Anda di halaman 1dari 18

PELAJARAN 10 PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP KELUARGA 1.

Kemajuan komunikasi dan kemudahan

pemerolehan informasi
Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah membuat manusia dengan mudah mengakses berbagai informasi baik informasi yang bersifat positif maupun negative. Contoh, denan membuka berbagai situs di internet melalui computer, manusia dapat menyerap sejumlah informasi di berbagai bidang , mulai dari taw2aran obat obatan terlarang yang bersifat positif maupun negative , video porno yang di tawarkan lengkap dengan sample. Kemudahan memperoleh informasi juga membuat kita cenderungtidak mengolah seberapa jauh informasi yang diterima itu benar dan baik. Keterbatasan waktu membuat membuat kita harus bereaksi secara cepa terhadap informasi yang kita dengar.oleh karena itu7, penting bagi kita untuk menyikapi secara kritis dan mewaspadai media.

2. Kecenderungan teologi feminis.

meningkatnya

jumlah

perempuan yang bekerja diluar rumah dan

Mitos bahwa perempuan itu lemah dan hanya mengerjakan tugas tugas yang ada didalamj rumah sudah tidak relevan. Padahal umumnya budaya kit6a menyatakan bahwa pantan bagi seorang laki laki untuk melakukan tugas di rumah , termasuk mengasuh anak. Pandangan tersebut secara perlahan lahan mulai luntur dan diganti oleh kemitraan dengan perempuan. Kenyataan ini cocok dengan konsep teologi Kristen mengenai penciptaan laki laki dan perempuan yang menegaskan bahwa perempuan dan laki laki adalh ciptaan yang setara.

Hal yang harus diperhatikan bahwa dengan semakin meluasnya peran dan aktivitas perempuan , terutama dengan bekerja di luar rumah , hal it memberikan , dampak pada kehidupan keluarga. Dengan berkurannya konrol terhadap nlai nilai moral karena berbagai perubahan social kata kuncii yang di butuhan untuk merekatkan hubungan adalah beriman dan berkomunikasi.

3. Workaholic (bekerja tanpa henti)


Bekerja untuk menghasil uan dan sekaligus menjadi menjadi makna hidup manusia. Meskipun tidak semua orang terbius oleh semboyan tersebut, masyarakat masa kini dituntu untuk lebih professional dalam bekerja. Manusia yang bekerja secara terus menerus cenderung melupakan orang orang yang ada di sekitarnya, baik itu pasanan maupun anak anak, selain juga menimbulkan dampak pada kesehatan.

4. Gaya hidup modern


Perkembangan iptek yang pesat, toleransi,perjumpaan antar budaya yang intens dan saling menghargai adalah beberapa contohnya. Namun, ada pula dampak negative , pencemaran lingkungan bumi, penjajahan dan eksploritas dalam berbagai bentuk, pemanfaatan teknologi untuk melakukan kejahatan , dan sebagainya.

5. Kekerasan dalam keluarga


Yang dimaksud dengan kekerasan dalam keluarga adalah kata kata atau tindakan , serta pikiran kita yang menyebabkan orang lain merasa tertindas dan menderita ;dapat berbentuk pemukulan, bentakan , kata kata yang meremehkan kata kata keras disertai makian , hukuman fisik dan berbagai siksaan termasuk siksaan siksaan seksual , sikap yang melecehkan dan lain lain.

PELJARAN 11 TANGGUNG JAWAB ORANG TUA TERHADAP ANAK Ada beberapa wujud tanggung jawab orang tua terhadap anak, yang akan di bahas berikut ini 1. Mengasihi
Bicara mengenai kasih orang tua terhadap anak, ada yang menumpamakan seperti air sungai yang mengalir tanpa henti. Ada semboyan yang mengatakan Kasih ibu sepanjang masa. Semboyan dan pepatah kuno ini sebenarnya hendak mengatakan mengenai pengorbanan seorang ibu dalam mengandung, melahirkan, dan mengasuh anak-anak tidak pernah berhenti.

