Anda di halaman 1dari 19

PENERAPAN KAIZEN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERJA

disusun oleh: Putu Laksmi Mas P. Inge Vestika Sari Nurlita Yanuarni Olivia Elsa Adriani Fahima Ulfi Tazkia Rissa Agustin (0810630018) (0810630064) (0810630081) (0810630082) (0810633049) (0810633078)

LATAR BELAKANG
Perlu dilakukan perbaikan secara terus menerus
Kaizen

Banyak usaha yang tidak berjalan lancar

permasalahan

RUMUSAN MASALAH
Apa penjelasan dari kaizen?

Apa yang dapat dilaksanakan dalam kaizen?


Bagaimana penerapan kaizen dalam meningkatkan kualitas kerja?

TUJUAN PENULISAN
Mengetahui kaizen secara umum

Mengetahui hal-hal yang dapat dilaksanakan dalam kaizen Mengetahui pentingnya penerapan kaizen dalam meningkatkan kualitas kerja

MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat yang dapat diberikan dengan penulisan makalah ini bagi pembaca dan penulis adalah dapat lebih

memahami tentang pentingnya kaizen, sehingga


selanjutnya dapat menerapkan metode kaizen dalam berbagai aspek kehidupan

PENGERTIAN KAIZEN SECARA UMUM


Kaizen merupakan prinsip-prinsip yang mengacu kepada aktivitas yang dilakukan dan sikap mental yang diperlukan dalam melaksanakan setiap tahapan 5S. Penjabaran 5S sebagai padanannya adalah

sebagai berikut :

1. Seiri (Ringkas) Seiri memiliki arti membedakan atau memisahkan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan. mengambil keputusan yang tegas, dan

menerapkan manajemen stratifikasi untuk membuang hal-hal yang tidak


diperlukan. 2. Seiton (Rapi) Seiton memiliki arti menyimpan barang-barang di tempat yang tepat atau dalam tata letak yang benar sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan mendadak. 3. Seiso (Resik) Seiso memiliki arti menyingkirkan sampah, kotoran, dan lain-lain sehingga segala sesuatunya bersih.

4. Seiketsu (Rawat) Seiketsu memiliki arti perawatan ringkas, kerapian, dan

kebersihan secara terus menerus meliputi kebesihan personil dan


kebersihan lingkungan. 5. Shitsuke (Rajin) Shitsuke berarti memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan sebagaimana seharusnya dikerjakan.

KAIZEN DALAM MANAJEMEN


Dalam kaizen manajemen memiliki dua fungsi utama :

1. Pemeliharaan
2. Perbaikan

KAIZEN DALAM PENINGKATAN KUALITAS KERJA


Kaizen mengatakan kepada kita bahwa hanya dengan secara terus menerus tetap sadar dan membuat beratus-ratus ribu peningkatan kecil, maka dimungkinkan untuk menghasilkan barang dan jasa yang mutunya otentik sehingga memuaskan pelanggan. Cara paling mudah mencapainya adalah dengan keikutsertaan, motivasi dan peningkatan terus menerus dari masing-masing dan semua karyawan dalam organisasi. Keikutsertaan staf tergantung pada komintmen manajemen senior, strategi yang jelas dan ketabahan karena kaizen bukan jalan pintas melainkan proses yang berjalan secara terus menerus untuk menciptakan hasil yang diinginkan. (Cane, 1998:265)

PEMBAHASAN
Kaizen secara umum Kaizen adalah salah satu istilah dari bahasa jepang yang digunakan dalam salah satu upaya peningkatan kualitas kerja. Secara sederhana pengertian Kaizen adalah usaha perbaikan berkelanjutan untuk menjadi lebih baik dari kondisi sekarang. Kaizen memiliki beberapa konsep pemikiran dalam pelaksanaannya, Beberapa konsep

pemikiran tersebut, antara lain :

Menjadikan masalah sebagai kumpulan dari sesuatu yang berharga, dan menjadikan orang sebagai pemecah masalah.

Memperbaiki kesalahan yang ada, dengan cara mempertanyakan


cara kerja yang sekarang, dan lebih memikirkan cara untuk melaksanakan perbaikan daripada mencari alasan mengapa tidak

bisa.
Kaizen bersifat tidak terbatas, karena ruang yang paling luas di dunia ini adalah ruang untuk membuat perbaikan.

