Anda di halaman 1dari 20

UJI SISTEM KARDIOVASKULER PERTAMA REGULER FK UNHAS

1. Seorang laki-laki 65 tahun datang ke IGD dengan keluahan sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ictus cordis teraba di axillaris anterior intercostal VI kiri. Pada pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan adalah : A. Mioglobin B. Troponin T C. Troponin C D. NT pro-BNP E. CKMB Mass 2. Seorang laki-laki 65 tahun datang ke IGD dengan keluahan sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ictus cordis teraba di axillaris anterior intercostal VI kiri.pada evaluasi klinis tidak ditemukan tanda-tanda serangan jantung akut.auskultasi jantung terdengar bising sistolic grade 3/6 di apeks. Bising jantung ini diakibatkan oleh : A. Aorta stenosis B. Mitral stenosis C. Aorta regurgitasi D. Mitral regurgitasi E. Trikuspidal regurgitasi 3. Seorang laki-laki 65 tahun datang ke IGD dengan keluahan sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ictus cordis teraba di axillaris anterior intercostal VI kiri.pada evaluasi klinis tidak ditemukan tanda-tanda serangan jantung akut.auskultasi jantung terdengar bising sistolic grade 3/6 di apeks. Gambaran EKG yang ditemukan pada kasus ini : A. Hipertrofi atrium kiri B. Hipertrofi ventrikel kiri C. Hipertrofi atrium kanan D. Hipertrofi septum atrium E. Hipertrofi ventrikel kanan 4. Seorang wanita 30 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan sesak nafas dan berdebardebar. Pada pemeriksaan fisis ditemukan bunyi jantung I mengeras. Katup jantung yang mengalami kelainan adalah : A. Katup aorta B. Katup mitral C. Katup pulmonal D. Katup trikuspidal E. Katup trikuspidal dan aorta 5. Seorang pria 45 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada, pada anamnesis keluhan timbul saat beraktivitas,berkurang bila beristirahat, pemeriksaan fisis ditemukan Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 72 x/menit,TB 156 cm, BB 72 kg,paru dan jantung dalam batas normal. Dilakukan pemeriksaan EKG dalam batas normal. Dokter jaga sangat curiga suatu angina pectoris stabil. Untuk membuktikan hal tersebut dianjurkan pemeriksaan awal : A. Echocardiography B. Foto thorax PA/lateral C. Periksa troponin T tiap jam D. Langsung angiografi coroner E. Uji latih jantung dengan beban

6. Seorang pria 45 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada, pada anamnesis keluhan timbul saat beraktivitas,berkurang bila beristirahat, pemeriksaan fisis ditemukan Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 72 x/menit,TB 156 cm, BB 72 kg,paru dan jantung dalam batas normal. Dilakukan pemeriksaan EKG dalam batas normal. Dokter jaga sangat curiga suatu angina pectoris stabil. Pengobatan awal yang dapat diberikan adalah : A. Nitrat B. Statin C. Aspirin D. Heparin E. Stroptase 7. Pria umur 35 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada kiriyang menjalar ke lengan kiri yang baru pertama kali dialami. Lama nyeri 1-2 menit dantidak ada riwayat trauma dada. Pada EKG ditemukan elevasi segmen-ST di V1-V3. Setelah diberikan isosorbit dinitrat sublingual, 5 menit kemudian nyeri dada hilang dan EKG ulang ST-elevasi menghilang. Diagnosis pada pasien ini adalah : A. Prinzmetal angina B. Angina pectoris stabil C. Physio-physiologic reaction D. Infark miokard subendokard E. Infark miokard anterior lama 8. Seorang wanita 26 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan berdebar-debar. Ada riwayat penyakit gondok sejak 2 tahun lalu dan telah satu minggu tidak minum obat. Pada pemeriksaan fisi tekanan darah 140/70 mmHg, nnadi 135 x/mnt, bunyi pernafasan vesiculer. Tidak ada ronki, terdengar bising jantung derajat 2/6 di hampir semua area katup. Apa obat yang sesuai dan rasional untuk penderita ini : A. Propranolol B. Dilfiazem C. Nitodipin D. Enalaprin E. Digoxin 9. Laki-laki 50 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan cepat lelah. Ada riwayat serangan jantung sebulan yang lalu. TD : 130/80 mmHg, nadi 110 x/mnt, pernapasan 30 x/mnt, DVS 10 mmH2O pada posisi baring 30 derajat. EKG menunjukkan gambaran nekrosis dinding anterior. Penyebab keluahan utama diatas adalah : A. Gagal jantung kiri B. Infark ventrikel kanan C. Dilatasi aorta ascendens D. Infark baru yang ekstensif E. Aneurisma ventrikel kanan 10. Wanita 55 tahun datang ke UGD. Sejak seminggu terakhir timbul keluhan sesak nafas yang makin hari bertambah berat. Tidak ada sakit dada. Badan terasa lemas. Fisi BJ I dan II normal melemah. TD 90/50 mmHg, HR 120x/mnt, pernapasan 28 x/mnt, afebris. EKG : Low voltage, kompleks QRS menunjukan pulsus alternalis, foto thorax kardiomegali. Riwayat kanker payudara kiri sekitar 10 tahun lalu, telah dilakukan mastektomi dan terapi radiasi. Dianjurkan pemeriksaan ekokardiografi. Ekokardiografi berfungsi untuk mendeteksi adanya : A. Vegetasi B. Efusi perikard C. Kardiomiopati D. Radang perikard E.

