Anda di halaman 1dari 43

Akuntansi Aktiva Tetap

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Neraca merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan berupa aset, hutang, dan kekayaan pada suatu tanggal tertentu. Salah satu komponen utama dalam neraca adalah aset tetap atau barang milik negara yang terdiri dari pemerintah pusat dan daerah. Tuntutan penyajian laporan keuangan negara adalah menciptakan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang akuntabel dan transparan. Berdasarkan pengalaman pemerintah dalam menyusun neraca, komponen aset adalah hal yang paling sulit untuk diakui. Hal ini terkait dengan banyaknya jenis aset tetap yang dimiliki pemerintah termasuk aset budaya/sejarah, aset kemiliteran dan aset infrastruktur yang memerlukan perlakuan yang spesifik. Pada saat ini neraca yang disajikan oleh pemerintah secara struktural dan tugas fungsi penyusunan laporan keuangan melekat di Biro/Bagian Keuangan sedangkan pencatatan aset tetap ditangani oleh Biro/Bagian Perlengkapan/Umum. Selama ini Biro/Bagian Keuangan hanya mencatat arus kas uang dan Biro/Bagian Aset hanya mencatat aset/barang saja. Dengan kata lain tidak ada integrasi antara arus uang dan arus barang karena terpisahnya unit yang single entry. Padahal arus uang atau belanja pemerintah sebagian besar digunakan untuk belanja modal aset tetap yang seharusnya dilaporkan dalam neraca. Kondisi yang diinginkan seharusnya neraca dihasilkan melalui suatu sistem akuntansi yang berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang mengintegrasikan arus uang dan arus barang dengan menerapkan double entry. Dan pemahaman akan pentingnya akuntansi sehingga tidak terbatas pada administrasi aset tetapi juga pada pengelolaan aset. melakukan pencatatan dan sistem akuntansi yang digunakan masih Neraca

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap


Sejarah panjang akuntansi pemerintahan mencatat tekanan penting pada prinsip fund accounting, dimana akuntansi dan pelaporan terkait pada aliran dana dan identifikasi dana untuk keperluan tertentu. Dan para pakar makin menyadari bahwa akuntansi wajib memotret paripurna kejadian ekonomik apa saja sebagai fakta akuntansi, accrual terlepas direncanakan membongkar atau tidak direncanakan, prinsip fund dianggarkan atau tidak dianggarkan. Maka muncullah era baru accounting keterbatasan accounting, dimana basis akrual paripurna memotret-mencatat pula biaya-biaya yang tak terdana, tak terduga (unfunded, not directly funded) seperti unfunded employee-related costs dan penyusutan aset tetap. Selanjutnya era baru akuntansi pemerintahan dengan basis accrual accounting diperkuat lagi oleh munculnya IPSAS. Jauh sebelumnya, gagasan penyusutan aset tetap (AT) pemerintahan muncul sebelum Perang Dunia II. A.A. Fitzgerald (1941) dalam artikel Accounts menyatakan bahwa Depreciation in the Public Akuntansi Aktiva Tetap Basis Akrual

depreciation is an inescapable

regularly phenomenon. It can be satisfactorily accounted for only by regular charges to operating cost. Selanjutnya pada uraian lain Fitzgerald menyatakan providing for depreciation is a problem distinct from and not directly associated with the problem of financing renewals of assets or of repaying the original capital invested in asset Basis akuntansi akrual mengakui kejadian atau transaksi ekonomik yang berakibat atau akan berakibat keuangan, disamping tetap mengakui transaksi pembayaran dan penerimaan tunai. Maka muncullah masalah kapitalisasi belanja modal dan beban penyediaan-penggunaan AT lintas waktu akuntansi atau penyusutan AT, pemeliharaan, renovasi atau penggantian AT dengan AT baru. The National Council on Governmental Accounting di AS

for the economic resources of any organization. It results in accounting measurements based on the substance of transactions and events, rather than merely when cash is received and disbursed, and thus enhances their relevance, neutrality, timelines, completeness and comparability. Council tersebut merekomendasikan penggunaan paripurna basis akrual untuk praktik akuntansi pada lingkungan Pemerintah AS, dan mengungkapkan bahwa: In seeking to report the cost of programs, cash-based accounting and reporting will only reflect program expenditure provided that the amounts owing at year

Seminar Akuntansi Pemerintah

menyatakan The accrual basis is the superior method of accounting

Akuntansi Aktiva Tetap


end, including loan liabilities, happen to coincide with those at the commencement of the year, that there is no change in the amount provided or accrued for employee-related benefits and that the amount spent on capital expenditure equals the amount depreciated or charges for utilization of fixed assets. Sebagai catatan tambahan, modified accrual accounting adalah metode akuntansi yang memasukkan beberapa (tak semua) sumberdaya nonkas. Bentuk paling umum modified accrual accounting adalah memasukkan semua pos-pos akrual kecuali asset tetap dan penyusutan. Sejak 30 tahun lalu dalam public sector accounting, dapat dikatakan semua entitas mengkapitalisasi aset tetap ke dalam neraca, menyusutkannya dan memasukkan beban penyusutan ke dalam laporan laba rugi atau kinerja keuangan, laporan operasional atau laporan surplus defisit.

TUJUAN PENULISAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah : 1. Menjelaskan definisi asset tetap menurut PP no. 71 tahun 2010, IPSAS, dan standar akuntansi pemerintah Negara lainnya, serta kasus-kasus terkait definisi asset tetap pemerintah. 2. Menjelaskan klasifikasi asset tetap menurut PP no. 71 tahun 2010, IPSAS, dan standar akuntansi pemerintah Negara lainnya, serta kasus-kasus terkait klasifikasi asset tetap pemerintah. 3. Menjelaskan pengakuan asset tetap menurut PP no. 71 tahun 2010, IPSAS, dan standar akuntansi pemerintah Negara lainnya, serta kasus-kasus terkait pengakuan asset tetap pemerintah. 4. Menjelaskan pengukuran asset tetap menurut PP no. 71 tahun serta kasus-kasus terkait pengukuran asset tetap pemerintah. 5. Menjelaskan penilaian awal asset tetap menurut PP no. 71 tahun 2010, IPSAS, dan standar akuntansi pemerintah Negara lainnya, serta kasus-kasus terkait penilaian awal asset tetap pemerintah. 6. Menjelaskan pengeluaran setelah pelaporan (subsequent event) terkait asset tetap menurut PP no. 71 tahun 2010, IPSAS, dan standar akuntansi pemerintah Negara lainnya, serta kasus-kasus pengeluaran setelah pelaporan (subsequent event) terkait asset tetap asset tetap pemerintah

Seminar Akuntansi Pemerintah

2010, IPSAS, dan standar akuntansi pemerintah Negara lainnya,

Akuntansi Aktiva Tetap

BAB II PEMBAHASAN

A. DEFINISI ASET TETAP

DEFINISI ASET TETAP MENURUT SAP


Aset tetap merupakan salah satu pos di neraca di samping aset lancar, investasi jangka panjang, dana cadangan, dan aset lainnya. Aset tetap mempunyai peranan yang sangat penting karena mempunyai nilai yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan komponen neraca lainnya. Menurut PSAP 07 tentang Aset Tetap, Aset tetap didefinisikan sebagai aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan, atau dimaksudkan untuk digunakan, dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Aset tetap sering merupakan suatu bagian utama aset pemerintah, dan karenanya signifikan dalam penyajian neraca. Termasuk dalam aset tetap pemerintah adalah: 1. Aset tetap yang dimiliki oleh entitas pelaporan namun dimanfaatkan oleh entitas lainnya, misalnya instansi pemerintah 2. Hak atas tanah. dikonsumsi dalam operasi pemerintah, seperti bahan lainnya, universitas, dan kontraktor; Tidak termasuk dalam definisi aset tetap adalah aset yang dikuasai untuk (materials) dan perlengkapan (supplies). Sesuai dengan PSAP 07, pernyataan standar tersebut diterapkan untuk seluruh unit pemerintah yang menyajikan laporan keuangan untuk tujuan umum dan mengatur tentang perlakuan akuntansinya, termasuk pengakuan, penilaian, penyajian, dan pengungkapan yang diperlukan. Termasuk Aset tetap dan Tidak Termasuk

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap

Pernyataan Standar ini tidak diterapkan untuk: 1. 2. Hutan dan sumber daya alam yang dapat diperbaharui (regenerative natural resources); dan Kuasa pertambangan, eksplorasi dan penggalian mineral, minyak, gas alam, dan sumber daya alam serupa yang tidak dapat diperbaharui (non regenerative natural resources). Namun demikian, Pernyataan ini berlaku untuk aset tetap yang digunakan untuk mengembangkan atau memelihara aktivitas atau aset yang tercakup dalam (1) dan (2) di atas dan dapat dipisahkan dari aktivitas atau aset tersebut.

DEFINISI ASET TETAP MENURUT IPSAS


Akuntansi Aset Tetap menurut IPSAS diatur dalam IPSAS 17 tentang Property, Plant, and Equipment (PPE). Menurut IPSAS 17, PPE adalah barang berwujud yang: 1. diadakan untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk disewakan kepada orang lain, atau untuk tujuan administratif; dan 2. diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode pelaporan. IPSAS 17 ini berlaku untuk PPE termasuk peralatan militer khusus dan aset Infrastruktur. Namun, standar ini tidak berlaku untuk: 1. 2. Aset biologis yang terkait dengan kegiatan pertanian Mineral dan cadangan mineral seperti minyak, gas alam dan non-regeneratif sumber daya yang sejenis. Dari beberapa definisi mengenai asset tetap di atas dapat disimpulkan bahwa suatu asset dapat dikategorikan sebagai asset tetap apabila memenuhi syarat sebagai berikut: Perbandingan Property, Plant, and Equipment

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap

Memiliki masa manfaat lebih dari 1 tahun

Digunakan untuk produksi dan tujuan administratif, serta pelayanan kepada masyarakat

Aset Tetap
CASE : DEFINISI ASET TETAP DI SELANDIA BARU Definisi asset tetap yang dikemukakan
oleh NZ IAS 16 mengadopsi definisi asset tetap menurut IPSAS, yaitu Properti, pabrik dan Peralatan (PPE) adalah barang berwujud yang: 1. diadakan untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk sewa kepada orang lain, atau untuk tujuan administratif; dan 2. diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode pelaporan. Menurut NZ IAS 16, definisi PPE ini tidak berlaku untuk: 1. PPE yang diklasifikasikan sebagai asset yang dimiliki untuk dijual and Discontinued Operations) 2. Aset biologis yang berhubungan dengan kegiatan pertanian (diatur NZ IAS 41 Agriculture); 3. Pengakuan dan pengukuran aset eksplorasi dan evaluasi (diatur dalam NZ IFRS 6 Exploration for and Evaluation of Mineral Resources), atau 4. Hak mineral dan cadangan mineral seperti minyak, gas alam dan sumber daya non-regeneratif yang sejenis. (diatur dalam NZ IFRS 5 tentang Non-current Assets Held for Sale Pengertian PPE dan Pengecualian

