Anda di halaman 1dari 118

Wibowo Paryatmo

1
Perkuliahan
Turbin Gas & Motor Propulsi
Sem. 3 (S-2) ; 3 SKS
Waktu kuliah : Minggu, 08.00 s.d. 12.15 (break 10.00 10.15) ; 12.45 s.d.
17.00 = 4 sesi
Jumlah tatap muka : 12 s.d. 16
Minimum kehadiran : ada
Sifat ujian (UTS & UAS) : tutup buku ; buka resume 1 lb A4 (asli) ; soal &
resume dikumpulkan bersama naskah jawaban / buka buku / tugas
Komponen nilai : kehadiran 5% ; quiz, tugas & kegiatan terstruktur 15% ;
UTS 30% ; UAS 50%
Acuan Utama : (1) M.M.El Wakil, Powerplant Technology, McGraw-Hill
Book Co., 1985
Penunjang : (2) Cohen,H., Rogers, G.F.C, Saravanamuttoo, H.I.H, Gas
Turbine Theory, 2
nd
Ed., ELBS & Longman Group Ltd., 1978
(3) Boyce, M.P., Gas Turbine Engineering Handbook,
Gulf Pub. Co., 1982

2
Silabi Singkat
Turbin Gas & Motor Propulsi
1. Turbin gas sebagai mesin penggerak mula
- 1.1. dikripsi turbin gas
- 1.2. sejarah perkembangan
- 1.3. ciri spesifik turbin gas (keunggulan dan kekurangan)
- 1.4. konstruksi dasar
- 1.5. lingkup penggunaan
2. Siklus termodinamika turbin gas
3. Konstruksi turbin gas
- 3.1. siklus sederhana (simple gas turbine)
- 3.2. siklus dengan augmentasi
4. Macam-macam turbin gas
5. Siklus aktual dan pengaruh T
1
, T
3
, q dan r
p
6. Ukuran kinerja
7. Parameter rancangan
8. Gas ideal, tabel udara dan tabel gas
9. Dasar termodinamika turbin gas dan pembangkitan tenaga
- hukum termodinamika dan penerapannya
- energi, kerja, daya ; satuan dan konversinya
3
Silabi Singkat (lanjutan)
- difuser, kompresor, ruang bakar, turbin dan nosel
10. Peningkatan Kinerja Turbin Gas
- enhance / augmented cycle
- STIG (steam / water injection) siklus Cheng
- aeroderivative
- repowering
- uprating
- siklus tertutup (close cycle)
- siklus kombinasi (combined cycle)
- cogeneration
11. Pengujian Turbin Gas dan Besaran Tak Berdimensi
12. Turbin Gas Untuk Sistem Propulsi Pesawat Terbang
13. Dasar-dasar Perawatan Turbin Gas (Mainternance)

4
BAB 1

TURBIN GAS SEBAGAI MESIN
PENGGERAK MULA
MATAHARI
HELIOTHERMAL
ANGIN
ENERGI BUMI
GEOTHERMAL FUSI NUKLIR BH MAKANAN FISSI NUKLIR AIR LAIN-LAIN
SINAR MTHARI
EN. MEKANIS LAIN-LAIN EN. PANAS EN. SINAR EN. BB. KIMIA EN. NUKLIR
KOLEKTOR PEMB. EKSTERNAL REAKTOR APK / BUMI
P A N A S
gaya tarik
MEDIA GAS
TURBIN AIR KINCIR ANGIN KINCIR AIR MS UAP TURBIN UAP TURBIN GAS MS DIESEL MS OTTO MS WANKEL
PEMB. INTERNAL
gaya tarik
BB. HC
OTOT
ENERGI MEKANIS PUTARAN POROS
MEDIA CAIR / KETEL UAP
L2
Sumber Energi Turbin Gas


E N E R G I P A N A S
heliothermal fissi nuklir (fusi nukjli) geothermal bahan bakar HC
padat cair gas
pembk. eksternal
pembk.internal
media cair/uap media gas
TURBIN GAS
beban
- generator
- pompa
- kompresor
- alat mekanis
- gaya dorong
L3
m. Diesel
m. Otto
m. Wankel
Standar Penyediaan Energi
P R I M E M O V E R S
GENERATOR
ENERGI LISTRIK
AKUMULATOR PUMP STORAGE PLANT
AIR TERJUN
PLTA (air)
PLTM (mikrohidro)
PLTU (uap)
PLTPB (panas bumi)
PLTG (gas)
PLTGU = STAG
PLTN (nuklir)
PLTD (diesel)
USERS
PLTB (bayu)
L4
1.TURBIN GAS
1. TURBIN GAS SEBAGAI MESIN PENGGERAK MULA
- 1.1. DISKRIPSI TURBIN GAS :
Turbin gas = turbin dengan media kerja gas bertemperatur tinggi
(gas panas atau gas hasil pembakaran) dan bertekanan
Penggerak mula (Prime Movers) = alat mekanis yang mengubah
energi primer menjadi energi mekanis putaran poros (L2-slide 85)
Turbin A mesin dengan gerak rotasi t.d. poros dan sudu-sudu
Sudu berputar / rotary blade (= m
b
= moving blade) menempel pada
poros dan sudu tetap / stasioner (= f
b
= fixed blade) menempel
pada rumah turbin (casing)
Fungsi sudu atau blade : mengubah arah dan kecepatan aliran
fluida kerja sehingga timbul gaya yang memutar poros
Turbin konvensional ada tiga : turbin gas (media kerja gas), turbin
uap (media kerja uap) dan turbin air (media kerja air)
Sesuai untuk pembangkit daya medium
Turbin gas tidak dapat dipisahkan dengan pembangkit gas (gas
generator) yang terdiri dari kompresor dan ruang bakar. Untuk
dapat berekspansi dengan baik, gas panas harus bertekanan
Siklus turbin gas (= siklus Brayton ; ideal Brayton cycle = Joule
cycle) dapat siklus terbuka atau siklus tertutup
Semua jenis energi panas pada dasarnya dapat digunakan
6
Turbin Gas
- 1.2. SEJARAH SINGKAT & PERKEMBANGANNYA :
1. Prinsip kerja sudah lama dikenal ~ 150 BC Hero of Alexandria : hot air turbine
penggerak simbol seremoni agama
2. 1791 : John Barber, gas keluar cerobong (untuk panggangan roti) realisasi
dari ide Leonardo da Vinci 1510
1818 : James P. Joule mendalami teori siklus turbin gas
1894 : dirintis turbin gas dengan kompresor (1900 Stolze gagal ; q
K&T
<<)
1905 : turbin gas 400 HP Societe des Turbomoteurs (Paris), q = 4%
1911 : turbin gas yang secara praktis cukup ekonomis
1920 : turbo supercharger untuk pesawat terbang bermesin torak
1939 : Brown-Boveri, turbin gas industri 4000 kW, TIT~550C, q ~ 18%
PD II : dikembangkan untuk propulsi pesawat terbang
1941 : penerbangan pertama dengan mesin Whittle
3. Sesudah PD II : untuk propulsi pesawat terbang militer & komersial dan untuk
industri (q sampai ~ 30%)
1948 : semi close gas turbine tested at Winterthur Swiss (Sulzer)
1960 : siklus kombinasi STAG (USA) General Electric
4. Recent technology s.d th. 2000 : # q ~ 40% (simple cycle) dan ~ 55%
(combined cycle = STAG) ; daya 1 unit = 280 MW (GE : MS-9001); TIT ~
1430C
5. Present & Future technology : aeroderivative untuk pembangkit daya kecil
(s.d. 10 MW) dan menengah (s.d. 200 MW) ; combined cycle untuk daya
yang besar (> 200 MW), serta cogeneration bila diperlukan energi panas dan
listrik secara bersamaan. Diramalkan efisiensi > 60%
7
TURBIN GAS (LANJUTAN) :
- 1.3. CIRI SPESIFIK TURBIN GAS :
1. (+)Berat spesifik rendah [kg/kW] : kompak / kecil / ringan
2. (-) Awalnya sfc [g/kW.h] tinggi ; sekarang bersaing dengan mesin diesel
(simple cycle, sfc ~ 200 g/kWh)
- early (simple cycle) : < q~15% ; TIT~650C
- improved , ssd PD II : (simple cycle) : q = 17 s.d 19% ; TIT~866C
(regenerative cycle) : q = 28%
(combined cycle) : 42 s.d. 50% PLTU ~34%
- recent tech. : (simple c.) : q = 40% ; TIT~1430C
(combined c.) : q = 55%
(ceramic coating mtl ; technology mfr DS = directionally solidified SC =
single crystal ; improve cooling system ; aerodynamic contour)
- bila TIT naik 100F (=56C), maka : q +1.5% ; W
net
+10%
3. (+) Mudah dan cepat dihidupkan dan dimatikan ; cocok untuk emergency
plant. Dari mulai dihidupkan s.d. beban penuh ~ 6 menit.
4. (+) Jenis bahan bakar bervariasi gas, cair, padat, nuklir & praktis semua
jenis sumber energi panas (ctt.: eksploitasi panas bumi, sdh bentuk uap)
5. (+) Getaran yang dibangkitkan kecil (civil work murah)
6. (+ & -) Sederhana (tapi teknologi tinggi) ; tak ada gerak reciprocate
7. (+) Harga per daya output rendah; 215 s.d. 235 $/kW (PLTU : 850 sd 1100)
8. (-) emisi NOx dan CO semula menjadi masalah, karena pembakaran
dengan temperatur tinggi sudah dapat ditekan sampai dengan maks.
25/50 ppmv NOx/CO dengan pre-comb. chamber dan injeksi air



