BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Jalan A. Yani Km. 32,5 Telp. (0511) 784295 Fax. (0511) 784296 Banjarbaru – Kalimantan Selatan

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kepada: Para Pengguna Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004 Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 2 Undang-undang No. 5 Tahun 1973, dan Pasal 31 UU No. 17 tahun 2003, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPKRI) telah memeriksa Laporan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 yang telah disusun oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Laporan Perhitungan APBD tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Tanggung jawab BPK-RI terletak pada pernyataan pendapat atas Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 berdasarkan Pemeriksaan BPK-RI. Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD tersebut dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) yang ditetapkan oleh BPK-RI. Standar tersebut mengharuskan BPK-RI untuk merencanakan, mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 bertujuan untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam Peraturan Perundangan yang berlaku. Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 meliputi pengujian atas Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 (Laporan Perhitungan APBD TA 2004).

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, disampaikan catatan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004, yaitu :
1.

Realisasi Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan Senilai Rp105.578.204,00 Tidak Termasuk Penerimaan Jasa Pelayanan Kesehatan Dari Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta Senilai Rp730.361.089,00

2.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Daerah senilai Sebesar Rp 638.165.288,97

Rp 25.601.898.789,68

Termasuk Penerimaan Pemerintah Pusat Yang Terlanjur Disetorkan Ke Kas Daerah

3.

Bagian

Laba

Usaha

Daerah

Yang

Berasal

Dari

KPC

Sebesar

Rp11.700.000.000,00 Belum Dapat Diakui Sebagai Deviden Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Karena Belum Direalisasikannya Kepemilikan Sahamnya
4.

Realisasi Rekening 2.01.05.2.1.06.01.1 Uang Perangsang Atas Penerimaan Pendapatan Daerah Senilai Rp3.200.000.000,00 Diantaranya Senilai Rp2.750.000.000,00 Tidak Sesuai Ketentuan

5.

Realisasi Rekening 2.01.05.2.1.06.02.1 Biaya Pemungutan PBB Senilai Rp3.100.000.000,00 Rp841.306.713,00 Pada Bukan Dinas Pendapatan BP PBB Daerah Dan Termasuk Diantaranya Senilai Senilai Penerimaan

Rp769.820.000,00 Direalisasikan Untuk Belanja Modal
6.

Realisasi Belanja Rekening 2.01.05.2.1.04.00 Biaya Operasional Dinas Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2004 Senilai Rp2.050.000.000,00 Diantaranya Senilai Rp875.000.000,00 Tidak Dilengkapi Bukti Yang Sah

7.

Realisasi Pembiayaan Pengeluaran Pembayaran Pokok Pinjaman Yang Jatuh Tempo Sebesar Rp91.513.340.458,53 Diantaranya Termasuk Pembayaran Bunga Pinjaman Sebesar Rp36.513.340.458,53

8.

Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004 Sebesar Rp311.194.308.420,29 Tidak Termasuk Di Dalamnya Belanja Luncuran Kegiatan TA 2003 Sebesar Rp102.133.884.394,00 Yang Disajikan Dalam Kelompok Pembiayaan Pengeluaran Daerah

9.

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Dalam Rancangan Perhitungan APBD TA 2004 Dalam Kelompok Pembiayaan Jenis Penerimaan Daerah sebesar Rp32.214.470.194,35 Tidak Menggambarkan Sisa Lebih Yang Sebenarnya

10.

Sisa Lebih Perhitungan APBD Tahun Berjalan Yang Dinyatakan dalam Perhitungan APBD TA 2004 Sebesar Rp113.317.558.914,21 Tidak Mencerminkan Sisa Kas Yang Sebenarnya Berdasarkan Pemeriksaan terhadap Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Kutai

Timur Tahun Anggaran 2004, BPK-RI berpendapat bahwa Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004, tidak disajikan secara wajar untuk semua hal yang material sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam berbagai peraturan perundangan yang berlaku. Di dalam hasil pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004, BPK-RI menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Kutai Timur dalam upaya penyempurnaan Laporan Keuangan Daerah sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Keuangan Daerah.

Banjarbaru, 23 Juni 2005 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan VI Banjarmasin Ketua Tim

Karina Megawati, SE, Ak No. Register: D-27.053

C. meliputi: 1. LINGKUP PEMERIKSAAN Untuk mencapai tujuan audit tersebut. Pasal 56 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. 1. Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. 3. 2. Rancangan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004. Pasal 31 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 2. Perhitungan Kas dan Pencocokan antara Sisa Perhitungan Anggaran dan Sisa Kas (naskah C. .BAB I GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN A. 5.II) Tahun Anggaran 2004. maka pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004. TUJUAN PEMERIKSAAN Untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebagai pertanggungjawaban atas realisasi APBD Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang ditetapkan dalam berbagai peraturan perundangan mengenai Pengelolaan Keuangan Daerah. 6. Pasal 25 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. B. DASAR HUKUM PEMERIKSAAN Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

177. STANDAR PEMERIKSAAN Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) yang diterbitkan oleh BPK-RI Tahun 1995.477.308.194. Panduan Manajemen Pemeriksaan (PMP).710.970. 2.89) 100.368.58 104.572. Cakupan pemeriksaan atau Audit Coverage Ratio (ACR) yang merupakan perbandingan antara jumlah realisasi anggaran/saldo akun yang diaudit dan jumlah realisasi anggaran/saldo akun (sebelum koreksi) Tahun Anggaran 2004 dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 1 Cakupan Audit atas Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004 No A 1.551.308.00 15.00 77.694.24 147.950.274.00 (158.100.333.758.00 100.35 100.042.601.40 175.625.278.29 277.00 15.100.339.68 563.898.898.78 (277.500.931.194.00 209.502.500.000.775.050.24 100. Uraian Pendapatan Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Jumlah Pendapatan Belanja Belanja Aparatur Belanja Pelayanan Publik Belanja Bagi Hasil dan Bant Jumlah Belanja Surplus/(Defisit) Pembiayaan Peneriman Daerah Pengeluaran Daerah Surplus/(Defisit) Anggaran 21.00 B 1.41 105.205.381.943.869.00 402.869.00 311.339.32 100.00 100.214.568.374.00 15.655.000.710.705.943.424.05 92.100.00 E.89 % 100.931.479.502.91 309.990.263.381.381.869.500.000.000.079.29 45.789. 3.869.000.89 % 121. .079.630.35 62.89) 175.500.D.00 100.333.479.18 250.00 (277.477.00 100.050. 2.00) Realisasi 25.705.601.20 32.214.00 560.194. Perhitungan Kas dan pencocokan antara sisa perhitungan APBD dan sisa kas berupa naskah C II dan penyusunan Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Pemeliharaan Barang yang meliputi semua transaksi yang material dalam satu tahun anggaran yang diperiksa dan pengujian terinci atas saldo-saldo akun yang material dalam laporan tersebut.058.470. 3 C 1.50 588.00 158. CAKUPAN PEMERIKSAAN Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 meliputi pengujian substantif atas transaksi yang dibukukan dan disajikan dalam perhitungan APBD.00 309.194.50 588.00 51.470.990.29 277.00 271.970.68 563. 2.078.00 100.00 100.274.29 45.775.789.368.551.000.775.000.177.632.00 311.278.775.00 115.079.079.318. 32.00 100. dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang diterbitkan oleh IAI.420.420.20 Nilai Yang Diaudit 25.206.18 250.36 39.00 539.

000.898.11 100.000.00 1.469.00 13.00 41. I.205.993.05 2 ANGGARAN 3 REALISASI 4 % 5 Rp 539.1.540.024.1 I.462.1.368.996.151.500.18 .850.227.07 268.2.00 76.1 II.402.572.2.000.842.1.2 I.479.725.41 111.2 I. BATASAN DAN KENDALA PEMERIKSAAN Dalam rangka pelaksanaan salah satu tugas konstitusionalnya yaitu pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD.1.00 11.000.088.1.408.333.1.4 I.000.000.00 1.00 160.239.000.850.000.00 Rp 563.99 121.2. BPK-RI masih menghadapi kendala bahwa Pemerintah Daerah dalam menyusun Laporan Perhitungan APBD telah menggunakan anggaran kinerja.58 86.00 Rp 250.561.420.00 12.954.F.970.3 I.36 96.00 11.400.632.2 II.94 96.1 I.827.943.500.1.000.3 II.177.29 Rp 177.1 I.00 Rp Rp Rp 25.1 II.114.00 Rp 588.000.2.950.374.630.1.000.68 1.00 Rp Rp Rp Rp Rp 25.500.725.00 74.50 Rp 393.502.041.864.447.635.66 105.4 BELANJA BELANJA APARATUR Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Rp 271.353.000.5 PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak Propinsi Bantuan Keuangan Jumlah Pendapatan II.789.1.50 Rp Rp Rp Rp 80.160.1.000.000.500.599.090.688.00 12.00 10.72 105.042.500.278.696.000.76 97.69 103.87 104.000.00 Rp 106.476.000.00 Rp 183.900.754.000.00 Rp 353.000.00 43.00 Rp Rp Rp 20.855.999.000.00 11.191.710.1 II.83 93. II.825.93 Rp Rp Rp Rp Rp 21.000.00 Rp Rp Rp Rp 83.1.43 94.081.000.267.447.815.536.00 Rp 560.000.1.962.601.500.2.527.058.500.42 85.3 I.00 1.69 10. LAPORAN KEUANGAN YANG DIPERIKSA BPK-RI RINGKASAN PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2004 (YANG DIPERIKSA BPK-RI) URAIAN 1 I.50 Rp 106.00 4.705.764.000.620. namun belum secara maksimal karena masih menggunakan metode pembukuan yang berbasis kas (cash basis) dan sistem pembukuan tunggal (single entry).754.4 I.500.1.296.801.50 92.2 I.

150.1 III.22 100.1.705.458.260.1.78 175.3 2 Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Jumlah Belanja SURPLUS/(DEFISIT) Rp Rp Rp Rp Rp Rp 3 18.00 3.317.032.342.725.095.214.2 III.00 2. III.545.00 2.00 Rp 113.24 Rp (277.119.294.50 Rp 102.286.91 III.551.653.050.321.3 II.266.350.3 II.66 147.29 Rp 277.797.2.00 6.2.85 34.769.381.00) .00 Pembayaran Utang Luncuran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan Jumlah Pengeluaran Daerah SURPLUS/ (DEFISIT) Rp 209.726.2.14 80.100.00 1.12 4.000.00 13.5 Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Bunga Tempo Pinjaman Yg Jatuh Rp 92.2 II.2.2.2 II.1 III.470.2.2.143.428.00 59.00 15.200.000.00 2.194.869.28 75.684.470.79 45.855.89 III.393.855.2.2 II.00 1.1.200.83 82.3 III.3 II.00 7.000.530.2.013.798.042.300.052.977.2.768.381.00 3.540.500.376.00 Rp Rp Rp Rp Rp 32.00 2.35 32.471.883.160.1.528.2.1.2.837.565.000.00 2.63 29.40 175.2 III.000.355.2.319.214.090.838.823.1.91 62.2.1.3 II.000.462.000.909.550.1.2.834.21 Rp 309.93 39.587.000.00 15.772.296.594.900.479.477.950.775.1 II.2 II.338.078.1 II.959.1 II.000.00 Rp 91.616.308.000.00 243.2.00 25.00 20.990.4 II.020.931.287.4 II.2.568.430.050.820.513.633.2.77 64.809.000.500.00 51.906.2.729.581.89) Rp Rp 2.884.274.00 Rp (158.625.252.00 287.00 225.00 Rp 311.892.424.200.2.758.2 II.844.00 68.846.2 II.600.194.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 4 12.170.1.00 225.00 5 67.2.558.04 85.420.4 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penjualan aset Daerah Yang Dipisahkan Jumlah Penerimaan Daerah Rp Rp Rp Rp Rp 51.00 5.00 9.50 100.340.13 81.00 2.370.869.079.700.206.00 77.853.1.00 3.339.625.69 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 8.914.4 III.1.759.20 Rp 112.00 66.76 99.00 Rp 158.300.00 1.2 III.227.143.317.374.2.610.290.894.3 II.194.694.1 III.92 84.155.53 99.3 III.502.70 86.079.00 14.450.723.1.433.00 Rp 2.32 78.2.00 1.74 72.551.00 1.00 Rp 402.611.694.4 II.25 67.000.452.000.837.1 II.50 Rp Rp 2.45 91.00 6.13 100.374.021.1 II.100.511.815.35 62.931.20 Rp 115.206.00 86.699.758.2.775.443.1.655.051.00 1.879.894.1.000.630.

710.351.492.87 13.633.733.914.976.00 74.558.459.914.245.941.276.293.03 2.179.286.317.21 36. Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan c.554.421.84 23.492.PERHITUNGAN KAS (YANG DIPERIKSA BPK-RI) URAIAN Sisa Kas pada tanggal 31 Desember 2003 (Tahun Anggaran Yang Lalu) Ditambah: Penerimaan dari 2 Januari s.157.35 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 548.Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp JUMLAH 29.608.947.558. Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA .558.03 507.258.289.226.179.492.811.245.Dikurangi pengembalian pengeluaran/ Kontra Pos Sisa Kas pada Tanggal 31 Desember 2004 (Tahun Dinas Perhitungan) Rincian sisa Kas Daerah tersebut adalah sebagai berikut: .32 74. Sisa UUDP TA 2004 yang belum diselesaikan b.553.21 Sisa Kas per 31 Desember 2003 Ditambah karena: a.180. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 113.627.459.293.811.00 113.71 Rp Rp Rp Rp 36.072.633.264.21 113.50 23.492.180.317.867. dalam perhitungan ini b.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan a.914.941.317.Sisa Kas per 31 Desember 2003 .84 39.484.272.Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan .947.503.68 577.118.272.00) 506.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan .781.950.00 580.421. Penyetoran kembali sisa UUDP Tahun Anggaran yang lalu Dikurangi: Pengeluaran dari 2 Januari s. Mengenai Tahun Dinas Perhitungan Dikurangi Pengembalian (berdasarkan SPMU) b.088.780.355.71 PENCOCOKAN ANTARA SISA PERHITUNGAN DAN SISA KAS (YANG DIPERIKSA BPK-RI) SISA PERHITUNGAN ANGGARAN Sisa Perhitungan APBD Tahun Lalu sepanjang tidak termasuk a.87 13.32 (1.

2004 secara umum telah mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengelolaan. namun masih diselenggarakan berdasarkan sistem pembukuan tunggal (single entry) dengan dasar kas (cash basis). Pengurusan dan Pertanggungjawaban Pengelolaan APBD. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkewajiban menyusun Laporan Keuangan Daerah. Hasil penelaahan lebih lanjut atas sistem pembukuan dan penyusunan Perhitungan APBD serta pelaksanaannya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai . yang terdiri dari Neraca.BAB II LAPORAN PEMERIKSAAN A. namun untuk Neraca tidak dapat diaudit karena Nilai Aktiva Tetapnya belum dilakukan penilaian yang harus dilaksanakan oleh Lembaga Independen yang bersertifikat di bidang pekerjaan penilaian barang. PENELAAHAN ATAS SISTEM DAN PELAKSANAAN SISTEM PEMBUKUAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN PERHITUNGAN APBD PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI TIMUR Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2004 tanggal 2 April 2004 dan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2004 tanggal 17 Desember 2004. Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur telah menyusun Laporan Keuangan Daerah. Laporan Aliran Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan Daerah. Penyusunan Peraturan Daerah yang terkait dengan pengelolaan keuangan daerah tersebut merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal 14 ayat (1). Laporan Realisasi Anggaran (Perhitungan APBD). Saat ini. (2) dan (3). 2004 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menyusun Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2004 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Pada TA. Berdasarkan pasal 31 ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. sesuai peraturan perundangan. Pembukuan dan Penyusunan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA.

Integritas dan Nilai Etika Aspek ini dinilai dengan mengamati sejauh mana integritas dan nilai etika dari segenap Pejabat Pengelola Keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam memahami dan menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah.Timur ternyata belum sepenuhnya mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku. mempengaruhi kepekaan atas pengendalian dan merupakan dasar bagi komponen pengendalian yang lain. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa terdapat beberapa Satuan Kerja yang belum menyerahkan Pertanggungjawabannya (SPJ) diatas tanggal 10 Januari 2005. Terkait dengan penggunaan konsultan untuk penyusunan Perhitungan APBD TA 2003 tanpa adanya transfer pengetahuan kepada para pegawai di bagian keuangan sehingga atas perhitungan yang telah disusun bagian keuangan tidak dapat menjelaskan rincian/ detail dari penyusunan perhitungan APBD TA 2003 ini. Lingkungan Pengendalian Lingkungan Pengendalian menentukan corak entitas. Komitmen untuk Kompetensi Komitmen untuk kompetensi dari para pegawai dan pejabat pemerintah daerah belum memadai. Lingkungan pengendalian berpengaruh pada praktik-praktik manajemen apakah telah dilaksanakan secara memadai. karena ketidak pahaman akan aturan yang berlaku terutama yang berkaitan dengan penyusunan perhitungan APBD dan UU Keuangan Negara. sehingga masih terdapat kelemahan-kelemahan sebagai berikut : 1. Hal ini disebabkan Pemegang Kas sebagai penerima SPM belum sepenuhnya mentaati Kepmendagri No. Tugas Bagian Keuangan tersebut dilakukan dalam bentuk pengawasan pemeriksaan terhadap permintaan pembayaran. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belum menyediakan . antara lain: a. dan lain-lain kegiatan yang menyangkut keuangan daerah. b. 29 Tahun 2002 Pasal 57 Ayat (2) yang menyatakan SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. surat pertanggungjawaban Pemegang Kas.

Dilihat dari susunan organisasi dan cakupan tugas serta wewenang bagian yang ada di dalamnya telah menunjukkan adanya pembagian tugas yang memadai. sehingga tutup tahun anggaran 2003 dilakukan pada tanggal 20 Januari 2004. 09/900/KEU/XII/2003 tanggal 14 Januari 2004. Struktur Organisasi Struktur dan Susunan Organisasi pada jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur No. 04 Tahun 2001 Tanggal 30 Maret 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur. Hal tersebut tidak terkecuali Struktur Organisasi dan Tata Kerja dalam pelaksanaan pembukuan dan pelaporan keuangan daerah yang dilaksanakan terutama oleh Bagian Keuangan. c.anggaran untuk Biaya Pengembangan SDM bagi pegawai dan pejabat daerah yang potensial untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan meningkatkan keahliannya dalam melaksanakan tugasnya dengan lebih baik dan mengarah pada kebutuhan akan pegawai yang memahami Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. Selain itu masih terdapat beberapa pengeluaran yang tidak dapat terbayarkan di tahun lalu dibebankan ke tahun berikutnya karena kesulitan likuiditas. Filosofi dan Gaya Operasi Manajemen Aspek ini tidak dilaksanakan secara optimal karena masih ada kecenderungan kebijakan yang terpengaruh oleh adanya intervensi pihak luar. d. . yang ditetapkan melalui Surat Sekretaris Daerah No. sehingga kebutuhan organisasi akan pegawai yang berkompeten di bidang akuntansi keuangan daerah belum dapat terpenuhi. seperti pada penyusunan pos-pos anggaran secara definitif dalam Perhitungan APBD. namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan adanya penggunaan anggaran belanja yang tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga mengakibatkan terjadinya kesalahan pembebanan dan realisasi anggaran belum menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

diterima oleh kepala sub bagian perbendaharaan dan bendaharawan rutin.e. masih terdapat beberapa kelemahan sebagai berikut: 1) Bagian Keuangan Pengelolaan Keuangan Daerah di Bagian Keuangan dibagi menjadi beberapa sub bagian yaitu sub bagian anggaran. sub bagian perbendaharaan. seperti Pos Pengeluaran Tidak Tersangka b) Sub Bagian Perbendaharaan Beberapa kelemahannya diantaranya: Dalam menerbitkan SPMU bagian perbendaharaan tidak melakukan pengecekan atas bulan sebelumnya apakah sudah diverifikasi atau belum. Namun berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa pelaksanaan fungsi masing-masing unit kerja belum berjalan secara optimal sehingga pengelolaan keuangan daerah terganggu. Dinas Pendapatan dan BPD sebagai Pemegang Kas Daerah. dan sub bagian pembukuan. c) Sub Bagian Verifikasi Pemeriksaan atas pelaksanaan tugas pada sub bag verifikasi masih menunjukkan adanya kelemahan yaitu adanya pengeluaran untuk Tahun . sehingga penerbitan SPMU tetap dilakukan meskipun SPJ bulan sebelumya belum diselesaikan Terdapat beberapa SPMU yang diterbitkan oleh Sub Bagian Perbendaharaan dan ditandatangani oleh Kepala Bagian Keuangan. Pendelegasian Kewenangan dan Tanggung jawab Aspek ini belum dijalankan secara optimal dimana berdasarkan pengamatan atas pengelolaan keuangan daerah yang dilaksanakan oleh Bagian Keuangan. dengan uraian sebagai berikut: a) Sub Bagian Anggaran Berdasarkan pengamatan diketahui adanya kelemahan dalam pelaksanaan fungsi sub bagian anggaran yaitu adanya panjar dan pinjaman kepada bendaharawan pada unit kerja di lingkungan Sekretariat Daerah yang terjadi karena tidak dibukanya pos-pos pengeluaran untuk menampungnya. sub bagian verifikasi.

Hal ini tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 1999 tentang Pelaksanaan Tugas Pemegang Kas Daerah Dalam Pengurusan Keuangan Daerah.pada Pasal 6 ayat (1).IX Gaji.IX) dengan Saldo rekening Kas Daerah pada Bank yang ditunjuk sehingga apabila posisi kas di rekening koran dan BIX berbeda dapat segera diketahui penyebab terjadinya perbedaan tersebut.IX yaitu untuk B.IX Umum dan B. Pemegang Kas Daerah membuat 2 (dua) B. 2) Pemegang Kas Daerah (PKD) Pemegang Kas Daerah Kabupaten Kutai Timur dilaksanakan oleh BPD Kaltim Cabang Sangatta. Kas Daerah mempunyai 4 rekening. seperti yang diatur dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 1999 dan Pasal 6 ayat (4). Excel) sehingga terdapat kesalahankesalahan dalam pembuatan laporannya.IX. Selain itu PKD belum melakukan rekonsiliasi secara berkala antara rekening koran dengan BIX. 3) Dinas Pendapatan .Anggaran 2003 yang di SPJ kan lewat batas waktu yang ditentukan bahkan belum di SPJ kan sampai dengan Tahun Anggaran 2004. d) Sub Bagian Pembukuan Sub Bagian Pembukuan dalam menyusun Perhitungan APBD tidak menggunakan Sistem Akuntansi (Program Penyusunan Perhitungan) tapi masih secara manual (dalam format Ms.a). Pemegang Kas Daerah mengerjakan 1 (satu) Buku Kas Umum (B. bahkan output Ringkasan Perhitungan APBD tidak dapat ditelusuri ke rincian transaksi yang ada pada bagian penjelasan penerimaan dan pengeluaran per Satuan Kerja. rekening Dana Alokasi Khusus 2002 dan rekening Dana Alokasi Khusus 2003. yaitu rekening Kas Daerah. Bagian pembukuan kurang melakukan koordinasi dengan sumber data seperti Bagian verifikasi dan Dispenda sehingga terdapat perbedaan-perbedaan dalam pencatatannya. Pemegang Kas Daerah setiap bulan melakukan rekonsiliasi data antara saldo Buku Kas (B. rekening Gaji.IX) dan Buku Bantu (B.

g. pada Bagian Keuangan terdapat beberapa pengawai yang mempunyai beban kerja yang tinggi namun kurang diberikan penghargaan atas pekerjaan yang telah dilakukan.Kurangnya koordinasi Dispenda sebagai pusat penerimaan daerah dengan Bagian Keuangan sehingga terdapat perbedaan-perbedaan dalam pengakuan jenis penerimaan terutama untuk penerimaan yang diterima melalui transfer atau pemindahbukuan dari rekening pusat seperti dari KPKN. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia Dalam aspek ini. f. Az bersama oknum BPD sehingga pada saat dikonfirmasi. Hal ini terlihat dengan adanya Pegawai Tidak Tetap di Bagian Keuangan yang memiliki andil yang cukup besar dalam penyusunan Perhitungan APBD. karena masih ada kecenderungan kebijakan dalam penempatan pegawai yang dipengaruhi oleh adanya urutan senioritas dan intervensi dari atasan. Hal ini semestinya bisa dicegah atau minimal tidak berulang sampai akhir tahun anggaran bila pengawasan yang dilakukan dapat mendeteksi kesalahan tersebut. yang menjadi dasar pertimbangan adalah penempatan pegawai yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya yang berpengaruh pada kemampuan tiap pegawai dalam melaksanakan tugasnya. Fungsi Pengawasan Fungsi pengawasan oleh Badan Pengawas Kabupaten Kutai Timur sebagai pengawas intern yang secara rutin melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dinas/satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belum optimal karena pemeriksaan yang dilaksanakan atas pengeluaran-pengeluaran yang tidak sesuai dengan anggaran tidak dapat dideteksi secara dini dan diberi peringatan sebelumnya. Badan Pengawas Daerah Kabupaten Kutai Timur tidak melakukan pengawasan atas pengembalian uang Kas Daerah yang digelapkan oleh Sdr. pihak Bawasda tidak dapat menunjukkan berapa jumlah pengembalian sampai dengan saat ini. Selain itu. Penempatan pegawai pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belum sepenuhnya memperhatikan aspek latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki pegawai. .

