P. 1
Laporan Magang Rumah Sakit Tingkat III Wijayakusuma Purwokerto

Laporan Magang Rumah Sakit Tingkat III Wijayakusuma Purwokerto

|Views: 3,613|Likes:
Dipublikasikan oleh Arie Nizar Sidqi

More info:

Published by: Arie Nizar Sidqi on Oct 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

STUDI PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN DI RUMAH SAKIT TINGKAT III 04.06.01 WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2011

Oleh: ARIE NIZAR SIDQI P17433210026

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PROGRAM STUDI D-IV KESEHATAN LINGKUNGAN JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2011

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

STUDI PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN
DI RUMAH SAKIT TINGKAT III 04.06.01 WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO

TAHUN 2011

Disusun sebagai persyaratan untuk menempuh mata kuliah Praktek Kerja Lapangan

Oleh: ARIE NIZAR SIDQI P17433210026

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO PROGRAM STUDI D-IV KESEHATAN LINGKUNGAN TAHUN 2011

HALAMAN PERSETUJUAN

Dengan ini menerangkan bahwa Laporan Praktek Kerja Lapangan mahasiswa Program Studi Diploma IV Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Semarang Kemenkes Semarang berjudul ” STUDI PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN DI RUMAH SAKIT TINGKAT III O4.O6.01

WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2011. Yang disusun oleh: Nama Mahasiswa NIM : Arie Nizar Sidqi : P17433210026 Juli 2011.

Telah disetujui dan di sahkan pada tanggal
Pembimbing Lapangan

Dosen Pembimbing PKL

Dwi Pusparini, Amd.KL NIP. 1978 1007200 712 2001

Sugeng Abdullah, SST, M.Si NIP : 19630716 195803 1 005

Suparmin, SST. M. Kes NIP : 19670527 198803 1 002

Mengetahui Ketua Tim Dosen Praktek Kerja Lapangan

Sujoto Hernady, M. Sc NIP. 19480613 197007 1 001

HALAMAN PERSETUJUAN

Dengan ini menerangkan bahwa Laporan Praktek Kerja Lapangan mahasiswa Program Studi Diploma IV Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Semarang Kemenkes Semarang berjudul ” STUDI PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN DI RUMAH SAKIT TINGKAT III O4.O6.01

WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2011”. Yang disusun oleh Nama Mahasiswa NIM : : ARIE NIZAR SIDQI : P17433210026

Telah diseminarkan dengan pembimbing seminar PKL dan di sahkan pada tanggal Agustus 2011. Dosen Pembimbing PKL Dosen Penguji PKL

Sugeng Abdullah,SST, M.Si NIP : 19670527 198803 1 002

Yulianto, BE, S.Pd, M.Kes NIP. 19610731 198403 1 003

Suparmin, SST. M. Kes NIP : 19670527 198803 1 002 Mengetahui Ketua Tim Dosen Praktek Kerja Lapangan

Sujoto Hernady, M. Sc NIP. 19480613 197007 1 001

IDENTITAS PESERTA PKL

Nama Mahasiswa NIM Alamat Rumah

: Arie Nizar Sidqi : P17433210026 : Jl. R.a Kartini No 343 Rt:33/ 04 Randudongkal, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang – Jateng (53253)

Nomor Telephone Institusi Tempat PKL Nama Institusi Unit Kerja Alamat Institusi Nomor Telphone Pembimbing Lapangan Dosen Pembimbing

: 085643388555 : Rumah Sakit : Rumah Sakit Tk III Wijayakusuma Purwokerto : Instalasi Penunjang Keperawatan (JANGWAT) : Jl. Prof. Dr. H.R Boenyamin Purwokerto 53121 :( 0281) 637100 : Dwi Pusparini, Amd.KL : 1. Sugeng Abdullah, SST, M.Si 2. Suparmin, SST. M. Kes Purwokerto , Juli 2011

Peserta PKL Photo 3x4 Arie Nizar Sidqi NIM. P17433210026

PRAKATA

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan karunia dan rahmat-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas terstruktur mata kuliah Praktek Kerja Lapangan dengan judul “STUDI PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN DI RUMAH SAKIT TINGKAT III O4.O6.01 WIJAYAKUSUMA

PURWOKERTO TAHUN 2011”. Tujuan dari penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini adalah sebagai persyaratan untuk menempuh Mata Kuliah Praktek Kerja Lapangan. Penyusunan laporan ini penulis banyak menemui kesulitan dan hambatan, tetapi atas berkat dorongan dan bantuan baik materil maupun moril dari berbagai pihak akhirnya penyusunan laporan ini dapat terselesaikan, untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Direktur Utama Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto yang telah memberi izin kepada kami untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto. 2. Bapak Sugiyanto, S.Pd, M.App. Sc, selaku Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. 3. Bapak Sugeng Abdullah, S.ST, M.Si, selaku Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang, dan selaku Dosen Pembimbing Praktek Kerja Lapangan. 4. Bapak Yulianto, BE, S.Pd, M.Kes, selaku Ketua Prodi DIV Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.

5. Dwi Pusparini, Amd. KL, selaku Pembimbing Lapangan Praktek Kerja Lapangan di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto. 6. Teman-teman semua yang telah mendukung dan membantu penyelesaian Laporan Praktek Kerja Lapangan ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini masih banyak kekurangan, maka untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapangan. Selanjutnya, Penulis berharap semoga Laporan Praktek Kerja Lapangan ini dapat bermanfaat untuk pembaca.

Purwokerto, Juli 2011

Penulis

DAFTAR ISI

COVER ................................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN .......................................................................... iiii IDENTITAS PESERTA PKL........................................................................... iv PRAKATA........................................................................................................... v DAFTAR ISI........................................................................................................ vii DAFTAR TABEL.......................................................................................... ix BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang.................................................................................... 1 B. Tujuan................................................................................................. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penyehatan ruang bangunan dan halaman rumah sakit ................... 6 B. Penyehatan makanan minuman....................................................... 10 C. Penyehatan Air................................................................................ 11 D. Pengelolaan limbah......................................................................... 11 E. Pengelolaan tempat pencucian linen............................................... 12 F. Pencegahan dan pemberantasan binatang pengganggu.................. 16 G. Upaya promosi kesehatan dari aspek kesehatan lingkungan.......... 16 BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN A. Waktu Pelaksanaan........................................................................ 19 B. Lokasi............................................................................................. 19 C. Ruang lingkup................................................................................ 19

D. Kegiatan yang dilaksanakan.......................................................... 19 BAB IV HASIL A. Hasil 1. Gambaran umum......................................................................... 20 2. Gambaran khusus........................................................................ 31 B. Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan......................................................................................... 49 B. Saran ................................................................................................... 50 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

4.1 Distribusi ketenagaan RSWK Berdasarkan Pangkat................................. 4.2 Distribusi ketenagaan RSWK Berdasarkan Kualifikasi............................ 4.3 Tenaga medis........................................................................................... 4.4 Tenaga paramedis.................................................................................... 4.5 Tenaga non Medis.................................................................................... 4.6 Kapasitas Tempat Tidur...........................................................................

15 43 46 61 64 65

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang selalu berperan aktif dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan berlatar belakang kesehatan lingkungan. Kesehatan lingkungan perlu diterapkan dalam rangka mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, yaitu keadaan lingkungan bebas dari risiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia. Upaya ini akan meningkatkan mutu lingkungan hidup, salah satu tujuannya adalah lingkungan hidup yang sehat, perilaku sehat dan terjaminnya kesehatan masyarakat secara merata. Derajat kesehatan yang optimal yang dapat dicapai dengan berbagai upaya, yang salah satunya mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, diperlukan dukungan dari sumber daya manusia yang berpengetahuan luas dan terampil di bidang kesehatan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan hidup yang tidak dapat diabaikan, dan lingkungan yang tercemar dan kotor akan mempengaruhi kesehatan manusia. Timbulnya pencemaran dan mewabahnya berbagai penyakit menunjukkan ketidakmampuan dari sumber daya manusia yang menanganinya. Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokero (JKL Purwokerto) Politeknik Kesehatan Depkes Semarang sebagai salah satu 1

2

lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan kesehatan DIII dan DIV bidang kesehatan lingkungan selalu berupaya menghasilkan lulusan yang mampu dan terampil dalam melaksanakan berbagai tugas dalam bidangnya, berkepribadian tinggi, bertanggung jawab, percaya diri, serta mampu mengembangkan diri dalam bidang profesinya. Salah satu tempat magang bagi mahasiswa Politeknik Kesehatan Depkes Semarang Jurusan DIV Kesehatan Lingkungan Purwokerto adalah rumah sakit. Rumah sakit merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan, baik pencegahan maupun pengobatan penyakit serta pelaksanaan rujukan. Rumah sakit merupakan unit kerja yang melibatkan berbagai profesi kesahatan yang bekerjasama dalam proses penyembuhan pasien. Rumah sakit sebagai instansi masyarakat yang memberikan pelayanan kesehatan, juga menghasilkan berbagai jenis limbah cair dan padat yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat di rumah sakit masyarakat di lingkungan sekitar. Upaya adanya kesehatan lingkungan rumah sakit dapat diusahakan melalui pengawasan dalam berbagai factor lingkungan baik fisik, kimiawi maupun biologi yang dapat menimbulkan atau berpotensi mengakibatkan dampak buruk pada kesehatan jasmani, rohani, maupun kesejahteraan soaial bagi petugas, pengunjung, maupun masyarakat sekitar rumah sakit. Penyehatan lingkungan rumah sakit merupakan upaya dan bagian yang tidak terpisahkan dari system pelayanan kesehatan di rumah sakit dalam memberikan layanan dan asuhan pasien yang sebaik-baiknya, karena tujuan