16. laki-laki 55 tahun dengan demam tinggi. Suhu : 39oC. Pembesaran kelenjar limfe leher, parsistolik murmur mitral. Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi/luka pada kulit, tidak ada riwayat keluahan/gangguan pada saluran kemih atau saluran cerna. Pemeriksaan laboratorium mikrobiologik yang dianjurkan bagi penderita tersebut adalah : A. B. C. D. E. Pemeriksaan kultur darah Pemeriksaan swab nasal Pemeriksaan swab kulit Pemeriksaan serologis Pemeriksaan facces

17. . laki-laki 55 tahun dengan demam tinggi. Suhu : 39oC. Pembesaran kelenjar limfe leher, parsistolik murmur mitral. Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi/luka pada kulit, tidak ada riwayat keluahan/gangguan pada saluran kemih atau saluran cerna. Pada echo terlihat vegerasi katup mitral. Penyebab infeksi pada katup diatas, terbanyak disebabkan oleh : A. B. C. D. E. Hormon herpes virus dan VaricellaZouter virus Staphylococcus dan streptococcus Virus coxsackie A dan coxsackie B Myco Chiamydia

18.seorang laki-laki, 55 tahun mengeluh demam tinggi.pada pemeriksaan fisik diketahui suhu badan 38,5oC, disertai tanda pembesaran kelenjar limfe leher, parsistolik murmur mitral. Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi/luka pada kulit, tidak ada riwayat keluahan/gangguan pada saluran kemih atau saluran cerna.pada pemeriksaan kultur MSA ditemukan staphylococcus aureus. Untuk membedakan kuman diatas dengan staphylococcus lainnya, yaitu : A. B. C. D. E. Katalase positif Fakultatif anaerob Koagulase positif Fermentasi glukosa anaerob Semua strain menghasilkan pigmen kuning emas

19. seorang laki-laki, 55 tahun mengeluh demam tinggi.pada pemeriksaan fisik diketahui suhu badan 38,5oC, disertai tanda pembesaran kelenjar limfe leher, parsistolik murmur mitral. Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi/luka pada kulit, tidak ada riwayat keluahan/gangguan pada saluran kemih atau saluran cerna.pada pemeriksaan kultur MSA ditemukan staphylococcus aureus. Salah satu sifat yang sesuai dengan kuman yang didapatkan pada penderita diatas adalah : A. B. C. D. E. Koloni datar Tepi koloni ireguler Sel berbentuk basil Pada pewarnaan gram berwarna pink Dinding sel mengandung teichoic acid

20. wanita 30 tahun, datang ke klinik dengan keluhan deman dan nyeri di dada. Suhu tubuh 38,8 oC dan Hb 9, leukosit 12.000/ml. Pemeriksaan fisik ditemukan arthritis dan nodul subkutan, EKG kesan atrial fibrilasi. Dua minggu sebelumnya mengeluh demam, menggigil serta nyeri tenggorokan. Pemeriksaan tambahan laboratorik yang perlu dilakukan : A. B. C. D. E. Kultur darah Kultur cairan sendi Swab nasal Swab kulit Serologis

21. wanita pascamenopause datang ke laboratorium ingin mengetahui apakah mengalami resiko penyakit kardiovaskuler , pemeriksaan laboratorium yang diperiksa adalah : A. B. C. D. E. LDH SGOT Profil lipid Alkali fosfirtase Pewarnaan gram

22. laki-laki 50 tahun masuk dengan keluhan nyeri dada kurang dari 2 jam lalu dari anamnesa ada riwayat infark miocard, pemeriksaan fisis ditemukan TD 160/90 mmHg. Hasil pemeriksaan laboratorium marker jantung ini sudah meningkat : A. B. C. D. E. Troponin I Mioglobin CKMB LDH CK

23. pria 17 tahun melakukan pemeriksaan jantung, karena kakaknya mati mendadak sewaktu berolahraga. Pada pemeriksaan fisis TD : 130/80, ditemukan bising systole dan EKG terlihat inverted gelombang T yang dalam. Diagnosis kerja pada penderita ini adalah : A. B. C. D. E. Penyakit jantung hipertensif Normal Penyakit jantung koroner Kardiomiopati hipertrofik Kardiomiopati dilatasi

24. pria umur 65 tahun masuk rumah sakit dnegan keluhan sesak napas. Pemeriksaan fisis ditemukan TD : 130/80, nadi 120 x/mnt, ada krepitasi basal paru. Pada EKG ada Q patologis V1-6. Ada riwayat merokok 2 bungkus per hari dan 2 tahun yang lalu pernah dirawat dengan serangan jantung. Pada foto thorax, terlihat CTR lebih 60 % dengan hipervaskularisasi kedua paru. Jika dilakukan pemeriksaan DVS didapatkan : A. B. C. D. E. 5 + 2 cm H2O 5 2 cm H2O 3 3 cm H2O 5 + 4 cm H2O 5 4 cm H2O

25. pria umur 65 tahun masuk rumah sakit dnegan keluhan sesak napas. Pemeriksaan fisis ditemukan TD : 130/80, nadi 120 x/mnt, ada krepitasi basal paru. Pada EKG ada Q patologis V1-6. Ada riwayat merokok 2 bungkus per hari dan 2 tahun yang lalu pernah dirawat dengan serangan jantung. Pada foto thorax, terlihat CTR lebih 60 % dengan hipervaskularisasi kedua paru. Diagnosa kerja pasien tersebut adalah : A. B. C. D. E. Gagal jantung sistolic Gagal jantung diastolic Bronkopneumonia Gagal jantung hipertensif Kardiomiopati dilatasi

