Anda di halaman 1dari 21

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA UJI SELEKTIFITAS TRANSPOR FENOL MELALUI TEKNIK MEMBRAN CAIR FASA RUAH

BIDANG KEGIATAN : PKM Penelitian (PKM-P) Diusulkan Oleh : Rissa Yuszally A Desni Wati Gionanda Lola Kumala sari (07132073) (07132060) (07932006) (0810412021)

UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2011

HALAMAN PENGESAHAN 1. Judul Kegiatan : Uji selektifitas transpor fenol melalui teknik membran cair fasa ruah. 2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P ( ) PKM-K ( ) PKM-T ( ) PKM-M 3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa ( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan 4. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama : Rissa Yuszally Akhmad b. NIM : 07132073 c. Jurusan : Kimia d. Universitas : Universitas Andalas e. Alamat Rumah dan No. HP : Jl sawahan No 95D Padang f. E-mail : usually_gergeous@yahoo.com 5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis: 4 orang 6. Dosen Pendamping a. Nama : Olly Norita Tetra, M.Si b. NIP : 132 309 538 c. No. HP : 081314606405 7. Biaya Total 8. Jangka Waktu Pelaksanaan Menyetujui, Ketua Jurusan Kimia : Rp . 9.370.000 ,: 4 bulan Padang, 7 Oktober 2011 Ketua Pelaksana

(Dr. Adlis Santoni) NIP. 196212031988111002 Pembantu Rektor III Bid. Kemahasiswaan

(Rissa Yuszally Akhmad) NBP. 07132073 Dosen Pendamping

(Prof. Dr. Novesar Jamarun) NIP. 19620506198811101

(Olly Norita Tetra, M.Si) NIP.132 309 538

USULAN PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENELITIAN A. JUDUL PROGRAM Uji Selektifitas Transpor Fenol dengan Mengunakan Logam Zn (II), Cd (II), Mg (II), Ca (II), Ni (II) dan Co (II) melalui Teknik Membran Cair Fasa Ruah. B. LATAR BELAKANG MASALAH Fenol merupakan salah satu senyawa kimia bahan baku industri yang termasuk golongan beracun dan berbahaya, bersifat karsinogenik dalam tubuh manusia. Dalam perairan jumlah fenol yang tinggi dapat dianggap sebagai polutan karena mengurangi kadar oksigen terlarut. Pada dasarnya senyawa fenol sering berada dalam air bersamasama ion-ion lain seperti dalam limbah industri, limbah rumah sakit dan lain-lainnya. Untuk itu diperlukan sekali suatu teknik pemisahan agar dapat memisahkan senyawa fenol dalam air, baik itu dalam air imbah sebagai buangan industri ataupun pencemaran lingkungan lainnya. Penemuan teknologi membran cair adalah salah satu metoda untuk mengatasi masalah lingkungan yang terjadi. Bidang industri, kimia analitik dan ilmu yang berkaitan dengan pemisahan telah memanfaatkan teknologi membran cair ini dan terus dikembangkan hingga sekarang untuk pemisahan selektif ion dari campuran ion dalam larutan. Teknologi membran cair fasa ruah adalah salah satu tipe membran cair yang telah banyak di gunakan dalam pemisahan ion. Dalam teknik ini zat pembawa yang cocok sangat berperan dalam keberhasilan proses pemisahan yang selektif. Keberhasilan proses transpor ion melintasi membran ditentukan dari jumlah maksimum ion logam yang sampai ke fasa penerima, yaitu dengan mengatur teknik operasi difusi dan pembentukan kestabilan kompleks antar fasa (fasa sumber-fasa membran dan fasa membran-fasa penerima). Tranpor ion yang akan dipisahkan melalui membran ke fasa penerima dapat dioptimalkan tanpa harus terjadi ekstraksi balik. Ekstraksi senyawa fenol dari dalam air dengan menggunakan teknik membran cair fasa ruah belum pernah dilakukan. Selain dipengaruhi oleh keefektifan dan keselektifan zat pembawa (carrier), keberhasilan proses transpor juga dipengaruhi oleh kandungan senyawa logam lain yang terdapat dalam campuran larutan senyawa fenol tersebut. Pada

