PERENCANAAN KARAKTERISTIK TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Pengantar Dalam pembelajaran perlu ada tujuan instruksional khusus.

Tujuan instruksional khusus termasuk langkah yang menjadi pengarah dalam perencanaan pembelajaran. Tujuan instruksional sebagai pengarah dalam penggambaran tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap khusus yang harus dimiliki warga belajar seletah menyelesaikan suatu program pembelajaran. Dengan dasar alasan di atas, tujuan instruksional khsusus sebagai pengarah, maka perencana pembelajaran berkewajiban memiliki keterampilan merencanakan karakteristik tujuan tersebut dengan tepat. Berdasarkan hasil pengamatan, masih ada rumusan tujuan instruksional khusus yang disusun perencana pengajaran yang belum memenuhi karakteristik. Dalam rumusannya, komponen dan kriteria tujuan instruksional khusus dilalaikan. Kelalian itu berdampak terhadap esensial tujuan yang ingin dicapai. Apabila demikian keadaannya, maka fungsi tujuan instruksional khusus sebagai pengarah akan pudar. Calon guru/guru/pengajar dipandang perlu memiliki keterampilan mengenai penulisan tujuan instruksional, terlebih-lebih terampil melaksanakan tujuan instruksional khusus yang telah disusunnya. Untuk mendukung peningkatan kompetensi pengajar mengenai perencanaan karakteristik tujuan instruksional khusus, dalam pembelajaran ini dikemukakan tentang perencanaan komponen tujuan instruksional khusus, kriteria tujuan instruksional khusus, ranah kognisi dalam tujuan instruksional khusus, dan kata kerja operasional untuk tujuan instruksional khusus. Pengertian a. Karakteristik Karakteristik mengandung arti ciri-ciri khusus dari sesuatu yang menjadi sifat khas sesuai dengan perwatakannya. Ciri-ciri khusus tujuan instruksional khusus dibangun dengan dua bagian, yakni komponen dan kriteria. Komponen dan kriteria ini dipadukan menjadi sebuah sistem. Apabila salah satu dari kedua bagian itu tidak tampak, berarti belum dikatakan ciri khusus. Dengan kata lain, belum memiliki karakteristik yang benar.

maka mau tidak mau rumusan tujuan instruksional khusus itu belum dikategorikan ke dalam rumusan yang baik. bugar. keterampilan. Tujuan institusional dijabarkan menjadi beberapa tujuan kurikuler. b. Tujuan yang lebih luas itu ialah tujuan pendidikan nasional. tunarungu = tidak bisa mendengar. Komponen lahiriah berupa badan dan anggota badan serta bagian-bagiannya. dari tujuan pembelajaran umum dijabarkan lagi oleh pembuat perencanaan pembelajaran (pengajar) menjadi beberapa TIK. dan sikap yang harus dimiliki warga belajar setelah mengikuti suatu pembelajaran. Karakteristik di atas dapat diilustrasikan dengan dua kasus. namun orang yang sakit jiwa. Kasus pertama.)}. ada orang yang secara jasmaniah sehat. tunawicara = tidak mampuh bertutur kata. Kata instruksional dipadankan dengan kata pembelajaran. di satu pihak manakala orang mendapat cobaan dengan tidak memiliki salah satu anggota badan. tetapi orang yang tuna {(tunadaksa = anggota badan tidak lengkap. Begitu halnya dengan tujuan instruksional khusus. yakni komponen dan kriteria. Eksistensi tujuan instruksional khusus ialah hasil penjabaran tujuan yang lebih luas.Kelengkapan (komponen dan kriteria) bagian tujuan instruksional khusus diibaratkan manusia. Apabila ditemukan rumusan tujuan instruksional khusus yang tidak memiliki salah satu aspek dari dua bagian tadi (komponen dan kriteria). Tujuan kurikuler dijabarkan menjadi beberapa tujuan instruksional umum (TIU) atau tujuan pembelajaran umum (TPU). Selanjutnya. namun ingatannya terganggu (sakit ingatan). indikator) ialah tujuan yang berisikan tentang pengetahuan. Tujuan instruksional khusus (tujuan pembelajaran khusus. Dengan demikian. bukan orang baik menurut pandangan awam atau pandangan material. karakteristik tujuan instruksional khusus yang baik itu harus memiliki ciri-ciri khusus. Kasus kedua. Ini pun tetap disebut orang. mapun kasus yang kedua. Baik kasus yang pertama. tetap disebut orang. sesuai dengan rumusan tujuan yang terdapat dalam . Manusia memiliki komponen dan kriteria. orang tersebut tidak bisa disebut orang normal. Pendek kata. dsb. Tujuan pendidikan nasional dijabarkan menjadi beberapa tujuan institusional. komponen lahiriah (jasmani) dan komponen batiniah. Padanan tersebut tidak mengurangi pengertian yang dikandungnya. di pihak lain. Tujuan pendidikan nasional ialah tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa secara nasional. Tujuan Instruksional Khusus Tujuan instruksional khusus (TIK) menurut pandangan GBPP Kurikulum 1994 diistilahkan dengan tujuan pembelajaran khusus. Sedangkan komponen batiniah berupa sifat-sifat esensial prilaku manusia sebagai suatu kriteria baik dan buruk. tunanetra = tidak dapat melihat. menurut pandangan kurrikulum KBK diistilahkan indikator. lengkap anggota badan termasuk bagiannya.

