P. 1
09 - Contoh Proposal Penelitian

09 - Contoh Proposal Penelitian

|Views: 304|Likes:
Dipublikasikan oleh zonesteus

More info:

Published by: zonesteus on Oct 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2014

pdf

text

original

ROPOSAL PENELITIAN

Aplikasi e-Government untuk Tata Kelola Yang Baik: Dari Perencanaan Governance from IS Strategic Plan to IS Development)

Strategis SI ke Pengembangan SI (e-Government Application For Good e-

DAFTAR ISI
1.
2. 3. 4. 5. 6.

.ABSTRAK
.PENDAHULUAN .PERUMUSAN MASALAH .METODOLOGI .RANCANGAN .HASIL

1 1 5 9

(DESIGN) PENELITIAN

12

YANG DIHARAPKAN

15
15

8.
9.

.PERSONIL PELAKSANA PENELITIAN (PENELITI DAN TEKNISI)
.BIBLIOGRAFI

18 20 21 23

9. JADWAL PENELITIAN Lampiran 1. Personalia Lampiran 2. Rincian Anggaran Lampiran 3. Kegiatan

ii

Dalam hal ini. baik swasta maupun pemerintah. Hal ini menyebabkan penerapan sistem i 3 . Globalisasi informasi memaksa setiap insan baik individu ataupun kelompok. untuk memperhitungkan sistem informasi yang akan diterapkan supaya tetap kompetitif di era globalisasi. terjadi ya sistem informasi dan juga lemahnya kepemimpinan. pengetahuan teknologi tep ndiri-sendiri.1. ABSTRAK Tidak dapat dipungkiri. tanpa adanya koordinasi yang saling mendukung. bahwa informasi merupakan komoditi strategis di abad ini. Akibatnya dalam penerapannya. penerapan strategi yang tepat memungkinkan setiap bih meningkatkan local content dan meningkatkan bargaining power terhadap masyarakat dan hubun akat umum dengan mudah mengetahui/mengakses berbagai informasi.

terutama di negara yang sedang berkembang.Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu panduan. Walaupun kata-kata E?Governmen kukan oleh pemerintah dengan menggunakan Teknologi Informasi (TI) untuk memberikan layanan efisienan. suatu informasi merupakan komoditi strategis yang dapat berp uk memperhitungkan balisasi. dan efektif. Pungutan liar. 2. efisien. bagaimana penerapan aplikasi eGovernment untuk tujuan good governance dengan menggunakan metodologi tertentu dari proses perencanaan strategis sampai tahap pengembangan sistem informasi e-Government. Pada era informasi. a suatu pelaksanaan pemerintahan yang baik. PENDAHULUAN adaban manusia. pemasukan dan pengeluaran u .

dan pergantian tersebut secara otomatis berlaku untuk set 5 . informasi yang diberikan kepada masyarakat luas.pleks permasalahan yang akan dihadapi. masih bersifat satu arah. Dalam hal ini perlu kerja sama antara Ka ngkut dirinya hanya dengan satu klik. unyikan kompleksitas yang ada di dalamnya. Semuanya dapat dilakukan secara online. Kondisi E?Government n. Usaha ke arah ini sudah mulai dilakukan oleh beberapa irkan KTP-nya untuk mengurus Pasport atau membuat SIM. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai web site yan .

SIM. dan secara otomatis KTP. Dalam hal ini. Pasport dan lain-lainnya ter-u uai dengan kebutuhan masyarakat.abase milik pemerintahan yang besar. pemerintah sudah bisa memberikan apa yang diseb yang diklaim sebagai bentuk aplikasi E.Government baru sampai pada tingkat awal yaitu penampak ng bisa mencakup pengertian menurut [HAS01] dan [FOR01] adalah penerapan sistem kependuduka .