26. wanita 65 tahun ke RS dengan keluhan nyeri dada kiri, menjalar ke lengan kiri. Pemeriksaan fisis : TD 200/120 mmHg, nadi 98x/mnt, suhu 37oC, P 16 x/mnt, paru-paru tidak ditemukan whezzing dan ronki. Batas jantung normal. Tindakan yang dianjurkan adalah : A. B. C. D. E. ECG + obat analgetik Angiografi koroner + obat analgetik USG + nitrat sublingual EKG + nitrat sublingual Treadmill test + anti pinteles

27. wanita 25 tahun masuk UGD dengan keluhan sesak napas dan berdebar-debar. Beberapa tahun yang lalu ada riwyat demam rheuma. Pemeriksaan fisis : TD 100/70 mmHg, HR : 90x/mnt, irreguler. Auskultasi jantung terdengar bising diastole di apex cordis. EKG menunjukan atrial fibrilasi dengan deviasi aksis ke kanan. Pada pemeriksaan foto thorax PA ditemukan : A. B. C. D. E. Aorta dilatasi dengan pinggang jantung menonjol Dilatasi vascular suprahilar kedua paru dan aorta dilatasi Dilatasi vascular suprahilar kedua paru dan aorta normal Gambaran double countur pada batas kanan jantung dan aorta dilatasi Gambaran double countur pada batas kanan jantung dan aorta mengecil

28. wanita 55 tahun datang ke RS dengan nyeri dada yang khas (typical angina pectoris) sejak 3 hari yang lalu. Episode nyeri sekitar 5 menit. Pemeriksaan fisis dalam batas normal, EKG normal, riwayat DM yang lama. Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan untuk menegakkan adanya kejadian koroner akut : A. B. C. D. E. SGOT CK total CK-MB LDH LDL

29. laki-laki, 66 tahun di bawa ke IRD dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Sesak bertambah apabila penderita dalam posisi baring. Penderita pernah dirawat di ruang intensif jantung selama 10 hari. Pada pemeriksaan fisis : TD 110/70 mmHg, DJ 120x/mnt, P 30x/mnt, SB 38 oC, DVJ : 10,5 cm posisi 45o . dilakukan pemeriksaan EKGdan ekokardiografi. Hasil pemeriksaan ekokardiografi : fraksi ejeksi 35%, akinesia septum dari apeks ventrikel kiri. Apa persangkaan diagnosis anda sebelum melihat hasil rekaman EKG : A. B. C. D. E. Tamponade perikard Kardiomiopati dilatasi Aneurisma ventrikel kiri Reinfark miokard anterior Dekompensasi kordis ec infark lama

30. seorang laki-laki 58 tahun dengan riwayat hipertensi dan DM di bawa ke UGD denga keluhan sesak napas dan berdebar-debar. Selama 3 hari terakhir penderita hanya bisa duduk ditempat tidur. Tidak ada riwayat nyeri dada sebelumnya. Pemeriksaan fisis : TD 110/80 mmHg, DJ 150x/mnt irreguler, ada krepitasi kedua basal paru. Gambaran EKG : tidak tampak gelombang P, jarak RR tidak sama. Apa yang menyebabkan penderita ini mengeluh sesak napas : A. B. C. D. E. Emboli paru Fibrilasi atrium Bendungan paru Hipertensi pulmonal Disfungsi ventrikel kanan

31. seorang laki-laki 62 tahun datang ke RS dengan keluhan sesak napas yang makin bertambah, dan akhir-akhir ini susah baring terlentang. Pada pemeriksaa fisis ditemukan JVP 8 cm dan terdengar S, ada edema pretibialdan krepitasi kedua basal paru. Pertanyaan : kelainan mana dibawah ini yang paling berperan menimbulkan retensi cairan sehingga timbul gejala seperti yang disebutkan diatas : A. B. C. D. E. Decreased renin Increased estrogen Increased aldosterone Decreased vasopression Increasen

growth

hormone

32. seorang laki-laki, 45 tahun berkunjung ke poliklinik dengan keluhan sesak napas dan nyeri dada waktu beraktifitas. Pernah mengalami episode sinkop. Pemeriksaan fisis : TD 110/85 mmHg, DJ 90 x/mnt, hasil ekokardiografi : area orificiumkatup aorta < 0,70 cm2. Pada tahap beikutnya, tindak lanjut apa yang layak dilakukan : A. B. C. D. E. Angiografi koroner Konsul ahli bedah jantung Uji latih jantung dengan beban Pemberian diuretik dan vasodilator Evaluasi ekokardiografi 6 bulan kemudian

33. seorang anak laki-laki 6 tahun, berkunjung ke poliklinik untuk pemeriksaan rutin. Sejank bayi di deteksi adanya bising jantung. Tidak ada riwayat sianosi dan squatting. Akhir-akhir ini sering batuk beringus. Pemeriksaan fisis berat badan sesuai umur. Bunyi jantung P2 lebih keras dari A2. Terdengar bising systole tipe ejeksi derajat III/VI di ruang intercostal II dan III kiri. Sesuai dengan diagnosisyang di tegakkan, maka tanda fisis khas yang lain, yang biasanya di jumpai pada penderita ini adalah : A. B. C. D. E. Pulsus alternans Bunyi S1 mengeras Terdengar S3 gallop Wide fixed splitting S2 Terdengar opening snap

