau gula atau keduanya. 30 menit -66°C. 2 jam 100°C. B. V. VII II III. kandungan lemak rendah atau tinggi Emulsi minyak dalam air. 30 menit 100°C. kandungan lemak rendah atau tinggi II. (suhu dan waktu) Alkohol 8%. B. Mengandung alkohol Non . termasuk emulsi mengandung minyak dalam air dengan kandungan lemak rendah atau tinggi Bersifat asam (pH ≤ 5.1 : TIPE PANGAN TIPE BAHAN PANGAN DAN PANGAN OLAHAN I.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 TIPE PANGAN DAN KONDISI PENGGUNAAN 2. 30 menit ----- 149 . III. Tidak bersifat asam (pH ≥ 5. IV-B III. Emulsi air dalam minyak. dapat mengandung garam. Produk mengandung air. asam atau tidak asam.1. > 100°C Sterilisasi pada titik didih air I. VII 121°C. produk – produk mengandung air. Lemak dan minyak mengandung sedikit air Minuman : A.0). VI.55.05. 2 jam -49°C.2 : PROSEDUR PENGUJIAN DAN SIMULAN PANGAN Tipe Pangan (lihat Tabel 2. Produk susu dan turunannya : A.alkohol VII. (suhu dan waktu) Heptana. IV-A.1 PLASTIK TABEL 2. B.0). termasuk mengandung emulsi air dalam minyak dengan kandungan lemak rendah atau tinggi. produk – produk mengandung air.

Penyimpanan dingin. IV-A.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat Tabel 2. (suhu dan waktu) Alkohol 8%. 24 jam -- -- III. 15 menit -- V 49°C. VI-B III. Pengisian panas atau pasteurisasi dibawah 66°C II. IV-B. VII G. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) Penyimpanan beku. IV-B 100°C. IV-B Diisi pada suhu didih. Pengisian panas atau pasteurisasi diatas 66°C II. IV-B. atau emulsi minyak dalam air dari kadar lemak tinggi atau rendah. Pengisian suhu ruangan dan disimpan (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) I. 2 jam ---49°C. II. II. IV-A V. 30 menit. (suhu dan waktu) C. VII VI-A I. VI-B III. 48 jam --- D. VII VI-A F. (suhu dan waktu) Heptana. 15 menit -38°C. IV-A V VI-A E. III. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) Penyimpanan beku.VI-B. I. IVB. didinginkan hingga 38°C -66°C. 2 jam --49°C. siap disajikan untuk dipanaskan kembali dalam wadah pada waktu digunakan: 1. H. Mengandung air. IV-A 49°C. 30 menit 21°C. 38°C. 2 jam 66°C. II. 24 jam --21°C.1) Pengekstrak Air.55.1. didinginkan hingga 38°C Diisi pada suhu didih. 48 jam -21°C. II. 24 jam --21°C. 30 menit --21°C. 30 menit -- -- 150 . IV-B. I.05.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. III. 30 menit ----- --66°C. 24 jam 49°C.

