Anda di halaman 1dari 2

PITRI RAHAYU (NPM 1106117404) 2011 PERUBAHAN ORGANISASI Seorang pengelola organisasi yang kompeten dianggap belum lengkap

jika belum melakukan perubahan organisasi. Peran seorang pemimpin organisasi atau administrator dalam era pasca industry seringkali diidentikkan dengan kemampuan memimpin perubahan. Ada factor-faktor internal (dalam organisasi) dan factor-faktor eksternal (di luar organisasi) yang secara simultan mendorong perlunya pengelolaan perubahan organisasi secara komprehensif dan terencana. Perubahan organisasi secara sederhana dapat diartikan sebagai pembahasan tentang mengapa, kapan dan bagaimana organisasi melakukan perubahan (Hatch, 1997: 350) Perubahan dalam organisasi bisa berlangsung dengan cara yang berbeda-beda yaitu perubahan terencana (proaktif dan secara sengaja) dan perubahan tidak terencana (tidak terprediksi). Level perubahan menurut Kanter, Stein dan Lick (1992) model perubahan tiga besar: Makroevolusioner disebabkan oleh perilaku organisasi-organisasi lain teori ketergantungan sumber daya, teori populasi ekologi, dan teori institusional. Mikroevolusioner disebabkan factor-faktor internal dalam siklus atau daur kehidupan organisasi (pertambahan ukuran dan kompleksitas maupun masalah pertumbuhan dan penurunan organisasi) model-model Greiner atau model Kazt dan Kahn. Politis level individu Model Mintzberg (1999: 326) kubus perubahan membagi perubahan menjadi dua dimensi yaitu dimensi strategi (actions: vision, positions, programs, products) dan dimensi organisasi (actors: culture, structure, systems, people). Menurut tingkat kompleksitasnya: konkret dan

abstrak/konseptual peubahan di level yang lebih kompleks tidak bisa dilakukan, kecuali bersamaan atau dengan mengubah telebih dahulu unsure-unsur yang ada di bawahnya. ditegaskan kembali oleh Kotter (1997: 194), khusunya untuk dimensi kultur. Jenis-jenis perubahan: restrukturisasi, reengineering, turn aroud, akuisisi, downsizing, quality programs dan organizational cultures renewal). Model pengelolaan peubahan organisasi Model perubahan Lewin, ada tiga tahap proses perubahan, yaitu unfreeze, change/move, refreeze. Model Kotter, ada 8 tahap, yaitu membangkitkan rasa urgensi; membentuk koalisi pengarah yang kuat; mengembangkan visi dan strategi; mengkomunikasikan visi perubahan; menggerakan, mendukung, dan memberdayakan lebih banyak orang; merencanakan dan mengusahakan berbagai keuntungan jangka pendek; mengonsolidasikan berbagai pencapaian yang ada dan
Teori dan Aplikasi Organisasi - TUGAS RESUME

PITRI RAHAYU (NPM 1106117404) 2011 mendorong lebih banyak perubahan; serta melembagakan berbagai pendekatan baru tersebut ke dalam kultur organisasi. penekanan pada konsistensi dan dinamika perubahan. Model Schneider dan Betty setiap organisasi harus memiliki fokus perubahan. Analisis terhadap budaya perusahaan dan strategi bisnis merupakan elemen penting dalam melakukan perubahan organisasi. Model Robinsons model pengelolaan perubahan (efektivitas organisasi, aspek perubahan, agen perubahan, kekuatan-kekuatan pemicu perubahan, evaluasi, feed-back). Rancangan perubahan ada dua yaitu: proses perubahan (unfreeze, move dan refreeze) dan taktik-taktik yang akan digunakan (intervensi, partisipasi, persuasi, atau perintah/edict). Model simbolis-Interpretif Hatch kritik terhadap perspektif modernis penjelasan sisi cultural. menjelaskan bahwa sebab kegagalan tersebut sesungguhnya berlangsung secara timbal-balik values, assumption, artifacts, manifestation, interpretasi, realization, implementation,

symbolization.

Teori dan Aplikasi Organisasi - TUGAS RESUME