Anda di halaman 1dari 27

Bab I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang jumlah penderita kanker paru-paru semakin meningkat. Menurut WHO (World Health Organization) kanker paru-paru merupakan penyebab kematian utama dalam kelompok kanker pada pria maupun wanita. Kanker paru-paru adalah penyakit yang disebabkan karena sel tunggal yang tumbuh tidak normal dalam paru-paru sehingga mengganggu sistem kerja organ paru-paru. Penyakit ini muncul karena beberapa faktor antara lain kebiasaan merokok, radiasi, virus, makanan yang dikonsumsi, dan faktor genetika. Gejala umum yang dirasakan penderita antara lain batuk yang terus menerus, dahak berdarah, nafas pendek dan sesak, sakit kepala, suara parau, pembengkakan pada leher, kelelahan kronis, dan kehilangan selera makan. Pengobatan kanker paru-paru dapat dilakukan dengan pembedahan,

radioterapi, dan kemoterapi. Namun, tentu saja hal tersebut memerlukan biaya yang sangat mahal. Tanaman obat mempunyai prospek yang sangat baik sebagai obat kanker. Buah Mahkota Dewa dapat dimanfaatkan untuk mencegah sel-sel kanker terus berkembang pada penderita kanker paru-paru stadium awal.

Mahkota Dewa ( Phaleria macrocarpa) termasuk jenis tanaman perdu tropis. Di Melayu disebut Simalakama, sedangkan di Jawa disebut Makuto Dewo. Tajuk pohonnya bercabang-cabang, tinggi 1,5-2,5 meter. Habitatnya adalah daerah berketinggian 10-1200 meter dpl. Umurnya dapat mencapai puluhan tahun dengan usia produktif 10-20 tahun. Buah mahkota dewa adalah bagian yang digunakan untuk pengobatan. Bentuknya bulat sebesar bola pingpong dan berwarna merah menyala1. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa buah Mahkota Dewa memiliki kandungan ilmiah yang kaya. Dalam daging buah mahkota dewa terkandung alkaloid, saponin, flavanoid, dan polifenol. Polifenol inilah yang berfungsi menghambat pertumbuhan sel kanker2. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah penulis menemukan berbagai permasalahan antara lain: 1. Penyebab Kanker Paru-Paru 2. Dampak Kanker Paru-Paru 3. Cara mengatasi Kanker Paru-Paru ___________________ Wijaya Kusuma, Cara Alami Musnahkan Penyakit dengan Tanaman Obat(Jakarta, 2004) p.53. Ning Harmanto, Pakar Mahkota Dewa, Khasiat Buah Mahkota Dewa, www.google.com
2 1

4. Asal buah Mahkota Dewa 5. Morfologi buah Mahkota Dewa 6. Kandungan buah Mahkota Dewa 7. Manfaat Polifenol 8. Polifenol pada buah mahkota dewa dapat menghambat pertumbuhan sel kanker 9. Budidaya Mahkota Dewa C. Pembatasan Masalah Dari beberapa identifikasi masalah yang telah disebutkan, penulis mengambil masalah-masalah yang akan dibahas yaitu: 1. Penyebab Kanker Paru-Paru 2. Dampak Kanker Paru-Paru 3. Cara mengatasi Kanker Paru-Paru 4. Kandungan Mahkota Dewa 5. Manfaat Polifenol 6. Polifenol pada Mahkota Dewa Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker Paru-Paru

D.

Rumusan Masalah Dari masalah yang terdapat pada pembatasan masalah, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Apa penyebab kanker paru-paru? 2. Apa dampak kanker paru-paru? 3. Bagaimana cara mengatasi kanker paru-paru? 4. Apa kandungan yang ada pada Mahkota Dewa? 5. Apa manfaat polifenol? 6. Bagaimana polifenol pada Mahkota Dewa dapat menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru?

E.

Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui penyebab dan dampak penyakit kanker paru-paru. 2. Untuk mengetahui kandungan dan manfaat buah Mahkota Dewa. 3. Untuk mengetahui kandungan polifenol pada Mahkota Dewa dapat menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru.

F.