Hal ini disebabkan belum semua Satuan Kerja melaporkan Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Daftar Hasil Pemeliharaan Barang kepada Bagian Umum dan Perlengkapan. 3. b. namun dalam pelaksanaannya masih ada kelemahankelemahan yang lebih mengarah karena gaya kepemimpinan manajemen yang masih ada intervensi dari pihak lain. Pengendalian Fisik Bagian Umum dan Perlengkapan bertanggung jawab dalam hal pengendalian fisik atas hasil pelaksanaan kegiatan belanja barang dan belanja pemeliharaan dengan membuat Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Daftar Hasil Pemeliharaan Barang pada akhir tahun anggaran yang menjadi Lampiran dari Laporan Perhitungan APBD. Kebijakan dan Prosedur Kerja Kebijakan dan Prosedur Kerja bagi tiap-tiap Dinas dan Satuan Kerja telah dibuat dengan Peraturan Daerah.2. Hal ini tercermin dari kurangnya antisipasi terhadap transaksi yang memerlukan prosedur akuntansi yang baru. pemantauan terhadap pelaksanaan sistem pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan yang kurang mengikuti perubahan peraturan baru di bidang pengelolaan keuangan daerah. c. Aktivitas Pengendalian Aktivitas Pengendalian yang perlu mendapat perhatian untuk lebih ditingkatkan antara lain : a. Daftar-daftar tersebut merupakan resume hasil pengadaan barang dan pemeliharaan barang dalam satu tahun anggaran oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. namun dalam penyusunan laporan tersebut belum sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 152 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Barang Daerah. Penilaian Risiko Penilaian/ penaksiran resiko Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belum optimal. Pengolahan Informasi Informasi terutama mengenai pengelolaan keuangan daerah belum disajikan secara memadai antara lain tidak dibuatnya Laporan Realisasi Anggaran per .

Laporan Perhitungan APBD telah dibuat sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. Seperti yang terjadi pada pencatatan realisasi pendapatan daerah yang dilakukan oleh Bagian Keuangan dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). BPK-RI menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melakukan review atas sistem pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangannya. Atas kelemahan pengendalian intern tersebut. 4. dengan masih terjadi perbedaan pencatatan yang disebabkan kurangnya komunikasi dan koordinasi antara pihak-pihak yang berkepentingan. Pemantauan Pelaksanaan pemantauan atau pengawasan kegiatan pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara berjenjang oleh atasan langsung masing-masing dan dilakukan oleh Badan Pengawas Kabupaten sebagai pengawas intern di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. namun demikian masih perlu ditingkatkan lagi di masa yang akan datang. 5. tidak didukungnya Penyusunan Perhitungan APBD dengan sistem yang memadai. menyebabkan terjadinya Laporan Perhitungan APBD yang tidak dapat ditelusuri ke rincian transaksinya. Informasi dan Komunikasi Informasi dan Komunikasi terkait dengan sistem yang memungkinkan pegawai dan pejabat pemerintah daerah mendapatkan dan menggunakan informasi untuk melaksanakan dan mengendalikan kegiatan khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah belum secara optimal dilakukan.Triwulan. .

002.427.13.427. Jumlah realisasi adalah merupakan hasil pembukuan anggaran berdasarkan bahan-bahan pembukuan anggaran.B.387.339.018. BPK-RI melakukan 46 (empat puluh enam) koreksi pada Perhitungan APBD TA 2004 yang disusun oleh Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kutai Timur. Ringkasan dari koreksi tersebut adalah pada Pos Pendapatan terdapat koreksi tambah sebesar Rp36.427.250.194.00 dan pada Pos Pembiayaan Pengeluaran Daerah terdapat koreksi kurang sebesar Rp33.970.018.177.677.13 (36.18 36. Rancangan Perhitungan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 memuat jumlah anggaran.00.50 dan koreksi kurang sebesar Rp603.516.18 28.878. 1 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 588.196. Koreksi yang dilakukan BPK-RI didasarkan atas kebenaran formal dari bukti akuntansi.18 36.333.018.878.857.492.817.817.13 dan koreksi kurang sebesar Rp36. KOREKSI PEMBUKUAN DAN KECERMATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2004 Dari hasil pemeriksaan atas Rancangan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.180.387.387. Pada Pos Pembiayaan Penerimaan Daerah terdapat koreksi tambah sebesar Rp13.13 (36.043.500. Rek No. Belanja dan Pembiayaan.13) . Pos Belanja terdapat koreksi tambah sebesar Rp46.500.043.18 Tahun 2004 Tanggal 17 Desember 2004 tentang Penetapan Perubahan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004.13) 588.216.640.37.817.769.043.878.728. realisasi dan selisih realisasi dan anggaran Pendapatan. sedangkan selisih realisasi dan anggaran adalah selisih dari Realisasi dikurangi Anggaran. Jumlah anggaran adalah jumlah anggaran yang ditetapkan dalam Perda APBD sebagaimana telah diubah melalui Perda No. Koreksi-koreksi tersebut adalah sebagai berikut : PENDAPATAN 1.179.

543.00 (171.000.455.846.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (27.00) Koreksi tambah senilai Rp 6.00 100.741.267.716.000.640.500.68 Koreksi tambah senilai Rp 59.13) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 15.860.789. Rek No.68 Koreksi tambah senilai Rp 59.00 Koreksi tambah senilai Rp 6.410. 1 01 05 1 1 02 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Pajak Restoran Rp Rp 320.500.455.644.45) 1) Rek No.00) 23.614.00 Koreksi kurang senilai Rp (9.00) a) Rek No. 1 01 05 1 1 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai PAJAK DAERAH Rp 1.301. 1 01 05 1 101 Pajak Hotel Realisasi menurut LRA senilai Rp 65.265.234.653.00 Koreksi kurang senilai Rp (9.519.00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp6.500.801.855.773.291.032.00 Rp Rp Rp (194.557.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 72.00 Rp 1.755.898.838.398.346.565.Jumlah setelah koreksi senilai Rp 27.789.650.481.614.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (34.860.00 karena Bagian Keuangan salah membukukan penerimaan pajak hotel pada rekening penerimaan Retribusi Ijin Gangguan b) Rek No.00 .13) Jumlah setelah koreksi senilai Rp (5.442.18 a.519.000.000.153.00 Rp 23.481.755.410.032.601.198.846.846.55 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp 4.259.. 1 01 05 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH Realisasi menurut LRA senilai Rp 25.227.257.

1 01 05 1 1 06 Pajak Pengambilan Bhn Galian Gol C Realisasi menurut LRA senilai Rp 197.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 213.061.00 Koreksi tambah senilai Rp 15.00 .00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (14.282.00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp1.282.Jumlah setelah koreksi senilai Rp 320.00 karena Bagian Keuangan salah membukukan penerimaan pajak pengambilan bahan galian golongan C pada rekening penerimaan lain-lain 2) Rek No.716.352.300.00 karena Bagian Keuangan salah membukukan penerimaan pajak restoran pada rekening penerimaan Retribusi Ijin Gangguan c) Rek No.631.093.093.750.00) Koreksi tambah senilai Rp 100.00) Koreksi tambah senilai Rp 1.282.00) Koreksi tambah senilai Rp 15.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (102.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (86.000.634.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (179.582.622. 1 01 05 1 1 04 Pajak Reklame Realisasi menurut LRA senilai Rp 44.750.938.462.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 45.754.750.00 Rp 36.450.716.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (179.366.650.377.345.661.00 Koreksi tambah senilai Rp 1.161.368.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (15.350.700.648.00 karena Bagian Keuangan salah membukukan penerimaan pajak reklame pada rekening penerimaan Retribusi Ijin Gangguan d) Rek No.550.350.00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp100.716.160.537.093.00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp15.000.338.041. 1 01 05 1 2 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai RETRIBUSI DAERAH Rp 1.

00 Koreksi tambah senilai Rp 0.00 5.041.750.00 Koreksi kurang senilai Rp (36.00 36.578.00) Rp 187.00 a) Rek No.00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp0.433.693.082.512.952.00 (43.1) dan koreksi kurang senilai Rp36.160.107.433.182.512.932.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Retribusi Ijin Gangguan senilai Rp5.350.000.00) 50.00 tidak disetorkan ke Kas Daerah melainkan digunakan secara langsung dan tidak dilaporkan sebagai penerimaan pendapatan asli daerah (Lihat Catatan Pemeriksaan No.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 69.978.425.500.600.00 Rp (7.259.810. Retribusi IMB senilai Rp26.204.204.00 dan penerimaan Retribusi Pengganti Biaya Cetak KTP/Akte senilai Rp3.345.182.932.810.00 karena penerimaan RSUD Sangatta senilai Rp730.00 pada Rekening Retribusi Pelayanan Kesehatan.182.600.00 Rp 5.952.319.000.746.00 58.00 Koreksi tambah senilai Rp 0.578.289.022. 1 01 05 1 2 08 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Retribusi Ijin Gangguan Rp 189.00 .259.00 Koreksi kurang senilai Rp (36.00.350.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp 10.259.884.00 Rp Rp 89. b) Rek No.Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Rp Rp Rp Rp Rp Rp (43. 1 01 05 1 201 Retribusi Pelayanan Kesehatan Realisasi menurut LRA senilai Rp 105.680.00) 1.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp (25.949.289.089.361.582.

00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp26.500.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 75. By Cetak KTP/Akte Realisasi menurut LRA senilai Rp 71.949.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 599.Koreksi kurang senilai Rp (7.310.750.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan retribusi Penggantian Biaya Cetak KTP/Akte pada rekening Retribusi Pelayanan Kesehatan .752.000.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Retribusi Ijin Gangguan pada rekening Retribusi Pelayanan Kesehatan senilai Rp5.693.750.082.606.000.688.512.00 Koreksi tambah senilai Rp 3.500.884.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (689.394.00. Koreksi kurang senilai Rp7.000.197.600.600.426.00) Koreksi tambah senilai Rp 26.00.425.500.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (3.00 danPajak Reklame senilai Rp1.082. 1 01 05 1 2 01 Retribusi Pengg.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (27.750. Pajak Restoran senilai Rp100.400.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 197.693.00 dibukukan pada Rekening Retribusi Ijin Gangguan.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 87.247. 1 01 05 1 2 01 Retribusi IMB Realisasi menurut LRA senilai Rp 572.00 Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp3.00) Koreksi tambah senilai Rp 3.884.500.949.884.000.312.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan retribusi IMB pada rekening Retribusi Pelayanan Kesehatan d) Rek No.00 karena penerimaan Pajak Hotel senilai Rp6.107.573.500.949.00 dan Rekening penerimaan lain-lain senilai Rp86.082.093. c) Rek No.00 Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp5.500.00 Koreksi tambah senilai Rp 26.000.

00 karena penerimaan tersebut adalah bantuan keuangan dari pihak ketiga/KPC (Lihat Catatan Pemeriksaan No. 1 01 05 1 3 01 Bagian Laba Usaha Daerah Realisasi menurut LRA senilai Rp 11.000.000.99 (816.000.537.703.000.652.074.000.65 (816.408.000.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 2.99 6.993.336.703.000.815.038.705.296.938.825.408.3) Rek No.000.000.038.000.65 Rp Rp 8.593.00) Penjelasan Koreksi: Koreksi kurang senilai Rp9. 1 01 05 1 4 Lain-lain PAD Yang Sah Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp a) Rek No. 4) Rek No.99 (816.000.825.000.167.00) Koreksi kurang senilai Rp (9.519. 1 01 05 1 4 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai 01 02 10.31) Koreksi kurang senilai Rp (9.296.815.000.000.00) 9.074.00 Koreksi kurang senilai Rp (9.886.99 Penerimaan Lain-lain Rp 10.000.705.000.223.754.006.69 Koreksi kurang senilai Rp (9.000.537.754. 3). 1 01 05 1 3 01 02 Deviden yg berasal dari KPC Realisasi menurut LRA senilai Rp 9.993.815.886.938.537.00) .65 Rp (816.00) 5.000.00) Rp 9.000.167.69 Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp (2.537.152.000.000.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp (11.348.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp (39.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (30.000.31) a) Rek No.815.006.000.000.

00.282.801.032.63 1) Rek No.372.223.13 Koreksi kurang senilai Rp (26.404.051.956.2).50 Koreksi tambah senilai Rp 26.545.932.50 26.716.63 21.518.956.864.13 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C senilai Rp15.932.87.00) 80.541.13 Koreksi kurang senilai Rp (26.657.739.492.13 (26. Rek No. 1 01 05 2 1 01 BAGI HSL PAJAK/BUKAN PAJAK Realisasi menurut LRA senilai Rp 393. 1 01 05 2 1 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai 01 Rp Rp Rp Rp BAGI HASIL PAJAK 80.018.00) 21.024.404.932. Selain itu dalam Penerimaan Lain-Lain terdapat Contra Pos yang seharusnya mengurangi belanja sebesar Rp773.664.710.00 380.983.956.032.299.473.00.932. b.288.710.914.404.082.671.760.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 393.671.032.995.326.97 (koreksi nol) yang merupakan penerimaan Pemerintah Pusat (lihat Catatan Pemeriksaan No.671.13 .956.Jumlah setelah koreksi senilai Rp 7.935.13 (26.00) 519.836.864.404.236.983.400.018.50 26.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 39.924.983. penerimaan DPKK dari Dinas Tenaga Kerja senilai Rp638.13. 1 01 05 2 DANA PERIMBANGAN Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp 519.50 Koreksi tambah senilai Rp 26.236.671.63 Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp 39.691.278.307.165.348.663.502.082.983.65 Penjelasan koreksi: Koreksi kurang senilai Rp816. Retribusi Ijin Gangguan senilai Rp86. penerimaan PBB senilai Rp26.13 (353.541.278.63 a) Rek No.285.032.801.752.446.

50 b) Rek No.924.752.007.846.360.924.372.00) 13.285.13 (353.00 Koreksi kurang senilai Rp (353.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 1.522.307.13 01 PBB Rp 67.747.Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai (1) Rek No.007.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan PBB pada rekening penerimaan BPHTB 02 BAGI HASIL BKN PAJAK/SDA Rp 312.929.522.00 Rp (26.747.657.00 Rp 380.285.663.291.367.924.492.657.048.454.360.00 Koreksi kurang senilai Rp (353.846.13 Rp Rp Rp 8. 1 01 05 2 1 01 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan Koreksi: Rp RP Rp Rp 13.663.657.911.285.00 380.00 (2) Rek No.657.13 dan rekening penerimaan BPHTB senilai Rp353.189.935.285.735.603.721.00 380.372.50 Rp 26.663.00 Penjelasan Koreksi: Koreksi kurang senilai Rp353.048. 1 01 05 2 1 01 02 BPHTB Realisasi menurut LRA senilai Rp 1.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 567.372.13 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan PBB pada Rekening penerimaan Lain-lain senilai Rp26.00) Rp 312.13 8.189.924.446.924. 1 01 05 2 1 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai .929.911.13 Koreksi tambah senilai Rp380.663.739.446.574.264.603.574.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp 921.657.835.13 Rp 67.285.657.354.

815.773.486.322.834.00) 26.815.50 26.00 (26.035. 1 01 05 2 02 04 Royalti Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Penjelasan koreksi: 77.221.50) 26.195.172. 1 01 05 2 02 02 Pungutan Sumber Daya Hutan Realisasi menurut LRA senilai Rp 16.200.834.132.194.513.778.608.932.603.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp 8.815.593.50 Koreksi tambah senilai Rp26.00 Koreksi tambah senilai Rp 264.338.659.00 Koreksi kurang senilai Rp (264.00 103.194.932.50 (14.50 26.048.929.929.338.00 Selisih realisasi dan anggaran .007.00 Penjelasan koreksi: Koreksi kurang senilai Rp264.50 Rek No.200.929.608.007.030.601.834.929.132.659. 1 01 05 2 02 05 Pungutan Hasil Perikanan Realisasi menurut LRA senilai Rp 264.939.939.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 15.338.172.834.747.048.773.932.593.603.932.00 Koreksi kurang senilai Rp (264.398.390. (2) Rek No.747.035.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 7.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Pungutan Hasil Perikanan pada Rekening Penerimaan Pungutan Sumber Daya Hutan.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 529.172.Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai (1) Rp RP Rp Rp 26.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Royalti pada Rekening Penerimaan Gas Alam (3) Rek No.00 11.

00) 4.000.815.00 31. 1 01 05 2 4 02 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai BANTUAN KEUANGAN Rp 43.932.00 204.338.000.174.000.030.676.000.172.849.815.804.172.350.700.000.610.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Royalti pada Rekening Penerimaan Gas Alam c.00 Koreksi kurang senilai Rp26.00 Rp 9.000.00 30.359.00 2.menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan koreksi: Rp Rp Rp (60.338.00 1) Rek No.00 Koreksi tambah senilai Rp264.000.00 Rp Rp Rp 2.000.000.834.000.000.000. 1 01 05 2 4 01 01 Pihak Ketiga/KPC Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp 22.970.000.000.970.00) 264.000.850.322.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Pungutan Hasil Perikanan pada rekening Penerimaan Pungutan Sumber Daya Hutan.000.00 9.000.815.700.00 11.000.172.00 9.932.000.000.000.00 (26.000.00 9.000.174.700.700.350.849.359.632.000.338.00 .000.632.00 Rp 52. Rek No. 1 01 05 2 02 07 Gas Alam Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Penjelasan koreksi: 170.000. (4) Rek No.000.00 11.00 (26.676.00) 144.834.850.000.

79 (90.260.603.769.543.50 254.71) 4.420.50 (16.499.00) 357.529.499. 2 BELANJA Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 311.049.499.50 (603. 2 01 BELANJA APARATUR Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp 250.209.809.308.728.943.79 (20.00) (44.250.000.002.00 Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp (5.349.404.769.50 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 177.635.691. Rek No.50 (603.00 Penjelasan Koreksi : Koreksi tambah senilai Rp325.50 Koreksi tambah senilai Rp 325.21) 1) Rek No.702. .081.708.000.546.702.278.516.71) 46.21) a.308.Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp9.502.784.728.815.461. 2 01 01 Belanja Administrasi Umum Realisasi menurut LRA senilai Rp 177. 2.702.191. Rek No.499.107.702.50) Koreksi tambah senilai Rp 325.250.333.516.50 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 5.002.219.29 46.227.29 4.156.961.546.194.971.777.00 karena penerimaan tersebut merupakan bantuan keuangan dari pihak ketiga/KPC (Lihat Catatan Pemeriksaan No.688.209.517.172.3).884.000.461.50 karena Bagian Keuangan belum membukukan SPJ para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja.

69) 42.052.21) Koreksi tambah senilai Rp 3. 3) Rek No.00 42.699.307.79 Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp (9.391.00) 87.962. 2 02 BELANJA PUBLIK Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Rp Rp Rp Rp Rp Rp 45.79 Koreksi tambah senilai Rp 3.175.429.989.541.705.724.119.119.661.095.250.900.00 (5.222.541.009. a.199.127.127.554. 2 01 02 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Belanja Operasional Pemeliharaan Rp 12.00 Rp 756.724.183.477.307.797.370.095.512.000.00 karena Bagian Keuangan belum membukukan SPJ para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja.00 (603.436.728.317. 2 01 03 Belanja Modal Realisasi menurut LRA senilai Rp 59.2) Rek No.787.882.962.479.027.724.768.052.00) 756.00) Penjelasan Koreksi : Koreksi tambah sebesar Rp756.00 Rp Rp Rp (6.127.338. Rek No.286.00 .00 Rp 13.222.962.642.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 63.00 karena Bagian Keuangan belum membukukan SPJ para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja.00 (70.405.21) Penjelasan Koreksi : Koreksi tambah sebesar Rp3.000.989.119.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (5.560.000.

69) 39.815.Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai 1) Rek No.563.428.750.00 karena Bagian Keuangan belum membukukan SPJ para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja.244. 2 02 01 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan Koreksi : Rp Rp (603.320.00 (4.858. 3) Rek No.69) .00 65.728.300. 2 02 02 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan Koreksi : Belanja Operasional Pemeliharaan Rp 13.796.250) (28.294.825. 2) Rek No.354.472.00) (2.00 39.848.017.244.00) 2.801.726.728.00 Rp 16.037.631.563.884.699.977.69) Belanja Administrasi Umum Rp 6.200.986.00 Rp 2.250.550.884.528.550.448.986.696.00 Rp Rp Rp (1.00 (61.555.555.971.977.539.00) (603.950.555.250.977.728. 2 02 03 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Belanja Modal Rp Rp Rp Rp Rp Rp 25.743.828.462.273.00) Rp 5.528.00 (21.514.00) Koreksi tambah sebesar Rp2.876.00 Rp (603.743.586.250.300.563.351.00 Rp Rp Rp (6.00) Koreksi kurang sebesar Rp603.728.066.00 karena Bagian Keuangan lebih membukukan SPJ Belanja para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja.

00 (2.100.405.(Lihat Catatan Pemeriksa No.150.760.00) 0.394.00 Jumlah setelah koreksi Rp 16.00 karena Bagian Keuangan belum membukukan SPJ para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja.448.024.502.00 102.588.01.448.00 .00 Selisih Realisasi dan Anggaran Koreksi Tambah Jumlah setelah koreksi Rp Rp Rp (1. 2.511.02.00 karena tidak tersedia mata anggaran belanja untuk rekening terkait (Lihat Catatan Pemeriksa no.884.502.743.01 Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Realisasi menurut LRA Rp 16.986.Penjelasan Koreksi : Koreksi tambah sebesar Rp39.038.563.575.01 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Realisasi menurut LRA Koreksi Kurang Jumlah setelah koreksi Selisih Realisasi dan Anggaran Koreksi Kurang Jumlah setelah koreksi Rp Rp Rp Rp Rp Rp 9. 5).00 (2.00 9.157. Koreksi Yang Tidak Mempengaruhi Perhitungan (Koreksi Nol) 2.00 Koreksi Tambah Rp 0.575.884.244.511.405.394.00) 0.699.588.133.157. 4). 3.00) Penjelasan Koreksi : Terhadap belanja pada Pos Pos Sekretariat DPRD tidak dapat dilakukan koreksi tambah sebesar Rp4.133.699.00) Penjelasan Koreksi : Terhadap belanja pada Pos DPRD tersebut tidak dapat dilakukan koreksi kurang karena tidak tersedia mata anggaran belanja untuk rekening terkait.00 0.00 (1.150.00 0.024.038.760.348.04 Pembayaran Utang Luncuran Realisasi menurut LRA Koreksi Kurang Jumlah setelah koreksi Rp Rp Rp 102.

274.339.214.24 Koreksi kurang senilai Rp (33.65) Koreksi tambah senilai Rp13. 3 01 PENERIMAAN DAERAH Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp 1) Rek No.470.374.00 (5. a.990.35 Rp Rp Rp (18.194.65) 13.333.706.044.992. Rek No.274.00 (5.500.500.224.179.706.649.194. 3 01 01 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan Koreksi : 32.00 terhadap Belanja karena adanya pembiayaan pengeluaran jenis pembayaran belanja luncuran yang seharusnya menambah Belanja tapi tidak dapat dilakukan karena tidak dibukanya rekening atas belanja luncuran dalam batang tubuh APBD (Lihat Catatan Pemeriksa No 15).214.965.Selisih Realisasi dan Anggaran Koreksi Kurang Jumlah setelah koreksi Rp Rp Rp (9.470.00) Penjelasan Koreksi : Terdapat koreksi kurang sebesar Rp102.750.999.37) .179.180. 16).180.00 45.65) 13.492.274.180.224.999.179.492.394.35 Rp 13.00) 0.492.35 13. 3 01 PENGELUARAN DAERAH Realisasi menurut LRA senilai Rp 309. Rek No. 3.00 (9.180.194.179.750.35 (18.992.00 Rp 45.492.179.649. 3 PEMBIAYAAN a.374.884.044.965.65) Sisa Lebih Perhitungan Tahun Lalu Rp 32.133.179.180 merupakan belanja tahun 2003 yang tidak masuk perhitungan tahun 2003 dan tidak dianggarkan pada tahun 2004 (Lihat Catatan Pemeriksaan No. Rek No.179.857.492.