8
lanjutan
9. Mula-mula turbin gas cocok digunakan untuk emergency plant atau
untuk propulsi pesawat terbang, karena sifat-sifat yang dimilikinya,
sesuai dengan teknologi saat awal perkembangannya. Kemajuan
teknologi turbin gas memungkinkan turbin gas untuk kegunaan
stasioner seperti PLTG, karena sifat-sifat negatif yang semula
menjadi kelemahannya, praktis sudah dapat diatasi. Turbin gas
aeroderivative membuat turbin gas memiliki banyak keunggulan,
untuk kegunaan yang sangat luas. Th. 2000 daya per unit sudah
mencapai ~ 280 MW dan untuk siklus kombinasi ~ 500 MW.
10. Catatan : saat sekarang, turbin gas mampu bersaing dengan jenis
Prime Movers yang lain dalam pembangkitan tenaga skala kecil
(beberapa ratus kW) sampai besar (>500 kW). Beberapa faktor
utama pemilihan jenis power plant yang paling sesuai, antara lain
menyangkut masalah life cycle cost :
a. capital cost
b. time reqd from planning to construction
c. maintenance cost
d. energy / fuel cost (major to operation cost)
11. Gas turbine : lowest maintenance and capital cost, fastest
completion time, but relatively high technology


9
T.GAS DENGAN AUGMENTASI
Komponen utama :
1. Kompresor
2. Ruang bakar
3. Turbin
4. Beban (putaran poros)
5. Difuser (*)
6. Nosel (*)
(*) = bila output = gaya dorong

Output : putaran poros
W
net
= W
T
.q
T
(W
K
/q
K
)

Output : gaya dorong
W
net
= ekspansi gas
(W
T
.q
T
= W
K
/q
K
)

Sistem Augmentasi
(lihat juga slide 15)
PC = precooler
IC = intercooler
RG = regenerator
RH = reheater
10
- 1.4. KONSTRUKSI DASAR
TURBIN GAS : (Lanjutan)
- 1.5. LINGKUP PENGGUNAAN TURBIN GAS :
1. Penggerak Generator
a. PLTG (simple cycle ; augmented / enhance cycle)
b. PLTGU / STAG (siklus kombinasi = combined cycle)
c. co-generation (pembangkit gabungan) t.gas atau t. uap
d. utility peak load
e. emergency plant
f. private power plant (incl. offshore platform etc)
2. Penggerak Mekanis
a. pompa
b. kompresor (gas transmission etc)
c. mesin-mesin industri
3. Untuk traksi atau kendaraan darat & laut :
a. traksi berat / semi stasioner (kapal, kereta api)
b. traksi ringan (mobil)
4. Propulsi Pesawat Terbang :
a. turbo jet
b. turbo prop
c. turbo fan
d. prop fan
5. Kegunaan khusus :
a. auxiliary engine (misalkan : turbo supercharger)
b. gas expander (misalkan : AC pesawat terbang)
c. perangkat blower pada blast furnace)
d. turbin dengan udara tekan (pemasok daya pada beban puncak)





11
Bab 2

SIKLUS TERMODINAMIKA
TURBIN GAS
12
2. Siklus Termodinamika Turbin Gas

- Siklus Ideal turbin gas sederhana
(siklus Brayton ideal) t.d. langkah-
langkah :
1-2 : kompresi isentropik (K)
2-3 : pemasukan energi isobar (RB)
3-4 : ekspansi isentropik (T)
4-1 : pembuangan panas (isobar)

- Siklus aktual :
. proses kompresi : politropik (ada AQ)
. pemasukan energi : ada p
. proses ekspansi : politropik
. pembuangan panas : ada p
K
RB
T
13
2. SIKLUS TURBIN GAS (SIKLUS BRAYTON) IDEAL
pada koordinat p V dan T s
SIKLUS SEDERHANA (SIMPLE CYCLE)
1 2 : proses kompresi (isentropik), di kompresor
2 3 : energi masuk (isobar), di ruang bakar
3 4 : ekspansi (isentropik) di turbin
4 1 : pembuangan panas
W
K
= h
2
h
1
= c
p
.T
1
[(p
2
/p
1
)
(k-1)/k
- 1)]
W
T
= h
3
h
4
= c
p
(T
3
T
4
)
Q
in
= h
3
h
2
Q
out
= h
4
h
1
W
net
= W
T
W
K
q
th
= (W
net
/Q
in
)
14
Siklus Regenerative & Dengan Reheater
15

TURBIN GAS SIKLUS TERTUTUP, DENGAN 2 IC, 1 RG DAN 1 RH
16
BAB 3

KONSTRKSI TURBIN GAS
17
3. Konstruksi Turbin Gas


Contoh : turbin gas sederhana (simple gas turbine) dg free turbine
T
1
= T
in
= 65F = 291.3 K
rp
K
= 61/14.7 = 4.15
T
3
= TIT = 1340F = 727C = 1000 K
K = kompresor
RB = ruang bakar
T
K
= turbin kompresor
T
B
= turbin beban
(K + RB+ T
K
) = gas generator
K
RB
T
K
T
B
* Lihat : macam-macam turbin gas
output
putaran poros
18
Turbin Gas Sederhana (Simple Gas Turbine)
poros tunggal
poros ganda
(dengan turbin bebas)
19
Turbin Gas Siklus Terbuka Dengan Augmentasi
Enhance / augmented cycle
pc
pc = precooler
ic = intercooler
rg = rekuperator / regenerator
rh = reheater
20
cc
Perlu dibedakan
antara :
siklus kombinasi
(combined cycle)
dengan
pembangkit
gabungan
(co-generation)
siklus kombinasi
dengan
CODOG, COGOG,
COSAG dsb.

Siklus kombinasi (combined cycle) - STAG
21
Siklus Kombinasi, Dual Pressure Boiler
22
BAB 4

MACAM-MACAM TURBIN GAS
23
4. Macam-macam Turbin Gas
1. Menurut Jenis Pembangkit Gas (Gas Generator = GG) :
(1) pasangan ruang bakar dan kompresor + turbin kompresor
(2) torak bebas (free piston engine)*
(3) GG terpisah (misalkan turbosupercharger)*
2. Menurut Siklusnya :
(1) siklus terbuka
(2) siklus tertutup
(3) siklus setengah tertutup
3. Menurut Jumlah Porosnya
(1) poros tunggal (single shaft)
(2) poros ganda (double shaft)
(3) poros banyak (multi shaft)
4. Menurut output yang dihasilkan
(1) putaran poros (mis. PLTG)
(2) gaya dorong (mis. ms. turbo jet)
(3) kombinasi putaran poros dan gaya dorong (mis. turbo prop)
5. Menurut kriteria rancangan
(1) (heavy frame) industrial gas turbine
(2) gas turbin untuk pesawat terbang
(3) aeroderivative
24
1.2. FREE PISTON ENGINE
Sebagai Gas Generator
1.1. Gas Generator =
Pasangan Kompresor, Ruang Bakar
dan Turbin Kompresor
1. Menurut Jenis GG
Jenis Pembangkit Gas-nya