34. seorang penderita laki-laki 60 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan cepat lelah bila bergiat. Ada riwayat serangan jantung sebulan yang lalu. Pemeriksaan fisis : TD 145/80 mmHg, DJ 115/mnt, P 32/mnt, DVJ R + 4 posisi baring 30o. Gambaran EKG menunjukan adanya elevasi segmen ST 2 mmdan gelombang Q patologis di sandapan V1-V5. Diagnosis sementara adalah gagal jantung bendungan. Apa yang menjadi penyebabgagal jantung tersebut diatas ? A. B. C. D. E. Aneurisma aorta Infark lama yang luas Aneurisma ventrikel kiri Ada infark ventrikel kanan Ada robekan muskulus pappilaris

35. seorang laki-laki 65 tahun dirujuk dari daerah dengan nyeri dada berkepanjangan. Penderita dirawat sementara di UGD. Segera di ambil rekaman EKG, terlihat elevasi segmen ST 2 mm di sandapan V1-V4. Telah diberi oksigen, aspilet dan nitrat. Sepuluh menit setelah dirawat di UGD tekanan darah menjadi 80/40 mmHg, DJ 45/mnt. 15 menit kemudian penderita merasa pusing dan akhirnya kejang-kejang dan tidak sadar. Gambaran EKG yang paling mungkin terlihat pada kondisi terakhir adalah ? A. B. C. D. E. Takikardi supraventrikel Fibrilasi ventrikel Takikardi nodal Fibrilasi atrium Blok AV total

36. seorang laki-laki mengeluh berdebar-debar dan pusing. Pada pemeriksaan fisis TD 80/50 mmHg dan nadi teratur 150x/mnt. Gambaran EKG menunjukan gambaran saw toothed gelombang P. Pertanyaan : tindakan apa yang paling tepat dilakukan untuk mengembalikan kelainan diatas ke ritma sinus : A. B. C. D. E. Valsalva maneuver Gyeball compression Carotic sinus pressure Temporary pacemaker Electrical cardioversion

37. anda diminta untuk mengawasi pelaksanaan uji latih jantung terhadap penderita laki-laki, 65 tahun dengan keluhan nyeri dada waktu bergiat disertai rasa sesak napas. Tidak ada riwayat nyeri dada dan sesak napas waktu istirahat. Pemeriksaan fisis : TD 120/85 mmHg, DJ 80/mnt reguler, DVJ 5 cm H2O, tidak ada ronki di paru, S1 normal tapi S2 tunggal. Terdengar bising sistolik kresendodekresendo di sela iga 2 kiri. Anda akhirnya membatalkan pelaksanaan uji latih jantung tersebut. Berdasarkan pemeriksaan fisis, diagnosis apa yang mungkin : A. B. C. D. E. Defek septum atrial Kardiomiopati hipertrofik Stenosis katup aorta berat Stenosis katup pulmonal sedang Stenosis katup mitral yang sedang

38. seorang laki-laki 45 tahun di masukan ke ICCU dengan keluhan sesak napas sejak 6 jam yang lalu. Pemfi : TD 100/80 mmHg, DJ 120/mnt, P 30/mnt reguler. Hasil rekaman EKG menunjukan adanya elevasi segmen ST 2 mm di sandapan V1-V5. Penderita kemudian diberi aspilet 160 mg dikunyah, clopidogrel 600 mg, LMWH 2 kali 0,6 mg/hari, nitrogliserin intravena 2 mg/mnt dan kaptopril 2 kali 6,25 mg/hari. Apa alasan anda memberikan kaptopril pada penderita ini : A. B. C. D. E. Menurunkan prabeban Mencegah retensi cairan Menstabilkan tekanan darah Menurunkan aktivitas simpatis Mencegah remodeling ventrikel kiri

39. seorang perempuan 55 tahun yang mengeluh sakit uluhati dan sesak napas datang ke UGD untuk memeriksakan dirinya. Pemfis : TD 90/70 mmHg, DJ 55/mnt, DVJ R + 6, hepatomegali 3 jari dibawah arcus costa kanan dan edema kedua tungkai bawah sejak 2 hari terakhir. EKG : elevasi segmen ST 2 mm di sandapan II,III,aVF. Foto thorax : CTR 60%, tidak ada tanda bendungan paru. Kelainan apa yang mendasari penemuan klinis pada penderita ini : A. B. C. D. E. Syok kardiogenik Hipertensi pulmonal Infark ventrikel kanan Aneurisma ventrikel kiri Insufisiensi trikuspidal akut

40. seorang penderita perempuan 30 tahun mengeluh berdebar-debar tiba-tiba sewaktu mengepel lantai rumah. Di poliklinik ditemukan laju jantung 170/mnt dan TD 100/70 mmHg. Segera dilakukan massase karotis dan beberapa saat kemudian laju jantung menurun menjadi 80/mnt. Apa jenis kelainan irama jantung penderita ini : A. B. C. D. E. Takikardia sinus Takikardia ventrikel Flutter atrial paroximal Fibrilasi atrium respons cepat Takikardia supraventrikular paroximal

41. seorang penderita laki-laki 60 tahun diantar ke UGD dalam keadaan pingsan yang dialaminya untuk pertama kali. Pada pemeriksaan fisis: TD 110/95, DJ 100/mnt. Terdengar bising ejeksi sistolik pada ruang sela iga 2 kanan yang menjalar ke regio karotis. Bagaimana perangai bunyi jantung ke 2 pada penderita ini sesuai dengan diagnosis yang ditegakkan : A. B. C. D. E. A2 dan P2 pecah terfiksasi Intensitas S2 menurun S2 pecah dan melebar P2 mengeras Normal

