Anda di halaman 1dari 9

Materi Pelatihan

Monitoring Kinerja Klinis Perawat & Bidan

181

MATERI SISTEM PENGEMBANGAN MANAJEMEN KINERJA KLINIS

Pendahuluan

Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) bagi perawat dan bidan merupakan model yang dikembangkan berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh WHO bekerja sama dengan dengan kelompok kerja perawat dan bidan tingkat nasional Depkes pada bulan Oktober tahun 2000 Maret 2001. Model ini sudah diperkenalkan di beberapa kabupaten di Indonesia karena telah mendapat dukungan pimpinan institusi dimana SPMKK telah diterapkan. Oleh sebab itu, SPMKK perlu dipertahankan dan dikembangkan ke seluruh unit pelayanan keperawatan dan kebidanan dalam organisasi kesehatan.

Pengertian SPMKK
Sistem pengembangan manajemen kinerja klinis (SPMKK) adalah suatu Micro system dari macro system organisasi pelayanan kesehatan dan proses manajerial untuk meningkatkan kemampuan klinis perawat dan bidan di rumah sakit dan puskesmas.

Tujuan
1. Dapat meningkatkan pengetahuan perawat dan bidan tentang konsep SPMKK 2. Dapat memahami tentang faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan SPMKK 3. Dapat menerapkan SPMKK

Materi Pelatihan

Monitoring Kinerja Klinis Perawat & Bidan

182

Filosofi SPMKK
SPMKK adalah proses sistem mikro yang mendukung dan meningkatkan kemampuan kinerja klinis perawat dan bidan secara profesional, dengan memperhatikan etika aspek legal yang akan meningkatkan budaya kerja, sehingga diharapkan dapat bermanfaat secara makro dalam pelayanan kesehatan masyarakat baik di rumah sakit maupun di puskesmas.

Konsep SPMKK
Modul ini bertujuan untuk memfasilitasi komponen yang penting secara menyeluruh, melalui diskusi terhadap isu kunci dalam komponen seperti; Konsep

SPMKK, standar dan standar operating prosedur (SOP), standar kinerja, dan proses yang telah diidentifikasi dan diprioritaskan untuk ditetapkan sebagai proses kritis. Standar

adalah suatu pernyataan tertulis tentang harapan yang spesifik. Standar yang berdasarkan sistem manajemen kinerja merumuskan kekhususan kinerja tersebut. Berbagai domain dapat diusulkan untuk kategori standar, walaupun terjadi proses adopsi dari konsep Dobedian mengenai standar proses dan outcomes. Standar struktur adalah parameter legal untuk mengukur operasional. Nilai organisasi diterjemahkan ke dalam tindakan dan proses yang dirumuskan dalam tulisan dimana organisasi akan lebih akontabel. Standar outcomes adalah hasil yang didapat melalui penentuan dan kelengkapan dalam proses, yang dibagi kedalam outcomes yang diharapkan dan yang tidak diinginkan. Outcomes ditulis untuk setiap prosedur, kinerja yang diharapkan. Standar proses adalah rumusan norma

pedoman praktek, dan rencana. Apabila standar kinerja telah dirumuskan, maka staf harus

Materi Pelatihan

Monitoring Kinerja Klinis Perawat & Bidan

183

dididik berdasarkan standar, begitu juga peran mereka dalam memenuhi standar kinerja tersebut. Indikator ini bukan suatu pengukuran langsung terhadap kualitas kinerja, tetapi lebih menekankan kepada suatu simbol yang menunjukkan kepada isu khusus yang perlu lebih intensif memperbaikinya. Untuk memberi informasi yang berarti, indikator harus mempunyai lima karasteristik kunci, yaitu: nyata, valid, terukur, khusus, dan relevan.

Meningkatkan kinerja harus memecahkan masalah-masalah kinerja dan eksploitasi kesempatan penampilan tersebut. Permasalahan kinerja adalah outcomes yang tidak

memuaskan atau tidak diinginkan atau masalah pelayanan yang mengganggu pencapaian out comes yang diinginkan konsumen. Kesempatan penampilan diri diperlukan untuk meningkatan outcomes pelayanan atau proses dimana pelayanan diberikan. Peningkatan kinerja adalah perubahan. Perubahan adalah indikasi dimana ada satu perbedaan antara apa yang aktual dan apa yang diharapkan. keputusan. evaluasi. berbeda. Perubahan yang direncanakan memerlukan

Bleich mengatakan bahwa ada dua type keputusan yaitu, diagnostik dan Keduanya memerlukan ketrampilan berpikir kritis, tetapi keduanya sangat Keputusan diagnostik terdiri dari pengumpulan, analisis dan sintesa data.