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap

B. KLASIFIKASI ASET TETAP

KLASIFIKASI ASET TETAP MENURUT SAP


Aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau fungsinya dalam aktivitas operasi entitas. Klasifikasi aset tetap adalah sebagai berikut: 1. Tanah Tanah yang dikelompokkan sebagai aset tetap ialah tanah yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. Termasuk dalam klasifikasi tanah ini adalah tanah yang digunakan untuk gedung, bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan. 2. Peralatan dan Mesin Peralatan dan mesin mencakup mesin-mesin dan kendaraan bermotor, alat elektonik, inventaris kantor, dan peralatan lainnya yang nilainya signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan dalam kondisi siap pakai. Peralatan dan mesin memiliki variasi terbanyak dalam kelompok aset tetap. Peralatan dan mesin ini dapat berupa alat-alat berat, alat kantor, alat angkutan, alat kedokteran, alat komunikasi, dan lain sebagainya. 3. Gedung dan Bangunan Gedung dan bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. Termasuk dalam kelompok Gedung dan Bangunan adalah gedung perkantoran, rumah dinas, bangunan tempat ibadah, bangunan menara, monumen/bangunan bersejarah, gudang, gedung museum, dan ramburambu. Gedung dan bangunan ini tidak mencakup tanah yang diperoleh untuk pembangunan gedung dan bangunan yang ada di atasnya. Tanah yang diperoleh untuk keperluan dimaksud dimasukkan dalam kelompok Tanah. 4. Jalan, Irigasi, dan Jaringan Jalan, irigasi, dan jaringan mencakup jalan, irigasi, dan jaringan Klasifikasi

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap


yang dibangun oleh pemerintah serta dimiliki dan/atau dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. Jalan, irigasi, dan jaringan tersebut selain digunakan dalam kegiatan pemerintah juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Termasuk dalam klasifikasi jalan, irigasi, dan jaringan adalah jalan raya, jembatan, bangunan air, instalasi air bersih, instalasi pembangkit listrik, jaringan air minum, jaringan listrik, dan jaringan telepon. Jalan, irigasi, dan jaringan ini tidak mencakup tanah yang diperoleh untuk pembangunan jalan, irigasi dan jaringan. Tanah yang diperoleh untuk keperluan dimaksud dimasukkan dalam kelompok Tanah. 5. Aset Tetap Lainnya Aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok aset tetap di atas, yang diperoleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. Aset yang termasuk dalam kategori Aset Tetap Lainnya adalah koleksi perpustakaan/buku dan non buku, barang bercorak kesenian/kebudayaan/olah raga, hewan, ikan, dan tanaman. Termasuk dalam kategori Aset Tetap Lainnya adalah Aset TetapRenovasi, yaitu biaya renovasi atas aset tetap yang bukan miliknya, dan biaya partisi suatu ruangan kantor yang bukan miliknya. 6. Konstruksi dalam Pengerjaan. Konstruksi dalam pengerjaan mencakup aset tetap yang sedang dalam proses pembangunan namun pada tanggal laporan keuangan belum selesai seluruhnya. Standar ini wajib diterapkan oleh entitas yang melaksanakan pembangunan aset tetap untuk dipakai dalam penyelenggaraan kegiatan operasional dalam pemerintahan jangka waktu dan/atau tertentu, pelayanan

dilaksanakan secara swakelola maupun oleh pihak ketiga. Suatu KDP ada yang dibangun tidak melebihi satu tahun anggaran dan ada juga yang dibangun secara bertahap yang penyelesaiannya melewati satu tahun anggaran. Apabila Pemerintah mengontrakkan pekerjaan tersebut kepada pihak ketiga dengan perjanjian akan dilakukan penyelesaian lebih dari satu tahun anggaran, maka penyelesaikan bagian tertentu (prosentase selesai) dari pekerjaan yang disertai berita acara penyelesaian, pemerintah akan membayar sesuai dengan

Seminar Akuntansi Pemerintah

masyarakat,

baik

yang

Akuntansi Aktiva Tetap


tahapan pekerjaan yang diselesaikan dan selanjutnya dibukukan sebagai KDP. Permasalahan utama akuntansi untuk KDP adalah identifikasi jumlah biaya yang diakui sebagai aset yang harus dicatat sampai dengan konstruksi tersebut selesai dikerjakan. Aset tetap yang tidak digunakan untuk keperluan operasional pemerintah tidak memenuhi definisi aset tetap dan harus disajikan di pos aset lainnya sesuai dengan nilai tercatatnya.

KLASIFIKASI ASET TETAP MENURUT IPSAS


Pengelompokan/klasifikasi PPE adalah pengelompokan aset yang memiliki kesamaan sifat atau fungsi dalam operasi suatu entitas. Berikut ini adalah contoh klasifikasi PPE: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Tanah; Bangunan Operasional; Jalan; Mesin; Jaringan transmisi listrik; Kapal; Pesawat; Peralatan militer khusus; Kendaraan Bermotor; Furniture dan perlengkapan; Perlengkapan kantor, dan Alat Pengeboran Minyak Paragraph 52 IPSAS 17

CASE : KLASIFIKASI ASET TETAP DI NEW ZEALAND

memiliki kesamaan sifat dan digunakan dalam operasi entitas. Berikut ini adalah contoh klasifikasi PPE menurut NZ IAS: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tanah; Tanah dan bangunan; Mesin; Kapal; Pesawat udara; Kendaraan bermotor; Mebel dan perlengkapan, dan Peralatan kantor.

Seminar Akuntansi Pemerintah

Menurut NZ IAS 16, Klasifikasi PPE adalah pengelompokan aset yang

NZ IAS 16

Akuntansi Aktiva Tetap

10

C. PENGAKUAN ASET TETAP

PENGAKUAN ASET TETAP MENURUT SAP


Aset tetap diakui pada saat manfaat ekonomi masa depan dapat diperoleh dan nilainya dapat diukur dengan handal. Untuk dapat diakui sebagai aset tetap harus dipenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Berwujud; 2. Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan; Dalam menentukan apakah suatu aset tetap mempunyai manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan, suatu entitas harus menilai manfaat ekonomi masa depan yang dapat diberikan oleh aset tetap tersebut, baik langsung maupun tidak langsung, bagi kegiatan operasional pemerintah. Manfaat tersebut dapat berupa aliran pendapatan atau penghematan belanja bagi pemerintah. Manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke suatu entitas dapat dipastikan bila entitas tersebut akan menerima manfaat dan menerima risiko terkait. Kepastian ini biasanya hanya tersedia jika manfaat dan risiko telah diterima 3. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal; 4. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas; dan Tujuan utama dari perolehan aset tetap adalah untuk digunakan oleh pemerintah dalam mendukung kegiatan operasionalnya dan bukan dimaksudkan untuk dijual. 5. Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan. Pengakuan aset tetap akan andal bila aset tetap telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya dan atau pada saat penguasaannya berpindah. Saat pengakuan aset akan dapat diandalkan apabila terdapat bukti bahwa telah terjadi perpindahan hak kepemilikan dan/atau penguasaan secara hukum, misalnya sertifikat tanah dan bukti kepemilikan kendaraan bermotor. Apabila perolehan aset tetap belum didukung dengan bukti secara hukum dikarenakan masih adanya suatu proses administrasi yang diharuskan, seperti pembelian Pengakuan Andal Kriteria Pengakuan

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap


tanah yang masih harus diselesaikan proses jual beli (akta) dan sertifikat kepemilikannya di instansi berwenang, maka aset tetap tersebut harus diakui pada saat terdapat bukti bahwa penguasaan atas aset tetap tersebut telah berpindah, misalnya telah terjadi pembayaran dan penguasaan atas sertifikat tanah atas nama pemilik sebelumnya. Pedoman pengakuan tanah yang tercantum dalam Buletin SAP Nomor 9 tentang Akuntansi Aset Tetap adalah sebagai berikut : 1. Dalam hal tanah belum ada bukti kepemilikan yang sah, namun dikuasai dan/atau digunakan oleh pemerintah, maka tanah tersebut tetap harus dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada neraca pemerintah, serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. 2. Dalam hal tanah dimiliki oleh pemerintah, namun dikuasai dan/atau digunakan oleh pihak lain, maka tanah tersebut tetap harus dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada neraca pemerintah, serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan, bahwa tanah tersebut dikuasai atau digunakan oleh pihak lain. 3. Dalam hal tanah dimiliki oleh suatu entitas pemerintah, namun dikuasai dan/atau digunakan oleh entitas pemerintah yang lain, maka tanah tersebut dicatat dan disajikan pada neraca entitas pemerintah yang mempunyai bukti kepemilikan, serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Entitas pemerintah yang menguasai dan/atau menggunakan tanah cukup mengungkapkan tanah tersebut secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. 4. Perlakuan tanah yang masih dalam sengketa atau proses pengadilan: tanah tersebut dikuasai aset dan/atau tetap digunakan pada oleh neraca Tanah

11

pemerintah, maka tanah tersebut tetap harus dicatat dan disajikan sebagai tanah pemerintah, serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. b) Dalam hal pemerintah belum mempunyai bukti kepemilikan tanah yang sah, tanah tersebut dikuasai dan/atau digunakan oleh pihak lain, maka tanah tersebut dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada

Seminar Akuntansi Pemerintah

a)

Dalam hal belum ada bukti kepemilikan tanah yang sah,

Akuntansi Aktiva Tetap


neraca pemerintah, serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. c) Dalam hal bukti kepemilikan tanah ganda, namun tanah tersebut dikuasai dan/atau digunakan oleh pemerintah, maka tanah tersebut tetap harus dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada neraca pemerintah, serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. d) Dalam hal bukti kepemilikan tanah ganda, namun tanah tersebut dikuasai dan/atau digunakan oleh pihak lain, maka tanah tersebut tetap harus dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada neraca pemerintah, namun adanya sertifikat ganda harus diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Pengakuan peralatan dan mesin dapat dilakukan apabila terdapat bukti bahwa hak/kepemilikan telah berpindah, dalam hal ini misalnya ditandai dengan berita acara serah terima pekerjaan, dan untuk kendaraan kendaraan. bermotor Perolehan dilengkapi peralatan dengan dapat bukti melalui kepemilikan pembelian, Peralatan dan Mesin