42. seorang penderita wanita 48 tahun masuk rumah sakit dengan debar-debar, dan sedikit pusing. Ada perasaan mual dan mukanya tamapak pucat. Pada pemeriksaan fisis : TD 70/45 mmHg, nadi radialis irreguler 100/mnt, DJ 140/mnt dan P 24/mnt. Segera dilakukan rekaman EKG : jarak gelombang R dan R yang berikutnya berbeda-beda. Tindakan segera yang paling tepat dilakukan pada penderita ini adalah : A. B. C. D. E. Maneuver vagal Kardiovorsi listrik Digoxin 0,5 mg i.v Diltiazem 100 mg i.v Amiodarone 450 mg i.v

43. seorang penderita wanita 59 tahun, obes dirawat di CVCU dengan keluhan nyeri dada sejak beberapa hari lalu. Ada riwayat DM sejak 5 tahun lalu. Lima hari terakhir dia sering bertengkar dengan suaminya dan mulai saat itu sering dirasakan adanya nyeri dada. Hasil rekaman EKG awal tidak menunjukan adanya tanda-tanda iskemia, namun hasil pemeriksaan troponin I sedikit meningkat pada saat dirawat. Yang mana tindakan di bawah ini yang paling tepat dilakukan : A. B. C. D. E. Terapi trombolisis Bedah pintas koroner Intervensi koroner perkutan Obati sebagai angina pectoris tak stabil Buat rekaman EKG serial dan periksa CKMB

44. seorang anak dengan usia 7 tahun dengan nyeri abdomen dan urine yang berwarna gelap selama 10 hari. Pada pemeriksaan fisis, terdapat lesi kulit purpura pada badan dari extremitas. Urin analysis memperlihatkan hematuria dan proteinuria. Hasil tes serologic negatif untuk P-ANCAs dan CANCAs. Spesimen biopsi kulit memperlihatkan vaskulitis necrotizing pada pembuluh darah kulit. Specimen biopsi ginjal memperlihatkan deposit imun kompleks pada glomerulus dimana tampak beberapa imun kompleks yang kaya akan Ig. Manakah berikut ini yang menjadi diagnosis yang paling mungkin : A. B. C. D. E. Giant cell Henoch-schonlein purpura Polyarteritis nodosa Takayasu arteritis Telangiectasias

45. seorang laki-laki 61 tahun mendapat infark miokard 1 tahun yang lalu. Sekarang, ia ingin mencegah munculnya infark miokard berikutnya dan dianjurkan untuk memulai program latihan/olahraga dan merubah pola makanannya. Penurunan kadar dari pemeriksaan laboratorium manakah berikut ini yang akan menunjukan keberhasilan latihan/olahraga dan perubahan pola makanannya : A. B. C. D. E. Cholesterol Glucose Potassium Renin Calsium

46. seorang pria 50 tahun memiliki riwayat angina pectoris selama bergiat. Pada pemeriksaan fisis : TD 135/75 mmHg, dan denyut jantung 79/mnt dan ireguler. Angiografi coroner memperlihatkan penyempitan 75% pada cabang descendens anterior dari a.coronaria kiri. Sel manakah berikut ini yang menjadi target awal timbulnya lesi pada arteri coronaria : A. B. C. D. E. Monosit Sel otot polos Platelels Neutrofil Sel endotel

47. suatu penelitian mengenai ateroma yang dapat menimbulkan komplikasi atheroscelotic, mengevaluasi faktor-faktor resiko pada satu populasi penduduk. Diddapatkan 3 faktor yang berperan sebagai, penyebab atheroscelorisis : merokok, hipertensi dan hiperkolesterolemia. Faktor-faktor ini kemudian dianalisis hubungannya atherogenesis pada percobaan binatang. Kejadian manakan berikut ini yang timbul dari ketiga faktor tersebut: A. B. C. D. E. Jejas endotel dan sequlaenya Perubahan sel otot polos menjadi foam cell Perubahan reseptor lipoprotein hepatic Inhibisi oksidasi LDL Perubahan faktor-faktor endogen yang mengatur tonus vasomotor

48. seorang pria umu 50 tahun mengalami nyeri dada setiap kali melakukan aktivitas sedang. Kejadian ini semakin sering dan berat dalam beberapa tahun terakhir ini tetapi dapat diatasi dengan pemberian nitrogliserin sublingual. Pada pemeriksaan fisis, tidak demam, nadi 78/mnt dan reguler, dan tidak ada bising dan irama gallop. Pemeriksaan laboratorium memperlihatkkan kreatinin 1,1 mgdl; glukosa 130 mg/dl; dan kolesterol total serum 223 mg/dl. Kelainan jantung manakah yang mungkin terjadi pada pria tersebut ? A. B. C. D. E. Rheumatic mitral stenosis Perikarditis serosa Cardiomiopati restriktif Calcific aorta stenosis Coronary atherosclerosis

49. seorang wanita umur 44 tahun memiliki penyakit jantung rheumatic dengan stenosis aorta menjalani tindakan penggantian katup dengan bioprothesis. Wanita tersebut tetap stabil selama 8 tahun setelah tindakan tersebut dan kemudian mengalami penurunan toleransi terhadap aktivitas. Komplikasi dari bioprostesis manakah berikut ini yang mungkin terjadi pada wanita tersebut A. B. C. D. E. Kebocoran paravalvular Stenosis Hemolisis Embolisasi Infark miokard

50. seorang wanita umur 66 tahun datang ke UGD, 30 menit setelah dia mengeluh nyeri dada yang menjalar ke leher dan lengan kirinya. Dia di dapati mengalami diaphoresis dan hipotensi; kadar troponin I serumnya meningkat. Untuk itu dokter memulai dengan terapi trombolitik. Obat manakah berikut ini yang mungkin diberikan dokter tersebut kepada pasien ini ? A. B. C. D. E. Tissue plasminogen activatec Aspirin Heparin Nitrit oxide Vitamin K

