Anda di halaman 1dari 18

Reaksi Ganda

Sarapan pagi bagi Sang Juara bukanlah Roti tetapi kritikan


dan atau saran anda.
Reaksi yang terjadi di dalam suatu reaktor jarang sekali hanya satu
buah reaksi (reaksi tunggal/ single reaction) tetapi kebanyakan yang
akan terjadi adalah jenis reaksi ganda (multiple reaction) yang akan
dihasilkan produk yang diinginkan dan produk yang tidak diinginkan.
Salah satu kunci keberhasilan dari aspek ekonomi suatu industri
kimia`adalah terjadinya produk yang tidak diinginkan diminimalkan
sekecil mungkin selama produk yang diinginkan terjadi.
Ada tiga jenis reaksi ganda yaitu reaksi paralel, reaksi seri dan reaksi
independen.
Reaksi paralel
Reaksi paralel atau reaksi samping (competitive reaction) yaitu dari
reaktan yang sama dihasilkan produk yang berbeda melalui jalur
reaksi yang berbeda pula.
Contoh :
A R R
atau A
A S S
Contoh reaksi paralel yang cukup terkenal pada skala industri adalah
reaksi oksidasi terhadap etilen akan dihasilkan produk yang
diinginkan adalah etilen oksid sementara selama terjadi reaksi
oksidasi sebagian etilen terbakar sempurna dan dihasilkan produk
yang tidak diinginkan adalah uap air dan karbon dioksida.
C
2
H
4
+ O
2
C
2
H
4
O
C
2
H
4
+ 3 O
2
2CO
2
+ 2 H
2
O
1
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
k
1
k
2
k
1
k
2
Reaksi seri
Reaksi seri atau reaksi konsekutif yaitu dari reaktan terbentuk produk
antara yang aktif kemudian lebih lanjut berubah menjadi produk lain
yang stabil.
Contoh :
A R S
Reaksi seri yang terkenal pada skala industri adalah reaksi antara
etilen-oksid dan ammonia berurutan terbentuk mono-etanol-amin,
kemudian reaksi berlanjut terbentuk di-etanol-amin dan produk akhir
adalah tri-etanol-amin.
C
2
H
4
O + NH
3
HOCH
2
CH
2
NH
2
(HOCH
2
CH
2
NH)
2
NH (HOCH
2
CH
2
)
3
N
Reaksi ganda yang melibatkan reaksi seri dan reaksi paralel :
Contoh :
A + B C + D
A + C E
Reaksi yang melibatkan reaksi paralel dan reaksi seri yang terjadi
pada skala industri adalah pembentukan butadiena dari etanol :
C
2
H
5
OH C
2
H
4
+ H
2
O
C
2
H
5
OH CH
3
CHO + H
2
C
2
H
4
+ CH
3
CHO C
4
H
6
+ H
2
O
2
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
k
1
k
2
k
1
E O
E O
k
1
k
2
Re aksi Independen
Contoh :
A R
B S + T
Reaksi independen terjadi karena di dalam umpan terkandung
bebrapa macam reaktan, contoh dari reaksi independen yang sering
terjadi adalah proses pengolahan minyak bumi menjadi gasolin
(bensin).
Reaksi Paralel
Pada reaksi paralel, dipastikan ada produk yang diinginkan (notasi D)
dan produk yang tidak diinginkan (notasi U)
A D
A U
Proses reaksi yang diinginkan adalah meminimalkan terjadinya
produk yang tidak diinginkan (U) dan sekaligus memaksimalkan
terjadinya produk yang diinginkan (D).