UPI. 1) Audience Audience.pembukaan UUD 1945 "mencedarkan kehidupan bangsa" dan dituangkan dalam GBHN. tujuan instruksional khusus merupakan petunjuk yang jelas untuk menentukan materi pembelajaran. Tujuan instruksional khusus (tujuan pembelajaran khusus) muncul dengan upaya perencana pembelajaran/guru/ pengajar. dan evaluasi. kegiatan belajar mengajar. dan 5) petunjuk bagi warga belajar untuk mempelajari bahan yang akan diujikan. Unpad. . SMU. 4) petunjuk penentuan materi dan teknik pembelajaran. Rumusan tujuan instruksional khusus dirumuskan sesuai dengan kebutuhan. 2) gambaran kemampuan/keterampilan yang diharapkan. ABCD singkatan dari Audience. SMP. 2 Karakteristik Tujuan Instruksional Khusus Karakteristik yang dimiliki tujuan instruksional khusus tergambar pada komponen dan kriteria yang dimilikinya. Tujuan kurikuler ialah tujuan pembelajaran yang harus dicapai warga belajar setelah menyelesaikan suatu bidang studi atau mata kuliah yang diberikan pada suatu lembaga pendidikan. Komponen yang dimaksud ialah ABCD. ITB. Tujuan instruksional khusus adalah tujuan yang memberikan kriteria tentang: 1) kemajuan belajar warga belajar secara pasti. sumber. a. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan rumusan tujuan instruksional khusus perubahan pembelajaran tidak ada dalam GBPP. Umpamanya SD. alat/media. Condition dan Degree. Tujuan institusional ialah tujuan pembelajaran yang harus dicapai warga belajar setelah menamatkan suatu jenjang (program) pendidikan pada suatu lembaga pendidikan. Komponen Komponen (bagian-bagian) yang membangun sebuah tujuan instruksional khusus terdiri atas empat komponen. Dengan demikian. Tujuan pembelajaran umum ialah tujuan pembelajaran yang harus dicapai warga belajar seletah menyelesaikan suatu pokok bahasan pada salah satu tema pembelajaran. peserta didik) yang harus dapat mengerjakan perbuatan yang dirumuskan dalam TPK/TIK (Tujuan Pembelajaran Khusus/Tujuan Instruksional Khusus/ Indikator). 3) mengembangkan alat evaluasi untuk mengukur efektivitas pengajaran. Komponen dan kriteria itu dijelaskan di bawah ini. yaitu siswa (warga belajar. Behavior.