51. seorang pria umur 25 tahun meninggal secara tiba-tiba. Pada autopsi, jantungnya memoesar yang diakibatkan dilatasi ventrikel kanan. Ventrikel kiri normal. Tidak ada artherosclerosis coronaria. Potongan melintang jantung memperlihatkan ventrikel kanan menipis dan gambaran mikroskopis meliputi infiltrasi lemak miokardium dan fibrosis, tidak ada tanda-tanda inflamasi. Manakah berikut ini yang menyebabkan kematian pada pria tersebut : A. B. C. D. E. Cardiomiopati Chagas disease Hipertensi Long QT syndrome Post terapi radiasi

52. wanita umur 48 tahun mengalami sesak napas dalam 2 hari terakhir . ia mengalami cardiac arrest dan tidak dapat diselamatkan. Pada autopsy, gambaran mikroskopik jantung memperlihatkan necrosis koagulatif. Manakah berikut ini yang menjadi diagnose wanita tersebut : A. B. C. D. E. Viral miokarditis Infard miokard Miokarditis rematik akut Emboli septic Cardiomiopati restriktif

53. a boy, 2 years and 6 month of age admitted to OPD due to failure to thrive. On physical examination there was ejection systolic murmur at LSD. On chest x-ray the apex upturned and prominens pulmonary artery segmens. So the diagnosis of this case it could be : A. B. C. D. E. ASD VSD Coarcatio aorta Ebstein anomaly

54. a girl, 5 years of age sent by a pediatrician because of conghing. On physical examination was heard ejection systolic murmur with grade 3-4/6 with punctum maximum on upper left sternal border. The diagnosis of this case is ? : A. B. C. D. E. VSD Aorta stenosis PDA Rheumatic fever ASD

55. a patient 2 years and 8 months of age controll to OPD. On chest x-ray we found boot-shaped with apex upturned. On physical examination we could heard : A. B. C. D. E. 1st and 2sd HS were normal Single 2sd HS with ejection systolic murmur Single 1st HS with ejection systolic murmur 1st and 2sd HS were normal with ejection systolic murmur 1st and 2sd HS were normal wit pansystolic murmur

56. a baby 3 month of age. Echocardiography finding is TGA. Which one of these statement are related to TGA A. B. C. D. E. Hemodynamic of circulation of TGA is series The pulmonary artery originatex from right ventricle Our chest X-ray Murmur is not vary

57. a boy, 2 years of age admitted to hospital due to dyspneu. On physical examination there we different pulsed felt at upper and fower extremities. So diagnosis of this patient is : A. B. C. D. E. ToF TGA Coarchcatio aorta DORV Pulmonal stenosis

58. statement below correlated with PDA : A. B. C. D. E. It heard continous murmur The defect closure could using amplatzer ductal oocluder On chest x-ray given apex downward There was wide pulse pressure All statement were correct

59. a boy, 2 years of age visit pediatric cardiology OPD due to dyspneu. On physical examination reveals single 2sd HS with regurgitant systolic murmur. ECG findings there was a giant. The most likely diagnosis of this patients : A. B. C. D. E. Complete a ASD TGA ToF Ebsteins anomaly Double outlet right ventricle (DORV)

60. a boy, 2 years of age was born in primary healthwith apgar score 7/10, body weight 3,6 kg. On physical examination there was no cyanotic and revcaled ejection systole murmur. The result of chest x-ray was carpet-shaped. The diagnosis of this baby is : A. B. C. D. E. TGA PAPVD ToF DORV Truncus arteriosus

64. A baby 7 days of age was born aportancously, crying so in after birth with apgar score 7/10, body wright 3900 grams. Eight days futer the baby looks eyanotic and we order X-ray Examination. We expected the shape of the heart on morelikely : A. Carpet slinped B. Egg-shaped C. Boot-shaped D. Peer-shaped E. Snowman like appercance 65. a case 4 years 6 month, visit OPD because of cyanotic. On physical examination is heard single 2no HS and ejection systolic murmur at ICS I-II. X-ray result there is apical up turned with normaly pulmonal . on echocardiography we found VSD malalignment with overriding aorta. All, statement below are the clinical sign and complicationof fais case. Except : A. B. C. D. E. Cyanotic spells Cerebral abcess Congestive heart failure Poor weight gain Activity intolerance

66. management of acute rheumatic fever are is followed : A. Antibiotic dministration to eradicated streptococci B. Anti-inflammatory should be given to suppress the development of joint manifestation and suppressing acute phase reactants C. Bed rest of varying duration is recommended D. Educate the patients and parents about the need to prevent subsequent streptococci infection through continuous antibiotic prophylaxis E. All statements above are correct

67. which is of the following factors that influens ductal elesure : A. B. C. D. E. Prostaglandin (PGE2) level in circulation Indomethacin concentration Hypoxicafter birth Maturity of the newborn All statement above are correct

68. a 50 years-old main present to emergency with complain of substernal chest pain. His shest pain usually occurs during physical activity. The exercise electrocardiogramis positive but he has a normal coronary angiogram. Question : what is your diagnosis ? A. B. C. D. E. Syndrome X Silent ischemia Angina decabitux Prinzmetal angina Barlows syndrome

