Anda di halaman 1dari 2

CEGAH

Alergi Makanan
dAlAm KEHidupAn modErn
Gejala akibat alergi makanan kebanyakan dapat diprediksi dan ringan. Walau demikian, pada beberapa orang, alergi makanan dapat mengancam nyawa.
(beberapa menit sampai jam setelah makan). reaksi makanan yang terjadi sangat cepat dapat berbahaya bila menimbulkan bengkak di selaput lendir tenggorok dan menutup jalan napas, atau syok yang dapat mengakibatkan kematian. Syok biasanya didahului gejala seperti mual, muntah, urtikaria, bengkak-bengkak, kemudian tak sadarkan diri. Pada reaksi cepat, gejala timbul segera setelah alergen dimakan. Pada beberapa orang, gejala sudah timbul waktu makanan masih dikunyah. Bahkan pada beberapa orang, mencium baunya saja sudah dapat menimbulkan gejala. Contoh alergen yang menimbulkan reaksi cepat ialah telur, ikan, dan kacang-kacangan. gejala alergi makanan tergantung pada alat tubuh tempat reaksi alergen dan zat anti terjadi. gejalanya dapat berupa rasa gatal di mulut, sulit menelan dan bernapas (asma). Selama makanan dicerna, dapat terjadi gejala berupa enek, muntah, diare, dan sakit perut. Setelah alergen diabsorpsi, masuk dalam darah, sampai di kulit yang menimbulkan kaligata atau ekzema, dan bila sampai di saluran napas menimbulkan asma. alergen dalam darah dapat menimbulkan rasa ringan di kepala, kelemahan dan anafilaksi berupa penurunan tekanan darah mendadak. Bila reaksi terjadi di hidung atau mata, maka

ejala alergi makanan umumnya dapat berupa gangguan pada saluran cerna seperti mual, muntah, diare, sakit perut, bengkak, dan gatal di daerah mulut dan bibir. Sistem tubuh lain juga terganggu akibat alergi ini. Pada alergi makanan, kulit sering menjadi gatal, bengkak kemerahan, timbul ruam. Bahkan, pada bayi, dapat terjadi ekzema. gangguan kesadaran sampai kematian akibat alergi makanan telah banyak dilaporkan. reaksi alergi makanan dapat terjadi pada semua tingkat umur, kebanyakan pada bayi. Bila bayi tumbuh, jenis makanan yang menimbulkan reaksi alergi dapat berubah. ada dua jenis reaksi alergi makanan, yaitu reaksi cepat dan lambat

36

CEGAH

MAkAnAn SuMber AlerGi


pada dewasa, makanan yang paling sering menimbulkan alergi adalah shellfish (jenis udang); kacang-kacangan asal pohon seperti walnuts; ikan, telur, kacang tanah, legume yang merupakan makanan utama yang menimbulkan reaksi anafilaksis. pada individu yang rentan, jumlah alergen makanan yang sedikit dapat memacu reaksi alergi. Sebaliknya, individu yang kurang rentan dapat mentolerirnya. pada anak, makanan yang sering menimbulkan alergi adalah telur, susu, kacang tanah, cokelat, dan buahbuahan terutama tomat dan stroberi. Setiap jenis makanan dapat menimbulkan reaksi alergi. meskipun jarang, bumbu, terigu, dan nasi dapat pula menimbulkan alergi. Beberapa orang menunjukkan alergi terhadap makanan hanya pada waktu tertentu atau berhubungan dengan musim (buah, sa-yuran). Alergi tersebut diduga timbul karena memakan buah/ sayuran lebih banyak daripada biasanya.

Kebanyakan alergi makanan pada anak terjadi dalam tahun pertamakedua.

di mulut dan tenggorok atau rasa tak enak di perut. Dapat fatal bila tidak ditangani segera. Pada anafilaksis, tengorok dan lidah dapat membengkak, dapat terjadi sesak mendadak/sulit bernapas, rasa sakit di perut, muntah, pingsan, atau meninggal. AlerGi MAkAnAn pAdA bAyi dAn AnAk gejala pada anak dapat serupa dengan gejala pada dewasa. reaksi gejala alergi makanan pada anak kecil umumya berupa banyak menangis dan diare. mungkin, seluruh sistem pembuluh darah tubuh bereaksi dan menimbulkan syok (anafilaksis). Biasanya mulai dalam satu jam setelah konsumsi makanan dan gejala kembali setelah 1-2 jam. kebanyakan alergi makanan pada anak terjadi dalam tahun pertamakedua. reaksi tersebut kadang menghilang dengan waktu, sedangkan alergi makanan lain yang diderita waktu bayi biasanya menetap. alergi terhadap susu atau soya juga terjadi pada bayi dan anak kecil. alergi ini terkadang tidak berupa urtikaria atau asma, tetapi lebih berupa kolik, mungkin darah dalam tinja atau gangguan pertumbuhan. anak dengan alergi makanan dapat menjadi sangat aktif (hiperaktif), lekas marah, dan agresif. Hubungan antara makanan dan perubahan emosi, saat ini masih diselidiki.

Akibat yang dapat ditimbulkan alergi makanan.

akan timbul gejala rinitis dan konjungtivitis. Bila reaksi terjadi di saluran napas, timbul gejala asma seper ti batuk, sesak dan napas bunyi/mengi. Bila reaksi terjadi di saluran cerna, timbul mual, muntah, usus sakit dan diare. Bila reaksi terjadi di kulit, timbul kaligata, bengkak-bengkak atau ekzema di lipat tubuh. anafilaksis ringan dapat berupa gejala ringan, seperti semutan

Prof. DR. Dr. Karnen G. Baratawidjaja, Dokter Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi RS Pondok Indah

37