Anda di halaman 1dari 5

Lagu Daur Ulang (Aransemen)

1. Tak Kan Ada Cinta yang Lain Titi DJ (dibawakan sebelumnya oleh Dewa 19 dengan vokalis Ari Lasso) Aransemen yang mahal ditambah dengan khasnya suara Titi Dj, membuat lagu ini kembali terangkat pada tahun 1998. Versi lagu lama yang dibawakan Ari Lasso masih tetap prestisius dengan aransemen minimalis. Boleh dibilang versi Titi Dj ini adalah versi modern dari lagu tersebut. 2. Kosong Maha Dewi (dibawakan sebelumnya oleh Dewa dengan vokalis Once) Lagu ini menjadi berbeda dengan arransemen simple dengan paduan dua vokalis perempuan Maha Dewi. Jujur, saya lebih suka versi Maha Dewi ketimbang versi lamanya. 3. Di Dadaku Ada Kamu Ratu (dibawakan pertama kali oleh Vina Panduwinata) Maia berhasil menjadikan lagu ini berbeda meski masih punya atmosfer yang sama dengan lagu versi lama: genit. Apalagi dengan karakter suara Mulan yang memang genit bin nakal. 4. Seputih Kasih Afgan (dibawakan pertama kali oleh Dian Pramana Poetra)

Lagu ini terdengar begitu manis dengan arransemen gitar di awal yang terdengar teduh. Benar-benar lagu daur ulang yang berhasil. 5. Panah Asmara Afgan (dibawakan pertama kali oleh Chrisye) Lewat album barunya, Afgan membuktikan kalau karakter suaranya tidak melulu pas dengan lagu-lagu yang sedih. Dia juga cocok di lagu beat seperti lagu ini. Panah Asmara adalah lagu yang berbunga-bunga! 6. Kau Tak Akan Terganti Kahitna (dibawakan pertama kali oleh Dea Mirella) Karya prestisius ini dibawakan dengan baik oleh Kahitna. Dan Yovie widyanto sebagai arranser juga pencipta lagu dari kedua versi itu, membuat hal yang sama bagusnya. Jadi seperti lagu yang dibawakan dengan dua versi gender yang berbeda, dan dua-duanya sama-sama emosional 7. Kangen Denada (dibawakan pertama kali oleh Dewa 19) Kurang banyak yang tahu kalau Denada sempat membuat album pop berjudul Persembahan. Di dalamnya ada lagu Kangen yang dinyanyikannya secara khas.

8. Malisa Titi DJ (dibawakan pertama kali oleh Titi DJ) Titi DJ pernah membuat album berjudul Menyanyikan Kembali, yaitu album berisi lagulagunya sendiri yang didaur ulang. Meski tidak mendominasi (tidak semua lagu di album itu murni recycle), tapi lagu Malisa adalah lagu yang menurut saya punya arransemen yang wah. 9. Aku Pasti Kembali Krisdayanti (dibawakan pertama kali oleh Ratu) Lagu ini juga dibawakan Pasto dan sama-sama bagus. Namun ketika ini dibawakan KD, lagu ini semakin hidup saja. KD berhasil berimprovisasi dengan baik tanpa pernah mengubah emosionalitas lagu karya Maia ini. 10. Katakanlah Saja Kahitna (dibawakan pertama kali oleh Harvey Malaiholo) Mungkin banyak yang tidak tahu, kalau Harvey pernah menyanyikan lagu Yovie Widiyanto berjudul Katakanlah Saja pertengahan dekade 90-an. Lagu itu begitu ceria dan remaja, barangkali saat itu Harvey ingin mengeruk pasar remaja. Dan lagu itu memiliki versi yang lebih pop yang berhasil dibawakan Kahitna. 11. Cinta Kan Membawamu Kembali Reza (dibawakan pertama kali oleh Dewa 19) Lagu ini juga dibawakan kemudian oleh Mike si pemenang Indonesian Idol. Namun versi Reza adalah versi yang benar-benar emosional. Membuat lagu ini semakin memiliki nilai seni yang tinggi. 12. Keliru Monita (dibawakan pertama kali oleh Ruth Sahanaya) Keliru adalah lagu cinta paling berpengaruh di era 90-an, yakni ketika solois perempuan mendominasi. Lagu ini dibawakan Monita dengan ringan dan jazzy. Benar-benar terdengar easy listening dan younger. Boleh dibilang karakter vokal Monita yang childish dan malas-malasan menjadikan Keliru sebagai lagu recyle versi anak muda. 13. Firasat Dewi Lestari (dibawakan pertama kali oleh Marcell) Tidak ada yang lebih emosional selain album Recto Vesto karya Dee (nama pena Dewi Lestari). Firasat yang merupakan karyanya dan pernah dibawakan mantan suaminya, dinyanyikan kembali dengan versi full string. Dewi juga menambahkan perubahan lirik pada lagunya yang sangat puitis dan sastrawi ini.