Tidak melupakan keselamatan dan kualitas kerja.

PELAKSANAAN KAIZEN
Dalam menerapkan Kaizen, para pemimpin perusahaan/organisasi di Jepang berpegang pada dua prinsip, yaitu: 1. Perlu cara kerja yang baik untuk mendapatkan hasil yang

maksimal.
2. memilih gagasan-gagasan yang bisa dilaksanakan dan bersabar menunggu hasilnya.

Untuk melaksanakan Kaizen, diterapkan prinsip 5 S. 5 S merupakan singkatan dari lima kata berbahasa Jepang yang memiliki huruf pertama S, diantaranya yaitu :

1. Seiri (Pemilihan)
Tujuan penerapan Seiri adalah membuang barang-barang yang tidak diperlukan dan fokus pada barang utama yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan dalam bekerja dan menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan. 2. Seiton (Penataan) Fokus dari Seiri adalah efisiensi kerja, dengan tujuan utamanya agar lebih mudah dan cepat dalam menemukan barang pada saat dibutuhkan dan begitu pula saat mengembalikannya.

3. Seiso (Pembersihan) Sasaran dari Seiso adalah mengenali penyimpangan sejak dini kemudian melakukan tindakan perbaikan.

4. Seiketsu (Pemantapan)
Sasaran dari Seiketsu ini berarti melakukan praktek 5S sebelumnya secara terus menerus dan secara berulang-ulang, melakukan pemeliharaan, pemilahan dan pembersihan. Dengan demikian, pemantapan mencakup kebersihan pribadi dan

kebersihan lingkungan.
5. Shitsuke (Pembiasaan) Sasaran utama dari Shitsuke adalah membiasakan diri untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya sulit untuk dilakukan dengan tujuan untuk melakukan sesuatu

secara benar dan teratur, dan menciptakan tempat kerja dengan kebiasaan dan perilaku
yang baik.

PENERAPAN KAIZEN
Wujud 5S dalam lingkungan kerja Inti strategi Kaizen adalah kesadaran bahwa manajemen harus memuaskan pelanggan jika perusahaan ingin tetap

melangsungkan kegiatan produksinya. Kaizen merupakan strategi yang


berorientasi pada pelanggan demi penyempurnaan pelaksanaan kegiatan selanjutnya. 5S dapat diwujudkan dalam lingkungan kerja, diantaranya adalah dimulai dengan melakukan pemilahan, penataan, pembersihan,

pemantaban, dan pembiasaan.

Apabila hal ini dilakukan secara terus menerus sebagai wujud nyata dari sikap Kaizen maka dapat dijadikan standar baru sebagai upaya

untuk meningkatkan kualitas kerja.


Kaizen dalam manajemen Di Jepang, manajemen mempunyai dua komponen utama yaitu : - Pemeliharaan : kegiatan yang mengacu pada upaya untuk mempertahankan standar yang ada. - Penyempurnaan : kegiatan yang mengacu pada upaya untuk memperbaiki standar yang ada.

Kesulitan dalam penerapan 5S 5S merupakan hal yang mudah untuk diterapkan. Tetapi, dalam pelaksanaannya, banyak orang masih belum bisa menerapkannya. Penyebab sulitnya melaksanakan kaizen adalah faktor kebiasaan. Penyebab lain adalah kurangnya pemahaman

tentang pentingnya kaizen dalam kehidupan. Faktor lain yaitu


penerapan kaizen hanya dilakukan oleh karyawan atau pekerja, tidak demikian dengan pemimpinnya.

KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa : Kaizen adalah suatu sikap hidup sebagai upaya peningkatan kualitas kerja

melalui perbaikan berkelanjutan. Yang dapat dilaksanakan dalam kaizen adalah sikap kerja 5S, diantaranya

adalah seiri (pemilahan), Seiton (Penataan), Seiso (Pembersihan), Seiketsu (Pemantapan), Shitsuke (Pembiasaan) Penerapan kaizen dapat meningkatkan kualitas kerja yakni dengan

menggunakan teori kaizen dalam hal perancangan dan juga pelaksanaan suatu
pekerjaan.