Anda di halaman 1dari 4

TUGAS I KURVA TEGANGAN-REGANGAN BETON NORMAL VS BETON MUTU TINGGI

Disusun oleh : Galuh Dwi Raharjo, ST / 11.510.1577/PS/MTS

Dosen : Dr. Ir. Ade Lisantono, M.Eng.

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ATMAJAYA YOGYAKARTA 2011

Tegangan Regangan Beton (Concrete Stress - Strain Diagram)

Model tegangan-regangan yang digunakan dalam memodelkan perilaku material beton dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu : 1. beton normal (17,5 Mpa < fc < 40 Mpa) dan, 2. beton mutu tinggi (fc > 40 Mpa). Perilaku kedua tipe material beton tersebut terutama terletak pada nilai daktilitasnya. Beton normal akan memiliki nilai daktilitas lebih besar daripada beton mutu tinggi (beton mutu tinggi lebih getas daripada beton normal). Sebagai akibatnya, persamaan yang digunakan dalam memodelkan tegangan-regangan untuk kedua tipe beton tersebut juga berbeda.

Beton Normal, persamaan yang digunakan untuk memodelkan perilaku beton normal adalah persamaan Hognestad.

Dimana : fc ec fc ec = tegangan pada beton (Mpa) = regangan pada beton = kuat tekan beton uniaksial = regangan pada saat beton mencapai fc

Karena sifat kelengkungannya yang tinggi terutama pada bagian awal, persamaan parabola ini hanya akurat untuk menggambarkan hubungan tegangan-regangan pada beton mutu rendah dan normal yang memang mempunyai sifat non linearitas yang tinggi pada tahap awal pembebanannya.
1

Beton Mutu Tinggi (fc > 40 Mpa), persamaan yang digunakan untuk memodelkan perilaku beton mutu tinggi adalah persamaan Collins & Mitchell (1992).