BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Jalan A. Yani Km. 32,5 Telp. (0511) 784295 Fax. (0511) 784296 Banjarbaru – Kalimantan Selatan

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kepada: Para Pengguna Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004 Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 2 Undang-undang No. 5 Tahun 1973, dan Pasal 31 UU No. 17 tahun 2003, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPKRI) telah memeriksa Laporan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 yang telah disusun oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Laporan Perhitungan APBD tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Tanggung jawab BPK-RI terletak pada pernyataan pendapat atas Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 berdasarkan Pemeriksaan BPK-RI. Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD tersebut dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) yang ditetapkan oleh BPK-RI. Standar tersebut mengharuskan BPK-RI untuk merencanakan, mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 bertujuan untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam Peraturan Perundangan yang berlaku. Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 meliputi pengujian atas Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2004 (Laporan Perhitungan APBD TA 2004).

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, disampaikan catatan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004, yaitu :
1.

Realisasi Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan Senilai Rp105.578.204,00 Tidak Termasuk Penerimaan Jasa Pelayanan Kesehatan Dari Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta Senilai Rp730.361.089,00

2.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Daerah senilai Sebesar Rp 638.165.288,97

Rp 25.601.898.789,68

Termasuk Penerimaan Pemerintah Pusat Yang Terlanjur Disetorkan Ke Kas Daerah

3.

Bagian

Laba

Usaha

Daerah

Yang

Berasal

Dari

KPC

Sebesar

Rp11.700.000.000,00 Belum Dapat Diakui Sebagai Deviden Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Karena Belum Direalisasikannya Kepemilikan Sahamnya
4.

Realisasi Rekening 2.01.05.2.1.06.01.1 Uang Perangsang Atas Penerimaan Pendapatan Daerah Senilai Rp3.200.000.000,00 Diantaranya Senilai Rp2.750.000.000,00 Tidak Sesuai Ketentuan

5.

Realisasi Rekening 2.01.05.2.1.06.02.1 Biaya Pemungutan PBB Senilai Rp3.100.000.000,00 Rp841.306.713,00 Pada Bukan Dinas Pendapatan BP PBB Daerah Dan Termasuk Diantaranya Senilai Senilai Penerimaan

Rp769.820.000,00 Direalisasikan Untuk Belanja Modal
6.

Realisasi Belanja Rekening 2.01.05.2.1.04.00 Biaya Operasional Dinas Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2004 Senilai Rp2.050.000.000,00 Diantaranya Senilai Rp875.000.000,00 Tidak Dilengkapi Bukti Yang Sah

7.

Realisasi Pembiayaan Pengeluaran Pembayaran Pokok Pinjaman Yang Jatuh Tempo Sebesar Rp91.513.340.458,53 Diantaranya Termasuk Pembayaran Bunga Pinjaman Sebesar Rp36.513.340.458,53

8.

Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004 Sebesar Rp311.194.308.420,29 Tidak Termasuk Di Dalamnya Belanja Luncuran Kegiatan TA 2003 Sebesar Rp102.133.884.394,00 Yang Disajikan Dalam Kelompok Pembiayaan Pengeluaran Daerah

9.

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Dalam Rancangan Perhitungan APBD TA 2004 Dalam Kelompok Pembiayaan Jenis Penerimaan Daerah sebesar Rp32.214.470.194,35 Tidak Menggambarkan Sisa Lebih Yang Sebenarnya

10.

Sisa Lebih Perhitungan APBD Tahun Berjalan Yang Dinyatakan dalam Perhitungan APBD TA 2004 Sebesar Rp113.317.558.914,21 Tidak Mencerminkan Sisa Kas Yang Sebenarnya Berdasarkan Pemeriksaan terhadap Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Kutai

Timur Tahun Anggaran 2004, BPK-RI berpendapat bahwa Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004, tidak disajikan secara wajar untuk semua hal yang material sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan di dalam berbagai peraturan perundangan yang berlaku. Di dalam hasil pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004, BPK-RI menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Kutai Timur dalam upaya penyempurnaan Laporan Keuangan Daerah sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Keuangan Daerah.

Banjarbaru, 23 Juni 2005 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan VI Banjarmasin Ketua Tim

Karina Megawati, SE, Ak No. Register: D-27.053

Rancangan Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004. C. TUJUAN PEMERIKSAAN Untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebagai pertanggungjawaban atas realisasi APBD Tahun Anggaran 2004 telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang ditetapkan dalam berbagai peraturan perundangan mengenai Pengelolaan Keuangan Daerah. 5. maka pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004. Pasal 31 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. meliputi: 1. 1. Pasal 25 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah.II) Tahun Anggaran 2004. DASAR HUKUM PEMERIKSAAN Pasal 23E Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Tahun 1945. 4. . LINGKUP PEMERIKSAAN Untuk mencapai tujuan audit tersebut. Pasal 56 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2. 6. 3. Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.BAB I GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN A. 2. Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Perhitungan Kas dan Pencocokan antara Sisa Perhitungan Anggaran dan Sisa Kas (naskah C. B.

194.500.420.775.308.943.710.D.00 15.470. 3 C 1.000.898.89 % 100.931.625.18 250.00 (158.789.00 560.194.479.89) 175.36 39. Perhitungan Kas dan pencocokan antara sisa perhitungan APBD dan sisa kas berupa naskah C II dan penyusunan Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Pemeliharaan Barang yang meliputi semua transaksi yang material dalam satu tahun anggaran yang diperiksa dan pengujian terinci atas saldo-saldo akun yang material dalam laporan tersebut.00 311.568.058.420.079.29 277.35 62.000.551.206.990.318.931.214.00 51.079.898. .000.479.758.502.500.339.000.869.278.632.00 B 1.381.00 E.601.00 100.68 563.89) 100.00 15.00 100.68 563.00 15.78 (277.789. Panduan Manajemen Pemeriksaan (PMP). 2.572.177.079.58 104.214. STANDAR PEMERIKSAAN Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) yang diterbitkan oleh BPK-RI Tahun 1995.263. CAKUPAN PEMERIKSAAN Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 meliputi pengujian substantif atas transaksi yang dibukukan dan disajikan dalam perhitungan APBD.500. dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang diterbitkan oleh IAI.274.050.630.00 (277.89 % 121.00 100.00 209.943.00 539.100.000.194.29 45.078.775.18 250.000.502.24 100.950.477.775. 32.339.775.00 402.91 309.20 32.00 100.705. Cakupan pemeriksaan atau Audit Coverage Ratio (ACR) yang merupakan perbandingan antara jumlah realisasi anggaran/saldo akun yang diaudit dan jumlah realisasi anggaran/saldo akun (sebelum koreksi) Tahun Anggaran 2004 dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 1 Cakupan Audit atas Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004 No A 1.970. 2.40 175.00 158.278.100.20 Nilai Yang Diaudit 25.869.551.655. Uraian Pendapatan Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Jumlah Pendapatan Belanja Belanja Aparatur Belanja Pelayanan Publik Belanja Bagi Hasil dan Bant Jumlah Belanja Surplus/(Defisit) Pembiayaan Peneriman Daerah Pengeluaran Daerah Surplus/(Defisit) Anggaran 21.308.869.374.368.381.333.00 309.29 45.00) Realisasi 25.00 100.00 100.705.32 100.710.333.274.694.079.381.05 92.470.50 588.29 277.00 115.00 77. 2.177.24 147.500.368.970.205.042.35 100.50 588. 3.41 105.194.100.00 311.869.00 271.990.477.050.000.601.424.00 100.

2.635.1 II.00 Rp Rp Rp Rp Rp 25.69 103.090.705.227.462.688.00 1.00 Rp 250.2 I.00 74.72 105.754.469.479.1.993.850.000.1.540.50 Rp 393.87 104.00 11.368.160.000.29 Rp 177.151.00 12.1.00 Rp Rp Rp 20.000.00 160.000.353.1.000.177.00 11.000.058.801. LAPORAN KEUANGAN YANG DIPERIKSA BPK-RI RINGKASAN PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2004 (YANG DIPERIKSA BPK-RI) URAIAN 1 I.500.07 268.827.500.1.000.43 94.1.00 Rp 560.000.4 BELANJA BELANJA APARATUR Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Rp 271.3 I.000.42 85.754.000.500.00 11.632.599.855.850.00 Rp 183.042.842. II.815.500.3 II. namun belum secara maksimal karena masih menggunakan metode pembukuan yang berbasis kas (cash basis) dan sistem pembukuan tunggal (single entry).1.2.000.710.00 Rp 563.00 1.000.000.2 II.00 Rp 588.764.943.962.572.950.1 I.789.561.000.114.825.725.F.725.66 105.41 111.50 92.630.500.69 10.000.000.05 2 ANGGARAN 3 REALISASI 4 % 5 Rp 539.000.000.900.1.99 121.374.041.4 I.239.68 1.000.296.000.1.000.864.00 41.527.191.447.4 I.954. BATASAN DAN KENDALA PEMERIKSAAN Dalam rangka pelaksanaan salah satu tugas konstitusionalnya yaitu pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD.00 1.1 I.970.00 76.502.2 I.2.081.58 86.500.36 96.420.11 100.500.5 PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak Propinsi Bantuan Keuangan Jumlah Pendapatan II.447.999.50 Rp 106. I.601.500.76 97.476.000.1.205.00 Rp Rp Rp 25.000.024.1.408.2.00 13.00 Rp 353.83 93.1.898.000.278.1 I.3 I.088.00 43.2 I.333.2.18 .93 Rp Rp Rp Rp Rp 21.00 Rp Rp Rp Rp 83.94 96. BPK-RI masih menghadapi kendala bahwa Pemerintah Daerah dalam menyusun Laporan Perhitungan APBD telah menggunakan anggaran kinerja.620.1 II.536.996.400.696.1.267.00 12.50 Rp Rp Rp Rp 80.00 10.00 Rp 106.00 4.1 II.402.