3

dari sanitasi rumah sakit tersebut adalah menciptakan kondisi lingkungan rumah sakit agar tetap bersih, nyaman, dan dapat mencegah terjadinya infeksi silang serta tidak mencemari lingkungan. Salah satu factor lingkungan yang perlu diperhatikan sehubungan dengan pelayanan sanitasi rumah sakit adalah pengelolaan limbah yang meliputi kegiatan rawat jalan, rawat ianap, pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi, patologi, kedokteran, dan sebagainya nyang menghasilkan berbagai macam limbah atau buangan. Limbah rumah sakit tgermasuk jenis limbah domestik yang berasal dari buangan kamar mandi, laundry, dapur, sisa proses penyembuhan orang sakit dan dari laboratorium klinis yang memungkinkan bahan buangan tersebut merupakan sumber berbagai penyakit dan mengandung bahan kimia, bakteri pathogen serta radioaktif. Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto adalah rumah sakit Dinas Kesahatan Tentara yang ada di Purwokerto yang termasuk dalam klasifikasi tingkat tiga (kelas C), juga merupakan salah satu tempat dilaksanakannya upaya pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam pemulihan kesehatan penderita. Upaya pelayanan kesehatan terjadi interaksi antara petugas, pasien, dan pengunjung, sehingga pemantapan dan peningkatan upaya kesehatan di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto perlu diiringi oleh upaya peningkatan kondisi kesehatan lingkungan yang ada di dalam maupun sekitarnya. Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto merupakan rumah sakit yang telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan lingkungan dan sarana rumah

4

sakit. Rumah SakitWijaya Kusuma Purwokerto dapat dijadikan wahana bagi pelaksanaan magang mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang Jurusan DIV Kesehatan lingkungan Purwokerto. Praktek kerja/magang merupakan kegiatan perkuliahan yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa Program DIV Kesehatan Lingkungan sebagai bentuk pembelajaran terapan di lapangan yang merupakan penjabaran mata kuliah Manajemen Kesehatan Lingkungan (MKL). Mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman langsung sebagai pelaksana atau pengelola kegiatan kesehatan lingkungan di lahan kerja. Selain itu, mahasiswa diharapkan, mengenal lahan-lahan kerja yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan

yang tidak hanya terpaku pada organisasi Kementerian Kesehatan R.I. beserta jajarannya. Kegiatan praktek kerja lapangan atau magang juga diharapkan lebih mampu mengenalkan pentingnya profesi kesehatan lingkungan pada lahan kerja, sehingga dapat sebagai jembatan mendapatkan peluang kerja bagi para lulusan DIV Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang.

B. Tujuan 1. Tujuan Umum Memberikan pengalaman belajar secara terapan kepada mahasiswa dalam melaksanakan dan atau mengelola kegiatan kesehatan lingkungan pada dunia kerja.

5

2. Tujuan Khusus a. Mahasiswa mampu mengidentifikasi kegiatan kesehatan lingkungan di lokasi praktek kerja lapangan/magang. b. Mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan analisis permasalahan salah satu dan atau kegiatan kesehatan lingkungan di lokasi praktek kerja lapangan/magang. c. Mahasiswa mampu memberikan alternatif pemecahan masalah yang berkaitan dengan salah satu dan atau seluruh kegiatan kesehatan lingkungan. d. Mahasiswa mampu menyusun laporan kegiatan praktek kerja lapangan/magang lapangan/magang. yang dilaksanakan di lahan praktek kerja

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Penyehatan Ruang bangunan dan Halaman Rumah Sakit 1. Pengertian a. Ruang bangunan dan halaman rumah sakit adalah semua

ruang/unit dan halaman yang ada di dalam batas pagar rumah sakit (bangunan fisik dan kelengkapannya) yang dipergunakan untuk berbagai keperluan dan kegiatan rumah sakit. b. Pencahayaan di dalam ruang bangunan rumah sakit adalah

intensitas penyinaran pada suatu bidang kerja yang ada di dalam ruang bangunan rumah sakit yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif c. Pengawasan ruang bangunan adalah aliran udara di dalam ruang bangunan ruangan. d. Kebisingan adalah terjadinya bunyi yang tidak dikehendaki sehingga mengganggu dan/atau membahayakan kesehatan. e. Kebersihan ruang bangunan dan halaman adalah suatu keadaan atau kondisi ruang bangunan dan halaman bebas dari bahaya dan risiko minimal untuk terjadinya infeksi silang, dan masalah kesehatan dan keselamatan kerja. yang memadai untuk menjamin kesehatan penghuni

6

7

2.

Persyaratan a. Lingkungan Bangunan Rumah Sakit 1) Lingkungan bangunan rumah sakit harus mempunyai batas yang jelas, dilengkapi dengan pagar yang kuat dan tidak memungkinkan orang atau binatang peliharaan keluar masuk dengan bebas. 2) Luas lahan bangunan dan halaman harus disesuaikan dengan luas lahan keseluruhan sehingga tersedia tempat parkir yang memadai dan dilengkapi dengan rambu parkir. 3) Lingkungan bangunan rumah sakit harus bebas dari banjir. Jika berlokasi di daerah banjir harus menyediakan fasilitas/teknologi untuk mengatasinya. 4) Lingkungan rumah sakit harus merupakan kawasan bebas rokok 5) Lingkungan bangunan rumah sakit harus dilengkapi penerangan dengan intensitas cahaya yang cukup. 6) Lingkungan rumah sakit harus tidak berdebu, tidak becek, atau tidak terdapat genangan air dan dibuat landai menuju ke saluran terbuka atau tertutup, tersedia lubang penerima air masuk dan disesuaikan dengan luas halaman 7) Saluran air limbah domestik dan limbah medis harus tertutup dan terpisah, masing -masing dihubungkan langsung dengan instalasi pengolahan limbah.

8

8) Di tempat parkir, halaman, ruang tunggu, dan tempat-tempat tertentu yang menghasilkan sampah harus disediakan tempat sampah. 9) Lingkungan, ruang, dan bangunan rumah sakit harus selalu dalam keadaan bersih dan tersedia fasilitas sanitasi secara kualitas dan kuantitas yang memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga tidak memungkinkan sebagai tempat bersarang dan berkembang

biaknya serangga, binatang pengerat, dan binatang pengganggu lainnya. b. Konstruksi Bangunan Rumah Sakit 1) Lantai a) Lantai harus terbuat dari bahan yang kuat, kedap air, permukaan rata, tidak licin, warna terang, dan mudah dibersihkan. b) Lantai yang selalu kontak dengan air harus mempunyai kemiringan yang cukup ke arah saluran pembuangan air limbah c) Pertemuan lantai dengan dinding harus berbentuk

konus/lengkung agar mudah dibersihkan 2) Dinding Permukaan dinding harus kuat, rata, berwarna terang dan menggunakan cat yang tidak luntur serta tidak menggunakan cat yang mengandung logam berat

9

3) Ventilasi a) Ventilasi alamiah harus dapat menjamin aliran udara di dalam kamar/ruang dengan baik. b) Luas ventilasi alamiah minimum 15 % dari luas lantai c) Bila ventilasi alamiah tidak dapat menjamin adanya

pergantian udara dengan baik, kamar atau ruang harus dilengkapi dengan penghawaan buatan/mekanis. d) Penggunaan ventilasi buatan/mekanis harus disesuaikan dengan peruntukkan ruangan. 4) Atap a) Atap harus kuat, tidak bocor, dan tidak menjadi tempat perindukan serangga, tikus, dan binatang pengganggu lainnya. b) Atap yang lebih tinggi dari 10 meter harus dilengkapi penangkal petir. 5) Langit-langit a) Langit-langit dibersihkan. b) Langit-langit tingginya minimal 2,70 meter dari lantai. c) Kerangka langit-langit harus kuat dan bila terbuat dari kayu harus anti rayap. harus kuat, berwarna terang, dan mudah

10

6) Konstruksi Balkon, beranda, dan talang harus sedemikian sehingga tidak terjadi genangan air yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes. 7) Pintu Pintu harus kuat, cukup tinggi, cukup lebar, dan dapat mencegah masuknya serangga, tikus, dan binatang pengganggu lainnya.