Perumpamaan tentang anak yang hilang dalam Lukas 15:11-32 menceritakan kasih Bapa yang tulus, tetap mengampuni walau dimata dunia anak melakukan kesalahan. Mengasihi juga berarti menghormati anak sebagai pribadi yang utuh dan memiliki harkat juga martabat kemanusiaannya. Telah dibangun jaringan internasional maupun nasional untuk melindungi anak supaya memperoleh apa yang merupakan hak-haknya. Konfensi hak anak telah menggariskan beberapa hak asasi anak yang harus diperolehnya terutama perlindungan dari kekerasan dan ketidakadilan. 2. Mencukupi kebutuhan anak Keluarga adalah tempat tumbuh kembang anak. Kebutuhan rohani bukan sekedar pelengkap bagi pertumbuhan anak, melainkan menjadi faktor penentu bagi tumbuh kembang anak dan pada akhirnya turut menentukan karakter seorang manusia kelak setelah dewasa. Pemahaman banyak anak banyak rejeki perlu dikaji dengan sungguh sungguh karena memang dibutuhkan biaya yang cukup untuk menghantar setiap anak menjadi pribadi yang mandiri.

3. Mendidik Kitab Ulangan 6:4-9 mencatat perintah Allah tiap orang tua untuk mendidik anak anaknya menengenal Tuhan 1. Sebelum mengajarkan, orang tua harus terlebih dahulu mengasihi Tuhan. 2. Setelah itu, barulah orang tua mengajarkannya berulang-ulang. 3. Mebicarakannya ketika duduk, sedang dalam perjalanan, berbaring dan bangun 4. Meningkatkan sebagai tanda pada tangan dan lambang pada dahi. 5. Menuliskan pada tiang pintu rumah dan gerban g Secara sederhana dapat kita lihat bahwa oran tua bertanggung-jawab untuk mengajarkan anak tentang pengenalan akan Tuhan dan hal ini dilakukan disegala kondisi, situasi dan tempat. Adalah salah kalau dengan mengunakan Amsal 19: 18 dan Amsal 29: 15, Bapak membenarkan tindakannya dalam menghukum anak demi kebaikan anak. Melaksanakan tanggungjawab terhadap anak memang merupakan hal yang tidak mudah, tetapi dengan berpegang pada hikmat yang dari Allah maka orang tua dimampukan untuk menjalankannya dengan baik.

12.TANGGUNG JAWAB ANAK TEHADAP ORANG TUA Tiap orang mengalami proses penuaan dan dengan malin membaiknya gizi dan kualitas kesehatan ,semakin banyak orang menjalani hari tuanya. Pada saat seperti itulah , mereka membutuhkan lebih banyak perhatian, cinta kasih serta perawatan dari anak anak nya. Dikota kota besar mulai banyak didirikan panti wreda karena memang cukup banyak manusia lanjut usia itu tinggal di panti. Alasan mereka antara lain : - Tidak memiliki anak ataupun sanak keluaraga - Tidak ingin merepotkan anak dan sudara - Anak kurang mampu merawat orang tua atau anak anak tidak ingin di tumpangi oleh orang tua. Dalam kehidupan berkeluarga selalu ada persoalan, khususnya menyangkut relasi suami dan istri serta anak dan orang tua Ketaatan dan kepatuhan anak terhadap orang tua harus di dasarkan pada pemahaman sebagai berikut a. Orang tua adalah wakil Allah dalam upaya mendidik anak. Segala nasehat dan bumbingan orang tua memiliki tujuan mulia dari Allah dan untuk kehidupan keluarga b. Orang tua adalah juga manusia yang mempunyai keterbatasan dan kelemahan karena itu mereka pun dapat berbuat salah. c. Ketika usia semakin lanjut , orang tua akan mengaklami kemunduran fisik dan cara berpikir.dengan demikian anak anak pun harus berupya memahami dan mengasihi orang tua dalam tiap situasi hidup mereka , terutama ketika orang tua mengalami kemunduran fisikmaupun pikiran.