850.944.969.884.394.00) Rp 102.37) 67.969.364.661.34 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan koreksi: Koreksi kurang senilai Rp33.00) Koreksi ini merupakan sisa UUDP yang baru dibayarkan di TA 2005 sehingga realisasi pembayaran utang luncuran adalah sebesar Rp102.133.37) 77.965.317.713.37) 80.884.795.481.036. 3 02 05 Sisa Lebih Perhitungan Th Berjalan Rp Rp Rp Rp Rp Rp 113.661.24 (33.914.857.146.545.87 100.749.940.558.37 (Lihat catatan pemeriksaan no.21 (33. 2) Rek No.553.310.84 110.00) (187.856.87 1) Rek No. 18). .333.638.364.Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Rp Rp Rp Rp 276.00 Rp Rp Rp (9.394.00 Rp (187. (Lihat Catatan Pemeriksaan No.661.333.115.758.153.516.857.321.698.007.750.007.00 dan koreksi SILPA tahun berjalan sebesar Rp33.194.195.007.274.705.195.231.969.362.194.00.71 (33. 3 02 04 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan Koreksi : Pembayaran Utang Luncuran Rp 102.00) (10.37 karena adanya sisa UUDP dari SPM Proyek luncuran sebesar Rp187.195.364.133. 15).411.

00 15.00.959.034.481.631.089.000.00 Pengeluaran Rp 17.500.510.089.630.00 (20.00 Rp 128.00 3.00.536.00 23.242.079.895.00 Rp 19. Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan dengan Rumah Sakit Umum Sangatta dapat diketahui bahwa Penerimaan selama Tahun Anggaran 2004 adalah sebesar Rp730.190.C.792. realisasi Pendapatan Asli Daerah adalah sebesar Rp25.279.58% dari anggaran yaitu sebesar Rp21.601.00 22.00) (3.68 atau 121.959.955.000.68 tersebut diantaranya bersumber dari Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan sebesar Rp105.00 (7.898.608.00 Rp 19.629.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Saldo 1.888. dengan perincian sebagai berikut: Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Penerimaan 18.00.845.490.307.630.440.578.00 Rp 63.550.00) 14.204.108.00 .361.00 142.578.587.329.538.sehingga jumlah saldo kas yang masih ada yaitu sebesar Rp15.000.00 Rp 80.952.457.700.578.204.190.775.469.810.019.850.384.166. dapat diungkapkan sebanyak 19 (sembilan belas) Catatan Pemeriksaan yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Daerah dan DPRD untuk meningkatkan kualitas Laporan Perhitungan APBD.759.630.00 Rp 74.00 (3.00 Tidak Termasuk Penerimaan Jasa Pelayanan Kesehatan Dari Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta Senilai Rp730.183.053.368.789.165.00 54. Penerimaan tersebut hanya berasal dari penerimaan dari satuan kerja Puskesmas maupun Dinas Kesehatan.215.078.898.483. CATATAN PEMERIKSAAN Hasil Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD (sebelum disampaikan ke DPRD) Tahun Anggaran 2004 yang disajikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.00 55.919.00) 854.805.356.278.750.058. Dari realisasi senilai Rp25.00 Rp 21.00 Berdasarkan Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004.00 55.361.00 94.00 dan digunakan secara langsung sebesar Rp715.789.13% dari anggaran sebesar Rp95.316.00 Rp 90.204.00.00 Rp 58.014.00 atau 111.218.484.00) 13. 1. Pengujian terhadap Laporan Penerimaan yang dibuat oleh Bagian Keuangan menunjukkan bahwa realisasi Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan sebesar Rp105.00 tersebut tidak termasuk Penerimaan Jasa Pelayanan Kesehatan dari Rumah Sakit Umum Sangatta.551.738.200.737.601.660.638. Realisasi Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan Senilai Rp105.00 104.00 14.

Keadaan tersebut tidak sesuai dengan a. dan tahun 2005.216.00 Penentuan tarif untuk masing-masing jasa pelayanan kesehatan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 174/02.188/45/HK/V/2004 tanggal 21 Mei 2004. Kepmendagri No. b.00 715.361.361.150. Kurangnya koordinasi antara Dispenda.735. Undang-Undang No.00 Rp Rp Rp 27.089. Hal tersebut mengakibatkan realisasi penerimaan pelayanan kesehatan dalam Rancangan Perhitungan APBD tahun Anggaran 2004 tidak menggambarkan nilai yang sebenarnya.413. Peraturan Pemerintah No.671. yaitu kurang saji sebesar Rp 730.00 110. belanja dan pembiayaan dianggarkan secara bruto datam APBD.398. 105 Tahun 2000 tanggal 10 November 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal 11 yang menyatakan bahwa semua transaksi keuangan daerah baik penerimaan daerah maupun pengeluaran daerah dilaksanakan melalui Kas Derah.810.00 (4.053. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pasal 16 ayat (3) yang menyatakan bahwa penerimaan kementerian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah tidak boleh digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran.00 Rp Rp Rp 5. Kondisi tersebut terjadi karena: a. tarif pelayanan kesehatan.182. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah pasal 4 yang menyatakan bahwa semua pendapatan.Nopember Desember Jumlah Rp Rp Rp 33.406.307.00) 15.448.00 730. Penerimaan ini harus disetorkan ke Kasda sebagai penerimaan asli .00. c. arah dan kebijakan maupun Perda yang mengatur tentang pengelolaan Rumah Sakit Umum Sangatta sampai saat ini masih belum ada. 29 Tahun 2002 tentang Pengurusan. Bagian Keuangan dan Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta b. Aturan.212.00 114.625.089. Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta tidak mempedomani ketentuan yang berlaku Atas temuan ini Bagian Keuangan Kabupaten Kutai Timur selanjutnya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dispenda dan Pihak RSU Sangatta untuk segera melaporkan dan mempertanggungjawabkan penggunaan penerimaan pada Tahun 2004.279.598.

10.00.IX.898.166-PLK/Disnaker/IX/2003 tanggal 26 September 2003 pada BPD Cabang Sangatta dengan rekening No.daerah. 2.52 dan STS tanggal 21 Desember 2004 senilai Rp98.601.288. Rekening Koran dan Surat Tanda Setoran (STS) Tahun Anggaran 2004. Selain itu juga akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai perangkat hukum yang menjadi dasar pungutan ini melalui PERDA.00.165.380.123.944.427.04.00217 dan tidak disetorkan ke Kas Negara Hasil pengujian atas B.97 Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Tim Pemeriksa pada Auditorat Utama Keuangan Negara BPK-RI yang dilaksanakan tanggal 10 Agustus s. b.45 berupa penerimaan DPKK Dinas Tenaga Kerja. Menginstruksikan kepada Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta untuk menyampaikan laporan realisasi penerimaannya secara keseluruhan kepada Dinas Pendapatan Daerah dan pertanggungjawaban penggunaan langsung setiap bulan kepada Bagian Keuangan.d 8 September 2004 atas Pengelolaan Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing Tahun Anggaran 2003 dan 2004 pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Timur.789. Di masa mendatang penerimaan retribusi Pelayanan Kesehatan dianggarkan secara bruto dan membuka rekening pengeluaran atas penggunaan langsung pada Rumah Sakit.68 Termasuk Penerimaan Pemerintah Pusat Yang Terlanjur Disetorkan Ke Kas Daerah Sebesar Rp 638. diketahui bahwa DPKK tersebut ternyata disetorkan ke rekening Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan dibukukan sebagai Pendapatan Asli Daerah jenis penerimaan lain-lain berupa penerimaan Sisa UUDP Dinas Tenaga Kerja dengan STS tanggal 4 Februari 2004 senilai Rp540.344. . BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur agar menginstruksikan secara tertulis kepada Kepala Bagian Keuangan dan Kepala Dipenda : a. antara lain dikemukakan bahwa Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Timur telah menerbitkan Ijin Kerja Tenaga Asing (IKTA) dan telah memungut Dana Pengembangan Keahlian dan Keterampilan (DPKK) senilai Rp849. 562/1. Hasil pungutan tersebut disimpan di Rekening Bendaharawan DPKK yang ditunjuk berdasarkan Surat Kepala Dinas Tenaga Kerja No.041. Realisasi Pendapatan Asli Daerah senilai Rp 25.

diketahui bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp25. yang setelah diteliti lebih lanjut bertentangan dengan UU No.97 (Rp540. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam a.944. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib.288. Berdasarkan penjelasan dari Dinas Pendapatan Daerah dan Bagian Keuangan diketahui bahwa dana untuk menyetorkan kembali DPKK ke Kas Negara tersebut belum dianggarkan dalam APBD Tahun Anggaran 2005 dan akan dianggarkan pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2005 akan dianggarkan dalam Belanja Tidak Tersangka.344.601. Sampai dengan saat pemeriksaan tanggal 25 Mei 2005 penerimaan tersebut belum disetorkan ke Kas Negara. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan.Dari uraian di atas. Terhadap temuan ini Pemda Kutai Timur menyatakan bahwa dasar pemungutan ini adalah Peraturan Daerah Kutai Timur Nomor 17 dan 18 Tahun 2002. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.97. 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak dan untuk tahun anggaran 2005 ini telah diantisipasi dengan .45) atau 2.68 termasuk di dalamnya penerimaan Pemerintah Pusat sebesar Rp638. Kepmendagri No.52+ Rp98.789. Hal tersebut terjadi karena kebijakan pemungutan DPKK bertentangan dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi dan kecenderungan melakukan penggunaan langsung yang tidak sesuai ketentuan.165.165.041. 29 Tahun 2002 Pasal 7 ayat (2) butir b menetapkan bahwa Pengeluaran lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan keuangan Pemerintahan Daerah pada belanja tidak tersangka antara lain yaitu pengembalian atas kelebihan penerimaan yang terjadi dalam tahun anggaran yang telah ditutup dengan didukung bukti-bukti yang sah.123. Hal tersebut mengakibatkan realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah lebih saji sebesar Rp638.288.49% dari realisasi Pendapatan Asli Daerah.898. Peraturan Pemerintah No. b. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. efisien.

000.000. c.237.000 % 50 50 100 Menjadi Jumlah Saham 122.800 lembar saham adalah sebesar US$104.987. Kepala Bagian Keuangan dan BPD Kutai Timur agar meningkatkan koordinasi khususnya dalam hal terjadi adanya kesalahan posting dana sehingga dapat segera diketahui dan diselesaikan b.000.288. 3.menganggarkan pengembaliannya dalam revisi anggaran APBD 2005 sebesar Rp638.97 pada Pos Pengeluaran Tidak Tersangka atau melalui persetujuan DPRD Kutai Timur untuk menggunakan dana anggaran pada pos lain sambil menunggu proses revisi APBD Kutai Timur Tahun 2005. Pada kenyataannya. Kepala Dispenda.100 55.000 % 40. Dengan adanya jual beli saham ini.6 100 . Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham tanggal 13 Oktober 2003 antara Sangatta Holdings Limited dan Kalimantan Coal Limited selaku penjual dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selaku pembeli. Pemegang Saham Sangatta Holdings Limited Kalimantan Coal Limited Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Jumlah Semula Jumlah Saham 150. realisasi atas pembelian saham ini belum dilaksanakan.000 150.100 122.800 300. Harga jual yang disepakati untuk pembelian 55. Kepala Dinas Tenaga Kerja mempertanggungjawabkan penerimaan DPKK yang digunakan langsung.000 300. Kepala Bagian Keuangan untuk segera menganggarkan dan menyetorkan dana Pemerintah Pusat yang terlanjur diakui sebagai PAD sebesar Rp638.00 yang merupakan deviden yang berasal dari KPC.00 Belum Dapat Diakui Sebagai Deviden Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Karena Belum Direalisasikannya Kepemilikan Sahamnya Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004 menyatakan terdapat Bagian Laba Usaha Daerah sebesar Rp9.165.165. Bagian Laba Usaha Daerah Yang Berasal Dari KPC Sebesar Rp11.97 ke Kas Negara. Jual Beli Saham ini berkenaan dengan program divestasi saham PT Kaltim Prima Coal.000.288. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur agar memerintahkan kepada: a. 2.700.000. 3.57. komposisi saham menjadi sebagai berikut: No 1.7 40.7 18.

PT KPC menyetujui untuk memberikan deviden kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebesar Rp11.000.6% saham ini telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Kutai Timur melalui Keputusan Rapat Pleno DPRD Kabupaten Kutai Timur Nomor.000.6% saham atas PT KPC kepada PT Bumi Resources.000.000. sehingga Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tidak dapat merealisasikan pembelian saham PT Kaltim Prima Coal.6% saham PT Kaltim Prima Coal melalui Perjanjian Pengalihan Saham tanggal 10 Juni 2004. Bupati Kutai Timur meminta pada PT KPC untuk memberikan panjar atas deviden yang nantinya akan diterima sebesar Rp2.237.00 yang cair pada tanggal 15 Januari 2004 dan kemudian digunakan untuk membayar bunga pinjaman kepada BPD Kaltim karena pada saat itu saldo kas daerah Pemda Kutai Timur tidak mencukupi untuk pembayaran bunga pinjaman BPD Kaltim senilai Rp3.591. Tbk senilai US$104.987.6% kepada PT Kutai Timur Energi yang merupakan BUMD yang keseluruhan sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.000.700. bagian keuangan Setkab Kutim mencatat dalam B. 12 tahun 2003 tanggal 30 Oktober 2003. namun berdasarkan Keputusan Mentri Keuangan Nomor 579/KMK.151. mengalihkan seluruh haknya atas 18.57. Dengan demikian Pemkab Kutim masih memiliki 5% saham PT Kaltim Prima Coal.000.000. Pemberian deviden sebesar Rp11.97.000.IX sebagai penerimaan dari bantuan pihak ketiga/KPC. Atas dasar ini. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menuntut bagian laba yang seharusnya telah dimiliki sebesar Rp12.00. Atas hal ini.6% saham PT Kaltim Prima Coal.07/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Penundaan Pelaksanaan Pinjaman Daerah. . Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sedianya akan membayar 18. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selaku pemilik 18. menjual 13.00 meskipun saham tersebut belum sah menjadi milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.000.700. Tahap pertama. Atas hal ini.00 ini terbagi menjadi 2 tahap.708.6% saham tersebut melalui pinjaman luar negeri.Pembelian 18. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selaku pemilik hak opsi atas pembelian 18. Pemerintah Daerah tidak diperbolehkan melakukan pinjaman jangka panjang yang bersumber dari dalam negeri maupun luar negeri sampai dengan tanggal 31 Desember 2004.700.

000.000. karena belum adanya pembelian dan bukti yang sah atas kepemilikan saham tersebut. Hal tersebut mengakibatkan dividen dari KPC sebesar Rp900.000.000.07/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Penundaan Pelaksanaan Pinjaman Daerah. akan diperbaiki sebagaimana disarankan oleh BPK dan sesuai dengan Kepmendagri No 29/2002 pada Pos Pendapatan Lainnya yang sah objek Penerimaan pada Penerimaan Bantuan Pihak Ketiga/KPC dengan mempersiapkan perangkat hukumnya melalui Perda.000. setiap pengeluaran kas harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. Pemerintah Daerah tidak diperbolehkan melakukan pinjaman jangka panjang yang bersumber dari dalam negri maupun luar negri sampai dengan tanggal 31 Desember 2004. Sehingga Alokasi ini dibuat dalam pos PAD Objek Penerimaan Bagian Laba Usaha Daerah. Bagian Keuangan dan Bagian Hukum agar meningkatkan koordinasi . Atas hal ini. informasi mengenai Kepemilikan Saham KPC ini masih sedikit sekali diterima oleh Panitia Anggaran dan Dispenda.Tahap kedua. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Dipenda. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD. Pada Tahun Anggaran 2005 dan seterusnya. 29 tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan.000. Bagian Keuangan menyatakan bahwa dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2004. Keputusan Menteri Dalam Negri No. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 579/KMK. Hal ini tidak sesuai dengan : a. Hal ini terjadi karena Dispenda Kabupaten Kutai Timur kurang berkoordinasi dengan Bagian Keuangan Setkab Kutai Timur sehingga atas penerimaan ini belum bisa dicatat sebagai deviden. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah Serta Tata Cara Penyusunan APBD. pada tanggal 31 Desember 2004 terjadi penerimaan sebesar Rp9.00 yang dicatat dalam B.00 dan melakukan koreksi tambah atas Penerimaan dari Bantuan Pihak Ketiga/KPC sebesar Rp9.000.00 belum dapat diakui sebagai bagian Laba Usaha Daerah.000. b.IX sebagai deviden dari KPC.000.000.00.000. BPK-RI melakukan koreksi kurang atas Penerimaan Bagian Laba Usaha Daerah Deviden dari KPC sebesar Rp9. Pasal 49 ayat (5).

1.350.405.157.01.644.2 2. Realisasi Belanja Pos DPRD Sebesar Rp9.00 593.100.250.296.1.04.000.1.00 dan direalisasikan sebesar Rp9.2 2.100.05.480.975.738.263. 110 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan DPRD yang telah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sejak 1 April 2003 oleh Mahkamah Agung melalui Judicial Review.405.00 182.00 Pembebanannya Tidak Sesuai Ketentuan dan Diantaranya Sebesar Rp3.00 70.00 .01.00 Tidak Dapat Diyakini Kebenarannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 ditetapkan dengan Peraturan Daerah No 1 Tahun 2004 tanggal 2 April 2004 dan perubahannya yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah No.363.1.157.00 Tidak Sesuai Ketentuan a. Belanja Sebesar Rp4.01.848.00 70.104.01.01.000.07% dengan rincian sebagai berikut: Kode Rekening 2.00 64.757.00 63.588.270.250. Berdasarkan dokumen APBD tersebut diketahui bahwa dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2004 untuk Pos DPRD.01. 4.01. Berdasarkan Rancangan Perhitungan APBD TA 2004 pada Pos DPRD diketahui bagian belanja Pelayanan Publik dianggarkan sebesar Rp11.1.01.000.034. 18 tahun 2004 tanggal 17 Desember 2004.1.363.563.1. Berdasarkan Surat Edaran Mendagri No.1.01.348.00 atau 81. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengacu pada PP No.161/3211/SJ tanggal 29 Desember 2003 tentang Pedoman Kedudukan Keuangan DPRD dan sambil menunggu ditetapkannya Peraturan Pemerintah tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD maka Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menganggarkan belanja pos DPRD Tahun Anggaran 2004 seharusnya mengacu pada ketentuan yang berlaku tersebut.2 2.01.00 182.588.03.01.00 Realisasi (Rp) 491.khususnya dalam pencatatan penerimaan sehingga adanya kesalahan posting dana dapat segera diketahui dan diselesaikan.01.432.000.2 Uang Paket Tunjangan Jabatan Tunjangan Komisi Tunjangan Khusus/PPh 21 Uraian Uang Representasi Anggaran (Rp) 492.168.1.624.00 582.00 Diantaranya Sebesar Rp7.778.300.02.1.01.500.01.01.01.850.500.2 2.

832.000.1.1.000.00 22.000.508.00 300.01.07.000.1.00 6.2 2.470.00 2.500.000.00 200.01.508.01.01.000.000.15. dan Biaya Penunjang Operasional yang seharusnya dianggarkan dan direalisasikan pada Pos Sekretariat DPRD ternyata dianggarkan dan direalisasikan pada Pos DPRD dengan rincian sebagai berikut: Kode Rekening 2.01.000.405.01.850.1.01.01.2 2.000.01.1.104.1.4.500.600.1.02.000.00 3.1.00 72.000.000.01.01.1.1.00 609.00 315.4.1.1.000.100.00 300.415.1.2 2.01.000.599.01.01.000.11.1.00 22.475.000.PDAM&Gas Tunjangan Penyusunan Perda Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah Biaya Operasional Reses Anggota Dewan Biaya Penunjang Operasional JUMLAH 660.2 Tunjangan Kesejahteraan/ Kesehatan dan rekening 2.09.353.09.2 2.12.01.000.01.000.000.13.00 22.000.01.2 2.1.00 1.01.832.PDAM&Gas Biaya Operasional Biaya Penunjang Operasional JUMLAH Anggaran(Rp) 1.296.1.01.250.02.000.2 2.500.00 11.12.000.000.00 72.000.2 Biaya operasional diketahui sebagai berikut: .01.2 2.625.000.000.00 Hasil pengujian lebih lanjut terhadap rekening 2.348.00 72.2 2.00 Dari tabel rincian belanja tersebut diatas dapat diketahui bahwa Belanja Tunjangan Kesejahteraan/Kesehatan.01.000.02.1.05.01.1.16.00 315.00 20.00 9.000.250.01.563.600.01.3.07.000.1.629.01.01.2 2.05.247.2.2 2. Tunjangan Beras.009.1.01.01.01. Biaya Operasional.2 2.000.00 300.2 2.00 300.02.000.2 2.00 72.00 4.00 315.875.1.625.250.100.01.00 Realisasi (Rp) 1.03.01.02.3.00 607.01.01.000.1.000.01.01.01.100.00 1.01.01.250.000. Tunjangan Keluarga.000.000.832.01.440.000.000.2 Uraian Tunjangan Kesejahteraan/Kesehatan Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah Tunjangan Keluarga Tunjangan Beras Tunjangan Listrik.1.05.1.000.00 609.599.00 25.066.1.00 46.000.588.00 46.375.415.066.1.01.738.01.01.000.000.1.00 25.00 1.14.1.01.000.01.00 2.4.01.1.157.000.01.1.250.4.01.500.00 121.00 22.000.2 2.01.00 607.151.1.00 384.1.01.01.1.00 22.1.01.01.250.00 200.06.3.01.000.850.00 315.2 2.2 2.01.01.00 20.07.1.1.000.500.3.000.470.875.250.00 384.00 61.05.10.01.01.500.01.1.2 2.01.000.375.01.01.01.00 61.01.01.01.000.000.00 22.1.000.15.01.000.000.01.832.01.000.00 1.1.375.2 2.629.2 Tunjangan Panitia Tunjangan Kesejahteraan Uang Pemeliharaan Kesehatan Jaminan Purna Tugas Tunjangan Keluarga Tunjangan Beras Tunjangan Perbaikan Penghasilan Tunjangan Pembantu RT DPRD Tunjangan Listrik.000.01. Belanja Perjalanan Dinas.1.09.2 2.01.01.00 3.009.2 2.11.01.2 2.4.01.4.

Untuk tunjangan kehormatan tidak didukung dengan bukti surat keputusan yang menyatakan bahwa telah dibentuk Badan/Dewan Kehormatan DPRD sebagai alat kelengkapan DPRD.500. dan Bantuan Sewa Rumah tersebut ternyata hanya didukung dengan bukti kuitansi tanda terima uang (bukti intern) yang sulit diyakini relevansinya.Bantuan Biaya Komunikasi.00 90.832. Operasional/Taktis tersebut ternyata hanya didukung dengan bukti kwitansi tanda terima uang (bukti intern).00 1.000.348.470.832.000. Mobilitas DPRD.00 Lebih lanjut diketahui bahwa pertanggungjawaban atas penggunaan dana Bantuan Biaya Transportasi.00 Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Pemeliharaan Sebesar Sehubungan dengan PP No.100. Belanja Pegawai/ Personalia dan Belanja Rp3.850. b.00) tidak didukung dengan bukti yang memadai. 1 2 3 4 Uraian Biaya Penyaringan Aspirasi Masyarakat Mobilitas DPRD Operasional/Taktis Administrasi Pemegang Kas JUMLAH Jumlah (Rp) 775.009.000. Berdasarkan hasil pemeriksaan di atas diketahui bahwa belanja sebesar Rp4.850.00 2.000. Dewan Perwakilan Rakyat.000. 2) Biaya operasional No.000.00 630. 110 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan DPRD telah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sejak 1 April 2003 oleh Mahkamah Agung melalui Judicial Review.350.250.000.00 + Rp2. Dewan Perwakilan Daerah dan .00 8.375.332.250.000.081.00 Dari pemeriksaan lebih lanjut terhadap bukti-bukti pendukung diketahui bahwa pertanggungjawaban atas penggunaan belanja Biaya Penyaringan Aspirasi Masyarakat.850.500.00 (Rp1.500.000. 1 2 3 4 5 Uraian Bantuan Biaya Transportasi Bantuan Komunikasi Tunjangan Kehormatan Bantuan Sewa Rumah Biaya Pengobatan JUMLAH Jumlah (Rp) 150. serta ketentuan Pasal 101 Ayat (3) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat.1) Tunjangan Kesejahteraan/Kesehatan No.00 312.563.000.000.00 97.599.000.00 1.500.009.599.432.000.470.00 42.099.480.00 pembebanannya tidak sesuai ketentuan dan diantaranya sebesar Rp3.