B. Penyehatan Makanan dan Minuman 1. Mengawasi asal bahan makanan, kebersihan bahan makanan, tempat penyimpanan bahan makanan dan alat pengolah. 2. Mengawasi cara menjamah, pengolahan, penyajian dan pendistribusian makanan. 3. Mengawasi cara pembersihan dan cara pencucian alat masak dan alat angkut makanan jadi/matang. 4. Melakukan pengambilan dan pengiriman sampel makanan jadi dan alat usap makanan ke laboratorium untuk diadakan pemeriksaan bakteriologis. 5. Melakukan Pemeriksaan rectal swab/usap dubur terhadap penjamah makanan.

11

C. Penyehatan Air 1. Melakukan pengawasan terhadap sistem distribusi, jumlah penyediaan dan pemakaian air bersih. 2. Melakukan pengawasan pengambilan dan pengiriman sampel air ke laboratorium untuk diadakan pemeriksaan fisik, kimia, sisa chlor dan bakteriologis. 3. Bertanggungjawab terhadap kegiatan kaporisasi, tawasisasi, dan abatisasi

D. Pengelolaan Limbah 1. Pengelolaan Limbah Padat a. Melakukan pengawasan tentang cara-cara penempatan pemisahan sampah dan pengelolaan selanjutnya. b. Melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada para karyawan dan petugas pengelolaan sampah. c. Melakukan pengawasan pemusnahan sampah medis di Incenerator. d. Pengawasan kebersihan kereta sampah medis dan non medis. e. Pengawasan kebersihan WC medis dan sekitarnya. 2. Pengelolaan Limbah Cair a. Memelihara dan melakukan tindakan terhadap perbaikan kualitas air limbah rumah sakit. b. Mengambil dan mengirim sampel air limbah ke laboratorium untuk diadakan pemeriksaan fisika, kimiawi dan bakteriologis.

12

c. Melakukan pengawasan terhadap dampak negatif dari pengelolaan limbah. d. Mengatasi sumbatan-sumbatan pada aliran air limbah e. Merawat dengan baik upaya supaya bisa berfungsi secara optimal. E. Pengelolaan Tempat Pencucian Linen (LAUNDRY) 1. Pengertian Laundry rumah sakit adalah tempat pencucian linen yang dilengkapi dengan sarana penunjangnya berupa mesin cuci, alat dan disinfektan, mesin uap (steam boiler), setrika. 2. Persyaratan a. Suhu air panas untuk pencucian 70°C dalam waktu 25 menit atau 95°C dalam waktu 10 menit b. Penggunaan jenis deterjen dan disinfektan untuk proses pencucian yang ramah lingkungan agar limbah cair yang dihasilkan mudah terurai oleh lingkungan c. Standar kuman bagi linen bersih setelah keluar dari proses tidak mengandung 6 x 10 spora spesies Bacilus per inci persegi. 3. Tata Laksana a. Di tempat laundry tersedia kran air bersih dengan kualitas dan tekanan aliran yang memadai, air panas untuk disinfeksi dan tersedia disinfektan.
3

pengering, meja

dan meja

13

b.

Peralatan cuci dipasang permanen dan diletakkan dekat dengan saluran pembuangan air limbah serta tersedia mesin cuci yang dapat mencuci jenis-jenis linen yang tersedia mesin cuci yang dapat mencuci jenis-jenis linen yang berbeda.

c.

Tersedia ruangan dan mesin cuci yang terpisah untuk linen infeksius dan non infeksius.

d.

Laundry harus dilengkapi saluran air limbah tertutup yang dilengkapi dengan pengolahan awal (pre-treatment) sebelum dialirkan ke instalasi pengolahan air limbah.

e.

Laundry harus disediakan ruang-ruang terpisah sesuai kegunaannya yaitu ruang linen kotor, ruang linen bersih, ruang untuk perlengkapan kebersihan, ruang perlengkapan cuci, ruang kereta linen, kamar mandi dan ruang peniris atau pengering untuk alat-alat termasuk linen.

f.

Untuk rumah sakit yang tidak mempunyai Laundry tersendiri, pencuciannya dapat bekerjasama dengan pihak lain dan pihak lain tersebut harus mengikuti persyaratan dan tatalaksana yang telah ditetapkan.

g.

Perlakuan terhadap linen 1) Pengumpulan, dilakukan : a) Pemilahan antara linen infeksius dan non-infeksius dimulai dari sumber dan memasukkan linen ke dalam kantong plastik sesuai jenisnya serta diberi label.

14

b) Menghitung dan mencatat linen di ruangan. 2) Penerimaan a) Mencatat linen yang diterima dan telah terpisah antara infeksius dan non-infeksius. b) Linen dipilah berdasarkan tingkat kekotorannya. 3) Penerimaan a) Menimbang berat linen untuk menyesuaikan dengan kapasitas mesin cuci dan kebutuhan deterjen dan disinfektan. b) Membersihkan linen kotor dan tinja, urin, darah, dan muntahan kemudian merendamnya dengan menggunakan disinfektan. c) Mencuci dikelompokkan berdasarkan tingkat

kekotorannya. 4) 5) 6) Pengeringan Penyetrikaan Penyimpanan a) Linen harus dipisahkan sesuai jenisnya. b) Linen baru yang diterima ditempatkan di lemari bagian bawah. c) Pintu lemari selalu tertutup.

15

7)

Distribusi dilakukan berdasarkan kartu tenda terima dari petugas penerima, kemudian petugas menyerahkan linen bersih kepada petugas ruangan sesuai kartu tanda terima.

8)

Pengangkutan a) Kantong untuk membungkus linen bersih harus dibedakan dengan kantong yang digunakan untuk membungkus linen kotor. b) Menggunakan kereta dorong yang berbeda dan tertutup antara linen bersih dan linen kotor. Kereta dorong harus dicuci dengan disinfektan setelah digunakan mengangkut linen kotor. c) Waktu pengangkutan linen bersih dan kotor tidak boleh dilakukan bersamaan. d) Linen bersih diangkut dengan kereta dorong ayng berbeda warna. e) Rumah sakit yang tidak mempunyai laundry tersendiri, pengangkutannya dari dan ke tempat laundry harus menggunakan mobil khusus.

h.

Petugas yang bekerja dalam pengelolaan laundry linen harus menggunakan pakaian kerja khusus, alat pelindung diri dan dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta dianjurkan memperoleh imunisasi hepatitis B.

16

F. Pencegahan dan Pemberantasan Binatang Penganggu Melakukan perencanaan kegiatan pemberantasan binatang-binatang yang menganggu kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah sakit, seperti semut, kecoa, lalat, ulat, tikus, dan kucing.

G. Upaya Promosi Kesehatan Dari Aspek Kesehatan Lingkungan 1. Pengertian a. Promosi higiene dan sanitasi adalah penyampaian pesan tentang higiene dan sanitasi rumah sakit kepada pasien/keluarga pasien dan pengunjung, karyawan terutama karyawan baru serta masyarakat sekitarnya agar mengetahui, memahami, menyadari, dan mau mmbiasakan diri berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta dapat memanfaatkan fasilitas sanitaso rumah sakit dengan benar. b. Promosi kesehatan lingkungan adalah penyampaian pesan tentang yang berkaitan dengan PHBS yang sasarannya ditujukan kepada karyawan. 2. Persyaratan Setiap rumah sakit harus melaksankan upaya promosi higiene dan sanitasi yang pelaksanaannya dilakukan oleh tenaga/unit organisasi yang menangani promosi kesehatan lingkungan rumah sakit. 3. Tata Laksana Promosi higiene dan sanitasi dapat dilaksanakan dengan

menggunakan cara langsung, media cetak, maupun media elektronik.

17

a.

Secara langsung : konseling, diskusi, ceramah, demonstrasi, partisipatif, pameran, melalui pengeras suara, dan lain-lain.

b.

Media cetak : penyebaran, pemasangan poster, gambar, spanduk, tata tertib, pengumuman secara tertulis, pemasangan petunjuk.

c.

Media elektronik : radio, televisi Pelaksana promosi higiene dan sanitasi supaya dilakukan oleh

seluruh karyawan rumah sakit dibawah koordinasi tenaga/unit organisasi penanggungjawab penyelenggara kesehatan lingkungan rumah sakit yang menangani promosi kesehatan lingkungan rumah sakit. Sasaran promosi higiene dan sanitasi adalah pasien/keluarga pasien, pengunjung, karyawan rumah sakit, serta masyrakat sekitarnya. Pesan promosi higiene dan sanitasi hendaknya disesuaikan dengan sasaran. Pesan promosi kesehatan lingkungan untuk karyawan berisi hubungan fasilitas sanitasi dengan kesehatan, syarat-syarat fasilitas sanitasi, pentingnya pengadaan/pemeliharaan/pembesihan fasilitas sanitasi,

pentingnya memberi contoh terhadap pasien/keluarga pasien dan pengunjung tentang memanfaatkan fasilitas sanitasi serta fasilitas kesehatan lainnya dengan benar. Pesan promosi kesehatan lingkungan untuk pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan masyarakat disekitarnya berisi tentang cara-cara dan pentingnya membiasakan diri hidup bersih dan sehat, memanfaatkan fasilitas sanitasi dan fasilitas kesehatan lainnya dengan benar.