melakukan sensus setiap sepuluh tahun sekali. Basisdata kependudukan yang ada pada saat ini belum siap pakai dan tidak memenuhi kebutuhan setiap instansi. data yang berhasil dikumpulkan masih sulit menjangkau daerah‐daerah terpencil. mereka masih menggunakan basisdata masing‐masing. di Indonesia juga menghadapi masalah kependudukan yang cukup kompleks. Sedangkan Depdagri melakukan pendataan penduduk melalui SISKOMDAGRI. Badan Pusat Statistik (BPS). Namun data yang dikumpulkan masih banyak yang merupakan hasil perhitungan proyeksi dan bersifat agregasi [DAR01]. dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN)adalah antara lain merupakan instansi‐instansi yang melakukan pendataan penduduk di Indonesia. Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya perbedaan data yang didapat oleh instansi‐instansi metode yang yang berwenang digunakan melakukan untuk pendataan. ini dikarenakan melakukan pendataan penduduk pada setiap instansi berbeda‐beda. Akan sulit bagi Depdiknas untuk merencanakan program wajib belajar jika tidak ada data yang akurat mengenai jumlah penduduk usia sekolah. Kelengkapan dan konsistensi datanya juga sangat diragukan karena bisa saja seseorang terdata dan tercatat lebih dari satu kali di daerah yang berbeda yang disebabkan lemahnya koordinasi di dalam lembaga yang melakukan pendataan tersebut. Namun dalam interval waktu tersebut. Sensus untuk pemilih ini dilakukan 5 tahun sekali. Komisis Pemilihan Umum (KPU). Instansi‐ instansi tersebut akan mengalami kesulitan dalam menentukan program kerjanya jika tidak didukung oleh data kependudukan yang akurat. Jadi basisdata yang ada belum terintegrasi dan tidak mencerminkan data penduduk secara keseluruhan. Berbagai instansi lain seperti Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). yang dapat digunakan secara bersama‐sama [ZUL02]. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans). dan Departemen Sosial (Depsos) juga memerlukan data kependudukan. Untuk memenuhi kebutuhan setiap instansi. 7 .Seperti halnya di negara lain. Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru baru in i melakukan sensus penduduk pemilih. BPS misalnya. Departemen Dalam Negeri (Depdagri).

Penduduk harus datang ke kantor .Selain itu proses penduduk yang ingin mendapatkan layanan yang berkaitan dengan dokumen kependudukannya juga tidak efisien.

instansi yang bersangkutan untuk mengurus dokumen yang mereka butuhkan. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem informasi (EGovernment) yang bersifat permanen yang mampu melakukan proses registrasi penduduk. Salah satunya pengadaan per k antar instansi mengakibatkan pelaksanaan penerapan sistem informasi dan teknologi informasi tidak 9 . berisikan basisdata kependudukan yang terintegrasi yang dapat memenuhi kebutuhan setiap instansi dan tian ini bertujuan untuk meneliti dan merancang serta berusaha mengimplementasikan sistem inform 3. PERUMUSAN MASALAH uan terlihat bahwa masalah yang sering dihadapi oleh institusi dalam penerapan sistem informasi e-G g kemudian dirinci menjadi kegiatan yang bersifat taktis operasional. belum lagi terhalangani oleh birokrasi di instansi tersebut.

Pada -kenyataannya suasana politik. Karena pada awalnya produk atau jasa yang diinginkan tidak begitu jelas. sehingga setiap individu/departemen yang terlibat tidak tahu persis hasil apa yang diinginkan sebagai keluaran dari suatu proyek aplikasi e-Government. . Disamping itu juga. an e-Government harus memahami bahwa pihak-pihak yang dianggap sebagai stakeholder utama da ggung jawab sebagai pemimpin dari penyelenggaraan suatu penerapan sistem informasi.ormasi. manfaat yang seharusnya didapatkan oleh masyarakat (users) secara signifikan tidak dapat dipenuhi. Namun ma Beragam tekanan politik yang terjadi terhadap penerapan aplikasi e-Government baik dari kalangan yang optimis maupun yang pesimis. terutama yang berkaitan dengan: dukungan dan alokasi Lack detail requirement Keinginan yang terlalu umum mengakibatkan hasil yang didapatkan tidak spesifik.

seperti misalnya sumber daya manusia. 4. Metodologi Penelitian penelitian dan uji coba untuk membuktikan hipotesis tersebut.Kurangnya sumber daya yang dibutuhkan. finansial. peralatan. fasilitas. informasi. dan Sejumlah kepentingan dari berbagai kalangan (stakeholders) terhadap e-Government yang sedang atau akan dilaksanakan. METODOLOGI ogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi beberapa tahapan seperti terlihat pada G Gambar 1. Permasalahan yang telah diidentifi ?Government yang ditulis oleh Hasibuan [HAS01]. Sedangkan literatur lainnya berkaitan dengan E?G 11 .

