Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH AGAMA

A. PENGERTIAN
Zakat adalah rukun ketiga dari rukun Islam. Secara harfiah zakat berarti tumbuh, berkembang, menyucikan, atau membersihkan. Sedangkan secara Zakat dan Haji | 1

terminologi syari'ah, zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan.

B. DALIL-DALIL ZAKAT
Surat Al-Baqarah : 267

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. 2:267)

C. MACAM-MACAM ZAKAT
Zakat terbagi atas dua tipe yakni:
1. Zakat Fitrah, zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan

perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. 2. Zakat Maal (Zakat Harta), mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak serta hasil kerja (profesi). Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendirisendiri.

D.KETENTUAN ZAKAT FITRAH


D.1. Barang yang dizakatkan Zakat fitrah setiap jiwa orang sebanyak 2,5 kg beras atau 3,5 liter beras atau makanan pokok. Atau menurut Abu Hanifah, boleh
membayarkan sesuai dengan harga makanan pokok.

D.2.

1. Islam. 2. Merdeka (bukan hamba sahaya). 3. Mempunyai makanan, harta/nilai uang yang lebih dari yang diperlukan pada malam dan siangnya hari raya. Zakat dan Haji | 2

Syarat wajib zakat fitrah

D.3.

Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadhan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Shalat Ied. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa. Di antara hikmah zakat fitrah adalah : 1. Zakat fitrah merupakan zakat diri, di mana Allah memberikan umur panjang baginya sehingga ia bertahan dengan nikmat-Nya. 2. Zakat fitrah juga merupakan bentuk pertolongan kepada umat Islam, baik kaya maupun miskin sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dan bersukacita dengan segala anugerah nikmat-Nya. 3. Hikmahnya yang paling agung adalah tanda syukur orang yang berpuasa kepada Allah atas nikmat ibadah puasa. 4. Di antara hikmahnya adalah sebagaimana yang terkandung dalam hadits Ibnu Abbas radhiAllahu 'anhuma, yaitu puasa merupakan pembersih bagi yang melakukannya dari kesia-siaan dan perkataan buruk, demikian pula sebagai salah satu sarana pemberian makan kepada fakir miskin.

Waktu mengeluarkan zakat fitrah

D.4.

Hikmah zakat fitrah

D.5.

Surat At-Taubah : 103

Dalil zakat fitrah

Artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 9:103)

E. KETENTUAN ZAKAT MAL

E.1. Macam-macam harta yang wajib dizakatkan


Barang-barang yang wajib dizakatkan mal antara lain : 1. Binatang ternak. 2. Emas dan perak. 3. Harta perniagaan. 4. Hasil pertanian. 5. Madin dan kekayaan laut. 6. Rikaz. Zakat dan Haji | 3

E.2. Nishabnya (batas minimal wajib zakat)

1. Nishab emas sebanyak 20 dinar (4,25 gr emas). 2. Nishab perak adalah 200 dirham (595 gr perak). 3. A. Unta : Nishab unta adalah 5 ekor. B. Sapi : Nishab sapi adalah 30 ekor. C. Kambing : Nishab kambing adalah 40 ekor. 4. Nishab hasil pertanian ialah 5 wasaq. Satu wasaq setara dengan 60 sha. Sedangkan 1 sha setara dengan 2,175 kg atau 3 kg. 5. Nishab barang dagangan adalah jumlah jumlah modal dikurangi jumlah modal ditambah setengah hasil tersebut dan dikali 2,5 %. 6. Nishab harta karun wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nishab dan haul.

Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 5% penghasilan kotor dan 10 % untuk zakat mal.

E.3. Kadar zakat

E.4. Syarat wajib zakat mal


1. 2. 3. 4.

Islam. Merdeka. Berakal dan baligh. Memiliki nishab.

Waktu mengeluarkan zakat mal adalah ketika sudah datang haul atau waktu panen.