00) .5 Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Bunga Tempo Pinjaman Yg Jatuh Rp 92.729.1 II.959.00 86.4 II.900.2.428.655.1.339.2.846.119.079.3 III.00 68.855.4 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penjualan aset Daerah Yang Dipisahkan Jumlah Penerimaan Daerah Rp Rp Rp Rp Rp 51.206.000.1.2.000.00 Rp 91.909.050.290.00 3.340.2.4 III.13 100.1.12 4.1.844.194.443.892.502.883.2 II.2.63 29.051.00 9.266.078.906.550.200.977.2.143.500.568.462.00 25.020.317.355.837.768.1 III.769.000.00 Rp 402.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 4 12.45 91.370.3 II.200.610.22 100.723.374.3 II.775.89) Rp Rp 2.393.194.1.551.726.815.600.00 1.2.00 Pembayaran Utang Luncuran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan Jumlah Pengeluaran Daerah SURPLUS/ (DEFISIT) Rp 209.2.50 Rp Rp 2.53 99.758.00 2.809.452.155.470.700.200.694.1 II.3 II.2.00 1.2.214.260.00 3.545.2.40 175.2.381.470.00 77.300.00 2.430.000.021.00 287.00 13.2 II.00 1.29 Rp 277.00 2.914.150.823.20 Rp 112.420.838.296.76 99.820.4 II.884.77 64.758.1 III.558.32 78.194.14 80.160.00 5 67.2.479.00 5.00 Rp (158.00 66.252.1.69 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 8.1 II.894.00 59.1.93 39.287.206.725.381.3 II.308.74 72.616.705.00 243.528.477.630.1.13 81.70 86.699.00 1.000.00 1.855.797.21 Rp 309.759.869.2 III.2 II.931.694.3 II.1.471.35 62.500.931.2.052.000.00 2.633.342.00 3.1 II.090.321.78 175.286.24 Rp (277.89 III.00 15.000.100.2.000.300.3 2 Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Jumlah Belanja SURPLUS/(DEFISIT) Rp Rp Rp Rp Rp Rp 3 18.458.587.00 6.990.317.2.798.581.1.00 2.1.2. III.1.2 II.013.143.25 67.170.00 Rp Rp Rp Rp Rp 32.000.85 34.1.2.2 II.551.2 III.513.1.684.894.83 82.04 85.4 II.376.095.775.00 20.294.227.042.000.214.032.2.274.66 147.000.625.511.1 III.00 Rp 311.20 Rp 115.00 225.00 6.625.772.450.00 Rp 2.50 Rp 102.92 84.00 225.2 II.540.594.2.000.950.00 7.338.869.00 51.653.91 62.530.91 III.2.3 III.000.28 75.2.2.853.611.00 14.079.79 45.834.319.000.50 100.00 1.050.00 Rp 158.00 2.350.100.374.2 III.565.00 15.433.424.879.2.837.00 Rp 113.1 II.35 32.

Penyetoran kembali sisa UUDP Tahun Anggaran yang lalu Dikurangi: Pengeluaran dari 2 Januari s.633.459.00 74.87 13.179.21 36.733.558.072.492.492.68 577.32 (1.780. dalam perhitungan ini b.421.Sisa Kas per 31 Desember 2003 .088.71 PENCOCOKAN ANTARA SISA PERHITUNGAN DAN SISA KAS (YANG DIPERIKSA BPK-RI) SISA PERHITUNGAN ANGGARAN Sisa Perhitungan APBD Tahun Lalu sepanjang tidak termasuk a.811. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 113.272.914.264.35 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 548.71 Rp Rp Rp Rp 36.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan .484.00 113.00) 506.317.317.245.32 74.Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan .Dikurangi pengembalian pengeluaran/ Kontra Pos Sisa Kas pada Tanggal 31 Desember 2004 (Tahun Dinas Perhitungan) Rincian sisa Kas Daerah tersebut adalah sebagai berikut: .941.293.179. Sisa UUDP TA 2004 yang belum diselesaikan b.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan a.558.811.633.503.608.21 113.258.627.950. Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan c.Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp JUMLAH 29.947.492.781.03 2.157.276.976.710.941.914.PERHITUNGAN KAS (YANG DIPERIKSA BPK-RI) URAIAN Sisa Kas pada tanggal 31 Desember 2003 (Tahun Anggaran Yang Lalu) Ditambah: Penerimaan dari 2 Januari s.286.351.87 13.118.914.293.867.947.317.553.272.50 23.459.492.558.84 23.180.21 Sisa Kas per 31 Desember 2003 Ditambah karena: a.289.84 39.03 507.554.00 580.245.180.226. Mengenai Tahun Dinas Perhitungan Dikurangi Pengembalian (berdasarkan SPMU) b.355.421. Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA .

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkewajiban menyusun Laporan Keuangan Daerah. Saat ini. namun untuk Neraca tidak dapat diaudit karena Nilai Aktiva Tetapnya belum dilakukan penilaian yang harus dilaksanakan oleh Lembaga Independen yang bersertifikat di bidang pekerjaan penilaian barang. Berdasarkan pasal 31 ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. sesuai peraturan perundangan. Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur telah menyusun Laporan Keuangan Daerah. PENELAAHAN ATAS SISTEM DAN PELAKSANAAN SISTEM PEMBUKUAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN PERHITUNGAN APBD PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI TIMUR Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2004 tanggal 2 April 2004 dan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2004 tanggal 17 Desember 2004. Laporan Realisasi Anggaran (Perhitungan APBD). Pada TA. 2004 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menyusun Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2004 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.BAB II LAPORAN PEMERIKSAAN A. Pengurusan dan Pertanggungjawaban Pengelolaan APBD. Pembukuan dan Penyusunan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA. 2004 secara umum telah mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengelolaan. (2) dan (3). namun masih diselenggarakan berdasarkan sistem pembukuan tunggal (single entry) dengan dasar kas (cash basis). Hasil penelaahan lebih lanjut atas sistem pembukuan dan penyusunan Perhitungan APBD serta pelaksanaannya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai . Penyusunan Peraturan Daerah yang terkait dengan pengelolaan keuangan daerah tersebut merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal 14 ayat (1). yang terdiri dari Neraca. Laporan Aliran Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan Daerah.

Integritas dan Nilai Etika Aspek ini dinilai dengan mengamati sejauh mana integritas dan nilai etika dari segenap Pejabat Pengelola Keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam memahami dan menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah. 29 Tahun 2002 Pasal 57 Ayat (2) yang menyatakan SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. Lingkungan pengendalian berpengaruh pada praktik-praktik manajemen apakah telah dilaksanakan secara memadai. Lingkungan Pengendalian Lingkungan Pengendalian menentukan corak entitas.Timur ternyata belum sepenuhnya mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku. Komitmen untuk Kompetensi Komitmen untuk kompetensi dari para pegawai dan pejabat pemerintah daerah belum memadai. surat pertanggungjawaban Pemegang Kas. sehingga masih terdapat kelemahan-kelemahan sebagai berikut : 1. mempengaruhi kepekaan atas pengendalian dan merupakan dasar bagi komponen pengendalian yang lain. antara lain: a. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belum menyediakan . Tugas Bagian Keuangan tersebut dilakukan dalam bentuk pengawasan pemeriksaan terhadap permintaan pembayaran. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa terdapat beberapa Satuan Kerja yang belum menyerahkan Pertanggungjawabannya (SPJ) diatas tanggal 10 Januari 2005. Hal ini disebabkan Pemegang Kas sebagai penerima SPM belum sepenuhnya mentaati Kepmendagri No. b. dan lain-lain kegiatan yang menyangkut keuangan daerah. Terkait dengan penggunaan konsultan untuk penyusunan Perhitungan APBD TA 2003 tanpa adanya transfer pengetahuan kepada para pegawai di bagian keuangan sehingga atas perhitungan yang telah disusun bagian keuangan tidak dapat menjelaskan rincian/ detail dari penyusunan perhitungan APBD TA 2003 ini. karena ketidak pahaman akan aturan yang berlaku terutama yang berkaitan dengan penyusunan perhitungan APBD dan UU Keuangan Negara.

