Anda di halaman 1dari 4

MAKARA, SAINS, VOLUME 12, NO.

1, APRIL 2008: 23-26

PENENTUAN LD50 DAUN CINCO (Cyclea barbata Miers.) PADA MENCIT


Marissa Angelina, Sri Hartati, Indah D. Dewijanti, Sofna D.S. Banjarnahor, dan Lia Meilawati
Pusat Penelitian Kimia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kawasan Puspiptek, Tangerang 15314, Indonesia E-mail: marissa_angelina@yahoo.com

Abstrak
Telah dilakukan uji toksisitas akut dari ektrak etanol dari daun Cyclea barbata Miers. (Cb) pada hewan uji mencit. Ekstrak diberikan secara oral dengan 4 tingkatan dosis yang berbeda yaitu 300 mg/kg bb, 1500 mg/kg bb, 3000 mg/kg bb dan 30000 mg/kg bb. Efek toksik ekstrak dievaluasi berdasarkan pengamatan terhadap tingkah laku, reflek spinal, sistem syaraf pusat, urinasi dan defekasi serta jumlah hewan yang mati. Periode pengamatan dilakukan selama 14 hari. Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak sampai dosis tertinggi yaitu 30000 mg/kg bb tidak menyebabkan efek toksik yang bermakna serta tidak ada kematian. Dengan demikian LD50 semu dari ekstrak daun cyclea barbata Miers. pada mencit lebih besar dari 30000 mg/kg bb.

Abstract
LD50 of Cinco (Cyclea barbata Miers.) Leaf on Mice. The acute toxicity of ethanol extract of Cyclea barbata Miers. (Cb) leaves has been carried out on mice. The extract was administered by oral route in 4 different doses, i.e. 300 mg/kg BW, 1500 mg/kg BW, 3000 mg/kg BW, 30000 mg/kg BW. The toxic effect of the extract were evaluated by observation of behaviour, spinal reflexes, central nervous system, urination, and defecation, and also number of dead animal. The observation period lasted for 14 days. The results showed that up to 30000 mg/kg BW, the test material did not cause any significant toxic effects. The LD50 of the cyclea barbata Miers. leaves on mice was found to be more than 30000 mg/kg BW. Keywords: acute toxicity, anti aggregating platelet, anti thrombotic, Cyclea barbata Miers., LD50

1. Pendahuluan
Cyclea barbata Miers. merupakan tumbuhan obat yang secara tradisional dipergunakan oleh masyarakat Indonesia. Dari hasil penelitian terdahulu menunjukkan aktivitas ekstrak etanol cyclea barbata Miers. sebagai anti agregasi platelet secara in vitro dan in vivo serta anti thrombosis, dengan metode turbidimetri yang merupakan modifikasi metode Born, penentuan waktu pendarahan, waktu koagulasi serta jumlah mencit sebagai hewan coba yang mengalami paralisa atau mati menurut hartati et. al. [1]. Dalam penelitian ini dilakukan uji toksisitas akut ekstrak etanol dari daun cyclea barbata Miers. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi efek toksik akut sehingga dapat diperoleh gambaran keamanannya bila akan dikembangkan menjadi fitofarmaka mengetahui LD50 dari masingmasing ekstrak menurut Anonim [2].

Cyclea barbata Miers. adalah tanaman merambat dari famili menispermacea yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu bahan dalam minuman dingin dan juga untuk mengobati berbagai macam penyakit. Dalam pengobatan tradisional cinco juga digunakan untuk pengobatan demam, menurunkan tekanan darah serta untuk mengatasi panas dalam. Kandungan kimia aktif yang terdapat dalam cinco adalah karbohidrat, alkaloid siklein, kardioplegium, tentradine, dimetil tentradine,polifenol, saponoid, dan flavonoida menurut Anonim [3]. Uji toksisitas akut adalah suatu pengujian untuk menetapkan potensi toksisitas akut LD50, menilai berbagai gejala toksik, spektrum efek toksik, dan mekanisme kematian menurut Anonim [4]. Tujuan toksisitas akut adalah untuk mendeteksi adanya toksisitas suatu zat, menentukan organ sasaran dan