E.5. Waktu mengeluarkan zakat mal

F. ORANG-ORANG YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT


1. Fakir 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Orang yang berhak menerima zakat antara lain : : Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup. Miskin : Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup. Amil : Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat. Muallaf : Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya. Hamba Sahaya : Mereka yang ingin memerdekakan dirinya. Gharimin : Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya. Fisabilillah : Mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: dakwah, perang dsb). Ibnus Sabil : Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.

G.HIKMAH ZAKAT BAGI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN


Zakat dan Haji | 4

Hikmah dari zakat antara lain: 1. Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin. 2. Pilar amal jama'i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan berdakwah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT. 3. Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk. 4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat. 5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. 6. Untuk pengembangan potensi umat. 7. Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam. 8. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi umat.

H.PERBEDAAN ZAKAT, INFAQ, SODAQOH DAN PAJAK


Perbedaan zakat, infaq,sodaqoh dan pajak adalah : 1. Zakat adalah kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu. 2. Infaq adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat. Infaq ada yang wajib dan ada yang sunnah. Infaq wajib diantaranya zakat, kafarat, nadzar, dll. Infak sunnah diantara nya, infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam, infak kemanusiaan, dll. 3. Shadaqoh dapat bermakna infak, zakat dan kabaikan non materi dan shadaqoh adalah ungkapan kejujuran ( shiddiq ) iman seseorang. 4. Pajak adalah iuran wajib yang dipungut oleh pemerintah dari masyarakat (wajib pajak) untuk menutupi pengeluaran rutin negara dan biaya pembangunan tanpa balas jasa yang dapat ditunjuk secara langsung.

I. PENGELOLAAN ZAKAT DI INDONESIA


Gerakan zakat di Indonesia telah diberlakukan zakat sebagai komponen pengurang penghasilan sebelum dikenakan pajak dan pendirian Badan Amal Zakat Nasional dan tumbuhnya lembaga-lembaga amal zakat sejak berdirinya Dompet Dhuafa pada tahun 1993 merupakan gerakan masyarakat walau sebelumnya sudah ada lebih dulu Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS) DKI yang dikelola Pemda DKI, atau YDSF surabaya yang berbasis masjid dan jamaah. Kelahiran lembaga-lembaga amil zakat profesional dan kiprahnya yang semakin masif di masyarakat selanjutnya mendorong lahirnya FOZ (forum zakat)yang merupakan asosiasi lembaga-lembaga zakat di Indonesia. Bangunan gerakan zakat semakin lengkap dengan lahirnya IMZ pada akhir tahun 2000 yang berfungsi mendorong kinerja lembaga dan melahirkan amal zakat profesional. Saat ini muncul nama-nama lembaga yang dikenal di masyarakat seperti Dompet Dhuafa, PKPU, Rumah Zakat Indonesia (RZI), DPU Daarut tauhiid, YDSF, Al Azhar, dan lainnya. Paralel dengan gerakan mewujudkan terbentuknya Dewan Zakat Internasional yang akan mempelopori pembentukan Baitul Mal Internasional ini berawal melalui diselenggarakannya Konferensi Zakat Asia Tenggara di Kuala Lumpur tahun 2006 yang didukung oleh lembaga-lembaga zakat dari 4 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam Zakat dan Haji | 5

mengeluarkan Deklarasi Zakat mengenai berdirinya Dewan Zakat MABIMS dengan Indonesia sebagai sekretariatnya kemudian disusul dengan Konferensi Zakat Internasional pertama tahun 2007 di Kuala Lumpur dan selanjutnya Konferensi Zakat Internasional kedua tahun 2008 yang diselenggarakan di Padang.

MAKALAH AGAMA

Zakat dan Haji | 6

A. PENJELASAN INDONESIA

UU

TENTANG

PENGELOLAAN

HAJI

DI

Penjelasaan tentang pengelolaan haji di Indonesia terdapat dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan ibadah haji.