1.1. GG = K + RB + T
K
1.2. GG = free piston engine
1.3. GG = terpisah
25
TURBO SUPERCHARGER
Ctt.: ada supercharger jenis lain, yang tidak
menggunakan turbin gas, yaitu :
-mechanical supercharger
- electrical supercharger
1.3. Gas Generator Terpisah
26
Turbosupercharger
27
(2) Menurut Siklusnya
2.1.Siklus terbuka
2.2. Siklus tertutup
2.3. Siklus setengah tertutup
. .
2.1. Siklus Terbuka
2.2. Siklus Tertutup
28
Menurut Siklusnya : 2.3. setengah tertutup (semi closed)
.
.
Westinghouse semi closed cycle
T1 = turbin utama
T2 = auxiliary turbine
C1 = kompresor utama
C2 = auxiliary compressor
B = ruang bakar
R =regenerator
P = precooler
Sulzer Bros semi closed cycle
T1 = turbin kompreor
T2 = turbin daya
C1 = kompresor utama
C2 = auxiliary compressor
B = ruang bakar
R = regenerator
P = precooler
I = intercooler
29

TURBIN GAS SIKLUS TERTUTUP, DENGAN 2 IC, 1 RG DAN 1 RH
30
(3) Menurut jumlah poros : 3.1. poros tunggal (slide 14)
3.2. poros ganda (slide 14) 3.3. multi shaft
.
3.3. Mesin turbofan tripple-spool dari Rolls-Royce : poros 1 : T1 & Fan ;
poros 2 : T2 & LP compressor ; poros 3 : T3 & HP compressor
31
.
32
Turbin gas untuk mobil, dengan kompresor sentrifugal & regenerator
.
33
4.1. Output putaran poros :
Contoh : Rancangan dasar PLTG experimental
Westinghouse 200 HP (~147 kW), TIT=1350F (~732C)
4. Menurut output-nya :
4.1. putaran poros
4.2. gaya dorong
4.3. kombinasi putaran poros dan gaya dorong
34
4.1. Output putaran poros
Contoh : PLTG Rancangan Untuk Standby Service
(Brown Bovery)
35
36
4.2. output : gaya dorong;
contoh turbo jet
4. Menurut output-nya
4.3. output : kombinasi putaran
poros dan gaya dorong
. Turboprop
. Turbofan
BAB 5

SIKLUS AKTUAL DAN PENGARUH
T
1
, T
3
, q
(T,K,RB)
DAN r
p
37
5. Siklus Aktual
1- 2a : proses kompresi politropis
W
Ka
= W
Kid
/q
K
2 3a : proses pembakaran ada p
rp
T
= rp
K
3a 4a : proses ekspansi politropis
W
Ta
= W
Tid
x q
T
4a 1 : pross ekspansi ada p

Q
in
= (h
3a
h
2a
)
Q
out
= (h
4a
h
1
)
q
th
= (Q
in
Q
out
)/Q
in
W
net
= W
T
x q
T
W
K
/q
K

WR = W
net
/W
T
38
Pengaruh Parameter Terhadap Kinerja
Dari segi termodinamika (bukan segi ekonomi) :
T
1
serendah-rendahnya terbatas kondisi atmosfer
(untuk siklus terbuka), kecuali dipasang precooler
T
3
setinggi-tingginya dibatasi kekuatan material
menahan suhu tinggi
Efisiensi K, RB, T, setinggi-tingginya terbatas
kemampuan teknologi
Rasio tekanan kompresor (= r
p
) ada optimumnya ; perlu
dipilih prioritas pada q, W
net
, atau WR

Catatan : tiga besaran utama ukuran kinerja yang penting
untuk diperhatikan adalah q
termal
, W
net
(= kerja netto) dan
WR (= rasio kerja)
39
40
Untuk TIT (= T
max
) yang
sama, perubahan nilai
r
p
kompresor berpengaruh
terhadap W
K
.

W
K
digambarkan sebagai
luas, yang ada nilai
maksimumnya untuk
r
p
tertentu
BAB 6

UKURAN KINERJA TURBIN GAS
42
6. Ukuran Kinerja Turbin Gas
1. q
th
[ - ] = efisiensi termal = (Q
in
Q
out
)/Q
in
2. sfc [g/kW.h] = specific fuel cons. (konsumsi bh bakar spesifik)
3. hr = heat rate [kJ/kW.h] = laju kalor
4. W
net
[kJ/kg] = kerja netto
5. SP [kW/kg.s] = specific power = daya spesifik = W
net
6. AR [(kg/s)/kW] = air rate = laju udara = 1/SP
7. WR [- ] = work ratio = rasio kerja = W
net
/W
T

Pertimbangan pemilihan : - umur (lifetime)
- life cycle cost (ekonomi)
dcf-roi (ekonomi)
- kehandalan (reliability)
- ketersediaan (availbility)
- kemudahan perawatan (maintainability)
- tbo (time between overhaul)

Catatan : 1, 2, 3 = ukuran hemat tidaknya pemakaian energi
4, 5, 6 = ukuran kompak tidaknya konstruksi turbin gas
7 = ukuran stabilitas operasi
41
lanjutan

3600 x 1000
q
th
= ----------------- * dengan memperhatikan satuan yang digunakan
sfc x NK

sfc x NK
h.r = -------------
1000


h.r = (3600)/q
th



fc = sfc x daya Daya = W
net
x G
m


sfc = AR x F/A

- NK = nilai kalor [kJ/kg] ; ada NKA = HHV = GCV & NKB = LHV = NCV
- fc = fuel consumption = konsumsi bahan bakar [g/h]
- F/A = fuel air ratio = perbandingan berat bahan bakar dan udara [ - ]
- G
m
= laju aliran massa [kg/s]
- Untuk NK = 43 953 [kJ/kg] = 10 500 [kcal/kg] = 18 911 [btu/lb], bila q = 40%
maka sfc = 204.76 [g/kW.h] dan h.r = 9 000 [kJ/kW.h]
- Bahan bakar HSD, kero atau JP, nilai F/A
cc
~ 1/16 ; turbin gas F/A = 1/50 sd
1/150 (secara umum, kurang lebih 400% excess air) < lean blow out

- Catatan : dalam menggunakan rumus, perhatikan satuannya
43
Untuk nilai kalor bahan bakar, HV = 43 953 [kJ/kg]
= 10 500 [kcal/kg] = 18 911 [btu/lb]
q[%] sfc [g/HP.h] sfc [g/kW.h] hr [kcal/kW.h] hr [kJ/kW.h] hr [btu/kW.h]

20 301.41 409.52 4 300 18 000 17 058
25 241.13 327.62 3 440 14 400 13 646.4
30 200.94 273.01 2 866.7 12 000 11 372
40 150.7 204.76 2 150 9 000 8 529
100 60.282 81.9 860 3 600 3 411.6
Daya Turbin Gas
(dipengaruhi kondisi udara masuk, terutama T
1
)
ISO Rating : sea level ; 15C (= 59F)
(Ctt : s.d. tahun 1970, diberlakukan NEMA std., berbasis
1000 ft altitude, 80F (= 26.66C)
ISO = NEMA x 1.12
NEMA = National Electrical Mfr. Association
44
45
46
BAB 7

PARAMETER RANCANGAN
47
7. Parameter Rancangan
- Perlu dibedakan : karakteristik termodinamika dengan karakteristik
operasi
- Dalam rancangan turbin gas, dari banyak faktor ukuran kinerja, tiga besaran
penting adalah (1) efisiensi termal (= q
th
) (2) kerja netto (W
net
) (3) rasio
kerja (WR)
- Arti dari masing-masing besaran telah dibahas di bab 6
- Empat parameter penting yang mempengaruhi karakteristik termodinamika
adalah : T
1
(temperatur fluida seksi masuk kompresor), T
3
(temperatur
pembakaran, atau sering digunakan istilah TIT = turbine inlet temperature),
q
K
,q
T
,q
RB
(efisiensi komponen utama : kompresor, turbin, ruang bakar), rp
K

(rasio tekanan kompresor)
- (Catatan : karakteristik operasi dipengaruhi banyak faktor, sehingga perlu
dianalisis dengan besaran tak berdimensi)
- Dalam rancangan, dari pertimbangan termodinamika (bukan ekonomi)
selalu diusahakan : q
th
, W
net
dan WR = setinggi mungkin (W
net
sebesar
mungkin berarti AR serendah mungkin) dalam praktek perancangan,
perlu kebijaksanaan trade-off, tergantung dari prioritas.
- T
1
diupayakan serendah mungkin (terbatas temperatur lingkungan, atau
memasang precooler), TIT setinggi mungkin (terbatas kemampuan material
menahan suhu tinggi) dan efisiensi komponen setinggi mungkin (terbatas
kemampuan teknologi), rp
K
dipilih nilai optimumnya.
48
BAB 8