Evaluasi berkaitan dengan pengambilan keputusan mengenai nilai terhadap ide, pemecahan, metoda dan material. Standar digunakan untuk menilai keabsahan hasil

kegiatan, efektifitasnya, ekonomis, dan tingkat kepuasan.

Peningkatan kinerja pelayanan kesehatan telah menjadi tema utama diseluruh dunia. Dengan tema ini, organisasi pelayanan kesehatan dan kelompok profesional kesehatan, sebagai pemberi pelayanan, harus menampilkan akontabilitas sosial mereka dalam memberikan pelayanan yang mutakhir kepada konsumen yang berdasarkan standar, profesionalisme, sehingga diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat. Sebagai

konsekwensinya, peningkatan kinerja memerlukan persyaratan yang ditetapkan dalam melaksanakan pekerjaan yang berdasarkan standar tertulis. Pelayanan keperawatan dan kebidanan, standar ini sangat membantu perawat dan bidan untuk mencapai asuhan yang berkualitas, sehingga perawat dan bidan harus berpikir realistis bahwa evaluasi sistematis terhadap semua aspek asuhan keperawatan dan kebidanan adalah mekanisme untuk mencapai asuhan yang berkualitas tinggi. Namun keberhasilan dalam

Materi Pelatihan

Monitoring Kinerja Klinis Perawat & Bidan

184

mengimplementasikan standar sangat tergantung kepada individu perawat dan bidan itu sendiri dan usaha bersama dari semua staf dalam suatu organisasi, disamping partisipasi dari seluruh anggota profesi.

Materi Pelatihan

Monitoring Kinerja Klinis Perawat & Bidan

185

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan nasional maupun internasional terjadi begitu cepat. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan merupakan hal yang penting untuk dipelajari dan dipahami oleh petugas kesehatan khususnya bidan yang bertugas sebagai bidan pendidik maupun bidan di pelayanan. Salah satu faktor yang menyebabkan terus berkembangnya pelayanan dan pendidikan kebidanan adalah masih tingginya mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin, khususnya di negara berkembang dan di negara miskin yaitu sekitar 25-50%. Mengingat hal diatas, maka penting bagi bidan untuk mengetahui sejarah perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan karena bidan sebagai tenaga terdepan dan utama dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi diberbagai catatan pelayanan wajib mengikuti perkembangan IPTEK dan menambah ilmu pengetahuannya melalui pendidikan formal atau non formal dan bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan serta meningkatkan jenjang karir dan jabatan yang sesuai.

1.2 TUJUAN Mempelajari dan memahami sejarah perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan yang terjadi dalam lingkup Internasional khususnya di negara Australia

