Anda di halaman 1dari 16

TUGAS ISD BAB 3 NAMA : DEA DAMARA HIDYA KELAS : 1 KA 40 NPM : 11111772

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT


1. PERTUMBUHAN INDIVIDU

2. FUNGSI-FUNGSI KELUARGA

3. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

4. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

1. PERTUMBUHAN INDIVIDU

A. PENGERTIAN INDIVIDU

INDIVIDU BERASAL DARI KATA LATIN INDIVIDUUM ARTINYA YANG TAK TERBAGI. DALAM ILMU SOSIAL PAHAM INDIVIDU MENYANGKUT TABIATNYA DENGAN KEHIDUPAN JIWANYA YANG MAJEMUK MEMEGANG PERANAN DALAM PERGAULAN HIDUP MANUSIA. DISIMPULKAN BAHWA INDIVIDU ADALAH SEORANG MANUSIA YANG TIDAK HANYA MEMILIKI PERANAN KHAS DI DALAM LINGKUNGAN SOSIALNYA, MELAINKAN JUGA MEMPUNYAI KEPRIBADIAN SERTA POLA TINGKA SPESIFIK DIRINYA.

B. PENGERTIAN PERTUMBUHAN O TERDAPATNYA PERBERDAAN PENDAPAT DIANTARA PARA AHLI, NAMUN DIAKUI BAHWA PERTUMBUHAN ITU ADALAH SUATU PERUBAHAN YANG MENUJU KE ARAH YANG MAJU DAN LEBIH DEWASA. O PARA HALI YANG MENGANUT ALIRAN ASOSIASI BERPENDAPAT, BAHWA PERTUMBUHAN PADA DASARNYA ADALAH PROSES ASOSIASI (PROSES ASOSIASI YANG PRIMER ADALAH BAGIAN-BAGIAN). O DAPAT DIRUMUSKAN BAHWA PROSES ASOSIASI YAITU TERJADINYA PERUBAHAN PADA SESEORANG SECARA TAHAP DEMI TAHAP KARENA PENGARUH BAIK DARI PENGALAMAN ATAU EMPIRIS LUAR MELALUI PANCA INDERA YANG MENIMBULKAN SENSASI MAUPUN PENGALAMAN DALAM MENGENAI KEADAAN BATHIN SENDIRI YANG MENIMBULKAN REFLEXIONIS. O KONSEPSI ALIRAN SOSIOLOGI DIMANA AHLI DARI PENGIKUT ALIRAN INI MENGANGGAP BAHWA PERTUMBUHAN ITU ADALAH PROSES SOSIALISASI, YAITU PROSES PERUBAHAN DARI SIFAT MULA-MULA YANG ASOSIASI ATAU JUGA SOSIAL KEMUDIAN TAHAP DEMI TAHAP DISOSIALISASIKAN

A). PENDIRIAN NATIVISTIK PERTUMBUHAN INDIVIDU ITU SEMATA-MATA DITENTUKAN OLEH FAKTOR-FAKTOR YANG DIBAWA SEJAK LAHIR.

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN

B). PENDIRIAN EMPIRISTIK DAN ENVIRONMENTALISTIK PERTUMBUHAN INDIVIDU SEMATA-MATA TERGANTUNG PADA LINGKUNGAN SEDANG DASAR (BAKAT) TIDAK BERPERAN SAMA SEKALI.

C). PENDIRIAN KONVERGENSI DAN INTERAKSIONISME KONSEPSI KONVERGENSI IALAH KONSEPSI INTERAKSIONISME YANG BERPANDANGAN DINAMIS YANG MENYATAKAN BAHWA INTERAKSI ANTARA DASAR (BAKAT) DAN LINGKUNGAN DAPAT MENENTUKAN INDIVIDU.

A). MASA VITAL, DARI 0,0 SAMPAI KIRA-KIRA 2,0 TAHUN.

B). MASA ESTETIK, DARI UMUR KIRA 2,0 TAHUN SAMPAI KIRA-KIRA 7, 0 TAHUN. D. TAHAP PERTUMBUHAN INDIVIDU C). MASA INTELEKTUAL, DARI KIRA-KIRA 7,0 TAHUN SAMPAI KIRA-KIRA 13,0 ATAU 14,0 TAHUN.