12

pembangunan, atau pertukaran aset, hibah/donasi, dan lainnya. Perolehan melalui pembelian dapat dilakukan dengan pembelian tunai dan angsuran. Pengakuan Gedung dan Bangunan harus dipisahkan dengan tanah di mana gedung dan bangunan tersebut didirikan. Gedung dan Bangunan diakui pada saat gedung dan bangunan telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya dan/atau pada saat penguasaannya berpindah serta telah siap dipakai. Saat pengakuan Gedung dan Bangunan akan lebih dapat diandalkan kepemilikan dan/atau penguasaan secara hukum, misalnya akte jual beli atau Berita Acara Serah Terima. Apabila perolehan Gedung dan Bangunan belum didukung dengan bukti secara hukum dikarenakan masih adanya suatu proses administrasi yang diharuskan, seperti pembelian gedung kantor yang masih harus diselesaikan proses jual beli (akta) dan bukti kepemilikannya di instansi berwenang, maka Gedung dan Bangunan tersebut harus diakui pada saat terdapat bukti bahwa penguasaan atas Gedung dan Bangunan tersebut telah berpindah, misalnya telah terjadi pembayaran dan penguasaan atas Gedung dan Bangunan

Seminar Akuntansi Pemerintah

apabila terdapat bukti bahwa telah terjadi perpindahan hak

Akuntansi Aktiva Tetap


bangunan. Perolehan Gedung dan Bangunan dapat melalui

13

pembelian, pembangunan, atau tukar menukar, dan lainnya. Perolehan melalui pembelian dapat dilakukan dengan pembelian tunai dan angsuran. Perolehan melalui pembangunan dapat dilakukan dengan membangun sendiri (swakelola) dan melalui kontrak konstruksi. Untuk dapat diakui sebagai Jalan, Irigasi, dan Jaringan, maka Jalan, Irigasi, dan Jaringan harus berwujud dan mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan, biaya perolehannya dapat diukur secara handal, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam kondisi normal entitas dan diperoleh dengan maksud untuk digunakan. Jalan, irigasi, dan jaringan diakui pada saat jalan, irigasi, dan jaringan telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya dan/atau pada saat penguasaannya berpindah serta telah siap dipakai. Perolehan jalan, irigasi, dan jaringan pada umumnya dengan pembangunan baik membangun sendiri (swakelola) maupun melalui kontrak konstruksi. Aset Tetap Lainnya diakui pada saat Aset Tetap Lainnya telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya dan/atau pada saat penguasaannya berpindah serta telah siap dipakai. Khusus mengenai pengakuan biaya renovasi atas aset tetap yang bukan milik, ketentuan telah diatur dalam Buletin Teknis Nomor 04 tentang Penyajian dan Pengungkapan Belanja Pemerintah sebagai berikut: 1. Apabila renovasi aset tetap tersebut meningkatkan manfaat ekonomik aset tetap misalnya perubahan fungsi gedung dari gudang menjadi ruangan kerja dan kapasitasnya naik, maka renovasi tersebut dikapitalisasi sebagai Aset Tetap-Renovasi. Apabila renovasi atas aset tetap yang disewa tidak menambah Aset Tetap-Renovasi diklasifikasikan ke dalam Aset Tetap Lainnya. 2. Apabila manfaat ekonomik renovasi tersebut lebih dari satu tahun buku, dan memenuhi butir 1 di atas, biaya renovasi dikapitalisasi sebagai Aset Tetap-Renovasi, sedangkan apabila manfaat ekonomik renovasi kurang dari 1 tahun buku, maka pengeluaran tersebut diperlakukan sebagai Belanja Operasional tahun berjalan. 3. Apabila jumlah nilai moneter biaya renovasi tersebut cukup Aset Tetap Lainnya Jalan, Irigasi dan Jaringan

Seminar Akuntansi Pemerintah

manfaat ekonomik, maka dianggap sebagai Belanja Operasional.

Akuntansi Aktiva Tetap


material, dan memenuhi syarat butir 1 dan 2 di atas, maka pengeluaran tersebut dikapitalisasi sebagai Aset TetapRenovasi. Apabila tidak material, biaya renovasi dianggap sebagai Belanja Operasional. Berdasarkan PSAP 08 Paragraf 14, suatu benda berwujud harus diakui sebagai KDP jika: a) b) c) besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa yang akan datang berkaitan dengan aset tersebut akan diperoleh; biaya perolehan aset tersebut dapat diukur dengan handal; aset tersebut masih dalam proses pengerjaan. Konstruksi dalam Pengerjaan

14

Apabila dalam konstruksi aset tetap pembangunan fisik proyek belum dilaksanakan, namun biaya-biaya yang dapat diatribusikan langsung ke dalam pembangunan proyek telah dikeluarkan, maka biaya-biaya tersebut harus diakui sebagai KDP aset yang bersangkutan. Sesuai dengan paragraf 16 PSAP 08, suatu KDP akan dipindahkan ke pos aset tetap yang bersangkutan jika konstruksi secara substansi telah selesai dikerjakan dan konstruksi tersebut telah dapat memberikan manfaat/jasa sesuai tujuan perolehan. Dokumen sumber untuk pengakuan penyelesaian suatu KDP adalah Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAPP). Dengan demikian, apabila atas suatu KDP telah diterbitkan BAPP, berarti pembangunan tersebut telah selesai. Selanjutnya, aset tetap definitif sudah dapat diakui dengan cara memindahkan KDP tersebut ke akun aset tetap yang bersangkutan.

PENGAKUAN ASET TETAP MENURUT IPSAS


Sedangkan menurut IPSAS 17 Property, Plant, Equipment, biaya dari item properti, pabrik dan peralatan harus diakui sebagai aset jika, dan hanya jika: 1. Terdapat kemungkinan manfaat ekonomi masa depan atau potensi layanan yang terkait dengan item tersebut akan mengalir ke entitas, dan 2. Biaya atau nilai wajar item dapat diukur secara andal. Properti, Pabrik dan Peralatan Tertentu Kriteria Pengakuan

Selain itu, IPSAS juga mengatur pengakuan properti, pabrik dan peralatan tertentu sebagai berikut : A. Suku cadang dan peralatan servis biasanya diakui sebagai

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap


persediaan dan diakui dalam surplus atau defisit sebesar yang digunakan. Namun, suku cadang utama dan stand-by equipment memenuhi syarat sebagai properti, pabrik dan peralatan ketika entitas mengharapkannya untuk digunakan selama lebih dari satu periode. Demikian pula, jika suku cadang dan peralatan servis hanya dapat digunakan dalam kaitannya dengan item properti, pabrik dan peralatan, mereka dicatat sebagai properti, pabrik dan peralatan. B. Peralatan militer spesialis umumnya memenuhi definisi properti, pabrik dan peralatan dan harus diakui sebagai suatu aset sesuai dengan Standar ini. C. Beberapa aset biasanya digambarkan sebagai "aset-aset infrastruktur". Meskipun tidak ada definisi yang diterima secara universal dalam menjelaskan aset infrastruktur, aset-aset ini biasanya menampilkan beberapa atau semua karakteristik sebagai berikut: 1. Mereka adalah bagian dari sistem atau jaringan; 2. Mereka digunakan di alam/luar dan tidak memiliki penggunaan alternatif; 3. Mereka tidak bergerak, dan 4. Mereka dapat menjadi kendala pada pembuangan. Meskipun kepemilikan aset infrastruktur tidak hanya terbatas pada entitas dalam sektor publik, aset infrastruktur yang signifikan sering ditemukan pada sektor publik. Aset infrastruktur memenuhi definisi aset dan peralatan dan harus dicatat sesuai dengan Standar ini. Contoh aset infrastruktur termasuk jaringan jalan, sistem saluran pembuangan, sistem catu daya dan air dan jaringan komunikasi. Kesimpulannya, baik menurut IPSAS dan SAP, unsur penting dalam pengakuan aset tetap ada dua hal, yaitu saat manfaat nilainya dapat diukur dengan handal. ekonomi masa depan dapat diperoleh (mengalir ke entitas) dan

15

Kesimpulan

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap

16

saat manfaat ekonomi masa depan dapat diperoleh (mengalir ke entitas)

nilainya dapat diukur dengan handal.

Pengakuan Aset Tetap

CASE : PENGAKUAN ASET TETAP DI AUSTRALIA


Negara IPSAS. dalam Australia Oleh mengadopsi itu, standar yang Standar Akuntansi

akuntansi akrual penuh, konsisten dengan karena standar itu, digunakan umumnya sama dengan standar IPSAS. Selain Australian Accounting Standards Board (AASB) juga telah mengeluarkan Australian equivalents to IFRS (A-IFRS) yang berlaku untuk sektor publik. Pencatatan aset dan kewajiban pada harga pembelian adalah metode paling mudah, namun permasalahan yang ditemui adalah : 1) Aset similar dinilai pada jumlah yang berbeda hanya karena mereka mempunyai tanggal pembelian yang berbeda 2) Nilai aset dan kewajiban dapat naik dan turun di pasar seperti hutang dan bangunan. Penilaian yang paling baik menggunakan metode current valuation, a) Nilai berubah-ubah b) Saran profesional dibutuhkan untuk menentukan nilai c) Beberapa aset seperti warisan budaya, pertahanan dan infrastuktur sulit untuk dinilai Warisan (heritage assets) meliputi bangunan bersejarah, monumen, situs purbakala, museum, galeri dan kumpulan koleksi. Pengakuan dan penilaian warisan tesebut menemui kesulitan karena : 1) Menekankan pada nilai pasar untuk sesuatu yang mempunyai nilai Heritage Assets Penilaian Aset

Seminar Akuntansi Pemerintah

namun pendekatan ini juga menemui masalah yaitu :

Akuntansi Aktiva Tetap


budaya dan bukan nilai moneter 2) Warisan memilik siklus hidup yang lama, kadang-kadang ratusan tahun. Nilainya tidak jatuh dari waktu ke waktu sehingga konsep depresiasi tidak relevan. 3) Aset ini secara umum tidak diperjualbelikan karena dilindungi undang-undang dan aset ini tidak mempunyai nilai pengganti (replacement value) Pemerintah Australia dalam pengakuan aset warisan ini dengan menerapkan hal-hal berikut : 1) Agency diperlukan untuk mengelola aset-aset warisan sehingga aset warisan tidak jatuh nilainya. 2) Tidak semua warisan atau item budaya akan memenuhi definisi akuntansi aset walaupun walaupun mempunyai nilai warisan. Apabila suatu aset warisan dan budaya tak tergantikan dan tidak memiliki harga pasar, tidak mungkin nilainya dapat diukur secara andal dan dicatat sebagai aset. 3) Aset warisan dinilai pada nilai wajar, dimana harga pasar tidak dapat digunakan, metode penilaian lain digunakan seperti pendekatan pendapatan atau nilai pengganti yang didepresiasi. Australia baru-baru ini mengadopsi metode kapitalisasi untuk akuntansi senjata pertahanan setelah sebelumnya memperlakukannya sebagai biaya. Amerika Serikat mengadopsi pendekatan serupa. Aset militer seperti rumah sakit dasar, sekolah militer dan perguruan tinggi militer dikapitalisasi. Namun demikian, masih ada masalah yang tidak terselesaikan : 1) Sulit untuk mengkapitalisasi penelitian, terutama bila dilakukan inhouse 2) Sulit untuk menilai kelebihan aset yang dihentikan, penggunaan eksklusif militer atas bagian spektrum untuk komunikasi dan penggunaannya dalam wilayah udara eksklusif. Aset infrastruktur terutama terdiri dari jalan raya dan aset jaringan lainnya. Isu-isu yang terjadi meliputi: 1) Aset ini memiliki masa manfaat yang panjang. Oleh karena itu muncul pertanyaan apakah mereka harus disusutkan. 2) Beberapa negara tidak melakukan depresiasi aset tersebut atas dasar bahwa pengeluaran pemeliharaan mempertahankan nilai mereka. 3) Pemerintah Australia menilai aset infrastruktur pada nilai wajar sebagai contoh bila harga pasar di mana tidak dapat digunakan, Senjata Pertahanan

17

Aset Infrastruktur

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap


metode penilaian lain seperti pendapatan atau pendekatan biaya pengganti terdepresiasi akan digunakan. Sumber : Australia's experience in moving to accrual accounting; Australia-Indonesia Partnership.