04 Tahun 2001 Tanggal 30 Maret 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur. namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan adanya penggunaan anggaran belanja yang tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga mengakibatkan terjadinya kesalahan pembebanan dan realisasi anggaran belum menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Selain itu masih terdapat beberapa pengeluaran yang tidak dapat terbayarkan di tahun lalu dibebankan ke tahun berikutnya karena kesulitan likuiditas. 09/900/KEU/XII/2003 tanggal 14 Januari 2004. sehingga tutup tahun anggaran 2003 dilakukan pada tanggal 20 Januari 2004. Filosofi dan Gaya Operasi Manajemen Aspek ini tidak dilaksanakan secara optimal karena masih ada kecenderungan kebijakan yang terpengaruh oleh adanya intervensi pihak luar. yang ditetapkan melalui Surat Sekretaris Daerah No. Struktur Organisasi Struktur dan Susunan Organisasi pada jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur No. . Dilihat dari susunan organisasi dan cakupan tugas serta wewenang bagian yang ada di dalamnya telah menunjukkan adanya pembagian tugas yang memadai. seperti pada penyusunan pos-pos anggaran secara definitif dalam Perhitungan APBD. Hal tersebut tidak terkecuali Struktur Organisasi dan Tata Kerja dalam pelaksanaan pembukuan dan pelaporan keuangan daerah yang dilaksanakan terutama oleh Bagian Keuangan. sehingga kebutuhan organisasi akan pegawai yang berkompeten di bidang akuntansi keuangan daerah belum dapat terpenuhi. c.anggaran untuk Biaya Pengembangan SDM bagi pegawai dan pejabat daerah yang potensial untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan meningkatkan keahliannya dalam melaksanakan tugasnya dengan lebih baik dan mengarah pada kebutuhan akan pegawai yang memahami Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. d.

sehingga penerbitan SPMU tetap dilakukan meskipun SPJ bulan sebelumya belum diselesaikan Terdapat beberapa SPMU yang diterbitkan oleh Sub Bagian Perbendaharaan dan ditandatangani oleh Kepala Bagian Keuangan. c) Sub Bagian Verifikasi Pemeriksaan atas pelaksanaan tugas pada sub bag verifikasi masih menunjukkan adanya kelemahan yaitu adanya pengeluaran untuk Tahun . seperti Pos Pengeluaran Tidak Tersangka b) Sub Bagian Perbendaharaan Beberapa kelemahannya diantaranya: Dalam menerbitkan SPMU bagian perbendaharaan tidak melakukan pengecekan atas bulan sebelumnya apakah sudah diverifikasi atau belum. Namun berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa pelaksanaan fungsi masing-masing unit kerja belum berjalan secara optimal sehingga pengelolaan keuangan daerah terganggu. diterima oleh kepala sub bagian perbendaharaan dan bendaharawan rutin. Dinas Pendapatan dan BPD sebagai Pemegang Kas Daerah. dan sub bagian pembukuan. sub bagian verifikasi. dengan uraian sebagai berikut: a) Sub Bagian Anggaran Berdasarkan pengamatan diketahui adanya kelemahan dalam pelaksanaan fungsi sub bagian anggaran yaitu adanya panjar dan pinjaman kepada bendaharawan pada unit kerja di lingkungan Sekretariat Daerah yang terjadi karena tidak dibukanya pos-pos pengeluaran untuk menampungnya.e. masih terdapat beberapa kelemahan sebagai berikut: 1) Bagian Keuangan Pengelolaan Keuangan Daerah di Bagian Keuangan dibagi menjadi beberapa sub bagian yaitu sub bagian anggaran. Pendelegasian Kewenangan dan Tanggung jawab Aspek ini belum dijalankan secara optimal dimana berdasarkan pengamatan atas pengelolaan keuangan daerah yang dilaksanakan oleh Bagian Keuangan. sub bagian perbendaharaan.

Selain itu PKD belum melakukan rekonsiliasi secara berkala antara rekening koran dengan BIX.IX. rekening Dana Alokasi Khusus 2002 dan rekening Dana Alokasi Khusus 2003. Pemegang Kas Daerah setiap bulan melakukan rekonsiliasi data antara saldo Buku Kas (B.IX) dan Buku Bantu (B.a).IX yaitu untuk B. seperti yang diatur dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 1999 dan Pasal 6 ayat (4). Pemegang Kas Daerah membuat 2 (dua) B.pada Pasal 6 ayat (1). rekening Gaji. Kas Daerah mempunyai 4 rekening. 3) Dinas Pendapatan . Pemegang Kas Daerah mengerjakan 1 (satu) Buku Kas Umum (B. d) Sub Bagian Pembukuan Sub Bagian Pembukuan dalam menyusun Perhitungan APBD tidak menggunakan Sistem Akuntansi (Program Penyusunan Perhitungan) tapi masih secara manual (dalam format Ms. 2) Pemegang Kas Daerah (PKD) Pemegang Kas Daerah Kabupaten Kutai Timur dilaksanakan oleh BPD Kaltim Cabang Sangatta.Anggaran 2003 yang di SPJ kan lewat batas waktu yang ditentukan bahkan belum di SPJ kan sampai dengan Tahun Anggaran 2004. Excel) sehingga terdapat kesalahankesalahan dalam pembuatan laporannya.IX Gaji. yaitu rekening Kas Daerah. Hal ini tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 1999 tentang Pelaksanaan Tugas Pemegang Kas Daerah Dalam Pengurusan Keuangan Daerah. bahkan output Ringkasan Perhitungan APBD tidak dapat ditelusuri ke rincian transaksi yang ada pada bagian penjelasan penerimaan dan pengeluaran per Satuan Kerja.IX Umum dan B.IX) dengan Saldo rekening Kas Daerah pada Bank yang ditunjuk sehingga apabila posisi kas di rekening koran dan BIX berbeda dapat segera diketahui penyebab terjadinya perbedaan tersebut. Bagian pembukuan kurang melakukan koordinasi dengan sumber data seperti Bagian verifikasi dan Dispenda sehingga terdapat perbedaan-perbedaan dalam pencatatannya.

Kurangnya koordinasi Dispenda sebagai pusat penerimaan daerah dengan Bagian Keuangan sehingga terdapat perbedaan-perbedaan dalam pengakuan jenis penerimaan terutama untuk penerimaan yang diterima melalui transfer atau pemindahbukuan dari rekening pusat seperti dari KPKN. yang menjadi dasar pertimbangan adalah penempatan pegawai yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya yang berpengaruh pada kemampuan tiap pegawai dalam melaksanakan tugasnya. karena masih ada kecenderungan kebijakan dalam penempatan pegawai yang dipengaruhi oleh adanya urutan senioritas dan intervensi dari atasan. Badan Pengawas Daerah Kabupaten Kutai Timur tidak melakukan pengawasan atas pengembalian uang Kas Daerah yang digelapkan oleh Sdr. pada Bagian Keuangan terdapat beberapa pengawai yang mempunyai beban kerja yang tinggi namun kurang diberikan penghargaan atas pekerjaan yang telah dilakukan. Hal ini semestinya bisa dicegah atau minimal tidak berulang sampai akhir tahun anggaran bila pengawasan yang dilakukan dapat mendeteksi kesalahan tersebut. g. pihak Bawasda tidak dapat menunjukkan berapa jumlah pengembalian sampai dengan saat ini. Selain itu. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia Dalam aspek ini. Hal ini terlihat dengan adanya Pegawai Tidak Tetap di Bagian Keuangan yang memiliki andil yang cukup besar dalam penyusunan Perhitungan APBD. Az bersama oknum BPD sehingga pada saat dikonfirmasi. f. Fungsi Pengawasan Fungsi pengawasan oleh Badan Pengawas Kabupaten Kutai Timur sebagai pengawas intern yang secara rutin melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dinas/satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belum optimal karena pemeriksaan yang dilaksanakan atas pengeluaran-pengeluaran yang tidak sesuai dengan anggaran tidak dapat dideteksi secara dini dan diberi peringatan sebelumnya. Penempatan pegawai pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belum sepenuhnya memperhatikan aspek latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki pegawai. .

2. namun dalam pelaksanaannya masih ada kelemahankelemahan yang lebih mengarah karena gaya kepemimpinan manajemen yang masih ada intervensi dari pihak lain. namun dalam penyusunan laporan tersebut belum sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 152 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Barang Daerah. 3. Penilaian Risiko Penilaian/ penaksiran resiko Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belum optimal. Kebijakan dan Prosedur Kerja Kebijakan dan Prosedur Kerja bagi tiap-tiap Dinas dan Satuan Kerja telah dibuat dengan Peraturan Daerah. Hal ini tercermin dari kurangnya antisipasi terhadap transaksi yang memerlukan prosedur akuntansi yang baru. b. Daftar-daftar tersebut merupakan resume hasil pengadaan barang dan pemeliharaan barang dalam satu tahun anggaran oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. pemantauan terhadap pelaksanaan sistem pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan yang kurang mengikuti perubahan peraturan baru di bidang pengelolaan keuangan daerah. c. Pengendalian Fisik Bagian Umum dan Perlengkapan bertanggung jawab dalam hal pengendalian fisik atas hasil pelaksanaan kegiatan belanja barang dan belanja pemeliharaan dengan membuat Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Daftar Hasil Pemeliharaan Barang pada akhir tahun anggaran yang menjadi Lampiran dari Laporan Perhitungan APBD. Aktivitas Pengendalian Aktivitas Pengendalian yang perlu mendapat perhatian untuk lebih ditingkatkan antara lain : a. Pengolahan Informasi Informasi terutama mengenai pengelolaan keuangan daerah belum disajikan secara memadai antara lain tidak dibuatnya Laporan Realisasi Anggaran per . Hal ini disebabkan belum semua Satuan Kerja melaporkan Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Daftar Hasil Pemeliharaan Barang kepada Bagian Umum dan Perlengkapan.

