Anda di halaman 1dari 3

Edema/Oedema

Edema ( American English ) atau Oedema ( British English) merupakan akumulasi abnormal cairan di bawah kulit, atau dalam satu atau lebih dari cavities badan. Secara umum, jumlah cairan interstisial ditentukan oleh keseimbangan cairan homeostasis, dan peningkatan keluarnya cairan ke dalam interstitium dimana pemindahan ini dapat menyebabkan edema. Lima faktor yang berkontribusi untuk pembentukan edema yaitu peningkatan tekanan hydrostatic pembuluh darah, pengurangan tekanan onkotik pembuluh darah, peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah seperti radang, obstruksi penyaringan cairan oleh limfatik, dan perubahan pada pengontrolan air dari sel-sel itu sendiri.

Mekanisme
Perkembangan cairan interstinal diatur oleh kekuatan-kekuatan dari Starling equation. Tekanan hidrostatik dalam dinding pembuluh darah cenderung merangsang air untuk melakukan penyaringan sebelum masuk ke jaringan. Ini mengarah ke perbedaan antara konsentrasi protein dalam plasma darah dan jaringan. Akibat dari tekanan onkotik yang semakin tinggi tingkat proteinnya dalam plasma cenderung menyedot air kembali ke pembuluh darah dari jaringan.Hal ini sering tidak diperhatikan bahwa Starling equation tidak menunjukkan keseimbangan antara kekuatan-kekuatan ini. Kekuatan hidrostatik harus selalu unggul, maka dari itu selalu ada kebocoran cairan yang keluar dari pembuluh darah. Starling's equation menyatakan bahwa tingkat kebocoran cairan ditentukan oleh perbedaan antara dua kekuatan dan juga oleh permeabilitas dari pembuluh yang dilalui air, yang menentukan tingkat arus untuk sebuah kekuatan yang tidak seimbang. Sebagian besar kebocoran air terjadi di kapiler atau venula kapiler, yang memiliki membran semipermeabel yang memungkinkan air untuk lewat lebih bebas dari protein. Jika kesenjangan antara sel-sel dari pembuluh darah membuka maka pertama-tama permeabilitas air akan meningkat, tetapi sejalan dengan peningkatkan kesenjangan ukuran permeabilitas untuk protein, juga terjadi peningkatan dari penurunan koefisien refleksi. Perubahan dalam variabel Starling's equation dapat berkontribusi untuk pembentukan edema baik oleh peningkatan tekanan hydrostatic dalam pembuluh darah, penurunan dalam tekanan onkotik di dalam pembuluh darah atau peningkatan permeabilitas dinding pembuluh.Yang terakhir ini memiliki dua efek. Memungkinkan air mengalir lebih bebas dan mengurangi perbedaan tekanan oncotic dimana protein dimungkinkan untuk meninggalkan pembuluh dengan lebih mudah. Peningkatan tekanan hydrostatik terjadi pada gagal jantung. Penurunan tekanan onkotik terjadi di sindrom nefrotik dan gangguan hati (liver failure). Peningkatan permeabilitas terjadi dalam radang. Hal ini memperlihatkan fakta terjadinya edema dalam kondisi ini.

Meskipun, sudah dikenal sejak 1950-an bahwa situasinya lebih kompleks dan ini masih jauh dari pemahaman secara keseluruhannya. Variasi di dalam tekanan hydrostatic pembuluh di kaki dibandingkan dengan wajah adalah sekitar satuan meter air. Dalam kasus kaki manusia, kekuatan Starling selalu jauh dari keseimbangan. Pada buruknya gagal jantung, perubahan di pusat tekanan vena memiliki perbandingan yang kecil dan tidak dapat dijelaskan kenapa edema pada kaki berkembang dengan mudah sebagai akibat dari bocornya kapiler. Tiga faktor lainnya mungkin terlibat. Pertama, jika pusat tekanan vena mengalami peningkatan yang sederajat dengan pembuluh limfe maka penyaringan cairan dari jaringan-jaringan akan terganggu. Dapat juga dikatakan bahwa edema mungkin juga disebabkan oleh perubahan output cairan pada jaringan sebanyak input ke dalam jaringan tersebut. Kedua, gagal jantung yang parah sangat memperburuk kondisi yang ada. Penderita cenderung sulit untuk mengusahakan bernafas dengan jantung yang sudah terkena edema. Mereka cenderung untuk duduk agar bernapas lebih mudah dan membuat kaki mereka menggantung dan tidak bergerak-gerak.Imobilitas/ keadaan tidak bergerak mungkin adalah penyebab paling umum edema, karena penyaringan cairan oleh pembuluh limfatik membutuhkan aksi dari saraf-saraf otot kebutuhan otot tindakan. Ketiga, parahnya gagal jantung pada kelenjar endokrin dan perubahan saraf mengubah cara sel-sel menanggapi kejadian tersebut dimana sebenarnya tidak sepenuhnya dimengerti oleh sel-sel tersebut.. Meskipun tekanan rendah plasma oncotic banyak dianggap penyebab edema, kebanyakan dokter mencatat bahwa edema mungkin terjadi sebelum ada kehilangan protein yang signifikan dalam air seni atau penurunan tingkatan plasma protein. Untungnya ada penjelasan lain yang tersedia. Sebagian besar bentuk nephrotic syndrome adalah karena perubahan biochemical dan struktural di kapiler membran dalam glomerulus pada ginjal, dan perubahan ini sebagian kecil terjadi pada pembuluh darah dan sebagian besar lainnya pada sel-sel tubuh. Dengan demikian hasil peningkatan permeabilitas yang membawa protein dalam urin dapat menjelaskan edema. Pemindahan kembali yang tidak normal dari cairan interstinal dapat disebabkan oleh kegagalan sistem limfatik. Hal ini mungkin disebabkan oleh destruksi-destruksi; contohnya tekanan dari sebuah kanker atau perbesaran nodus limfatik, destruksi pembuluh limfe karena radioterapi, atau infiltrasi dari limfatik karena infeksi (contohnya elephantiasis). Hal ini paling sering disebabkan oleh kegagalan dari tindakan pemompaan otot karena imobilitas, sebagian besar terlihat mencolok dalam kondisi seperti sclerosis, atau paraplegia. Kembalinya cairan limfatik adalah juga tergantung pada tindakan pemompaan dari struktur pembuluh getah bening. Edema dapat terjadi pada orang-orang yang menggunakan aspirin seperti penghambat cyclo-oxygenase diantaranya ibuprofen atau indomethacin dimana dapat menyebabkan inhibisi dari kerja pembuluh limfe. Pada myxedema dan berbagai kondisi langka edema lainnya adalah karena adanya peningkatan kecenderungan jaringan untuk menampung air di dalam ruang ekstraseluler. Myxedema dikarenakan peningkatan karbohidrat hidrofilik yang kaya molekul (mungkin kebanyakan hyaluronan) didepositkan di jaringan matriks. Edema terbentuk lebih mudah

pada orang tua yang kebanyakan hanya duduk di rumah atau pada orang-orang dengan sedikit aktivitas namun rupanya hal ini banyak tidak disadari oleh kebanyakan orang.