01.2 2.00 300.000. Rincian pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut: Kode Rekening 2.000.00 3. 161/3211/SJ tentang Pedoman Kedudukan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD tanggal 29 Desember 2003.10.081.00 384.1.000.00 200. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menganggarkan belanja pos DPRD Tahun Anggaran 2004 seharusnya mengacu pada ketentuan yang berlaku tersebut.1. Tunjangan Alat Kelengkapan Dewan.65% untuk membiayai beberapa tunjangan/penghasilan anggota DPRD yang tidak sesuai dengan ketentuan.000.081.Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.000. dan Tunjangan Khusus.01.000.000.000.01.1.00 1. 1) Huruf (A) mengenai Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD terdiri dari Uang Representasi.00 200.01.01.000.500.1.157.00 Realisasi (Rp) 300.875.405.01.2 2.000.2 2. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.01.500.16.000.4.00 3. Hasil pemeriksaan terhadap penjabaran dan pertanggungjawaban Pos DPRD diketahui bahwa realisasi belanja sebesar Rp9.01.000. Uang Paket.1. Keadaan tersebut di atas tidak sesuai dengan: a.05.00 22.00 diantaranya terdapat pengeluaran sebesar Rp3.14.01.01.000.1.01.000.13.00 1.00 dan semestinya tidak dilakukan karena tidak sesuai dengan azas keadilan dan kepatutan.09.000.2 Uraian Uang Pemeliharaan Kesehatan Jaminan Purna Tugas Tunjangan Perbaikan Penghasilan Tunjangan Pembantu RT DPRD Tunjangan Penyusunan Perda Reses Anggota Dewan JUMLAH Anggaran(Rp) 300.1.2 2.000.03.000.00 22.081. .000. maka sambil menunggu ditetapkannya Peraturan Pemerintah tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD dimaksud.500. bahwa kedudukan protokoler dan keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD diatur dengan Peraturan Pemerintah dan mempertimbangkan mendesaknya waktu penyusunan APBD Tahun Anggaran 2004.01.1.01.500.000.500.00 atau 33.01. Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Pedoman tentang Kedudukan Keuangan Pimpinan Dan Anggota DPRD sebagaimana dimuat dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No 161/3211/SJ Tanggal 29 Desember 2003 yang disampaikan kepada Ketua DPRD dan Kepala Daerah di Seluruh Indonesia.000.000.2 2. Tunjangan Jabatan.1. Tunjangan Keluarga.000.1.875.00 300.01.000.588.01.1.01.00 384.000.000.

c. Tunjangan Perumahan Pimpinan dan atau Anggota DPRD. Uang Duka. b. Belanja Pemeliharaan Kesehatan dan Pengobatan serta Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Administrasi Umum pada Jenis Belanja Pegawai/Personalia. Belanja Pemeliharaan rumah jabatan Pimpinan dan rumah dinas Anggota DPRD beserta perlengkapannya dan kendaraan dinas Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan pada Jenis Belanja Pemeliharaan. 3) Huruf (E) mengenai Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan a) Angka (3) Susunan Kode Rekening Obyek dan Rincian Obyek Belanja Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD dianggarkan dalam Pos DPRD. b) Angka (4) Susunan Kode Rekening Obyek dan Rincian Obyek Belanja Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD Sekretatiat DPRD adalah sebagai berikut: a. yang dianggarkan dalam Pos . c) Angka (7) Bagi Pemerintah Daerah yang belum memiliki rumah jabatan Pimpinan dan anggota DPRD kepada yang bersangkutan dapat diberikan tunjangan perumahan berupa uang sewa rumah yang besarnya disesuaikan dengan standar harga yang berlaku didaerah setempat yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. b) Angka (2) Pimpinan DPRD disediakan masing-masing rumah jabatan beserta perlengkapanya dan satu unit kendaraan dinas serta kepada anggota DPRD dapat disediakan rumah dinas beserta perlengkapannya.2) Huruf (B) Tentang Tunjangan Kesejahteraan a) Angka (1) dinyatakan bahwa Pimpinan dan Anggota DPRD beserta keluarganya yaitu suami atau istri pertama beserta 2 (dua) orang anak diberikan tunjangan kesehatan dan pengobatan berupa pembayaran asuransi kesehatan kepada lembaga asuransi yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. dianggarkan dalam Kelompok Belanja Administrasi Umum pada Jenis Belanja Barang dan Jasa. Belanja Pakaian Dinas.

Kabupaten/Kota memiliki landasan hukum. Angka (2) Sementara itu dengan memperhatikan aspirasi masyarakat yang menghendaki agar penggunaan dana yang dianggarkan dalam APBD lebih diutamakan untuk membiayai program dan kegiatan yang langsung dapat dinikmati masyarakat. f. g.d. dianggarkan dalam Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan pada Jenis Belanja Perjalanan Dinas. fungsi dan kewenangan DPRD berupa belanja pegawai/personalia. belanja pemeliharaan baik untuk kebutuhan Belanja Administrasi Umum maupun Belanja Operasi dan Pemeliharaan. Pembangunan/Pengadaan rumah jabatan Pimpinan dan rumah dinas Anggota DPRD beserta perlengkapannya serta kendaraan dinas Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Modal. dianggarkan pada Pos Sekretariat DPRD.163. b. penyediaan Belanja DPRD dalam APBD supaya berpedoman pada .1/711/OTDA tanggal 24 Mei 2004 tentang Tunjangan Purna Bhakti Pimpinan dan Anggota DPRD. belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan. maka sambil menunggu ditetapkanya Peraturan Pemerintah dimaksud pada angka (1). Belanja kegiatan Sekretariat DPRD dalam rangka mendukung kelancaran tugas. belanja perjalanan dinas. Angka (1) Agar pemberian Tunjangan Purna Bhakti bagi Anggota DPRD Provinsi. serta untuk Belanja Modal dianggarkan pada Pos Sekretariat DPRD. e. belanja barang dan jasa. Belanja Perjalanan Dinas Pimpinan dan Anggota DPRD untuk pelaksanaan program dan kegiatan sesuai Rencana Kerja yang ditetapkan. maka keinginan Anggota DPRD tersebut telah ditampung dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. belanja barang dan jasa. Belanja untuk mendukung program dan kegiatan DPRD berdasarkan Rencana Kerja yang ditetapkan oleh Pimpinan DPRD yang dijabarkan ke dalam belanja pegawai/personalia. Kabupaten/Kota yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian.

Pimpinan dan Anggota DPRD) dalam proses penganggaran pos DPRD dan pelaksanaannya untuk Tahun Anggaran 2004 tidak mempedomani Surat Edaran Mendagri No.161/3211/SJ tentang Pedoman Kedudukan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD tanggal 29 Desember 2003.500.348. c. Hal tersebut mengakibatkan: a.161/3211/SJ tentang Pedoman Kedudukan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD tanggal 29 Desember 2003.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2002 tentang Pengurusan.00) tidak dapat diyakini kebenarannya. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. ayat (2) yang menyatakan bahwa SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. Hal ini terjadi karena Panitia Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran (dhi. d. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan.470.taat pada Ketentuan yang berlaku.000. b.350. efisien.432.832.00. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD: 1) Pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban belanja daerah untuk tujuan lain dari pada yang ditetapkan.00 (Rp1. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tatacara Penyusunan APBD.250.563. Realisasi belanja pada pos DPRD lebih saji sebesar Rp4. 2) Pasal 57 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah.850.480.009. . Ketidakhematan keuangan daerah sebesar Rp3. dan diantaranya adalah realisasi Belanja Tunjangan Kesejahteraan/Kesehatan dan Belanja Operasional sebesar Rp3. PP 105 Tahun 2000 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah pasal(4) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib. efektif.00+ Rp2.081.100.00 yang seharusnya dianggarkan dan direalisasikan pada Pos Sekretariat DPRD.599.

.262.448. b.000.00 Tidak Sesuai Dengan Ketentuan a.000. Panitia Anggaran legislatif dan eksekutif agar dalam proses penganggaran di masa yang akan datang mempedomani ketentuan yang berlaku. dan Kepmendagri No.024.448.480.Atas temuan ini DPRD menyatakan bahwa: a.599. Realisasi Belanja Pos Sekretariat DPRD Sebesar Rp16.350.22%.138.00 dengan realisasi selama tahun 2004 sebesar Rp2.760.00 atau 97. Sekretaris DPRD Kutai Timur agar mengadministrasikan bukti-bukti pendukung dan melengkapi pertanggungjawaban atas pengeluaran sebesar Rp3.000.00. Panitia Anggaran dalam menyusun DASK 2004 belum mengetahui adanya SE.000.024.875. PP 105.01.451.18. c. 24.00 Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Sebesar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah No. Pemegang Kas sejak bulan Januari 2004 telah mengelola keuangan berdasarkan DASK tahun Anggaran 2004.04. 29 tahun 2002). Belanja Kegiatan DPRD (rekening 2. 2.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.000. Untuk tahun anggaran 2005 dan selanjutnya akan mempedomani ketentuan dan peraturan yang berlaku (PP. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur agar menginstruksikan secara tertulis kepada: 1.451.00. Sampai saat ini Badan Kehormatan belum dibentuk dilingkungan DPRD Kabupaten Kutai Timur sehingga belum bisa memberikan bukti administrasi lain berupa Surat Keputusan Badan Kehormatan dan Pemegang Kas merealisasikan sesuai DASK 2004 dengan membayarkan tunjangan kepada semua anggota DPRD yang telah ditetapkan sesuai dengan Perda Kabupaten Kutai Timur.875. 5.1. Penganggaran tersebut diantaranya dialokasikan untuk Belanja Kegiatan DPRD sebesar Rp2.960.432.125. 161/3211/SJ dan hal ini baru diketahui pada bulan Juni 2004 setelah adanya pemeriksaan dari pihak Bawasprop Kaltim.00 Diantarannya Sebesar Rp3.522.03. 1 Tahun 2004 tanggal 2 April 2004 dan perubahannya yang telah ditetapkan menganggarkan belanja pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp17.1) Rp2.760.1.

000.00 X 3 orang X 8 bulan Rp2.00 79.00 100.000.875.00 X 1 orang X 8 bulan Rp3.000.000.00 X 22 orang X 4 bulan Jumlah 2 Jumlah 1dan 2 = Rp 40.00 = Rp 64.275.000.00 X 21 orang X 8 bulan Jumlah 1 September-Desember Ketua Wakil Ketua Anggota Rp10.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.00 2.00 830.000.000.000.000.00 atau (Rp2.000.000.00 Rp448.00 Rp992.000.600.00 Rp544.00 X 2 orang X 4bulan Rp5. Dalam hal peruntukkan belanja kegiatan DPRD yang digunakan untuk mendanai bantuan-bantuan kepada pihak ketiga juga sudah tidak relevan dengan peruntukan belanja kegiatan karena hal tersebut akan membuka peluang penggunaan keuangan daerah sebagai alat untuk kepentingan kelompok dan atau golongan.00 992.000.000. .00 X 1 orang X 4 bulan Rp8.00 Lebih lanjut pemeriksaan dilakukan pada bukti pendukung belanja kegiatan tersebut diketahui bahwa biaya penyusunan raperda diberikan kepada anggota DPRD setiap bulannya sebesar Rp2.000.000.00 Honor sidang yang diberikan setiap kali sidang adalah tidak relevan karena sudah merupakan tupoksi DPRD dan untuk melaksanakan tupoksi tersebut telah diberikan anggaran belanja penghasilan anggota DPRD.000.00 X 25 orang X 9 bulan) dimulai dari bulan April sampai dengan Desember seperti halnya penghasilan Anggota DPRD.000.000.000.00 sejumlah Rp450.000.000.000. 1 2 3 4 5 Uraian Biaya Penyusunan Raperda bagi Anggota DPRD Biaya Uang Reses Anggota DPRD Biaya Bantuan Transportasi Anggota DPRD Honor Sidang Anggota DPRD Belanja Bantuan sosial lainya Jumlah Jumlah 450.000.000.Hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengeluaran-pengeluaran yang dibebankan pada pos belanja kegiatan DPRD tersebut dapat diketahui bahwa peruntukan pos ini adalah sebagai berikut: No.00 = Rp440.000.000.00 = Rp 72.000. Biaya Transportasi anggota DPRD diberikan setiap bulan mulai bulan Januari sampai bulan Desember dengan rinciannya adalah sebagai berikut: Uraian Ketua Wakil Ketua Anggota Januari-Agustus Rp5.00 = Rp336.000.000.00 Jumlah = Rp 40.451.000.000.

000.62 sebesar Rp175. Penganggaran tersebut diantaranya dialokasikan untuk Belanja Pemeliharaan Rumah Tangga sebesar Rp236.01.024.448.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.262.1) sebesar Rp242.00.2. Biaya Mobilitas DPRD (Rekening 2.250.000.00 Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah No.760.000.12.000. Hasil pemeriksaan terhadap pertanggungjawaban atas pengeluaran belanja tersebut ternyata belanja pemeliharaan rumah tangga tersebut diberikan kepada Anggota DPRD dalam bentuk uang tunai seperti halnya penghasilan bagi anggota DPRD.01.04.00 atau 99.01.1.00 Hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengeluaran-pengeluaran yang dibebankan pada pos belanja biaya mobilitas anggota DPRD diketahui bahwa belanja tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai melalui SPMU-511/RS/2004 dan tercatat dalam BKU No.000.4.500.04.00 (Rp7.05% dari anggaran.000.01.4.000.00 Rp 67.448.06.00 Tidak Sesuai Ketentuan Dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah No.500.04.1.04.1.599. Sedangkan untuk biaya Tunjangan Pembantu Rumah Tangga diberikan sebesar Rp67. 1 2 Kode Rekening 2.00 atau 91.250.00 X 25 orang) untuk triwulan IV( Oktober sampai dengan Desember).04.960.4.500.1 2. c.2.000.b.00(Rp300. Belanja Pemeliharaan Rumah Tangga (rekening 2.00 dengan realisasi selama tahun 2004 sebesar Rp235.1.760.05.000.1 Uraian Biaya Mobilitas Anggota DPRD Tunjangan Pembantu rumah tangga Jumlah Jumlah Rp 175.000.250.04.000.00 atau 91. 18 TA 2004 tanggal 17 Desember 2004 menganggarkan belanja pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp17.599. yang . Belanja-belanja tersebut bersifat sebagai penambah penghasilan.1.01.06.05.500.000.262. Realisasi tersebut diantaranya dialokasikan untuk belanja-belanja sebagai berikut: No. 18 Tahun 2004 tanggal 17 Desember 2004 diketahui anggaran belanja pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp17.6%.01.04.00 X 25 orang X 9 bulan) dimulai pada bulan April sampai dengan Desember.05% dari anggaran.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.12.05.000.00 Rp 242.1) Dan Tunjangan Pembantu Rumah Tangga (Rekening 2.024.1) Sebesar Rp235.960.

00 = Rp 10.00 = Rp105.00 X 21 orang X 5 bulan September-Desember Rp1. Uang Paket.00 Rp235.000.00 X 1 orang X 5 bulan Rp1.00 X 2 orang X 4 bulan Rp1.000.250. 161/3211/SJ tentang Pedoman Kedudukan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD tanggal 29 Desember 2003.500. Tunjangan Jabatan.000.000. Tunjangan Keluarga.250. Huruf (B) tentang Tunjangan Kesejahteraan 1) Angka (2) Pimpinan DPRD disediakan masing-masing rumah jabatan beserta perlengkapanya dan satu unit kendaraan dinas serta kepada anggota DPRD dapat disediakan rumah dinas beserta perlengkapannya.000.diberikan setiap bulan dimulai dari bulan April sampai dengan Desember dengan rincian sebagai berikut: April-Agustus Ketua Wakil Ketua Anggota Ketua Wakil Ketua Anggota Rp1.750. melainkan hanyalah bukti kwitansi dan tanda terima uang (bukti intern) yang ditandatangani oleh penerima uang dalam hal ini anggota DPRD.000.000.000.250. 2) Angka (7) Bagi Pemerintah Daerah yang belum memiliki rumah jabatan Pimpinan dan anggota DPRD kepada yang bersangkutan dapat diberikan tunjangan perumahan berupa uang sewa rumah yang besarnya disesuaikan dengan standar harga yang berlaku didaerah setempat yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Tunjangan Alat Kelengkapan Dewan.00 X 3 orang X 5 bulan Rp1.000. dan Tunjangan Khusus.000. .000.00 X 1 orang X 4 bulan Rp1.00 = Rp 18. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.00 X 22 orang X 4 bulan JUMLAH = Rp 6.000.00 60&61 60&61 60&61 Jumlah = Rp 7.500. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a.000.000.000.00 Bukti BKU 42&43 42&43 42&43 Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Belanja biaya pemeliharaan rumah tangga tersebut ternyata tidak didukung dengan bukti yang cukup.000.500.000. Huruf (A) mengenai Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD terdiri dari Uang Representasi.000.000.00 = Rp 88.

b) Belanja Pakaian Dinas. dianggarkan dalam Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan pada Jenis Belanja Perjalanan Dinas. . Tunjangan Perumahan Pimpinan dan atau Anggota DPRD.Huruf (D) Untuk mendukung kelancaran tugas. dianggarkan dalam Kelompok Belanja Administrasi Umum pada Jenis Belanja Barang dan Jasa. Angka (4) Susunan Kode Rekening Objek dan Rincian Objek Belanja Pimpinan dan Anggota DPRD yang dianggarkan pada Pos Sekretariat DPRD sebagai berikut : a) Uang Duka. besarnya belanja kegiatan DPRD disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai target kinerja yang ditetapkan Pimpinan DPRD. Belanja Pemeliharaan Kesehatan dan Pengobatan serta Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Administrasi Umum pada Jenis Belanja Pegawai/Personalia. c) Belanja Pemeliharaan rumah jabatan Pimpinan dan rumah dinas Anggota DPRD beserta perlengkapannya dan kendaraan dinas Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan pada Jenis Belanja Pemeliharaan. dengan urutan sebagai berikut : a) Uang Representasi b) Uang Paket c) Tunjangan Jabatan d) Tunjangan Panitia e) Tunjangan Komisi f) Tunjangan Badan Kehormatan g) Tunjangan Khusus. fungsi dan wewenang DPRD sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja DPRD. Huruf (E) mengenai Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan 1). Angka (3) Susunan Kode Rekening Objek dan Rincian Objek Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD dianggarkan dalam Pos DPRD. d) Belanja Perjalanan Dinas Pimpinan dan Anggota DPRD untuk pelaksanaan program dan kegiatan sesuai Rencana Kerja yang ditetapkan.

dianggarkan pada Pos Sekretariat DPRD. 6) Angka (9) Pertanggungjawaban Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan. 3) Angka (6) Belanja untuk mendukung program dan kegiatan DPRD berdasarkan Rencana Kerja yang ditetapkan oleh Pimpinan DPRD yang dijabarkan ke dalam belanja pegawai/personalia. serta untuk Belanja Modal dianggarkan pada Pos Sekretariat DPRD. 4) Angka (7) Penyusunan. pelaksanaan dan penatausahaan penggunaan belanja Pimpinan dan Anggota DPRD dilakukan oleh Sekretariat DPRD selaku Pengguna Anggaran. fungsi dan kewenangan DPRD berupa belanja pegawai/personalia.taat pada Ketentuan yang berlaku. b. efektif. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2002 tentang Pengurusan.e) Pembangunan/Pengadaan rumah jabatan Pimpinan dan rumah dinas Anggota DPRD beserta perlengkapannya serta kendaraan dinas Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Modal. c. PP 105 Tahun 2000 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah pasal(4) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib. belanja perjalanan dinas. belanja barang dan jasa. 5) Angka (8) Anggaran Belanja DPRD dan Sekretariat DPRD merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). belanja barang dan jasa. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tatacara Penyusunan APBD Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Pengurusan Perhitungan APBD: . efisien. belanja pemeliharaan baik untuk kebutuban Belanja Administrasi Umum maupun Belanja Operasi dan Pemeliharaan. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan. 7) Angka (10) Sekretaris DPRD menyampaikan secara periodik laporan realisasi penggunaan Belanja DPRD dan Sekretariat DPRD kepada Kepala Daerah. 2) Angka (5) Belanja kegiatan Sekretariat DPRD dalam rangka mendukung kelancaran tugas. belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan.

Hal tersebut mengakibatkan: a. Panitia anggaran dalam menyusun DASK 2004 mengacu kepada DASK tahun sebelumnya.875.00 tidak dapat diyakini kebenarannya. Ketidakhematan keuangan daerah sebesar Rp2. Pengguna anggaran tidak melengkapi pertanggungjawabannya dengan bukti yang cukup. Kondisi di atas terjadi karena: a. Realisasi belanja tunjangan pemeliharaan rumah tangga sebesar Rp235. Sementara anggota Dewan masih baru dan belum memiliki kendaraan dinas dan rumah jabatan guna menunjang hal tersebut pihak pemegang kas telah Tahun Anggaran 2004 tidak mempedomani . b.00 (Rp2. ayat (2) yang menyatakan bahwa SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. b.000. Atas temuan di atas DPRD menyatakan bahwa: a.000. 2) Pasal 57 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah.1) Pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban belanja daerah untuk tujuan lain dari pada yang ditetapkan.694.000. Panitia Anggaran dalam menyusun DASK 2004 belum mengetahui adanya SE 161/3211/SJ dan hal ini dimaksudkan guna menunjang kegiatan anggota DPRD yang sangat padat dengan memberikan uang lelah/honor dan pihak pemegang kas telah membayarkan sesuai dengan DASK 2004 yang merupakan Perda Kabupaten Kutai Timur. berdasarkan kemampuan daerah dan mengadopsi DASK daerah lain sebab belum mengetahui adanya SE 161/3211/SJ dan baru mengetahui setelah bulan Juni 2004. Panitia Anggaran dan pengguna anggaran dalam proses penganggaran dan pelaksanaan anggaran pos DPRD ketentuan yang berlaku.00) b.00+ Rp242.375.000.250.451.500.

000.01.05% dari anggaran.000.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.00. Penganggaran tersebut diantaranya dialokasikan untuk Belanja Perjalanan Dinas Tetap sebesar Rp222.00 .262.024.000. Sekretaris Dewan akan segera menindaklanjuti dengan memproses standar/besaran bantuan sewa rumah melalui surat Keputusan Bupati Kutai Timur.125.250.000.500.448. 6. 1 Tahun 2004 tanggal 2 April 2004 dan perubahannya yang telah ditetapkan dengan Perda No.000. Untuk tahun Anggaran 2005 dan selanjutnya kami akan mempedomani ketentuan dan peraturan yang berlaku.000.599.000. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada: a.760. d.000.3.00 94. 1 2 3 4 Uraian Sekretaris DPRD @ Rp 1.00 X 4 orang X 12 bulan Kepala Sub Bagian @ Rp 1.00 X 3orang X 12 bulan J umlah Jumlah (Rp) 18.00 atau 93.00 dengan realisasi selama tahun 2004 sebesar Rp208.1.00 208. b.250.000.000.00 60.000. Hasil pemeriksaan terhadap pertanggungjawaban atas pengeluaran belanja tersebut ternyata belanja perjalanan dinas tetap tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai setiap bulan dengan rincian sebagai berikut: No. Sekretaris DPRD mengadministrasikan bukti-bukti pendukung dan melengkapi pertanggungjawaban atas pengeluaran sebesar Rp235.membayar secara periodik sejak bulan Januari 2004 sesuai dengan DASK 2004 yang merupakan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur.500.960.00 36.00 X 7 orang X 12 bulan Pemegang Kas @ Rp1.01.00 Pada Pos Sekretariat DPRD Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah No.000.500.000.04.03.1) Sebesar Rp208. Realisasi Belanja Perjalanan Dinas Tetap (rekening 2.000.000.000.500.18 Tahun 2004 tanggal 17 Desember 2004 menganggarkan belanja pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp17. c.92%.000.500.00 atau 91.00 X 1 orang X 12 bulan Kepala Bagian @ Rp1. Panitia Anggaran legislatif dan eksekutif agar dalam proses penganggaran di masa yang akan datang mempedomani ketentuan yang berlaku.000.

Kondisi tersebut diatas mengakibatkan realisasi belanja perjalanan dinas tetap sebesar Rp208. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tatacara Penyusunan APBD Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Pengurusan Perhitungan APBD: 1) Pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban belanja daerah untuk tujuan lain dari pada yang ditetapkan. Hal tersebut tidak sesuai dengan : a. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Sekretaris DPRD agar mengadministrasikan bukti-bukti pendukung dan meminta pertanggungjawaban dari penerima dana atas belanja tersebut.Selain itu bukti pendukung perjalanan dinas tetap tersebut ternyata tidak didukung dengan bukti yang cukup.00 tidak dapat diyakini kebenarannya.000. melainkan hanyalah bukti kwitansi dan tanda terima uang tunai (bukti intern). PP 105 Tahun 2000 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah pasal(4) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan.taat pada Ketentuan yang berlaku. efisien. 2) Pasal 57 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. Hal tersebut disebabkan pengguna anggaran dan pemegang kas sekretariat DPRD tidak melengkapi pertanggungjawabannya dengan bukti yang cukup Terhadap hal tersebut Sekretaris DPRD akan segera memerintahkan kepada pihak pengguna untuk segera melengkapi bukti tanda terima (kwitansi) dengan bukti administrasi lain berupa surat perintah tugas dan surat perjalanan dinas yang telah divisum. ayat (2) yang menyatakan bahwa SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. efektif. b.500. 29 Tahun 2002 tentang Pengurusan. .