penelitian ini dilakukan dengan penambahan ion Co(II), Ni(II), Mg(II), Ca(II), Cd(II), Zn(II) dalam campuran larutan dimana dipelajari sejauh mana ion Ni(II), Co(II), Mg(II), Ca(II), Cd(II), Zn(II) yang dilarutkan ke fasa sumber dalam batas konsetrasi tertentu mempengaruhi persentase fenol yang tertranspor ke fasa penerima. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, juga diperlukan pengaturan teknik operasi dan proses kompleksasi antar fasa(fasa sumber-fasa membran dan fasa membran-fasa penerima.). Dalam hal ini, perlu sebelumnya dilakukan penentuan kondisi optimum transpor, seperti penentuan pH fasa sumber dan penerima, penentuan konsentrasi optimum carrier dan penentuan konsentrasi optimum fasa penerima. Pada penelitian sebelumnya, juga telah dilakukan pemisahan fenol dalam air dengan menggunakan teknik membran cair emulsi dimana dikaji pengaruh penambahan Ion logam Co(II) dan Ni(II) terhadap persentase fenol yang tertransfor ke fasa penerima. Dalam penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa secara umum penambahan Ion logam Co(II) dan Ni(II) dengan batas konsentrasi tertentu meningkatkan persentase fenol yang tertranspor ke fasa penerima. Untuk itulah penelitian ini diharapkan mampu mengikuti keberhasilan dari teknik emulsi membran cair dalam melakukan ekstraksi senyawa fenol dalam air. C. PERUMUSAN MASALAH Dewasa ini, pemisahan dengan memanfaatkan membran cair telah banyak dilakukan, diantaranya A. Mulyasuryani (1997) mengembangkan suatu metoda ekstraksi sederhana untuk memonitor senyawa fenol yang terdapat di perairan dengan menggunakan metoda 4-aminoantipirin dan metoda iodium monobromida. Rajakovic (1995) dan Charlena (1995) mengembangkan teknik pemisahan fenol dari air dengan metoda emulsi membran cair. Keberhasilan teknik ini dibuktikan dengan didapatkannya efisiensi ekstraksi fenol mencapai 97,12 %. Namun jika di bandingkan dengan metoda di atas, pemakaian teknik membran cair fasa ruah lebih praktis dan menguntungkan. Selain fluks yang tinggi, pemisahan yang diharapkan lebih selektif, waktu transpor yang relatif singkat dan pembuatan membran cair fasa ruah lebih mudah. Disamping itu, proses transpor dan transpor balik (stripping) senyawa fenol berlangsung satu tahap sehingga memungkinkan proses transpor fenol dengan membran cair fasa ruah lebih ekonomis di bandingkan dengan emulsi dan ekstraksi pelarut.

D.

TUJUAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana Ion Co(II),Ni(II), Mg(II), Ca(II), Cd(II), Zn(II) mempengaruhi persentase fenol yang tertranspor ke fasa penerima melalui teknik membran cair fasa ruah. Penelitian dilakukan dengan melarutkan ion Co(II), Ni(II), Mg(II), Ca(II), Cd(II), Zn(II) kedalam fasa sumber yang mengandung fenol. Parameter uji untuk menunjang penelitian ini adalah : 1. Pengaruh konsentrasi Co(II) terhadap proses transpor fenol 2. Pengaruh konsentrasi Ni(II) terhadap proses transpor fenol 3. Pengaruh konsentrasi Mg(II) terhadap proses transpor fenol 4. Pengaruh konsentrasi Ca(II) terhadap proses transpor fenol 5. Pengaruh konsentrasi Zn(II) terhadap proses transpor fenol 6. Pengaruh konsentrasi Cd(II) terhadap proses transpor fenol 7. Uji statistik. E. MANFAAT PENELITIAN Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah informasi mengenai pengaruh ionion logam terlarut terhadap efektifitas transpor fenol. Teknik ini dapat diaplikasikan untuk pemisahan dan pemurnian fenol baik dalam skala laboratorium maupun skala industri.

F.

TINJAUAN PUSTAKA 1. Fenol Fenol merupakan salah satu senyawa kimia bahan baku industri yang termasuk golongan beracun dan berbahaya, bersifat karsinogenik dalam tubuh manusia. Dalam perairan jumlah fenol yang tinggi dapat menurunkan kadar oksigen terlarut sehingga fenol dapat di anggap sebagai polutan. Fenol umumnya berbentuk kristal berwarna putih dan berbau khas. Fenol bersifat higroskopis dan bersifat racun dan dapat merusak kulit. Apabila terjadi kontak antara kulit dan fenol maka fenol akan cepat diabsorbsi oleh kulit sehingga permukaan kulit melepuh.