4. dengan masih terjadi perbedaan pencatatan yang disebabkan kurangnya komunikasi dan koordinasi antara pihak-pihak yang berkepentingan. 5. Laporan Perhitungan APBD telah dibuat sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. Pemantauan Pelaksanaan pemantauan atau pengawasan kegiatan pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara berjenjang oleh atasan langsung masing-masing dan dilakukan oleh Badan Pengawas Kabupaten sebagai pengawas intern di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. tidak didukungnya Penyusunan Perhitungan APBD dengan sistem yang memadai. Seperti yang terjadi pada pencatatan realisasi pendapatan daerah yang dilakukan oleh Bagian Keuangan dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). namun demikian masih perlu ditingkatkan lagi di masa yang akan datang.Triwulan. Informasi dan Komunikasi Informasi dan Komunikasi terkait dengan sistem yang memungkinkan pegawai dan pejabat pemerintah daerah mendapatkan dan menggunakan informasi untuk melaksanakan dan mengendalikan kegiatan khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah belum secara optimal dilakukan. Atas kelemahan pengendalian intern tersebut. menyebabkan terjadinya Laporan Perhitungan APBD yang tidak dapat ditelusuri ke rincian transaksinya. BPK-RI menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melakukan review atas sistem pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangannya. .

Koreksi-koreksi tersebut adalah sebagai berikut : PENDAPATAN 1. sedangkan selisih realisasi dan anggaran adalah selisih dari Realisasi dikurangi Anggaran.13 (36.817.18 36.677.970.387.492.516. realisasi dan selisih realisasi dan anggaran Pendapatan.018.728.817.00 dan pada Pos Pembiayaan Pengeluaran Daerah terdapat koreksi kurang sebesar Rp33.043. Jumlah anggaran adalah jumlah anggaran yang ditetapkan dalam Perda APBD sebagaimana telah diubah melalui Perda No.194. KOREKSI PEMBUKUAN DAN KECERMATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2004 Dari hasil pemeriksaan atas Rancangan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.043.00.339.196.333.13 dan koreksi kurang sebesar Rp36.857.002.427.13.250.018.216. Jumlah realisasi adalah merupakan hasil pembukuan anggaran berdasarkan bahan-bahan pembukuan anggaran. Rancangan Perhitungan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 memuat jumlah anggaran.043.878.18 36.13) . Pada Pos Pembiayaan Penerimaan Daerah terdapat koreksi tambah sebesar Rp13.817.B. Koreksi yang dilakukan BPK-RI didasarkan atas kebenaran formal dari bukti akuntansi.878. Pos Belanja terdapat koreksi tambah sebesar Rp46.500.427. Belanja dan Pembiayaan.387. 1 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 588.18 Tahun 2004 Tanggal 17 Desember 2004 tentang Penetapan Perubahan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004.769. Rek No.878.50 dan koreksi kurang sebesar Rp603.13) 588. Ringkasan dari koreksi tersebut adalah pada Pos Pendapatan terdapat koreksi tambah sebesar Rp36.179.500.13 (36. BPK-RI melakukan 46 (empat puluh enam) koreksi pada Perhitungan APBD TA 2004 yang disusun oleh Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kutai Timur.180.177.427.018.37.640.387.18 28.

741.500.00 .68 Koreksi tambah senilai Rp 59.346.601.846.640.773.13) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 15.789.291.801.00) 23.198.257.481.716.032.00 Koreksi kurang senilai Rp (9.398.000. 1 01 05 1 101 Pajak Hotel Realisasi menurut LRA senilai Rp 65.650.614.000.838.00 karena Bagian Keuangan salah membukukan penerimaan pajak hotel pada rekening penerimaan Retribusi Ijin Gangguan b) Rek No.481.00) Koreksi tambah senilai Rp 6.301.653.860.755.259.267.519.00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp6.00 100.55 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp 4.000.898.00 Koreksi kurang senilai Rp (9. 1 01 05 1 1 02 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Pajak Restoran Rp Rp 320.565.00 Rp 1.Jumlah setelah koreksi senilai Rp 27.557.455.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (27.442.234.789. 1 01 05 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH Realisasi menurut LRA senilai Rp 25.500.860.614..000. 1 01 05 1 1 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai PAJAK DAERAH Rp 1.755.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (34.500.00) a) Rek No.410. Rek No.846.00 Rp 23.18 a.543.00 Rp Rp Rp (194.032.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 72.227.519.153.00 (171.13) Jumlah setelah koreksi senilai Rp (5.855.644.265.68 Koreksi tambah senilai Rp 59.455.45) 1) Rek No.410.00 Koreksi tambah senilai Rp 6.846.

634.Jumlah setelah koreksi senilai Rp 320.631.650.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (15.377.161.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (102.000.582.00 karena Bagian Keuangan salah membukukan penerimaan pajak reklame pada rekening penerimaan Retribusi Ijin Gangguan d) Rek No.750.450.750.366.00 Rp 36.282.00 Koreksi tambah senilai Rp 1.537.093.350.622.750. 1 01 05 1 1 06 Pajak Pengambilan Bhn Galian Gol C Realisasi menurut LRA senilai Rp 197.345.282.462.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 213.716.160.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (179.300.00 karena Bagian Keuangan salah membukukan penerimaan pajak restoran pada rekening penerimaan Retribusi Ijin Gangguan c) Rek No.368.00) Koreksi tambah senilai Rp 1.000.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (14.716.093.700.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (179. 1 01 05 1 2 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai RETRIBUSI DAERAH Rp 1.00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp15.350.00 karena Bagian Keuangan salah membukukan penerimaan pajak pengambilan bahan galian golongan C pada rekening penerimaan lain-lain 2) Rek No.352.041.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (86.754.648.093.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 45. 1 01 05 1 1 04 Pajak Reklame Realisasi menurut LRA senilai Rp 44.00) Koreksi tambah senilai Rp 100.282.00) Koreksi tambah senilai Rp 15.338.00 Koreksi tambah senilai Rp 15.550.061.938.00 .00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp1.661.00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp100.716.

361. 1 01 05 1 2 08 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Retribusi Ijin Gangguan Rp 189.00 dan penerimaan Retribusi Pengganti Biaya Cetak KTP/Akte senilai Rp3.182.00 36.512.932.693.680.433.000. b) Rek No.00 karena penerimaan RSUD Sangatta senilai Rp730.00 5.810.350.Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Rp Rp Rp Rp Rp Rp (43.000.00) 1.00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp0.204.00 Rp (7.884.00 Koreksi kurang senilai Rp (36. 1 01 05 1 201 Retribusi Pelayanan Kesehatan Realisasi menurut LRA senilai Rp 105.00 Koreksi kurang senilai Rp (36.182.107.949.00 (43.160.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Retribusi Ijin Gangguan senilai Rp5.00 pada Rekening Retribusi Pelayanan Kesehatan.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 69.578.978.00 Rp 5.022.00 Koreksi tambah senilai Rp 0.319.1) dan koreksi kurang senilai Rp36.182.089.500.750.345.00 .582.00) 50.578.289.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp 10.00 58.204.350.425.00 tidak disetorkan ke Kas Daerah melainkan digunakan secara langsung dan tidak dilaporkan sebagai penerimaan pendapatan asli daerah (Lihat Catatan Pemeriksaan No.952.600.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp (25.932.00. Retribusi IMB senilai Rp26.433.746.600.259.952.512.259.082.259.00 Koreksi tambah senilai Rp 0.00 a) Rek No.00 Rp Rp 89.289.041.810.00) Rp 187.

082. 1 01 05 1 2 01 Retribusi Pengg.00 Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp3.949.400.750.600.512.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (27.00.693.606.310. Koreksi kurang senilai Rp7.688.093.500.573.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 75.00.500.000. By Cetak KTP/Akte Realisasi menurut LRA senilai Rp 71.394.693.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 87.949.197.000. 1 01 05 1 2 01 Retribusi IMB Realisasi menurut LRA senilai Rp 572.750.884.Koreksi kurang senilai Rp (7.00 Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp5.00 dibukukan pada Rekening Retribusi Ijin Gangguan.500.107.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan retribusi Penggantian Biaya Cetak KTP/Akte pada rekening Retribusi Pelayanan Kesehatan .000.425.00) Koreksi tambah senilai Rp 26.247.00 karena penerimaan Pajak Hotel senilai Rp6.00 Koreksi tambah senilai Rp 3.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan retribusi IMB pada rekening Retribusi Pelayanan Kesehatan d) Rek No.00) Koreksi tambah senilai Rp 3.000. Pajak Restoran senilai Rp100.500.00 Koreksi tambah senilai Rp 26. c) Rek No.00 danPajak Reklame senilai Rp1.949.000.884.600.750.082.00) Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp26.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (689.500.00 dan Rekening penerimaan lain-lain senilai Rp86.312.752.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (3.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 599.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 197.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Retribusi Ijin Gangguan pada rekening Retribusi Pelayanan Kesehatan senilai Rp5.426.884.082.500.

00) Rp 9.537.3) Rek No.00 karena penerimaan tersebut adalah bantuan keuangan dari pihak ketiga/KPC (Lihat Catatan Pemeriksaan No. 1 01 05 1 3 01 02 Deviden yg berasal dari KPC Realisasi menurut LRA senilai Rp 9. 1 01 05 1 4 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai 01 02 10.000.000.69 Koreksi kurang senilai Rp (9.223.99 (816.000.703.000.006.00) Penjelasan Koreksi: Koreksi kurang senilai Rp9.000.815.754.408.815. 4) Rek No.000.703.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp (39. 1 01 05 1 4 Lain-lain PAD Yang Sah Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp a) Rek No.000.705. 3).00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 2. 1 01 05 1 3 01 Bagian Laba Usaha Daerah Realisasi menurut LRA senilai Rp 11.69 Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp (2.886.000.99 (816.938.000.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp (11.167.000.65 Rp Rp 8.348.000.993.000.537.296.000.038.000.000.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp (30.65 Rp (816.825.00) Koreksi kurang senilai Rp (9.99 6.000.519.00) 9.537.038.000.000.296.65 (816.993.152.000.000.537.336.593.99 Penerimaan Lain-lain Rp 10.074.00) 5.705.825.006.754.31) Koreksi kurang senilai Rp (9.000.408.167.00 Koreksi kurang senilai Rp (9.000.886.652.815.000.938.815.00) .31) a) Rek No.074.000.