yaitu tingkah laku atau kegiatan warga belajar (siswa. Kegiatan kata kerja operasional dalam keterampilan berbicara bisa dilaksanakan secara individual dan secara kelompok. dan mengadakan latihan pemeranan/penokohan. mengemukakan fakta. Kegiatan secara kelompok. peserta didik). bisa juga secara kelompok. Syarat yang menjadi kondisi itu seperti => ketentuan: .Peserta penataran . Tingkah laku (behavior) dalam tujuan instruksional khsusus dinyatakan dengan kata kerja operasional. menjelaskan cara membuat sesuatu.Siswa kelas I SMP . maupun kata kerja yang termasuk ke dalam bidang sikap. Audience ketika melakukan kata kerja operasional bisa secara indivual. Contoh behavior: . mengemukakan komentar. Contoh audience: . kata kerja operasional yang termasuk ke dalam lingkup keterampilan.dapat menerangkan komponen TIK/TPK 3) Condition Condition. menceriterakan sesuatu.Warga belajar berkedudukan sebagai pelaku. kondisi yang harus dipenuhi pada saat tingkah laku (kata kerja) dilakukan warga belajar ketika perbuatan tersebut dievaluasi.dengan menggunakan peta .dapat menuliskan satu definisi kalimat majemuk . mengadakan latihan dialog. yaitu keadaan yang berupa syarat. melaporkan isi bacaan. yang harus melaksanakan kata kerja operasional yang ditulis dalam tujuan instruksional khusus.dapat menyebutkan dua contoh kata benda . seperti memperkenalkan diri. yang menunjukkan ting tingkah laku yang dapat diamati atau dapat diukur. dan berceritera berantai.dengan menggunakan kamus . melakukan diskusi. Tingkah laku yang diharapkan dapat dikerjakan oleh warga belajar setelah berakhir program pengajaran tertentu. Kegiatan secara individual. Hal ini tergantung kepada penentu sebuah rumusan tujuan bahan yang dijarkan. Baik kata kerja operasional yang tercakup ke dalam kawasan pengetahuan. seperti mengadakan latihan wawancara (kelompok).Peserta penyuluhan 2) Behavior Behavior.

sambil mendengarkan radio kaset .tidak membuka buku/catatan => kebolehan/izin: .sambil menggunakan naskah Syarat seperti di atas sering diabaikan oleh pembuat TIK/TPK yang tidak memperhatikan komponen kondisi. berbentuk hasil belajar. dan mengandung satu jenis tingkah laku. Mengapa ketika pelaksanaan ulangan/ujian/evaluasi/ tes kita harus mengawas peserta ulangan? Mengapa ujian masuk perguruan tinggi memerlukan pengawas? Hal ini sebenarnya untuk menerapkan komponen kondisi agar peserta ujian tidak keluar dari ketentuan-ketentuan syarat suatu kondisi. bolehkah bekerja sama. Dalam hal ini ukuran petepan tujuan instruksional khusus yang baik.dengan tanpa membuat kesalahan .tidak bekerja sama . boleh menggunakan kamus. Kriteria Kriteria berarti ukuran yang menjadi dasar penetap-an sesuatu. yaitu menggunakan istilah yang operasional. standar atau ukuran yang menunjukkan bahwa siswa telah mencapai tujuan khusus. yaitu tingkat keberhasilan yang harus dipenuhi. Kriteria TIK/TPK ada empat. berbentuk tingkah laku.tanpa melihat buku atau catatan . . seperti bolehkah membuka buku/catatan.tidak bekerja sama .dengan benar . Kebingungan tersebut terjadi karena perencana TIK/TPK tidak menggunakan komponen kondisi. Contoh condition: . Padahal condition dan degree akan memberikan penjelasan yang berarti dan akan memberikan informasi lebih baik mengenai tujuan yang hendak dicapai. atau memberi peluang kepada penjawab soal evaluasi. dsb. Mencapai tujuan berarti melakukan kata kerja operasional dengan benar.tidak diberi tahu teman 4) Degree Degree. Hal ini membingungkan para pengawas. Ada kemungkinan perumus TIK/TPK ada agak segan merumuskan sampai dengan condition dan degree.dengan tidak salah b.=> larangan: . Contoh degree: .