18

Materi promosi kesehatan lingkungan sangat penting diketahui oleh seluruh karyawan rumah sakit, untuk itu dapat disampaikan pada waktu orientasi karyawan baru atau pada pertemuan secara berkala.

19

BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Waktu Pelaksanaan Kegiatan praktek/magang ini dilaksanakan mulai tanggal 16 Mei hingga tanggal 15 Juni 2011. B. Lokasi Kegiatan praktek/magang ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto Jln. Prof. Dr. H.R. Boenyamin Purwokerto C. Ruang Lingkup Ruang lingkup dalam kegiatan PKL ini meliputi seluruh kegiatan dalam bidang kesehatan lingkungan serta manajemen kesehatan lingkungan di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto

D. Kegiatan yang Dilakukan 1. Mengikuti prosedur kerja/protap yang ada di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto. 2. Pengumpulan data fasilitas dan kegiatan tentang kesehatan lingkungan di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto. 3. Menguraikan kegiatan manajemen kesehatan lingkungan di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto 4. Penulisan laporan dan bimbingan 5. Penyajian laporan (seminar)

20

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Gambaran Umum Rumah Sakit a. Sejarah Singkat Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto Rumah sakit Tingkat II 04.06.01 Wijayakusuma

Purwokertodulunya bernama Rumah Sakit Brigade 8/III Sunan Gunung Jati, yang merupakan rumah sakit Belanda yang diserahkan ke Divisi II Sunan Gunung Jati dengan Rumah Sakit III/711 yang sekarang adalah Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas bagian Utara. Tanggal 1 april 1967 berdasarkan Surat Pemerintah Danrem 071 Nomor Sprin/106/III/1967 Rumah Sakit III/711 dipindahkan ke kompleks Yonif 402 di Glempang Puwokerto. Luas tanah yang diberikan kepada rumah sakit seluas 25.480 m², sebagian masih berupa sawah dan luas bangunan yang diberikan seluas 2.850 m². Untuk memperbaiki kondisi gedung yang rusak berat, Danren 071 Wijayakusuma membentuk Panitia Pembangunan Rumah Sakit

Wijayakusuma. Tanggal 26 Oktober 1967 bertepatan dengan HUT KESAD rumah sakit baru secara resmi digunakan. Rumah Sakit ini diberi nama Rumah Sakit Wijayakusuma sesuai dengan nama Korem

071/Wijayakusuma. Tujuan agar masyarakat lebih mengenal karena selama ini masyarakat sulit mangenal karena selama ini masyarakat sulit mengenal kode militer. Pada tanggal 29 September 1971 rumah sakit ini

21

ditingkatkan menjadi Rumah Sakit II/711 Tahun 1985 namanya di ubah menjadi Rumah Sakit Tingkat III Wijayakusuma, dan pada Tahun 1986 namanya kembali diubah menjadi Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma hingga saat ini. Berdasarkan Kepmenkes Nomor

GM.01.10/III/3503/09 tanggal 8 September 2009 Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto telah terakreditasi dengan status akreditasi penuh tingkat dasar. b. Lokasi dan Batas Geografis Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto. Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto adalah satu-satunya rumah sakit dinas kesehatan tentara yang ada di kota Purwokerto. Batas-batas geografis Rumah Sakit Wijayakusuma

Purwokerto adalah sebagai berikut; 1) Sebalah Timur 2) Sebelah Barat 3) Sebelah Utara 4) Sebelah selatan : Lapangan Golf Wijayakusuma : Jl. Prof. Dr. H.R Boenyamin : Lapangan Golf Wijayakusuma : Pemukiman penduduk

Bangunan Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto merupakan bangunan ex. Yonif 450 yang mulai digunakan sejak tahun 1958 dan menjadi Rumah Sakit sejak tahun 1967. Kondisi Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto saat ini sebagai berikut: 1) Luas tanah : 36.995 m² 2) Luas bangunan : 10.959 m²

22

3) Panjang jalan dalam rumah sakit : 910 m dengan lebar 4 m 4) Air PDAM dengan rata-rata penggunaan tiap bulan 5.050 m3, juga tersedia sumur pompa sebagai cadangan. c. Status Kepemilikan Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto Saat ini Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto yang berdiri diatas lahan seluas 5 ha merupakan Rumah Sakit Tingkat di Jajarkan TNI yang berada di bawah Detasemen Kesehatan Wilayah

(Denkesyah) 04.04.01 Purwokerto. d. Ketenagaan Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto Rumah Sakit Tingkat III 06.04.01 Wijayakusuma Purwokerto dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat didukung oleh tenega medis, paramedis dan non medis. Terdapat tiga jenis tenaga sukarela. Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto menggunakan TOP / DSSp sesuai dengan Skep Kasad Nomor : Kep/69/XII/2005 tanggal 24 Desember 2004 tentang Organisasi dan Tugas Kesehatan KOMando Daerah Militer (ORGAS KESDAM). Jumlah pegawai berdasarkan data nominatif anggota Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto tahun 2011 seluruhnya ada 359 orang, dengan rincian sebagai berikut:

23

1) Berdasarkan pangkat/golongan Tabel 4.1. Distribusi Ketenagaan Rumah Sakit Wijayakusuma Berdasarkan Pangkat/Golongan Tahun 2011.

NO.

PANGKAT / GOL

KEKUATAN TOP / Nyata DSSP

KET

1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

2 LETKOL MAYOR KAPTEN LETNAN PEMBANTU LETNAN SERSAN KOPRAL PRAJURIT PNS GOL. IV PNS GOL. III PNS GOL. II PNS GOL. I Personil Anggota SMF Dokter Spesialis Dokter Umum / Gigi Paramedis Fungsional

3 1 9 7 4 1 8 2 2 27 152 3 3 12

1 11 4 2 2 21 9 47 60 -

5

1 BP

Anggota SMF Pangkat Tidak Ditentukan

Jumlah 231 157 Sumber : Bagian Personalia RSWK Tahun 2011. 2) Berdasarkan Kualifikasi Tabel 4.2. Distribusi Ketenagaan Rumah Sakit Wijayakusuma Berdasarkan Kualifikasi Tahun 2011. Organik Tamu Militer PNS 1. Medis 4 2 33 2. Paramedis 40 57 3. Non medis 4 50 Jumlah 48 109 33 Sumber : Bagian Personalia RSWK Tahun 2011. No Kualifikasi TS 92 110 202 Jumlah 39 189 164 392

24

3) Berdasarkan profesi a) Tenaga Medis Tabel 4.3. Distribusi Ketenagaan Rumah Sakit Wijayakusuma Berdasarkan Profesi Medis Tahun 2011.

NO

TENAGA MEDIS

MIL PNS

TAMU JML KET

1 2 3 4 5 6 7

Spesialis bedah umum Spesialis bedah syaraf Spesialis bedah ortopedi Spesialis bedah mulut Spesialis Anestesi Spesialis Obsgyn Spesialis penyakit anak

1 1 1 -

-

6 1 1 1 3 1

6 2 1 2 4 1 1

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Spesialis penyakit dalam Spesialis kesehatan jiwa Spesialis Syaraf Spesialis Mata Spesialis THT Spesialis Kulit Kelamin Spesialis Rehab Medik Spesialis Radiologi Spesialis Patologi Klinik Dokter Umum Dokter Gigi

1 4

2 2

2 1 2 2 2 1 1 1 7 1 33

2 1 2 2 2 1 1 1 10 1 39

MIL

JUMLAH

Sumber : Bagian Personalia RSWK Tahun 2011.

25

b) Tenaga Paramedis Tabel 4.4. Distribusi Ketenagaan Rumah Sakit Wijayakusuma Berdasarkan Profesi Paramedis Tahun 2011. NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 TENAGA PARAMEDIS Akper SPK Bidan Tenaga Keperawatan lain Apoteker Asisten Apoteker D3 Farmasi Analis Farmasi SMF Akademi / D3 Gizi Fisioterapi Penata Rontgen Teknisi Elektro Medis Analis Kesehatan Penata Anestesi AKL D3 Refraksi Optisi D3 Terapi Wicara MIL 9 20 5 1 2 1 2 40 PNS 31 2 4 9 1 1 1 1 2 3 1 1 57 TS 67 10 1 1 2 3 2 4 1 1 92 JML 107 22 14 14 3 2 2 1 4 2 2 2 1 9 1 1 1 1 189

JUMLAH

Sumber : Bagian Personalia RSWK Tahun 2011.

26

c) Tenaga Non Medis Tabel 4.5. Distribusi Ketenagaan Rumah Sakit Wijayakusuma Berdasarkan Profesi Non Medis Tahun 2011.
NO STRATA / DIK MIL PNS TS JML

1

Strata a. Ekonomi b. Teknik Inform & Manaj 2 1 2 1

2

Akademi a.Manaj.Inform. & Komp. b. Rekam Medik 4 JUMLAH

33 12 6 50

1 2 80 18 12 116

1 2 118 30 18 172

3 4 5

SLTA SLTP SD

4

Sumber : Bagian Personalia RSWK Tahun 2011.