956.65 Penjelasan koreksi: Koreksi kurang senilai Rp816.663.801.545.50 Koreksi tambah senilai Rp 26.63 1) Rek No.541.307.502.97 (koreksi nol) yang merupakan penerimaan Pemerintah Pusat (lihat Catatan Pemeriksaan No.13 Koreksi kurang senilai Rp (26.932.914.801.983.664.671.00) 80.00 380.924.716.13 Koreksi kurang senilai Rp (26.051.446.710.50 26.299.995.932.Jumlah setelah koreksi senilai Rp 7.404.00.87.541.657.404.671.671.983.983. 1 01 05 2 1 01 BAGI HSL PAJAK/BUKAN PAJAK Realisasi menurut LRA senilai Rp 393. 1 01 05 2 1 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai 01 Rp Rp Rp Rp BAGI HASIL PAJAK 80.372.082.63 Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp 39.50 26. Selain itu dalam Penerimaan Lain-Lain terdapat Contra Pos yang seharusnya mengurangi belanja sebesar Rp773.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 393.400.63 21.739. penerimaan DPKK dari Dinas Tenaga Kerja senilai Rp638.024.932.864.691.50 Koreksi tambah senilai Rp 26.018.2).282. Retribusi Ijin Gangguan senilai Rp86.13 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C senilai Rp15.00.278.13.473.404.63 a) Rek No.00) 519.032.00) 21.932.956.13 (26.032.956.492.236. b.671.404.285.348.082.710.278.223.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 39.956.326.518.13 .752.018.864. penerimaan PBB senilai Rp26.13 (26.032. 1 01 05 2 DANA PERIMBANGAN Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp 519.288.760.836.032.13 (353.236.935.983.165. Rek No.

285.291.911.924.285.00 Rp 380.752. 1 01 05 2 1 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai .285.13 Rp 67.00) Rp 312.048.929.00 Koreksi kurang senilai Rp (353.446.00 Rp (26.657.924.657.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 567.603.935.657.00 Penjelasan Koreksi: Koreksi kurang senilai Rp353.13 8.189.13 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan PBB pada Rekening penerimaan Lain-lain senilai Rp26.13 dan rekening penerimaan BPHTB senilai Rp353.657.50 b) Rek No.603.50 Rp 26.657.307.929.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 1.492.924.663.721.264.360.00 (2) Rek No.00 380.13 (353.Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai (1) Rek No.747.835.735.360.00 Koreksi kurang senilai Rp (353.007. 1 01 05 2 1 01 02 BPHTB Realisasi menurut LRA senilai Rp 1.663.007.739.522.663.911.846.446.454.372.13 Koreksi tambah senilai Rp380.522.285.574.00 380.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp 921. 1 01 05 2 1 01 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan Koreksi: Rp RP Rp Rp 13.574.924.13 Rp Rp Rp 8.846.285.372.189.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan PBB pada rekening penerimaan BPHTB 02 BAGI HASIL BKN PAJAK/SDA Rp 312.13 01 PBB Rp 67.372.747.354.048.924.00) 13.657.367.663.

932.608.50 26.007.593.172.030.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Pungutan Hasil Perikanan pada Rekening Penerimaan Pungutan Sumber Daya Hutan.221.00 Koreksi tambah senilai Rp 264.773.00 (26.00 Selisih realisasi dan anggaran .939.601.50 Rek No.00 103. 1 01 05 2 02 04 Royalti Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Penjelasan koreksi: 77.603.172.932.747.338.338.834.194.815.50 (14.593.00 Koreksi kurang senilai Rp (264.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 15.007.659.747.00 Koreksi kurang senilai Rp (264.608.929.00) 26.659.513. 1 01 05 2 02 05 Pungutan Hasil Perikanan Realisasi menurut LRA senilai Rp 264.390.194.00) Jumlah setelah koreksi senilai Rp 7.172.815.50 Koreksi tambah senilai Rp26.773.00 Penjelasan koreksi: Koreksi kurang senilai Rp264.932.132. 1 01 05 2 02 02 Pungutan Sumber Daya Hutan Realisasi menurut LRA senilai Rp 16.048.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Royalti pada Rekening Penerimaan Gas Alam (3) Rek No.322.035.834.603.00 Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp 8.834.132.50) 26.Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai (1) Rp RP Rp Rp 26.048.929.200.778.398.00 11.486.815.932.200.338.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 529. (2) Rek No.929.195.50 26.035.834.929.939.

000.000.00 Rp 9. 1 01 05 2 4 02 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai BANTUAN KEUANGAN Rp 43.000.000.632.00 30.632.338.338. 1 01 05 2 02 07 Gas Alam Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp Koreksi kurang senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Penjelasan koreksi: 170. 1 01 05 2 4 01 01 Pihak Ketiga/KPC Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp 22.000.850.172.000.00 Rp Rp Rp 2.000.000.000.00 204.000.00 9.000.menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan koreksi: Rp Rp Rp (60.815.174.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Royalti pada Rekening Penerimaan Gas Alam c.932.000.359.834.700.932.00 karena Bagian Keuangan membukukan penerimaan Pungutan Hasil Perikanan pada rekening Penerimaan Pungutan Sumber Daya Hutan.174.00 2.00 Koreksi tambah senilai Rp264.850.804.000.00) 264.00) 144.849.700.172.970.815.172.350.359.000.00 Rp 52.00 9.000.815.000.970.338.322.00 1) Rek No.610.00 11.00 9.000.00 (26.700.700.00 Koreksi kurang senilai Rp26. (4) Rek No.030.000.000.676.000.000.000.00 31.00 11.000.000.676.000.834.000.00) 4. Rek No.849.00 (26.350.000.00 .000.

529.21) 1) Rek No.884.971.603.815. 2 01 01 Belanja Administrasi Umum Realisasi menurut LRA senilai Rp 177.71) 46.002.000. 2 01 BELANJA APARATUR Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp 250.50 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 5.728.250.00 karena penerimaan tersebut merupakan bantuan keuangan dari pihak ketiga/KPC (Lihat Catatan Pemeriksaan No.000.691.000.688.049.71) 4.Penjelasan koreksi: Koreksi tambah senilai Rp9.00 Penjelasan Koreksi : Koreksi tambah senilai Rp325.308.461.728.107.21) a.499.3).333.50 (603.79 (90.29 4.278.702.404.516.546.250.209.50 (603.219.708.194.809.961. Rek No.702.502.227.777.420.517.499.461.702.349.209.308.546. 2.50) Koreksi tambah senilai Rp 325.516.769. Rek No.00) 357.79 (20.499.769.260.50 karena Bagian Keuangan belum membukukan SPJ para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja.943. 2 BELANJA Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 311.702.50 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 177.635.29 46. .50 254.50 Koreksi tambah senilai Rp 325.00 Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp (5.002.784.50 (16.499.172.543.081.191.156.00) (44.

127.286.127.79 Koreksi tambah senilai Rp 3.00 karena Bagian Keuangan belum membukukan SPJ para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja. 3) Rek No.00) 87.199. 2 01 02 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Belanja Operasional Pemeliharaan Rp 12.2) Rek No.768.436.00 Rp 13.183.00) 756.027. 2 02 BELANJA PUBLIK Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Rp Rp Rp Rp Rp Rp 45.724.370.797.307.307.989.962.000.00 (70.00 Rp Rp Rp (6.222.00 42.705.00) Penjelasan Koreksi : Koreksi tambah sebesar Rp756. a.642.119.554. Rek No.699.479.728.79 Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Rp (9.052.512.69) 42.250.541.338.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp 63.541.787.962.429.724.00 Rp 756.009.477.175.00 (5.724.000.882.405.900.21) Koreksi tambah senilai Rp 3. 2 01 03 Belanja Modal Realisasi menurut LRA senilai Rp 59.119.317.00 Jumlah setelah koreksi senilai Rp (5.127.119.560.095.989.962.052.222.000.661.00 karena Bagian Keuangan belum membukukan SPJ para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja.095.391.00 (603.00 .21) Penjelasan Koreksi : Koreksi tambah sebesar Rp3.

300.728.796.00 Rp (603.858.801.743.950.244.825.971.428.00) Rp 5.00 (4.00 65.69) 39.884.586.528.815.351.320.Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai 1) Rek No.00 (61.750.514.828.300.986.00 karena Bagian Keuangan belum membukukan SPJ para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja.00 (21.250.743.00) (603.00 Rp Rp Rp (1.977.462.555.539.699.448.354.848. 2 02 03 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Belanja Modal Rp Rp Rp Rp Rp Rp 25.563.00 39.986.066.528.294.00 Rp 2.273.726.884.550. 3) Rek No.250.017.728.555.69) .037.00) Koreksi kurang sebesar Rp603.00) (2.631.977.550.250.244.728.563.555.00 Rp Rp Rp (6.876.00 Rp 16.00) 2.977.250) (28.00 karena Bagian Keuangan lebih membukukan SPJ Belanja para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja. 2) Rek No.69) Belanja Administrasi Umum Rp 6.728. 2 02 01 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan Koreksi : Rp Rp (603.472.696.200.563.00) Koreksi tambah sebesar Rp2. 2 02 02 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan Koreksi : Belanja Operasional Pemeliharaan Rp 13.

