Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Penyakit Paru ObstruktiI Kronik (PPOK) merupakan penyebab utama morbiditas dan
mortalitas yang kronik di dunia. Setiap tahun, banyak orang yang menderita dan meninggal
karena penyakit ini sendiri maupun karena komplikasinya.
4

Berdasarkan data dari Global Burden oI Disease dari WHO, PPOK merupakan
penyebab morbiditas dan mortalitas pada negara dengan pendapatan tinggi, menengah, dan
rendah. Pada tahun 2001, PPOK menempati urutan ke lima sebagai penyebab kematian di
negara-negara dengan pendapatan tinggi. Selain itu, PPOK juga menempati urutan ke tujuh
dan ke sepuluh sebagai penyebab ketidakmampuan pada negara dengan pendapatan tinggi
dan juga negara dengan pendapatan rendah dan menengah
5
. PPOK telah menyebabkan
kematian pada lebih dari tiga juta orang atau sekitar lima persen dari total kematian pada
tahun 2005. Lebih dari 90 kematian akibat PPOK terjadi di negara-negara berpenghasilan
menengah ke bawah
19,20
.

Tahun 2020, The Global Burden oI Disease Studies memperkirakan
bahwa PPOK akan menduduki peringkat ketiga sebagai penyakit yang menyebabkan
kematian dan peringkat keempat sebagai penyakit yang menimbulkan kecacatan.
4
Kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh PPOK cukup besar. Berdasarkan data dari
The National Heart Lung and Blood Institute, pada tahun 2010, Amerika Serikat
menghabiskan dana sebesar 49,9 milyar dolar AS untuk menangani penyakit ini. Dana ini
mencakup 29,5 milyar dolar AS untuk perawatan kesehatan, 8 milyar dolar AS untuk biaya
morbiditas tak langsung, dan 12,4 milyar dolar AS untuk biaya mortalitas tak langsung.
6
Penyakit Paru ObstruktiI Kronik merupakan salah satu dari kelompok penyakit tidak
menular yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hal ini disebabkan
oleh meningkatnya usia harapan hidup dan semakin tingginya pajanan Iaktor resiko, seperti
Iaktor pejamu yang diduga berhubungan dengan kejadian PPOK, semakin banyaknya jumlah
prokok khususnya pada kelompok usia muda, serta pencemaran udara di dalam ruangan
maupun di luar ruangan dan tempat kerja.
7

Di Indonesia tidak ada data yang akurat tentang kekerapan PPOK. Pada Survei
Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1986 asma, bronkitis kronik dan emIisema menduduki
peringkat ke - 5 sebagai penyebab kesakitan terbanyak dari 10 penyebab kesakitan utama.
SKRT Depkes RI 1992 menunjukkan angka kematian karena asma, bronkitis kronik dan
emIisema menduduki peringkat ke-6 dari 10 penyebab tersering kematian di Indonesia
1
.
Berdasarkan studi morbiditas dalam SUSENAS (2001), proporsi penderita PPOK sebesar
10 dan menduduki peringkat ke-2 sebagai penyebab kematian di Indonesia.
32

Hasil survey penyakit tidak menular oleh Direktorat Jenderal PPM dan PL di 5 rumah
sakit propinsi di Indonesia (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sumatera
Selatan) pada tahun 2004, menunjukkan PPOK menempati urutan pertama penyumbang
angka kesakitan (35), diikuti asma bronkial (33), kanker paru (30) dan lainnya (2).
7
Menurut hasil penelitian Manik, di Rumah Sakit Haji Medan tahun 2000-2002 terdapat
132 penderita PPOK dan sebanyak 14 orang diantaranya meninggal.

.Dari hasil penelitian


pada pasien PPOK eksaserbasi akut di RSU dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2006, kondisi
pasien pada saat Kunjungan Rumah Sakit (KRS) menunjukkan 82,6 penderita
dipulangkan, 19,6 pulang paksa dan 6,5 meninggal dunia.
1
.
Penelitian yang dilakukan oleh Rahmatika di ruang rawat inap RSUD Aceh Tamiang
tahun 2007-2008 didapatkan bahwa hasil proporsi penderita berdasarkan keadaan sewaktu
pulang adalah Pulang Berobat Jalan (PBJ) 77,7, disusul Pulang atas Permintaan Sendiri
(PAPS) 20,9 dan meninggal (1,4). Pasien yang pulang atas permintaan sendiri ini adalah
pasien yang berumur ~60 tahun, laki-laki, tingkat keparahan II, dan sumber pembiayaan
bukan biaya sendiri. Hal ini terjadi dikarenakan pasien kurang puas dengan pelayanan rumah
sakit. Untuk proporsi penderita yang meninggal didapatkan pada pasien rawat inap yang
berumur 50-60 tahun dan ~60 tahun, laki-laki, sumber pembiayaan sendiri, dan tingkat
keparahan tingkat III
21
.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti ingin meneliti mengenai pola
distribusi penderita PPOK berdasarkan usia, jenis kelamin, sumber pembiayaan, dan keadaan
sewaktu pulang di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Soedarso Pontianak periode Januari-
Desember 2011.

1.2#:2:8an Ma8alah
Bagaimana pola distribusi penyakit paru obstruktiI kronik berdasarkan umur, jenis kelamin,
sumber pembiayaan, dan keadaan sewaktu pulang di Ruang Rawat Inap Penyakit Paru RSUD
dr. Soedarso periode Januari-Desember 2010?

1.%::an Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola distribusi penyakit
paru obstruktiI kronik berdasarkan umur, jenis kelamin, sumber pembiayaan, dan keadaan
sewaktu pulang di Ruang Rawat Inap Penyakit Paru RSUD dr. Soedarso periode Januari-
Desember 2010.
1.3.2 Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita PPOK berdasarkan umur yang
dirawat di RSUD dr.Soedarso Pontianak periode Januari-Desember 2010.
b. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita PPOK berdasarkan jenis kelamin
yang dirawat di RSUD dr.Soedarso Pontianak periode Januari-Desember 2010.
c. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita PPOK berdasarkan sumber
pembiayaan rawat inap di RSUD dr. Soedarso Pontianak periode Januari-Desember
2010.
d. Untuk mengetahui keadaan sewaktu pulang pasien PPOK yang dirawat di RSUD
dr.Soedarso Pontianak periode Januari-Desember 2010.

1.4Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Rumah Sakit
1. Dapat digunakan sebagai inIormasi atau masukan dalam meningkatkan pelayanan
kesehatan RSUD dr.Soedarso Pontianak
2. Menambah inIormasi dan pengetahuan mengenai pola distribusi penyakit paru
obstruktiI kronik berdasarkan umur, jenis kelamin, sumber pembiayaan, dan
keadaan sewaktu pulang di Ruang Rawat Inap Penyakit Paru RSUD dr. Soedarso
periode Januari-Desember 2010.
1.4.2 Bagi Institusi Pendidikan
1. Dapat digunakan sebagai sumber inIormasi untuk melakukan penelitian
selanjutnya yang berhubungan dengan penelitian yang telah dilakukan penulis
2. Sebagai masukan dan tambahan inIormasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan
1.4.3 Bagi Peneliti
1. Menambah wawasan peneliti mengenai permasalahan yang berhubungan dengan
PPOK
2. Menambah wawasan peneliti mengenai teknik-teknik penelitian yang baik.