14. J-ROCKS - Madu dan Racun (Gombloh)

Lagu ini memang lagu saaangat tua dan lama. Lagu itu top pada tahun 1985 dan usut punya usut, ternyata lagu ini hanyalah sekedar lagu 'iseng' yang ngga sengaja dibikin. Hebat kan? Nah sekarang J-Rocks kembali mendaur ulang lagu itu. Aransemennya berubah 99% dengan tema rock yang lebih kental, temponya naik, dan pasti bikin jingkrak - jingkrak. Intinya J-Rock membawakannya semakin atraktif. Permainannya bikin orang tua jaman dulu ngga nyangka kalo lagu Gombloh ini bisa diaransemen sedemikian rupa oleh J-Rocks.

15. Rocket Rockers - Pesta (Elfa's Singer)

Siapa bilang RR (Rocket Rockers) tidak bias meng aransemen lagu tempo dulu? buktinya lagu elfa's singer yang judulnya 'pesta' ini sukses digarap dengan sempurna. RR yang punya aliran pop punk yang lebih soft membuat lagu ini lebih enak di dengar.

Belum lagi vocal Ucay yang khas, menjadikan kita ingin membawakan lagunya dengan gaya nyanyi Ucay. Intinya, RR benar - benar ber 'pesta' dengan lagu ini. Ditambah efek - efek synth yang benar-benar menjadikan lagunya tambah hura - hura.

16. Sheila on 7 - Bunga di Tepi Jalan (KoesPloes)

Sheila on 7 juga ngga mau kalah dalam membawakan lagu lawas. Dan lagu yang mereka pilih adalah Bunga di Tepi Jalan nya KoesPloes. Memang di lagu ini komposisi lagu tidak banyak berubah, Eross dkk tetap membawakan lagu ini dengan versi slow mereka yang simpel dan easy listening. tidak terlalu banyak berubah tempo, tapi cara Duta membawakan lagu ini soft sekali dan penuh penghayatan. 17. Peterpan - Kisah Cintaku (Alm.Chrisye)

Lagu Kisah Cintaku milik Almarhum Chrisye ini benar-benar menjadi favorit orang - orang. Peterpan sukses membawakannya dengan gaya mereka sendiri. Lagu ini memang hits dari jaman Chrisye nya, ditambah lagi yang membawakannya Peterpan dengan fenomenanya tersendiri. Namun satu kelemahan besar lagu ini (walaupun bukan masalah lagunya), banyak yang menilai video klip yang Peterpan bikin tidak sesuai dengan harapan dan tema lagunya. Tapi diluar itu

semua, Peterpan berhasil membuat khalayak mengingat jasa - jasa Alm. Chrisye atas semua karya - karya emasnya. 18. Angkasa - Jangan Ada Dusta Diantara Kita (Broery Marantika)

Lagu ini pernah hits tahu 90-an yang dibawa Broery dan Dewi Yull. Angkasa tidak mau kalah, mereka menggarap lagu ini untuk kembali mencuri perhatian publik. Vokalis Angkasa punya ciri khas sendiri waktu bawain lagu ini. Suaranya yang serak - serak dan rada melayu bikin lagu ini sedikit berbeda, apalagi dulunya yang bawain lagu ini bukan band, tapi duo.

Nama : Ni Made Safitri Wulandari NIS : 15089