18

CASE : PENGAKUAN ASET TETAP DI SWEDIA


Investasi dalam infrastruktur diperlakukan sebagai aset. Jalan disusutkan selama 40 tahun. Biaya pemeliharaan dan perawatan untuk mempertahankan potensi layanan diperlakukan sebagai beban untuk periode tersebut. Jalan dan kereta api yang dibangun dan dikelola oleh dua lembaga. Investasi dalam jenis infrastruktur ini biasanya diperlakukan sebagai beban sebelum 1993, tetapi sekarang diakui pada nilai akuisisi dikurangi depresiasi. Bandara sipil, jaringan listrik dan saluran air yang dibangun oleh utilitas publik dan sudah diperlakukan sebagai aset pada tahun 1993. Utilitas publik tidak mengubah prinsip-prinsip akuntansi yang sama antara lembaga pemerintah dan perusahaan swasta. Aset darurat adalah aset yang disimpan dalam untuk digunakan dalam keadaan darurat atau situasi perang. Aset darurat dibagi menjadi tiga kelompok: a) Aset darurat, yang dijual dan diganti saat ini, seperti pasokan makanan. b) Aset darurat yang disimpan selama masa manfaat ekonominya c) Aset darurat dalam pembangunan Semua aset darurat diklasifikasikan dan biasanya dihargai sebagai aset tetap. Aset darurat yang dijual dan diganti secara saat ini dinilai menurut metode FIFO. Aset Darurat termasuk Aset Militer Aset Infrastruktur

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap


Oleh karena itu, defence material seperti real estate, kendaraan, senjata dan peralatan lainnya, pada prinsipnya dicatat sebagai aset dalam akuntansi pemerintah Swedia. Prinsip ini telah berlaku sejak tahun 1998. Sebelumnya terdapat perbedaan antara material yang digunakan untuk pelatihan staf militer di satu sisi dan perlengkapan yang disimpan dalam cadangan untuk digunakan dalam hal perang. Ada dua alasan mengapa semua peralatan militer sekarang harus diperlakukan sama sebagai aset lainnya. a. Praktis karena sulit untuk membedakan peralatan yang digunakan untuk tujuan pelatihan dari yang disimpan untuk dijual. b. Teoritis karena menjaga peralatan militer dapat dianggap sebagai asuransi dalam menyediakan potensi layanan untuk setiap warga negara, dan biaya tersebut harus diakui dalam periode/tahun ketika orang menikmati manfaat tersebut. Aset warisan adalah pengecualian dari aturan bahwa semua aset harus diperhitungkan. Aset warisan dikeluarkan dari rekening ketika lembaga-lembaga menyajikan Neraca dengan mengikuti prinsipprinsip baru tahun 1993 karena banyak kasus, informasi tentang biaya perolehan tidak ada sama sekali atau benar-benar tidak relevan karena perubahan dalam satuan moneter atau harga. Aset ini dinilai menjadi tidak menarik sehubungan dengan tujuan reformasi, yaitu untuk lebih berkontribusi terhadap manajemen keuangan. Bahkan Aset warisan yang diperoleh setelah tahun 1993 mungkin dikecualikan dari pengakuan. Dalam peraturan suplemen ESV, menyebutkan pada tahunan Laporan dan dokumentasi anggaran itu ditetapkan bahwa: "Tanah, bangunan dan real estate lainnya dengan nilai historis atau budaya dominan, serta benda-benda museum yang ada biasanya ada pasar, dapat dikecualikan dari pengakuan. ESV sedang menyelidiki bagaimana prinsip-prinsip akuntansi untuk aset warisan dapat ditingkatkan dan dibuat lebih seragam. Aset yang diperoleh dari hibah harus dicatat pada nilai yang sesuai dengan nilai pasar pada saat akuisisi. Sumber : Accrual Accounting in Swedish Central Government, 2001. Kristina Lundqvist. Ekonomistyrningsverket (ESV). Heritage Assets

19

Aset dari Hibah

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap

20

d. pengukuran aset tetap

PENGUKURAN ASET TETAP MENURUT SAP


Dalam SAP, aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. Apabila penilaian aset tetap dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan. Pengukuran dapat dipertimbangkan andal bila terdapat transaksi pertukaran dengan bukti pembelian suatu aset tetap yang yang dapat mengidentifikasikan biayanya. Dalam keadaan suatu aset yang dikonstruksi/dibangun sendiri, pengukuran diandalkan atas biaya dapat diperoleh dari transaksi pihak eksternal dengan entitas tersebut untuk perolehan bahan baku, tenaga kerja dan biaya lain yang digunakan dalam proses konstruksi. Biaya perolehan aset tetap yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja, bahan baku, dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan, perlengkapan, tenaga listrik, sewa peralatan, dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut. a) Berdasarkan PSAP 07 Paragraf 31, tanah diakui pertama kali sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan mencakup harga pembelian atau biaya pembebasan tanah, biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh hak seperti biaya pengurusan sertifikat, biaya pematangan, pengukuran, penimbunan, dan biaya lainnya yang dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai. Nilai yang terletak pada tanah yang dibeli tersebut. Apabila perolehan tanah pemerintah dilakukan oleh panitia pengadaan, maka termasuk dalam harga perolehan tanah adalah honor panitia pengadaan/pembebasan tanah, belanja barang dan belanja perjalanan dinas dalam rangka perolehan tanah tersebut. b) Biaya yang terkait dengan peningkatan bukti kepemilikan tanah, misalnya dari status tanah girik menjadi SHM, dikapitalisasi sebagai biaya perolehan tanah. c) Biaya yang timbul atas penyelesaian sengketa tanah, seperti biaya pengadilan dan pengacara tidak dikapitalisasi sebagai biaya tanah juga meliputi nilai bangunan tua yang akan dimusnakan Tanah Pengukuran pada Biaya Perolehan

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap


perolehan tanah. a) Berdasarkan PSAP 07 tersebut, peralatan dan mesin dinilai dengan biaya perolehan atau nilai wajar pada saat aset tetap tersebut diperoleh. Biaya perolehan peralatan dan mesin menggambarkan jumlah pengeluaran yang telah dilakukan untuk memperoleh peralatan dan mesin tersebut sampai siap pakai. Biaya ini antara lain meliputi harga pembelian, biaya pengangkutan, biaya instalasi, serta biaya langsung lainnya untuk memperoleh dan mempersiapkan sampai peralatan dan mesin tersebut siap digunakan. b) Pengukuran Peralatan dan Mesin harus memperhatikan kebijakan pemerintah mengenai ketentuan nilai satuan minimum kapitalisasi aset tetap. Kebijakan nilai satuan minimum ini dapat berbedabeda pada pemerintah daerah, sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing. Untuk Pemerintah Pusat, ketentuan mengenai nilai satuan minimum mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 01/KMK.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah, dimana nilai satuan minimum perolehan peralatan dan mesin adalah Rp300.000. Dengan demikian jika biaya perolehan peralatan dan mesin kurang dari Rp300.000, maka perlatan dan mesin sebagai aset tetap. a) Berdasarkan PSAP, maka gedung dan bangunan dinilai dengan biaya perolehan. Biaya perolehan gedung dan bangunan meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh gedung dan bangunan sampai siap pakai. Biaya ini antara lain meliputi harga pembelian atau biaya konstruksi, termasuk biaya pengurusan IMB, notaris, dan pajak. biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar/taksiran pada saat perolehan. c) Biaya perolehan Gedung dan Bangunan yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja, bahan baku, dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan, perlengkapan, tenaga listrik, sewa peralatan, dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut seperti pengurusan IMB, notaris, dan pajak. Sementara itu, Gedung dan Bangunan yang Gedung dan Bangunan tersebut tidak dapat diakui dan disajikan Peralatan dan Mesin

21

Seminar Akuntansi Pemerintah

b) Apabila penilaian Gedung dan Bangunan dengan menggunakan

Akuntansi Aktiva Tetap


dibangun melalui kontrak konstruksi, biaya perolehan meliputi nilai kontrak, biaya perencanaan dan pengawasan, biaya perizinan, jasa konsultan, dan pajak. Gedung dan Bangunan yang diperoleh dari sumbangan (donasi) dicatat sebesar nilai wajar pada saat perolehan. d) Pengukuran Gedung dan Bangunan harus memperhatikan kebijakan pemerintah mengenai ketentuan nilai satuan minimum kapitalisasi aset tetap. Untuk Pemerintah Pusat, kebijakannya sesuai dengan Keputusan tentang Menteri Pedoman Keuangan Kapitalisasi Nomor Barang 01/KMK.12/2001

22

Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah, yang mengatur bahwa nilai satuan minimum perolehan gedung dan bangunan adalah Rp10.000.000. Artinya, jika nilai perolehan gedung dan bangunan kurang dari Rp10.000.000, maka gedung dan bangunan tersebut tidak dapat diakui dan disajikan sebagai aset tetap, namun tetap diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan dan dalam Laporan BMN. a) Jalan, irigasi, dan jaringan dinilai dengan biaya perolehan. Biaya perolehan jalan, irigasi, dan jaringan meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh jalan, irigasi, dan jaringan sampai siap pakai. Biaya ini meliputi biaya perolehan atau biaya konstruksi dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan sampai jalan, irigasi dan jaringan tersebut siap pakai. b) Biaya perolehan untuk jalan, irigasi dan jaringan yang diperoleh melalui kontrak meliputi biaya perencanaan dan pengawasan, biaya perizinan, jasa konsultan, biaya pengosongan, pajak, kontrak konstruksi, dan pembongkaran. Biaya perolehan untuk jalan, Irigasi dan Jaringan yang dibangun secara swakelola meliputi biaya langsung dan tidak langsung, yang terdiri dari meliputi biaya bahan baku, dan tenaga kerja, sewa biaya peralatan, perizinan, biaya Jalan, Irigasi dan Jaringan

pengosongan, pajak dan pembongkaran. Jalan, Irigasi dan Jaringan yang diperoleh dari sumbangan (donasi) dicatat sebesar nilai wajar pada saat perolehan. c) Untuk Jalan, Irigasi, dan Jaringan, tidak ada kebijakan Pemerintah 1 mengenai nilai satuan minimum kapitalisasi, sehingga berapa pun nilai perolehan Jalan, Irigasi, dan Jaringan dikapitalisasi. a) Biaya perolehan Aset Tetap Lainnya menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut sampai Aset Tetap Lainnya