Manfaat Penulisan 1. Makalah ini diharapkan dapat memberi informasi kepada pembaca tentang penyebab dan dampak kanker paru-paru sehingga pembaca diharapkan dapat mencegahnya. 2. Memberi informasi kepada pembaca tentang manfaat dan kandungan buah Mahkota Dewa. 3. Memberi informasi kepada pembaca khususnya penderita kanker paruparu dalam menghambat pertumbuhan sel kanker penderita dengan memanfaatkan kandungan polifenol pada buah Mahkota Dewa.

BAB II KAJIAN TEORI

A. Definisi Topik Permasalahan 1. Pengertian Buah Mahkota Dewa Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) adalah tanaman perdu anggota famili Thymelaeceae yang dibudidayakan sebagai tanaman hias5. Tanaman ini termasuk dalam kelas tumbuhan berkeping dua. Tajuk pohonnya bercabang-cabang dengan ketinggian 1,5-2,5 meter. Kulit batangnya berwarna coklat. Daunnya merupakan daun tunggal berwarna hijau tua. Buah Mahkota Dewa merupakan cirri khas dari tanaman Mahkota Dewa. Bentuknya bulat, sebesar bola pingpong dan berwarna merah menyala. Buah Mahkota Dewa digunakan dalam pengobatan kanker, diabetes mellitus, asam urat, dan gangguan kolesterol6. Bagian buah yang digunakan sebagai obat adalah kulit dan daging buah. _____________________
5 6 7

Ning Harmanto, Sehat dengan Ramuan Tradisional(Jakarta,2004)p51 Yellia Mangan, Cara Bijak Menaklukkan Kanker(Jakarta,2005)p72 www.google.com

2. Pengertian Polifenol Fenol adalah zat kristal tak berwarna dengan rumus kimia C6H5OH. Polifenol adalah senyawa dengan banyak gugus fenol dalam molekulnya. Polifenol memiliki peran sebagai antioksidan yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung, kanker, dan penyakit pada pembuluh darah8. Dr.Perricone mengatakan bahwa polifenol terdiri dari beberapa subkelas yaitu flavonol, isoflavon, antosianidin, tanin, katekin, dan

biflavan. Polifenol bermanfaat menurunkan resiko penyakit jantung, kanker, dan Alzheimer9. Polifenol terkandung dalam buah dan sayur. Penelitian pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa polifenol dapat mengatur kadar gula darah, antikanker, antioksidan, dan antiinflamasi10. Dapat disimpulkan bahwa polifenol adalah senyawa dengan banyak gugus fenol dalam molekulnya yang terdiri dari subkelas flavonol, isoflavon, antosianidin, tanin, katekin, dan biflavan serta bersifat anti kanker, antioksidan, dan antiinflamasi. ____________________
8 9

www.wikipedia.com Dr.Perricone, Polifenol, www.google.com Azwar Daris, Fitokimia, www.google.com

10

Kandungan tersebut menyebabkan polifenol mampu mengurangi resiko penyakit jantung, kanker, alzheimer, dan penyakit pada pembuluih darah. 3. Pengertian Kanker Paru-Paru Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan timbulnya daging pada jaringan tubuh normal (KBBI). Setiawan Dalimartha menulis bahwa kanker adalah penyakit pertumbuhan sel karena adanya sel-sel abnormal yang merusak bentuk dan fungsi organ asalnya11. Dr.Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa kanker adalah kumpulan sel yang abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terkoordinasi dan tidak berguna bagi tubuh. Kanker paru-paru adalah kanker yang terdapat pada organ paru-paru12. Menurut Dr.Faisal Yunus, kanker paru-paru adalah kanker yang tumbuh dalam paru-paru yang berasal dari sel paru-paru atau organ lain yang menyebar di paru-paru13. _______________________
11

Setiawan Dalimartha, Antikanker(Jakarta,1996)p3


12 13

Deteksi

Dini

Kanker&Simplisia

Tjandra Yoga Aditama, Kanker Paru(Jakarta,1990)p8 Faisal Yunus, Kanker, www.google.com