Jika kandungan fenol besar dari 0,1 mg/L dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan. Batas konsentrasi fenol yang boleh ada dalam air minum maupun air bersih adalah 0,0002 mg/L. Gejala gangguan yang timbul akibat mengkonsumsi fenol ialah sakit, muntah, pecahnya pebuluh darah, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi sistim saraf, paru-paru, hati, kelenjer pangkreas dan limpa. Untuk mengatasi hal diatas perlu ditingkatkan cara pengolahan air minum agar senyawa fenol dapat dihilangkan dalam air dari hasil olahan tersebut dengan cara pengolahan teknik membran cair fasa ruah. Pada pemisahan senyawa fenol dengan teknik membran cair fasa ruah dilaksanakan dengan melarutkan fenol dalam air dan ditranspor melalui membran organik dan diekstrak kedalam fasa penerima yang berupa NaOH membentuk natrium fenolat sehingga tidak dapat lagi mengalami difusi balik. 2. Teknologi Membran Cair Fasa Ruah Membran cair merupakan suatu fasa cair yang membatasi dua fasa cair lain yang saling melarutkan, sedangkan membran cair itu sendiri tidak dapat larut dalam kedua fasa cair yang dibatasi. Membran cair dapat dibuat dari fasa cair hidrofobik yang memisahkan dua fasa cair hidrofolik atau sebaliknya. Karakterisasi dari membran cair dapat bersifat permiabel dan berperan sebagai lintasan transpor komponen antar fasa. Keselektifan utama dari embran cair untuk teknik pemisahan umumnya terjadi karena adanya perbedaan koefisien distribusi atau perbedaan kelarutan komponen diantar fasa permukaan membran. Keselektifan akan lebih tinggi dengan penambahan zat pembawa yang tepat ke dalam membran sebagai mediator, untuk memacu proses transpor fenol antar fasa sehingga tidak tejadi reaksi balik. Membran mempunyai kemampuan untuk mentranspor suatu komponen dengan baik karena adanya sifat-sifat fisika dan kimia antar membran dan komponen yang diserap. Proses transpor melalui membran cair dari suatu fasa ke fasa lain terjadi karena adanya gaya pendorong yaitu perbedaan konsentrassi dan kelarutan fenol dalam pelarut organik dengan air serta faktor pengadukan yang dialami oleh komponen. Mekanisme transpor melalui merman cair fasa ruah ini dapat dikatagorikan sebagai aplikasi dari ekstraksi kembali karena prinsip dasar kerjanya juga memisahkan suatu ion dengan cara mengekstraknya dari pelarut air ke dalam

pelarut organik. Kemudian diekstrak kembali ke dalam pelarut air. Bedanya metoda ini lebih praktis karena dapat dilakukan secara langsung tampa harus melalui pemindahan-pemindaha larutan. Uji selektifitas transport fenol dilakukan dengan cara menambahkan ion logam kedalam fenol, kemudian fenol di transport dari fasa sumber ke fasa penerima. Senyawa fenol yang tertranspor diukur dengan menggunakan spektrofotometer. Persentase senyawa fenol yang tertanspor tersebut dihitung melalui persamaan (1) dan (2) : % transport senyawa fenol ke fasa penerima = p x 100% os % senyawa fenol sisa difasa penerima = s x 100% os Dimana p adalah jumlah mol fenol yang ditranspor ke fasa penerima, os adalah jumlah fenol mula-mula dalam fasa sumber dan s jumlah fenol yang tinggal dalam fasa sumber setelah pengadukan. Sedangkan untuk Jumlah ion logam yang sampai ke fasa penerima dan yang tersisa di fasa sumber dapat dimonitor dengan spektofotometer serapan atom (SSA). Persentase ion logam dapat dihitung melalui persamaan berikut : % M n+ sisa dalam fasa sumber % M n+ sisa dalam fasa sumber = = [Mn+]ts x 100% [Mn+]os [Mn+]t p x Vp x 100% [Mn+]o p x Vs (2) (1)

Dimana [Mn+]ts dan [Mn+]os adalah konsentrasi ion setelah dan sebelum pemisahan. Sedangkan [Mn+]t p merupakan konsentrasi ion logam dalam fasa penerima setelah pemisahan dan Vp dan Vs adalah volume fasa penerima dan fasa sumber. G. METODE PELAKSANAAN Penelitian ini dilakukan di laboratorium kimia fisika jurusan kimia FMIPA universitas andalas padang terhitung dari bulan September sampai Oktober 2011.