Seminar Akuntansi Pemerintah

perencanaan

pengawasan,

biaya

Akuntansi Aktiva Tetap


siap pakai. Aset Tetap Lainnya dinilai dengan biaya perolehan. Biaya perolehan Aset Tetap Lainnya yang diperoleh melalui kontrak meliputi pengeluaran nilai kontrak, biaya perencanaan dan pengawasan, pajak, serta biaya perizinan. b) Biaya perolehan Aset Tetap Lainnya yang diadakan melalui swakelola, misalnya untuk Aset Tetap Renovasi, meliputi biaya langsung dan tidak langsung, yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja, sewa peralatan, biaya perencanaan dan pengawasan, biaya perizinan, pajak, dan jasa konsultan. c) Pengukuran Aset Tetap Lainnya harus memperhatikan kebijakan pemerintah tentang ketentuan nilai satuan minimum kapitalisasi aset tetap. 1. Pengukuran Konstruksi secara Swakelola Apabila konstruksi asset tetap tersebut dilakukan dengan swakelola, maka biaya-biaya yang dapat diperhitungkan sebagai biaya perolehan adalah seluruh biaya langsung dan tidak langsung yang dikeluarkan sampai KDP tersebut siap untuk digunakan, meliputi biaya bahan baku, upah tenaga kerja, sewa peralatan, biaya perencanaan dan pengawasan, biaya perizinan, biaya pengosongan dan pembongkaran bangunan yang ada di atas tanah yang diperuntukkan untuk keperluan pembangunan. Biaya konstruksi secara swakelola diukur berdasarkan jumlah uang yang telah dibayarkan dan tidak memperhitungkan jumlah uang yang masih diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. 2. Pengukuran Konstruksi secara Kontrak Konstruksi Apabila kontruksi dikerjakan oleh kontraktor melalui suatu kontrak konstruksi, maka komponen nilai perolehan KDP tersebut berdasarkan PSAP 08 Paragraf 22 meliputi: a) termin yang telah dibayarkan kepada kontraktor sehubungan dengan tingkat penyelesaian pekerjaan; sehubungan dengan pekerjaan yang telah diterima tetapi belum dibayar pada tanggal pelaporan; dan c) pembayaran klaim kepada kontraktor atau pihak ketiga sehubungan dengan pelaksanaan kontrak konstruksi Pembayaran atas kontrak konstruksi pada umumnya dilakukan secara bertahap (termin) berdasarkan tingkat penyelesaian yang ditetapkan dalam kontrak konstruksi. Setiap pembayaran yang dilakukan dicatat sebagai penambah nilai KDP. 3. Konstruksi dibiayai dari Pinjaman Konstruksi dalam Pengerjaan

23

Seminar Akuntansi Pemerintah

b) kewajiban yang masih harus dibayar kepada kontraktor

Akuntansi Aktiva Tetap


Jika konstruksi dibiayai dari pinjaman maka biaya pinjaman yang timbul selama masa konstruksi dikapitalisasi dan menambah biaya konstruksi, sepanjang biaya tersebut dapat diidentifikasikan dan ditetapkan secara andal. Biaya pinjaman mencakup biaya bunga dan biaya lainnya yang timbul sehubungan dengan pinjaman yang digunakan untuk membiayai konstruksi.

24

PENGUKURAN ASET TETAP MENURUT IPSAS


Menurut IPSAS, item properti, pabrik dan peralatan yang memenuhi syarat untuk pengakuan sebagai suatu aset harus diukur pada biaya. Dimana aset diperoleh melalui non-exchange transaction, biayanya harus diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi. Biaya dari item properti, pabrik dan peralatan terdiri dari: 1) Harga pembelian, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak dapat dikembalikan, setelah dikurangi diskon dagang dan rabat. 2) Setiap biaya dapat langsung diatribusikan untuk membawa aset ke lokasi dan dalam kondisi yang diperlukan agar mampu beroperasi dalam cara yang dimaksudkan oleh manajemen. Contohnya adalah : a) b) c) d) e) Biaya employee benefits yang timbul langsung dari konstruksi atau akuisisi item properti, pabrik dan peralatan; Biaya persiapan lokasi; Biaya pengiriman awal dan biaya penanganan; Biaya instalasi dan perakitan ; Biaya pengujian apakah aset tersebut berfungsi dengan baik, setelah dikurangi hasil bersih dari penjualan setiap item yang diproduksi, sementara membawa aset ke lokasi dan kondisi (seperti sampel dihasilkan ketika pengujian peralatan), dan 3) Estimasi awal biaya pembongkaran dan penghapusan item dan memulihkan tempat di mana item berada. Biaya yang tidak dapat dimasukkan dalam biaya properti, pabrik dan peralatan antara lain : 1) Biaya pembukaan fasilitas baru; 2) Biaya memperkenalkan produk baru atau jasa (termasuk biaya iklan dan kegiatan promosi); 3) Biaya melakukan bisnis di lokasi baru atau dengan kelas baru Bukan termasuk Biaya dari item properti, pabrik dan peralatan Biaya dari item properti, pabrik dan peralatan

Seminar Akuntansi Pemerintah

f)

Profesional fees.

Akuntansi Aktiva Tetap


pelanggan (termasuk biaya pelatihan staf), dan 4) Biaya administrasi dan biaya overhead umum lainnya. Pengakuan biaya dalam nilai tercatat dari item properti, pabrik dan peralatan berhenti ketika item dalam lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk menjadi mampu beroperasi dalam cara yang dimaksudkan oleh manajemen. Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan dalam menggunakan atau redeploying item tidak termasuk dalam nilai tercatat dari barang tersebut. Sebagai contoh, biaya berikut ini tidak termasuk dalam nilai tercatat dari item properti, pabrik dan peralatan: 1) Biaya yang dikeluarkan sementara item yang mampu beroperasi dalam cara yang dimaksudkan oleh manajemen belum dibawa untuk digunakan atau dioperasikan kurang dari kapasitas penuh; 2) Kerugian operasi awal, seperti yang terjadi ketika permintaan untuk output item tersebut meningkat; dan 3) Biaya relokasi atau reorganisasi sebagian atau semua operasi entitas.

25

CASE : PENILAIAN ASET DI PORTUGAL


Pendahuluan Kerangka hukum mengenai pendaftaran aset sektor publik, baik aset milik negera maupun swasta, bermula di Portugal pada awal tahun 1980. Sejak saat itu, langkahlangkah legislatif telah dirancang guna menetapkan aturan bagi departemen pemerintah dan otoritas lokal untuk mempersiapkan laporan keuangan dan nilai aset modal mereka. Ketentuan pertama adalah pendaftaran properti dan aset lainnya milik entitas publik. Tujuan yang diinginkan dalam dasar hukum bagi keberadaan suatu daftar aset Negara yang up-to-date, adalah sebagai berikut: untuk mendapatkan pengetahuan yang akurat tentang aset sektor publik, yang akan memberikan informasi tentang keberadaan, sifat, nilai dan kepemilikan pemerintahan, untuk menilai pengelolaan urusan sektor publik, meyakinkan adanya kinerja yang efisien atas uang pembayar pajak, untuk menjadi pilar kehidupan politik, administratif, ekonomi, sosial, dan intelektual negara, dan sebagai dasar penjabaran neraca

Seminar Akuntansi Pemerintah

Decree Law no.477/80 yang menetapkan standar dan aturan untuk

Akuntansi Aktiva Tetap


pemerintah. Dengan awal reformasi administrasi keuangan sektor publik, di awal 1990-an, beberapa inisiatif legislatif telah dilakukan untuk mencapai tujuan yang diusulkan seperti Official Plan for Public Accounting, ditetapkan dengan Decree-Law no. 54-A/99, yang berasal Accounting Plan for Local Government (POCAL) - Decree-Law no. 54A/99, dan rekomendasi untuk elaborasi dari Cadastre and Register of State Goods (CIBE), ditetapkan oleh Administrative Order no. 671/2000. Undang-undang Portugis mengatur bahwa semua aset sektor publik harus dicatat, namun memungkinkan yang terdaftar mencakup aset dicatat pada nilai nol, sementara penilaian aset lainnya mungkin berasal dari baik atas dasar nilai pasar, nilai sisa, atau penggantian yang nilai, antara lain. Aset pemerintah daerah, seperti semua aset sektor publik, diklasifikasikan menurut berikut kategori sebagai berikut : 1. Public domain assets adalah Aset yang, milik sebuah badan hak public kolektif, tunduk oleh sebuah hukum yuridis pemerintahan yang khusus, ditandai terutama dikarenakan sifatnya nontradable, dalam rangka melestarikan produksi untuk penggunaan publik. Kategori ini terdiri dari aset berikut: jalan, taman, persediaan air dan jaringan sanitasi, jaringan listrik dan barang-barang warisan. 2. Private domain assets adalah aset yang tidak dipertimbangkan dalam public domain, yang, pada prinsipnya, terintegrasi dalam kepemilikan pemerintahan ditetapkan dalam hukum perdata dan, akibatnya, tunduk pada perdagangan yuridis yang sesuai. Aktiva dalam kategori terdiri dari properti, pabrik dan peralatan, yang bukan bagian dari public domain. Kategori ini dibagi lagi menjadi non-disposable private assets, yang ditahan dan digunakan oleh private assets, yang diduduki oleh entitas tetapi dapat Kategori Aset

26

ditransaksikan pada setiap waktu. Menurut POCAL dan CIBE, pendekatan biaya produksi atau biaya akuisisi digunakan sebagai aturan umum dalam penilaian aset pemerintah daerah. Dalam kasus-kasus metode penilaian ini tidak dapat diterapkan, atau tidak memberikan gambaran yang akurat tentang keuangan dan situasi patrimonial institusi, metode penilaian lainnya harus digunakan (nilai sekarang dihitung melalui metode arus Metode Penilaian Aset

Seminar Akuntansi Pemerintah

entitas publik untuk memberikan layanan hukum, dan disposable

Akuntansi Aktiva Tetap


kas diskonto, metode perbandingan penjualan dan metode biaya penggantian). Jika tidak mungkin sama sekali untuk menilai aset, catatan dalam laporan keuangan harus menunjukkan bahwa jenis aset ini tidak dicatat, serta penjelasan masing-masing. Dalam kasus ini, yaitu untuk barang-barang sejarah dan budaya, mereka harus dicatat dan diperhitungkan di nilai nol, kecuali mereka yang diasuransikan. Dalam situasi yang terakhir nilai asuransi adalah dasar untuk penilaian.