Dapat disimpulkan bahwa kanker paru-paru adalah penyakit yang ditimbulkan oleh sel tunggal yang tumbuh tidak normal dan tidak terkoordinasi yang menyebabkan timbulnya daging pada organ paru-paru yang dapat menyebabkan kerusakan bentuk dan fungsi paru-paru. B. Jenis dan Sifat Topik Permasalahan 1. Paru-Paru a. Pengertian Paru-Paru Paru-paru adalah organ pada sistem pernafasan dan berhubungan dengan sistem peredaran darah vertebrata yang bernafas dengan udara14. b. Letak Paru-Paru Manusia Paru-paru terletak di rongga dada, di atas sekat diafragma. Diafragma adalah sekat rongga tubuh yang membatasi rongga dada dan rongga perut15. c. Fungsi Paru-Paru Fungsi paru-paru adalah menukar oksigen yang terhirup dari udara dengan karbondioksida yang terdapat dalam darah16. ____________________
14 15

www.wikipedia.com .ibid. ibid.

16.

d. Bagian Paru-Paru Manusia 1) Pleura Pleura adalah selaput pembungkus paru-paru yang

berfungsi untuk mengurangi gesekan paru-paru dengan tulang dada dan tulang rusuk dan memudahkan paru-paru untuk mengembang dan mengempis. Terdapat dua selaput pleura, pleura parietalis yaitu pleura bagian luar dan pleura viseralis yaitu pleura bagian dalam. Di antara kedua pleura terdapat cairan limfe17. 2) Bronkus dan Bronkiolus Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan yang mengarah ke paru-paru kanan dan kiri. Bronkus kanan bercabang pada tiga gelambir paru-paru, bronkus kiri bercabang pada dua gelambir paru-paru. Bronkiolus merupakan cabang yang lebih kecil dari bronkus. Bronkiolus berujung pada kantong udara yang disebut alveoli18. _____________________
17 18

Bagod Sudjadi, Siti Laila, Biologi 2,p190

ibid.

10

3) Alveolus Alveolus merupakan akhir dari saluran pernafasan yang berupa gelembung-gelembung halus yang terdiri dari selapis sel elastis dan mengandung pembuluh darah kapiler. Pertukaran oksigen dengan karbondioksida terjadi di alveolus19.

e. Sistem Kerja Paru-Paru Manusia Saat menghirup udara, oksigen masuk ke paru-paru menuju alveolus. Di alveolus karbondioksida yang ada pada darah dalam

pembuluh kapiler paru-paru berdifusi dengan oksigen sehingga darah yang keluar dari paru-paru kaya akan oksigen dan karbondioksida dikeluarkan dari tubuh melalui saluran pernafasan20.

________________________
19 20

Bagod, op.cit.p191 Bagod, op.cit.p194

11

2. Kanker Paru-Paru a. Pengertian Kanker Paru-Paru Kanker paru-paru adalah penyakit yang ditimbulkan oleh pertumbuhan sel yang tidak normal dalam paru-paru sehingga mengganggu kerja paru-paru. b. Diagnosis Kanker Paru-Paru Seseorang dinyatakan menderita kanker paru-paru apabila terdapat sel kanker pada dahak atau pada jaringan yang diperiksa. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan umum dan pemeriksaan khusus21. 1) Pemeriksaan Umum Pemeriksaan umum dimulai dengan tanya jawab dokter dengan pasien meliputi keluhan, riwayat merokok, dan pekerjaan. Pemeriksaan umum dilanjutkan dengan pemeriksaan keadaan tubuh pasien dengan alat kedokteran sederhana. 2) Pemeriksaan Khusus Pemeriksaan khusus dapat perupa uji laboratorium, rontgen, bronkoskopi, dan torakoskopi. _________________________
21

Tjandra, op.cit.p24

12

Uji laboratorium dilaksanakan dengan mengambil dahak pasien untuk diperiksa di bawah mikroskop apakah terdapat sel kanker atau tidak. Foto rontgen dada akan memperlihatkan secara langsung bayangan kanker di dalam paru-paru. Besarnya kanker dan ada tidaknya kerusakan tulang iga yang terlihat di foto akan mempengaruhi penilaian stadium penderita.