Pelajaran 13 Keluaraga dan sekolah sebagai lembaga pendidikan 1. Keluarga sebagai lembaga pendidikan. Pemahaman tentang makana dan hakikat pendidikan sangat beragam dalam masyarakat. Tetapi umumnya ketika membahas menenai pendidikan , ada dua lembaga utama , yaitu keluarga dan sekolah. Sekolah memainkan peran peran penting dalam pembentukan seorang manusia sebagai mahluk terdidik , terutama secara intelektual dan social, sedangkan keluarga merupakan lembaga pendidik pertama dan utama;didalamnya seoran diperkenalkan pada nilai kemanusiaan , keadilan dan kebenaran melalui pengenalan akan Tuhan. Menurut Pater Drost, sekolah hanya melanjutkan sekolah hanya melanjutkan pendidikan yan telah dimulai dalam keluarga. Jika keluara salah mendidik anak anak , sekolah akan mengalami kesulitan dalam mendidikanak anak itu. Tak heran banyak orang tua yang kemudian terkejut menerima kenyataan ketika dipangil ke sekolah bahwa anak yan di rumah kelihatan baik, ternyata merupakan ank yang bermasalah di sekolah, bahkan angka atau nilai yang di perolehnya di sekolah buruk. 2. Tujuan pendidikan a. Mebina watak dan keahlian. Hakikat atau makna terdalam dari pendidikan adalah memper siapkan seseorang untuk memiliki keahlian, sikap dan watak serta pikiran yan baik dan maju sebagai bekal untuk hidup dalam masyarakat. Apakah makan pembentukan watak dalam proses pendidikan di sekolah? Maknanya mencakup hal hal seperti kejujuran , kerendahan hati keterbukaan terhadap

perbedaan pendapat , dan lain lain. Semua sifat ini di ajarkan dan di perlihatkan dalam kehidupan Tuhan Yesus sendiri. Sangat di sayangkan kalau orang tua hanya mengejar sekolah favorityan menawarkan ilmu, tetapi tidak membenuk dan mengasah watak. b. Membebaskan Membebaskan manusia untuk mampu mengekspresikan apa yang menjadi pikiran, keputusan dan sikapnya sendiri dan buan berdasarkan komando atau perintah atau indrokinasi orang lain. Kebalikan dari pendidikan yan membebaskan adalah model pendidikan yan memandan siswa sebagai wadah yang hrus di isi secara terus menarus serta tidak boleh membantah kata kata guru. Siswa dipandang sebagai manusia seolah olah tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman. Contoh yan paling terkenal tentan keberhasilan pendekatan pendidikan yan membebaskan adalah pengalaman dari Paolo Freire di Brazil. Freire adalah seoran rohaniawan yang terbeban melihat petani petani yang buta huruf semakin d jerat hutan dan terpaksa melepaskan hak milik mereka. Setelah beberapa tahun , usaha ini membuahkan hasil ;petani petani itu melakukan revolusi untuk merebut kembali hak kepemilikan mereka aas tanah nenek moyang. Pendidikan yang membebaskan memotivasi siswa untukmenembangkan kreatifitas berfikir dan keterampilan positif yan dapat di pertanggunjawabkannya. Oleh karena itu, bagi mereka yan memperoleh ksempatan tersebut haruslah menghargai dan memanfaatkan kesempatan itu dengan cara belajar sebaik baknya demi bekal hidup.

3. Hubungan sinergis antara keluarga dengan sekolah dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam masyarakat modern, hamper separuh dari kehidupan manusia umunya di habiskan di bangku sekolah. Beberapa waku terakhir ini, ketika batas batas dan jarak antar Negara menjadi begitu kecil karena hampur yelah menjadi sebuah kampong besar dengan tata nilai dan gaya hidup mengglobal , persaingan hidup antara manusia semakin ketat. Oleh karena iu dibuuhkan komunikasi yang bik antara orang tua dengan guru dan lembaga sekolah untuk pelaksanaan pendidikan bagi anak anak. Komunikasi itu pada akhirnya melahirkan persamaan persepsi dalam mencari wujud yang baik dan tepat bagi pendidikan anak anak ; orang tua dapat mengemukakan kesulitan kesulitan yang di hadapi dalam mendidik anak anaknya. 4. Pendidikan dalam tradisi Yahudi Kitab Amsal 22:6 menyebutkan, Didiklah orang muda menurut jalan yang patut di baginya, maka pada masa tua nya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. Dari ungkapan ini jelas bahwa pendidikan yang di berikan pada seseorang akan mempengaruhi pembentukan wataknya. Bercermin dari tradisi masyarakat Yhudi , keluara haruslah memiliki tanggung jawab utama dalam proses pendidikan anaknya. Keluarga adalah bagian inti yang terkecil dari masyarakat yang harus menjadi ujung tombak bagi pedidikan anak anak. 5. Gereja dan pendidikan. Pascal, ahli matematika yan terkenal dengan hokum pascal, adalah ahli teologi dan filsafat. Copernicus, yang menemukan bahwa bumilah yan mengelilingi matahari, adalah seorang ahli hokum Gereja dari Polandia.