GAS IDEAL, TABEL GAS DAN
TABEL UDARA
49
8. Gas Ideal, Tabel Gas & Tabel Udara
- Turbin gas siklus terbuka, fluida kerja adalah udara (sebelum masuk ruang
bakar), dan gas sesudah ruang bakar. Gas adalah produk pembakaran yang
bervariasi, tergantung besarnya F/A
- Turbin gas siklus tertutup, fluida kerja dapat menggunakan : udara, He, H
2
, N
2
,
CO
2
dan secara teoritis semua jenis gas.
- Gas adalah fluida kompresibel yang memenuhi hukum gas, dan secara
teknis dapat dianggap sebagai gas ideal, sehingga di dalam praktek
perhitungan termodinamika, dapat menggunakan rumus-rumus gas dan gas
ideal. Untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik, dapat menggunakan tabel
udara dan tabel gas yang sesuai (berbeda dengan fluida uap, yaitu fluida
kompresibel yang tidak memenuhi hukum gas / gas ideal harus dengan
bantuan tabel uap)
- Hukum-hukum gas antara lain Hk. Boyle, Gay-Lussac, Dalton dll.
- Gas ideal = gas yang memenuhi persamaan gas ideal (equation of state) :

p v = RT

p = tekanan [kPa]
v = volume spesifik [m
3
/kg]
R = konstanta gas individu [kJ/kg.K]
T = temperatur absolut [K]


50
lanjutan
- Data udara (STP) : M = 28.967 [kg/kmol]
R = (R*/M) = 0.2868 [kJ/kg.K]
c
p
= 1.011 [kJ/kg.K]
k = (cp/cv) = 1.4

STP
= 1.252 [kg/m
3
]
R* = konstanta gas universal = 8.31434 [kJ/kmol.K]
= viskositas absolut = 17.456x10
-6
[Pa.s]
(STP SI unit : p = 101.325 kPaa, T = 273.15 K)
- Tabel udara & tabel gas (untuk turbin gas, kurang lebih 400% excess air),
disusun dari hasil pengujian (udara dan gas dianggap sebagai gas ideal) :
--------------------------------------------------------------------------------------------
T [K] h [kJ/kg] pr [ - ] vr [ - ] [kJ/kg.K] a [m/s]
---------------------------------------------------------------------------------------------
(1) semua besaran nilainya tergantung T ; datum diambil sembarang (harus
konsisten), yang penting nilai relatifnya (perubahannya).
(2) h = entalpi spesifik [kJ/kg]
(3) p
r
= pressure relative (terhadap sembarang datum)
(4) v
r
= volume spesifik relative (terhadap sembarang datum)
(5) = cp[(dT)/T ] s = s
1
s
2
= (
1

2
) R ln(p
2
/p
1
) pada kasus
isentropik, s = 0, R ln (p
2
/p
1
) = (
1

2
)
(6) C = tergantung T ; nilai (p
2
/p
1
) = tergantung T ; bukan nilai absolut p
2
& p
1
(7) a = kecepatan sonic a = (kRT)
1/2

51
BAB 9

DASAR TERMODINAMIKA TURBIN GAS
DAN PEMBANGKIT TENAGA
52
9. Dasar Termodinamika Turbin Gas dan
Pembangkitan Tenaga

9.1. Landasan : Termodinamika
1. Hukum Termodinamika I (conservation of energy)
2. Hukum Termodinamika II (availability of energy)
3. Zeroth Law (postulate) (thermal equilibrium)
4. Third Law (attainability of absolute zero temperature)
9.2. Persamaan Dasar : 1. Gas Ideal, gas riil, dan hukum-hukum gas
2. Persamaan Kontinuitas (konservasi massa)
3. Persamaan Bernoulli (konservasi momentum)
4. Persamaan Energi Umum
9.3. Komponen Turbin Gas : 1. Difuser
2. Kompresor
3. Ruang Bakar
4. Turbin
5. Nosel
6. PC (= precooler = pendingin awal)
7. IC (= intercooler = pendingin antara)
8. Rg (= regenerator)
9. Rh (= reheater = pemanas ulang)
53
9.1. Termodinamika
A Ilmu yang membahas masalah energi dan
perubahan energi

Inti Dari Hukum Termodinamika I & II

1. Energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan
2. Energi dapat diubah bentuknya (en. listrik, en. mekanik,
en. panas / kalor, en. potensial, en. kinetik, en. tekanan
dsb.)
3. Proses perubahan energi selalu disertai kerugian

54
Dasar-dasar Hukum Termodinamika
1. Hukum Termodinamika Nol (zeroth law) : postulate /
aksioma : bila dua sistem dalam keseimbangan termal
dengan sistem ke tiga, maka semuanya dalam thermal
equilibrium.
2. Hukum Termodinamika I (first law) : menyatakan
kekekalan energi (conservation of energy)
3. Hukum Termodinamika II (second law) : informasi
(availability of energy)
4. Hukum Termodinamika III (third law) : temperatur nol
absolut tak mungkin dapat dicapai (attainability of
absolute zero of temperature = -273.16C = 0 K)
55
Energi, Kerja dan Daya
- energi = kemampuan untuk melakukan kerja [J ]
kerja = pemanfaatan dari energi [J ]
daya = laju pemanfaatan energi [ W = J/s ]
entalpi (H) = total kandungan energi : (H= U + PV) [J])
entalpi spesifik, disebut juga head : (h : [J/kg] atau [m
2
/s
2
])
energi atau kerja dapat digambarkan sebagai luas, pada koordinat
pressure volume (p V)
entropi (S) = derajat ketidakberaturan suatu sistem (konsep Clausius
1865, bahwa dQ dapat digambarkan sebagai luas pada koord. T-s)
entropi spesifik fds = fdQ/T [J/kg.K]
perubahan panas (dQ) dapat digambarkan sebagai luas pada
koordinat T s
efisiensi (umum) = output / input = 1 (loss / input)
efisiensi termal, q
th
= (Q
in
Q
out
)/Q
in
56
Konversi Satuan Energi Daya dan
Tekanan
Energi : SI unit : [J] atau [kJ]
1 J = 1 W.s = 1 N.m = 1x10
-3
kJ
1 kcal = 4.186 kJ
1 kcal = 3.968 BTU = 427 kg
f
.m
1 BTU = 778 lb
f
.ft
1 erg = 1 dyne.cm = 10
-7
J (fisika)
Daya : SI unit : [W] atau [kW]
1 HP
m
= 1 PS = 1 PK = 1 DK = 75 kg
f.
m/s = 0.736 kW
1 HP
b
= 550 lb
f
.ft/s = 0.746 kW
Tekanan : SI unit [Pa] atau [kPa] atau [bar]

1 Pa = 1 N/m
2

1 bar = 10
6
dyne/cm
2
= 100 kPa = 14.5038 psi
1 atm = atmosfer fisika = 760 mm Hg = 14.6959 psi
1 at = atmosfer teknik = 1 kg
f
/cm
2
= 14.2233 psi
Lain-lain :1 ft = 0.3048 m ; 1lb = 0.454 kg
Energi spesifik = head = energi / massa [J/kg] atau [m
2
/s
2
]


57
9.2.(1) Persamaan Dasar : Gas Ideal, Gas Riil & Hukum-hukum Gas
Pada turbin gas siklus terbuka, fluida kerjanya adalah udara (sebelum
ruang bakar) dan gas dengan F/A tertentu sesudah ruang bakar.
Besarnya F/A untuk turbin gas dibatasi oleh temperatur pembakaran.
Umumnya F/A = 1/50 s.d. 1/150 atau sekitar 400% excess air.
Pada turbin gas siklus tertutup, fluida kerjanya (secara teoritis) bisa
semua jenis gas seperti udara, He, N
2
, CO
2
Di dalam perhitungan termodinamika praktis, semua gas dianggap
sebagai gas ideal
Gas ideal (disebut juga perfect gas) adalah gas yang memenuhi
persamaan gas ideal atau equation of state :
p.v = R.T [9.1]
[9.1] x G
m
[kg/s] : p.G
v
= G
m
.R.T [9.2]
[9.1] x m [kg] : p.V = m.R.T [9.3]

p = tekanan [Pa]
v = volume spesifik, v = (1/) [m
3
/kg]
R = konstanta gas individu [J/kg.K]
T = temperatur absolut [K]
G
m
= aliran massa [kg/s]
G
v
= aliran volume [m
3
/s]
V = volume [m
3
]