D). MASA SOSIAL, KIRA-KIRA UMUR 13,0 TAHUN ATAU 14,0 TAHUN SAMPAI KIRA-KIRA UMUR 20,0 TAHUN ATAU 21,0 TAHUN KELUARGA PADA UMUMNYA, DIKETAHUI TERDIRI SEORANG INDIVIDU (SUAMI), INDIVIDU LAINNYA (ISTERI) YANG SELALU BERUSAHA MENJAGA RASA AMAN DAN KETENTRAMAN KETIKA MENGHADAPI SEGALA SUKA DUKA HIDUP DALAM ERATNYA IKATAN LUHUR HIDUP BERSAMA.

2. FUNGSI-FUNGSI KELUARGA
KELUARGA SEBAGAI KELOMPOK PERTAMA YANG DIKENAL INDIVIDU SANGAT BERPENGARUH SECARA LANGSUNG TERHADAP PERKEMBANGAN INDIVIDU SEBELUM MAUPUN SESUDAH TERJUN LANGSUNG SECARA INDIVIDUAL DI MASYARAKAT.

A).PENGERTIAN FUNGSI KELUARGA

FUNGSI KELUARGA ADALAH SUATU PEKERJAANPEKERJAAN ATAU TUGAS-TUIGAS YANG HARUS DILAKSANAKAN DI DALAM ATAU OLEH KELUARGA ITU.

A). FUNGSI BIOLOGIS

B). FUNGSI PEMELIHARAAN

B).MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA

C). FUNGSI EKONOMI

D). FUNGSI KEAGAMAAN

E). FUNGSI SOSIAL

3. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

1). PENGERTIAN INDIVIDU

INDIVIDU MERUPAKAN SEBUTAN YANG DAPAT UNTUK MENYATAKAN SESUATU KESATUAN YANG PALING KECIL DAN TERBATAS. KATA INDIVIDU BUKAN BERARTI MANUSIA SEBAGAI SUATU KESELURUHAN YANG TAK DAPAT DIBAGI MELAINKAN SEBAGAI KESATUAN YANG TERBATAS YAITU SEBAGAI MANUSIA PERSEORANGAN, (PENDAPAT DR. A. LYSEN)

MENURUT SIGMUND FREUD KELUARGA ITU TERBENTUK KARENA ADANYA PERKAWINAN PRIA DAN WANITA.

2). PENGERTIAN KELUARGA


ADLER BERPENDAPAT BAHWA MAHLIGAI KELUARGA ITU DIBANGUN BERDASARKAN HASRAT ATAU NAFSU BERKUASA. DURKHEIM BERPENDAPAT BAHWA KELUARGA ADALAH LEMBAGA SOSIAL SEBAGAI FAKTOR-FAKTOR POLITIK, EKONOMI DAN LINGKUNGAN. KI HAJAR DEWANTARA BERPENDAPAT BAHWA KELUARGA ADALAH KUMPULAN BEBERAPA ORANG YANG KARENA TERIKAT OLEH SATU TURUNAN LALU MENGERTI DAN MERASA BERDIRI SEBAGAI GABUNGAN YANG HAKIKI, ESENSIAL, ENAK DAN BERKEHENDAK BERSAMA-SAMA MEMPERTEGUH GABUNGAN ITU MEMULIAKAN MASING-MASING ANGGOTANYA.

3). PENGERTIAN MASYARAKAT

A). MASYARAKAT SEDERHANA. B). MASYARAKAT MAJU (MODEREN).

MASYARAKAT MAJU masuk kedalam katagori Masyarakat Non Industri di bedakan menjadi :
SECARA UMUM MASYARAKAT ADALAH SUATU KELOMPOK MANUSIA YANG TELAH MEMILIKI TATANAN KEHIDUPAN, NORMA-NORMA, ADAT-ISTIADAT YANG SAMA-SAMA DALAM LINGKUNGANNYA.

A). KELOMPOK PRIMER CONTOHNYA : KELUARGA, RUKUN TETANGGA, KELOMPOK BELAJAR, KELOMPOK AGAMA, DAN SEBAGAINYA.

DRS. JBAF MAYOR POLAK, MENYEBUT MASYARAKAT (SOCIETY) ADALAH WADAH SEGENAP ANTAR HUBUNGAN SOSIAL TERDIRI ATAS BANYAK SEKALI KOLEKTIVA-KOLEKTIVA SERTA KELOMPOK DAN TIAPTIAP KELOMPOK TERDIRI ATAS KELOMPOK-KELOMPOK LEBIH BAIK ATAU SEKELOMPOK.

