Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Praktikum Membedakan ciri morfologi penting filum-filum non-Arthropoda hama dan mengenal gejala kerusakan tanaman akibat masing-masing serangannya.

1.2 Dasa teori Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan seringkali mengalami gangguan oleh hama dan penyakit pada tumbuhan. Hama adalah penghambat pertumbuhan yang disebabkan oleh hewan. Ada empat phylum hama penting yaitu : Chordata (kelas : aves), Molluscha (kelas : gastropoda), Aschelminthes (kelas : nematode), dan arthropoda (kelas : insect dan arachnida). Empat filum penting yaitu : 1. Filum Chordata Anggota Filum Chordata yang umum dijumpai sebagai hama tanaman adalah dari klas Mammalia (Binatang menyusui). Namun, tidak semua binatang anggota klas Mammalia bertindak sebagai hama melainkan hanya beberapa jenis (spesies) saja yang benar-benar merupakan hama tanaman. Jenis-jenis tersebut antara lain bangsa kera (Primates), babi (Ungulata), beruang (Carnivora), musang (Carnivora) serta bangsa binatang pengerat (ordo rodentina). Anggota ordo Rodentina ini memiliki peranan penting sebagai perusak tanaman, sehingga secara khusus perlu dibicarakan tersendiri, yang meliputi keluarga bajing dan tikus. a. Keluarga Bajing (fam. Sciuridae) Ada dua jenis yang penting, yaitu Callossciurus notatus Bodd. dan C. nigrovittatus yang keduanya dikenal dengan nama bajing. Jenis pertama dijumpai pada daerah-daerah di Indonesia dengan ketinggian sampai 9000 m di atas permukaan laut. Sedang jenis C. nigrovittatus dapat dijumpai di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera pada daerha dengan ketinggian sampai 1500 m. Jenis bajing ini umumnya banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman kelapa namun beberapa jenis tanaman buah kadang-kadang juga diserangnya. Gejala

serangan hama bajing pada buah kelapa tampak terbentuknya lubang yang cukup lebar dan tidak teratur dekat dengan ujung buah, sedang jika yang menyerang tikus maka lubang yang terbentuk lebih kecil serta tampak lebih teratur/rapi. b. Keluarga tikus (fam. Muridae) Ada beberapa jenis yang diketahui banyak menimbulkan kerusakan antara lain, tikus rumah (Rattus-rattus diardi Jent); tikus pohon (Rattus-rattus tiomanicus Muller), serta tikus sawah (Rattus-rattus argentiver_Rob.&Kl). Tikus rumah dikenal pula sebagai tikus hitam karena warna bulunya hitam keabuabuan atau hitam kecoklatan. Panjang tubuh sampai ke kepala antara 11-20 cm dan panjang ekor biasanya lebih panjang daripada panjang tubuh + kepala. Jumlah puting susunya ada 10 buah. Tikus pohon memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dengan tikus rumah. Bulu tubuh bagian ventral putih bersih atau kadang-kadang agak keabu-abuan. Panjang ekor biasanya lebih panjang daripada panjang tubuh + kepala. Jumlah putting susunya ada 10 buah. Tikus sawah memiliki ciri-ciri tubuh antara lain bulu-bulu tubuh bagian ventral berwarna keabu-abuan atau biru keperakan. Panjang ekor biasanya sama atau lebih pendek daripada panjang tubuh + kepala. Pada pertumbuhan penuh panjang tubuhnya antara 16-22 cm serta jumlah puting susu ada 12 buah. (Tiharso; 1996) 2. Filum Mollusca Dari filum Mollusca ini yang anggotanya berperan sebagai hama adalah dari klas Gastropoda yang salah satu jenisnya adalah Achatina fulica Bowd atau bekicot, Pomacea ensularis canaliculata (keong emas). Binatang tersebut memiliki tubuh yang lunak dan dilindungi oleh cangkang (shell) yang keras. Pada bagian anterior dijumpai dua pasang antena yang masing-masing ujungnya terdapat mata. Sitem syaraf Mollusca terdiri dari cincin syaraf. Sistem syaraf ini mengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang menyebar. Sistem pencernaan mollusca sudah terbilang lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Mollusca juga memiliki lidah