Gambar 1 : Sistem reaksi-separasi produk D dan U
3
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
k
2
k
1
k
U
k
D
D
U
A
S
E
P
A
R
A
S
I
REAKTOR
Memaksimumkan jumlah produk yang diinginkan pada reaksi
paralel
Ada beberapa cara untuk meminimalkan jumlah produk yang tidak
diinginkan, U antara lain dengan cara jenis reaktor yang digunakan
atau kondisi operasi (penetapan temperatur reaksi dan tekanan di
dalam reaktor).
Contoh :
Reaksi paralel :
A D
A U
Maka laju reaksi paralel tersebut adalah :
1
A D D
C k r

(6.1)
2
A U U
C k r

(6.2)
Dan laju pengurangan mol zat A sama dengan laju pertambahan
pembentukan zat D dan zat U :
4
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
Biaya Total
Biaya
Reaktor
Biaya Separator
Rendah Tinggi
B
i
a
y
a
Gambar 2 : Efisiensi Sistem Reaktor dan Separator
k
U
k
D
k
1
r r r -
U D A
+
(6.3)
C k C k r -
2
A U
1
A D A

+ (6.4)
Nilai
1
dan
2
positif, dan diinginkan laju pembentukan zat D, r
D
jauh lebih besar dari laju pembentukan zat U, r
U
. Dan perbandingan
laju pembentukan zat D terhadap laju pembentukan zat U disebut
parameter laju selektivitas zat D, harus sebesar mungkin.
C
k
k

r
r
S
2) - 1 (
A
U
D
U
D
DU


(6.5)
Memaksimumkan parameter laju selektivitas, S untuk satu buah
reaktan.

Ada beberapa cara untuk memaksimumkan parameter laju
selektivitas, S untuk kasus orde reaksi yang berbeda dari masing-
masing reaksi untuk pembentukan zat D maupun zat U.
Kasus I untuk
1
>
2
Untuk orde reaksi pembentukan zat D, lebih besar dari orde reaksi
pembentukan zat U maka nilai
1

2
= a adalah positif.
a -
2 1

C
k
k

r
r
S
a
A
U
D
U
D
DU

(6.6)
Dari persamaan (6.6) apabila diinginkan nilai S
DU
yang maksimum,
bisa dicapai apabila nilai konsentrasi reaktan zat A, C
A
selama reaksi
berlangsung sebesar mungkin. Apabila reaksi dalam fasa gas, untuk
mempertahankan supaya konsentrasi zat A, C
A
sebesar mungkin maka
reaksi harus dilangsungkan tanpa ada zat Inert dan tekanan operasi
harus tinggi. Dan apabila reaksi fasa cair, maka harus dihindarkan
penggunaan reaktan yang encer se minimum mungkin.
5
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
Untuk kasus ini sebaiknya dipilih reaktor Batch atau Plug Flow
Reactor (PFR) karena pada kedua reaktor tersebut untuk penggunaan
konsentrasi reaktan yang tinggi akan berkurang secara bertahap
selama reaksi berlangsung. Berbeda dengan reaktor jenis CSTR,
konsentrasi reaktan akan turun secara drastis begitu reaktan masuk ke
dalam reaktor. Oleh karena itu untuk kasus ini reaktor jenis CSTR
tidak dipilih.
Kasus II untuk
2
>
1
Untuk kasus orde reaksi pembentukan zat U lebih besar dari orde
reaksi pembentukan zat D :
A D
A U
Dan
a -
1 2


C k
k

C k
k

C k
C k

r
r
S
a
A U
D
) 1 - 2 (
A U
D
2
A U
1
A D
U
D
DU

(6.7)
Dari persamaan (6.7) apabila diinginkan nilai S
DU
yang maksimum
maka nilai konsentrasi A, C
A
setelah reaksi sekecil mungkin. Nilai
konsentrasi A, C
A
setelah reaksi kecil bisa dicapai apabila digunakan
umpan/reaktan yang encer yaitu bisa dicapai dengan cara
ditambahkan zat Inert pada umpan dan reaksi sebaiknya
dilangsungkan di dalam reaktor jenis CSTR karena proses yang
terjadi pada CSTR konsentrasi reaktan akan cepat sekali mengecil.
Disamping itu, aliran produk keluar dari CSTR yang memang
konsentrasinya sudah encer dapat di daur ulang (recycle) masuk
bersama-sama umpan segar sehingga konsentrasi reaktan yang kecil
tetap dapat dipertahankan.
Karena nilai energi aktivasi (E) dari kedua reaksi tersebut tidak
diketahui maka tidak dapat ditetapkan apakah reaksi tersebut
6
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
k
U
k
D
sebaiknya dioperasikan pada temperatur rendah atau tinggi.
Sensitivitas dari parameter laju selektivitas suatu produk terhadap
temperatur dapat ditentukan dari nilai rasio konstanta laju kedua
reaksi tersebut.

