Anda di halaman 1dari 17

ASPIRIN RESISTANCE IN PATIENTS WITH CHRONIC RENAL FAILURE

Azra Meryem Tanrikulu 1, Beste Click to edit Mehmet Kocstyle Nurdan Ozben1, Master subtitle 2, Papila-Topal 1, Tomris Ozben 3, Oguz Caymaz 1 Department of Cardiology, Marmara University Faculty of Medicine, Istanbul Turkey 2 Division of Nephrology, Department of Internal Medicine, Marmara University Faculty 4/28/12

ABSTRAK

Latar Belakang: gagal ginjal kronis (CRF) dikaitkan dengan peningkatan risiko morbiditas kardiovaskular dan kematian. Resistensi aspirin memperburuk prognosis klinis. Tujuan : untuk mengeksplorasi prevalensi resistensi aspirin dalam CRF. Metode: 1) 245 pasien CRF (115 pasien HD kronis, 130 pasien CKD stadium 3-4 kronis. 2) 130 pasien dengan fungsi ginjal normal(kelompok kontrol) seluruh kelompok memakai aspirin secara teratur ditentukan oleh Fungsi trombosit cepat Ultegra Assay-ASA (VerifyNow Aspirin) Aspirin Reaction Unit (ARU) 550. Hasil : Aspirin resistensi terdeteksi pada 53 pasien menjalani hemodialisis, 32 pasien dengan stadium 3-4 CKD dan 22 kontrol. kelompok CRF vs kontrol (34,7% vs 16,9%, p <0,001), pasien hemodialisis, CKD stadium 3-4 , dan kontrol(46,1% , 24,6%, 16,9%, p <0,001). Analisis multivariat: 1) perempuan(rasio odds [OR] = 2,201; 95% confidence interval [95% CI], 1,173-4,129; p = 0,014), 2) hemodialisis (OR = 3,636; 95% CI, 1,31310,066, p = 0,013) dan 3) HDL kolesterol (OR = 0,974; 95% CI, 0,9500,999; p = 0,043) Kesimpulan: Pasien dengan CRF memiliki frekuensi lebih tinggi resistensi aspirin. 4/28/12

PENDAHULUAN

Aspirin adalah obat antiplatelet yang efektif,dengan cara menghambat COX-1 secara ireversibel sehingga mencegah produksi tromboksan A2 (TXA2). Aspirin telah digunakan untuk mencegah kejadian vaskular tromboembolik. Namun, beberapa pasien terbukti resisten terhadap aspirin. Kemungkinan penyebab resistensi aspirin adalah ketidak patuhan, dosis yg tidak memadai, bioavailabilitas , omset trombosit meningkat, interaksi obat dan variabilitas genetik. Pasien CRF sangat memerlukan aspirin . Meskipun resistensi aspirin telah baik ditunjukkan pada gangguan kardiovaskular termasuk CAD, gagal jantung, penyakit serebrovaskular, sindrom metabolik dan diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai prevalensi resistensi aspirin pada pasien dengan CRF

4/28/12

SUBJEK DAN METODE PENELITIAN

SUBJEK

4/28/12

Metode

penelitian

4/28/12

Kuisoner(merokok kebiasaan, sejarah klinis CAD, diabetes, hiperlipidemia, hipertensi dan gagal ginjal ) BMI ASPIRIN 100300mg/hr (1 mgg) utegra rapid platelet function assay

Resisten ARU 550

4/28/12

Analisis statistik

Students t-test and the Mann-Whitney U-test were used for comparison of parametric and nonparametric variables between 2 groups, while ANOVA and Kruskal-Wallis tests were used for comparison of parametric and nonparametric variables among 3 groups. Categorical variables were compared using the chi-square test.

4/28/12

HASIL
Hasil menunjukkan 85 pasien dengan CRF terbukti resisten terhadap aspirin (53 px HD kronik, 32 px CKD stg 3-4)

CRF CRF CKD stg 34 HD KRONIK


*: SIGNIFIKAN (p< 0.001) KONTROL NS : Non Signifikan

HD KRONIK CKD stg 3- KONTROL 4

*
NS

*
4/28/12

Aspirin reaction unit berkorelasi positif dengan kreatinin level (p<0.001, r: 0.324), dan berkorelasi negatif dengan GFR (P<0.001, R : 0.337) 1 mg/dl creatinine level meningkatkan 10% nilai resistensi insulin, peningkatan 1ml/mnt per 1,73m2 GFR menurunkan 1,1% nilai resistensi insulin terhadap resistensi aspirin memiliki nilai yang signifikan bila di bandingkan dengan jenis kelamin, HDL, Hematokrit, dan platelet level

Kenaikan

Reaksi

4/28/12

4/28/12

4/28/12

Pembahasan

Pada penelitian ini, resistensi aspirin pada 245 pasien dengan CRF dan menemukan 85 pasien (53 pasien yang menjalani hemodialisa dan 32 pasien dengan stadium 3-4 pada CKD) memiliki resistensi aspirin. Frekuensi resistensi aspirin secara signifikan lebih tinggi pada pasien CRF dibandingkan dengan kontrol, terutama pada pasien yang hemodialisa kronis. Sedangkan pada pasien stadium 3-4 pada CKD memiliki peningkatan resiko resistensi aspirin dibandingkan kontrol tetapi perbedaannya tidak signifikan. Peningkatan 1 mg/dL pada kreatinin menunjukkan peningkatan 10% untuk terjadi resistensi aspirin. Sedangkan kenaikan 1 ml/menit per 1,73 m2 di GFR menunjukkan penurunan 1,1 %/menit untuk terjadi resistensi aspirin. Acikel et al menemukan bahwa terdapat resistensi aspirin pada 27,5% penerima transplantasi ginjal dan menemukan angka kejadian tinggi pada pasien dengan GFR < 60 mL dibandingkan dengan mereka yang GFR > 60 mL.

4/28/12

Resistensi aspirin dihubungkan dengan peningkatan inflamasi dan stres oksidatif. Asam arakidonat derivat isoprostan merupakan vasokonstriktor kuat dan proagregrasi yang memiliki efek mirip dengan TXA2. Peningkatan stres oksidatif dapat meningkatkan plasma isoprostan dan peningkatan siklooksigenase-independen pembentukan isoprostan dalam trombosit sehingga memberikan kontribusi untuk terjadinya resistensi aspirin.

4/28/12

4/28/12

4/28/12

4/28/12

Kesimpulan
Peningkatan

resistensi aspirin terjadi pada pasien CKD, terutama pada pasien yang sedang menjalani hemodialisa. aspirin dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas yang memiliki resiko komplikasi kardiovaskular pada pasien CRF.

Resistensi

4/28/12

Beri Nilai