Valuing (berkeyakinan). Oleh karena itu. guided response (respons terarah). set (kesiagaan). Masing-masing ramah memiliki pembagian. Contoh: Kata menyebutkan dapat diukur dan dapat diobervasi. Bandingkan dengan kata memahami. Apabila menghendaki dua jenis tingkah laku.1) Istilah yang operasional TIK/TPK harus menggunakan istilah yang operasional. Tingkah laku yang dapat diamati. ranah afeksi (sikap). yakni Receiving (kemauan menerima). Kalau menggunakan kata yang berbentuk tingkah laku menyebutkan. dapat diobservasi perlakuannya. 3) Tingkah Laku TIK/TPK yang dirumuskan harus berbentuk tingkah laku. Responding (kemauan menanggapi). Tingkah laku yang dapat diukur. Ranah kognisi (pengetahuan) membawahi RCAASE. Ranah psikomotor (keterampilan) meliputi PSGMCAO. dan Characterization by a value or value complex (ketelitian/ ketekunan). Bandingkan saja dengan kata menghayati Kata menuliskan dua contoh dapat diukur dan dapat diobservasi. dan organizing (penciptaan yang baru). mechanism (mekanisme). yang dirumuskan dalam TIK/TPK adalah hasil belajar. maka jangan diikuti dengan kata yang berbentuk tingkah laku lain menuliskan. yakni perception (persepsi). 4) Satu jenis tingkah laku TIK/TPK yang dirumuskan harus satu jenis tingkah laku. complex overt response (respon nyata yang kompleks). . Bandingkan dengan kata memahami. tetapi mengukur hal yang dipelajari warga belajar. yakni Ricall (ingatan). Organization (penerapan karya). TIK/TPK tidak mengukur hal yang dipelajari perumus. Ranah afeksi (sikap) mencakup RRVOC. Kata mendefinisikan dapat diukur dan dapat diobservasi. yakni ranah kognisi (pengetahuan). adaptation (adaptasi). 3 Ranah Kognisi Tujuan pembelajaran secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga ranah (bagian perilaku manusia). tidak boleh dua tingkah laku yang berbeda. maka rumuskan dalam dua TIK/TPK. 2) Hasil belajar TIK/TPK harus merumuskan sesuatu yang diajarkan. dan ranah psikomotor (keterampilan). yakti kata kerja yang dapat diukur.

di antaranya: . Application (penerapan). Recall (C-1) atau ingatan. rahan yang biasa digunakan ialah ranah kognisi. dan Evaluation (evaluasi).membedakan .menyebutkan . Dengan pertimbngan pengukurannya tidak mudah.membuat garis besar .menyatakan .mendemonstrasikan .menuliskan . 4 Kata Kerja Oprasional Setiap bagian ranah memiliki beberapa kata kerja operasional.memperkirakan .mendefinisikan . Ranah psikomotor jarang (bahkan tidak) digunakan.meramalkan . Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.menghitung .mempertahankan .Comprehention (pemahaman).mengubah . Kata kerja operasional yang lazim digunakan dalam setiap kawasan kognisi ditulis di bawah ini. Comprehention (C-2) atau pemahaman. Kata kerja operasional itu digunakan dalam perumusan tujuan instruksional khusus.mencocokkan .menggunakan . Hal ini didasari pertimbangan bahwa ada bagian ranah kognisi yang dapat mewakili ranah psikomotor. di antaranya: .menyatakan secara luas . Begitu pula ranah afektif jarang (bahkan tidak) digunakan secara khusus.memberi nama . Analysis (analisis).menamakan .menemukan . di antaranya: .memilih b. a.menjelaskan .mengidentifikasi . Synthesis (sintesis).menarik kesimpulan umum .menyimpulkan c.menuliskan dengan kata-kata sendiri . Application (C-3) atau penerapan.

menggabungkan .menghasilkan .menjelaskan .menyatakan . di antaranya: .menghimpun .menunjuk . di antaranya: .mencipta rencana .memisah-misahkan .membedakan .menjalankan .mengorganisir kembali .memisahkan .merinci .menguraikan .menulis kembali .merancang .merevisi .membangkitkan .meramalkan .memecahkan .membuat diagram .menggolong-golongkan ..menggambarkan .membeda-bedakan .menyusun e.memecahkan d.menunjukkan .menyediakan . Analysis (C-4) atau analisis.membuat modifikasi .menarik kesimpulan .merencanakan . Synthesis (C-5) atau sintesis.menghubungkan .mencipta .menyimpulkan .menghubungkan .mengorganisir .mengerjakan dengan teliti .