bergerigi yang berfungsi untuk melumatkan makanan. Lidah bergerigi itu disebut radula. Mollusca yang hidup di air bernafas dengan insang yang berada pada rongga mantel. (Pandhu; 2010) Bekicot atau siput bersifat hermaprodit, sehingga setiap individu dapat menghasilkan sejumlah telur fertil. Bekicot aktif pada malam hari serta hidup baik pada kelembaban tinggi. Pada siang hari biasanya bersembunyi pada tempat-tempat terlindung atau pada dindingdinding bangunan, pohon atau tempat lain yang tersembunyi.( Alexopoulos 1979) 3. Filum Nemathelminthes (Nematoda) Nematoda (nama tersebut berasal dari bahasa Yunani yang artinya benang. Berbentuk memanjang, seperti tabung, kadang-kadang seperti kumparan, yang dapat bergerak seperti ular. Mereka hidup di dalam air baik air tawar maupun air laut. Di dalam film air, di dalam tanah, dan di dalam jaringan jasad hidup yang berair. Filum nematoda merupakan filum terbesar kedua setelah serangga apabila di dasarkan atas keragaman jenisnya. Phylum dari Nematoda ( Nemathelminthes Nematoda telah di kenal sejak zaman purba sebagai parasit pada manusia. (Kertasapuetra, A.G. 1990) Sebagian besar nematoda hidup bebas. Kebanyakan hidup di dalam tanah, sepanjang pantai dan di air tawar. Mereka memakan jasad renik yaitu bakteri, jamur, dan ganggang 4. FILUM ARTHROPODA HAMA Phylum Arthropoda yang memiliki anggota terbanyak nomor satu di dunia memberikan kontribusi terhadap pemahaman hewan avertebrata yang hidup di darat. Beragam anggota Orthoptera (jangkrik, kecoa, belalang), Coleoptera (kumbang, dsb), Odonata (capung, dsb), Isoptera (rayap, dsb), Lepidoptera (kupu-kupu) dan Diptera (nyamuk, lalat, dsb). Anggota dari filum Arthropoda yang mempunyai peranan penting sebagai hama tanaman adalah klas Arachnida (tunggau) dan klas Insecta atau Hexapoda (serangga). (Kertasapuetra, A.G. 1990)

BAB II METODOLOGI PENELITIAN 2.1 Bahan dan Alat Tikus (Rattus sp), Tupai (Sciurus sp), bekicot (Achatina Fullica Fer), keong emas (Pomacea ensularis canaliculata), Nematoda (Meloidogyne, Rhabditis, dan

Pratylenchus) masing-masing jantan dan betina. Alkohol 70%, kloroform, gliserin, dan kapas. Mikroskop Stereo, loup, pinset, cawan petri dan jarum tombak. 2.2 Cara Kerja Tikus dan Tupai : temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian perhatikan bentuk dan ukuran tubuhnya, bandingkan ukuran panjang ekor dengan panjang kepala dan tubuhnya. Perhatikan warna bulu bagian atas dan bagian bawahnya.hitung jumlah pasangan puting susu pada betina. Perhatikan bagian-bagian tersebut di atas dan bandingkan keduanya. Gambar dan beri keterangan masing-masing bagian. Bekicot dan Keong emas : temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian perhatikan tubuhnya yang lunak, bagian depan kepala dan kaki bilateral simetris, bagian perut umumnya berbentuk spiral dan terbungkus oleh cangkang spiral yang simetris. Kaki terletak disebelah sentral dan digunakan untuk merayap yang dapat ditarik ke dalam cangkang. Perhatikan pada kepala yang lemah terdapat dua pasang tentakel yang dapat diperpanjang dan ditarik kembali.pada ujung-ujung tentakel posterior terdapat mata. pada bagian depan kepala terdapat mulut yang padanya terdapat gigi parut (radula) untuk mengunyah makanannya. Pada sisi kanan tubuh dibelakang kepala dijumpai lubang genital, sedangkan anus dan lubang pernafasan terdapat di bagian tepi mantel tubuh didekat batas dengan cangkang. Perlu diketahui bahwa bekicot mempunyai sistem reproduksi jantan betina didalam satu tubuh. Adanya ovatestis dapat menghasilkan telur maupun sperma. Perhatikan bagian-bagian tersebut di atas dan bandingkan keduanya. Gambar dan beri keterangan masingmasing bagian. Meloidogyne, Rhabditis, dan Pratylenchus : temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian perhatikan lubang mulut pada ujung depan dan lubang anus pada bagian ujung belakang bagian ventral. Pada nematode parasitic dapat anda temukan adanya alat pencucuk (stylet). Stylet pada marga Tylenchida terdiri dari conus, bagian ujung ;