1. Waktu Dan Tempat Penelitian

2. Alat dan Bahan A. Alat Yang Digunakan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spektrofotometer UV/VIS spektronik 20 D, pH meter 420A, Sanwa digital tachometer model ISE100 untuk mengukur kecepatan pengadukan selama operasi, Neraca analitik ainsworth, Sel membran cair fasa ruah, Gelas kimia lainnya. B. Bahan Yang Digunakan Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini mempunyai specifikasi p.a, yaitu Fenol, Kloroform, NaOH, HCl pekat, NH4OH pekat, Buffer pH 6.8 (campuran K2HPO4 dan K2HPO4), 4-aminoantipirin, K3Fe(CN)6, CoCl2 6H2O, NiCl2 6H2O, MgCl2.2H2O, CaCl2.H2O, CdCl2.2H2O, Zn(CH3COO)2.2H2O dan Aquadest. 3. Pembuatan Reagen Untuk Keperluan Analisis A. Pembuatan Larutan Fasa Sumber Ditimbang sejumlah 0.25 g fenol (Mr =94 g/mol) dan larutkan dengan aquadest sampai volumenya 500 mL. Larutan yang diperoleh adalah larutan yang mengandung fenol dengan kosnetrasi 0.005319 M (500 ppm). Diambil sebanyak 20 mL, kemudian ditambahkan HCl 0.01 M atau NaOH 0.1 M untuk mengatur pH yang diinginkan dan tambahkan 1 pipet larutan buffer sitrat untuk menahan pH lalu encerkan dengan aquadest dalam labu ukur 100 mL sampai tanda batas sehingga diperoleh larutan fenol dengan konsentrasi 1.0638 x 10-3 M (100 ppm). B. Pembuatan Larutan Fasa Membran Fasa membran berupa kloroform sebanyak 30 ml. C. Pembuatan Larutan Fasa Penerima Diambil sebanyak 2 g NaOH (Mr = 40 g/mol) dan dilarutkan dengan aquadest sampai volume 500 mL. Larutan fasa penerima yang diperoleh berupa NaOH dengan konsentrasi 0.1 M. D. Pembuatan reagen untuk mengukur konsentrasi fenol dengan metoda 4aminoantipirin
a)

Larutan NH4OH 0.5 M

Dipipet 38 mL NH4OH pekat dan diencerkan dalam labu 1000 mL sampai tanda batas. b) Larutan buffer phosfat pH 6.8. ditimbang 10.4501 g K2HPO4 dan 7.2305 K2HPO4 kemudian dipindahan ke labu ukur 100 mL dan dilarutkan dengan aquadest. c) Larutan 4-aminoantipirin 0.1 M Ditimbang 2.0301 g 4-aminoantipirin dan larutkan dalam labu ukur 100 mL dengan aquadest.
d)

Larutan K3Fe(CN)6 0.24 M

Ditimbang 7.8924 g K3Fe(CN)6 kemudian larukan dalam labu ukur 100 mL dengan aquadest. E. Pembuatan Larutan Ion (Ni, Co, Mg, Ca, Zn, Cd) untuk menguji selektifitas terhadap transport fenol. Larutan Co (II) 1000 ppm Ditimbang 1.1025 g CoCl2 6H2O kemudian larutkan dalam labu ukur 500 mL dengan aquades, lakukan pengenceran sampai tanda batas.
2.

Larutan Ni(II) 1000 ppm Ditimbang 1.1039 g NiCl2 6H2O kemudian dilarutkan dalam labu ukur 500 mL dalam aquadest, lakukan pengenceran sampai tanda batas.

3.

Larutan Zn(II) 500 ppm Ditimbang 0,1678 gr Zn(CH3COO)2.2H2O kemudian diencerkan dalam labu ukur 100 ml, lakukan pengenceran sampai tanda batas.

4.

Larutan Mg (II) 500 ppm Ditimbang 0,006 gr MgCl2.2H2O kemudian diencerkan dalam labu ukur 100 ml, lakukan pengenceran sampai tanda batas.