Perancangan.serat plementasi terhadap sistem yang akan dikembangkan. Selanjutnya dilakukan integrasi data dari beberapa propinsi. perancangan yang diperoleh dari BPS. . ?Rancangan Antar muka pemakai (User Interface) 3. Analisis Kebutuhan. dan diuji coba maka langkah selanjutnya adalah membuat paket installer dari sistem tersebut sehingga sistem dapat digunakan atau diinstall di tempat lain dengan mudah. Hal-hal yang dilakukan meliputi: ?Rancangan Arsitektur Sistem (Architecture System) ?Rancangan Adapun data yang dipergunakan sebagai sampel untuk penelitian. Pembuatan Paket Sistem (Installer) Setelah sistem diimplementasikan. Kemudian pa 5. Data ?Rancangan Relasi antar entitas (Entity Relationship) basis data propinsi alur proses dan digunakan untuk Flow Diagram)} ?Rancangan Diagram DKI Jakarta akan data sistem (Datasimulasi pada skala kecil. akan Format Data Masukan atau Form-form Kependudukan diambil dari BPS yang merupakan data penduduk hasil sensus. dan Implementasi Pada tahap ini akan dilakukan proses analisa kebutuhan sistem.

. Perancangan yang dibuat meliputi rancangan arsitektur sistem. Beberapa hal yang dilakukan dalam tahap ini antara lai rekomendasi. . Hal tersebut akan digunakan untuk merancang memenuhi segala requirements tersebut. kami gunakan metodologi FAST yang cukup banya partisipan.Untuk pengembangan perangkat lunak tersebut.Analisa keputusan: pada tahap ini dilakukan analisa mengenai solusi teknis yang salahan sekaligus memenuhi business requirements. 5. .Analisa kebutuhan: Pada tahap ini dilakukan analisa kebutuhan dari sistem yang akan dibuat. biaya dan jadwal.Analisa: pada tahap ini dilakukan analisa permasalahan baik dari segi bisnis dan -peluang yang mungkin dan juga arahan. Tahap ini bertujuan untuk menilai kelayakan dari proyek tersebut. .Implementasi/operasionalisasi: tahap ini nantinya akan dijalankan oleh pemakai dari aplikasi yang dikembangkan. format data masukan atau . RANCANGAN (DESIGN) PENELITIAN Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai rancangan sistem informasi E-Government. yang meliputi tujuan pengembangan sistem dan prioritas-prioritas requirements sehingga menghasilkan suatu pernyataan business requirements system.

Sedangkan masyarakat dapat melihat embaga pemerintah lainnya dapat berfungsi sebagai pengguna system sekaligus bertanggung jawab . relasi antar entitas. serta rancangan antar muka pemakai.form-form kependudukan. ma basis datanya untuk melakukan proses pengubahan data. diagram alur proses dan data sistem.

form permohonan ntar entitas (entity relationship) bertujuan untuk mengetahui keterkaitan entitas data yang kit Rancangan alur proses . Misalnya form permohonan KTP pada kelurahan.BKKBN Depsos Server basis data Instansi Lain Server web dan aplikasi masyarakat masyarakat masyarakat Gambar 2 Aplikasi Dinamis E-Government yang terdapat pada tiap instansi.

kan pemakai dalam mempergunakan sistem yang akan dikembangkan sehingga sistem lebih userfr > >Antarmuka untuk pengguna umum (masyarakat) > >Antarmuka untuk bagian administrasi imulasi dalam skala kecil untuk melihat sejauh mana efektifitas dan efisiensi dari sistem yang di ala besar yang dilakukan pada lingkungan yang sebenarnya. yang disesuaikan de . misalnya saja dalam sistem E-Govern bakan paket sistem apakah berjalan dengan baik atau tidak. erhadap sistem yang dikembangkan.Pembuatan rancangan alur proses (process modeling) bertujuan untuk mengetahui alur proses bisnis dalam sistem E-Government yang kita kembangkan. Selanjutnya jika tahap kedua ini selesai. Proses analisa ini meliputi beberapa hal.