mempertimbangkan kebenaran . Keterangan *) = audience **) = degree ***) = condition ****) = behavior Contoh 1 telah memenuhi komponen tujuan instruksional khusus. menggunakan****) kata komponen dalam kalimat aktif (C-3).mengkritik . menyimpulkan ****) isi wacana 1 (C-6).menilai . . pada bagian ini Anda diajak untuk memahami cara penerapannya. 4.menyokong 5 Penerapan Karakteristik Tujuan Instruksional Khusus Setelah Anda memahami karakteristik tujuan instruksional khusus. mengubah****) kalimat aktif menjadi kalimat pasif (C-2). Perkara komponen apa dahulu tidak menjadi prinsip. Dengan kata lain.melukiskan .mempertentangkan .menghubungkan . menghimpun****) kalimat aktif yang terdapat dalam wacana 1 (C-5).membeda-bedakan . 2. boleh-boleh saja. perumusan TPK/TIK tidak harus selalu berurutan ABCD. behavior.f. Apakah rumusan tujuan instruksional harus berurutan ABCD? Tentu tidak. boleh ADBC.menyimpulkan . condition dan degree. 6. Evaluation (C-6) atau evaluasi.memperbandingkan . boleh CDAB. 3. boleh ACDB. di antaranya: . dan penerapan kriteria tujuan instruksional khusus! Contoh Siswa*) dengan benar **) dan tidak membuka catatan***) dapat: 1.menjelaskan . merinci****) ciri-ciri kalimat aktif (C-4). dan atau komposisi lain. Hal yang mesti ada adalah komponen ABCD. mendefinisikan ****) kalimat aktif (C-1). penggunaan kata kerja operasional. boleh BCDA. Perhatikan penggunaan komponen audience. 5.

Gunakan!. 3. mendefinisikan. Kata kerja yang terdapat dalam contoh rumusan TIK/ TPK di atas ialah 1. Kata kerja itu mari kita imperatifkan menjadi 1. rumusan TIK/TPK di atas menggunakan istilah kata kerja operasional untuk TIK/TPK. 5. menghimpun. dan 6. Keempat: Satu Jenis Tingkah Laku Rumusan TIK/TPK di atas hanya mengandung satu jenis tingkah laku. menghimpun. mengubah. 5. menggunakan. Jadi. 4. Rinci. Ubah!. 3. kata imperatif Pahami! dari kata kerja memahami. 2. Dengan demikian. 4. Ketiga: Tingkah Laku Rumusan kata kerja TIK/TPK mendefinisikan. yakni mendefinisikan. menggunakan. 3. Definisikan. menggunakan. Simpulkan! Kata-kata imperatif di atas dapat diukur dan dapat diobervasi. merinci. mengubah. dan 6. 2. menyimpulkan. Lain halnya dengan kata-kata imperatif. merinci. Semua kata kerja yang digunakan berbentuk tingkah laku. Kata kerja menghayati dan memhami tidak layak untuk dijadikan kata kerja operasional. mengubah. Kedua: Hasil Belajar Hal yang dirumuskan pada TIK/TPK di atas adalah hasil belajar. Rumusan TIK/TPK di atas telah memnuhi komponen dan kriteria tujuan . seperti Hayati! dati kata kerja menghayati. dan menyimpulkan. tidak merumuskan atau menyatakan sesuatu yang tidak diajarkan pada waktu itu. menghimpun. Maksudnya. Pertama: Penggunaan Istilah yang Operasional Suatu istilah dikatakan operasional atau tidak dapat diobservasi di antanya dengan menggunakan bentuk imperatif (bentuk perintak) dari kata kerja yang digunakan dalam rumusan TIK/TPK. Himpun!.Bagaimana penerapan kriteria tujuan instruksional khusus pada contoh? Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita buktikan satu persatu tentang kriteria tujuan instruksional. merinci. dan menyimpulkan.