B). KELOMPOK SEKUNDER CONTOH : SEMUA KELOMPOK SOSIAL, PERKUMPULAN ATAU ORGANISASI KEMASYRAKATAN YANG MEMILIKI ANGGOTA KELOMPOK.

PROF. M.M. DJOJODIGUNA, MASYARAKAT ADALAH SUATU KEBULATAN DARIPADA SEGALA PERKEMBANGAN DALAM HIDUP BERSAMA ANTARA MANUSIA DENGAN MANUSIA.

2). MASYARAKAT NON INDUSTRI CONTOH : TUKANG ROTI, TUKANG SEPATU, TUKANG BUBUT, TUKANG LAS, AHLI MESIN, AHLI LISTRIK DAN AHLI DINAMO.

HASAN SADILY, MASYARAKAT ADALAH SUATU KEADAAN BADAN ATAU KUMPULAN MANUSIA YANG HIDUP BERSAMA.

4. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT


A. MAKNA INDIVIDU

MANUSIA ADALAH MAHLUK INDIDVIDU, BERARTI MAHLUK YANG TIDAK DAPAT DIBAGI-BAGI, TIDAK DAPAT DIPISAH-PISAHKAN ANTARA JIWA DAN RAGANYA, CONTOH : KEGEMBIRAAN ATAU KECEWA AKAN TERPAUT DENGAN JIWA DAN RAGANYA.

KENYATAAN YANG KITA DAPATI DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI-HARI SETIAP INDIVIDU BERKEMBANG SEJALAN DENGAN CIRI-CIRI KHASNYA, WALAUPUN DALAM KEHIDUPAN LINGKUNGAN YANG SAMA, CONTOHNYA: ANAK KEMBAR.

UNTUK MENJADI INDIVIDU YANG MANDIRI HARUS MELALUI PROSES, MANUSIA DILAHIRKAN IA MEMBUTUHKAN PROSES PERGAULAN DENGAN ORANG LAIN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BATHINIAH DAN LAHIRIAH YANG MEMBENTUK DIRINYA (SIGMUND FREUD, SUPER EGO PRIBADI MANUSIA SUDAH MULAI TERBENTUK PADA SAAT MANUSIA BERUMUR 5-6 TAHUN)

B. MAKNA KELUARGA

1. HUBUNGAN SUAMI - ISTERI 2. BENTUK PERKAWINAN DIMANA SUAMI ISTERI ITU DIADAKAN DAN DIPELIHARA 3. SUSUNAN NAMA-NAMA DAN ISTILAH-ISTILAH : PATRILINEAL KETURUNAN GARIS LAKI-LAKI (BATAK), MATRILINEAL KETURUNAN GARIS WANITA (MINANGKABAU) HAK YANG DIURUS OLEH ADIK ATAU SAUDARA PEREMPUAN ADALAH AVONCULAT. 4. MILIK ATAU BENDA KELUARGA 5. PADA UMUMNYA KELUARGA ITU TEMPAT BERSAMA/RUMAH BERSAMA.

KELUARGA ADALAH MERUPAKAN KELOMPOK PRIMER YANG PALING PENTING DI DALAM MASYARAKAT.

C. MAKNA MASYARAKAT
BEBERAPA DEFINISI MENGENAI MASYARAKAT, YAITU :

1. R. LINTON, SEORANG AHLI ANTROPOLOGI


MENGEMUKAKAN, BAHWA MASYARAKAT ADALAH SETIAP KELOMPOK MANUSIA YANG TELAH CUKUP LAMA HIDUP DAN BEKERJASAMA, SEHINGGA MEREKA ITU DAPAT MENGORGANISASIKAN DIRINYA DAN BERFIKIR TENTANG DIRINYA SEBAGAI SATU KESATUAN SOSIAL DENGAN BATAS TERTENTU.

KESIMPULAN DARI DEFINISI DI SAMPING : 2. M.J. HERSKOVIST, MENULIS BAHWA MASYARAKAT


ADALAH KELOMPOK INDIVIDU YANG DI ORGANISASIKAN DAN MENGIKUTI SATU CARA HIDUP TERTENTU.
A. HARUS ADA PENGUMPULAN MANUSIA DAN HARUS BANYAK, BUKAN PENGUMPULAN BINATANG;

3. J.L. GILLIN DAN J.P. GILLIN, MENGATAKAN BAHWA


MASYARAKAT ADALAH KELOMPOK MANUSIA YANG TERBESAR DAN MEMPUNYAI KEBIASAAN, TRADISI, SIKAP DAN PERASAAN PERSATUAN YANG SAMA.