Bronkoskopi adalah mengintip secara langsung ke paru-paru dengan menggunakan bronkoskop. Bronkoskop berupa benang berkamera dimasukkan melalui mulut ke tenggorok lalu masuk ke bronkus. Torakoskopi adalah suatu cara untuk mengambil bahan untuk uji laboratorium. Torakoskop berupa benang dengan ujung menyerupai kail ditusukkan ke kulit dada ke dalam rongga dada menuju paru-paru untuk mengambil cairan paru-paru maupun jaringan yang terkena kanker.

13

3. Buah Mahkota Dewa a. Kandungan Buah Mahkota Dewa 1) Alkaloid Alkaloid berfungsi dalam detoksifikasi yang mampu menetralisir racun-racun dalam tubuh. 2) Saponin Saponin menjadi sumber antibakteri dan antivirus,

meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi penggumpalan darah. 3) Flavanoid Flavanoid berfungsi melancarkan peredaran darah,

antioksidan, menurunkan kadar kolesterol, mengurangi timbunan lemak pada dinding pembuluh darah, dan mengurangi rasa sakit saat peradangan dan pembengkakan. 4) Polifenol Polifenol berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, mengikat radikal bebas, antikanker dan antioksidan, antihistamin, serta sebagai antiinflamasi.

14

b. Manfaat Buah Mahkota Dewa 1) Polifenol pada Mahkota Dewa dapat menghambat pertumbuhan sel kanker pada penderita kanker stadium awal. 2) Polifenol menurunkan kadar gula darah penderita diabetes mellitus. 3) Menurunkan kadar kolesterol dengan cara menghilangkan

timbunan lemak pada pembuluh darah. 4) Kandungan flavanoid padanya mengurangi resiko penyakit jantung koroner. 5) Mengobati alergi karena bersifat antialergi. 6) Memacu kerja otot rahim saat persalinan. 7) Mengurangi rasa sakit saat perdarahan dan pembengkakan serta mempermudah penggumpalan darah. 8) Mengurangi timbunan lemak pada dinding pembuluh darah sehingga peredaran darah menjadi lancar. 9) Menurunkan kadar asam urat dan tekanan darah.

15

10) Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan vitalitas, serta mencegah insomnia. 11) Mengatasi ketergantungan obat dengan cara mengkonsumsi Mahkota Dewa seperti teh.

C.

Kerangka Berpikir

PENYEBAB

Faktor Genetika

Kebiasaan Merokok

Virus

Kanker Paru-Paru

Mengkonsumsi Mahkota Dewa

Menimbulkan Komplikasi

Tubuh Sehat

Kematian

16

BAB III

PEMBAHASAN
A. Penyebab Kanker Paru-Paru Kanker dapat terjadi karena gabungan dari beberapa faktor yang dapat meningkatkan terjadinya kanker. Beberapa penyebab yang diketahui antara lain: 1. Faktor Keturunan Umumnya kanker tidak menular dan tidak menurun secara genetik, namun beberapa jenis kanker dapat diturunkan oleh orang tua kepada anaknya seperti kanker darah, kanker payudara, dan kanker nasofaring. 2. Faktor Lingkungan Penyebab utama kanker paru-paru adalah rokok. Terdapat zat-zat karsinogenik pada rokok yang meningkatkan resiko penyakit kanker. 3. Faktor Makanan Makanan tertentu dapat memicu tumbuhnya kenker. Contoh makanan yang dapat menimbulkan kanker adalah: a. Makanan yang diawetkan, dibakar, atau gosong. b. Makanan yang mengandung zat pewarna.

17

4. Faktor Bahan Kimia Pemaparan terhadap bahan kimia seperti tar pada rokok dan bahan kimia industri dapat meningkatkan resiko kanker setelah zat tersebut terakumulasi pada tubuh beberapa tahun kemudian.

5. Faktor Gaya Hidup Perilaku buruk seperti merokok dan pola konsumsi yang tidak baik dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker.