511.00 karena Bagian Keuangan belum membukukan SPJ para Pemegang Kas pada Unit-unit Organisasi/ Satuan Kerja.100.00) Penjelasan Koreksi : Terhadap belanja pada Pos DPRD tersebut tidak dapat dilakukan koreksi kurang karena tidak tersedia mata anggaran belanja untuk rekening terkait.448.00 0.02.448.986.04 Pembayaran Utang Luncuran Realisasi menurut LRA Koreksi Kurang Jumlah setelah koreksi Rp Rp Rp 102.511.00 Selisih Realisasi dan Anggaran Koreksi Tambah Jumlah setelah koreksi Rp Rp Rp (1. Koreksi Yang Tidak Mempengaruhi Perhitungan (Koreksi Nol) 2.157.024.760.157.588.00) 0.760. 4).244.502.01 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Realisasi menurut LRA Koreksi Kurang Jumlah setelah koreksi Selisih Realisasi dan Anggaran Koreksi Kurang Jumlah setelah koreksi Rp Rp Rp Rp Rp Rp 9.00 .00 9. 2.405.502.348.00 karena tidak tersedia mata anggaran belanja untuk rekening terkait (Lihat Catatan Pemeriksa no.405.00 Jumlah setelah koreksi Rp 16.133.575.884.00) 0.00) Penjelasan Koreksi : Terhadap belanja pada Pos Pos Sekretariat DPRD tidak dapat dilakukan koreksi tambah sebesar Rp4.00 (2.699. 5).00 (2.394.884.038.Penjelasan Koreksi : Koreksi tambah sebesar Rp39.575.00 102.01.699.394.588.(Lihat Catatan Pemeriksa No.024.00 0.563.038.00 Koreksi Tambah Rp 0. 3.150.00 (1.133.743.01 Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Realisasi menurut LRA Rp 16.150.

179.224.180.394. 3.35 Rp 13.999.492.750.992.044.35 13.750.470.180 merupakan belanja tahun 2003 yang tidak masuk perhitungan tahun 2003 dan tidak dianggarkan pada tahun 2004 (Lihat Catatan Pemeriksaan No.24 Koreksi kurang senilai Rp (33.339.492.214.179.65) Koreksi tambah senilai Rp13.133.965.194.00 (5.374.194.965.274.706.00 (5.179.857.00 (9. 3 01 PENGELUARAN DAERAH Realisasi menurut LRA senilai Rp 309.274.884. 16).990.374. 3 01 01 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi tambah senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan Koreksi : 32.00 Rp 45.179.180.65) 13.044.00 45. Rek No. Rek No.194.333. 3 01 PENERIMAAN DAERAH Realisasi menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Rp Koreksi tambah senilai Rp Jumlah setelah koreksi senilai Rp 1) Rek No.470.180.37) . 3 PEMBIAYAAN a.179.00 terhadap Belanja karena adanya pembiayaan pengeluaran jenis pembayaran belanja luncuran yang seharusnya menambah Belanja tapi tidak dapat dilakukan karena tidak dibukanya rekening atas belanja luncuran dalam batang tubuh APBD (Lihat Catatan Pemeriksa No 15). a.274.500.65) 13.65) Sisa Lebih Perhitungan Tahun Lalu Rp 32.00) 0.179.500.492.35 Rp Rp Rp (18.224. Rek No.992.179.00) Penjelasan Koreksi : Terdapat koreksi kurang sebesar Rp102.649.35 (18.180.492.706.492.Selisih Realisasi dan Anggaran Koreksi Kurang Jumlah setelah koreksi Rp Rp Rp (9.649.999.214.

84 110.00) Koreksi ini merupakan sisa UUDP yang baru dibayarkan di TA 2005 sehingga realisasi pembayaran utang luncuran adalah sebesar Rp102.194.411.516.00) (187.007.133.231.00) (10.857.364.661.195.705. 15).750.969.317.310.944.364.133.00 Rp (187.87 1) Rek No.71 (33.795.553.969.914.34 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan koreksi: Koreksi kurang senilai Rp33. 3 02 04 Realisasi menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran Menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Penjelasan Koreksi : Pembayaran Utang Luncuran Rp 102.194.21 (33.362. (Lihat Catatan Pemeriksaan No. 3 02 05 Sisa Lebih Perhitungan Th Berjalan Rp Rp Rp Rp Rp Rp 113.749.364.036.153.481.195.007.856.195.007.00.333.00) Rp 102.698.661.884.969.37) 77.965.558.37) 67. .661.37) 80.857.321.24 (33.850. 18).940.146.Jumlah setelah koreksi senilai Selisih realisasi dan anggaran menurut LRA senilai Koreksi kurang senilai Jumlah setelah koreksi senilai Rp Rp Rp Rp 276.87 100.00 Rp Rp Rp (9.638.713.00 dan koreksi SILPA tahun berjalan sebesar Rp33.37 (Lihat catatan pemeriksaan no.115.274.394.758.884. 2) Rek No.333.545.37 karena adanya sisa UUDP dari SPM Proyek luncuran sebesar Rp187.394.

898.204.551.00 Rp 58.00 3.629.204.108.C.384.00 23.888.329.536.00 Rp 21.089.00 Pengeluaran Rp 17. Penerimaan tersebut hanya berasal dari penerimaan dari satuan kerja Puskesmas maupun Dinas Kesehatan.959.00) 14.000.660.789. CATATAN PEMERIKSAAN Hasil Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD (sebelum disampaikan ke DPRD) Tahun Anggaran 2004 yang disajikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.307.481. Realisasi Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan Senilai Rp105.00 (20.483.00 Rp 19.00 Rp 90.00 54.789.00 55.361.00.165.019.215.361. Pengujian terhadap Laporan Penerimaan yang dibuat oleh Bagian Keuangan menunjukkan bahwa realisasi Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan sebesar Rp105.638.278.218.578.00 Rp 74.805.242.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Saldo 1.500.00.089.919.775.00.440.00 (3.490.457.759.sehingga jumlah saldo kas yang masih ada yaitu sebesar Rp15.700.316.750.601.356.630.078.00) (3.469.738.895.079.00 atau 111.792.166.014.00 (7.00 Rp 63.510.00) 13.190.00 Rp 128.183.578.550. Dari realisasi senilai Rp25.845. Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan dengan Rumah Sakit Umum Sangatta dapat diketahui bahwa Penerimaan selama Tahun Anggaran 2004 adalah sebesar Rp730.959.850.00 Rp 19.200.578.630.13% dari anggaran sebesar Rp95. dengan perincian sebagai berikut: Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Penerimaan 18.68 atau 121.630.00 Tidak Termasuk Penerimaan Jasa Pelayanan Kesehatan Dari Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta Senilai Rp730.00 14.058.000.204.631.00 .00 Berdasarkan Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004.00 15.00) 854.587.190.279.608.00 94.00 142.00 104.034.00 dan digunakan secara langsung sebesar Rp715.368.955.68 tersebut diantaranya bersumber dari Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan sebesar Rp105.00 22.538.053.737.000. dapat diungkapkan sebanyak 19 (sembilan belas) Catatan Pemeriksaan yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Daerah dan DPRD untuk meningkatkan kualitas Laporan Perhitungan APBD.484. realisasi Pendapatan Asli Daerah adalah sebesar Rp25.898.00 tersebut tidak termasuk Penerimaan Jasa Pelayanan Kesehatan dari Rumah Sakit Umum Sangatta. 1.810.00 55.952.00 Rp 80.58% dari anggaran yaitu sebesar Rp21.601.00.

413.Nopember Desember Jumlah Rp Rp Rp 33. Keadaan tersebut tidak sesuai dengan a.307. 29 Tahun 2002 tentang Pengurusan.00 715. c.671.089. yaitu kurang saji sebesar Rp 730.212.00 114.00 Penentuan tarif untuk masing-masing jasa pelayanan kesehatan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 174/02. arah dan kebijakan maupun Perda yang mengatur tentang pengelolaan Rumah Sakit Umum Sangatta sampai saat ini masih belum ada.00. Hal tersebut mengakibatkan realisasi penerimaan pelayanan kesehatan dalam Rancangan Perhitungan APBD tahun Anggaran 2004 tidak menggambarkan nilai yang sebenarnya. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah pasal 4 yang menyatakan bahwa semua pendapatan. tarif pelayanan kesehatan.406.598. dan tahun 2005.182.00 Rp Rp Rp 27.00) 15.089. Kondisi tersebut terjadi karena: a.398. Undang-Undang No. Aturan. Peraturan Pemerintah No.735.279. Penerimaan ini harus disetorkan ke Kasda sebagai penerimaan asli .00 Rp Rp Rp 5. belanja dan pembiayaan dianggarkan secara bruto datam APBD.00 730.00 (4.216.810. 105 Tahun 2000 tanggal 10 November 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal 11 yang menyatakan bahwa semua transaksi keuangan daerah baik penerimaan daerah maupun pengeluaran daerah dilaksanakan melalui Kas Derah.361.00 110. Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta tidak mempedomani ketentuan yang berlaku Atas temuan ini Bagian Keuangan Kabupaten Kutai Timur selanjutnya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dispenda dan Pihak RSU Sangatta untuk segera melaporkan dan mempertanggungjawabkan penggunaan penerimaan pada Tahun 2004.188/45/HK/V/2004 tanggal 21 Mei 2004.053. Kepmendagri No.625. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pasal 16 ayat (3) yang menyatakan bahwa penerimaan kementerian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah tidak boleh digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran.361.448. Bagian Keuangan dan Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta b.150. Kurangnya koordinasi antara Dispenda. b.

