Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MAKALAH

KDPK (PENYAKIT MALARIA)

OLEH:
KURNIATI AKHFAR (70 4000 11028) LINDA OKTAPIANI (70 4000 11029)

D III KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR 2011

KATA PENGANTAR
Tiada kata yang pantas kami ucapkan selain kata puji syukur kepada Alah , yang telah memberikan nimat dan karunianya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktu yang telah ditentukan. Tidak lupa pula kami kirimkan salawat dan salam kepada junjungan nabiullah Muhammad yang selalu menjadi sumber inspirasi ummatnya dan kepada sahabat, tabiin,tabiuttabiin serta orang yang masih berpegang teguh kepada risalah islam. Tugas makalah ini adalah merupakan bagian dari proses perkuliahan pada mata kuliah Keterampilan Dasar Praktek Kebidanan (KDPK), dalam Makalah ini membahas tentang Penyakit Malaria, dimana saya akan membahasnya dengan seksama. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Kritik dan saran akan kami makalah ini masih jauh dari kata sempurna. nantikan karena kami sadar

Makassar, Oktober 2011

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTARi DAFTAR ISIii BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang..1 2. Rumusan Masalah.....1 3. Maksud dan Tujuan...1 BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Penyakit Malaria 2 2. Penyebab Penyakit Malaria2 3. Gejala Penyakit Malaria3 4. Cara Penularan Penyakit Malaria.6 5. Cara Pencegahan Penyakit Malaria..6 6. Diagnosa..7 7. Obat untuk penderita penyakit malaria.7 BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan.13 2. Saran...13 DAFTAR PUSTAKA14

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang


Malaria merupakan penyakit menular yang sangat dominan di daerah tropis dan sub-tropis. Penyakit ini menyebabkan kematian lebih dari sejuta manusia setiap tahunnya. Pemberantasan malaria di Indonesia telah dilakukan sejak jaman Belanda namun sampai saat ini belum terbasmi secara menyeluruh. Masih banyak provinsi di Indonesia merupakan daerah endemis malaria. B. Rumusan Masalah 1. Apa itu penyakit malaria? 2. Apa penyebab penyakit malaria? 3. Bagaimana gejala penyakit malaria? 4. Bagaimana cara penularan penyakit malaria? 5. Bagaimana cara pencegahan penyakit malaria? 6. Bagaimana hasil diagnose pada penderita penyakit malaria? 7. Apa obat untuk penderita penyakit malaria? C. Maksud dan Tujuan 1. Untuk mengetahui apa itu penyakit malaria 2. Untuk mengetahui apa penyebab dari penyakit malaria 3. Untuk mengetahui bagaimana gejala penyakit malaria 4. Untuk mengetahui bagaimana cara penularan penyakit malaria 5. Untuk mengetahui bagaimana cara pencegahan penyakit malaria 6. Untuk mengetahui hasil diagnose pada penderita penyakit malaria 7. Untuk mengetahui obat/penyembuhan pada penyakit malaria

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Penyakit Malaria


Penyakit malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles. Protozoa parasit jenis ini banyak sekali tersebar di wilayah tropik, misalnya di Amerika, Asia dan Afrika. Penyakit tersebut semula banyak ditemukan di daerah rawa-rawa dan dikira disebabkan oleh udara rawa yang buruk, sehingga dikenal sebagai malaria (mal = jelek; aria=udara). Seiring berkembangnya teknologi kedokteran, pendapat itu dimentahkan oleh berbagai data mutakhir.Penyakit ini dapat menyerang semua orang dari anak sampai dewasa, biasanya menyerang orang-orang yang tinggal pada daerah yang banyak genangan air, semak-semak dan lingkungan yang tidak sehat. B. Penyebab Penyakit Malaria 1. Penyakit malaria disebabkan oleh bibit penyakit yang hidup di dalam darah manusia. Bibit penyakit tersebut termasuk binatang bersel satu, tergolong amuba yang disebut Plasmodium. 2. Ada empat macam plasmodium yang menyebabkan malaria: Parasit malaria memiliki siklus hidup yang kompleks, untuk

kelangsungan hidupnya parasit tersebut membutuhkan host (tempatnya menumpang hidup) baik pada manusia maupun nyamuk, yaitu nyamuk anopheles. Ada empat jenis spesies parasit malaria di dunia yang dapat menginfeksi sel darah merah manusia, yaitu : 1. 2. 3. 4. Plasmodium falciparum Plasmodium vivax Plasmodium malariae Plasmodium ovale