Waktu kerja karyawan di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto adalah sebagai berikut: 1) Karyawan unit gawat darurat dan ruang inap a) Shift I : Jam 07.00 sampai 14.00 WIB b) Shift II : Jam 14.00 sampai 20.00 WIB c) Shift III : Jam 20.00 sampai 07.00 WIB 2) Karyawan laboratorium, apotik, bedah dan radiologi dari jam 07.00 WIB sampai jam 14.00 WIB, kecuali hari Jumat sampai jam 11.00 WIB dan hari Sabtu sampai jam 13.00 WIB. Untuk karyawan jaga piket berlanjut sampai pagi hari jam 07.00 WIB.

27

3) Karyawan instalasi gizi pergantian shiftnya dua hari sekali, jam kerja selama 24 jam. 4) Karyawan cleaning services dari jam 06.00 sampai 14.00 WIB Karyawan staf dari jam 07.00 sampai jam 14.30, kecuali hari Jumat sampai jam 15.30 WIB dan hari Sabtu libur, kecuali karyawan yang jaga piket sampai pagi jam 07.00 WIB pada hari berikutnya. e. Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit Tingkat III 04.06001 Wijayakusuma Purwokerto mempunyai tempat tidur sebanyak 146 buah dengan rincian sebagai berikut: Tabel 4.6. Jumlah Tempat Tidur Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto Tahun 2011 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Bangsal / Ruangan Jumlah Tempat Tidur

Bangsal bedah pria 20 Bangsal bedah wanita & anak 20 Bangsal Penyakit Dalam Pria 30 Bangsal Penyakit Dalam Wanita 25 Bangsal Anak 10 Bangsal kebidanan & Penyakit 16 Kandungan 7. Kelas Utama 12 8. Paviliun Anggrek 4 9. Paviliun Bougenvile 5 10. Paviliun Melati 4 11. ICU 6 Jumlah 146 Sumber : Bagian personalia RSWK tahun 2011

28

f. Jenis dan Prosedur Pelayanan Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto Jenis pelayanan medis di Rumah Sakit Tingkat III04.06,01 Wijayakusuma Purwokerto meliputi pelayanan rawat inap, pelayanan rawat jalan dan pelayanan pada instansi gawat darurat. Pelayanan penunjang medis antara lain pemeriksaan laboratorium, farmasi, askes, dan radiologi. Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto juga menerima rujukan kepada jenjang pelayanan yang lebih tinggi sesuai dengan permintaan pihak pasien baik swasta maupun negeri. Prosedur pelayanan pasien di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto disesuaikan klasifikasi pasien. Ada 3 klasifikasi pasien, yaitu: 1) Pasien Dinas Pasien dinas adalah pasien dari Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS)-TNI dan keluarganya (terdiri dari istri/suami yang sah, anggota TNI/PNS-TNI yang belum bekerja/belummenikah dan berusia 21 tahun atau maksimal 25 tahun yang dibuktikan dengan keterangan dari sekolah/perguruan tinggi). 2) Pasien Askes Pasien Askes adalah PNS Departemen beserta keluarganya yang termasuk dalam kartu Askes dan Purnawirawan/Pensiunan yang termasuk dalam kartu askes.

29

3) Pasien Umum/Swasta Pasien umum/swasta adalah pasien yang mendapatkan pelayanan dari Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma purwokerto selain anggota Prajurit PNS-TNI dan keluarganya. Pasien umum/swasta terdiri dari 2 macam, yaitu: a) Pasien umum bayar, yaitu pasien yang mendapatkan pelayanan dari Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto dengan menggunakan pembayaran. b) Pasien jaminan perusahaan /asuransi, yaitu pasien yang mendapat pelayanan kesehatan dengan menunjukan surat jaminan dari perusahaan/asuransi tanpa dipungut biaya. g. Acuan Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto 1) Falsafah Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma

Purwokerto Falsafah yang di anut oleh Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan adalah “ Dengan sikap profesionalisme memberikan pelayanan pelayanan kepada pasien sehingga tercipta kepuasan semua pihak” 2) Visi Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto menjadi kebanggaan setiap prajurit dan senantiasa mengutamakan keselamatan pasien.

30

3) Misi Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh prajurit dan masyarakat serta senantiasa mengutamakan keselamatan pasien. 4) Motto Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto 4 S yaitu Senyum, Sapa, Sentuh, Sembuh. 5) Tujuan Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Peningkatan sumber daya manusia Peningkatan kesejahteraan personilnya

6) Fungsi Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto Administrasi : mengelola administrasi rumah sakit. Pelayanan : memberikan pelayanan kesehatan kepada

masyarakat penggunanya. Diklat : mendidik dan melatih personil dalam rangka peningkatan sumber daya manusia. Penyuluhan : memberikan penggunanya. informasi kesehtan kepada

31

2. Gambaran Khusus Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit a. Penyehatan Ruang Bangunan dan Halaman Rumah Sakit 1) Lantai Lantai di rumah sakit Wijayakusuma Purwokerto terbuat dari keramik putih, kuat, kedap air, tidak licin, permukaan rata, tidak terdapat genangan air, dan mudah dibersihkan. Untuk lantai yang selalu kontak dengan air memiliki kemiringan yang cukup ke arah saluran pembuangan air. Hal tersebut sudah sesuai dengan standaryang ada. Pembersihan lantai dilakukan dua kali sehari oleh petugas kebersihan. 2) Dinding Hasil observasi menunjukkan bahwa dinding di rumah sakit Wijayakusuma Purwokerto sudah memenuhi persyaratan

konstruksi dan kesehatan yang telah ditentukan. Untuk menjaga kebersihan, dilakukan pembersihan terhadap dinding di setiap unit rumah sakit setiap bulan dengan frekuensi sebanyak dua kali. 3) Ventilasi Sistem ventilasi yang digunakan di rumah sakit

Wijayakusuma purwokerto adalah sistem ventilasi alam dengan jendela yang dapat dibuka dan ditutup dengan mudah. Beberapa ruangan menggunakan penghawaan mekanis berupa AC dan Exhauster. Berarti keadaan ventilasi di rumah sakit Wijayakusuma Purwokerto sudah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

32

4) Atap Atap rumah sakit Wijayakusuma Purwokerto terbuat dari genting, dalam keadaan baik, dan tidak menjadi tempat perindukan serangga ataupun tikus. Atap memiliki kemiringan yang cukup dan tidak terdapat kebocoran. Hal tersebut sesuai dengan persyaratan kesehatan yang telah ditentukan. 5) Kegiatan Sanitasi Ruang dan Bangunan Kegiatan sanitasi ruang bangunan yang dilakukan oleh petugas sanitasi seperti pengukuran pencahayaan, kelembaban dan suhu ruangan (kualitas fisika udara) yang dilakukan sebulan sekali. Salah satu contohnya adalah pengukuran pencahayaan. Syarat pencahayaan menurut Dirjen PPM dan PLP No.

HK.00.06.6.44 tentang persyaratan kesehatan lingkungan ruang dan bangunan serta fasilitas rumah sakit adalah keadaan baik di dalam maupun di luar ruangan harus mandapatkan pencahayaan dengan intensitas cahaya yang cukup berdasarkan fungsi ruangan tersebut. Pencahayaan alam dan buatan. Pencahayaan alam berasl dari masuknya sinar matahari melalui celah ventilasi, sedangkan pencahayaan buatan berasal dari lampu neon dengan warna cahaya putih. Hasil pengukuran Pencahayaan setiap unit di rumah sakit Wijayakusuma Purwokerto dapat dilihat pada berikut ini:

33

Tabel 4.7. Hasil Pengukuran Pencahayaan Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto tahun 2011.
No. 1. Ruangan Ruang Perawatan a. Sal Anak b. Sal Penyakit dalam Wanita c. Sal penyakit dalam Pria d. Sal Bedah Wanita e. Sal Bedah Pria f. Sal Utama g. Sal Kebidanan h. Sal Perwira/VIP Ruang IGD Ruang ICU Ruang Laboratorium Ruang Radiologi Ruang Operasi Ruang Cuci Linen Pagi 188 183 178 189 191 184 178 187 153 234 448 200 403 233 Pencahayaan (Lux) Siang 190 185 180 190 193 185 180 190 155 236 450 203 405 235 200 Sore 187 182 177 188 192 183 177 187 152 233 447 200 403 232 198

2. 3. 4. 5. 6. 7.

