Anda di halaman 1dari 3

6. Secara individual manusia bertanggung jawab atas segala perbuatannya.

Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam Al-Quran: Artinya: setiap orang terikat(bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.(Qs.At-Thur:21) 7. Berakhlaq. Berakhlaq adalah ciri utama manusia dibandingkan makhluk lain. Artinya manusia adalah makhluk yang diberikan Allah kemampuan untuk membedakan yang baik dengan yang buruk. Dalam islam kedudukan akhlak sangat penting,ia menjadi komponen ketiga dalam islam. Kini kita akan membicarakanasal usul kejadian manusia menurut islam. Di dalam Al-Quran cukup banyak ayat-ayat yang menerangkan tentang asal-usul dan kejadian manusia. Antara lain: 1.Firman Allah: Artinya: Bukankah telah telat atas manusia suatu masa dimana ketika itu ia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut.(Qs.Al-insan:1) 2.Firman Allah: Artinya: Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkat kejadian (bertahab) (Qs.Nuh :14) 3.Firman Allah: Artinya: Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah seperti tumbuh-tumbuhan. (Qs.Nuh:17) 4.Firman Allah: Artinya: Dan sesungguhnya Aku (Allah) menjadi manusia dari tanah liat.(Qs.AsShaffat:11) 5.Firman Allah: Artinya: Dia (Allah) menciptakan adam dari pada tanah,kemudian Allah berfirman kepadanya,Jadilah engkau, maka jadilah (Adam menjadi manusia).(Qs.Ali-imran:59) 6.Firman Allah: Artinya: Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; Sesungguh-nya Aku akan menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam. (Qs.AlHijr:28) 7.Firman Allah: Artinya: Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari satu (sari pati) dari tanah. Kemudian kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh

(rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah,lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging,dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang,lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha Sucilah Allah pencipta yang terbaik. (Qs.Al-Mukminun:12-14) 8. Firman Allah: Artinya: Maka apa bila Aku telah menyempurnakan kejadian manusia dan telah aku tiupkan roh-ku kepadanya,hendaklah kamu (Malaikat) tunduk kepadanya dengan sujud. (Qs.Al-hijr:29) 9.Firman Allah: Artinya: Dan dia yang telah menciptakan segala sesuatu yang Dia ciptakan dengan sebaik-baiknya,dan Dia menciptakan manusia dari tanah,kemudian Dia buat keturunannya dari suatu zat hidup dari air yang hina,kemudian Dia sempurnakan kejadiannya dan Dia tiupkan kepadanya Roh-Nya(Qs.As-sajadah:7-9) Dari ungkapan Al-Quran jelaslah bahwa manusia berasal dari zat yang sama yaitu tanah. Pada kesempatan lain Al- Quran mengatakan bahwa manusia diciptakan dari air, air (mani) yang terpancar dari tulang sulbi (pinggang) dan tulang dada (QS. At-Thariq: 6-7). Dengan kehendak Ilahi bertemulah zat tampang dari laki-laki yang rupanya sebagai cacing yang sangat kecil. Perpaduan keduanya dinamakan nuthfah. Dalam masa 40 hari, segumpal air mani itu bertukar rupa menjadi segumpal darah. Setelah 40 hari berubah darah, dia berangsur membeku terus hingga jadi segumpal daging,membeku terus hingga berubah sifatnya menjadi tulang. Dikelilingi tulang itu masih ada persendian air yang kelaknya menjadi daging untuk menyelimuti tulang-tulang itu. Mulanya sekumplan tulang, tetapi kian hari telah ada bentuk kepala, kaki dan tangan, dan seluruh tulang-tulang dalam badan. Kian lama kian diselumuti daging. Pada saat itu dianugerahkan kepadanya ruh, maka bernafaslah dia. Dengan dihembuskan nafas pada sekumpulan tulang dan daging itu, berubahlah sifatnya. Itulah calon yang akan menjadi manusia (Dudung Abdullah; 1994:3) Al-Quran tidak memberikan penjelasan tentang sifat ruh. Dalam hubungan dengan masalah ruh, Allah berfirman dalam surat Al-Isra:85. Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah (kepada mereka bahwa ruh itu adalah urusan Tuhanku dan kamu tidak dieri pengetahuan kecuali hanya sedikit. (Mahmut Syalhut, 1980:116). Menurut agama Islam, manusia terdiri dari dua unsure, yaitu materi dan immateri. Unsur materi adalah tubuh yang berasal dari air tanah. Unsur immateri adalah ruh yang berasal dari

alam gaib. Proses kejadian manusia secara jelas disebutkan dalam Al-Quran (dan Al-Hadits) yang telah dibuktikan kebenarannya secara ilmiah oleh Maurice Bucaile dalam bukunya Bibel Quran dan Sains Modern terjemahan H.M Rasjidi (1978). Al-Quran yang mengungkapkan proses kejadian manusia itu antara lain terdapat didalam surat Al-Muminun ayat 12-14, secara ringkas adalah: 1. Diciptakan dari sari pati tanah (sulalatin min thin), lalu menjadi 2. Air mani (nuthfah disimpan didalam rahin), kemudian menjadi 3. Segumpal darah (alaqah), diproses 4. Kami jadikan menjadi segumpal daging (mudhghah) 5. Tulang belulang (idhaman) 6. Dibungkus dengan daging (lahman) 7. Mahluk yang (berbentuk) lain. (QS. Al-Muminun: 12-14) 8. Ditiupkan roh (dari Allah) pada hari yang ke-120 usia kandungan 9. Lalu lahir sebagai bayi (QS. Al-Hajj:5) 10. Dia jadikan pendengaran, penglihatan dan hati (QS. An-Nahl: 78) 11. Tumbuh anak-anak, lalu dewasa, tua (pikun) (QS. Al-Hajj:5) 12. Kemudian mati (QS. Al-Muminun:15) 13. Dibangkit (dari kubur) di hari kiamat (QS. Al-Muminun: 16) Melalui sunahnya, Nabi Muhammad menjelaskan pula proses kejadian manusia, antara lain dalam hadis berbunyi sebagai berikut. Artinya: Sesungguhnya, setiap manusia dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai nuthfah (air mani), empat puluh hari sebagai alaqah (segumpal darah) selama itu pula seagai mudhgah (segumpal daging). Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh (ciptaan) Allah ke dalam tuuh (janin) manusia yang berada dalam rahim it (H.R. Bukhari dan Muslim)