Keempat spesies parasit malaria tersebut menyebabkan jenis penyakit malaria yang berbeda, yaitu:

Plasmodium falciparum
Menyebabkan malaria falsiparum (disebut juga malaria tropika), merupakan jenis penyakit malaria yang terberat, karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi berat seperti cerebral malaria (malaria otak), anemia berat, syok, gagal ginjal akut, perdarahan, sesak nafas, dll

Plasmodium vivax
Menyebabkan malaria tertiana.

Plasmodium malariae
Menyebabkan malaria quartana.

Plasmodium ovale
Jenis ini jarang sekali dijumpai, umumnya banyak di Afrika dan Pasifik Barat. Seorang penderita dapat dihinggapi oleh lebih dari satu jenis plasmodium. Infeksi demikian disebut infeksi campuran (mixed infection). Biasanya campuran P.Falciparum dengan P.Vivax atau P.Malariae. Infeksi campuran tiga jenis sekaligus jarang sekali terjadi. Infeksi jenis ini biasanya terjadi di daerah yang tinggi angka penularannya. Malaria yang disebabkan oleh P.Vivax dan P.Malariae dapat kambuh jika tidak diobati dengan baik. Malaria yang disebabkan oleh spesies selain P.Falciparum jarang berakibat fatal, namun menurunkan kondisi tubuh; lemah, menggigil dan demam yang biasanya berlangsung 10-14 hari.

Nyamuk Anopheles
Nyamuk yang dapat menularkan malaria pada manusia hanya nyamuk Anopheles betina. Pada saat menggigit penderita malaria (manusia yang terinfeksi malaria), nyamuk Anopheles akan menghisap parasit malaria

(plasmodium) bersamaan dengan darah, sebab di dalam darah manusia yang telah terinfeksi malaria banyak terdapat parasit malaria. Parasit malaria tersebut kemudian bereproduksi dalam tubuh nyamuk Anopheles, dan pada saat menggigit manusia lain (yang tidak terinfeksi malaria), maka parasit malaria masuk ketubuh korban bersamaan dengan air liur nyamuk. 3. Kerja plasmodium adalah merusak sel-sel darah merah. Dengan perantara nyamuk anopheles, plasodium masuk ke dalam darah manusian dan berkembang biak dengan membelah diri. C. Gejala penyakit malaria

Menurut berat-ringannya gejala, malaria dapat dibagi menjadi 2 jenis:


Malaria ringan atau malaria tanpa komplikasi Malaria berat atau malaria dengan komplikasi

@ Gejala malaria ringan (malaria tanpa komplikasi)