69. ahmad adalah seorang pasien hipertensi esensial yang sedang melakukan pemeriksaan EKG rutin. Ditemukan adanya hipertrofi di V5 dan V6 dan gelombang P yang kadang menghilang. Tanda-tanda vital danpemeriksaan fisis dalam batas normal. Pemeriksaan EKG kurang efektif dalam mendeteksi kelainan : A. B. C. D. E. Posisi jantung pada rongga dada Konduksi dari atrium ke ventrikel Irama jantung Kontraksi jantung Aliran darah koroner

70. fase repolarisasi dari siklus jantung dapat di ketahui pada gambaran EKG berupa : A. B. C. D. E. Gelombang P Gelombang Q Gelombang R Gelombang S Gelombang T

71. gambaran EKG dimana gelombang P tidak terlihat menunjukan adanya gangguan penghantaran implus dari : A. B. C. D. E. Nodus SA Berkas His Serabut purkinje Cabang kiri dari berkas His Otot ventrikel

72. gelompang QRS kompleks pada EKG menunjukan proses : A. B. C. D. E. Depolarisasi atrium Depolarisasi ventrikel Repolarisasi atrium Repolarisasi ventrikel Kontraksi

73. pada keadaan normal, konduksi implus dijantung dimulai di : A. B. C. D. E. AV node SA node Berkas His Serabut purkinje Otot jantung

74. penyebaran implus pada sistem konduksi jantung paling lambat pada : A. B. C. D. E. Serabut otot atrium Nodus AV Berkas His Serabut purkinje Serabut otot ventrikel

75. selama fase membran potensial istirahat potensial sel otot jantung terutama tergantung pada : A. B. C. D. E. Kalsium Asetikholin Natrium Norepinephrine Kalium

76. pada SA node dari konduksi jantung, fase depolarisasi lambat oleh karena : A. B. C. D. E. Masuknya ion Na+ Masuknya ion K+ Masuknya ion Ca++ Masuknya ion Ca++ dan Na Masuknya ion K+

77. seorang atlit lari maraton, telah mneyelesaikan 20 km jarak larinya ketika ia ditemukan tidak sadarkan diri, dan kemudian langsung dibawa ke RS. Pada pemeriksaan tanda vital : didapatkan TD 130/80 mmHg, N 116x/mnt, P 26x/mnt, pada Ro thorax ditemukan kesan kardiomegali. Setelah beristirahat selama sekitar 15 menit, ia kemudian sadar kembali. Upaya yang dapat alir balik vena meningkat pada : A. B. C. D. E. Tekanan vena menurun Gerakan inspirasi menurun Volume darah menurun Perubahan dari jongkok lalu berdiri tiba-tiba Meninggikan tungkai saat berbaring

78. seorang pasien 34 tahun masuk RS dengan keluhan nyeri dada yanng dirasakan sejak 3 hari yang lalu,sering demam tinggi dan pada pemerikasaan foto thorax tak ada kelainan yang berarti enzym jantung juga normal dan pada pemeriksaan kultur darah ditemukan adanya koloni bakteri yang signifikan : Dari hasil pemeriksaan diatas kemungkinan pasien ini menderita : A. B. C. D. E. Myocarditis Pericarditis non-injective Infective endokarditis Jantung koroner Jantung bawaan

79. biasanya penyebab terbanyak infeksi mikroorganisme penyakit pasien diatas adalah : A. B. C. D. E. Eriterococcic Coagulase negative staphylococcus Candida albicans Aspergillus Viridans streptococcus

80. dengan pemeriksaan mikrobiologi yang sederhana mikroorganisme penyebab penyakit pasien diatas adalah dengan : A. B. C. D. E. PCR ELISA Mikroskop elektron Pewarnaan sederhana Pewarnaan tahan asam

81. pemeriksaan molekuler yang bisa dilakukan dalam mengidentifikasi penyebab penyakit pasien diatas adalah : A. B. C. D. E. Southern hibridisation Sequencing Simple PCR PCR-RFLP Multiplex PCR

82. seorang pasien wanita datang ke RS dengan keluhan nyeri di tungka bawah, terasa demam walautidak terlalu tinggi, ada benjolan tidak terlalu besar di sekitar tungkai bawah sebelah dalam, terasa sakit bila berjalan. Pada pemeriksaan lab ditemukan adanya tanda-tanda infeksi dengan leukosit yang tinggi dari nilai normal. Dari hasil pemeriksaan dan anamnesa terhadap pasien ini kemungkinan pasien ini menderita : A. B. C. D. E. Kaki gajah Demam typhoid Tromboplebitis Luka bakar derajat dua sellulitis

83. pada pasien ini mikroorganisme penyebab yang tersering adalah : A. B. C. D. E. E.colli N. Gonorrhoe Staphylococcus aureus Salmonella typhii M. Tuberculosis

84. pada kasus diatas kemungkinan terjadi infeksi bila terjadi pada lokasi : A. B. C. D. E. Pelvle veins Sinuses cavemous Portal veins Superficial veins Intracranial veins

85. seorang pasien 8 tahun datang ke RS karena keluhan utama demam tinggi, terasa lemah sakit seluruh badan, batuk berdahak dan nafsu makan menurun sehingga berat badan gampang turunnya. Pemeriksaan laboratorium menunjukan ada tanda-tanda infeksi oleh mikroorganisme patogen. Diagnosis sementara untuk pasien ini kemungkinan penyebabnya adalah : A. B. C. D. E. N. Gonorrhoe Leptospira H.influenza S.aureus Pseudomonas

86. pemeriksaan mikrobiologi yang dapat dilakukan pada pasien ini adalah dengan mengambil specimennya yang paling representative, adalah : A. B. C. D. E. Darahnya Urinnya Jaringan kulitnya Swab nasopharyngnya Fecesnya