27

CASE : PENILAIAN ASET DI INGGRIS

Kategorisasi dan klasifikasi properti sektor public di Inggris disajikan sebagai berikut, menurut RICS Red Book (Connellan, 1997, p 216): 1. Non-operasional assets : sebagai aktiva tetap dipegang oleh otoritas lokal, namun tidak secara langsung ditempati, digunakan atau dikonsumsi dalam pelayanan atau jasa. Contohnya adalah investasi properti dan aset yang surplus untuk digunakan.

Penilaian Aset

Seminar Akuntansi Pemerintah

Klasifikasi dan

Akuntansi Aktiva Tetap


2. Operasional assets : sebagai Aktiva tetap yang dimiliki dan diduduki, digunakan atau dikonsumsi oleh otoritas lokal dalam kegiatan langsung dalam pelayanan masyarakat menurut undangundang atau tanggung jawab diskresioner. 3. Community assets : sebagai Aset bahwa otoritas lokal berniat untuk menahan selama kelangsungannya, bahwa tidak memiliki masa manfaat ditentukan, dan mungkin memiliki pembatasan dalam pembuangan mereka. 4. Infrastructure assets: sebagai Aktiva tetap adalah aset yang tidak dapat dicabut, pengeluaran untuk yang dipulihkan hanya dengan terus menggunakan aset yang diciptakan. Contohnya adalah jalan raya dan jalan setapak.

28

sector publik di

Portugis dan Inggris kecuali bahwa kategori

Infrastructure assets dan Community assets di Inggris bila dijadikan satu, sesuai dengan Public domain assets di Portugal. Mengenai praktek penilaian aset sektor publik, dapat dilihat (Gambar 1 dan 2) bahwa di Portugal, sedangkan semua jenis asset harus dinilai, di Inggris ada beberapa kategori (Infrastructure assets dan Community assets), yang tidak perlu dinilai. Sumber : Valuation of Local Government Assets in Portugal; Jorge Alves.

Seminar Akuntansi Pemerintah

Jadi, tidak ada perbedaan yang signifikan antara klasifikasi aset

Akuntansi Aktiva Tetap

29

E.

PENILAIAN AWAL ASET TETAP

PENILAIAN AWAL ASET TETAP MENURUT SAP Barang berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aset dan dikelompokkan sebagai aset tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan. Bila aset tetap diperoleh dengan tanpa nilai, biaya aset tersebut adalah sebesar nilai wajar pada saat aset tersebut diperoleh. Contohnya: aset tetap yang diterima pemerintah sebagai hadiah/donasi dari pihak ketiga; dan aset yang diperoleh tanpa nilai melalui pengimplementasian wewenang yang dimiliki pemerintah, misalnya penyitaan sebidang tanah dan bangunan yang kemudian digunakan sebagai tempat operasional pemerintahan. Nilai wajar pada saat perolehan bukan merupakan suatu proses penilaian kembali (revaluasi) dan tetap konsisten dengan biaya perolehan. Penilaian kembali hanya diterapkan pada penilaian untuk periode pelaporan selanjutnya, bukan pada saat perolehan awal. Untuk keperluan penyusunan neraca awal suatu entitas, biaya perolehan aset tetap yang digunakan adalah nilai wajar pada saat neraca awal tersebut disusun. Untuk periode selanjutnya setelah tanggal neraca awal, atas perolehan aset tetap baru, suatu entitas menggunakan biaya perolehan atau harga wajar bila biaya perolehan Pengukuran Penilaian Awal

Biaya perolehan suatu aset tetap terdiri dari harga belinya atau konstruksinya, termasuk bea impor dan setiap biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam membawa aset tersebut ke kondisi yang membuat aset tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan. Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah: (a). biaya persiapan tempat; (b). biaya pengiriman awal (initial delivery), serta biaya simpan dan

Komponen Biaya

Seminar Akuntansi Pemerintah

tidak ada.

Akuntansi Aktiva Tetap


bongkar muat (handling cost); (c). biaya pemasangan (installation cost); (d). biaya profesional seperti arsitek dan insinyur; dan (e). biaya konstruksi. Komponen biaya menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan dan yang masih harus dikeluarkan untuk memperoleh aset tetap sampai siap pakai. Biaya administrasi dan biaya umum lainnya bukan merupakan suatu komponen biaya aset tetap sepanjang biaya tersebut tidak dapat diatribusikan secara langsung pada biaya perolehan aset atau membawa aset ke kondisi kerjanya. Demikian pula biaya permulaan (start-up cost) dan pra-produksi serupa tidak merupakan bagian biaya suatu aset kecuali biaya tersebut perlu untuk membawa aset ke kondisi kerjanya. Setiap potongan dagang dan rabat dikurangkan dari harga pembelian. Biaya perolehan suatu aset yang dibangun dengan cara swakelola ditentukan menggunakan prinsip yang sama seperti aset yang dibeli. Berikut adalah komponen biaya perolehan atas masing-masing aset tetap: Tanah. Biaya perolehan mencakup harga pembelian atau biaya pembebasan tanah, biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh hak, biaya pematangan, pengukuran, penimbunan, dan biaya lainnya yang dikeluarkan maupun yang masih harus dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai. Nilai tanah juga meliputi nilai bangunan tua yang terletak pada tanah yang dibeli tersebut jika bangunan tua tersebut dimaksudkan untuk dimusnahkan. Peralatan dan mesin. Biaya perolehan peralatan dan mesin menggambarkan jumlah memperoleh peralatan dan mesin tersebut sampai siap pakai. Biaya ini antara lain meliputi harga pembelian, biaya pengangkutan, biaya instalasi, serta biaya langsung lainnya untuk memperoleh dan mempersiapkan sampai peralatan dan mesin tersebut siap digunakan. Gedung dan bangunan. Biaya perolehan gedung dan bangunan menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan dan yang masih harus dikeluarkan untuk memperoleh gedung dan bangunan sampai siap pakai. Biaya ini

30

Seminar Akuntansi Pemerintah

pengeluaran yang telah dan yang masih harus dilakukan untuk

Akuntansi Aktiva Tetap


antara lain meliputi harga pembelian atau biaya konstruksi, termasuk biaya pengurusan IMB, notaris, dan pajak. Jalan, irigasi, dan jaringan. Biaya perolehan jalan, irigasi, dan jaringan menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan dan yang masih harus dikeluarkan untuk memperoleh jalan, irigasi, dan jaringan sampai siap pakai. Biaya ini meliputi biaya perolehan atau biaya konstruksi dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan sampai jalan, irigasi dan jaringan tersebut siap pakai. Aset tetap lainnya. Biaya perolehan aset tetap lainnya menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan dan yang masih harus dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut sampai siap pakai. Jika penyelesaian pengerjaan suatu aset tetap melebihi dan atau melewati satu periode tahun anggaran, maka aset tetap yang belum selesai tersebut digolongkan dan dilaporkan sebagai Konstruksi Dalam Pengerjaan sampai dengan aset tersebut selesai dan siap dipakai. Apabila Konstruksi Dalam Pengerjaan sudah selesai dibuat atau dibangun dan telah siap dipakai, maka harus segera direklasifikasikan ke salah satu akun yang sesuai dalam pos aset tetap. Biaya perolehan dari masing-masing aset tetap yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masingmasing aset yang bersangkutan. Suatu aset tetap dapat diperoleh melalui pertukaran atau pertukaran sebagian aset tetap yang tidak serupa atau aset lainnya. Biaya dari pos semacam itu diukur berdasarkan nilai wajar aset yang diperoleh disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau setara kas dan kewajiban lain yang ditransfer/diserahkan. Suatu aset tetap dapat diperoleh melalui pertukaran atas suatu aset yang serupa yang memiliki manfaat yang serupa dan memiliki nilai wajar yang serupa. Suatu aset tetap juga dapat dilepas dalam pertukaran dengan kepemilikan aset yang serupa. Dalam keadaan tersebut tidak ada keuntungan dan kerugian yang diakui dalam transaksi ini. Biaya aset yang baru diperoleh dicatat sebesar nilai tercatat (carrying amount) atas aset yang dilepas. Pertukaran Aset Perolehan Secara Gabungan Konstruksi Dalam Pengerjaan

31

Seminar Akuntansi Pemerintah

yaitu nilai ekuivalen atas nilai tercatat aset yang dilepas setelah

Akuntansi Aktiva Tetap


Nilai wajar atas aset yang diterima tersebut dapat memberikan bukti adanya suatu pengurangan (impairment) nilai atas aset yang dilepas. Dalam kondisi seperti ini, aset yang dilepas harus diturun-nilaibukukan (written down) dan nilai setelah diturun-nilai-bukukan (written down) tersebut merupakan nilai aset yang diterima. Apabila terdapat aset lainnya dalam pertukaran, misalnya kas atau kewajiban lainnya, maka hal ini mengindikasikan bahwa pos yang dipertukarkan tidak mempunyai nilai yang sama. Aset tetap yang diperoleh dari sumbangan (donasi) harus dicatat sebesar nilai wajar pada saat perolehan. Sumbangan aset tetap didefinisikan sebagai transfer tanpa persyaratan suatu aset tetap ke satu entitas, misalnya perusahaan nonpemerintah memberikan bangunan yang dimilikinya untuk digunakan oleh satu unit pemerintah tanpa persyaratan apapun. Penyerahan aset tetap tersebut akan sangat andal bila didukung dengan bukti perpindahan kepemilikannya secara hukum, seperti adanya akta hibah. Perolehan atas aset donasi tersebut diakui sebagai pendapatan operasional. Tidak termasuk perolehan aset donasi, apabila penyerahan aset tetap tersebut dihubungkan dengan kewajiban entitas lain kepada pemerintah. Sebagai contoh, satu perusahaan swasta membangun aset tetap untuk pemerintah dengan persyaratan kewajibannya kepada pemerintah telah dianggap selesai. Perolehan aset tetap tersebut harus diperlakukan seperti perolehan aset tetap dengan pertukaran. Aset Donasi

32

PENILAIAN AWAL ASET TETAP MENURUT IPSAS Property, Plant and Equipment yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aset, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan. Bila aset diperoleh dengan tanpa nilai, biaya aset tersebut adalah sebesar nilai wajar pada saat aset tersebut diperoleh. Contohnya: aset yang diterima pemerintah sebagai hadiah/donasi dari pihak ketiga; dan aset yang diperoleh tanpa nilai melalui pengimplementasian wewenang yang dimiliki pemerintah. Nilai wajar pada saat perolehan bukan merupakan suatu proses penilaian kembali (revaluasi) dan tetap konsisten dengan biaya perolehan. Penilaian kembali hanya diterapkan pada penilaian untuk Pengukuran