104.526.731.760.349.024.349.138.077.00 – Rp869. Untuk jumlah realisasi tersebut telah diterbitkan SPMU sebesar Rp17.00 atau 91.738.104.05%. Dari selisih SPMU dikurangkan dengan SPJ yang disahkan tersebut dapat diketahui bahwa masih terdapat UUDP pada pemegang kas sekretariat DPRD sebesar Rp1.588.296.157.00 yang telah disetorkan ke kas daerah oleh pemegang kas sekretariat DPRD sedangkan sisanya sebesar Rp479.00).024.448.373.771.738.077.262.00 Dan Sisa UUDP Pada Pos DPRD Sebesar Rp2.00.502.612.296.731. namun demikian masih ada yang sampai dengan berakhirnya waktu pemeriksaan belum dilakukan pengembalian/penyetoran sebagian sisa UUDP yang ada di pemegang kas ke kas daerah.405. Dari jumlah anggaran tersebut telah diterbitkan SPMU sebesar Rp11.25%.024.526.00 Belum Disetor Ke Kas Daerah Dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah No.00) belum disetorkan ke kas daerah.00 dan bukti pertanggungjawaban yang telah disahkan diketahui sebesar Rp9. Dari selisih SPMU dikurangkan dengan SPJ yang disahkan tersebut dapat diketahui bahwa . Pemeriksaaan lebih lanjut terhadap bukti pertanggungjawaban diketahui bahwa pemegang kas sekretariat DPRD telah mempertanggungjawabkan transaksi-transaksi yang dilakukannya.464.00 atau: (Rp17. pengalihan tersebut karena ada pergantian personil pemegang kas di Sekretariat DPRD. Hasil konfirmasi kepada pemegang kas Sekretariat DPRD diketahui bahwa sisa UUDP tersebut telah dikelola/diserahkan kepada pemegang kas DPRD.771.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp9. Selain itu pada Pos DPRD dianggarkan belanja sebesar Rp11.7.448.157.150.502.448.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.599.262.077.464.00 diantaranya adalah sebesar Rp869.612.588.373.00. Dari jumlah UUDP sebesar Rp1.00 – Rp16. Sisa UUDP Tahun Anggaran 2004 Pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp479.00 dan bukti pertanggungjawaban yang telah disahkan sebesar Rp16.262. Namun demikian pemegang kas DPRD tidak menyetorkan sisa UUDP tersebut melainkan menggunakan langsung sisa UUDP tersebut untuk mendanai belanja tahun anggaran 2005.960.502.760.00 atau 81.760.699.00 atau: (Rp1. 18 Tahun 2004 tanggal 17 Desember 2004 menganggarkan belanja pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp17.349.405.

150.105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal (4) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib.masih terdapat UUDP pada pemegang kas DPRD sebesar Rp2. 29 Tahun 2002 tentang Pengurusan.00 atau: (Rp11. efisien.138. efektif. taat pada Ketentuan yang berlaku.699.00 – Rp9.588. Penyusunan dan Perhitungan APBD: 1) Pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban belanja daerah untuk tujuan lain dari pada yang ditetapkan. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan.104. Hal tersebut terjadi karena Pemegang Kas beserta atasan langsung pada Sekretariat DPRD dan DPRD tidak mempedomani ketentuan yang berlaku.00) Pemeriksaaan lebih lanjut terhadap bukti pertanggungjawaban diketahui bahwa pemegang kas DPRD sampai dengan berakhirnya waktu pemeriksaan belum melakukan pengembalian/penyetoran seluruh sisa UUDP yang ada di pemegang kas ke kas daerah. Pertanggungjawaban Keuangan Daerah serta Tatacara Pengawasan. . b.157. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.738. Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur tidak dapat mengoptimalisasi dana yang dimiliki bila terdapat kebutuhan yang lebih mendesak. Kondisi diatas mengakibatkan: a.296. Terbukanya peluang penyalahgunaan keuangan daerah b. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. ayat (2) yang menyatakan bahwa SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. Peraturan Pemerintah No. Hasil konfirmasi kepada pemegang kas DPRD diketahui bahwa sisa UUDP tersebut digunakan langsung untuk mendanai belanja tahun anggaran 2005. 2) Pasal 57 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah.405.

realisasi Belanja Aparatur pada Unit Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur adalah senilai Rp101.881.26 99.01.00 Dalam Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004.79 98.188.956.00 100. 8.369.00 4.00 7.163.157.000.320.000.364.851.150.850.68 102.000.01.00 + Rp2.456.00 4.00 90.00 23. terlihat bahwa jumlah keseluruhan realisasi tidak melampaui anggaran namun apabila dirinci per rekening terlihat adanya realisasi yang melampaui anggaran yaitu pada rekening 2.731.695.950.183.07 2 01 03 3 12 01 Dari uraian di atas. dengan uraian sebagai berikut: (dalam rupiah) Kode Rekening Uraian Belanja 1 Belanja Aparatur 2 01 03 1 2 01 03 1 2 01 03 1 2 01 03 1 2 01 03 1 2 01 03 4 1 2 3 4 4 1 Belanja Administrasi Umum 1 Belanja Pegawai/Personalia 1 Belanja Barang dan Jasa 1 Belanja Perjalanan Dinas 1 Belanja Pemeliharaan 1 Belanja Bantuan Keuangan 1 Belanja Modal Anggaran Realisasi % 99.696.710.865.1 Belanja .618.042.488.1.00 atau:(Rp479.260. Realisasi Rekening 2.01.750.700.00 11.348.280.000.000.987.00 3.00 51.000.4.00 11.00) ke Kas Daerah Kabupaten Kutai Timur.4.548.750.01.00.03.723.138.38 90.964.315.957.670.1.000.0 Biaya Operasional Senilai Rp18.481.710.464.Terhadap temuan tersebut sekretariat DPRD menyatakan akan segera menyetorkan sisa UUDP pada akhir bulan Juni 2005 menunggu triwulan I direalisasikan sebab sisa dana UUDP tersebut telah dikelolakan guna menunjang kegiatan tahun 2005 pada sekretariat dan Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur.79 91.62 99.13 99.315.00 100.44 7.000.495.851.850.246.000.710.188.229.00 Pada Sekretariat Daerah Melampaui Anggaran Senilai Rp297.684. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Sekretaris DPRD agar mengadministrasikan bukti-bukti pendukung dan segera menyetorkan sisa UUDP sejumlah Rp2.699.13% dari anggaran senilai Rp102.03.79 atau 99.957.00 101.146.630.750.495.747.000.000.00 4.827.00 23.1.00 51.

000.348.670.364.00 1.000.747.000.950.01. Pasal 10 ayat (2) yang menetapkan bahwa jumlah belanja yang dianggarkan dalam APBD merupakan batas tertinggi untuk setiap jenis belanja. Biaya pemelih.00 (3.1.000.610.01.00 (Rp23.986.00 18.00).4.00 3.1 Biaya Operasional disajikan lebih tinggi senilai Rp297.600.670.603.348.00 1. Biaya Reparasi dan Penggantian Suku Cadang c.670.01.710.564.1.554.574.00 tersebut di atas. Hal tersebut mengakibatkan realisasi rekening 2.00 d. Atas temuan tersebut Bagian Keuangan akan menelusuri lebih lanjut mengenai temuan ini serta menertibkan penggunaan belanja Operasional yang menurut kami perlu .1. ternyata terdapat rincian pada rekening 2.964.01.00) (7.00 (639.670. Biaya Operasional f.01.000.00 75.4.067.000.000.00 23.950. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib.00 50.00-Rp23.067.1 Biaya Operasional yang melampaui anggaran senilai Rp297.00– Rp18.710.00 3.00) 297.4.00).710.00) (187.000.390.950.871. Biaya Tamu Jumlah Hasil pengujian lebih lanjut atas rincian dari realisasi rekening 2.564.670.00 23.025. Alat Ktr & RT e.400.964.090.400.710. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam Peraturan Pemerintah No.246.986.03.01.183.348. Pembelian Bhn Bkr Pelumas 304.910.741. dengan rincian sebagai berikut: Uraian Anggaran Realisasi (dalam rupiah) Selisih Realisasi Dan Anggaran Belanja Pemeliharaan: a.396.183.00 304.000.183.00 (Rp18.000. Kondisi demikian terjadi karena Bagian Keuangan tidak mempedomani ketentuan yang berlaku dan tidak ditaatinya disiplin anggaran.246.00 0.000.03. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah: a.000.343.747.364. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. b.000.397.657.03.528.Pemeliharaan senilai Rp101.710.360.1 Belanja Pemeliharaan senilai Rp23. Biaya Pengujian Kendaraan b.01.00) 101.00 75.00. efisien.008.00 18. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan.000.00 49.

000.750.000. 23 Biaya Operasional Kepala Bagian 75.500. Pengeluaran ini akan dialokasikan dalam belanja pada Perubahan/Revisi APBD Kutai Timur Tahun 2005.00 Drs.d.000.00 s.000.000.747.03.4.00 atau 101.01.000. Rp75. 29/2002.00 Penerima 5 Drs.000.00 H. Pemberian biaya operasional tersebut dilakukan setiap triwulanan.000.01.1.747.A DP.800. Sur 13/5/04 Perbendaharaan Biaya Operasional Kasubag Anggaran 60. Hj Y 11/5/04 Keuangan 3.000.00 Diantaranya Senilai Rp577. 1 1.00 dengan rincian sebagai berikut: (dalam rupiah) No.00 Tidak Sesuai Ketentuan Berdasarkan Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004. SH Uraian 3 Biaya Operasional Sekretaris Kabupaten Jumlah 4 75.A.564. Jumlah dan atau nilai pemberiannya bervariasi antara Rp18. & Tgl No. 44 Biaya Operasional Kasubag 60.710.64% dari anggaran senilai Rp18. BKU 2 21 11/5/04 Kutai Timur 2.067.di redesain sesuai dengan ketentuan berlaku sesuai dengan PP No. H.000.710.364. MM .364.000.1 Biaya Operasional Pada Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Senilai Rp18.00. Realisasi Belanja Rekening 2.000.00 Ir. 22 11/5/04 4.000. 105/2000 dan Kepmendagri No. Hasil pengujian atas SPJ Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran 2004 diketahui adanya pemberian biaya operasional untuk para pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah yang tidak didukung dengan bukti maupun dasar hukum pemberiannya. MH.000. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Bagian Keuangan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur agar dalam pengelolaan APBD senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku.00.01. 9. realisasi Biaya Operasional pada Sekretariat Daerah adalah senilai Rp18. Jumlah pemberian biaya operasional kepada para pejabat pada bulan Mei dan Juni Tahun Anggaran 2004 adalah senilai Rp577.

925 400 1. 28 11/5/04 Biaya Operasional Staf Khusus TW I 18.d II/a telah diberikan tunjangan kesejahteraan PNS selain gaji pokok dan tunjangan yang resmi setiap bulan.000. IY 7.00 Ir. Kebutuhan Dan Pemeliharaan Serta Satuan Pokok Kegiatan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. FD 18/6/04 TW I 10.750.000. E 9.00 Drs.000. DY 6. 258 Biaya Operasional Kasubag Keuangan 60.188. H.5.675 500 2.750.00 Drs.000.45/HK/X/2003 tanggal 28 Oktober 2003 tentang Standarisasi Biaya Barang Dan Jasa. yang besaran nilainya sebagai berikut: (dalam ribuan rupiah) No. H. H.00 Ad. Harga.000.750.175 450 1. 399/02.000. IN 60. 274 18/6/04 12. 270 18/6/04 Biaya Operasional Staf Khusus TW I Biaya Operasional Asisten Administrasi 18.000.000.00 Berdasarkan SK Bupati Kutai Timur No. Uraian Tunjangan II/a Uang Representasi Tunjangan Jabatan Tunjangan Kegiatan Tunjangan Kesejahteraan *) Uang BBM Uang Telepon Jumlah 600 2. 275 18/6/04 11.00 Drs.500. 276 37. 2. 257 Biaya Operasional Asisten I untuk TW I 37.000. SE 18/6/04 Bagian Keuangan 13.00 Drs. 30 11/5/04 Biaya Operasional Staf Khusus TW I 18.050 200 750 150 525 100 425 600 450 550 475 II/b 500 350 450 375 III/a 450 300 400 325 Eselon III/b 400 250 350 275 IV/a 200 150 200 200 IV/b 150 100 150 150 V/a 100 75 100 100 V/b 75 50 100 100 . kepada para pejabat eselon IV/a s.500.000. 5.675 300 1.00 Drs. M.00 Suh 8.750. BI Biaya Operasional Asisten II untuk TW I Biaya Operasional Plh Kasubag Verifikasi 37. 4. 31 11/5/04 Biaya Operasional Staf Khusus TW I 18. 1.000. 6.500.00 Yun 18/6/04 Bagian Keuangan Jumlah 577. 3.500.000.

00. b. Honorarium Dan Biaya Operasional Bagi Aparat Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Kutai Timur yang tidak mengatur secara jelas atas besaran dan atau jumlah pemberian biaya operasional.00 per bulan. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam Peraturan Pemerintah No.000. didesain ulang Belanja Operasional ini dengan memperkuat dasar hukum. 102/02. 102/02. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengujian lebih lanjut menunjukkan bahwa pemberian biaya operasional kepada para pejabat tersebut didasarkan atas SK Bupati Kutai Timur No. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib. Panitia Anggaran dalam penyusunan anggaran tidak mempedomani ketentuan yang berlaku.Keterangan: *) Uang BBM Eselon II 5 liter/hari Eselon III 3 liter/hari Eselon IV 2 liter/hari Para bendaharawan diberikan tunjangan khusus senilai Rp120. Hal tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan daerah senilai Rp577.45/HK/IV/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Pemberian Tunjangan. angka nominal tunjangan yang jelas serta mewajibkan untuk membuat laporan tertulis mengenai penggunaan dana . Honorarium Dan Biaya Operasional Bagi Aparat Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Kutai Timur. Atas temuan tersebut Bagian keuangan menyatakan bahwa pemberian biaya operasional kepada beberapa pejabat di Lingkungan Sekretariat Daerah pada dasarnya untuk menunjang tugas pelayanan ke masyarakat yang tidak direncanakan dalam satu tahun/insidentil sifatnya. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. efisien. Hal tersebut terjadi karena: a. Pada Tahun Anggaran 2005 dan kedepan. Diberlakukannya SK Bupati Kutai Timur No.500.000.45/HK/IV/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Pemberian Tunjangan.188.188. Dalam SK Bupati tersebut tidak mengatur pemberian biaya operasional kepada perorangan maupun besarannya.

1. 29 Tahun 2002 BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur agar meninjau kembali SK Bupati Kutai Timur No.680.d September 2004) 1.608.01.belanja Operasional kepada Pejabat Penerima.00 Tidak Sesuai Ketentuan Dalam Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004.05.000.00 beserta bukti-bukti pendukungnya.750. Uraian Pemberian Insentif/Upah Pungut atas Realisasi Penerimaan Dana Perimbangan Minyak Bumi dan Gas Alam (Januari s. 105/2001 dan Kepmendagri No.01. 102/02.01.000.1 Uang Perangsang atas penerimaan pendapatan daerah senilai Rp3. sebagaimana ketentuan dalam PP.05.45/HK/IV/2004 dengan mengatur secara jelas mengenai besaran dan jumlah pemberian biaya operasional dan menginstruksikan kepada Panitia Anggaran supaya dalam penyusunan anggaran senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku.200.200.62 % dari anggaran senilai Rp10.000.00 Diantaranya Senilai Rp2.288.000.000.00 Jumlah 950. 10.2.00 . Berdasarkan pengujian atas realisasi rekening 2. 1.750.2.000.000. Pemberian Insentif/Upah Pungut atas Realisasi Penerimaan Dana Perimbangan Minyak Bumi dan Gas Alam (Juli s.00 atau 85.00.094.1 Uang Perangsang Atas Penerimaan Pendapatan Daerah Senilai Rp3.000.300.06.1.000.d Juni 2004) 2. dengan uraian sebagai berikut: (dalam Rupiah) No. Realisasi Rekening 2.01.94% dari relisasi merupakan pemberian uang perangsang atas realisasi penerimaan Dana Perimbangan (Penerimaan Negara) dari Sektor Minyak Bumi dan Gas Alam yang dialokasikan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.327. diketahui bahwa Belanja Satuan Kerja Dinas Pendapatan Daerah telah direalisasikan senilai Rp10.00 atau 99.000.000.000.000.188. diketahui bahwa diantaranya terdapat pengeluaran senilai Rp2.06.

409/02.936. yang antara lain diungkapkan adanya pembagian uang perangsang (selama dua tahun anggaran) dari realisasi penerimaan Dana Perimbangan dengan jumlah seluruhnya senilai Rp5. 267/S/XIV.188.000. Surat keputusan tersebut memuat persentase pemberian uang perangsang kepada para pimpinan dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur serta pimpinan DPRD. yang antara lain dijabarkan kembali dalam Surat Keputusan Bupati No.000.00 2. Masalah tersebut di atas pernah diungkapkan oleh BPK-RI dengan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI Perwakilan VI Banjarmasin No.5/10/2003 tanggal 31 Oktober 2003 atas Pelaksanaan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2002 dan 2003 (s.000.868.00 Pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa pemberian uang perangsang tersebut didasarkan pada Peraturan Daerah No. namun terlihat bahwa rekomendasi atau saran BPK-RI kepada Bupati Kutai Timur agar mengajukan perubahan Perda yang mengatur pembagian uang perangsang tersebut belum dilakukan.10 kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan para Anggota DPRD. Pemberian Insentif/Upah Pungut atas RealisasiPenerimaan Dana Perimbangan Minyak Bumi dan Gas Alam (Oktober-Desember 2004) Jumlah 500. 38 Tahun 2001 tanggal 17 September 2001 tentang Pemberian Uang Perangsang Atas Realisasi Penerimaan Daerah Kabupaten Kutai Timur dan Surat Keputusan Bupati Kutai Timur No. . 408/02.188.45/HK/XI/2003 tanggal 11 Nopember 2003 tentang Pemberian Upah Pungut Dan Atau Insentif/Uang Perangsang Atas Realisasi Penerimaan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur.000.d Agustus 2003).45/HK/XI/2003 tanggal 11 Nopember 2003 tentang Penetapan pembagian insentif/uang perangsang Atas Penerimaan Daerah Terhadap Minyak Bumi Dan Gas Alam Kabupaten Kutai Timur.088. sehingga masalah tersebut akan terus terulang.750.3. Lebih lanjut diketahui bahwa konsideran atau acuan peraturan perundangan sebagai dasar diterbitkannya Perda maupun surat keputusan Bupati tersebut tidak mengatur pemberian uang perangsang atas dana perimbangan yang merupakan penerimaan Negara yang dibagihasilkan kepada Daerah.

taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. efisien. antara lain menyatakan bahwa Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan data obyek pajak yang terutang sampai dengan kegiatan penagihan pajak kepada wajib pajak serta pengawasan penyetorannya. sektor kehutanan dan sektor perikanan yang dibagi hasilkan kepada Daerah. Peraturan Pemerintah No. c. d) Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari penerimaan APBN. kegiatan Kontrak Production Sharing (Kontrak Bagi Hasil) dan kontrak kerja sama selain Kontrak Production Sharing. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib. b) Penerimaan Negara minyak bumi dan gas alam adalah Penerimaan Negara dari sektor pertambangan minyak bumi dan gas alam yang berasal dari kegiatan Operasi Eksplorasi Produksi Pertamina Sendiri. antara lain menetapkan bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 14 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. c) Penerimaan Negara pertambangan umum adalah semua penerimaan yang berasal dari kegiatan pertambangan umum. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 35 Tahun 2002 tentang Pedoman Alokasi Biaya Pemungutan Pajak Daerah. menyatakan bahwa penyaluran dana bagian Daerah dari sumber daya alam dilakukan oleh Direktur Jenderal Lembaga Keuangan dan jumlah dana bagian Pemerintah Daerah disetorkan langsung ke Kas Daerah. 344/KMK. 2) Pasal 17.06/2001 tentang Penyaluran Dana Bagian Daerah Dari Sumber Daya Alam. . 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam: a. Royalty. antara lain menyatakan bahwa: 1) Pasal 1 a) Penerimaan Negara dari sumber daya alam adalah penerimaan Negara yang berasal dari sektor pertambangan umum. 104 Tahun 2000 tentang Dana Perimbangan. antara lain Iuran Tetap/Landrent/Deadrent. b.

menetapkan bahwa Dana bagian Daerah disalurkan ke Kas Daerah secara triwulanan.188. Ditjen Lembaga Keuangan. 4) Pasal 19. Juli. c. Sedangkan realisasi penerimaan Upah Pungut/Insentif/Uang Perangsang dilaksanakan karena Pemda menganggarkan kembali dan termuat dalam batang tubuh APBD Kutai Timur TA 2004 yang telah ditetapkan berdasarkan Perda No.45/HK/XI/2003 tanggal 11 Nopember dan Surat Keputusan Bupati Kutai Timur No. . yaitu pada bulan April.750. d. 408/02. Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur telah merevisi dan menyempurnakan keberadaan Perda No. Oktober dan bulan Desember. Pengalokasian Upah Pungut/Insentif/Uang Perangsang tidak mengurangi Realisasi Penerimaan Pajak/Retribusi Bagi Hasil Dana Perimbangan yang disetorkan ke Kas Daerah. Nopember 2003 bertentangan dengan ketentuan yang lebih tinggi.45/HK/XI/2003 tanggal 11 Atas temuan tersebut Dispenda menyatakan bahwa: a. 1 Tahun 2004 dan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Bupati. Hal tersebut terjadi karena Para Pimpinan di lingkungan Pemerintah Daerah tidak mempedomani ketentuan yang berlaku dengan masih tetap memberlakukan Peraturan Daerah No.188. 409/02.000.3) Pasal 18.00.000. 2 tahun 2004 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah b. dan Upah Pungut/Insentif/Uang Perangsang bukan dikategorikan biaya pemungutan sebagaimana diatur dalam Kepmendagri Nomor 35 Tahun 2002 tetapi suatu kebijakan daerah yang tertuang dalam Perda Nomor 2 Tahun 2004 yang merupakan produk hukum tertinggi di daerah untuk dilaksanakan di daerah dengan maksud dan tujuan sebagaimana tersebut di atas. Hal tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan Daerah senilai Rp2. 38 Tahun 2001 tanggal 17 September 2001 serta Surat Keputusan Bupati Kutai Timur No. Dalam rancangan perhitungan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2005 tidak lagi dianggarkan untuk Uang Perangsang dari Penerimaan Sektor Migas. menyatakan bahwa Pemerintah Daerah menyampaikan Nomor Rekening dan Nama Bank yang akan digunakan untuk menampung penyaluran dana bagian Daerah dari sumber daya alam kepada departemen Keuangan dhi. 38 Tahun 2001 tanggal 17 September 2001 berdasarkan Perda No.

608.00 117.820.989.808.477.00 178.752.01.344.45/HK/XI/2003 dan 408/02.00 2.189.047.211.306. 2.00 77.00 4.01 Pajak Bumi dan Bangunan adalah senilai Rp67.846.00 11.300.638.168.152. 10.344.266.235.912.188.00 14.05.287.2.100.00 65.693. Dari uraian di atas.000.913.00 486. 38 Tahun 2001 tanggal 17 September 2001 dan Surat Keputusan Bupati Kutai Timur No. diketahui bahwa jumlah penerimaan tersebut adalah sebagai berikut: No 1.00 5.698.134.917.05.02.640.00 330.656.709.524.242.439.454.00 28. 6.936.459. 11.092.683.00 63.100.00 atau 114.084. 8. Hal tersebut disebabkan adanya .740.846.830.00 296.027.801.578.298.254.848.987.331.2.170. realisasi penerimaan rekening 1.713.1.911.383.107.00 14.624.00 500.00 8.000.262. 7.00 288.640.694.234.00 202.742. 408/02.623.06.000.990.925.01. Berdasarkan hasil pengujian atas SPM PHP PBB yang diterbitkan Menteri Keuangan yang memerintahkan KPKN untuk memindahbukukan penerimaan PBB dan BP PBB (Biaya Pemungutan PBB) hak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 ke Kas Daerah.220.188.00 213.235.00 Pada Dinas Pendapatan Daerah Termasuk Rp841. 4.00.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp BP PBB 172.00 14.00 – Rp65.00 12.00 9.489.269.264.00 Bukan Penerimaan BP PBB Dan Diantaranya Rp769.503.911.00 344.140.809.279.00 1.00 27.00).01.264.819.00 281.00 13. menunjukkan adanya selisih antara SPM PHP PBB dan BP PBB dengan realisasi PBB dan BP PBB senilai Rp1.1 Biaya Pemungutan PBB Rp3.14% dari anggaran senilai Rp59.000.049.982.00 73.006.258.00 Direalisasikan Untuk Belanja Modal Senilai Senilai Senilai Dalam rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004. Realisasi Rekening 2.222.587.070.763.1.00 187.00 123.514.772.170.00 14.408.00 (Rp67.676.628. 11. 3.423.925.696.795.000.BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk meninjau kembali Perda No. BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp PBB 4.00 47.833.828.189.00 13. 5.00 1.599.45/HK/XI/2003 tanggal 11 Nopember 2003. 12.153.00 276.542.849.924.454.193.942.238.571.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp JUMLAH 5.00 981.