8. Ruang Dapur 198 Sumber : Bagian Personalia RSWK Tahun 2011.

Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto secara umum pencahayaan telah memenuhi standar yang ada. Hanya saja pada dapur pencahayaannya berkisar antara 198 Lux. Keadaan ini dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan minimal 200 lux, belum memenuhi persyaratankarena kurang. Dapur sebaiknya ditambah penerangannya dengan menggunakan daya yang lebih besar agar menghasilkan intensitas cahaya sesuai standar yang ada. b. Penyehatan Makanan dan Minuman Pengelolaan Makanan dan Minuman pada Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto dilakukan di Unit Instalasi Gizi. Sebelum pembelian bahan makanan dilakukan

34

perencanaan anggaran belanja makanan yang dilakukan bersama-sama oleh Kepala Rumah Sakit dan Kaur Penunjang Umum, Keuangan Rumah Sakit, dan Bagian Gizi yang bertujuan untuk mengajukan bahan makanan. Bahan makanan yang basah pemesananya disesuaikan dengan kebutuhan dan diperoleh dari usaha dagang yang berlangganan. Sedangkan bahan makanan yang kering (mie, bumbu dapur, minyak, dll) dibeli langsung dari koperasi yang ada di lingkup rumah sakit, dan dibeli setiap 10 hari sekali. Penyimpanan bahan makanan kering ditempatkan di gudang khusus sedangkan bahan makanan basah tidak dilakukan penyimpanan karena pemakaiannya sekali habis.

Pengolahan bahan makanan dilakukan tiga kali dalam sehari. Untuk makan pagi dikerjakan oleh pegawai dinas subuh dari jam 02.00-09.00, makan siang dikerjakan oleh pegawai dinas pagi jam 07.00-14.00, dan makan sore dikerjakan oleh pegawai dinas siang dari jam 12.00-18.30. Pengangkutan makanan/distribusi makanan menggunkan sistem

sentralisasi. Pengambilan makanan dilakukan oleh petugas penyaji dan petugas penyaji membagikan ke para pasien. Alat pelindung diri untuk para penjamah makanan sudah disediakan secara lengkap tetapi para penjamah makanan hanya menggunakan celemek untuk memasak, sedangkan alat pelindung diri lainnya (masker dan sarung tangan) tidak digunakan karena merasa tidak biasa dan tidak nyaman. Penggunaan alas kaki di luar dan di

35

dalam ruangan dapur sudah dibedakan dan penjamah makanan bebas berbicara saat menggolah, meracik makanan, dan menyajikan/fooding Dalam penyimpanan peralatan masak usai proses pencucian diletakan di rak terbuka dan belum menggunakan 3 bak pencucian. c. Penyehatan Air Bersih (PAB) Sarana air bersih di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto bersumber dari PDAM dan air tanah. Debit airnya sebesar 2,3 lt/dtk dengan kebutuhan air sebesar 230 m³/hari yang dikeluarkan melalui 420 titik sambungan perpipaan. Secara fisik, sarana air bersih yang tersedia di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto telah memenuhi syarat dan memenuhi kebutuhan karena ditinjau dari keluhan pengunjung mengenai kualitas air tidak ada. Secara kimia dan mikrobiologis, sarana air bersih dari PDAM telah memenuhi syarat kesehatan. Sedangkan, untuk penggunaan air tanah untuk kebutuhan air bersih belum maksimal. d. Pengolahan Limbah 1) Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma

Purwokerto belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga limbah cair yang dihasilkan dialirkan langsung ke sungai yang arusnya mengalir melalui pemukiman penduduk. Namun untuk limbah yang berasal dari WC ruang perawatan dan poliklinik dibuang ke septic tank. Limbah laundry di buang ke

36

peresapan yang tidak jauh dari tempat laundry. Limbah pencucian film rontgen dibuang ke selokan dan limba dapur di buang ke sungai. Pipa pembuangan menggunakan sistem yang terbuka. Fasilitas kamar mandi dan toilet di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto telah memenuhi kuantitas untuk seluruh tempat tidur. Keadaan kamar mandi dan toilet yang digunakan cukup bersih, hal ini dapat dilihat dari banguan yang kokoh dan kuat, lantai yang meggunakan keramik dan kedap air, pembersihan kamar mandi dan toilet yang dilakukan setiap hari oleh petugas kebersihan. Adapun jumlah kamar mandi dan toilet yang ada di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto adalah sebagai berikut:

37

Tabel 4.8. Distribusi Kamar Mandi dan Toilet di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto.
No. 1. Ruangan Kamar Mandi WC

Ruang perawatan a. Sal Anak b. Sal Penyakit dalam Wanita c. Sal Penyakit dalam Pria d. Sal Bedah Wanita e. Sal Bedah Pria f. Sal Utama g. Sal Kebidanan h. Sal Perwira / VIP 2. Ruang ICU 3. Ruang IGD 4. Ruang Poliklinik 5. Ruang Operasi 6. Ruang Laboratorium 7. Ruang Radiologi 8. Ruang Cuci Linen 9. Ruang Dapur 10. Ruang Farmasi Jumlah
: Bagian Personalia RSWK Tahun 2011.

2 2 2 3 12 3 3

1* 2* 2 3 2 12 3 5*

2 3* 2* 2* 1* 2* 1* 1* 44

27

Keterangan : * Kamar Mandi menjadi satu dengan WC.

2) Pengolahan Limbah Padat Sampah yang ada di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto bersumber dari seluruh unit ruangan yang ada di rumah sakit. Jenis sampah yang dihasilkan adalah sampah medis dan sampah non medis. Sarana pembuangan sampah sementara terbagi menjadi 2, yaitu tempat pembuangan sampah sementara untuk sampah non medis yang tersedia di setiap ruangan dan untuk sampah medis yang tersedia di ruangan-ruangan khusus. Tempat pembuangan semantara untuk sampah non medis tidak tertutup, kecuali yang terdapat di ruang paviliun dan utama /

38

kelas 1. Untuk pembuangan sementara bagi sampah medis diberi tutup dan dilapisi plastik berwarna kuning. Tujuannya untuk mempermudah pengambilan sampah pada saat akan diangkut. Sampah-sampah tersebut setiap harinya dibersihkan oleh petugas kebersihan dan dikumpulkan di tempat penampungan sementara (TPS). Tabel 2.10. Distibusi tempat sampah di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto.
Tempat Sampah No. Ruang Medis Non Medis 1. Ruang perawatan a. Sal Anak b. Sal Penyakit dalam Wanita c. Sal Penyakit dalam Pria d. Sal Bedah Wanita e. Sal Bedah Pria f. Sal Utama g. Sal Kebidanan h. Sal Perwira / VIP i. Ruang ICU J. UGD K. Poliklinik 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Ruang Operasi Ruang Laboratorium Ruang Radiologi Ruang Cuci Linen Mushola Ruang Dokter Ruang Farmasi Ruang Administrasi 2 2 1 1* 1 1 1 1 2 1 2 1 1 2 1 1 1 24 24 20 20 16 6 17 11 4 3 14 10 3 1 4 2 2 2 3 12 3 3 1* 2* 2 3 2 12 3 5* 2 3* 2* 2* 1* 1* 2* 1* 1* KM WC

39

10. 11. 12. 13. 14. 15.

Ruang Pendidikan Ruang Kepala Ruang Jangwat Ruang Dapur Ruang Informasi Ruang Alpakes Jumlah 16

1 2 1 2 1 3 182 1 28

1* 1* 1* 1* 3* 1 54

Sumber : Bagian Personalia RSWK Tahun 2011. Keterangan : * Kamar Mandi menjadi satu dengan WC.

Dalam menangani pembuangan sampah non medis, Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto bekerjasama dengan dengan CV. Usaha Mandiri yaitu jasa pembuangan sampah dari pihak swasta. Prosedurnya adalah sampah yang terkumpul di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) diangkut oleh petugas CV. Usaha Mandiri untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan frekuensi pengambilan satu kali tiap harinya, jika volume sampah melebihi hari biasanya maka dilakukan

pengangkutan lebih dari satu kali. Pengelolaan Sampah medis dilakukan oleh petugas yang ada di tempat-tempat penghasil sampah medis untuk kemudian diolah dengan menggunakan incenerator oleh petugas kebersihan. Incenerator sudah maksimal dalam menghancurkan sampah medis, seperti jarum suntik, botol obat, dan lain-lain. Tetapi masih ada sisa sampah medis yang belum hancur pada saat akhir pembakaran, sehingga sisa sampah dan atau abu diolah dengan cara ditimbun.