Larutan Ca(II) 500 ppm Ditimbang 0,138 gr CaCl2.2H2O kemudian diencerkan dalam labu ukur 100 ml, lakukan pengenceran sampai tanda batas. Larutan Cd(II) 500 ppm Ditimbang 0,343 gr CaCl2.2H2O kemudian diencerkan dalam labu ukur 250 ml, lakukan pengenceran sampai tanda batas. H. PROSEDUR KERJA

1. Penentuan panjang gelombang maksimum Percobaan Panjang gelombang maksimum dalam percobaan ditentukan dengan larutan standar pada konsentrasi tertentu dan akan dilakukan pengukuran absorban pada selang panjang gelombang yang akan diperkirakan dan menghasilkan serapan maksimum. Panjang gelombang didapat dari hasil pembacaan alat dengan metoda 4-aminoantipirin. 2. Penentuan transpor fenol dengan teknik membran cair fasa ruah. Disiapkan beaker gelas 50 ml (diameter dalam 3,66 cm) dan dimasukan fasa membran yaitu 30 ml kloroform. Dalam larutan fasa membran ini dicelupkan sebuah tabung kaca silindris dan dipipetkan kedalamnya 6 ml larutan fasa sumber berupa fenol 2,13 x 10-4 M dengan pH 2 dimana fenol ini mengandung Ion-ion logam dengan konsentrasi tertentu. Diluar tabung gelas dipipetkan 12 ml fasa penerima NaOH 0,1 M. Teknis operasi dilakukan melalui pengadukan dengan memakai magnetik strirer pada kecepatan 340 selama 2 jam. Setelah pendiaman 15 menit, fasa penerima dan fasa sumber diambil diukur jumlah konsentrasi fenol yang terkandung didalam nya dengan spektrofotometer UV/Vis dan konsentrasi ion logam diukur dengan AAS. 3.Penentuan pengaruh penambahan Co(II), Ni(II), Ca(II), Mg(II), Cd(II), terhadap sistem transpor fenol Percobaan ini dilakukan pada kondisi optimum fenol dengan menggunakan metoda safavi yaitu dilakukan dengan menggunakan beker gelas (diameter dalam 5 cm) berisi sebuah tabung kaca selindris (diameter dalam 3 cm) yang memisahkan dua fasa larutan yaitu fasa sumber dan fasa penerima. Larutan kloroform yang mengandung ditizon sebagai zat pembawa ditempatkan didasar tabung kaca yang membentang bawah mempertemukan dua fasa larutan seperti pada gambar 1. S = M = P = m = fasa sumber, fasa air yang berisi fenol 2,13x10-3 dengan penambahan ion lain. fasa membran adalah kloroform fasa penerima, fasa air yang berisi NaOH 0,1 M magnet pengaduk Zn(II)

Gambar 1. Model reaktor transpor fenol melalui teknik membran cair fasa ruah Kedalam beker gelas dimasukkan 30 mL larutan kloroform fasa membran. Kemudian ke dalam larutan tersebut dicelupkan sebuah tabung kaca silinder dan

dipipetkan 6 mL fasa sumber berupa larutan fenol dengan konsentrasi 2,13 x 10-3 M dan larutan ion Zn (II), Ni (II), Co (II), Ca (II), Mg (II) dan Cd (II) yang di masukkan secara berpasangan pada perbandingan konsentrasi tertentu dengan masing-masing ion. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana selektifitas fenol setelah ditranspor dari fasa sumber ke fasa penerima dengan adanya ion ion tersebut. Diluar tabung gelas ditambahkan 12 mL fasa penerima NaOH 0,1 M. Teknis operasi dilakukan melalui pengadukan dengan memakai magnetic stirrer dimana batang magnetnya dilapisi teflon pada kecepatan 340 rpm selama 2 jam. Setelah didiamkan selama 15 menit fasa sumber dan fasa penerima diambil dan diukur jumlah konsentrasi Zn (II), Ni (II), Co (II), Ca (II), Mg (II) dan Cd (II) yang terkandung didalamnya dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), sedangkan untuk melihat sejauh mana fenol tertranspor ke fasa penerima dan yang tertinggal di fasa sumber di lihat dengan menggunakan spektrofotometer. Pada penelitian ini parameter yang diukur adalah : a) Pengaruh konsentrasi Co(II) terhadap proses transpor fenol.

