Anda di halaman 1dari 3

Menjadi Mahasiswa yang Aktif dan Akademis

Mahasiswa, tingkatan tertinggi dalam perjalanan seorang pelajar. Dimana di tingkat itu seorang siswa tidak hanya sekedar menjadi siswa lagi, akan tetapi ada tambahan nama di depannya yaitu maha yang memiliki arti sangat, amat, atau teramat. Itu artinya mahasiswa adalah bukan siswa biasa, yang berperan sebagai agent of change, iron stock, social control, dan moral force. Perubahan kehidupan yang kompleks dari masa SMA ke masa perkuliahan memang tidak mudah untuk dijalani. Karena masa tersebut merupakan peralihan dari masa remaja menuju kehidupan yang lebih dewasa. Dan di masa ini, orang akan menemukan banyak hal yang baru di dalam hidupnya di mana ia harus bisa memutuskan apa yang terbaik untuk dirinya agar jati dirinya yang sebenarnya bisa ditemukan. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mencapai indeks prestasi yang tinggi, dan menyerap apa yang sudah diajarkan saja, akan tetapi mahasiswa yang merupakan generasi muda Indonesia calon pemimpin masa depan bisa lebih kreatif, inovatif, dan cemerlang dalam menciptakan sesuatu yang baru yang nantinya tentu akan berguna untuk orang banyak. Oleh karena itu, research atau yang lebih dikenal dengan riset menjadi salah satu kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh mahasiswa selain kewajiban mereka untuk kuliah. Agar mahasiswa tidak hanya menyerap ilmu yang diberikan ketika kuliah saja, akan tetapi mereka juga bisa menciptakan sesuatu yang baru dari ilmu yang telah mereka serap tadi. Terbukti, banyak karya buah penelitian anak bangsa yang membangkan dan sangat berguna dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan banyak juga yang diakui di dunia internasional. Itu semua diperoleh karena rasa ingin tahu yang tinggi dan kemauan yang keras dari para pelakunya. Untuk itu, mahasiswa diharapkan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, dan kemauan untuk selangkah lebih maju demi kemajuan bangsa dan Negara di masa yang akan datang. Research bisa dipelajari, dan banyak organisasi kemahasiswaan yang mewadahinya. Organisasi sebenarnya banyak macamnya. Tentunya banyak mahasiswa yang menjumpai

beragam organisasi yang ditawarkan untuk diikuti di masing-masing universitas. Lantas, pentingkah organisasi itu? Di saat mahasiswa dituntut untuk bisa berprestasi, tepat waktu menyelesaikan kuliah, dan cepat memiliki pekerjaan. Menjadi seorang mahasiswa itu adalah sebuah kesempatan, sedangkan mengikuti organisasi itu adalah pilihan. Sebenarnya ada 2 kemampuan yang ada pada diri seseorang. Yaitu hard skill dan soft skill. Hard skill merupakan kemampuan akademik, sedangkan soft skill terkait dengan kemampuan berkomunikasi dan bahasa, bekerja dalam satu team, serta kemampuan memimpin dan dipimpin Hanya hard skill yang diajarkan di perkuliahan. Lantas bagaimana dengan soft skill? Pentingkah bagi seorang mahasiswa? Jawabannya adalah sangat penting. Dunia kerja yang akan digeluti oleh mahasiswa nantinya tidak bisa diarungi dengan hard skill saja. Ketika bekerja nantinya, mereka akan dihadapkan dengan berbagai lapisan masyarakat. Dan sof skill di sini sangat berguna untuk berinteraksi dengan masyarakat. Mungkin, ada mahasiswa yang takut waktu belajarnya akan terganggu sehingga mempengaruhi prestasinya. Semua itu bisa diatasi, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Ada beberapa cara agar mahasiswa tidak terganggu dengan kegiatan organisasinya : a. Manajemen waktu Mengatur waktu seefektif dan seefisien mungkin. Dan membuat skala prioritas apa yang harus dikerjakan lebih dulu. b. Tidak menunda pekerjaan c. Mempunyai target d. Fokus pada apa yang sedang dikerjakan Itulah sedikit cara untuk bisa menjalani kehidupan perkuliahan yang ideal. Masih banyak cara lain yang bisa diterapkan, selain yang disebutkan di atas. Mari menjadi mahasiswa yang aktif dan akademis!

Eriska Firma Nawangsih NIM : 11/316172/KG/08691