e
k
k

e A
e A

k
k

RT) / E - /RT (E -
U
D
/RT E -
U
/RT E -
D
U
D
U D
U
D

A = faktor frekuensi tergantung berat dan struktur molekul, frekuensi
dan posisi tumbukan antar molekul
E = energi aktivasi reaksi yaitu energi minimum yang diperlukan
sehingga reaksi dapat berlangsung.
Kasus III untuk E
D
> E
U
Supaya r
D
besar, maka k
D
harus besar dan nilai k
D
akan berubah
menjadi besar dapat dicapai apabila temperatur semakin tinggi, dan
sebaliknya nilai k
U
semakin mengecil dengan bertambahnya nilai
temperatur reaksi. Maka supaya nilai S
DU
maksimum sebaiknya
temperatur reaksi dioperasikan sebesar mungkin.

Kasus IV untuk E
U
> E
D
Untuk kasus ini sebaiknya reaksi dilangsungkan pada temperatur
sekecil mungkin untuk supaya nilai S
DU
maksimum, tetapi sekalipun
begitu temperatur reaksi tidak boleh terlalu rendah karena apabila
temperatur reaksi terlalu kecil bisa saja reaksi untuk pembentukan
produk yang diinginkan malah tidak berlangsung.
Contoh Soal
Meminimumkan produk yang tidak diinginkan dari reaktan
tunggal
Reaksi fasa gas dengan reaktan tunggal, A terdekomposisi menjadi 3
buah produk. Satu buah produk yang diinginkan, yaitu zat D dan dua
buah produk yang tidak diinginkan yaitu zat Q dan zat U.
7
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
Reaksi untuk produk yang diinginkan :
A D
Diketahui laju reaksi :
C
T
1
-
300
1
36000 exp 0.0002 r
A D

'

1
]
1

,
_

(E6-1.1)
Reaksi untuk produk yang tidak diinginkan :
A U
Diketahui laju reaksi :
C
T
1
-
300
1
25000 e 0.0018 r
3/2
A U

'

1
]
1

,
_

(E6-1.2)
Reaksi untuk produk yang tidak diinginkan :
A Q
Diketahui laju reaksi :
C
T
1
-
300
1
5000 exp 0.00452 r
1/2
A Q

'

1
]
1

,
_

(E 6-1.3)
Bagaimana cara yang harus dilakukan (yaitu pemilihan jenis reaktor,
tekanan dan temperatur reaksi) supaya konsentrasi dari produk yang
tidak diinginkan (yaitu zat U dan zat Q) nilainya kecil.
Dari ketiga persamaan laju reaksi tersebut, hanya satu faktor dari
pangkat eksponensial yang terbedakan dengan jelas yaitu nilai energi
aktivasi, E. Nilai energi aktivasi untuk reaksi pertama dan kedua
(yaitu 36000 dan 25000) jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai
8
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
k
U
k
D
k
Q
energi aktivasi reaksi ketiga (yaitu 5000), apabila reaksi
dilangsungkan pada temperatur tinggi maka reaksi ketiga dari reaksi
pembentukan zat Q yang tidak diinginkan dapat diabaikan.
Parameter laju selektivitas zat D terhadap zat Q :
besar sangat
r
r
S
Q
D
DQ

(E 6-1.4)
Sehingga yang dibahas adalah parameter laju selektivitas produk zat
D terhadap zat U :

C
T
1
-
300
1
11000 exp 0,11

r
r
S
1/2
A
U
D
DU

;

'