persentase fenol sisa pada fasa sumber. persentase fenol tertranspor pada fasa penerima. persentase ion Co (II) sisa pada fasa sumber. persentase ion Co (II) tertranspor pada fasa penerima persentase fenol sisa pada fasa sumber. persentase fenol tertranspor pada fasa penerima. persentase ion Ni (II) sisa pada fasa sumber. persentase ion Ni (II) tertranspor pada fasa penerima persentase fenol sisa pada fasa sumber. persentase fenol tertranspor pada fasa penerima. persentase ion Ca (II) sisa pada fasa sumber. persentase ion Ca (II) tertranspor pada fasa penerima. persentase fenol sisa pada fasa sumber. persentase fenol tertranspor pada fasa penerima. persentase ion Zn (II) sisa pada fasa sumber.

b) Pengaruh konsentrasi Ni(II) terhadap proses transpor fenol.


c) Pengaruh konsentrasi Ca(II) terhadap proses transpor fenol.


d) Pengaruh konsentrasi Zn(II) terhadap proses transpor fenol.

persentase ion Zn (II) tertranspor pada fasa penerima persentase fenol sisa pada fasa sumber. persentase fenol tertranspor pada fasa penerima. persentase ion Mg (II) sisa pada fasa sumber. persentase ion Mg (II) tertranspor pada fasa penerima persentase fenol sisa pada fasa sumber. persentase fenol tertranspor pada fasa penerima. persentase ion Cd (II) sisa pada fasa sumber. persentase ion Cd (II) tertranspor pada fasa penerima.

e) Pengaruh konsentrasi Mg(II) terhadap proses transpor fenol.


f) Pengaruh konsentrasi Cd(II) terhadap proses transpor fenol.


g) Penentuan % efisiensi transpor fenol pada berbagai variasi perbandingan konsentrasi Ion Co(II) dan Ni(II). persentase fenol sisa pada fasa sumber. persentase fenol tertranspor pada fasa penerima. Uji statistik dilakukan seandainya didapatkan hasil dari penambahan ionion mengganggu proses transpor.
I. JADWAL KEGIATAN

h) Uji statistik.

Jadwal kegiatan penelitian ini direncanakan menurut tabel di bawah ini :


No 1 2 3 Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Evaluasi 1 Bulan ke 2 3 4

J. RANCANGAN BIAYA No I II Item Jumlah pembuatan dan penjilidan 2 x 4 rangkap proposal dan laporan Bahan yang habis terpakai 1. Kloroform 5 liter Biaya Rp 150.000,-

Rp 1.000.000,-

2. Fenol 3. Aquadest 4. Zn(CH3COO)2 5. Cd(NO3)2 6. Cacl2.2H2O 7. MgCl2.6H2O 8. CoCl2.2H2O 9. NiCl.2H2O 10. NaOH III Pengukuran 1.spektrofotometer 2. AAS Total Biaya

10 gr 100 L 10 gr 10 gr 10 gr 10 gr 10 gr 10 gr 1 Kg

Rp 100.000,Rp 350.000,Rp. 35.000,Rp. 100.000,Rp. 45.000,Rp. 30.000,Rp. 473.000,Rp. 57.000,Rp. 30.000,-

200 x pengukuran 200 x pengukuran

Rp 2.000.000 Rp 5.000.000,Rp. 9.370.000,-

DAFTAR PUSTAKA

1. Arsyad,M.Natsir. Kamus Kimia. PT. Gramedia Puataka Utama. Jakarta.2001. Hal

150-151.
2. Charlena. Ekstraksi Fenol Dalam Air Dengan Teknik Emulsi Membran Cair.

Tesis Pascasarjana Institut Teknologi Bandung. 1995. Hal 1 37


3. G. Leon, M.A. Guzman. Transpor of Cobalt Through Bulk Liquid Membrans

Containing Diethyl,Facilitated Hexyl Phosporic acid, J. Membr. Sci. 168. 2004.pp 271-275.
4. Khalid,F et,al. Separation Study of Cadmium as Cd142-Through a Bulk Liquid

Membrane Containing Ketoconazole and Oleic acid. J. Anal. Sci. 21 : 501 505 (2005).
5. Kusuma,Theresia Sita. Kinetika Kimia. Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas

Andalas. 1981.
6. Mulder,M,. Basic Principle of Membran technology, Kluwer Academic Publisher,

Do Rsrecht. 1991. pp. 244-259.