Para teolog dan rohaniawan, selain menjalankan berbagai tugas spiritual, belajar teologi, mereka juga mengembangkan berbagai pemikiran di berbagai bidan ilmu pengetahuan. Gereja sendiri banyak terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan baik secara formal maupun informal. Salah satu bentuk kepedulian Gereja pada masayarakat adalah dengan mendirikan sekolah sekolah mulai dari jenjang terendah sampai tertinggi. 6. Belajar dari kasus kasus yang terjadi dala masyarakat. Ada banyak kasus terjadi ketika keluarga tidak dapat menjalan fungsi sebagai lembaga pendidik pertama dan utama terhadap anank anak. Hal itu terjadi, antara lain, ketika keluara tidak bersatu, dimana anak anak hidup dalam persoalan yang membelitoran tua nya. Keluarga yang tidak harmonis cenderung menghasilkan anak anak yang kurang memiliki rasa percaya diri dan labil. Manusia tidak dapat melarikan diri dari persoalan yang ada. Ia harus di lengkapi agar dapat menghadapi dan mengatasi masalah. Berbagai obat dan indakan negative sebagai bentuk pelarian itu hanya bersifat sementara, bahkan merusak masa depan. Sebaliknya, dengan menghadapi persoalan dengan tabah dan bijak, dan terutamadengan belajar menggantungkan diri kepada Tuhan, remaja akan menyiapkan masa depannya, l4epas dari pengaruh buruk yang membelenggunya.

PELAJARAN 14 MENJADI MURID YESUS KRISTUS 1. Mewujudkan identitas sebagai Murid Yesus
Seorang yang mau menjadi murid dari seseorang guru berarti ia harus bersedia mengikuti kehendak gurunya. Demikian juga ketika kita mau menjadi murid Yesus, itu berarti kita harus bersedia dan rela mengikuti kehendak guru kita yaitu Yesus. Dalam mewujudkan kasih, kita tidak sekedar prihatin dengan mengatakan kasihan, tetapi berbuat sesuatu unuk menolong sesama kita yang mengalami penderitaan. Sebagai guru dalam bidang moral, Yesus dikenal sebagai satu satunya tokoh yang mengajarkan mengasihi musuhdan berdoa bagi yang menganiaya kita sekalipun. Kasih itu diwujudkan Yesus selama dalam pelayananNya. Ia memberikan makan orang yang lapar, ia menyembuhkan orang yang sakit, menolong orang yang lemah, dan sebagainya. Bahkan, ia menyerahakan diri Nya sebagai korban di kayu salib untuk menebus kita dari dosa karena kasihNya kepada kita. Itulah kasih Allah kepada kita. Kasih itu tanpa pamrih, tidak menuntut balas, tidak mencari keuntungan sendiri. Kita telah di panggil oleh Kristus sebagai murid unuk mengikutiNya dan untuk Ia mengutus kita kedalam dunia kita, yaitu dunia pergaulan kita, dunia pendidikan kita, dunia persahabatan kita, dan kelurga kita untuk memberikan kesaksian tentang kasih Allah itu. 2. Mengikut Yesus. Ada sejumlah syarat untuk mengikut Yesus atau sering juga dikatakanada harga yang harus di bayar untuk menjadi murid Kristus. a. Menyangkal diri. Artinya, menyatakan tidak pada diri kita untuk hal yang bertentangan dengan firman Tuhan dan menyatakan ya pada hal yang sesuai dengan firman Allah walaupun itu terasa sakit dan merugikan kesenangan pribadi. b. Mengutamakan Yesus dalam hidup. Dalam Lukas 14 : 26 Yesus menegaskan bahwa jkalau seoran datan kepada Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak anaknya, sudara saudaranya laki laki atu prempuan bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid Ku.