B. TELAH BERTEMPAT TINGGAL DALAM WAKTU YANG LAMA DALAM SUATU DAERAH TERTENTU;

C. ADANYA ATURAN-ATURAN ATAU UNDANG-UNDANG YANG MENGATUR MEREKA UNTUK MENUJU KEPADA KEPENTINGAN DAN TUJUAN BERSAMA.

5. HASAN SHADLY, MENDEFINISIKAN MASYARAKAT


ADALAH GOLONGAN BESAR ATAU KECIL DARI BEBERAPA MANUSIA, DENGAN ATAU KARENA SENDIRINYA, BERTALIAN SECARA GOLONGAN DAN MEMPUNYAI KEBATINAN SATU SAMA LAIN.

MENURUT ELWOOD,
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN MANUSIA HIDUP BERSAMA, ADALAH :

HIMPUNAN MANUSIA SUPAYA MERUPAKAN KELOMPOK SOSIAL HARUS MEMENUHI SYARAT-SYARAT, ANTARA LAIN :

A. DORONGAN UNTUK MENCARI MAKAN; PENYELENGGARAN


UNTUK MENCARI MAKANAN ITU LEBIH MUDAH DILAKUKAN DENGAN BEKERJASAMA.

1. SETIAP ANGGOTANYA HARUS SADAR SUPAYA IA MERUPAKAN BAGIAN LAIN KELOMPOKNYA;

B. DORONGAN UNTUK MEMPERTAHANKAN DIRI; TERUTAMA PADA KEADAAN PRIMITIF; DORONGAN INI MERUPAKAN CAMBUK UNTUK BEKERJASAMA.

2. ADA HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA ANGGOTAANGGOTANYA;

C. DORONGAN UNTUK MELANGSUNGKAN JENIS.

3. ADA SUATU FAKTOR YANG DIMILIKI BERSAMA, SEPERTI NASIB YANG SAMA, KEPENTINGAN YANG SAMA, TUJUAN YANG SAMA, IDEOLOGI YANG SAMA DAN SEBAGAINYA.

UNSUR DESA

1. DAERAH, DALAM ARTI TANAH-TANAH YANG PRODUKTIF DAN YANG TIDAK, BESERTA PENGGUNAANNYA, TERMASUK JUGA UNSUR LOKASI, LUAS DAN BATAS YANG MERUPAKAN LINGKUNGAN GEOGRAFIS SETEMPAT.

2. PENDUDUK, ADALAH HAL YANG MELIPUTI JUMLAH PERTAMBAHAN, KEPADATAN, PERSEBARAN DAN MATA PENCAHARIAN PENDUDUK DESA SETEMPAT.

3. TATA KEHIDUPAN, DALAM HAL INI POLA PERGAULAN DAN IKATAN-IKATAN PERGAULAN WARGA DESA. JADI MENYANGKUT SELUK BELUK KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA (RURAL SOCIETY).

FAKTOR LINGKUNGAN GEOGRAFIS MEMBERI PENGARUH JUGA TERHADAP KEGOTONGROYONGAN, MISALNYA :

FUNGSI DESA

A.FAKTOR TOPOGRAFI SETEMPAT YANG MEMBERIKAN SUATU AJANG HIDUP DAN SUATU BENTUK ADAPTASI KEPADA PENDUDUK.

1.DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KOTA, MAKA DESA MERUAPKAN HINTERLAND ATAU DAERAH DUKUNG BERFUNGSI SEBAGAI SUATU DAERAH PEMBERIAN BAHAN MAKANAN POKOK;

B.FAKTOR IKLIM YANG DAPAT MEMBERIKAN PENGARUH POSITIF MAUPUN NEGATIF TERHADAP PENDUDUK TERUTAMA PETANIPETANINYA.

2. DESA DITINJAU DARI SUDUT POTENSI EKONOMI BERFUNGSI SEBAGAI LUMBUNG BAHAN MENTAH (RAW MATERIAL) DAN TENAGA KERJA (MAN POWER) YANG TIDAK KECIL ARTINYA;

C.FAKTOR BENCANA ALAM SEPERTI LETUSAN GUNUNG, GEMPA BUMI, BANJIR DAN SEBAGAINYA YANG HARUS DIHADAPI DAN DIALAMI BERSAMA.