B. CONTOH-CONTOH PENGELOLAAN HAJI


1949-1950 1950-1962 Pemberangkatan haji pertama ke Arab Saudi. Penyelenggaraan haji dilaksanakan secara bersama-sama oleh Pemerintah dan Yayasan Perjalanan Haji Indonesia (YPHI) yang didirikan tanggal 21 Januari 1950 dengan pengurusnya tediri dari para pemuka Islam berbagai golongan. Pemerintah membentuk dan menyerahkan penyelenggaraan haji Indonesia kepada Panitia Perbaikan Perjalanan Haji (P3H). Pada periode inilah dimulai penyelenggaraan haji Indonesia dengan suatu panitia yang bersifat inter-departemental ditambah dengan wakil-wakil Badan/ Lembaga Non Departemen, yang kemudian ditingkatkan menjadi tugas nasional yang dimasukkan dalam tugas dan wewenang Menko Kompartimen Kesejahteraan. Dengan demikian, urusan haji yang tadinya berbentuk Panitia Negara P3H berubah menjadi Dewan Urusan Haji (DUHA). Dewan Urusan Haji menjadi Departemen urusan Haji dipimpin oleh seorang Menteri dibantu oleh beberapa Deputi Menteri. Pada tahun 1966 Departemen ini digabungkan ke Departemen Agama menjadi Direktorat Jenderal urusan Haji Departemen Agama dan sejak tahun 1979 hingga sekarang menjadi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji. Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1969 dan instruksi Presiden No. 6 tahun 1969 yang mengatur penyelenggaraan haji hanya oleh Pemerintah, yang dilaksanakan Departemen-departemen dan lembaga-lembaga lain terkait di bawah koordinasi Departemen Agama. Transportasi haji ke Arab Saudi ditetapkan hanya dengan pesawat udara. Lahir Undang-undang Republik Indonesia No. 17 tahun 1999 tentang penyelenggaraan haji yang merupakan landasan hukum bagi penyelenggaraan haji Indonesia hingga saat ini.

1962-1964

1965-1966

1969

1978 1999

Zakat dan Haji | 7

C. KETENTUAN-KETENTUAN HAJI
C.1.Pengertian haji
Haji berarti menuju ke suatu tempat yang dimuliakan atau diagungkan oleh Allah SWT. Adapun pengertian haji menurut istilah ialah sengaja mengunjungi kabah dengan niat beribadah pada waktu tertentu, syaratsyarat tertentu, dan dengan cara-cara tertentu. Tujuan 1. 2. 3. haji antara lain : Memperkuat keimanan dan ketaqwaan. Memperkuat fisik dan mental. Menumbuhkan semangat rela berkorban untuk orang lain.

C.2.Tujuan haji

C.3.Dalil-dalil wajib haji


Surat Ali-Imran : 96

Artinya : Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. 3:96) Surat Ali-Imran : 97

Artinya : Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. 3:97)

C.4.Syarat wajib haji


1. 2. 3.

Beragama Islam Baligh (dewasa) Berakal sehat Zakat dan Haji | 8

4. 5.

Merdeka Istitaah (mampu)

C.5.Rukun haji

Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang harus dilakukan ketika melakukan ibadah haji. Rukun haji meliputi : 1. Ihram, yaitu niat mengerjakan haji dengan berpakaian ihram. 2. Wukuf (hadir) di Arafah, merupakan ibadah yang sangat penting bagi orang yang nelakukan ibadah haji. 3. Tawaf ifadah, mengelilingi kabah sebanyak 7 kali. 4. Sai, yaitu lari-lari kecil dari bukit Sofa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali dengan perjalanan bolak-balik. 5. Tahalul, yaitu mencukur rambut. 6. Tertib (urut). Wajib haji adalah sesuatu yang harus dipenuhi pada waktu melaksanakan ibadah haji, antara lain : 1. Niat ihram dari miqat, dengan mengucapkan Labbaika Allahumma Hajja. 2. Mabit di Musdzalifah dan mengambil kerikil. 3. Mabit di Mina. 4. Melontar jumrah. 5. Meninggalkan hal-hal yang diharamkan pada waktu ihram. 1. 2. 3. 4. Memperbanyak membaca talbiyah. Mambaca shalawat dan doa sesudah mebaca talbiyah. Melaksanakan tawaf qudum dan tawaf sunah. Masuk ke kabah.

