Anda di halaman 1dari 3

MERKANTILISME Falsafah ekonomi yang diserang Smith mengandung pendirian bahwa adalah penting bagi kesejahteraan sebuah negara

untuk mengakumulasi persediaan logam-logam berharga. Merkantilisme suatu filsafah ekonomi berdasarkan keyakinan bahwa (1) kemakmuran sebuah negara bergantung pada harta yang terakumulasi, biasanya emas ; dan (2) untuk meningkatkan kemakmuran, kebijaksanaan pemerintah hendaknya meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Sebagai contoh merlantilisme modern yang dewasa ini disebut nasionalisme ekonomi, adalah kebijaksanaan industri yang berdasarkan intervensi negara yang sangat kuat yang diciptakan orang-orang sosialis untuk Prancis. Mereka menasionalisasi industri-industri kunci dan bank-bank penting agar dapat menggunakan kekuatan/kekuasaan Negara baik sebagai (1) Pemegang saham dan penyandang dana ; (2) Pelanggan dan pemasar untuk merevitalisasi basis industri negaga itu. TEORI KEUNGGULAN ABSOLUT Adam Smith menyatakan bahwa kekuatan-kekuatan pasar bukan pengendalian pemerintah yang seharusnya menentukan arah, volume dan komposisi perdagangan internasional. Dia beralasan bahwa dalam perdagangan yang bebas dan tidak diregulasi, masing-masing negara akan mengkhususkan diri dalam memproduksi barang-barang yang dapat diproduksinya dengan lebih efisien. Smith menunjukan mengenai keunggulan absolut bahwa kedua negara akan memperolehkeuntungan dari perdagangan. Keunggulan absolut merupakan kemampuan sebuah bangsa untukl memproduksi suatu barang dengan jumlah masukan yang sama lebih banyak daripada negara lain. Misalkan ada persaingan sempurna dan tidak ada biaya-biaya transportasi di dunia dengan dua negara dan dua produk : Komoditas Ton Beras Mobil Amerika Serikat 3 2 Jepang 1 4 Jumlah 4 6

Di Amerika Serikat tiga ton beras atau dua mobil dapat diproduksi dengan satu unit keluaran. Karenanya, tiga ton beras harus mempunyai harga yang sama dengan dua mobil. Tetapi di Jepang hanya satu ton beras yang dapat diproduksi dengan unit masukan yang dapat

memproduksi empat mobil, maka satu ton beras seharusnya memiliki biaya sebanyak empat mobil. Amerika Serikat memiliki keunggulan absolut dalam produksi beras (3:1), sedangkan keunggulan absolut Jepang berada pada pembuatan mobil (4:2). Syarat-syarat perdagangan (perbandingan harga-harga internasional). Demgan spesialisasi, sekarang produksi total kedua barang itu lebih besar. Namun untuk mengkonsumsi kedua produk, kedua negara tersebut harus memperdagangkan sebagian surplus mereka. Keuntungan laba dari spesialisasi dan perdagangan. Karena tiap negara melakukan spesialisasi dalam memproduksi yang dapat dilakukan dengan lebih efisien dan kemudian memperdagangkan kelebihannya (surplusnya) dengan barang-barang yang tidak dapat diproduksi seefisien itu. TEORI KEUNGGULAN KOMPARATIF Pada tahun 1817 Ricardo memperlihatkan bahwa meskipun sebuah bangsa memegang keunggulan absolut dalam produksi dua barang, kedua barang masih dapat berdagang dengan keunggulan masing-masing sepanjang bangsa yang kurang efisien, efisiennya di dalam memproduksi kedua barang tersebut. Sehingga keunggulan komparatif dapat diartikan sebagai kelemahan absolut yang dimiliki oleh sebuah bangsa dalam memproduksi dua barang dari sudut bangsa lain memiliki suatu keunggulan komparatif atau relatif dalam memproduksi barang dimana kelemahan absolutnya kurang. Misalkan Amerika Serikat memiliki keunggulan absolut dalam memproduksi kedua beras dan mobil. Perhatikan bahwa dibandingkan Amerika Serikat, Jepang kurang efisien dalam menciptakan mobil daripada dalam memproduksi beras. Karenanya ia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi mobil. TEORI FAKTOR PENDUKUNG Heckscer-Ohlin dalam teori faktor pendukung menyatakan bahwa perbedaanperbedaan internasional dan inter-regional dalam biaya produksi timbul karena perbedaanperbedaan dalam pasokan faktor-faktor produksi. Negara-negara mengekspor produk-produk yang memerlukan sejumlah besar faktor produksi mereka yang berlimpah, dan mengimpor produk-produk yang memerlukan sejumlah besar faktor produksi mereka yang langka.

Negara-negara dengan jumlah tanah yang relatif luas seperti Australia melakukan ekspor produk-produk yang padat lahan (seperti gandum dan ternak), sementara Hongkong mengekspor barang-barang yang padat tenaga kerja. Akan tetapi ada pengecualian berkaitan dengan asumsi Ohlin. Ada asumsi bahwa harga dari faktor-faktor produksi tergantung pada faktor pendukungnya. Ini tidak benar, harga-harga faktor tidak ditetapkan di dalam pasar sempurna. Ohlin juga mengasumsikan bahwa suatu teknologi tertentu tersedia secara universal, tetapi tidak demikian. Selalu terdapat ketinggalan antara pengenalan metode produksi baru dan aplikasinya diseluruh dunia. Akibatnya teknologi unggul seringkali memperkenankan sebuah negara untuk memproduksi barang-barang dengan biaya yang lebih rendah daripada biaya di Negara yang memiliki karunia yang lebih baik dalam faktor yang diperlukan. Paradoks Leontief. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1953 oleh ahli ekonomi Wassily Leontief mempersoalkan manfaat dari teori Heckscher-Ohlin sebagai peramal arah perdagangan. Studi Leontief Paradoks menemukan bahwa Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang padat modal di seluruh dunia, mengekspor produk-produk yang padat tenaga kerja. Para ahli ekonomi berspekulasi bahwa hal ini timbul karena Amerika mengekspor barang-barang padat teknologi yang di produksi oleh tenaga kerja yang sangat terampil yang memerlukan investasi modal besar untuk mendidik dan melatih serta mengimpor barang-barang yang dibuat dengan teknologi dewasa yang memerlukan proses produksi massal yang padat modal oleh tenaga kerja yang terampil. Perbedaan Selera. Hal ini karena bagian sisi permintaan yang selalu sulit untuk berurusan dengan teori ekonomi yaitu perbedaan rasa dan selera tiap individu. Akan tetapi orang-orang bisnis tidak dapat mengabaikan perbedaan ini, yang memungkinkan perdagangan mengalir dalam arah yang sama skali berlawanan dari yang telah diramalkan oleh teori keunggulan komparatif. Kita telah menyajikan teori keunggulan komparatif tanpa menyebutkan uang, akan tetapi keunggulan komparatif sebuah negara dapat dipengaruhi oleh perbedaan-perbedaan antara biaya faktor-faktor produksi dalam mata negara itu dan biayabiayanya dalam mata uang lainnya.