Meskipun disebut malaria ringan, sebenarnya gejala yang dirasakan penderitanya cukup menyiksa (alias cukup berat). Gejala malaria yang utama yaitu: demam, dan menggigil, juga dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare, nyeri otot atau pegal-pegal. Gejala-gejala yang timbul dapat bervariasi tergantung daya tahan tubuh penderita dan gejala spesifik dari mana parasit berasal. Gejala malaria yang klasik terdiri dari tiga stadium berurutan yang disebut trias malaria, yaitu : 1. Stadium dingin (cold stage) Stadium ini berlangsung + 15 menit sampai dengan 1 jam. Dimulai dengan menggigil dan perasaan sangat dingin, gigi gemeretak, nadi cepat tetapi lemah, bibir dan jari-jari pucat kebiru-biruan (sianotik), kulit kering dan terkadang disertaimuntah. 2. Stadium demam (hot stage) Stadium ini berlangsung + 2 4 jam. Penderita merasa kepanasan. Muka merah, kulit kering, sakit kepala dan sering kali muntah. Nadi menjadi kuat kembali, merasa sangat haus dan suhu tubuh dapat meningkat hingga 41oC atau lebih. Pada anak-anak, suhu tubuh yang sangat tinggi dapat menimbulkan kejang-kejang. 3. Stadium berkeringat (sweating stage) Stadium ini berlangsung + 2 4 jam. Penderita berkeringat sangat banyak. Suhu tubuh kembali turun, kadang-kadang sampai di bawah normal. Setelah itu biasanya penderita beristirahat hingga tertidur. Setelah bangun tidur penderita merasa lemah tetapi tidak ada gejala lain sehingga dapat kembali melakukan kegiatan sehari-hari. Gejala klasik (trias malaria) berlangsung selama 6 10 jam, biasanya dialami oleh penderita yang berasal dari daerah non endemis malaria, penderita yang belum mempunyai kekebalan (immunitas) terhadap malaria atau penderita yang baru pertama kali menderita malaria.

Di

daerah endemik malaria dimana penderita telah mempunyai

kekebalan (imunitas) terhadap malaria, gejala klasik timbul tidak berurutan, bahkan tidak selalu ada, dan seringkali bervariasi tergantung spesies parasit dan imunitas penderita. Di daerah yang mempunyai tingkat penularan sangat tinggi (hiperendemik) seringkali penderita tidak mengalami demam, tetapi dapat muncul gejala lain, misalnya: diare dan pegal-pegal. Hal ini disebut sebagai gejala malaria yang bersifat lokal spesifik. Gejala klasik (trias malaria) lebih sering dialami penderita malaria vivax, sedangkan pada malaria falciparum, gejala menggigil dapat berlangsung berat atau malah tidak ada. Diantara 2 periode demam terdapat periode tidak demam yang berlangsung selama 12 jam pada malaria falciparum, 36 jam pada malaria vivax dan ovale, dan 60 jam pada malaria malariae. Perbedaan kurva suhu tubuh penderita malaria fasciparum, malaria vivax, dan malaria malariae dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

@ Gejala malaria berat (malaria dengan komplikasi)


Penderita dikatakan menderita malaria berat bila di dalam darahnya ditemukan parasit malaria melalui pemeriksaan laboratorium Sediaan Darah Tepi atau Rapid Diagnostic Test (RDT) dan disertai memiliki satu atau beberapa gejala/komplikasi berikut ini: 1. Gangguan kesadaran dalam berbagai derajat (mulai dari koma sampai penurunan kesadaran lebih ringan dengan manifestasi seperti: mengigau, bicara salah, tidur terus, diam saja, tingkah laku berubah) 2. Keadaan umum yang sangat lemah (tidak bisa duduk/berdiri) 3. Kejang-kejang 4. Panas sangat tinggi 5. Mata atau tubuh kuning 6. Tanda-tanda dehidrasi (mata cekung, turgor dan elastisitas kulit berkurang, bibir kering, produksi air seni berkurang) 7. Perdarahan hidung, gusi atau saluran pencernaan 8. Nafas cepat atau sesak nafas 9. Muntah terus menerus dan tidak dapat makan minum 10. Warna air seni seperti teh tua dan dapat sampai kehitaman 11. Jumlah air seni kurang sampai tidak ada air seni

12. Telapak tangan sangat pucat (anemia dengan kadar Hb kurang dari 5 g%) Penderita malaria berat harus segera dibawa/dirujuk ke fasilitas

kesehatan untuk mendapatkan penanganan semestinya. D. Cara penularan penyakit malaria.

Nyamuk Anopheles menggigit penderita malaria dan menghisap juga parasit malaria yang ada di dalam darah penderita.