silindris, bagian tengah ; dan kop, bagian pangkal. Stylet demikian disebut stomatostylet. Pada marga Dorylaimida, styletnya tidak mempunyai knop, stylet demikian disebut Odontostylet. Perhatikan pada nematode jantan Rhabditis, ukuranya relative lebih kecil disbanding yang betina dan pada ujung belakang terdapat soikula. Pada nematode betina, vulva terdapat pada bagian tengah ventral. Perhatikan bagianbagian tersebut di atas dan bandingkan keduanya. Gambar dan beri keterangan masing-masing bagian.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3. 1 Hasil Pengamatan Hasil pengamatan yang kami peroleh dari percobaan di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan pada percobaan Non-Arthropoda Hama adalah sebagai berikut : Tikus rumah Tikus rumah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Mammalia Ordo: Rodentia Famili: Muridae Upafamili: Murinae Genus: Rattus Spesies: R. argentiventer Keterangan Gambar 1. 2. 3. Mulut Hidung Telinga 4. Kaki 5. Ekor 6. Badan 7. Bulu 8. Kumis 9. mata Ciri Penting : ekor biasanya lebih panjang daripada kepala dan badan. Bagian ventral berwarna abu abu gelap, hidup di gedung gedung, sarangnya terletak di atas permukaan tanah dan jumlah putting susu pada

betina 10 buah. Kerugian yang di timbulkan : merusak bahan bahan yang ada di gudang. Sehingga menimbulkan pemborosan

karena bahan-bahan telah rusak tidak dapat di manfaatkan., Tikus sawah Nama Hama : Rattus brovicodautus. R Famili Ordo Filum : Muridae : Rodentia : Cordata

Ciri Penting : ekor biasanya lebih pendek daripada kepala dan badan,

Keterangan Gambar 1. 2. 3. Mulut Hidung Telinga 4. Kaki 5. Ekor 6. Badan

warnanya kebiruan atau keperakan, memiliki 12 putting susu, hidup di 7. Bulu sawah, bersarang dalam ludang di bawah tanah. 8. Kumis Kerugian yang di timbulkan : 9. mata Menyerang hama padi, sehingga merusak tanaman padi. Sehingga hasil padi menurun dan merugikan petani.

tupai

Nama hama: Sciurus sp Famili: Scuridae Ordo: Rodentia Filum: Chordata Genus : Callos ciurus sp Ciri Penting : ekor biasanya lebih panjang daripada kepala dan badan. Bagian ventral berwarna putih, kadang agak abu abu, hidup di luar sarangnya Keterangan Gambar yaitu di pohon pohon. Memiliki 10 7. Bulu 8. Kumis 9. mata buah putting susu pada betina. Kerusakan akibat serangan : Hama untuk tanaman buah buahan karena pada saat atau sebelum panen akan di makan oleh hama ini.

4. 5. 6.

Mulut Hidung Telinga

4. Kaki 5. Ekor 6. Badan

Bekicot

Filum Famili Ordo Genus

: Gastropoda :Achatinidae : Pulmonota : Achatina

Nama Hama : Achatina pullica Ciri Penting : bekicot memiliki dua reproduksi janyan dan betina dalam tubuhnya. Selalu memiliki cangkang Keterangan Gambar 1. Cangkang 4. Gigit parut ( Radula ) yang menyelubungi tubuhnya, tempat hidup pada daerah yang lembab/.

2. Tentakel 3. Pasterior

5. Kaki 6. Stigma

Kerusalkan

akibat

serangannya

Bekicot dapat merusak tanaman dengan memakan daun daun dari tanaman itu sendiri.