Berhubung pengguna system dapat semakin bertambah. njukkan kemampuan sistem untuk menghadapi serangan-serangan yang tidak dikehendaki. terutam komputer pemakai.Kembali Informasi". Untuk mencapai hal tersebut.Kinerja Kinerja yang dinilai adalah response time yang diterima oleh pemakai. Government: Using IT s Sector in Austria?. . Proceeding 12th International Workshop on Database and Expert System Appl em Temu-Kembali Informasi ". Tesis Magister. Fakultas Pasca Sarjana Universitas Indonesia. akan dianalisa apakah sistem akan mengalam emakai dalam mengoperasikan sistem. Response time di sini dihitung mulai dari saat pemakai memasukkan kueri sampai pada saat pemakai menerima dokumen yang diinginkan dari sistem. kinerja system perlu diperhatikan untuk menjamin kualitas layanan system EGovernment. Dalam keadaaan seperti tersebut. 2000. BIBLIOGRAFI . bisa diberikan kuesioner un 6. 1997. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Skripsi Sarjana.

Anthony and Vincent Cordonnier. 2002. 2000. etal “Investigation of Electronic Government”. Executive Office of The President Office of Management and Budget. [HAS01] Hasibuan. Proceeding 12th International Workshop on Database and Expert System Applications. “E-Government in the United Kingdom”. [WIM01] Wimmer. [TAM01] Tambouris. D. . 236 Sygrou 176-72 Kallithea. 2001. 2001. Simplified Delivery of Services to Citizens” . [KPU02] Komisi Pemilihan Umum. E. 2001. dkk. “E-Government Strategy . Greece. [JAC01] Jackson. Germany. [WAT01] Watson. On-going Technical Report. Maria and Johanna Krenner. 2001. [WIN0 1] Windy Aryanto. Washington. 2001. Munich. Laporan Student Project. Archetypon S. Fasilkom UI. [FIS0 1] Fischman. 3-7 September. Munich. 3-7 September. The eGOV Project”. Athens. Germany. “Sistem Informasi Penduduk dan Pemilih”. “The Italian e-Government Action Plan. 2002 [MOO00] Moores.Kependudukan Daerah Khusus Ibukota Jakarta”. [VIL01] Virili. dkk. 2001. 2002.. “Information Tehcnology Improves Most of the Democratic Voting Processes”. Linz. “E-Government. The Information Society in Europe: Policies & Best Practises. A. “Pengembangan prototipe standardisasi aplikasi egovernment untuk instansi pemerintah” Student Project. 20503. [ZUL02] Zulhemy. Proceeding 12th International Workshop on Database and Expert System Applications. [FOR02] Forman. Zainal. Development in the US and UK”. “Grand Design Sistem Informasi KPU”. Gaining Efficinecy to Rethinking Government”. Paul and Noah Curthoys. “An Integrated Online One-Stop Government Platform.Vienna Living Situation Based eGovernment and eDemocracy”. Fasilkom UI Depok. Fakultas Ilmu Komputer UI. 2001. Proceeding 12th International Workshop on Database and Expert System Applications.C. Proceedings of 9th Interdisciplinary Information Management Talks. Germany. “Electronic Government For Good Governance”. Lothar. Germany. Munich. Francesco. 2001.A. “e. Munich. 2003. Proceeding 12th International Workshop on Database and Expert System Applications. Mark. Simon. 37 September. 3-7 September.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERSONALIA RISET 1. Tenaga Peneliti (maksimum 3 orang termasuk Peneliti Utama) a) Tenaga Peneliti No. manajemen data dan informasi kependudukan di Indonesia yang akan digunakan dalam penelitian ini. 3 a) Peneliti Anggota b) Basis Data/Sistem Informasi a) )Magister Ilmu Komputer b) S2 a) )Pria b) 15 Jam/minggu Bertanggung jawab terhadap analisis business proses dan analisis sistem . c) a) Gelar Kesarjanaan a) )Pria/Wanita )Bidang Keahlian dan Tugas dalam Penelitianb) Pendidikan Akhir (S1/S2/S3)Alokasi Waktu (Jam/minggu) b) ) 1 a) )Peneliti Utama a) Philosophy of Doctorate a) )Pria b) Sistem Temu-Kembali Informasi c) Bertanggung jawab terhadap keseluruhan penelitian )S3 b) )20 Jam/minggu 2 a) Peneliti Anggota b) Sosiologi a) Philosophy of Doctorate b) S3 a) Pria c) )15 Jam/minggu plorasi landasan penelitian.