344.00217 dan tidak disetorkan ke Kas Negara Hasil pengujian atas B. diketahui bahwa DPKK tersebut ternyata disetorkan ke rekening Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan dibukukan sebagai Pendapatan Asli Daerah jenis penerimaan lain-lain berupa penerimaan Sisa UUDP Dinas Tenaga Kerja dengan STS tanggal 4 Februari 2004 senilai Rp540.380.898. Rekening Koran dan Surat Tanda Setoran (STS) Tahun Anggaran 2004.165.97 Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Tim Pemeriksa pada Auditorat Utama Keuangan Negara BPK-RI yang dilaksanakan tanggal 10 Agustus s. Menginstruksikan kepada Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta untuk menyampaikan laporan realisasi penerimaannya secara keseluruhan kepada Dinas Pendapatan Daerah dan pertanggungjawaban penggunaan langsung setiap bulan kepada Bagian Keuangan. 10. .52 dan STS tanggal 21 Desember 2004 senilai Rp98.166-PLK/Disnaker/IX/2003 tanggal 26 September 2003 pada BPD Cabang Sangatta dengan rekening No.00. antara lain dikemukakan bahwa Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Timur telah menerbitkan Ijin Kerja Tenaga Asing (IKTA) dan telah memungut Dana Pengembangan Keahlian dan Keterampilan (DPKK) senilai Rp849.45 berupa penerimaan DPKK Dinas Tenaga Kerja. b.944.123. Realisasi Pendapatan Asli Daerah senilai Rp 25.041. 2.427. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur agar menginstruksikan secara tertulis kepada Kepala Bagian Keuangan dan Kepala Dipenda : a.d 8 September 2004 atas Pengelolaan Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing Tahun Anggaran 2003 dan 2004 pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Timur.601. Selain itu juga akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai perangkat hukum yang menjadi dasar pungutan ini melalui PERDA. Di masa mendatang penerimaan retribusi Pelayanan Kesehatan dianggarkan secara bruto dan membuka rekening pengeluaran atas penggunaan langsung pada Rumah Sakit.68 Termasuk Penerimaan Pemerintah Pusat Yang Terlanjur Disetorkan Ke Kas Daerah Sebesar Rp 638. Hasil pungutan tersebut disimpan di Rekening Bendaharawan DPKK yang ditunjuk berdasarkan Surat Kepala Dinas Tenaga Kerja No.789.IX.00.04.daerah. 562/1.288.

52+ Rp98.Dari uraian di atas.601.898. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.944. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. yang setelah diteliti lebih lanjut bertentangan dengan UU No. 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak dan untuk tahun anggaran 2005 ini telah diantisipasi dengan . Berdasarkan penjelasan dari Dinas Pendapatan Daerah dan Bagian Keuangan diketahui bahwa dana untuk menyetorkan kembali DPKK ke Kas Negara tersebut belum dianggarkan dalam APBD Tahun Anggaran 2005 dan akan dianggarkan pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2005 akan dianggarkan dalam Belanja Tidak Tersangka. efisien. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib. Kepmendagri No.123. Peraturan Pemerintah No. b. Hal tersebut mengakibatkan realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah lebih saji sebesar Rp638. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam a.789.45) atau 2.165.288.288. diketahui bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah Tahun Anggaran 2004 sebesar Rp25.49% dari realisasi Pendapatan Asli Daerah. 29 Tahun 2002 Pasal 7 ayat (2) butir b menetapkan bahwa Pengeluaran lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan keuangan Pemerintahan Daerah pada belanja tidak tersangka antara lain yaitu pengembalian atas kelebihan penerimaan yang terjadi dalam tahun anggaran yang telah ditutup dengan didukung bukti-bukti yang sah.97 (Rp540.344.68 termasuk di dalamnya penerimaan Pemerintah Pusat sebesar Rp638.97.165.041. Terhadap temuan ini Pemda Kutai Timur menyatakan bahwa dasar pemungutan ini adalah Peraturan Daerah Kutai Timur Nomor 17 dan 18 Tahun 2002. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sampai dengan saat pemeriksaan tanggal 25 Mei 2005 penerimaan tersebut belum disetorkan ke Kas Negara. Hal tersebut terjadi karena kebijakan pemungutan DPKK bertentangan dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi dan kecenderungan melakukan penggunaan langsung yang tidak sesuai ketentuan.

288. 3.7 40.00 Belum Dapat Diakui Sebagai Deviden Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Karena Belum Direalisasikannya Kepemilikan Sahamnya Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004 menyatakan terdapat Bagian Laba Usaha Daerah sebesar Rp9.000. Kepala Bagian Keuangan untuk segera menganggarkan dan menyetorkan dana Pemerintah Pusat yang terlanjur diakui sebagai PAD sebesar Rp638.00 yang merupakan deviden yang berasal dari KPC.000. Dengan adanya jual beli saham ini.165. Jual Beli Saham ini berkenaan dengan program divestasi saham PT Kaltim Prima Coal.000.57. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur agar memerintahkan kepada: a. Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham tanggal 13 Oktober 2003 antara Sangatta Holdings Limited dan Kalimantan Coal Limited selaku penjual dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selaku pembeli.100 55.987. Kepala Bagian Keuangan dan BPD Kutai Timur agar meningkatkan koordinasi khususnya dalam hal terjadi adanya kesalahan posting dana sehingga dapat segera diketahui dan diselesaikan b. 3. Harga jual yang disepakati untuk pembelian 55. Pada kenyataannya.7 18.6 100 . Kepala Dinas Tenaga Kerja mempertanggungjawabkan penerimaan DPKK yang digunakan langsung. Pemegang Saham Sangatta Holdings Limited Kalimantan Coal Limited Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Jumlah Semula Jumlah Saham 150.000 % 50 50 100 Menjadi Jumlah Saham 122.237.menganggarkan pengembaliannya dalam revisi anggaran APBD 2005 sebesar Rp638.000 150.800 lembar saham adalah sebesar US$104.000 300. komposisi saham menjadi sebagai berikut: No 1.000.97 pada Pos Pengeluaran Tidak Tersangka atau melalui persetujuan DPRD Kutai Timur untuk menggunakan dana anggaran pada pos lain sambil menunggu proses revisi APBD Kutai Timur Tahun 2005. realisasi atas pembelian saham ini belum dilaksanakan.000 % 40.97 ke Kas Negara.165.800 300. Bagian Laba Usaha Daerah Yang Berasal Dari KPC Sebesar Rp11. c.000. 2.700.288. Kepala Dispenda.100 122.

000.708. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selaku pemilik hak opsi atas pembelian 18.000. mengalihkan seluruh haknya atas 18. .6% kepada PT Kutai Timur Energi yang merupakan BUMD yang keseluruhan sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Atas dasar ini. Pemerintah Daerah tidak diperbolehkan melakukan pinjaman jangka panjang yang bersumber dari dalam negeri maupun luar negeri sampai dengan tanggal 31 Desember 2004. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selaku pemilik 18.700. namun berdasarkan Keputusan Mentri Keuangan Nomor 579/KMK.6% saham tersebut melalui pinjaman luar negeri.151.6% saham ini telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Kutai Timur melalui Keputusan Rapat Pleno DPRD Kabupaten Kutai Timur Nomor.700. Atas hal ini. Pemberian deviden sebesar Rp11.00 meskipun saham tersebut belum sah menjadi milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. bagian keuangan Setkab Kutim mencatat dalam B.97.6% saham PT Kaltim Prima Coal. menjual 13.Pembelian 18. Tahap pertama. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menuntut bagian laba yang seharusnya telah dimiliki sebesar Rp12.000.237.000. Bupati Kutai Timur meminta pada PT KPC untuk memberikan panjar atas deviden yang nantinya akan diterima sebesar Rp2.987. Dengan demikian Pemkab Kutim masih memiliki 5% saham PT Kaltim Prima Coal.000. sehingga Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tidak dapat merealisasikan pembelian saham PT Kaltim Prima Coal.000. PT KPC menyetujui untuk memberikan deviden kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebesar Rp11.57. Tbk senilai US$104.000.000.07/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Penundaan Pelaksanaan Pinjaman Daerah.6% saham PT Kaltim Prima Coal melalui Perjanjian Pengalihan Saham tanggal 10 Juni 2004.IX sebagai penerimaan dari bantuan pihak ketiga/KPC.6% saham atas PT KPC kepada PT Bumi Resources.00 yang cair pada tanggal 15 Januari 2004 dan kemudian digunakan untuk membayar bunga pinjaman kepada BPD Kaltim karena pada saat itu saldo kas daerah Pemda Kutai Timur tidak mencukupi untuk pembayaran bunga pinjaman BPD Kaltim senilai Rp3. Atas hal ini.00 ini terbagi menjadi 2 tahap. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sedianya akan membayar 18. 12 tahun 2003 tanggal 30 Oktober 2003.000.700.00.591.