7. Mulyasuryani A, dkk. Metoda Sederhana Untuk Memonitoring Senyawa-

Senyawa Fenol Di Perairan. J. Penelitian Ilmu-Ilmu Teknik (engineering). 1997. Hal 107-125.
8. Safavi A. And Sahams e. Selective and Efficient Transpor of Hg(II) Through

Bulk Liquid Membrane Using Methyl Red as Carrier. J. Memb. Sci. 135 : 173 (1998).
9. Wiwit. Kinetika Transpor Ion Cd(II) dengan Oksin Sebagai Zat Pembawa

Melalui Teknik Membrane Cair Fasa Ruah. Skripsi Sarjana Kimia, universitas Andalas, 2005. Hal 18-21.
10. Yulismar. Pengaruh Ion Co Dan Ni(Ii) Dalam Pemisahan Senyawa Fenol

Dengan Teknik Membran Cair. Skripsi Sarjana Kimia Universitas Andalas. 2000. Hal 1-20.

L. LAMPIRAN 1. BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA KELOMPOK

a. Riwayat Hidup Ketua Kelompok Nama NIM Tempat/tanggal lahir Alamat Anak ke/dari Organisasi 2008/2009 Orang Tua Ayah/Ibu Pekerjaan : Yusrizal /Yusnelly : PNS / Guru Tanda Tangan : Rissa Yuszally Akhmad : 07132073 : Bukittinggi/06 November 1988 : Jl. Sawahan No. 95D Padang : 2/5 bersaudara :

o Staf bidang kestari HIMKA (Himpunan Mahasiswa Kimia) Periode

(Rissa Yuszally Akhmad) No. BP. 07132073

b. Riwayat Hidup Anggota Kelompok

Nama NIM Alamat Anak ke/dari Organisasi

: Desni Wati : 07132060 : Jl. Cupak Tangah No. 10 Pauh Padang : 4/5 bersaudara :

Tempat/tanggal lahir : Koto Baru/ 16 desember 1987

1.Staff Diklat KSR-PMI Universitas Andalas (2008/2010) 2.Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) (2008-sekarang) 3. Anggota Himpinan Mahasiwa Kimia (HIMKA) Orang Tua Ayah/Ibu Pekerjaan : Mizwar /Radias(almh) : Tani Tanda Tangan

(Desni Wati) No. BP. 07132060

c. Nama

: Gionanda Leosyah Emilliyo

NIM Tempat/tanggal lahir Alamat Anak ke/dari Organisasi Prestasi Orang Tua Ayah/Ibu Pekerjaan

: 07932006 : Jakarta /25 Juli 1989 : Jl. Bt Ombilin no. 23 Bukit Tinggi : 1 bersaudara : Anggota HIMKA : Juara 1 basket Bukit Tinggi 2003 : Syahrul M Noer : Pedagang Tanda Tangan

(Gionanda Leosyah Emilliyo) No. BP. 07932006

d. Nama

: Lola kumala sari

NIM Tempat/tanggal lahir Alamat Anak ke/dari Organisasi Prestasi Orang Tua Ayah/Ibu Pekerjaan

: 0810412021 : Padang /2 juni 1990 : Perum. Tarok indah I blok P/3 balai baru Padang : 1 bersaudara : Anggota HIMKA :: syafrizal (almarhum) :Tanda Tangan

(Lola Kumala sari) No. BP. 0810412021

2. BIODATA DOSEN PENDAMPING

Nama NIP Jenis kelamin Bidang Keahlian Alamat Kantor Telepon/Faksimil E-mail Alamat Rumah

: Olly Norita Tetra, Ssi, Msi : 132309538 : Perempuan : Kimia Fisika : Jurusan Kimia, FMIPA UNAND, Limau Manis, Padang : 0751-71681/0751-71681 : olly512@yahoo.com : Jl. Gang Kincir no 4 Anduring. Padang

Pendidikan S-1 S-2 Kimia, FMIPA Universitas Andalas, tamat 1998 Kimia Fisika, Pasca Sarjana, Universitas Andalas, tamat 2001