Seminar Akuntansi Pemerintah

Penilaian Awal

Akuntansi Aktiva Tetap


periode pelaporan selanjutnya, bukan pada saat perolehan awal. Biaya perolehan aset terdiri dari harga belinya, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang non-refundable, serta setiap biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam membawa aset tersebut ke kondisi siap pakai. Setiap potongan dagang dan rabat dikurangkan dari harga pembelian. Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah: (a). biaya persiapan tempat; (b). biaya pengiriman awal (initial delivery), serta biaya simpan dan bongkar muat (handling cost); (c). biaya pemasangan (installation cost); (d). biaya profesional seperti arsitek dan insinyur; dan (e). Perkiraan biaya pembongkaran aset dan pengembalian situs, yang diakui sebagai provisi. Jika pembayaran aset ditangguhkan melampaui persyaratan kredit normal, biayanya adalah setara harga tunai; perbedaan antara jumlah ini dan pembayaran total diakui sebagai beban bunga selama periode kredit kecuali dikapitalisasi berdasarkan alternatif yang diperbolehkan sesuai IPSAS 5 mengenai Borrowing Cost. Biaya administrasi dan biaya umum lainnya bukan merupakan suatu komponen biaya aset sepanjang biaya tersebut tidak dapat diatribusikan secara langsung pada biaya perolehan aset atau membawa aset ke kondisi kerjanya. Demikian pula biaya permulaan (start-up cost) dan pra-produksi serupa tidak merupakan bagian biaya suatu aset kecuali biaya tersebut perlu untuk membawa aset ke kondisi kerjanya. Kerugian operasi awal yang terjadi sebelum aset mencapai kinerja yang direncanakan diakui sebagai beban. Biaya aset yang dibangun sendiri ditentukan dengan menggunakan prinsip yang sama seperti perolehan aset. Jika entitas membuat aktiva yang serupa untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, biaya aset biasanya sama dengan biaya memproduksi aset untuk dijual (IPSAS 12 tentang Inventories. Biaya aset yang dimiliki lessee melalui finance lease ditentukan dengan menggunakan prinsip-prinsip leasing sesuai dengan IPSAS 13 tentang Leases. Suatu aset dapat diperoleh melalui pertukaran atau pertukaran sebagian aset tetap yang tidak serupa atau aset lainnya. Biaya dari Pertukaran Aset Aset Leasing Aset yang Dibangun Komponen Biaya

33

Seminar Akuntansi Pemerintah

Sendiri

Akuntansi Aktiva Tetap


pos semacam itu diukur berdasarkan nilai wajar aset yang diperoleh yaitu nilai ekuivalen atas nilai tercatat aset yang dilepas setelah disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau setara kas dan kewajiban lain yang ditransfer/diserahkan. Suatu aset dapat diperoleh melalui pertukaran atas suatu aset yang serupa yang memiliki manfaat yang serupa dan memiliki nilai wajar yang serupa. Suatu aset tetap juga dapat dilepas dalam pertukaran dengan kepemilikan aset yang serupa. Dalam keadaan tersebut tidak ada keuntungan dan kerugian yang diakui dalam transaksi ini. Biaya aset yang baru diperoleh dicatat sebesar nilai tercatat (carrying amount) atas aset yang dilepas. Nilai wajar atas aset yang diterima tersebut dapat memberikan bukti adanya suatu pengurangan (impairment) nilai atas aset yang dilepas. Dalam kondisi seperti ini, aset yang dilepas harus diturun-nilaibukukan (written down) dan nilai setelah diturun-nilai-bukukan (written down) tersebut merupakan nilai aset yang diterima. Apabila terdapat aset lainnya dalam pertukaran, misalnya kas atau kewajiban lainnya, maka hal ini mengindikasikan bahwa pos yang dipertukarkan tidak mempunyai nilai yang sama.

34

CASE : PENILAIAN AWAL ASET DI SELANDIA BARU Property, plant and equipment yang memenuhi persyaratan untuk diakui sebagai aset harus diukur berdasarkan biaya perolehan. Biaya Property, plant and equipment terdiri dari: (a). Harga pembelian, termasuk bea impor dan pajak pembelian nondan rabat. (b). Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung sampai aset berada pada kondisi mampu beroperasi sesuai dengan yang dimaksudkan oleh manajemen. (c). Estimasi awal biaya pembongkaran dan menghapus item, dan mengembalikan situs pada tempatnya, kewajiban yang timbul baik ketika item tersebut diperoleh atau sebagai konsekuensi menggunakan item tersebut pada periode tertentu untuk tujuan selain memproduksi persediaan selama periode tersebut. refundable, setelah dikurangi diskon Element-elemen Biaya Pengukuran pada Saat Pengakuan

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap


Contoh biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung: (a). biaya manfaat karyawan (seperti yang didefinisikan di NZ IAS 19 Employee Benefits) yang timbul secara langsung dari konstruksi atau akuisisi Property, plant and equipment. (b). biaya persiapan tempat, (c). pengiriman awal dan biaya penanganan, (d). instalasi dan biaya perakitan, (e). biaya pengujian apakah aset tersebut berfungsi dengan baik, setelah dikurangi hasil bersih dari penjualan setiap item yang diproduksi serta membawa aset ke lokasi dan kondisi tertentu (seperti sampel yang dihasilkan saat pengujian peralatan), dan (f). biaya profesional. Contoh biaya-biaya yang bukan termasuk biaya property, plant and equipment adalah: (a). biaya membuka fasilitas baru, (b). biaya memperkenalkan produk baru atau jasa (termasuk biaya iklan dan kegiatan promosi), (c). biaya menjalankan bisnis di lokasi baru atau dengan kelas baru dari pelanggan (termasuk biaya pelatihan staf), dan (d). administrasi dan biaya overhead umum lainnya. Beberapa operasi terjadi sehubungan dengan pembangunan atau pengembangan dari property, plant and equipment, tetapi tidak diperlukan untuk membawa item ke lokasi dan kondisi mampu beroperasi dalam cara yang dimaksudkan oleh manajemen. Operasi insidental ini dapat terjadi sebelum atau selama kegiatan konstruksi atau pembangunan. Misalnya, pendapatan dapat diperoleh melalui menggunakan situs bangunan sebagai tempat parkir sampai konstruksi dimulai. Karena operasi insidental tidak diperlukan untuk membawa item ke lokasi dan kondisi mampu beroperasi dalam cara yang dimaksudkan oleh manajemen, pendapatan dan biaya operasi insidental terkait diakui dalam laporan laba rugi dan termasuk dalam

35

Biaya aset yang dibangun sendiri ditentukan menggunakan prinsip yang sama seperti aset yang diperoleh. Jika entitas membuat aktiva yang serupa untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, biaya aset tersebut biasanya sama dengan biaya membangun aset untuk dijual (NZ IAS 2). Oleh karena itu, setiap laba internal dieliminasi dalam mencapai biaya tersebut. Demikian pula, biaya jumlah abnormal bahan terbuang, tenaga kerja, atau sumber daya lainnya yang timbul dalam aset yang dibangun sendiri, tidak termasuk dalam biaya aset

Aset yang Dibangun Sendiri

Seminar Akuntansi Pemerintah

klasifikasi masing-masing pendapatan dan biaya.

Akuntansi Aktiva Tetap


tersebut. NZ IAS 23 Borrowing Costs menetapkan kriteria untuk pengakuan bunga sebagai komponen dari nilai tercatat item property, plant and equipment yang dibangun sendiri.

36

F.

PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN ASET TETAP

PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN ASET TETAP MENURUT SAP Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada nilai tercatat aset yang bersangkutan. Kapitalisasi biaya dimaksud pada paragraf di atas harus ditetapkan dalam kebijakan akuntansi suatu entitas berupa kriteria seperti pada paragraf di atas dan/atau suatu batasan jumlah biaya (capitalization thresholds) tertentu untuk dapat digunakan dalam penentuan apakah suatu pengeluaran harus dikapitalisasi atau tidak. Dikarenakan organisasi pemerintah sangatlah beragam dalam jumlah dan penggunaan aset tetap, maka suatu batasan jumlah biaya kapitalisasi (capitalization untuk seluruh entitas thresholds) yang tidak dapat diseragamkan ada. Masing-masing entitas harus Capitalization Thresholds

menetapkan batasan jumlah tersebut dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan operasionalnya. Bila telah terbentuk maka batasan jumlah biaya secara kapitalisasi konsisten (capitalization dan thresholds) dalam harus diterapkan diungkapkan

Setelah

aset

diperoleh,

Pemerintah

masih

melakukan

Penjelasan dalam Buletin Teknis SAP Nomor 09

pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan aset tersebut. Pengeluaran-pengeluaran tersebut dapat berupa biaya pemeliharaan ataupun biaya rehabilitasi atau renovasi. Pengeluaran yang dapat memberikan manfaat manfaat disebut aset dengan lebih dari satu tahun (memperpanjang dari yang direncanakan semula atau modal (capital expenditure) tersebut

peningkatan kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan kinerja) pengeluaran sedangkan pengeluaran yang memberikan manfaat kurang dari

Seminar Akuntansi Pemerintah

Catatan atas Laporan Keuangan.

Akuntansi Aktiva Tetap


satu tahun (termasuk pengeluaran untuk mempertahankan kondisi aset tetap) disebut dengan pengeluaran pendapatan (revenue expenditure). Pembedaan antara capital atau revenue expenditure selain dari menambah manfaat atau tidak juga dapat dilhat dari besarnya berupa jam jumlah pengeluaran. Sebuah pembelian inventaris

37

dinding seharga Rp20.000,00 misalnya harus dicatat sebagai pengeluaran untuk aset tetap karena jam dinding tersebut dapat digunakan lebih dari satu tahun. Akan tetapi karena nilainya yang kecil tidak mungkin mencatat dan memperlakukan biaya tersebut seperti biaya perolehan aset yang besar. Untuk itu pengeluaran untuk pemerintah harus menentukan batasan

memperoleh aset yang dapat dimanfaatkan lebih dari satu tahun yang dapat diklasifikasi sebagai aset tetap. Batasan ini disebut juga dengan capitalization threshold (nilai satuan minimum kapitalisasi aset). SAP tidak menentukan besarnya capitalization threshold ini tetapi memberikan kebebasan kepada masing-masing entitas untuk menentukan sendiri. Pengeluaran setelah perolehan awal dapat diakui sebagai pengeluaran modal (capital expenditure) atau sebagai pengeluaran pendapatan (revenue expenditure). Kapitalisasi setelah perolehan awal aset tetap dilakukan terhadap biaya-biaya lain yang dikeluarkan setelah pengadaan awal yang dapat memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan kinerja. Sebaliknya, pengeluaranpengeluaran yang tidak memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar tidak memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan kinerja diperlakukan sebagai biaya (expense). Pengeluaran-pengeluaran jumlah biaya yang dikapitalisasi diukur sebesar

masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan kinerja aset yang bersangkutan. Pengeluaran yang dikapitalisasi dapat berupa pengembangan dan penggantian utama. Pengembangan disini maksudnya adalah peningkatan aset tetap karena meningkatnya manfaat aset tetap tersebut. perolehan Biaya aset pengembangan tetap yang ini akan menambah harga bersangkutan.