c. Memikul salib. Arinya, rela menderita karena iman kepada Yesus, memberitakan injil, atau rela di aniaya karena kebenaran firman Allah. d. Memikul Dia. Artinya, mengikuti teladan, ajran, dan kehendak Kristus. Menjadi murid berarti orang mau member dirinya, baik pikiran maupun perbuatannya ar di pimpin oleh gurunya. 3. Menangapi panggilan Yesus Kristus. Mari kita pelajari kisah dari lima orang yang berminat mengikuti Yesus. Pertama tama, kita bertemu dengan empat orang nelayan : Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes. Apa kelebihan mereka menjadi murid Tuhan Yesus ? sekilas, keadaan mereka idak mengesankan. Mereka meman orang baik dan jujur dan perkerja keras. Namun, mereka tidak lebih dari itu. Lebih lanjut lagi, ada fakta fakta yang tidak menguntungkan mereka, yang tampak nya di abaikan oleh Yesus pada saat ia memangil mereka. Menunut a. Sibuk dengan usaha kecil mereka Pada zaman itu, usaha perikanan di danau galilea, salah satu tempat perikanan yang paling baik dalam kekaisaran romawi, adalah pekerjaan yang keras, namun mreka memberi hasil yang yan banyak. Usaha mereka terantung pada campur tangan mereka secara pribadi dalam uasaha tersebut. Rasanya Yesus menuntut terlalu banyak dari orang orang yang sudah sibuk luar biasa ini. b. Orang orang yang berantung pada mereka. Dalam zaman sebelum ada jaminan hari tua, Yakobus dan Yohanes adalah jaminan bagi hari tua Zebedeus. Bagi anak anaknya, memelihara dan merawat orang tua mereka yang lanjut usia adalah sebuah kewajiban dan sukacita. c. Orang orang ini memiliki unsur unsur kepribadian yang mengganggu. Sebab karena kasih karunia enkau di selamatkan oleh iman; itu bukan hasil usaha mu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekejaanmu : jangan ada orang yang memegahkan diri (Ef. 2:8-

9). Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan yang baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya (Tit. 3 :5 ). Berarti, hal yang tidak boleh tidak ada untuk seseorang menjadi murid Kristus ialah penyerahan secara mutlak kepada Yesus sebagai Tuhan. Tidak ada yan dapat menggantikan penyerhan mutlak kepada Yesus sebaai Tuhan dalam kehidupan mu. Orang muda yan kaya percaya bahwa melakukan perintah Tuhan sesuai apa yang diinginkan oleh masyarakat sudah cukup. Saat kita melihat dia berjalan meninggalkan Tuhan Yesus, kita dapat membayankan kepalanya yang terunduk denan kecewa dan sedih; dan izinkanlah bayangan ini mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat menggantikan penyerahan tanpa syarat kepada Yesus sebaai Tuhan dalam kehidupan mu bila kamu memang mau menjadi sorang murid. Sebagai murid Yesus kita memberitakan injil. Di mana pun kita berada, kita harus memberlakukan Injil kebenaran itu dalam hidup sehari hari. Misalnya, member contoh yang baik bagi keluarga, menjadi anak yan hormat kepada orang tua, mendengarkan nasihat oran tua, guru, terlebih Tuhan. Jadi, maknanya adalah dimanapun kita berada identitas sebagai murid jangan ditutupi. Sebaliknya, kita terus mewujudkan idenitas diri itu melalui perkataan, sikap ,dan perbuatan kita.