C.6.Wajib haji

C.7.Sunah-sunah haji

C.8.Larangan-larangan haji

Larangan yang harus ditinggalkan pada waktu haji, antara lain : 1. Bagi laki-laki yang sedang ihram dilarang memakai pakaian berjahit. 2. Bagi laki-laki yang sedang ihram dilarang memakai tutup kepala. 3. Bagi perempuan dilarang menutup muka dan kedua telapak tangan. 4. Pada waktu ihram, bagi laki-laki dan perempuan dilarang memakai wangi-wangian. 5. Bagi laki-laki dan perempuan dilarang mencukur rambut, bulu badan, dan minyak rambut. 6. Bagi laki-laki dan perempuan dilarang menikah atau menikahkan orang lain. 7. Bagi laki-laki dan perempuan dilarang bersentuh. 8. Bagi laki-laki dan perempuan dilarang membunuh binatang darat yang haram maupun halal dimakan.

C.9.Macam-macam dam (denda)


Zakat dan Haji | 9

a. b. c.

Dam adalah denda yang wajib dilaksanakan oleh seseorang yang sedang melakukan ibdah haji dan umrah, antara lain : 1. Dam karena bersetubuh dalam keadaan ihram sebelum tahalul pertama, meliputi : a. Menyembelih seekor unta atau sapi atau 7 ekor kambing. b. Memberi sodaqoh kepada fakir miskin berupa makanan seharga seekor sapi atau unta. c. Berpuasa seharga seekor unta. 2. Dam karena berburu atau membunuh binatang buruan, meliputi : Menyembelih binatang sebanding dengan binatang yang diburu/dibunuh. Bersodaqoh kepada fakir miskin sebanyak harga binatang tersebut. Puasa sebanyak harga binatang tersebut. 3. Dam karena mengerjakan salah satu larangan berikut : a. Mencukur rambut. b. Memotong kuku. c. Memakai pakaian berjahit bagi laki-laki. d. Berminyak rambut. e. Memakai wangi-wangian. f. Bersetubuh sesudah tahalul pertama. Maka dendanya meliputi : 1) Menyembelih seekor kambing. 2) Berpuasa selama 3 hari. 3) Bersodaqoh sebanyak 3 gantang (9,3 liter) makanan pokok kepada fakir miskin. 4. Dam karena melaksanakan haji tamattu atau qiran, meliputi : a. Menyembelih seekor kambing. b. Berpuasa selama 10 hari, 3 hari di tanah suci dan 7 hari di tanah air. 5. Dam karena meninggalkan salah satu wajib haji, dendanya sama dengan denda melakukan haji tamattu atau qiran.

C.10.

Ada 3 cara dalam pelaksanaan haji, antara lain : 1. Ifrad, yaitu mengerjakan haji dahulu baru mengerjakan umrah. 2. Tamattu, yaitu mengerjakan umrah lebih dahulu baru mengerjakan haji. 3. Qiran, yaitu mengerjakan ibadah haji dan dan umrah secara bersama-sama dalam satu niat sekaligus. Hikmah melaksanakan ibadah haji antara lain : 4. Memperkuat keimanan dan ketaqwaan. 5. Memperkuat fisik dan mental. 6. Menumbuhkan semangat rela berkorban untuk orang lain. 7. Mengenal tempat-tempat bersejarah, seperti kabah, bukit Sofa, bukit Marwah, sumur zam-zam, dll. 8. Memperkuat ukuwah Islamiyah. 9. Ibadah haji menjadi forum pertemuan akbar untuk umat Islam sedunia. Zakat dan Haji | 10

Macam-macam pelaksanaan haji

C.11.

Hikmah haji

Anda mungkin juga menyukai