1
]
1


(E 6-1.5)
Dari persamaan (E 6-1.5) jumlah produk yang tidak diinginkan zat U
dapat diminimukan apabila reaksi dilangsungkan pada konsentrasi
reaktan zat A, C
A
yang kecil. Jadi untuk memaksimumkan konversi
zat A menjadi produk zat D sebaiknya reaktor dioperasikan pada
temperatur tinggi untuk meminimumkan laju pembentukan produk
zat Q dan digunakan konsentrasi reaktan zat A yang encer ditujukan
untuk meminimumkan laju pembentukan zat U.
Jadi kesimpulannya adalah :
1. Dioperasikan pada temperatur tinggi
2. Konsentrasi reaktan zat A yang encer, yaitu dapat dengan cara :
a. Ditambahkan zat Inert
b. Jika reaksi fasa gas, dioperasikan pada tekanan rendah
c. Dipilih reaktor jenis CSTR atau direcycle (di daur ulang)
Memaksimumkan Parameter Laju Selektivitas, S untuk dua
reaktan
Dua macam reaktan menghasilkan dua produk yang berbeda melalui
jalur reaksi yang berbeda pula :
9
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
A + B D
A + B U
Diketahui laju reaksi :
C C k r
1 1
B A 1 D

(6.9)
C C k r
2 2
B A 2 U

(6.10)
Parameter laju selektivitas zat D terhadap zat U :
C C
k
k

r
r
S
2 1 2 1
-
B
-
A
2
1
U
D
DU


(6.11)
Dari persamaan (6.11) nilai S
DU
dapat dimaksimumkan, dengan cara
berbagai konfigurasi dan jenis reaktor yang digunakan seperti
ditampilkan pada Gambar 6.3.
10
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
k
1
k
2
Zat A
Zat B
CSTR
Zat A
Zat B
(b) Reaktor Pipa
k
Q
11
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
( c ) Reaktor Batch
Zat B
Mula-mula Zat A dimasukkan
(d) Reaktor Semibatch
Zat A
Mula-mula Zat B dimasukkan
(e) Reaktor Semibatch
Zat A
Zat B
(f) Reaktor Pipa dengan
aliran umpan dari samping
Zat A
Zat B
(g) Reaktor Pipa dengan
aliran umpan dari samping
12
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
Zat A
Zat B
(h) Reaktor pipa dengan
Recycle (daur ulang)
Reaktor CSTR yang dipasang seri
Zat B
Zat A
Memaksimalkan Produk yang diinginkan dalam Reaksi Seri
Telah diketahui bahwa produk yang tidak diinginkan bisa
diminimalkan dengan cara kondisi reaksi diatur seperti nilai
konsentrasi reaktan yang digunakan dan atau dengan cara pemilihan
tipe/jenis reaktor yang sesuai. Untuk reqaksi seri/konsekutif variabel
waktu merupakan faktor yang paling penting, seperti space time
(waktu ruang) untuk reaktor alir dan waktu reaksi untuk reaksi satu
Batch.
Contoh :
A B C
Zat B adalah produk yang diinginkan.
Apabila laju reaksi pertama lambat sementara laju reaksi kedua cepat,
maka akan sangat sulit terbentuknya zat B. Apabila laju reaksi
13
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
k
1
k
2
Gambar 6.3 : Jenis dan konfigurasi Reaktor yang berbeda untuk
Meminimumkan jumlah produk yang tidak diinginkan
pertama cepat dan laju reaksi kedua lambat, maka kemungkinan akan
terbentuk produk zat B pada jumlah yang besar. Sekalipun reaksi
dilangsungkan lebih lama di dalam reaktor Batch atau reaksi
dilangsungkan di dalam reaktor pipa yang sangat panjang, tetap saja
produk zat B akan terkonversi menjadi zat C. Dalam perhitungan
waktu yang diperlukan suatu reaksi tidak ada satupun reaksi yang
nilainya tepat/pasti, apabila dibandingkan dengan reaksi seri.
Contoh
Memaksimalkan Yield dari produk antara
Reaksi oksidasi terhadap etanol untuk menghasikan asetaldehid,
dilangsungkan dengan menggunakan katalis dengan komposisi 4%-b
Cu, 2%-b Cr dalam Al
2
O
3
. Sayangnya dengan katalis tersebut
asetaldehid juga teroksidasi menjadi karbon dioksida. Reaksi oksidasi
tersebut dilangsungkan dengan oksigen yang berlebih yang terdapat
dalam campuran yang sangat encer (yaitu : 0,1% etanol, 1% oksigen
dan 98% nitrogen). Sehingga perubahan volume fuida selama reaksi
dapat diabaikan.
Tentukan konsentrasi asetaldihid sebagai fungsi space time.
CH
3
CH
2
OH (g) CH
3
CHO 2 CO
2