PELAJARAN 15 MENGHARGAI ORANG LAIN. Salah satu dosa yang sering dilakukan adalah menempatkan diri sendiri,AKU, sebagai pusat dari segalanya:kepentingan diri, keinginan, kemauan. AKU ini tidak boleh tersingung, tidak boleh sakit hati walaupun di tegur demi demi kebenaran dan demi kebaikan. Ketika AKU terluka, maka AKU dianggap boleh membunuh diri atau membunuh orang lain. Coba kita perhatikan kisah yang dicatat dalam Yohanes 8 : 2 11. Para ahli taurat dan orang orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Menurut norma dan hukum Yahudi, wanita ini layak di hukum mati dengan cara di lempar dengan batu. Tetapi kekaisaran hukum Romawi, melempar batu kepada mereka yang kedapatan berzinah tidaklah di bolehkan. Dengan menghadirkan dilema ini bagi Yesus, sedikitnya ada 2 kepentingan yang mereka peroleh. 1. Menunjukkan bahwa secara moral dan hokum, mereka jauh lebih baik di bandinkan dengan perempuan itu. 2. Menempatkan Yesus dalam situasi serba salah ; di satu sisi ia harus membuktikan diri Nya tidak melanggar hukum taurat, namun di sisi lain ia tidak boleh melanggar hokum romawi, apalagi Yesus di kenal orang yang bergaul dengan pemungut cukai dan orang orang berdosa lainnya. Apakah kita bisa bersikap seperti Yesus, member kesempatan kepada orang untuk berbuat baik, betapa pun kondisinya saat ini? Yesus sang gembala ini membentuk komunitas baru, yaitu persekutuan orang yang percaya kepada Nya, yang dikenal dengan umat Kristen(Gereja). Dalam komunitas ini ada pergerakan sebagai berikut :
a. Yesus mengajar dan member teladan kepada murid murid Nya bahwa mereka berharga di hadapan Allah. b. Para murid merespons hal ini dengan menghargai diri sendiri dan orang lain. c. Setiap orang, yang sudah menyadari bahwa ia berharga, merespons dengan menularkan atau meneruskan pandangan atau ajran itukepada orang lain.

PELAJARAN 16 PERSAHABATAN 1. Kekuatan kasih Dari perjanjian lama persahabatan antar Daud dan Yonatan merupakan kisah yan paling sering di pakai untuk menggambarkan begaimana sahabat bersikap tulus, setia, dan bersedia untuk memberikan yan terbaik satu pada yang lain (1sam 18 dan 20) hal ini memunkinkan karena Yonatan mengasihi Daud seperti jiwanya sendiri (1 sam. 18 : 1). Dalam perjanjian baru, tulisan rasul Paulus tentang kasih tertuang dalam 1 Korintus 13. Dari semua kita belajat bahwa kasihlah yang mengikat orang yang satu dengan orang lain dan ikatan itu bias melewati batas batas suku, golongan, status, jenis kelamin, agama dan sebagainya karena kita memiliki teladan yang sempurna dalam Tuhan Yesus Kristus. 2. Yesus sebagai teladan yan setia Alkitab memberitakan bahawa Yesus dalah sahabat bagi mereka yang di kucilkan dari pergaulan masyarakat, mereka yang kecil dan lemah. Yesus bersahabat dengan para pemungut cukai dan makan bersama dengan mereka. Pergaulan Yesus ini memberikan makna bagi pergaulan kita dengan sesama kita. Karena Yesus bisa menerima semua orang dalam pergaulannya, maka kita juga perlu menerima orang lain menjadi sahabat mereka. Secara lebih khusus, kita perhatikan apa yang di ajarkan dan di lakukan oleh Yesus tentang mengasihi sesame manusia seperti diri sendiri :
a. Memberikan pertolongan yang di butuhkan orang itu, tanpa memperhitungkan perbedaan suku, status, keyakinan, status maupun kondisi.

Berkali kali Ia membuktikan memberikan apa yang di butuhkan oleh orang agar menjjadi sehat atau menjadi lebih baik, bebas dari masalah yan menimpit, adalah jauh lebih penting dari prbedaan yang ada antara yang membutuhkan pertolongan
b. Memperbaiki hubunganyang tidak beres antara kita dengan sesama

Yaitu membiarkan amarah atau dendam, membalas kejahatan dengan kebaikan bahkan berdoa bagi orang yang menaniaya kita, tidak menghakimi, menegur orang yang bersalah, dan mengampuni sebanyak tujuh puluh kali tujuh