Parasit malaria berkembang biak di dalam tubuh nyamuk Anopheles (menjadi nyamuk yang infektif)

Nyamuk Anopheles yang infektif menggigit orang yang sehat (belum menderita malaria)

Sesudah +12-30 hari (bervariasi tergantung spesies parasit) kemudian, bila daya tahan tubuhnya tidak mampu meredam penyakit ini maka orang sehat tsb berubah menjadi sakit malaria dan mulai timbul gejala malaria.

E. Cara pencegahan penyakit malaria Orang-orang yang tinggal di daerah malaria atau yang mengadakan perjalanan ke daerah malaria bisa melakukan hal-hal berikut: a. Menggunakan semprotan pembasmi serangga di dalam dan di luar rumah b. Menghindari gigitan nyamuk, Tidur memakai kelambu, menggunakan obat nyamuk, memakai obat oles anti nyamuk, pasang kawat kasa pada ventilasi, menjauhkan kandang ternak dari rumah, kurangi berada di luar rumah pada malam hari. c. Pengobatan pencegahan, 2 hari sebelum berangkat ke daerah malaria, minum obat doksisilin 1 x 1 kapsul/ hari sampai 2 minggu setelah keluar dari lokasi endemis malaria. d. Membersihkan lingkungan, Menimbun genangan air, membersihkan lumut, gotong royong membersihkan lingkungan sekitar, mencegahnya dengan kentongan. e. Menebar kan pemakan jentik, Menekan kepadatan nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik. Seperti ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll. f. Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan

nyamuk, atau upaya pencegahan dengan pemberian obat Chloroquine bila mengunjungi daerah endemik malaria. F. Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya, dimana terjadi serangan demam dan menggigil secara periodik tanpa penyebab yang jelas. Dugaan malaria semakin kuat jika dalam waktu 1 tahun sebelumnya, penderita telah mengunjungi daerah malaria dan pada pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran limpa. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan darah guna Mungkin perlu dilakukan beberapa kali

menemukan parasit penyebabnya.

pemeriksaan karena kadar parasit di dalam darah bervariasi dari waktu ke waktu. Pengobatan, komplikasi dan prognosis dari malaria ditentukan oleh jenis parasit penyebabnya. G. Obat untuk penyakit malaria Obat antimalaria biasanya yang dipakai adalah Chloroquine, karena harganya yang murah dan sampai saat ini terbukti efektif sebagai penyembuhan penyakit malaria di dunia. Namun ada beberapa penderita yang resisten dengan pemberian Chloroquine, maka beberapa dokter akan memberikan antimalaria lainnya seperti Artesunate-Sulfadoxine/pyrimethamine, Artesunate-amodiaquine, Artesunat-piperquine, piperquine. Selain itu Pengobatan malaria tergantung kepada jenis parasit dan resistensi parasit terhadap klorokuin. Untuk suatu serangan malaria falciparum akut dengan parasit yang resisten terhadap klorokuin, bisa diberikan kuinin atau kuinidin secara intravena. Pada malaria lainnya jarang terjadi resistensi terhadap klorokuin, karena itu biasanya diberikan klorokuin dan primakuin. Adapun cara pengobatannya dengan menggunakan obat tradisional yaitu dengan meminum air pucuk pepaya.cara penggobatan nya : 1. Ambil daun pepaya tapi pucuk nya. 2. Pucuk pepaya itu di tumbok dg menggunakan ulekan sampai halaus + air sedikit dan di campur garam dapur sadikit aja. 3. Pucuk pepaya yg sudah halus benar itu disaring dan di ambil air nya. 4. Takarannya satu gelas lokian dengan izin allah insya allah dalam waktu 5 hari anda-anda minum akan sehat seperti sedia kala. Artemether-lumefantrine, dan Dihidroartemisinin