000 L a i n .000 10 18 box Jumlah Biaya 300.000 Bahan Anggaran Biaya dan Pentahapan: 57.000 2 Peneliti Anggota PC 374.900.100.000 173.000 4 Printer 1 buah 1.000 1.000 2 8 8.000 12.000 57.000.000.580.000 252.940.Lampiran 2 RINCIAN ANGGARAN Uraian Tahun I Tahun II Tahun III Pilih salah satu (beri tanda): ( ) Riset di Lapangan Jumlah )Riset di Laboratorium Gaji dan Upah 45.000 45. Pelaksana 2 set Pelaksana Jam/M inggu Honor/Jam50. 9 0 0 . 0 0 0 .000 Biaya 1.000 8.000.040.Gaji dan Upah: 4.000 28. .900.000 57.000 Perjalanan 17.000 Volume Biaya 6 Satuan Map Folder Biaya 20 buah 1 3.000 7 USB FlashDrive 512 MB 12. 45. .000 Rincian biaya RUT XII (lihat Lampiran A.100.580.000. B dan C).000 Rincian Anggaran Tahun I: Volume 4.740.000 136.000.000 3 15 2 Pembantu Peneliti/Teknisi 4.000 J u m l a h B i a y a 5 7 .l a i n P e n g e l u a r a n Nama Bahan 4.000 4.700.400.Bahan: 1.000 Komputer Server Jumlah Jumlah Jumlah Biaya No.480.000 Satuan Biaya 124.000.000 3 Jumlah Biaya Zip Drive 1 buah 2.000 CD Blank 16.000 3 2 buah Konferensi 1.580.980.000 45.000.980.400.000 14.000.000 2 set 15.000 Kota/Tempat Tujuan 300.000 No.200.000 2 15 18.000. Perjalanan: 10.000 17.400.000.100.000 Perjalanan Ke Depsos & BKKBN (ke daerah) 200.000 124.000.100.000Biaya 25.000 5 Kertas Printer 10 rim No.000 12.900.580.300.000 1 1 Peneliti Utama 20 14.980.000 1.060.000 124. 30.000. 117.

100. 2.000.000.000 600. .000 Biaya 500.000 124. . Publikasi dan Operasional): No. 1 2 3 4 Uraian Kegiatan Fotokopi Penggunaan Internet Data Entry Pembuatan Proposal Jumlah Biaya Jumlah (Rp) Te rbi l ang Volume 5000 lb 400 jam 1 o ra n g 20 exp B ia y a S a t u a n 100 5000 1.Dibuat untuk setiap tahun anggaran (tahun II dan III tidak perlu dirinci). Lain-lain Pengeluaran (Administrasi.000 2.000 1.980.000. . Jumlah Anggaran Tahun I: Rupiah Keterangan: 1.000 Seratus Dua Puluh Empat Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Ribu 5.000 30.4.000 4.Gunakan lembar tambahan bila diperlukan.

1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan/ Penanggungjawab Identifikasi Masalah/PU Studi Literatur/PU Pengumpulan Data/PA Perancangan Modul/PU Implementasi Modul/PA Uji Coba Per Modul/PA Integrasi Modul dan Uji Coba Skala Kecil/PA Integrasi dan Uji Coba terhadap Real User/PU Package Sistem/PA Bulan 2 3456 7 8 9 10 11 10 Uji Coba & Finalisasi Package Sistem/PA Catatan: PU = Peneliti Utama PA = Peneliti Anggota .Lampiran 3 KEGIATAN No.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->