Reaksi seri tersebut reaksi searah dan masing-masing reaksi adalah
orde satu.
Penyelesaian :
A B C
1. Neraca Mol zat A :
'
A
A
r
dW
dF

a). Hukum laju :
1
A 1
'
A
C k r -
b). Stokiometri reaksi :
0 A A A
v C v C F

c). Kombinasi :
A 1
A
C k -
dW
dF

14
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
k
1
k
2
+ 5/2 O
2
+ O
2
- H
2
O - 2 H
2
O
A 1
A 0
C k -
dW
) C d(v

A 1
A
0
C k -
dW
C d
v
density) (bulk ruah densitas

v
V

v
W

b
b
0
b
0
'

d). Diintegralkan dengan nilai batas untuk W = 0 , C


A
= C
A0
A 1
A
0
C k -
dW
C d
v
dW
v
k
-
C
C d

0
1
A
A

W
v
k
- C ln - C ln
0
1
A0 A

W
v
k
-
C
C
ln
0
1
A0
A

W
0
v
1
k
-
A0
A
e
C
C

W
0
v
1
k
-
A0 A
e C C
2. Neraca mol zat B :
'
net
B
B
r
dW
dF

a). Hukum laju (netto) :
'
2 - rx
B
'
1 - rx
B
'
net
B
r r r +
B 2 A 1
'
net
B
C k C k r +
b). Stokiometri reaksi : A 0 B B
C v C v F
c). Kombinasi : B 2 A 1
B
C k - C k
dW
dF

B 2 A 1
B
0
C k - C k
dW
dC
v
15
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
W
0
v
1
k
-
A0 A
e C C
B 2
W
0
v
1
k
-
A0 1
B
0
C k - e C k
dW
dC
v
W
0
v
1
k
-
A0 1 B 2
B
0
e C k C k
dW
dC
v +
'
0
v
0
v
1
k
-
A0 1 B 2
'
0
B
0
e C k C k
d v
dC
v

+
'
1
k -
A0 1 B 2
'
B
e C k C k
d
dC

+
d). Bentuk Umum :
Q y P
dx
dy
+
Dengan :
C y
B

k P
2

e C k Q
'
1
k -
A0 1

Penyelesaian umum : konstanta dx e Q e y


dx P dx P

Jadi penyelesaian :
e C k C k
d
dC

'
1
k -
A0 1 B 2
'
B

+
K d e e C k e C
'
'
d
2
k
'
1
k -
A0 1
'
d
2
k
B
+


K d e e C k e C
'
'
2
k
'
1
k -
A0 1
'
2
k
B
+

K d e C k e C
'
'
)
1
k -
2
(k
A0 1
'
2
k
B
+

K d e C k e C
'
'
)
1
k -
2
(k
A0 1
'
2
k
B
+

16
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch
K ) k - (k d e
) k - (k
1
C k e C
'
1 2
'
)
1
k -
2
(k
1 2
A0 1
'
2
k
B
+

K e d
) k (k
C k
e C
'
)
1
k -
2
(k
1 2
A0 1
'
2
k
B
+


K e
) k (k
C k
e C
'
)
1
k -
2
(k
1 2
A0 1
'
2
k
B
+


Pada awal reaksi yaitu saat = 0, nilai C
B
= 0 maka :
K
) k (k
C k
0
1 2
A0 1
+


) k (k
C k
- K
1 2
A0 1


) k (k
C k
- e
) k (k
C k
e C
1 2
A0 1
'
)
1
k -
2
(k
1 2
A0 1
'
2
k
B


e -
e
e

) k (k
C k
C
'
2
k -
'
2
k
'
)
1
k -
2
(k
1 2
A0 1
B

,
_


) k (k
e
-
) k (k
e
C k C
1 2
'
2
k -
1 2
'
1
k -
A0 1 B

,
_



k k
e - e
C k C
1 2
'
2
k -
'
1
k -
A0 1 B

,
_


17
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch

C
i

1
A
B
C
18
Mining Harsanti, TRK3, Waktu satu batch