58
Gas Riil
Gas Riil (= non perfect gas) : perlu koreksi faktor
kompresibilitas Z pada persamaan gas ideal, sehingga :
pv = ZRT [9.4]
Nilai Z dipengaruhi oleh besarnya temperatur kritis (T
c
)
dan tekanan kritis (p
c
) dari gas, dan dapat dihitung
dengan bantuan generalized compressibility factor chart.
Untuk menyelesaikan perhitungan yang menyangkut
fluida gas, semua hukum gas dapat diberlakukan seperti
hukum Boyle (Boyle Mariotte), hukum Charles (Gay
Lussac), hukum Amonton, hukum Dalton, hukum
Amagat, hukum Avogadro.
59
Generalized
Compressibility Factor
Chart
60
9.2.(2) Persamaan Dasar Aliran Fluida
Persamaan Kontinuitas (diturunkan dari konservasi
massa): untuk aliran tunak 1-D
Q
v
= v.A (aliran volumetrik) [m
3
/s] [9.5]
Q
m
= .v.A (aliran massa) [kg/s] [9.6]
Persamaan Bernoulli (diturunkan dari konservasi
momentum atau persamaan gerak yang berbasis Hukum
Newton II untuk fluida Newtonian : Navier-Stokes ;
untuk aliran potensial yang inviscid (pengaruh viskositas
diabaikan), dalam keadaan tunak (stasioner), 1-D :
incompressible fl. : Ap/ + Av
2
/2 + Agz = konstan [9.7]
compressible fl. : Ah + Av
2
/2 + Agz = konstan [9.8]
untuk gas ideal : fdh = fc
p
.dT [9.9]
61
9.2. (4). Persamaan Energi Umum
Dari persamaan dasar termodinamika, Hukum
Termodinamika I, untuk sistem terbuka aliran steady,
(q W) = Ah + AKE + APE [J/kg] atau [m
2
/s
2
] [9.10]
bila tak ada kerugian (ideal) : q = 0
bila tak ada kerja yang dilakukan (seperti pada difuser atau
nosel) : W = 0
Bila fluida kerjanya gas ideal dengan panas jenis yang tak
berubah dengan temperatur : Ah = c
p
(AT)
AKE = selisih energi kinetik, dalam satuan SI = A(v
2
/2) ;
pada kasus kompresor, nilai AKE relatif kecil dibandingkan
Ah dan sering diabaikan (harus diinformasikan)
APE = selisih energi potensial, dalam satuan SI = Agz ;
dalam perhitungan praktis Agz = 0
62
9.3. Komponen Turbin Gas
1. Difuser
2. Kompresor
3. Ruang Bakar (Combustion Chamber)
4. Turbin
5. Nosel
6. Pendingin Awal (Precooler)
7. Pendingin Antara (Intercooler)
8. Regenerator / Rekuperator
9. Pemanas Ulang (Reheater)

63
a = difuser (intake)
1 2 = kompresor
2 3 = ruang bakar
3 4 = turbin
4 5 = nosel
64
1. DIFUSER
65
Termodinamika Difuser
1. Difuser A mengubah KE menjadi Pressure Energy
2. Dari persamaan [9.10]
62
dapat diturunkan untuk difuser :
c
p
.T
1
[(p
2
/p
1
)
(k-1)/k
1] = q
D
(v
1
2
v
2
2
)/2 [9.11]
3. q
D
= Ah
is
/ Ah
akt
[9.12] nilainya = 70 s.d 85%
4. Sudut pengembangan difuser = 3 s.d. 6, tergantung
bentuk penampang difuser
5. Penampang difuser umumnya berbentuk lingkaran atau
dapat segi empat panjang, bujur sangkar atau bentuk
khusus
6. Bentuk difuser subsonik (M<1) adalah konvergen, dan
bentuk difuser supersonik (M>1) adalah divergen
7. Fungsi difuser adalah untuk membantu proses kompresi
dengan memanfaatkan kecepatan aliran fluida masuk

66
KOMPRESOR
1. Kompresor A alat mekanis untuk memindahkan fluida
kompresibel
2. Kompresor : (1) aliran intermittent (positive displacement =
PD) : (a) rotary (b) reciprocate (2) aliran kontinyu : (a)
dynamic (aksial, sentrifugal, mixed) (b) static : ejector
3. Untuk turbin gas umumnya : kompresor sentrifugal (= turbo
blower) atau kompresor aksial
4. Dari persamaan energi umum [9.10] dapat diturunkan untuk
kompresor :
W
K(id)
= c
p
.T
1
[(p
2
/p
1
)
(k-1)/k
1] + (v
1
2
v
2
2
)/2 [9.13]
W
K(akt)
= W
K(id)
/q
K
[9.14]
5. c
p
= [(k)/(k 1)]. R [9.15] ; KE umumnya dapat diabaikan
6. Isentropik : (T
2
/T
1
) = (p
2
/p
1
)
(k 1)/k
= (v
1
/v
2
)
(k 1)
[9.16]
7. c
p
c
v
= R ; c
p
/c
v
= k ; c
p
[1 (1/k)] = R [9.17]





Data Udara
Data udara : udara kering STP = standard temperature
and pressure (t = 273.15 K; p = 101.325 kPaa):
M = 28.967 [kg/kmol] ; R = 0.2868 [kJ/kg.K] ; cp =1.011
[kJ/kg.K] ; k = 1.403 [ - ] ; = 1.252 [kg/m
3
] ; h
k
= 0.0237
[W/m.K] ; o = difusivitas termal = 19.2 x 10
-6
[m
2
/s] ; =
17.456 x 10
-6
[Pa.s] ; v =13.9 x 10
-6
[m
2
/s] ; Pr= 0.71 ; p
cr

= 37.744 [bar] ; t
cr
= 309.5 [K]

Data udara kering pada tekanan atmosfer
t [C] [kg/m
3
] | [1/K] cp[J/kg.K] hk [W/m.K] o [m
2
/s] [Pa.s]
20 1.164 3.41x10
-3
1012 0.0251 22.0x10
-6
18.24x10
-6
80 0.968 2.83x10
-3
1019 0.0293 30.6x10
-6
20.79x10
-6

catatan : | = koefisien ekspansi termal
o = difusivitas termal
(udara (STP) = 1.252 kg/m
3



Kompresor Sentrifugal

1. Aliran oleh gaya sentrifugal
F = m. v
2
/r = m.e
2
.r
2. r
pK
/stage = 2.5 s.d. 4 (<6)
r
p(tot)
= (r
p
/stage)
x
x = jumlah stage
3. Memilih jenis kompresor
yang sesuai antara lain
dengan melihat intet volume
flow , G
v(in)
[m
3
/s]
4. G
v(in)
= <0.472 [m
3
/s} : PD
G
v(in)
= 0.472 sd 59 : sentrifugal
G
v(in)
>59 : aksial