23

24

MAKARA, SAINS, VOLUME 12, NO. 1, APRIL 2008: 23-26

kepekaannya, memperoleh data bahayanya setelah pemberian suatu senyawa secara akut dan untuk memperoleh informasi awal yang dapat digunakan untuk menetapkan tingkat dosis yang diperlukan untuk uji toksisitas selanjutnya. Disamping itu data kematian yang diperoleh ditentukan nilai LD50 pada mencit jantan dan betina menurut Ariens [5], Lu [6]. Prilaku mencit setelah pemberian dosis tunggal oral sediaan uji adalah aktivitas motorik, rasa ingin tahu, pengaruh terhadap sistem saraf pusat dan otonom serta defikasi, urinasi dan kematian menurut Thompson [7].

kelompok kontrol yang hanya diberikan pelarut yaitu aqudest dengan volume pemberian yang sama seperti pada kelompok perlakukan Volume pemberian pada empat perlakuan dan kelompok kontrol sama yaitu 1 ml, dimana pemberian dilakukan secara oral. Sebelum dilakukan perlakuan semua hewan uji telah melewati proses aklimatisasi selama 1 minggu, dan 18 jam sebelum perlakuan hewan coba, dipuasakan. Pemberian dosis tunggal oral Cb dengan dosis 300 mg/kg bb, 1500 mg/kg bb, 3000 mg/kg bb, dan 30000 mg/kg bb tidak mempengaruhi prilaku (profil farmakologi) mencit jantan maupun betina dibandingkan terhadap kontrol selama pengamatan intensif setiap 1 jam setelah pemberian sediaan uji. Profil farmakologi diamati dari refleks spinal, sistem syaraf pusat ,urinasi dan defikasi. Sampai dengan dosis terbesar 30000 mg/kg bb pada pemberian dosis tunggal oral Cb tidak ditemukan adanya kematian sampai 14 hari setelah pemberian dosis tunggal oral bahan uji, sehingga nilai LD50 dari dosis tunggal oral Cb tidak dapat dihitung, karena untuk menghitung LD50 harus ada hewan uji yang mati sehingga hanya dapat dinyatakan nilai LD50 semu ekstrak Cb lebih besar dari 30000 mg/kg bb pada mencit jantan maupun mencit betina. Gambaran perkembangan bobot badan mencit selama 14 hari setelah pemberian dosis tunggal oral bahan uji untuk Cb terlihat pada gambar 1 (mencit jantan). Dari gambar 1 terlihat bahwa peningkatan bobot badan mencit jantan kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan dari hari ke hari selama 14 hari pengamatan.. Dari pengolahan data secara statistik dengan menggunakan one-way anova memberikan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara kenaikan bobot badan kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (p>0,05). Pada gambar 2 (mencit betina) terlihat kenaikan bobot badan yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan bobot badan mencit jantan. Tetapi kenaikan antar kelompok perlakuan tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol (p>0,05). Dengan demikian dapat dinyatakan dosis tunggal oral keempat ekstrak sampai dosis 30000 mg/kg bb tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bobot badan mencit jantan dan mencit betina selama 14 hari pengamatan setelah pemberian bahan uji. Terjadinya penurunan bobot badan dalam sehari yang tidak mencapai 5 % tanpa menunjukkan pengaruh prilaku pada hewan uji, adalah umum terjadi akibat perlakuan. Data indeks organ yang diperoleh pada pembedahan pada hari ke 15 setelah perlakuan dapat dilihat pada Tabel 1 (Cb jantan). Organ yang diamati dan diukur bobot masing-masing organ yaitu meliputi jantung, paru,