Keong mas

Nama Hama : encularis cunaliculata Filum Famili Ordo Genus : Gastropoda :Achatinidae : Pulmonota : Pomacea

Nama Spesies Hama : Pomacea encularis cunaliculata Keterangan Gambar 1. Cangkang 2. Tentakel 3. Pasterior 4. Gigit parut ( Radula ) 5. Kaki 6. Stigma Ciri Penting : Keong Mas selalu memiliki cangkang yang menyelubungi tubuhnya, tempat hidupnya pada areal persawahan. Kerusalkan kkeong padi. akibat serangannya :

mas dapat merusak tanaman Mereka melangsungkan dengan memakan

kehidupannya tanaman padi. Nematoda betina Filum : Nemethoda Kelas : Nemathoda Ordo : Thlenchida

Family : heteroderidae Genus : Thlencidae Spesies ; meloidogyne Ciri-ciri morfologi Bentuk tubuh bulat seperti alpokat tedapat stylet Nematoda jantan Nama hama: nematode jantan Filum : Nemathoda Kelas : Nemathoda Ordo : Thlenchida

Family : Heteroderidae Genus : Tylenchidae Ciri-ciri morfologi : Bentuk tubuh panjang seperti cacing mempunyai stylet.

monyet

Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Mamalia Ordo: Primata Famili: Cercopithecidae Genus: Macaca Spesies: M. mulatta

Musang

Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Mammalia Ordo: Carnivora Famili: Viverridae Upafamili: Paradoxurinae Genus: Paradoxurus

3.2 Pembahasan Hama merupakan binatang yang mengganggu tanaman dan menimbulkan kerusakan. Ada empat besar filum hama, yaitu : a) Filum Chordata dengan kelas hama tertentu yaitu kelas Aves dan kelas Mamalia. b) Fillum Molusca dengan kelas hama tertentu yaitu kelas Gastropoda. c) Filum Nemathelmintes dengan kelas hama tertentu yaitu kelas Nematoda. d) Filum Arthropoda dengan kelas hama tertentu yaitu kelas Hexapoda atau insekta.

Pada kegiatan praktikum saat ini yang akan menjadi bahan percobaan hanya tiga Filum Karena Filum Arthropoda di bahas pada topik yang khusus. Filum filum yagng di jadikan bahan percobaan yaitu : a) Filum Chordata pada kelas Mamalia yaitu Tikus Rumah (Rattus diardi), Tikus Sawah (Rattus brovicaudatus ), Tikus Pohon / Tupai ( Sciurus notatus ). b) Filum Molusca dengan kelas Gastropoda yaitu Keong Mas (Pomacea encularis cunaliculata), Bekicot (Achatina pullica ) c) Filum Nemathelminthes kelas Nematoda yaitu Meloidogyne, Rhabditis yang memiliki stylet dan Rhabditis yang tidak memiliki stylet.stylet digunakan untuk menghisap jaringan makanan (jaringan tumbuhan). Dari ketiga jenis filum hama diatas, masing-masing memiliki kemampuan reproduksi yang sangat cepat yang didukung dengan umur dan kemampuannya. Hama filum chordata dapat berefroduksi 5-6 kali dalam satu tahun, contohnya tikus. Setiap berefroduksi satu induk tikus dapat melahirkan 7-8 ekor anak. Dan anakan tikus dapat perefroduksi ketika telah berumur 2-3 bulan, siklus yang sangat cepat serta umur dari tikus sendiri relatif lama. Gejala kerusakan yang di sebabkan oleh hama non-arthropoda yaitu: Gejala kerusakan Perkembangan hama tikus yang berkembang biak di saat tanaman padi memulai untuk menguning. Penyerbuan hama ini membuat tanaman padi menjadi rusak, tikus tidak hanya memakan padi tetapi mematahkan tangkai padi yang berisi bulir bulir padi. Bayangkan saja kalau dalam setiap tangkai terdiri dari banyak bulir dan satu bulir berisi ratusan padi. Alangkah ruginya dalam satu tangkai akan selalu di patahkan oleh tikus. Betapa ruginya kita.,!! Filum dari mamalia ini mematahkan tangkai padi membentuk sudut 45 0. hama ini merusak tanaman padi dengan gigi-giginya. Pematahan tangkai itu karena tikus akan membuat sarangnya di persawahan tersebut dengan tujuan agar sumber makanan dengan cepat di dapat. Hal ini akan membuat produktivitas padi menjadi berkurang. Kebutuhan pun menjadi kurang dapat terpenuhi. Atau bahkan kita akan gagal panen.