000.000.000.1 BP PBB telah direalisasikan senilai Rp3.penerimaan PBB Pemerintah Pusat yang dikembalikan kepada daerah atas terlampauinya penerimaan tersebut.00.000.100. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. Dari realisasi senilai Rp3.000. namun diberlakukan sebagai biaya pungut. ternyata direalisasikan juga untuk pengadaan barang keperluan kantor Dinas Pendapatan Daerah dan Kantor Pelayanan PBB senilai Rp769.000.01.000. 1.00 – Rp2. 2. dengan rincian sebagai berikut: No. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam Peraturan Pemerintah No. Komputer P IV 2.820.00 Rp 150.000. Rp 80.000.000.000.287.00) yang diantaranya dipergunakan untuk belanja modal sebesar Rp769.000.00 Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa Biaya Pemungutan PBB dalam Rancangan Perhitungan APBD direalisasikan lebih tinggi senilai Rp841.06. .100.000.000. Pemborosan keuangan daerah sebesar Rp841.00 tersebut.306.00 3.00 atau 100% dari anggaran.000.00 .05. 4. Pengujian lebih lanjut menunjukkan bahwa pengeluaran rekening 2.000.00 Rp 769. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.693.900.258. Printer Canon BJ 200 SP Penambahan Daya & Renovasi Instalasi Kantor KPPBB Jumlah Unit 1 unit 1 unit 1 unit 4 unit 4 unit 2 unit 4 unit 4 unit 1 unit Jumlah Rp 280.2. 5.00 43.02.00 30. Laptop/Notebook Toshiba P IV/Mcentrino 1.000.920.713.00 (Rp3.820.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 92.6 GHz b.000.000. & Tgl BKU 3.1.306.713. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib.4 GHz c.820.000.000. Hal tersebut mengakibatkan: a.000.00 1360 21/12/04 1354 1354 1357 21/12/04 21/12/04 21/12/04 1351 21/12/04 No.100.000.000. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Nama Barang/Uraian Pengadaan Kendaraan Roda Empat Merk Nissan Frontier Kendaraan Roda Empat Merk Toyota Kijang Innova Kendaraan Roda Empat Merk Toyota Kijang Pick Up Kendaraan Roda Dua Merk Honda Kharisma X 25 Kendaraan Roda Dua Merk Honda Win MCB Pengadaan Komputer : a. efisien.00 41. selain direalisasikan untuk membayar biaya pemungutan atas penerimaan PBB kepada para pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.000.00 49.00.

b. Realisasi rekening 2.01.05.2.1.06.02.1 Belanja BP PBB disajikan lebih tinggi senilai Rp769.820.000,00 dan realisasi rekening 2.01.05.1 Belanja modal disajikan lebih rendah senilai Rp769.820.000,00. Hal tersebut terjadi karena Kepala Dinas Pendapatan Daerah: a. Dalam merealisasikan BP PBB tidak didasarkan atas realisasi yang seharusnya namun hanya berdasarkan atas anggaran BP PBB. b. Tidak mempedomani ketentuan dalam pengelolaan keuangan daerah. Terhadap temuan tersebut Dispenda menyatakan bahwa Penerimaan dari Pemerintah Pusat Biaya Pemungutan PBB dalam rancangan perhitungan APBD senilai Rp3.100.000.000 yang telah dialokasikan pada anggaran Dinas Pendapatan Kabupaten Kutai Timur tersebut merupakan suatu perhitungan yang ditargetkan dari penerimaan yang terdiri dari: a. Biaya Pemungutan PBB Rp2.100.000.000,00 b. Insentif atas kinerja/kelebihan target realisasi PBB sektor pedesaan dan perkotaan sebesar Rp1.000.000.000,00 (berdasarkan hasil evaluasi penerimaan PBB dan BPHTB tahun 2003) Dalam realisasinya penerimaan terdiri dari: a. BP PBB sebesar Rp2.258.693.287,00 dan b. Insentif sebesar Rp1.540.549.515,00 (SKO Menteri Keuangan RI Nomor 0903/KM.3-44/SKOPr/2004) Dalam realisasi pengeluaran sebesar Rp3.100.000.000,00 untuk membayar biaya pemungutan sebesar Rp1.559.450.485,00 dan membayar insentif sebesar Rp1.540.549.515,00 Dana insentif tersebut telah direalisasikan untuk: a. Pengadaan sarana dan prasarana untuk pengelolaan PBB b. Pemberian insentif kepada para pegawai yang mengelola PBB (berdasarkan Surat Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Samarinda No. S.025/WPJ.14/KB.0304/2004 tanggal 5 Januari 2004. Hal evaluasi Penerimaan PBB dan BPHTB s/d Bulan Desember 2003) Untuk membayar kekurangan BP PBB tahun 2004 telah dianggarkan pada DASK Dinas Pendapatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2005.

BPK- RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Dinas Pendapatan Daerah agar senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku dan mencantumkan pengadaan barang yang dibeli dengan menggunakan rekening 2.01.05.2.5.1.06.02.1 Belanja BP PBB ke dalam Daftar Pengadaan Barang.

12. Realisasi Belanja Rekening 2.01.05.2.1.04.00 Biaya Operasional Dinas Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2004 Senilai Rp2.050.000.000,00 Diantaranya Senilai Rp875.000.000,00 Tidak Dilengkapi Bukti Yang Sah Dalam Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004, diketahui bahwa Belanja Satuan Kerja Dinas Pendapatan Daerah telah direalisasikan senilai Rp 10.288.608.094,00 atau 99,62 % dari anggaran senilai Rp10.327.680.000,00. Berdasarkan pengujian atas Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dinas Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2004 diketahui adanya biaya dalam rangka pengurusan penerimaan Dana Perimbangan baik pada Ditjen Lembaga Keuangan pada Departemen Keuangan maupun pada Departemen-Departemen yang terkait dengan pengeluaran Dana Perimbangan di Jakarta senilai Rp 875.000.000,00 atau 42,68.% dari anggaran senilai Rp2.050.000.000,00. Biaya pengurusan tersebut dibebankan pada Rekening 2.01.05.2.1.04.00 Biaya Operasional. Realisasi biaya operasional dalam rangka melakukan pengurusan dana perimbangan senilai Rp 875.000.000,00 ternyata tidak didukung dengan bukti yang sah namun hanya berupa bukti kas intern yang diterimakan oleh para pejabat di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah yang melakukan pengurusan dimaksud, yang secara rinci dimuat dalam tabel berikut:
No. No. & Tgl BKU 1 1. 2 9 15/6/04 2. 29 3 Biaya Operasional dalam rangka konfirmasi data hasil perhitungan dana perimbangan Migas di DJLK Depkeu di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka konsultasi teknis 70.000.000,00 Drs. JI 4 5 BULAN JUNI Uraian Jumlah (dalam rupiah) Penerima

15/6/04 3. 4. 52 15/6/04 131 16/6/04

tentang konfirmasi data hasil penjualan batubara TW I di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka rapat perhitungan realisasi lifting Migas di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka rapat perhitungan realisasi lifting Migas TW I di Jakarta Jumlah BULAN AGUSTUS 35.000.000,00 250.000.000,00 Drs. MEN 80.000.000,00 Drs. JI 65.000.000,00 Drs. JI

5.

481 13/8/04

Biaya Operasional dalam rangka rekonsiliasi pembagian royalty DHPB Tahun 2003 dan 2004 di Jakarta 50.000.000,00 50.000.000,00 50.000.000,00 Drs. JI Drs. JI Drs. JI Biaya Operasional dalam rangka perhitungan realisasi dana bagi hasil dari Migas TW I di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka rapat rekonsiliasi pembagian royalty DHPB 2004 di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka dana partisipasi pengurusan dan penyelesaian SDA Batubara (royalty) di Jakarta 20.000.000,00 50.000.000,00 60.000.000,00 280.000.000,00 MA SE MM Drs. MY Drs. JI Biaya Operasional dalam rangka konsultasi tentang penerimaan PBB TW III TA 2004 di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka rekonsiliasi penghitungan Migas TW II TA 2004 di Jakarta Jumlah BULAN DESEMBER

6. 7. 8.

484 13/8/04 534 23/8/04 537 23/8/04

9. 10.

541 25/8/04 546 31/8/04

11. 12. 13.

1160 8/12/04 1162 8/12/04 1162 8/12/04

Biaya Operasional dalam rangka Rapat Rekonsiliasi Pembagian Royalti DHPB di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka Rapat Rekonsiliasi Pembagian Royalti DHPB di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka Rapat Perhitungan Perkiraan Realisasi Dana Bagi Hasil SDA Migas TW III TA 2004 di Jakarta 50.000.000,00 Drs. SS Biaya Operasional dalam rangka koordinasi pencairan dana insentif PBB dan perencanaan target penerimaan TA 2005 di Jakarta 55.000.000,00 H, SH MM Biaya Operasional dalam rangka konsultasi dan IV dan V TA 2004 di DJLK Depkeu di Jakarta 65.000.000,00 Drs. HM. Y 50.000.000,00 Drs. SS 50.000.000,00 Drs. JI

14.

1168 8/12/04

15.

1217

15/12/04 koordinasi pencairan dana Bi. Pemungutan PBB TW

00 345.000. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pengurusan. JI 17.00 875. Peraturan Pemerintah No. Lebih lanjut diketahui bahwa biaya-biaya tersebut di atas ternyata telah dituangkan dalam Peraturan Daerah No. efisien. Pelaksanaan Tata . Selain itu. Pada dasarnya kepada para pejabat di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah telah diberikan biaya perjalanan dinas beserta akomodasi selama melakukan kegiatan tersebut. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. sedangkan untuk perjalanan dinas dan akomodasi selama melakukan rapat ditanggung oleh masing-masing undangan. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.000. dana perimbangan yang dialokasikan dan atau dibagihasilkan kepada daerah tergantung pengesahan APBN oleh DPR RI dikecualikan terhadap dana-dana yang dialokasikan untuk pembayaran gaji PNS. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam: a.00 25. b.000.00 H. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib. Pertanggungjawaban Dan Pengawasan Keuangan Daerah Serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah.000.000. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. ZS. yang antara lain menyatakan bahwa dalam rangka penyelesaian pengelolaan penerimaan pendapatan daerah ditetapkan biaya operasional yang pelaksanaannya ditetapkan berdasarkan keputusan Bupati Kutai Timur.000. SE Drs. 02 Tahun 2004 Pasal 15 ayat (4).000. Surat ketetapan Bupati dimaksud sampai dengan saat pemeriksaan berakhir tidak diperoleh.1 16.000. 2 1250 3 Biaya Operasional dalam rangka pencairan dana Jakarta 4 5 17/12/04 PSDH dan DAK-DR TW II Depkeu dan Dephut di 50. 1440 Biaya Operasional dalam rangka percepatan Jumlah Jumlah Total 20/12/04 pencairan dana royalty dan Migas di Depkeu Jakarta Pengurusan tersebut sebagian besar hanya didasarkan undangan rapat yang pada dasarnya tidak membebani biaya apapun kepada para pejabat daerah Propinsi/Kabupaten/Kota.

Usaha Keuangan Daerah Dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah, Pasal 57 ayat (1), yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah. Hal tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan Daerah senilai Rp 875.000.000,00. Hal tersebut terjadi karena para pejabat di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah tidak mempedomani ketentuan tentang pengelolaan keuangan daerah. Atas temuan tersebut Dispenda menyatakan bahwa Dispenda mengalokasikan biaya operasional dengan berpedoman kepada PERDA No. 02 Tahun 2004 yang dalam pelaksanaannya secara teknis diatur lebih lanjut dengan Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 3/02.188.45/HK/I/2004 tanggal 6 Januari 2004 dan Nomor 267/02.188.45/HK/VIII/2004 tanggal 12 Agustus 2004 yang mengatur peruntukan Biaya Operasional. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Dinas Pendapatan Daerah agar mengadministrasikan bukti-bukti pendukung dan meminta pertanggungjawaban dari penerima dana atas belanja tersebut.

Rp42.014.350.600,00 13. Dana Alokasi Khusus Reboisasi (DAK-DR) Sebesar Diantaranya Sebesar Rp22.436.479.200,00 Digunakan Tidak Sesuai Dengan Peruntukannya. Pemerintah Pusat sejak tahun 2001 telah menyalurkan Dana Alokasi KhususDana Reboisasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam rangka pelaksanaan reboisasi dan penghijauan pada kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Berdasarkan Buku Kas B.IX Saldo akhir DAK per 31 Desember 2003 adalah sebesar Rp42.014.350.600,00 yang terdiri dari:
a. b. DAK-DR 2002 DAK-DR 2003 Jumlah Rp Rp Rp 25.447.000.000,00 16.567.350.600,00 42.014.350.600,00

Pada Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tidak mendapatkan lagi alokasi dana dari pusat sehingga dalam membiayai proyek-proyek reboisasi dan penghijauan digunakan dana sisa tahun 2003 tersebut. Berdasarkan

rekening koran Tahun 2004, dari sisi penerimaan dapat diketahui bahwa selama tahun 2004 dana tersebut bertambah dengan adanya pajak, bunga, pemindahbukuan dari rekening Kas Daerah dan pemindahbukuan dari rekening Gaji dengan perincian sebagai berikut:
a. b. c. d. Pajak Bunga PB dari kasda PB dari gaji Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp 25.108.108,31 140.986.271,46 5.170.743.830,00 244.434.300,00 5.581.272.509,77

Pada sisi pengeluaran dalam rekening koran DAK dapat diketahui bahwa pajak dan bunga langsung dipindahbukukan ke rekening Kas Daerah. Berdasarkan dokumen SPMU yang diperoleh, dapat diketahui bahwa jumlah SPMU yang dicairkan dari rekening DAK selama tahun 2004 adalah sebesar Rp49.291.895.570,00 terdiri dari:
a b c d e f g h i SPMU Dinas Kehutanan SPMU Dinas P dan K SPMU Sekretariat Kabupaten SPMU Umum & Perlengkapan SPMU Sekretariat Dewan SPMU Pusdiklat Agribisnis SPMU Dinas PU SPMU Dinas Pertanian SPMU Dinas Kesehatan Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 26.855.416.370,00 9.490.000.000,00 6.365.869.200,00 1.302.500.000,00 2.530.526.000,00 1.075.000.000,00 386.172.500,00 1.251.946.500,00 34.465.000,00 49.291.895.570,00

Pemeriksaan

lebih

lanjut

diketahui

bahwa

dari

SPMU

sebesar

Rp49.291.895.570,00 diantaranya sebesar Rp26.855.416.370,00 digunakan oleh Dinas Kehutanan untuk membiayai proyek-proyek reboisasi dan penghijauan yang terdiri dari proyek luncuran tahun 2003 sebesar Rp26.325.489.950,00 dan sebesar Rp529.926.420,00 merupakan proyek murni tahun 2004 (rincian terlampir). Sedangkan sisanya yaitu sebesar Rp22.436.479.200,00
Tanggal 6 Jan 04 9 Jan 04 15 Jan 04 5 Jan 04 6 Jan 04 No. SPMU 474/RT/03 914/PT/03 393/PT/03 949/PS/03 971/PT/03

digunakan untuk membiayai kegiatan rutin dan pembangunan
Satker Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dispertan Dispertan Uraian Pengadaan sarana penunjang laboratorium Dinas Kesehatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Kekurangan SPMU Peningkatan Produksi Hortikultura Perencanaan Peningkatan produksi perikanan Jumlah 27.185.000,00 7.200.000,00 80.000,00 77.559.000,00 1.174.387.500,00

pada satker selain Dinas Kehutanan dengan perincian sebagai berikut:
Rp Rp Rp Rp Rp

5 Jan 04 5 Jan 04 6 Jan 04 7 Jan 04 6 Jan 04 8 Jan 04 9 Jan 04 14 Mei 04 14 Mei 04 10-Nop-04 5 Jan 04 5 Jan 04 5 Jan 04 5 Jan 04 13 Mei 04 JUMLAH

896/PT/03 880/PT/03 735/PT/03 838/PT/03 972/PS/03 538/RS/03 539/RT/03 17/RS/04 29/RS/04 1126/GJ/04 487/RT/03 536/RT/03 805/PT/03 973/PT/03 24/RS/04

DPU DPU DPU DPU Pusdiklat Agribisnis Setkab Setkab Setkab Setkab Setkab Setwan Setwan Umper Umper Dinas P dan K

Pembangunan Jalan Rantau Pulung -Muara Bengkal Perbaikan Perumahan dan pemukiman perkotaan Perbaikan Perumahan dan pemukiman perkotaan Pembangunan Kantor Dinas/Lembaga Pemkab Kutai Timur Pelatihan Agribisnis Penyediaan UUDP triwulan IV Honor PTT Setkab Kutai Timur Honor PTT Setkab Pembayaran Dana Bantuan Pedesaan Gaji Pembiayaan instalasi taman rumah jabatan ket DPRD dan kantor DPRD Pengadaan meubelair inv kantor DPRD Pengadaan sarana mobilitas dan kendaraan lainnya Pengadaan sarana mobilitas dan kendaraan lainnya Belanja Langsung Dinas P dan K

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

191.741.800,00 8.723.300,00 69.632.000,00 116.075.400,00 1.075.000.000,00 119.683.400,00 311.685.800,00 1.000.000.000,00 3.550.000.000,00 1.384.500.000,00 30.526.000,00 2.500.000.000,00 849.500.000,00 453.000.000,00 9.490.000.000,00 22.436.479.200,00

Penggunaan DAK untuk pembayaran kegiatan di atas dilakukan dengan mekanisme pemindahbukuan ke rekening gaji dan rekening Kas Daerah kemudian dikembalikan lagi ke rekening DAK. Dengan mekanisme demikian sangat memungkinkan bahwa dana DAK digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya, yang semestinya baru dapat dipindahkan dari rekening DAK ke rekening Kas Daerah pada saat akan digunakan untuk kegiatan proyek-proyek reboisasi dan penghijauan. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. Peraturan Pemerintah Nomor 105 tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 4 yang mengharuskan pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, efisien, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. b. Lampiran Surat Edaran Bersama antara Menteri Keuangan, Departemen Kehutanan, Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah serta Badan Perencanaan

untuk menanggulangi sementara alokasi belanja (talangan sementara). Atas temuan tersebut Bagian Keuangan menyatakan bahwa sebagian besar sumber dana alokasi Belanja Daerah berasal dari Dana Perimbangan. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Panitia Anggaraan dan Bagian Keuangan agar dalam penyusunan anggaran senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku dan di masa mendatang penggunaan Dana DAK-DR tidak diperuntukkan untuk kegiatan selain membiayai kegiatan-kegiatan fisik rehabilitasi hutan dan lahan kritis. Bagian Keuangan melalaikan kewajiban untuk mengelola keuangan DAK-DR sesuai ketentuan yang berlaku. SE-720/MENHUT-II/2001. Adanya kebijakan untuk memanfaatkan dana DAK-DR untuk membiayai kegiatan di luar peruntukan yang sebenarnya. b. Hal tersebut mengakibatkan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana awal karena digunakan untuk membiayai kegiatan rutin daerah. Pada tahun 2004 dan tahun-tahun sebelumnya penyaluran dana perimbangan sering terlambat sampai ke Kas Daerah.IV/05/2001 dan No. 2035/D.Pembangunan Nasional No. sedangkan disisi lain. Sehingga diambil suatu kebijakan untuk meminjam dana dari Rekening Kas DAK DR yang standby. Kondisi tersebut terjadi karena: a. tuntutan belanja baik yang bersifat belanja Aparatur maupun belanja Publik/Modal oleh masyarakat menunjukkan intensitas yang tinggi. . No. SE-59/A/2001.4/947/V/ Pengelolaan Dana Alokasi Khusus BANGDA perihal Pedoman Umum Reboisasi (DAK-DR) untuk Dana penyelenggaraan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Reboisasi dan Penghijauan) yang mengharuskan DAK-DR dialokasikan oleh Kepala Daerah untuk membiayai kegiatan-kegiatan fisik rehabilitasi hutan dan lahan kritis di dalam DAS prioritas sekaligus sebagai sarana pengembangan kapasitas dan kapabilitas masyarakat. SE-522. No.

513. Kelompok Belanja.340.000.513.513..513.53 dicatat pada akun Kelompok Belanja.513. Realisasi Pembiayaan Pengeluaran Pembayaran Pokok Pinjaman Yang Jatuh Tempo Sebesar Rp91.513.340.4% dari anggaran.53 tersebut terdiri dari: a.513.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp91.53 Dalam Rancangan Perhitungan APBD TA 2004 diketahui bahwa dalam Kelompok Pembiayan Jenis Pengeluaran Daerah.458.458.000.625. Jumlah bunga.458.9% dari realisasi.513. Obyek Pembayaran Pokok Pinjaman b. Jenis Belanja Administrasi Umum.458. Rp91.458.340.340.458. Obyek Pembayaran Pokok Pinjaman Yang Jatuh Tempo dianggarkan sebesar Rp92.53 atau 99.340.53 Diantaranya Termasuk Pembayaran Bunga Pinjaman Sebesar Rp36..53 Jumlah …………………………….458.340. Namun dalam APBD Kabupaten Kutai Timur TA 2004. Pembayaran pokok pinjaman pada BPD …………………….00 tidak dapat dikoreksi.… Rp55. Jumlah pinjaman yang jatuh tempo pada tahun berkenan dianggarkan pada Kelompok Pembiayaan. ayat (1). Pembayaran bunga dan denda pinjaman pada BPD …………… Rp36. atas realisasi tersebut tercatat dalam satu akun rekening Kelompok Pembiayan Jenis Pengeluaran Daerah.450.513. Jenis Belanja Administrasi Umum.458.00 b.458. Rincian Obyek Bunga dan Denda Pinjaman.14. Jenis Pengeluaran Daerah. Ayat (2).340.513.340. Obyek Bunga dan Denda.000. 29 Tahun 2002. tentang Pedoman Pengurusan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal 16. a. Keadaan tersebut tidak sesuai dengan Kepmendagri No. denda dan biaya administrasi pinjaman yang akan dibayar pada tahun berkenaan dianggarkan pada Bagian. tidak dibuka rekening dalam kelompok belanja untuk pembayaran bunga pinjaman sehingga atas pengeluaran sebesar Rp36.53 Gambaran atas komponen realissi tersebut.53 termasuk pembayaran bunga pinjaman sebesar Rp36. dan Rincian Obyek Bunga dan Denda Pinjaman. Obyek Pembayaran Pokok Pinjaman Yang Jatuh Tempo yang semestinya pembayaran bunga dan denda pinjaman sebesar Rp36.021. Dalam Rancangan Perhitungan APBD TA 2004.340. realisasi sebesar Rp91. menunjukkan bahwa realisasi pembayaran Pokok Pinjaman yang jatuh tempo sebesar Rp91.53 atau 39. Obyek Bunga dan Denda.458. .340.