2. Metode Penelitian
Hewan Uji. Mencit galur DDY jantan dan betina dewasa, bobot antara 2530 g, dari Lab. Farmakologi Puslit Kimia LIPI Bahan Uji. Daun cinco (Cyclea barbata Miers.) yang diperoleh dari bogor pada bulan Maret 2005. Ekstrak diperoleh dari 15 kg daun cinco, dicuci, dikeringkan, dihaluskan menjadi serbuk. Ekstrak yang dibuat yaitu serbuk daun cinco dalam metanol dengan menggunakan perkolator sampai diperoleh larutan yang jernih. Pelarut diuapkan dengan hasil akhir diperoleh ekstrak kental methanol sebanyak 302 gr. Alat Uji. Alat yang digunakan untuk uji toksisitas adalah timbangan mencit, timbangan analitik, jarum oral, vial, seperangkat alat uji toksisitas, seperangkat alat bedah dan alat lain yang umum dalam laboratorium Farmakologi. Prosedur penelitian. Bahan uji Cyclea barbata Miers. diberikan secara oral dalam berbagai dosis tunggal pada mencit jantan dan betina. Pengamatan prilaku mencit dilakukan 1 jam sebelum pemberian sediaan uji dan 1 jam setelah pemberian sediaan uji. Pengamatan dilanjutkan dengan perkembangan bobot badan dan kematian setiap hari selama 14 hari. Pada hari ke-15 diamati beberapa organ utama (limpa, jantung, hati, ginjal, paru-paru, ovarium, uterus, vesika seminalis, pankreas). Semua parameter ini dibandingkan dengan kontrol yang tidak diberi bahan uji dan dari data kematian yang ada dihitung lethal dose 50 % Anonim [4].

3. Hasil dan Pembahasan


Pemberian dosis tunggal oral Cb dengan dosis bertingkat dengan variasi dosis 1x dosis efektif, 5x dosis efektif, 10x dosis efektif, dan 100x dosis efektif. Sehingga pada penelitian ini ada empat kelompok perlakuan yang mendapatkan dosis berturut-turut 300 mg/kg bb, 1500 mg/kg bb, 3000 mg/kg bb, 30000 mg/kg bb. Selain kelompok perlakuan juga ada

MAKARA, SAINS, VOLUME 12, NO. 1, APRIL 2008: 23-26

25

hati, pankreas, limpa, lambung, ginjal, testis, dan vesika seminalis. Dari data bobot masing-masing organ yang diperoleh, kemudian diolah secara statistik dengan menggunakan one-way anova diperoleh bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara berat masing organ kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Untuk pengamatan organ dan bobot organ mencit betina dapat dilihat pada Tabel 2. Adapun organ yang diamati meliputi hati, jantung, pankreas, limpha, ginjal, lambung, uterus, ovarium dan paru-paru. Semua organ memperlihatkan tidak ada perbedaan yang bermakna

antar kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol setelah perlakuan selama 14 hari, kecuali pada kelompok mencit yang diberi dosis tunggal oral Cb dengan dosis 3000 mg/kg bb mempengaruhi peningkatan bobot limpha mencit betina secara bermakna (p<0,05) dibandingkan kelompok kontrol (Tabel 2). Efek dari ekstrak tersebut tidak terlalu besar dan tidak berkorelasi dengan dosis, sehingga dapat diangap tidak bermakna. Namun memang terlihat efek terjadi pada mencit betina saja, bisa jadi pengaruh hormonal mencit betina.

Berat badan (gram)

40.00 35.00 30.00 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 0.00


H ar ik e1 H ar ik e3 H ar ik e5 H ar ik e7 H ar ik e9 H ar ik e11 H ar ik e13

Kontrol Dosis I Dosis II Dosis III Dosis IV

Hari ke-

Gambar 1. Perubahan bobot badan rata-rata (g) mencit jantan yang diamati selama 14 hari setelah pemberian dosis tunggal oral

B erat badan (gram)

33.00 32.00 31.00 30.00 29.00 28.00 27.00 26.00 25.00 24.00

Kontrol Dosis I Dosis II Dosis III Dosis IV

Hari ke-

Gambar 2. Perubahan bobot badan rata-rata (g) mencit betina yang diamati selama 14 hari setelah pemberian dosis tunggal oral

H ar ik e9 H ar ik e11 H ar ik e13

H ar ik e1

H ar ik e3

H ar ik e5

H ar ik e7

26

MAKARA, SAINS, VOLUME 12, NO. 1, APRIL 2008: 23-26

Tabel 1. Bobot organ (g/30 g bb) mencit jantan setelah pemberian dosis tunggal oral Cb

