Anda di halaman 1dari 5

http://tumez.blogspot.

com/

irwan
Rabu, 17 Juni 2009
TSA

INTRAVENA (Iv) diinjeksikan ke dalam pembuluh darah dalam jumlah kecil tidak mutlak harus isotoni dan Isohidri dalam jumlah besar (infus) harus isotoni dan Isohidri tidak tepat untuk zat aktif yang merangsang didnding pembuluh darah tidak baik dilakukan secara kesinambungan sediaan yang diberikan umumnya berbentuk larutan sejati dengan pembawa air. Penggunaan suspensi masih dipertentangkan dengan membatasi ukuran partikel zat aktif <> pemberian larytan 10 ml atau lebih besar sekali suntik, harus bebas pirogen larutan hipertoni dimaksudkan untuk pengobatan varises Contoh : Injeksi Kalsium glukonat Aminofilina Infus Glukosa Ringer dll INTRAMUSKULAR (Im) disuntikkan ke dalam jaringan otot

sediaan dalam bentuk larutan lebih cepat diabsorpsi daripada suspensi atau larutan dengan pembawa minyak umumnya disuntikkan di otot pantat atau paha larutan sedapat mungkin dibuat Isotoni zat aktif dengan kerja lambat serta mudah terakumulasi dapt menimbulkan keracunan Contoh : Injeksi Kamfer Kinin antipirin Fenilbutazon Amidopirin Kortison asetat dll SUBKUTAN (sc) disuntikkan ke dalam jaringan di bawah kulit volume larutan yang disuntikkan tidak lebih dari 1 ml disuntikkan ke dalam tubuh melalui bagian yang sedikit lemaknya larutan yang disuntikkan sebaiknya Isotoni dan Isohidri dengan kerja zat aktif lebih lambat daripada pemberian secara iv pemberian sc dalam jumlah besar dikenal dengan nama HIPODERMOKLISE INTRAKUTAN (Ic) disuntikkan ke dalam kulit volume yang diberikan antara 0,1-0,2 ml ditujukan untuk diagnostik (Mantoux-Test) atau profilaksis (cacar) INTRATEKAL, INTRASPINAL, INTRADURAL, INTRALUMBAL disuntikkan ke dalam sumsum tulang belakang larutan harus Isotoni dan Isohindri untuk maksud anestesi digunakan larutan yang hipertoni INTRAPERITONIAL (Ip) disuntikkan ke dalam rongga perut absorpsinya cepat INTRANEURAL disuntikkan ke dalam syaraf INTRASISTERNAL disuntikkan ke dalam sumsum tulang belakang pada dasar otak INTRAKARDIAL disuntikkan ke dalam jantung

BAHAN PEMBAWA OBAT SUNTIK AIR Air pro injeksi aqua bidest dengan pH tertentu, tidak mengandung logam berat seperti timbal, tembaga dan besi, juga tidak boleh mengandung Ion kalsium, klorida, nitrat, sulfat, amonium, nitrit dan karbonat harus steril, penggunaannya dalam jumlah besar harus bebas pirogen kualitas tinggi nilai tahanan spesifik sebesar 500.000 Ohm/cm atau lebih jika nilai hanya separuhnya disarankan untuk tidak digunakan aqua demineralisata tidak diperkenankan digunakan sebagai pembawa obat suntik. Air pro injeksi bebas CO2 CO2 yang bersifat asam lemah mampu menguraikan garam natrium dari senyawa organik seperti Barbiturat dan Sulfonamida kembali membentuk asam lemahnya yang mengendap Fenobarbital natrium +CO2 + H2O -----( 1 : 3 bagian air) Fenobarbital (endapan) +Na2 CO3 ( 1 : 1000 bagian air) atau Sulfadiazin natrium + CO2 + H2O -----( 1 : 2 bagian air) Sulfadiazin (endapan) + Na2 CO3 ( sangat sukar larut dalam air) Air pro injeksi bebas CO2 dibuat dengan jalan mendidihkan air pro injeksi selama 2030 menit, lalu dialiri gas nitrogen sambil didinginkan Air pro injeksi bebas oksigen Dibuat dengan jalan mendidihkan air pro injeksi selama 20-30 menit, jika dibutuhkan dalam jumlah besar maka saat pendinginannya dialiri gas nitrogen digunakan untuk melarutkan zat aktif yang mudah teroksidasi seperti : Apomortin Proklorperazin Klorieniramin Promazin Klorpromazin Promezatin HCL Ergometrin Sulfadimidin Ergotamin Tubokurarin

Metilergometrin dll NON AIR Digunakan jika, Zat aktif tidak larut dalam pembawa air Zat aktif terurai dalam pembawa air Diinginkan kerja depo dari sediaan Minyak hewan Tidak digunakan sebagai bahan pembawa Minyak tumbuhan Mudah tengik karena mengandung asam lemak bebas terutama asam lemak tidak jenuh tidak boleh mengandung minyak mineral atau parafin cair karena keduanya tidak dapat dimetabolisasi dalam tubuh serta dapat menimbulkan tumor atau reaksi terhadap jaringan sering menimbulkan rasa nyeri sehingga perlu penambahan Benzil alkohol 5% untuk anestesi lokal, mengatasi masalah ketengikan dengan jalan menambahkan antioksidan seperti Butilhidroksianisol. digunakan unrtuk injeksi zat aktif, Deoksikorton asetat Dimerkaprol Nandrolon fenilpropionat Propiliodon Progesteron Testosteron fenilpropionat Testoteron propionat Jenis minyak tumbuhan yang digunakan, Arachidis Gossypil Terebinthinae Maidis dll Minyak semisintesis Misalnya Milgyol-minyak netral Ester Asam lemak Menghasilkan larutan yang lebih encer daripada pembawa minyak sehingga lebih mudah disuntikkan meski kerja depo yang timbul tidak sepanjang pembawa minyak Sasami Olivarum Neural Amygdalarum

kadangkala dikombinasi dengan senyawa ALKOHOL seperti ETANOL atau BENZIL ALKOHOL untuk memperbaiki kelarutan zat aktif Contohnya adalah ETIL OLEAT, ISOPROPILMIRISTAT, POLIOKSIETILEN TRIGLISERIDA OLEAT Alkohol memiliki aktivitas fisiologis, menimbulkan rasa nyeri dan kerusakan jaringan pada penggunaannya sehingga pemberiannya secara