05 77.500.300.884.200.090.500.458.950.900. dan Rincian Obyek Bunga dan Denda Pinjaman.502.042.308.883.458.308.00 560.513.376.194.191.00 20.340.710.051.340.000. 15. Obyek Bunga dan Denda.00 402.194.239.550. Kelompok Belanja.000.Keadaan tersebut mengakibatkan realisasi Pembiayaan Pengeluaran Pembayaran Pokok Pinjaman Yang Jatuh Tempo sebesar Rp91. Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004 Sebesar Rp311.85 .00 6.290.25 66.00 21. Jenis Belanja Administrasi Umum.428.18 311. Untuk Tahun 2005 dan seterusnya akan diperbaiki sesuai dengan Kepmendagri No. yang mengakibatkan lebih saji sebesar Rp36.898.317.53.333.00 13.078.599.40 92.00 59.042.69 8.00 183.50 12.29 Tidak Termasuk Di Dalamnya Belanja Luncuran Kegiatan TA 2003 Sebesar Rp102.036.723.500.177.370.796. Atas temuan tersebut Bagian Keuangan menyadari bahwa ada kesalahan penempatan dan perlakuan pos pengeluaran terutama pada Pembayaran Bunga dan denda pinjaman pada BPD Kaltim.366.119.462.513.53.00 Yang Disajikan Dalam Kelompok Pembiayaan Pengeluaran Daerah Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2004 pada Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur adalah sebagai berikut: (dalam rupiah) Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Jumlah Pendapatan BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administrasi Umum Belanja Operasi Pemeliharaan Belanja Modal Pelayanan Publik Belanja Administrasi Umum Belanja Operasi Pemeliharaan Anggaran Setelah Perubahan 560.769.94 67.500.052.420.394.815.500.572.630.058.45 78.601.68 563.340.909.36 96. Hal ini terjadi karena tidak dibukanya rekening dalam APBD TA 2004 untuk Bagian.69 271.58 104.513.970.970.500.000.699.860.00 Realisasi 588.00 % 105.500.368.00 539.41 105.00 68.805.74 86.000. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Panitia Anggaran dan Bagian Keuangan agar dalam penyusunan Anggaran di masa mendatang senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku.286.943.797.133.05 121.420.630.00 131.00 18.278.477.29 177.568.458.205.53 lebih saji sebesar Rp36.29 250.50 588.884.93 46.18 25.000.635.632. 29 tahun 2002.892.177.79 60.

apabila Belanja Luncuran Kegiatan Tahun Lalu (TA.328. pada kelompok Pembiayaan jenis Pengeluaran Daerah TA 2004 dapat digambarkan dalam tabel berikut ini: (dalam rupiah) Uraian Transfer Ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Bunga PinjamanYang Jatuh Tempo Pembayaran Utang Luncuran Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Berjalan Anggaran Setelah Perubahan 0.287.758.143.558.00 100.079.133.194. Penyajian seperti tersebut diatas berpengaruh terhadap surplus/(defisit) yaitu perbandingan antara pendapatan dan belanja daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA.Belanja Modal Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka SURPLUS/(DEFISIT) 86.100.000. 2004.726.50 91.032.00 158.050. Berdasarkan Perhitungan APBD Kabupaten Kutim TA 2004 terdapat surplus sebesar Rp277.00 277.50 92.50 Realisasi 0.12 4. Dari pengesahan SPJ di bagian verifikasi diketahui masih ada sisa UUDP dan contra pos terhadap belanja luncuran tersebut sebesar Rp187.625.884.775.00 (Rp102.513.143.100.00 dengan demikian belanja luncuran terkoreksi kurang sejumlah tersebut sehingga realisasi belanja luncuran menjadi sebesar Rp102.079.00 15.758. Berdasarkan penyajian belanja luncuran pada Rancangan Perhitungan APBD diketahui bahwa belanja luncuran kegiatan tahun lalu yang seharusnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan atau menjadi bagian dari total belanja tahun berjalan dianggarkan dan direalisasikan pada kelompok Pembiayaan jenis Pengeluaran Daerah.29 (Rp311.89 29.420.661.00 113. 2003) disajikan dalam Kelompok Belanja Daerah maka jumlah Belanja Daerah TA.914. Namun demikian.6 6 Pemeriksaan lebih lanjut terhadap pertanggungjawaban dan pengesahannya diketahui bahwa dari belanja luncuran sebesar Rp102.00 25.321.894.837.321.340.000.869.364.192.69 15.321.758.00 2.450.317.00 - Selain itu.458.551.798.394.329.834.21 % 0.294.021.837.00 99.29 + .931.381. 2004 menjadi Rp413.45 91.381.00 112.603.00 2.Rp187.545.53 102.89.338.545.296.611.775.545.00 .00 yang disajikan dalam Rancangan Perhitungan APBD TA 2004 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tidak sepenuhnya dipertanggungjawabkan.00).809.00 2.13 100.815.869.661.814.308.894.364.

Pada Tahun Anggaran 2005 dan seterusnya luncuran ini akan diperlakukan sesuai dengan .00) dan surplus pada Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menjadi Rp175. Hal ini tidak sesuai dengan Kepmendagri No. Hal tersebut terjadi karena Panitia Anggaran dalam penyusunan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menafsirkan bahwa Belanja Luncuran Kegiatan Tahun Lalu (TA 2003) adalah hutang yang belum dibayar sehingga disajikan dalam Kelompok Pembiayaan Jenis Pengeluaran Daerah. b. Kondisi tersebut mengakibatkan realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Ayat (4): Pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam struktur APBD meliputi transaksi keuangan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus.685. Ayat (2): Masing–masing bagian belanja sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dirinci menurut Kelompok Belanja yang meliputi Belanja Administrasi Umum. Pertanggungjawaban Keuangan Daerah serta Tata Cara Pengawasan.89.884.641. Belanja Operasi dan Pemeliharaan serta Belanja Modal. Pasal 6 Ayat (1): Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (3) terdiri dari bagian belanja Aparatur Daerah dan bagian belanja Pelayanan Publik. a.133. Penyusunan dan Perhitungan APBD.394. Atas temuan tersebut Bagian Keuangan menyatakan bahwa sejak awal penyusunan APBD Tahun 2004 yang memulai dengan sistem berbasis kinerja.984. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. 2004. Hal tersebut menunjukkan penyajian Realisasi Belanja Luncuran Kegiatan Tahun Lalu pada Kelompok Pembiayaan Jenis Pengeluaran Daerah menambah jumlah surplus dalam Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA. masih dicari pemecahan terhadap masalah perlakuan luncuran belanja publik/modal.Rp102. Pasal 2 Ayat (3): Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Struktur APBD meliputi semua pengeluaran yang merupakan kewajiban Daerah dalam satu Tahun Anggaran yang akan menjadi pengeluaran Kas Daerah.

290.526.567.214.351.00 27.194.000.arahan Tim BPK dan Kepmendagri No.492.194.351.000.950. Sekretariat DPRD b.00 .IX TA 2003 tercatat sebagai pengeluaran di TA 2003 yang sebenarnya sesuai dengan Rekening Bank baru dicairkan di TA 2004 (tanggal 2 s.000.492.00 45.00 2. 20 Januari 2004).492.447.00) 32.374.d.00 16.706. Sekretariat Kabupaten c.35 25. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Dalam Rancangan Perhitungan APBD TA 2004 Dalam Kelompok Pembiayaan Jenis Penerimaan Daerah sebesar Rp32.00 2.470.350. yang terdiri dari: Belanja Rutin a.947.00 (13.649.00 16.290.484. Bappeda d. dinyatakan bahwa Sisa Lebih Perhitungan APBD Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2003 adalah sebesar Rp45.374. yaitu Sisa Lebih Perhitungan Tahun Lalu hanya dinyatakan sebesar Rp32.350.00 sesuai dengan Buku Kas B.194.179.470.600.000.35 yang terdiri dari : Sisa Kas B IX Umum Sisa Kas B IX Gaji Sisa Kas B IX DAK 2002 Sisa Kas B IX DAK 2003 Sisa UUDP Jumlah 741.214.35 25.947.180.567.35 atau berkurang sebesar Rp13.35 Tidak Menggambarkan Sisa Lebih Yang Sebenarnya Berdasarkan Laporan Pertanggungjawaban Bupati Kutai Timur TA 2003.35 Nilai sisa lebih tersebut tidak sesuai dengan yang tercantum dalam rancangan Perhitungan APBD TA 2004.950.530.00 dengan rincian sebagai berikut: Sisa Kas B IX Umum Sisa Kas B IX Gaji Sisa Kas B IX DAK 2002 Sisa Kas B IX DAK 2003 Sisa UUDP Pengeluaran TA 2003 Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 741.600.180.00 575.180.200. 16.35 Pengeluaran TA 2003 sebesar Rp13.185. 29 Tahun 2002 dimana luncuran diperlakukan sebagai belanja daerah sesuai dengan kemajuan progress fisik belanja Publik/Modal.179.447.000.649.484.000.369. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Panitia Anggaran agar di masa mendatang dalam penyusunan APBD mempedomani ketentuan yang berlaku. Dinas Kesehatan Rp Rp Rp Rp 2.000.00 60.179.470.706.000.214.

946.073.00 1. Atas hal ini BPD Kaltim Cabang Sangatta belum melakukan rekonsiliasi antara saldo menurut bank dengan B.180. Pasal 6 ayat (4) : Pemegang Kas Daerah setiap bulan melakukan rekonsiliasi data antara saldo Buku Kas (B.000.000.374. Hal tersebut mengakibatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu yang tercatat dalam Perhitungan APBD TA 2004 kurang saji senilai Rp13. b. Bagian Umum dan Perlengkapan g. Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.35. BPK-RI melakukan koreksi tambah sebesar Rp13.891. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 1999 tentang Pelaksanaan Tugas Pemegang Kas Daerah Dalam Pengurusan Keuangan Daerah.492.00 1.492.179.IX) dengan Saldo rekening Kas Daerah pada Bank yang ditunjuk. Dinas Pertanian h.000.480.Belanja Pembangunan e.000. Hal tersebut disebabkan : a.872.000.075. Dinas Kesehatan j.706.00 atau Sisa Lebih Perhitungan APBD Tahun Lalu menjadi sebesar Rp45.000.00.179.492.649. Kekurangan Pembayaran SPMU 393/PT/2003 Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 6.00 Berdasarkan konfirmasi tim dengan BPD Kaltim cabang Sangatta. Pasal 88 ayat (1). Pusdiklat Agribisnis i.00 7.IX.500. Dinas Pekerjaan Umum f.180.00 80.179.00 1. Sehingga atas pengeluaran sebesar Rp13. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan.200. .492.180.179.00 13. Bendaharawan Umum Daerah menutup semua transaksi penerimaan kas dan transaksi pengeluaran kas setelah Tahun Anggaran berakhir. Adanya kebijakan dari Sekretaris Daerah Kutai Timur untuk membuka Kas Daerah TA 2003 sampai dengan tanggal 20 Januari 2004.00 tidak dicatat dalam Perhitungan APBD 2004.180. Atas hal ini. diketahui bahwa untuk mengantisipasi pengeluaran yang belum terbayarkan di TA 2003 maka Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur memberlakukan kebijakan untuk menutup kas daerah sampai dengan tanggal 20 Januari 2004 untuk pencairan dana-dana rutin dan pembangunan melalui surat tanggal 24 Januari 2004 Nomor 09/900/KEU/XII/2003 perihal penutupan kas daerah. b.IX dan Rekening Koran secara berkala. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.251. BPD selaku Pemegang Kas Daerah belum melakukan rekonsiliasi antara B.

IX) dengan Rekening Koran Bank di BPD Sangatta.696. 17. 0101300012) di TA 2004 sebesar Rp11.649.776.000.35.179. kebijakan untuk membuka Kas Daerah sampai dengan atau melebihi periode anggaran tidak akan dilakukan serta secara berkala melakukan rekonsiliasi Buku Kas Daerah (B.180.000. dan diterima oleh Kasubbag Perbendaharaan dan Bendaharawan Rutin Sekretariat Kabupaten Kutai Timur. Pengeluaran tersebut ternyata digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran dalam APBD TA 2004.000. Dengan demikian masih terdapat pengeluaran SPM Pengelolaan gaji sebesar Rp24.696.00 (Lihat lampiran 1).500. Bagian Keuangan akan memperbaiki Sisa Lebih dalam perhitungan anggaran APBD TA 2004 dalam Revisi Anggaran APBD 2005.00 untuk biaya pengelolaan gaji. 33 tahun 1999.776.706. Pencairan Dana Kas Daerah dari Rekening Gaji Pemda Dengan Menggunakan SPMU Gaji TA 2004 sebesar Rp24. Atas pengeluaran sebesar Rp36. sebagaimana ketentuan dalam Kepmendagri No.500. Pencairan SPM Pengelolaan Gaji ini ditandatangani oleh Kepala Bagian Keuangan.000. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Kepala Bagian Keuangan agar di masa mendatang dalam penyusunan Perhitungan APBD senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku. Berdasarkan informasi yang diberikan Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur.00 dengan total Sisa Lebih APBD Tahun Lalu menjadi sebesar Rp45. diantaranya untuk membayar panjar bagi Satuan Kerja yang ada di lingkungan Setkab rutin yang tidak dianggarkan .920. pengeluaran SPM Pengelolaan Gaji dilakukan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang bersifat mendesak namun tidak dianggarkan di TA 2004.00 telah terjadi pengembalian SPM Pengelolaan Gaji ke Rekening Kas Daerah (R/K No.374.Atas temuan tersebut.500. dengan melakukan koreksi tambah sebesar Rp13.00 Tidak Dianggarkan Dalam Tahun Anggaran 2004 Register SPMU Belanja Gaji dan Rekening Giro Gaji (R/K no.000. Untuk Tahun 2005 dan seterusnya.500. 0101300023) menunjukkan bahwa terjadi mutasi debet (pencairan dana) Kas Daerah dari Rekening Gaji Pemda dengan menggunakan SPMU Gaji TA 2004 sebanyak 64 SPMU sebesar Rp36.000. 22/2002 dan Kepmendagri No.00.492.

950.00 11.852.00 156.00 Gambaran atas pengeluaran dana Pengelolaan Gaji sebagaimana diungkapkan diatas sebesar Rp24.945.00 132.000. Peraturan Pemerintah No.00 20.00 92.500. k.000. l.000.500. f.000.000.00 1.000.00 10. i.600.250.000.00 587.919.392.776.000.303.000.00 2.280. yang akan dikembalikan apabila anggaran tahun 2005 telah disahkan.000. 2) Pasal 27 ayat (1) dan (2) menetapkan bahwa setiap pembebanan APBD harus didukung oleh bukti-bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih dan setiap orang yang diberi wewenang menandatangani dan atau mengesahkan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggungjawab atas kebenaran dan akibat dari penggunaan bukti tersebut. .00 277.Kutim. m.500.384.789.00 92.776. Umum & Perlengkapan Bupati Pembayaran kontrak kerja belanja langsung Humas Hukum Bantuan Sosial Sekretariat Daerah Tata Pemerintahan Badan Kepegawaian Daerah Dinas Lingkungan Hidup Badan Kesbang dan Linmas Dinas Perikanan Dinas Pendidikan DPRD Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 5. Hal tersebut tidak sesuai dengan : a. c.000.00 255.00 merupakan pengeluaran yang masih harus dipertanggungjawabkan/ diselesaikan dan merupakan salah satu komponen Sisa Lebih Perhitungan APBD TA 2004.071. b. n.736.170.450. j.000.412.029.000.776. Dari Daftar Hutang yang terakomodasi di dalam APBD TA 2005 diketahui bahwa jumlah yang dibayarkan kepada Satuan Kerja atas pencairan SPM Pengelolaan Gaji tersebut sebesar Rp24.000. Atas panjar tersebut ada yang tidak dapat dikembalikan pada Tahun Anggaran Berkenaan sehingga dinyatakan sebagai pengeluaran/ hutang yang terakomodasi di dalam APBD TA 2005. h. e.115.000. g.000.00 yang terdiri dari: a. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pada : 1) Pasal 10 ayat (3) menetapkan bahwa setiap pejabat dilarang melakukan tindakan yang berakibat pengeluaran atas beban APBD apabila tidak tersedia atau tidak cukup tersedia anggaran untuk membiayai pengeluaran tersebut.00 24.00 3. d.500.500.

Terhadap temuan tersebut Bagian Keuangan menyatakan bahwa penggunaan dana yang tidak dianggarkan ini terjadi karena lupa/alpa merencanakan dalam perubahan APBD Tahun 2004 serta tidak terkontrolnya pengeluaran-pengeluaran karena kebutuhan yang sangat mendesak dan banyaknya tuntutan masyarakat serta intensitas kerja yang tinggi di beberapa unit kerja Lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Kelemahan dalam perencanaan anggaran b. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD : 1) Pasal 1 huruf b. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Kepala Bagian Keuangan agar segera meminta Bendaharawan rutin mempertanggungjawabkan penyelesaian panjar dengan meningkatkan pengendalian dan pengawasan dalam pengelolaan keuangan daerah serta di masa mendatang setiap pengeluaran harus dianggarkan dalam APBD. b. . Hal tersebut terjadi karena : a. 2) Pasal 49 ayat (1). 29 Tahun 2002. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah Serta Tata Cara Penyusunan APBD. Pengeluaran kas yang mengakibatkan beban APBD tidak dapat dilakukan sebelum Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD disahkan dan ditempatkan dalam Lembaran Daerah. menetapkan bahwa APBD adalah suatu rencana keuangan tahunan daeah yang dibebankan berdasarkan Perda tentang APBD. Kepmendagri No. Membuka peluang timbulnya penyalahgunaan keuangan daerah.00 belum dapat dipertanggung jawabkan.000. tentang Pedoman Pengurusan. Kepala Daerah dan Sekretaris Kabupaten yang memperbolehkan adanya pengeluaran yang tidak dianggarkan c. Pengendalian dan pengawasan terhadap penyelesaian panjar dan pinjaman oleh Bagian Keuangan masih lemah.500.776. Oleh karena itu APBD merupakan dasar pelaksanaan keuangan dan setiap adanya pengeluaran harus dianggarkan dalam APBD. Adanya kebijakan dari Pimpinan dhi. Hal ini mengakibatkan : a. Pengeluaran panjar sebesar Rp24.b.

633.179.492.21 yang terdiri dari: . Gaji. Sedangkan Sisa UUDP TA 2004 tersebut tidak sesuai keadaan yang sebenarnya.00 Rp113.638.84 dengan rincian sebagai berikut: .941.230.500.944.947.459.Contra Pos & Sisa UUDP …………………………………….00 Dengan demikian Sisa Lebih Perhitungan APBD TA 2004 yang semestinya adalah sebesar Rp80.568.072. Pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa jumlah hutang yang terakomodasi di TA 2005 adalah sebesar Rp24.d 20 Januari 2004 dan belum tercatat dalam Perhitungan APBD TA 2003 maupun TA 2004 (Lihat Catatan Pemeriksaan Nomor 14).317.Sisa UUDP yang disetorkan pada tahun berkenaan .068.310.492.18.811.82 Rp552.00) Rp 5.226.293.608.SPJ Belanja TA 2004 ..84 Rp24.00 adalah pengeluaran yang menggunakan SPMU TA 2003 namun baru dicairkan pada tanggal 2 s. Rp 36. Sisa Lebih Perhitungan APBD Tahun Berjalan Yang Dinyatakan dalam Perhitungan APBD TA 2004 Sebesar Rp113.914.21 Sisa Kas terdiri dari Saldo Rekening Giro Kas Daerah. Hutang yang terakomodasi di TA 2005 merupakan pengeluaran yang terjadi di TA 2004 tapi tidak dianggarkan dan akan dianggarkan dalam APBD 2005.00 .Sisa Kas Per 31 Desember 2004 .00 (Lihat Catatan Pemeriksaan Nomor 16).765.84 .Sisa UUDP Rp559.. Pengeluaran TA 2003 sebesar Rp13.SPMU TA 2004 .000.000. DAK 2002 dan DAK 2003 per tanggal 31 Desember 2004.180.21 Tidak Mencerminkan Sisa Kas Yang Sebenarnya Rancangan APBD TA 2004 menunjukkan bahwa Sisa Lebih Perhitungan APBD TA 2004 adalah sebesar Rp113.317.729.471.776. Rp 39.811.Hutang yang terakomodasi di TA 2005 Rp36..179.558.180.Sisa Kas Per 31 Desember 2004 ……………………………….Pengeluaran TA 2003 …………………………………………. Rp 13.82 (Rp 1.459.558.776.500.286.583.317.914.224.00 .293. Rp 23.362.87 .492.914. Berdasarkan lembar pengesahan sisa UUDP yang dibuat oleh sub bagian verifikasi diketahui bahwa: .733.540.Hutang yang terakomodasi di TA 2005 ……………………….

180. Sub Bagian Pembukuan.558.317. 19.969. Daftar Hasil Pengadaan Barang Dan Daftar Pemeliharaan Barang Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 Minimal senilai Rp112. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah Pasal 57: a..00 Belum Dibuat Oleh Bagian Umum Dan Perlengkapan Pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan kegiatan pemeliharaan barang unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dilaksanakan oleh masingmasing unit kerja yang terkait.362.310.361.914. Atas temuan tersebut Bagian Keuangan akan memperbaiki Sisa Lebih dalam Perhitungan anggaran APBD Tahun 2004 dalam Revisi APBD Tahun 2005 dengan melakukan koreksi dari sebesar Rp113.84.014.21Rp80.195.362. Ayat (2). Hal ini berakibat Rekening Sisa Lebih Perhitungan APBD Tahun Berjalan lebih saji sebesar Rp32.37 (Rp113. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Kepala Bagian Keuangan agar di masa mendatang dalam penyusunan Perhitungan APBD senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku.50.471.944.944.334. Ayat (1).914.310.21 menjadi Rp80.84 Atas hal ini BPK-RI melakukan koreksi kurang atas Sisa Lebih Perhitungan Tahun Berjalan sebesar Rp33.84).994. Pengguna Anggaran wajib mempertanggunjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yng dilampiri dengan bukti-bukti yang sah b.179.558.492.230. Verifikasi dan Perbendaharaan belum sepenuhnya melakukan fungsi pengawasan terhadap Sisa UUDP pada para Pemegang Kas sebagaimana mestinya dan Pemegang Kas Satuan Kerja serta Atasan Langsungnya belum mempedomani ketentuan yang berlaku.007. SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. Setiap unit kerja.048.Pengeluaran TA 2003 . Hal ini disebabkan karena Bagian Keuangan dhi.317.00 Rp80.979.362. pada akhir tahun anggaran seharusnya .667.00 Rp 5. Hal ini tidak sesuai dengan Kepmendagri No.224.Sisa UUDP Rp13. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan.310.

Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. diketahui bahwa Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Daftar Pemeliharaan Barang belum dibuat oleh Bagian Umum dan Perlengkapan. 11 Tahun 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah Pasal 8 ayat (2) dan Pasal 17 ayat (2) yang menyatakan bahwa Kepala bagian Umum dan Perlengkapan bertanggungjawab membuat Daftar Hasil Pengadaan Barang Daerah yang merupakan kompilasi pengadaan barang dalam satu tahun anggaran dan menyusun Daftar Hasil Pengadaan Barang. melaporkan hasil pengadaan barangnya ke bagian umum dan perlengkapan. 2004.menyerahkan Laporan Hasil Pengadaan Barang dan Laporan Hasil Pemeliharaan Barang kepada Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah untuk digunakan sebagai bahan menyusun Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Daftar Hasil Pemeliharaan Barang. Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan kepada Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur pada tanggal 13 Juni 2005. 2004 Rancangan Perhitungan APBD TA 2004. Bagian Umum dan Perlengkapan Kabupaten Kutai Barat menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan kegiatan pemeliharaan barang dilaksanakan oleh masing-masing unit kerja kemudian dilaporkan ke Bagian Umum dan Perlengkapan untuk diinventarisasi dalam daftar hasil pengadaan barang dan tidak dapat dilampirkan dalam . Hal tersebut disebabkan belum semua dinas / satuan unit kerja yang mengadakan pembelian inventaris barang baik yang diperoleh dari belanja modal maupun dari belanja rutin. Kedua Daftar tersebut merupakan lampiran dalam Perhitungan APBD yang menjadi bagian dari Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA. Daftar Hasil Pengadaan Barang ini merupakan Lampiran APBD tahun anggaran yang bersangkutan. Terhadap hal tersebut. Kepmendagri no 29 Tahun 2002 pasal 93 ayat 3. Sehingga menghambat dalam penyusunan daftar pengadaan barang sebagai lampiran dalam pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah. b. Kepmendagri dan Otonomi Daerah No. Keadaan tersebut mengakibatkan Rekapitulasi Hasil Pengadaan Barang dan Rekapitulasi Hasil Pemeliharaan Barang TA. menyatakan bahwa lampiran Keputusan Kepala Daerah mengenai penjabaran perhitungan APBD dilengkapi dengan lampiran daftar aset yang diperoleh pada tahun berkenaan.

Khusus pengadaan barang dan daftar pemeliharaan barang daerah tahun 2004 belum disusun hal ini disebabkan karena Dinas/Badan/Kantor di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Kutai Timur belum menyampaikan Laporan kepada Bupati cq. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur agar menginstruksikan kepada para kepala unit kerja untuk membuat Laporan Hasil Pengadaan Barang dan Pemeliharaan Barang setiap tahun dan selanjutnya Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan membuat Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Pemeliharaan Barang sebagai Laporan Perhitungan APBD dengan mempedomani peraturan yang berlaku.daftar pemeliharaan barang daerah. . Bagian Umum dan Perlengkapan tentang kegiatan pengadaan barang tahun 2004.