Sedangkan penggantian utama adalah memperbaharui bagian

Seminar Akuntansi Pemerintah

yang dikeluarkan dalam rangka memperpanjang

Akuntansi Aktiva Tetap


aset tetap, dimana biaya penggantian utama ini akan dikapitalisasi dengan cara mengurangi nilai bagian yang diganti dari harga aset tetap yang semula dan menambahkan biaya penggantian. Dalam proses kapitalisasi biaya pada aset tetap diterapkan kebijakan mengenai Nilai Satuan threshold) Minimum yang Kapitalisasi mengatur Aset Tetap (capitalization batas minimum

38

pengeluaran yang dapat ditambahkan ke dalam nilai tercatat aset tetap. Aset tetap yang nilai perolehannya di bawah Nilai Satuan Minimum Kapitalisasi Aset Tetap tidak disajikan dalan neraca (on face), melainkan diungkapkan pada Catatan atas Laporan Keuangan dan dicatat pada Laporan BMN/Laporan Barang Milik Daerah. Pengeluaran setelah perolehan awal atas aset tetap yang oleh karena bentuknya, atau lokasi penggunaannya memiliki risiko penurunan nilai dan/atau kuantitas yang mengakibatkan ketidakpastian perolehan potensi ekonomik di masa depan, seperti tanggul lumpur lapindo, tanggul pemecah gelombang, tanggul penahan lahar di lereng gunung Merapi tidak dikapitalisasi, melainkan diperlakukan sebagai biaya pemeliharaan biasa (expense). Contoh Kasus : Pada tahun 2009, Kementerian S melakukan pemeliharaan gedung dan bangunan sebagai berikut: Tanggal 10 Agustus 2009 dilakukan kegiatan pemasangan keramik yang semula hanya berupa lantai tanah sejumlah Rp600.000.000 dengan pembebanan pada akun belanja modal gedung dan bangunan. Tanggal taman Atas transaksi 10 September 2009 dilakukan pengecatan gedung tersebut sejumlah biaya biaya Rp300.000.000 dengan yang dapat Biaya

pembebanan pada akun belanja pemeliharaan. pemeliharaan pemasangan karena dikapitalisasi tidak perlu hanyalah keramik.

dikapitalisasi rutin yang

merupakan adanya aset atas

kegiatan suatu yang

pemeliharaan peningkatan bersangkutan.

tidak menunjukkan

mutu/kualitas/kapasitas

Jurnal yang dibuat oleh Kementerian S adalah sebagai berikut:

Seminar Akuntansi Pemerintah

pengecatan taman diakui sebagai beban tahun berjalan dan

Akuntansi Aktiva Tetap

39

Pencatatannya di BUN:

PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN ASET TETAP MENURUT IPSAS Dengan adanya prinsip pengakuan biaya atas item Property, Plant and Equipment yaitu: 1. Memungkinkan adanya manfaat ekonomis di masa yang akan datang yang akan diterima oleh perusahaan. 2. Biaya-biaya tersebut dapat diukur secara reliably. hari atas item Property, Plant and Equipment. Sebaliknya, biaya ini diakui dalam surplus atau defisit pada saat terjadinya. Biaya pemeliharaan sehari-hari terutama biaya tenaga kerja dan bahan habis pakai, dan mungkin termasuk biaya komponen kecil. Tujuan pengeluaran ini sering digambarkan sebagai untuk "repair and maintenance" dari item Property, Plant and Equipment. Bagian dari beberapa item Property, Plant and Equipmentmungkin memerlukan penggantian secara berkala. Misalnya, jalan mungkin perlu diperbaiki permukaannya setiap beberapa tahun, tungku

Seminar Akuntansi Pemerintah

Entitas tidak mengakui nilai tercatat dari biaya pemeliharaan sehari-

Akuntansi Aktiva Tetap


mungkin memerlukan pelapisan ulang setelah sejumlah tertentu jam penggunaan, atau interior pesawat udara seperti kursi dan mungkin memerlukan beberapa kali penggantian selama masa hidup pesawat. Item Property, Plant and Equipmentjuga mungkin diperlukan untuk melakukansedikit perbaikan secara berulang, seperti mengganti dinding interior bangunan, atau untuk membuat pengganti tidak berulang. Dengan prinsip pengakuan dalam biaya atas item Property, Plant and Equipment, entitas mengakui biaya penggantian bagian item Property, Plant and Equipmentsaat biaya tersebut terjadi jika memenuhi kriteria pengakuan. Nilai tercatat bagian-bagian yang diganti dihentikan pengakuannya sesuai dengan ketentuan yang ada dalam bagian derecognition (tidak diakui). Sebuah kondisi untuk terus mengoperasikan item Property, Plant and Equipment(misalnya, pesawat) memungkinkan melakukan inspeksi rutin utama menganalisa kesalahan besar dari bagian item yang diganti. Ketika setiap inspeksi yang dilakukan, biaya diakui dalam jumlah tercatat item Property, Plant and Equipment sebagai pengganti jika memenuhi kriteria pengakuan. Setiap nilai tercatat sisa biaya pemeriksaan sebelumnya (yang berbeda dari bagian-bagian fisik) dihentikan pengakuannya. Hal ini terjadi terlepas dari apakah biaya pemeriksaan sebelumnya diidentifikasi dalam transaksi di mana barang itu diperoleh atau dibangun. Jika perlu, perkiraan biaya inspeksi serupa di masa depan dapat digunakan sebagai indikasi apa biaya komponen pemeriksaan yang ada adalah ketika item tersebut telah diperoleh atau dibangun.

40

CASE : BIAYA SETELAH KEPEMILIKAN MENURUT US IFRS

Biaya yang terjadi setelah kepemilikan aset (betterment). Perlakukan akuntansi atas biaya setelah pemilikan ditentukan oleh karakteristik dari biaya tersebut. Biaya setelah pemilikan dapat dikapitalisasi sepanjang biaya tersebut diprediksi akan memberikan manfaat ekonomi di waktu yang akan datang melampau prediksi manfaat ekonomi semula, misalnya umur ekonomisnya bertambah, kapasitas produksinya bertambah, atau kualitas outputnya meningkat. Sebagaimana halnya dalam biaya aset yang dibuat sendiri, jika biaya penggantian melampaui batasan biaya yang telah ditetapkan, maka

Seminar Akuntansi Pemerintah

tetap, seperti pemeliharaan, atau perbaikan

Akuntansi Aktiva Tetap


kelebihan biaya harus dibebankan sebagai biaya pada periode yang berjalan, dan pada saat perbaikan aset menyangkut penggantian sebagian dari aset, bagian aset yang diganti harus diperlakukan sebagai penghentian aset. Untuk komponen aset tetap yang harus diganti secara periodik, karena usia ekonomisnya lebih cepat dibanding aset tetap utamannya, maka komponen tersebut harus didepresiasi tersendiri sesuai dengan umur ekonomis bagian dari aset tetap tersebut, sehingga ketika komponen tersebut diganti atau direnovasi total, komponen tersebut diharapkan sudah habis didepresiasi secara penuh. Jika ternyata masih tersisa biaya komponen aset tetap yang belum didepresiasi penuh dan komponen aset tetap yang baru telah dibukukan sebagai komponen aset tetap, maka sisa biaya aset tetap tersebut harus dihapus dari rekening komponen aset tetap. Prinsip umum yang dapat digunakah adalah jika pengeluaran biaya setelah pemilikan hanya ditujukan untuk membuat aset tetap dapat berfungsi sesuai dengan prediksi kapasitas produksi pada saat aset tetap diperoleh, atau untuk mengembalikan kapasitas aset tetap ke kapasitas semula, pengeluaran biaya setelah pemilikan tersebut tidak boleh dikapitalisasi. Pengecualian dapat diberikan pada saat aset tetap diperoleh dalam kondisi memerlukan pengeluran tertentu untuk membuat aset tetap tersebut dalam kondisi dapat dioperasikan sebagaimana yang diharapkan. Dalam kondisi semacam ini, biaya biaya yang dalam kondisi normal masuk dalam kategori biaya pemeliharan dan tidak dikapitalisasi, dapat diperlakukan sebagai biaya yang dikapitalisasi. Setelah restorasi aset tetap selesai, selanjutnya pengeluaran biaya pemeliharaan harus diperlakukan sebagai biaya periode. Biaya yang berkaitan dengan keharusan inspeksi, misalnya dalam kasus inspeksi pesawat terbang, biaya semacam ini dapat dikapitalisasi dan didepresiasi sesuai dengan periode berlakunya kasus tertentu, maka biaya inspeksi yang belum didepresiasi harus dikeluarkan dari rekening dan diganti dengan biaya inspeksi yang baru. Untuk memudahkan teknis pembukuan, biaya inspeksi dapat diperlakukan sebagai komponen terpisah dari aset tetap utama. Secara umum standar akuntansi untuk pengeluaran setelah pemilikan, tidak ada perbedaan antara standard versi US GAAP dengan versi IFRS. Ketentuan tentang kapitaliasi pengeluaran, yang dalam US GAAP diklasifikasi ke dalam capital expenditures dan revenue expenditures, dalam IFRS juga berlaku ketentuan yang sama.

41

Seminar Akuntansi Pemerintah

inspeksi teknis. Jika dikemudian hari diperlukan inspeksi ulang karena

Akuntansi Aktiva Tetap

42

BAB III PENUTUP

Dari beberapa definisi mengenai asset tetap di atas dapat disimpulkan bahwa suatu asset dapat dikategorikan sebagai asset tetap apabila memenuhi syarat sebagai berikut : 1. 2. Memiliki masa manfaat lebih dari 1 tahun Digunakan untuk produksi dan tujuan administratif, serta pelayanan kepada masyarakat Aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau fungsinya dalam aktivitas operasi entitas. Baik menurut IPSAS dan SAP, unsur penting dalam pengakuan aset tetap ada dua hal, yaitu saat manfaat ekonomi masa depan dapat diperoleh (mengalir ke entitas) dan nilainya dapat diukur dengan handal.

Definisi Aset Tetap

Klasifikasi Aset Tetap Pengakuan Aset Tetap

Seminar Akuntansi Pemerintah

Akuntansi Aktiva Tetap


Aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. Apabila penilaian aset tetap dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan. Barang berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aset dan dikelompokkan sebagai aset tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan. Bila aset tetap diperoleh dengan tanpa nilai, biaya aset tersebut adalah sebesar nilai wajar pada saat aset tersebut diperoleh. Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada nilai tercatat aset yang bersangkutan. Pengeluaran Setelah Perolehan Aset Tetap Penilaian Awal Aset Tetap Pengukuran Aset Tetap

43

Seminar Akuntansi Pemerintah