a) Tikus Rumah (Rattus diardi ). Gejala kerusakan Gejala kerusakan yang di timbulkan dari tikus rumah yaitu dengan memakan bahan simpanan dan merusak wadah atau karung, serta akan meninggalkan kotoran dan urine sehingga dapat menurunkan hasil kualitas bahan simpanan. Tikus ini beradaptasi pada lingkungan yang kotor atau lingkungan yang pengap, tanpa perawatan yang baik. Dengan mudah akan tikus rumah akan berkembang biak. Hidupnya berada di rumah-rumah atau gudang-gudang. apapun yang ada dalam isi gudang tersebut maka tikus akan memakannya. Akan kita temui bekas gigitan-gigitan kecil yang membekas pada barang yang menjadi korban. Kalau di dalam gudang itu ada bahan makanan, karung, baju, dan sebagainya maka tikus sangat senang. Hewan ini akan membuat sarang dan mengembangbiakkan diri. Agar menghindari hama ini maka membuat perangkap tikus berupa makanan pancingan yang telah di beri racun atau alat khusus perangkap tikus. b) tupai ( Sciurus notatus ) Gejala kerusakan tupai ini sering kita lihat di pohon pohon .binatang pengerat ini sering memakan buah dari tanaman. Contonya buah kopi, buah alpukat. Buah pisang. Yang menjadi sasarannya adalah tanaman yang mengandung gula. Jika kita sering menemukan pada buah jambu alpukat misalnya, ada bekas gigitan gigitan kecil. Tetapi hewan ini tidak begitu merugikan manusia. Karena aktivitasnya sering kita lihat di sekeliling rumah kita. Hewan ini memakan buah ketika buah yang akan atau memang telah masak. Dari ketiga macam hama tikus ini yang menjadi pembeda adalah bentuk ekor, tempat tinggal, objek yang di serang, warna, ada tidaknya bantalan kaki. Gejala kerusakan pada bekicot ( Achatina fulica) Gejala kerusakan yang di timbulkan oleh Bekicot yaitu memakan daun - daun dan batang yang masih muda. Akan terlihat bekas gigitan pada tanaman tersebut. Bekicot tersebut akan manempel pada daun daun atau batang batang tanaman. Gejala kerusakan pada keong mas ( Pomacea ensularis esculenta).

Gejala kerusakan yang di timbulkan oleh keong mas yaitu keong mas menyerang tanaman padi dengan memakan batang dan daun daunnya. Meloydogine (Nematoda) Nematoda merupakan phylum yang kebanyakan menyerang tanaman. Hanya sebagian kecil yang termasuk bukan hama. Ciri morfologi nematoda: Tubuhnya tidak bersegmen. Bentuknya silindris memanjang, kecuali pada beberapa genera yang berjenis kelamin betina. Simetris bilateral. Merupakan binatang yang mempunyai tiga lapisan (triploblastik) atau terdiri dari tiga lapis blastula (lapisan ini terbentuk dan berkembang di dalam telur). Mempunyai rongga tubuh semu. Tubuhnya transparan (dan tidak berwarna). Memiliki sistem organ tubuh lengkap, yang berupa sistem pencernaan (memanjang dengan bentuk esofagus yang bervariasi) sistem ekskresi, sistem syaraf, sistem pengeluaran, dan sistem reproduksi. Tidak memiliki sistem peredaran darah. Nematoda parasit tanaman biasanya mempunyai stilet. Gejala serangan nematoda terbagi atas dua kelompok: Gejala serangan di atas permukaan tanah: 1. Pertumbuhan tidak normal yang diakibatkan oleh luka pada tunas, titik tumbuh, dan primordial bunga. - Tunas mati - Batang dan daun mengkerut - Puru biji 2. Pertumbuhan tidak normal sebagai akibat terjadinya luka pada bagian dalam batang dan daun. - Nekrosis - Becak dan luka daun.

- Puru pada daun Gejala di bawah permukaan tanah. - Puru akar - Busuk - Nekrosis pada permukaan. - Luka - Percabangan akar yang berlebihan (excessive root branching) - Luka atau kematian ujung akar.