Daftar Publikasi dan Penelitian


1. Zukarnain C, Admin Alif dan Olly N.T. Aktivitas Koagulant Dari Fraksi-Fraksi

Protein Biji kelor Terhadap penjernihan Air Rawa Gambut. Jurnal Kimia Andalas. 5(2), 99-103, 1999
2. Olly N.T. Interphase Molecular Transport of Cu(II) Through Bulk Liquid Membrane

by Using Oxine As Carrier. Poster In Internasional Meeting on 21st Century From Modern Chemistry To Industries And Environment, 2000
3. Olly. N.T, Admin A, Hermansyah A dan Emriadi, Transpor Antar fasa Dari Ion

Tembaga (II) Melalui Membran Cair Fasa Ruah, Program Pascasarjana, Universitas Andalas, Padang, 2001
4. Admin Alif, Olly Norita Tetra, Hermansyah A Dan Emriadi, Pengaruh Ion Cd(II) dan

Fe(II) Terhadap Transport Cu(II) Melalui Teknik Membran Cair Fasa Ruah, Jurnal Kimia Andalas, 11 (2), Juli 2005
5. Olly Norita Tetra, Uji Selektivitas Transpor Cu(II) Terhadap Cd(II), Co(II) Dan

Ni(II) Dengan Zat Pembawa Oksin Dan Asam Oleat Sebagai Zat Aditif Melalui Teknik Membran Cair Fasa Ruah, Proceeding: Seminar dan Rapat Tahunan BKS-PTN Wilayah Barat,Bidang MIPA, Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah, Jakarta 910 Juli 2007

6. Olly Norita Tetra, Admin Alif,

Hermansyah Aziz Dan Emriadi, Transpor Ion

Tembaga (II) Melalui Membran Cair Fasa Ruah, Jurnal Riset Kimia, 1(1) September 2007
7. Olly Norita Tetra, Zaharasmi

Dan Refinel, Penambahan Asam Oleat Terhadap

Sistem Transpor Cu(II) Denga Zat Pembawa Oksin Melalui Teknik Membran Cair Fasa Ruah, Jurnal Riset Kimia, 2(1) September 2008
8. Refinel, Olly Norita Tetra, Kinetika transport Cu(II) oleh zat pembawa oksin dengan

dan tanpa asam oleat melalui teknik membrane cair fasa ruah, Jurnal Riset Kimia, 2(2) Maret 2009
9. Olly Norita Tetra,Transpor Zn(II) dengan Zat Pembawa Ditizon Melalui Teknik

Membran Cair

Fasa Ruah, Proceeding: Seminar dan Rapat Tahunan BKS-PTN

Wilayah Barat,Bidang MIPA, Universitas Riau, Pekan Baru 10-11 Mei 2010
10. Yulizar Yusuf, Bustanul Arifin, Olly Norita Tetra dan Imelda, Penyuluhan Dan

Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng (Minyak Jelantah) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Sabun Cair, Warta Pengabdian Andalas, Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan Iptek, vol XVI no 25, Desember 2010, ISSN 0854655x, hal 195 -206, 2010

Penelitian 1. Kinetika dan selektifitas sistem transpor Cu(II) antar fasa melalui

teknik membran cair fasa ruah dengan menggunakan oksin sebagai zat pembawa, (anggota) projec research grant TPSDP Batch III, year-4, 2007 2.
3.

Optimalisasi Transpor Zn(II) dengan Zat Pembawa Ditizon Melalui Teknik Pengolahan Air Rawa Gambut Menjadi Air Minum Menggunakan Membran Dana Hibah Strategis

Membran Cair Fasa Ruah,(Ketua) Penelitian Dosen Muda DIPA UNAND T.A 2009 Keramik Yang Dimodifikasi Dengan Titania, (anggota) Nasional Tahap I, 2009
4. Yulizar Yusuf, Bustanul Arifin, Olly Norita Tetra dan Imelda, Penyuluhan dan

pelatihan pemanfaatan limbah minyak goreng sebagai bahan baku pembuatan sabun cair, DIPA Kompetitif, 2009.

5. Optimasi Transpor Fenol Melalui Teknik Membran Cair Penelitian Dosen Muda DIPA UNAND T.A 2010

Fasa Ruah,(Ketua)

6. Yulizar Yusuf, Bustanul Arifin, Olly Norita Tetra dan Imelda Pelatihan

Pemanfaatan Abu Gosok dari Sekam Padi Untuk Meningkatkan Kualitas Minyak Jelantah, DIPA Kompetitif, 2010.

Tanda tangan

Olly Norita Tetra Msi NIP. 132309538