944.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan .00 24.733.84 36.310.179. Penyetoran kembali sisa UUDP Tahun Anggaran yang lalu Dikurangi: Pengeluaran dari 2 Januari s.983.180.500. dalam perhitungan ini b.492.416.776.734.113. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 80.00 627.Sisa Kas per 31 Desember 2003 .944.310.473.00 80.84 PENCOCOKAN ANTARA SISA PERHITUNGAN DAN SISA KAS (SETELAH DIPERIKSA BPK-RI) SISA PERHITUNGAN ANGGARAN Sisa Perhitungan APBD Tahun Lalu sepanjang tidak termasuk a.362.080. Mengenai Tahun Dinas Perhitungan Dikurangi Pengembalian (berdasarkan SPMU) b.138.484.Dikurangi pengembalian pengeluaran/ Kontra Pos Sisa Kas pada Tanggal 31 Desember 2004 (Tahun Dinas Perhitungan) Rincian sisa Kas Daerah tersebut adalah sebagai berikut: . Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan c.84 Rp Rp Rp Rp 36.297.459.362.230.932.357.82 75.84 Sisa Kas per 31 Desember 2003 Ditambah karena: a.459.00 75.000.468.492.500.080.00) 551.756.063.293.179.351.00 13.180.811.042.31 624.35 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 581.362.168.592.310. Sisa UUDP TA 2004 yang belum diselesaikan b.224.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan a.66 553.82 (1.944.776.Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp JUMLAH 42.608.00 13.PERHITUNGAN KAS (SETELAH DIPERIKSA BPK-RI) URAIAN Sisa Kas pada tanggal 31 Desember 2003 (Tahun Anggaran Yang Lalu) Ditambah: Penerimaan dari 2 Januari s.226.293.138.84 5.471.84 80.000.890.Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan .66 2.521. Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA .873.950.224.473.84 24.811.942.

2.400.2 II.900.2.00 14.00 REALISASI 4 15.819.60 74.2 II.47 79.00 1.962.00 12.2.52 93.3 II.1.725.017.000.018.1 II.00 76.067.00 248.1.551.00 2.000.00 86.197.3 II.000.393.00 83.540.00 0.00 539.00 16.050.318.000.00 1.46 75.699.630.243.99 572.00 1.500.199.2 II.088.271.215.566.977.500.000.696.540.24 66.000.593.00 1.696.00 7.2.00 2.000.850.412.892.69 9.00 353.00 20.183.00 1.163.00 7.00 81.082.03 88.500.632.961.729.92 271.75 .568.00 2.1.420.000.2 I.181.296.1.2.3 II.850.691.349.151.1.82 145.00 2.2 II.909.000.376.1 I.768.00 1.000.000.00 560.950.28 100.00 13.999.746.2.511.100.4 II.00 4.078.1 II.00 65.810.00 88.402.769.2 I.4 I.33 248.2.1.447.527.500.433.911.000.97 20.00 2.000.969.000.2 II.000.433.300.1.448.107.00 225.67 86.62 68.68 1.2.528.196.855.000.500.2.00 3.3 I.79 87.00 11.519.00 3.1.79 231.100.4 II.051.00 115.79 177.00 11.00 402.1.684.058.800.167.169.844.630.502.801.2.00 2.443.452.4 II.800.095.610.842.2 I.555.172.00 1.600.2 II.2.000.2.08 111.543.906.350.00 20.2.00 12.31 % 5 75.LAPORAN PERHITUNGAN APBD YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR RINGKASAN PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2004 (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) URAIAN 1 I.000.45 106. II. I.60 95.00 15.2.00 287.327.2.609.00 158.022.088.12 97.462.2.000.020.265.000.1 II.993.883.000.000.2.1.91 97.1.2.00 15.2.000.2.620.74 87.00 63.950.260.286.500.00 25.565.500.037.661.938.307.090.263.291.00 13.72 127.12 100.050.000.911.1.000.479.1 I.00 6.476.00 254.825.832.290.2.517.000.093.20 39.051.853.90 100.1.54 91.633.1 II.1 II.536.855.739.846.004.374.971.3 II.00 68.381.00 588.616.723.3 BELANJA BELANJA APARATUR Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Jumlah Belanja SURPLUS/(DEFISIT) ANGGARAN 3 21.090.469.00 225.823.501.027.000.950.000.00 10.81 92.1 I.00 41.000.00 79.00 357.528.599.000.404.052.1.000.656.544.754.000.000.381.1.2.801.541.1 II.00 160.436.3 II.500.00 75.94 106.200.00 5.76 63.38 70.236.1.82 78.1.395.239.16 98.00 3.725.4 I.2.00 1.00 183.664.471.4 II.594.081.688.834.1.2.07 93.1.1 II.950.000.1.259.996.02 71.655.00 106.00 10.768.29 102.3 II.63 393.931.049.042.1.00 18.00 8.572.462.35 104.14 99.475.63 106.313.358.554.1.2 II.000.077.042.00 1.3 I.000.205.1.653.00 52.5 2 PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak Propinsi Bantuan Keuangan Jumlah Pendapatan II.00 2.650.000.

758.2.75 .032.3 III.53 99.1.832.2 III.287.362.1.931.206.394.374.694.143.00 51.26 III.1.84 3.088.551.566.374.481.87 131.4 2 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penjualan aset Daerah Yang Dipisahkan Jumlah Penerimaan Daerah Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Bunga Pinjaman Yg Jatuh Tempo Pembayaran Utang Luncuran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan Jumlah Pengeluaran Daerah SURPLUS/(DEFISIT) 3 4 5 51.5 2.798.143.00 90.45 102.513.809.694.424.50 92.940.374.837.2.00 112.649.884.206.296.2.1 III.837.894. III.2.35 89.1.50 209.96 (231.340.050.50 100.310.706.26 45.35 89.374.706.450.021.00) 2.1 III.00 2.944.00 91.96 80.2 III.649.795.52) 145.611.074.00 45.2.133.894.458.625.4 III.625.00 (158.89 276.3 III.1 III.2 III.1 III.

944.000. Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan c.84 Sisa Kas per 31 Desember 2003 Ditambah karena: a.310.224.362.310.362.84 80.230. Sisa Perhitungan APBD Tahun Lalu sepanjang tidak termasuk dalam perhitungan ini b.492.903.944.500. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 Rp Rp Rp Rp 80.179.310.00 80.362.84 36.776.498.00 Rp Rp 43.811.84 .459.00 13.293. Sisa UUDP TA 2004 yang belum diselesaikan b.00 24. Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA JUMLAH Rp Rp Rp 5.651.180.471.PENCOCOKAN ANTARA SISA PERHITUNGAN ANGGARAN DAN SISA KAS TAHUN ANGGARAN 2004 (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) SISA PERHITUNGAN ANGGARAN a.944.

484.080.416.179.138.942.042.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan a.468.080.180.35 Rp Rp Rp Rp 581.31 2.000.983.00 13.Dikurangi pengembalian pengeluaran/ Kontra Pos Sisa Kas pada Tanggal 31 Desember 2004 (Tahun Dinas Perhitungan) Rincian sisa Kas Daerah tersebut adalah sebagai berikut: .226.950.Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan .PERHITUNGAN KAS (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) URAIAN Sisa Kas pada tanggal 31 Desember 2003 (Tahun Anggaran Yang Lalu) Ditambah: Penerimaan dari 2 Januari s.00 75.756.500.733.82 75.00) 551.297.592.293.66 Dikurangi: Pengeluaran dari 2 Januari s.734.84 . Mengenai Tahun Dinas Perhitungan Dikurangi Pengembalian (berdasarkan SPMU) b.357.473.608.351.873.84 24.82 (1.Sisa Kas per 31 Desember 2003 .138.890.168.84 Rp Rp Rp Rp 36.00 627.224. Penyetoran kembali sisa UUDP Tahun Anggaran yang lalu Rp JUMLAH 42.811.776.473.063.Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp Rp Rp Rp 553.459.492.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan .

179.310.224.230. Sisa Perhitungan APBD Tahun Lalu sepanjang tidak termasuk dalam perhitungan ini b.362.362.00 80.944. Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA JUMLAH Rp Rp Rp 5. Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan c.00 Rp Rp 43. Sisa UUDP TA 2004 yang belum diselesaikan b.84 36.471.498.84 .651.PENCOCOKAN ANTARA SISA PERHITUNGAN ANGGARAN DAN SISA KAS TAHUN ANGGARAN 2004 (SETELAH DIPERIKSA BPK-RI) SISA PERHITUNGAN ANGGARAN a.180.00 13. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 Rp Rp Rp 0.310.459.310.362.00 80.776.84 80.811.944.492.903.293.500.00 24.84 Sisa Kas per 31 Desember 2003 Ditambah karena: a.000.944.

883.00 0.97 20.00 11.00 1.1 II.02 71.3 II.1.1.846.000.00 3.000.31 % 5 75.540.296.855.688.00 2.051.00 79.1.519.950.572.381.00 52.52 93.2.00 6.2 II.35 104.100.725.1 II.078.91 97. II.4 II.00 18.54 91.471.000.00 539.528.404.358.00 12.500.393.00 11.746.29 102.042.000.3 I.2.000.00 588.996.00 20.769.095.2 II.263.00 2.540.049.239.199.2 I.551.823.00 2.000.723.265.82 145.630.3 BELANJA BELANJA APARATUR Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Jumlah Belanja SURPLUS/(DEFISIT) ANGGARAN 3 21.999.291.327.2.1 I.447.00 106.D.2 II.616.1 I.4 II.3 II.2.2.271.00 1.46 75.183.961.593.022.000.5 2 PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak Propinsi Bantuan Keuangan Jumlah Pendapatan II.2.443.151.1.376.74 87.00 2.2.374.2.318.1.08 111.1.07 93.801.00 REALISASI 4 15.000.000.00 65.000.00 3.436.051.2.63 106.94 106.00 81.00 4.000.2.00 15.000.911.000.00 353.1.000.28 100.1 II.100.632.2 I.82 78.00 2.000.000.2 II.2.381.850.2.1 II.00 8.650.00 160.000.00 7.76 63.1.850.2.2.093.962.2.72 127.433.729.395.33 248.500.3 II.1.1.00 248.800.00 1.62 68.2.75 .1.725.906.00 254.00 86.307.448.68 1.00 10.2.243.599.502.661.050.004.79 231.313.566.042.000.500.00 3.476.00 20.1. I.1.00 1.00 16.14 99.00 13.2.67 86.2 II.090.018.565.1.1 II.00 1.000.1 II.633.2.067.000.286.4 I.12 100.00 1.058.215.000.1.00 7.00 158.541.350.500.300.900.000.3 I.088.500.527.475.696.081.500.543.971.00 1.528.469.60 95.020.1.000.000.090.536.259.000.00 68.452.555.768.664.844.38 70.00 1.088.977.00 115.2 II.2 I.433.479.000.511.00 183.568.000.931.24 66.000.2.027.79 87.1 II.000.4 I.832.00 41.69 9.911.00 402.200.000.63 393.00 225.3 II.00 357.290.196.45 106.1.594.739.600. LAPORAN KEUANGAN SETELAH DIPERIKSA BPK-R RINGKASAN PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2004 (SETELAH DIPERIKSA BPK-RI) URAIAN 1 I.517.181.1.500.3 II.810.462.000.050.754.017.000.2 II.082.768.402.60 74.00 75.950.99 572.4 II.00 10.699.842.163.2.834.000.00 2.00 287.630.20 39.554.00 560.969.909.00 88.656.420.462.169.3 II.00 14.853.500.90 100.79 177.00 63.610.000.2.1.037.800.950.00 225.00 15.00 1.00 76.052.107.1 I.000.1.16 98.412.349.2.172.167.892.819.1.00 25.684.544.1.000.950.47 79.691.801.197.696.1.00 12.205.855.653.03 88.00 13.655.00 5.993.92 271.260.12 97.077.609.81 92.00 83.000.938.00 2.2.400.236.825.501.4 II.620.

837.26 45.00 112.2.2.3 III.00 2.206.481.1 III.296.2 III.00 51.133.649.625.45 102.611.2.26 III.50 92.2.088.798.394.96 80.00 90.944.021.931.694.310.50 100.287.884.2 III.1.374.758.694.1 III.458.1 III.362.374.837. III.050.52) 145.206.340.35 89.96 (231.706.87 131.3 III.513.84 3.566.1 III.35 89.00 45.832.374.551.143.00 (158.074.00) 2.894.1.53 99.894.1.00 91.374.032.143.649.89 276.75 .424.625.706.795.2.809.50 209.1.450.5 2.2 III.940.4 2 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penjualan aset Daerah Yang Dipisahkan Jumlah Penerimaan Daerah Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Bunga Pinjaman Yg Jatuh Tempo Pembayaran Utang Luncuran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan Jumlah Pengeluaran Daerah JUMLAH PEMBIAYAAN 3 4 5 51.4 III.

35 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 581.950.063.Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp JUMLAH 42.983.138.Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan .500.733.00 75.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan a.484.521.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan .84 .Dikurangi pengembalian pengeluaran/ Kontra Pos Sisa Kas pada Tanggal 31 Desember 2004 (Tahun Dinas Perhitungan) Rincian sisa Kas Daerah tersebut adalah sebagai berikut: .890.042.351.357.66 2.179.168.138.492. Mengenai Tahun Dinas Perhitungan Dikurangi Pengembalian (berdasarkan SPMU) b.226.82 75.473.00 627.84 24.82 (1.00 13.180.592.416.00) 551.113.468.PERHITUNGAN KAS (SETELAH DIPERIKSA BPK-RI) URAIAN Sisa Kas pada tanggal 31 Desember 2003 (Tahun Anggaran Yang Lalu) Ditambah: Penerimaan dari 2 Januari s.873.31 624.Sisa Kas per 31 Desember 2003 .756.080.66 553.459.224.608.776.84 Rp Rp Rp Rp 36.942.932. Penyetoran kembali sisa UUDP Tahun Anggaran yang lalu Dikurangi: Pengeluaran dari 2 Januari s.811.080.734.293.297.473.000.

914.21 113.506.50 23.914.179.PENCOCOKAN ANTARA SISA PERHITUNGAN ANGGARAN DAN SISA KAS TAHUN ANGGARAN 2004 (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) URAIAN SISA PERHITUNGAN ANGGARAN a.947.21 36.072. Sisa Perhitungan APBD Tahun Lalu sepanjang tidak termasuk dalam perhitungan ini b.620. Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp Rp Rp 39.558. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 JUMLAH Rp Rp Rp Rp 113.37 113.914.317.558.558.633.21 7 .180. Sisa UUDP TA 2004 yang belum diselesaikan b.317.811.00 Rp Rp 76.492. Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan c.293.492.099.87 13.459.286.84 Sisa Kas per 31 Desember 2003 Ditambah karena: a.941.317.

400.00 86.024.2 I.1 I.LAPORAN PERHITUNGAN APBD YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR RINGKASAN PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2004 (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) URAIAN 1 I.2 II.11 100.500.00 25.630.2 I.000.2.2 II.000.000.1.653.00 76.00 20.869.300.3 II.500.1.000.1 II.00 225.610.151.058.846.892.4 II.500.99 563.581.500.000.00 106.3 II.00 6.699.527.00 12.00 2.2.476.267.705.00 9.43 94.318.540.599.2.729.368.00 3.05 2 ANGGARAN 3 REALISASI 4 % 5 .408.28 75.381.00 11.376.260.815.1 II.616.160.041.00 77.479.00 311.864.479.906.200.29 277.042.000.2 II.000.200.00 3.00 588.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 25.502.18 121.50 393.00 5.114.2.00 15.374.2 I.14 80.290.000.00 402.452.2.834.1.020.959.239.500.194.825.954.36 96.177.00 4.00 83.000.079.227.25 67.000.00 20.2.000.1.797.754.052.000.500.565.551.000.462.00 10.943.601.1.883.29 177.294.726.684.1 II.754.2.000.710.855.1.2.2.772.081.00 1.1.92 84.823.000.00 160.00 59.83 93.69 10.815.2.725.1 II.909.1.2 II.000.191.2 II.50 80.85 34.769.252.820.69 103.00 15.1.4 I.76 99.2.000.2.900.635.63 29.00 74.00 183.000.76 97.00 1.370.89 86.66 105.000.000.884.420.353.263.41 111.308.000.1.00 1.620.3 I.1 II.1 II.4 II.00 1.594.58 86.72 105.430.471.759.500.00 115.350.633.1.2 II.962.1 I.3 II.2.1.1.3 I.855.2.2.723.00 560.00 11.000.630.447.655.000.70 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 21.000.00 2.827.32 78.00 353.540.528.227.40 175.2.2.3 BELANJA BELANJA APARATUR Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Jumlah Belanja SURPLUS/(DEFISIT) Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 271.090.00 18.000.2.100.00 2.68 1.801.511.696.688.768.725.300.286.317.855.853.632.200.443.402.4 I.970.1.1.13 100.04 85.333.00 25.502.00 539.2.462.07 268.1.587.000.205.355.568.042.078.00 1.00 1.3 II.000.898.00 66.1.789.278.319.4 II.100.842.530.5 PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak Propinsi Bantuan Keuangan Jumlah Pendapatan II.000.3 II.950.2.00 13.572.3 II.50 106.150.00 2.00 8.00 1.381.999.00 6.1.561.170.00 158.93 67.000.550.000.879.1.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 250.94 96.500.13 81.50 12.155.00 11.090.095.00 243.428.838.850.000.000.2.00 13.700.000.1.00 12.87 104. I.000.051.725.931.20 92.536.705.850.77 64.764.00 7.00 43.000.00 3.2.050.00 1.000.600.477.088.296.1.79 45.4 II.000.22 100.00 14.00 287.2.775.00 2.83 82.00 2.1 II.469.447.013.996.2. II.500.433.74 72.00 1.500.977.42 85.00 41.93 39.00 68.1 I.993.1.393.900.950.160.2 II.1.00 225.342.420.000.844.

50 91.894.1 III.424. III.4 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah 2 3 4 5 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penjualan aset Daerah Yang Dipisahkan Jumlah Penerimaan Daerah Rp Rp Rp Rp Rp 51.032.206.20 (158.339.00 113.450.2 III.1 III.798.775.1.4 III.00 112.758.5 Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Bunga Pinjaman Yg Jatuh Tempo Pembayaran Utang Luncuran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan Jumlah Pengeluaran Daerah SURPLUS/(DEFISIT) Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2.24 (277.1.2.35 32.894.66 147.1 III.89) 100.374.2 III.3 III.50 209.470.35 62.374.2.53 102.758.00 99.91 62.00) Rp .079.21 309.50 92.3 III.143.914.321.809.021.694.2.545.296.558.338.931.00 Rp Rp Rp Rp Rp 32.317.837.206.1.990.1.694.214.625.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2.458.78 175.551.274.470.869.2.91 III.00 2.194.513.194.2.837.625.287.050.143.12 4.1 III.611.340.214.45 91.2 III.00 51.

421.68 577.84 23.947.157.71 6 .484.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan .459.553.941.710.421.258.71 Rp Rp Rp Rp 36.00) 506.245.264.811.35 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 548.492.32 74.293.289.780.355.492.PERHITUNGAN KAS (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) URAIAN Sisa Kas pada tanggal 31 Desember 2003 (Tahun Anggaran Yang Lalu) Ditambah: Penerimaan dari 2 Januari s.976.088.87 13.733.627.245.226.03 507.Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp JUMLAH 29.118.Sisa Kas per 31 Desember 2003 .03 2. Penyetoran kembali sisa UUDP Tahun Anggaran yang lalu Dikurangi: Pengeluaran dari 2 Januari s.276.608.633.179.00 74.00 580.867. Mengenai Tahun Dinas Perhitungan Dikurangi Pengembalian (berdasarkan SPMU) b.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan a.554.32 (1.950.272.351.Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan .503.180.Dikurangi pengembalian pengeluaran/ Kontra Pos Sisa Kas pada Tanggal 31 Desember 2004 (Tahun Dinas Perhitungan) Rincian sisa Kas Daerah tersebut adalah sebagai berikut: .781.272.

000.000.000.000.000.000.00 900.000.000.000.000.000.000.00 300.000.000.500.00 14/5/04 445 Rp 200.00 april 04/01/2004 329 Rp 2.000.00 27/05/04 455 Rp 300.000.00 27/04/2004 336 Rp 1.000.00 06/08/2004 617 Rp 200.000.000.000.000.000.000.000.00 16/7/04 732 Rp 100.000.000.500.00 28/9/04 923 Rp 650.000.000.00 februari 02/10/2004 147 Rp 2.00 06/02/2004 559 Rp 200.00 07/12/2004 730 Rp 500.000.000.00 200.000.000.000.000.000.00 909.000.000.000.000.000.000.000.00 juli 29/6/2004 623 Rp 175.000.000.000.000.000.000.000.00 14/4/2004 333 Rp 500.00 juni 06/01/2004 557 Rp 200.000.000.000.000.500.000.00 28/7/04 734 Rp 217.000.000.000.00 28/9/04 925 Rp 1.000.000.00 20.00 16/3/04 234 Rp 1.000.500.00 200.00 3 10/3/04 23/08/04 23/08/04 9/7/04 231 234 235 236 237 Rp Rp Rp Rp Rp 500.00 PENGEMBALIAN KE REK KASDA TGL MASUK SPM NO JUMLAH 30/06/04 30/06/04 61 147 Rp Rp 2.000.000.000.000.00 27/05/04 457 Rp 500.000.000.000.000.000.00 200.000.000.000.000.949.200.000.000.00 200.00 september 09/09/2004 916 Rp 166.00 1.000.000.00 90.00 agustus 20/7/04 733 Rp 200.000.500.500.00 19/4/2004 334 Rp 600.00 03/12/2004 232 Rp 1.00 17/05/04 449 Rp 100.000.00 1.00 600.00 25/05/04 453 Rp 200.000.00 14/7/2004 731 Rp 350.00 2.000.00 4 5 16/6/04 15/6/04 1/7/04 23/8/04 333 334 336 336 Rp Rp Rp Rp 500.000.00 29/6/2004 624 Rp 400.000.00 6 7 8 9 .000.00 mei 14/5/04 442 Rp 290.000.000.000.000.000.000.000.000.000.00 maret 03/09/2004 229 Rp 2.000.000.Lampiran 1 PENGELUARAN DAN PENGEMBALIAN SPM PENGELOLAAN GAJI NO 1 2 PENGELUARAN DARI REK GAJI TGL CAIR SPM NO JUMLAH Januari 19/01/04 61 Rp 2.051.000.000.00 30/6/04 30/6/04 30/6/04 30/6/04 30/6/04 30/6/04 30/6/04 30/6/04 449 453 455 457 458 557 559 617 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 100.000.00 200.000.000.000.000.00 03/10/2004 231 Rp 500.000.00 28/05/04 458 Rp 200.000.000.00 25/02/2004 151 Rp 1.000.000.00 29/3/04 237 Rp 1.00 16/3/04 235 Rp 900.000.000.000.00 23/3/04 236 Rp 1.000.000.00 500.

00 26/11/2004 1130 Rp 600.920.000.000.00 10/11/2004 1005 Rp 290.000.000.000.00 25/10/04 1012 Rp 390.00 11/10/2004 1126 Rp 1.000.000.000.00 26/11/2004 1129 Rp 610.00 11/05/2004 1124 Rp 250.00 JUMLAH Rp 36.00 10/11/2004 1006 Rp 150.000.00 .696.00 11 nopember 28/10/04 1015 Rp 220.000.000.000.000.384.00 12/07/2004 1210 Rp 700.000.000.000.000.000.000.00 25/10/04 1013 Rp 395.000.000.000.00 14/10/04 1010 Rp 190.000.00 12/06/2004 1209 Rp 600.000.000.000.000.000.000.000.00 28/10/04 1114 Rp 130.000.000.000.00 11/02/2004 1117 Rp 140.000.00 14/12/2004 1213 Rp 250.00 28/10/04 1101 Rp 601.000.776.00 SELISIH Rp 24.00 13/10/04 1008 Rp 70.000.000.00 10/07/2004 1004 Rp 90.00 JUMLAH Rp 11.000.00 11/01/2004 1116 Rp 97.000.00 18/10/04 1011 Rp 250.000.00 12/10/2004 1211 Rp 550.000.000.00 12 desember 30/11/2004 1132 Rp 300.000.000.000.000.00 11/03/2004 1123 Rp 970.000.000.000.00 11/11/2004 1127 Rp 100.000.000.500.000.00 13/10/04 1009 Rp 170.00 10/11/2004 1007 Rp 100.000.000.00 1003 Rp 500.000.00 11/10/2004 1125 Rp 750.500.000.000.000.00 12/03/2004 1208 Rp 800.000.NO PENGELUARAN DARI REK GAJI PENGEMBALIAN KE REK KASDA TGL CAIR SPM NO JUMLAH TGL MASUK SPM NO JUMLAH 10 oktober 30/9/2004 927 Rp 200.000.500.000.500.000.