IV-A. Hasil ekstraksi heptana harus dibagi faktor 5 dari hasil ekstraksi produk pangan. 2. Non –alkohol C.1.2. Tidak bersifat asam (pH ≤ 5. Minuman: A. 30 menit -- Pengekstrak heptana tidak digunakan untuk wadah yang dilapisi lilin. Emulsi air dalam minyak. gula atau keduanya.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat Tabel 2. Mengandung sampai 8% alkohol B. VI. mengandung kadar minyak atau lemak bebas tinggi atau rendah 1. kandungan lemak rendah atau tinggi III.1: A.2 KERTAS DAN KARTON TABEL 2. asam atau tidak asam. Mengandung air. Produk roti selain yang disebut pada tipe pangan VIII dan IX tabel 2. produk – produk mengandung air.1) Pengekstrak Air.1 : TIPE PANGAN TIPE BAHAN PANGAN DAN PANGAN OLAHAN I. Lemak dan minyak mengandung sedikit air. Roti lembab dengan permukaan tanpa mengandung minyak atau lemak bebas. (suhu dan waktu) Heptana. kandungan lemak rendah atau tinggi B. dapat mengandung garam. (suhu dan waktu) 2. II. 30 menit 49 °C.05. B. IV V. dapat mengandung garam termasuk mengandung emulsi air dalam minyak dengan kandungan lemak rendah atau tinggi. VII 100°C.55. VIII IX Padat kering dengan permukaan tanpa mengandung minyak atau lemak bebas. dapat mengandung garam atau gula atau keduanya. mengandung minyak atau lemak bebas atau berlebih. Bersifat asam. Produk susu dan turunannya: A.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. 2.0). Roti lembab dengan permukaan mengandung minyak atau lemak bebas. (suhu dan waktu) Alkohol 8%.2. 151 . Emulsi minyak dalam air. termasuk mengandung emulsi minyak dalam air dengan kandungan lemak rendah atau tinggi Produk mengandung air. Padat kering dengan permukaan mengandung minyak atau lemak bebas. Mengandung lebih dari 8% alkohol VII. III. produk-produk mengandung air.

>100°C Sterilisasi air mendidih I. IV-B. IV-A. VII-A II. 30 menit 100°C. VI-B. 30 menit 21°C.2 : PROSEDUR PENGUJIAN DAN SIMULAN PANGAN Pelarut Simulan Pangan Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat tabel 2. VI-B. IX D Pengisian panas atau pasteurisasi dibawah 66°C II. didinginkan hingga 38°C -66°C. 15 menit -38°C. 2 jam ---49°C. 24 jam 49°C. 2 jam 121°C. IX VI-A VI-C 49°C. 2 jam ----49°C. 30 menit -- ------ ------ B. 2 jam ----49°C. 30 menit 38°C. IV-A. VII-B III. IV-A. VII-A 121°C.05.55. IV-A. VII-B III. VII-B III.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 TABEL 2. VII-A V. IV-B. Pengisian suhu ruangan dan disimpan (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) I. VII-B III. didinginkan hingga 38°C Diisi pada suhu didih. 2 jam -49 °C. 30 menit Diisi pada suhu didih. VII-A 49°C. 30 menit --- ----66°C.2. VII-B III. 24 jam ---- -66°C. 2 jam 100°C. IV-B. II. Sterilisasi-panas suhu tinggi.2. 2 jam 66°C. C. 30 menit ---21°C. 24 jam 152 .1) Air Suhu dan Waktu Heptana Suhu dan Waktu Alkohol 8% Suhu dan Waktu Alkohol 50% Suhu dan Waktu A. VII-A V. Pengisian panas atau pasteurisasi diatas 66°C II. IX VI-A VI-C E. IV-B. 15 menit -- -- V. 24 jam -- -----66°C.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.

VII-A H. mengandung kadar minyak atau lemak bebas tinggi atau rendah. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) III.2. 48 jam ---- --- 21°C. 30 menit --21°C. 30 menit -- -- 1.1) Air Suhu dan Waktu Heptana Suhu dan Waktu Alkohol 8% Suhu dan Waktu Alkohol 50% Suhu dan Waktu F. ikan beku dan ayam beku 153 .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Pelarut Simulan Pangan Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat tabel 2. Penyimpanan dingin. IV-A. 48 jam --- G. II. 48 jam --21°C.55. IV-B. I.05. atau emulsi minyak dalam air dari kadar lemak tinggi atau rendah. VII-B VI-A VI-C 21°C. IV-B. VI-B. 24 jam 21°C. IX 100°C. II. VII-B III. 2. Hasil ekstraksi n-heptana harus dibagi faktor 5 dari hasil ekstraksi produk pangan yang mengandung emulsi air dalam minyak atau minyak atau lemak bebas Pelarut heptana tidak diperlukan dalam campuran lapisan polimer-lilin untuk wadah karton bergelombang yang dimaksud untuk penggunaan pengemas besar dari daging beku. siap disajikan untuk dipanaskan kembali dalam wadah pada waktu digunakan : 1. 48 jam 21°C. IV-B. IV-A. VII-B 100°C. Penyimpanan beku. 30 menit -- -- -- III. II. 2. 30 menit ----21°C. I. VII-A I. 30 menit 49 °C. Mengandung air. VII-A.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. 24 jam 21°C. Mengandung air. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) Penyimpanan beku.

