Anda di halaman 1dari 4

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia Bulan Agustus 2007 Indeks Viskositas

Dian Sivera G Rekan-rekan yth. Berhubung saya bukan analis, minta tolong adakah yang bisa memberi pencerahan, bagaimana cara mengukur indeks viskositas ? Dari hasil analisa laboratorium untuk control kualitas, didapatkan hasil sebagai berikut : - Viscosity @ 40 C : 66.3 cS - Viscosity @ 100 C : 6.4 cS Hal ini jadi masalah, karena dari spesifikasinya seharusnya VI = 33 Terima kasih banyak. Masri Dear Dian, Perhitungan dapat mengikuti method ASTM D 2270. Hanya saja sebaiknya di ikuti teknik pelaporan hasil analisa Kinematic Viscosity at 40 dan 100 deg C sesuai ASTM D 445 yaitu 4 angka berarti ( 4 significan figure ) misalnya 66.30 cSt dan 6.400 cSt, bukan 3 atau 2 significan figure, sebab angka significan ke 4 cukup mempengaruhi nilai akhir dari perhitungan VI nya. Dari data viscosity tsb maka agak unik bila dihitung VI nya, dimana hasil VI adalah - 5 ( Minus 5 ).Utk VI=33 maka Viscosity at 40 deg C = 66.30 cSt dan Viscosity at 100 deg C seharusnya adalah 6.890 cSt. Sebaiknya analisa ulang Viscosity at 100 deg C nya. Wisnu Purwanto Tinggal dihitung lagi berdasarkan ASTM D2270-04 (Standard Practice for Calculating Viscosity Index From Kinematic Viscosity at 40 and

100C) Orang lab mestinya bisa menyajikan hasil pengukuran dalam VI. Rinto b Dear All, Indeks viscositas yang mau diukur untuk senyawa apa? ada benzene, minyak, solid, toluene, etylene, dll,... biar milisers yg lain jelas. Lucky Hadari Dear Dian, Pada dasarnya Viscosity dan Viscosity index memiliki pemahaman yang berbeda.. Scara singkat definisi Viscosity adalah kemampuan laju liquid dalam hal ini mungkin lubricant/pelumas (ASTMD445), untuk automotif lubricant kita kenal dengan lube oil grade yang kemudian oleh SAE di uji pada temp tertentu shingga kita mengenal oli multi grade 10W40, 20W50 dsb serta oli mono grade seperti SAE 20, 40 dsb sedangnkan untuk industrial standar pengujian dilakukan oleh ISO, shingga kita mengenal istilah lubrcant ISO VG 32, 46, 100, 680, 100, dsb. Dimana ISO melakukan standar pengujian pada 40 deg C dan 100 deg C.. atau mungkin untuk applikasi gear oil digunakan standar AGMA atau SAE gear viscosity.. Sedangkan Viscosity Index (VI) adalah kemampuan lubricant mempertahankan kekentalannya terhadap temperature (ASTM D2270), baik itu hi or low temp, smakin tinggi nilai VI smakin baik lubricant itu tahan terhadap perubahan temperature.. penggolongannya sbb: 1. Low VI: 0-30 2. Med VI: 30-85 3. Hi VI: 85-200 Jadi dalam hal masalah anda korelasi dari masalah anda agaknya jadi sedikit absurd.. Mungkin bisa coba dicheck pada Product Data Sheet nya apakah memang terjadi deviasi yang sangat significant dengan hasil lab anda dan juga ada baiknya dikonsultasikan dengan vendor anda..

ublik

Yth. Bapak/Ibu, Maaf, baru sempat buka lewat Yahoo, soalnya setting email kantor ternyata ditutup :) Yang saya maksud adalah untuk Lube Oil Shell Clavus AB-68. Spesifikasi yang saya dapat langsung dari situs Shell angka VI : 33. Tapi Lab. kami mendapatkan hasil negatif dengan menggunakan data viskositas @ 40 dan @ 100 yang ada. Mohon pencerahan, karena kalau tidak terpaksa barang tersebut direject. Andy Dear Dian, Sepertinya ada 2 kemungkinan situasi: a. Bila masalah QC penerimaan produk baru dari vendor. Test karakteristik pelumas spt: viscosity 40C & 100C, VI, w%, etc mungkin membantu saat dan di takuti para vendor yang nakal. Coba minta principal Shell lubricant Indonesia u/; 1. Memastikan supplier Anda termasuk dalam link distribution channel resmi mereka. 2. Minta NPT number & certificate LOBP 3. Tanya purchasing Anda - harga barang ini apa super murah? Kalo lebih murah biasanya ada yang gak beres! 4. Minta vendor mendatangkan Lube Engineer resmi dari Shell (principal) b. Analisa pelumas - used oil

Shell Clavus AB68 seingat saya pelumas yang di aplikasikan pada refrigerant - coba di lakukan analisa pelumas secara komplit di lab, saya curiga ada kondisi media refrigeran ikut larut .

Potensi kontaminasi lain - apa kompresor habis di repair? Ada kemungkinan process cleaning part yang kurang bersih, biasanya kontaminasi degreaser, grease dan solvent pembersih lainnya. Kalo masih nekat dipakai terus biasanya fungsi lubricity akan hilang dan kompresor sistim refrigeran akan jebol pada bearing, ring/piston (kalo recip) - selain oil carry over - indikasi lain pressure out dari kompresor drop Semoga bermanfaat

Lucky Hadari Dear Dian, Sepanjang yang saya tahu, pada product data sheet Shell Clavus AB atau refrigeran compressor yang lainnya tidak ada menyebutkaan VI (viscosity indeks) namun hanya menyebutkan kategori ISO VG-nya dan Viscosity 40 C dan 100 C saja serta nilai uji lubricant terhadap jenis refrigeran yang akan dipakai serpeti R12 dan R22, mungkin angka 33 yang disebut oleh Dian yang didapat dari web site shell bukan lah nilai VI, namun -33 deg C yang di sebut pada product data sheet sebagai lowest evaporation temperature. Namun sebenarnya VI tidaklah menjadi issue disini karena VI berfungsi pada temperature kerja yang tinggi, properties yang penting dalam applikasi refrigeran compressor hal yang harus kita consider adalah: 1. Pada temperature berapa pendinginan dibutuhkan 2. Berapa banyak panas yang harus kita pindahkan 3. Tipe compressor yang digunakan 4. Pressure required 5. Type of refrigeran 6. HSE effect.. (Flamability, toxicity etc..) Jadi bila itu oli baru, mungkin bisa dilakukan hal2 seperti penuturan Pak Andy pada email sebelumnya.

Beri Nilai