40

e. Pengendalian Serangga dan Tikus Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto belum memaksimalkan pengendalian terhadap serangga, tikus dan kucing. Pengendalian terhadap semut hanya pernah dilakukan sekali. Pengendalian terhadap serangga dan tikus selama ini hanya dilakukan dengan cara menjaga kebersihan. Kemudian diambil tindakan pengendalian jika terdapat keluhan. f. Pengelolaan Tempa Pencucian Linen (Loundry) Proses pengelolaan linen di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto adalah sebagai berikut : 1) Pagi hari linen diambil oleh petugas kebersihan dari setiap bangsal perawatan. 2) Pengambilan linen dilakukan dengan menggunakan kereta dorong dan menggunakan jalur khusus untuk pengangkutan linen. 3) Linen yang infeksius dan non infeksius sudah dipisahkan dari setiap bangsal. 4) Linen direndam dengan air dan pemutih kemudian direndam dengan detergen (untuk linen yang infeksius sebelum pencucian dilakukan perendaman dengan air panas yang diberi creolin). 5) Selanjutnya linen dicuci dengan mesin cuci. 6) Pembilasan dilakukan 3 kali dan pada bilasan terakhir diberi pewangi, selanjutnya linen dikeringkan dengan mesin cuci

41

sehingga menjadi setengah kering, kemudian dijemur dibawah sinar matahari. 7) Linen yang telah kering selanjutnya disetrika dan didistribusikan kembali ke masing- masing bangsal perawatan menggunakan kereta khusus untuk linen bersih. Pengelolaan linen yang ada di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto dibagi menjadi 3 bagian pengelolaan linen, yaitu Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS), ruang kebidanan, dan ruang perawatan. Instalasi cuci linen hanya bertugas mencuci linen yang berasal dari ruang perawatan. Untuk linen yang berasal dari ruang operasi dan ruang kebidanan dicuci tersendiri oleh petugas di ruang tersebut. Proses pencucian linen di ruang operasi dan ruang kebidanan adalah dengan menggunakan tangan, kemudian dilakukan sterilisasi dengan menggunakan autoklaf selama 45 menit dengan suhu 110°C sampai dengan suhu 125°C, untuk linen khusus. Berikut merupakan gambar Proses Pencucian Linen :

42

Sal Anak

Sal Anak

Sal Bedah Wanita Sal Bedah Pria

Sal Bedah Wanita Sal Bedah Pria

Sal Penyakit Dalam Wanita Sal Penyakit Dalam Pria Utama Pavilliun A PROSES PENCUCIAN LOUNDRY

Sal Penyakit Dalam Wanita Sal Penyakit Dalam Pria Utama Pavilliun A

Pavilliun B

Pavilliun B

Gambar 3.1 Proses pengelolaan Linen di Rumkit Tk III Wijayakusuma Purwokerto tahun 2011

43

B. Pembahasan 1. Permasalahan Kesehatan Lingkungan Umum di RSWK Mengetahui keadaan kesehatan lingkungan Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap kesehatan lingkungan dengan berpedoman pada formulir inspeksi penilaian dari Departemen Kesehatan. Secara umum, hasil pemeriksaan yang dilakukan menunjukan bahwa kaadaan kesehatan lingkungan Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto sudah cukup baik. Meski demikian masih terdapat beberapa masalah yang berpotensi menjadi masalah kesehatan lingkungan Rumah Sakit

dikemudian hari. Masalah-masalah tersebut meliputi sarana kamar mandi dan toilet, sarana pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah, pengendalian serangga dan tikus, sarana tempat pengolahan makanan, proses sterilisasi dan desinfeksi, dan proses pencucian umum. Untuk mencegah masalah-masalah menjadi besar dikemudian hari, pihak Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto hendaknya melakukan upaya perbaikan dan pemeliharan berkala terhadap sarana-sarana penyehatan lingkungan yang ada di rumah sakit. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan serta meningkatkan derajat kesehatan pasien, keluarga pasien, pengunjung dan karyawan. Perlu kerjasama dari setiap unit untuk meningkatkan kesehatan lingkungan di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto.

44

2. Limbah Cair di RSWK Cemaran bahan organik dan anorganik yang berasal dari limbah rumah sakit, khususnya limbah cair dapat berdampak besar kepada lingkungan sekitar terutama terhadap kondisi fisik manusia (penularan penyakit), yaitu dapat menyebabkan penyakit menular bawaan (water borne disease). Maka dari itu setiap rumah sakit wajib memiliki bangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) agar air limbah yang akan dibuang ke lingkungan tidak berdampak besar bagi lingkungan sekitar rumah sakit khususnya bagi masyarakat. Dirjen PPM dan PLP No. HK.00.06.6.44 menyatakan bahwa persyaratan pembuangan air limbah rumah sakit adalah saluran pembuangan air limbah harus menggunakan sistem pembuangan tertutup, kedap air, dan limbah harus mengalir dengan lancar. Rumah Sakit harus mempunyai unit pengolahan limbah sendiri, kualitas air limbah atau effluent yang akan dibuang ke lingkungan harus memenuhi persyaratan baku mutu effluent sesuai peraturan yang berlaku. Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto belum memiliki saluran pembuangan air limbah yang memenuhi persyaratan kesehatan karena belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tersendiri. Air Limbah yang berasal dari semua ruangan langsung dialirkan ke selokan yang berada di lingkungan rumah sakit. Pembuangan limbah yang demikian dikawatirkan akan mencemari

45

lingkungan dan menyebarkan bibit penyakit di sekitar lingkungan Rumah Sakit dan masyarakat sekitar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya pihak Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto membangun sarana pengolahan air limbah tersendiri mengingat air limbah yang dihasilkan rumah sakit mengandung bahan organik dan kimia yang berbahaya yang dapat mencemari air tanah dan gangguan kesehatan bagi pengunjung dan terutama bagi petugas yang menangani limbah serta masyarakat sekitar rumah sakit. Selain itu, saluran limbah yang tidak tertutup dapat menjadi sarang nyamuk dan mengganggu estetika, sehingga perlu dibuat saluran air limbah yang tertutup, agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan indah. Rencana tindakan yang dapat diusulkan adalah segera

membangun IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) untuk penanganan limbah cair, karena saat ini rumah sakit diwajibkan membangun IPAL baik sendiri-sendiri (on site) maupun terpusat (off site). Masalah limbah cair berhubungan erat dengan masalah lingkungan hidup dan masalah kesehatan masyarakat. Masalah yang ada akan dapat dieliminasi, ditekan, atau dikurangi apabila faktor penyebab masalah dikurangi derajat kandungannya, dijauhkan, atau dipisahkan dari kontak dengan manusia. Limbah cair dari suatu sumber, baru boleh dibuang ke lingkungan tanah atau badan air setelah melalui proses pengolahan yang dapat menekan

46

kandungan bahan pencemarannya sampai tingkatan tertentu yang sesuai dengan baku mutu limbah cair. Limbah cair merupakan bahan buangan yang harus ditangani secara benar dan aman untuk mencegah semaksimum mungkin timbulnya dampak negatif pada manusia dan lingkungan. Teknologi yang tepat harus diterapkan dalam setiap upaya penanganan yang akan dilakukan. Penerapan teknologi secara tepat melibatkan aktivitas dari serangkaian prosedur kegiatan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan

pembangunan, pelaksanaan penggunaan atau pengoperasian, evaluasi kinerja dan pemeliharaan. Penerapan teknologi secara tepat, disamping harus melaksanakan seluruh aktivitas dari prosedur kegiatan tersebut, juga harus mempertimbangkan faktor-faktor setempat yang berhubungan dengan jenis-jenis sumber, aktivitas dari tiap sumber, luas lahan yang tersedia untuk pembangunan sistem pengumpulan dan pengolahan, tingkat kualitas dari efluent yang diharapkan untuk dihasilkan, kemampuan sumber daya tenaga, sarana dan pembiayaan. Semua faktor pertimbangn tersebut perlu diperhatikan agar sarana penanganan limbah cair yang akan dibangun dapat berfungsi secara efektif dan efisien dengan sedikit kendala yang mungkin timbul. Menurut Okun & Ponghis (1975, hlm. 129-132), berbagai parameter kualitas limbah cair yang penting untuk diketahui adalah bahan padat tersuspensi (suspended solid), bahan padat terlarut (dissolved solid), kebutuhan oksigen biokimia (BOD), kebutuhan oksigen kimiawi (COD),

47

organisme coliform, pH, oksigen terlarut (DO), kebutuhan klor (Chlorine demand), nutrien, logam berat, dan parameter lainnya. Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto volume limbah yang dihasilkan 207.000 liter/hari, sedangkan untuk hasil BOD nya belum pernah dilakukan pemeriksaan terbaru, hasil pemeriksaan terakhir yaitu pada tahun 2003 yaitu 6.6825 gr/hari dengan Ph 7,7, COD 40, TSS 100, dan MPN kuman golongan koli 100 ml =2.400.000 (240 kali kebih tinggi dari standar). Proses Biofilter Anaerob-Aerob merupakan pengembangan

proses biofilter anaerob dengan proses aerasi kontak. Pengolahan ini terdiri dari beberapa bagian , yakni bak pengendap awal, biofilter anaerob (anoxic), biofilter aerob,bak pengendap akhir dan jika perlu dilengkapi dengan bak kontak klor. BPPT (Said, 1999, hal.187) telah melaksanakan uji coba alat ini untuk mengolah limbah cair rumah sakit, baik limbah cair secara umum maupun limbah klinisnya. Tahap awal limbah cair masuk dalam bak kontrol , selanjutnya dialirkan ke bak pengurai anaerob. Bak pengurai anaerob dibagi menjadi tiga ruangan, yakni bak pengendapan atau bak pengurai awal, biofilter anaerob serta bak stabilisasi. Selanjutnya , dari bak stabilisasi limbah cair dialirkan ke unit pengolahan lanjut yang terdiri dari beberapa ruangan yang berisi media untuk pembiakan mikroorganisme yang akan menguraikan senyawa polutan. Pada rangkaian akhir pengolahan, limbah cair dialirkan ke bak klorinasi dan selanjutnya dapat dibuang ke badan air

48

penerima. Hasil uji coba prototipe alat ini dengan debit limbah cair rumah sakit sebesar 97,2 m³/hari (setara dengan rumah sakit dengan kapasitas 120 tempat tidur). Tindakan intervensi yang dapat dilakukan sejauh ini adalah berkoordinasi dengan petugas sanitarian yang ada di rumah sakit untuk merencanakan pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Hal ini dilakukan agar dapat terencanakan dengan matang. Selama ini pembangunan IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah) tertunda dikarenakan faktor biaya yang cukup tinggi dan pembanguan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) belum diprioritaskan sebagai yang utama karena jika biaya ada dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya.