30 menit -66°C. Mengandung alkohol B. gula atau keduanya. 30 menit ----- B. dapat mengandung garam. Non . asam atau tidak asam. mengandung minyak atau lemak bebas. Emulsi air dalam minyak. VII II III. (suhu dan waktu) Heptana. termasuk mengandung emulsi air dalam minyak dengan kandungan lemak rendah atau tinggi. 2 jam 121°C. 2 jam -49°C.alkohol VII. kandungan lemak rendah atau tinggi B. III.3. IV-A. termasuk mengandung emulsi minyak dalam air dengan kandungan lemak rendah atau tinggi.1 : TIPE PANGAN TIPE BAHAN PANGAN DAN PANGAN OLAHAN I. Tidak bersifat asam (pH ≥ 5. Produk roti Padat dan kering (tidak memerlukan uji akhir) TABEL 2. 154 . produk – produk mengandung air. VIII. (suhu dan waktu) Alkohol 8% (suhu dan waktu) A. IV. produk – produk mengandung air. 2 jam 100°C. termasuk mengandung emulsi minyak dalam air dengan kandungan lemak rendah atau tinggi. Produk mengandung air.3.05. dapat mengandung garam. 30 menit 100°C.1) Pengekstrak Air. VII 121°C. dapat mengandung garam.0).3 PENUTUP DAN GASKET TABEL 2.3. Bersifat asam (pH ≤ 5. Emulsi minyak dalam air.55. kandungan lemak rendah atau tinggi II.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Sterilisasi suhu tinggi lebih dari 100°C Sterilisasi air mendidih I. Produk susu dan turunannya: A. Minuman A. V.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 2. IV-B III.0). Lemak dan minyak mengandung sedikit air. gula atau keduanya.2 : PROSEDUR PENGUJIAN DAN SIMULAN PANGAN Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat tabel 2. VI.

didinginkan hingga 38°C Diisi pada suhu didih. IV-B Diisi pada suhu didih. Pengekstrak heptana tidak digunakan untuk penutup dan gasket yang dilapisi lilin Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 20 Agustus 2007 155 . VII G. IV-B. IV-A. VI-B III. Pengisian panas atau pasteurisasi dibawah 66°C II. 15 menit -- V 49°C. Pengisian suhu ruangan. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) I. didinginkan hingga 38°C Diisi pada suhu didih. 24 jam -- -- III. didinginkan hingga 38°C 66°C.1) Pengekstrak Air.55. II. (suhu dan waktu) Alkohol 8% (suhu dan waktu) C. 30 menit --- -66°C.05. II.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. VI-B III. (suhu dan waktu) Heptana. 2 jam ---49°C. 2 jam --49°C. IV-A V VI-A -38°C. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) Penyimpanan beku. 24 jam --21°C. III. 2 jam 66°C. 24 jam 49°C. 30 menit 21°C. III. Penyimpanan dingin. 24 jam ---21°C. 30 menit 38°C. IV-A V VI-A F. 30 menit --21°C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat tabel 2. IV-B. IV-A 49°C. Pengisian panas atau pasteurisasi diatas 66°C II. disimpan (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) II. VII VI-A I. VI-B. 48 jam.3. 15 menit -- D. 30 menit -21°C. IVB. -21°C. IV-B. 1. 48 jam -- E.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->