87. virus yang selalu dihubungkan dengan infeksi myocarditis adalah : A. B. C. D. E. Influenza virus Coxackie virus Rabies Dengue virus chikungunya

88. seorang laki-laki 45 tahun datang ke RS dengan keluhan utama abses di tangan kanannya. Pada pemeriksaan smear mikroskop terhadap nanah yang ada didapatkan bentuk mikroba bulat dan gram positif. Kemungkinan pasien ini terinfeksi oleh : A. B. C. D. E. M.tuberculosis Streptococcus viridans N.gonorrhoe S. Aureus S. Typhi

89. seorang laki-laki 59 tahun masuk RS dengan kelulhan sesak napas pada waktu bergiat, batukbatuk pada malam hari dengan kedua tungkai membengkak, pada pemeriksaan di temukan peningkatan tekanan vena : 18 cm H2O. Sebagai pemeriksaan penunjang dokter menggunakan sampel sera penderita ini yaitu untuk menentukan adanya peningkatan senyawa berikut ini : A. B. C. D. E. CK-MB AAT DNP LDH Mioglobin

90. pada kenyataannya peningkatan senyawa tersebut diatas akibat regangan dinding miokard berefek : A. B. C. D. E. Aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron Vasokontriksi vena Vasokontriksi arteri Natriuresis Kadar senyawa tersebut didapat : 100 picogram/ml.

91. seorang laki-laki usia baya telah mengidap hiperkolesteronemia dibawa tergesa-gesa ke RS dengan nyeri dada hebat menjalar ke lengan kiri, pada pemeriksaan menunjukan serangan jantung. Yang mana tindakan pengobatan yang perlu diambil : A. B. C. D. E. Infus trombin Infus fibrinogen Infus heparin Trnsfusi trombosit Infus tissue plasminogen activator

92. setelah itu perlu mengatasi hiperkolesteronemianya dengan memberikan obat statin yang kerjanya menghambat kerja enzin : A. B. C. D. E. HMG-KoA reduktase HMG-KoA sintease Mevalonat kinase Tiolase Skualen sintease

93. biokontesa kolesterol meliputi 5 tahap, pada tahap manakah kerja inhibisi dari obar statin tersebut : A. B. C. D. E. Pembentukan lenosterol Biosintesa mevalonat Pembentukan unit isoprenoid Pembentukan skualen Pembentukan kolesterol

94. seorang pria paru baya setelah suatu episode rasa tertekan retrosternal dengan radiasi keleher disertai mual dan diaphoresis saat istirahat. Didiagnosis unstable angina dengan kemungkinan infrak miokard. Kemungkinan pemeriksaan laboratorium di jumpai peningkatan kadar serum troponin I dan enzim-enzim jantung yang menetapkan diagnosis. Jika penderita diatas sesungguhnya menderita angina, perubahan metabolisme yang mana berikut ini dijumpai pada darah yang terkena : A. B. C. D. E. Meningkatnya pembentukan laktat Meningkatnya fosforilasi oksidatif Meningkatnya laju oksidasi asam lemak Meningkatnya pembentukan benda keton Meningkatnya perubahan piruvat ke asetil-KoA

95. jika penderita diatas sesungguhnya menderita angina sebagai lesi fokal dimana hanya ada satu bagian otot jantung yang terkena sementara bagian lain tetap menerima pasokan oksigen yang cukukp memungkinkan berfungsinya suatu biochemical shuttle (gerakan ulang alik) yaitu : A. B. C. D. E. Glycerol 3-prosphate shuttle Malate aspharrate shuttle Creatine prosphate shuttle Cirrate shuttle Carnitine shuttle

96. yang mana mekanisme transpor elektron menlintasi barrier mitokondria sehubungan dengan shuttle diatas : A. B. C. D. E. Matale-glutamate symporter Aspartatc-alfa-ketoglutaratc symporter glutamate- alfa-ketoglutaratc antiporter Malate- alfa-ketoglutaratc antiporter Malate- glutamate antiporter

97. perubahan metabolisme glukosa yang mana berikut ini di jumpai pada keadaan episode iskemi pasien tersebut diatas : A. B. C. D. E. Seluruh laju penggunaan glukosa menurun Piruvat kinase NADH di reoksidasi Laju produksi ATP sistolik meningkat Dijumpai keadaan alkalosis metabolic

98. pembukaan vaskularisasi secepatnya melalui tindakan reperfusi jantung pada pasien ini menggunakan trombolisis memberikan hasil yang baik apabila diberikan setelah serangan : A. B. C. D. E. 9 jam 7 jam 5 jam 3 jam 1 jam

99. a 70 year-old man present to the hospital with complain of fatigue and dyspneu on exertion. His BP is 165/60 mmHg, and pulse 75/min. On auscultation you hear the S2 is diminished and there is an decrescendo diatolic murmur that radiates froam right ICS 3 to the apex cordis. Question : which of the following arterial pulse finding is the most appropriate in the patient? A. B. C. D. E. Dicrotic pulse Pulsus bigeminus Pulsus paradoxus Hyperkinetic pulse Delayed femoral pulse

100. a 55 year-old man present to the hospital with complain of SOB. On examination BP 100/70, HR 110/mnt, RR 28/mnt. Bibasilar inspiratary crackles are heard on auscultation. Echocardiogram reveals an EF of 35%, and there is a global hypokinetic. Questions : which of the following drugs would lost likely lower his risk of mortality : A. B. C. D. E. Ca channel blockers ACE-inhibitors Loop diuretics Digitoxin aspirin