Kompresor Aksial

1. Aliran fluida karena bentuk
penampang sudu = airfoil
2. Dasar teori beda dg turbin
aksial (channel theory),
karena berbeda solidity
Turbin : s = > 1.5
Kompresor : s = 0.5 s.d 0.7
3. rp
K
/stage = 1.08 sd 1.25
can type reverse flow
RUANG BAKAR
can type = shell type
Konstruksi Ruang Bakar
(terbagi menjadi 3 zona)
Jenis jenis ruang bakar
1. Single can
2. Multi can
3. Can annular
4. Straight through
5. Reverse flow
Ruang bakar (combustion chamber)
1. Ruang bakar A tempat di mana proses pembakaran atau
pemasukan energi terjadi
2. Ruang bakar dirancang untuk dapat terjadi pembakaran
yang stabil, mencapai TIT seperti yang diinginkan,
penggunaan material yang sesuai serta memperhatikan
masalah emisi
3. Dari segi termodinamika, yang penting mampu menahan
suhu pembakaran yang diinginkan sesuai dengan F/A
4. T
in
= 394 sd 789 K (dengan regenerator : 644 sd 1033 K)
5. T
out
= 922 sd 1255 K (industrial gas turbine) ; 1060 sd 1644
K (ps. terbang) ; 3 000F (near future) ~ 1650C
6. Pembakaran berlangsung secara kontinyu, dengan F/A =
1/50 sd 1/150 (F/A
cc
= 1/16 ; lean blow out : 1/25 ; rich blow
out = 1/5 & dipengaruhi kecepatan aliran dari udara
pembakaran
lanjutan
7. Rancangan ruang bakar, dengan membagi menjadi tiga
zona, memungkinkan terjadi pambakaran pada F/A yang
sangat rendah. Tiga zone dari ruang bakar adalah : 1.
ignition zone 2. reaction zone 3.quencing and mixing
8. ignition zone : terjadi pembakaran (dengan F/A yang
dapat terbakar ~ 1/16)
reaction zone : daerah terjadinya penyempurnaan
pembakaran dengan masuknya udara sekunder (F/A
berkurang)
quencing & mixing : selain pembakaran lebih
disempurnakan, juga terjadi proses pendinginan, agar
temperatur pembakaran tidak melampaui kekuatan
material (udara tertier masuk, & F/A makin berkurang)
TURBIN
1. Turbin aksial dan kompresor aksial transfer energinya
berkebalikan ; dari segi rancangan sangat berbeda
2. Kompresor aksial teori airfoil solidity s = 0.5 sd 0.7
3. Turbin aksial teori channel solidity s >1.5
4. Dari persamaan energi umum, dapat diturunkan :
1
W
Takt
= q
T
c
p
T
in
(1 ------------- ) + AKE [9.18]
r
p(T)
(k 1)/k
5. Fluida kerja turbin adalah gas dengan F/A tertentu, dan
dapat dianggap sebagai gas ideal
6. r
pT
= r
pK
, bila Ap di ruang bakar diabaikan ; besarnya Ap
berkisar 2 sd 5% karena adanya percepatan gas.
7. q
T
= Ah
(akt)
/Ah
(is)

8. Pers. [9.18] : r
p(T)
tidak selalu sama dengan r
p(K),
tergantung jenis output-nya serta kerugian yang terjadi
(adanya pressure drop di ruang bakar)
lanjutan
9. Jenis turbin : turbin impuls dan turbin reaksi
10. Turbin impuls : tidak ada ekspansi di sudu gerak
11. Turbin reaksi : ada ekspansi di sudu gerak
12. Adanya kerugian tekanan jatuh di ruang bakar,
mengurangi W
T
NOSEL
1. Nosel A alat mekanis untuk mengubah Presure Energy
(energi tekanan) menjadi energi kinetik (energi kecepatan
2. Dari pers. [9.10]
62
, dapat diturunkan persamaan nosel :
Ah = (v
out
2
v
in
2
) ; diperoleh :

v
out
= \ 2.q
N
.c
p
.T
out
[(p
in
/p
out
)
(k 1)/k
1]

3. Pada nosel konvergen (untuk pesawat terbang), v
out

maksimum = sonic (= Mach 1) ; v
sonic
= (kRT)
1/2
4. Oleh karena itu perlu ditentukan batas ekspansi dengan
trial & error, bila dengan ekspansi penuh menghasilkan
v
out
> v
sonic
5. Tekanan keluar nosel dapat dihitung dengan persamaan :
(T
in
/T
out
) = (p
in
/p
out
)
(k 1)/k


~982C
Peta Operasi Turbin
Turbin Gas Sederhana
Poros Tunggal

T
1
= 535R (~24C)
p
1
=14.7 psia (~101.3 kPaa
q
K
= 0.85
q
RB
= 0.97
q
T
= 0.87

Pengaruh TIT dan rp
K

terhadap q
th
dan W
net
Peta kinerja
Siklus Kombinasi

Kondisi uap :
p = 700 psia=4828 kPaa
T=1260R=445C
Latihan 1
1. Buktikan satuan energi spesifik, head : 1 J/kg = 1 m
2
/s
2
2. Head : m (= kg
f
.m/kg
f
) = . kg
f
.m/kg
m
(ingat : g
c
)

3. Tekanan : 15 psi = .. kPa
4. Temperatur : - 40C = . F = . R
5. Entalpi : 200 kJ/kg = . kcal/kg = . BTU/lb
6. Entropi : 50 kJ/kg.K = . kJ/kg.C = . kJ/kg.F
7. Nilai kalor bahan bakar : 11 000 kcal/kg = . kJ/kg =
. BTU/lb
8. Konsumsi bahan bakar spesifik (=sfc) : 156 g/PS.h =
. g/kW.h. Pengertian sfc dan bedanya dengan fc
Catatan Latihan 1
1. 1 J/kg = 1 (N.m)/kg = 1 (kg.m/s
2
.m)/kg = 1 m
2
/s
2
2. g
c
= faktor konversi gravitasi = 9.807 [kg
m
/kg
f
.m/s
2
] = 32.174 [lb
m
/lb
f
.ft/s
2
]
W/g = m/g
c
; /g = /g
c
SI : Ap/ + Av
2
/2 + Ag.z = konstan [kJ/kg] = energi/massa
TM/B : Ap/ + Av
2
/2g + Az = konstan [m = kg
f
.m/kg
f
] = energi/berat
Ap/ + Av
2
/2g
c
+ A(g/g
c
).z [ kg
f
.m/kg
m
] = energi/massa
3. psi = lb/inch
2
4. - 40C = {(- 40) (+32)} x 5/9 = - 40F
5. 200 kJ/kg = 200x(1/4.186) kcal/kg = 47.778 3 kcal/kg
200 kJ/kg = 200x(1/3.968)x0.454 = 50.4032x0,454 = 22.883 btu/lb
6. 50 kJ/kg.K = 50 kJ/kg.C = 5/9x50 [C/F x kJ/kg.F] = 28.67 kJ/kg.F
7. 11 000 kcal/kg = 11 000 x 4.186 kJ/kg = 46 046 kJ/kg
11 000 kcal/kg = 11 000 x 3,986 x 0.454 = 19 906.1 [btu/lb]
8. 156 g/PS.h = (1/0.736) [PS/kW] x 156 [g/PS.h] = 211.96 [g/kW.h]

Catatan : . 1 lb = 0.454 kg lb/kg = 0.454
. C/F = 5/9 ; C/K = 1/1 ; F/R = 1/1 ; K/R = 5/9
. 1 kcal = 3.968 btu kcal/btu = 3.968
. Angka muai = 0.05 m/m/K = . Inch/inch/K = . Inch/inch/F
(inch/mm = 1/25.4 ; K/F = 5/9)
. 1 [btu/(h.ft.K] = 1.729577 [W/(m.K]
. 1 [btu/h.ft2.K] = 5.6745 [W/m2.K]
. 11 000 kcal/kg = 11 000x3.968x0.454 = 19 816.2 btu/lb

9
MATAHARI
HELIOTHERMAL
ANGIN
ENERGI BUMI
GEOTHERMAL FUSI NUKLIR BH MAKANAN FISSI NUKLIR AIR LAIN-LAIN
SINAR MTHARI
EN. MEKANIS LAIN-LAIN EN. PANAS EN. SINAR EN. BB. KIMIA EN. NUKLIR
KOLEKTOR PEMB. EKSTERNAL REAKTOR APK / BUMI
P A N A S
gaya tarik
MEDIA GAS
TURBIN AIR KINCIR ANGIN KINCIR AIR MS UAP TURBIN UAP TURBIN GAS MS DIESEL MS OTTO MS WANKEL
PEMB. INTERNAL
gaya tarik
BB. HC
OTOT
ENERGI MEKANIS PUTARAN POROS
MEDIA CAIR / KETEL UAP
L2
Sumber Energi Turbin Gas