BAB IV KESMPULAN Adapu kesimpulan yang di dapat dari pelaksanaan praktikum Non-Arthropoda Hama . ada tiga Phillum yang akan di jadikan bahan percobaan 1. Phillum Mamalia yaitu tikus sawah, tikus rumah dan tikus pohon/tupai 2. Phillum Mollusca kelas Gastropoda yaitu bekicot dan Keong Mas 3. Phillum Nematoda yaitu Meloidogyne, Nematoda jantan dan Nematoda yang tidak memiliki Stylet. Jenis-jenis serangan dapat dikelompokkan berdasarkan tipe alat mulutnya. Dengan tipe alat mulut tertentu, perusakan tanaman oleh serangga akan meninggalkan gejala kerusakan yang khas pada tanaman. Oleh karena itu, dengan mempelajari berbagai tipe gejala serangan akan memepermudah untuk mengetahui jenis hama penyebab kerusakan yang dijumpai di lapangan. Gejala kerusakan dalam bentuk intensitas serangan hama dapat juga digunakan untuk menduga tingkat populasi hama di lapangan. Ciri morfologi 1. Phillum Mamalia yaitu tikus sawah, tikus rumah dan tikus pohon/tupai Memiliki 2 pasang kaki depan dan 2 pasang kaki belakang Memiliki mulut Memiliki telinga Memiliki tubuh Memiliki ekor Memiliki gigi Memiliki bulu Gejala kerusakan yang di timbulkan dari tikus Tikus sawah merusak tanaman padi Tikus rumah / gudang merusak karung atau wadah dan memakan bahan makanan, serta kotoran dan urine menyebabkan menurunnya kualitas bahan simpanan

Tikus pohon memakan buah buahan yang telah atau belum masak.

2. Phillum Mollusca kelas Gastropoda yaitu bekicot dan Keong Mas Bekicot dan keong memiliki cirri morfologi Memiliki cangkang Memiliki lidah parut ( Parut ) Memiliki tubiuh, kaki dan kepala Memiliki tentakel Memiliki stigma Memiliki gigi kitin Habitat di pada daerah air tawar ( sawah, danau, sungai) dan darat Memiliki sistem pencernaaan Gejala kerusakan Keong mas merusak tanaman padi Bekicot merusak tanaman sayur-sayuran dengan meninggalkan lender 3. Phillum Nematoda yaitu Meloidogyne, Nematoda jantan dan Nematoda yang tidak memiliki Stylet. Dinding tubuh Kutikula Hypodermis Hypodermis merupakan batas permukaan bagian dalam kutikula dengan lapisan jaringan. Terdapat stylet. Otot Saraf, Gejala kerusakan Nematoda parasit menyerang jaringan tumbuhan dengan menggunakan Stylet. Nematoda yang bukan termasuk parasit tidak memiliki stylet sehingga tidak merusak tanaman.

o untuk berjalan, cangkang dan penutup cangkan yang digunakan untuk melindungi tubuhnya. o Nematoda : Tubuhnya tidak bersegmen, Bentuknya silindris memanjang, kecuali pada beberapa genera yang berjenis kelamin betina, Simetris bilateral, Merupakan binatang yang mempunyai tiga lapisan (triploblastik) atau terdiri dari tiga lapis blastula (lapisan ini terbentuk dan berkembang di dalam telur), Mempunyai rongga tubuh semu, Tubuhnya transparan (dan tidak berwarna), Memiliki sistem organ tubuh lengkap, yang berupa sistem pencernaan (memanjang dengan bentuk esofagus yang bervariasi) sistem ekskresi, sistem syaraf, sistem pengeluaran, dan sistem reproduksi. Tidak memiliki sistem peredaran darah, Nematoda parasit tanaman biasanya mempunyai stilet.

BAB V DAFTAR PUSTAKA Alexopoulos, C. J.,C. W. Mims. 1979. Introductory Mycology. John Wiley & Sons, New York. Dropkin, Viktor H. 1992 . Pengantar Nematoda Tumbuhan. Yogyakarta : Gajahmada Faperta University press Kertasapuetra, A.G. 1990. Hama Tanaman Pangan dan Perlindungan. Jakarta : Bumi Aksara Triharso. 1994. Dasar Dasar Perlindungan Tanaman. Yogyakarta. : Gajahmada Faperta University press Winata. Pandhu. 2010. Phylum mollusca. IPA. Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Depok. Guru Bloger. Jakarta.