@ Strategi pengobatan malaria Pengobatan malaria banyak variasinya, strategi dankebijakan pengobatan lebih ditentukan kepada jenis malaria (ringan atau berat), jenis parasit dan tingkat sensitifitas/resistensi parasit terhadap obat antimalaria yang diberikan. Tingkat sensitifitas parasit malaria terhadap berbagai obat anti malaria tergantung pada daerah asal parasit, hal ini disebabkan adanya perbedaan tingkat resistensi parasit terhadap obat antimalaria tertentu. Oleh karena itu seringkali terjadi perbedaan strategi pengobatan antara berbagai negara, contoh, parasit

malaria asal negara Thailand pada umumnya sudah resisten terhadap anti malaria Klorokuin sehingga mereka memakai antimalaria golongan artemisinin yang dikombinasi dengan golongan lain. Juga di Indonesia, pada umumnya parasit malaria sudah resisten terhadap klorokuin atau parasit malaria yang berasal dari Indonesia bagian timur kemungkinan lebih resisten

terhadap antimalaria tertentu daripada parasit asal Indonesia bagian barat. Oleh karena itu untuk Indonesia, Pemerintah telah menetapkan kebijakan pengobatan malaria dengan pemakaian regimen antimalaria kombinasi berbasis Artemisinin. Pemerintah telah menetapkan kebijakan pengobatan malaria dengan tujuan antara lain agar tingkat resistensi parasit malaria terhadap obat antimalaria tidak melaju terlalu cepat. Pemilihan obat antimalaria yang dipakai sudah melalui berbagai penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu sudah selayaknya kebijakan ini dipatuhi para dokter atau tenaga kesehatan dalam mengobati pasien yang menderita malaria. Hal-hal yang mendasari adanya kebijakan pengobatan malaria adalah untuk: memutus mata rantai penularan malaria, mengobati penderita

malaria secara tuntas dan tidak menjadi pembawa (carrier) parasit yang dapat menjadi sumber penularan bagi yang lain serta mengurangi penderitaan akibat kambuh (relaps), mengurangi laju resistensi parasit malaria terhadap obat antimalaria dan mengurangi biaya pengobatan. Para klinisi perlu

mempertimbangkan hal ini: bila terjadi resistensi terhadap obat antimalaria tercanggih di seluruh dunia, bagaimana menemukan obat lain yang lebih canggih? Tentunya ini dapat menjadi bencana bagi 'dunia permalariaan'. Karena pengobatan malaria senantiasa berubah (up-date) seiring berkembangnya ilmu dan hasil penelitian terbaru, para klinisi perlu

memperhatikan beberapa hal ini dalam mengobati malaria:

1. Sebelum memutuskan memberi obat antimalaria, pastikan bahwa penderita memang menderita malaria melalui pemeriksaan

laboratorium malaria: Rapid test atau darah malaria. 2. Pastikan jenis parasit (plasmodium falsiparum, vivaks, malariae atau ovale) dan perkiraan daerah asal parasit (cara: tanyakan kepada penderita apakah pernah menderita malaria sebelumnya dan dalam sebulan terakhir telah pergi/menginap kemana saja?)kemudian lihat strategi pengobatan untuk parasit tersebut. 3. Selalu menggunakan obat antimalaria kombinasi agar semua parasit dari berbagai stadium musnah dari dalam tubuh penderita.

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, antara lain:

1. Penyakit Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Nyamuk Aedesaegepty, dimana penyakit ini merupakan penyakit yang menular. 2. Penyakit Malaria memiliki gejala-gejala yang menonjol pada

penderitanya. 3. Penyakit Malaria paling sering banyak di derita yaitu Malariae selebrum, yang di sebabkan oleh Plasmodium falsiparum

B. SARAN
Saran yang dapat kami berikan antara lain: 1. Perlu perhatian yang lebih lagi dalam kebersihan limgkungan sekitar untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk penyebab penyakit

Malaria. 2. Perlunya penelitian-penelitian lebih lanjut tentang penyakit Malaria.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (2007), "Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria". Malaria, Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis & Penanganan, cetakan I, 2000, editor: Dr. P.N. Harijanto, SpPD.