E N E R G I P A N A S
heliothermal fissi nuklir (fusi nukjli) geothermal bahan bakar HC
padat cair gas
pembk. eksternal
pembk.internal
media cair/uap media gas
TURBIN GAS
beban
- generator
- pompa
- kompresor
- alat mekanis
- gaya dorong
L3
m. Diesel
m. Otto
m. Wankel
Standar Penyediaan Energi
P R I M E M O V E R S
GENERATOR
ENERGI LISTRIK
AKUMULATOR PUMP STORAGE PLANT
AIR TERJUN
PLTA
PLTM
PLTU
PLTPB
PLTG
PLTGU = STAG
PLTN
PLTD
USERS
PLTB
L4
Variasi Pembebanan (daerah subtropis)
Ordinat P = daya
s
MS WANKEL
= ROTARY ENGINE
Persamaan Dasar Aliran Fluida
Persamaan Kontinuitas (diturunkan dari konservasi
massa): untuk aliran tunak 1-D
Q
v
= v.A (aliran volumetrik) [1.4]
Q
m
= .v.A (aliran massa) [1.5]
Persamaan Bernoulli (diturunkan dari konservasi
momentum atau persamaan gerak yang berbasis Hukum
Newton II untuk fluida Newtonian : Navier-Stokes ;
untuk aliran potensial yang inviscid (pengaruh viskositas
diabaikan), dalam keadaan tunak (stasioner), 1-D :
incompressible fl. : Ap/ + Av
2
/2 + Agz = konstan [1.6a]
compressible fl. : Ah + Av
2
/2 + Agz = konstan [1.6b]
untuk gas ideal : fdh = fc
p
.dT [1.6c]
6
Fissi Nuklir
1. Energi nuklir diperoleh dari proses pembelahan inti (fissi) unsur
berat, atau penggabungan inti (fusi) unsur ringan (isotop H).
2. Fertile material (misalkan U
92
238
, Th
90
232
), proses pembelahan
intinya sangat pelan dan tak dapat menjamin terjadinya reaksi
rantai (yang berlangsung sangat cepat) serta sukar terjadi proses
fissi yang disebabkan penangkapan neutron bertenaga tinggi
3. Fissionable material (misalkan U
92
235
, U
92
233
, Pu
94
239
), dapat
diperoleh langsung dari alam atau diolah dari fertile material.
4. Desintegrasi : peristiwa keluarnya sinar o, | dsb dari suatu inti
unsur, yang mengakibatkan peristiwa transmutasi (perubahan
unsur)
5. Transmutasi : perubahan suatu unsur menjadi unsur baru karena
pemboman partikel (umumnya neutron) dengan kecepatan tinggi,
yang diperoleh dari cyclotron dan sejenisnya.
6. Fissi = pembelahan inti dari fissionable material ; misalkan U
92
235

terbentuk material baru yang saling tolak menolak (Ba & Kr),
neutron baru (yang membelah inti yang lain), energi yang besar
karena ada massa yang hilang
Fissi Nuklir (lanjutan)
7. Energi yang dihasilkan tiap pembelahan inti = 200 MeV
1 MeV = 1.6 x 10
-6
erg = 1.6 x 10
-13
J = 3.82 x 10
-17
kcal
1 fissi nuklir = 200 MeV = 3.2 x 10
-11
Ws
berarti 1W = 3.1 x 10
10
fissi/s
1 [g] uranium terdapat 6.02 x 10
23
atom
8. Energi yang dihasilkan 1 g uranium = 6.02 x 1023 x 3.2 x 10
-11
[ J ] =
2.3 x 10
4
kWh = 1978 x 10
4
kcal (atau setara 2.82 ton batubara
dengan nilai kalor 8000 kcal/kg)
9. Massa yang hilang berubah menjadi energi sesuai formula : E = m.c
2

(E [erg], m [g], c [cm/s]) atau (E [J], m [kg], c [m/s]). c = kecepatan
cahaya = 3 x 10
10
[cm/s] = 3 x 10
8
[m/s]
10. Massa kritis = jumlah massa tertentu, yang bila dilampaui akan
terjadi reaks rantai (terjadi pelepasan energi yang tak terkendali).
Untuk digunakan sebagai pembangkit tenaga perlu pengendalian :
how to start, decrease, increase, stop. Metoda yang banyak
digunakan adalah dengan control rod, yang berisi neutron absorber
11. Coolant ; to remove the heat generated by the fission process.
Membawa panas sensibel yang diperoleh dari reaktor nuklir, dan
digunakan untuk memproduksi uap (pada PLTN)
12. Uranium alam terdiri dari : U
92
238
(99.3%), U
92
235
(0.7%) dan U
92
233

(sedikit sekali). Untuk digunakan sbg bhbakar PLTN, agar murah
biasanya diperkaya (low enriched) atau dengan pembiak (breeder)
Fissi Nuklir (lanjutan)
13. Untuk mengambil fissionable mtl (U
92
235
) dari uranium alam, dapat
secara mekanis (gas diffusion separator atau electromagnetic
separator), atau secara chemical (converter atau breeder). Dalam
reaktor converter (thermal converter), U
92
235
yang terbentuk, lebih
kecl dari yang terpakai. Sedangkan pada breeder (fast breeder)
sebaliknya. Pemisahan U
92
235
dari uranium alam sangat mahal.
Fully enriched (sampai 93.5%) tidak efisien karena biayanya lebih
besar dari hasil yang diperoleh. Pada low enriched kadar U
92
235
= 3
s.d 4%
14. Ada 2 macam fission reactor : (1) thermal (2) fast
15. Untuk digunakan sebagai pusat pembangkit daya, banyak konsep
dari termal reaktor (511 unit per 1983), diantaranya ada 4 jenis
powerplant yang telah dibangun secara komersial sampai tahun
1983, dengan daya total = 391 600 MW, yaitu : (1) pressurized-
water-reactor (PWR) powerplants = 284 (2) boiling-water-reactor
(BWR) powerplants = 132 (3) gas-cooled-reactor (GCR)
powerplants = 53 (4) heavy-water-reactor (PHWR) powerplants = 39
16. Fast-breeder reactor = 7 unit, 3280 MW
Fissi Nuklir (lanjutan)
17. Pada thermal reactor, fission is primarily caused by thermal
neutron. Oleh karena itu perlu moderator untuk menormalisasikan
neutron, di samping juga sebagai coolant untuk mengambil panas
yang dibangkitkan dari proses fissi. Moderator dan coolant bisa dari
bahan yang sama light water (H & O) atau heavy water (deuterium &
O) atau bahan yang berbeda seperti graphite (sebagai moderator)
dan gas helium atau CO
2
(sebagai coolant)
18. Fast breeder tidak perlu moderator tapi tetap memerlukan coolant
seperti liquid metal (Na) LMFBR = liquid-metal fast-breeder
reactor, atau gas (He) GCFR = gas cooled fast reactor
19. Bom atom Hiroshima, uranium 50 kg, daya ledak ~ 12.5 kiloton
(ada yang menyebutkan 20 kiloton) TNT, ~1 kg actually fissioned, ~
1 kg massa yang dikonversiksan menjadi energi. Nagasaki dengan
plutonium. Ledakan nuklir terbesar (fissi-fusi) daya ledak ~ 57 000
kiloton TNT (USSR 1961)
20. Bahaya dari ledakan fissi nuklir : (1) blast (2) panas (3) fallout
(hujan partikel radioaktif)
21. Nuclear reactor = a device for controlled fission



Fusi Nuklir
1. Fusi nuklir = penggabungan inti dari unsur ringan, yaitu isotop zat
air deuterium (= D = H
1
2
) dan tritium (= T = H
1
3
)
2. Agar terjadi fusi, inti dengan muatan positif perlu dipercepat
gerakannya sampai energi kinetiknya cukup tinggi, sehingga gaya
repulsive listrik teratasi. Diperlukan temperatur sampai puluhan
juta derajat Celcius (menghasilkan plasma = fasa 4 = gas yang
bermuatan listrik) agar terjadi fusi. Reaksi fusi = termonuklir.
3. Energi yang dihasilkan :
energi per reaksi [MeV]
D + D T + p + 3.98
D + D He
3
+ n + 3.25
T + D He
4
+ n + 17.6
He
3
+ D He
4
+ p + 18.3
4. 1 eV = 10
-6
MeV = 1.6021 x 10
-19
[J] = 4.44 x 10
-26
[kWh]