Materi Pelatihan

Monitoring Kinerja Klinis Perawat & Bidan

186

BAB II PEMBAHASAN

Florence Nightingale adalah pelopor kebidanan dan keperawatan yang dimulai dengan tradisi dan latihan-latihan pada abad 19. Tahun 1824 kebidanan masih belum di kenal sebagai bagian dari pendidikan medis di Inggris dan Australia dimulai pada tahun 1862. Lulusan itu dibekali dengan pengethuan teori dan praktek. Pendidikan Diploma Kebidanan dimulai tahun 1893, dan sejak tahun 1899 hanya bidan sekaligus perawat yang terlatih yang boleh bekerja di rumah sakit. Sebagian besar wanita yang melahirkan tidak di rawat dengan selayaknya oleh masyarakat. Ketidakseimbangan seksual dan moral di Australia telah membuat prostitusi berkembang dengan cepat. Hal ini menyebabkan banyak wanita hamil di luar nikah dan jarang mereka dapat memperoleh pelayanan dari bidan atau dokter karena pengaruh sosial mereka atau pada komunitas yang terbatas. Pada dasarnya Australia sudah pada titik perubahan terbesar pada pendidikan kebidanan, sistem ini menunjukkan bahwa seorang bidan adalah seorang perawat yang teregistrasi dengan kualifikasi kebidanan. Konsekuensinya, banyak bidan-bidan yang telah mengikuti pelatihan di Amerika dan Eropa tidak dapat mendasar tanpa pelatihan perawatan. Siswasiswa yang mengikuti pelatihan kebidanan pertama kali harus terdafatar sebagai perawat. Kebidanan swasta di Australia berada pada titik awal kritis pada tahun 1990 berjuang untuk bertahan pada waktu perubahan besar. Profesi keperawatan di Australia menolak hak bidan sebagai identitas profesi yang terpisah. Dengan kekuatan penuh, bidan-bidan yang sedikit militan tersupport untuk mencapai kembali hak-hak wewenang mereka dalam melakukan pertolongan persalinan. Pendidikan kebidanan di Australia terpengaruh oleh model kolonialisme Inggris terhadap penerimaan pendidikan perawat. Tidak ada perawat tanpa kebidanan dan kebidanan tanpa keperawatan. Mulai tahun 1990 ada kebidanan direct entry dimana memisahkan pendidikan kebidanan dan keperawatan. Pendidikan bidan di Australia dimulai dengan Basic perawat ditambah 2 tahun. Sejak tahun 2000 telah dibuka University of Technology of Sidney yaitu S2 (Doctor of Midwifery). 2.1 Pendidikan Kebidanan Kebidanan di Australia telah mengalami perkembangan yang pesat sejak 10 tahun terakhir. Dasar pendidikan telah berubah dari traditional hospital base programme menjadi tertiary course of studies menyesuaikan kebutuhan pelayanan dari masyarakat. Tidak semua institusi pendidikan kebidanan di Australia telah melaksanakan perubahan ini, beberapa masih menggunakan program pendidikan yang berorientasi pada rumah sakit. Kurikulum pendidikan disusun oleh staf akademik berdasarkan pada keahlian dan pengalaman mereka di lapangan kebidanan. Kekurangan yang dapat dilihat dari pendidikan kebidanan di Australia hampir sama dengan pelaksanaan pendidikan bidan di Indonesia. Belum ada persamaan persepsi mengenai pengimplemen-tasian kurikulum pada masing-masing institusi, sehingga lulusan bidan mempunyai kompetensi klinik yang berbeda tergantung pada institusi pendidikannya. Hal ini ditambah dengan kurangnya kebijaksanaan formal dan tidak adanya standar nasional menurut National Review of Nurse Education 1994, tidak ada direct entry. Pada tahun 1913 sebanyak 30% persalinan ditolong oleh Bidan. Meskipun ada peningkatan jumlah dokter yang menangani persalinan antara tahun 1900 sampai 1940, tidak ada

Materi Pelatihan

Monitoring Kinerja Klinis Perawat & Bidan

187

penurunan yang berarti pada angka kematian ibu dan bidanlah yang selalu disalahkan akan hal itu. Kenyataannya wanita jelas menengah ke atas yang ditangani oleh dokter dalam persalinannya mempunyai resiko infeksi yang lebih besar daripada wanita miskin yang ditangani oleh Bidan. 2.2 Masalah Profesional Tugas pertama yang sulit adalah meneliti kembali nama bidan itu sendiri, itu tidak sama dengan ketika latihan dalam praktek kebidanan. Bidan sangat penting di pelayanan kesehatan sejak Perang Dunia II dan proporsi yang besar di rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan untuk daerah sekitar rumah sakit tersebut. Peningkatan rumah sakit dan persatuan perawat dan peningkatan ahli kebidanan yang lebih menekankan pada teknologi menyebabkan mundurnya kebidanan. Tapi situasi itu berakhir pada saat Amerika Utara menilai kepemimpinan perawat dan kepemimpinan bidan yang memutuskan bahwa bidan berhak mendapat penghargaan pertama dan penghargaan kedua diberikan kepada keperawatan. Penghargaan itu sangat penting untuk peningkatan profesi kebidanan. Kita tahu di beberapa negara mengkombinasikan keperawatan dan kebidanan dalam seorang tenaga kesehatan, hal itu terjadi di pulau kecil. Pelatihan klinik sekarang semakin baik menuju standar internasional sedikit lebih baik daripada masa yang lalu. 2.3 Pengembangan Profesi Bidan Pemerintah melihat adanya peningkatan kebidanan dengan pemberian asuhan yang bermanfaat. Shearman Report (NSWI, 1989) telah menemukan cara awal untuk mengatur strategi perawatan yang berkesinambungan. Having a baby in Victoria (Depkes Viktoria, 1990) melaporkan sebuah revie pelayanan kesehatan di Viktoria yang dibutuhkan pada orientasi pelayanan kesehatan pada wanita dan keluarga, maksudnya pemeliharaan kesehatan yang lebih baik. Perawatan efektif pada kelahiran CNH dan MRC, 1996 menyimpulkan bahwa perawatan yang berkesinambungan akan menjadi tujuan perawatan kesehatan ibu. 2.4 Masalah Regional Negara tetangga Australia yaitu Papua Nugini, Pulau Solomon memiliki angka kematian yang sangat tinggi. Rosaline Lapar, seorang pemenang piagam Maria Gibran pada ICM di Oslo yang sekarang sedang berada di Universitas Teknologi Sidney menunjukkan sebuah video yang digunakan untuk melatih asisten bidan di desa dengan cara ibu berbaring setelah melahirkan kepala dan bahu, dan melahirkan plasenta dengan menarik tali pusat secara terkendali. Cara ini banyak diakui oleh negara bagian Barat yang mengatakan hal ini tidak hanya berbeda dari biasanya untuk pendidikan bidan di Australia. Mahasiswa kebidanan harus menjadi perawat dahulu sebelum mengikuti pendidikan bidan sebab di Australia, kebidanan masih menjadi sub spesialisasi dalam keperawatan (maternal and child helath). Didalamnya termasuk pendidikan tentang keluarga berencana, kesehatan wanita, perawatan ginekologi, perawatan anak, kesehatan anak dan keluarga, serta kesehatan neonatus dan remaja. Adanya peraturan ini semakin mempersempit peran dan ruang kerja bidan. Literatur yang tersedia bagi mahasiswa kebidanan masih kurang. Kurikulum yang ada dirasakan hanya sesuai untuk mahasiswa pemula atau menengah saja, sehingga kadangkadang mahasiswa yang telah terlatih di keperawatan kebidanan diberikan porsi yang sama seperti pemula atau sebaliknya. Mahasiswa yang sebelumnya telah mendapatkan pendidikan kebidanan di keperawatan akan membawa konsep sakit. Transisi dari filosofi sakit ke filosofi sehat dalam kebidanan sedikit banyak menyulitkan mahasiswa. Beberapa tahun setelah Australia mengadakan pelatihan kebidanan, datang para pendidik yang membuka universitas yang memiliki cara tersendiri untuk menghasilkan tenaga yang

