Anda di halaman 1dari 3

SENSCF SEF/I CFIlK

BAB 3
SENSOR INTENSITAS TERMODULASI

!03/,::,3
Sensor inyensitas termodulasi adalah sensor yang mendeteksi perubahan
intensitas cahaya akibat gangguan disekitar sensor. Konsep umum yang berkaitan
dengan modulasi intensitas diantaranya adalah transmisi, pemantulan dan lekukan
kecil (microbending). Beberapa mekanisme lain dapat diterapkan secara sendiri-
sendiri atau secara bersama-sama dengan ketiga konsep dasar tersebut.
Mekanisme yang dimaksud adalah seraban, hamburan, Iluoresensi, polarisasi serta
kisi optik. Secara alamiah, sensor intensitas termodulasi bersiIat analog, tetapi
dapat juga digunakan secara digital untuk saklar atau pembacaan (counter).

43805 Tr,3828
Konsep transmisi berkaitan dengan pemutusan atau perintangan berkas
cahaya dalam sebuah konIigurasi saklar. Walaupun demikian, pendekatan tersebut
dapat menghasilkan sensor analog yang cukup baik. Gambar 3.1 berikut
memperlihatkan konIigurasi probe serat optik untuk sensor pergeseran dengan
konsep transmisi.







Gambar 3.1. KonIigurasi sensor pergeseran dengan konsep transmisi.

Sensor dengan konIigurasi radial mempunyai sensitivitas yang lebih tinggi dari
pada konIigurasi axial tetapi jangkauannya lebih pendek yaitu sebesar diameter
probe serat optik jika kedua probe berhimpit. GraIik transmitansi intensitas cahaya
(:) terhadap pergeseran (r) diperlihatkan oleh Gambar 3.2 berikut.


probe serat optik
pergeseran
(a) Pergeseran axial
pergeseran
(b) Pergeseran radial
SENSCF SEF/I CFIlK









Gambar 3.2. GraIik transmitansi intensitas cahaya terhadap pergeseran.

GraIik pada Gambar 3.2 memperlihatkan hubungan transmitansi terhadap
pergeseran memenuhi hubungan kuadrat terbalik (1/r
2
). Untuk sensor pergeseran
radial, 20 bagian awal graIik merupakan daerah linier (daerah kerja sensor).
ModiIikasi sensor pergeseran dengan konsep transmisi dilakukan dengan
mengacu pada peringtangan proses pemantulan dalam total (PDT). ModiIikasi
tersebut adalah dengan menghadapkan kedua probe serat optik yang dipoles
membentuk sudut tertentu terhadap sumbu serat seperti diperliahatkan pada
Gambar 3.3 berikut.






Gambar 3.3. KonIigurasi sensor perintangan PDT

KonIigurasi pada Gambar 3.3 tersebut akan menghasilkan PDT untuk semua
moda cahaya terpandu. Semakin dekat posisi kedua probe, semakin besar
intensitas cahaya yang terkopel pada ujung serat optik penerima. KonIigurasi
sensor pergeseran tersebut mempunyai sensitivitas yang sangat tinggi.

r (x 0,001 inc)
:
1
0,5
0
25 50 75 125 100
pergeseran axial
pergeseran radial
90
0
- 7
7
n 1,48

n 1,48
lintasan cahaya
lintasan cahaya
n 1
serat optik
serat optik
pergeseran vertikal
SENSCF SEF/I CFIlK
3 43805 !02,39:,3
Konsep pemantulan merupakan yang paling menarik untuk penerapan
sensor secara luas karena menghasilkan akurasi yang tinggi, sederhana dan biaya
murah.



.