Selain itu, Yesus juga melakukan hal hal berikut sebagai sahabat setia a. Melayani dengan merendahkan diri Nya Sangat mudah bagi para murid untuk menganggap diri masing masing hebat karena mereka menjadi murid terpilih dari seorang Guru yang luar biasa, penuh kuasa dala mengajar, mengadakan mujizat, dan menegur yang salah, tetapi juga mengasihi orang yan berdosa. Yang membuat manusia lebih dan lebih hebat dari pada yan lian ketika ia mau merendahkan diri dan melayani sesamanya. Yesus member contoh nyata bagaimana Ia melakukan hal ini. b. Memberi perintah unuk saling mengasihi Perintah ini mengubah sekaligus status kita, bukan lagi sebagai hamba yang menerima perinntah, melainkan sebagi sahabat yang menjalankan dengan sukacita apa yan di inginkan sahabatnya demi kebaikan semua c. Mempercayakan denan cara memberikan kesempatan Petrus menyesali penyangkalannya, tetapi ia tahu bahwa Yesus maha pengampun karena dari Yesus lah ia belajar bahwa ia harus mengampuni saudaranya yang bersalah sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali. 3. Persahabatan dengan dunia Pertambahan yang cepat di antara pecandu rokok, narkoba, minuman keras, judi, pornografi, hubungan seks bebas, dan sejenisnya terjadi karena banyak remaja mencari - cari sahabat yan mau menerima mereka.mereka berpikir mendpakan sahabatyang mau menerima mereka apa adanya, menolong melepaskan diri dari masalah, melupakan kegagalan dan kekecewaan, padahal solusi yan di tawarkan salah. Sahabat yang setia dan sejati hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Mulailah sekaran juga memebina persahabatan denan Dia melalui doa dan membaca firman Nya. Ketika kita menjadikan Yesus sebagai sahabat kita, kita malah di mampukan untuk menjadi sahabat bagi orang lain juga. Dengan demikian, keyika bertemu denan sahabat yang salah itu, kita mampu menjadi sahabat bagi mereka, dan mengajak mereka juga mengenal Yesus dan kuasa Nya.

Palajaran 17 Pacaran Pacaran adalah hubungan antara lawan jenis yang secara khusus membedakannya dengan hubungan yang terjalin antara masing masing pihak dengan orang orang lainnya. Hubungan khusus yang di maksud di sini adalah hubungan yang akan di tingkatkan menjadi perkawinan yang memiliki asas hokum dan asas teologis. Sangatlah wajar bila pada usia ini , remaja mulai memiliki ketertarikan secara khusus dengan lawan jenis. Secara fisik terjadi perkembanagan kemampuanperkembangan organ oragan reproduksi dan bersama dengan perumbuhan aspeki emosi serta social,ini mendorong seseoarng untuk memperhatikan dan ingin di perhatikan lawan jenis, membayangkan bersama dengan lawan jenis yan di sukai, ingin tampil menarik bagi lawan jenis, ingin bercanda dan mengenalnyalevbih dekat dan lebih dalam, mengalami jatuh cinta kepadanya, dan seterusnya. Ini semua akan semakin hilan kalau anda melatih diri untuk bergaul dengan lawan jenis. Jangan ragu untuk menghabiskan waktu bersama sama dengan lawan jenis, ukan hanya satu tapi banyak 1. Cinta Cinta dalam hubungan lawan jenis yang akan menyiapkan diri menjadi pasangan adalah hubungan yang saling member dan menerima.saling menghargai satu dengan yang lainnya. Cinta membuat orang tidak memaksakan kehendaknya terhadap orang yang di kasihinya. Cina merupakan suatu keputusan yang matang, bersifat pribadi, artinya keduanya harus saling setia baik dalam suka maupun dalam duka. Karena perkawinan Kristen berlangsung sekali sampai maut memisahkan kedua belah pihak, maka keberadaan cinta harus harus di pastikan di antara keduanya. Sebenarnya pada cinta antar lawan jenis itu ada dua kategori, yaitu kategori emosi dan kategori rasio. Dengan kata lain, cinta itu bersifat emosional dan bias pula bersifat rasional. Yang pertama cinta, cinta emosional adalah cinta yan amt misterius; ia dating dan pergi bagai angin.