Materi Pelatihan

Monitoring Kinerja Klinis Perawat & Bidan

188

berkualitas. Pada waktu yang sama pemerintah mendukung bidan dalam memperluas peran mereka. Luasnya pengalaman klinik cukup diterima masyarakat di beberapa tempat tetapi juga mengurangi resiko yang akan terjadi. Satu hal lagi yang perlu diketahui bahwa persalinan di desa tersebut, ibu berbaring di daun pisang yang bersih atau sprei. Di negara Barat terdapat peraturan dimana wanita melahirkan tidak boleh ditemani oleh keluarganya, tetapi ada beberapa negara yang menganggap peraturan ini tidak efektif dan mengatakan bahwa ibu bersalin perlu ditemani oleh suami atau anggota keluarganya. 2.5 Penerapan Penelitian Kedalam Praktek Akhir dari masalah bidan di kawasan ini adalah penerapan penelitian ke dalam praktek, misalnya pada video yang digunakan di Papua Nugini yang berisi anjuran kepada bidan untuk meninggalkan tradisi mereka dan memandang pada fakta-fakta yang ada. Keberadaan bidan di negara ini masih dipertanyakan karena adanya pengaruh medicalisasi. Perawat kebidanan tidak boleh menolong persalinan. Pendidikan kebidanan di Australia setingkat Universitas, mahasiswanya berasal dari lulusan degree perawat dan 2 tahun bidan, sedangkan pada tingkat direct entry, masih sering dipertanyakan oleh perawat.

Materi Pelatihan

Monitoring Kinerja Klinis Perawat & Bidan

189

BAB III KESIMPULAN

Sejarah singkat kebidanan di Australia dapat disimpulkan sebagai berikut: Florence Nightingale : Pelopor kebidanan dan keperawatan yang dimulai dengan tradisi dan latihan-latihan pada abad 19 Tahun 1824 : Kebidanan masih belum di kenal sebagai bagian dari pendidikan medis di Inggris dan Australia, kebidanan masih didominasi oleh profesi dokter. Tahun 1862 : Pendidikan bidan pertama kali di Australia dimulai. Lulusan itu dibekali dengan pengetahuan teori dan praktek. Tahun 1893 : Pendidikan Diploma Kebidanan dimulai Tahun 1899 : Hanya bidan sekaligus perawat yang telah terlatih yang boleh bekerja di rumah sakit. Tahun 1990 : Mulai ada kebidanan direct entry dimana memisahkan pendidikan kebidanan dan keperawatan. Pendidikan bidan di Australia dimulai dengan Basic perawat ditambah 2 tahun. Tahun 2000 : Telah dibuka University of Technology of Sidney yaitu S2 (Doctor of Midwifery).