6. Gangguan Hormonal Kanker dapat terjadi karena ketidakseimbangan hormon pada tubuh. Pemberian hormon yang berlebihan dapat menyebabkan kekacauan dalam tubuh. B. Pencegahan Kanker Paru-Paru Penelitian yang dilakukan oleh para ahli telah dapat menjelaskan bagaimana kanker paru-paru dapat terjadi. Tidak salah bahwa sebenarnya kanker adalah salah satu jenis penyakit gaya hidup. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari tentunya akan dapat mengurangi resiko terserang penyakit kanker karena kanker paru-paru tidak hanya dapat dicegah tetapi juga dapat disembuhkan.

18

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara: 1. Berhenti dan menghindari rokok. 2. Melakukan Terapi Integral, yaitu terapi pendukung pengobatan. a. Akupuntur, Akupresur, Yoga Akupuntur, akupresur, dan yoga dapat mengembalikan keseimbangan sirkulasi energi tubuh untuk memperkuat daya tahan, mengurangi rasa sakit, dan mengembalikan fungsi organ. b. Terapi Fisik Aktivitas fisik mengembalikan kekebalan tubuh dan menjaganya seimbang. Olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda, dan berenang. c. Terapi Psikologis Permasalahan psikologis yang sering dihadapi penderita kanker yaitu kecemasan, insomnia, kehilangan nafsu makan, putus asa yang berlebihan, dan hilangnya semangat hidup. Hal yang dapat dilakukan antara lain mendekatkan diri pada Tuhan, dan menciptakan suasana hidup yang menyenangkan bersama keluarga.

19

3. Terapi Nutrisi dan Pola Makan Salah satu kiat agar terhindar dari kanker adalah dengan mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari makanan yang bersifat karsinogenik, membatasi konsumsi sumber radikal bebas guna menekan perkembangan sel kanker dan meningkatkan antioksidan pelawan kanker. Makanan yang harus dihindari antara lain daging merah, daging unggas, daging asap atau bakar, makanan yang digoreng, mentega, daging kaleng, umbi-umbian, ikan asin, makanan berpengawet, minuman beralkohol, durian, nangka, dan soda. Makanan yang dianjurkan yaitu buah, sayur, biji-bijian, minuman antikanker, madu, dan suplemen pendukung penyembuhan kanker.

C. Akibat Kanker Paru-Paru Kanker paru-paru akan terus tumbuh dan menyebar sehingga dapat merusak jaringan tubuh disekitarnya. Kanker juga akan mengeluarkan racun dan dapat menimbulkan kerusakan seperti: 1. Perdarahan pada penbuluh darah yang terserang kanker. 2. Keracunan akibat racun yang dihasilkan oleh sel kanker. 3. Peradangan dan pembengkakan.

20

4. Rasa sakit karena kerusakan saraf. 5. Menurunnya daya tahan tubuh. Kematian akibat kanker akan terus meningkat apabila tidak ada perubahan untuk memperbaiki pola konsumsi, perilaku, gaya hidup, dan lingkungan yang mendukung terciptanya hidup sehat. D. Kandungan Kimia pada Mahkota Dewa Menurut penelitian Mahkota Dewa memiliki kandungan kimia dan manfaat padanya. Mahkota Dewa dapat dijadikan sebagai alternatif obat yang dapat dengan mudah didapat dan dikonsumsi. Kandungan kimia pada Mahkota Dewa antara lain: 1. Alkaloid 2. Saponin 3. Flavanoid 4. Polifenol Mahkota Dewa memiliki banyak manfaat. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun, daging buah, dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah dapat digunakan segar maupun setelah dikeringkan. Daging buah dapat diseduh setelah dikeringkan. Biji buah Mahkota Dewa tidak dapat dikonsumsi karena bersifat racun.

21

Penggunaan Mahkota Dewa sebagai obat segala jenis kanker telah banyak dibuktikan khasiatnya. Setelah dibuang bijinya, Mahkota Dewa diiris tipis kemudian dijemur hingga kering. Irisan lalu diseduh dengan air mendidih secukupnya dan diminum seperti teh.

E. Manfaat Polifenol bagi Tubuh Secara ilmiah, polifenol sudah dibuktikan mampu mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Kandungan polifenol yang tinggi menjadi keunggulan Mahkota Dewa. Selain sebagai antikanker, polifenol juga dikenal sebagai antioksidan, antihistamin, dan antiinflamasi. Fungsi polifenol bagi tubuh diantaranya adalah: 1. Mencegah timbulnya kanker. 2. Menurunkan kadar gula dalam darah. 3. Mengikat radikal bebas. 4. Melancarkan metabolisme. 5. Meningkatkan sistem imunitas. 6. Memperlambat penuaan sel. 7. Menurunkan resiko penyakit jantung.

