Anda di halaman 1dari 1

pada sore hari, ketika swami sivananda duduk di luar kamarnya untuk membaca surat surat yag datang

padanya, tiba tiba seorang tamu yang belum lama dikasi bukunya swamiji datang berkunjung. swamiji bertanya kepadanya "apakah gunanya hidup" untuk memperoleh kesempurnaan" jawabnya. " apakah kesempurnaan itu?" tanya swamiji. "saya belum tahu. saya datang ke sini untuk mempelajarinya". "tapi saudara tentunya tahu sedikit sedikit tentang kesempurnaa n bila tidak saudara tidak datang kemari untuk belajar". Demikian swamiji. Dan sel anjutnya swamiji berkata begini "Jika tujuan kita adalah kesempurnaan berarti kita belum sempurna. Apakah yang tidak sempurna itu?" Tamu tadi menjawab:"kita belum melihat PELITA. Kita belum tahu yang NYATA". " Bagaimana dapat mengetahuinya?"tanya swamiji. "Dengan Sadhana". "Shadana yang mana?"ditany a oleh swamiji. "japa dan tapasya" (mengucapkan mantra mantra dan memperkecil diri sendiri). jaw ab tamu itu. "Tepat sekali. Kerjakanlah itu. Dalam sadhana itu apakah yang akan saudara buat? " "Kami akan berusaha sedapat mungkin membebaskan fikiran dari ikatan keduniawian". "pembebasan bukan berarti seseorang musti diam di dalam gua, bukan?" tanya swami ji. " tidak. pembebasan sambil hidup dalam dunia ini. pembebsan pikiran". jawab si tamu, yang kemudian d ibenarkan oleh swamiji katanya "bagus".