49

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN 1. Keadaan kesehatan lingkungan di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto secara umum telah memenuhi persyaratan kesehatan. Dilihat dari formulir Inspeksi sanitasi yang dilakukan oleh petugas laboratorium kesehatan masyarakat. 2. Penyediaan air bersih di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto berasal dari PDAM dimana secara kuantitas dan kualitas telah memenuhi syarat dan kebutuhan. 3. Fasilitas toilet dan kamar mandi juga telah memenuhi persyaratan kesehatan baik secara kualitas dan kuantitas. 4. Pengelolaan sampah yang ada di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto sudah baik, dimana terdapat pemisahan antara sampah medis dan non medis. 5. Pengelolaan limbah cair di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto tidak memenuhi syarat kesehatan, hal ini dikarenakan belum memiliki bangunan IPAL untuk mengelola limbahnya. Untuk saat ini air limbah yang berasal dari aktivitas rumah sakit dibuang langsung ke sungai melalui salurab pembuangan air terbuka. 6. Proses penyehatan makanan dan minuman di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto secara umum telah memenuhi

50

persyaratan kesehatan. Hanya saja pada proses pencucian alat makan dilakukan pada setiap bangsal dan pencucian tidak menggunakan tiga bak pencuci serta belum dilakukan desinfeksi. 7. Pengelolaan linen yang ada di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto sudah dipisahkan antara linen yang infeksius dan non infeksius, juga sudah menggunakan kereta dorong yang terpisah dan memakai jalur pengangkutan khusus. Pengelolaan linen dibagi menjadi 3 bagian pengelolaan linen, yaitu Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS), ruang bayi, dan ruang perawatan.

B. SARAN 1. Sebaiknya pihak Rumah Sakit Tingkat III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto membangun sarana pengolahan air limbah tersendiri mengingat air limbah yang dihasilkan rumah sakit mengandung bahan organik dan kimia yang berbahaya yang dapat mencemari air tanah dan gangguan kesehatan bagi pengunjung dan terutama bagi petugas yang menangani limbah serta masyarakat sekitar rumah sakit. Selain itu saluran pembuangan limbah hendaknya menggunakan sistem tertutup agar tidak menjadi sarang nyamuk dan mengganggu estetika. 2. Untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit, maka perlu dibuat slogan-slogan tentang kebersihan sehingga para pengunjung, karyawan serta pasien ikut serta dalam menjaga kebersihan rumah sakit.

51

3. Untuk tenaga sanitarian yang ada di rumah sakit perlu lebih meningkatkan perencanaan program kerja kesehatan lingkungan sehingga program kesehatan lingkungan yang ada dapat berjalan dengan lancar dan dapat menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih sehat. 4. Untuk pengendalian serangga dan tikus sebaiknya dilakukan secara berkala dan rutin agar kebersihan dan kesehatan rumah sakit tetap terjaga. 5. Pencucian alat makan dan alat masak sebaiknya menggunakan tiga bak pencucian dengan air mengalir dan menggunakan desinfektan.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad. 2002. Manajemen Penyehatan Rumah Sakit. Pusat Penelitian Kesehatan LP- UI, Jakarta. Azwar, Azrul. 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Binarupa Aksara, Jakarta. Departemen Kesehatan, 1997, Kurikulum Program Diploma III Kesehatan Lingkungan, Pusdiknakes, Jakarta. Departemen Kesehatan, 2001, Pedoman Pengelolaan Praktek Kerja Lapangan : Progam Diploma III Kesehatan, Pusdiknakes, Jakarta. Departemen Kesehatan, 2003, Panduan Akademik Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Tahun Akademik 2008 / 2009, Poltekes Depkes Semarang, Purwokerto. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1992. Pedoman Sanitasi Rumah Saklt di Indonesia. Direktorat Jenderal PPM & PLP dan Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Jakarta. , 1996. Pedoman Sanitasi Rumah Saklt di Indonesia. Direktorat Jenderal PPM & PLP dan Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Jakarta. , 2004. Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Direktorat Jenderal PPM & PLP, Jakarta. Hasbullah, Thamrin. 1994. Standar Prosedur Kerja Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial. Rumah Sakit Metropolitan Medical Center, Jakarta. Hernady, Sujoto. 1995. Pedoman Sanitasi Tempat Umum.Akademi Kesehatan Lingkungan, Purwokerto. Moersidik, S.1995. Pengelolaan Limbah, Cara- cara dan Teknologi Pengelolaan Limbah Rumah Sakit. Pusat Penelitian Kesehatan LP- UI, Depok Musadad, Anwar. 1993. Jurnal Cermin Dunia Kedokteran :Sanitasi Rumah Sakit sebagai Investasi. http: // www.kalbefarma.com/files/10SanitasiRS083.html diakses tanggal 17 Maret 2008. Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat : Prinsip- prinsip Kesehatan Masyarakat.Rineka Cipta, Jakarta.

Sanropie, D et al. 1989. Komponen Sanitasi Rumah Sakit untuk Institusi Pendidikan Tenaga Sanitasi. Departemen Kesehatan RI, Jakarta. Soemirat, Joeli. 1994. Kesehatan Lingkungan. Gajah Mada University Press, Yogyakarta. Soeparman. 1987. Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. SPPH, Purwokerto. Sugiharto. 1987. Dasar- dasar Pengelolaan Air Limbah. UI Press. Jakarta. Wibowo, Satriya Adhy. 2008. Manajemen Sistem Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit TK. III 04.06.01 Wijayakusuma. Purwokerto. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1204/ MENKES/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Undang-undang No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

Lampiran

TABEL PRIORITAS KEGIATAN DAN RENCANA KEGIATAN No 1. Kegiatan Pengelolaan limbah padat/ sampah Rumah Sakit Bahan dan Alat Meminimali Limbah Tempat -sir padat/ sampah non penyebaran/ sampah medis, penularan yang ada tempat penyakit di seluruh sampah akibat wilayah medis, limbah Rumah incenerator, pasadat. Sakit kendaraan Meminimali Wijayakus pengangkut, -sir adanya uma alat Purwokerto kebersihan, vektor penyakit. APD Meminimali -sir timbulan bau Tujuan Sasaran Waktu Pagi hari pukul 06.00selesai Target Penurunan kepadatan vektor, tidak ada gangguan estetika dan bau Lokasi Seluruh wilayah Rumah Sakit Wijayakusu ma
Purwokerto

In

Ada limb samp berse ada peny vekt peny bau

No 2.

Kegiatan Pengelolaan linen Rumah sakit

Tujuan

3.

Pengelolaan makanan dan minuman

Bahan dan Waktu Alat Meminimali Seluruh Desinfektan 07.00-sir warga , sabun, selesai penularan yang mesin cuci, penyakit berada di trolly linen, Rumah APD Sakit Meminimali Pasien Bahan Pagi, -sir makananan, siang penyebaran alat masak, sore penyakit alat makan, alat cuci

Sasaran

Target Kebersihan linen dan tidak menimbulkan infeksi nosokomial

Lokasi

Indi

4.

Pengelolaan vektor dan binatang pengganggu

Meminimali -sir penyebaran penyakit

Seluruh warga Rumah Sakit (pasien, penunggu, dan karyawan)

Insektisida, 07.00camper, dan selesai lain-lain

Ruang Ada laundry noda (cuci dan linen jahit) tidak kelu pasie Tidak ada Dapur Tida keluhan pasien Rumah men maupun Sakit peny penunggu, Wijayakusu tidak terjadi ma Purwokerto penyebaran penyakit akibat makanan Tidak ada Seluruh Tida vektor dan wilayah vekt binatang Rumah bina pengganggu Sakit peng Wijayakusu yang ma berk Purwokerto selur wila Rum Wija a Pu

No 6.

Kegiatan Pengelolaan makanan dan minuman

Tujuan

Sasaran

Meminimali Pasien -sir penyebaran penyakit

Bahan dan Alat Bahan makananan, alat masak, alat makan, alat cuci

Waktu Pagi, siang sore

Target Tidak ada keluhan pasien maupun penunggu, tidak terjadi penyebaran penyakit akibat makanan

Lokasi Dapur Rumah Sakit Wijayakusu ma
Purwokerto

Indi

Tida men peny

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->