22

8. Mencegah penyakit Alzheimer. 9. Melancarkan peredaran darah. 10. Mencegah obesitas. Molekul polifenol yang utama adalah flavonol, isoflavon, antosianidin, tannin, katekin, dan biflavan. Molekul polifenol yang disebut sebagai antikanker adalah isoflavon. F. Pengaruh Polifenol terhadap Kanker Paru-Paru Hasil penelitian dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa

mengkonsumsi teh Mahkota Dewa berperan dalam menurunkan resiko terserang berbagai jenis penyakit. Salah satunya karena kandungan polifenol dalam Mahkota Dewa. Polifenol Mahkota Dewa dapat menurunkan resiko terserang penyakit kanker dan dapat mencegah sel kanker terus berkembang. Polifenol saat ini banyak diteliti karena potensinya dalam mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan. Salah satu mekanisme yang diketahui sebagai antikanker dari polifenol adalah menghambat aktivitas enzim penyebab kanker. Polifenol Mahkota Dewa terbukti melalui penelitian invitro dapat menghambat enzim tirokinase yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan sel-sel kanker dan penyebaran jaringan kanker. Penderita kanker paru-paru stadium awal Mahkota Dewa secara rutin yang mengkonsumsi teh

dapat mencegah penyakit yang dideritanya

23

tersebut semakin parah dan menyebar. Kanker paru-paru tidak hanya dapat dicegah, namun juga dapat diobati.

24

BAB IV PENUTUP
A. Simpulan Kita dapat mengetahui penyebab terjadinya kanker paru-paru, yaitu asap rokok dan gangguan hormonal. Akibat adanya sel kanker dalam paru-paru begitu beragam. Sel kanker paru-paru dapat tumbuh dan menyebar yang menyebabkan kanker pada organ lain. Kanker paru-paru dapat menyebabkan kematian. Dalam pencegahan perkembangan sel kanker, ada banyak hal yang dapat kita lakukan. Utamanya adalah mengatur gaya hidup dan pola konsumsi. Konsumsi Mahkota Dewa dapat mencegah bertambah parah penyakit kanker karena kandungan kimia di dalamnya. Polifenol menjadi keunggulan Mahkota Dewa. Banyak manfaat yang kita dapatkan dari konsumsi polifenol, terutama khasiatnya sebagai antikanker. B. Saran Dengan karya tulis ini diharapkan pembaca dapat mengetahui penyebab kanker paru-paru. Masyarakat diharapkan sadar akan kesehatan tubuh dan keadaan lingkungan.

25

Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk merubah gaya hidup dan pola konsumsi. Dengan perilaku keseharian yang baik, segala penyakit terutama kanker dapat dicegah.

26

DAFTAR PUSTAKA
Aditama, Tjandra Yoga. 1990. Kanker Paru-Paru. Jakarta: Arcan. Dalimartha, Setiawan. 1996. Deteksi Dini Kanker & Simplisia Anti Kanker. Jakarta: Penebar Swadaya. 2004. Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Kanker. Jakarta: Penebar Swadaya. Harmanto, Ning. 2004. Sehat dengan Ramuan Tradisional. Jakarta: Agromedia Pustaka. 2007. Menaklukkan Penyakit bersama Mahkota Dewa. Jakarta: Agromedia Pustaka. Mangan, Yellia. 2005. Cara Bijak Menaklukkan Kanker. Jakarta: Agromedia Pustaka. Mausert, Otto. 1993. Tanaman untuk Kesehatan. Semarang: Dahara Prize. Supinto, Sutiono. 2008. Cegah Dini Kanker dan Tumor. Klaten: Sunda Kelapa Pustaka. Wijaya, Kusuma. 2004. Cara Alami Musnahkan Penyakit dengan Tanaman Obat. Jakarta: Pustaka Pembangunan Swadaya.

27