Lanjutan
5. AE = Am.c
2
c ~ 3 x 10
8
[m/s] ;
amu = atomic mass unit = 1.66 x 10
-27
kg
Diperoleh : AE [MeV] = 931 x Am [amu]
Berarti : AE [ J ] ~ 9 x 10
6
Am [kg]
6. Massa dari neutron = m
n
= 1.008665 amu, proton = m
p
= 1.007277
amu ; elektron = m
e
= 0.0005486 amu
7. Pada reaksi fusi terjadi juga massa hilang, dan timbul energi yang
besar, jauh lebih hebat dari fissi nuklir, namun tidak ada radioactivity
8, Sedang diupayakan fusi dingin (D He @ 350x10
6
C ; D + T
He @ 45x10
6
C)
9, 1 lb D ekivalen 28 000 ton TNT (Hiroshima ~ 12 500 ton TNT)
10. Cara pengendalian dan menampung suhu yang ekstrim tinggi
belum ditemukan ; magnetic bottle hanya bertahan sangat singkat.
Dengan pengembangan riset seperti saat sekarang, realisasi paling
cepat tahun 2050
11. Energi fusi tersedia cukup berlimpah ; D (heavy hydrogen) = 1/6660
bagian dari hidrogen alam
12. Bom H : fissi fusi fissi; 1961 dicoba di Novaya Zemla berdaya
ledak sampai ekivalen 57 megaton TNT (57 000 000 ton) ; schock
wave mengelilingi bumi 3x. Kruschev (1961) mengumumkan USSR
mampu membuat membuat bom 100 megaton
Energi Bahan Bakar HC (Hidrokarbon)
1. Proses photosynthese : CO
2
+ H
2
O (dengan bantuan sinar
matahari) bahan makanan biomass bahan bakar HC
2. Bh bakar HC = bh bakar fossil = bh bakar konvensional
3. Bh bakar HC = non renewable (siklus pembentukannya sangat
lama) sedangkan biomass = renewable
4. Bh bakar HC dapat berbentuk padat (rantai karbon panjang), cair
(rantai karbon sedang), atau gas (rantai carbon pendek (<5)
5. Komposisi bb padat dan bb cair :
unsur bb padat bb cair M [kg/kmol]

C 63 94 8387 12.011 ~ 12
H 2.3 5.6 1114 1.0079 ~ 1
O 2.5 2.7 0 7 15.994 ~ 16
N 0.5 17.5 0 7 14.0067 ~ 14
S 0.26 6.5 0 4 32.064 ~ 32
ash *) *) --
H
2
O 0.0 0.1 0 0.1 ~ 18 ~ 18

bb
combustible
non comb.
organik
non orgnk
dry fuel
water
Lanjutan
Ash (abu, dari kandungan mineral/logam), dan juga P (phosphor)
jumlahnya relative kecil
6.
heat mech. energy
engine
electrical
energi
bahan bakar HC
fuel cell
combustion
thermo electric element
generator
Bahan bakar
pembk. eksternal pembk. internal
p a n a s
m. wankel m. otto m. diesel turbin gas m. uap turbin uap turbin gas
liquid gas
Lanjutan
7. Bh bakar gas, umumnya gas alam (natural gas) komponen
utamanya adalah : ~ 90% methan (CH
4
), dan sedikit ethan (C
2
H
6
).
Unsur C & H = 95%, lain-lain 5%. Untuk keperluan transportasi atau
untuk peak shaving plant, dicairkan (LNG = liquefied natural gas)
sampai t ~ -160C (proses cryogenic).
cair
/
gas
~ 1/600. Untuk
digunakan lagi, perlu regasifikasi & energi dingin dimanfaatkan.
8. Bentuk cair umumnya produk minyak bumi (crude oil) : H
2
, LPG,
avgas, mogas, avtur, kerosene. HSD / LGO, HGO / IDF, MFO,
residu (MFO dan residu biasa untuk pembakaran eksternal).
Kandungan C berkisar 85% dan H 15%, lain-lain kecil
9. Bentuk padat umumnya batubara (coal) : anthracyt, bituminous,
lignite, peat, kayu bakar. Kandungan C : dominan
10. Bentuk gas : gas alam.
11. Nilai kalor : (a) adalah energi yang terkandung dalam bahan bakar
[kJ/kg] (b) nilainya tergantung komposisi bahan bakar, terutama
kandungan C dan H). Ada Nilai Kalor Atas (NKA = HHV = GCV) dan
Nilai Kalor Bawah (NKB = LHV = NCV) ; perbedaannya heat latent
of evaporation dari uap air yang terkandung dalam bh bakar
Lanjutan
(c) Air (H
2
O) di dalam bh bakar, berasal dari (1) pembakaran H
2
(2)
H
2
O dalam bh bakar (3) H
2
O dalam udara (d) NKA = 43 500 [kJ/kg]
berarti 1 kg bahan bakar tsb bila dibakar menghasilkan energi 43
500 kJ
12. Kebutuhan udara pembakaran :

O
2(min)v
= 1.866 c + 5.6 h + 0.7 s 0.7 o [m
3
/kg
bb
]

O
2(min)w
= 32/12 c + 32/4 h + 32/32 s o [kg/kg
bb
]

Komposisi udara : [%volume] N
2
= 79% ; O
2
= 21%
[% berat] N
2
= 77% ; O
2
= 23%

Ud
v
= . (O
2(min)v
/0.21) [m
3
/kg
bb
]
Ud
m
= .(O
2(min)m
/0.23) [kg/kg
bb
]

Di mana : = air surplus cipher A = (udara aktual)/(udara teoritik)
yang baik = 1.1 s.d. 1.3
Lanjutan
12. Komposisi gas buang [m
3
kg
bb
] : CO
2
= 1.866 c
H
2
O = 11.2 h + 1.24 w
SO
2
= 0.7 s
O
2
= 0.21 Ud
(min)-v
( - 1)
N
2
= 0.79 Ud
(min)-v
+ 0.8 n
w = kandungan air di dalam bahan bakar
n = kandungan N di dalam bahan bakar
1.24 = (22.4/M
H2O
) = 22.4/18
0.8 = (22.4/M
N2
) = 22.4/28
Ud
(min)-v
= O
2(min)-v
/ 0.21
13. Panas jenis gas asap dapat dihitung dari :

E(m.c
p
)
c
p(ga)
= ------------
Em

14. Q = m. c
p
. AT
Biomass
1, Biomass = bahan organik yang dihasilkan oleh tumbuhan, di darat
maupun di air serta turunannya (forrest crops, product of energy
farms (jarak, jagung, cpo) untuk diolah menjadi biodiesel, bioetanol
dsb), animal manure (pupuk kandang), wood waste, bagasse
(ampas tebu), aquatic crops (sea weeds, algae)
2. Merupakan renewable energy (siklus pemulihannya pendek) and a
form of solar energy photosynthese.
3. Perlu kebijaksanaan dengan penyediaan pangan karena perebutan
lahan (misalkan pembuatan biofuel dari jagung)
4. Animal & human waste = indirect trerrestrial crop = dihasilkan
methan, ethylene (industrial plastic), pupuk
5. Focus of research : short rotation growing, optimum technique for
planting, fertilization, harvesting, conversion
6. Biomass conversion = bioconversion : ada banyak bentuknya antara
lain : (1) direct combustion (2) thermochemical conversion
(gasification, liquefaction) (3) biochemical conversion (an aerobic
digestion, fermentation)
7. Contoh : Jepang telah merancang kebun algae seluas 1 juta hektar
di perairan laut dangkal di Yamatotai, dan diharapkan menghasilkan
5.3 miliar galon bioetanol tiap tahun, yang dapat menyubstitusi 33%
kebutuhan BBM Jepang.
Mesin turbo fan (fan mounted aft) dari GE, CJ-805-23
Turbo fan GE CF 5-60 untuk Airbus A 300 B
Gaya dorong (start) 220 000 N, G
m
= 646 kg/s,
poros ganda, rp
K(tot)
= 28.3, TIT = 1280C,
bypass ratio = 4.4 : 1, daya jelajah 12 500 kW
Turbo propeller, poros ganda, propeler : n = 976 rpm,
daya 4200 kW, kompresor n = 15 500 rpm, rp
K
= 13.5,
G
m
= 21.1 kg/s, F propeler = 68 500 N, F pancar gas = 5000 N,
sfc = 270 [g/kWh]
Turbin gas kecil untuk helikopter, dengan kompresor
sentrifugal rp
K
= 6.4, daya 280 kW, n = 6000 rpm,
Gm = 1.9 kg/s, F = 5 000 N, F nosel = 150 N
Kompresor
. .
altitude [1000 ft]
0 1 2 3 4 5 6
6
5
4
3
2
1
p [atm]
T [R]
V [fps]
D T RB K N
output
VARIASI T, p, v
MESIN PANCAR GAS ALIRAN AKSIAL
2000
1500
1000
500
100%
1500 90%
80%
p
T
v
PENGARUH
ALTITUDE
THD. OUTPUT
.
Siklus Kombinasi PLTGU (poros tunggal)
.