Yang kedua, adalah cinta rasional.cinta rasional itu di dominasi oleh akal atau rasio. Cinta rasional ini biasanya terwujud dalam tindakan yang di dasari sepenuhnya, bukan hanya berdasarkan perasaan. Ada beragam jenis cinta. 1. Agape: cinta tanpa pamrih yang berasal dari Tuhan kepada manusia. 2. Storge: cinta karena hubungan darah. 3. Filia: cinta persahabatan (teman). 4. Eros: cinta birahi (seks). Cinta eros menuntut hubungan yang khusus yang membawa penyatuan secara seksual. Berikut adalah cirri cirri orang yang jatuh cinta 1. Bila bertemu akan merasa gembira dan ingin selalu dekat degannya. 2. Tidak tertarik pada orang lain, hanya dia. 3. Mengalami perasaan aneh, sulit di gambarkan. 2. Seks Seks adalah anugrah dari Tuhan yan menciptakan manusia laki laki dan perempuan baik adanya. Tujuannya adalah unuk bersatu dan dapat memuliakan Tuhan secra bersama - sama pula. Seks bukanlah barang konsumsi yang enak, tetapi terlarang. Bukan pula sarana memenuhi nafsu birahi yang tak trtahankan. Juga bukan semata mata dorongan alamiah agar seorang perempuan dapat melahirkan anak. Sayangnya, pandangan yang salah seperti ini malah sangat umum beredar di masyarakat kita.ini berkaitan dengan gambaran tugas wanita sebagai yang melayani dan memberi kepuasan, termasuk seks,kepada suami.s Karena seks itu baik sekali di mata Tuhan dan merupakan sesuatu yang murni dan suci, dalam seks dalam arti persetubuhan hanya di peruntukkan bagi mereka yang sudah menikah, yaitu yang telah diikat atau di persatukan oleh Tuhan. Seks menjadi alat pengungkapan rasa kasih saying secara khusus terhadap pasangan yang telah meminta Tuhan hadir di tengah tengah mereka. Maka hubungan jasmani yang intim itu merupakan tanda bahwa hati merekasudah menjadi satu tak terceraikan. Menjaga kekudusan dan kemurnian adalah suatu kekuatan yang membuat kita mampu memanfaatkan nafsu seksual sebagai

tenaga untuk membangun diri sehingga ini mendukung kita menjadi seorang laki laki atau perempuan yang makin dewasa. Bergaul dengan lawan jenis dengan tidak terlibat dengan cinta dan seks adalah cirri dari orag yang dewasa. Seks dan seksualitas bukanlah hal yang harus di takuti karena memang itu ada dalam diri kita, untuk kita kelola bagi kemuliaan Tuhan. Unuk membina sikapkemurnian kristiani, kita perlu menyadari beberapa hal. 1. Mengetahui dengan jelas fakta seksualitas. 2. Mnerima seksualitas kita sendiri sebagai pemberian Allah yang sangat baik. 3. Menghormati seksualitas sebagai suatu kemampuan untuk mengungkapakan cinta secara hati yang jujur dan baik. 4. Mebina kabajikan kemurnian sebagai usaha yang terus menerus sepanjan hidup, yang menuntut sikap terbuka dan kesabaran. 5. Memina dan mengunakan rahmat Tuhan untuk menyehatkan kembali luka luka akibat tindakan dan kebasaan kita yang salah. 6. Mengintegrasikan seksualitas dalam proses pendewasaan pribadi, yang setiap saat menuntut pengorbanan dan disipilin diri yang kuat. 3. Kencan atau pacaran Setelah memahami arti cinta yang memisahkannya dari seks, mari kita lihat alas an untuk berkencan atau pacaran. a. Mengenal sifat, kebiasaan dan corak kepribadian satu dengan yang lainnya karena itu, perlu menggalang hubungan agar dapat menemukan kelebihan dan kelemahan yang ada pada pasangan masing masing sebelum saling menerima. b. Belajar bagaimana berhubungan dengan baik, belajar bagaimana mengembangkan kemampuan berkomunikasi. c. Melatih diri untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai pasangan dan mencari tahu tentang apa yang

Anda mungkin juga menyukai