3.DARI SEGI KEGIATAN KERJA (OCCUPATION) DESA DAPAT MERUPAKAN DESA AGRARIS, DESA MANUFAKTUR, DESA INDUSTRI, DESA NELAYAN DAN SEBAGAINYA.

URBANISASI DAN URBANISME

1. HOMOGENITAS SOSIAL URBANISASI ADALAH SUATU PROSES BERPINDAHNYA PENDUDUK DARI DESA KE KOTA ATAU DAPAT PULA DIKATAKAN BAHWA MERUPAKAN PROSES TERJADINYA MASYARAKAT PERKOTAAN.

2. HUBUNGAN PRIMER

3. KONTROL SOSIAL YANG KETAT PROSES URBANISASI DAPAT TERJADI DENGAN LAMBAT MAUPUN CEPAT, TERGANTUNG DARI PADA MASYARAKAT YANG BERSANGKUTAN, PROSES INI TERJADI DENGAN MENYANGKUT DUA ASPEK, YAITU

4. GOTONG ROYONG

5. IKATAN SOSIAL

6. MAGIS RELIGIUS

PERUBAHANNYA MASYARAKAT MENJADI MASYARAKAT KOTA;

7. POLA KEHIDUPAN

BERTAMBAHNYA PENDUDUK KOTA YANG DISEBABKAN OLEH MENGALIRNYA PENDUDUK YANG BERASAL DARI DESADESA (PADA UMUMNYA DISEBABKAN KARENA PENDUDUK DESA MERASA TERTARIK OLEH KEADAAN KOTA)

SECARA UMUM DAPAT DIKATAKAN SEBAB-SEBABNYA ADALAH :

DAERAH YANG TERMASUK MENJADI PEMERINTAHAN ATAU MENJADI IBUKOTA;

PUSAT

TEMPAT TERSEBUT LETAKNYA STRATEGIS SEKALI UNTUK USAHA PERDAGANGAN PERNIAGAAN, SEPERTI MISALNYA SEBUAH KOTA PELABUHAN ATAU SEBUAH KOTA YANG LETAKNYA DEKAT PADA SUMBER-SUMBER BAHAN-BAHAN MENTAH;

TIMBULNYA INDUSTRI DI DAERAH ITU, YANG MEMPRODUKSI BARANG- BARANG MAUPUN JASAJASA.

Alhamdulillah... Terima kasih Ya RABB,_

Tugas soal hitungan


1. Jika daerah Bekasi pada tanggal 31 Desember 2008 mempunyai penduduk 750.000 orang dan pada tanggal 31 Desember 2009 mempunyai penduduk 850.000 orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2008 berjumlah berapa orang ? Apabila pada tahun 2008 di daerah Bekasi ada 13.000 orang yang meninggal dunia, berapa orang Tingkat Kematian Kasar/Crude Death Rate (CDR) ?

jawab: Langkah pertama di cari Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun Pm = (P1 + P2) Pm = (750.000+850.000) Pm = (1600000) Pm = 800000 Pm = Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun P1 = Jumlah Penduduk Pada Awal Tahun P2 = Jumlah Penduduk Pada Akhir Tahun Barulah di cari CDR:

D CDR K Pm
D = Jumlah kematian Pm = Jumlah Penduduk per Pertengahan Tahun K = Konstanta = 1000 CDR = 13000 1000 800000 CDR = 0,01625 X 1000 CDR = 16,25

2. Di Jakarta jumlah wanita usia subur (usia 15 - 49 tahun) sekitar 35.230.000 orang dan jumlah kelahiran sekitar 8.295.000 orang, berapa Angka Kelahiran Umum/General Fertility Rate (GFR) ? jawab :

GFR
B Fm K GFR

B K Fm

= Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun = Konstanta = 1000 = 8.295.000 1000 35.230.000

GFR GF

= 0,235452739412 X 1000 = 235,45

3. Berapa Ratio Ketergantungan/Dependency of Ratio (DR), jika penduduk di Bekasi usia 0 14 tahun sekitar 25.588.000 orang dan penduduk usia 65 tahun ke atas sekitar 70.000.844 orang serta penduduk usia 15 64 tahun sekitar 61.869.599 orang.