Kelompok Perlakuan Kontrol Dosis 1 Dosis 2 Dosis 3 Dosis 4

Jantung 123.15 25.3 110.43 20.9 109.42 26.8 126.38 18.8 130.65 26.1

Paru 207.42 36.3 153.93 39.7 180.27 34.4 171.17 36.8 165.25 30.2

Hati 1628.3 262.3 1567.83 163.3 1757.77 261.4 1734.55 213.1 1787.17 261.6

(Indeks organ %) Pankreas Limpa Lambung 233.0 68.32 263.82 33.7 16.1 28.4 273.25 56 290.1 81.1 19.4 48.2 251.6 67.67 281.38 85.7 20.8 46.8 265.62 77.23 277.55 51.8 26.8 22.9 250.17 87.7 298.65 28.2 10.7 270.8

Ginjal 455.17 92.6 453.85 59.6 403.98 21.33 408.93 45.8 443.77 72.8

Testis 236.28 45.4 222.0 34.2 233.72 40.0 229.45 39.2 215.18 18

V.Seminalis 136.25 30.3 154.3 43.7 131.97 51.8 105.15 32.0 130.3 39.3

Tabel 2. Bobot organ (g/30 g bb) mencit betina setelah pemberian dosis tunggal oral Cb

Kelompok Perlakuan Kontrol Dosis 1 Dosis 2 Dosis 3 Dosis 4

Jantung Paru-paru Hati 96 173.5 1542 9.4 26.7 385.2 109 210.83 1781.67 12.3 50.6 217.3 106.33 176.67 1647.83 11.2 31.2 179.6 112 180.5 1610 16.1 27.8 133 111 184.67 217.67 9.2 30.3 46.7

(Indeks organ %) Pankreas Limpa Lambung 242.5 50.83 274.83 59.7 5.5 91.2 261.67 59.83 301.5 29.6 14.0 61.1 232.5 71.5 290 38.6 21.8 59.4 244.33 75 302.83 48 9.7 57.4 62.5 87.7 293.17 7.8 10.7 75.1

Ginjal 331.17 47.9 348.83 41.2 336 32.5 348 41.8 326.33 50.8

Uterus 81.17 67.8 105.5 55.7 97.83 93.9 71.83 36.5 67.5 20.6

Ovarium 15.5 4.3 19.67 3.8 16.67 8.7 19.67 8.4 20.33 5.6

Keterangan : Jumlah hewan uji: masing-masing 6 ekor

4. Kesimpulan
Uji toksisitas akut ekstrak etanol daun cinco terhadap mencit jantan dan betina menunjukkan bahwa dosis tunggal oral sampai 30000 mg/kg bb, tidak ada efek toksik yang bermakna dan nilai LD50 dari keempat ekstrak lebih besar dari 30000 mg/kg bb. Sampai dosis 30000 mg/kg bb sebagai dosis oral tidak mempengaruhi perkembangan bobot badan dan bobot organ

Ucapan Terima Kasih


Penelitian ini didanai oleh Proyek Kompetitif LIPI tahun 2006

Daftar Acuan
[1] S. Hartati, et. al., Prosiding Seminar Nasional Kimia: Jakarta, 2006.

[2] Anon., Pedoman Pelaksanaan Uji Klinik Obat Tradisional, Depkes RI, Ditjen POM Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Jakarta, 2000. [3] Anon., Prosedur Operasional Baku Uji Toksisitas, Persyaratan Pemeriksaan Obat dan Makanan, Depkes RI, Ditjen POM-WHO Colaborating Centre for Quality Assurance of Essential Drugs, Jakarta, 1991. [4] Anon., Materia Medika Jilid V, Depkes RI, Jakarta, 1989. [5] E.J Ariens, Toksikologi Umum Pengantar, terjemahan J.R. Wattimena, Gadjah Mada Univ. Press, Yogyakarta, 1986. [6] C.F Lu., Toksikologi Dasar, Asas, Organ Sasaran dan Penilaian Resiko Edisi ke-2, terjemahan Edi Nugroho, UI Press., Jakarta, 1995. [7] E.B Thompson, Drug Bio screening Fundamental of Drug Evaluation Techniques in Pharmacology, Graceway Publ. Co., Inc., New York, 1985.

Anda mungkin juga menyukai