Tujuan instruksional khusus (tujuan pembelajaran khusus) ialah tujuan yang berisikan tentang pengetahuan. yakni Receiving (kemauan menerima). Synthesis (sintesis). yaitu menggunakan istilah yang operasional. Komponen (bagian-bagian) yang membangun sebuah tujuan instruksional khusus terdiri atas empat komponen. Ranah kognisi (pengetahuan) membawahi RCAASE. adaptation (adaptasi). Condition dan Degree.isntruksional khusus. yakni ranah kognisi (pengetahuan). Responding (kemauan menanggapi). set (kesiagaan). ranah afeksi (sikap). Masing-masing ramah memiliki pembagian. berbentuk tingkah laku. Calon guru/guru/pengajar dipandang perlu memiliki keterampilan mengenai penulisan tujuan instruksional. Tujuan pembelajaran secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga ranah (bagian perilaku manusia). terlebih-lebih terampil melaksanakan tujuan instruksional khusus yang telah disusunnya. Valuing (berkeyakinan). dan Evaluation (evaluasi). berbentuk hasil belajar. dan mengandung satu jenis tingkah laku. 6 Rangkuman Tujuan instruksional khusus termasuk langkah yang menjadi pengarah dalam perencanaan pembelajaran. dan sikap khusus yang harus dimiliki warga belajar seletah menyelesaikan suatu program pembelajaran. Behavior. mechanism (mekanisme). dan sikap yang harus dimiliki warga belajar setelah mengikuti suatu pembelajaran. complex overt response (respon nyata yang kompleks). Komponen yang dimaksud ialah ABCD. yakni perception (persepsi). Comprehention (pemahaman). dan Characterization by a value or value complex (ketelitian/ ketekunan). Kata kerja operasional itu digunakan dalam perumusan tujuan instruksional khusus. Setiap bagian ranah memiliki beberapa kata kerja operasional. guided response (respons terarah). Organization (penerapan karya). dan organizing (penciptaan yang baru). . Kriteria TIK/TPK ada empat. yakni Recall (ingatan). keterampilan. dan ranah psikomotor (keterampilan). Tujuan instruksional sebagai pengarah dalam penggambaran tentang pengetahuan. Analysis (analisis). Karakteristik yang dimiliki tujuan instruksional khusus tergambar pada komponen dan kriteria yang dimilikinya. Application (penerapan). keterampilan. Ranah afeksi (sikap) mencakup RRVOC. ABCD singkatan dari Audience. Ranah psikomotor (keterampilan) meliputi PSGMCAO.

M. (1987). M. Drs. M. Proyek Pengembangan Institusi Pendidikan Tinggi.. Bandung: PT Humaniora Utama Press. Dr. Hidayat. (1982). Dr. Program Tahunan dan Program Caturwulan. The Systematic of Instruktional Blenview: Scott Forema and Co..Pd. Nasution. . Perencanaan Pengajaran Bahasa Indonesia. Dick. Jakarta. Iim Rahmina. Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pengajaran Bahasa.Pd. Ely. Gafur. Drs. M. (1991). Kurikulum: GBPP Bidang Studi Bahasa Indonesia SLTP. Bandung: PT Humaniora Utama Press.REFERENSI Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bandung: Bina Cipta Husen. (1978). (1996). New York: Syracuse University Publ. Rahman. Rahman. Proses Belajar Mengajar. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. (1981). Prof. (1989).. (1988).Sc. Donald P. Kosadi.. Instructional Design & Development. Bandung: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Bandung. Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud. Rencana Pembelajaran dan Analisis Materi Pembelajaran. Satuan Pembelajaran: Mulok Bahasa dan Sastra Sunda (cetakan ke-2). Rahman. Walter. Drs. (1996). (1994). M.. dan Loa Carey. Jakarta: Bina Aksara.Pd. Bandung: PT Humaniora Utama Press. & Dra. (cetakan ke-2) Solo: Tiga Serangkai Hamied. Disain Instruksional. Drs. Achlan. Fuad Abdul. Drs. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Abd.A. M. (1996). Teknologi Instruksional.Pd. (1978).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful