P. 1
Republika_21_10_2011

Republika_21_10_2011

|Views: 752|Likes:
Dipublikasikan oleh ruhimat
Edisi Jumat, 21 Oktober 2011
Edisi Jumat, 21 Oktober 2011

More info:

Published by: ruhimat on Oct 21, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2013

pdf

text

original

O PARET

2 Hal 25-3

S L I P SU

REPUBLIKA
www.republika.co.id
MANU BRABO/AP

JUMAT, 21 OKTOBER 2011 23 DZULQAIDAH 1432 H
NOMOR 276/TAHUN KE-19

Rp 2.900 / 32 Halaman
LUAR P JAWA Rp 4.000 DITAMBAH ONGKOS KIRIM

MAHAKA MEDIA
IKLAN: Telp: 021 791 84744, Faks: 021 798 1169, e-mail: iklan@republika co.id SIRKULASI: Telp 021 791 84746 Faks: 021 791 98442 e-mail: sirkulasi@republika co.id

MENANG: Para pejuang oposisi Libya merayakan
jatuhnya Kota Sirte, Kamis (20/10), setelah pertempuran sengit selama hampir dua bulan di kota kelahiran Muamar Qadafi yang menjadi kubu pertahanan terakhir pasukan Qadafi itu. Ditto Pappilanda

Gejolak Papua Terabaikan
Erdy Nasrul, Bilal Ramadhan JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai mengabaikan gerakan separatis di Papua dan lebih memilih fokus pada masalah reshuffle kabinet. Masalah separatis Papua sudah ada sejak dulu, namun pemerintah lamban dan tak serius mengatasinya. Menurut anggota Komisi I DPR Gamari Sutrisno, Presiden SBY sebenarnya sudah memahami persoalan separatis di Papua karena pernah menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Ketika itu di Kementerian Polkam sudah dibentuk bagian khusus untuk menangani separatis Papua, yang bertanggung jawab kepada presiden. “Saya dulu deputinya SBY saat beliau menjadi Menko Polkam,” kata Gamari, Kamis (20/10). Sepanjang 2011 ini di Papua terjadi banyak insiden penembakan terhadap warga dan aparat keamanan yang diduga dilakukan
Bersambung ke hlm 11 kol 1-7

Qadafi terluka tembak di kepala dan kaki.
SIRTE — Berakhir sudah petualangan mantan pemimpin Libya Muamar Qadafi. Memenuhi janjinya bahwa dia tak akan pernah meninggalkan Libya walau posisinya sudah dikepung pasukan oposisi beberapa bulan lalu, Qadafi tewas dalam sebuah baku tembak penghabisan di kota kelahirannya, Sirte, Kamis (20/10). Menteri Informasi Dewan Transisi Nasional (NTC) Mahmud Shamman telah mengonfirmasi kematian Qadafi dari pejuang yang melihat langsung jenazahnya. Dalam laporan lain, A BLIK REPU pejabat NTC Abdel Majid HYA/ N YA DA’A Mlegta mengungkapkan, “Ada banyak penembakan terhadap kelompoknya, dan dia (Qadafi) meninggal.” Dia juga menambahkan, Qadafi ditangkap dengan kedua kaki terluka pada Kamis Subuh saat melarikan diri dari konvoi kendaraan yang kemudian diserang pesawat tempur Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). NATO mengakui menyerang konvoi kendaraan pendukung Qadafi yang melarikan diri dari Sirte yang telah jatuh total ke tangan pasukan NTC. Tetapi, mereka belum bisa memastikan apakah Qadafi berada dalam konvoi itu. Dilaporkan bahwa jenazah Qadafi yang menderita luka tembak di kepala dan kaki telah dilarikan ke sebuah rumah sakit. Seorang tentara NTC yang ikut dalam penyerbuan terakhir itu mengaku mendengar teriakan Qadafi yang mengatakan, ‘’Jangan Desember 1988 tembak!’’ Salah satu koPenerbangan Pan Am nomor 1970 103 dari London ke New York mandan pasukan NTC Libya menutup 1969 1942 diledakkan agen rahasia Libya Abdul Hakim al-Jalil kantor kedubes Qadafi merebut Muamar Qadafi lahir di atas Lockerbie, Skotlandia, menyebutkan, juru biAmerika Serikat kekuasaan dari pada 7 Juni di gurun dan menewaskan 270 orang. dan Inggris. cara Qadafi, Musa IbraRaja Idris pada 1 dekat Sirte. AP him, beserta kepala paSeptember. sukan Qadafi, Abu Bakr Yunus Jabt, juga ikut tewas di konvoi yang sama. ● Reruntuhan Bahkan, dikabarkan pula putra Qadafi, bagian Mutassim, ditemukan tewas di Sirte. Mendengar kabar kokpit pemengejutkan ini, warga Tripoli menyambutnya dengan temsawat Pan bakan perayaan dan bunyi klakson di berbagai penjuru Am yang kota. Sejak Tripoli jatuh ke tangan NTC pertengahan jatuh di Agustus lalu, mereka masih menghadapi perlawanan sengit Lockerbie. di Sirte sebagai kubu pertahanan terakhir loyalis Qadafi. Kolonel Qadafi merupakan pemimpin terlama di Afrika dan dunia Arab, sejak menggulingkan Raja Idris I dalam kudeta tak berdarah pada 1969 saat usianya 27 tahun. Dik- ● Gambar dari Aljazirah metator yang berkuasa selama lebih dari 40 tahun ini dikenal nunjukkan jenazah yang dengan gaya busana yang flamboyan, serta dikawal peremdiduga kuat sebagai mantan puan bersenjata. penguasa Libya Muamar 21 Agustus 2011 Qadafi juga dikenal sebagai orator politik terampil yang Qadafi di sebuah lokasi yang Kubu oposisi memasuki Tripoli. gesit membawa negaranya keluar dari isolasi diplomatik tak disebutkan di dekat dunia Barat. Sejak lama dia berusaha menanamkan pengaruh Sirte, Kamis (20/10). di Timur Tengah. Namun, banyak negeri menjauhi Libya ALJAZEERA/AP karena dukungannya terhadap sejumlah kelompok militan, termasuk Tentara Republik Irlandia Utara (IRA) dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Presiden AS Ronald Reagan bahkan menyebut Qadafi ‘anjing gila’. Setelah adanya penolakan atas usahanya menyatukan dunia Arab, pada 1990 Qadafi mengalihkan perhatiannya ke Afrika dengan mengusulkan sebuah ‘Amerika Serikat’ di Benua Hitam itu. Untuk tampil meyakinkan, Qadafi mengadopsi busananya dengan pakaian khas Afrika yang mencerminkan pemimpin Benua Hitam itu. Analis independen asal Amerika Serikat, Benjamin Barber, yang sempat menemui Qadafi dalam beberapa kesempatan, melihat sosok Qadafi sebagai anggota sejati suku Berber dari Gurun Sahara. Itu membuatnya memiliki daya tahan yang tinggi, yang ditunjukkannya dengan tidak melarikan diri keluar Libya saat kekuasaannya runtuh.

:: pro kontra ::
Baca selengkapnya di hlm 11
Anda bisa memberi komentar pro kontra ini di www.republika.co.id

R ILAMBOYAN KH A
GF AN S
September 2003
Dewan Keamanan PBB mencabut sanksi atas Libya yang dijatuhkan pada 1992, setelah Libya bersedia bertanggung jawab atas pengeboman Lockerbie.

KISRUH KONGRES RAKYAT PAPUA
W FRANS ANSANAE PENGAMAT SOSIAL

Mereka Kecewa

September 2008
Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice, bertemu Qadafi di Tripoli. Ini adalah kunjungan pertama bagi seorang menlu AS sejak 1953.

Apa alasan penyelenggaraan Kongres Rakyat Papua III untuk deklarasi kemerdekaan? Ini sebagai bentuk akumulasi kekecewaan seluruh warga Papua. Mereka yang ikut kongres hanya segelintir yang berani menyuarakan aspirasinya, tapi keliru ketika tujuannya ingin memisahkan Papua dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia—Red). ■

17 Februari 2011

Tentara Libya menumpas pengunjuk rasa di Benghazi yang menewaskan ribuan warga. Hari itu ditetapkan sebagai hari amarah.

5 Maret 2011
Kubu oposisi, Dewan Transisi Nasional (NTC), bertemu di Benghazi, dan mendeklarasikan diri sebagai wakil resmi Libya.

JULIAN PASHA JURU BICARA PRESIDEN

Hasil KRP tak Wakili Papua

Mengapa konflik di Papua terus terjadi? Konflik yang terjadi di Papua jangan dianggap mewakili Papua secara keseluruhan, termasuk deklarasi Papua Merdeka dan pengibaran bendera bintang kejora ataupun konflik lainnya. Tindakan itu hanya dilakukan sekelompok masyarakat yang bertentangan. Mereka tak bisa dikatakan merepresentasikan seluruh masyarakat Papua, apalagi menghubungkannya dengan keinginan memerdekakan diri. ■

19 Maret 2011

Pasukan koalisi Barat menyerang Libya dengan tameng mandat Resolusi DK PBB nomor 1973.

24 Agustus 2011
Qadafi yang bersembunyi bersumpah akan menang atau mati syahid dalam perang melawan koalisi Barat.
BEN CURTIS/AP

20 Oktober 2011
Qadafi tewas tertembak di Sirte, kota kelahirannya. ● Saat-saat terakhir

rehat
KPK masih selidiki kasus Century Dan, tuntasnya setelah 2014 kan? Izin impor daging sapi diperjualbelikan Nah, ini baru ‘ekonomi kreatif’

■ bbc ed: rahmad budi harto

Qadafi di Tripoli sebelum ibu kota jatuh ke tangan pemberontak.

H

aji adalah momen yang mampu memberikan inspirasi bagi kemajuan kemanusiaan. Proses ini ditandai dengan jutaan manusia berbondong-bondong ke baitul Ka’bah, simbol pemersatu umat Islam di seluruh dunia. Haji merupakan panggilan untuk memperlakukan manusia secara sama, adil, tanpa melihat ras, suku, dan latar belakang lainya. Harkat dan martabat mereka sebagai manusia sama, hak dan kewajiban sebagai hamba juga sama. Tujuan dan arah perjuangan hidup mereka hakikatnya juga sama, yaitu berusaha meraih kebahagiaan yang sejati abadi. Itulah sesungguhnya yang

menjadi hikmah dan tujuan utama di syariatkannya ibadah haji. Mengutip Dr Ali Syariati dalam bukunya Hajj, ibadah haji adalah evolusi manusia menuju Allah. Ibadah haji merupakan sebuah demonstrasi simbolis dan falsafah penciptaan Adam. Gambaran selanjutnya, pelaksanaan ibadah haji dapat dikatakan sebagai suatu pertunjukan banyak hal secara serempak. Ibadah haji adalah sebuah pertunjukan tentang penciptaan, sejarah, keesaan, ideologi Islam, dan ummah. Haji dapat dilihat dari sudut pandang praktis dan konseptual, pilar-pilar doktrin Islam terpenting yang

hikmah
Oleh Dr HM Harry Mulya Zein

Haji dan Spirit Kebersamaan
memotivasi bangsa Muslim dan menjadikannya sadar, bebas, terhormat dan, bertanggung jawab secara sosial adalah tauhid, jihad, dan haji. Dalam bahasa Alquran, hikmah dan tujuan ibadah haji diungkapkan dengan istilah liyasyhadu manafi’a lahum, yaitu untuk “menyaksikan” kemanfaatan-kemanfaatan duniawi dan ukhrawi (kebahagiaan sejati) yang mahadahsyat yang akan terus mengalir dan menjadi “milik” mereka yang berhasil menunaikan haji secara mabrur. (QS al-Hajj [22]: 28). Semua itu, pada akhirnya, mengantarkan seorang haji dapat hidup dengan pengamalan dan nilai kemanusiaan universal. Dalam konteks

niat sambil menanggalkan pakaian biasa dan mengenakan pakaian ihram, haji memiliki makna yang lebih universal dengan nilai-nilai kemanusiaan. Pakaian ihram, juga melambangkan pola, preferensi, status, dan perbedaan-perbedaan tertentu. Pembedaan tersebut dapat mengantar kepada status sosial, ekonomi, atau profesi. Pakaian juga dapat memberi pengaruh psikologis pada pemakainya. Di Miqat, tempat ritual ibadah haji dimulai, perbedaan tersebut harus ditanggalkan. Semua harus memakai pakaian yang sama. Di Miqat ini, apa pun ras dan suku harus dilepaskan. Semua pakaian yang dikenakan sehari-hari

yang membedakan sebagai serigala (yang melambangkan kekejaman dan penindasan), tikus (yang melambangkan kelicikan), anjing (yang melambangkan tipu daya), atau domba (yang melambangkan penghambaan) harus ditinggalkan. Terakhir, substansi haji adalah mencari dan mengukuhkan sandaran atau landasan yang hakiki bagi kehidupan menuju kebahagiaan sejati yang merupakan fokus perhatian dan target pencarian yang dituju oleh seluruh umat manusia. Karena itu, banyak ulama menyebutkan, haji mabrur adalah yang disertai dengan tanda-tanda kemabruran setelah berhaji. Wallahu a’lam. ■

nasional

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

2

RENO ESNIR/ANTARA

PKS tak Rugi Jadi Oposisi
Erdy Nasrul

Demokrat desak PKS segera tentukan sikap.
JAKARTA — PKS menegaskan bahwa mereka tidak akan rugi kalau harus menarik semua menterinya dari kabinet. Munculnya pertanyaan atas pengurangan kursi PKS di kabinet karena PKS menghormati kontrak politik yang mereka buat dengan Presiden SBY. Kepala Humas DPP PKS yang juga anggota Komisi V DPR Mardani mengatakan, PKS tidak pernah meminta jatah menteri dalam kabinet. Semuanya adalah hak prerogratif Presiden. Kalau kemudian PKS menarik semua kadernya, PKS juga tidak akan merasa rugi. Mardani mengungkapkan, seharusnya Presiden fair dalam melakukan reshuffle sehingga melukai kontrak politik yang pernah mereka buat. Dikatakannya, tidak ada kader PKS dalam kabinet SBY memiliki kesalahan fatal, yang membuat Presiden harus turun tangan langsung menanganinya. “Bahkan, hasil pemeriksaan terhadap Kemenristek di tangan Pak Suharna itu berstatus wajar tanpa pengecualian dari BPK,” kata Mardani, Kamis (20/10). Dia mengatakan, tidak ada menteri dari PKS yang terlibat korupsi. Tidak ada juga yang tersandung masalah moral. Semuanya dinilai baik-baik saja dalam menjalankan roda pemerintahan SBY. PKS memandang kontrak politik yang sudah mereka buat bukan main-main. “Kontrak politik itu adalah dukungan kita sebagai partai Islam kepada SBY pada saat Pilpres 2009 lalu. Kita adalah parpol pertama yang mendukung pada saat parpol-parpol lain menjagokan capres-capres lain,” jelas dia. Ditambahkannya, dukungan kepada SBY ketika itu banyak menuai protes, namun PKS ketika itu tetap berijtihad pasangan SBY-Boediono adalah yang terbaik. Meski mengaku tidak rugi, Mardani menyebut dukungan kepada Presiden SBY sampai saat ini masih terus diberikan. Tinggal nanti keputusan Majelis Syuro PKS yang akan menentukan lebih lanjut. “Kalau Majelis Syuro memutuskan PKS harus oposisi, seluruh menteri di kabinet SBY akan ditarik,” jelasnya. Atas sikap ini, Partai Demokrat meminta agar PKS segera menentukan sikapnya. Hal ini dianggap perlu agar konstelasi politik tetap stabil setelah dilaksanakannya reshuffle. “Harus jelas apakah koalisi atau oposisi. Tidak ada koalisi-oposisi,” jelas Ketua Fraksi Demokrat DPR Ja’far Hafsah.

Pilihannya hanyalah masuk koalisi atau tidak. “Tidak ada koalisi-oposisi. Itu logika yang bertentangan,” jelas Ja’far. Pihak Demokrat menyatakan, tak dapat menghalangi sikap PKS dalam berpolitik.

Golkar kecewa
Kekecewaan atas hasil reshuffle juga disampaikan Ketua Dewan Penasihat Golkar Akbar Tandjung. Mereka kecewa karena Presiden SBY mencopot Fadel Muhammad dari posisi Menteri Kelautan dan Perikanan. “Fadel Muhammad adalah figur menteri yang sangat berpendidikan dan memiliki kinerja baik, tapi mengapa diganti,” kata Akbar. Akbar Tandjung menjelaskan, Fadel Muhammad sudah bekerja secara sungguh-sungguh, tekun, dan intensif. Fadel juga berinteraksi langsung dengan petani dan nelayan. Soal pergantian Fadel, menurut Akbar, ia sudah bertanya kepada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. “Aburizal mengatakan, ia juga tidak menduga akan terjadi seperti ini,” katanya. ■ antara ed: joko sadewo

SEMINAR KEPEMUDAAN INDONESIA: Anggota DPR dari Fraksi PDIP Maruarar Sirait (kiri), Ketua Bapilu DPP Partai Hanura, Yuddy Chrisnadi (kanan) dan Ketua DPP PAN Bima Arya, saat hadir sebagai narasumber pada seminar kepemudaan bertema “Menyiapkan Indonesia yang akan Menggenggam Dunia di Tangan Pemuda” di Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Kamis (20/10).

Penghentian TKI ke Malaysia Dicabut 1 Desember
Teguh Firmansyah JAKARTA — Moratorium (penghentian sementara) tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia akan segera dicabut pada 1 Desember 2011. Hal ini setelah adanya kesepakatan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia. Kesepakatan itu tertuang dalam Amendemen MoU on the Recruitment and Placement on Indonesian Workers. Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menemui titik temu mengenai TKI yang bekerja di Malaysia. Dengan demikian, moratorium yang sebelumnya diberlakukan akan segera dicabut pada 1 Desember mendatang. “Memorandum of Understanding baru TKI antara Indonesia dan Malaysia telah ditandatangani, tinggal mempersiapkan implementasinya,” kata Teuku, Kamis (20/10). Sebagaimana diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhyono menerima Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd Najib beserta Datin Sri Rosmah Mansor dalam Pertemuan Konsultasi Bilateral ke-8 Indonesia dan Malaysia, Kamis (20/10) siang. Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu dilakukan di kawasan Mandalika, Lombok. Menurut Faiza, Sejumlah klausul yang dimasukkan dalam kesepakatan itu, yakni, pertama, TKI berhak memegang paspor yang dimilikinya. Kedua, adanya pengaturan hari libur bagi TKI. Terakhir, yakni pemberian upah atau gaji sesuai dengan standar kelayakan. Sementara bagi Indonesia, pemerintah harus memperbaiki sistem pelatihan bagi TKI sehingga kualitas TKI semakin membaik.

Tak tahu BNP2TKI
Sementara itu, Direktur Indonesia Strategic Solution, Adhan Anwar, mengatakan bahwa mayoritas TKI mengaku tidak mengenal Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Hal ini mengejutkan karena harusnya BNP2TKI merupakan pelindung dari para TKI. Temuan ini, menurut Adhan, merupakan hasil penelitian kepada TKI yang baru tiba di tiga terminal kepulangan, yaitu Terminal 4 Bandara SoekarnoHatta, Bandara Juanda, dan Mataram. “Kami menyebarkan kuesioner ke lebih dari 600 responden,” tuturnya. Hampir 60 persen hasil kuesioner menyebut tidak tahu BNP2TKI. Tidak itu saja, temuan Adnan juga menyebutkan kalau 60 persen dari pengisi kuesioner mengaku tanpa adanya kontrol dari pemerintah. Mereka mengaku di luar negeri berjalan sendiri tanpa adanya pendampingan dari Kemenlu maupun kementerian terkait lainnya. Adnan menyebut bahwa persoalan TKI adalah persoalan hulu bukan dipersoalan hilir. Banyaknya TKI yang dipulangkan akibat dinilai kurang terampil. Diungkapkannya, masyarakat sebenarnya berharap BNP2TKI bisa lebih optimal sehingga TKI di luar negeri bisa terlindungi dengan baik, terutama yang terkait hukum. Namun, harapan itu, lanjut Adnan, pupus sudah karena justru TKI banyak yang belum tahu tentang BNP2TKI. ■ ed: joko sadewo

nasional
IMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

3

Umar Patek Rekonstruksi Bom Bali I
JAKARTA — Tersangka yang diduga menjadi otak Bom Bali I, Umar Patek, dibawa ke Bali untuk menjalani rekonstruksi, Kamis (20/10). Rencananya rekonstruksi dilakukan di empat lokasi dan dimulai pada pukul 06.00 WITA. “Kegiatan rekonstruksi hari ini (20/10) akan dilaksanakan di empat lokasi,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam yang dihubungi Republika, kemarin. Patek dibawa ke Bali dari Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (19/10), dan terbang dengan pesawat Lion Air dari Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Diterbangkannya Umar Patek dirahasiakan. “Dari Jakarta pukul 11.35 WIB menggunakan pesawat Lion Air tiba di Bali pukul 14.45 WITA. Di Bali, Umar Patek ditempatkan di Brimob Tohpati, Bali,” jelasnya. Keempat lokasi rekonstruksi peristiwa Bom Bali I, jelas Anton, adalah di rumah Jalan Pulau Menjangan Nomor 18, Denpasar, dan trotoar samping kanan kantor Konsulat Amerika Serikat (AS) di Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar. Lokasi lainnya di Terminal Ubung dan depan rumah di Jalan Gatot Subroto II Nomor 11, Denpasar. Tim penyidik menjemput Patek sejak pukul 04.00 WITA. Dalam rekonstruksi itu, polisi menghadirkan lima kawan Umar Patek, yakni Ali Imron, Abdul Ghoni, Mubarok, Sawad, dan Idris. Kelimanya merupakan pelaku teroris yang sudah divonis hukuman seumur hidup. Dalam rekonstruksi itu diperlihatkan bahwa bahan-bahan peledak dibawa Patek dari Pulau Jawa ke Bali. Rekonstruksi pun dilanjutkan Jumat (21/10). Di tempat terpisah, Tim Densus 88 telah menangkap seorang dari DPO bom Cirebon, Yadi al Hasan alias Abu Fatih alias Vijay, di Kampung Pasindangan, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon, Rabu (19/10) pukul 23.30 WIB. Yadi adalah pemimpin kelompok Cirebon, Taufik al-Jihad. “Yadi termasuk salah satu dari tujuh orang DPO. Dia amir atau pimpinannya kelompok Cirebon,” kata Anton. Menurutnya, Yadi mengajarkan bahwa Masjid Al-Zikra halal untuk dibom dan dihancurkan. Karena itu, anggotanya, Muhammad Syarif, melakukan bom bunuh diri di masjid itu pada 15 April 2011. Kelompok ini dibentuk usai para anggota keluar dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Cirebon. Sebelumnya, Mabes Polri merilis ada tujuh orang DPO yang terlibat bom Cirebon dan Poso. Untuk kelompok bom Cirebon, setelah Yadi, polisi memburu Nanang Irawan alias Nang Ndut. Nanang merupakan ahli bom dalam kelompok Cirebon. Sedangkan kelompok Poso, yang menjadi DPO, yaitu Umar alias Bujang alias Dede alias Rosi; Santoso alias Santo alias Abu Wardah; Cahya alias Ramzan; Imam Rasyidi alias Imam Sukanto alias Harun alias Yasir; dan Taufik Bulaga alias Upik Lawanga. ■ bilal r/lilis s h/a baraas ed: dewi mardiani

Keseriusan Presiden SBY Diragukan
Penggantian Menkumham diduga terkait kasus Century.
JAKARTA — Instruksi yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk segera menyelesaikan kasus Bank Century dinilai tak dapat diimplementasikan. Menurut anggota Panitia Khusus (Pansus) Century dari Komisi II DPR, Akbar Faisal, seharusnya SBY memberikan rincian kepada institusi yang menangani kasus tersebut. “Seluruh penegak hukum sudah angkat tangan karena kasus ini berputar-putar di situ-situ saja. Mereka juga jadi serba salah dalam bersikap,” katanya, Kamis (20/10). Dia mengaku dalam banyak hal, tak hanya dalam kasus hukum, pernyataan presiden tidak dapat diimplementasikan di tingkat pelaksana. Presiden, kata dia seharusnya juga memberikan jaminan politik dan hukum agar mereka yang menangani perkara ini tak dihadapkan kepada masalah hukum. Anggota Pansus Century Ganjar Pranowo mengaku instruksi Presiden soal Century mengawang-awang. “Yang jelas saja kalau memberikan perintah. Kalau soal ini mengawangawang. Presiden tak perlu menjanjikan sesuatu yang sulit dilaksanakan. Kalau bisa dituntaskan dalam waktu tiga bulan, itu artinya reshuffle ada hasilnya.” Menurutnya, penyelesaian kasus ini hanya dapat dilakukan kalau Presiden memerintahkan dan mendorong institusi terkait, yaitu Kejaksaan Agung dan Kepolisian. Dia mengatakan, pemberian instruksi ini bisa menjadi bumerang bagi SBY di kemudian hari. Pasalnya, kalau ternyata tidak ada jalan keluar, Presiden akan kehilangan wibawanya. Bagi masyarakat, lanjutnya, hanya ada dua hal dari kasus Century, yaitu proses hukum dan pengembalian uang nasabah PT Antaboga Delta Sekuritas. Untuk penegakan hukumnya, sudah ada 91 orang yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan terakhir, ada temuan audit forensik BPK yang memperlihatkan ada indikasi masuknya dana ke Deputi Gubernur Bank Indonesia.

BENTROK: Sejumlah mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat mereka berunjuk rasa
di dua tahun kepemimpinan SBY-Boediono di depan halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/10). Dalam aksi itu, aparat kepolisian menangkap sedikitnya lima mahasiswa.

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Century di DPR, Hendrawan Supratikno, berpendapat penyelesaian kasus ini semakin sulit karena dijegal oleh kepentingan politik yang besar untuk menutup kasus ini. Penggantian Menkumham Patrialis Akbar dengan Amir Syamsuddin dari Partai Demokrat memperlihatkan hal ini. Di tangan Menkumham baru, dia pesimistis kasus ini segera selesai. “Ini semakin jelas penyelesaian kasus Century semakin dijegal.”

KPK terus selidiki
KPK siap menjalankan instruksi SBY soal Century. Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto mengatakan, KPK terus melakukan penyelidikan untuk menelusuri ke mana aliran uang senilai Rp 6,7 triliun tersebut. “Saat ini masih dalam tahap penyelidikan. KPK tidak bisa menetapkan tersangka tanpa alat bukti yang kuat,” kata Bibit. Wakil Ketua KPK M Jasin di Bengkulu menegaskan, KPK menunggu hasil audit menyeluruh dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diperkirakan selesai November 2011. “Jika dari hasil audit ditemui kerugian negara, KPK akan mengusutnya hingga tuntas.” Jika dari BPK sudah ada hasilnya, kata dia, KPK menyiapkan kajian hukumnya. Sampai saat ini, KPK belum menemukan barang bukti untuk menjerat tersangka dalam perkara ini. Sementara itu, permohonan kasasi atas terdakwa Robert Tantular terkait gugatan penyitaan aset di Hong Kong telah dikirim dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ke Mahkamah Agung (MA). Penasihat hukum Robert, T Triyanto, mengatakan, hakim telah merampas harta pemohon yang tidak berasal dari terdakwa Hesyam Al Warraq dan Rafat Ali Rizfi (komisaris Bank Century). Keduanya terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Keduanya diganjar hukuman 15 tahun penjara dan ganti rugi Rp 3,115 triliun lewat putusan 339/PidB/2010/PN Jakpus pada 16 Desember 2010. Robert tidak disebutkan orang yang terlibat melakukan korupsi.
■ m faqih/erdy nasrul/a syalaby i/c13 ed: dewi mardiani

UU Intelijen Bisa Inkonstitusional
JAKARTA — Undang-Undang Intelijen Negara (UU Intelijen) berpotensi disalahgunakan dan melanggar konstitusi. Pendapat ini disampaikan Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Jimly Asshidiqie dalam semiloka di gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Kamis (20/10). “Menurut saya, UU Intelijen ini dari baunya saja ada kemungkinan melanggar konstitusi,” kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu. Meski demikian, pihaknya menilai agar saat ini berbaik sangka dulu terhadap UU Intelijen. Jadi, dia menyarankan agar saat ini tak perlu diajukan dahulu UU Intelijen itu ke MK untuk diujimaterikan. Karena, kata dia, tuntutan atau gugatan uji materi yang diajukan belum tentu akurat. Dikatakannya, uji materi bisa diajukan jika sudah ada alat bukti penyalahgunaan dan inkonstitusionalnya UU dalam praktiknya. “Paling tidak, ada pasal-pasal tertentu yang bisa diuji konstitusionalitasnya. Kalau nanti ada kasus, bisa jadi alat bukti. Daripada belum apa-apa kita sudah curiga dan langsung bawa ke MK.” Dia mengakui, tidak harus ada kasus baru UU Intelijen baru diajukan ke MK untuk diuji materi, tetapi cukup dilihat dari turunan UU tersebut, yakni peraturan pemerintah (PP). “Hal ini bisa dijadikan alat bukti ke MK, apakah UU melanggar konstitusi atau tidak,” ucapnya. Dalam kesempatan yang sama, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang membidangi persoalan Hak Asasi Manusia (HAM), Imparsial, menilai, UU Intelijen Negara yang telah disahkan oleh DPR itu masih jauh dari harapan penegakan HAM. “RUU Intelijen meninggalkan banyak permasalahan. UU ini jauh dari harapan untuk menjadikan intelijen kita sebagai intelijen reformis,” kata Direktur Eksekutif Imparsial Poengky. Menurut dia, UU Intelijen masih setengah hati mengakomodasi persoalan HAM. Hal ini terlihat dari 19 materi yang dinilai berpotensi melanggar hukum dan HAM. Selain itu, dia menilai, definisi dalam UU ini masih multitafsir, seperti definisi intelijen yang tak jelas. Selain itu, subjektivitasnya masih sangat tinggi dan yang paling mengkhawatirkan adalah masih dicantumkannya fungsi pendalaman intelijen dan pelibatan intelijen dalam penyidikan. Poengky berpendapat, pemberian kewenangan pada intelijen untuk melakukan “penggalian informasi” bekerja sama dengan aparat hukum sebagai ganti dari istilah “interogasi” akan merusak “Criminal Justice System” karena melanggar KUHAP dan HAM. Upaya yang dilakukan oleh Imparsial dan sejumlah LSM pemerhati HAM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil adalah mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mempersilakan jika ada sejumlah kalangan yang ingin membawa UU Intelijen untuk diuji materi. “Uji materi silakan saja. Semangat yang dikhawatirkan itu sudah masuk semua. Tidak seperti yang dibayangkan orang nanti, ada payung hukum yang membuat badan intelijen kita mengerikan seperti monster,” katanya, beberapa waktu lalu.
■ antara/mansyur faqih ed: dewi mardiani

EDWIN DWI PUTRANTO/REPUBLIKA

SBY-PM Malaysia Bahas Perbatasan
MATARAM — Dalam pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (20/10), memasukkan pembahasan masalah perbatasan kedua negara di antara isu lainnya. Masalah perbatasan yang diangkat adalah kesepakatan Batas Laut Teritorial Sementara di Malaysia. Di dalamnya tidak dibahas mengenai Camar Bulan dan Tanjung Datu di Kalimantan Barat. “Dalam pertemuan empat mata antara Presiden dan PM Malaysia, beberapa isu akan dibahas seperti perdagangan, TKI, dan kerja sama pendidikan,” kata Juru Bicara Presiden Julian A Pasha. Kedua kepala pemerintahan melakukan konsultasi bilateral tahunan itu di NTB. Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menyatakan, pembahasan batas laut yang diangkat adalah yang ada di Laut Sulawesi dan pembahasan teknis pada segmen perbatasan di sekitar Selat Singapura. Isu pencaplokan pada beberapa waktu terakhir di dalam negeri sempat muncul mengenai pencaplokan wilayah Indonesia di Provinsi Kalimantan Barat oleh Malaysia yang telah dibantah Menlu Marty. Di Jakarta, Ketua MPR Taufiq Kiemas mengatakan, Indonesia akan kalah kalau membawa masalah perbatasan, khususnya wilayah Camar Bulan, Sambas, Kalimantan Barat, ke Mahkamah Internasional. “Kalau kita ribut-ribut terus, akan ribut terus. Kalau sampai ke pengadilan internasional kemungkinan kita kalah lebih besar lagi,” katanya, di gedung DPR, Jakarta. Pada Selasa (18/10) dan Rabu (19/10) Taufiq bersama dengan rombongan MPR mengunjungi Malaysia dan membahas mengenai polemik yang terjadi terkait perbatasan wilayah di Camar Bulan. Taufiq membahasnya dengan tokoh Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), antara lain, Perdana Menteri Malaysia M Najib serta Abdullah Badawi. Hasilnya, disarankan agar pemerintah melakukan perundingan kedua negara. Pihak Malaysia sudah membuka diri. “Masih (mau berunding—Red). Justru kita yang teriak-teriak terus.” Sementara itu, guru besar hukum internasional Hikmahanto Juwana sependapat dengan Taufiq. Menurutnya, kedua negara sebaiknya melanjutkan perundingan perbatasannya. “Pertemuan pimpinan MPR dengan mantan PM Abdullah Badawi di Putrajaya, Badawi mengusulkan agar masalah perbatasan terusmenerus dirundingkan oleh kedua negara,” katanya dalam pernyataan persnya. Ajakan Badawi itu, kata dia, perlu disambut Indonesia, karena selama ini di Tanjung Datu, Malaysia adalah tidak ingin membuka perundingan dengan Indonesia karena telah ada MoU 1978 yag telah ditandatangani oleh kedua negara. Ia menilai seharusnya Pemerintah Indonesia mencari tahu dan mempertanyakan kepada Pemerintah Malaysia apa yang menjadi metode dan dasar pembuatan peta Malaysia. “Bila Malaysia mau beriktikad baik maka Malaysia akan tidak akan berkeberatan bila koordinat di Tanjung Datu ditinjau dan dirundingkan kembali.” Ditegaskannya, Indonesia harus gigih memperjuangkan agar Tanjung Datu dijadikan outstanding boundary problems agar disetujui oleh Malaysia. “Bila Malaysia belum juga menyetujui maka pemerintah harus menganggap koordinat di Tanjung Datu belum konklusif dan belum ada yang disepakati.” ■ mansyur faqih/antara
ed: dewi mardiani

DAKWAAN SYARIFUDDIN: Terdakwa mantan hakim pengawas kepailitan Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat, Syarifuddin Umar usai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (20/10). Syarifuddin terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara, karena diduga menerima suap dari kurator PT Skycamping Indonesia (PT SCI), Puguh Wirawan, sebesar Rp 250 juta.

JAKARTA — Perseteruan antara anggota Komisi II DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani dan komisioner Ombudsman RI (ORI) akhirnya terselesaikan. Kedua belah pihak sepakat berdamai terkait kasus pencemaran nama baik dan tuduhan permintaan jatah proyek untuk meloloskan anggaran Ombudsman di DPR. Kepada pers seusai mediasi antara pihak ORI dan Miryam Haryani, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo dan Taufik Effendi di gedung DPR Jakarta, Ganjar menyatakan, persoalan pencemaran nama baik terkait tudingan permintaan jatah proyek di DPR itu sudah selesai. “Telah ada klarifikasi dari semua pihak terkait bahwa sama sekali tidak ada permintaan-permintaan uang seperti itu. Saya menjamin itu. Sekarang semua sudah clear,” ujarnya, Kamis (20/10). Ganjar yang juga politikus PDIP itu juga telah meminta

DPR dan Ombudsman Akhirnya Berdamai
klarifikasi ke badan anggaran (banggar) serta menanyakan mengapa Ombudsman tidak mendapat alokasi anggaran dan diperoleh jawaban bahwa ORI tidak dapat karena sudah tidak ada lagi sisa anggaran, serta tidak optimalnya pencapaian target ORI. Senada dengan Ganjar Pranowo, Taufik Effendi menyatakan, Komisi II memang telah berkomitmen untuk membantu mitra-mitra kerjanya yang alokasi anggarannya selama ini masih sangat rendah, seperti Bawaslu dan ORI. “Namun, setelah kita perjuangkan, ternyata alokasi anggarannya memang tidak ada untuk saat ini maka kemudian berkembang banyak isu,” ujarnya. Sementara itu, Miryam Haryani menyatakan, setelah tercapai kesepakatan berdamai itu, pihaknya segera mencabut laporan pencemaran nama baik yang telah dilakukan Sekjen ORI Suhariyono terkait sinyalemen adanya

Saat SBY-JK Bersatu Dukung Komodo
Oleh Muhammad Hafil

permainan dalam pembahasan APBN-P 2011 di mana Miryam Haryani dituduh meminta fee berupa komitmen proyek agar anggaran ORI bisa dikabulkan. “Sudah clear, tidak ada masalah. Mungkin hanya media kemarin yang membahasakan salah terkait pernyataan Ombudsman. Saya kira, untuk selesaikan semuanya, saya akan mencabut laporan ke polisi,” ujarnya. Perselisihan antara Miryam Haryani dan Ombdusman bermula ketika komisi pengawas itu mengajukan anggaran tambahan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P 2011) pada Maret lalu. Ombudsman mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp 31,7 miliar. Anggaran itu untuk membangun kantor perwakilan di lima provinsi, pengangkatan 25 staf, termasuk digunakan untuk sosialisasi dan publikasi kerja Ombudsman. ■ antara ed: joko sadewo

S

eolah lupa bahwa mereka pernah bersaing dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK), Kamis (20/10), berjabat tangan dalam memperjuangkan Pulau Komodo untuk menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang baru. Peristiwa itu terjadi di sela-sela acara peresmian Bandara Internasional Lombok, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di tengah pidato peresmian bandara itu, SBY mengatakan, “Silakan Pak JK naik ke atas podium.” SBY juga meminta sejumlah menteri kabinet yang hadir dalam acara itu bersamasama ke podium dan mengajak para tamu untuk mengirim pesan singkat dukungan bagi Pulau Komodo. “Ketik KOMODO

kirim ke 9818,” kata SBY dan JK yang merupakan duta Pulau Komodo itu secara bersama. SBY berharap, dalam beberapa waktu terakhir, gerakan kampanye mendukung komodo Indonesia mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Pulau Komodo yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah satu-satunya pulau di dunia yang dihuni oleh reptil langka itu. Dalam kegiatan itu, SBY berharap agar Pulau Komodo masuk ke dalam tujuh keajaiban dunia yang baru. Dengan demikian, diharapkan dunia kepariwisataan Indonesia, khususnya NTT, semakin meningkat. Sementara itu, puluhan mahasiswa asal NTT di Yogyakarta berencana melakukan promosi terhadap binatang langka komodo dalam kegiatan “Jogya Java Carnaval” yang digelar pada 22 Oktober 2011. Mereka yang sedang melaksanakan studi di berba-

gai perguruan tinggi di Yogya itu berupaya memberikan dukungan terhadap perjuangan pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menjadikan komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia “Kami juga ingin memberikan kontribusi dalam perjuangan menjadikan komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Bentuk kontribusi adalah dengan menggelar promosi pada ajang ‘Jogya Java Carnaval’,” kata Koordinator anak-anak NTT, Gaspar Manbaik, Kamis. Dia mengatakan, saat ini para mahasiswa dari berbagai daerah di NTT sedang mendaur ulang bahan-bahan bekas untuk membuat replika komodo sepanjang 22 meter. Replika komodo raksasa ini akan diarak berkeliling oleh 44 anak NTT pada pawai di Yogya, sekaligus mengajak masyarakat di provinsi DIY untuk memberikan dukungan kepada komodo melalui pesan singkat. Di punggung komodo

akan ditulis cara memberikan dukungan pada komodo melalui ponsel ke nomor 9818 untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan dukungannya. Selain mempromosikan komodo, anak-anak NTT juga akan mempromosikan berbagai tarian daerah pada kegiatan akbar itu. Tarian ini akan dibawakan oleh mahasiswa asal NTT. “Kami yang sedang mempersipkan acara ini sekitar 80 orang. Ada 25 orang dari perwakilan Kabupaten Manggarai, Flores, 34 orang dari Kabupaten Belu, 21 orang dari Anakalang, Sumba Barat, ada juga dari Kabupaten TTU (timor tengah utara) dan daerah lain di NTT,” ujar Manbaik. Dia berharap, dukungan yang diberikan kalangan mahasiswa NTT di Yogya ini dapat memberikan manfaat bagi Indonesia, khususnya NTT dalam menjadikan komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
■ antara ed: dewi mardiani

opini

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

4

Panggung Politainment
Gun Gun Heryanto
Dosen Komunikasi Politik UIN Jakarta Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute

Tajuk

D

rama reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II mencapai klimaksnya pada Selasa (19/10). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengumumkan siapa saja menteri yang akan membantunya hingga 2014. Sebuah prosesi politik yang panjang, gegap gempita, serta berbalut seribu satu cerita. Sisi lain dari kegaduhan reshuffle tersebut, yakni semakin kokohnya Cikeas sebagai kutub kekuasaan di era SBY. Di Cikeaslah SBY menyusun strategi reshuffle untuk menjaga citra perombakan yang ‘aman’ bagi rezim kekuasaannya. Pertemuan dengan para wakil menteri serta negosiasi ulang dengan para elite partai yang menjadi investor politik lebih banyak dilakukan SBY di Cikeas. Oleh karena itu, Cikeas tak hanya populer, tetapi juga menjadi titik episentrum berita dan gosip.

Kegaduhan reshuffle
Puri Cikeas Indah yang terletak di Jalan Letda Natsir, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, telah menjelma menjadi panggung politik. Sejumlah peristiwa besar yang melibatkan SBY, Partai Demokrat, dan para mitra koalisinya kerap diselesaikan ‘secara adat’ di panggung Cikeas ini. Saat memberi keterangan pers, Senin (10/10), Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa mengatakan, SBY sejak awal berkeinginan untuk menjaga agar proses reshuffle tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Menu-

rutnya, ini bukan infotainment juga bukan politainment, melainkan peristiwa kabinet biasa. Namun, faktanya justru berbeda. Prosesi reshuffle KIB II telah sempurna menjadi politainment di berbagai media massa. Cerita reshuffle tak semata terkait hak prerogatif presiden untuk memilih para pembantunya, tapi sudah berbaur dengan drama dan gosip sehingga peristiwa politik tersebut sangat mirip komodifikasi yang biasanya tersaji di dunia hiburan. Kalau meminjam perspektif interaksionis Erving Goffman, Cikeas telah menjadi panggung depan (front stage) dari proses dramaturgi yang dibangun SBY. Dalam konteks drama, tindakan selalu dipahami sebagai penampilan (performance) atau penggunaan simbol yang menghadirkan cerita dengan segala pesonanya. Jörg-Uwe Nieland di The International Encyclopedia of Communication (2008) mendefinisikan politainment sebagai bauran politik dan hiburan dalam komunikasi politik. Seperti halnya infotainment, yang digunakan sebagai label program televisi tertentu, istilah politainment menunjukkan pelibatan aktor politik, topik, dan proses dengan format budaya hiburan. Keduanya mengambil keuntungan, yakni potensi media massa untuk menarik penonton secara luas dan menciptakan ruang bagi para selebritas. Sementara itu, Natascha Fioretti dalam tulisannya di European Journalism and Observatory (2010) menyimpulkan, saat politik dikombinasikan dengan hiburan, itu akan melahirkan politainment yang substansinya adalah ‘politik pop’. Dalam konteks ini akan terjadi proses saling menguntungkan, aktor politik mendapatkan publisitas sekaligus mengonstruksi realitas sesuai citra yang diinginkannya. Di sisi lain, media mendapatkan keuntungan de-

ngan memiliki sejumlah topik hangat bahkan sensasional untuk memalingkan perhatian khalayak. Indikasi kuat bahwa proses reshuffle kali ini telah menjadi politainment bisa kita amati dari sikap SBY yang sukses menghadirkan mekanisme simulasi realitas melalui skenario ‘seolaholah’. Reshuffle seolah-olah diorientasikan bagi penataan kabinet untuk efektivitas kerja hingga 2014, tetapi kenyataannya justru memprioritaskan keterjagaan politik representasi. Sejumlah aktor, mulai dari Presiden, juru bicara, staf khusus, hingga mereka yang dipanggil ke Cikeas dan ke Istana untuk menjadi menteri dan wakil menteri, membangun narasi bahwa perombakan adalah demi perbaikan. Jean Baudrillard, dalam tulisannya The Precession of Simulacra, memaknai simulasi realitas sebagai tindakan yang memiliki tujuan membentuk persepsi palsu yang seolah-olah mewakili kenyataan. Pidato SBY saat menyampaikan hasil pertemuan dengan sejumlah ketua umum partai politik, Kamis (13/10), secara eksplisit mengatakan bahwa kenyataan politik mengharuskan SBY memperhatikan aturan, mekanisme, prosedur, serta komunikasi dengan mitra koalisi jika ada pengurangan, penambahan, atau pergeseran menteri. Dengan demikian, wajah KIB II pascaperombakan sesungguhnya akan tetap memperlihatkan cara-cara kompromistik. Munculnya pengangkatan sejumlah wakil menteri dalam konteks ini bisa dimaknai sebagai upaya menutup realitas dasar, yakni ketidaktegasan SBY menggunakan hak prerogatifnya untuk menata ulang para politikus partai yang masuk di kabinet.

Akhir drama?
Indikasi lain reshuffle telah menjadi politainment adalah rentang waktu yang panjang se-

jak isu ini bergulir hingga pengumuman resmi. Seluruh energi dan perhatian publik terutama sebulan belakangan terhisap oleh pusaran diskursus reshuffle. Nyaris tak tersedia ruang utama media untuk menghadirkan perhatian kita pada sejumlah isu penting seperti kasus Nazaruddin dan pergantian ketua KPK. Proses yang panjang ini telah memproduksi sejumlah gosip bahkan bumbu-bumbu cerita media yang mengarah pada individu-individu para menteri, antara lain, soal perselingkuhan, poligami, dan isu-isu pribadi lainnya. Tentu, jika tidak dimaksudkan menjadi drama, SBY akan merombak kabinet ini sesingkatsingkatnya. Pemerintahan tidak memiliki waktu lama untuk mengubah cara pandang kebanyakan orang yang sudah mulai lelah. Seharusnya, orientasi utama SBY dalam reshuffle ini adalah memaksimalkan kabinet guna menjamin kinerja, bukan sekadar skenario politik representasi dan menciptakan panggung simulasi realitas. SBY telah mengambil keputusan siapa saja yang masuk ke dalam line-up baru kabinetnya, tapi sepertinya drama belum berakhir seiring dengan laju kapal KIB II di tengah rivalitas menuju Pemilu 2014. Menurut SBY, salah satu penjelas mengapa dia tetap kompromistik dengan partai-partai karena dia menghormati kontrak politik. Namun, jangan sampai hanya karena itu seluruh peluang optimalisasi kerja menjadi siasia karena mengakomodasi politikus yang tak memiliki kecakapan bekerja. Para elite parpol mungkin saja meniru ucapan Don Corleone kepada Johnny Fontane tentang Woltz dalam film “Godfather”. “I am gonna make him an offer he can’t refuse!” Andai ini yang terjadi pada SBY, perombakan kabinet tambal sulam tak akan menghasilkan banyak perubahan karena drama diskenariokan banyak orang. I

Dua Tahun yang tak Berubah
Tepat dua tahun, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono menjalankan mandat rakyat memimpin bangsa ini. Masih banyak masalah dan problem yang belum bisa diselesaikan. Selama dua tahun pemerintahan, rakyat masih merasa pemerintahan SBY dan Boediono tidak membawa perubahan yang berarti untuk meningkatkan kesejahteraan, untuk mengatasi persoalan sosial politik, dan melakukan penegakan hukum, terutama korupsi yang semakin merajalela Hasil evaluasi dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menunjukkan kinerja sejumlah menteri dalam KIB II dinilai tidak bagus. Malah, dalam berbagai hasil survei, sebagian besar rakyat Indonesia belum merasa puas terhadap kinerja pemerintah. Sebagai presiden, SBY sebenarnya cukup tanggap terhadap ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja timnya. Sejumlah menteri diganti, digeser, dan beberapa wakil menteri diangkat untuk membantu kinerjanya. Lalu, ada penambahan fungsi pada dua kementerian sehingga nama lembaganya pun berubah. Keduanya adalah Kementerian Pendidikan Nasional yang kini menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lalu Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berubah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sebenarnya, nyaris tak ada perubahan dalam perombakan kabinet ini, selain jumlah pejabatnya bertambah. Sehingga, banyak kalangan menyebut kabinet sekarang ini sebagai kabinet gemuk. Persoalan utama dalam kinerja kabinet terdahulu adalah masih adanya kementerian yang tidak saling menyatu. Koordinasi dan komunikasi antarmenteri terlihat lemah. Salah satu contohnya adalah kasus impor kentang. Kementerian Perdagangan berjalan sendiri dan tidak melakukan komunikasi dengan Kementerian Pertanian ketika akan mengimpor kentang. Tak hanya masalah kentang, selama dua tahun pemerintahan, persoalan pangan sangat dipinggirkan. Importasi pangan yang dilakukan pemerintah saat ini sudah sangat membahayakan pertanian lokal. Importasi beras oleh Badan Urusan Logistik yang dilakukan sepanjang tahun bisa mencapai 1,2 juta ton. Persoalan hukum juga setali tiga uang. Meski pemerintah memiliki ikhtiar dalam menegakkan hukum, namun kasus-kasus korupsi yang terungkap justru terjadi di kementerian. Ini yang membuat masyarakat muak luar biasa. Karena para pejabat yang seharusnya memberikan teladan yang baik, malah memberikan contoh buruk. Di sisi lain, tak dapat dimungkiri bahwa pemerintah belum memberikan rasa aman. Hal ini tecermin dengan insiden meledaknya bom dalam kurun waktu 2009-2011. Harapan untuk perbaikan kinerja pada kabinet baru masih terbuka lebar. Namun, para menteri harus siap bekerja keras, pandai membaca perubahan, dan terpenting tugas utamanya berdasarkan pada kesejahteraan umum, bukan pribadi, golongan, ataupun partai politik. Tiga tahun ke depan bukanlah waktu yang singkat. Mudahmudahan kabinet baru ini mampu memanfaatkannya dan menjawabnya dengan keberhasilan. Hentikan pencitraan, saatnya bekerja untuk kemajuan bangsa. I

>> resonansi <<

:: suarapublika ::
Oleh Zaim Uchrowi

Sepatu Kets Dahlan
A
da yang tak biasa dalam pelantikan menteri baru, Rabu (19/10) lalu. Seorang dari mereka memakai sepatu kets. Bukan sepatu kulit formal seperti lazimnya. Siapa lagi sosok itu kalau bukan Dahlan Iskan. Wartawan yang diamanahi menjadi menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tentu, bukan karena wartawan ia memakai sepatu kets. Sepatu jenis itu memang bagian dari ciri khasnya. Dahlan memang berbeda. Sebelumnya, sudah banyak wartawan lain yang jadi menteri. Harmoko, misalnya, yang pernah menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Atau Adam Malik yang menembus kursi wakil presiden. Umumnya, mereka diangkat karena kewartawanannya. Mereka mendapat tugas politik menjadi “jembatan komunikasi” pemerintah dan publik. Dahlan pun sangat mampu memikul tugas itu. Dulu, ia salah seorang wartawan terbaik Tempo. Kemudian, Dahlan menyulap Jawa Pos dari koran kecil di Surabaya menjadi kelompok media terbesar di Indonesia. Kemampuan memimpin usaha yang sulit dibantah bila disebut ‘luar biasa’. Banyak orang bertanya: Mampukah Dahlan membuat prestasi serupa di BUMN raksasa seperti PLN? Dahlan menjawab dengan sepatu ketsnya. Sepatu kets? Benar. Sepatu kets adalah sepatu buat berjalan. Bukan buat upacara, seremoni, pesta, atau gagah-gagahan. Dengan sepatu itu, setiap habis Subuh Dahlan berjalan kaki dari rumah ke kantor. Jam tujuh pagi dia mulai aktivitas di kantor tanpa merasa perlu ganti sepatu. Baginya, bukan sepatu itu yang menentukan kualitas kerja di kantor. Apalagi, sepatu itu membantunya untuk pergi ke lapangan. Kerja yang kadang harus ditempuhnya dengan berjalan kaki berkilo-kilo meter. Manajemen Dahlan boleh jadi dapat dikategorikan sebagai ‘Manajemen Posmo’. Praktik manajemen yang tak mau mengikatkan diri pada aliran manajemen tertentu. Pelaku kajian sosial percaya: Masyarakat berkembang dari tahap ‘tradisional’ menjadi ‘modern’. Tata nilai dan budayanya pun mengikuti alur itu. Di arena manajemen dapat pula dikategorikan sebagai ‘manajemen tradisional’ dan ‘manajemen modern’. Pada abad ke-20 hingga awal abad ke-21 ini, paham modern begitu diagungkan. Semua dianggap harus modern. Ekonomi harus modern, manajemen harus modern, gaya hidup harus modern. ‘Kemodernan’ dikukuhkan dengan berbagai atribut. Olahraga ya harus golf, janji ketemu orang ya harus di Starbucks dan semacamnya, telepon genggam harus sering ganti mengikuti model terakhir, tas para ibu harus merek Hermes dan sebangsanya. Begitu kuat hegemoni modern dalam kehidupan masyarakat. Hingga yang tak mengikutinya dipandang ‘kuno’ atau ‘ndeso’. Modern seperti menjajah seluruh sendi kehidupan. Itu menimbulkan rasa muak sebagian kalangan. Kemarahan terhadap apa yang diistilahkan sebagai ‘ekonomi kapitalistik’, ‘ekonomi liberal’, ‘ekonomi neo-liberal’ sebenarnya adalah perlawanan terhadap penjajahan oleh paradigma modern. Perlawanan serius terhadap ‘modern’ dilakukan oleh ‘Flower Generation’ di akhir 1960-an. Era yang melejitkan nama Jim Morrison (segenerasi Dahlan) , ‘dewa’ penolakan Perang Vietnam dengan mempromosikan gaya hidup Hyppies. Perlawanan pada ‘modern’ yang paling sukses terjadi di dunia seni rupa, yang memunculkan istilah ‘posmodernisme’ atau ‘posmo’. Seni tak boleh dalam hegemoni paham modern. Segala bentuk penjajahan oleh paham modern harus didekonstruksi. Harus dijungkirbalikkan. Belakangan kian terbukti bahwa hegemoni paham modern—yang masih didewakan elite bangsa ini (terutama oleh para ekonomnya)—terbukti melahirkan kerusakan luar biasa. Bukan hanya pada lingkungan, melainkan juga pada ekonomi dunia. Bayang-bayang krisis ekonomi Amerika dan Eropa adalah bukti yang tak terbantahkan. Di Tanah Air itu ditandai peningkatan ketimpangan ekonomi luar biasa. Seorang analis yang juga mengelola dana investasi senilai Rp 60 triliun menyebut dua persen penabung memiliki 98 persen jumlah tabungan di bank. Dengan begitu, 98 persen penabung hanya punya dua persen dari jumlah tabungan. Ketimpangan itu jauh lebih buruk dibanding perkiraan umum selama ini 80:20. Ironisnya, itu terjadi di negeri Pancasila ini. Dahlan tidak peduli paham apa yang mau dipakai di negeri ini: apakah tradisional atau modern. Baik untuk mengelola pemerintahan, korporasi, diri sendiri, maupun buat bermasyarakat. Tapi, sepatu kets-nya memberi jawaban ke mana dan dengan cara apa bangsa ini melangkah. Deng Xiaoping terkenal dengan ucapan, “Saya tidak peduli Kucing Hitam atau Kucing Putih, asalkan dapat menangkap tikus.” Menangkap tikus itu adalah memakmurkan seluruh bangsa. Sepatu kets Dahlan tampaknya ada di jalur itu. Yang penting kerja, kerja, dan kerja. Baginya, tradisional dan modern sama saja. Masing-masing ada kebaikan dan kekurangannya. Maka, tak perlu terjebak oleh atribut apa pun. Itu ditunjukkan lewat pernikahan kedua anaknya yang berbeda. Yang satu lewat pesta megah seperti para pejabat sekarang merasa ‘wajib’ menempuhnya. Satu lagi pernikahan sederhana yang biasa. Dalam ‘filsafat sepatu kets Dahlan’, keduanya sama saja Dalam filsafat manajemen sepatu kets, aturan, formalitas, bahkan seremoni tetap penting. Tapi, semua itu tetap harus ditautkan dengan kerja, kerja, dan kerja. Baru dapat disebut kerja, kerja, dan kerja bila mampu membuahkan hasil ‘sebaik mungkin’ dengan waktu ‘secepat mungkin’. Bukan berputar-putar tidak jelas dengan mengatasnamakan proses dan aturan. Itu wujud ketidakbertanggungjawaban yang dibungkus lewat rapat demi rapat. Sepatu kets Dahlan menepiskan perilaku begitu. Itu dibuktikannya di PLN dengan kerja, kerja, dan kerja dengan mengusung tinggi jimat ‘Dua As’-nya. Integritas dan antusias. Hasilnya, semua tahu bagaimana kualitas korporasi PLN sekarang. Itu diwujudkannya dalam waktu yang relatif sekejap, yakni kurang dari dua tahun. Wajar bila jejak sepatu kets Dahlan pun terlihat oleh Presiden SBY, yang lalu memintanya menjadi menteri. Yang diperlukan bangsa ini memang kerja, kerja, dan kerja secara nyata. Sepatu kets Dahlan Iskan dapat menjadi simbolnya. I

Jaringan XL
Mengecewakan
Saya pengguna XL. Saya menggunakan paket Blackberry XL sejak lama. Namun, akhir-akhir ini saya sangat kecewa dengan jaringan XL yang memburuk. Hal ini tidak hanya terjadi oleh saya sendiri, tetapi juga dirasakan oleh saudara saya yang juga menggunakan paket Blackberry XL sejak lama. Jaringan di Blackberry saya hanya SOS atau GSM yang tidak bisa dipakai sama sekali. Sampai sekarang pun orang-orang yang ingin menghubungi saya sangat susah. Saran saya, sebaiknya masalah itu segera dibereskan agar tidak merugikan, baik bagi pengguna maupun provider itu sendiri. Nautika Haskoro Bangun Reksa Indah 2 Blok CC/17, Ciledug, Tangerang

Pelayan Taksi
Tak Memuaskan
Di Jakarta, taksi adalah alat transportasi yang sangat diperlukan. Oleh karena itu, seharusnya penumpang dilayani dan diantar sampai tujuan dengan baik. Tetapi, saya pernah menemukan pelayanan taksi yang sangat tidak wajar untuk dipakai. Sebab, sopir tidak sabar untuk mengantar dan memberikan jalan yang benar kepada penumpang. Dan, bukan hanya saya, melainkan teman-teman saya juga mengalami hal yang sama. Demi setoran, para sopir sengaja membawa para penumpang melewati jalan yang lebih jauh, terutama kepada penumpang yang berasal dari daerah lain yang tidak mengerti jalan di Jakarta. Seharusnya, para atasan lebih menegaskan dan memerhatikan cara kerja para sopir agar tidak memainkan para penumpang yang meminta jasa taksi tersebut. Ghina Farah Muthiah A Sungai Putri RT 01, Telanaipura, Jambi

Speedy
Tak Secepat Janjinya
Sudah hampir setengah tahun saya menggunakan Speedy. Awalnya, saya tahu dari tante saya. Saya tertarik dengan wifi-nya. Akhirnya, saya memutuskan untuk mencoba menghubungi pihak Speedy untuk meminta dipasangkan di rumah saya. Tapi, respons yang saya dapat cukup lama. Mereka kurang sigap dalam melayani pelanggan, menurut saya. Akhirnya, setelah sekian lama saya menunggu, ada juga seorang pekerja Speedy datang ke rumah saya. Tapi, ternyata dia lupa membawa wifi yang saya pesan. Akhirnya, lagi-lagi saya harus menunggu. Akhirnya, saya berlangganan Speedy sejak waktu itu hingga sekarang. Tetapi, entah mengapa, menurut saya, jaringannya agak lambat. Pada saat saya harus mengerjakan tugas dari dosen, yang membuat saya tidak dapat berkompromi dengan waktu karena saya diberi deadline oleh dosen, saya harus berurusan dengan jaringan Speedy yang kurang baik. Dan, ini sangat mengganggu bagi saya dan mungkin juga bagi pelanggan yang lain. Kepada Speedy, saya mohon dengan sangat jangan kecewakan pelanggan Anda. Tolong perbaiki jaringannya. Durrah Zet Balfas Jalan H Awaluddin, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Penerbit: PT Republika Media Mandiri. Alamat Redaksi: Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510, Alamat Surat: PO Penerbit: PT Republika Media Mandiri. Alamat Redaksi: Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510, Fax Redaksi: 021Box 1006/JKS-Jakarta 12010. Tel: 021-780.3747 (Hunting), Fax: 021-780.0649 (Seluruh Bagian). Alamat Surat: PO Penerbit: PT Republika Media Mandiri. Alamat Redaksi: Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510,Alamat Surat: PO Box 1006/JKS-Jakarta 12010. Tel: 021-780.3747 (Hunting), Fax: Warung Buncit Raya No. Bagian). Fax12510. Tel:021798.3623, E-mail: sekretariat@republika.co.id. Bagian Iklan: Jl. 021-780.0649 (Seluruh Bagian). Fax Redaksi: 021Box 1006/JKS-Jakarta 12010. Tel: 021-780.3747 (Hunting), Fax: 021-780.0649 (Seluruh 37, Jakarta Redaksi: 021798.3623, E-mail: 021-798.1169. Sirkulasi dan Langganan: Warung Buncit Raya No.Fax: Jakarta 12510. Tel: 021794.4693, Fax: sekretariat@republika.co.id. Bagian Iklan: Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510. Tel: 021798.3623, E-mail: sekretariat@republika.co.id. Bagian Iklan: Jl. Tel: 021-791.98441, 37, 021-791.98442. Online: 794.4693, Fax: 021-798.1169. Sirkulasi dan Bandung: Jl. LLTel: Martadinata No. 126 Tel:021-791.98442. Online: http://www.republika.co.id. Alamat Perwakilan: Langganan: RE 021-791.98441, Fax: 022-420.7671, Online: 794.4693, Fax: 021-798.1169. Sirkulasi dan Langganan: Tel: 021-791.98441, Fax: 021-791.98442.420.7672, http://www.republika.co.id. Alamat Yogyakarta: Bandung: Jl. LL 4, Kota Baru, Tel: 0274-544.972, 566028, 420.7672, 420.7675, Fax: 022-426.2898, Perwakilan: Jl. Perahu Jl. LLRE Martadinata No. 126 Tel: 022-420.7671, 420.7672, http://www.republika.co.id. Alamat Perwakilan: Bandung: No. RE Martadinata No. 126 Tel: 022-420.7671, Fax: 0274420.7675, Surabaya: Jl. Barata Jaya No. 51, Tel:Jl. Perahu No. 4, Kota Baru, Tel: 0274-544.972, 566028, Fax: 0274541.582, Fax: 022-426.2898, Yogyakarta: 031-501.7409, Fax: 031-504.5072. 420.7675, Fax: 022-426.2898, Yogyakarta: Jl. Perahu No. 4, Kota Baru, Tel: 0274-544.972, 566028, Fax: 0274541.582, Surabaya: Jl. Barata Jaya No. 51, Tel: 031-501.7409, Fax: 031-504.5072. 541.582, Surabaya: Jl. Barata Jaya No. 51, Tel: 031-501.7409, Fax: 031-504.5072. Direktur Utama: Erick Thohir. Direktur Direktur Erick Thohir. Wakil Utama: Utama: Daniel Wewengkang. Direktur Pemberitaan: Ikhwanul Kiram Mashuri, Direktur Operasional: DirekturUtama: Erick Thohir. Wakil Direktur Utama: Daniel Wewengkang. Direktur Marketing dan IkhwanulYulianingsih.Manajer Iklan:Indra Wisnu Tommy Tamtomo. GM Daniel Wewengkang. Direktur Pemberitaan: Sales: Kiram Mashuri, Direktur Operasional: Wakil Direktur Utama: Keuangan: Didik Irianto. GM Pemberitaan: Ikhwanul Kiram Mashuri, Direktur Operasional: Tommy Tamtomo. GM Keuangan: Didik Irianto. GM Marketing dan Sales: Yulianingsih.Manajer Iklan:Indra Wisnu Wardhana. Manajer Produksi: Nurrokhim. Manajer Sirkulasi: Darkiman Ruminta. Manajer Keuangan: Hery Setiawan. Tommy Tamtomo. GM Keuangan: Didik Irianto. GM Marketing dan Sales: Yulianingsih.Manajer Iklan:Indra Wisnu Wardhana. Manajer Produksi: Nurrokhim. Manajer Sirkulasi: Darkiman Ruminta. Manajer Keuangan: Hery Setiawan. Wardhana. Manajer Produksi: Nurrokhim. Manajer Sirkulasi: Darkiman Ruminta. Manajer Keuangan: Hery Setiawan. Harga Langganan: Rp. 69.000 per bulan, harga eceran Pulau Jawa Rp 2.900. Harga Eceran Luar Jawa: Rp. 4.000 per Harga Langganan: Rp. 69.000 per Rekening Bank a.n PT RepublikaRp2.900. Harga Bank BSM, Cab. Warung 4.000 per eksemplar (tambah ongkos kirim). bulan, harga eceran Pulau Jawa Media Mandiri: Eceran Luar Jawa: Rp. 4.000 Harga Langganan: Rp. 69.000 perbulan, harga eceran Pulau Jawa Rp 2.900. Harga Eceran Luar Jawa: Rp. Buncit, per eksemplar 0030113448 ( Bank Mandiri, Cab. Banka.n Buncit, No. Rek.MediaMandiri: BankBank Lippo,Warung Buncit, No. Rek. (tambah ongkos kirim). Rekening Warung PT Republika 1270004240642 ( BSM, Cab. Cab. Warung Buncit, eksemplar(tambah ongkos kirim). Rekening Bank a.nPT Republika Media Mandiri: BankBSM, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 0030113448 ( (Bank Mandiri, Cab. Graha IntiBuncit,No. Rek. 1270004240642 ( (Bank Lippo, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 727.30.028988 ( Bank BCA, No. Rek. 0030113448 Bank Mandiri, Cab.Warung Buncit, No. Rek. 375.305.666.8. Warung Fauzi, No. Rek. 1270004240642 Bank Lippo, Cab. Warung Buncit, No. Rek.Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen Inti Fauzi, No. Rek. 375.305.666.8. Surat 727.30.028988 Bank BCA, Cab. Graha Inti Fauzi, No. Rek. 375.305.666.8. No. Rek.727.30.028988 ( (Bank BCA, Cab. Graha No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992, Surat Izin Usaha PenerbitanSurat Kabar: Anggota SPS No. 163/1993/11/A/2002. Anggota Usaha Penerbit Pers: SK Menpen No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992, Surat Izin SerikatPenerbitanPers: SK Menpen No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992, Anggota Serikat Penerbit Surat Kabar: Anggota SPS No. 163/1993/11/A/2002. Anggota Serikat Penerbit Surat Kabar: Anggota SPS No. 163/1993/11/A/2002.

REPUBLIKA REPUBLIKA
MAHAKA MEDIA MAHAKA MEDIA MAHAKA MEDIA
Semua naskah yang dikirim ke Redaksi dan diterbitkan menjadi Semua naskah yang dikirim ke Redaksi dan diterbitkan menjadi milik Harian Republika. Semua wartawandanditerbitkan menjadi Semua naskah yang dikirim ke Redaksi Harian Republika dibekali milik Harian Republika. Semua wartawan Harian Republika dibekali tanda pengenal dan tidak menerima maupun meminta imbalan dari milik Harian Republika. Semua wartawan Harian Republika dibekali tanda pengenal dan artikel/tulisan maupun meminta imbalan dari siapa pun. Semuadantidak menerimayang berasal dari luar, sepenuhnya tanda pengenal isi tidak menerima maupun meminta imbalan dari siapa pun. Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnya tanggung jawab isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnya siapa pun. Semua penulis yang bersangkutan. Semua isi artikel/tulisan tanggung jawab penulis yang bersangkutan. Semua isi artikel/tulisan yang terdapat penulis yang bersangkutan. tanggung jawab Kepala tanggung jawab di suplemen daerah, menjadiSemua isi artikel/tulisan yang terdapat di suplemen daerah, menjadi tanggung jawab Kepala Perwakilan Daerah bersangkutan. yang terdapat di suplemen daerah, menjadi tanggung jawab Kepala Perwakilan Daerah bersangkutan. Perwakilan Daerah bersangkutan.

H A R I A N H A R II A N H A R A N

Pemimpin Redaksi: Nasihin Masha. Wakil Pemimpin Redaksi: Arys Hilman Nugraha. Pemimpin Redaksi: Nasihin Masha. Wakil Pemimpin Redaksi: Arys Hilman Nugraha. Redaktur Pelaksana: Elba Damhuri. Kepala Newsroom: M Irwan Ariefyanto. Kepala Republika Online: Agung Pragitya Vazza. Pemimpin Redaksi: Nasihin Masha. Wakil Pemimpin Redaksi: Arys Hilman Nugraha. Redaktur Pelaksana: Elba Damhuri. Kepala Redaktur Pelaksana: Ariefyanto. Kepala Republika Online: Agung Pragitya Vazza. Redaktur Senior: Anif Punto Utomo. Wakil Newsroom: M Irwan Ariefyanto. Kepala Republika Online: Agung Pragitya Vazza. Redaktur Pelaksana: Elba Damhuri. Kepala Newsroom: M Irwan Irfan Junaidi, Syahruddin El-Fikri, Kumara Dewatasari. Asisten Redaktur Senior: Anif Punto Utomo. WakilSadewo, Nur Pelaksana: Irfan Subroto. Syahruddin El-Fikri, KumaraAminah, HarunAsisten Redaktur Pelaksana: Punto Utomo. Wakil Redaktur Hasan Murtiaji, Junaidi, Syahruddin El-Fikri, Kumara Dewatasari. Husein, Redaktur Senior: Anif Bidramnanta, Joko Redaktur Pelaksana: Irfan Junaidi, Reporter Senior: Andi Nur Dewatasari. Asisten Redaktur Pelaksana: Bidramnanta, Joko Selamat Ginting, TeguhMurtiaji, Subroto.Redaksi: Abdullah Sammy, Agus Yulianto, AlwiHusein, Muhammad Subarkah, Nurul S Hamami, Sadewo, Nur Hasan Setiawan. Staf Reporter Senior: Andi Nur Aminah, Harun Shahab, Redaktur Pelaksana: Bidramnanta, Joko Sadewo, Nur Hasan Murtiaji, Subroto. Reporter Senior: Andi Nur Aminah, Harun Husein, Muhammad Subarkah, Nurul S Hamami, Selamat Ginting, Teguh Setiawan. Staf Redaksi: Abdullah Sammy, Agus Yulianto, Alwi Shahab, Asep K. Nurzaman, Andri Saubani, Anjar Fahmiarto, A Syalaby Ichsan, Bilal Ramadhan, Abdullah Sammy, Agus Yulianto, Alwi Shahab, Muhammad Subarkah, Nurul S Hamami, Selamat Ginting, Teguh Setiawan. Staf Redaksi: Budi Raharjo, Burhanuddin Bella, Citra Listya Asep K.Damanhuri Zuhri, DarmawanAnjarFahmiarto, AASyalaby Ichsan, Bilal Ramadhan, Budi Raharjo, Burhanuddin Bella, Citra Listya Rini, Nurzaman, Andri Saubani, Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, Raharjo, Burhanuddin Bella, Dyah Ratna Asep K.Nurzaman, Andri Saubani, Anjar Fahmiarto, Syalaby Ichsan, Bilal Ramadhan, Budi Didi Purwadi, Djoko Suceno, Citra Listya Rini, Damanhuri Zuhri, Darmawan Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, EsthiPurwadi, Djoko Ismail, Fernan Rahadi, Meta Novia, Edi Zuhri, Darmawan Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, Didi Maharani, EH Suceno, Dyah Ratna Rini, Damanhuri Setyoko, Edwin Dwi Putranto, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Didi Purwadi, DjokoSuceno, Dyah Ratna Meta Novia, Edi Setyoko, Edwin Dwi Putranto, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, EH Ismail, Fernan Rahadi, Ferry Kisihandi, Firkah Fansuri, Dwi Andayani, Fitriyan Zamzami, Heri Purwata, Heri Ruslan, Ichsan Emrald EH Ismail, Fernan Rahadi, Meta Novia, Edi Setyoko, Edwin FitriaPutranto, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, Alamsyah, Indah Wulandari, Ferry Kisihandi, Firkah Fansuri, Fitria Andayani, Fitriyan Zamzami, Lilis Sri Handayani,Ruslan, Ichsan Emrald Alamsyah, Indah Wulandari, Indira Rezkisari, Irwan Kelana, Israr, Johar Arief, Khoirul Azwar, Heri Purwata, Heri Ruslan, Faqih, Mohammad Akbar, Mohamad Amin Ferry Kisihandi, Firkah Fansuri, Fitria Andayani, Fitriyan Zamzami,Heri Purwata, Heri MansyurIchsan Emrald Alamsyah, Indah Wulandari, Indira Rezkisari, Irwan Kelana, Israr,MJoharArief, Khoirul Azwar, Lilis Sri Handayani, MansyurHapsari,Mohammad Akbar, Mohamad Amin Madani, Muhammad Kelana, Israr, As’adi, M Khoirul Ikhsan Shiddieqy, Natalia Endah Faqih, Neni Ridarineni, Nidia Zuraya, Nina Indira Rezkisari, Irwan Fakhruddin, Johar Arief, Hafil, M Azwar, Lilis Sri Handayani, MansyurFaqih, Mohammad Akbar, Mohamad Amin Madani, Muhammad Fakhruddin,Auliani, Prima Hafil, M Ikhsan Priyantono Oemar, RachmatHapsari,Neni Ridarineni, Nidia Zuraya, Nina Chairani Ibrahim, Palupi Annisa M As’adi, M Hafil, M Ikhsan Shiddieqy, Natalia Endah Santosa Basarah, Rahmat Budi Harto, Nina Madani, Muhammad Fakhruddin,M As’adi, M Restri Ludfiani, Shiddieqy, Natalia Endah Hapsari, Neni Ridarineni, Nidia Zuraya, Ratna Chairani Ibrahim, Palupi Annisa Auliani, Prima Restri Ludfiani, PriyantonoMuhammad, Setyanavidita Basarah, Rahmat BudiPuji Budiwiyati, Puspita, Reiny Dwinanda, Rusdy Nurdiansyah, R Hiru Sefti Oktarianisa, Oemar, Rachmat Santosa Basarah, Rahmat Tri Harto, Ratna Chairani Ibrahim, Palupi Annisa Auliani, Prima Restri Ludfiani, PriyantonoOemar, Rachmat Santosa Livikacansera, SiwiBudiHarto, Ratna Puspita,Maradona, Susie Rusdy Nurdiansyah, R Hiru Sefti Oktarianisa, Muhammad, Setyanavidita Livikacansera, Siwi Tri Puji Budiwiyati, Stevy Reiny Dwinanda, Rusdy Nurdiansyah, R Hiru Sefti Oktarianisa, Teguh Firmansyah, Wachidah Handasah, Wulan Tunjung Palupi, Puspita,Reiny Dwinanda, Evidia Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Muhammad, Setyanavidita Livikacansera, Siwi Tri Puji Budiwiyati, Stevy Maradona, Yeyen Rostiyani, Yoebal Ganesha Rasyid, Yogi Ardhi Cahyadi,Firmansyah, Wachidah Handasah, Wulan Tunjung Palupi, Yasmina Hasni, Susie Evidia Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Teguh Yulianingsih, Yusuf Assidiq, Zaky Al Wulan Tunjung Palupi, Stevy Maradona, Susie Evidia Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Teguh Firmansyah, Wachidah Handasah, Hamzah. Yasmina Hasni, Yeyen Rostiyani, Yoebal Ganesha Rasyid, Yogi Ardhi Kepala Desain: Sarjono. Kepala Perwakilan Jawa Barat: Maman Kepala Quality Control dan Yoebal Ganesha Rasyid, Sucipto. Cahyadi, Yulianingsih, Yusuf Assidiq, Zaky Al Hamzah. Yasmina Hasni, Yeyen Rostiyani,Bahasa: Rakhmat Hadi Yogi ArdhiCahyadi, Yulianingsih, Yusuf Assidiq, Zaky Al Hamzah. Kepala Quality ControlPerwakilan DIYRakhmat & Jatim : Haryadi B.Susanto. Nian PoloanKepala Perwakilan Jawa Barat: Maman Sudiaman. Pjs.Kepala dan Bahasa: Rakhmat Hadi Sucipto. Kepala Desain: Sarjono. Kepala Perwakilan Jawa Barat: Maman Kepala Quality Control dan Bahasa: - Jateng Hadi Sucipto. Kepala Desain: Sarjono. (Medan), Maspril Aries (Palembang), Ahmad Sudiaman. Pjs.Kepala Perwakilan DIY - -Jateng & Jatim : :Haryadi B.Susanto. Nian Poloan (Medan), Maspril Aries (Palembang), Ahmad Baraas (Bali). Sekretaris Redaksi: Fachrul Ratzi. Sudiaman. Pjs.Kepala Perwakilan DIY Jateng & Jatim Haryadi B.Susanto. Nian Poloan (Medan), Maspril Aries (Palembang), Ahmad Baraas (Bali). Sekretaris Redaksi: Fachrul Ratzi. Baraas (Bali). Sekretaris Redaksi: Fachrul Ratzi.

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

5

Seluruh Jamaah Mulai Menuju Makkah
PRASETYO UTOMO/ANTARA

jadwal keberangkatan
Sabtu, 22 Oktober 2011 Per Embarkasi
BANJARMASIN 17.15 WIB. Pesawat GA 8110 Tujuan: Jeddah. Penumpang 320 asal Kalimantan Selatan BALIKPAPAN 20.45 WIB. Pesawat GIA 4111 Tujuan: Jeddah. Penumpang 320 jamaah asal Kalimantan Timur BATAM 10.00 WIB. Pesawat SV 5619 Tujuan: Jeddah. Penumpang 445 jamaah asal Kalimantan Barat JAKARTA 09.00 WIB. Pesawat GIA 7116 Tujuan: Jeddah. Penumpang 450 jamaah asal DKI Jakarta 12.00 WIB. Pesawat GIA 7216 Tujuan: Jeddah. Penumpang 450 jamaah asal Lampung MEDAN 07.00 WIB. Pesawat GA 3119 Tujuan: Jeddah. Penumpang 241 jamaah asal Sumatra Utara PADANG 13.00 WIB. Pesawat GIA3517 Tujuan: Jeddah. Penumpang 355 jamaah asal Sumatra Barat PALEMBANG 14.00 WIB. Pesawat GA 7718 Tujuan: Jeddah. Penumpang 355 jamaah asal Sumatra Utara

Muhammad Subarkah dari Makkah

Madinah sudah tidak menerima kedatangan jamaah Indonesia gelombang II.
MAKKAH — Makkah mulai Kamis (20/10) telah menerima kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang kedua hingga 31 Oktober mendatang atau closing date Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Arab Saudi. Jamaah kelompok terbang (kloter) gelombang II dari Jeddah ini akan langsung ke Makkah. Ini berbeda dengan jamaah gelombang I yang tiba di Madinah terlebih dahulu baru ke Makkah. Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah, Akhmad Jauhari, mengatakan, Madinah sudah tidak menerima kedatangan jamaah Indonesia gelombang I. “Mulai 20 Oktober, PPIH Daker Madinah tinggal mendorong jamaah yang ada di kota itu ke Makkah hingga 28 Oktober nanti,” katanya di sela-sela Rapat Persiapan Puncak Haji di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi, Kamis (20/10) dini hari WIB. Untuk kelancaran pelaksanaan ibadah haji, Pemerintah Arab Saudi akan mempeker-

MASJIDIL HARAM PADAT: Ribuan umat muslim memenuhi Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu
(19/10). Umat muslim dari berbagai penjuru dunia menjalani puncak haji beberapa pekan mendatang. jakan 500 tenaga keamanan perempuan. Tenaga kerja ini bertugas membantu jamaah haji perempuan. Ini juga dilakukan untuk mencegah kriminalitas, seperti pencopetan dan pencurian di musim haji. Mayjen Nasir al-Arfaj, komandan pasukan keamanan haji, menuturkan, tugas 500 personel itu selain melayani jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, juga di tempat suci lainnya, seperti di Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Mereka bertugas untuk membimbing jamaah perempuan, terutama yang tersesat. Selain itu, pihak keamanan Arab Saudi pun melakukan latihan di Masjidil Haram untuk memastikan persiapan pasukan khusus haji. Pelatihan dilakukan untuk mencegah kemungkinan ancaman teroris dan memastikan keselamatan dan keamanan jamaah. Kepala PPIH Daker Makkah Arsyad Hidayat menyatakan, menggandeng komandan keamanan Masjidil Haram untuk bersama-sama melindungi jamaah haji Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji. Ini untuk menghindari upaya tindak kejahatan yang selama ini banyak terjadi. Arsyad mengatakan, tindak

kejahatan terhadap jamaah memang cenderung meningkat sehingga dibutuhkan kewaspadaan tinggi dari jamaah. “Saya kembali mengingatkan kepada jamaah agar seperlunya saja membawa uang saat ibadah ke Masjidil Haram.” Arsyad menambahkan, telah melakukan pertemuan dan membuat kesepakatan serta berkoordinasi dengan Komandan Keamanan Masjidil Haram Kolonel Yahya M Zahrani. Dia menyatakan prihatin dengan makin banyaknya tingkat kejahatan yang dialami jamaah asal Indonesia, baik tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang asing maupun yang dilakukan warga Indonesia sendiri. Dalam pertemuan itu, katanya, Zahrani siap melakukan pengamanan jamaah Indonesia yang berada di Masjidil Haram selama 24 jam. Mengutip pernyataan Zahrani, Arsyad mengatakan, jamaah Indonesia selama ini selalu berpelaku baik, mudah diatur, dan tidak pernah membuat keonaran. ■ ed: burhanuddin bella

Dapatkan informasi haji melalui:

www.facebook.com/ koranrepublika

www.twitter.com/ republikakoran

:: kabar dari tanah suci ::
Oleh Muhammad Subarkah

Jejak Syekh Nawawi di Makkah
pa beda orang Banten sekarang dan dahulu ketika tinggal di Makkah?’’ kata seorang petugas pelayanaan jamaah haji, Arsyad Hidayat, kepada pemilik Kedai Bakso Si Doel, Suwanda, di Bakhutmah, Makkah. Yang diajaknya bicara tak bisa menjawab. Berulang kali Suwanda berusaha keras berpikir, tapi jawaban tetap tak muncul di otaknya. “Kalau pengin tahu, dulu orang Banten ke Masjidil Haram kebanyakan untuk ngaji dan berhaji, sekarang untuk jualan bakso,’’ kata Arsyad. Mendengar jawaban itu, Suwanda hanya bisa nyengir. Sindirian itu begitu telak masuk ke hatinya. Memang, bila datang ke Masjidil Haram di luar musim haji seperti sekarang ini, setiap sore di masjid itu selalu dijumpai kerumunan orang yang mengaji atau mendengarkan ceramah. Mereka terbagi-bagi dalam beberapa halakah. Seorang guru berdiri di sebuah kursi, para muridnya mendengarkan ceramah. Namun, pemandangan itu menghilang seiring dengan kedatangan rombongan haji. Padahal, model mengajar seperti itulah yang sebenarnya menjadi sisa pengajaran model Islam masa lalu, sebelum kini di Makkah dan Madinah didirikan universitas. “Tapi, salah satu guru mengajar di Haram (Masjidil Haram) adalah almarhum Syekh Nawawi al-Bantani. Dia orang dari Tanara, Banten,’’ kata Suwanda balik menyerang. Arsyad kini menimpalinya dengan senyuman. Master UIN Jakarta dan lulusan Al-Azhar ini pun membenarkannya. “Salah satu cucu Syekh Nawawi, ya KH Ma’ruf Amin,’’ katanya. Pernyataan Suwanda dan Arsyad itu sejalan dengan pendapat sosiolog Belanda, Mar tin van Bruinessen. Dia menyatakan, semasa hidupnya Syekh Nawawi merupakan tokoh utama ulama Makkah. Namun, sebelum itu, harap pula diketahui, selain menjadi rujukan keilmuan, para ulama di Makkah juga dipakai sarana legitimasi oleh penguasa dunia Islam. Seperti yang pernah dilakukan oleh Pangeran Rangsang atau Sultan Agung pada 1640-an dan juga sebelumnya pada 1630-an oleh Sultan Ab’ul-Mafakhir, raja Banten keempat. Khusus untuk Raja Banten keempat itu, dia malah tak hanya mengirimkan utusan guna meminta pengakuan sebagai sultan.

“A

Ab’ul-Mafakhir juga meminta kepada Syarif (penguasa) Makkah penjelasan mengenai isi berbagai kitab agama. Bahkan, ia pun meminta didatangkan ahli fikih dari Makkah untuk memberikan pengajaran agama di Banten. Tingginya gairah intelektual di Makkah, khususnya mengenai terhormatnya posisi intelektual Nawawi, juga terekam dalam catatan Snouck Hurgronje. Dia menyebut Nawawi orang yang paling alim dan rendah hati dari nusantara. Karena kepintarannya, pemerintahan Ottoman Turki memperbolehkan dia mengajar dan menjadi imam Masjidil Haram. Kemasyhuran Nawawi yang wafat sekitar tahun 1897 itu sampai kini masih banyak jejaknya. Hampir semua kitabnya hingga kini masih dipelajari di pesantren, salah satunya kitab tentang aqidah (tauhid), syarah dari karya Syekh Ahmad Marzuqy Aqidah alAwwam dengan judul Nuruzh-Zhalam. Berbeda dengan ulama nusantara sebelumnya, Nawawi menulis kitabnya dalam bahasa Arab. Tidak kurang dari lima puluh kitab yang dia tulis, 22 kitab masih beredar, dan 11 kitabnya termasuk 100 kitab yang paling banyak digunakan di pesantren. “Semua kiai zaman sekarang menganggapnya sebagai nenek moyang intelektual mereka,’’ tulis Martin Van Bruinessen. Suwanda pun tahu posisi terhormat Nawawi itu. Dia mendengar beredarnya mitos bahwa jasad ulama ini masih utuh ketika makamnya akan dibongkar untuk pembangunan jalan. Namun, dia menyatakan mitos itu muncul karena ada rasa penghormatan kepada dia. “Kata orang Sykeh Nawawi perawakannya kecil, tapi para ulama yang di Makkah ini segan kepadamya. Jadi, kalau ada cerita aneh tentang dia, itu mitos saja,” tuturnya. Jangankan ulama, sambungnya, makam raja tak ada yang tahu persis sebab hanya ditandai dengan batu. Setelah dua tahun, kadang makam dibongkar, kemudian tulang belulangnya disingkirkan untuk diganti penghuni lain. Apa pun itu, selang seabad kemudian yang muncul memang sedikit berlainan. Dahulu ada Nawawi yang punya nama besar sebagai intelektual dengan ratusan kitab. Namun, kini ada Suwanda yang punya warung bakso dengan ratusan pelanggan. Zaman memang sudah berubah. ■

Haji Nonkuota Mulai Muncul
Muhammad Subarkah

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011
MUHAMMAD SUBARKAH/REPUBLIKA

6

tanya jawab haji
Oleh Ustaz H Bobby Herwibowo Pengasuh Majelis Al-Kauny

Mereka rentan telantar karena di luar tangggung jawab Kementerian Agama.
MAKKAH –– Indikasi masih adanya pengiriman haji nonkuota atau yang berbeda dengan haji reguler dan juga haji khusus mulai terlihat. Keberadaan mereka diketahui ketika ada sejumlah orang berada di ruang tunggu Bandara Jeddah tak mengenakan atribut lazimnya jamaah haji asal Indonesia. Ketika mereka ditanyai mengenai asal usul jamaahnya, tak ada yang bisa menjawab dari kloter atau biro perjalanan haji khusus yang mana tempatnya berangkat. Dua orang di antara mereka, Ruslan (55) dan Sabani (51), malah mengaku ingin melihat kedatangan jamaah haji yang lain. Keduanya berkeras bahwa mereka adalah jamaah haji plus. “Saya ikut jamaah haji plus, mau lihat-lihat jamaah haji reguler,” kata Sabani di Jeddah, Rabu (19/10) petang Waktu Arab Saudi (WAS). Sabani yang mengaku petani asal Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, naik pesawat Cathay Pacific untuk menuju Jeddah. Itu pun harus dilakukan setelah terlebih dahulu terbang dengan rute memutar, Jakarta–Hong Kong, Hong Kong-Abu Dhabi, dan Abu Dhabi–Jeddah. “Saya berdagang sembako di Barabai. Sudah sekitar 10 tahun mengumpulkan uang. Uang tabungan sebesar Rp 120 juta ini kemudian kami gunakan untuk berangkat haji bersama istri,’’ kata Ruslan.

jamaah yang dibawanya bahwa mereka adalah jamaah nonkuota. “Saya sudah beritahukan kok, kita ini haji visa,” ungkapnya. Namun, diduga Rusbaini tidak berkata jujur kepada jamaahnya bahwa haji yang dijalaninya ini adalah haji nonkuota yang tidak dikoordinasikan dengan Kementerian Agama. Kepala Daerah Kerja (Daker) Jeddah, Ahmad Abdullah, mengaku tidak bisa menindak warga negara Indonesia yang berangkat melalui haji nonkuota karena mereka mendapatkan visa dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. “Dibilang ilegal juga tidak. Kalau ilegal masak bisa dapat visa dan sampai ke Arab Saudi. Tapi, mereka tidak terdaftar dalam kuota yang ditetapkan Arab Saudi kepada Indonesia,” katanya. Mengenai dugaan penipuan yang dilakukan penyelenggara kepada calon jamaah haji nonkuota, Kepala Bidang Haji Khusus, Cecep Nursamsi, mengatakan, tindakan tersebut bisa saja dilakukan. Namun, itu pun harus ada laporan dari korbannya. ‘’Jika tidak ada laporan, kami tidak bisa menjerat para penyelenggara haji nonkuota,’’ tukas Cepep.

Tawaf Sunah
Assalamu’alaikum Wr Wb. Ustaz, setiap memasuki Masjidil Haram, seorang Muslim dianjurkan untuk melakukan tawaf sunah sebagai penghormatan kepada Baitullah. Apa yang membedakan antara tawaf sunah itu dan tawaf saat haji atau umrah? Samsul Bahri, Salatiga Wa’alaikumussalam Wr Wb. Dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas riwayat Imam Al-Baihaqi disebutkan bahwa 120 rahmat diturunkan Allah SWT setiap hari di Baitullah. Dan, 40 rahmat di antaranya diberikan bagi mereka yang mengerjakan tawaf. Pada musim haji seperti saat ini, Anda tidak akan pernah melihat Masjidil Haram sepi dari orang yang berputar mengelilingi Ka’bah sambil bertawaf. Ada di antara mereka yang mengerjakan umrah dan tidak sedikit dari mereka yang melakukan tawaf sunah. Hal ini bisa dibedakan dari pakaian yang mereka kenakan. Adapun yang sedang mengerjakan umrah, berpakaian ihram, sedangkan tawaf sunah pakaiannya biasa seperti orang kebanyakan. Ragam tawaf yang boleh dilakukan oleh jamaah haji selain yang sunah adalah tawaf qudum (oleh jamaah haji ifrad yang tidak mengerjakan umrah sebelum haji), tawaf ifadah (rukun haji yang dilaksanakan usai jumrah aqabah dan tahalul), tawaf wada (wajib haji sebagai penutup rangkaian ibadah haji), dan tawaf umrah (tawaf yang dilakukan oleh haji tamattu’ dalam rangkaian umrah sebelum haji). Maka ada lima tawaf yang boleh dilakukan di Baitullah. Namun, semua tawaf, selain tawaf sunah, ada saat dan waktu yang telah ditentukan, serta semuanya tidak bisa dilakukan berulang kali. Berbeda dengan tawaf sunah, ia boleh dilakukan kapan saja dan bisa dikerjakan berulang kali. Hal ini seperti yang disampaikan dari Ali bin Abi Thalib yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Perbanyaklah melakukan tawaf di Baitullah semampu kalian sebelum kalian terhalang untuk melakukannya.” (Akhbar Makkah, Fathul Bari, Musannaf Abdurrazaq). Wallahu a’lam. ■ Pembaca juga dapat berkonsultasi melalui email:konsultasi@republika.co.id

TERSESAT: Sebagian jamaah haji yang tersesat menunggu bantuan petugas, di Kantor Sektor Khusus
Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Terminal Bab Ali, Masjidl Haram, Makkah, Rabu (19/20). Mereka tersesat seusai beribadah di Masjidl Haram.

Gabungan kelompok pengajian
Haji nonkuota dari Ipah Grup ini merupakan gabungan dari empat kelompok pengajian di Kalimantan. Salah satu pimpinannya adalah Rusbaini Arifin. Dia mengaku memiliki rekan di Arab Saudi yang siap mengurusi penginapan dan katering untuk 69 jamaah yang dibawanya ini. Biaya yang dikeluarkan calon jamaah haji nonkuota sama dengan biaya yang dikeluarkan calon jamaah haji plus, yaitu sekitar Rp 60 juta per orang. Hanya saja, haji plus terjamin karena penyelenggaranya terdaftar dan diawasi Kementerian Agama. Sedangkan jamaah haji nonkuota rentan telantar di Tanah Suci. Sebab, pelayanan dan perlindungan terhadap mereka bukan tanggung jawab Kementerian Agama. ■ ed: asep nur zaman

Mufti Agung Ingatkan Jamaah tidak Berbuat Dosa
JEDDAH — Jamaah yang melakukan haji dengan melanggar syariah Islam dan menentang peraturan Arab Saudi, sama saja melakukan dosa. Hal ini ditegaskan Mufti Agung Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Aal al-Sheikh, seperti dikutip surat kabar AlWatan, Kamis (20/10). Ia mengecam perilaku tidak disiplin sebagian jamaah. “Beberapa jamaah telah melakukan pelanggaran hukum dengan sengaja tidur di trotoar jalan dan mengotori tempat-tempat suci,” katanya. Pada bagian lain, Mufti Agung menegaskan, Allah SWT juga melarang pertumpahan darah di Tanah Suci. Ini sebagai sebuah peringatan untuk menghindari adanya insiden yang tak dikehendaki. Ia juga menyinggung praktik menyelundupkan orang ke Makkah agar bisa melakukan ibadah haji sebagai sebuah kesalahan. ‘’Ini bertentangan dengan instruksi penguasa (Arab Saudi),’’ ujarnya. Mufti Agung menyebutkan tentang kampanye kesadaran berhaji yang diluncurkan oleh Pangeran Khaled Al Faisal bertajuk, ‘’Haji adalah Ibadah dan Perilaku Beradab’’. Ini merupakan bagian dari rencana Pemerintah Arab Saudi untuk memastikan semua jamaah bisa melakukan ritual seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Anggota Dewan Ulama Senior, Syekh Abdullah bin Sulaiman bin Manea, mengatakan kampanye pangeran sangat penting agar jamaah bisa melakukan ibadah dengan benar. “Haji mereka benar, tapi jika tidak taat, mereka berdosa,” katanya.
■ saudigazete/c23 ed: asep nur zaman

Visa kedutaan
Kepala rombongan haji nonkuota dari Ipah Grup, Rusbaini Arifin, mengelak tidak memberi tahu kepada

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

7

Sudah 26 Orang Jamaah Wafat
Muhammad Subarkah

AGUNG SUPRIYANTO

Umumnya karena sakit dan seorang jamaah uzur terjatuh di hotel.
MAKKAH — Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat, jamaah calon haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga Kamis (20/10) pukul 00.38 waktu Arab Saudi atau 04.38 WIB mencapai 26 orang. Sebenarnya, ada satu lagi yang meninggal sehingga menjadi 27 orang, tetapi Siskohat belum memasukkan nama almarhum Ruslan (69 tahun), jamaah Kloter 41 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS), yang diduga terjatuh dari Hotel Borg Almoktarah, Madinah. “Saya memang mendengar ada laporan jamaah yang jatuh dan meninggal. Tapi, detailnya jatuh atau bagaimana saya belum tahu karena laporan belum masuk. Coba tanya ke pengamanan,” ujar Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Arsyad Hidayat, kemarin. Ruslan, jamaah asal Jawa Barat, meninggal dunia di Madinah karena terjatuh dari lantai delapan Hotel Borg Almoktarah. Jenazahnya ditemukan pada Selasa malam (18/10) oleh seorang petugas kebersihan di sebuah gudang yang berada di lantai dasar hotel tersebut. Rekan sekamar Ruslan di lantai 8, Elon, menuturkan, mungkin karena sudah uzur, almarhum sering bicara sendiri. “Kadang ngelantur. Pendengarannya juga sudah berkurang,” katanya. Menurut dia, kloternya yakni 41 JKS, baru tiba di Madinah pada Selasa (18/10) siang. Saat Ashar tiba, rekanrekannya mengajak Ruslan ke Masjid Nabawi, tapi Ruslan memilih di kamar. Ketika re-

kan-rekannya tiba usai shalat Isya, mereka tidak menemukan Ruslan dan kemudian mencari hingga ke lobi hotel. Namun, di sana Ruslan juga tidak ditemukan. Keberadaan dia baru jelas ketika seorang tenaga kebersihan hotel menemukan jenazah Ruslan terbaring di lantai dasar. Ruslan diduga terjatuh dari sebuah jendela kecil yang ramramnya telah dipotong sejak lama. Tubuh kecilnya meluncur ke celah sempit hingga basement yang di atapnya terdapat talang-talang besi. Terdapat bekas darah di talang

itu, juga di lantai basement. Kepala Seksi Pengamanan (Kasi Pam) Misi Haji Madinah, M Yahdi, menuturkan, kemungkinan Ruslan jatuh karena terpeleset. Dia menduga, setelah ditinggal rekan-rekannya ke masjid, dia ingin keluar. Tak tahu mana lift atau cara mengoperasikannya dan tak tahu pintu darurat, akhirnya dia menemukan jendela kecil di dapur lantai 8. “Ketika mencoba melongok keluar, jatuhlah dia. Atau, mungkin juga dia mengira jendela itu pintu, jadi dia mau keluar dari tempat itu.’’ ■ ed: asep nur zaman

Jamaah yang Wafat
1. Parluhutan Siagian Janagari Siagian (67), Kloter 2 Embarkasi Medan; 2. Slamet Riadi (54), Kloter 44 Embarkasi Solo; 3. Soegijono bin Soekirman (63), Kloter 7 Surabaya; 4. Hadiah binti Deli (36), Kloter 11 Embarkasi Makassar; 5. Slamet Supardi bin Sareh Cokro Leksono (54), Kloter 17 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG). 6. Siti Mariyam binti H Thohir (67), Kloter 29 Surabaya; 7. Fatimah binti H Jamal (86), asal Kota Prabumulih, Sumatra Selatan; 8. Kasimun bin Murtijan (77), Kediri, Jatim; 9. Kasiyah binti Ahmad Disan (78), Kabupaten Kebumen, Jateng; 10. Marhadi bin Druno (50), Kabupaten Bangkalan, Madura, Jatim; 11. Andi Sutriany Amra binti Andi Mappiara (60), Makassar, Sulsel; 12. Dedeh Misyanah binti HA Sutia (60), Kabupaten Bandung Barat, Jabar. 13. Muhtar bin Encon (90), Kabupaten Tasikmalaya, Jabar; 14. Tamidjah binti Manidjan (64), Jakarta Timur, DKI Jakarta; 15. Arifin bin Umar Usman (50), Indragiri Hilir, Riau; 16. Slamet Sudir bin Sudir (74), Tangerang, Banten; 17. Gusli Maani (59), Kloter 9 Embarkasi Jakarta; 18. Fadli Hasani bin Zainal Abidin (64), Kloter 13 Surabaya; 19. Yusliani binti H Abdurahman (49), Kloter 7 Embarkasi BTJ (Aceh); 20. Marsaid bin Sastrodimejo (77), Kloter 13 Solo. 21. Mashudi bin Bakr (71), Kloter 21 Solo; 22. Saini binti Tarja (54), Kloter 45 Embarkasi 9 Solo; 23. Romlah binti Mohammad Sirait (67), Kloter 18 JakartaPondok Gede (JKG); 24. Asmani bin H Muh Zahi (71), Kloter 39 Embarkasi Surabaya; 25. Isrokhim bin Sukis (43), Kloter 15 Solo; 26. Sukrisno Muhammad Wahid bin Muhammad (64) Embarkasi Surabaya.

PEMERIKSAAN BARANG : Petugas Angkasa Pura II memindai barang bawaan jamaah calon haji kloter 29 asal DKI Jakarta di Asrama
Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (19/10). Pemeriksaan ini untuk memonitor dan memastikan tidak ada barang yang membahayakan bagi penerbangan jamaah ke Tanah Suci.

Jamaah yang Dirawat Semakin Banyak
Muhammad Subarkah MAKKAH — Semakin banyak jamaah yang tiba di Makkah, kian banyak pula yang mendapatkan perawatan kesehatan. Sampai menjelang Kamis (20/10) siang, sekitar 42 jamaah dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Makkah. “Jumlah yang sakit memang cenderung bertambah terus setiap hari. Ini seiring dengan banyaknya jamaah yang tiba di Makkah, baik dari Jeddah maupun Madinah,” kata petugas Pelayanan Bimbingan Haji Syahlan Arif Ibrahim di Makkah, Kamis (20/10). Menurut Syahlan, tugas para pembimbing haji memang akan semakin sibuk bila jamaah yang mendapatkan perawatan semakin banyak. Ini karena mereka harus menemui satu per satu jamaah untuk memastikan mengenai pelaksanaan ibadahnya selama dirawat di BPHI. “Istilahnya, kami juga memberikan bimbingan psikologis, misalnya, meminta jamaah sabar. Selain itu, kami memastikan mengenai kegiatan ibadah, misalnya, memperingatkan agar tak lupa shalat atau juga menanyakan mengenai posisi ibadah umrah mereka,” kata Syahlan. Yang paling membuat prihatin, lanjut Syahlan, kadang ketika ditanya soal pelaksanaan ibadahnya, jamaah yang sakit ada saja yang menyepelekan. “Malah saya lihat ada beberapa yang stres. Ketika ditanya soal shalat, dia jawab ‘sudah pernah’. Dan, ketika ditanya apakah sudah melaksanakan umrah, dia menjawab ‘sudah ketika di Tanah Air’,” ungkapnya. Seperti pengalamannya pada tahun-tahun sebelumnya, puncak dari jumlah jamaah yang dirawat di BPHI ketika mereka semua sudah berada di Makkah. “Dan, kami semakin sibuk ketika harus mulai mempersiapkan jamaah yang sakit yang hendak wukuf,” ujar Syahlan. Menurut dia, patut dipahami para jamaah bahwa wukuf adalah syarat sahnya ibadah haji. Dengan demikian, meskipun dalam kondisi sakit, jamaah harus dibawa ke Arafah meski hanya beberapa waktu saja. “Jamaah yang sakit akan dibawa ke Arafah pada sore hari ketika wukuf. Waktunya berbeda dengan jamaah haji biasa. Jadi tak lama. Itu pun hanya dilewatkan saja di Arafah menjelang Maghrib sampai menjelang Isya. Setelah itu pulang kembali ke BPHI,” kata Syahlan. Dia menegaskan, wukuf di Arafah adalah syarat mutlak berhaji. Beberapa tahun lalu, bila ada jamaah yang dirawat di BPHI tertinggal melakukan wukuf, pada musim haji berikutnya dihajikan kembali. “Sedangkan, soal tawaf ifadah atau melempar jumrah bisa dibadalkan (diwakilkan),” ujarnya. ■ ed: asep nur zaman

Ketika KPK Menginterogasi Petugas Asrama Haji
AGUNG SUPRIYANTO

KPK DI ASRAMA HAJI: Tim audit Komisi Pemberantasan Korusi (KPK) memantau data pelayanan
jamaah calon haji di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (20/10). Oleh Fernan Rahadi tidak terdapat penerimaan calon jamaah haji. “Jika dilakukan saat ada penerimaan, mereka (KPK) bisa melihat langsung kondisinya. Tak perlu berbelit-belit menanyai para petugas.” KPK juga menanyai para petugas Subbag Tata Usaha (TU) Asrama Haji Pondok Gede. Seperti pengakuan seorang staf bernama Aan, yang mengaku cukup direpotkan. “Saya harus menyiapkan semua berkas sampai tidak tidur,” katanya. Aan mengaku tak mempermasalahkan pemeriksaan berkas-berkas mengingat hal tersebut sudah menjadi tugasnya sehari-hari. Yang ia permasalahkan, surat permohonan KPK baru datang malam sebelumnya sehingga membuatnya cukup kelabakan untuk mempersiapkannya. “Kalau dibilang merepotkan, memang. Tapi mau bagaimana lagi,” keluhnya. Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Muhaimin Luthfie juga terlihat santai saat menerima kedatangan para pemantau dari KPK ke ruangannya. “Kehadiran mereka hanya merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah berlangsung antara Kementerian Agama dan KPK,” ujarnya. Kerja sama itu terjalin untuk pengawasan penyelenggaraan ibadah haji yang selama ini sering mengundang masalah yang berbau korupsi dan kolusi. Jika ini dibiarkan, dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan negara. Sayangnya, paparan hasil pemeriksaan KPK kepada PPIH kemarin berlangsung tertutup selama lebih dari lima jam. “Kami hanya melakukan pemantauan terkait action plan Kementerian Agama atas saran yang diberikan KPK,” ujar Direktur Litbang KPK, Doni Muhardiansyah, singkat. ■ ed: asep nur zaman

T

idak ada kekhawatiran yang tampak di wajah Tuti. Meskipun sejak pagi sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat menanyainya, wanita paruh baya itu tampak santai. Sesekali ia tertawa dan bercanda dengan temannya. Tuti hanya salah satu dari petugas Seksi Pendaftaran dan Penerimaan Jamaah Haji Embarkasi Jakarta-Pondok Gede, yang ditanyai oleh 25 orang dari tim auditor KPK pagi itu, Kamis (20/10), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Pada hari ke-20 masa pemberangkatan jamaah haji itu, kebetulan sedang tidak menerima tambahan kelompok terbang (kloter) baru, kecuali penerimaan calon jamaah dari Lampung. Meskipun mengakui jika image KPK di mata masyarakat terkenal ‘seram’, Tuti mengaku tak takut. “Saya biasa saja. Kalau tidak salah, apa yang mesti ditakutkan,” katanya. Meskipun mengaku baru pertama kali diperiksa KPK, para petugas terlihat relaks. Alih-alih tegang, Tuti pun justru meminta Republika memotretnya bersama teman-temannya di tengah pemeriksaan tersebut. Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai staf Bagian Haji di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta ini melayani pertanyaan petugas KPK dengan sabar, meskipun terkadang terlampau detail sehingga cukup menyulitkan para petugas embarkasi untuk menjawab. Seorang staf Subbagian (Subbag) Humas dan Protokol, Mahaji, menyayangkan mengapa kegiatan pemeriksaan tersebut dilakukan saat

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011
TOMMY TAMTOMO/REPUBLIKA

8

info

Hindari Puncak Keramaian Tawaf
MAKKAH — Jamaah haji diminta menghindari waktu puncak keramaian ketika tawaf di Baitullah. Ini untuk mencegah terjadinya insiden sewaktu kegiatan ibadah tersebut. Imbauan itu disampaikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui selebaran yang dimuat dalam berbagai bahasa. Selebaran dibagikan kepada para calon haji yang tinggal di Makkah, Kamis (20/10). Dalam selebaran itu, jamaah diminta menghidar dari arena keramaian tempat tawaf (mahtaf), terutama 30 menit sebelum azan setiap waktu shalat fardhu. Jamaah diminta tidak turun ke arena tawaf sebelum longgar. Jamaah perempuan juga agar memperhatikan betul seruan ini. Bila melihat kepadatan orang tawaf, terutama pada waktu puncak—beberapa saat sebelum adzan berkumandang—arena tawaf (maftah) bisa menjadi riskan bagi keselamatan jamaah. Selama tawaf, jelas tidak boleh sampai terjatuh. Kalau terjatuh, jamaah bisa terinjak-injak jamaah lain. Masjidil Haram yang kini sudah padat hendaknya bisa diantisipasi oleh jamaah dengan baik. Misalnya, dengan tidak melakukan tawaf secara sendirian. Paling tidak, tawaf harus dilakukan bersama sejumlah orang atau bersama rombongan. “Pelataran wakaf sudah sangat padat. Lakukanlah tawaf secara beramai-ramai, jangan sendirian,” kata Tawakkal, jamaah asal Makassar, Kamis (20/10). Dia mengingatkan, kalau sampai jatuh dalam kondisi seperti itu tentu sangat berbahaya. Tapi dengan tawaf berombongan, aksi saling dorong bisa diredam. Selain tidak melakukan tawaf sendirian, jamaah juga diharapkan cermat di dalam mengatur waktu ketika hendak melakukan tawaf. Pilih waktu yang sedikit longgar, misalnya lepas tengah malam hingga menjelang subuh. Waktu tengah hari hendaknya dihindari meskipun pelataran Ka’bah sedikit longgar. Udara saat itu sangat panas. “Ini sangat penting diperhatikan oleh jamaah yang berusia lanjut. Jangan sampai malah sakit setelah tawaf, padahal ibadah pokok haji belum dilaksanakan,” katanya. Dalam beberapa hari terakhir ini, suasana Masjidil Haram memang sudah sangat padat. Lintasan tawaf selalu penuh. Bila dilihat dari lantai atas masjid, diperkirakan ada ribuan jamaah berputar mengelilingi ka’bah. Padatnya pelataran menjadi berbahaya bila mereka yang tawaf satu sama lain saling senggol dan dorong untuk meminta jalan. Situasi ini biasanya terjadi saling benturan badan. Jamaah yang berbadan kuat akan mengempaskan tubuh jamaah yang lebih lemah. Ketika tawaf biasanya banyak orang Afrika yang tak sabaran. “Mereka dorong kami begitu saja. Bahkan kalau perlu mereka sampai mengangkat tubuh jamaah lainnya ketika meminta jalan,” tutur Suherman, jamaah asal Semarang, Jawa Tengah.
■ ed: burhanuddin bella

MANDI: Kulit kering dan gatal kerap dialami jamaah Indonesia, terutama jika sering mandi. Itu karena air di Arab Saudi disuling dari laut sehingga mengandung bahan kimia. Untuk itu, jamaah disarankan langsung menggunakan pelembab kulit setelah mandi.

Sering Mandi Picu Kulit Kering
Prima Restri

Kandungan air di Arab Saudi berbeda dengan air di Indonesia.

K

ulit kering, pecah-pecah, dan gatal sering kali dialami jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Salah satunya disebabkan aktivitas mandi yang terlalu sering. Saat mandi, minyak alami kulit yang diproduksi oleh kelenjar akan tersapu oleh air. Kulit kering yang disebabkan aktivitas mandi terjadi karena kandungan air di Arab Saudi berbeda dengan

air yang ada di Indonesia. Air di Arab Saudi adalah air laut yang disuling sehingga mengandung bahan kimia kaporit berlebihan. Bahan kimia ini juga menjadi salah satu pemicu bertambah keringnya kulit. Namun, jangan lalu tidak mandi. Dokter Spesialis Kulit Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Lis Suseno mengatakan mandi tetap dibutuhkan untuk menghilangkan bau dan membersihkan badan. “Mandi harus tetap dilakukan asal waktunya tidak lebih dari dua menit dan tidak dilakukan terlalu sering,” tuturnya. Untuk mengantisipasi kondisi kulit kering di Arab Saudi, disarankan tidak menggunakan sabun yang mengandung bahan kimia berat, seperti sabun antiseptik. Sebaiknya menggunakan

sabun bayi. Sabun lebih baik disiapkan dari Tanah Air sehingga tak perlu repot mencari di Tanah Suci. Tidak hanya kualitas air di Arab Saudi yang membuat kulit kering. Kondisi kelembaban di Arab Saudi juga turut menyumbang. Kelembaban udara yang rendah memengaruhi kelembaban kulit. Lapisan minyak alami kulit akan menguap cepat bersama keringat. Kelembaban udara di Arab Saudi berkisar 12-14 persen. Untuk menghindari kulit kering, Lis menyarankan agar setelah mandi langsung menggunakan pelembab kulit. Sebaiknya menggunakan pelembab yang mengandung emolien, seperti vaselin dan creme 21. “Hindari pelembab yang mengandung humectan karena pelembab ini menarik air dari kulit,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan perlunya terus minum air yang cukup. Kandungan air yang cukup pada tubuh sangat membantu kelembaban kulit. Selain itu, mengkkonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung air, seperti jeruk, pir, dan semangka. Seandainya kulit sudah terlanjur kering atau mengalami xerosis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya, di tempat terjadi xerosis harus selalu dioleskan pelembab. Selain itu, saat mandi jangan mengusap tubuh dengan handuk terlalu kering. Sisakan sedikit air di permukaan kulit, pantang menggunakan sabun antiseptik, sabun cair, maupun batangan. “Gunakan sabun bayi yang lembut,” dia menyarankan. Kekeringan kulit atau xerosis tidak boleh dibiarkan

karena bisa menimbulkan eksim atau dermatitis, yaitu kondisi kulit tampak meradang dan iritasi. Kulit pecah-pecah berisiko terjadinya infeksi. Di tengah jutaan manusia, infeksi sangat mudah terjadi karena jamaah berkumpul dengan jamaah dari negara lain yang membawa berbagai bakteri dari negara masing-masing. Jamaah bisa menemui dokter kloter saat kekeringan kulit sudah mengganggu dan iritasi bertambah parah yang ditandai dengan rasa perih. Kulit kering ini bisa terjadi pada segala usia. Namun, sangat berisiko terjadi pada jamaah lanjut usia. Itu karena pada lansia kandungan air dan produksi minyak alami kulit berkurang. Bagi jamaah lansia disarankan selalu menggunakan pelembab. ■ ed: burhanuddin bella

salam-salam
Untuk Etek Erfindes dan Om Zarfaisal Manan yang kembali melaksanakan ibadah haji kedua. Semoga keberangkatan mereka pada 6 Oktober 2011 yang lalu mendapat lindungan dari Allah SWT. Salam dari keponakan, Muhammad Hafil, Depok Terkirim salam untuk semua calon jamaah haji Indonesia. Semoga ibadah haji yang dijalani mendapatkan berkah dan menjadi haji yang mabrur. Bambang, Jakarta Selamat menunaikan ibadah haji untuk Mbah Suramto yang pada 20 Oktober berangkat ke Tanah Suci. Semoga menjadi haji mabrur dan semua doanya diijabah Allah. Keluarga di Jakarta

Bagi pembaca yang ingin mengirim ucapan salam dan doa buat anggota keluarga atau teman yang pergi haji dapat mengirimkan ke e-mail: sekretariat@republika.co.id atau SMS ke 0821 2234 0704.

JOKO SADEWO/REPUBLIKA

pengalaman haji

Merasa Begitu Kecil di Hadapan Allah
Prima Restri

P

erjalanan ibadah haji yang dilaksanakan Achmad Hafiz Tohir memberi kesan begitu mendalam pada dirinya. Perjalanan ibadah itu mengingatkan dia bahwa manusia adalah zat yang begitu kecil di hadapan Allah SWT, tak berdaya dan begitu lemah. Saat mengunjungi tempat-tempat yang pernah didatangi Rasulullah, Hafiz merasa seperti melihat kilas balik. Ketika berada di Bukit Tursina atau di Gua Hira, misanya. Di situ ia menyadari betapa perjuangan Nabi Muhammad SAW begitu berat dibanding yang dilalui oleh umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji. “Beliau dengan segala rahmat kelebihan dari Allah SWT tidak memiliki pamrih apa-apa,” dia menuturkan. Ia terharu dan merasa tersadarkan Dengan berbagai kelebihan, dan kemuliaan, tak satupun yang membuat Rasul lupa, apalagi sombong. “Beliau tetap menjadi orang bia-

sa. Sebagai umatnya, meski tak bisa mencontoh seluruh kebiasaan Rasulullah, setidaknya bisa mendekati,” ujarnya. Dalam hati terbersit bahwa di Tanah Suci semua perjuangan yang dilakukan dan segala sesuatu yang dikejar di dunia selama ini seperti tidak ada apa-apanya. Kecuali, kata dia, apa yang kita kejar dan perjuangkan untuk tujuan akhirat. Karena itu dia berpandangan, bagi umat Islam yang sudah mampu, kalau bisa segeralah melakukan ibadah haji. Perjuangan untuk mendapatkan keberhasilan di dunia sampai titik tertentu harus ditindaklanjuti dengan berhaji. “Janganlah menunda-nunda untuk melengkapi perintah Allah SWT,” katanya. Itu karena pengalaman saat berhaji dengan niat ibadah 100 persen begitu kuat dan terasa memberi aliran perubahan dalam keimanan dan perilaku. Berada di Tanah Suci juga mengingatkannya bahwa rasa pamrih yang acapkali menyer tai setiap langkah harus disandarkan

untuk kepentingan ibadah, umat, dan mendapatkan bekal di hari akhirat. Pengalamannya di Tanah Suci yang harus menerima perlakuan sama tidak memandang jabatan atau kekayaan. Rasa begitu kecil dihadapan Alllah SWT serta keinginan sebagai umat mendapatkan kemudahaan di akhirat membuat Hafiz mengubah pola hidupnya begitu kembali menginjakkan kaki di Tanah Air. Perubahan itu terutama dilakukan pada pola kehidupan ekonomi. Mengingat masih banyak umat Islam yang hidup dalam kekurangan, ia dan keluarga tak lagi berlebihan dalam mengkonsumsi barang-barang. Apa yang dikonsumsi diusahakan sama seperti yang dikonsumsi orang pada umumnya. Itu ia lakukan agar pertanggungjawaban di akhirat nanti tidak berat. “Di hadapan Allah SWT nanti manusia hanya seonggok iman. Ini yang perlu kita perjuangkan,” ucap ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) ini. ■ ed: burhanuddin bella

GUA HIRA: Tempat wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. perjuangan
Nabi Muhammad SAW begitu berat dibanding yang dilalui umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji.

internasional
TARA TODRAS-WHITEHILL/AP

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

9

AS Didesak Investigasi NYPD
Ferry Kisihandi WASHINGTON — Pemerintah Federal didesak menggelar investasi terhadap Kepolisian New York (NYPD) yang memata-matai komunitas Muslim. Mantan pengacara hak-hak sipil Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Sahar Aziz, menyatakan NYPD melakukan pengintaian terhadap masjid, toko-toko buku Islam, dan kelompok mahasiswa Muslim. Para imam masjid juga menjadi target. Investigasi Associated Press yang dimulai Agustus lalu berhasil mengungkap NYPD mengerahkan detektifnya yang disebut dengan ‘rakers’ menyaru sebagai pelanggan di kafe-kafe Muslim dan toko buku. Ratusan masjid dan organisasi mahasiswa diselidiki dan puluhan di antaranya disusupi untuk mengumpulkan data intelijen mengenai semua aspek kehidupan komunitas Muslim. Mahasiswa Muslim akhirnya mengetahui bahwa mereka terus dipantau dan membuatnya khawatir kegiatan NYPD akan terus berlangsung meski telah lulus dari perguruan tinggi di mana mereka selama ini belajar. Mereka menganggap ini melanggar hak sipil dan mestinya segera dihentikan. Komisioner NYPD, Raymond Kelly, berdalih aktivitas mereka sangat penting untuk mengantisipai teroris dan terorisme. Ia mengatakan, kegiatan memata-matai ini tak didasarkan pada pertimbangan untuk menyasar etnis atau agama tertentu. Menurut dia, taktik yang digunakan NYPD secara reguler selalu dikaji. Tetapi, Dewan Kota New York tak diberi tahu program rahasia NYPD. Pemerintahan Obama berulang kali mengelak pertanyaan apakah mereka mendukung taktik NYPD. Sahar Aziz mengatakan, pejabat Departemen Kehakiman pun tak segera merespons tuntutannya agar dilakukan investigasi terhadap NYPD yang disampaikan pada sebuah seminar, Rabu (18/10). Thomas Perez, asisten jaksa agung untuk hak-hak sipil yang hadir di sana, buru-buru keluar dari ruangan tanpa menanggapi pertanyaan Aziz. Jubir Departemen Kehakiman, Xochitl Hinojosa, mengatakan, masih mengkaji surat Rush Holt dari Republik, pada 13 September lalu, yang meminta dilakukan investigasi. “Secara politik, ini isu yang sensitif,’’ kata Aziz yang menjadi penasihat kebijakan senior di Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk Hak Sipil dan Kebebasan Sipil pada 2008-2009 ini. Ia mengatakan, Departemen Kehakiman mempunyai wewenang menginvestigasi kepolisian ketika ada alasan berupa pelanggaran atas hakhak konstitusional. Sayangnya, kewenangan yang ada belum dimanfaatkan. Ke giat an mata-mata NYPD berlangsung sejak 1985 ketika mereka mengorek data intelijen para pengunjuk rasa antiperang dan aktivis politik. ■

Nasib Palestina Diputuskan 11 November
Dyah Ratna Meta Novia

Diyakini akan ada pemungutan suara karena ada perbedaan sikap di antara anggota DK PBB.
NEW YORK — Keanggotaan Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa diperkirakan akan diputuskan pada 11 November mendatang. Saat itu anggota Dewan Keamanan (DK) PBB mengadakan pertemuan untuk merespons keinginan Palestina menjadi anggota, yang disampaikan Presiden Mahmud Abbas pada 23 September lalu. “Tanggal 11 kemungkinan akan menjadi proses pertimbangan akhir DK. Jika Palestina menginginkan adanya pemungutan suara, itu akan dilakukan,” kata seorang diplomat senior di DK, Rabu (19/10). Ia mengatakan, pada Selasa (18/10) negara-negara anggota menggelar rapat dan sepakat dengan penetapan waktu tersebut. Keinginan Palestina untuk pemungutan suara bisa disampaikan melalui Lebanon, yang kini menjadi satu-satunya negara Arab sebagai anggota DK. Sejumlah diplomat di PBB meyakini akan ada pemungutan suara karena perbedaan pendapat di antara anggota. Amerika Serikat (AS), sekutu dekat Israel, dipastikan menggunakan hak veto demi menghalangi Palestina. Tapi, ini juga bergantung pada kemampuan Palestina mendulang dukungan mayoritas anggota DK. Memang, ada kemungkinan keinginan Abbas kandas, namun dia menempuh langkah penting untuk meraih sembilan suara yang akan memaksa AS menggunakan veto. Bila ini terwujud, meski gagal Palestina secara moral meraih kemenangan. Guna meloloskan usulan keanggotan dibutuhkan sembilan suara dan tanpa veto. Beberapa diplomat berharap delapan anggota DK mendukung Palestina dan enam lainnya menolak atau abstain. Di sisi lain, masih belum ada kejelasan sikap dari Bosnia. Seandainya gagal meraih dukungan, Palestina bisa meminta sidang umum meningkatkan status negara ini dengan sebagai nonanggota. Kondisi tersebut akan membuat PBB

KEMBALI KE RUMAH: Wafa al-Biss (26) yang baru saja dibebaskan Israel lewat
kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas, mencium keponakannya, Wafa, di rumahnya di Beit Lahiya, bagian utara Jalur Gaza, Kamis (20/10). Dia adalah salah satu dari 477 tahanan yang dibebaskan Israel sedangkan Hamas membebaskan serdadu Israel, Gilad Shalit yang ditahan selama lebih dari lima tahun.

Pakistan Incar Kursi Dewan Keamanan
Dyah Ratna Meta Novia NEW YORK — Pakistan berharap menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB bersama India saat badan ini menggelar pemilihan tahunan pada Jumat (21/10). Pemilihan tersebut untuk periode dua tahun yang berlangsung pada 1 Januari 2012 hingga 31 Desember 2013. Pakistan dan Kirgistan bersaing untuk meraih satu kursi untuk mewakili Asia Pasifik. India terlebih dahulu menjadi anggota DK pada tahun ini dan akan bertahan hingga 2012. Bila Pakistan berhasil meraih kursi tersisa itu, negara ini akan mengulang sejarah. Pada 1977, India dan Pakistan bersama-sama menjadi anggota. Bukan hanya itu, kedua negara dikenal kerap terlibat perbedaan pandang, bahkan mereka mengalami tiga kali peperangan yang dipicu persoalan Kashmir. Tak heran, para diplomat PBB berharap tak ada ketegangan regional ketika akhirnya Pakistan bergabung dengan India di DK. Namun, ada juga yang menepis kekhawatiran itu. “Duta besar kedua negara tersebut merupakan teman baik dan posisi mereka dalam banyak isu hampir selalu sama,” kata seorang diplomat negara Barat, Rabu (19/10). Pakistan yang menjadi anggota PBB sejak 1947, enam kali berada di DK. Sementara Kirgistan, sejak bergabung dengan PBB pada 1992 belum pernah menduduki kursi badan ini. Kedua negara, Pakistan dan Kirgistan, menuai kritik mengenai persoalan pelanggaran HAM. Tahun lalu, Kirgistan dilanda perang sipil. Selain lima anggota tetap di DK PBB, yaitu AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan Cina, sepuluh anggota lainnya masuk melalui pemilihan tanpa hak veto. Banyak diplomat mengungkapkan, sulit membayangkan DK ke depan karena ketidakpastian hasil pemilihan pada Jumat. Mereka memperkirakan, anggota baru seperti Pakistan bergabung dengan Rusia dan Cina, khususnya dalam menentang AS dan Eropa yang mencoba menerapkan sanksi baru terhadap Iran maupun Suriah. Tahun ini, negara yang disebut dengan BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan bergabung dalam DK. Namun, pada Januari mendatang, Brasil keluar bersama Gabon, Nigeria, Lebanon, dan Bosnia. Untuk mewakili wilayah Afrika, dua negara Liga Arab, Mauritania dan Maroko, bersaing ketat dengan Togo. Kemungkinan besar, Togo berhasil mendapatkannya. Namun, karena pemungutan suara berlangsung secara tertutup, kedua negara Arab itu akan memenangkan persaingan dan menjadi anggota DK PBB. “Dengan pemungutan suara tertutup, sebuah negara bisa mengatakan yang tak sebenarnya siapa yang mereka pilih menjadi anggota DK,” kata seorang diplomat Barat. Ia memaparkan, dapat saja negara-negara yang secara terbuka menjanjikan dukungan untuk Togo berbeda sikap saat memberikan suara dalam pemilihan. Secara terpisah, Maulana Fazl Rahman, ketua Komite Khusus untuk Kashmir seusai pertemuan dengan Komisioner Tinggi India, Sharat Sabharwal, berharap hubungan kedua negara terus meningkat. Ia mengaku, kemitraan perdagangan sudah kian baik. Tinggal masalah mengganjal lainnya perlu dituntaskan, termasuk mengenai Kashmir yang mayoritas dihuni oleh Muslim. Rahman yang memimpin Jamiat Ulema-i-Islam ini menyatakan, hubungan baik dengan negara tetangga merupakan hal pokok yang menjadi perhatiannya. ■ reuters ed: ferry kisihandi

mengakui negara Palestina dan membantunya bergabung dengan badanbadan internasional. Palestina selama ini menyandang status sebagai peninjau, tetapi tak berhak memberikan suara dalam mengambil keputusan. Keanggotaan sebuah negara di PBB mesti disepakati oleh 193 negara dalam sidang umum, namun terlebih dahulu membutuhkan rekomendasi dari DK. Merujuk aturan PBB, sekarang anggota DK membicarakan mengenai isu teknis seperti apakah Palestina yang merupakan negara cinta damai dan bersedia memenuhi semua kewajiban yang ditetapkan PBB. Meski demikian, banyak diplomat mengungkapkan, para anggota cenderung memutuskannya melalui pemungutan suara didasari pertimbangan politik. Mereka menambahkan, bisa jadi jadwal ini mengalami perubahan jika ada perkembangan-perkembangan krusial dalam upaya perundingan kembali antara Palestina dan Israel yang difasilitasi pihak kuartet, yaitu PBB, Uni Eropa, AS, dan Rusia. Rencananya, utusan kuartet akan bertemu dengan utusan Palestina dan Israel secara terpisah di Yerusalem pada 26 Oktober mendatang. “Jika ada perkembangan dan pertemuan lanjutan di kemudian hari, itu akan berpengaruh pada jadwal yang ditetapkan DK dalam memutuskan keanggotaan Palestina,” kata diplomat senior di DK. Banyak pengamat pesimistis ada terobosan berarti dalam perundingan itu. Palestina menolak pembicaraan langsung selama Israel tak menghentikan pembangunan permukiman baru di Tepi Barat. Utusan khusus kuartet, Tony Blair, mengatakan pihaknya akan meminta Palestina dan Israel menyampaikan rancangan keamanan dan batas dua negara dalam kurun waktu tiga bulan. “Kalau mereka telah mengajukan rancangan, kami akan tahu bagaimana posisi masing-masing.” Presiden Mahmud Abbas menegaskan Palestina meliputi Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan siap duduk di meja perundingan asal tak ada syarat mengenai penghentian perluasan permukiman. ■ ap/reuters ed: ferry kisihandi

AS Curigai Pasukan Quds
Yeyen Rostiyani WASHINGTON – Kecurigaan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran tampaknya terus meningkat. Kali ini AS yakin bahwa pasukan bayangan di Iran, Quds, semakin agresif di luar Iran dan mungkin bekerja sama dalam plot internasional. “Mereka (Quds) semakin agresif… bukan hanya di Irak, namun juga di seluruh dunia,” kata petinggi AS yang tidak bersedia disebut jati dirinya. Tudingan AS kepada Iran terkait rencana pembunuhan Duta Besar Arab Saudi untuk AS, Adel al-Jubeir, telah meningkatkan ketegangan AS dan Iran. AS juga kian memusatkan perhatian pada Pasukan Quds yang disebut-sebut sebagai pasukan elite Iran yang kerap melakukan operasi rahasia. Menurut AS, selama ini Pasukan Quds menggunakan pihak ketiga untuk menyerang pasukan AS di Irak, Afghanistan, dan tempat lainnya. Pasukan tersebut juga dikatakan aktif di Lebanon, Teluk persia, dan Suriah. Meski demikian, di AS sendiri banyak ahli mengenai Iran meragukan keterlibatan Iran dalam rencana pembunuhan al-Jubeir. Iran pun telah menampik tudingan AS yang dinilai hasil direkayasa. Banyak pertanyaan dari negara-negara yang diharapkan mendukung rencana AS agar DK PBB menjatuhkan sanksi. Mereka meragukan tudingan AS ini, mengingat kelemahan intelijen yang terjadi pada era Presiden George W Bush, dalam kasus Irak. Bahkan sejumlah petinggi AS menyatakan keraguannya terkait sejumlah hal ganjil seputar tersangka rencana pembunuhan duta besar, yaitu Manssor Arbabsiar. Termasuk keganjilan pria warganegara AS kelahiran Iran ini terkait kartel obat terlarang. Sementara dari Iran dilaporkan, Hakim Agung Ayatullah Sadeq Larijani meminta PBB menginvestigasi kejahatan HAM yang dilakukan AS. Sikap ini dinilai sebagai perlawanan atas laporan PBB yag menyebutkan pelanggaran HAM oleh Iran serta tudingan AS terkait rencana pembunuhan duta besar Saudi dalam laporan Rabu lalu. ■ reuters

internasional
THIBAULT CAMUS/AP

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

10

Ditto Pappilanda

Demo Berlanjut ke Parlemen Yunani
lempari polisi anti huru-hara dengan bom molotov, cat, dan benda lainnya. Tidak tinggal diam, kepolisian Athena menembakkan gas air mata dan granat yang suaranya menggema di sekitar alun-alun Athena. Sejak Rabu, para pengunjuk rasa mengarahkan aksinya ke Athena Syntagma Square yang berada di luar gedung parlemen. Salah satu partai komunis, dengan dukungan serikat buruh, bersumpah untuk mengepung parlemen demi mencegah anggota parlemen memasuki gedung dan menghadiri pengambilan suara. Rakyat Yunani mengecam kebijakan baru yang mencakup rencana peningkatan nilai pajak serta pemotongan belanja negara. Kebijakan ini mendapat tentangan kuat dari masyarakat yang beberapa tahun terakhir telah mengencangkan ikat pinggang tanpa sempat bernapas lega untuk keluar dari krisis utang. Tetapi, Pemerintah Yunani berulang memperingatkan bahwa kegagalan untuk pengambilan suara menjelang KTT Uni Eropa akan menyebabkan negara Uni Eropa memblokir penyaluran pinjaman uang,

Bayi Pertama Presiden Berkuasa

P

residen Prancis, Nicolas Sarkozy (tengah) pada Kamis (20/10) terlihat meninggalkan klinik tempat istrinya, Carla Bruni, melahirkan seorang putri di Paris, Prancis (foto atas). Tampak Carla Bruni beberapa hari sebelum melahirkan (foto kanan). Ini adalah kelahiran pertama bagi seorang presiden Prancis yang masih menjabat pada era modern. Belum diketahui apakah kelahiran ini akan meningkatkan dukungan rakyat kepada Sarkozy.
JACQUES BRINON/AP

ATHENA — Puluhan ribu pengunjuk rasa Yunani menggelar aksi di depan parlemen di Athena, Kamis (20/10). Pada hari yang sama, parlemen dijadwalkan melakukan voting atas sejumlah kebijakan dalam mengatasi krisis ekonomi di Yunani. Parlemen diharapkan meresmikan kebijakan pengetatan sesuai dengan permintaan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Uni Eropa (UE). Sebelumnya, rancangan kebijakan tersebut diloloskan Rabu lalu. Kebijakan baru tersebut memang tidak populer karena berisi sederet pengetatan yang dirasakan kian berat bagi rakyat Yunani. Namun, pemerintah menilai kebijakan ini dibutuhkan agar dana talangan internasional kepada Yunani senilai 152 miliar dolar AS segera dikucurkan. Yunani telah mengumumkan kehabisan uang pertengahan November besok jika tidak segera mendapatkan angsuran 11 miliar dolar AS. Aksi unjuk rasa 100 ribu orang terus dilakukan setelah sehari sebelumnya terjadi kerusuhan saat sekelompok orang berpakaian hitam me-

yang akhirnya menghentikan pembayaran gaji PNS. Bentrokan yang berlangsung Rabu terus berlanjut secara sporadis hingga malam. Para pemrotes membakar tumpukan sampah yang menggunung akibat tidak ada petugas dinas kebersihan yang melakukan tugasnya. Bentrokan ini melukai 50 anggota polisi dan tiga demonstran. Kondisi Athena yang digambarkan AFP seperti medan perang ini, membuat pejabat setempat mengingatkan Uni Eropa untuk memberikan solusi yang meyakinkan saat akan menggelar pertemuan puncak, Jumat ini. “Saya minta Eropa untuk melihat apa yang terjadi kemarin (Rabu—Red) karena situasi ini tidak bisa dibiarkan berlanjut. Berhentilah bermain-main, solusi yang kami butuhkan,” kata petinggi partai, Christis Protopappas. Dalam dua hari pemogokan massal, seluruh aktivitas terhenti akibat tidak berjalannya transportasi umum. Kapal yang tetap berlabuh, sekolah dan kantor pemerintah yang kosong, hingga rumah sakit yang hanya dijalankan oleh petugas cadangan. ■ reuters ed: yeyen rostiyani

Bayi Hiu Albino Bermata Satu Hillary Terus Tekan Pakistan P
Oleh Ditto Pappilanda Yeyen Rostiyani

PISCES FLEET SPORTFISHING

Pakistan dinilai berkepentingan atas keamanan Afghanistan.
KABUL — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton “menantang” Pakistan untuk menumpas teroris di perbatasan, Kamis (20/10). Secara mengejutkan, dalam lawatan di Afghanistan ini Hillary juga menyalahkan Pakistan atas serangan teror di perbatasan AfghanistanPakistan. “Kami berniat mendesak Pakistan,” kata Hillary saat pernyataan pers bersama Presiden Afghanistan, Hamid Karzai. “Pesan kami sangat jelas: kami akan memerangi, kami akan berbicara, dan kami akan membangun,” kata Hillary sambil menambahkan bahwa AS mengetahui jaringan teroris Haqqani beroperasi di Pakistan. “Mereka (Pakistan) bisa memilih mau membantu atau menghambat. Namun, kami tidak akan berhenti mengupayakan landasan yang kuat bagi Afghanistan yang bebas dari campur tangan, konflik dengan kekerasan, dan negara yang berpeluang menyusun sendiri masa depannya,” lanjut Hillary. Meski berkata tegas terhadap Pakistan, Hillary tetap menyerukan persatuan dan

rekonsiliasi Pakistan dan Afghanistan. Pada Kamis pagi, Hillary juga bertemu dengan para aktivis masyarakat, termasuk aktivis pembela hak asasi manusia (HAM) yang menyampaikan beragam isu, termasuk pendidikan, kekerasan berbasis gender, dan pemberdayaan kaum muda. “Mereka termasuk pahlawan saya,” kata Hillary dalam sambutannya di kedubes AS di Kabul. “Saya di sini untuk memeriksa kondisi lapangan. Saya ingin mendengar pendapat orang-orang Afghanistan mengenai masa depan,” kata Hillary. Kunjungan Hillary ke Afghanistan dilakukan di tengah upaya negara ini untuk menjalin perdamaian dengan Taliban. Sebelumnya, Karzai sempat menyatakan rasa frustrasinya dalam upaya menjalin perdamaian dengan Taliban. Sementara, serangan juga meningkat yang diperkirakan dilakukan jaringan Haqqani. Upaya perdamaian ini mendapat hantaman keras ketika mantan presiden Afghanistan yang menjadi mediator perdamaian, Burhanuddin Rabbani, tewas di tangan militan. Sang pelaku pembunuhan melakukan aksi bom bunuh diri dengan berpura-pura sebagai mediator perdamaian Taliban. Hillary menyampaikan dukacita kepada Salahuddin Rabbani, putra tertua sang mantan pre-

siden. “Beliau berupaya melakukan hal yang benar,” kata Hillary. Sementara itu, pasukan koalisi di Afghanistan sedang dalam proses peralihan ke tangan pasukan Afghanistan sendiri. Proses ini dijadwalkan selesai pada 2014. Tambahan pasukan sebanyak 33 ribu personel yang dikirim ke Afghanistan 2010 lalu akan ditarik sepenuhnya pada September 2012. Namun, ketegangan yang meningkat antara AS, Afghanistan, dan Pakistan telah mempersulit rencana penarikan yang dijadwalkan AS. Sebelumnya, Hillary sempat berkunjung ke Libya dan Oman sebelum mendarat di Afghanistan. Ia kemudian dijadwalkan ke Pakistan dengan ditemani Direktur Badan Pusat Intelijen (CIA), David Petraeus, dan Kepala Staf Gabungan, Jenderal Martin Dempsey. Selama di Pakistan, Hillary diperkirakan akan menekankan kepada Pakistan bahwa transisi keamanan di Afghanistan adalah bagian dari kepentingan Pakistan sebagai negara tetangganya. “Beliau (Hillary) ingin menekankan bahwa AS tetap berkomitmen pada rekonsiliasi—rekonsiliasi Afghanistan—dan kami ada di sini untuk mendukung upaya Presiden Karzai,” kata sebuah sumber di pemerintahan AS.
■ reuters/ap ed: yeyen rostiyani

enyuka makhluk-makhluk mitos atau makhluk hidup yang aneh, pasti menyukai makhluk yang satu ini. Inilah seekor bayi hiu albino yang hanya memiliki satu mata di bagian tengah tepat di atas hidungnya. Ya, kondisi satu mata yang abnormal ini mirip dengan Cyclops, makhluk raksasa bermata satu di bagian dahi dari mitos Yunani. Hiu Cyclops albino (ketiadaan pigmentasi membuat kulit putih pucat) yang masih bayi ini ditemukan didapati masih berada dalam janin hiu induknya yang tertangkap dalam jaring nelayan di Teluk Kalifornia, awal musim ini. Peneliti yang tertarik dengan temuan ini segera mengawetkan dan mendapati bahwa mata tunggal yang dimiliki bayi hiu itu terbentuk dari jaringan optik yang berfungsi. Tetapi, dengan kondisi yang tidak sempurna diperkirakan akan membuatnya sulit bertahan di luar rahim. “Kondisi ini sangat langka. Sejauh yang saya tahu, kurang dari 50 contoh kelainan seperti ini yang pernah dicatat,” kata ahli hiu Filipe Galvan Magana dari Meksiko Centro de Ciencias Interdisciplinario del Mar, Juli lalu, dikutip dari laman Daily Mail. Foto-foto hiu Cyclops albino ini menjadi pembicaraan di berbagai jejaring sosial karena bentuknya yang imut-imut, tapi menyeramkan. Meskipun jarang, kondisi Cyclopia merupakan perkembangan anomali yang nyata di mana hanya satu mata yang berkembang. Janin manusia bahkan tercatat pernah ditemukan menderita Cyclopia seperti terjadi pada kasus tahun 1982 di Israel dan diketahui dunia saat dilaporkan dalam British Journal of Ophthalmology. Kondisi anomali itu terjadi pada bayi perempuan yang lahir tujuh minggu lebih awal alias prematur. Ia tidak memiliki hidung dan hanya terdapat satu mata di tengah-tengah wajahnya. Bayi tersebut meninggal hanya 30 menit setelah

● Bayi hiu albino

dilahirkan, juga karena menderita kelainan otak yang tidak tertolong. Lalu, pada 2006, seekor anak kucing juga terlahir dengan satu mata tanpa hidung (kondisi langka yang disebut holoprosencephaly) dan sempat menghebohkan jagat online tentang kebenaran foto si anak kucing yang aneh itu beredar di dunia maya. Dokter hewan yang mengetahui keberadaan Cy—nama yang diberikan untuk anak kucing itu—mengonfirmasi bahwa Cy hanya bertahan hidup satu hari. Sementara itu, nelayan yang menemui hiu Cyclops albino memutuskan untuk menyimpan temuannya yang telah diawetkan, tetapi para ilmuwan baru-baru ini memeriksa dan merontgen untuk menentukan keaslian tangkapannya.

Sebuah jurnal ilmiah akan segera diterbitkan untuk memberitahukan temuan ini kepada dunia. Menurut kelompok nelayan yang menjadi tempat penemu hiu Cylops, Pisces Armada, mereka bukan kali ini saja menemukan makhluk laut aneh dalam tangkapannya. Sebelumnya, mereka juga menangkap embrio hiu berkepala dua di dua hiu biru yang berbeda. Tetapi, dalam jurnal Marine Biodiversity Records yang diterbitkan Januari 2011, kondisi embrio berkepala dua dimungkinkan saat embrio itu mungkin akan terpisah untuk menjadi janin kembar, tetapi gagal karena janin induk yang terlalu penuh oleh calon bayi.
■ ed: yeyen rostiyani

:: sudut pandang ::
Oleh Joko Sadewo

Berharap dari ‘Kabinet Wakil Menteri’
daktegasan pemerintah menyikapi Malaysia. Okelah pemerintah bisa saja berdalih bahwa tidak cemerlangnya pemerintahan pada tahun pertama tidak bisa dijadikan indikator atau vonis kegagalan. Tahun pertama dianggap sebagai awal untuk memprediksi kerja-kerja pada masa berikutnya. Tapi, bagaimana kalau kemudian hal yang terjadi pada tahun pertama justru terulang pada tahun kedua pemerintahan? Saat ini, pasar buah di Indonesia praktis dikuasai produk impor dari Cina. Jeruk, apel, pir, anggur menyingkirkan hasil pertanian dari keringat petani kita. Termasuk bawang putih pun hampir 70 persen berasal dari Cina. Kegaduhan politik yang bersumber dari pemerintahan juga belum bisa dihentikan. Partai koalisi pendukung pemerintah pun masih sering baku hantam menyikapi kebijakan pemerintah. PKS dan Golkar pun terkadang lebih galak dibanding PDIP yang notabene partai oposisi. Sikap PKS dan Golkar tidak sepenuhnya bisa disalahkan. Barangkali pola komunikasi yang dibangun di partai koalisi masih buruk sehingga hubungan dalam Setgab koalisi tidak berjalan dengan nyaman. Pemerintah SBY-Boediono juga dihantam dengan dugaan praktik suap yang terjadi di sejumlah kementerian, mulai dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dirjen Pajak, serta sejumlah kementerian lainnya. Belum lagi, Sang Fenomenal Gayus Tambunan dan mantan bendahara umum Partai Demokrat M Nazaruddin, yang semakin menambah suram wajah suram pemberantasan korupsi di negara ini. Dan, kalau kemudian pemerintah bicara tentang berkurangnya angka kemiskinan, ada sebuah cerita tentang kemiskinan yang ternyata justru bertambah (tentu saja ini berbeda dengan data resmi yang dimiliki BPS). Saat ikut shalat Idul Fitri di lapangan Desa Karangjambe, Purbalingga, panitia penerimaan zakat menyampaikan pengumuman bahwa penerima zakat fitrah meningkat pesat. Apa peningkatan ini karena jumlah orang miskin bertambah? Bisa saja seperti itu. Ya, semoga bukan karena orang yang tidak tahu malu (menerima zakat yang bukan haknya) sudah masuk hingga ke pelosok pedesaan. Kondisi seperti inilah yang barangkali berimbas pada semakin tipisnya kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan SBY. Survei terakhir yang dilakukan Lingkaran Survey Indonesia (LSI) menyebut bahwa kepuasan terhadap pemerintah kurang dari 50 hanya 46,5 persen. Menjelang tahun ketiga pemerintahannya, Presiden SBY mendapat desakan kuat untuk melakukan perombakan kabinet. Entah karena kebutuhan perbaikan kabinet atau tak kuat menahan desakan, Presiden SBY pun merombak 11 kementeriannya dan menambah jumlah wakil menteri. Kalau sebelumnya hanya 10 yang punya wakil menteri, sekarang ditambah tujuh lagi sehingga total ada 17 kementerian yang memiliki wakil menteri. Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Keuangan masing-masing memiliki dua wakil menteri. Tentu saja masyarakat berharap perombakan ini benar-benar membawa percepatan kesejahteraan. Salah satunya, masyarakat tentu berharap digesernya Marie Pangestu dari Kementerian Perdagangan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bisa punya nilai positif. Kalau pada masa kepemimpinannya, impor barang-barang dari Cina membanjiri pasar Indonesia, tentu sekarang kita berharap Marie bisa ‘mengimpor’ orang-orang Cina untuk berwisata ke Indonesia. Kalaulah benar dugaan wakil menteri ini muncul karena SBY tak berdaya mencopot menteri parpol, masyarakat tentu juga banyak berharap kiprah mereka. Sekalipun agak aneh rasanya kalau masyarakat justru berharap pada ‘Kabinet (Para) Wakil Menteri’ dibanding Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Tak apalah, yang penting harapan itu masih ada. Semoga. ■

P

emerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, kemarin, genap berusia dua tahun. Tentu saja ini bukan usia muda mengingat tinggal dua tahun lagi pemerintah ini akan bekerja efektif sebelum pada tahun kelimanya, elemen di pemerintahan pun akan ikut dalam gonjang-ganjing Pemilu 2014. Optimistis masyarakat akan kepemimpinan SBY sebenarnya pada awalnya cukup tinggi. Dukungan terhadap SBY di Pilpres 2009 yang hampir mencapai 60 persen diharapkan menjadi modal besar bagi SBY untuk menciptakan lompatan bagi kesejahteraan dan kemaslahatan. Terlebih, dukungan resmi parpol di parlemen juga cukup kuat. Hanya menyisakan PDIP, Hanura, dan Gerindra yang berada di luar kabinet. Sayanganya, harapan ini sepertinya jauh panggang dari apinya. Seperti cintanya Zaenab yang diabaikan si Doel di sinetron “Si Dul Anak Sekolahan”. Semakin lama semakin berkurang, semakin lama semakin hilang. Pada tahun pertama periode kedua kepemimpinannya, pemerintahan SBYBoediono disibukkan dengan kegaduhan politik yang muncul akibat skandal Century, terancamnya industri kecil-menengah dalam negeri akibat pasar bebas ASEAN-Cina (ACFTA), lemahnya penegakan hukum, hingga ketidakpuasan masyarakat atas keti-

DA ’A N

YA HY A/ RE PU BL IK A

publik
WILLEM FRANS ANSANAE PENGAMAT SOSIAL PAPUA

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

11

JULIAN ALDRIN PASHA JURU BICARA PRESIDEN

Dipicu Ketidakadilan
C13

Ini Bukan Kasus Besar
Oleh Esthi Maharani
JULIAN PASHA/ANTARA

Mengapa berani mengibarkan bintang kejora? Mengapa tidak berani? Mereka di sana hanya menyuarakan aspirasi. Mereka hanya mengibarkan bendera bintang kejora. Mereka berani bertindak seperti itu karena banyak pejabat yang melakukan korupsi dibiarkan saja. Koruptor di pusat dan Papua tak pernah ditangkap. Terus, mengapa hanya membawa bendera ditangkap? Motivasi ketidakadilan itu yang membuat mereka berani menggelar kongres. Mengapa tuntutan Papua merdeka terus terjadi? Konflik ini sengaja dipelihara pemerintah. Orang Papua ingin menjadi bagian NKRI karena ingin mendapat kehidupan lebih baik. Selama 32 tahun, pada Orde Baru terjadi pelanggaran HAM besar-besaran di Papua. Setelah reformasi, masalah itu dijawab pemerintah dengan UU Otonomi Khusus (Otsus). Tapi, semua itu tidak diimplementasikan di lapangan, semuanya omong kosong. Sejak merdeka, pemerintah tak pernah ada perhatian kepada kami. Negara ini tidak adil kepada Papua. Pemerintah tidak mempunyai sikap yang sama seperti penyelesaian konflik di Aceh. Jika Gerakan Aceh Merdeka (GAM) bisa diajak bicara, mengapa Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak pernah diajak bicara? Mengapa penyelesaian kebijakan di Aceh dan Papua berbeda? OPM terkesan dibiarkan dan konflik terus terjadi. Apa tuntutan warga Papua? Kami tidak ingin merdeka. Ideologi kami sama, yakni mengakui Pancasila. Tuntutan kami sebagai sesama anak negara adalah warga ingin pelaksanaan Otsus Papua diluruskan. Pemerintah banyak membuat produk UU, tapi bertabrakan dengan aturan yang disepakati di lokal. Kekayaan tanah Papua hingga kini terus dirampok. Kandungan tambang dikuasai orang asing dan rakyat tidak menikmati sama sekali kesejahteraan. Papua hari ini menjadi ladang keuntungan bagi pihak yang tak bertanggung jawab dengan mengeruk kekayaan alamnya. Pemerintah yang mengetahui itu berdiam saja. Semua proses itu membuat kecewa luar biasa bagi warga. Sayangnya, pemerintah tidak segera mengajak kami

bicara. Hak ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, dan bidang lainnya tidak kami nikmati dengan baik. Berarti Papua ingin diistimewakan? Kami hanya ingin diperlakukan dengan baik. Kalau di Aceh bisa membuat partai lokal, mengapa di Papua tidak bisa? Protes pekerja di PT Freeport itu baru permukaan kecil yang kelihatan. Selama tidak ada perbaikan kebijakan dari pemerintah, khususnya seluruh kontrak pertambangan dan hak pengelola hutan, maka kemarahan warga Papua bakal terus berlangsung. Karena, semua kekayaan bumi dinikmati sebagian besar oleh orang non-Papua, termasuk asing. Kami ingin semuanya dikembalikan. Pemegang saham pertambangan dan pengelolaan hutan harus menjadi milik orang Papua sebagai pemangku adat. Penyelesaian masalah di Papua ini sebenarnya sederhana, tapi dibuat rumit sendiri oleh pemerintah. Ini karena mereka banyak kepentingan. Solusinya? Luruskan implementasi dibentuknya UU Otsus Papua. Semuanya kembalikan kepada asalnya dan ajak diskusi seluruh komponen adat Papua. Ini saja cara menyelesaikan masalah di Papua. Dan, jangan lupa, sejahterakan kami! ■ c13 ed: rahmad budi harto

Apakah Presiden sudah mengetahui insiden pada Kongres Rakyat Papua III? Pemerintah pada dasarnya tidak keberatan dengan adanya Kongres Rakyat Papua III. Tidak ada masalah dengan itu. Kongres ini merupakan kelanjutan dari Kongres Papua II pada 2000. Untuk kali ini, Kongres Papua III dihadiri sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah. Kasus itu sudah dilaporkan langsung oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto kepada Presiden. Dilaporkan, ada dua korban jiwa setelah kongres itu digelar, yakni Daniel Kadefa dan Maxsasa Y Daniel merupakan anggota Petapa, Perumahan Nasional 2, Kelurahan Waena, Distrik Heram. Dia mengalami luka robek pada kepala bagian belakang, sedangkan Maxsasa Y mengalami luka tusuk pada paha sebelah kanan. Kerusuhan yang memakan korban itu bukan diakibatkan serangan aparat, melainkan

karena benda tumpul. Jadi, perlu ditegaskan bukan karena senjata api sebab TNI ataupun Polri sudah bekerja sesuai standar operasional (SOP) di lapangan. Bagaimana sikap pemerintah selanjutnya? Kongres itu dilakukan di lapangan Zakeus, Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura, pada 17–19 Oktober 2011. Salah satu hasil kongres itu adalah Papua Merdeka, yakni Papua membentuk pemerintahan sendiri dan lepas dari

Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itulah yang menjadi masalah. Ketika ada tujuan yang tidak pas dengan kongres yang dilakukan, yakni adanya aksi yang mengarah pada hal-hal yang melanggar dan tidak dibenarkan secara konstitusional. Contohnya, pengibaran bendera bintang kejora dan dideklarasikannya Papua Merdeka itu maka harus ada tindakan. Setidaknya ada enam orang yang diamankan petugas karena berkaitan langsung dengan aksi tersebut. Mereka akan diproses berdasarkan hukum, yakni bisa dinyatakan dan dikenakan telah melakukan aksi makar dan dijerat pasal makar, juga UU Darurat. Apakah pemerintah bisa menjamin keamanan di Papua? Pemerintah menjamin keamanan di Papua, terlebih pascakasus ini. Kasus ini sebenarnya tidak besar, jadi tidak perlu dibesar-besarkan.
■ ed: rahmad budi harto

Ketahanan Pangan Nasional Masih Rawan
Yulianingsih GORONTALO — Kondisi pangan nasional tahun ini masih cukup berimbang dengan jumlah penduduk Indonesia. Namun, Wakil Presiden Boediono mengingatkan keseimbangan itu masih berada di titik pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Ketahanan pangan perlu dikuatkan lagi karena jumlah penduduk Indonesia terus bertambah setiap tahun. ‘’Kita masih masuk kondisi pangan rawan dan belum sepenuhnya aman, apalagi jumlah penduduk kita terus bertambah,’’ ujar Wapres saat membuka Hari Pangan Sedunia (HPS) ke31 di Kabupaten Bone Bulango, Provinsi Gorontalo, Kamis (20/10). HPS ke-31 di Indonesia dipusatkan di Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bulango. Peringatan HPS juga menampilkan gelar teknologi pertanian dan pameran hasil pengolahan pangan. Kegiatan digelar hingga 24 Oktober 2011. Menurut Wapres, saat ini dibutuhkan sebuah langkah sistematis untuk mengatasi kerawanan pangan yang masih saja menghantui masyarakat Indonesia. Sebagai sebuah negara kepulauan, kata dia, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang cukup melimpah di seluruh daerah. Namun, pengelolaan, pengembangan, dan pemanfaatan SDA ini membutuhkan teknologi tepat guna. Wapres yakin teknologi tepat guna bisa membuat SDA yang melimpah bermanfat secara optimal bagi ketahanan pangan Indonesia dan dunia. ‘’Kuncinya adalah bagaimana mengelola sumber daya alam yang ada agar seproduktif mungkin,’’ kata Wapres. Merujuk data PBB, Boediono mengatakan, pada Oktober 2011 jumlah penduduk dunia mencapai tujuh miliar jiwa. Jumlah itu diprediksi meningkat 35 persen pada 2050 sehingga menjadi 9,5 miliar. Jumlah penduduk Indonesia juga akan bertambah secara signifikan. Kebutuhan pangan pun akan semakin meningkat. Karena itu, kata Wapres, prioritas duktivitas pertanian,’’ ujar Boediono. Karena itu, Wapres mendorong riset dan pengembangan teknologi pertanian. Teknologi pertanian harus menjadi prioritas. Hasil riset juga harus diterapkan secara langsung kepada masyarakat. Kebijakan pertanian di Indonesia mesti bertitik tolak pada ciri khas pertanian nasional yang didominasi pertanian skala kecil. Petani-petani kecil ini yang harus menjadi sasaran utama peningkatan produksi pertanian. Pembangunan perkebunan besar, Boediono melanjutkan, tidak boleh bertabrakan dengan pengembangan petani-petani kecil. Pengembangan perkebunan dimintanya selaras dengan strategi peningkatan produktivitas pertanian rakyat. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, HPS merupakan kegiatan rutin untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi secara nasional dalam penyediaan ketahanan pangan di Tanah Air. ‘’HPS merupakan momentum penting bahwa perwujudan ketahanan pangan menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa,’’ jelasnya. Perubahan iklim global dan krisis ekonomi, kata Suswono, menjadi ancaman tersendiri bagi ketahanan pangan di Indonesia dan dunia. Menurutnya, produksi pangan belum sepenuhnya menggunakan teknologi sehingga dibutuhkan teknologi yang adaptif terhadap perubahan iklim karena iklim tak mungkin dikendalikan. Namun, pengamat pertanian Husein Sawit lebih menyoroti ketersediaan air sebagai penyebab rawan pangan di Indonesia. Air erat kaitannya dengan kemampuan mencukupi areal tanam pertanian di berbagai daerah. ‘’Jika air tak ada, apa pun bentuk usaha peningkatan produktivitas pangan tak akan berhasil,’’ katanya. Di acara HPS, Wapres juga menyerahkan bantuan uang senilai Rp 71 miliar bagi 71 kelompok tani di Gorontalo.■ c07 ed: budi raharjo

Kinerja SBY-Boediono Belum Memuaskan
Mansyur Faqih, Esthi Maharani

Prestasi yang menonjol adalah berhasil menjaga defisit keuangan.
JAKARTA — Usia pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono telah genap dua tahun pada 20 Oktober kemarin. Namun, banyak kalangan masih meragukan keberhasilan kinerja pemerintah yang baru saja menjalani perombakan kabinet. Pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro bahkan menganggap kinerja dua tahun pemerintahan SBY tidak menggembirakan. Indikatornya bisa terlihat dari tingginya angka kemiskinan, rendahnya indeks pertumbuhan masyarakat, pelayanan publik, pelayanan kesehatan, dan pendidikan. Memang, kata Siti, Presiden selalu bilang indikator-indikator itu membaik. Pertumbuhan ekonomi juga diklaim selalu naik signifikan. Tapi, Siti menganggap, pertumbuhan itu belum cukup karena pemerintah mestinya bisa menggenjot lebih tinggi. ‘’Dia itu kabinet lanjutkan, tapi nuansanya bukan lanjutkan. Lebih kepada elementary, itu yang kita kecewa,’’ ujarnya di Jakarta, Kamis (20/10). Siti melihat reformasi birokrasi yang menjadi prioritas program kerja Presiden tidak berjalan. Negara ini, katanya, belum diatur secara transparan dan akuntabel. Menuju tata kelola negara yang baik, Indonesia baru di tahap partisipasi dan belum masuk tahap transparansi dan akuntabilitas publik yang justru menjadi inti dari negara yang demokrasinya telah maju. Menurut Siti, SBY mengetahui adanya resistensi yang luar biasa di birokrasi dan takut kehilangan kekuasaan. Akibatnya, tidak ada pengambilan keputusan. Presiden, kritiknya, juga mengetahui berbagai masalah, tapi terlalu banyak pertimbangan dan kepentingan.

Perubahan iklim global dan krisis ekonomi menjadi ancaman bagi ketahanan pangan Indonesia.
Suswono Menteri Pertanian
pemerintah saat ini menyediakan ketersediaan pangan secara aman bagi kepentingan nasional dan dunia. Indonesia harus aman di bidang pangan. Risikonya cukup besar jika Indonesia hanya puas dengan kondisi pangan sekarang yang masih terus dihantui kerawanan pangan. Ke depan, menurut Wapres, pengembangan ketersediaan pangan, terutama kebutuhan pokok, tidak hanya diarahkan untuk swasembada, tapi juga ke surplus produksi. Hal ini penting untuk penyediaan sabuk pengaman ketersediaan pangan bagi masyarakat dalam kondisi apa pun. Namun, kata dia, untuk adanya ketersediaan pangan yang lestari, tidak mudah dilakukan. Butuh kerja keras dan langkah sistematis yang terkoordinasi dengan bagus. ‘’Kuncinya, bagaimana menyebarkan teknologi tepat guna untuk peningkatan pro-

Ekonom Didik J Rachbini mengakui, indikator ekonomi makro dalam dua tahun terakhir sudah bagus. Meski, pengangguran dan kemiskinan belum teratasi oleh kebijakan ekonomi pemerintah. ‘’Tingkat pengangguran masih tergolong tinggi di ASEAN karena gabungan pengangguran terbuka dan terselubung sangat besar jumlahnya, dan tidak berhasil diturunkan secara signifikan,’’ ujarnya. Secara makro, papar Didik, indikator makro relatif baik karena momentum ekonomi kawasan juga cukup baik di ASEAN, Cina, dan sebagainya, yang didorong dunia usaha dan kelas menengah. Indikator itu adalah pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan ekspor. Sementara, masalah pengangguran terselubung berasosiasi dengan eksistensi sektor informal yang sekarang jumlahnya semakin besar. Kebijakan ekonomi, fiskal, dan industri pemerintah tak bisa mengatasi masalah pengangguran karena tak ada strategi induk yang dijalankan. Menurut Didik, kemiskinan yang diklaim pemerintah menurun sebenarnya indikatif tidak signifikan karena masalah sebenarnya gabungan golongan miskin dan hampir miskin. Jumlah mereka tak hanya 31 juta, tapi 18 juta rumah tangga atau sekitar 76 juta orang yang masuk kategori ini. Didik mengatakan, pemerintah tak berperan memadai karena masalah internalnya sangat kritis. Bahkan, pemerintah dan birokrasi menjadi penghambat penyelesaian masalah ekonomi. ‘’Peran pemerintah membangun infrastruktur sukses hanya pada summit dan pertemuan saja.’’ Akibatnya, pengamat politik UGM Sigit Pamungkas sulit memberi nilai baik pemerintahan SBY-Boediono selama dua tahun terakhir. Nilai kinerja pemerintah, katanya, sulit di atas angka lima alias rapor merah. ‘’Tidak ada yang membanggakan.’’ Dalam pemberantasan korupsi, kata Sigit, SBY tidak serius menjadikannya agenda prioritas. Banyak kasus yang melanda kementeriannya tak direspons baik dan terkesan proses koordinasi Papua Kombes Wachyono mengatakan, para tersangka dinilai telah melakukan makar. Forkorus pernah terlibat dalam kasus makar beberapa tahun lalu dan telah dibebaskan. Empat orang dikenakan Pasal 110 Ayat 1 KUHP dan Pasal 106 KUHP tentang makar, serta Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Sementara Gat Wenda dikenakan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena membawa senjata tajam. ‘’Kelimanya sudah kami tetapkan menjadi tersangka dan kini sudah diamankan di Markas Polda Papua,’’ kata Wachyono. Menurut Wachyono, awalnya polisi menangkap 600 peserta KRP III, namun kemudian setengahnya dilepas. Kemarin, Polda Papua kembali memulangkan puluhan peserta kongres. Dari informasi yang diterima, gelombang pertama

antarlembaga tidak berjalan. Belum lagi soal politik tenaga kerja di luar negeri dan perlindungan tenaga kerja yang lemah. Staf Khusus Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi Heru Lelono mengatakan, pemerintah telah serius bekerja menuntaskan persoalan bangsa. Soal banyak atau sedikit keberhasilan, itu relatif. Yang penting, ujar Heru, pemerintah serius mendorong perubahan. Salah satu prestasi yang cukup menonjol, sebut Heru, keberhasilan pemerintah menjaga defisit keuangan negara secara berkelanjutan. Ini tak bisa dianggap sepele karena persoalan defisit ini memicu krisis ekonomi di belahan Eropa dan Amerika. ‘’Memang, tak ada yang sempurna, tapi kalau mau jujur, ekonomi kita baik.’’ Hanya saja, Heru mengakui, perlu ada perbaikan khususnya dalam menjaga ketahanan pangan. Seperti amanat Presiden, ujarnya, upaya meningkatkan produksi pangan harus terus didorong. Sedangkan di bidang keamanan, pemerintah mampu bekerja dengan baik jika dibandingkan lima atau 10 tahun silam. Pemerintah juga fokus memberantas korupsi. Menurut Heru, banyak kasus korupsi masa lalu terungkap karena keseriusan pemerintah saat ini menangani perkaranya. ‘’Sekarang banyak pejabat ditangkap, itu karena kasus-kasus masa lalu. Jadi, mengapa banyak, karena sekarang pemerintah serius.’’

Demo marak
Memperingati dua tahun pemerintahan SBY-Boediono, demonstrasi yang mengkritik pemerintah terjadi di sejumlah daer ah. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) seSolo Raya menggelar aksi di perempatan Gladak, Solo, Jawa Tengah. Mereka menganggap pemerintah gagal memberikan pelayanan dan kepuasan kepada masyarakat di berbagai bidang. SBY-Boediono juga dinilai tak mampu memenuhi janji kampanyenya.■ m ikhsan shiddieqy/teguh firmansyah/edysetiyoko/mursalin yasland/c24/c10/c20 ed: budi raharjo

GEJOLAK PAPUA................................................................. dari hlm 1
Organisasi Papua Merdeka (OPM). Ujungnya, di Kongres Rakyat Papua III di Distrik Abepura, Kota Jayapura, diakhiri dengan deklarasi kemerdekaan Papua Barat, Rabu (19/10). Padahal, dua kongres sebelumnya relatif lancar meskipun ada pengibaran bendera Bintang Kejora, lambang OPM. Dalam deklarasi kemerdekaan Papua Barat, Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yaboisembut didaulat sebagai presiden dan Edison Waromi sebagai perdana menteri. Akibatnya, polisi dibantu aparat TNI membubarkan paksa kongres itu dan menangkapi ratusan orang. Gamari mengingatkan, di saat gerakan separatis Papua bergejolak dan menyusun rencana memerdekakan diri, Presiden justru sibuk memikirkan reshuffle di tubuh kabinetnya. Perhatian terhadap gerakan separatis dan reshuffle memang penting, namun bukan berarti salah satunya harus diabaikan. ‘’Keduanya harus tetap ditangani serius,’’ kata dia. Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan, Komisi I sejak beberapa tahun lalu sudah mengusulkan agar pemerintah berdialog dengan kelompok separatis Papua, namun selalu diabaikan. Pemerintah kemudian mengusulkan dialog dengan bantuan mediasi tokoh Papua. ‘’Tapi, sampai sekarang tak terlaksana.’’ Tokoh adat Papua Fransis Ohe meminta pemerintah tidak bertindak keras terhadap peserta KRP III. Menurut Fransis, kongres itu hanya di-

hadiri segelintir orang dan tidak mencerminkan keinginan seluruh warga Papua yang tetap ingin bergabung dengan Indonesia. Dia hanya mengingatkan, setiap aspirasi warga Papua harus didengar dan ditampung, bukannya langsung dilibas. Menurut Fransis, persoalan utama warga melakukan Kongres Papua adalah akibat ketidakpedulian pemerintah dalam memperhatikan pembangunan di Papua. Dia menyarankan agar pemerintah mengajak diskusi peserta kongres, bukannya langsung membubarkan dan menangkap. ‘’Jangan begitu cepat dipersalahkan, itu saudara dan anak-anak kita, cuma pemerintah belum mau duduk bersama.’’ Tokoh perempuan Papua Hems Bonay juga menuding pemerintah tidak peduli menyelesaikan persoalan ke-

sejahteraan di Papua. Jakarta dinilainya belum terbuka menuntaskan persoalan utama Papua, yaitu mengejar ketertinggalan pembangunan agar tercipta kesetaraan hidup warga asli Papua dengan anak negeri lainnya. ‘’Pemerintah belum mengerti cita-cita bangsa Papua. Tapi, gerakan kongres memang tidak sesuai aturan,’’ kata putri gubernur Irian Jaya pertama, Elieser Jan Bonay, itu. Anggota DPD dari Papua, Paulus Yohanes Sumino, melihat ada keanehan dengan munculnya gerakan mendirikan pemerintahan baru ini. Padahal, sebelumnya tokohtokoh OPM di Papua Nugini dan Australia sudah menyetujui berdialog dengan pemerintah. Karena itu, Paulus menilai, ada gerakan separatis baru yang ingin mendirikan negara Papua Barat mengingat sela-

ma empat periode menjadi ketua DPRD Papua belum pernah ada tokoh yang berani mendeklarasikan kemerdekaan secara terbuka. Paulus menduga rencana OPM yang begitu berani ini berasal dari kesalahan memahami komunikasi antara masyarakat Papua di kampung halaman dengan yang berada di luar negeri, seperti Benny Wenda di Inggris. ‘’Keberadaan Benny Wenda di Inggris dan masyarakat Papua di luar negeri lainnya ditafsirkan bahwa negara-negara asing itu akan mendukung Papua merdeka, padahal tidak,’’ paparnya. Polda Papua telah menetapkan lima tersangka rusuh KRP III, yaitu Forkorus Yaboisembut, Edison Gladius Waromi, August Makbrawen Sananay Kraar, Dominikus Sorabut, dan Gat Wenda. Kepala Bidang Humas Polda

yang dipulangkan adalah 88 mahasiswa, 16 pelajar, dan 15 perempuan. Kemarin, suasana Abepura sudah kembali normal setelah pada Rabu sempat mencekam. Pusat perbelanjaan seperti Pasar Youtefa, sekolah-sekolah, dan kantor pemerintah sudah terlihat ramai. Namun, warga Abepura dikejutkan oleh penemuan dua mayat di bukit Padang Bulan, sekitar 300 meter ke arah belakang Markas Komandor Resor Militer 172/PWY. Seorang warga Padang Bulan menyebutkan, kedua mayat itu ditemukan sekitar pukul 09.20 WIT. Kedua mayat itu bernama Max Sasaye (28 tahun) dan Daniel Kadepa (30) yang dievakuasi ke RSUD Dok II Jayapura. Belum ada penjelasan dari kepolisian tentang sebab kematian keduanya, tapi diduga korban rusuh KRP III.
■ c13/antara ed: rahmad budi harto

jadwal shalat
Bandung -3 Mnt, Yogyakarta -14 Mnt, Semarang -14 Mnt, Surabaya -24 Mnt, Jambi + 13 Mnt, Padang +26 Mnt, Medan +33 Mnt, Makassar -24 Mnt.

Subuh Zhuhur Ashar Maghrib Isya

04.13 11.40 14.49 17.49 18.59

REPUBLIKA
MAHAKA MEDIA

JUMAT, 21 OKTOBER 2011

12

AGUNG SUPRIYANTO

Kaum Muda Target Liberalisme
Nashih Nashrullah

:: konsultasi agama ::
Pengasuh Ustaz Bachtiar Nasir

Berkurban untuk Mayit
Assalamualaikum wr wb Ustaz, saya pernah mendengarkan kajian yang menyatakan bahwa tidak boleh berkurban atas nama mayit, kecuali almarhum pernah berwasiat. Lalu, bagaimana dengan seorang anak yang berkurban satu ekor sapi yang ditujukan untuk dirinya sendiri, istrinya, satu orang anak, almarhumah ibunya, almarhum bapaknya, dan almarhum mertuanya karena dia ingin menjadi anak saleh. Karena, setahu dia, kalau berkurban satu ekor kambing tidak boleh dikhususkan untuk satu orang yang sudah almarhum, sedangkan kalau satu ekor sapi boleh karena untuk rame-rame, dan kalaupun kita berkurban seekor sapi untuk diri sendiri juga gak apa-apa. Bagaimana hukumnya dengan kasus tersebut, Ustaz? Hamba Allah Waalaikumussalam wr wb Syariat kurban sesungguhnya ditujukan untuk orang yang hidup saja, kecuali jika almarhum pernah bernazar, ada hukum khusus yang terkait dengan nazarnya. Ibadah kurban mengandung nilai sosial yang sangat besar dampaknya. Secara garis besar, hukum berkurban bagi orang yang sudah meninggal itu ada tiga bentuk. Pertama, orang yang meninggal itu bukan sebagai subjek utama ibadah kurban, hanya mengikuti kurban keluarganya yang masih hidup. Misalnya, seseorang menyembelih seekor kurban untuk diri dan anggota keluarganya, baik yang masih hidup atau yang telah meninggal. Dalam hal ini dibolehkan, karena Rasulullah berkurban untuk diri dan ahli baitnya, dan di antara mereka ada yang telah wafat. Dalam hadis Aisyah disebutkan, “Sesungguhnya Rasul meminta seekor domba bertanduk, lalu dibawakan untuk disembelih sebagai kurban. Kemudian, beliau berkata kepada Aisyah, “Wahai Aisyah, bawakan aku sebilah pisau, tajamkanlah mata pisaunya dengan batu.” Aisyah pun mengerjakannya. Selanjutnya, Nabi mengambil pisau itu dan menghampiri seekor domba, lalu menidurkan dan menyembelihnya sambil membaca, “Bismillah, wahai Allah! Terimalah (kurban ini) dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad,’ kemudian menyembelihnya.” (HR Muslim). Kedua, menyembelih kurban untuk orang yang meninggal dan pernah bernazar untuk berkurban. Dalam hal ini para ahli waris almarhum wajib menunaikannya walaupun diri mereka belum pernah melakukan penyembelihan kurban untuk diri mereka sendiri. Ketiga, menyembelih kurban bagi orang yang sudah meninggal bukan sebagai wasiat dan juga tidak diikutkan kepada yang hidup, tujuannya sebagai sedekah terpisah dari yang hidup. Dalam hal ini dibolehkan, bukan sebagai kurban, tetapi sedekah semata. Wallahu a’lam bish shawab. n

DEPOK — Kalangan anak muda menjadi target utama para pengusung liberalisme agama di Indonesia. Radikalisme juga mesti dicegah. Menurut Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Hasyim Muzadi mengatakan, liberalisme juga telah menyerang kaum muda di dua ormas Islam besar, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. “Kondisi ini tak boleh dibiarkan karena kedua ormas Islam ini merupakan benteng umat Islam,’’ kata Hasyim dalam acara training for trainers ulama dan pimpinan pondok pesantren seIndonesia di Pesantren Al-Hikam, Depok, Kamis (20/10). Ia meminta masyarakat lebih waspada dan mencermati gerakan liberalisme agama. Menurut dia, liberalisme berakibat fatal bagi pemahaman sebuah masyarakat terhadap agamanya karena merusak akidah. Bahayanya sama dengan terorisme. Secara garis besar, gerakan liberalisme agama erat kaitannya dengan liberalisme di bidang lainnya, seperti dalam ranah politik maupun ekonomi. Ia menyebutnya segitiga liberal. Gerakan liberalisme terus menyebar lantaran Indonesia dikaruniai sumber daya alam berlimpah dengan mayoritas penduduknya Muslim. Di sinilah, kekuatan moderat harus hadir.

HEWAN KURBAN: Panitia Idul Adha Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan (kiri) menerima uang dari seorang jamaah untuk pembelian
hewan kurban, Kamis (20/10). Panitia menerima kurban baik dalam bentuk hewan atau uang.

Nashih Nashrullah

Dai Bisa Jadi Pemberdaya
mampuan memberdayakan masyarakatnya,” katanya, Kamis (20/10). Program tersebut melibatkan 20 dai pilihan dari sejumlah ormas Islam, antara lain, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Baitul Maal Hidayatullah. Dalam kegiatan ini, IMZ menggandeng LAZ BSM Umat dan rencananya mulai terlaksana pada 3 November 2011. Para dai yang bergabung dibekali kemampuan merancang program pemberdayaan sekaligus mampu melakukan hal bermanfaat di masing-masing daerah dakwahnya. Dana zakat dari masyarakat dialokasikan untuk menyukseskan kegiatan ini. Para dai pun diharapkan mampu mengubah pola pikir mengenai zakat. Kelak, mereka mendorong masyarakat yang semula menjadi mustahik agar berusaha keras mengubah nasibnya dan menjelma menjadi muzaki atau pembayar zakat. Nana mengatakan, nanti keterampilan yang diberikan kepada para dai tak sebatas soal pemberdayaan, tetapi juga komunikasi. Kedua keterampilan ini penting untuk mengidentifikasi persoalan dan memetakan solusi yang dibutuhkan di tempat mereka berdakwah. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), ormas Islam yang sejak lama bergiat di dakwah, menganggap ide “Dai Pemberdaya” adalah positif. Ketua Umum DDII Syuhada Bahri mengatakan, lazimnya dai diberi kemahiran kewirausahaan, informasi dan teknologi, serta kecakapan berkomunikasi. “Kami sangat setuju,” ujarnya. Meski demikian, ia mengingatkan, pemberdayaan oleh dai jangan sampai menghi-

Mereka dibekali keterampilan memecahkan masalah.
JAKARTA — Potensi dai tak sebatas memberikan dakwah, tetapi juga dapat memberdayakan masyarakat di sekitarnya, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun pemberdayaan sosial. Sayangnya, kata Direktur Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) Nana Mintarti, ini belum tergarap maksimal. Pegiat dakwah belum sepenuhnya menyentuh lahan ini. Nana mengatakan, lembaganya sedang mewujudkan impian tersebut dengan menjalankan program “Dai Pemberdaya”. “Sebuah upaya untuk membekali dai dengan ke-

Memerangi radikalisme
Terkait radikalisme, aktivitas untuk meredamnya juga kian gencar. Sebanyak 330 guru SMU se-Jawa Barat (Jabar) ikut bersatu memerangi terorisme dan radikalisme. Mereka merespons hasil survei yang mencatat Jabar sebagai daerah paling tinggi tingkat radikalismenya. Ketua Umum Lazuardi Birru, Nugroho Wahyujatmiko, mengungkapkan, dari hasil survei lembaganya di 33 provinsi terlihat indeks radikalisme di Jabar tertinggi kedua sebesar 46,6 persen. “Untuk meminimalisasinya, butuh keterlibatan guru sebagai pendidik,’’ katanya. Mereka memperoleh pelatihan memerangi radikalisme dan terorisme dimulai dari lingkungan sekolah pada 17-18 Oktober lalu. Pelatihan merupakan kerja sama Lazuardi Birru, dengan Kementerian Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Jabar, dan Pemerintah Provinsi Jabar. Nasir Abas, mantan aktivis Jamaah Islamiyah, menyatakan peran guru diperlukan untuk mencegah anak didik agar tidak terjebak terorisme. n syahruddin el fikri ed: ferry kisihandi

langkan inti dan tujuan kegiatan dakwah. Penguatan iman dan konsistensi dai, kata dia, harus diperhatikan. Seorang dai dituntut memiliki sikap qanaah. Tanpa perilaku itu, jika kelak dai menjadi pedagang, misalnya, dikhawatirkan jiwa keikhlasannya akan terkurangi. Ia mencontohkan pengalaman yang pernah dialami dai DDII. Kasus yang terjadi ketika dai diberikan fasilitas berupa alat transportasi, harapannya agar mobilitas dakwahnya tinggi. Tetapi, ternyata konsentrasi dan fokus dakwahya teralihkan ketika alat itu digunakan untuk berwirausaha dan usahanya berhasil. Maka, ia menyarankan, pembekalan lebih ditekankan pada kemampuan dai mengelola potensi yang dimiliki komunitas binaannya untuk memperbaiki ekonomi.
n ed: ferry kisihandi

ekonomi

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

13

www.sunlife.co.id

Sun Life Syariah Solusi masa depan yang lebih baik dan penuh berkah untuk keluarga Indonesia
Hubungi telepon bebas pulsa: 0800 140 1262

:: bursa ::
Kamis (20/10)

:: kurs ::
Kamis (20/10)

:: indikator ::
JUAL 9.556 12.838 14.721 1.201 122 7.373 9.340

:: kurs tengah dolar AS ::
Kamis (20/10)

FTSE 100 Dax Cac 40 Dow Jones Nasdaq Shanghai Hang Seng Nikkei Straits Times BEI

5.419,79 5.884,73 3.126,93 11.504,62 2.604,04 2.331,37 17.983,10 8.682,15 2.694,01 3.622,78

0,56 0,49 0,96 0,63 2,01 1,94 1,78 1,03 0,96 1,69 SGD USD AUD EUR GBP HKD JPY

BELI 8.536 11.459 13.141 1.072 109 6.578 8.340

Menjaring Nasabah Kaya

9.000
8.893

P

Sumber: BBC dan Limas sampai 17.30 WIB

Sumber: eTrading Securities sampai 17.30 WIB

erbankan di Indonesia terus menambah fitur-fitur layanannya agar semakin menarik nasabah kaya. Seiring bertambahnya jumlah nasabah kaya tersebut diiringi tingginya minat investasi, mendorong pesatnya industri wealth management dan private banking. Bank sentral pun menyiapkan regulasi untuk mengatur wealth management atau nasabah prioritas ini. ■
ADITYA PRADANA PUTRA/REPUBLIKA

8.850 8.870
8.860

8.855 8.840
8.845

8.855

8.840
14/10 17/10 18/10 19/10 20/10
Sumber: BI

Mandiri Tunggu Respons Malaysia
Sefti Oktarianisa

Syarat dari bank sentral Malaysia dinilai masih memberatkan.
DENPASAR –– PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengaku masih menunggu respons Bank Negara Malaysia (BNM) –bank sentral— untuk mendirikan anak usaha di negara tersebut. Bank Mandiri masih menemui sejumlah hambatan untuk berekspansi. Senior Executive Vice President Coordinator, Directorate of Change Management Bank Mandiri Haryanto Budiman mengaku sudah menyerahkan surat permohonan kepada BNM. “Suratnya ini masih mereka pelajari. Kita tinggal tunggu respons mereka,” katanya seusai Media Training Bank Mandiri di Denpasar, Bali, Kamis (20/10). Saat ini Mandiri terus berupaya memperluas bisnis di Malaysia. Direksi Mandiri telah bertemu dengan pejabat BNM untuk mencari titik temu. Bila BNM tetap tidak mau memenuhi keinginan Bank Mandiri, maka bank pelat merah tersebut tidak akan membuka anak usaha. Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, pembukaan anak usaha di Malaysia belum final, akibat perbedaan jumlah modal disetor yang diinginkan antara Mandiri dan bank sentral Malaysia ini. “Secara lisan mereka mengatakan boleh buka anak usaha dengan modal 100 juta ringgit Malaysia, tapi dalam

HARI ASURANSI: Direktur Pemasaran dan Komunikasi Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo, Direktur Eksekutif AAJI Benny Waworuntu,
Ketua Panitia Insurance Day 2011 Yudha Pratama, dan Direktur PT Adi Pratama Asia, Teratai Punta (dari kiri ke kanan), di kantor Republika, Jakarta, Kamis (20/10). Mereka menyosialisasikan Insurance Day 2011 bertema Perempuan Indonesia dan Asuransi.

BI Ikut Lobi Bank Sentral Malaysia
Sefti Oktarianisa DENPASAR — Bank Indonesia (BI) ikut turun langsung membantu kemudahan PT Bank Mandiri Tbk (Persero) membuka cabang di Malaysia. BI mengaku, terus melakukan pendekatan dan lobi-lobi ke luar negeri untuk mempermudah pembukaan cabang bank di luar negeri. “Tapi, semuanya pada akhirnya berpulang pada bank-bank tersebut karena mereka juga harus meningkatkan daya saing dan kualitas pelayanan mereka agar sama dengan standar internasional,” kata Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah kepada Republika, Kamis (20/10). Menurutnya, agar bank di Indonesia, khususnya bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bank Mandiri, bisa disetujui membuka kantor cabang di sejumlah negara, maka bank tersebut harus mampu menyesuaikan standar pelayanan perbankan dengan prasyarat yang ada di negara tersebut. Sebelumnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sedang menanti respons Bank Negara Malaysia (BNM)—bank sentral—untuk mendirikan anak usaha di negara tersebut. Keinginan bank BUMN tersebut membuka kantor cabang masih menemui sejumlah hambatan. Di antaranya kecukupan modal, pembatasan jumlah kantor cabang, pembatasan serta penempatan lokasi ATM di ruang publik. Sementara itu, Bank Mandiri tetap optimistis tahun ini bisa meresmikan pembukaan kantor cabang di Shanghai, Cina. Pembukaan kantor cabang di Shanghai lebih diprioritaskan dibandingkan di Malaysia maupun Singapura. “Kami lebih memprioritaskan (pembukaan kantor cabang) yang di Shanghai. Upaya penjajakan di kota itu sudah berjalan sejak 2006,” tutur HarWIHDAN HIDAYAT

yanto. Menurutnya, di Shanghai dalam tiga tahun setelah membuka kantor cabang, transaksi valuta asing (valas) bisa dilakukan langsung dari mata uang renminbi ke rupiah. Dengan catatan, kantor cabang tersebut sudah membukukan profit. Dengan begitu, uang yang ditransaksikan tak perlu dikonversi terlebih dulu ke mata uang dolar AS. Sehingga, berpotensi membantu meringankan biaya para pelaku usaha Indonesia yang hendak menjalankan bisnis di Cina atau sebaliknya.
■ ed: zaky al hamzah

lima tahun harus jadi 300 juta ringgit (Rp 900 miliar-Rp 1 triliun),” ujar Zulkifli. Menurutnya, hal itu amat berat karena Mandiri berkomitmen jika bisnis tumbuh, maka baru bisa ditambah modal. Selain modal, Mandiri juga sulit melakukan ekspansi di Malaysia karena aturan lain BNM. Bank sentral Malaysia itu hanya memperkenankan pendirian 18 kantor cabang, dengan dua kantor di pusat kota, empat di semiurban, dua nonurban, dan 10 cabang microfinance. Pemasangan ATM juga tidak boleh di luar kantor anak usaha dan di areal publik. Walau tidak membatasi bank asing untuk bergabung dalam jaringan ATM Malaysia, namun biaya-biaya yang dibebankan berbeda dengan bank lokal dan jauh lebih tinggi. BNM juga menerapkan pembatasan porsi kepemilikan asing maksimun 30 persen untuk commercial bank dan 70 persen untuk bank syariah. Bank komersial juga hanya bisa didirikan dengan bentuk local subsidiary, dengan minimum capital requirement sebesar Rp 300 miliar. Haryanto mengaku per bankan nasional sangat sulit melakukan ekspansi di luar negeri. Berbeda dengan negara lainnya, Malaysia tidak memperbolehkan bank asing langsung memiliki cabang. Negara itu menginginkan bank asing masuk dengan membentuk anak usaha dengan kepemilikan asing hanya 30 persen. Ekspansi Mandiri di sejumlah negara itu terkait keinginan bank tersebut menjadi top five bank ASEAN dari sisi kapitalisasi pasar di 2014. Selain

Malaysia, Mandiri juga mencoba membuka cabang di Singapura dan Shanghai, Cina. Singapura, Hong Kong, dan Cina juga memberlakukan pembatasan terhadap bank asing. Otoritas di Singapura melakukan multiple license dan membatasi segmentasi serta ekspansi bisnis bank hanya pada nasabah korporasi. Otoritas di Hong Kong mewajibkan penambahan provisi (pencadangan) lima persen untuk kredit pada perusahaan Indonesia. Perizinan di Cina sangat panjang serta dilakukan secara berurutan karena harus melalui berbagai regulatory bodies. Kondisi berbeda justru terjadi di dalam negeri. Bank asing bahkan tidak mendapat pembatasan untuk mengembangkan bisnis di dalam negeri, baik dari segi jaringan kantor maupun electronic channel seperti pembatasan ATM dan electronic data capture (EDC). “Ada ketidaksetaraan antara treatment yang mereka (bank nasional) dapat di Indonesia dengan yang kita dapat di luar,” katanya. Menurutnya, asas resiprokal dalam bisnis bank ini tidak berlaku jika hendak berbisnis di luar. Berdasarkan data 2010, perbankan asing mendominasi pangsa pasar perbankan nasional. Dari segi asset market shared, bank asing mendominasi 46,7 persen, sementara bank BUMN 38,1 persen. Indikasi loan market shared, bank asing mendominasi 47,2 persen, bank BUMN hanya 37,7 persen. Dari deposit market shared, asing 44,8 persen, bank BUMN 39,6 persen. ■ ed: zaky al hamzah

Investasi Masih Terpusat di Jawa
M Ikhsan Shiddieqy JAKARTA — Aliran dana investasi dari dalam dan luar negeri belum menyebar merata ke seluruh Indonesia. Investasi masih terpusat di Pulau Jawa, mayoritas di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sedangkan, investasi di Indonesia bagian timur masih minim. “Realisasi PMA (penanaman modal asing) berdasarkan proyek masih didominasi di Jawa Barat,” kata Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), M Azhar Lubis, dalam konferensi pers di kantor BKPM, Kamis (20/10). Realisasi investasi PMA per Januari-September 2011 di Jawa Barat dan DKI Jakarta masing-masing 2,9 miliar dolar AS, sedangkan daerah lain, di antaranya, Banten sebesar 1,6 miliar dolar AS, Papua 1,2 miliar dolar AS, dan Sumatra Utara 0,6 miliar dolar AS. Begitu juga dengan realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN), paling besar tersebar di Jawa Barat sebesar Rp 9,4 triliun. Daerah lainnya yang tercatat adalah Jawa Timur senilai Rp 7,3 triliun, DKI Jakarta Rp 7 triliun, Sulawesi Selatan Rp 3,3 triliun, dan Kalimantan Tengah Rp 3,2 triliun. Dari aspek asal investor, Azhar mengatakan, realisasi PMA pada Januari-September 2011 terbesar berasal dari Singapura dengan nilai realisasi 3,2 miliar dolar AS, Amerika Serikat (AS) 1,4 miliar dolar AS, Belanda 1,2 dolar AS, Jepang 1,2 miliar dolar AS, dan Korea Selatan 0,8 miliar dolar AS. Secara keseluruhan, realisasi investasi di Indonesia sejak Januari hingga September 2011 mencapai Rp 181 triliun. Jumlah tersebut mendekati target investasi Rp 240 triliun pada 2011. Dari realisasi investasi Rp 181 triliun, terdiri atas Rp 129 triliun PMA dan Rp 52 triliun PMDN. “Kami optimistis akhir tahun bisa Rp 240 triliun, jadi hanya membutuhkan Rp 60an triliun lagi pada triwulan keempat,’’ kata Azhar menegaskan. Realisasi investasi pada triwulan ketiga sebesar Rp 65,4 triliun. Jumlah tersebut meningkat 5,48 persen dari triwulan sebelumnya sebesar Rp 62 triliun. Realisasi investasi pada triwulan pertama 2011 sebesar Rp 53,6 triliun, sehingga peningkatan realisasi investasi sejak triwulan pertama mencapai 15,3 persen. Realisasi investasi Januari-September 2011 meningkat 20,99 persen dibanding periode sama 2010. ■ ed: zaky al hamzah

Ribuan Alat Kendali Konsumsi BBM Dipasang
Fitria Andayani JAKARTA –– Saatnya menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memasang sistem alat kendali (radio frequency identification/RFID) Tag pada 254 unit mikrolet jurusan Senen - Kampung Melayu. Total, jumlah alat kendali yang dipasang di mikrolet mencapai tiga ribu unit, sehingga diharapkan dapat menghemat 6,2 juta kiloliter (kl) per tahun. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Evita Legowo menyatakan, pemasangan RFID bertujuan mengatur penggunaan BBM bersubsidi agar tepat volume dan sasaran. “Alat ini memetakan pola konsumsi BBM khususnya untuk angkutan umum,” katanya, Kamis (20/10). Selain RFID, akan diuji coba pula beberapa alat kendali BBM lain. Pada Agustus lalu, RFID Tag ini telah dipasang pada 50 mikrolet yang melewati SPBU Nomor 3413102 di daerah Matraman, Jakarta Pusat. Kemudian, dipasang pada 245 mikrolet yang melintasi SPBU Jatinegara Timur, Jatinegara Barat, dan dua SPBU di Matraman. Masing-masing mikrolet hanya bisa mengonsumsi 50 liter Premium per hari. Ke depan masih dilakukan penyesuaian sesuai kebutuhan. Selain di Jakarta, kementerian akan menerapkan pemasangan alat ini di sejumlah kota di luar Jakarta. Di antaranya Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Targetnya, alat itu dipasang di setiap kota sekitar seribu angkot serta setidaknya lima SPBU yang dipasangi detector RFID. Rencana ini ditargetkan bisa berjalan pada 2012. Dengan penggunaan RFID itu, diharapkan menghemat penggunaan Preminum hingga 6,2 juta kl per tahun. Tahun depan, alokasi konsumsi BBM subsidi sekitar 40,4 juta kl. Sementara, BPH Migas mengusulkan revisi dua perpres konsumsi BBM subsidi.
■ ed: zaky al hamzah

INDUSTRI TELEKOMUNIKASI:

Petugas memeriksa pemancar seluler di atap Gedung Indosat, Jakarta, Kamis (20/10). Pertumbuhan industri telekomunikasi nasional diperkirakan mencapai delapan persen. Hingga akhir 2011, Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) memprediksi pendapatan sebesar Rp 100 triliun dengan perkiraan pengguna aktif sebanyak 190 juta pelanggan.

industri
YOGI ARDHI/REPUBLIKA

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

14

Tax Holiday Belum Termanfaatkan
M Ikhsan Shiddieqy JAKARTA — Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai pemberian fasilitas pajak berupa tax holiday sudah disahkan sejak Agustus 2011 lalu. Namun, hingga saat ini belum ada satu pun perusahaan menikmati fasilitas perpajakan itu. “Belum ada satu pun diberikan tax holiday,” kata Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) M Azhar Lubis dalam konferensi pers di kantor BKPM, Kamis (20/10). Menurut Azhar, PMK tentang tax holiday perlu ditindaklanjuti oleh peraturan serupa dari BKPM dan Kementerian Perindustrian. Dia menjelaskan, peraturan tambahan itu diperlukan untuk memuat aturan teknis, termasuk di dalamnya mengenai tata cara penggunaan tax holiday. “PMK kan baru memuat kategori industri yang berhak mendapat tax holiday,” ujarnya. Dalam PMK No 130/PMK.011/2011 disebutkan sektor industri yang berhak menikmati fasilitas tax holiday ini adalah industri pionir, yaitu industri yang memiliki keterkaitan yang luas, memberi nilai tambah dan eksternalitas yang tinggi, memperkenalkan teknologi baru, dan memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional. PMK tersebut juga menyebutkan mengenai pembebasan pajak penghasilan badan dapat diberikan untuk jangka waktu paling lama 10 tahun dan paling singkat lima tahun pajak, terhitung sejak tahun pajak dimulainya produksi komersial. Wajib Pajak juga harus punya rencana penanaman modal baru paling sedikit sebesar Rp 1 triliun. Selain itu, harus menempatkan dana di perbankan Indonesia minimal 10 persen dari rencana total penanaman modal dan tidak boleh ditarik sebelum realisasi. Meski beluma ada perusahaan yang mendapat tax holiday secara resmi, Azhar menyebut beberapa perusahaan sudah dipastikan akan mendapat tax holiday. Salah satunya adalah Pohang Iron and Steel Company (Posco) asal Korea Selatan. Sedangkan, mengenai fasilitas perpajakan lainnya dalam bentuk fasilitas pajak untuk penanaman modal atau tax allowance, Azhar mengatakan, revisi aturan terkait hal itu sudah final. BKPM sedang menunggu Peraturan Pemerintah (PP) yang sudah direvisi itu. “Diharap bisa menambah investasi di sektor hilir,” katanya. Aturan tentang tax allowance segera direvisi untuk ketiga kalinya. Aturan baru dalam bentuk PP itu ditargetkan keluar dalam bulan ini. Revisi itu akan mengakomodasi 215 usulan yang diajukan oleh Kemenperin, Kementan, Kemenhub, Kementerian PU, Kemenbudpar, dan Kementerian ESDM.
■ ed: nidi zuraya

India Minati Investasi di Sektor Migas
Fitria Andayani

Pemerintah belum mau membuka keran investasi dalam pengelolaan gas bagi India.
PASAR DOMESTIK: Seorang pekerja tengah menguji kualitas sampel monitor TV LCD di sebuah pabrik
perakitan TV LCD di Cibitung, Bekasi, Jabar, Kamis (20/10). Sepanjang 2011 permintaan pasar domestik TV LCD 3D diperkirakan mencapai kisaran angka 30 ribu-35 ribu unit. JAKARTA –– India menunjukkan minat yang besar untuk berinvestasi di Indonesia pada bidang minyak dan gas (migas) dari hulu hingga hilir. Meskipun demikian, pemerintah belum mengizinkan India untuk ikut terlalu jauh dalam produksi gas. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Legowo mengungkapkan, dalam lawatan ke India baru-baru ini pihaknya melihat antusiasme yang besar dari negara tersebut untuk berinvestasi di Indonesia. “Saya belum pernah lihat antusiasme sebesar itu. Saya ke sana dengan dua tujuan, yaitu menawarkan untuk investasi dan melanjutkan kesepakatan migas apa yang telah disepakati sebelumnya,” katanya, Kamis (20/10). Menurutnya, Pemerintah India dan sejumlah perusahaan asal negeri tersebut bersedia untuk menanamkan modalnya di berbagai infrastruktur perminyakan. Di antara perusahaan India yang menyampaikan ketertarikannya adalah Oil and Natural Gas Corporation Limited, Petronet LNG Limited, Essar, OEJC, dan PNJC. “Mereka mau investasi di kilang, floating storage, bahkan pipa distribusi migas. Pokoknya banyak yang mereka mau,” katanya. Sebelumnya, perusahaan baja asal India, Essar Group, telah menyatakan minatnya untuk mendirikan kilang pengolahan bahan bakar minyak di Banten, Tuban, dan Balongan senilai lima miliar dolar AS. Kesediaan sejumlah perusahaan asal India itu untuk membangun kilang, terang Evita, dikarenakan India sejak lama telah mengimpor minyak mentah dan mengekspor minyak siap jual. “Jadi, kapasitas kilang mereka lebih banyak daripada kebutuhan dalam negeri,” katanya. Pemerintah, lanjut dia, telah mempertemukan Pemerintah India dan perusahaan migas asal negara itu untuk

RI Jadikan Sudan Pintu Masuk Perdagangan Afrika
Ichsan Emrald Alamsyah JAKARTA — Di tengah krisis global, Pemerintah Indonesia terus memperbesar pasar nontradisional, khususnya ke negara-negara di Afrika. Salah satu negara yang diincar untuk menjadi mitra dagang serta pintu masuk produk Indonesia ke Afrika ialah Sudan. “Sudan itu langsung berhadapan dengan Arab Saudi,’’ tutur Sujatmiko, Dubes Indonesia untuk Sudan, dalam pertemuan delegasi bisnis Sudan-Indonesia, di Menara Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Kamis (20/10). Menurut Sujatmiko, di tengah krisis global yang mendera pasar tradisional Indonesia, yaitu Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS), langkah pemerintah melakukan diversifikasi pasar sudah tepat. Khusus Afrika, ia meyakini kebutuhan bahan baku yang banyak dihasilkan di Indonesia, seperti barang elektronik, pupuk, dan ban mobil amatlah tinggi. Terlebih lagi, di Sudan yang dibutuhkan bahan baku yang relatif terjangkau dari segi harga. Ia pun mendorong agar pengusaha Indonesia meningkatkan investasi di Sudan. Dengan melakukan investasi, perdagangan Indonesia dan Sudan diyakini akan makin meningkat, khususnya ekspor bahan mentah dan setengah jadi dari Indonesia. Hanya saja, Sujatmiko mengakui bahwa sering kali pengusaha Indonesia khawatir atas kondisi peperangan di Sudan. Menurutnya, pengusaha asal Indonesia tak perlu khawatir karena peperangan tersebut jauh dari ibu kota Sudan, Khartoum. Dengan demikian, menurutnya, perlu ada insentif, misalnya berupa kredit murah kepada investor Indonesia yang mau berinvestasi di pasar nontradisional. Hambatan lain adalah sanksi dari AS. Meskipun Sudan terkena sanksi, menurutnya, pengusaha Indonesia bisa tetap berdagang dengan mata uang Euro dan tak menggunakan bank asal AS. Saat ini, Indonesia sudah melakukan ekspor sejumlah komoditas ke Sudan, seperti aki mobil, ban mobil, bahan bangunan, kertas, tekstil, alatalat pertanian, pupuk dan benih. Hanya saja, selama ini perdagangan Indonesia-Sudan selalu menggunakan jasa negara ketiga, yaitu Uni Emirat Arab (UEA). “Kalau Indonesia dan Sudan bisa melakukan kontak dagang secara langsung, tentu akan jauh lebih mudah dan biaya bisa ditekan lebih murah,’’ ujar dia. Direktur Eksekutif Kadin Indonesia, Rahardjo Jamtomo, menekankan perlunya perdagangan langsung antarkedua negara. Dia juga mendorong perlunya dijalin hubungan antara pengusaha kedua negara sehingga ke depan bisa segera merealisasikan perdagangan langsung. Bagi Rahardjo, Sudan merupakan pasar yang menjanjikan karena banyak sekali bahan mentah, seperti kapas yang dibutuhkan industri dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, eksporimpor Indonesia ke Sudan sejak 2006 hingga 2009 terus meningkat dari 154,1 juta dolar AS menjadi 747,1 juta dolar AS. Pada 2010 angka tersebut mengalami penurunan yang mencolok menjadi 200,6 juta dolar AS.
■ ed: nidia zuraya

langsung berbincang lebih jauh mengenai rencana investasi dengan Pertamina dan sejumlah perusahaan swasta migas Indonesia lainnya. Meskipun demikian, ditegaskan Evita, pemerintah belum mau membuka keran investasi di sektor hulu maupun hilir gas bagi perusahaan-perusahaan asal India ini. Hal ini lantaran pemerintah masih mementingkan gas untuk kebutuhan pasar dalam negeri (domestik). “Mereka sebenarnya juga perlu gas banyak. Mereka juga siap investasi di sana. Tapi mereka mengerti dengan jawaban kami,” paparnya. Evita menambahkan, India merasa siap untuk berinvestasi di gas karena India sudah punya teknologi yang cukup baik. “Mereka memiliki stasiun regatifikasi yang kecil-kecil. Bagus pokoknya,” tuturnya.

Pasar Jepang
Walaupun tidak berniat untuk mengekspor gas ke India, namun Evita menyatakan, pemerintah tidak menutup diri terhadap pasar Jepang. “Kita tidak bisa menutup diri dengan kawasan yang memang tidak punya gas sama sekali seperti Jepang,” katanya. Namun, ekspor gas ke Jepang tersebut tidak boleh dilakukan sembarangan. Menurutnya, harus ada perjanjian dagang yang jelas (trade off) dengan para pembeli gas di Negeri Sakura itu. Pemerintah, ujar Evita, masih melanjutkan perjanjian investasi di bidang gas yang dilakukan dengan Jepang. Salah satunya adalah proyek pengembangan Syntethic Natural Gas di Sumatra. Selain itu, ada sejumlah perjanjian kerja sama di bidang energi lainnya yang tengah diperkenalkan. Pascagempa dan tsunami yang sempat melumpuhkan PLTN Fukushima Daichi pada 11 Maret 2011 lalu, Pemerintah Jepang memang mengubah arah kebijakan di sektor energi dan lingkungan mereka. Jepang berniat merumuskan skenario untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi nuklir. Mereka melakukan kajian menyeluruh terhadap kebijakan energi nuklir dan mengoperasikannya dalam skema kerja yang baru. ■ ed: nidia zuraya

Gula Darah Stabil, Stamina pun Meningkat

T

ahukah Anda bahwa diabetes merupakan penyakit berbahaya? Di Indonesia sendiri, jumlah penderitanya dari tahun ke tahun terus meningkat. Sebenarnya, apa itu diabetes dan bagaimana cara mengantisipasinya? Robin Manullang (37 thn), tertarik untuk membagi pengalaman sehatnya, “Sudah 2 tahun saya menderita gejala diabetes. Ketika kadar gula darah tinggi, badan sering terasa lemas dan stamina pria jadi berkurang.” Terang pria yang akrab disapa-Felix tersebut. Diabetes adalah peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif atau resistensi reseptor insulin. Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. Indonesia menduduki peringkat ke-4 sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Total penderita diabetes di Indonesia berdasarkan data WHO saat ini adalah sekitar 8 juta jiwa, dan diperkirakan jumlahnya akan melebihi 21 jiwa pada tahun 2025 mendatang. Obat apapun, memang belum dapat melakukan pencegahan terhadap diabetes tipe 1, dimana ketidakmampuan prankreas memproduksi insulin sejak lahir. Berbeda dengan tipe 2, yang sering dicetuskan oleh faktor genetik, obesitas, kurang olahraga, serta pola makan yang tidak sehat, sesungguhnya diabetes dapat dicegah, salah satunya dengan terapi Gentong Mas. Diakui oleh ayah 2 orang anak

itu, kesehatannya mulai membaik setelah rutin minum Gentong Mas selama 1 tahun, “Gentong Mas memang solusi yang tepat untuk mengatasi keluhan diabetes. Setelah minum dengan teratur, Puji Tuhan... Sekarang badan terasa fit, stamina pria sudah pulih.” Ungkapnya warga Kalideres, Jakarta Barat itu penuh syukur. Ia pun kini dapat menjalani aktifitasnya sebagai pegawai swasta dengan nyaman. Gentong Mas adalah minuman kesehatan herbal alami dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terbukti manfaatnya bagi penderita dari berbagai penyakit, termasuk diabetes. Habbatussauda dipercaya dapat meningkatkan fungsi insulin dan mengurangi resistensi reseptor insulin, sedangkan Gula Aren berperan dalam optimalisasi kerja reseptor insulin. Gentong Mas juga mengandung Chromium yang efektif memperlancar metabolisme gula darah dan mengatur kepekaan sel terhadap insulin sehingga meringankan kerja pankreas. Selain itu, indeks glisemik dalam Gentong Mas yang sangat aman bagi kesehatan yaitu hanya 35 (aman jika indeks glisemik di bawah 50), mampu menjaga dan merawat pankreas agar tetap berfungsi dengan baik. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil maksimal, disarankan untuk mengatur pola makan, olahraga, pengaturan berat badan seideal mungkin, diet rendah lemak, kontrol stress, dan menghin-

dari rokok serta alkohol. Dengan aturan penggunaan yang tepat, manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan silakan hubungi: Jakarta Pusat (021) 7150-3671 Ja-karta Selatan (021) 71201834, Jakarta Barat(021)71537244, Jakarta Timur (021) 71503618, Jakarta Utara (021) 37460843 Bekasi (021) 70495100, Depok (021) 37713090, Kota Tangerang (08121926-9571), Tangerang Selatan ( 082123371810), Kab. Tangerang (081389651580), Bogor (0852210 19518), Cirebon (0812216 9-618), Banten (0818474322), Jawa Barat (08134689449), Yogyakarta (0813200 01013), Jawa Tengah (081313322669), Jawa Timur (081316821146), Bali (08133 7571457) Lampung (0812 10883349) Sumatra Selatan (0813 23017741) Bengkulu (0852730234 91) Jambi (081366971641) Sumatera Utara (081384777717) Riau (0813 876-50717) Aceh (081362900792) Kalimantan Timur (08522 398 2705) Sulawesi Selatan (0813222-62366) Sulawesi Tenggara (0813 14952303) Kalimantan Selatan (0812 50980 570) Kalimantan Barat (0813 76179880) Kalimantan Tengah (0813 4638 2718), Sumatra Barat (0812 833 07337) NTB (081338 3556 61), Bangka Belitung (0813 2236 4969). G Depkes:P – IRT812.3205.01.114 www.gentongmas.com

syariah
:: bursa syariah ::
Kamis (20/10)

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

15

:: indonesia islamic index ::
Kamis (20/10)

:: kurs dinar ::
Kamis (20/10)

:: nisbah :: Akan Tembus Rp 141 Triliun

DJIM DJIGRC DJIMTR DJI100X DJMY25D IMXL DJICHKU

2.040,57 1.425,98 3.277,00 2.058,74 860,17 2.155,29 1.366,79

0,44 0,23 1,35 0,74 1,48 0,23 2,08

540.00 530.00 520.00
517.64 515,29

2.260.000 2.240.000
2.230.000

2.230.000 2.230.000

2.220.000
2.210.000

I
2.180.000
20/10

510.00
509,57 505,36 503,37

2.200.000 2.180.000
14/10 17/10 18/10 19/10 20/10 14/10 17/10 18/10 19/10

DJIM: Dow Jones Islamic Market World Index DJIGRC: Dow Jones Islamic Market Greater China Index DJIMTR: Dow Jones Islamic Market Turkey Index DJI100X: Dow Jones Islamic Market International Titans 100 Index DJMY25D: Dow Jones Islamic Market Malaysia Titans 25 Index (USD) IMXL: Dow Jones Islamic Market Titans 100 Index DJICHKU: Dow Jones Islamic Market China/Hong Kong Titans 30 Index
Sumber: Dow Jones Indexes Dipantau 17.00 WIB

500.00

11,92
Sumber: Limas

30.000
Sumber: Wakala Induk Nusantara

ndustri perbankan syariah di Tanah Air sepanjang tahun ini menunjukkan kinerja positif. Aset perbankan syariah nasional tumbuh relatif pesat pada Agustus-September 2011. Hingga akhir tahun aset bank syariah ditarget bisa naik Rp 5 triliun per bulan. Dengan target itu, maka aset perbankan syariah nasional diproyeksi bisa mencapai Rp 141 triliun pada akhir 2011. ■

Kebijakan Perbankan Syariah Dipertanyakan
Kebijakan spin off justru menghambat bisnis bank syariah di Tanah Air.
JAKARTA — Peran pemerintah dinilai masih minim dalam mendorong pertumbuhan perbankan syariah. Karena itu, pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia masih lambat. Selama ini, pertumbuhan perbankan syariah masih bertumpu pada kebijakan Bank Indonesia (BI). Padahal, kebijakan BI hanya bersifat mengontrol. Akibatnya, perkembangan perbankan syariah tidak punya daya dorong untuk meningkat. “Paradigma BI itu mengerem. Peran pemerintah yang jadi gasnya untuk pertumbuhan perbankan syariah tidak ada,” ungkap Ketua Umum Asosisasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), A Riawan Amin, kemarin (20/10). Minimnya peran pemerintah tersebut membuat pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia lambat. Hal ini terlihat dari jaringan perbankan syariah yang belum meluas dan produk sedikit. Menurut Riawan, pemerintah seharusnya mampu mendorong perluasan jaringan perbankan syariah dengan mengefektifkan office channeling. Dibandingkan dengan kantor cabang bank konvensional yang mencapai 15 ribu, jaringan bank syariah masih minim. Dengan hanya sekitar 1.600 cabang, bank syariah belum bisa mengakselerasi bisnis. “Pemerintah tidak dorong 15 ribu cabang konvensional itu untuk office channeling, justru malah mendorong spin off yang membutuhkan modal lebih besar,” ungkapnya. Wacana merger bank syariah menjadi BUMN pun dinilai tidak akan meningkatkan pertumbuhan perbankan syariah. Menurutnya, pertumbuhan perbankan syariah bisa lebih dipicu dengan konversi bank BUMN menjadi bank syariah. “Jika bank syariah dari bank-bank BUMN itu disatukan malah akan ciptakan masalah, tidak akan cepat berbisnis karena sibuk mengurusi merger,” ujarnya. Dia menilai kinerja bank syariah telah terganjal berbagai kebijakan kontrol dari BI. Salah satunya adalah kebijakan pemisahan (spin off). Kebijakan ini, menurut Riawan, justru akan menghambat bank syariah untuk mengembangkan usaha bisnisnya. Hal ini lantaran pemisahan tersebut akan membuat bank syariah lebih sibuk dalam pengembangan jaringan, bukan inovasi produk. “Bank syariah itu bisnisnya tidak bisa cepat jalan karena masih mengurusi spin off. Kalau masih mau dimerger, kapan fokus mengurus bisnis,” kata dia. Selain itu, pemisahan unit usaha syariah (UUS) dengan bank induk, ujar Riawan, akan membagi modal. Dengan modal yang lebih kecil, bank syariah yang telah terpisah justru akan sulit berkembang. Setelah dipisah, bank syariah membutuhkan reinvestasi yang lebih besar untuk pengembangan kantor cabang dan manajemen. Karena itu, pemisahan dinilai tidak efektif untuk kinerja perbankan syariah. “Kalau bersama dengan bank induk, jelas modal bisa lebih besar. Dengan modal besar bisa mendorong perkembangan dibandingkan dengan ketika bermodal kecil setelah spin off,” ungkapnya. Pemisahan UUS dari bank induk diatur berdasarkan Undang-Undang Perbankan Syariah No 21 Pasal 68 Tahun 2008. Berdasarkan aturan itu, UUS yang dimiliki bank umum konvensional dengan nilai asetnya telah mencapai paling sedikit 50 persen dari total nilai aset bank induknya wajib melakukan pemisahan menjadi bank umum syariah (BUS). Aturan itu juga mewajibkan setelah 15 tahun sejak undang-undang itu berlaku, atau pada 2023 semua UUS harus sudah menjadi BUS. Menurut Riawan, pemisahan UUS dengan aset mencapai 50 persen dari bank induk sebenarnya akan memacu persaingan sehat. Akan tetapi, jika pemisahan telah dilakukan sementara modal UUS belum mencapai 50 persen justru memicu persaingan dengan bank konvensional. “Itu namanya mengadu anak dengan induknya sendiri,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menuturkan, undangundang perbankan syariah yang ada saat ini masih bersifat normatif. Undang-undang tersebut belum sampai mengatur masalah insentif bagi bank syariah baru yang dinilai bisa mendorong pertumbuhan. Sebaliknya, perbankan syariah di Indonesia justru dibebani dengan pajak ganda. Penghapusan pajak ganda baru

YOGI ARDHI/REPUBLIKA

Kalangan perbankan syariah menuntut adanya insentif berupa penghapusan pajak ganda. memiliki Malaysian Islamic Financial Committee yang memiliki hak menghapuskan pajak ganda. Bahkan, mereka mampu memberi insentif bagi bank syariah baru berupa penghapusan pajak korporasi selama sepuluh tahun. “Kita belum sampai ke sana (pemberian insentif),” ujarnya. ■ c01 ed: nidia zuraya

dilakukan untuk murabahah (jual beli). “Penghapusan double tax murabahah memang sudah keluar, tapi bagaimana dengan salam, ijarah, istishna? Ini bisa rancu kalau semua tidak dihapuskan.” Lantaran hal itu, perbankan syariah di Indonesia jauh tertinggal dibandingkan Malaysia. Menurutnya, Malaysia telah

WIHDAN HIDAYAT

PENJAJAKAN INVESTASI UEA: Dirut Bank Syariah Mandiri Yuslam Fauzi memberikan paparan kepada anggota delegasi UAE Islamic Financial Services saat berkunjung ke kantor pusat Bank Syariah Mandiri, di Jakarta, Rabu (19/10) malam. Dalam kunjungan bisnis ke Indonsia ini para delegasi yang terdiri dari pimpinan bank Uni Emirat Arab menjajaki peluang investasi.

JAKARTA — Sebanyak 30 investor dari Uni Emirat Arab (UEA) menjajaki peluang kerja sama di berbagai bidang termasuk perbankan syariah di Indonesia. Mereka berasal dari 20 perusahaan perbankan syariah UEA, delegasi dari pengusaha sektor industri ban, dan delegasi pengusaha industri penyulingan minyak kelapa sawit (CPO). Indonesia menjadi tujuan utama investor tersebut dengan melihat pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan, yakni 6,1 persen pada 2010. Selain itu, potensi pangsa pasar di Indonesia didukung dengan penduduk yang berjumlah sekitar 237 juta jiwa. Dari jumlah itu, 88 persen merupakan masyarakat Muslim. Faktor tersebut, menurut Konsulat Jenderal Indonesia untuk UEA Mansyur Pangeran, menarik perbankan syariah dari UEA untuk menjajaki kerja sama. Salah satu bank, yakni Abu Dhabi Islamic Bank, tertarik untuk berinvestasi di pasar keuangan syariah Indonesia. “Kita optimistis, mereka akan berinvestasi di perbankan syariah. Mereka mulai menjajaki investasi di perbankan sampai asuransi syariah,” ujarnya, Kamis (20/10). Untuk memudahkan kerja

Investor UEA Tertarik Perbankan Syariah RI
sama, para investor dipertemukan dengan berbagai pihak dari regulator hingga pelaku perbankan syariah. Mansyur mengatakan, para investor tersebut akan mempelajari regulasi investasi dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Keinginan kerja sama perbankan syariah dari UEA telah mendapat sambutan positif dari 11 bank umum syariah (BUS) di Indonesia. Investasi dari UEA tersebut ditargetkan bisa bernilai miliaran dolar AS. Selain perbankan syariah, investor juga tertarik menindaklanjuti rencana pembangunan pabrik ban di luar Jakarta, yakni wilayah Cikarang atau Karawang, Jawa Barat, dengan nilai investasi berkisar 90 juta dolar AS. Direncanakan pula pendirian pabrik penyulingan CPO di Riau dengan nilai investasi sekitar 100 juta dolar AS. “Untuk nilai investasi perbankan syariah, kita targetkan miliaran rupiah, tapi sejauh ini belum dibicarakan secara spesifik,“ ujarnya. Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menyambut positif rencana investasi dari para investor asal UEA di sektor keuangan syariah Indonesia. Regulasi perbankan syariah

telah cukup untuk menjaga aktivitas keuangan kondusif. “Perbankan syariah di Indonesia masih akan terus tumbuh dengan dukungan potensi pasar Muslim terbesar di dunia,” ujarnya. Instrumen investasi di pasar keuangan syariah berupa sukuk juga relatif besar. Bahkan, menurutnya, sukuk di Indonesia masuk dalam daftar penerbitan terbesar di dunia. Meski ada krisis, Halim optimistis, pasar keuangan syariah akan tumbuh. “Kita sudah siapkan untuk dampak krisis yang terburuk, tapi diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 ini bisa sampai 6,6 persen.” Dalam kesempatan sama, Chief Executive Officer Dubai Export Development Corporation Saed Al Awadi menyatakan, investor dari Dubai sangat tertarik berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, terdapat empat dari delapan bank dari UEA yang tertarik berinvestasi di Indonesia. Di antaranya adalah Abudhabi Islamic Bank, Dubai Islamic Bank, dan Al Hilal Bank. “Kita masih menjajaki kerja sama apa yang bisa dilakukan, yang jelas kerja sama ini akan didorong untuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan jasa,” ujarnya.
■ c01 ed: nidia zuraya

Class_Ad
RA LAT
Tertulis: 18 Oktober 2011 Seharusnya: 20 Oktober 2011 Demikian kesalahan kami perbaiki.

Iklan baris & Kolom
BANDUNG RAGAM HOTEL
LEMBANG ASRI RESORT , JL. KOL. Masturi km. 4 Lembang bandung,(022) 2787690/2787691,F:(022)2787891E:m arketing@lembangasri.hotel.co.id 1104/D0004 - 3 KOPRASI BAITULMAAL M.RC 5367 8458, 5494061 - 08128001438 Swkn APV, Inva,Sdan, lf15sit, Avz+Spr.25rb50rb /Jm min8&10jm.Trm Krjsm 1110/B0013 - 3

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011
ARSITEK & KONTRAKTOR,Terima Jasa Desain, Bgn baru/Renov Rmh Tggl, ruko,dll.Amanah & Tgg jwb. P'haji 0218214584/081298141425 1110/B0044 - 3 ARSITEK MUSLIM INSYA ALLAH Mendesign,Mel kskn Bgn Baru, Renov Rmh,Ruko,Masjid,Sklh ,dll. Biaya Mrh 02195268799, 085219221772 1110/B0066 - 3 CV.BATUWOKA DISAIN ARS (CAD) 5rb/m2,RAB,Rmh,Ruko,Msjd,sklh, dll.Pkt Gbr Krj+3D Free ,Urs IMB 200 rb:021-5325110/021-95493381 1110/B0045 - 3 NURSOBAH AQIQAH Sedia Kmbg mlai 600rb.Grts 50bk aqiqah, Nasi Box M. 6,5rb. 021-92394530 ,94585682, Depok. www.nursobahaqiqah.com 1110/B0025 - 3

16
1110/B0023 - 3

MLM
BEKERJA DR RMH PART TIME/Full Time Customer Care,Supervisor, www. add-income.tk

Menunjuk Pengumuman PT Jasa Medivest berkedudukan di Bandung, yang terbit di Harian Republika edisi Kamis 20 Oktober 2011 halaman 17, dengan ini kami meralat:

PEMBERITAHUAN PENGUMUMAN LELANG
KEDUTAAN UNI EMIRAT ARAB Menjual 1 Komp HP D530S,Layar LCD HPL 1502, Printer HP Laser Jet 6P, Printer HP Colour Laser 2550 ,Mesin Fotocopy Canon, Meja Kayu, Kursi. Penawaran dimasukkan ke dalam amplop tertutup, ditujukan ke Kedutaan

KARTU KREDIT
ANDA B'MSLH DG CC/KTA?Bntu Ttp dg cr Pemutihan/Tdk byr Gm Skl. CEPAT,TUNTAS, LEGAL, STC SENAYAN ASRIE 087880523323, 9723 1605 1110/B0039 - 3

PT.HDN BTH FREELANCE.Ngelem Kantong Teh Krj drmh(1box 250lbr) 1 box komisi 70rb,50 box 3,5jt. Bp. DIMAS 085647924444-97367778 1110/B0042 - 3 PT.HDN JAKARTA BIKIN Kantong Teh diBw Pul ang 1Box Isi 250lb,1B0x Upah 70Rb Bs Ambil Byk.Ibu Sundari 087888794625-99862820 1110/B0012 - 3

JAKARTA OTOMOTIF MOBIL DICARI
The Fastest WAY to learn Arabic
Jl. Jeruk Purut No.9 Cilandak Jakarta Selatan Telp : 021 78836417 Fax : 021 78847714 info@alifarabacademy.co www.alifarabacademy.com CHARYN MTR BL MBL BOX, truk, Bis, P.U, Sdn, Jip, Mbl Antik Kond Rsak, Nbrak, Sd Duplikat ttp Bl T. 08121256666-9133329-70728139 1109/B0067 - 3

ADA MSLH CC/KTA? STRESS DKJR Koltr! Disc 50%-90%/tdk mampu byr sm skli?Legal Sisil 91993993-Sarah 70338 299-Nadia 71475559 1109/B0044 - 3 KK/KTA ANDA B'MSLH? Tutup Tnp Bayar/Pemutihan Legal STC SENAYAN, DYAH 021980072776 / 02135 98 3789,0812878711917,085719941917 1110/B0040 - 3 TERJERAT HUTANG KK/KTA? Km bntu dlm sekejap (PEMUTIHAN)Dg Jlr HUKUM HUTANG LUNAS 100% Legal. AGUS 085693946602-021 98307477 1110/B0072

HOTEL
HOTEL MULAI RP.99RB,AC,TV,Hot Water,Paket Meeting Mulai 199Rb/ orang Tlp.0251-837 8658, 0251-83157 69 www.hotelpapaho.com 1110/B0050 - 3

Uni Emirat Arab Jl.Prof.Dr Satrio Blok C4 Kav.16-17 Kuningan Timur 12950 1110/B0071

PAKAIAN
*WWW.PASAR-TANAHABANG. COM ** Pusat Grosir Pakaian Murah .Bisa Pesan (Kirim) dar i(ke) selruh Indonesia. 0812-1048-3030 1110/B0052 - 3

KEHILANGAN
TELAH HILANG SERTIFIKAT Hak Milik 262 Lokasi Duren Seribu Sawa-

INDEKOST
KOST 1 KMR BISA 2ORG AC Split,Ex Fan,3 Bed,Rak TV,600rb/bl. Jelambar Jaya 3 No.30 Rt.7/2 33377705-33377 706-33377728 1110/B0008 - 3

MOBIL DISEWAKAN
ABADIKAN PERJALANAN ANDA VMM RENT CAR,Alphard,Ford,Everst, Innova, Avn,Pick Up, Kj Kapsul, Pan ther. Hub: 70111137,081210111137 1110/B0034 - 3 JASMINDO RENT CAR. AVANZA, Inova, APV, Grand Livina, Elf.Hrg Murah, Sopir Berpglmn.Hub: 021-70807300, 081287 38 700,087770047099 1110/B0062 - 3

ngan Depok a/n. WIDYASTUTI WS 1110/B0073

PERCETAKAN
TRIMA CETAK HRG PROMO Msn GTOV Rp 65Rb/ plat Olvr 258 Rp 70/ plat Toko,Mutlit Rp. 10Rb. Hub:Cipta Graphia Tlp. 92192747, 08158585 2675, 79192927 1110/B0019 - 3

PROPERTI ARSITEKTUR
*ARS ISLAM* PERNC. & PLKSANA (Baru, Renov, Perbaikan) Rmh. T ggl,Masjid,Pesantren, Ruko, dll.02158900258/HP.08161302166. 1110/B0016 - 3

RUMAH DIJUAL
PURI ARSAMA-DEPOK:CLUSTER, SHM, Lstrk Underground, Granit, TOTO, dll.Fee:PPn,AJB,BN&B PHTB Hrg std:36/90 350jt/ 45/120 450jt. Hub:021.26712700-081280880095 1109/B0063 - 3

KERJASAMA
www.danatunaijaminanbpkb.com, LsgCair 3d 100M,Bng0,3%/3,9% undur 45hr,ins awl bng hlng Platinum Blvd Brt Ry G.65.45851301-3 1110/B0061 - 3

PERHIASAN
STAR ARLOJI,BL JAM BKS/Berlian dg HrgTgg Rolex,Blgari,Omga, Breitling. TONY 3929079 , 08129455198 Apt Menteng Prada LtDsr No.2J 1110/B0041 - 3

RAGAM AGEN
FRESH RUTHOB SAUDI Hadir di Butik Thamra untuk Booking pemesanan segera hub kami di 02186903789 1110/B0026 - 5

KONSULTASI
CARA MUDAH BS TAHU,KENAL, dekat, bertemu Allah,dan mjd kekasih Allah 02174711546/ 08158824119/kajianliqaallah.webs.com 1109/B0060 - 3

SEKOLAH/KURSUS
BEASISWA SANTRI QURAN Tngkt SMP,cck utk Yatim/dhuafa/putus sklh dll, sljtny hub: Rumah Tahfidz Darut Tarbiyah T. 50283020 / 70732196/92983506 www.daaruttarbiyah.com 1110/B0043 - 3

LOWONGAN
NURUL FIKRI ENGLISH COURSE Bth Guru B.Inggris & Staff ADM.Syrt: Pend. Min.D3/S1,mahir Ms.Office, Ramah & Komunikatif. Krm Lmr & CV ke: recruitment@nf-english.com/ Jl. Margonda Raya 492D Depok 1110/B0070- 4

FRANCHISE
FRANCHISE SPA &SALON Muslimah Seluruh Indonesia untuk Informasi lebih lanjut hubungi: 08157617586 1110/B0037 - 3

KURSUS DAKWAH PLUS & DISALURKAN star 3 no p11 max.50org. Info www.pesantrenalqurankeliling. 1110/B0004 - 3 com T.7372340 -68262569/jam kerja

HEWAN KURBAN
AL ISHLAH AQIQAH SEDIA kambing siap masak & antar mulai 550rb/msk 250rb.gratis buku + sertifikat .hub: 7828680/081511398283 www.alishlahaqiqah.com 1110/B0006 - 4 AL AMIEN AQIQAH SDIA Kambing Mlai 600Rb msk aneka menu,grts ptg krm&50bk Risalah Aqiqah. 02175099 91-68434577-97734850 1110/B0035 - 3 AR RAHMAN AQIQAH 32049426/ 89589393 / 7535062 Sedia KambingMsk aneka Menu,Gratis Krm Ptng, 50Buku Aqiqah&Sovnr. 1110/B0036 - 3

TOUR & TRAVEL
AISYAHTOUR MELAYANI Tiket Domestik& Intl ,Umroh Spesial Feb 20-12 9hr Hny 14jt, 12 hr VIP 17jt 021-56985 757/081389837070 1110/B0058 - 3

ANDA MINAT KRJ? BTH CPT!! P/W 30-64th u/ Adm,Dlm Ktr,Pnsiunn,Ex PHK ,PNS,Ustad/Zah ,IRT.Inc Memuaskan. 081380608559,99161271 1110/B0069 - 3 DIBUTUHKAN GURU PRIVAT Perempuan khusus Al-quran dan Bhs Arab daerah Cipinang Muara Jakarta Tmr. Hub:33582083/08174983366 1110/B0067 - 3 DICARI ADM,WNT,LLSAN SMK

BALI YOGYA 8H 27DES 1,6JT all in.Bali 3h 840rb,umroh,Sw.Bis,jual tkt pswt 021.794 2352,7987322, 08168 43808 Miki 1109/B0031 - 3

TELEKOMUNIKASI ANTENA
DIGITAL ELEKTRO ANT TV Hy 100rb Dpt: 1 Ant Kbl+Jek+Psg.Prbola 1,5jt Camera CCTV 3,5 jt,Indvision TopTV Hub:56944411-70374447 1109/B0068 - 3 ANTENA SOLUTION 46753000, 561 81877,0001188 Antena100rb, Prbola ± 300ch 1,5jt/Tlkm/Indvsn, toptv. Skyindo Bs pril2-10TV Sjbdtbk 1109/B0081 - 3

Akuntansi Ditempatkan di Kantor Pejompongan Jakarta Pusat,Fax. 5745989, email: aprie_0404@yahoo.com 1110/B0064 - 4

kabar jabodetabek
:: sorot ::

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

17
C21

Bernostalgia dengan Soto Bogor Abdulloh

S

ajian itu sungguh menggiurkan. Potongan tomat merah segar berpadu dengan campuran daging sapi ditambah dengan taburan daun bawang dan bawang goreng dalam mangkuk. Ketika seorang pelanggan datang, mangkuk itu segera diguyur dengan kaldu panas yang lantas menguarkan aroma harum menggugah selera ke seantero ruangan. Tambahkan garam, lalu semangkuk soto bogor siap disantap. Untuk para penggemar soto bogor, tidak perlu melangkah jauh hingga ke Bogor untuk menikmati kuliner satu ini. Warga Depok, khususnya, cukup menyambangi wa-

rung soto bogor milik Abdulloh yang terletak di Jalan Margonda, Depok. “Letaknya pas di seberang Bank BNI,” ujar Abdulloh, sang pemilik. Seperti namanya, warung ini memang khusus menyajikan menu soto. Di warungnya, Abdulloh menawarkan tiga jenis soto. Ada soto daging, babat, dan kikil. Agar penikmat soto yang berusia lanjut pun tetap bisa menikmati soto bogornya, Abdulloh menyediakan dua jenis kuah soto: bersantan dan bening. Tinggal pilih mana yang disuka. Sebenarnya, soto bogor hampir identik dengan soto betawi. Hanya, yang membedakan adalah komposisi kuahnya. “Kalau soto betawi bi-

asanya pakai susu, sedangkan soto bogor pakai santan,” ujarnya. Buka setiap hari sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 16.00 WIB, warung Abdulloh ini selalu dipenuhi pengunjung. Sekitar 200 pengunjung selalu mampir ke warung soto ini. Artinya, tidak kurang dari 200 mangkuk soto selalu habis dalam waktu sembilan jam saja. Padahal, warung soto ini hanya berupa warung tenda yang sanggup menampung sekitar 20 orang. Tak aneh bila warung ini selalu tampak penuh. Belum lagi pemandangan antrean pembeli yang tidak kebagian tempat. Apalagi, harganya juga cukup

murah meriah. Seporsi soto bogor ditambah semangkuk nasi rata-rata dihargai Rp 15 ribu. Boleh dibilang sebanding dengan isinya yang berisi potongan-potongan daging sapi yang besar dan tanpa tambahan lemak sapi. Untuk menjaga kualitas soto, Abdulloh mempunyai resep yang pas untuk membumbui rasa kaldu sotonya. Komposisi inilah yang membuatnya mampu bertahan bertahun-tahun sejak memulai usaha ini pada 2004 lalu. Dia mengawali usaha soto bogor di Kota Depok dengan mengambil tempat di Pasar Lama, Jalan Dewi Sartika, lalu pindah ke kawasan

Pasar Kemiri. “Sekarang buka cabang di Margonda dan KSU Raden Saleh,” katanya. Seorang pelanggan soto bogor, Reta, mengaku tidak jarang mengajak keluarganya untuk makan di tempat Abdulloh. “Rasa sotonya co-

cok dengan lidah saya,” ujarnya. Tidak sedikit juga pensiunan pegawai pemda yang sengaja ikut makan di warung soto Abdulloh demi bernostalgia dengan rasa soto bogor buatan Abdulloh.
■ c21; ed: endah hapsari

AGUNG SUPRIYANTO

Pemilukada DKI akan Dipercepat
Rencana itu masih menunggu surat keputusan dari KPU Pusat.
KPUD DKI Juri Ardiantoro, Kamis (20/10). Ia menyebutkan, pihaknya memiliki beberapa pertimbangan untuk mempercepat jadwal pelaksanaan pemilukada ini, di antaranya adalah agar masyarakat tidak memiliki GAMBIR — Komisi Pemilihan Umum persepsi negatif bila berlangsung kampanye Daerah (KPUD) Provinsi DKI Jakarta beren- di bulan Ramadhan. “Kita nilai hal itu kucana mempercepat jadwal Pemilihan Umum rang etis. Lagi pula, misalnya, nanti ada Kepala Daerah (Pemilukada) DKI menjadi yang memberikan sedekah ataupun bantutanggal 11 Juli 2012. Percepatan ini dilaku- an-bantuan sosial, dikhawatirkan akan dikan lantaran pada jadwal semula, 8 Agustus anggap masyarakat sebagai money politic,” 2012, diperkirakan sudah memasuki bulan katanya. suci Ramadhan. Selain itu, ada pula kekhawatiran meNamun, rencana itu pun belum resmi ningkatnya jumlah masyarakat yang golput, berlaku. “Ini baru sebatas rencana karena karena malas datang ke panitia pemungutan belum keluar surat keputusan (SK) dari suara (PPS) untuk memberikan aspirasi KPU Pusat. Tapi, proses untuk memajukan mereka. jadwal ini sudah 90 persen, tinggal menunggu Juri juga menganggap, jika pelaksanaan tanda tangan pengesahan SK,” ujar Ketua pemilukada tetap dilaksanakan sesuai jadwal awal maka proses rekapitulasi suara, pengajuan gugatan terhadap hasil pemilukada jika ada, dan proses persidangannya di Mahkamah Konstitusi akan terbentur dengan Idul Fitri. Menurut Juri, keputusan jadwal pemilukada yang rencananya memGAMBIR—Rencana percepatan Pemilihan butuhkan anggaran Rp 250 miliar Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta ini akan diberikan pada Oktober, sepertinya membuat pasangan bakal calon gubermeski pihaknya masih memiliki nur dan wakil gubernur perseorangan, Faisal Basri waktu hingga Desember 2011. dan Biem Benyamin, terlihat senang. Dengan rencana percepatan jadwal Pemilukada 2012, dari Pengaruhi jadwal semula Agustus menjadi Juli, beban jumlah Percepatan jadwal pemungutdukungan yang harus ia kumpulkan pun dian suara ini, diakui Juri, tentunya pastikan berkurang. akan memengaruhi jadwal penyeMeski begitu, beberapa sistem yang akan dirahan berkas bakal calon gubernur terapkan dalam Pemilukada 2012 mendatang, dan wakil gubernur, baik perseodinilai Faisal, akan mempersulit dirinya sebagai rangan maupun dari partai policalon mandiri. Sesuai ketetapan Undang-Undang tik. No 29, bakal calon yang maju tanpa melalui jalur Juri berpendapat, pelaksanaan partai setidaknya harus mengumpulkan fotokopi pemilukada ini memang berbeda kartu tanda penduduk (KTP) dan tanda tangan dengan pemilu berskala nasional, sebanyak empat persen dari jumlah penduduk Jakarta. “Jika warga Jakarta ada sepuluh juta jiwa, setidaknya perlu 400 ribu tanda tangan dan fotokopi KTP,” ujar Faisal, Kamis (20/10). Ia bersama pasangannya, Biem, pun menyanggupi hal tersebut. Bahkan, kedua pasangan perseorangan ini optimistis mencanangkan gerakan setengah juta dukungan. Namun, selain itu, pihaknya juga harus memastikan semua orang yang mendukung mereka untuk maju ke pemilukada datang secara langsung untuk memberikan pernyataan dukungan di hadapan tiga orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang berada di setiap kelurahan. “Ini aturan kurang realistis, sebenarnya. Dalam tiga bulan ini saja, sebelum batas akhir penyerahan berkas dukungan, sudah ada yang mau memberikan dukungan. Tapi, untuk melakukan verifikasi, terlebih waktunya hanya dua minggu, atau 14 hari, itu merupakan hal yang sulit,” kata Faisal. Terlebih, dalam aturan yang diberlakukan oleh KPUD untuk verifikasi, tak bisa dilakukan dengan sampling atau dengan kuasa. “Kok ini gila bener, jika pendukung harus secara fisik datang. Saya salut dengan semangatnya untuk mempersulit perseorangan. Kami berharap, realistis sedikitlah. Dalam banyak hal saja kuasa dapat diberikan dengan mudah,” ujar Faisal lagi.

Rencana Jadwal Baru Pemilukada DKI
8-12 Februari 2012: Calon perseorangan atau independen harus sudah menyerahkan dokumen rekapitulasi dukungan. 14-27 Februari: KPUD dijadwalkan melaksanakan verifikasi dokumen dukungan untuk calon perseorangan. 28 Februari-5 Maret 2012: Rekapitulasi dokumen dan penentuan apakah calon independen layak atau tidak. 13-14 Maret 2012: Pengumuman
bakal calon pasangan gubernur dan wakil gubernur dari calon independen.

19 Maret 2012: Pasangan calon gubernur dan wakilnya, baik dari partai politik atau perseorangan, dapat mendaftarkan diri mereka untuk maju ke pemilukada. ■ sumber: diolah dari wawancara

Faisal–Biem Merasa Dipersulit

BUS TRANSJAKARTA MELEDAK: Petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada sebuah bus Transjakarta yang meledak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Pinangranti, Jakarta Timur, Kamis (20/10). Transjakarta rute Pluit––Pinangranti ini meledak saat mengisi bahan bakar, yang mengakibatkan tiga awak bus terluka.

Sekolah Nyaris Ambruk Disdik Belum Bertindak
BOGOR — Kendati telah berlangsung bertahun-tahun, sejumlah ruang kelas Sekolah Dasar Negeri 03 Bantar Kemang, Jalan Bantar kemang RT 02 RW 07 Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, tetap dalam kondisi rusak berat. Bahkan, atap tiga kelas telah ambruk menutup ruang belajar-mengajar. Alhasil, dari sepuluh ruang kelas yang ada, hanya tujuh kelas yang bisa digunakan sebagai kegiatan belajar. Kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sejak tiga tahun silam. “Tepatnya kerusakan sudah mulai terjadi pada 2008 lalu,” ujar Kepala Sekolah SDN Bantar Kemang 03 Suci Roswati. Menurut Suci, sejak dibangun pada1973 silam, belum ada bagian bangunan yang mengalami perbaikan. Kondisi ini tentu saja mengundang kekhawatiran terhadap keselamatan sekitar 350 siswa sekolah ini karena mereka harus belajar di bawah ancaman kondisi bangunan yang tidak layak. Dari tiga ruangan yang rusak berat, satu ruangan masih bisa dimanfaatkan sebagai kelas tambahan bimbingan belajar. Namun, kondisinya pun sangat pas-pasan, seperti tak adanya aliran listrik mengalir. Selain itu, dua ruangan lainnya dibiarkan tak terpakai karena dalam ruangan itu, atap yang roboh hanya disangga oleh batang-batang bambu. “Kami khawatir menimpa murid-murid,” kata Suci. Rusaknya tiga ruang kelas di SDN 03 Bantar Kemang, tentu saja menghambat aktivitas belajar dan mengajar. Pihak sekolah terpaksa mengatur jadwal belajar siswa dengan sistem shift. Suci mencontohkan, siswa kelas tiga dan empat baru bisa menjalani proses belajar bila siswa kelas satu dan dua selesai belajar sekitar pukul 10.00 WIB. Hal ini, menurut Suci, membuat proses belajar kurang efektif karena guru harus mengajar dengan terburu-buru. “Kami tidak ada pilihan, ruang kami terbatas,” katanya. Ironisnya, hingga kini belum juga ada pihak yang peduli untuk mengulurkan bantuan. Pihak sekolah, kata Suci, bukannya tinggal diam dengan kondisi ini, sudah lima kali mereka mengajukan proposal permohonan perbaikan sekolah ke Dinas Pendidikan Kota Bogor. Sayang, hingga lima tahun berlalu sejak proposal bantuan itu diajukan kali pertama, pihak sekolah belum juga mendapat tanggapan yang nyata. ■ c24; ed: endah hapsari

lantaran waktu yang dibutuhkan untuk persiapan lebih singkat. Walaupun mengaku tak cukup leluasa karena waktu jabatan pelaksana pemilukada sekitar tujuh bulan saja, ia memastikan, sebelum waktu itu juga pihaknya sudah melakukan persiapan. Meski begitu, hingga sekarang, Juri menuturkan, pihaknya belum mendapatkan data resmi mengenai jumlah penduduk Jakarta dan berapa jumlah masyarakat yang memiliki hak pilih. Ini menyebabkan KPUD DKI belum dapat menetapkan berapa jumlah daftar penduduk potensial pemilih (DP4) untuk Pemilukada 2012. Padahal, hal tersebut memengaruhi persentase jumlah dukungan yang harus dipenuhi calon independen untuk dapat maju ke Pemilukada DKI ini. Kalau asumsi Pemilukada dilaksanakan 8 Agustus 2012, jumlah penduduk, dikatakan Juri, mencapai lebih dari 7,4 juta jiwa. Namun, jika dimajukan menjadi 11 Juli 2012, Juri mengungkapkan, ada kemungkinan jumlah DP4 akan berkurang. “Kalau dimajukan, mungkin bisa berkurang hingga 40 ribu jiwa penduduk,” ujarnya.
■ c04; ed: endah hapsari

■ c04; ed: endah hapsari

kabar jabodetabek
:: metropol ::
Perda Penyandang Disabilitas Disahkan
KEBON SIRIH — Akses para penyandang cacat untuk mendapatkan pekerjaan kini terbuka lebar. Pemprov DKI Jakarta telah mengesahkan peraturan daerah yang melindungi para penyandang cacat atau disabilitas. Dengan begitu, perusahaan di Jakarta tidak ragu mempekerjakan mereka yang menyandang cacat. “Hal ini membuka akses bagi semua warga untuk dapat memperoleh pekerjaan. Paling tidak, satu persen dari karyawan perusahaan adalah penyandang cacat. Jangan sampai penyandang disabilitas gugur dengan sendirinya saat tes kerja hanya karena mereka disabilitas,” kata Triwisaksana, wakil ketua DPRD DKI Jakarta. Perda perlindungan penyandang disabilitas, menurut pria yang akrab disapa Sani ini, juga menempatkan penyandang cacat sejajar dan nondiskriminatif dengan jajaran lain. Tak hanya itu, hak-hak penyandang cacat pun terakomodasi dalam perda ini, di antaranya mencakup hak untuk memperoleh pendidikan. Selain perda bagi penyandang disabilitas, disahkan pula Perda Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan, Perda Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Perda Sekretariat Dewan Pengurus Korpri. Sedangkan dari Bogor, sebanyak 34 penyandang tunadaksa menerima bantuan kaki palsu secara cuma-cuma. Nanang, salah seorang penerima bantuan, mengaku senang mendapatkan kaki palsu. “Kalau pakai kaki palsu sepertinya lebih mudah bergerak dan tidak sakit,” katanya.
■ c04/c24

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

18

Bahan Baku Narkotika Dimusnahkan
KRAMAT JATI — Puluhan kilogram dan ratusan liter bahan baku serta ribuan butir narkotika dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). “Barang bukti narkotika ini didapat dari pengungkapan jaringan, di antaranya dari pabrik gelap narkoba di Sentul,” ujar Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigadir Jenderal Beny Mamoto. Kendati begitu, sebagian barang bukti tersebut disisihkan untuk

keperluan pendidikan dan pelatihan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pemeriksaan laboratorium. Dengan begitu, total bahan baku yang dimusnahkan sebanyak 275,39 liter dan 38,3 kilogram. Pelaksanaan pemusnahan dibagi menjadi dua. Pemusnahan cairan dilaksanakan di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, sedangkan pemusnahan kristal dan tablet dimusnahkan di kantor BNN. Pengungkapan bahan baku berawal dari penangkapan sepuluh orang tersangka di Apartemen Riverside Tower 1A, Jakarta Utara, pada 11 September lalu. Para tersangka

terdiri atas lima warga negara Cina, dua warga negara Taiwan, satu warga negara Malaysia, dan dua warga negara Indonesia. Tersangka diamankan karena diduga memiliki dan menggunakan sabu serta menyimpan bahan baku narkotika. Barang bukti yang ditemukan berupa 15,98 gram, lima buah bong, 20 unit telepon seluler, dan uang tunai Rp 10 juta. Setelah salah satu tersangka asal Cina, YCM, diperiksa, petugas menemukan pabrik narkoba di kawasan Bukit Permata Golf Mediterania 1 dan Mountain View Residence Sentul. ■ c27; ed: endah hapsari

DAMANHURI ZUHRI/REPUBLIKA

Kendaraan Masuk Jakarta Bertambah
Masyarakat disarankan menggunakan bus AKAP.
KEBON SIRIH — Pengurangan jadwal kereta rel listrik (KRL) rute Bogor–Jakarta diperkirakan menambah volume kendaraan yang masuk ke Jakarta. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Udar Pristono menuturkan, jumlah kendaraan yang menuju Jakarta diperkirakan 20 persen lebih banyak. “Kita prediksikan, masyarakat yang biasanya menggunakan kereta dari Bogor menuju Jakarta akan menggunakan kendaraan pribadi menuju tempat kerja mereka yang berada di Jakarta,” kata Pristono, Kamis (20/10). Untuk mengantisipasinya, Pristono menyarankan masyarakat menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Perjalanan menuju tujuan masing-masing lalu dapat dilanjutkan dengan menggunakan bus reguler atau Transjakarta. Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyiapkan armada alternatif berupa 29 bus pengganti KRL dengan jurusan Bogor–Jakarta. Puluhan bus yang dijadikan moda transportasi alternatif ini beroperasi dengan trayek Bogor-CawangDukuh Atas dan JakartaCawang-Gambir dengan tarif sekali jalan Rp 10 ribu. Salah seorang warga Bogor, Yani Muflida, mengaku meski tersedia alternatif transportasi pengganti, dia tak mau beralih alat transportasi. Untuk berangkat ke tempat kerjanya di kawasan Senen, ia tetap menggunakan kereta api. “Lebih sesak dari biasanya. Bahkan meskipun naik kereta AC, rasanya seperti naik kereta ekonomi biasa,” ujarnya. Tak hanya itu, ia mengatakan, banyaknya penumpang yang berebut naik. Kondisi yang penuh sesak membuat kereta yang memang sudah tidak nyaman saat jam berangkat kerja dan pulang kerja menjadi tambah tak nyaman lagi. “Bingung juga, kalau naik bus sudah bisa dipastikan macet sekali. Bisa telat sampai ke kantor. Tapi naik kereta sampai kantor sudah kucel karena desak-desakan,” katanya sembari tertawa. Memasuki hari kedua pelaksanaan pengurangan jadwal perjalanan kereta mulai terjadi penurunan volume penumpang kereta di Stasiun Citayam dan Depok. Berdasarkan data penumpang kereta di Stasiun Citayam, volume penumpang pada Rabu (19/10) mengalami penurunan sebanyak 717 penumpang dibandingkan Selasa (18/10). Total penumpang kereta di Stasiun Citayam pada 18 Oktober tercatat sebanyak 8.251 orang, sedangkan pada 19 Oktober tercatat 7.954 orang. Meski demikian, petugas data Stasiun Citayam, Harwoto, belum bisa mengatakan berkurangnya jumlah penumpang akibat pembatalan jadwal perjalanan kereta. “Baru satu hari, biasanya juga fluktuatif,” ujarnya. Pengurangan penumpang kereta juga terjadi di Stasiun Depok. Tercatat terjadi penurunan penumpang sebanyak 262 orang. Total volume penumpang pada Selasa (18/10) sebanyak 11.585 orang dan pada Rabu (19/10) berjumlah 11.324 orang. Petugas data Stasiun Depok mengatakan, pengurangan penumpang mungkin dikarenakan pengurangan jadwal. Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan alasan pasti pengurangan penumpang kereta. Meski terjadi pengurangan penumpang kereta, Stasiun Depok dan Citayam tidak melakukan kebijakan mengurangi penjualan tiket perjalanan kereta. “Sebab, kita punya stok tiket. PT KAI menyediakan tiket sebanyak-banyaknya,” ujar Herwoto.
■ c04/c21 ed: indira rezkisari

KUNJUNGI RST: Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (bersafari, tengah) didampingi Direktur Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa (RST-DD)
drg Imam Rulyawan MARS (paling kiri) Kamis (20/10) mengunjungi RST-DD di Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kaum Hawa, Waspadalah!

M

elaju di atas KRL memang pilihan yang bisa jadi paling masuk akal buat banyak orang. Ongkosnya terjangkau dan waktu perjalanannya relatif cepat. Berlama-lama karena macet tidak dikenal moda transportasi yang satu ini. Dalam KRL, penumpang perempuan harus waspada. Pelaku pelecehan seksual kerap mencari mangsa di atas KRL. Italia (18 tahun) mengaku beberapa kali diganggu oleh pelaku pelecehan. Sering ketika sedang berdesakan, sambil berdiri ada penumpang yang sengaja mendekatkan tubuhnya mengimpit Italia. Kemudian, dia menggesekgesekan kelaminnya ke bagian belakang tubuh Italia. “Mau teriak, nggak bisa. Paling pelo-

totin saja. Kalau ditegur kilahnya memang kereta sempit, malah kadang ada yang tertawa,” kata Italia. Mirip dengan yang dialami Ratih (19), pengguna kereta api jurusan Depok–Jakarta Kota. Dia juga tidak bisa berbuat banyak ketika mengalami pelecehan saat sedang berdesakan menggunakan fasilitas kereta di jam padat. Namun, Ratih dan Italia tidak pernah melaporkan hal ini pada yang berwajib. Gerbong khusus wanita pun dinilai keduanya tak banyak membantu. Beberapa kali mereka temukan ada satu atau dua lelaki menyelinap di gerbong itu. Belum lagi kapasitasnya yang selalu penuh. Meski ketika petugas datang, lelaki di gerbong perempuan biasanya akan diusir ke gerbong lain. “Pelaku pelecehan umumnya

melakukan hal seperti itu karena ada perasaan ingin mengendalikan orang lain,” kata Angesti Putri M Psi, psikolog Yayasan Pulih. Pelaku merasa si korban mudah dilecehkan dan bisa dia kuasai. Apalagi, perempuan memiliki karakter dasar yang tidak mudah marah. Itu membuat pelaku menjadi leluasa dan berani melakukan pelecehan. Meski bukan termasuk gangguan fungsi seksual yang serius, menggesekkan alat kelamin juga dikategorikan pelecehan. Sering kali orang abai karena menganggap kejadian ini lumrah mengingat kondisi angkutan umum yang demikian padat. Korban juga seringnya enggan melakukan pelaporan. Malu, takut, dan perasaan disangka membesar-besarkan masalah kecil hinggap di pikir-

an korban. Padahal, jika hal ini terjadi terus-menerus bisa menimbulkan dampak segera seperti perasaan takut, waswas, dan gusar. Aktivitas pun bisa terganggu. “Dalam taraf yang lebih ekstrem bisa menimbulkan trauma. Semua pihak harus waspada, jangan menganggap remeh hal ini,” kata Angesti. Makmur Syaheran, sekretaris perusahaan PT KAI Commuterline Jabodetabek, mengatakan belum ada laporan mengenai kasus pelecehan seksual dalam kereta. Khususnya di gerbong khusus wanita. Kalaupun ada, seharusnya penumpang langsung melaporkan kepada petugas dalam kereta. Tindakan tegas akan diberlakukan pada pelaku jika terbukti melakukan pelecehan. ■ c28 ed: indira rezkisari

ADITYA PRADANA PUTRA

TPST Cipeucang Terganjal Pembebasan Lahan
PAMULANG — Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Cipeucang masih terganjal masalah pembebasan lahan. Akibatnya, persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak kunjung tuntas. Piala Adipura pun dipastikan tidak akan diperoleh Pemerintah Kota Tangsel lantaran peringkat kota ini terus menurun. Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangsel Nur Slamet mengakui, soal keterbatasan dana menjadi masalah krusial untuk pembebasan lahan TPST Cipeucang. Sampai saat ini, dari keseluruhan luas 15 hektare (TPST) Cipeucang, Setu, dan Tangsel yang ditargetkan, baru tercapai dua hektare. Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie tidak menyangkal mengenai minimnya lahan di TPST Cipeucang. Meski begitu, pihaknya menegaskan sudah melakukan beberapa tahapan. Salah satunya, tahun ini pihak Pemkot Tangsel akan membebaskan lahan seluas 2,5 hektare. Setelah itu, pada 2012 Pemkot Tangsel akan kembali melakukan pembebasan lahan. “Kami akan lakukan secara bertahap,” kata Benyamin belum lama ini. Pemkot Tangsel juga mendapatkan bantuan sekitar sembilan miliar rupiah dari pemerintah pusat. Anggaran itu akan dikhususkan untuk pembebasan lahan sekitar TPST. “Kami tetap menargetkan, tahun ini TPST Cipeucang beroperasi. Perlahan, pembebasan lahan dilakukan bertahap,” ujar Benyamin. Sebelumnya, ketua Komisi D DPRD Tangerang Selatan Iwan Rahayu mengatakan, DPRD memberikan tenggat terkait pembangunan TPST Cipeucang. “DPRD memberikan tenggat hingga bulan November agar TPST Cipeucang dapat beroperasi jika kebutuhannya mendesak,” katanya. Namun, Wakil Ketua Dewan DPRD Tangsel Tb Bayu Murdani menilai, pengoperasian TPST ini tidak akan mencapai target pada akhir 2011. “Sulit tercapai tahun ini karena pembebasan lahan belum memadai,” ucap dia. Lantaran masalah sampah dan TPST Cipeucang yang berlarutlarut ini, Tangsel pun dipastikan tidak akan menyabet Piala Adipura. Pasalnya, pada tahun ini Tangsel turun ke peringkat kedua (67,34) setelah Kabupaten Lebak, setelah tahun sebelumnya ada di peringkat pertama (69,00). Penurunan peringkat Tangsel ini diduga terkendala pengelolaan kebersihan, baik fisik dan nonfisik. Kepala Balai Konsevasi dan Sumber Daya Alam Muhamad Isa mengungkapkan, untuk kendala fisik berupa kebersihan jalan, perumahan, perkantoran, pasar, sekolah, rumah sakit, situ, TPA, saluran terbuka, dan pengelolaan sampah. “Sementara itu, nonfisik berupa perda, alokasi anggaran, serta perencanaan pembangunan” ujar Isa. Isa menambahkan, belum adanya perda dan belum berfungsinya TPST Cipeucang menjadi hambatan yang cukup serius. Saat ini, sebagai langkah antisipatif penumpukan sampah, Pemkot Tangsel telah membeli sembilan unit truk sampah. Dengan adanya penambahan sembilan unit truk, kata Benyamin, maka yang akan beroperasi di Tangsel berjumlah 18 truk. Isa mengatakan, pihaknya juga terus melakukan perbaikan agar menggapai target memperoleh Piala Adipura pada 2013. “Saya optimistis, untuk periode 2012-2013 Tangsel mampu meraih Piala Adipura,” ujarnya. Ilham Azizi, seorang warga Ciputat, menganggap program Tangsel untuk memperoleh Piala Adipura tidak jelas karena sampah-sampah, baik berupa sampah pasar dan keluarga, masih menumpuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap. “Sampah ini saja belum diambil beberapa hari,” ujar Azizi. ■ c04; ed: endah hapsari

TOL GUSUR MAKAM: Pekerja membongkar sejumlah makam yang telah ada sejak
68 tahun lalu di Kompleks Pemakaman Cina, Petukangan, Jakarta Selatan, Rabu (19/10). Sebanyak 50 makam digusur untuk proyek jalan tol Lingkar Luar Jakarta yang membentang dari Kebon Jeruk hingga Ulujami sepanjang 7,8 kilometer.

Mengendurkan Saraf di Stasiun Kota

C28

P

eluang usaha bisa datang dari mana saja. Kapan saja. Kata siapa menikmati pijatan di atas kursi empuk cuma bisa terjadi di sudut pusat perbelanjaan yang nyaman dan sejuk. Di Stasiun Jakarta Kota, layanan yang sama juga ada, lho. Konon, mesin peralatan untuk pijat refleksi itu dapat membantu meringankan penyakit. Pilek, pegal, susah tidur, adalah sebagian penyakit yang katanya bisa disembuhkan dengan bantuan mesin pijat itu. Latif, penjaga peralatan pijat di Stasiun Jakarta Kota, mengatakan, pelanggan jasa pijatnya sudah cukup banyak. Katanya lagi, mereka yang pernah sekali mencoba dipijat biasanya akan kembali. Latif adalah operator mesin pijat tersebut. Pemiliknya tinggal di Surabaya. Selain Latif, ada tiga pekerja lain yang mengoperasikan mesin bermerek Advance ini. Satu mesin pijat harganya

mencapai Rp 14 juta. Kepada calon penumpang kereta Latif berpromosi. “Saya bilang silakan coba dulu, rasakan bedanya,” kata dia, Rabu (19/10). Tawaran Latif kerap disambut baik calon penumpang kereta. Untuk satu kali pijat tarifnya Rp 5.000 sampai Rp 15 ribu. Tarif ini meliputi dua jenis pijatan, yakni badan dan kaki. Jika ingin dipijat hanya di kaki, peminat cukup membayar Rp 5.000. Kalau badannya saja yang ingin dipijat, tarifnya Rp 10 ribu. Waktu pijatnya 15 menit. Menurut Latif, waktu selama itu pas untuk melakukan pijatan. Mereka yang ingin pijat lebih lama dipersilakan memperpanjang pijatannya. Maksimal hingga tiga kali. Berhubung pijatan ini letaknya di stasiun, beberapa pelanggan ada yang tidak bisa menghabiskan 15 menitnya. Kereta yang tiba-tiba datang kerap menjadi penyebabnya. Ada pula yang merasa

beberapa menit sudah cukup untuk merelaksasikan diri. “Suka ada yang ketiduran juga karena rileks banget,” kata Latif. Beberapa pengalaman menarik ditemui Latif selama menjadi penunggu mesin pijat refleksi. Kadang, ada turis Arab atau turis asing lainnya mampir mencoba layanan ini. Latif pun berkomunikasi ala kadarnya untuk membuat mereka mengerti fungsi dan kegunaan mesin. “Yang penting saya bisa bilang tarifnya dengan benar. Ten thousand itu sepuluh ribu,” kata Latif sambil tertawa. Pengalaman tidak enak juga pernah menghampirinya. Biasanya karena calon penumpang yang bersikukuh membuat penawaran yang tidak sesuai dengannya. Salah satu pelanggan mesin pijat refleksi ini, Wahyu, mengaku ketagihan dengan kenyamanannya. Seminggu

sekali dia pasti mampir untuk mengendurkan otot-ototnya yang tegang setelah dipakai bekerja selama sepekan.
■ c28 ed: indira rezkisari

pendidikan

REPUBLIKA JUMAT 21 OKTOBER 2011
MUSIRON/REPUBLIKA

19

:: dinamika ::

UNJ akan Ramaikan Ekonomi Syariah
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (FE-UNJ) menggelar seminar mengenai ekonomi syariah dengan tema Bridging Ideals and Realities towards Economic Development Sustainability in Emerging Islamic Economic Countries: Islamic Economics in Macro and Micro Perspectives. Acara tersebut diadakan di Ruang Sertifikasi Guru UNJ Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (11/10). Seminar tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Kolej Islam Darul Ridzuan (KISDAR) Malaysia, serta dihadiri oleh sekitar 150 mahasisiwa FE-UNJ dan 13 perwakilan negara. Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Sudan, Irak, India, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Iran, Qatar, Yaman, Maroko, Al Jazair, dan Oman. Masing-masing negara mengirimkan satu sampai tiga paper untuk dibahas pada seminar ini. Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Dr A Riawan Amin merupakan salah satu penyaji makalah dari Indonesia. Seminar ini merupakan langkah awal UNJ untuk membentuk program studi baru yaitu ekonomi syariah. “Untuk mendirikan program studi baru kita harus sering mengadakan seminar ilmiah yang berkualitas. Seminar ini merupakan langkah awal kami. Kami juga ingin mengembangkan ekonomi syariah. Hal itu mengingat besarnya animo masyarakat terhadap ekonomi syariah,” ujar Ketua Penyelenggara International Seminar And Conference On Islamic Economy 2011, Dra Nurahma Hajat M Si. ■ c 11, ed: irwan kelana

Sudah saatnya old style teacher ditinggalkan.
atematika ternyata masih menjadi ‘hantu’ bagi banyak siswa sekolah menengah pertama (SMP). “Matematika susah,” begitulah yang dikatakan Agastha Noor Riantika. Siswi yang kerap disapa Ria ini mengaku, matematika SMP jauh lebih sulit dibandingkan SD, terutama tentang aljabar. Selain materi yang lebih sulit, murid SMPN 116 Jakarta ini mengatakan, cara guru mengajar juga memberi pengaruh. “Kalau guru yang ngajar enak, mungkin jadi cepet ngerti. Tapi gurunya nggak enak. Terus temen-temen juga suka ribut, jadi tambah nggak ngerti,” jelas Ria yang sekarang duduk di kelas tujuh ini. Kesulitan anak dalam mempelajari matematika juga diakui ibu Ria, Sri Harbani. Wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ini mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan matematika sulit dipelajari anaknya. “Yang pertama, dari anaknya sendiri. Anak saya sepertinya memang agak sulit belajar matematika. Seluruh keluarga saya seperti itu. Jadi mungkin dia terpengaruh. Yang kedua, baru dari gurunya. Menurut saya, matematika kurang aplikasi dalam kegiatan sehari-hari,” kata Sri yang sekarang mengajar di SMPN 184 Jakarta. Menurut pengamatan Sri, dalam satu kelas yang berisi 30 sampai 40 murid hanya terdapat lima sampai 10 persen yang mengerti matematika. Hal ini dikarenakan materi matematika yang terkadang sulit diaplikasikan. “Matematika beda dengan IPS. Pelajaran IPS banyak aplikasinya, sedangkan matematika tidak semuanya bisa diaplikasikan. Selain itu kalimat matematika berbeda dengan kalimat biasa. Saat seperti ini guru matematika harus lebih kreatif supaya murid cepat paham,” ujar Sri. Guru yang harus kreatif juga dikatakan pengajar bimbingan belajar Kartika Dwi Hapsari. Wanita yang kerap disapa Tika ini mengatakan, guru yang kurang komunikatif merupakan alasan terbesar murid-muridnya mengambil les. “Sudah saatnya old style teacher ditinggalkan. Guru matematika harus lebih kreatif dan komunikatif. Karena tidak semua murid bisa langsung paham,” ujar Tika. Untuk memahami matematika, diperlukan interaksi antara guru dan murid. Old style yang dimaksud Tika adalah cara mengajar yang tidak ko-

M

IBARAT BONGKAR PASANG
munikatif. Tika mengumpamakannya seperti guru berbicara pada papan tulis. Gaya mengajar seperti ini tentu tidak mengakomodir kebutuhan siswa. Menurut Tika, seorang guru harus tahu sampai di mana muridnya paham materi yang disampaikan. Karena itu, seorang guru harus sering memberi latihan soal. Latihan soal memungkinkan guru berinteraksi kenapa siswanya kesulitan dalam suatu materi. “Matematika itu seperti bongkar pasang. Cara ngerjainnya tidak dengan satu cara, tapi bisa berbagai cara. Tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Latihan akan meningkatkan pengalaman murid. Kalau sering mengerjakan soal, maka ’jam terbang’ siswa bertambah,” tutur Tik. Ia menambahkan, melalui latihan soal, siswa juga tidak perlu menghapal banyak rumus. Karena pada dasarnya matematika hanya terdiri atas satu rumus dasar. “Sisanya dari pengembangan rumus dasar,” terang Tika. Setelah mengoreksi latihan soal, guru akan mengetahui titik lemah siswa menghadapi matematika. “Titik lemah ini akan menjadi olahan untuk meningkatkan kemampuan siswa,” ujarnya. Tika juga menyarankan dibentuk kelompok belajar. Satu kelompok beranggotakan lima orang. Metode ini akan mempermudah guru memantau siswa. Tika mencontohkan dalam suatu kelas les di mana jumlah siswa paling banyak dua puluh orang. Tika mengatakan apabila hal ini dilakukan mungkin les matematika tidak diperlukan lagi. Kunci pemahaman matematika terletak pada seringnya anak latihan soal. Melalui latihan dan pendampingan dari guru, seorang anak bisa mengerti matematika. “Yang penting jangan biarkan anak belajar sendiri. Pendampingan tetap diperlukan. Terutama pada materi yang terbilang sulit pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti aljabar,” ujar Tika. Ditemui di lain kesempatan, Nila Sari, seorang guru matematika SMP mengatakan, kerja sama murid dan guru diperlukan untuk bisa paham matematika. “Percuma kalau gurunya sudah antusias tetapi muridnya tidak,” ujarnya. Saat ini Nila tercatat sebagai guru matematika di SMP Islam Terpadu Avicenna, Bekasi. Sehari-hari Nila mengajar kelas satu sampai tiga di SMP tersebut. Jumlah kelas yang dia tanggung adalah lima. Dalam satu kelas terdapat 20 sampai 30 siswa, dengan rata-rata tujuh jam pelajaran seminggu Nila mengatakan dia tidak kesulitan menangani hal ini karena kondisi kelas yang cukup kondusif. Pada saat belajar anak-anak di kelas cenderung diam menyimak. Kalaupun ada yang berbicara paling hanya satu sampai dua orang. Nila mengaku masih bisa memaklumi hal ini. “Maklum masih SMP,” katanya. Jumlah siswa, menurutnya, tidak selalu menentukan keberhasilan pengajaran matematika. Dia merujuk pada pengalamannya mengajar di sekolah swasta beberapa waktu lalu. Di sekolah tersebut hanya terdapat 30 siswa dalam satu kelas. Tapi, karena murid kurang antusias, materi tidak bisa tersampaikan dengan baik. Hal

MATEMATIKA

itu tentu lebih sulit dibanding mengajar 30 siswa yang semuanya antusias. Guru yang berhasil, menurutnya, adalah yang interaktif. “Sepanjang murid bisa tenang mengikuti dan memberi reaksi itu pertanda baik. Karena paling tidak mereka mendengarkan. Sedangkan paham atau tidak bisa dibangun lewat latihan,” tegasnya. Nila mengemukakan, membuat murid mendengar adalah hal yang paling penting. “Pada saat itulah dituntut kreativitas guru untuk menarik perhatian muridnya,” ujarnya.

Lebih kreatif, lebih asyik
“Sekarang sudah nggak zaman old style, harus kreatif,” kata Nila. Untuk membuat muridnya tertarik, berbagai metode dicobanya. Salah satunya melalui berbagai permainan dan kuis matematika. Dia juga tidak segan mengajak muridnya belajar di luar kelas, untuk berganti suasana. Untuk metode kuis, Nila terinspirasi guru matematika saat dia bersekolah di SMA. Setiap murid diperintahkan menyiapkan selembar kertas. Kemudian dia akan memberi soal yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Siswa yang selesai lebih dulu boleh mengumpulkan hasil kuisnya, sedangkan yang melebihi waktu tidak boleh mengumpulkan walaupun hasilnya benar. Melalui kuis Nila akan tahu pada materi mana siswanya mengerti benar, setengah mengerti, mengerti tapi butuh waktu lama, atau tidak mengerti sama sekali. Nila juga rutin memberi contoh dalam mengajarkan suatu materi. Dalam pengajaran aritmatika sosial, dia mengajak muridnya bermain jual beli. Jual beli ini dilakukan dengan menggunakan uang sungguhan. Melalui jual beli dia mengajarkan apa itu lusin, gross, kodi, atau rim, sekaligus bagaimana menghitungnya dengan cepat dan tepat. Namun, Nila mengatakan tidak semua materi bisa mudah diajarkan. “Misalnya aljabar. Kalimat matematika 2x + 3y biasanya diajarkan lewat perumpamaan. Tapi tidak semua murid cepat mengerti. Dua pensil tambah dua pulpen tidak mungkin jadi empat pensil dan pulpen, walaupun tetap ada yang menjawab begitu,” paparnya. Menghadapi ini Nila membentuk kelompok belajar. Satu kelompok beranggotakan lima orang mengerjakan satu soal bersama. Kemudian jawabannya harus dicari di suatu tempat. Cara ini cukup ampuh meningkatkan atensi siswa terhadap aljabar. Tips lain dari Nila adalah tidak pelit pujian. “Anak SMP senang dipuji. Saya menuliskan kata-kata seperti excellent, good, perfect pada kertas ulangan atau kuis mereka. Anak-anak sangat menyukainya,” tutur Nila. ■ c 11, ed: irwan kelana

Unas Wisuda 847 Sarjana
Universitas Nasional (Unas) dan Akademi-Akademi Nasional kembali meluluskan para mahasiswanya. Pada wisuda kali ini lulus sebanyak 847 wisudawan dan wisudawati. Acara ini merupakan wisuda sarjana periode II tahun akademik 2010/2011, sekaligus dies natalis ke-62. Acara tersebut diadakan di Jakarta Convention Center Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (11/10). Para peserta wisuda berasal dari sembilan fakultas dan 35 program studi. Ditambah satu sekolah pascasarjana. Gelar wisudawan terbaik jatuh pada Ismalia dari Fakultas Bahasa dan Sastra dengan IPK 3,97. Diikuti oleh Fitriana Megasari dari Akademi Pariwisata Nasional dengan IPK 3,83; Fajar Dwi Krisnanto dari Fakultas Ekonomi dengan IPK 3,82; Retno Palupi dari Akademi Akuntansi Nasional dengan IPK 3,82; Rani Ekasari dari Akademi Bahasa Asing dengan IPK 3,81; dan Heryu Nandiasa Fathonah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan IPK 3,80. Sedangkan di Fakultas Teknik dan Sains, gelar lulusan terbaik jatuh pada Ais Prihaningrum dengan IPK 3,77; Achmad Fauji dari Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika dengan IPK 3,76; Subhan dari Fakultas Hukum dengan IPK 3,71; Angga Sulaiman dari Sekolah Pascasarjana dengan IPK 3,67; dan Amelia dari Fakultas Ilmu Kesehatan dengan IPK 3,54. Pada wisuda kali ini hadir Rektor Unas, Drs El Amry Bermawi Putera MA; Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah III, Prof Dr Ilza Mayuni MA; serta Senat dan Majelis Guru Besar Unas. Sebagai keynote speaker hadir wakil presiden perode 2004 sampai 2009, Jusuf Kalla, yang menyampaikan pidato berjudul ’Pengangguran dan Kemiskinan; Masalah dan Alternatif Jalan Keluar.’
■ c 11, ed: irwan kelana

:: program ::

Kids Festival Wujud Cinta Anak Indonesia
A
lifa Kids Centre akan mengadakan perhelatan akbar bertajuk Kids Festival and Education Fair 2012. Peluncuran kegiatan tersebut yang didahului dengan performing art, diadakan di Jakarta, Selasa (18/10). “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kecintaan kepada anak-anak Indonesia, sekaligus sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi bangsa. Anak-anak harus diberikan perhatian yang serius, karena merekalah yang nanti akan menjadi pemimpin bangsa ini,” tegas Pembina Kids Festival, Dr Briliantono MS SpOT. Kids Festival and Education Fair 2012 (Kids Festival) yang akan digelar di Jakarta, 21-29 Januari 2012 , menyajikan beragam kegiatan, mulai dari lomba mewarnai, festival tari, kontes yoyo, workshop memasak untuk anak-anak, workshop membuat film pendek, festival film pendek, dan lomba resensi. Selain itu, film pendek, outbond, futsal, sulap, mendongeng dan sebagainya. “Kami juga mengadakan seminar dan talkshow bersama pakar-pakar pendidikan untuk orang tua dan guru. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi outing class bagi anak-anak kita,” kata Ketua Panitia Pelaksana Kids Festival, Hj Eka Putri Handayani. Peluncuran kegiatan tersebut dihadiri oleh sponsor utama, Bank BNI Syariah, juga penerbit buku anak, produsen mainan edukatif untuk anak-anak, serta media cetak dan elektronik yang menjadi media partner Kids Festival. Executive Vice President BNI Syariah, Kukuh Rahardjo sependapat dengan Briliantono. “Anak-anak itu idola kami. Oleh karena itu kami sangat mendukung apa yang dilakukan panitia Kids Festival dengan cara bersedia menjadi sponsor utama,” tuturnya. Kegiatan Kids Festival ini juga disambut gembira dan didukung oleh Ketua Ikapi DKI Jakarta, Efi Afrizal Sinaro. “Kegiatan edukatif untuk anak-anak memang harus digiatkan. Agar anak-anak sejak kecil sudah mendapatkan nilai-nilai kebajikan. Kids Festival merupakan salah satu wahana untuk menanamkan nilai-nilai kebajikan pada anak-anak kita,” tutur Afrizal yang juga direktur utama penerbit Al-Mawardi Prima. Kegiatan peluncuran Kids Festival, yang diakhiri dengan undian pemilihan stand, berlangsung penuh keceriaan. Panitia putra mengenakan topeng warnawarni, sedangkan panitia putri memakai mahkota. “Suasana ini sengaja dibangun untuk menguatkan kesan bahwa Kids Festival ini memang ditujukan untuk anak-anak,” tutur anggota panitia, Dwi Bagus MB. ■ irwan kelana

ALIFA KIDS CENTE

khazanah

REPUBLIKA

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

20

FOTO-FOTO: MUSLIMHERITAGE.COM

Oleh Indah Wulandari

Pengetahuan Muslim tentang geografi dan pelayaran membantu mereka mampu berlayar.

T

eori tentang bumi silih berganti bermunculan. Cendekiawan Muslim seakan saling menguatkan dan mengoreksi terhadap teori yang telah ada. Pakar geografi dan seorang penjelajah, Ahmad bin Umar bin Rustah, misalnya, menyampaikan teorinya bahwa bumi berbentuk bulat. Ia memproklamasikannya pada pertengahan 890 Masehi. Dengan keyakinannya itu, ia menggambarkan bumi bak bola raksasa dengan satu titik sebagai poros benda angkasa. Di tengah bola raksasa dipenuhi udara. Pada masa berikutnya, pendapat yang sama disampaikan cendekiawan Muslim lainnya, seperti Ahmad bin Muhammad bin al-Faqih alHamadhani, Ubayd Allah bin ‘Abd Allah bin Khurradadhbeh, dan Abu al-Hasan ‘Ali alHusayn bin ‘Ali Mas’udi. Teori tadi juga dibuktikan dengan sebuah fakta. Jika seseorang berjalan dari sebuah titik, dia bakal kembali ke titik di mana dia bermula. Dalam kitab Taqwim al-Buldan karya Abu’l-Fida (wafat 1331 M), diungkapkan tentang eksperimen serupa. Terdapat tiga orang yang bepergian dari sebuah titik menuju ke arah timur, barat, dan menuju titik semula. Ketiganya kembali ke titik yang telah ditentukan dengan varian waktu berbeda. Orang yang bepergian menuju arah timur

akan sampai lebih cepat sehari dari rekannya yang menuju ke arah barat. Hasil ini dilihat berdasarkan terbit dan tenggelamnya matahari. Pola kerja matahari ini sebenarnya telah disebutkan al-Biruni dalam kitab Jamahir. Al-Biruni menyebutkan, dua kutub matahari yang terletak di beberapa wilayah tidak terbit selama enam bulan secara terusmenerus. Berbagai teori tadi terus dikuatkan oleh banyak kenyataan dan pelayaran. Saat pasukan Muslim tiba di kawasan Spanyol pada 646 M, mereka melihat ujung Lautan Atlantik. Berbagai eksplorasi kemudian dilakukan Muruj adh-Dhahab pada 956 M. “Di tengah kabut lautan (Atlantik) menyimpan banyak misteri bagi para penjelajah,’’ ujar Dhahab. Salah satunya, sebuah tempat yang disebut sebagai titik Akhbar azZaman yang kini telah lenyap. Di tempat itu, banyak petualang yang berjuang mempertahankan hidupnya. Kejadian ini menimpa petualang asal Kordoba, Khashkhash, yang pernah berlayar bersama sekumpulan pemuda menyusuri gugusan laut ini. Setelah bertahun-tahun, dia kembali dengan perahunya. Catatan perjalanan menarik lainnya ditulis Idrisi yang wafat pada 1166 M dalam karyanya, Nuzhatul Mushtaq. Dalam buku yang diterbitkan di Paris ini, dia menceritakan perjalananya. Menurut dia, sang nakhoda kapal ialah seorang Muslim bernama Ali ibn Yusuf ibn Tashfin. Dia mengirim seorang perwiranya, Ahmad ibn Umar alias Raqsh al-Auzz, untuk menggempur pulau di Lautan Atlantik. Malangnya, dia wafat sebelum berhasil melaksanakan tugasnya. “Di antara kabut lautan itu, tak ada yang bisa memastikan apa saja yang berada di sana,” imbuh Idrisi. Selain buram oleh kabut, ombak Atlantik sangat besar dan berbahaya. Begitupun karakter anginnya yang kencang. Hal ini membuat tak ada satu pun navigator kapal yang nekat melintas di sekitar karang-karangnya. Petualang lainnya, Mugharrarin, melaporkan dari persinggahannya di Lisbon, dia mencoba melintasi kabut Atlantik. Pasalnya, dia penasaran dengan keberadaan pulau-pulau di gugusannya. Dia memenuhi kapal dengan

berbagai kelengkapan makanan dan minuman yang cukup untuk beberapa bulan. Dia membawa serta delapan awak kapal andal. Strategi berlayarnya berdasarkan arah angin bertiup. Jika angin timur berembus, mereka bakal mengikutinya hingga 11 hari lamanya. Berkat ketekunannya, mereka mencapai bagian laut yang berombak keras, rumput lautnya bertebaran, dan penglihatan yang terhalang kabut.

Tuntas mengelilingi bagian ini, mereka kembali berlayar ke arah sebaliknya. Mereka menuju ke selatan selama 12 hari. Akhirnya, mereka tiba di sebuah pulau yang dipenuhi kambing. Mereka juga menemukan sumber mata air dan pepohonan. Bahkan, kelompok ini sempat menikmati daging kambing yang liat. Setelah itu, mereka kembali berlayar untuk menemukan pulau lainnya. Walhasil, ada sebuah pulau yang dinilai masih bisa ditinggali dan bisa dibuat bercocok tanam. Tapi, tak selamanya mereka bisa hidup stabil. Kapal mereka juga pernah terjebak di antara karang. Sang navigator mengaku melihat sejumlah penduduk di pulau terdekat. Mereka berkulit merah dan berambut lurus. Kaum perempuannya berparas sangat cantik. Mereka pun memutuskan untuk berdiam di sebuah rumah di tengah perkampungan selama tiga hari. Di hari keempat, seseorang mendatangi mereka dan mengajak berkomunikasi dalam bahasa Arab. Dia bertanya keperluan rombongan tersebut. Pria berbahasa Arab itu mengaku sebagai penerjemah penguasa setempat. Kelompok penjelajah ini pun digiring menemui sang pemimpin wilayah. Sambutan sang pemimpin pun hangat. Bahkan, dia bercerita jika ayahnya juga seorang petualang yang mencoba menguak misteri gugusan kepulauan Atlantik pula. Sang raja pun menyemangati mereka untuk meneruskan perjalanan berdasarkan petunjuk embusan angin. Kenyataan lain menyambut kelompok pelayar Muslim ini. Saat para pribumi mempersiapkan kapal, mata mereka ditutup. Mereka membawa rombongan ini berlayar sekitar tiga hari dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Mereka pun diinterogasi tentang kepentingan pelayaran mereka, asal, serta tujuan pelabuhannya, Asafi Maroko, yang ditempuh selama dua bulan perjalanan laut. Kisah dari Idrisi ini mengungkap jika rombongan ini telah berhasil masuk Casablanca (Dar al-Baida) dan Essaouira (Mogador).
■ ed: ferry kisihandi

CATATAN AL-UMARI
Oleh Indah Wulandari

J

ejak rekam perjalanan petualangan Atlantik lainnya dikisahkan oleh Ibnu Fadlullah al-Umari (wafat 1348). Pembuat ensiklopedia Masalik Al-Absar ini menerangkan secara perinci tentang suku yang tinggal di pulau-pulau gugusan Atlantik. Menurutnya, di Mali Utara, yang dianggap sebagai salah satu rangkaian yang ada di Atlantik, tinggallah bangsa berkulit putih. Suku ini disebut Antasar, Yantar’aras, Meddusa, dan Lemtuna. Al-Umari sempat bertanya kepada sang pemimpin tentang pola kepemimpinan suku tersebut dan dijawab tampuk kepemimpinan ditentukan secara turun-temurun. Saat al-Umari menceritakan perjalanannya, banyak orang terkagum-kagum karena mengetahui medan berat yang yang harus ditempuh. Ia harus menghadapi terjangan ombak yang menenggelamkan rombongan kapal di depannya. Tapi, sang pemimpin tak percaya. Saking penasarannya, dia mengutus al-Umari berlayar dengan 200 buah kapal yang dipenuhi awak. Di dalam kapal tersebut dipenuhi pundi-pundi emas, air, dan keperluan lain yang cukup sebagai bekal beberapa tahun. Dia berpesan kepada sang perwira agar tak kembali jika belum melampaui berbagai tantangan. Namun, hanya satu kapal yang berhasil kembali. Menurut Foundation for Science, Technology, and Civilisation dalam tulisannya, Echos of What Lies Behind the ‘Ocean of Fogs’ in Muslim Historical Narratives, mengungkapkan, fakta lain telah bermunculannya pelaut Muslim berasal dari catatan Columbus. Dia mengatakan bahwa ayahnya belajar ilmu pelayaran di Genoa dari seorang pelaut Muslim. Sang pelayar itu bersauh menuju India dengan melewati jalur timur dan melewati kepulauan di barat Eropa. Para ahli pun menemukan bukti penguat lainnya, yakni bahasa suku Indian yang berkulit merah mirip dengan akar bahasa Arab. ■ ed: ferry kisihandi

dompet dhuafa
:: asah ::
Oleh M Arifin Purwakananta Direktur Komunikasi dan Sumber Daya Dompet Dhuafa

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

21

Kurban Bukti Cinta

Ayo Sadar Bencana!

I

B

agi orang Indonesia, bencana bukanlah sesuatu yang asing di telinga. Kata ini hampir setiap hari kita dengar, bahkan kita saksikan peristiwanya. Hampir setiap bulan kita disuguhkan informasi berbagai musibah yang terjadi di berbagai wilayah di Tanah Air. Seperti kita ketahui, negeri yang kaya raya dengan sumber daya alam dan budaya ini berada di persimpangan jalur api dunia dan pertemuan dua lempeng utama bumi. Dunia ilmu pengetahuan menyebutnya ‘Ring of Fire’, Cincin Api. Negara kita juga berada di atas cincin api paling aktif di dunia. Sehingga tidak aneh kalau secara alamiah bencana sering terjadi di negeri kita. Setidaknya ada delapan ancaman bencana yang selalu mengintai negara kita, mulai dari gempa bumi, tsunami, angin ribut, letusan gunung berapi, tanah longsor, kekeringan, banjir, hingga epidemik penyakit menular. Sayangnya, kenyataan alamiah ini tidak dibarengi dengan kesadaran yang tinggi dari masyarakat dan pemerintah. Meskipun di beberapa daerah ada kekayaan tradisi lokal yang turut membantu dalam meminimalkan dampak korban ketika bencana datang, setiap kali bencana datang, pemerintah seringkali gagap dan lambat menangani. Korban jiwa pun banyak berjatuhan. Di sisi lain, kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi dampak kerugian yang besar akibat bencana dirasakan masih kurang. Bencana tidak bisa dicegah, karena bencana adalah fenomena alam. Tapi kesigapan pemerintah dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat tentu akan berdampak pada antisipasi yang maksimal untuk menghindari kerugian yang besar dan jatuhnya korban jiwa yang banyak. Masih hangat dalam memori kita, selama Oktober tahun lalu, tiga bencana silih berganti ‘singgah’ melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Banjir bandang menerjang masyarakat di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat; gempa berkekuatan 7,2

SR yang menggoyang Kepulauan Mentawai; dan letusan Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menyemburkan awan panas dan debu. Ketiga bencana itu terjadi dalam satu bulan bersamaan. Lebih dari 500 orang melayang jiwanya, ribuan orang terluka, dan tempat-tempat pengungsian yang dipenuhi puluhan ribu jiwa. Belum lagi kerugian harta benda dan hewan ternak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sejak tahun 1629 hingga tahun lalu atau dalam kurun waktu 381 tahun, tsunami sudah terjadi sebanyak 171 kali di Indonesia. Data BNPB juga menyebutkan 84 persen kawasan Indonesia rawan bencana, di mana 80 persennya merupakan bencana ekologis. Malangnya, jika kita perhatikan secara kuantitas data korban, setiap kali bencana terjadi, masyarakat marjinal selalu menjadi korban yang paling banyak. Ditetapkannya Oktober sebagai bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB), seharusnya menjadi pemicu untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam mengantisipasi bencana. Hari PRB menjadi penting bagi Indonesia, karena negeri ini tidak pernah sunyi dari bencana, baik yang berskala lokal ataupun nasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan peringatan PRB sedunia yang selalu jatuh pada Rabu kedua setiap Oktober. Sebagai lembaga sosial kemanusiaan, Dompet Dhuafa tidak pernah pasif dari berbagai aksi dan kegiatan penanganan bencana, melalui jejaring Disaster Management Center (DMC). Namun aksi ini akan lebih baik bagi pengurangan berbagai resiko bencana ketika masyarakat dan pemerintah kita juga mempunyai kesadaran yang sama. Kesadaran ini dibuktikan dengan pembentukan sistem penanganan dan pengurangan bencana yang terpadu. Mari tingkatkan kesadaran kita terhadap bencana! ●

nsya Allah pada 10 Dzulhijah 1432 H atau 6 November 2011 yang akan datang, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha, atau sering disebut sebagai hari raya akbar. Disebut akbar, karena Idul Adha adalah hari di mana dua momentum besar dalam Islam, yakni haji dan kurban bertemu. Dua momentum sejarah dan ibadah yang mengandung nilai ketakwaan vertikal dan kesolehan horizontal. Sangat disayangkan, ritual tahunan ini selalu dipersepsikan sebagai ‘pesta’ an sich oleh kebanyakan umat Islam. Hanya sekedar mengeyangkan perut ‘orang lapar’ yang jarang memakan daging, tidak jarang pembagian daging kurban malah memicu kericuhan dan kegaduhan, sehingga makna kurban sebagai perekat persaudaraan menjadi hilang. Tidak jarang pula orang yang semestinya menikmati daging kurban malah tetap ‘kelaparan’ karena distribusi daging kurban tidak merata. Lebih dari sekedar ungkapan rasa syukur kepada Allah swt, kurban substansinya adalah ekspresi pengabdian, pengorbanan dan kecintaan kepada Allah SWT, ungkapan cinta kasih dan simpatik kepada kaum lemah. Dikatakan demikian, karena ibadah kurban tidak sama dengan upacara persembahan atau penyembelihan hewan dalam agamaagama lain. Syariat Islam menegaskan, daging kurban tidak untuk sesajen, dilemparkan ke laut, atau dipersembahkan pada altar pemujaan, melainkan dibagikan kepada sesama muslim, terutama orang-orang lemah yang jarang menimati kenikmatan dan kelezatan hidup. Seperti pesan Allah SWT, ”Lalu makanlah sebagian dari dagingnya dan beri makanlah (dengan bagian yang lainnya) orang fakir yang sengsara.” (QS AlHaj: 28). Dalam ayat lain, Allah SWT berseru, “Daging-daging dan darah unta yang disembelih untuk kurban itu, sama sekali bukan untuk mencapai (keinginan) Allah, tetapi dengan ketakwaan kamu itulah yang akan mencapai (keridhaan) Allah. Demikianlah Allah memudahkan hewan sembelihan itu, supaya kamu mengagungkan Allah berupa hidayah-Nya kepadamu.” (QS Al-Hajj: 37). Sejatinya ibadah kurban dapat melatih kaum muslimin untuk menebalkan rasa kemanusiaan, menghidupkan nurani, dan mengasah kepekaan terhadap kondisi lingkungan

sekitar. Sudah selayaknya jika kurban tidak dimaknai sebatas “pesta daging” yang diadakan setahun sekali. Melainkan, ibadah kurban adalah ibadah yang mengingatkan kita tentang arti sebuah pengorbanan cinta di jalan Allah. Kurban adalah wujud cinta di atas cinta. Karena kita cinta kepada Allah, maka kita pun cinta kepada Rasul-Nya, kaum muslimin, dan orang-orang miskin. Karena itu, Idul Kurban selain bentuk wujud kecintaan kita kepada Allah, secara langsung juga merupakan bukti kecintaan kita kepada saudara seiman kita, bahkan secara luas kepada seluruh umat manusia. Dari perspektif lain, kurban adalah simbol perlawanan terhadap segala sesuatu yang akan menjauhkan diri kita dari jalan Allah SWT dan simbol perlawanan terhadap nafsu duniawi. Ketika kita sanggup ‘menyembelih’ dorongan nafsu dalam diri terhadap kemewahan duniawi, maka pada saat itu sebetulnya kita sudah menang dalam melakukan pengabdian, pengorbanan dan membuktikan kecintaan kita semata-mata kepada Allah SWT.

Tebar Hewan Kurban
Dengan meneladani semangat dan bentuk cinta seperti itulah, pada tahun ke-18 ini, Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa meluncurkan tema KURBAN BUKTI CINTA. THK mengajak

peran serta umat Islam untuk berbagi cinta, memberikan perhatian besar ke daerah-daerah bencana dan daerah miskin di berbagai pelosok seluruh Indonesia. Program THK Dompet Dhuafa dari tahun ke tahun terus berkembang. Sejak dimulai pertama kali tahun 1994, jumlah pekurban yang ikut serta dalam program THK terus meningkat. Tahun 1994 tercatat jumlah pekurban adalah 700 orang dengan jumlah hewan kurban sebanyak 644 ekor kambing dan 8 ekor sapi. Tahun 1995 dan seterusnya, angka ini terus melonjak. Tahun ini, THK menargetkan penghimpunan kurban sebanyak 25 ribu ekor hewan kurban atau naik 30 persen dari pencapaian tahun lalu yang berjumlah 19.279 ekor. Penyebaran kurban ini sangat bermanfaat, tidak saja untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga antara yang kaya dan kaum dhuafa yang tersebar luas di Nusantara. Bahkan kehadiran THK, telah menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Program ini adalah bukti cinta terhadap Allah SWT untuk senantiasa melayani dan mencintai kaum dhuafa. Dengan sebuah tujuan mulia, yakni memperkokoh dan meneguhkan nilai-nilai pengabdian dan kemanusiaan dalam menunaikan perintah Islam. Melalui kurban, inilah bukti cinta kami.

Dompet Dhuafa Terima Donasi CIMB Niaga Syariah
Director of Store Operation Matahari Department Store, Sunny Setiawan menyerahkan secara simbolis dana yang berhasil dikumpulkan dalam program Infak via Kasir Matahari kepada Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ismail A. Said di Menara Matahari Lippo Karawaci, Jumat (14/10). Selama periode program, dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp.583.353.417. BOGOR––Sekolah unggulan yang dimiliki Dompet Dhuafa, Smart Ekselensia Indonesia membuat Bank CIMB Niaga Syariah kagum. Untuk itu, melalui program Corporat Social Responsibility (CSR) Unifying Spirit fo Humanity-nya CIMB Niaga Syariah menyalurkan donasinya untuk membantu proses belajar mengajar siswa Smart Ekselensia Indonesia. “Donasi yang kami berikan ini tidak seberapa, tapi setidaknya bisa membantu adik-adik kita di sini,” ungkap Business Product Enginering Head CIMB Niaga Syariah, Essy Prisetiawati, saat meninjau Sekolah Smart Ekselensia di Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa Bogor, Kamis (13/10). Dalam Program CSR Unifying Spirit for Humanity ini CIMB Niaga Syariah juga bekerjasama dengan enam lembaga zakat selain Dompet Dhuafa. Donasi yang disalurkan berjumlah Rp1.013.600.000, sementara Dompet Dhuafa menerima Rp144.800.000. Sementara itu, General Manager Resource Mobilization Dompet Dhuafa, Arlina F Saliman berharap, jalinan kerjasama antara Dompet Dhuafa dengan CIMB Niaga Syariah ini bisa berlanjut di program-program selanjutnya. “Semoga kerjasama ini tidak berhenti sampai di sini, dan semoga program ini bisa semakin mempererat hubungan CIMB Niaga Syariah dengan Dompet Dhuafa untuk sama-sama membangun bangsa,” ung-

kapnya. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan CIMB Niaga Syariah juga menyempatkan diri berdialog dengan siswasiswa Smart Ekselensia yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka juga menyaksikan penampilan biola dan musik Trashic (trash music). ● mir

Selain itu, juga terdapat pameran produk pangan unggulan dari kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta produkproduk diversifikasi pangan, seperti Cake Ganyong, Cilok Sukun, Combro Ganyong, Sorbi (Sorghum Ubi), Brownies Tepung Kovkaf, Awug Cireundeu, Egg Roll, Puding dan Cake Tepung Pisang serta aneka panganan lainnya. ● her/nes

Mitra MM Dompet Dhuafa Terima Penghargaan Gubernur Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Sadar Jabar Pengurangan Risiko Bencana
BANDUNG––Salah satu mitra dampingan Masyararakat Mandiri Dompet Dhuafa, Ikhtiar Swadaya Mitra Mandiri (ISM) Barokah meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Kelompok Masyarakat/Usaha Mikro Pengembangan Pangan Lokal Berprestasi. Penghargaan itu diberikan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/10) lalu. “Hingga kini ISM Barokah mendapat kepercayaan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan kalangan akademik,” ungkap Armie Robi, Direktur Masyarakat Mandiri. Bahkan, tambah Armie, dalam waktu dekat ini ISM Barokah akan bertolak ke Rotterdam, Belanda untuk studi banding tentang kelembagaan lokal. Pada Peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat Provinsi Jawa Barat, digelar pula gerakan minum susu dan pengenalan program diversifikasi pangan kepada generasi muda dan masyarakat luas. JAKARTA––Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan bulan Oktober sebagai bulan peringatan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di seluruh negara. Berkaitan dengan itu Dompet Dhuafa sebagai sebuah lembaga kemanusiaan juga turut andil dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan momentum ini. Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar kampanye simpatik di Bunderan HI, Jakarta, Rabu (12/10) pagi. General Manager Relief Dompet Dhuafa, Bambang Suherman mengatakan, kampanye ini bertujuan agar masyarakat sadar akan dampak yang sekecil-kecilnya dari bencana alam. “Seluruh negara melakukan kampanye ini, tidak lain untuk mengingatkan bahwa bencana datang di waktu yang tidak kita duga. Oleh karena itu, diimbau pada masyarakat untuk sadar akan pengurangan resiko bencana,” ucap Bambang di sela-sela kampanye.
● nes

:: tegar ::

Enam Tahun Sudah, Yani Rasakan Nyeri di Wajahnya
memberikan pengobatan seadanya. Suhandi baru bisa membawa anaknya ke rumah sakit untuk dioperasi pada akhir tahun 2008, itu pun dengan bantuan sumbangan dana dari teman-temannya. Yani yang kini berusia 10 tahun tidak bisa seceria dulu lagi. Dia pun hanya sempat menikmati pendidikan TK selama setahun sebelum tumor menyerang wajahnya. “Seharusnya sekarang dia sudah kelas 4 SD,” ungkap Suhandi berkacakaca ketika tim Dompet Dhuafa mengunjunginya beberapa waktu lalu. Menurut pengakuan Suhandi, Yani harus mengonsumsi lima macam obat penghilang rasa sakit setiap harinya. Obat itu harus dibeli dengan harga Rp400 ribu rupiah setiap bulannya. Uang yang tidak sedikit untuk Suhandi yang hanya mengandalkan barang elektronik bekas. Suhandi menambahkan, Yani harus dioperasi kembali sedikitnya dua kali, yaitu operasi pengangkatan tumor dan operasi rekonstruksi tulang wajah. Perkiraan biaya yang dibutuhkan juga tidak kecil, Rp100 juta. Dompet Dhuafa mengajak kepada para donatur untuk membantu meringankan sakit yang diderita Yani. Kita berharap keceriaan bisa kembali menghampiri Yani, sehingga ia pun bisa bermain bersama teman-temannya seperti sedia kala. Amin.
● mam/mir

D

Kantor Layanan dan Nomor Rekening Dompet Dhuafa
Kantor Pusat Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok C 28 – 29 Jl. Ir. H. Juanda No.50, Ciputat 15419 Ph : +62 21 7416050 // Fax: +62 21 7416070 Kantor Sudirman Wisma Nugra Santana Lantai 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 7 – 8 Jakarta – 10220 Ph: +62 21 2510722 // Fax: +62 21 2510613 Kantor Warung Buncit Gedung Harian Umum REPUBLIKA Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta Selatan 12510 Ph: +62 21 7803747 Kantor Radio Dalam Komp. Margaguna Jl. Radio Dalam No.11, Jakarta Selatan Ph: +62 21 7211035 // Fax : +62 21 7211005 Kantor Rawamangun Jl. Balai Pustaka V No.3, Rawamangun Jakarta Timur Ph/Fax : +62 21 4704704 Kantor Karawaci Gedung Wardah Jl. Zaitun Raya Islamic Village Karawaci Tangerang Ph: +62 21 546 03118
■ ■

i kontrakan yang tidak terlalu besar, di Jalan Raya Hankam Pondok Melati, Gang Sasak Jikin No. 9 Jati Murni, Pondok Gede Bekasi, Yani kecil hanya bisa meringis menahan sakit. Benjolan besar nampak di wajahnya. Benjolan yang menarik mulut, mata, dan hidungnya itu membuat gadis kecil ini kesulitan melihat, bernafas, makan, dan minum. Penderitaan Yani dimulai ketika enam tahun silam, dia terjatuh dan wajahnya terbentur batu ketika menyertai ibunya mencuci di sungai. Tak dikira, sebulan kemudian muncul benjolan kecil di wajahnya dan lama kelamaan terus membesar. Sang ayah, Suhandi (36) yang seharihari hanya berjualan barang bekas membawanya ke rumah sakit untuk diobati. Tapi sayang, pihak rumah sakit hanya

ZAKAT BCA : BNI : BRI Syariah : BSM : Danamon Syariah : Mandiri Pd. Indah : BII Syariah : BNI Fatmawati : Bank Muamalat Ind.: WAKAF BSM : BNI Syariah : BII Syariah Platinum: Danamon Syariah : Syariah Mega Ind. :

237.301888.1 000.530.2261 701-31-16-3333.1 004.001234.1 9811000911 101.0098300997 2-700-000003 000.530.2291 301.00155.15

INFAK/SEDEKAH BCA : BRI Syariah : BSM : Danamon Syariah : Bank Muamalat Ind.: BNI Syariah : Bank Mandiri :

237.301999.2 701.31.16.4444.9 004.0010004 9811000511 304.000.8010 009.153.9002 101.0081050633

004.002330.0 009.153.8995 2-702-00005-0 981101543 001-0002-0000-9806

WAKAF RUMAH SEHAT TERPADU (RST) BNI Syariah : 111.5555.64 Bank Muamalat Ind.: 303.0017315 Bank Mandiri : 101.00.05555.469 BCA : 237.304.5454

CALL CENTER 021 741 6050 EMAIL: layandonatur@dompetdhuafa.org | w w w. d o m p e t d h u a f a . o r g

arena Anelka Masuk Radar Rossoneri
Hiru Muhammad LONDON — Usianya memang tak lagi muda untuk seorang ujung tombak klub papan atas. Namun, kilaunya prestasi sebagai pemain yang membahayakan pertahanan lawan akan sulit dilupakan orang. Terbukti sejumlah klub papan atas Eropa sedang memburunya untuk menjadikannya mesin gol baru. Itulah yang dialami Nicolas Anelka. Bomber Chelsea ini tahun depan akan habis masa kontraknya yang telah berlangsung sejak 2007 silam. Masa empat tahun bergabung di Stamford Bridge, bukanlah saat yang singkat bagi pria yang kini berusia 32 tahun itu. Gelar sepatu emas pada musim kompetisi 2008/2009 sudah digenggamnya menyusul prestasinya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak musim itu. Namun, sejalan dengan bertambahnya usia dan datangnya pemain muda yang lebih bertenaga, secara perlahan mualaf asal Prancis ini lebih banyak dibangkucadangkan ketimbang tampil sebagai skuat starting eleven the Blues. Beragam kompetisi sepak bola di Prancis, Inggris, Spanyol, dan Turki telah dijalaninya sebagai bagian dari perjalanan karier Anelka bersama si kulit bundar. Namun, sejauh ini ia belum merasakan hawa kompetisi di Seri A Liga Italia. Santer tersiar kabar, Anelka sedang didekati klub AC Milan yang kini juga menampung sejumlah pemain veteran yang berusia kepala tiga, seperti Filippo Inzaghi, Mark van Bommel, dan Clarence Seedorf. Menurut Football.co.uk, Rabu (19/10) kemungkinan Anelka akan dibanderol 2,5 juta pound oleh Chelsea atau bisa lebih. Namun, tampaknya masalah akan muncul bila Anelka minta naik gaji saat bergabung dengan Milan pada bursa transfer, Januari tahun depan. Meski, klub raksasa Italia itu hanya mengontraknya untuk satu setengah musim kompetisi. Bleacherreport.com menyebutkan, sebenarnya I Rossoneri, julukan Milan, menghendaki Carlos Tevez untuk memperkuat lini depan mereka. Namun, harga yang dipatok Manchester City untuk melepas ujung tombaknya itu terlampau tinggi bagi Milan, sehingga mereka memalingkan pilihannya ke Anelka. Skuat I Rossoneri ingin Anelka bisa membela mereka jika lolos tampil di Liga Champions musim depan. Klub milik Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi itu juga memasang target untuk memperoleh lima pemain baru pada bursa transfer Januari mendatang. Milan mengawali musim ini dengan kurang menggembirakan. Sampai saat ini juara bertahan Seri A itu hanya menghuni peringkat ke-13 klasemen sementara Seri A. Selain Milan, klub kaya Rusia Anzhi Makhachkala juga dikabarkan mengincar Anelka.
■ ed: endro yuwanto
AP

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011
MANU FERNANDEZ/AP

22

:: jadwal pertandingan ::
LIGA INGGRIS
Sabtu (22/10) Wolverhampton Bolton Aston Villa Newcastle Liverpool vs vs vs vs vs Swansea Sunderland West Brom Wigan Norwich

LIGA SPANYOL
Sabtu (22/10) Sporting Gijon Racing Santander Malaga Barcelona vs vs vs vs Granada Espanyol Real Madrid Sevilla

LIGA ITALIA
Sabtu (22/10) Fiorentina vs Catania Juventus vs Genoa

:: gawang ::

Isaac Cuenca, Enam Menit Mengesankan
AKSI MESSI: Striker Barcelona Lionel Messi (kanan), berduel dengan bek Viktoria Plzen, David Bystron, dalam laga lanjutan Grup H Liga Champions, di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Rabu (19/10). Barca unggul 2-0, tetapi Messi gagal mencetak gol. BARCELONA — Pertandingan Barcelona dan Viktoria Plzen di ajang Liga Champions memiliki kesan khusus bagi Joan Isaac Cuenca. Bagaimana tidak, pemain berusia 20 tahun ini membuat debut pertamanya bagi tim senior Barcelona. “Ini sangat indah. Saya tak menyangka akan membuat debut saya,” ujar pemain kelahiran Reus, Spanyol, itu seusai pertandingan seperti dikutip situs resmi klub. Cuenca menjalani debutnya pada menit ke87 saat ia masuk menggantikan ujung tombak David Villa. Sebelum masuk ke lapangan, pelatih Barca Pep Guardiola mengatakan pada Cuenca untuk memainkan permainannya. Pep menginstruksikan gelandang sayap itu untuk terus menyerang pertahanan Plzen dan tetap berusaha mengikuti permainan tim. Setelah mendapatkan arahan, Cuenca langsung masuk ke lapangan. Bahkan, tanpa melakukan pemanasan terlebih dulu. Cuenca memang tak pernah menyangka bisa melakukan debutnya secepat ini, terlebih di ajang besar seperti Liga Champions. Debut ini melengkapi pengalaman baiknya sejak awal pekan. Pep yang harus ditinggal beberapa pemainnya karena cedera, memanggil Cuenca dari Barcelona B untuk ikut berlatih dengan tim senior.
■ c08 ed: endro yuwanto

IPL Kembali Digoyang
Abdullah Sammy

Motor dari perseteruan ini adalah dua tim asal Kaltim.
JAKARTA — Pelaksanaan Indonesia Premier League (IPL) atau Liga Prima Indonesia (LPI) musim 2011/2012 makin tak jelas. Setelah sejumlah klub menyatakan menolak bermain, kini pengurus PSSI sendiri yang ragu jika liga akan tetap berjalan. Pemberian enam tiket promosi gratis bagi sejumlah tim eks Liga Primer Indonesia (LPI) dinilai sebagai sikap yang jauh dari fair play. Karena itu, sejumlah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI berencana menggulirkan agenda rapat untuk kembali meninjau ulang IPL. “Kami akan segera menggelar rapat untuk membahas soal itu. Semua ributribut ini akibat keputusan soal enam klub yang dari awal sudah saya prediksi akan bermasalah,” ujar anggota Komite Eksekutif PSSI, Toni Apriliani, ketika dijumpai di sela-sela drawing cabang sepak bola SEA Games 2011, Rabu (19/10). Toni memandang, PSSI sejatinya bisa menghindari konflik asal berpegang teguh pada aturan. Pria yang juga wakil ketua Komite Kompetisi ini mengaku, sejak awal ia hanya mendukung 18 klub sebagai peserta kompetisi. Dia pun akan menjalin komunikasi dengan anggota Exco yang lain untuk mengembalikan kompetisi sesuai aturan awal. Rencana Exco untuk menggelar rapat diprediksi akan menjadi ajang pertarungan “antarkubu” di jajaran teras PSSI. Seperti diketahui, Ketua Komite Kompetisi, Sihar Sitorus, menjadi motor dari kubu pro 24 klub di Exco. Dia mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, serta Wakilnya, Farid Rahman. Sementara itu, Toni masuk dalam kubu pro 18 klub yang digalang Ketua Komite

Hukum PSSI, La Nyala Mattaliti. La Nyala bahkan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah klub eks Liga Super Indonesia (LSI) untuk mempersiapkan kompetisi tandingan. “Kompetisi yang sah, ya tetap LSI. Kalau IPL itu ilegal. Kalau tetap diputar, saya akan laporkan masalah ini ke FIFA,” ujar La Nyala dalam sebuah kesempatan. Tak hanya di tataran organisasi PSSI, klub peserta liga pun terpecah dalam dua gerbong besar, yakni kubu 14 klub (K-14) melawan kubu beranggotakan 10 klub (K10). Yang menarik motor dari perseteruan ini adalah dua tim asal Kalimantan Timur (Kaltim). Persisam Putra Samarinda menjadi kubu yang pro LSI. Di pihak lain, Bontang FC mendukung IPL. “Kami 14 klub LSI, tak akan mengakui IPL yang digelar oleh PT Liga Prima Sportindo. Ini sama saja seperti LPI,” kata Ketua Umum Persisam, Harbiansyah Hanafiah, Kamis (20/10).

Pernyataan Harbiansyah mendapat tanggapan dari “rivalnya” Presiden Bontang FC, Udin Mulyono. “Harbiansyah itu sakit hati karena saya gugat posisi dia waktu PSSI menunjuknya sebagai direktur kompetisi. Karena itu, dia terpaksa mundur dan akhirnya dendam,” tuding Udin. Lantaran dendam itu, kata Udin, Harbiansyah kemudian beraliansi dengan kekuatan status quo PSSI untuk menggoyang kompetisi. “Ada dukungan besar dari ‘bos-bos’ yang dulu itu di belakang mereka,” ungkap Udin yang enggan menyebut identitas bos yang dimaksud. Sebaliknya, Udin mengaku akan mendukung habis-habisan PSSI. Selain merasa memiliki utang kepada Arifin Panigoro, dia pun mengaku membalas budi baik PSSI yang mengembalikan Bontang FC ke liga utama setelah pada LSI musim lalu terdegradasi. “Tak diberi tiket promosi saja saya dukung PSSI, apalagi diberi tiket promosi,” jelasnya. ■ ed: endro yuwanto

LIGA PRIMA INDONESIA (LPI)
Pengelola: PT Liga Prima Indonesia Sportindo CEO: Widjajanto (eks CEO Liga Primer Indonesia) Klub Pendukung (11 Klub): Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Persibo Bojonero, Persija Jakarta, PSM Makasar, Arema Indonesia, Persema Malang, Persiba Bantul, Persijap Jepara, dan Persebaya Surabaya. Suara Dukungan dari Anggota Exco: (5 suara) Djohar Arifin, Farid Rahman, Sihar Sitorus, Tuty Dau, Bob Hippy. Kick-off kompetisi: 15 Oktober 2011.

VS LIGA SUPER INDONESIA (LSI)
Pengelola : PT Liga Indonesia CEO : Joko Driyono Klub Pendukung (11 Klub): Persebaya versi Wisnu Wardhana, Sriwijaya FC, Persipura, Persidafon, Persiwa, Persiba Balikpapan, Persela, PSPS, Pelita Jaya FC, Deltras, Persisam. Suara Dukungan dari anggota Exco: (4 suara) La Nyala Mattaliti, Roberto Row, dan Erwin Dwi Budiawan, Toni Apriliani. Kick-off kompetisi: 1 Desember 2011

Johan Cruyff Lontarkan Pujian ke Madrid
AP

Keterangan: Sisa anggota Exco yang belum diketahui sikapnya: Mawardi Nurdin dan Widodo Santoso. Dua klub, Persib Bandung dan Semen Padang, belum menentukan sikap.

Nicolas Anelka

Saigon Heat Resmi Gabung ABL
Israr Itah HO CHI MINH CITY — The Saigon Sports Academy (SSA) secara resmi mengumumkan keikutsertaan tim SSA Saigon Heat pada kompetisi basket bergengsi Asia Tenggara, AirAsia ASEAN Basketball League (ABL) musim ketiga. Saigon Heat menjadi tim pertama yang mewakili Vietnam untuk berlaga di ABL. “Saigon Sports Academy dengan bangga mengumumkan tim profesional pertama dari Vietnam yang akan berpartisipasi di ABL. Tim bernama Saigon Heat ini akan diperkuat oleh gabungan pemain top Vietnam dan pemain internasional,” ujar Chairman SSA Hoang Nguyen saat peluncuran tim secara resmi di Ho Chi Minh City, Vietnam, Kamis (20/10). Menurut Hoang, sebagian besar pemain berasal dari Vietnam. Saigon Heat, lanjut dia, berjanji tampil maksimal di ABL untuk menjaga nama baik Vietnam di persaingan basket antarklub Asia Tenggara. “Saigon Heat akan bekerja keras untuk membawa trofi juara ke Vietnam. Kami juga berharap, tim ini dapat berperan serta terhadap perkembangan bola basket di Vietnam,” jelasnya. CEO ABL Kuhan Foo menyambut gembira bergabungnya Saigon Heat di musim ketiga. Ini membuat kompetisi yang mulai bergulir awal 2012 mendatang akan bertambah semarak. Ia yakin, pengalaman dan latar belakang Saigon Sports Academy akan mampu mengembangkan potensi para pebasket lokal Vietnam dengan tampil di ABL. Ia juga percaya bahwa para pemain Saigon Heat memiliki hasrat dan tekad kuat untuk menunjukkan kemampuan ketika mewakili Vietnam bertanding melawan tim-tim dari negara tetangga. ABL musim ketiga direncanakan memulai tip off game pertama pada 14 Januari 2012 dengan mempertemukan Chang Thailand Slammers dan AirAsia Philippine Patriots. Keduanya merupakan finalis ABL musim kedua. Pada hari yang sama, timtim lain juga dijadwalkan bertanding, termasuk Indonesia Warriors, nama baru Satria Muda BritAma. Partisipasi Saigon Heat menambah kontestan ABL menjadi delapan tim. Setelah Brunei Barracudas menyatakan mundur, tiga tim baru mendaftar. Dua lainnya adalah Bangkok Basketball Holdings dari Thailand dan tim kuat Filipina, San Miguel Beermen. ABL musim pertama dimulai pada Oktober 2009. Patriots menjadi juara setelah mengalahkan Satria Muda Britama di final. Musim berikutnya, Patriots kembali tampil di laga puncak. Namun, kali ini, wakil Filipina itu harus mengakui keunggulan Slammers. Musim ketiga tidak lagi dimulai pada Oktober 2011, tetapi Januari 2012. Keikutsertaan para pemain ABL membela negara masing-masing di SEA Games XXVI 2011 menjadi salah satu alasannya.
■ ed: endro yuwanto

BARCELONA –– Tak biasanya legenda hidup Barcelona Johan Cruyff memuji tim yang menjadi rival mereka, Real Madrid. Biasanya ia lebih banyak mengeluarkan komentar pedas pada tim ibu kota Spanyol itu. Namun, kali ini Cruyff merasa terkesan dengan permainan yang ditunjukkan para penggawa Los Blancos, julukan Real Madrid. Apalagi setelah melihat penampilan anak asuhan Jose Mourinho saat membungkam Lyon dengan skor 4-0 pada laga lanjutan Liga Champions, Rabu (19/10). “Madrid bermain sangat baik dalam beberapa tahun terakhir. Delapan belas bulan lalu mereka memecahkan rekor poin mereka (96 poin di liga). Memang benar Barcelona yang mendapat gelar, tapi Madrid sekarang punya tim hebat dan bermain dengan baik,” ujar mantan pelatih Barcelona 1988 hingga 1996 ini seperti dilansir Tribalfootball, Kamis (20/10). Namun, setelah memberikan pujian pada tim rival, Cruyff seperti kembali pada komentar lamanya. Mantan pemain tim nasional Belanda ini kemudian memberikan kritikan pada Mourinho yang terkenal kontroversial. “Apa yang dikatakannya tidak menarik bagi yang lain. Dalam olahraga Anda harus mempunyai rasa hormat pada rekan maupun lawan,” tegasnya.
■ c08 ed: endro yuwanto

Capello Isyaratkan Tetap Bawa Rooney
LONDON — Arsitek timnas Inggris Fabio Capello memberi isyarat jika ia akan tetap membawa Wayne Rooney ke putaran final Piala Eropa 2012. Padahal, Rooney dipastikan harus menjalani hukuman tak boleh tampil pada tiga pertandingan awal Piala Eropa. Capello tak pernah berbicara tentang Rooney sejak striker Manchester United (MU) itu terkena kartu merah saat memperkuat Inggris melawan Montenegro, awal Oktober lalu. Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) sedang melakukan upaya banding, namun dapat dipastikan Rooney tetap tak dapat dimainkan di babak penyisihan grup Piala Eropa. “Pemain-pemain muda Inggris benarbenar bagus dan siap untuk tampil bersama pemain senior dan pengalaman para senior tetap sangat penting. Jack Wilshere sangat luar biasa sebab ia masih muda. Kami juga membutuhkan John Terry, Rio Ferdinand, dan Scott Parker. Tim juga memerlukan pemain seperti ini, plus Rooney,” ujar Capello, Kamis (20/10).
■ antara ed: endro yuwanto

AP

Janji Nistelrooy, tak Rayakan Gol ke Jala Madrid
Ratna Puspita MADRID — Striker veteran Malaga, Ruud van Nistelrooy, berjanji tidak akan melakukan selebrasi jika ia mencetak gol ke gawang Real Madrid. Malaga akan menjamu Los Blancos, julukan Madrid, di Stadion La Rosaleda dalam lanjutan La Liga Spanyol, Sabtu (22/10) malam waktu setempat. Ini merupakan kali pertama Van Nistelrooy menghadapi bekas klubnya. Van Nistelrooy menghabiskan empat musim di Santiago Bernabeu hingga 2010 lalu. Sebelum ke Bernabeu, ia meninggalkan Manchester United pada 2006 lalu. Bomber berusia 35 tahun ini sempat hengkang ke klub Jerman, Hamburg SV. Tapi, ia kembali ke tanah Spanyol dengan menandatangani kontrak bersama Malaga, Juli lalu. “Jika saya mencetak gol melawan Madrid, saya tidak akan merayakannya,” ujar ujung tombak asal Belanda ini kepada Marca, seperti dilansir Goal, Kamis (20/10). Tapi, mantan striker timnas Belanda ini mengatakan, mencetak gol bukanlah tujuannya pada duel kontra skuat asuhan Jose Mourinho. Ia hanya berharap timnya berhasil kembali ke jalur kemenangan menyusul kekalahan 0-3 di markas Levante, pekan lalu. “Kami hanya ingin mempersiapkan duel dengan baik,” kata dia. Meski kalah dari Levante, Malaga sudah melakoni awal musim yang cukup baik. Saat ini, Malaga bertengger di peringkat enam klasemen sementara La Liga dengan 13 angka atau tertinggal tiga poin dari Madrid yang menghuni posisi ketiga klasemen. Selain Van Nistelrooy, Julio Baptista dan Manuel Pellegrini juga akan melakukan reuni. Baptista pernah memperkuat Madrid pada 2005 hingga 2008. Sedangkan, Pellegrini mengarsiteki Los Blancos pada Juni 2009 hingga Mei 2010. “Ini memang laga yang spesial bagi kami yang pernah berada di Madrid,” jelas Van Nistelrooy. Van Nistelrooy menambahkan, duel ini akan berlangsung sulit sebab El Real sedang berada dalam performa bagus. Madrid baru saja menundukkan Lyon 4-0 pada penyisihan Liga Champions. “Bagaimanapun kami memiliki motivasi dan kami tahu tujuan kami,” tegas dia.■ ed: endro yuwanto

Ruud van Nistelrooy

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011
IMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA

23

Ratna Puspita

Balap Sepeda Baca Kekuatan Lawan
laysia dan Thailand sudah berlatih di Subang sejak pekan lalu. Wahyudi tidak khawatir kesempatan yang diberikan pada dua negara tersebut akan memperkecil peluang Indonesia untuk meraih medali. Menurut Wahyudi, kesempatan itu diberikan agar persaingan pada SEA Games tahun ini berlangsung dengan adil. Peluang menjajal arena juga diberikan pada Singapura yang sudah berada di Subang. “Ini olahraga terukur. Jadi, yang kuat pasti yang menang. Tak perlu sembunyikan arena yang digunakan seperti apa,” kata dia. Wahyudi mengatakan, keterbukaan tersebut juga hanya terkait arena. Timnas Indonesia tetap akan menyembunyikan strategi yang akan digunakan pada pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara ini. “Yang terpenting strateginya seperti apa. Itu yang masih kami sembunyikan,” jelas dia. Uji arena ini untuk mengetahui kesiapan penyelenggaraan. Lintasan di Subang memang sudah dinyatakan tidak bermasalah. Tapi, kata Wahyudi, panitia penyelenggara juga harus disiapkan untuk melakukan pengamanan lalu lintas. “Karena ketika perlombaan digelar, jalan harus bersih. Itu yang harus kami koordinasikan,” katanya menegaskan. Selain disiplin jalan raya, PB ISSI juga akan melakukan uji arena untuk tiga disiplin lainnya pada akhir pekan ini. Disiplin sepeda gunung (moun-

Thailand dan Malaysia diprediksi akan menjadi lawan tangguh.
JAKARTA — Pengurus Besar (PB) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) akan menggelar uji arena SEA Games XXVI 2011 untuk disiplin jalan raya (road race) di Subang, Jawa Barat, Jumat (21/10). Uji arena ini rencananya juga diikuti tim nasional balap sepeda Thailand dan Malaysia. Pelatih balap sepeda Wahyudi Hidayat mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan pada negara pesaing untuk menjajal arena dan membaca peta kekuatan. “Sehingga, kalau ada kekurangan, dapat langsung diperbaiki. Apakah sepedanya atau seperti apa,” ujar dia di Jakarta, Kamis (20/10). Disiplin jalan raya akan memperlombakan enam nomor, yaitu jalan raya perorangan (individual road race) putra dan putri, jalan raya tim (team road race) putra, individual time trial putra dan putri, serta team time trial putra. Malaysia dan Thailand diprediksi akan menjadi lawan tangguh Indonesia meraih medali emas pada ajang dua tahunan ini. Malaysia memiliki pembalap tangguh pada kelompok putra, sedangkan Thailand pada kelompok putri. Pembalap-pembalap Ma-

TINGKATKAN LATIHAN: Atlet SEA Games cabang biliar Irsah Nasution sedang berlatih di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan,
Jakarta Kamis (20/10). Menjelang pertandingan SEA Games 2011 para pemain biliar meningkatkan latihan.

Menjual Jakarta Lewat SEA Games XXVI
Ratna Puspita JAKARTA — Penyelenggaraan event olahraga menjadi momen yang tepat untuk mempromosikan pariwisata. Ribuan atlet, ofisial, dan suporter akan mendatangi kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Kesan yang baik akan membuat delegasi dari negara peserta tertarik untuk kembali ke kota tersebut. Tidak hanya itu, delegasi juga kerap ikut mempromosikan wilayah yang baru didatanginya kepada teman dan kerabat. Inilah yang ditangkap oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mencoba menjual pariwisatanya melalui SEA Games XXVI 2011 yang dihelat 11-22 November mendatang. Jakarta mendampingi Sumatra Selatan terpilih sebagai tuan rumah pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara tersebut. Lebih dari 15 ribu atlet dan ofisial akan mendatangi dua kota tersebut dan separuhnya akan berada di Jakarta. Pemprov DKI pun menyiapkan kegiatan khusus bagi kontingen dari 11 negara untuk mempromosikan pariwisata. “Kami menyiapkan kegiatan kunjungan wisata bagi atlet-atlet yang berada di Jakarta,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, seusai rapat koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu (19/10).

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 50 bus yang khusus digunakan untuk mengantar atlet berwisata di Jakarta. Prijanto mengatakan, bus-bus itu akan disiagakan di hotel-hotel tempat atlet menginap. Jakarta menyiapkan 36 hotel untuk penginapan atlet dan ofisial, yaitu 32 di Jakarta dan enam lainnya di Jawa Barat. “Sehingga, atlet-atlet yang sudah selesai bertanding bisa melakukan kunjungan wisata,” tegas Prijanto. ■ ed: endro yuwanto

tain bike) dan BMX akan menggelar tes gelanggang pada Sabtu (22/10). Sepeda gunung menggelar uji arena di Sentul, Bogor, Jawa Barat, sedangkan BMX di Ancol, Jakarta Utara. Disiplin trek akan menggelar uji arena di Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, pada Ahad (23/10). Balap sepeda ditargetkan mampu menyumbang enam medali emas, November nanti. Sementara itu, pembalap andalan Indonesia, Santya Tri Kusuma, belum bergabung dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Rawamangun. Peraih medali perak Asian Games 2010 tersebut sempat melakukan latihan dan perlombaan di Belanda atas biaya sendiri. Tapi, Santya belum melakukan komunikasi dengan PB ISSI maupun jajaran pelatih terkait kesiapan tampil pada SEA Games tahun ini. Ketua Umum PB ISSI Phanny Tanjung mengatakan, pihaknya masih memberikan kesempatan pada Santya untuk bergabung dengan pelatnas di Velodrome Rawamangun. “Belum ada komunikasi dengan Santya. Namanya sudah didaftarkan, jadi dia bisa datang kapan pun,” kata dia. Wahyudi berharap, Santya segera memberikan laporan hasil latihan dan uji coba di Belanda sebab itu akan digunakan untuk menentukan spesialisasi. “Kalau bagus di jarak dekat, dia akan diturunkan pada nomor sprint,” katanya menegaskan. ■ ed: endro yuwanto

● /IKLAN

sepak bola

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

24

SUKACITA
Keperawanan gawang Arsenal juga ditunjang tak adanya gol bunuh diri.
Abdullah Sammy MARSEILLE — Keperawanan gawang Arsenal yang sempat ternoda kini pulih kembali. Untuk pertama kalinya sejak 13 Agustus 2011, the Gunners berhasil menjaga gawangnya dari kebobolan di kandang lawan. Kembalinya keperawanan Arsenal pun berujung dengan kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Marseille dalam lanjutan Grup F Liga Champions, Kamis (20/10) dini hari WIB. Kemenangan semakin terasa spesial karena berhasil ditentukan hingga menit akhir. Gelandang pengganti, Aaron Ramsey, yang muncul dari lini kedua, berhasil menceploskan bola ke gawang Marseille yang dikawal Steve Mandanda. “Malam ini, semua pemain menampilkan pola pertahanan yang disiplin. Kami mampu bermain tenang dan sabar,” ujar arsitek Arsenal Arsene Wenger, mengomentari kemenangan menang 2-1 atas Olimpiakos, Yunani. “Hari ini, kami membuktikan, sebenarnya pertahanan kami memiliki kualitas. Saya senang melihat kenyataan mereka mampu terus meningkatkan penampilan di setiap pertandingan,” puji Wenger. Walau menang tanpa kebobolan, Arsenal sejatinya kerap terancam oleh penyerangan eksplosif Marseille selama 90 menit laga. Namun, segala ancaman itu mampu ditangkal berkat penampilan tanpa cela bek the Gunners. Selain itu, keperawanan gawang Arsenal juga ditunjang tidak adanya aksi menjebol gawang sendiri. Di partai sebelumnya, aksi gol bunuh diri kerap menjadi biang keladi kekalahan Arsenal. Contohnya ketika Ramsey melakukannya di laga lawan Liverpool serta Alexandre Song dan Laurent Koscielny di laga kontra Blackburn Rovers. “Kesalahan menjadi pelajaran terbaik bagi skuat muda kami. Anda melihat bagaimana Carl Jenkinson tampil dengan sangat tenang,” ucap Wenger. Sayang, pemain yang dipuji pelatih asal Prancis itu harus menderita ketika mendapat cedera di pengujung laga. Kehilangan Jenkinson sempat membuat Wenger kecewa, tapi kekecewaan itu berlangsung sesaat karena Ramsey mampu menghadirkan sukacita lewat gol kemenangan pada menit akhir. “Kemenangan ini sangat berarti demi menuntaskan misi kami lolos dari putaran grup, tapi perjalanan belum usai. Kami tidak boleh lengah.” Di pihak lain, Marseille semakin terbenam setelah kembali kalah dari Arsenal. Hasil ini juga membuat para pendukung tim yang

:: offside ::
HARRY REDKNAPP

Yoga Bantu Spurs
AP

T

ottenham Hotspur memperkenalkan yoga dan pilates sebagai metode latihan baru di White Hart Lane. Arsitek Spurs, Harry Redknapp, memuji keunggulan yoga dan pilates untuk meningkatkan kebugaran para pemainnya yang harus berlaga di kompetisi domestik dan Liga Eropa. Arsitek asal Inggris ini pun yakin, dua metode latihan itu akan membantu skuatnya terhindar dari cedera jangka panjang. “Ini fantastis. Kami telah melakukan yoga dan saya pikir pilates juga metode yang luar biasa,” ujar Redknapp seperti dilansir ESPN, Kamis (20/10). Spurs mengetahui manfaat yoga setelah mendatangkan kiper veteran, Brad Friedel, dari Aston Villa. Klub asal London ini pun mempekerjakan guru yoga yang sudah membantu penjaga gawang asal Amerika Serikat itu menjaga kebugarannya selama sembilan tahun terakhir. “Jika ini cukup bagus untuk Brad menjaga fisiknya pada usia 40 tahun, ini bagus bagi pemain lainnya. Ini membuat pemain lebih bertenaga. Ryan Giggs juga melakukannya dan membuatnya berada dalam kondisi bagus,” kata Redknapp. n ratna puspita ed: endro yuwanto

AP

V I C T O R I A S AVA R I A

Dekat karena Senasib
VOETBALBELGIE.BE

KLASEMEN GRUP F
Arsenal Marseille Olympiacos B Dortmund 3 3 3 3 2 2 1 0 1 0 0 1 0 1 2 2 4-2 4-1 4-4 2-7 7 6 3 1

iego Forlan sudah melupakan kegagalan menikah dengan Zaira Nara. Striker Inter Milan ini menggandeng Victoria Savaria. Savaria yang juga model asal Uruguay mengatakan, kedekatannya dengan Forlan karena memiliki perasaan senasib, yakni ditinggalkan anggota keluarga dengan cara yang tragis. Forlan kehilangan saudara perempuannya, Alejandra, karena kecelakaan lalu lintas pada 1991. Sedangkan, Savaria harus ditinggalkan ayahnya yang menjadi korban pembunuhan. Ketika itu, Savaria masih berusia 12 tahun. “Saya pikir, satu kesamaan kuat yang kami miliki adalah kami berhasil melalui masalah keluarga yang dramatis,” ujar Savaria seperti dilansir Futbolita, Kamis (20/10). Savaria mengencani Forlan hanya tiga bulan setelah hubungan pesepak bola asal Uruguay itu kandas dengan Nara. Forlan berencana mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Nara seusai Copa America lalu. Tapi, Forlan dan model asal Argentina itu memutuskan berpisah satu bulan sebelum upacara pernikahan digelar. n ratna puspita ed: ratna puspita

D

HASIL LIGA CHAMPIONS
timnya seperti d i k u t i p Goal.com. Wenger pantas sumringah dengan pertahanan skuatnya. Hal ini tak lepas dari rekor buruk lini pertahanan the Gunners di laga-laga sebelumnya. Terakhir kali, gawang Arsenal tak kebobolan terjadi pada 13 Agustus lalu kala bermain imbang tanpa gol di kandang Newcastle United di Liga Primer Inggris. Arsenal bahkan jadi tim ketiga dengan pertahanan terburuk di daratan Inggris. Dari delapan partai Liga Primer, Arsenal telah kebobolan 17 gol atau yang bila dirata-rata mencapai lebih dari dua gol kebobolan di tiap laga. Di Liga Champions, gawang Arsenal juga selalu jebol, yakni kala menahan imbang Borrusia Dortmund 1-1 dan ketika Kamis (20/10) WIB didukung mayoritas imigran AfrikaPrancis, putus asa. Pasalnya, Liga Champions adalah asa terakhir Marseille karena di liga domestik, prestasi mereka sedang terseok-seok. “Kami pantas kalah karena lengah mengantisipasi peluang lawan. Di laga seperti ini, salah sedikit berarti bencana,” keluh arsitek Marseille Didier Deschamps. Walau begitu, pelatih yang pernah membesut Juventus ketika tampil di Seri B itu yakin, Marseille tetap punya kans besar untuk melaju ke babak 16 besar mendampingi Arsenal. “Di grup ini, Arsenal memang lawan paling tangguh, tapi kami juga punya peluang merebut tiket tersisa,” katanya menegaskan. n ed: endro yuwanto Grup E Bayer Leverkusen 2-1 Valencia Chelsea 5-0 Genk Grup F Marseille 0-1 Arsenal Olympiakos 3-1 Borussia Dortmund Grup G Shakhtar Donetsk 2-2 Zenit St Petersburg Porto 1-1 APOEL Nicosia Grup H Barcelona 2-0 Viktoria Plzen AC Milan 2-0 BATE Borisov

:: salto ::

Belum Terkalahkan

B

Villas-Boas: Kami tak Pernah Ragukan El Nino
Hiru Muhammad LONDON — Arsitek Chelsea Andre VillasBoas mengaku tak pernah sedikit pun meragukan kualitas Fernando Torres. Padahal, sejak diboyong Chelsea dari Liverpool, Januari lalu, Torres seperti kesulitan menemukan identitasnya sebagai bomber subur. Tak ayal, striker asal Spanyol itu lebih sering menuai kritik dan cibiran. Namun begitu, Villas-Boas yang mulai menukangi Chelsea awal musim ini menegaskan, tak pernah secuil pun menaruh keraguan terhadap ketajaman Torres. Striker timnas Spanyol itu, kata dia, hanya butuh menemukan kepercayaan diri lagi. “Tak pernah ada keraguan mengenai performanya. Penting buat seorang pemain untuk merasa percaya diri dan saya pikir ia sedang merasa percaya diri dengan kemampuannya,” ujar Villas-Boas, seperti dilansir ESPNStar, Kamis (20/10).
AP

KLASEMEN GRUP E
Chelsea Leverkusen Valencia Genk 3 3 3 3 2 2 0 0 1 0 8-1 7 0 1 4-3 6 2 1 2-3 2 1 2 0-7 1

l

Fernando Torres (kiri)
Bridge, Kamis dini hari WIB. Gol Torres pada menit ke-11 dan ke-27 seolah semakin memberi jawaban upaya memecah masa paceklik gol bomber yang direkrut Chelsea hingga lima musim ke depan tersebut. Tak heran bila Villas-Boas memberi pujian kepada anak asuhnya yang ditebus seharga 50 juta pound atau sekitar Rp 700 miliar

Pernyataan Villas-Boas pun terbukti. Torres mulai unjuk gigi sebagai mesin gol yang selalu membahayakan gawang lawan, seperti halnya saat masih memperkuat Liverpool. Itu dibuktikan pemain berusia 27 tahun itu saat menyumbang dua dari lima gol kemenangan 5-0 Chelsea ketika menjamu klub Belgia, Racing Genk. di Stamford

dari Liverpool itu. Namun, ia tetap menilai keberhasilan the Blues adalah buah dari kerja sama tim. “Torres bermain baik, tapi kami melihat itu kerja sama tim dan saya sangat puas,” jelas dia. Setidaknya, apa yang dilakukan Torres kali ini sebagai upaya menebus kesempatan yang hilang selama tiga pekan memperkuat Chelsea menyusul penskorsan yang diterima El Nino, julukan Torres. Saat bertemu Swansea City di Liga Primer Inggris dua pekan lalu, Torres terkena kartu merah dan terpaksa diusir dari lapangan. Beruntung, saat itu Torres telah menyumbang dua gol dan Chelsea menang telak 4-1. Saat membela Liverpool sejak 2007, Torres telah tampil

142 kali dan menyumbang 81 gol bagi the Reds. Namun, ketika bergabung di Stamford Bridge awal tahun ini, El Nino baru menyumbang lima gol dari 27 laga. Kini, Villas-Boas tak mengambil keputusan yang keliru dengan menempatkan Torres di lini depan. Pasalnya, Torres mampu memanfaatkan kesempatan yang diperolehnya dengan maksimal. Villas-Boas tampaknya ingin membangun rasa percaya diri anak asuhnya dan percaya dengan kemampuan pemain yang diturunkan di setiap laga. Dalam laga lawan Genk, ia mengubah strategi permainannya dengan mengistirahatkan dua pemain veteran, Didier Drogba dan John Terry. Kemenangan atas Genk sudah cukup untuk memperkokoh posisi Chelsea sebagai pemuncak klasemen Grup E Liga Champions dengan koleksi tujuh poin. “Bila kami menang menghadapi Genk di pertandingan berikutnya, jalan lolos dari grup akan semakin terbuka,” tegas Villas-Boas. n ed: endro yuwanto

arcelona meneruskan catatan tak terkalahkannya sepanjang musim ini di berbagai kompetisi. Terakhir, pasukan Azulgrana sukses membungkam tamunya Viktoria Plzen dengan skor 2-0 pada laga lanjutan Liga Champions, Kamis (20/10) WIB. Dalam sepuluh laga terakhir, baik di La Liga Spanyol maupun Liga Champions, Barca selalu meraih angka. Di La Liga, tim asal Katalan ini memuncaki klasemen sementara dengan catatan lima kemenangan dan dua hasil imbang dari tujuh laga. Sedangkan di Liga Champions, Barca sukses mencatat dua kali kemenangan dan satu kali hasil imbang. Saat laga baru berjalan 10 menit, Andres Iniesta sudah membuka keunggulan bagi Barca. Tak puas dengan satu gol, anak asuh Pep Guardiola terus melakukan tekanan pada klub asal Republik Ceska itu. Trio lini depan Barca—Messi, David Villa, dan Pedro—beberapa kali membuka peluang. Namun, Barca baru bisa menambah keunggulannya di menit ke-82 melalui kaki Villa. Striker timnas Spanyol itu berhasil memanfaatkan bola liar. Skor 2-0 ini bertahan hingga laga usai. n c08 ed: endro yuwanto

Mari Bicara Bola di Dunia Maya

www.facebook.com/ republikabola

www.twitter.com/ republikabola

pareto

MENGUATKAN KETAHANAN PANGAN

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

25

DHONI SETIAWAN/ANTARA

Menggelorakan Revitalisasi Pangan
Pembangunan ketahanan pangan didasarkan pada keunggulan komoditas yang dimiliki daerah.
Nidia Zuraya dan tanaman pangan. Di sektor perikanan, termasuk perikanan tangkap dan budi daya. Sedangkan sektor kehutanan, termasuk kayu dan nonkayu. RPPK juga mencakup semua kegiatan hulu dan hilir: lahan, air, bibit, pembiayaan, alat dan mesin, budi daya, industri, distribusi, eceran, dan sebagainya. Program ini juga melibatkan semua pelaku: petani, nelayan, pekebun, petambak, pembudi daya ikan, petani hutan, pengusaha dan perusahaan agribisnis, BUMN, koperasi, perbankan, universitas, dan asosiasi. Keberpihakan kepada petani, pembelaan terhadap perbaikan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan, diucapkan dan dinyatakan di berbagai kesempatan oleh berbagai kalangan. Hal inilah yang menyebabkan program RPPK menjadi salah satu program Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang paling diterima dan disetujui masyarakat. Keseriusan pemerintah untuk membangun pertanian dalam arti luas tidak pada periode 2009-2014 ini saja, namun telah menjadi tekad sejak 2004. Tema Revitalisasi Pertanian menjadi salah satu prioritas yang ditegaskan oleh Presiden SBY dalam skenario pembangunaan nasional pada kurun waktu 2004-2009. Melalui RPPK, pemerintah menargetkan pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan daya saing ekonomi nasional. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi ratarata diharapkan bisa mencapai 6,6 persen per tahun. Sedangkan, rata-rata pertumbuhan pertanian, perikanan, dan kehutanan ditargetkan bisa mencapai 3,5 persen per tahun. Sejak 2004, strategi Revitalisasi Pertanian ditempuh dengan empat kebijakan pokok. Dari empat kebijakan ini, sejumlah program pembangunan sektoral dikemas guna mewujudkan revitalisasi pertanian. Sebut saja, di antaranya program peningkatan ketahanan pangan, program pengembangan agribisnis, program peningkatan kesejahteraan petani, program

K

emandirian suatu negara dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya menjadi indikator terpenting yang harus diperhatikan. Sangat sulit dibayangkan bagaimana suatu negara dapat berdaulat penuh (dalam bidang politik, keamanan, dan sebagainya) apabila kebutuhan pokok rakyatnya, khususnya pangan, bergantung pada negara lain. Enam tahun yang lalu—tepatnya 11 Juni 2005—bertempat di Jatiluhur, Jawa Barat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencanangkan program Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK), yang selanjutnya juga dikenal dengan nama Revitalisasi Pertanian. Pada intinya, program Revitalisasi Pertanian ini menjadi semacam rencana induk (masterplan) bagi pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia. Program ini mencakup sektor pertanian dalam artian luas, termasuk peternakan, perkebunan, hortikultura,

Sasaran dan Target RPPK
Periode I (2004–2009)
• Angka kemiskinan turun dari 16,6 persen (2004) menjadi 8,2 persen (2009). • Angka pengangguran terbuka turun dari 9,7 persen (2004) menjadi 5,1 persen (2009). • Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,6 persen per tahun. • Rasio investasi terhadap GDP naik dari 16 persen (2004) menjadi 24,4 persen (2009). • Rata-rata pertumbuhan pertanian, perikanan, dan kehutanan mencapai 3,5 persen per tahun.
Sumber: Pidato Menko Perekonomian saat pencanangan RPPK, 11 Juni 2005.

Periode Lanjutan (2010–2014)
• Mendorong pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan berdasarkan pendekatan kewilayahan berbasis pulau-pulau. • Peningkatan produksi dan produktivitas untuk memenuhi kebutuhan pangan dan bahan baku industri pangan melalui swasembada dan swasembada berkelanjutan. • Peningkatan nilai tambah, daya saing, serta pemasaran produk pertanian, perikanan, dan kehutanan. • Peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat pertanian, perikanan, dan kehutanan.
Sumber: Kementan, Kemenhut, dan KKP.

Empat Kebijakan Pokok RPPK
• Kebijakan penguatan kemampuan petani dan nelayan, serta lembaga pendukungnya. • Kebijakan pengamanan ketahanan pangan. • Kebijakan peningkatan produktivitas, produksi, daya saing, dan nilai tambah produk pertanian dan nelayan. • Kebijakan pemanfaatan hutan untuk diversifikasi usaha dan mendukung produksi pangan.

pengembangaan sumber daya perikanan, dan program pemantapan pemanfaatan potensi sumber daya hutan. Dalam mengembangkan usaha pertanian ini, pemerintah mengedepankan pendekatan kewilayahan terpadu dengan konsep pengembangan agribisnis. Dalam hal perikanan, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan perikanan didekati dengan pendekatan Minapolitan. Yakni, konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan sistem dan manajemen kawasan. Oleh karena itu, pembagian wilayah berdasarkan kepemilikan komoditas unggulan serta pemetaan zona ekologi wilayah dan karakteristik sosial menjadi faktor yang selalu dipertimbangkan dalam mengembangkan sektor pertanian di daerah-daerah. Dari sinilah kemudian tercetus ide pembentukan satu desa menghasilkan satu produk atau one village one product, yang hingga saat ini terus dikembangkan. Dalam periode lanjutan (2010-2014), RPPK lebih diarahkan kepada upaya untuk mencapai kemandirian pemenuhan kebutuhan pangan melalui program swasembada dan swasembada berkelanjutan. Dalam UU No 7/1996 tentang Pangan, menyebutkan kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga tecermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau. Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan dan minuman. Masalah ketahanan pangan tidak terlepas dari persoalan ketersedian produksi. Selama periode 2003-2008, semua bahan pangan nabati mengalami peningkatan produksi, kecuali kacang tanah menurun 0,28 persen. Sumber protein hewani yang mengalami peningkatan produksi, yaitu daging sapi sebanyak 19,50 persen, daging ayam 24,26 persen, telur 8,02 persen, ikan 6,56 persen, dan susu 4,08 persen. Selama lima tahun terakhir, perkembangan produksi menunjukkan kinerja yang positif. Bahkan, pada 2003-2004 dan 20082009, Indonesia memang dicatat punya prestasi lumayan baik, yakni telah berhasil tidak melakukan impor beras. Namun, keberhasilan ini tidaklah berkesinambungan. Di tengah laporan produksi beras meningkat, pemerintah malah melakukan impor beras sampai 1,33 juta ton. Kini, pemerintah terus berupaya menggenjot produksi beras nasional dengan harapan Indonesia bisa mencapai swasembada beras sebesar 10 juta ton di tahun 2014. ■

THATA AIDILLA/REPUBLIKA

Hatta Rajasa Menko Perekonomian

Kita Harus Mandiri

M

enteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan Indonesia tak boleh bergantung pada bangsa lain, khususnya dalam hal fundamental seperti pangan. “Kita harus mandiri (pangan),” katanya kepada Republika saat pembukaan Ekspo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) II 2011 di Jakarta, Jumat (14/10). Dalam tatanan global, Hatta menilai ekspor-impor bukanlah satu hal yang harus menjadi perdebatan di berbagai kalangan. Sebab, jika Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar pangan rakyatnya dari pasokan dalam negeri, transaksi ekspor-impor lainnya hanya pelengkap. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akhir tahun ini, kata Hatta, mampu mencapai 6,5 persen. Tahun depan, angkanya terus bergerak menjadi 6,7 persen. Tak dimungkiri, sektor pertanian tetap menjadi andalan Indonesia selain sektor manufaktur. “Sekitar 40 persen tenaga kerja kita ada di sektor pertanian,” ujar Hatta. Oleh karenanya, dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), sembilan dari 22 sektor andalan berkaitan dengan pangan. Dalam sambutan di ENIP II itu, Hatta menjelaskan, inovasi dalam

bidang teknologi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing dan memenuhi penyediaan pangan nasional yang diperkirakan makin terbatas di masa mendatang. “Kita harus melakukan inovasi dalam rangka tidak hanya meningkatkan ketersediaan, tetapi juga bagaimana tingkat ‘competiveness’ dari sebuah produk, daya saing, dan daya tahan untuk menghadapi persoalan pangan,” ujarnya. Kebutuhan energi dan pangan dunia akan meningkat hingga 60 persen dalam satu dekade mendatang. Untuk itu, pengembangan riset harus didorong untuk mengantisipasi adanya defisit pangan akibat pertumbuhan umat manusia. Indonesia, lanjut Hatta, harus mendorong riset dalam bidang pertanian dan perkebunan hingga menjadi pemasok pangan dunia. Karena dengan jumlah lebih dari 230 juta penduduk, Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain dalam pemenuhan kebutuhan pangan. “Bahan pangan merupakan komoditas strategis tidak boleh tergantung dari bangsa lain, harus mandiri. Artinya, tidak sekadar kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kemandirian adalah upaya terusmenerus untuk meningkatkan daya tahan bangsa ini menghadapi guncangan dan daya saing,” ujar Hatta.
■ c07 ed zaky al hamzah

pareto

MENGUATKAN KETAHANAN PANGAN

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

ADITYA PRADANA PUTRA

26

WILDAN HIDAYAT

Anif Punto Utomo

Ketahanan Pangan Buat Petani KDeetfainhiasni a
duksi pangan turun karena banyak lahan produktif diubah menjadi kawasan industri untuk mendukung merebaknya industrialisasi di negara tersebut. Cina pun yang semula menjadi pengekspor pangan, sudah mulai mengimpor. Situasi ini akan menjadi ancaman ketersediaan pangan dunia. Belum lagi spekulasi harga pangan di pasar komoditas. Dilaporkan oleh International Food Policy Research Institute (IFPRI), para spekulan yang tadinya bermain di pasar finansial kini mulai masuk ke komoditas. Akibatnya, pasar komoditas menjadi volatile, mudah guncang. Jika begitu, harga pangan bisa dengan mudah naik. Dengan semakin membengkaknya jumlah penduduk dan ketidakstabilan harga, ketahanan pangan menjadi isu yang sangat penting. Kelangkaan pangan pada masa mendatang bukan hal yang tidak mungkin terjadi, terutama di negara miskin yang produk pertaniannya rendah tetapi jumlah penduduknya tumbuh demikian cepat. Kelaparan bisa menjadi menu sehari-hari. Sekarang saja, kelaparan boleh dibilang sangat tinggi di mana salah satunya diakibatkan oleh tak stabilnya harga pangan. Di tingkat global pada 2010 lalu ada 925 juta jiwa yang kekurangan gizi. Bahkan, Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat setiap enam detik seorang anak mati kelaparan. Bagaimana dengan Indonesia? Di tengah klaim bahwa kita swasembada beras, di beberapa daerah miskin masih terdapat banyak anak-anak kekurangan gizi. Ancaman kelaparan sedikit banyak juga masih menghantui kita mengingat ada 30,2 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan yang ukurannya Rp 230 ribu per bulan. Pekerjaan rumah kita bukan itu saja, tetapi juga soal ketergantungan pangan terhadap impor yang besar. Ketika harga di pasar internasional naik, masyarakat kita pun menjadi tak mampu memenuhi kebutuhan hidup minimalnya. Daftar kemiskinan bisa bertambah panjang. Konsekuensinya, mau tidak mau produksi nasional harus digenjot. Pemerintah pada 2010 lalu mencanangkan swasembada pada lima produk pangan utama, yakni beras (75,7 juta ton padi), gula (5,7 juta ton), kedelai (2,7 juta ton), jagung (29 juta ton), dan daging sapi (0,55 juta ton) pada 2014 nanti. Sebuah target yang ambisius dan akan menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian. Mengapa? Karena kenyataan sekarang masih jauh dari harapan.

Kelaparan bisa menjadi menu sehari-hari.
idak ada kantor Departemen Pertanian di seluruh dunia sebesar ini. Kalau tidak mampu swasembada beras, saya jual kantor ini. Begitu gagal tidak swasembada pangan, kantor itu saya kontrakkan, saya jual setengah.” Kalimat itu meluncur deras dari Jusuf Kalla (JK) sewaktu masih jadi wakil presiden pada 2008 silam. Gertakan JK tersebut sempat membuat semua eselon I dan eselon II yang saat itu dikumpulkan syok. Tapi, ‘ancaman’ itu rupanya membuahkan hasil. Pada 2008 beras kita surplus sehingga untuk kedua kalinya sejak 1984, Indonesia kembali swasembada beras. Selebihnya mulai 2009 ke sini, swasembada menjadi tradisi. Kerisauan JK itu sebenarnya mewakili kerisauan banyak orang, “Mengapa sih kita tidak lagi bisa swasembada beras, apa kerja orang-orang di Departemen Pertanian yang kantornya begitu mentereng itu?” Setiap tahun kita dicekoki berita, bahwa kita harus impor beras, impor gula, impor garam, dan impor gandum. Dalam perspektif ketahanan nasional, ketahanan energi dan ketahanan pangan menjadi dasar kemandirian. Tanpa memiliki ketahanan energi, sebuah negara akan mudah dipermainkan oleh negara lain, karena ketergantungan manusia terhadap energi semakin besar. Negara juga mudah goyah jika tak memiliki kedaulatan dalam pangan, apalagi saat ini semua negara sedang sibuk memikirkan kecukupan pangan masingmasing. Ketahanan pangan menjadi isu strategis manakala jumlah penduduk dunia semakin meningkat. Tahun ini diperkirakan penduduk dunia mencapai tujuh miliar jiwa dan tahun 2025 nanti sudah membengkak menjadi delapan miliar. Indonesia sendiri, kini sudah 237 juta dan jika tidak dikendalikan akan meningkat menjadi 475 juta jiwa pada 2054. Tidak mudah untuk menyediakan pangan bagi penduduk sebanyak itu. Cina dengan penduduk yang mencapai 1,2 miliar kini sudah mulai kewalahan dalam memenuhi kebutuhan pangan. Pro-

“T

efinisi ketah ana Pangan No 7 n pangan berdasarkan Un Ta penuhinya ke hun 1996 adalah seba dang-Undang gai kondisi te butuhan pan rga tecermin da ri tersedianya n bagi rumah tangga ya dari jumlah ng pangan seca maupun mu ra tunya, aman USAID (199 , merata, da cukup, baik 2) mendefin n terjangkau kondisi di m isikan ketah . ana masyara anan panga n sebagai sa ka akses yang tu cukup baik se t pada satu yang bersa maan memili cara fisik m memenuhi ke ki aupun ekon butuhan pan omi u gan dalam ra hatan dan h idup ya ngka peningk ntuk atan keseMenurut FAO ng lebih produktif. (1997), keta semua ruma hanan panga h tangga me n adalah situ mp mi untuk me asi di mana mperoleh pa unyai akses, baik fisik maupun eko ngan bagi se dan di mana n luruh anggo rumah tangg ta keluargan oa kedua akse ya, s tersebut. ■ tidak berisiko mengala mi kehilanga n

D

n Pangan

Kita lihat kedelai, misalnya, menurut Menteri Pertanian Suswono, produksi kedelai tahun 2010 hanya 963 ribu ton, padahal kebutuhan mencapai 2,4 juta ton. Dan, yang jelas produksi kedelai nasional saat ini hanya mampu memenuhi 34-40 persen kebutuhan nasional. Apakah tiga tahun lagi pada 2014 sudah bisa swasembada kedelai? Sangat berat, untuk tidak mengatakan mustahil. Begitu pula daging sapi. Selama periode 2005-2009, Indonesia masih mengimpor 40 persen total kebutuhan daging sapi. Ditargetkan pada 2014 impor daging sapi hanya 10 persen. Ini juga pekerjaan yang tidak ringan mengingat pemerintah lamban dalam hal menyediakan bibit sapi untuk petani. Untuk gula, tampaknya swasembada 2014 yang 5,7 juta ton juga masih tinggal harapan. Menteri Pertanian pun sudah lempar handuk tidak mampu memenuhi target tersebut. Minimnya lahan dan tidak modernnya pabrik gula membuat produksi gula pada 2014 nanti hanya 3,5 juta ton, jauh sekali dari target yang dicanangkan. Lain memang untuk jagung, sejak 2008 Indonesia sudah swasembada, karena sudah memenuhi 90 persen kebutuhan. Posisi tersebut akan terus dipertahankan. Diperkirakan pada 2014 nanti produksi jagung mencapai 31,3 juta ton, naik 80 persen dibanding 2008 yang mencapai 16,3 juta ton. Pada saat itu diharapkan sudah tidak

ada lagi jagung impor. Sementara itu, untuk beras sebagaimana jagung, ditargetkan pada 2014 nanti bukan hanya swasembada, tetapi sudah mengekspor beras, karena diharapkan sudah terjadi surplus beras 10 juta ton. Bukan pekerjaan mudah, karena selain makin terbatasnya lahan pertanian juga cuaca yang tidak menentu, sehingga mengganggu panen. Belum lagi kucuran dana subsidi untuk petani yang begitu seret. Untuk mencapai target tersebut perlu usaha keras dari pemerintah, termasuk dialokasikannya anggaran besar untuk membuat bendungan besar. Saat ini Indonesia baru memiliki 284 bendungan besar yang mengairi 800 ribu hektare atau 11 persen dari lahan irigasi teknis. Celakanya, saat ini 20 persen irigasi rusak. Jika masalah ini tidak dibenahi, mustahil akan memperoleh surplus 10 juta ton nantinya. Pemerintah juga jangan bicara memperluas lahan pertanian, tetapi bagaimana meningkatkan produksi per hektarenya. Jika kita mau bekerja keras, tak perlu risau bahwa kita kekurangan pangan. Lahan kita luas dengan tingkat kesuburan tinggi, jadi tidak ada alasan produksi pertanian turun. Tapi, di tengah gencarnya pencanangan ketahanan pangan, jangan sampai nasib petani tetap terpinggirkan. Kita ingin ketahanan pangan bukan sekadar demi kemandirian bangsa, tetapi juga untuk kesejahteraan petani. ■

pareto

MENGUATKAN KETAHANAN PANGAN

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

27

ARIEF PRIYONO/ANTARA

Perjanjian perdagangan bebas menjadi pukulan terberat bagi petani.

C

erita kemandirian pangan Indonesia tak akan pernah lepas dari petani, komoditas pangan, dan lahan. Sayangnya, pemikiran sederhana ini masih terabaikan oleh pemerintah. Padahal, pemerintah telah menyusun empat episode pembangunan pertanian hingga 2014. Mereka adalah swasembada dan swasembada berkelanjutan, penganekaragaman pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing ekspor, serta peningkatan kesejahteraan petani. Empat target sukses tersebut juga menjadi obsesi seorang Menteri Pertanian Suswono. Sistem produksi yang holistis pun diperlukan untuk memperkuat kemandirian pangan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta menjadi

Merajut Episode Kemandirian Pangan di Indonesia
bagian penting dalam menciptakan kemandirian pangan di Tanah Air. Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini justru sebaliknya. Sinergi antarlembaga pemerintah tak terlihat. Pemerintah seakan lempar tanggung jawab saat menemui beragam komoditas pangan impor yang beredar luas di pasaran, seperti kasus yang terbilang masih hangat yakni membanjirnya kentang impor asal Cina di pasar dalam negeri. Awal Agustus hingga akhir September 2011, Menteri Perikanan dan Kelautan saat itu, Fadel Muhammad, berkeras meminta bea cukai untuk menahan 29 ribu ton garam impor. Sementara, Mari Elka Pangestu yang ketika itu masih menjabat sebagai menteri perdagangan bersama Menteri Perindustrian MS Hidayat meminta agar garam impor senilai Rp 7 miliar itu dilepas ke pasar. Awal Oktober 2011, petani kentang dari Dataran Tinggi Dieng beramai-ramai memprotes kebijakan impor kentang yang masuk ke sentra produksi. Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi Kamar Dagang Industri (Kadin) IndoneISMAR PATRIZKI/ANTARA

sia Didik J Rachbini mengatakan, menurut menteri pertanian, menteri perdagangan tak mengoordinasikan hal tersebut kepadanya. Di sisi lain, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo mengatakan, masuknya kentang impor tersebut atas sepengetahuan Badan Karantina Pertanian. Dalam kesempatan berbeda, tambahnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa telah memerintahkan menteri pertanian dan menteri perdagangan tak melakukan impor kentang. Hatta beralasan karena kentang lokal banyak tak terserap. “Ini kan menunjukkan koordinasi pemerintah sendiri kacau,” kata Didik kepada Republika di kantornya, Selasa (18/10). Menurut pengamat pertanian Khudori, selama tujuh tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), komoditas pangan penting masih dipenuhi melalui impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Januari-Agustus 2011, impor beras mencapai 1,6 juta ton senilai 861,23 juta dolar AS. Berikutnya, jagung (2,6 juta ton) bernilai 837,55 juta dolar AS, kedelai (1,4 juta ton) bernilai 851,33 juta dolar AS, gandum (4,05 juta ton) bernilai 1,5 miliar dolar AS, garam (2,2 juta ton) bernilai 117,22 dolar AS, dan susu (13,6 juta ton) bernilai 523,67 juta dolar AS. “Dari tahun ke tahun nilainya membesar,” katanya saat dihubungi Republika, Selasa (18/10). Pikulan berat itu semakin dirasakan petani saat pemerintah menandatangani setidaknya empat perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA). Di antaranya adalah Asean-China FTA (ACFTA), IndonesiaAustralia FTA, ASEAN-Selandia baruAustralia FTA, dan ASEAN-India FTA. ACFTA, misalnya, membuka perda-

gangan bebas daging, ikan, produk susu, dan produk ternak lain, pohon hidup, sayuran, buah, serta kacang dengan bea masuk nol. Seolah mengantar Indonesia ke mulut harimau, pemerintah juga tengah mempersiapkan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa. Bagi petani Indonesia, negosiasi FTA tersebut sangat mengkhawatirkan. Ketua Departemen Kajian Strategis Nasional Serikat Petani Indonesia Ahmad Yakub mencontohkan, ambisi FTA Uni Eropa dengan Indonesia, misalnya, akan lebih liberal dari perjanjian di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). “Indonesia akan terus terjebak dalam ketergantungan pangan internasional,” katanya. Jauh hari sebelum FTA dengan Uni Eropa menggema, perusahaan-perusahaan Eropa sudah mendominasi sektor pertanian di dalam negeri, dari hulu hingga hilir. Sebut saja, di antaranya Jerman, Prancis, dan Swiss yang menguasai sumbersumber agraria, pengolahan pangan, hingga distribusinya. Sebaliknya, Indonesia hanya unggul mengekspor komoditas tropis, seperti kelapa sawit dan kakao. Dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia memang mengalami peningkatan produksi minyak sawit di atas 200 persen. Namun, pada saat yang sama terjadi kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng. Terbukti, impor minyak goreng hingga Agustus 2011, menurut data BPS, mencapai 3,6 juta ton atau senilai 46,09 juta dolar AS. Nilai impor minyak goreng ini lebih dari 50 persen nilai ekspor produksi kelapa sawit Indonesia berupa minyak mentah (CPO). Secara umum, kata Yakub, perdagangan internasional tak dapat terhindarkan. Namun, perdagangan bebas itu hendaknya mengedepankan kedaulatan negara, khususnya kedaulatan pangan. ■ c07 ed: nidia zuraya

RAHMAD/ANTARA

PETANI BUTUH PERLINDUNGAN
mportasi pangan oleh pemerintah saat ini sudah sangat membahayakan.” Demikian kalimat yang terucap dari mulut anggota DPR Komisi IV Rofi Munawar. Menurutnya, persoalan pangan dalam pemerintahan Presiden SBY sangat terpinggirkan. Ia menceritakan, Amerika Serikat (AS) saja yang nyata-nyata menerapkan ekonomi liberal, tetap memberikan proteksi maksimum bagi petaninya. Jaminan dari pemerintah adalah salah satu kenikmatan yang didapat para petani di Negeri Paman Sam itu. Bentuknya berupa jaminan gagal panen, bantuan pengetahuan dan teknologi dari berbagai pihak, terutama universitas. Petani di AS pun mudah mendapat informasi tentang bibit unggul terbaru, kondisi cuaca harian, bahkan harga berbagai jenis panenan. Di Indonesia, ungkap Rofi, importasi menghiasi kebijakan pangan

“I

nasional. Impor komoditas pangan Indonesia tahun ini mendekati angka Rp 60 triliun. Dalam periode Januari-Juni 2011 saja nilai impor pangan sudah mencapai Rp 36,2 triliun. “Yang mengkhawatirkan, importasi dilakukan hampir di seluruh komoditas pangan,” tambahnya. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rachmat S Pambudy menilai, petani membutuhkan instrumen untuk melindungi kedaulatannya. “Kesejahteraan petani ada di tangan Kementerian Pertanian,” katanya kepada Republika, Selasa (18/10). Instrumen yang dibutuhkan petani, kata Rahmat, di antaranya kredit murah, jaminan harga komoditas pangan, dan tambahan lahan sawah baru. Instrumen utama yang dibutuhkan petani, tambah dia, adalah ketersediaan pupuk, obatobatan, dan benih pertanian yang bisa diakses setiap saat. Petani kentang dari Pangalengan, Dadi Sudiyatna, mencon-

tohkan benih kentang unggul yang bisa diakses petani kentang hanyalah sepuluh persen. “Apa pun bentuk perlakuan pemerintah, jika benih unggul saja tak dapat diakses petani, tetap saja percuma,” katanya kepada Republika di gedung Kadin Indonesia, Selasa (18/10). Ia menceritakan, benih kentang unggul di Bangladesh mampu menghasilkan 40 ton kentang per hektare (ha). Sedangkan, benih kentang lokal di Indonesia hanya menghasilkan 18 ton per ha. Mentan Suswono mengatakan, untuk mencapai swasembada pangan 2014, setidaknya pemerintah membutuhkan 349 ribu ton benih padi, 92 ribu ton benih jagung, dan 73 ribu ton benih kedelai. “Namun, tingkat produksi benih saat ini baru memenuhi separuh kebutuhan,” katanya kepada Republika awal bulan ini. Untuk itu, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian akan mendorong pengem-

bangan penangkar produsen benih. Caranya melalui pemberian bantuan pengembangan sistem produksi benih sampai ke level pemasaran. Komoditas yang diusahakan, meliputi benih padi, jagung, dan kedelai. Petani juga kekurangan lahan. Luas lahan pertanian baru tahun ini tak banyak bertambah, hanya 60 ribu ha. Dirjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto mengatakan, pada 2012 pemerintah menargetkan penambahan cetak lahan sawah baru hingga 136 ribu ha. Ada tujuh provinsi yang potensial menjadi lokasi cetak sawah baru. Ketujuhnya adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Riau, dan Jambi. “Dengan peningkatan ini, kita harapkan produksi gabah tahun depan mencapai 74 juta ton,” ujarnya. Untuk mencetak areal sawah baru, pemerintah membutuhkan dana

mencapai Rp 10 juta per ha. Kementerian Kehutanan pun ikut didorong untuk mendukung penyediaan lahan pertanian baru. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan berjanji akan menyediakan berapa pun luas lahan yang dibutuhkan Kementerian Pertanian.

“Saat ini, sudah ada 200 ribu ha lahan yang kami sediakan,” kata Zulkifli. Selanjutnya, Menhut meminta agar lahan tersebut dikelola oleh BUMN atau lembaga khusus yang diatur oleh Kementerian Pertanian.
■ c07 ed: nidia zuraya

pareto

MENGUATKAN KETAHANAN PANGAN
WIHDAN HIDAYAT

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

28-29

Menetralkan Candu Impor Pangan
Zaky Al Hamzah
SAIFUL BAHRI/ANTARA

Antarpejabat Perlu Kompak Amankan Stok Pangan

Indonesia tidak boleh menggantungkan pangan kepada bangsa lain. Kebutuhan pangan paling dasar harus mampu dipenuhi produksi dalam negeri.

T

T

antangan mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia masih jauh sangat besar. Impian Indonesia mampu memasok pangan dunia perlu ditempatkan pada kerangka realitas. Awal 2010 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan harus mengusulkan perubahan tema “Feed the World” menjadi “Feed Indonesia and Feed the World”, hasil program milik Kadin Indonesia. “Feed the World” merupakan pameran dan seminar nasional yang diselenggarakan Kadin Indonesia untuk mempersiapkan Indonesia untuk menjadi pemasok pangan dunia. Sebanyak 15 komoditas unggulan akan dikembangkan. Usulan Presiden itu terinspirasi dengan suatu buku yang diperoleh usai menghadiri pertemuan ASEM di Beijing, Cina, pada Oktober 2008. “Saya baca buku judulnya, Can China Feed Herself?” kata Presiden. Jumlah penduduk Cina mencapai 1,3 miliar, namun negeri yang bakal menggantikan Amerika Serikat sebagai negara adidaya itu memacu dirinya agar mampu menyediakan pangan bagi rakyatnya sendiri. Menurut Presiden, pertanyaan itu juga relevan untuk Indonesia. “Bisakah mencukupi kebutuhan pangan kita untuk 230 juta manusia,” katanya. Dalam sebuah seminar bertema “Ketahanan Pangan Indonesia Menuju Komunitas ASEAN 2015” yang digelar Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Bogor, Selasa (18/10), juga mencuat pertanyaan retoris dari peserta. “Bila kita tidak mampu menyediakan pangan bagi ratusan juta jiwa di negeri ini, mengapa harus memaksakan mampu menyuplai pangan ke kawasan ASEAN,” kata peserta tersebut. Kini, usulan Presiden belum banyak diimplementasikan bawahannya. Jawaban menyediakan kebutuhan pangan dari dalam negeri justru dibalas dengan memasukkan produk impor. Komoditas beras, kedelai, bawang merah, jagung, garam, sayuran, dan impor pangan lain semakin mudah ditemui di pasaran. Terakhir, kentang impor membanjiri pasar tradisional di sejumlah daerah. Semakin sulit menemukan komoditas pangan lokal di pasaran. Parahnya, banjir komoditas pertanian impor di Tanah Air sebenarnya bukan karena Indonesia membutuhkan produk tersebut. Semakin tak terhindarnya negeri ini dari komoditas pertanian impor merupakan konsekuensi dari liberalisasi pasar pertanian Indonesia. Kesepakatan pemerintah itu ditandai sejak Indonesia membuka pintu kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Letter of Intent dengan IMF, dan kemudian FTA, terutama ASEANCina FTA (ACFTA) yang diberlakukan sejak awal 2010. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih di Jakarta, Senin (17/10), mengatakan, setiap tahun tren nilai impor pangan Indonesia terus mengalami peningkatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan selama Januari–Juni 2011, nilai impor pangan mencapai 5,36 miliar dolar AS atau sekitar Rp 45 triliun. Indonesia mengimpor singkong sebesar 4,73 juta ton dengan nilai 21,9 ribu dolar AS dari Januari hingga Juni 2011. Impor dari Italia senilai 20, 64 ribu dolar AS, sedangkan dari Cina bernilai 1.273 dolar AS. Kemudian, negeri kepulaun ini juga impor garam sebesar 70 persen atau setara 1,63 juta ton garam untuk memenuhi kebutuhan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki panjang pesisir 90 ribu kilometer (km), yang berpotensi menghasilkan garam. Pun demikian dengan kentang impor. Selama tiga bulan terakhir di 2011, volume impor kentang meningkat 60 persen. Impor kentang 2010 hanya 25 ribu ton. Di semester pertama 2011 saja, jumlah impor sudah mencapai 24 ribu ton. Sejak Indonesia masuk skema WTO, IMF dan FTA, yang begerak bebas di pasokan pangan adalah korporasi. Korporasi pangan dan pertanian, khususnya korporasi asing, telah mendominasi bisnis perbenihan, pupuk, pestisida, peternakan, perikanan, kelapa sawit, dan susu, berikut distribusinya. Dominasi korporasi itu bergerak dari hulu sampai hilir di semua sektor pangan dan pertanian. Hal itu bagian belenggu neoliberalisme. Kondisi saat ini, kata Henry, sangat riskan. Sebab, korporasi akan lebih mudah mengontrol dan memainkan harga pangan bila produksi pangan ada di dalam genggamannya. Bahkan, korporasi telah dan akan melakukan kriminalisasi terhadap petani atau sia-

ingginya ketergantungan kebutuhan pangan nasional terhadap pangan impor serta masih ruwetnya sejumlah kementerian menyelesaikan masalah pangan nasional secara terpadu membuat sejumlah pihak mengusulkan kembali gagasan terbentuknya kementerian yang khusus mengurusi bidang pangan atau Kementerian Pangan. Ketika penolakan impor kentang asal Cina dan Bangladesh merebak dari kalangan petani kentang lokal, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan) justru saling membantah bila keluarnya izin impor kentang berasal dari mereka. Menko Perekonomian Hatta Rajasa berusaha mendudukkan masalah. Menurutnya, kebijakan impor kentang tidak pernah dibahas dalam rapat koordinasi pangan. Artinya, kebijakan impor tersebut merupakan keputusan sepihak dari Menteri Perdagangan (Mendag) saat itu, Mari Elka Pangestu. Masih belum seriusnya pemerintah mengelola pangan hingga itu akhirnya mencuatnya usulan Kementerian Pangan. Pakar ekonomi pertanian Bustanul Arifin mengusulkan agar Kementerian Pangan perlu dihidupkan lagi. “Agar kementerian ini fokus dalam proses peningkatan produksi, ketersediaan stok, hingga kestabilan harga di pasar,” katanya pada forum group discussion bertema “Ketahanan Pangan Indonesia Menuju Komunitas ASEAN 2015” yang digelar Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo) di Bogor, Selasa (18/10). Serikat Petani Indonesia (SPI) juga mengusulkan hal sama. “Kebijakan pangan semestinya diurus terpisah,” ungkap Ketua SPI Henry Saragih, belum lama ini. Perlunya dibentuk Kementerian Pangan, kata dia, sebagai upaya menutupi lemahnya peran negara dalam distribusi pangan. Akibat penanganan lemah itu maka harga

beberapa komoditas strategis selalu berfluktuasi. Harganya mengikuti mekanisme pasar, kemudian tiba-tiba terjadi kelangkaan komoditas pada waktu-waktu tertentu, apalagi menjelang hari raya atau hari besar lain. Disinggung keberadaan Perum Bulog, Henry menilai, sebagai instrumen pelaksana kebijakan pangan nasional, peran lembaga ini justru terus-menerus mengalami pasang surut fungsi. Ia menegaskan, Bulog harus menjadi lembaga sentral dalam menampung, mendistribusikan, dan menyimpan produksi pangan dalam negeri. Dan dalam mengimpor makanan yang terpaksa harus dilakukan. Bulog juga harus dikembalikan fungsinya sebagai lembaga yang memproteksi pangan nasional yang beberapa tahun mendapat gempuran keras dari pangan impor. Begitu pula keberadaan Badan Ketahanan Pangan. Henry menilai belum optimal. Selama ini, terjadi ketidakselarasan antara kinerja Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan BUMN. SPI meminta pemerintah mengadopsi sistem yang sama yang dianut negara lain seperti Brasil. Negara Amerika Latin tersebut memisahkan Kementerian Keamanan Pangan untuk bekerja sendiri demi menjamin pangan nasional di negaranya. Usulan Kementerian Pangan juga pernah disampaikan Komisi IV DPR. Komisi Bidang Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan ini mewacanakan pembentukan Kementerian Pangan sebagai upaya menyelesaikan masalah keruwetan pangan nasional secara terpadu. Maka itu, bila jajaran kementerian yang memiliki kewenangan memproduksi, mendistribusikan, menjaga stabilisasi harga pangan bisa kompak, upaya mencapai swasembada sejumlah komoditas pangan mudah-mudahan bisa terwujud. Kekompakan antarpejabat juga dibutuhkan untuk mengendalikan banjirnya impor pangan. Minimal satu suara menolak impor pangan. Semoga. ■ c07 ed: zaky al hamzah

REUTERS

Jebakan Impor Pangan

I

ndonesia adalah negeri paradoks. Ketika beberapa tahun lalu menyadari dampak perubahan iklim akan melanda sejumlah negara, termasuk negeri ini, antisipasi yang dikerahkan pemerintah sangat kurang optimal. Dukungan sektor pertanian hanya jadi komoditas politik. Justru jalan pintas yang diambil, yakni impor pangan yang kini terus naik setiap tahun. Di sisi lain, jumlah penduduk terus naik. Sampai kapan ini berlangsung? ■

TABEL IMPOR KOMODITAS POKOK
(Januari - Agustus 2011) Komoditas Beras Jagung Kedelai Biji Gandum dan Meslin Tepung Terigu Gula Pasir Gula Tebu Daging Volume (Kg) 1.622.611.183 2.606.399.633 1.417.150.629 4.050.331.565 433.429.232 162.975.118 1.562.021.115 62.470.962 Nilai (Dolar AS) 861.263.820 837.552.412 851.333.934 1.591.575.415 181.961.341 129.059.084 1.064.324.461 193.251.544

sejenis Lembu Daging Ayam 8.960 Garam 2.228.604.123 Mentega 9.817.742 Minyak Goreng 36.357.348 Susu 136.288.860 Bawang Merah 152.219.945 Bawang Putih 322.623.093 Telur Unggas 3 Kelapa 5.182.266 Kelapa Sawit 51.153 Lada 2.837.677 Teh 9.559.387 Kopi 9.406.028 Cengkih 7.815.122 Kakao 14.108.590 Cabai 7.088.296 (segar dingin) Cabai 14.962.523 (kering tumbuk) Cabai 758.542 (awet sementara) Tembakau 64.447.342 Ubi Kayu 5.648

NILAI IMPOR PANGAN
29.236 117.226.578 58.147.328 46.090.661 523.670.211 73.069.560 219.094.113 232 11.528.974 1.847.411 5.869.314 15.154.874 26.610.395 161.837.566 46.947.001 6.558.157 13.296.914 755.221 312.373.623 21.915
Sumber: Kementerian Perdagangan, BPS, Pusat Data Republika.

Periode Januari-Juni 2010 Januari-Juni 2011

Transaksi (Rp triliun) 39,91 45 (setara 5,36 miliar dolar AS)

IMPOR = KURAS DEVISA
Setiap tahun devisa untuk impor pangan sebesar 12 miliar dolar AS = Rp 110 triliun Untuk impor = beras, jagung, gandum, kedelai, daging, susu, dan buah-buahan. Rp 110 triliun bisa menciptakan 250 ribu lapangan kerja berskala mikro. Hal itu dengan asumsi satu usaha mikro mendapat pinjaman modal Rp 400 juta.

JUMLAH PENDUDUK INDONESIA (JUTA JIWA)

pa pun yang menghambat usaha agribisnis mereka. Bahasa sederhananya, peningkatan produksi pangan yang terjadi hari ini bukanlah berasal dari tangan kekar petani, tetapi oleh perusahaan nasional dan multinasional agribisnis. Pemerintah lebih mengandalkan korporasi untuk meningkatkan akses pangan. “Ketimbang meminta dukungan keluarga petani kecil dan petani gurem yang

saat ini jumlahnya mungkin tinggal 16 juta kepala keluarga,” jelasnya. Hal ini bisa diartikan, seandainya target peningkatan akses pangan tercapai, namun belum tentu terjadi pada target penurunan tingkat kemiskinan dan kelaparan, setidaknya di tingkat petani kecil dan petani gurem. Kondisi tersebut diperparah dengan ketiadaan akses petani gurem dan buruh tani terhadap kredit usaha dari

perbankan, kualitas benih yang bagus, tidak ada pupuk ketika dibutuhkan, irigasi rusak, hingga penyuluh yang tidak berkualitas. Maka itu, pemerintah diminta mencabut keputusan yang memberikan peran besar kepada perusahaan agribisnis untuk mengurus pangan. Selanjutnya, membuat kebijakan yang mendukung pertanian rakyat dengan menerapkan prinsip pertanian berke-

lanjutan, membatasi impor pangan, dan segera mendistribusikan lahan pertanian produktif kepada petani gurem dan buruh tani melalui Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN). Ketua Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia, Didik J Rachbini, juga menilai ACFTA justru menyesatkan petani. ACFTA membuka perdagangan bebas

daging, ikan, produk susu, produk ternak lain, pohon hidup, sayuran, buah, dan kacang dengan bea masuk nol. ACFTA menggelontorkan banyak pajak produk pertanian menjadi nol, namun tak disertai penguatan nontarif. Contohnya sawit Indonesia, masih disertai isu kolesterol, buah-buah lokal disertai isu lalat buah. Akibatnya, ekspor pertanian mandek, produk impor membanjiri pasar. “Tahun lalu, impor produk-produk Cina hanya empat miliar dolar AS. Tahun ini sudah mencapai 20 miliar dolar AS,” kata Didik kepada Republika di kantor Kadin, Jakarta, Selasa (18/10). Kadin menilai kondisi ini sudah mengkhawatirkan. Ketua Komite Tetap Pengembangan Pasar Pertanian Kadin Indonesia, Karen Tambayong, menambahkan sedari awal sudah merasakan dampak perdagangan bebas ASEAN-Cina ini. Namun, pengusaha dan petani justru tak mendapatkan informasi dengan baik, tepat dan antisipatif. Pasalnya, beberapa tahun sebelum FTA itu disetujui, Pemerintah Cina, Jepang, dan negara-negara di Uni Eropa sudah mengeluarkan regulasi memproteksi produk pertaniannya dengan berbagai skema. Petani di Jepang bahkan melakukan kontrak seumur hidup dengan siapa pun partai penguasanya untuk melindungi hasil pertanian dalam negeri. Negara-negara di Uni Eropa memberikan subsidi tinggi untuk petaninya. Sedangkan, Indonesia belum melakukan itu.

Terlepas hal itu, pemerintah tetap percaya diri Indonesia memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan dunia. Meski, kenyatanya kini dalam pemenuhan kebutuhan pangan domestik masih impor. Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, potensi besar itu bukanlah pepesan kosong, dengan catatan pembangunaan sektor pertanian mampu menjawab pengembangan dan peningkatan produktivitas pangan. Ke depan, sektor pertanian perlu banyak mengembangkan inovasi lewat riset dan penelitian yang berkelanjutan. “Indonesia berpeluang menjadi pemasok pangan dunia, ‘Feed the World’. Caranya dengan meningkatkan inovasi dalam bidang pertanian agar negara menghadapi persoalan pangan,” ujar Hatta ketika membuka Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) II 2011 di Jakarta, Jumat (14/10). Hatta menambahkan, inovasi tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tapi juga bisa meningkatkan daya saing produk pertanian di tingkat global. Hatta mengingatkan, kebutuhan pangan dan energi akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah manusia. Karenanya, produktivitas dan daya saing produk pangan mutlak harus diperhatikan. “Kita butuh energi dan pangan 60 persen dari keadaan sekarang,” terangnya. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan tantangan yang harus direspons. Indonesia memiliki penduduk lebih dari 230 juta jiwa yang memerlukan

pemenuhan pangan. Intinya, Indonesia tidak boleh menggantungkan pangan pada bangsa lain. Kebutuhan pangan paling dasar harus mampu dipenuhi produksi dalam negeri. Kemandirian pangan bukan hanya dalam hal pemenuhan kebutuhan, melainkan upaya peningkatan daya tahan bangsa dalam bidang perekonomian. Kalaupun saat ini Indonesia masih memerlukan impor pangan, Hatta mengklaim hal itu bersifat pelengkap, bukan utama yang menyebabkan hal itu menjadi ketergantungan. Peningkatan produktivitas di masa depan bisa dicapai dengan kultur dan teknologi. Inovasi adalah kata kunci untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta semua pihak berpikir untuk selalu memberikan perlindungan bagi para petani, termasuk penyediaan benih, akses permodalan, akses lahan, dan stabilisasi pasar. Semua pihak juga didorong agar mengolaborasikan ilmu pengetahuan, lembaga penelitian, dunia usaha, dengan kebijakan negara supaya melahirkan sebuah regulasi serta inovasi produk yang menuju pada terwujudnya ketahanan pangan nasional. Bila persoalan pemenuhan pangan dalam negeri sudah terentaskan, Indonesia sudah siap memasok kebutuhan pangan dunia. Terpenting ada upaya keras meski bertahap untuk keluar dari candu impor pangan. ■ c07

TATKALA KORPORASI ASING KUASAI RANTAI PANGAN

S

ROSA PANGGABEAN/ANTARA

MENGURAI JERATAN IMPOR GARAM
Oleh Ichsan Emrald Alamsyah

I

ndonesia harus malu karena untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam domestik masih mengandalkan impor. Meskipun memiliki Pulau Garam yakni Madura di Jawa Timur, Indonesia rupanya masih impor garam dari sejumlah negara, seperti Australia, India, Singapura, Selandia Baru, hingga Jerman. Sebuah paradoks yang jadi pekerjaan rumah bersama sejumlah menteri terkait. Impor garam dari Australia dari Januari hingga Juni 2011 mencapai 1,04 juta ton dengan nilai 53,7 juta dolar AS. Impor dari India sebesar 741,12 ribu ton senilai 39,84 juta dolar AS. Impor juga dari Singapura, Selandia Baru, dan Jerman sehingga total impor garam sampai Juni 2011 mencapai 1,8 juta ton dengan nilai 95,42 juta dolar AS. Kampanye Indonesia mampu berswasembada garam sangat mungkin bagaikan pungguk merindukan bulan. Antarkementerian belum satu suara menyukseskan program swasembada garam. Bila Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis tahun ini Indonesia bisa swasembada garam, tidak demikian dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Akibat perubahan cuaca yang tidak menentu, Kemendag menilai produksi garam tahun ini tidak seperti tahun-tahun lalu. Impor garam pada 2011 sekitar 900 ribu ton. Tahap I (Januari-April) impor sebanyak 595 ribu ton dan Tahap II (MeiJuli) sebanyak 445 ribu ton. Sedangkan realisasi pembelian garam rakyat oleh perusahaan sebanyak 920 ribu ton. Pada Agustus diprediksi sudah terserap 80.500 ton dan September 226 ribu ton. Intinya, jumlah itu bertahap hingga mencapai angka 920 ribu ton. Data Kemendag, menyebutkan PT Garam rencana akan menyerap 200 ribu ton, PT Garindo 150 ribu ton, dan PT Kasari 35 ribu ton. Dalam perhitungan Kemendag, bisnis garam industri mencapai 3,4 juta ton. Rinciannya 1,8 juta ton di antaranya garam industri dan 1,6 juta ton merupakan garam konsumsi. Direktur Jenderal Kementerian Kelautan, Pesisir dan Pulaupulau Kecil (KP3K) KKP, Sudirman Saad, tak sepakat melanjutkan kran impor garam. Hal ini, disebabkan produksi panen garam bisa sebanyak 1,4 juta ton. Sedangkan kebutuhan dalam negeri hanya 1,1 juta ton sehingga bisa dipastikan terjadi surplus garam hingga 300 ribu ton. Maka, kelebihan berat garam tersebut akan didistribusikan tahun depan. “Kita bisa untuk tahun de-

pan,” jelasnya. Namun, tingginya impor garam itu tetap dikeluhkan petani-petani garam di Madura, Jawa Timur. Mereka memprotes keras kebijakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang mengizinkan PT Cheetham Garam Indonesia (anak perusahaan Cheetham Salt) mengimpor garam 25 ribu ton. Impor itu dinilai bertentangan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 44/2007 tentang Ketentuan Impor Garam karena dilakukan saat musim panen. H Abdul Wakhid, petani garam, ikut mendesak Kemenperin, Kemendag, dan Kementerian KKP menyetop impor. Ketiga kementerian itu juga diminta menyelidiki lolosnya izin impor garam perusahaan modal asing (PMA) asal Australia itu. Izin impor itu dianggap menyalahi Permendag. Berdasarkan aturan itu, produsen garam konsumsi beryodium dan sebagai anggota Aprogakob (Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium), Cheetham seharusnya hanya mendapatkan izin Impor Produsen (IP) iodisasi untuk kebutuhannya sendiri dan tidak berhak menjualbelikan garam impornya. Namun, Cheetham justru diberikan izin IP noniodisasi. Izin itu sebetulnya hanya diberikan kepada perusahaan yang membutuhkan garam sebagai bahan penolong

bagi perusahaan yang produknya bukan garam. Seperti PT Tjiwi Kimia, bahan baku garam untuk proses produksi kertas dan PT Asahimas untuk produk kaca. “Ini jelas menyalahi aturan,” ujarnya ke Republika, Selasa (18/10). Impor garam dari Cheetham juga menyalahi ketentuan terkait rencana penyaluran garam impor ke perusahaan lain. Sesuai ketentuan, untuk memenuhi kebutuhan perusahaan lain, izin yang diberikan seharusnya menggunakan izin Importir Terdaftar (IT) Garam seperti izin yang dikantongi PT Pagarin dan Sumatraco Langgeng Abadi. Menurut Wakhid, rencananya garam impor oleh Cheetam itu untuk memenuhi kebutuhan sejumlah perusahaan, di antaranya PT ABC President, Unilever Bango, Angle Product, Delifood, Serena, Jawamanis, Nusantara & Pawon, Unilever Royco, Indofood Sukses Makmur, Prakasa Alam Segar, dan URC Philipine. Wakhid kemudian menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan garam bagi perusahaan lain tersebut, mestinya izin yang diberikan Cheetham adalah IT Garam, bukan noniodisasi. Ia pun menduga ada permainan dalam impor garam ini sehingga perlu ada penyelidikan dari kementerian terkait. Wakhid menilai bila kebijakan impor

seperti yang dilakukan Cheetham ini dibiarkan tanpa ada tindakan pemerintah, hal itu akan menjadi preseden buruk bagi tata niaga garam nasional. Di samping akan mengganggu swasembada garam. Wakhid khawatir impor garam yang menyalahi aturan itu akan berdampak buruk bagi garam petani. Sebab, kehadiran garam impor yang melanggar ketentuan itu, garam yang dimiliki perusahaan IP iodisasi akan terpengaruh daya serapnya dan itu akan berpengaruh pada daya serap garam petani oleh perusahaan IP iodisasi tersebut. “Setiap perusahaan pemegang IP iodisasi harus membeli garam petani

dan itu menjadi syarat mereka bisa melakukan impor garam iodisasi,’’ katanya. Wakil Ketua Komisi IV Firman Subagio, sempat berkunjung ke Sampang, Madura, pekan lalu, dan menemukan aduan dari petani garam soal impor. “Kami datang langsung ke Sampang ingin mencari tahu, siapa oknum di balik semua (impor garam) ini,” paparnya. Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat tak setuju bila keberadaan Cheetham merugikan petani garam. Fasilitas investasi pembangunan pabrik-pabrik garam baru dari pemerintah itu untuk mengurangi ketergantungan terhadap im-

por garam bagi keperluan industri. “Sekarang, untuk garam industri hampir 100 persen masih impor, tapi kami ingin mengurangi ketergantungan terhadap garam impor dengan memfasilitasi investasi pembangunan pabrik garam,” kata Hidayat di Jakarta. Cheetham, kata Menperin, pada tahun depan akan membangun pabrik garam untuk keperluan industri di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendirian pabrik bekerja sama dengan pemerintah daerah dengan investasi 21 juta dolar AS untuk industri garam pada lahan seluas 1.050 hektare. Bukan hanya Cheetham, Kemenperin juga mendukung PT Garam (Persero) membangun ladang garam baru di Teluk Kupang, NTT. PT Garam meminta penyertaan modal Rp 421 miliar untuk mem bangun ladang garam dengan produksi 345 ribu ton per tahun. Investasi baru pada industri garam tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan garam bagi berbagai industri pengguna garam di dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor. Data Kemenperin, kebutuhan garam nasional di 2010 sebanyak 2,8 juta ton, terdiri 1,2 juta ton garam konsumsi dan 1,6 juta ton garam untuk industri. Pada 2011, total kebutuhan garam nasional diproyeksikan 3,4 juta ton yang terdiri atas 1,4 juta ton garam konsumsi dan 1,7 juta ton garam industri.
■ ed: zaky al hamzah

ejumlah pihak menilai Indonesia sudah terlalu terjebak dalam liberalisasi pasar pertanian. Konsekuensinya adalah terus membanjirnya komoditas pertanian impor. Tanpa ada ketegasan pemangku kebijakan, sulit bagi negeri ini melepaskan diri dari jeratan impor pangan yang hampir melanda seluruh komoditas. Ketua Aliansi untuk Desa Sejahtera, Tejo Wahyu Jatmiko, mengatakan rantai pangan Indonesia sudah dikuasai asing. “Korporasi asinglah yang mengontrol perdagangan kita,’’ katanya kepada Republika, dalam diskusi pangan di Jakarta, belum lama ini. Perusahaan multinasional semacam Syngenta, Monsanto, Dupont, dan Bayer menguasai sektor bibit dan agrokimia. Perusahaan raksasa Cargill, Bunge, Louis Dreyfus, dan ADM menguasai sektor pangan serat, perdagangan, dan pengolahan bahan mentah. Terbukti, 90 persennya menguasai perdagangan gandum dunia. Daftar berikut adalah Nestle, Kraft Food, Unilever, dan Pepsi Co telah menguasai bidang pengolahan pangan dan minuman. Pada 2000, Nestle menguasai industri pangan di Brasil dan 80 persennya menguasai pasar susu dunia. Sedangkan Carrefour, Wal Mart, Metro, dan Tesco menjadi penguasa pasar ritel pangan. Anggota Ahli Dewan Ketahanan Pangan Pusat, Khudori, menilai kinerja pertanian pangan Indonesia, secara agregat, sebetulnya tak terlalu mengecewakan. “Tapi, itu kan agregat, yang menjadi persoalan adalah di level rumah tangga,” terangnya. Meskipun fluktuatif, lanjutnya, ketersediaan komoditas pangan utama Indonesia sebetulnya naik. Terbukti, neraca ekspor-impor Indonesia secara keseluruhan positif. Misalnya, akhir 2010 mencapai 18,537 dolar AS. Tapi, potret berbeda ditemukan pada neraca tanaman pangan, tanaman hortikultura, dan peternakan yang selalu negatif. Sedangkan, sawit selalu positif sebesar 10,91 persen. Neraca jagung minus 5,10 persen, kedelai (minus 9,66 persen), dan ka-

cang tanah (minus 10,3 persen). Akibatnya, dari tahun ke tahun Indonesia tetap mengimpor 70 persen kebutuhan kedelai dan susu. Impor gula, daging, dan bawang putih masingmasing 30 persen. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), disebutkan impor pangan Indonesia tahun ini mencapai 11,33 juta ton atau setara Rp 45 triliun. Impor beras 500 ribu ton senilai Rp 2,1 triliun. Kemudian, kedelai (1,7 juta ton) senilai Rp 7,41 triliun serta bawang merah (141,795 ribu ton) senilai Rp 5,7 triliun. Secara umum, Tejo menilai pemerintah gagal mengamankan masalah pangan. Bukannya memperbesar anggaran pangan secara signifikan agar akses petani terhadap per tanian, seperti kepemilikan lahan maupun pembiayaan di lembaga keuangan, menjadi mudah. Pemerintah justru mengundang investor. Padahal, kata dia, keberadaan investor ini bisa membantu sekaligus membuat negara semakin sengsara. Dalam aturan Food Estate Pasal 24 PP Nomor 18/2010, disebutkan apabila di dalam negeri terjadi bencana alam atau ledakan serangan organisme pengganggu tanaman sehingga produksi usaha budi daya tanaman tak mencukupi kebutuhan dalam negeri, produk yang dihasilkan dari usaha budi daya tanaman wajib diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Secara tersirat, lanjut Tejo, ayat tersebut menyatakan prioritas utama food estate yang melibatkan puluhan investor adalah ekspor. Sedangkan untuk pasokan dalam negeri, harus ada prasyarat kondisi yang harus dipenuhi. Pada ayat kedua pasal itu menjelaskan kondisi tersebut harus dinyatakan secara resmi oleh Presiden. Artinya, tak ada jaminan food estate akan mengatasi masalah kerawanan pangan dalam negeri. Bahasa sederhananya, penduduk Indonesia akan tetap bergantung pada pangan impor. Hal itu sebagai akibat tak adanya aturan yang mewajibkan investor memperkuat ketahanan pangan di negara tempatnya berinvestasi, seperti program food estate di sini. ■ c07 ed: zaky al hamzah

pareto

MENGUATKAN KETAHANAN PANGAN

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

30

Mengembalikan Peran Lembaga Penyanggah
YOGI ARDHI/REPUBLIKA

TAHTA AIDILLA/REPUBLIKA

PERAN BULOG DARI MASA KE MASA

B
Firkah Fansuri

Peran lebih luas
Tak heran jika kebutuhan akan adanya badan penyanggah komoditas bahan pokok layaknya seperti zaman Orde Baru semakin disuarakan beberapa kalangan. Mereka menginginkan peran Bulog yang sudah menjadi perum diperluas. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sempat mengevaluasi peranan Bulog agar bisa kembali menstabilkan harga kebutuhan pokok di Tanah Air. Suara itu sudah berkumandang sejak tahun lalu. Komisi VI DPR, misalnya, telah mengevaluasi bagaimana status hukum Bulog. “Apakah peranan Bulog sebagai penyangga kebutuhan pangan nasional dikembalikan seperti tahun 1980-an? Kalau sekarang kan mereka hanya bisa bantu menstabilkan harga beras,” ujar anggota DPR Abdurrahman Abdullah. Pengamat ekonomi Hendri Saparini mengatakan, peranan Bulog sebagai stabilisator harga memang sudah harus dikembalikan. “Kita tidak punya strategi untuk menjaga pasokan dan harga pangan sehingga peran Bulog ini harus segera dikembalikan seperti dulu,” katanya. Hal yang sama diungkapkan oleh pakar ekonomi Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Prof Dr Ahmad Erani Yustika. Erani mengemukakan, perlunya pemerintah memperluas peran Bulog dalam mengatur tata niaga pangan. “Sebaiknya peran Bulog diperluas lagi seperti sebelum 1998. Bulog tidak hanya menangani beras, tapi juga komoditas Setelah era Reformasi (1998), katanya, peran Bulog dipangkas habis-habisan dan pengadaan berbagai komoditas pokok (sembako) lebih banyak diserahkan kepada pihak ketiga. Dan, itu pun hanya dikuasai oleh beberapa pengusaha. Kondisi ini membuat struktur distribusi komoditas pangan di Indonesia cenderung oligopoli, yang hanya dikendalikan beberapa ‘mafia’ dan pelaku usaha. Akibatnya, mekanisme pasar tidak berfungsi dengan baik. Dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan, pemerintah sebaiknya menggunakan sistem batas atas dan batas bawah seperti yang diterapkan oleh Pemerintah Malaysia. Apalagi, pada momentum tertentu atau harihari besar, seperti Ramadhan dan Lebaran, ketersediaan pasokan dan stabilitas harga

Bulog kini hanya dibutuhkan saat harga beras anjlok.

S

emuanya berawal ketika krisis moneter melanda Indonesia pada 1997. Dana Moneter Internasional (IMF) yang waktu itu diyakini sebagai dewa penolong menjadi mitra utama pemerintah. Semua keputusan penting dalam mengelola tata perekonomian nasional harus berdasarkan restu lembaga itu. Tentu saja, sebagai lembaga internasional yang sangat menganut pasar bebas, semua sistem yang memiliki peran melindungi pelaku dalam negeri dipangkas. Semua kebijakan ‘dipaksa’ oleh IMF untuk propasar. Badan Urusan Logistik (Bulog) yang waktu itu menjadi penyangga untuk sejumlah bahan pokok langsung dikebiri fungsinya. Hanya ada dua bahan pokok yang boleh dikelola oleh Bulog, yakni beras dan gula. Kebijakan itu diatur dalam Keppres RI No 45 Tahun 1997 tentang Tugas Pokok Bulog hanya dibatasi untuk komoditas beras dan gula pasir. Bahkan, tugas ini lebih diciutkan lagi dengan Keppres RI No 19 Tahun 1998 saat peran Bulog hanya mengelola beras. Cengkeraman IMF di Bulog begitu kuat. Tak hanya pada jumlah komoditas yang dikelola Bulog yang dibatasi. IMF—yang belakangan ‘perannya’ sudah diragukan dunia mampu mengatasi krisis ekonomi—juga tidak membebaskan Indonesia mengatur bea masuk (BM) impor beras. Padahal, instrumen ini diperlukan pemerintah untuk melindungi petani dalam negeri dari serbuan beras impor. Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rahardi Ramelan menyatakan, rapat untuk menerapkan bea masuk beras sangat alot. Sejumlah besaran bea masuk yang disodorkan Pemerintah Indonesia tidak disetujui IMF. “Kita berharap, BM beras dapat berada di kisaran 30 persen,” kata Rahardi suatu sore di kantor Depperindag—sekarang Kementerian Perdagangan—di bilangan Gambir, Jakarta Pusat, pada 1999. Kala itu, Rahardi baru saja mengikuti rapat Tim Ekonomi Pemerintah dengan IMF di kantor Bappenas. Menteri Koperasi Zarkasih Nur mengemukakan, pemerintah dan IMF gagal menentukan besarnya bea masuk untuk beras impor. Menurut Zarkasih, angka 30 persen yang dipatok oleh pemerintah dinilai IMF terlalu besar.” Ada perbedaan 10 persen dengan harga di pasar, IMF menghendaki paling tinggi 10 sampai 20 persen, kita minta 30 persen,” papar menteri pada era Presiden Habibie dari PPP ini. Padahal, menurut Zarkasih, dengan BM 30 persen, perbedaan harga beras impor dengan di pasar 10 persen. Dengan kata lain, petani tetap dilindungi harganya, lalu mereka yang mau impor masih tertarik karena masih ada keuntungan 10 persen. “IMF hanya mau 20 persen, ini akan kita bicarakan lagi besok,” kata Zarkasih Nur kala itu. Setelah melakukan negosiasi yang cukup melelahkan, akhirnya IMF memberikan restu bea masuk beras impor sebesar Rp 430 per kilogram. Bukan lagi berdasarkan persentase seperti yang awalnya diusulkan oleh Pemerintah Indonesia. Hal tersebut menggambarkan betapa berkuasanya IMF dalam menentukan ke mana langkah Indonesia dalam mengatur kebijakan pangan di dalam negeri. Kini, ketika hampir 13 tahun setelah IMF menginjakkan kakinya pertama kali di pemerintahan Indonesia, semakin dirasakan resep yang dibuat IMF tersebut keliru. Dalam beberapa tahun terakhir sudah dirasakan kebijakan IMF di sektor pangan Indonesia sangat kurang tepat. Terlebih, krisis pangan dalam lima tahun terakhir mengancam dunia, termasuk juga merambah Indonesia.

sangat diperlukan. Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso merasakan peran yang minimalis dari lembaga yang dipimpinnya itu. Bahkan, Sutarto mengatakan, Bulog hanya dicari petani jika harga beras yang dipanen turun. Sekarang Bulog itu menjadi tujuan terakhir. “Petani tidak akan mencari Bulog, mereka mencari pedagang kalau harga tinggi. Kalau harga jatuh, baru mencari Bulog,” tutur Sutarto getir. Mantan Dirjen di Kementan ini juga mengeluhkan kewenangan untuk menangani beras dengan menggunakan dana komersial. Kondisi itu sangat berbeda dengan Bulog pada zaman Orde Baru yang oleh pemerintah diberikan kewenangan yang lebih besar dan didukung dana APBN yang memadai.

BUMN Pangan
Di luar persoalan peran Bulog yang diperluas, pemerintah juga kembali mewacanakan pembentukan BUMN Pangan. Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pembentukan itu perlu dilakukan guna memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Hatta berharap, sejumlah BUMN yang terkait dengan pangan saling bersinergi. “Perlu ada BUMN bersinergi karena banyak BUMN, seperti Bulog, Sang Hyang Seri, dan Pertani yang kesemuanya berkaitan dengan pangan.” Menurut Hatta, kebijakan BUMN Pangan merupakan kebutuhan jangka menengah yang dimulai dari sekarang hingga 2014 mendatang. “Jangka menengah itu berarti dari sekarang sampai 2014. Namun, kalau kita bicara pangan, secepat mungkin kita harus membentuknya. Karena, dalam kondisi saat ini, negara produsen pangan masih perlu waktu untuk meningkatkan produksinya.” Apa pun pilihannya, apakah meningkatkan peran lembaga Bulog atau membentuk BUMN Pangan, yang penting lembaga ini mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai konsumen dan petani. Ketika harga komoditas pangan jatuh, petani tidak dirugikan karena harus menjual produksi dengan harga rendah. Saat harga pangan di pasaran melambung, petani dapat memetik untung, tapi saat bersamaan masyarakat tidak terbebani dengan harga kebutuhan pokok yang melonjak. ■

adan Urusan Logistik (Bulog) adalah sebuah lembaga pangan di Indonesia yang mengurusi tata niaga beras. Bulog dibentuk pada 10 Mei 1967 berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Nomor 114/Kep/1967. Sejak tahun 2003, status Bulog menjadi BUMN. Bulog berperan dalam mempertahankan ketahanan pangan melalui tugas pengadaan, mengawasi alur pengadaan, penyaluran, dan menjaga cadangan logistik pangan. Kehadiran Bulog sebagai lembaga stabilisasi harga pangan memiliki arti khusus dalam menunjang keberhasilan Orde Baru sampai tercapainya swasembada beras 1984. Menjelang Repelita I (1 April 1969), struktur organisasi Bulog diubah dengan Keppres RI No 11/1969 Tanggal 22 Januari 1969. Hal tersebut sesuai dengan misi barunya yang berubah, dari penunjang peningkatan produksi pangan menjadi buffer stock holder dan distribusi untuk golongan anggaran. Kemudian, dengan Keppres No 39/1978, 5 November 1978, Bulog mempunyai tugas pokok melaksanakan pengendalian harga beras, gabah, gandum, dan bahan pokok lainnya. Peran ini guna menjaga kestabilan harga, baik bagi produsen maupun konsumen, sesuai dengan kebijaksanaan umum pemerintah. Dalam Kabinet Pembangunan VI, Bulog sempat disatukan dengan lembaga baru, yaitu Menteri Negara Urusan Pangan. Organisasinya pun disesuaikan dengan keluarnya Keppres RI No 103/1993. Namun, tidak terlalu lama karena dengan Keppres No 61/M Tahun 1995 kantor Menteri Negara Urusan Pangan dipisahkan dengan Bulog dan Wakabulog pada saat itu diangkat menjadi Kabulog. Pemisahan Menteri Negara Urusan Pangan dan Bulog mengharuskan Bulog menyesuaikan organisasinya dengan Keppres No 50 Tahun 1995 pada 12 Juli 1995. Status pegawainya pun terhitung mulai 1 April 1995 berubah menjadi pegawai negeri sipil sesuai dengan Keppres No 51 Tahun 1995 Tanggal 12 Juli 1995. Memasuki Era Reformasi, beberapa lembaga pemerintah mengalami revitalisasi serta reformasi, termasuk Bulog. Melalui Keppres RI No 45 Tahun 1997, tugas pokok Bulog hanya dibatasi untuk komoditas beras dan gula pasir. Tugas ini lebih diciutkan lagi dengan Keppres RI No 19 Tahun 1998 di mana peran Bulog hanya mengelola komoditas beras. Mengawali milenium III, sesuai Keppres No 29 Tahun 2000 Tanggal 26 Februari 2000, Bulog diharapkan lebih mandiri dalam usahanya. Bulog baru dengan fungsi utama manajemen logistik ini diharapkan lebih berhasil dalam mengelola persediaan, distribusi, pengendalian harga beras, serta usaha jasa logistik. Setelah sempat diberlakukan Keppres RI No 106 Tahun 2000 dan Keppres RI No 178/2000, Bulog saat ini beroperasi berdasarkan Keppres No 103/2001 Tanggal 13 September 2001. Keppres ini tentang kedudukan, tugas, fungsi, kewenangan, susunan organisasi, dan tata kerja LPND, sebagaimana telah diubah dengan Keppres RI No 3/2002 Tanggal 7 Januari 2002 serta Keppres RI No 110/2001 Tanggal 10 Oktober 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I LPND, sebagaimana telah diubah dengan Keppres RI No 5 /2002 Tanggal 7 Januari 2002. Kemudian, pada Rakortas Kabinet tanggal 13 Januari 2003, presiden memutuskan menyetujui penetapan RPP menjadi PP dan ditetapkanlah PP No 7 Tahun 2003 tentang Pendirian Perum Bulog Tanggal 20 Januari 2003 (Lembaran Negara Nomor 8 Tahun 2003). ■ ed: firkah fansuri

MENJAWAB DENGAN LUMBUNG KOMUNITAS
Mohammad Akbar

P

ersoalan krisis pangan sepertinya sudah menjadi isu yang kerap muncul ke permukaan dalam setiap dekade. Tapi, seperti apakah solusinya? Cukupkah untuk mengatasi persoalan pelik itu hanya dengan cara menanti kebijakan yang berpihak dari pemerintah saja? Atau sebaliknya, mampukah masyarakat tani menjawab persoalan mereka sendiri? Diskursus semacam itu memang tak pernah berujung pada kata akhir. Tapi, lupakanlah sejenak persoalan pelik itu. Mari kita lihat kembali kearifan lokal masyarakat tani di negeri ini, yakni lumbung! Ya, lumbung sesuatu yang tak asing bagi masyarakat tani. Tetapi kini, kehadiran lumbung seperti sudah semakin tersisih kehadirannya di tengah petani itu sendiri. ‘’Padahal, ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan ancaman krisis pangan di negeri kita melalui pendekatan komunitas,’’ kata Tejo Wahyu Jatmiko, koordinator nasional Aliansi Desa Sejahtera, ketika ber-

bincang-bincang dengan Republika, di kantornya, di Jakarta, awal pekan ini Tejo tak sekadar membual. Ia memberi contoh bagaimana lumbung pangan telah mampu menjawab persoalan krisis pangan di level komunitas. Ia menyebut Lumbung Tani Lestari (Tales). Lumbung ini berada di Desa Dowaluh, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Lumbung pangan ini terlahir pascagempa yang pernah menggoyang Yogyakarta pada 2006. ‘’Saat itulah kesadaran untuk membangun kembali lumbung muncul. Hasilnya ternyata cukup memikat petani satu dusun dan kini sudah mencapai tingkat kabupaten,’’ ujarnya. Lumbung pangan komunitas ini, kata Tejo, bukan berupa bangunan lumbung seperti dahulu kala. Namun, lumbung pangan komunitas di sini merujuk pada sistem penguatan masyarakat tani. ‘’Jadi, modelnya sama seperti koperasi,’’ katanya. Setiap petani yang tergabung dalam lumbung komunitas ini, kata Tejo, terlebih dahulu memberikan modal dasar. Modal ini bisa berbentuk simpanan dalam bentuk uang maupun hasil panen. ‘’Misalnya saja 25 kg dari

hasil panen disimpan di dalam lumbung itu. Nah, nanti pada saat mereka mengalami paceklik, hasil panen yang disimpan itu bisa kembali lagi dimanfaatkan.’’ Lumbung komunitas ini juga bisa dibentuk dalam dua manfaat. Ada lumbung yang dikhususkan sebagai lembaga penyimpanan untuk persiapan menghadapi paceklik. ‘’Lumbung semacam ini kami beri nama lumbung paceklik,’’ ujarnya. Sedangkan lumbung lainnya bernama lumbung tunda jual. ‘’Di lumbung ini bersifat hanya untuk sementara. Artinya, ketika terjadi panen raya dan harga tengah merosot, lumbung ini hadir untuk menampung hasil panen. Setelah harganya kembali normal, barulah hasil tersebut dijual.’’ Namun, diakui Tejo, usaha untuk membangun lumbung bukan pekerjaan yang mudah. Ia mengakui, masyarakat tani masih harus melihat bukti keberhasilan terlebih dahulu. ‘’Nah, yang terjadi di Lumbung Tales itu butuh waktu hampir tiga tahun untuk bisa menarik masyarakat sekitarnya untuk turut serta dalam pengembangan lumbung pangan komunitas.’’

Sementara itu, untuk kegiatan yang termaktub di dalam lumbung pangan komunitas, kata Tejo, tidak hanya berorientasi pada usaha menyimpan produk hasil panen, tetapi melalui lumbung ini dilakukan juga berbagai usaha pengembangan input pertanian. ‘’Di antaranya para petani yang ada di lumbung komunitas ini juga mengembangkan benih sendiri, pupuk organik yang terbuat dari kotoran hewan, sampai melibatkan peran serta perempuan dalam sistem pertanian.’’ Witoro, koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, turut menjelaskan lumbung juga memiliki peran sosial untuk meningkatkan usaha tani. ‘’Di sana warga desa bisa secara bersama bahu membahu, saling membantu, dan merasa senasib sepenanggungan dalam mengatasi masalah kekurangan pangan dan membangun desanya,’’ ujarnya. Lebih lanjut Witoro menegaskan, dalam lumbung komunitas ini semangat yang diusung adalah nilai-nilai lokalitas. Selain itu, sistem yang ada di dalam lumbung ini mengedepankan sisi ekonomi nilai-nilai sosialnya.
■ ed: firkah fansuri

pareto

MENGUATKAN KETAHANAN PANGAN

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

31

YOGI ARDHI/REPUBLIKA

Mau tak Mau Melirik Transgenik
Benih tebu menjadi produk rekayasa genetika pertama yang akan dikembangkan pada 2012.

P

eringatan Hari Pangan Dunia pada 16 Oktober lalu kembali dibayangi kekhawatiran akan harga pangan. Kendati produksi pangan dunia secara global masih dinyatakan surplus, namun hal itu tidak dapat meredam meningkatnya harga pangan. Masa kini dan ke depan, peningkatan produksi pangan bukan hanya menghadapi tantangan jumlah penduduk, tapi juga perubahan iklim. Teknologi rekayasa genetika atau transgenik pun dilirik sebagai salah satu solusi yang jitu. Di dalam negeri, penelitian rekayasa genetika telah dilakukan nyaris sejak dua dasawarsa lalu. Perkembangannya saat ini beberapa varietas jagung dan kedelai hasil rekayasa genetika telah dinyatakan aman bagi lingkungan. Kendati demikian, jalan menuju pengembangan produk rekayasa genetika untuk dibudidayakan secara massal merupakan tantangan tersendiri. Kementerian Pertanian di bawah Menteri Suswono sepertinya tinggal selangkah lagi merilis Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 61/ 2011. Permentan ini mengatur pengujian, penilaian, pelepasan, dan pe-

narikan produk rekayasa genetika (PRG) untuk ketahanan pangan. Dalam penyusunan aturan yang ditandatangani sejak 5 Oktober 2011 itu, Kementerian Pertanian ikut melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup. Benih hasil rekayasa genetika tetap membutuhkan pengakuan aman bagi lingkungan hidup. Sedangkan, kemandirian untuk memproduksi benih rekayasa genetika di dalam negeri pun perlu segera dilakukan atau Indonesia hanya akan di-

jadikan target pasar produsen benih luar negeri. “Indonesia tak boleh bergantung pada benih genetika dari luar, makanya kita mengembangkan di dalam negeri,” tutur Suswono kepada Republika. Bayu Krisnamurthi, wakil menteri pertanian yang baru saja dilantik menjadi wakil menteri perdagangan mengungkapkan pada 2012 penggunaan benih PRG pertama adalah tebu. Selama ini, kata Bayu, benih dan bibit tebu di Indonesia berasal dari luar.

Setelah tebu, penggunaan benih PRG berikutnya adalah jagung. Alasannya, Indonesia sudah memiliki basis benih hibrida jagung yang baik. Di Sulawesi, misalnya, produktivitas jagung sudah ada yang mampu menghasilkan 13–14 ton per hektare. Di sisi lain, produksi rata-rata jagung umumnya hanya mencapai tujuh sampai delapan ton per hektare. Jagung di Sulawesi, satu batangnya mampu menghasilkan dua tongkol jagung yang bentuk dan ukurannya

Produk Rekayasa Genetik di Indonesia
Sejak 1999 beberapa varietas rekayasa genetika telah dinyatakan aman bagi lingkungan. Produk tersebut adalah jagung toleran herbisida (jagung RR), jagung tahan hama (jagung BT), kedelai toleran herbisida (kedelai RR), Kapas tahan hama (kapas BT), dan kapas toleran herbisida (kapas RR). Pada 2010 sudah terdapat 148 juta hektare lahan pengembangan genetically modified organism (GMO). Selain kapas, jagung, dan kedelai, pengembangan tebu transgenik dan padi golden rice juga sebenarnya siap dibudidayakan.

Payung Hukum Tanaman Bioteknologi
Undang-Undang Pangan UU Ratifikasi Protokol Keamanam Hayati Cartagena Peraturan Presiden (PP) Keamanan Mutu dan Gizi Pangan PP Keamanan Hayati Prduk Rekayasa Genetik PP No 39/2010 tentang Komisi Keamanan Pangan dan Produk Rekayasa Genetik

sama besar. Kendalanya hanya tak ada penangkar benih jagung di tingkat lokal, masih di tingkat peneliti. Hibrida dan benih genetika (transgenik), kata Bayu, kini nyaris tak ada bedanya. Peneliti sekaligus akademisi dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB Slamet Budijanto, mengatakan, Permentan No 61 Tahun 2011 ini bagaikan pisau bermata dua. Jika pemerintah sudah merilis aturan ini, kata Slamet, pemerintah harus berkomitmen melalui penerapan teknologi canggih untuk menemukan benih-benih genetika dari dalam negeri. Namun, jika setelah merilis, pemerintah belum siap dengan benih genetika dalam negeri, artinya pemerintah sama saja dengan memberi peluang benih-benih dari Amerika Serikat menguasai pasar dalam negeri. “Sama artinya pemerintah meloloskan impor benih besar-besaran,” katanya melalui sambungan telepon. Menurut International Service for The Acquisition of Agribiotech Applications (ISAAA), 70 persen luas areal penanaman benih transgenik terdapat di benua Amerika. Sebagian besarnya berupa tanaman pangan jagung dan kedelai. Produsennya, antara lain, terdapat di Amerika Serikat, Kanada, Argentina, dan Cile (Miami Group). Permentan No 61 Tahun 2011, kata Slamet, membuktikan pemerintah berikhtiar ke arah peningkatan produksi pangan. Sebab, dalam kondisi genetis, katanya, tanaman hasil rekayasa genetika relatif aman seperti tanaman hasil pemuliaan konvensional. Apalagi, tanaman rekayasa genetika membutuhkan lebih sedikit bahan kimia dan pestisida untuk tumbuh. Namun, bukan hanya regulasi saja yang dibutuhkan. Aturan ini memerlukan uji coba dan riset lebih mendalam.
■ c07 ed: wulan tunjung palupi

CETAK SAWAH BARU DEMI KEMANDIRIAN
YOGI ARDHI/REPUBLIKA

S

ebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, surplus pangan merupakan pekerjaan pelik bagi Indonesia. Tak tanggung-tanggung, pemerintah menargetkan surplus beras sebanyak 10 juta ton beras pada 2014. Hampir bisa dipastikan target tersebut tidak bisa tercapai jika konversi lahan pertanian menjadi nonpertanian tidak dapat dikendalikan. Apalagi, diperkirakan laju konversi lahan sudah mencapai 145 ribu hektare per tahun. Padahal, selama kurun waktu 1992-2002, laju tahunan konversi lahan baru sekitar 110 ribu hektare per tahun. Untuk mengendalikan laju konversi lahan, dibuat UU No 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Melalui UU ini, kawasan dan lahan pertanian pangan ditetapkan apakah dalam jangka panjang, menengah, dan tahunan lewat perencanaan dari kabupaten/ kota, provinsi, dan nasional. Namun, pemerintah rencananya akan mengeluarkan peraturan presiden (perpres) moratorium konversi lahan pertanian untuk mendukung UU No 41/2009 ini. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, perpres ini diperlukan seiring upaya pemerintah melakukan pencetakan lahan sawah baru.

Pada 2012, pemerintah menargetkan penambahan cetak lahan sawah baru hingga 136 ribu hektare. Tujuh provinsi yang potensial menjadi lokasi cetak sawah baru, yakni Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Riau, dan Jambi. Pada tahun ini, luas lahan pertanian baru diperkirakan hanya bertambah 60 ribu hektare. Pengamat pertanian Khudori mengungkapkan, tanpa usaha mencegah konversi lahan pertanian terutama di Jawa, ketahanan pangan bakal mengalami masalah serius. Terlebih, sekitar 60 persen produksi padi masih bertumpu pada sawah-sawah yang subur di Pulau Jawa. Sawah-sawah di Pulau Jawa tercatat memiliki produktivitas yang tinggi, yakni 51,87 kuintal per hektare. Sementara sawah di luar Jawa hanya 39,43 kuintal per hektare. Ia mengaggap ide pemerintah untuk mencetak lahan sawah memang usulan yang bagus. “Hanya, pemerintah juga perlu menghitung ulang data luas sawah skala nasional,” kata Khudori. Alokasi dana untuk pembuatan lahan sawah baru ini diperhitungkan mencapai Rp 10 juta per hektare. Namun, anggaran setiap daerah mengikuti harga tanah di masing-

masing wilayah. Untuk wilayah Indonesia timur, biaya sawah baru mencapai Rp 9–10 juta per hektare. Sedangkan, di wilayah Indonesia barat hanya Rp 7 juta per hektare. Data Kementerian Pertanian menyebutkan, hingga Agustus 2011, realisasi cetak sawah baru hanya 22 ribu hektare sawah dari target 60 ribu hektare. Namun, Dirjen Prasarana Sarana Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto mengaku optimistis 38 ribu hektare sisanya bisa tercapai hingga akhir tahun. Menurut Sumardjo, ketidakpastian pemerintah daerah menyiapkan lahan sawah baru menjadi kendala utama. Penyerapan anggaran kementerian yang belum optimal juga turut menjadi penghalang. Kebutuhan anggaran mencetak lahan sawah baru di tahun 2012 nanti bisa mencapai Rp 1,36 triliun. Sebanyak Rp 1 triliun untuk mencetak sawah seluas 100 ribu hektare berasal dari dana APBN. Sedangkan, Rp 360 miliar sisanya diperoleh dari dana alokasi khusus (DAK). Sedangkan untuk ini, alokasi dana cetak sawah baru hanya Rp 600 miliar. Dengan jumlah penduduk di atas 200 juta jiwa, persoalan pangan menjadi perkara amat serius. Konversi lahan yang tak terkendali adalah ancaman serius di masa mendatang. Ketergantungan impor pangan

jelas bukan solusi, sama dengan menyerahkan hidup mati pada pasar global yang penuh spekulasi. Cetak biru yang jelas soal lahan pertanian menjadi ujung tombak peningkatan pro-

duksi pangan dalam negeri. Paduan yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah pun menjadi keharusan agar surplus beras bisa menjadi realisasi.
■ c07/wulan tunjung palupi ed: nur hasan murtiaji

pareto
Mereka Bicara Krisis Pangan
TAHTA AIDILLA/REPUBLIKA

MENGUATKAN KETAHANAN PANGAN

REPUBLIKA JUMAT, 21 OKTOBER 2011

32

Fauzi Ichsan Kepemilikan Lahan Pertanian

Kemandirian Melalui Diversifikasi dan Inovasi

P

engamat ekonomi Standard Chartered Fauzi Ichsan menyarankan, penguatan lahan pertanian sekecil luas yang dimiliki tetap akan menguntungkan petani. Sebab, melihat pengaruh krisis ekonomi di AS dan Eropa yang membedakan si kaya dan si miskin di Indonesia bukan pendapatan, tetapi kepemilikan aset. “Petani yang memiliki lahan pertanian akan sejahtera daripada yang tak punya lahan,” katanya, pekan lalu. Sebab, harga pangan akan terus naik akibat perubahan iklim berkepanjangan dan urbanisasi. Kondisinya, kata Fauzi, perubahan iklim dan urbanisasi yang terjadi beberapa tahun terakhir membuat banyak petani memutuskan menjual lahannya sehingga semakin sempit. Akibatnya, harga pangan naik drastis dan kondisi ini dimanfaatkan spekulator. Banyaknya petani yang menjual aset membuat sektor riil pertanian di Indonesia mandek. Padahal, banyak uang menganggur akibat tak terserap sektor riil. Proyek-proyek pembangunan pun akhirnya mencari aset lunak. Misalnya, saham, obligasi, dan mata uang. Fauzi menilai, negara seperti Indonesia, India, dan Brasil harus melindungi petani agar tetap memiliki aset agar rakyat tak terdampak krisis yang melanda Eropa, seperti krisis di Yunani, Irlandia, dan Portugal. ■ c07

P

Zulkifli Hasan Siapkan 200 Ribu Ha Lahan Hutan
WIHDAN HIDAYAT

M

enteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan kesiapan kementeriannya menyediakan lahan seluas 200 ribu hektare (ha) untuk memenuhi target swasembada pangan dan surplus beras 10 juta ton hingga 2014. Menurutnya, berapa pun lahan yang diminta Kementerian Pertanian, pihaknya siap menyediakan lahannya. “Kami siapkan 200 ribu hektare untuk padi. Kami cadangkan 350 ribu hektare untuk tanaman tebu,” ujarnya, di Jakarta, pekan lalu. Namun, dia mengakui, belum adanya skema penyerahan lahan dari Kementerian Kehutanan kepada Kementerian Pertanian dalam rencana peningkatan surplus beras 10 juta ton. Zulkifli Hasan mengatakan, pihaknya dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) siap menyediakan lahan berapa pun sesuai kebutuhan. Namun, ia menginginkan adanya BUMN khusus mengurusi lahan tersebut. “Kalau main serahkan lahan saja, tak ada yang fokus, target surplus sepuluh juta ton tak akan tercapai,” ungkapnya. Apalagi, lahan tersebut statusnya kawasan hutan yang akan dialihkan fungsinya menjadi lahan pertanian. Potensi besar kawasan hutan untuk lahan pertanian tersebut beberapa titik terletak di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Kementerian dan lembaga khusus yang ia anggap pantas untuk menilai dan mengelola lahan tersebut dari awal hingga menghasilkan akhirnya adalah BUMN. “Hanya BUMN khusus yang bisa mengelola lahan pertanian yang berada jauh di dalam kawasan hutan,” ujarnya. Menhut juga memperkirakan roadmap pembahasan target surplus beras sepuluh juta ton memerlukan waktu yang lama. Pemerintah masih perlu membicarakan capaian target tersebut lebih lanjut. ■ c07

Bustanul Arifin Perbaiki Data Beras

G

uru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin mengatakan, Indonesia akan kesulitan mewujudkan swasembada beras pada 2014 karena persoalan data beras. Pemerintah belum menguasai semua data stok beras secara nasional. Menurutnya, pemerintah hanya mampu menguasai data beras milik Perum Bulog sekitar delapan persen. “Bahkan, mungkin sekarang data beras turun menjadi tujuh persen. Sisanya, 92 persen, ada di masyarakat,” ujarnya dalam forum group discussion bertema “Ketahanan Pangan Indonesia Menuju Komunitas ASEAN 2015” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika di Bogor, Selasa (18/10). Maka itu, anggota Komite Inovasi Nasional (KIN) ini mendesak pemerintah supaya membenahi data produksi dan konsumsi beras nasional sehingga dapat memberikan kondisi secara riil dalam mendorong program ketahanan pangan. Berdasarkan angka ramalan II 2011 dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli, produksi gabah kering panen sebesar 68 juta ton atau setara beras 39,2 juta ton, sedangkan konsumsi beras 33 juta ton sehingga sebenarnya surplus sekitar enam juta ton.
■ ed: zaky al hamzah

WIHDAN HIDAYAT

erjalanan sejarah pertanian Indonesia dihiasi dengan serangkaian keberhasilan yang patut disyukuri, meski tidak sedikit pula terselip cerita kegagalan. Kebijakan ketahanan pangan nasional dalam dua dekade pertama pemerintahan Orde Baru, harus kita akui masih terfokus pada padi. Pada masa itu, Indonesia berhasil mencapai surplus produksi beras dan bahkan mampu mengubah citranya dari negara pengimpor beras dalam jumlah sangat besar menjadi negara yang berswasembada. Di Indonesia, beras merupakan sumber pangan utama. Karena itu, tak mengherankan jika ketahanan pangan di negara ini identik dengan swasembada beras. Padahal, di luar beras, masih banyak komoditas pertanian yang dapat dikembangkan sebagai sumber pangan utama maupun tambahan. Sebut saja di antaranya kedelai, kelapa sawit, ubi kayu, cabai, gula, daging sapi, ayam, dan telur. Program diversifikasi pangan, menurut pengamat pertanian Khudori, sejak 1970-an tak banyak berubah. “Sulit bagi konsumen beralih dari nasi (beras),” katanya. Akibatnya, konsumsi beras masyarakat Indonesia terbilang tinggi di dunia mencapai 139 kilogram (kg) per kapita per tahun. Anehnya, konsumsi protein dan lemak masyarakat sangat rendah. Konsumsi telur nasional hanya 87 butir per kapita per tahun. Jauh lebih rendah dari Thailand (93 butir), Cina (304 butir), bahkan Malaysia (311 butir). Konsumsi telur rendah seiring dengan konsumsi daging ayam yang juga rendah. Angkanya hanya tujuh kilogram (kg) per kapita per tahun. Sedangkan, Filipina (8 kg), Thailand (16 kg), Singapura (28 kg), dan Malaysia (36 kg). Demikian juga, konsumsi susu, hanya 10 liter per kapita per tahun. Lebih rendah dari Malaysia (23 liter), Singapura (25 liter), dan Thailand (30 liter). Menurut Khudori, pemerintah dapat berhasil melakukan diversifikasi pangan apabila bisa mengintervensi ketersediaan komoditas substitusi. “Masalahnya, konsumen sulit beralih jika komoditas substitusi dengan kualitas bagus tak ada di pasar,” katanya. Komoditas substitusi untuk diversifikasi pangan harus tersedia dengan harga terjangkau, gizi cukup, dan penampilannya menarik. Menurut ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Slamet Budijanto, penganekaragaman pangan tak memerlukan produk baru. “Cukup mengandalkan potensi daerah masing-masing,” katanya kepada Republika di Bogor, baru-baru ini. Seperti masyarakat Papua dan Maluku yang mengonsumsi sagu dan masyarakat Gunung Kidul dengan nasi tiwulnya. Menurut Slamet, masyarakat menengah ke atas relatif lebih mampu melakukan diversifikasi pangan. Namun, tak demikian

dengan masyarakat bawah. Oleh karenanya, pemerintah perlu melakukan pendekatan khusus. Kemandirian pangan juga akan tercapai melalui inovasi produk-produk pertanian. Ahli teknologi pertanian IPB Meyka Syahbana Rusli menambahkan, era baru pertanian Indonesia saat ini tak hanya menghasilkan pangan, sayuran, dan buah yang berorientasi teknologi semata. “Di masa depan, hanya inovasi pertanian yang dapat memajukan dan menjamin kepastian usaha bagi petani,” katanya. Penafsiran yang keliru mengenai sumber pangan utama ini pulalah yang membuat produksi bahan pangan nonberas menjadi terabaikan. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh produsen-produsen pangan dari luar negeri untuk mengisi kekurangan produksi sejumlah
MUSYAWIR/ANTARA

komoditas pangan di dalam negeri. Ketergantungan kita terhadap komoditas pangan impor sangat besar dan cenderung terus meningkat. Selain faktor penurunan produksi, angka impor yang terus meningkat ini juga disebabkan oleh kebutuhan yang meningkat karena populasi dan konsumsi per kapita meningkat. Tentunya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah. Mengingat kebutuhan energi dan pangan dunia akan meningkat hingga 60 persen dalam satu dekade ke depan. Inovasi riset, menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, akan mencegah defisit pangan, khususnya di Indonesia. “Pangan Indonesia tak boleh tergantung bangsa lain,” katanya dalam sebuah kesempatan di Jakarta, akhir pekan lalu. Pertanian berkelanjutan menjadi nyawa bangsa Indonesia. Indonesia tak boleh terlambat mewujudkan kemandirian pangan. Akan menjadi sebuah paradoks jika sebuah negara agraris ternyata pangan rakyatnya bergantung pada bangsa lain. ■ nidia zuraya/c07

Prestasi Pertanian
Ekspor Padi Organik ke AS
Direktur PT Bloom Agro Emily Sutanto

Prestasi Daerah Dukung Kemandirian Pangan
Desa Girijaya, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut Jawa Barat. aerah ini meraih penghargaan Program Aksi Desa Mandiri Pangan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Menteri Pertanian Suswono. Desa ini hanya memiliki penduduk 4.475 jiwa (1.070 kepala keluarga), dengan mata pencaharian sebagian besar petani, buruh, dan PNS. Hampir 50 persen penduduknya masuk kategori masyarakat miskin, namun memiliki semangat untuk maju. Selain Jawa Barat, Menteri Pertanian juga menyerahkan penghargaan serupa kepada enam provinsi yang memperoleh predikat Kemandirian Pangan kepada NAD, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara PRAYOGI Barat. ■

M

enjadi eksportir beras organik produksi kelompok tani di Tasikmalaya dengan tujuan Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Jerman, Singapura, hingga Amerika Serikat. Penanaman padi organik menggunakan metode sistem rice of intensification (SRI). Ekspor beras organik yang merupakan beras kualitas premium berlangsung sejak 2009 tersebut tidak hanya pertama bagi Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), namun yang pertama bagi Indonesia, sehingga hal itu merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. Keberhasilan petani mengekspor beras organik ke sejumlah negara semakin menguatkan tekad pemerintah setempat untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai lumbung pangan organik Jabar. Awal tahun ini, pemerintah setempat akan uji sertifikasi organik di lahan sawah, dan bila berhasil akan diperluas. Sejumlah negara lain telah menunggu untuk mengimpornya seperti Hong Kong, Singapura, bahkan Eropa. “Untuk bisa menembus ke pasaran AS tidaklah gampang karena harus memenuhi standar impor mereka. Dengan keberhasilan ini, artinya beras petani di sini telah memiliki kualitas tinggi,” kata Emily. Terdapat 320 hektare sawah yang dikelola secara organik lebih dari lima tahun oleh petani. Sawah ini telah mendapat sertifikat organik internasional dan perdagangan berkeadilan dari The Institute for Marketology (IMO), sebuah lembaga sertifikasi internasional yang berbasis di Swiss. ■

D

Menteri Pertanian Suswono. Penghargaan diberikan sesuai SK Mentan No 1416/ TU.220/A/6/2011 tertanggal 13 Juni 2011, diberikan dalam ajang Pekan Nasional (Penas) XIII Petani Nelayan 2011 di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimatan Timur. Penghargaan yang diberikan untuk Ratu Atut itu karena dinilai berjasa dalam mengembangkan usaha petani dan nelayan Tanah Air, khususnya di Provinsi Banten. Ratu Atut dinilai memenuhi kriteria dan indikator pemimpin yang layak mendapat penghargaan. Beberapa indikatornya adalah kebijaksanaan program pembangunan pertanian, LHP bidang pertanian, pelaporan keuangan bidang pertanian, serapan teknologi pertanian, pertumbuhan produktivitas sektor pertanian, dan hasil-hasil yang dicapai. ■

Varietas Unggul Padi
Badan Tenaga Atom Nasional

L

Pengembangan Pangan Lokal
Ikhtiar Swadaya Mitra Mandiri (ISM) Barokah

itbang Iptek Nuklir di bidang pertanian berhasil mengembangkan dan menemukan 15 varietas unggul padi yang mampu mengatasi kendala-kendala pada sektor pertanian. Varietas tersebut adalah Mira-1, singkatan dari mutasi radiasi. Varietas padi temuan Prof Dr Mugiono bersama tim ini merupakan aplikasi teknik nuklir di bidang pertanian. Varietas ini adalah varietas potensial dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan nasional. Varietas yang telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pertanian ini mampu menghasilkan 9,20 ton per hektare (ha) dengan rata-rata produksi 6,9 ton per ha gabah kering giling. Bila kondisi areal sawah—termasuk cuaca—mendukung, varietas ini bahkan mampu menghasilkan sampai 11 ton per ha. Kelebihan lain Mira 1 dengan padi konvesional adalah batangnya lebih kokoh. ■

I

Penerima Satya Lencana Wira Karya dari Menteri Pertanian
Ratu Atut Gubernur Provinsi Banten

G

ubernur wanita pertama di Indonesia ini kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini, Ratu Atut mendapat penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari

SM Barokah yang menjadi mitra dampingan Masyararakat Mandiri Dompet Dhuafa ini meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Penghargaan bagi ISM Barokah tersebut diberikan sebagai kelompok masyarakat/usaha mikro pengembangan pangan lokal berprestasi. Penghargaan untuk memperingati Hari Pangan Sedunia 16 Oktober ini diberikan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/10) lalu. Selain dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kalangan akademisi, ISM Barokah selalu mendapat kepercayaan dari berbagai pihak. Dalam waktu dekat, ISM Barokah akan bertolak ke Rotterdam, Belanda, untuk studi banding tentang kelembagaan lokal. Pemerintah pada Peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat Provinsi Jawa Barat, selain diisi pemberian penghargaan bidang ketahanan pangan, juga digelar gerakan minum susu dan pengenalan program diversifikasi pangan kepada generasi muda dan masyarakat luas. ■

Produksi Terbesar Beras Nasional
Provinsi Jatim

P

rovinsi Jatim menerima banyak penghargaan sektor pertanian ketika pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) XIII Petani Nelayan 2011 di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (22/6). Gubernur Jatim Soekarwo meraih kembali penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kepeduliannya terhadap sektor pertanian di Jatim. Penghargaan lain bagi Jatim adalah sebagai Juara Stan Pameran Favorit, Juara Pertama Produk Agribis, Penghargaan Pertama untuk Rumah Potong Hewan (RPH) Pemerintah, RPH Kota Malang, Penghargaan Per tama untuk RPH Swasta : RPH PT Abattoir Suryajaya Surabaya, dan Juara Pertama Lomba Pengelola Sumber Daya Genetik-Hewan (SDG-H) untuk itik/bebek. ■ ed: zaky al hamzah

REPUBLIKA

JUMAT, 21 OKTOBER 2011 / 23 DZULQAIDAH 1432 H n 1

AGUNG SUPRIYANTO

laporan utama

2

Islam Mengasihi Mereka

I

slam mengajarkan umatnya untuk memuliakan dan menyantuni anak yatim. Lantas, bagaimana dengan anak berkebutuhan khusus yang juga memerlukan perhatian dan kasih sayang lebih dari orangorang di sekitarnya? Dari sejumlah

nas di Alquran dan Hadis terungkap jelas bahwa Islam sangat peduli dan memperhatikan anak-anak, terlebih anak berkebutuhan khusus atau penyandang cacat, baik cacat fisik maupun mental. Sebagai hamba Allah, mereka pun wajib beribadah kepada Sang Khalik.

YOGI ARDHI/REPUBLIKA

Inspirasi Lima Pemimpin Terbaik

8

Tata Krama Bercanda

4

Islam memiliki lima khalifah (pemimpin) terbaik yang dibanggakan sejarah dari masa ke masa. Mereka adalah Abu Bakar ashShiddiq, Umar bin Khathab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan Umar bin Abdul Aziz. Buku yang ditulis oleh Syekh Khalid Muhammad Khalid ini menyajikan momen-momen terbaik kehidupan lima khalifah itu sehingga sangat menginspirasi siapa pun yang membacanya.

Bercanda atau melucu memang bisa menjadi penyegar suasana. Tapi ingat, bercanda juga ada tata kramanya. Cermati adab bercanda menurut Islam agar guyonan atau lelucon kita tidak kebablasan.
DOK PRI AMIN MADANI/REPUBLIKA

12

Terpikat Dunia Tarekat
Bagi Ayu, dunia tarekat begitu indah dan syahdu. Lebih dari itu, tarekat juga mengajarkannya untuk senantiasa sabar dan ikhlas dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Untuk itu, ia tak segan meluangkan waktu pergi ke Pekalongan, setidaknya satu bulan sekali. Ada apa dengan Pekalongan?

Halalkah Kepiting?

5

Ayu Titin Supriatini

Bagi penyuka seafood, kepiting tentu bukan sesuatu yang asing. Bahkan, bisa jadi kepiting merupakan menu favorit. Hanya saja, banyak yang mempertanyakan status kehalalannya. Benarkah kepiting termasuk hewan yang hidup di dua alam?

laporan utama
Kehadiran mereka membawa hikmah besar bagi orang tua.

REPUBLIKA

JUMAT, 21 OKTOBER 2011

2

Belajar Ikhlas dari Anak Spesial
AGUNG SUPRIYANTO

Oleh Indah Wulandari

A

nak berkebutuhan khusus (ABK) butuh dukungan penuh dari lingkungan terdekatnya. Kondisi terbatas pada fisik dan mental mereka perlu ditunjang keikhlasan para orang tua mereka. “Saya ingat sekali, pernah berdoa hingga tiga kali agar Allah SAW mengambil anak saya. Saya tidak tahan melihat anak saya menderita sakit, kejang, sering diinfus, mengerang, dan lain-lain. Namun, saya tetap mengusahakan pengobatan yang maksimal buat kedua anak saya,” kenang Rini, pemilik nama lengkap Koeshartati Saptorini, kepada Republika, Selasa (18/10). Rini dan sang suami, Tasik Ilmas, dikaruniai anak sulung yang sehat. Namun, kedua adiknya, Cahya Ihya Dzul Fikri (14 tahun) dan Muhammad Nelta Syarief (9), mengalami kelumpuhan saraf otak yang menyerang area motorik (cerebral palsy/ CP). Cahya didiagnosis menderita CP saat berumur dua tahun. Sedangkan, Nelta didiagnosis CP saat berumur 1,5 tahun, setelah mengalami dehidrasi akibat diare. Kondisi fisik Cahya serta Nelta terus memburuk. Tubuh mereka cenderung kaku, sulit sekali menggerakkan badan untuk bergerak dan berjalan. Rini dan sang suami berupaya mencari pengobatan hingga mereka terlatih untuk memberi dorongan pada kedua putranya agar bisa

l Suasana belajar mengajar di SLB bagian A (tuna netra) Pembina Tingkat Nasional, Jakarta.

bergerak dan berjalan. Energi pasutri ini terkuras saat kedua anaknya masih balita. Anak-anak itu sering sekali jatuh sakit dan opname di rumah sakit. Perkembangan fisik mereka pun lambat. Cahya baru bisa berjalan umur lima tahun dan Neila bisa berjalan umur 3,5 tahun. Perkembangan psikologis mereka juga tak seperti anak lainnya. Saat ini, meski sudah mampu mengerjakan segala sesuatu sendiri, mereka masih didera rasa minder kala bergaul dengan orang lain. “Sembilan tahun pertama mempunyai dua anak ABK sungguh masa yang sulit,” ucap Rini. Tantangan berikutnya hadir dari lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

Minimnya pengetahuan para tetangga membuat kehadiran dua anak spesial Rini dianggap sebagai aib. Bahkan, mereka pernah ditolak menginap di suatu tempat karena dianggap merepotkan. Padahal, Rini sudah berusaha meyakinkan sang tuan rumah bahwa anaknya bisa mandiri. “Hati saya bertambah sedih lagi jika ada yang merasa jijik dan takut anak saya mengompol di dekat mereka.”

Pendidikan agama
Untuk dua anak spesialnya ini, Rini dan sang suami berusaha untuk memberikan pendidikan akhlak dan agama sebaik mungkin. Cahya dan Nelta selalu diajarkan untuk menghormati kakak tertuanya. Begitu pula sebaliknya, kakak tertua ditumbuhkan rasa sayang pada adik-adiknya. Berbagai contoh dan teladan selalu diterapkan Rini saat mengajarkan ritual ibadah serta konsep agama. Misalnya, memaknai pemakaian mukena, kerudung, dan sa-

Islam tak Mengabaikan Mereka
Oleh Damanhuri Zuhri

rung sebagai alat ibadah kala bertemu Allah SWT dalam khusyuknya shalat. Begitu pula konsep perbuatan baik dan buruk yang dicontohkan dengan perbuatan sehari-hari mereka. Menjelang tidur, Rini selalu menceritakan kisah-kisah teladan para nabi. Ditambah pula hafalan surah-surah pendek dari Alquran. “Alhamdulillah, anak saya bahkan kadang terlalu rajin shalat. Minta shalat Maghrib di masjid. Saat jalan-jalan di mal, dia akan langsung shalat begitu kepingin shalat,” ucap Rini bangga. Bagi Rini dan Tasik, tak ada sesal atau marah kepada Allah karena telah dianugerahi anak berkebutuhan khusus. Mereka kini bahkan lebih banyak bersyukur. Kehadiran anak-anak spesial justru membuat hubungan mereka sebagai suami istri kian erat dan harmonis. “Yang ada adalah kesadaran kami untuk selalu kompak hingga akhir hayat kami demi anak-anak. Hati kami ikhlas, pasrah,” ucap Tuti.

Ilmu ikhlas juga telah diraih Azizah Ma’ruf dan sang suami, Ahmad Effendi. Putri Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin ini dikaruniai empat buah hati. Tiga orang di antaranya mengalami gangguan pada pendengarannya. “Saya banyak belajar keikhlasan dan rasa syukur dari anak-anak saya,” ungkap Azizah. Diakui Azizah, awalnya ia merasa shock saat mengetahui putra sulungnya, Ahmad Fatih Salidi (13), tak bisa merespons bunyi. Namun, kesedihan perempuan yang bekerja di Kementerian Agama ini berubah menjadi sebuah ketabahan ketika Fatih yang masih berusia satu tahun delapan bulan menarik ujung kain gendongannya ke pipi Azizah. Si kecil mengusap tetesan air mata sang bunda. “Sejak saat itu, saya bertekad untuk mencarikan segala cara penyembuhannya,” ujar Azizah. Azizah selalu mengajak buah hatinya berdiskusi untuk melihat apa yang mereka pilih berikut segala konsekuensinya. Seperti saat mengajar mereka membaca serta menghafalkan Alquran, Azizah selalu memotivasi mereka bahwa sebuah ilmu didapatkan dari sebuah proses. “Saya selalu meyakinkan mereka tak perlu hasil saja yang dilihat. Tapi, prosesnyalah yang lebih penting. Man jadda wa jada, man shabara zhafira,” tegasnya. Keyakinan yang ditanamkan Azizah nyatanya ampuh memompa semangat ketiga anak spesialnya. Mereka tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya, baik secara emosional, psikologis, maupun kognitif. Bahkan, mereka telah bisa menentukan pilihannya sendiri. Fatih, misalnya, memilih melanjutkan sekolah di sekolah berasrama, Al-Manar, Depok. Dia bahkan berhasil menggondol peringkat kesembilan di kelasnya. Begitu pula kedua adiknya yang selalu bergairah memperoleh nilai sempurna di semua bidang pelajaran. Kondisi ini membuat Azizah tak lupa bersyukur. “Fase tersulit telah terlampaui karena anak-anak kami, insya Allah, telah dibekali dengan konsep keimanan yang kuat.” Ia pun akan terus meyakinkan bahwa tak ada yang salah pada kondisi mereka. “Kondisi mereka bukanlah sebuah dosa.” n ed: wachidah handasah

D

alam buku-buku rujukan Islam klasik, terutama fikih, memang tidak ditemukan pembahasan secara khusus tentang perlindungan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Meski demikian, bukan berarti Islam mengabaikan mereka. Sebaliknya, Islam justru sangat peduli dan memperhatikan ABK. Demikian penegasan Dr Muchlis Hanafi, ahli tafsir Alquran lulusan Universitas AlAzhar, Kairo, Mesir, belum lama ini. Melalui petunjuk di Alquran maupun Hadis, sambung Dewan Pakar Pusat Studi Alquran ini, Islam terbukti memberi perhatian terhadap anak-anak, terlebih anak berkebutuhan khusus atau menyandang cacat, baik cacat fisik maupun mental. Alquran surah an-Nisa ayat 5 secara jelas menunjukkan perhatian Islam bagi kelompok penyandang cacat mental, yakni berupa peAGUNG SUPRIYANTO

rintah untuk memberi perlakuan baik dan menghidupinya. Menurut Muchlis, kata al-sufahâ pada ayat di atas maknanya lebih luas dari sekadar orang-orang yang belum sempurna akalnya, seperti pada terjemahan Kementerian Agama (Kemenag), sebab mengesankan hanya untuk anak kecil. Kata al-sufahâ, kata dia, mencakup mereka yang akalnya belum sempurna, kacau akal pikirannya, dan bertindak secara tidak wajar menurut ukuran akal sehat, termasuk di dalamnya anak yang memiliki mental atau fisik bawaan yang tidak sempurna. Sekjen Ikatan Alumni Al-Azhar ini menyatakan, perlindungan terhadap hak-hak orang yang lemah akalnya atau mentalnya dalam transaksi keuangan dapat ditemukan juga dalam firman Allah pada surah al-Baqarah ayat 282: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendak-

lah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya. Maka, hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar.” Yang dimaksud dengan ‘tidak mampu mendiktekan sendiri’, kata Muchlis, adalah tunanetra, tunarungu, dan tunawicara. Ia juga menegaskan bahwa dalam pandangan Islam, ABK memiliki hak-hak yang sama dengan anak-anak lainnya, bahkan diberi perhatian dan perlindungan lebih. Menurut Ketua Tim Penyusunan Tafsir Tematik Kemenag ini, ada beberapa kondisi cacat fisik yang disebut dalam Alquran, yaitu buta, tuli, bisu, dan pincang. Pada surah an-Nur ayat 61, misalnya, dijelaskan bahwa tidak ada halangan bagi orang buta, orang pincang, dan orang sakit untuk masuk ke dalam rumah orang Muslim tanpa izin. Dibolehkan pula untuk makan di situ, sebab mereka memiliki hambatan fisik sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. “Ini adalah bentuk lain dari perlakuan dan perhatian khusus Islam terhadap kelompok difabel.” Dalam pandangan dr Sagiran SpB Mkes, dosen FK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus kandidat doktor dalam Psikologi Pendidikan Islam, anak berkebutuhan khusus mungkin menjadi ujian bagi orang tuanya. Bagaimanapun, kecacatan itu merupakan takdir yang harus diterima tanpa perlu protes pada Tuhan. “Selanjutnya, orang tua wajib mendidik dengan semaksimal mungkin hingga anak mencapai akil baligh dan memiliki kemampuan untuk mandiri.” Sagiran juga mengingatkan bahwa banyak hal yang manusia tidak suka, namun Allah SWT menyimpan banyak kebaikan di sana. Banyak kisah yang menggambarkan bahwa anak cacat memiliki kelebihan dalam hal tertentu. Ada yang suaranya bagus, lukisannya indah, matematikanya hebat, larinya cepat, dan sebagainya. Sahabat Nabi pun ada yang cacat, salah satunya Ibnu Mas’ud, yang kakinya kecil sebelah tetapi Nabi SAW membanggakannya di hadapan para sahabat lainnya: “Kalian sedekah emas sebesar Gunung Uhud, tidak akan bisa menyamai kebaikan Ibnu Mas’ud.” Begitu pun Abdullah Ibnu Ummi Maktum. “Beliau adalah qari terbaik yang buta, dan Beliau adalah muazin yang suaranya melengking, membelah Kota Madinah. Dan kini, betapa banyak para penghafal Alquran dari mereka yang cacat.”
n ed: wachidah handasah

REPUBLIKA

laporan utama
JUMAT, 21 OKTOBER 2011

3

Jangan Lupakan A Pendidikan Agama
Ulama juga memperhatikan masalah anak-anak, termasuk ABK.
AGUNG SUPRIYANTO

Oleh Indah Wulandari

l Praktik pendidikan agama di SLB bagian A (tuna netra) Pembina Tingkat Nasional, Jakarta.

pa sih sebenarnya anak berkebutuhan khusus (ABK) itu? William L Heward dalam bukunya Exceptional Children menyatakan, ABK adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya, tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi, atau fisik. Yang termasuk ke dalam ABK, menurut Heward, antara lain, tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan perilaku, dan anak dengan gangguan kesehatan. Bahkan, anak berbakat pun termasuk ABK. “Istilah lain bagi ABK adalah anak luar biasa dan anak cacat,” katanya. Karena karakteristik dan hambatan yang dimiliki, lanjut Heward, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Contohnya bagi tunanetra, mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille. Sementara mereka yang menyandang tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. ABK biasanya bersekolah di sekolah luar biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing. Sementara menurut pakar pendidikan khusus, Adi D Adinugroho PhD, secara definisi umum, anak dengan kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan mengalami kondisi fisik, mental intelektual, sosial, dan emosional di luar tingkatan umum anak-anak lain yang seusia. Karena itu, mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus. “Dengan demikian, meskipun seorang anak mengalami kelainan atau penyimpangan tertentu, tetapi jika tidak signifikan dan tidak memerlukan pelayanan pendidikan khusus, maka anak tersebut bukan termasuk ABK,” katanya. Dari sisi seorang praktisi dan peneliti, Adi berharap pemerintah menyempurnakan system pendidikan yang membuka peluang lahirnya ahli pendidikan khusus. Dengan demikian, ada jalur profesi yang khusus memprogram cara mendidik ABK. Ia berharap, keterbatasan ini tak membuat para orang tua ABK waswas. Sebaliknya, mereka harus bersikap kritis terhadap seluruh diagnosis medis ataupun ahli. Caranya, orang tua harus mengetahui dulu kekurangan anak serta kebutuhannya, baru kemudian mereka memilih metode yang ditawarkan. “Di Indonesia, orang tua ABK sangat baik hati dan sangat percaya pada praktisi. Seha-

rusnya mereka juga mencari second opinion.” Kepada orang tua, Adi meminta mereka untuk tampil percaya diri kala mendampingi anak-anak spesial ini. “Jangan takut bertanya pada segala jenis tindakan medis dan jenis obat-obatan.” Sementara dalam pandangan Irfan Hilmi, kepala Sekretariat dan Humas Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI), agama menyejajarkan konsep pendidikan akidah dan akhlak yang sama bagi ABK. “Hukum atau fikih agama Islam diterapkan bagi anak-anak Muslim berkebutuhan khusus sama seperti anak-anak Muslim berakal lainnya,” ujar Irfan, yang salah seorang anaknya menyandang disleksia (gangguan berkomunikasi). Menurut dia, sepanjang si anak hanya mempunyai kekurangan fisik dan tak mengganggu mentalnya, hak serta kewajiban sebagai seorang Muslim mesti diterapkan. Karena itu, mereka harus diajarkan konsep tentang Allah, Rasul, agama Islam, membaca Alquran, tata cara shalat, serta menghormati dan berbakti kepada orang tua (birrul walidain). Akidah lainnya seperti makan dengan tangan kanan serta mengucapkan salam juga perlu diajarkan sedari kecil. Sedangkan bagi ABK yang mengalami sedikit masalah pada mentalitas, agama Islam punya solusinya. “Allah tak membebani mereka yang tak mampu karena keterbatasannya,” ujar Irfan. ABK yang mendapat keringanan dalam hal kewajiban sebagai seorang Muslim, menurut Irfan, di antaranya yang mempunyai gejala autis, hiperaktif, dan down syndrome. Meski demikian, pendidikan agama mereka tak boleh terbengkalai. Hanya saja, metodenya lebih longgar.

MUI peduli
Kondisi ABK di Indonesia juga tak luput dari perhatian MUI. Dalam struktur internal MUI, misalnya, terdapat komisi yang secara khusus menangani perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak, yakni Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Anak-anak. Selain itu, kata Irfan, unsur ulama dari MUI juga masuk dalam struktur Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). “Ulama sangat peduli pada urusan anakanak Muslim, terutama terkait pemenuhan pendidikan agamanya,” ujar Irfan. MUI juga mempunyai fatwa-fatwa terkait perlindungan anak. Salah satunya pendekatan hukum syariat untuk melindungi anak dari bahaya laten rokok. Irfan menilai hal ini sebagai langkah maju dalam advokasi perlindungan anak. n ed: wachidah handasah

wawancara

Prof Dr Dadang Hawari

I

slam sesungguhnya tidak memandang seorang anak itu cacat atau tidak, baik cacat fisik maupun cacat mental. Sebab, semuanya makhluk Allah SWT. “Anak yang sehat dan tumbuh normal saja sangat kita perhatikan, apalagi anak yang cacat dan kurang sehat. Sebab, anak cacat mempunyai perasaan juga. Mereka sangat membutuhkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya,” tegas Prof Dr Dadang Hawari, psikiater dari Universitas Indonesia kepada wartawan Republika, Damanhuri Zuhri, Sabtu (15/10) malam. Berikut petikan lengkap perbincangan dengan pria yang lahir di Pekalongan, 16 Juni 1940 ini.

Ajarkan Mereka Beribadah
Artinya, ABK mempunyai kewajiban beribadah kepada Allah SWT? Iya, benar, kecuali cacat mental. Orang yang cacat mental karena akalnya kurang jalan dibebaskan dari hukum. Ada tiga golongan yang dibebaskan dari hukum. Hukum shalat, misalnya, yaitu orang yang tidur sampai dia bangun. Kedua, anak kecil sampai dia usia akil baligh (dewasa), dan ketiga orang yang hilang ingatan sampai dia kembali sehat. Artinya, kalau dia orang buta, tetap terkena beban ibadah seperti shalat? Oh, iya. Kan shalat itu kalaupun tidak bisa rukuk, sujud, bisa sambil duduk, bisa sambil berbaring. Kebutaan tidak menghalangi seseorang untuk beribadah. Jadi, tetap diajarkan shalat seperti biasa. Mungkin untuk ke tempat air wudhu pada awal-awalnya dituntun dulu, setelah terbiasa dia akan jalan sendiri. Kewajiban kita, kalau anak cacat ya harus beribadah. Apalagi kalau anaknya sudah besar, sudah baligh. Kalau sampai anak itu tidak ibadah, maka tanggung jawab orang tua. Kenapa tidak mengajarkan ibadah kepada anaknya yang cacat. Kerap kali, ada orang yang menganggap punya ABK berarti karena dosa masa lalu orang tuanya. Pendapat Anda? Ya, bisa saja. Cacat apa dulu? Misalnya, cacat fisik. Itu kan dilihat ada sebab-sebab kehamilan. Mungkin waktu hamil, ibunya pernah jatuh atau minum obat-obatan yang berlebihan sehingga mengganggu kehamilannya atau ada penyakit lain. Jadi, itu kan bisa diselidiki. Atau mungkin nggak ketahuan kenapa-kenapa, tapi lahir cacat. Ada bayi lahir dempet, lahir ada kepalanya, tapi tidak ada tutupnya, bisa jadi itu karena kekurangan zat tertentu. Nah, itu perlunya untuk nanti di bidang kedokteran. Mengapa begini? Bagaimana mengatasinya? Tentu saja ada gunanya, tidak saja bagi orang tuanya, tapi juga bagi dunia kedokteran. Nah, kalau kemudian mencari salah orang tua, kita tidak tahu. Itu mesti ada penelitian terlebih dulu. Pokoknya, semua itu ditakdirkan demikian. Yang penting diobati, direhabilitasi sebisa mungkin. Jangan sampai meninggal sia-sia. Nah, kalau orang tuanya pernah berbuat yang nggak keruan, ya tobat saja secepatnya. Mohon ampun kepada Allah SWT dan tidak mengulanginya lagi. Misalnya, orang tuanya dulu pernah memakai narkoba, itu bisa menurun dan mengganggu kehamilan si ibu. Apalagi, pecandu minuman keras, itu menurun kepada anaknya. Juga macam-macam penyakit, misalnya, HIV/AIDS. Si ayah suka ‘jajan’, kena HIV/AIDS, kemudian menulari istrinya yang nggak tahu apa-apa. Itu bisa. Jadi, banyak masalah yang perlu kita perhatikan sebagai orang tua. Artinya, sebagai orang tua kita harus hati-hati dalam berperilaku? Jangan karena kesalahan orang tua, anak yang menjadi korban? Oh, iya. Maka, di sini sebetulnya Allah SWT sudah mengingatkan dengan tegas, “Janganlah kalian dekati zina. Sebab zina itu perbuatan keji dan sejahatjahat perbuatan terkutuk.” Akibatnya banyak. Menularkan penyakit. Menularkan penyakit itu adalah sebuah kejahatan. Ya, bisa jadi karena orang tuanya tidak tahu. Ini kan soal-soal medis, jangan ke dukun. Kan sudah dilarang. Jangan kamu berjudi, meminum minuman keras, termasuk juga ke dukun, meramal nasib dan lain sebagainya. Ayat Alquran sudah jelas melarang hal itu semua. Nah, mungkin karena belum tahu, orang itu lalu datang ke dukun, jadi kita harus memberi tahunya. Bagaimana seharusnya orang tua bersikap terhadap orang yang menghina dan mencela anaknya yang ABK? Jadi, apabila karena cacat kemudian menimbulkan penghinaan sosial, sabar saja. Jadikan sabarmu dan shalatmu sebagai penolong. Jadi, terima saja nasib anak ini, dipelihara dengan baik. Omongan orang, silakan saja. Jangan digubris dan dihiraukan. Atau, jangan-jangan punya anak cacat menjadi ibadah bagi orang tuanya? Iya, jelas. Misalnya, orang tua dicoba punya anak cacat, tidak otomatis begitu, tentu ada sebab-sebabnya, karena orang tuanya nakal atau tidak taat agama dan segala macam. Diberi cobaan anaknya cacat, lantas orang tuanya mulai taat kepada agama, shalat, menjalankan rukun Islam serta rukun iman. Pasti, di balik itu semua ada hikmah dan ada gunanya. Kelahiran seorang anak itu tidak sia-sia. Hanya, manusia yang menyia-nyiakannya. Artinya, sesungguhnya Islam sangat memerhatikan anak berkebutuhan khusus? Betul, Islam sangat memerhatikan anak-anak cacat, anak-anak yang kurang. Anak yang sehat dan tumbuh normal saja kita perhatikan, apalagi anak yang cacat dan kurang sehat. Sebab, anak cacat itu punya perasaan juga.
n ed: wachidah handasah
AGUNG SUPRIYANTO

Menurut Anda, apa sih anak berkebutuhan khusus (ABK) itu? Dan apakah Islam memerhatikan serta mengasihi ABK? Islam tidak memandang anak itu cacat atau tidak, karena semuanya makhluk Allah SWT. Pengertian anak cacat ada dua macam, yaitu cacat fisik dan cacat mental. Hal itu bisa diperoleh sejak lahir, sejak dalam kandungan, karena kecelakaan, ataupun sesudah lahir, khususnya yang cacat fisik, misalnya, kakinya, tangannya, terkena polio, itu juga cacat. Cacat ini bisa diobati. Adalah kewajiban kita para orang tua untuk merehabilitasi. Ilmu kedokteran rehabilitasi itu ada supaya bisa berfungsi seperti semula. Untuk cacat mental juga ada, yaitu bidang kedokteran jiwa dan psikolog, misalnya. Tentu tidak bisa sesempurna seperti orang biasa, kalau dia dewasa. Paling tidak, hidupnya masih berguna. Mungkin tidak bisa 100 persen, mungkin tinggal 70 persen, atau 60 persen. Yang penting, hidup itu tidak bergantung pada orang lain. Apa yang paling dibutuhkan ABK dari orangorang di sekitarnya? Yang sangat dibutuhkan dari orang-orang yang ada di sekitarnya adalah perhatian. Cacatnya itu menyebabkan dia berbeda dengan dengan anak-anak lain. Jadi, tidak perlu minder, tidak perlu menyesali, dan tidak perlu marah-marah. Jadi, sangat diperhatikan kebutuhan emosionalnya. Hambatan atau masalah apa yang paling sering dialami ABK? Masalahnya ada dua. Dari segi emosi, ABK ini bisa minder atau sejenis itulah, karena saya kok beda dengan anak yang lain. Kedua, dengan cacatnya, cacat kaki karena polio atau kecelakaan, itu diterangkan sebabnya kepada anak tersebut bahwa sudah nasibnya seperti itu. Dan, Allah SWT sangat sayang kepada semua orang, cacat atau tidak cacat, yang penting tingkat takwanya. Jadi, tidak bergantung pada bisa nggak-nya berbuat sesuatu, tapi sejauh mana ketakwaan kepada Allah SWT. Itu yang utama.

Nah, di Indonesia ini kalau ada orang tua yang tahu anaknya cacat malah pergi ke dukun atau paranormal. Bagaimana sebaiknya?

REPUBLIKA

tuntunan

JUMAT, 21 OKTOBER 2011

4

Tata Krama Bercanda
MUSIRON/REPUBLIKA

Hindari kata-kata kotor dan tertawa berlebihan.

Oleh Wachidah Handasah

Alangkah gersangnya hidup ini jika tak pernah ada canda tawa dengan orangorang di sekitar kita. Bercanda kerap kali juga menjadi obat ampuh untuk menyegarkan suasana hati tatkala kita merasa jenuh dengan berbagai kesibukan dan tanggung jawab dalam kehidupan. Islam juga tidak melarang bercan-

A

da (al-mizaah). “Bercanda diperbolehkan sebagaimana hal ini dilakukan oleh Nabi SAW,” kata Syekh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam bukunya Endiklopedi Adab Islam Menurut Alquran dan as-Sunnah. Meski demikian, ada tata krama atau adab yang mesti diperhatikan saat kita bercanda. Salah satu di antara adab itu adalah niat yang benar. Hendaknya seseorang bercanda dengan niat untuk menghilangkan rasa bosan dan lesu serta menyegarkan jiwa dengan sesuatu yang dibolehkan sehingga ia memperoleh semangat

baru dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat. “Sesungguhnya seluruh amal itu bergantung pada niatnya. Maka dari itu, hendaknya setiap Muslim menghadirkan niat yang benar dalam setiap ucapan dan perbuatannya,” kata Syekh Abdul Aziz. Bercanda juga tak boleh berlebihan alias melampaui batas. Sikap seperti ini hanya akan menjatuhkan martabat. Orang lain menjadi tidak peduli, tidak hormat, dan menggunjingkan kita. Berlebihan saat bercanda juga bisa membuat orang lain sakit hati lantaran tersinggung oleh kata-kata yang kita ucapkan. Bercanda juga harus ‘pilih-pilih’ orang. Artinya, ada orang-orang tertentu yang tergolong riskan untuk diajak bercanda. Misalnya, orang yang selalu serius menanggapi setiap ucapan atau perbuatan. Bercanda dengan orang seperti ini bisa berakibat buruk. “Karena itu, tidak sepatutnya bercanda kecuali dengan orang yang bisa menerima canda kita,” lanjut Syeikh Abdul Aziz. Hal lain yang harus diperhatikan saat bercanda adalah tempat dan kondisi. Dalam hal ini, tak sepatutnya bercanda pada tempat atau kondisi yang serius, misalnya pada majelis ilmu, majelis penguasa, dan majelis hakim saat memberikan persaksian, saat talak, dan sebagainya. Selanjutnya, hindari kata-kata kotor dan tertawa berlebihan hingga terpingkal-pingkal. Banyak tertawa dapat mengeraskan hati dan mematikannya. Sedangkan, tertawa terpingkal-pingkal selain dapat mematikan hati juga dapat menghilangkan kewibawaan dan ketenangan. Kemudian, bercandalah dengan orang-orang yang membutuhkan, semisal dengan anak-anak. Nabi SAW pun cukup sering bercanda dengan anak-anak.

Perkara yang diharamkan
Dalam bukunya, Syeikh Abdul Aziz juga mengingatkan kita untuk menjauhi hal-hal yang diharamkan Allah ketika bercanda. Salah satunya, bercanda dengan menakutnakuti, seperti memakai topeng yang menakutkan, berteriak dalam kegelapan, menyembunyikan barangnya, dan sebagainya. Tentang hal ini, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh.” (HR Abu Dawud [5.003] dan at-Tirmidzi [2.161]). Diharamkan pula berdusta saat bercanda. Sesungguhnya dusta itu tidak diperbolehkan, bagaimanapun keadaannya. Perhatikan sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tidak mengatakan kecuali yang benar.” ( HR at-Thabrani) Allah juga mengharamkan bercanda dengan cara melecehkan orang tertentu. Misalnya, melecehkan penduduk daerah tertentu, profesi tertentu, dan menyebut aib mereka dengan tujuan membuat orang tertawa. Satu hal lagi, Allah melarang kita bercanda dengan cara mencela, menuduh, atau menyifati sahabatnya dengan perbuatan keji. Contohnya, seseorang berkata kepada temannya, “Hai, anak monyet!” dan lain sebagainya. Sayangnya, selama ini banyak di antara kita yang belum memahami tata krama bercanda. Contoh paling jelas adalah guyonan pada program lawak di televisi yang kerap kebablasan karena kurang memperhatikan adab bercanda. Karena itu, mulai sekarang perhatikan tata krama yang digariskan Islam dalam bercanda. Insya Allah, ke depan menjadi lebih baik. n

ensiklopedi

R

itus khitan memainkan peran beragam dalam masyarakat Islam, bergantung pada gender, orientasi etnis, dan sikap kultural modern. Ada perbedaan pendapat di kalangan ahli hukum apakah khitan bersifat fardhu (wajib menurut hukum) ataukah sunah. Secara sosial, ritus ini jelas merupakan ritus memasuki status yang penting bagi anak lelaki ketika dilaksanakan pada usia 10 sampai 12 tahun, seperti terjadi di beberapa bagian dunia Arab. Di sana, khitan dilaksanakan untuk menandai anak mulai memikul tanggung jawab pria dewasa. Dalam lingkup agama, pandangan bahwa khitan dibutuhkan bagi orang yang masuk Islam, sebagaimana ditekankan oleh ahli hukum, al-Malik, masih dianut oleh banyak Muslim.
MUSIRON/REPUBLIKA

Khitan

fikasi organ seksual adalah ungkapan fisik akan pengakuan hegemoni Tuhan atas naluri-naluri tak terkendali seseorang dan mengisyaratkan komitmen religius yang lebih dalam yang diharapkan dimiliki oleh seorang Muslim dewasa. Di Maroko, anak laki-laki yang hendak dikhitan mengenakan baju putih, dimandikan, dicukur rambutnya, dan dicat tangannya dengan henna. Ini dilakukan sehari sebelum dikhitan. Sanak saudara, tetangga, dan kawan hadir menyantap daging domba dan membawa bingkisan kecil untuk si anak. Sementara di kalangan masyarakat Jawa, khitan disebut Islaman atau terkadang sunatan. Di sini, khitan adalah sebuah hajatan besar yang menghabiskan banyak uang karena ada hiburan berupa orkes atau tari di samping perjamuan besar. Para tamu membawa bingkisan atau uang. Di kalangan orang Melayu Brunei, acaranya dihiasi dengan pembacaan zikir.

Khitan perempuan
Bagaimana dengan khitan perempuan? Menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Dunia Islam Modern, praktik khitan perempuan berasal dari masa pra-Islam dan kemudian meluas. Meluasnya praktik khitan perempuan ini lebih disebabkan oleh norma-norma budaya setempat daripada oleh ketentuan agama. Khitan perempuan terutama dikenal di beberapa kalangan masyarakat Afrika, baik Muslim maupun non-Muslim, di wilayah yang merentang ke arah timur dari Senegal hingga Tanduk Afrika. Khitan wanita tidak dipraktikkan di Arab Saudi, Tunisia, Iran, Turki, serta di Jawa (Indonesia) dipraktikkan secara tidak merata. Alquran tidak menyebut-nyebut soal khitan perempuan ini meskipun ada bukti eksistensinya dalam tradisi Nabi yang menyebut praktik ekstrem dari khitan perempuan ini membahayakan kesehatan seksual wanita. Karena itu, jika ingin melaksanakannya, disarankan bentuk lunak saja dari praktik ini (hanya menggores sedikit ujung klitoris). Secara umum, mazhabmazhab fikih Islam menganggapnya dianjurkan, bukan wajib. n ed: wachidah handasah

Sumber-sumber lain menyebut khitan dalam konteks bersuci. Memang, di dunia Arab, ritus ini disebut thaharah (bersuci), bukan khitan dalam pengertian klasik. Konsep bersuci ini mungkin berasal dari Sunnah of Fithrah, karya al-Malik, yang dikaitkan dengan memotong kuku, merapikan kumis, serta memangkas rambut ketiak dan sekitar alat kelamin. Akhirnya, khitan merupakan simbol lahiriah dari proses religius yang membawa seseorang terkena disiplin ketentuan Tuhan, yang mencerminkan perkembangan batiniah ‘aql (akal dan nalar) dan tunduknya hawa nafsu pada kewajibankewajiban spiritual yang lebih tinggi. Ketika ditafsirkan seperti ini, memodi-

P K P U Lembaga Ke m a n u s i a a n Nasional PKPU L e m b a g a Kemanusiaan N a s i o n a l

@PKPU @PKPU

fatwa

REPUBLIKA

JUMAT, 21 OKTOBER 2011

5

Pernikahan Dini P
Haram jika menimbulkan mudharat.
MUSIRON/REPUBLIKA

Oleh Wachidah Handasah

l

Ilustrasi

ublik terhenyak ketika beberapa tahun lalu muncul berita pernikahan salah seorang pengusaha di Jawa Tengah dengan gadis yang masih berusia 12 tahun. Masyarakat pun mulai bertanya-tanya seputar hukum pernikahan dini—sesuatu yang sebelumnya tak terlampau mereka pikirkan. Pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat itu mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas, mengkaji, dan menetapkan fatwa terkait hal ini. Dalam literatur fikih Islam tidak terdapat ketentuan secara eksplisit mengenai batasan usia pernikahan, baik batasan usia minimal maupun maksimal. Usia kelayakan pernikahan adalah usia kecakapan berbuat dan menerima hak (ahliyatul ada’ wa alwujub) sebagai ketentuan sinn alrusyd. Sedangkan, hikmah tasyri’ dalam pernikahan adalah menciptakan keluarga sakinah serta memperoleh keturunan (hifzh al-nasl). Tujuan ini bisa tercapai pada usia di mana calon mempelai telah sempurna akal pikirannya serta siap melakukan proses reproduksi. Lantas, seperti apa hukum pernikahan dini? Terkait hal ini, Komisi Fatwa MUI menyatakan, pernikahan usia dini hukumnya sah sepanjang telah terpenuhinya syarat dan rukun nikah. Namun, pernikahan dini juga bisa menjadi haram jika menimbulkan mudharat. MUI juga menegaskan, kedewasaan usia merupakan salah satu indikator bagi tercapainya tujuan pernikahan, yaitu kemaslahatan hidup berumah tangga dan bermasyarakat serta jaminan keamanan bagi kehamilan. Guna merealisasikan kemaslahatan itu, MUI berpendapat, ketentuan usia perkawinan dikembalikan pada standardisasi usia sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pasal 7 ayat 1 UU ini menegaskan, perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun

dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun. Selain itu, untuk mencegah terjadinya pernikahan usia dini yang berdampak pada hal-hal yang bertentangan dengan tujuan dan hikmah pernikahan, MUI meminta pemerintah untuk meningkatkan sosialisasi UU tersebut. Pemerintah, ulama, dan masyarakat juga diminta memberikan sosialisasi tentang hikmah perkawinan dan menyiapkan calon mempelai, baik laki-laki maupun perempuan.

Dasar penetapan
Dalam menetapkan fatwa tentang pernikahan dini, Komisi Fatwa MUI berlandaskan pada Alquran, hadis, dan pendapat para ahli fikih. Di antaranya, Alquran surah an-Nisa’ (4): 6. “Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian, jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesagesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, hendakah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu). Dan barang siapa yang miskin, bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).” Juga hadis Nabi SAW, dari Aisyah ra ia berkata, “Saya dinikahi Nabi SAW pada umur enam tahun dan saya digauli pada usia sembilan tahun.” (Muttafaq Alaih). Sementara dalam hadis lain disebutkan, dari ‘al-Qamah ra ia berkata, “Ketika saya berjalan bersama Abdillah RA, ia berkata, ‘Saya pernah bersama Rasulullah SAW, lantas Beliau bersabda: ‘Barang siapa telah memiliki bekal hendaknya segera menikah karena menikah dapat lebih menahan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa tidak mampu hendaknya ia berpuasa karena puasa baginya merupakan perisai.” (HR Bukhari dan Muslim). n

halalan thayyiban

Halalkah Kepiting?
Oleh Wachidah Handasah

B

agi penyuka seafood, kepiting tentu bukan sesuatu yang asing. Bahkan, bisa jadi kepiting merupakan menu favorit. Dari sisi cita rasa, daging kepiting memang sangat lezat. Hanya saja, tak sedikit Muslim yang mempertanyakan status kehalalan kepiting. Maklum, banyak yang mengira kepiting termasuk hewan yang hidup di dua alam dan beracun pula. Anda juga mempertanyakannya? Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebenarnya telah menerbitkan fatwa mengenai hal ini. Intinya, MUI menyatakan kepiting halal, kecuali yang beracun. Pada rapat Komisi Fatwa MUI, 15 Juni 2002, Dr Sulistiono, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, menjelaskan, ada empat jenis kepiting bakau yang sering dikonsumsi dan menjadi komoditas, yaitu Scylla serrata, Scylla tranquebarrica, Scylla olivacea, dan Scylla pararnarnosain. Keempat jenis kepiting bakau ini oleh masyarakat umum hanya disebut ‘kepiting’. Dalam makalah berjudul “Eko-Biologi Kepiting Bakau (Scylla spp)”, yang disampaikan waktu itu, Sulistiono mengatakan, kepiting adalah jenis binatang air karena bernapas dengan insang, berhabitat di air, dan tidak akan mengeluarkan telur di darat melainkan di air karena ia memerlukan oksigen dari air. Kepiting, termasuk keempat jenis di atas, ada yang hidup di air tawar saja, di air laut saja, dan hidup di air laut dan tawar. “Jadi, tidak ada yang hidup atau berhabitat di dua alam (laut dan darat),” ujar Sulistiono. Lalu, bagaimana dengan anggapan bahwa kepiting ini beracun? Nah, ini juga perlu diluruskan. Sebagian besar jenis kepiting justru tidak beracun, kecuali kepiting kelapa yang banyak ditemukan di

perairan Maluku. Di sisi lain, seperti dikatakan pakar pangan halal Dr H Anton Apriyantono, tidak ada satu nas pun, baik dari Alquran maupun hadis, yang mengharamkan hewan yang hidup di dua alam. Yang ada adalah pengharaman kodok, yang kebetulan hidup di dua alam. Mungkin, kata Anton, para ulama terdahulu menyimpulkan keharaman hewan yang hidup di dua alam berdasarkan qiyas (logika kesetaraan) terhadap kodok dan hewan buas seperti buaya yang menurut pemahaman mereka hidup di dua alam. Komisi Fatwa MUI pun, kata Anton, telah melakukan kajian mengenai status kehalalan hewan yang hidup di dua alam. KesimpulanAMIN MADANI/REPUBLIKA nya, tidak ada dasar nas yang mengharamkan hewan yang hidup di dua alam. “Itu sebabnya, Komisi Fatwa MUI mengeluarkan fatwa bahwa kepiting itu halal,” kata Anton yang pernah menjadi anggota Tim Penyempurnaan SK Menteri Agama tentang pedoman pemeriksaan kehalalan makanan. Sebetulnya, lanjut mantan menteri pertanian ini, tidaklah tepat alasan kepiting haram dikarenakan punya capit. “Bagaimana dengan ikan lele yang punya patil?” ucapnya retoris. Dalam surah al-A’raf ayat 157 disebutkan, Allah mengharamkan makanan yang khabaits (buruk dan menjijikkan). Nah, atas dasar inilah kemudian Imam Syafii mengharamkan kepiting, penyu, dan lain-lain, sebagaimana termaktub dalam buku Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd. Tapi, menurut Anton, masalah khabaits ini juga masih bisa diperdebatkan. Sebab, sebagian besar orang tidak memandang kepiting sebagai makanan yang khabaits. Itulah sebabnya, Komisi Fatwa MUI menghalalkannya. “Lagi pula, definisi hewan yang hidup di dua alam juga masih diperdebatkan.” n

muhibah
Pondok Pesantren Al-Abror Tasikmalaya

REPUBLIKA

JUMAT, 21 OKTOBER 2011

6

Istiqamah Ajarkan Kitab Kuning
DOK PONPES AL-ABROR TASIKMALAYA

Kiprah ponpes ini telah dimulai sebelum Indonesia merdeka.
Oleh Damanhuri Zuhri masa penjajahan Belanda dan Jepang, ketika keamanan Tasikmalaya terancam, Ponpes Al-Abror menjadi tempat penampungan pengungsi. Begitupun ketika Republik Indonesia terancam pemberontakan DI-TII, para santri Ponpes Al-Abror tampil di garis depan untuk menangkis gangguan keamanan, penyusupan, dan provokasi dari DI-TII. Mereka juga tak segan menjadi pagar betis untuk mengepung jantung kekuatan DI-TII di Galunggung. “Ketika Gunung Galunggung meletus pada 1990-an, Bojong merupakan tempat yang sangat aman, yang tidak tersentuh bayaha letusan, walau dinyatakan sebagai daerah bahaya 1,’’ kata Ustaz Ooh Komaruddin, mantan kepala Desa Bojong yang kini menjadi salah satu pengurus Ponpes Al-Abror. Saat itu, di dusun tertinggal tanpa penerangan listrik dan jalannya rusak itu, ratusan santri belajar kitab kuning di bawah asuhan Syekh KH Ahmad Kholiluddin. Di antara kitab yang diajarkan adalah Safinah, Imriti, Iqna, Irsyadul Ibad, Tanbihul Ghofilin, Nashoihul Ibad, al-Mu’awanah, Bidayatul Hidayah, Ta’limul Muta’alim, Sullamut Taufiq, Fathul Qorib, Alfiyah Ibnu Malik, Fathul Wahab, Tafsir Jalalain, Tafsir Kabir, dan sejumlah kitab salaf lainnya serta ajaran amalan tarekat yang diturunkan secara sambung-menyambung. ‘’Intinya, pelajaran yang diajarkan alm KH Ahmad Kholiluddin kepada para santrinya adalah masalah tauhid, fikih, dan tasawuf,’’ ujar Kiai Aceng. Jika pada masa penjajahan dan awal kemerdekaan Pesantren Al-Abror merupakan tempat belajar dan bermukim bagi

L

etaknya yang terpencil dan jauh dari keramaian, tepatnya di Kampung Bojong, Padasuka, Tasikmalaya, Jawa Barat, sama sekali tak menyurutkan semangat para pengurus dan pengelola Pondok Pesantren (Ponpes) AlAbror untuk membina umat Islam, terutama mendalami ilmu-ilmu Islam. Hingga kini, ponpes ini tetap istiqamah menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat. Tak hanya bagi warga Kampung Bojong, tapi juga masyarakat lainnya. Ponpes yang dirintis almarhum Syekh KH Ahmad Kholiluddin ini sudah berkiprah jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada 1920, Kampung Bojong, Padasuka, yang terletak sekitar 40 km dari pusat Kota Tasikmalaya, belum memiliki madrasah, apalagi majelis taklim. Oleh karenanya, Syekh KH Ahmad Kholiluddin terketuk hatinya untuk menjadikan rumahnya sebagai tempat majelis taklim. Peserta pengajian tak hanya datang dari Kampung Bojong, tetapi dari berbagai desa dan kota. Dari waktu ke waktu, jamaah pengajian semakin banyak. Mereka ingin mempelajari ilmu agama lebih dalam lagi. “Maka, pada saat itu, majelis berubah menjadi pondok pesantren yang diberi nama Al-Abror,’’ ungkap KH Aceng Muhtarom, wakil pemimpin Ponpes Al-Abror kepada Republika, belum lama ini. Tak hanya menjadi tempat mempelajari ilmu-ilmu Islam, ponpes ini pun menjadi pusat kegiatan masyarakat. Pada

orang dewasa, kini santri dewasa tidak lagi bermukim. Kegiatan untuk santri dewasa pun semakin terbatas. ‘’Kajian kitab fikih dan tauhid digelar setiap minggu, kegiatan ini disusul dengan acara shalawatan, dan setiap dua minggu diadakan acara khataman zikir,” lanjut Kiai Aceng. Ia menyebutkan, saat ini santri dewasa yang aktif mengikuti kajian di Al-Abror mencapai 270 orang, yaitu santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan majelis taklim reguler. Sedangkan, santri anak-anak peserta TKA, TPA, dan TQA mencapai 150 orang. Para santri yang me-

nuntut ilmu di Al-Abror tak hanya berasal dari Padasuka, tetapi juga dari daerah-daerah sekitarnya.

Swadaya
Sejak 1970-an, Al-Abror mulai menerima santri remaja. Menurut catatan, pada 2007 santri remaja yang mukim (tinggal di asrama) mencapai 80 orang. ‘’Hampir seluruh remaja yang belajar di Al-Abror ini berasal dari keluarga dhuafa. Seluruh biaya yang meliputi biaya pondokan, makan sehari-hari, pakaian, kitab-kitab, serta biaya pendidikan ditanggung oleh pengasuh,‘’ jelas Kiai Aceng.

Begitupun dengan segala biaya menyangkut penyediaan fasilitas sarana dan prasarana pesantren ditanggung secara swadaya oleh Ponpes Al-Abror yang kini dipimpin KH Endang Abdul Qodir. “Alhamdulillah, sungguh kami bersyukur kepada Allah SWT, hampir satu abad, satu masa yang sangat panjang dalam keterbatasan yang luar biasa, Ponpes AlAbror masih bisa bertahan menyelenggarakan program pendidikan dan kegiatan tasawuf tanpa henti,” sambung Ustaz Mohammad Shoelhi, ketua Majelis Musyawarah Al-Abror. Ponpes Al-Abror berdiri di atas tanah wakaf dari KH Ahmad Kholiluddin seluas 2.200 meter persegi. Dalam perkembangannya, secara fisik pesantren ini telah mengalami beberapa kali rehabilitasi, yaitu pada 1960, 1980, dan 2011. Menurut rencana, akhir tahun ini akan diselesaikan pembentukan Yayasan AlAbror dan pada 2012 mendatang dibuka Raudlatul Athfal dan Madrasah Tsanawiyah Al-Abror yang mengacu pada kurikulum Kementerian Agama. Kendati nantinya Al-Abror membuka program pendidikan umum sebagaimana lembaga pendidikan lain, warna dasar pesantren sebagai lembaga salafiyah tetap dipertahankan. Itu berarti kepada seluruh santri tetap akan diberi bekal kemampuan untuk bisa membaca kitab kuning (kitab klasik) dan sekurang-kurangnya memiliki wawasan kesufian. n ed: wachidah handasah

rohis
LDK MKMI Universitas Trunojoyo

Sambut Mahasiswa Baru Secara Islami

L

Nurul Hayat Surabaya memberi motivasi tentang Islam yang santun. uar biasa. Begitulah komentar yang “Mereka menggugah semangat kita banyak diucapkan peserta dan untuk bangkit dan berprestasi sebagaimana undangan pada kegiatan menyamprestasi yang telah diukir umat Islam pada but mahasiswa baru Universitas abad-abad kejayaan Islam,” tutur salah Trunojoyo Madura (UTM). Kegiatan bertema satu pengurus LDK MKMI UTM, Fathul “Funky but Syari” ini diselenggarakan oleh Qorib. Di akhir pertemuan, tim trainer mengajak peserta untuk merenung DOK LDK MKMI UTM tentang Nabi Muhammmad SAW dan para sahabatnya yang begitu dahsyat dalam memperjuangkan agama Islam. Para peserta pun tak kuasa menahan tangis, bahkan beberapa di antaranya berseru: “Allahu Akbar!” Rangkaian acara ini dilanjutkan pada Ahad (2/10) lalu berupa persembahan Be The Exellent (BTen). Kegiatan ini berupa bedah buku Agar Bidadari Cemburu Padamu karya penulis asal Yogyakarta, Salim A Fillah. Istimewanya, sang penulis hadir bersama penulis Muslim yang kocak, Lembaga Dakwah Kampus Majelis Kajian Mahendra Darwis, sebagai pembanding Mahasiswa Islam (LDK MKMI) UTM. karya. Kehadiran dua penulis itu membuat Kegiatan menyambut mahasiswa baru suasana di auditorium begitu segar, seru, ini memang lain dari biasanya. Sebab, namun tak menghilangkan nuansa keacara yang diberi nama Senyum Mahasiswa islaman. UTM (Semut) ini kental dengan nuansa Selain menyambut mahasiswa baru deIslami. Beragam agenda kegiatan digelar. ngan nuansa Islami, LDK MKMI bersama Salah satunya adalah Generasi Muslim takmir Masjid Nurur Rohman UTM juga Prestatif (GMP). Acara yang diminati ratussecara rutin menggelar peringatan hari an peserta ini digelar di Auditorium UTM, besar Islam. n ed: wachidah handasah Agustus lalu. Di sesi ini, para trainer dari Oleh Indah Wulandari

komunitas

REPUBLIKA

JUMAT, 21 OKTOBER 2011

7
DOK PPPA

PPPA Yogyakarta Peduli Korban Merapi
Oleh Damanhuri Zuhri

S

udah satu tahun berlalu sejak Gunung Merapi meletus, Oktober 2010. Walau begitu, duka mendalam akibat bencana itu masih terasa. Dusun-dusun di lereng Merapi yang dulu terkena terjangan awan panas kini sudah berdenyut kembali meski dalam kondisi seadanya. Contohnya, warga Dusun Kali Tengah Kidul RT 03/18, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, masih sangat membutuhkan bantuan, terutama rumah tinggal dan rumah ibadah. Selain itu, mereka juga sangat mem-

butuhkan bimbingan agama melalui pengajian agar akidah mereka tetap kuat pascamusibah tersebut. Hal inilah yang membuat Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Qur’an Yogyakarta merasa terpanggil untuk memberikan bimbingan agama kepada warga Dusun Kali Tengah Kidul. Maka, pada Jumat sore beberapa waktu lalu, pengurus PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta yang dipimpin Ustaz Irfan memberikan bimbingan agama lewat pengajian kepada sekitar 50 warga dusun yang terdiri atas kaum ibu, bapak, sampai anak-anak. Sore itu, materi pengajian disampaikan oleh Ustaz Aan Farhan. Kisah Nabi Musa AS dan kaumnya saat

dikejar pasukan Fir’aun mengawali pengajian yang digelar di Saung Qur’an. Bangunan berukuran 10 x 7 meter ini dibangun PPPA Yogyakarta dengan biaya sekitar Rp 20 juta. Selain itu, Ustaz Aan juga mengajarkan doa-doa dan ‘suntikan’ iman kepada para jamaah agar senantiasa sabar dan tawakal dalam menghadapi musibah. Rencananya, Saung Qur’an ini akan dibangun di setiap 10 Rumah Qur’an yang menjadi tempat tinggal warga. Saat ini, seperti dijelaskan Irfan, baru 14 rumah yang dibangun dan ditempati 10 kepala keluarga. Dalam waktu dekat, rencananya akan dibangun 10 rumah lagi bagi warga lain. Menurut Irfan, untuk membangun satu rumah dibutuhkan biaya sebesar Rp 14

juta. Pada setiap 10 rumah dibuatkan juga satu Saung Qu’ran berukuran 7x10 meter sebagai tempat ibadah dan bimbingan Alquran bagi anak-anak dan orang tua. “Target yang ingin kami capai adalah membuat 300 rumah dengan total anggaran sebesar Rp 4 miliar,” ungkap Irfan. Surawan, ketua RT 03/18 Dusun Kali Tengah Kidul, menuturkan, akibat letusan Merapi terdapat 108 kepala keluarga yang rumahnya hancur tak bersisa. Karena itulah, kata Surawan, warga dusunnya sangat membutuhkan rumah dan tempat ibadah. “Termasuk peralatan ibadah, seperti mukena, dan sajadah.” ungkapnya penuh harap. n ed: wachidah handasah

rehal

REPUBLIKA

JUMAT, 21 OKTOBER 2011

8

Inspirasi Lima Pemimpin Terbaik
slam memiliki lima khalifah (pemimpin) terbaik yang dibanggakan sejarah dari masa ke masa. Kehadiran mereka adalah untuk meneruskan kembali ajaran Nabi SAW, yakni memuliakan dan menyempurnakan akhlak manusia. Mereka adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan Umar bin Abdul Aziz. Buku yang ditulis oleh Syekh Khalid Muhammad Khalid ini menyajikan momen-momen terbaik kehidupan lima khalifah kebanggaan Islam itu sehingga sangat menginspirasi siapa pun yang membacanya. Lima khalifah kebanggaan Islam di atas merupakan cermin teladan dan inspirasi yang paripurna, yakni dunia dan akhirat. Mereka berlima memiliki sisi-sisi kemanusiaan yang agung, yang tak akan ditemukan pada diri pemimpin-pemimpin lain dari masa ke masa. Pada diri mereka pun terdapat seluruh sumber kebijaksanaan manusia sejati untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan bahasanya yang indah dan menggugah, Syekh Khalid Muhammad Khalid menegaskan bahwa mereka

I

Judul : Penulis : Penerbit : Cetakan : Tebal :

5 Khalifah Kebanggaan Islam Syeikh Khalid Muhammad Khalid Akbar Media I, April 2011 iv+200 halaman

berlima adalah pelayan umat manusia sekaligus umat Islam. Mereka telah menjual diri mereka kepada Allah untuk mengabdikan diri sepenuh kehidupan mereka sebagai pemimpin sekaligus pelayan umat. Mereka ikhlas berkorban demi kemajuan Islam tanpa berharap materi apa pun dari perjuangan mereka, karena bagi mereka balasan sebenarnya hanya dari sisi Allah di akhirat kelak. Penulis mengemukakan, kelima khalifah kebanggaan Islam itu bukanlah sosok politikus yang suka menebar janji palsu kepada rakyatnya, apalagi menipu mereka. Para khalifah ini juga bukan sosok yang suka menyalahgunakan kekuasaan demi mengeruk harta kekayaan duniawi sebanyak-banyaknya demi memperkaya diri mereka sendiri dan keluarganya. Justru sebaliknya, nasib kelima khalifah terbaik itu tak ubahnya seperti nasib rakyatnya yang paling miskin dan malang. Mereka nyaris tak memiliki harta benda selama dalam jabatannya sehingga mereka meletakkan kembali jabatannya kepada Allah. Padahal, sebelum menjadi khalifah, mereka adalah para saudagar kaya raya. Sungguh, mereka begitu berhati-hati agar jangan sampai ada harta kaum Muslim sekecil apa pun yang terambil atau termakan baik oleh mereka maupun keluarga mereka. Hal yang juga tak kalah menariknya adalah bagaimana

mereka bergaul dengan rakyatnya. Mereka seolah-olah bukan pemimpin, hanya pelayan bagi rakyat saking dekatnya mereka kepada rakyatnya. Mereka tampil dan hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa. Contohnya, Khalifah Umar yang tak segan-segan memanggul sekarung gandum buat sebuah keluarga yang miskin dan mengajak istrinya untuk menolong seorang wanita yang akan melahirkan. Atau, Abu Bakar yang ketika telah menjadi khalifah tetap berkhidmat memerah susu kambing bagi para janda tua dan membuat adonan roti untuk anak-anak yatim. Atau, Khalifah Usman bin Affan yang tidur di Masjid Nabawi di atas tongkatnya dan berbantalkan selendangnya. Atau, Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang mematikan lampu yang dibiayai oleh negara jika ada orang atau keluarganya datang pada malam hari untuk urusan pribadi atau keluarga. Buku ini amat perlu dibaca oleh para pejabat, dari yang paling rendah (RT) sampai presiden, pemimpin dari berbagai lembaga swasta dan BUMN, TNI dan kepolisian, para anggota DPR, pengusaha, juga para dai, mahasiswa, dan santri. Bahkan, buku ini juga amat perlu dibaca oleh setiap suami yang juga merupakan seorang pemimpin, yakni pemimpin dalam rumah tangganya.
n irwan kelana ed: wachidah handasah

Bertawakal Secara Benar

Judul : Penulis : Penerbit : Cetakan : Tebal :

Terapi Tawakal Ibnul Qayyim al-Jauziyah dkk Ahsan Books I, Juli 2011 207 halaman

S

uatu hari seseorang datang ke masjid sambil membawa untanya. Ia bertemu Nabi SAW dan bertanya apakah untanya tak perlu ditambatkan, yang penting ia bertawakal kepada Allah. Rasulullah lalu mengingatkan, “Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah.” Inti hadis Rasulullah SAW di atas adalah bertawakal harus dilakukan secara benar. Bertawakal tidak berarti menyerahkan begitu saja semua urusan kepada Allah SWT tanpa adanya ikhtiar dan doa. Justru, sebagai hamba Allah kita disuruh berikhtiar dan berdoa kepada Allah seraya dan pada saat bersamaan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Kalau hasilnya sesuai harapan kita, kita bersyukur. Kalau hasilnya tidak sesuai harapan kita—tapi pasti itulah yang terbaik menurut Allah SWT—kita bersabar. Jadi, berikhtiar dan berdoa serta bertawakal merupakan satu bentuk ketaatan kepada Allah. Mengapa kita berusaha mencari rezeki setiap hari sebab Alquran dan hadis Rasulullah SAW bertaburan dengan perintah untuk mencari rezeki yang telah Allah SWT sediakan untuk makhluk-makhluk-Nya. Para Nabi, termasuk Rasulullah SAW, tiap hari bekerja. Demikian pula para sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, dan para ulama, mereka

pun bekerja mencari rezeki yang telah Allah SWT sediakan. Karena itu, bertawakal harus dilakukan secara benar. Buku ini memuat kupasan tentang tawakal oleh 10 ulama klasik psikologi. Mereka adalah Ibnu Qayyim alJauziyah, Abu Thalib al-Maki, Syekh Abdul Qadir Jailani, Imam Ghazali, Ibnu Qudamah al-Maqdisi, Abu Said al-Kharraz, Ibnu Taimiyah, Ibnu Athaillah al-Sakandari, Al-Muhasibi, dan Imam Qusyairi. Petikan-petikan tulisan dari 10 ulama klasik yang dipaparkan dalam buku ini, insya Allah, akan mengantarkan para pembaca pada semangat untuk bertawakal dalam segala hal, termasuk dalam mencari rezeki. Sesungguhnya tawakal merupakan terapi hati agar dahsyat mencari rezeki. Buku ini dimulai dengan pengertian umum tawakal, termasuk di dalamnya makna dan macam-macam tawakal serta derajat dan fondasi tawakal. Kemudian, hakikat dan tujuan tawakal, tingkatan dan sikap tawakal, dan prinsip-prinsip tawakal. Setelah itu, manfaat tawakal, tawakal dalam masalah harta, dan tawakal dalam mencari rezeki. Buku ini diakhiri dengan kupasan mengenai tawakal saat kemalingan, menikmati buah tawakal, serta kisah dan hikmah penutup.
n irwan kelana ed: wachidah handasah

zakat & wakaf

REPUBLIKA

JUMAT, 21 OKTOBER 2011

9

DPF–Pustekkom Gelar Pelatihan TIK
DPF juga memberikan bantuan langsung tunai di sejumlah wilayah.
DOK DJALALUDDIN PANE FOUNDATION

Oleh Damanhuri Zuhri

B

ekerja sama dengan Pustekkom Jakarta, Djalaluddin Pane Foundation (DPF) menggelar pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi guru-guru SMK dan SMA se-Labuhan Batu, Sumatra Utara, pada 29 September–1 Oktober 2011. “Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat melakukan kegiatan pengajaran dengan memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin kepada para siswanya,” kata Hendra Utama, pengurus DPF kepada Republika, akhir pekan lalu. Setelah pelatihan ini, sambung

Hendra, metode pembelajaran yang sebelumnya hanya menggunakan media papan tulis atau white board, bisa ditingkatkan dengan menggunakan laptop/notebook, proyektor, dan pemanfaatan software-software yang menunjang kegiatan pembelajaran, seperti Microsoft Word, Microsoft Excell, Ms Power Point, dan Internet Explorer. Selain meningkatkan pengetahuan tentang software-software tersebut, jelas Hendra, para guru juga diajarkan membuat dan menggunakan e-mail dan blog. Dengan menulis di blognya sendiri, para guru dapat membagi ilmu tidak saja kepada para siswanya, tapi bisa juga kepada orang lain, di mana saja dan kapan saja terkoneksi dengan internet.

Ini adalah pelatihan yang kedua kali diadakan. Pelatihan sebelumnya digelar di Medan, Sumatra Utara, dengan melibatkan guruguru SMK Swasta Siti Banun pada 10–12 Juli 2011. “Kegiatan ini akan berlanjut terus dan rencananya akan ada dua kali lagi pelatihan sejenis hingga Desember mendatang. Mudah-mudahan kegiatan yang dijalankan DPF ini mendapat berkah dan bermanfaat, terutama untuk para guru dan siswasiswanya serta masyarakat luas. Amin,” kata Hendra. Sebagai upaya untuk meneruskan kebiasaan almarhum Haji Djalaluddin Pane yang sangat peduli terhadap kaum dhuafa, pada 9–16 Agustus lalu DPF menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 1.334 penerima untuk wilayah Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, dan Sipirok, yakni Sigambal, Tanjung Sarang Elang, Aek Batu, Tanjung Medan, Tanjung Mulia, Cikampak, dan Sipirok. Sedangkan untuk wilayah Medan, BLT disalurkan kepada 367 penerima, dan di wilayah Bengkulu sebanyak 131 penerima. “Penyaluran BLT dilakukan secara langsung door to door agar penyalurannya sampai langsung kepada penerimanya. Selain BLT, DPF juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim sebanyak 330 anak,” jelas Hendra. Mengapa hanya wilayah-wilayah itu yang mendapatkan BLT? Hal ini, kata Hendra, karena adanya unit-unit usaha yang dirintis oleh almarhum Haji Djalaluddin Pane di daerah tersebut. “Sebagai tanda syukur kehadirat Allah SWT atas rezeki yang diperoleh melalui unit-unit usaha tersebut, almarhum tidak melupakan masyarakat miskin yang berada di sekitarnya.”
n ed: wachidah handasah

HACCP dan Hewan Kurban
Oleh Rakhmad Zailani Kiki Koordinator Pengkajian JIC

D

alam industri pangan, istilah hazard analysis critical control point, yang disingkat dengan HACCP, sebagai sistem jaminan keamanan pangan bukanlah konsep baru. HACCP atau analisis bahaya dan pengendalian titik kritis adalah suatu pendekatan ilmiah, rasional, dan sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya selama produksi, processing, manufacturing, penyiapan, dan penggunaan. Konsep HACCP awalnya digunakan dalam produksi dan penelitian pangan bagi program ruang angkasa Amerika Serikat pada 1959. Sejak 1985, HACCP direkomendasikan oleh National Academic Science (NAS) untuk industri pangan. HACCP dalam industri pangan harus melibatkan dan mendapat komitmen dari seluruh sumber daya manusia di industri tersebut, yakni komitmen dari top management sampai pada tingkat bawah. Saat ini, penerapan HACCP dalam rangka keamanan pangan telah menjadi kebutuhan yang esensial. Beberapa alasan, di antaranya, pertama, penyakit yang ditularkan oleh bahan pangan (food borne disease) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia, dan merupakan salah satu penyebab kerugian ekonomi. Kedua, meningkatnya insiden beberapa penyakit yang ditularkan bahan pangan, misalnya salmonellosis di beberapa negara. Ketiga, industrialisasi dan produksi massal pangan yang dapat mengakibatkan peningkatan risiko kontaminasi pada makanan serta besarnya jumlah konsumen yang dapat terkena wabah penyakit. Sistem HACCP memiliki banyak manfaat, di antaranya dapat mengatasi beberapa keterbatasan dari pendekatan tradisional terhadap pengawasan keamanan pangan. Sistem ini juga memiliki potensi untuk mengidentifikasi semua bahaya yang mungkin muncul, walaupun belum pernah ada sebelumnya. Namun, keberhasilan dan efektivitas dalam penerapan sistem HACCP terletak pada pendidikan dan pelatihan tim HACCP dan seluruh personal yang terlibat dalam rantai produksi pangan. Lalu, apa kaitannya HACCP dan hewan kurban? Drh Amir Mahmud, seorang dokter hewan yang menaruh perhatian besar terhadap higienitas hewan kurban, telah bereksperimen dalam meng-

adopsi sistem HACCP dalam proses pemotongan hewan kurban agar higienitas daging hewan kurban tetap terjaga. Pengadopsian ini dia lakukan karena di Indonesia, pemotongan hewan kurban umumnya tidak dilakukan di tempat rumah potong hewan (RPH), tetapi di halaman masjid atau di lapangan terbuka yang dilakukan oleh para pemotong amatir atau dadakan dengan alat, perlengkapan, dan pemeliharaan seadanya yang sangat tidak menunjang pada higienitas hewan kurban. Menurut drh Amir Mahmud, penerapan sistem HACCP dalam pemotongan hewan kurban dapat berjalan dengan baik bila ada komitmen dan kedisiplinan seluruh personel terutama panitia pelaksana pemotongan hewan kurban dalam mengadopsi sIstem ini. Juga sosialisasi dan pelatihan secara rutin dan terusmenerus sangat penting bagi keberhasilan penerapan sistem ini. Untuk itu, setiap masjid atau tempat yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban perlu dibentuk kader kesehatan hewan kurban. Kader-kader inilah yang nantinya melaksanakan pemeriksaan kesehatan kewan kurban dengan mengisi formulir yang telah disediakan. Hasilnya dikonsultasikan dengan dokter hewan penanggung jawab di wilayah tersebut. Menurutnya, pelatihan kader kesehatan hewan dan adaptasi HACCP untuk pemotongan hewan kurban harus dilakukan secara terpadu. Artinya, perlu dibentuk satu tim (3-5 orang) untuk kedua hal itu. Peserta pelatihan sebagai calon kader haruslah berbadan sehat (tidak mengidap penyakit menular, seperti TBC dan hepatitis) serta tidak buta warna dan tidak cacat, dengan pendidikan minimal setingkat SMA. Materi pelatihan meliputi teori pemeriksaan kesehatan hewan kurban, teori adaptasi HACCP untuk pemotongan hewan kurban, serta praktik pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Setiap periode pelatihan diikuti 5-10 tim dengan masa pelatihan selama tiga hari. Dua hari untuk pemahaman teori dan sehari praktik di lapangan. Jika Anda ingin lebih memahami pengadopsian sistem HACCP dalam pemotongan hewan kurban ini, Jakarta Islamic Centre (JIC) mengundang Anda untuk mengikuti Pelatihan Manajemen Kurban yang akan dilaksanakan pada Rabu, 26 Oktober 2011 di Ruang Audio Visual JIC dari jam 08.30–15.00 WIB. Untuk pendaftaran peserta dan informasi lebih lanjut, hubungi 081314165949/0214413069 via Henny/Kiki setiap hari kerja. n

REPUBLIKA

mujahidah

JUMAT, 21 OKTOBER 2011

10
FORBES.COM

Perempuan Tangguh dari Bangladesh
Majalah Forbes menempatkannya sebagai salah satu dari 100 Most Powerful Women.
Oleh Indah Wulandari para gadis,” ujar Khaleda dalam sesi wawancara dengan Timeasia Magazine, 2006 silam. Sebagai Muslimah yang lahir di tengah keluarga terdidik, Khaleda menyadari pentingnya persamaan hak bagi perempuan Bangladesh. Dia pun berupaya mendorong perempuan masuk ke ranah pekerjaan profesional. Hal itu dibuktikannya dengan mengubah sistem seleksi yang sebelumnya lebih mengutamakan kaum pria untuk menduduki jabatan tertentu. Dengan cara ini, ia ingin membuktikan bahwa kaum perempuan juga bisa melakoni pekerjaan dengan kualitas yang tak kalah andal dibanding kaum pria. Pembuktian tersebut ia rintis di jalan politik. Dia memimpin sebuah partai besar, Bangladesh Nationalist Party (BNP). Konsistensi mengawal program pemberdayaan pendidikan dan kesejahteraan bagi perempuan mengantarnya ke tampuk pemerintahan periode 1991-1996. Mengusung perjuangan serupa, dia terpilih kembali sebagai perdana menteri perode 2001-2006. Langkah Khaleda di dunia politik tak lepas dari peran sang suami, Ziaur Rahman, yang menikahinya pada 1960. Mantan pimpinan militer Pakistan ini menjadi salah satu proklamator kemerdekaan Bangladesh pada 1971. Enam tahun kemudian, Rahman menjadi presiden Bangladesh. Untuk memuluskan kariernya di kancah politik, Rahman kemudian mendirikan BNP Dunia politik . yang keras membuat Rahman terbunuh pada 1981. Para pendukungnya kemudian memilih Khaleda untuk meneruskan cita-cita politik sang suami. Khaleda pun terpilih sebagai pemimpin partai ini pada 1984. Sepak terjang Khaleda ternyata tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam berbagai orasinya, mantan ibu negara Bangladesh ini mampu mengobarkan semangat perjuangan rakyat melawan kediktatoran pemimpin. Selama lebih dari tujuh tahun, dia memimpin perlawanan politik melawan junta militer pimpinan Jenderal Hossain Mohammad Ershad. Perjuangan itu tak sia-sia sehingga pada 1990 sang jenderal mengumumkan pengunduran diri. menggarap perbaikan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesetaraan gender, dan isu-isu lingkungan. Khaleda juga menggagas peningkatan pendidikan dasar di Bangladesh. Ia sediakan sarana pendidikan gratis bagi anak-anak perempuan hingga tingkat kesepuluh. Rakyat Bangladesh sangat terkesan dengan kepemimpinan Khaleda. Alhasil, meski BNP ditumbangkan partai Awami League pimpinan Sheikh Hassina pada 1996, BNP masih mengukuhkan diri sebagai partai oposisi terbesar. Berada di luar pemerintahan, BNP kemudian beraliansi dengan kekuatan politik lainnya. Aliansi ini menjadi sebuah kekuatan besar untuk memenangi pemilu pada 2001. Sang perempuan besi, Khaleda Zia, pun menduduki kursi perdana menteri untuk kedua kalinya. Ketangguhan Khaleda diganjar majalah Forbes yang memasukkannya dalam daftar 100 Most Powerful Women. Bersamaan dengan itu, masa jabatan Khaleda berakhir. Terakhir dia mencoba peruntungan dalam Pemilu 2008. Tapi, dia dikalahkan rivalnya, Sheikh Hassina. Tak menjadi perdana menteri, tak membuat Khaleda kehilangan lahan untuk berkarya. Ia tetap menjalani perannya sebagai politikus dan tetap fokus pada upaya memperjuangkan persamaan hak perempuan.
n ed: wachidah handasah

Khaleda Zia

R

akyat Bangladesh begitu bangga ketika seorang politikus wanita terkemuka tampil sebagai pemimpin negeri ini. Dialah Begum Khaleda Zia yang terpilih menjadi perdana menteri perempuan pertama di kawasan Asia Selatan. Kegigihannya memperjuangkan nasib kaum papa mengantarnya menjabat di dua periode. “Jika kita ingin memajukan sebuah negara, memberantas kemiskinan, menggalakkan kesadaran pentingnya program keluarga berencana, kita harus memulainya dengan memberi pendidikan untuk

Tak terbendung
Sepeninggal Ershad, BNP dan Khaleda tak terbendung. Partai ini berhasil memenangi pemilu. Sementara itu, pada 1991, Khaleda resmi menjadi Perdana Menteri Bangladesh setelah mengumpulkan suara terbanyak dari anggota parlemen. Tak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia langsung

fikih muslimah
YOGI ARDHI/REPUBLIKA

Busana Shalat yang Baik dan Benar
Oleh Wachidah Handasah

B

agi Muslimah di Indonesia, mukena adalah busana yang paling lazim dikenakan ketika shalat. Namun, di beberapa tempat dan negara lain, Muslimah melaksanakan shalat cukup dengan busana gamis longgar, kerudung (jilbab), dan kaus kaki. Lantas, bagaimana sebenarnya tuntunan Islam dalam hal ini? Imam Syafi’i berpendapat, Muslimah harus menutupi auratnya secara baik dan benar saat shalat. Pakaian yang dikenakannya saat rukuk atau sujud tidak memperlihatkan bentuk tubuh dan pinggulnya serta bagian-bagian aurat yang sensitif. Ada pula sebuah riwayat dari Aisyah ra bahwa ia pernah mengerjakan shalat dengan mengenakan empat lapis pakaian. Yang demikian itu merupakan amalan yang disunahkan, dan jika di luar kemam-

puannya ada bagian yang terbuka diberikan maaf baginya. Imam Ahmad mengatakan, “Secara umum para ulama bersepakat tentang baju kurung dan kerudung ini. Sedang yang memakai lebih dari keduanya adalah lebih baik dan lebih menutupi.” Hal ini diperkuat oleh hadis dari Ummu Salamah, ketika ia bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, apakah Muslimah boleh mengerjakan shalat dengan baju kurung dan kerudung? Nabi menjawab: “Boleh, asal baju kurung itu sempurna, menutupi bagian punggung dan kedua kaki.” (HR Abu Dawud). Mengenai wajah, seperti dinyatakan Syeikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah dalam buku Fiqih Wanita, Muslimah boleh membukanya saat shalat. Tak ada perbedaan pendapat mengenai masalah ini. Tentang kedua telapak tangan, ada dua pendapat. Pertama, diperbolehkan membukanya. Ini

merupakan pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’i, yang didasarkan pada riwayat dari Ibnu Abbas dan Aisyah mengenai maksud dari firman Allah SWT, yang artinya: “Hendaklah mereka tidak menampakkan perhiasannya kecuali yang boleh tampak darinya (wajah dan kedua telapak tangan).” Kedua, mengenai telapak tangan dan wajah, di mana keduanya dianggap sebagai aurat berdasarkan sabda Nabi SAW: “Wanita itu adalah aurat.” (HR Tirmidzi). Lebih lanjut, Tirmidzi mengatakan, hadis ini berstatus hasan shahih. Adapun yang dimaksud oleh hadis ini mencakup seluruh anggota tubuh wanita kecuali wajah. Sementara menurut kesepakatan, selain wajah, kedua telapak tangan dan kaki wanita dikategorikan sebagai aurat. “Mengenai hal ini, kami tidak melihat adanya perbedaan pendapat,” ujar Syeikh ‘Uwaidah. Dalam hal ini, ia merujuk pada sabda Rasulullah: “Allah tidak menerima

shalat wanita yang telah mengalami masa haid kecuali dengan mengenakan penutup aurat.” (HR Abu Dawud, dan dinyatakan sebagai hadis sahih).

Bercadar
Bagaimana dengan wanita yang shalat dengan mengenakan cadar? Syekh ‘Uwaidah menegaskan, dimakruhkan Muslimah mengenakan cadar saat menunaikan shalat. Para ulama telah sepakat, Muslimah harus membuka penutup wajahnya saat shalat dan berihram. Sebab, menutup wajah akan menghalangi persentuhan dahi dan hidung dengan tempat sujud secara langsung. Selain itu juga akan menutupi mulut. Sebaliknya, bila Muslimah mengerjakan shalat dengan kepala terbuka, shalatnya batal dan ia harus mengulanginya. Sebab, hukum pokoknya kepala adalah aurat yang harus ditutup. n

REPUBLIKA

silaturahim

JUMAT, 21 OKTOBER 2011

11

Oleh Indah Wulandari

Ya Ngaji, Ya Bisnis

Majelis Taklim Al-Hafiizh

pendapat orang lain. Kekhasan lain pengajian ini juga terletak pada format kajian. Sebelum pembicara utama tampil, jamaah terlebih dahulu tadarus Alquran sekitar 30 menit.

Aksi sosial
Tak hanya mendalami agama, para Muslimah yang tergabung dalam MT Al-Hafiizh juga giat dalam aksi sosial. Melalui jejaring yang telah mereka bangun, MT Al-Hafiizh menyalurkan bantuan sosial berupa zakat, infak, sedekah, dan bantuan lainnya kepada yang membutuhkan. Bantuan tak hanya dikucurkan bagi orang-orang di sekitar mereka, tapi juga menyasar ke kota-kota lain di nusantara, seperti Palopo, Padang, Yogyakarta, Ambon, Kuningan, dan Garut. “Kita mempunyai semacam sukarelawan di kota tersebut. Langkah ini juga dilakukan untuk memperluas syiar agama Islam kita di daerah lain,” jelas Sri Roestiningsih, salah satu pengurus MT Al-Hafiizh. Sebuah asa pun tebersit di benak Luthy maupun Sri. Seiring bertambahnya jumlah anggota, mereka bertekad menggerakkan para Muslimah ini menjadi sebuah gerakan sosial. “Kami ingin membuat sebuah wadah sosial yang menampung anak yatim dan membiayai mereka,” tutur Luthy. Sedangkan, di bidang pengembangan kemampuan internal, mereka berharap dapat membentuk sebuah wadah kajian Alquran. Sebuah cita-cita yang mulia! n ed: wachidah handasah

ERNI, IDA, UTA

M

DESI, NINUK, BETTY, TITI

enjadi Muslimah berkepribadian agamis merupakan impian ratusan perempuan anggota Majelis Taklim (MT) Al-Hafiizh. “Anggota kita bukan hanya ibu rumah tangga, melainkan sebagian besar wanita karier dan pengusaha,” kata Ketua MT Al-Hafiizh, Lutfiah, saat ditemui seusai pengajian rutin di sebuah restoran di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (14/10). Karena itulah, tak heran jika di setiap kesempatan bertemu dalam pengajian kerap muncul peluang-peluang bisnis di antara mereka. Usai pengajian, misalnya, tatkala jamaah saling bercengkerama, ada saja yang berbisnis dengan menggelar dagangan. Komoditasnya pun sangat beragam. Agaknya, di kelompok pengajian ini berlaku prinsip: ngaji jalan, bisnis juga jalan. Lingkungan juga membentuk karakter pengajian

yang dibentuk pada 15 Mei 2005 ini. Bermula dari keinginan lima Muslimah perintisnya mengikuti tren pendirian majelis taklim, kini mereka bisa meretas manfaat batiniah. Melihat perkembangan itu, Luthy, demikian sapaan akrab Lutfiah, berupaya memfasilitasi kelompok pengajian ini. Rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan, ia sediakan sebagai tempat pengajian bagi ratusan jamaah MT ini. Lantaran para pengurusnya membuka pintu bagi kalangan umum untuk bergabung dalam MT Al-Hafiizh, maka pengajian ini selalu dihadiri tak kurang dari 300 orang. “Ciri khas pengajian ini terletak dari ustaz-ustaz yang bervariasi keilmuannya,” terang Luthy. Beragam kajian ilmu dari para ustaz itu diharapkan menambah wawasan agama para anggotanya. Selain menjadi Muslimah yang berilmu, diharapkan pula mereka menjadi pribadi-pribadi yang tetap rendah hati sehingga memiliki kemampuan untuk mendengarkan

IIS, YANA

KETUA MT AL HAFIIZH, LUTHY & UST AHMAD AL HABSYI

SRI, SARI

NINA, WULUR, ANGGI
FOTO-FOTO: INDAH WULANDARI/REPUBLIKA

REPUBLIKA

JUMAT, 21 OKTOBER 2011 / 23 DZULQAIDAH 1432 H n 12

Ayu Titin Supriatini

Terpikat Dunia Tarekat
FOTO-FOTO: DOK PRI

Kini, ia lebih sabar menjalani hidup.

Oleh Damanhuri Zuhri

S

ejak lima tahun terakhir, Ayu Titin Supriatini menjalani hidup lebih tenang. Semua ini terjadi sejak wanita yang akrab disapa Ayu ini aktif mengikuti kegiatan tarekat di Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An Nadhliyyah (JATMAN) pimpinan Habib M Luthfi Bin Yahya. “Alhamdulillah, yang namanya emosi, pasti ada. Tapi, yang lebih nikmat ketika kita dibimbing sama guru sehingga setiap kita ada perma-

salahan, saya selalu meminta nasihat beliau. Hidup pun menjadi tenang,’’ ungkap Ayu di sela-sela Pelatihan Psikologi Qur’ani Berbasis Miracle of Tadarus di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (8/10). Alumni ASMI Jakarta ini mengaku sangat bersyukur berkenalan dengan tarekat. Manfaatnya sangat ia rasakan. Setiap masalah yang ia hadapi, selalu saja ada solusinya. Bahkan, di setiap masalah itu, ia selalu mendapatkan hikmah dan nikmat-nikmat tersendiri. “Jadi, ketergantungan kita kepada Allah SWT terasa lebih tinggi. Beliau (Habib Lutfi) juga selalu mengingatkan bahwa semua musibah pasti ada hikmahnya. Intinya, menjalani hidup lebih mantap karena ada ketenangan batin,’’ kata Muslimah kelahiran Jakarta, 22 Februari 1968 ini. Pemilik PT Putra Prima, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang trucking service ini menjelaskan, sejak aktif di kegiatan tarekat, ia selalu bisa menerima dengan ikhlas setiap ujian dan cobaan yang diberikan Sang Pencipta. Justru, dengan ujian tersebut, Ayu merasa bisa belajar ikhlas dan syukur. Berkali-kali wanita yang pernah 14 tahun bekerja di sebuah perusahaan dan akhirnya membuat perusahaan sendiri ini, mengucap syukur karena bertemu Habib Lutfi yang membimbingnya untuk lebih dekat kepada Allah SWT. “Beliau yang mendorong saya masuk ke thariqah, mungkin ini jalan Allah.’’

Setiap bulan ke Pekalongan
Karena besarnya manfaat yang ia rasakan dari kegiatan tarekat ini, Ayu tak segan meluangkan waktu setiap bulan untuk mendatangi pengajian Habib Lutfi di Pekalongan. “Alhamdulillah, sangat mengena di hati sampai sekarang. Kalau kondisi badan sehat, ada rezeki, saya berangkat ke Pekalongan,’’ kata pemilik gerai ‘Bakso Gepeng Ayu’ di kawasan Ke-

mang Pratama, Bekasi, ini. Ayu kemudian berkisah tentang ujian dari Allah SWT yang dirasanya lumayan berat sekitar tiga tahun lalu. Ia bercerita, salah satu sopir truknya yang biasa mengangkut suku cadang perlengkapan mobil untuk sebuah perusahaan besar milik Jepang di Jakarta mengalami kecelakaan sampai kernetnya meninggal. Gara-gara kecelakaan itu, truknya divonis harus keluar dari unit dan tidak boleh dipakai. Padahal, itu adalah sumber usahanya. ‘’Truk saya seluruhnya ada enam. Nah, Jepang paling tidak mau ada kecelakaan kerja. Akhirnya, dikeluarkan semua. Saya pikir, mau makan apa? Akhirnya, saya datang ke Habib Lutfi minta nasihat. Beliau bilang, jalankan zikir thariqah dengan baik, insya Allah kamu punya satu kegiatan yang baik. Allah akan menyiapkan kendaraannya pula.’’ Habib Lutfi juga memberi nasihat, ‘’Keluar kamu dari sana, jual semua truk kamu.’’ Ayu jalankan nasihat itu. Ia jual enam truk itu, lalu beli lagi empat truk. Benar saja, perusahaan truk Ayu akhirnya boleh kembali beroperasi dengan kendaraan baru. ‘’Akhirnya, saya dipanggil kembali oleh pabrik tersebut untuk masuk dengan unit baru semua.’’ Ayu bersyukur semua dimudahkan Allah SWT dalam mengatasi berbagai permasalahan. ‘’Sopir saya nggak ditahan. Alhamdulillah, sekarang dia punya pekerjaan bagus di tempat lain dan silaturahim tetap berjalan,’’ tambah Ayu. Selain berguru kepada Habib Lutfi, Ayu juga mencoba merintis kegiatan tarekat di lingkungan tempat tinggalnya di Kemang Pratama, Bekasi. Kebetulan, kata dia, di dekat rumahnya ada majelis taklim yang dua minggu sekali mengkaji dan menyenandungkan bacaan-bacaan ratib. Nah, kini, majelis taklim ini juga menyelenggarakan kajian khusus mengenai tasawuf dan fikih. “Nama pengajiannya Al-Aththas karena kita sering membaca Ratib al-Aththas.’’
n ed: wachidah handasah

B I O D A T A
Nama : Ayu Titin Supriatini Tempat/Tgl lahir: Jakarta, 22 Februari 1968. Suami : Ir Arsanto Anak : - Arvelianto Muhammad Taqwatama - Arsya Alifiani Nurtaqiyyah Pendidikan: l D3- ASMI Jakarta l SMA 24 Jakarta l SMP 8 Jakarta Pekerjaan: 1. Wiraswasta di bidang trucking services. 2. Pemilik Gerai ‘Bakso Gepeng Ayu’. Organisasi: 1. Pengurus Idaroh Syu’biyyah Tingkat Kota Bekasi. 2. Wakil Bendahara Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nadhliyyah, Pekalongan. 3. Pengurus Jam’iyyah SMP Islam Al-Azhar 9, Kemang Pratama, Kota Bekasi. 4. Pengurus Majelis Zikir dan Taklim Ratib alAththas, Rawalumbu, Kota Bekasi. 5. Pengurus Ikatan Alumni SMA 24 Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->