Sehingga Alokasi ini dibuat dalam pos PAD Objek Penerimaan Bagian Laba Usaha Daerah.000. Hal ini terjadi karena Dispenda Kabupaten Kutai Timur kurang berkoordinasi dengan Bagian Keuangan Setkab Kutai Timur sehingga atas penerimaan ini belum bisa dicatat sebagai deviden.00 belum dapat diakui sebagai bagian Laba Usaha Daerah. Hal ini tidak sesuai dengan : a.00. Pada Tahun Anggaran 2005 dan seterusnya.00 dan melakukan koreksi tambah atas Penerimaan dari Bantuan Pihak Ketiga/KPC sebesar Rp9. 29 tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan.000. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 579/KMK. informasi mengenai Kepemilikan Saham KPC ini masih sedikit sekali diterima oleh Panitia Anggaran dan Dispenda. b. Atas hal ini. Bagian Keuangan menyatakan bahwa dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2004. Hal tersebut mengakibatkan dividen dari KPC sebesar Rp900. BPK-RI melakukan koreksi kurang atas Penerimaan Bagian Laba Usaha Daerah Deviden dari KPC sebesar Rp9.000. akan diperbaiki sebagaimana disarankan oleh BPK dan sesuai dengan Kepmendagri No 29/2002 pada Pos Pendapatan Lainnya yang sah objek Penerimaan pada Penerimaan Bantuan Pihak Ketiga/KPC dengan mempersiapkan perangkat hukumnya melalui Perda. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah Serta Tata Cara Penyusunan APBD.000. Bagian Keuangan dan Bagian Hukum agar meningkatkan koordinasi . Pemerintah Daerah tidak diperbolehkan melakukan pinjaman jangka panjang yang bersumber dari dalam negri maupun luar negri sampai dengan tanggal 31 Desember 2004. pada tanggal 31 Desember 2004 terjadi penerimaan sebesar Rp9. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD. Pasal 49 ayat (5). setiap pengeluaran kas harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. karena belum adanya pembelian dan bukti yang sah atas kepemilikan saham tersebut.000.00 yang dicatat dalam B.07/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Penundaan Pelaksanaan Pinjaman Daerah.000.IX sebagai deviden dari KPC.000.000.Tahap kedua. Keputusan Menteri Dalam Negri No. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Dipenda.000.000.000.

1.2 2.644.khususnya dalam pencatatan penerimaan sehingga adanya kesalahan posting dana dapat segera diketahui dan diselesaikan.1.1.2 Uang Paket Tunjangan Jabatan Tunjangan Komisi Tunjangan Khusus/PPh 21 Uraian Uang Representasi Anggaran (Rp) 492.250. Belanja Sebesar Rp4.000.00 Tidak Dapat Diyakini Kebenarannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 ditetapkan dengan Peraturan Daerah No 1 Tahun 2004 tanggal 2 April 2004 dan perubahannya yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah No.778.1.2 2.100.405.034.01.296.00 63.00 Tidak Sesuai Ketentuan a.157.01. 110 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan DPRD yang telah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sejak 1 April 2003 oleh Mahkamah Agung melalui Judicial Review.00 182.161/3211/SJ tanggal 29 Desember 2003 tentang Pedoman Kedudukan Keuangan DPRD dan sambil menunggu ditetapkannya Peraturan Pemerintah tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD maka Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menganggarkan belanja pos DPRD Tahun Anggaran 2004 seharusnya mengacu pada ketentuan yang berlaku tersebut.01.01.02.04.07% dengan rincian sebagai berikut: Kode Rekening 2.624.00 .500.01.00 182.363.300.975.00 Diantaranya Sebesar Rp7. Berdasarkan dokumen APBD tersebut diketahui bahwa dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2004 untuk Pos DPRD.00 Realisasi (Rp) 491.348.1.03. Berdasarkan Rancangan Perhitungan APBD TA 2004 pada Pos DPRD diketahui bagian belanja Pelayanan Publik dianggarkan sebesar Rp11.05.01.00 Pembebanannya Tidak Sesuai Ketentuan dan Diantaranya Sebesar Rp3.405. 4.2 2.00 64.00 582.1.01. Realisasi Belanja Pos DPRD Sebesar Rp9.363.432.1.01. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengacu pada PP No.250.104.01.01.01.563.1.01.168.01.350.000.157.01.100.850.848.1.757.588.480. 18 tahun 2004 tanggal 17 Desember 2004.2 2.00 593.01. Berdasarkan Surat Edaran Mendagri No.000.270.738.00 70.00 70.01.500.263.1.588.00 dan direalisasikan sebesar Rp9.00 atau 81.000.

11.500.00 609.2 2.009.09.3.2 2.1.11.00 3.00 384.01.01.2 2.00 20.01.2 2.000.01.1.01.00 609.2 2.07.500.1.000.01. dan Biaya Penunjang Operasional yang seharusnya dianggarkan dan direalisasikan pada Pos Sekretariat DPRD ternyata dianggarkan dan direalisasikan pada Pos DPRD dengan rincian sebagai berikut: Kode Rekening 2.832.00 315.14.250.10.01.000.599.2 2.00 1.05.850.1.1.4.01.250.375.2 2.01.05.01.1.250.600.000.01.415.01.09.00 46.000.1.2 2.01.375.000.2 2.000.1.850.600.1.01.000.000.01.01.01.1.000.00 22.1.000.01.151.4.00 20.250.1.000.000.4.00 4.000.1.00 46.2 2.01.1.16.01. Biaya Operasional.01.1.01.00 9.000. Tunjangan Keluarga.01.00 Hasil pengujian lebih lanjut terhadap rekening 2.01.02.508.01.00 Realisasi (Rp) 1.00 2.1.00 1.000.00 315.1.000.1.00 607.000.009.01.12.000.599.07.01.01.000.01.000.1.100.01.629.1.01.066.00 Dari tabel rincian belanja tersebut diatas dapat diketahui bahwa Belanja Tunjangan Kesejahteraan/Kesehatan.01.832.1.1.000.01.01.500.000.1.000.2 Uraian Tunjangan Kesejahteraan/Kesehatan Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah Tunjangan Keluarga Tunjangan Beras Tunjangan Listrik.00 22.250.00 61.00 315.01.01.1.1.1.01.875.470.440.563.01.2 2.00 315.875.738.247.01.01.2.475.01.3.06.2 2.832.02.000.000.353.PDAM&Gas Tunjangan Penyusunan Perda Perjalanan Dinas Dalam Daerah Perjalanan Dinas Luar Daerah Biaya Operasional Reses Anggota Dewan Biaya Penunjang Operasional JUMLAH 660.470.000.01.01.00 300.01.1.2 Tunjangan Panitia Tunjangan Kesejahteraan Uang Pemeliharaan Kesehatan Jaminan Purna Tugas Tunjangan Keluarga Tunjangan Beras Tunjangan Perbaikan Penghasilan Tunjangan Pembantu RT DPRD Tunjangan Listrik.1.00 300.000.000.01.01.00 72.000.500.000.415.000.01.01.000.01.000.02.00 384.625.2 2.1.00 25.000.2 2.2 2.000.100.00 22.629.00 61.00 1.15.157.3.1.00 607.00 1.2 2.832.01.15.375.05.1.000.00 300.00 25.1.00 2.00 3.13.00 72.03.01.01.2 2.508.01.000.01.09.000.000.01.01.500.000.000.4.000.500.000.104.1.1.01.01.066.000.4.01.00 121.000.000.00 72. Tunjangan Beras.01.625.05.1.02.4.00 22.01.00 6.00 22.01.12.405.2 2.1.00 22.01.100.000.2 2.2 2.00 200.01.01.PDAM&Gas Biaya Operasional Biaya Penunjang Operasional JUMLAH Anggaran(Rp) 1.1.000.01.01.250.3.1.000.02.588.000.250.2 2.000.000.01.296.1.00 72.00 300.2 Biaya operasional diketahui sebagai berikut: .01.07. Belanja Perjalanan Dinas.01.000.01.00 200.00 11.01.348.01.2 Tunjangan Kesejahteraan/ Kesehatan dan rekening 2.000.000.1.

500.00 + Rp2.000.000. Mobilitas DPRD.00 42.00 8.000. Belanja Pegawai/ Personalia dan Belanja Rp3.350. 1 2 3 4 Uraian Biaya Penyaringan Aspirasi Masyarakat Mobilitas DPRD Operasional/Taktis Administrasi Pemegang Kas JUMLAH Jumlah (Rp) 775. 1 2 3 4 5 Uraian Bantuan Biaya Transportasi Bantuan Komunikasi Tunjangan Kehormatan Bantuan Sewa Rumah Biaya Pengobatan JUMLAH Jumlah (Rp) 150.432.100.000.850.000.00 Dari pemeriksaan lebih lanjut terhadap bukti-bukti pendukung diketahui bahwa pertanggungjawaban atas penggunaan belanja Biaya Penyaringan Aspirasi Masyarakat.850.000.500. Dewan Perwakilan Rakyat.480.470.00 90.599.470. serta ketentuan Pasal 101 Ayat (3) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat.00 pembebanannya tidak sesuai ketentuan dan diantaranya sebesar Rp3. 2) Biaya operasional No. Untuk tunjangan kehormatan tidak didukung dengan bukti surat keputusan yang menyatakan bahwa telah dibentuk Badan/Dewan Kehormatan DPRD sebagai alat kelengkapan DPRD.00 Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Pemeliharaan Sebesar Sehubungan dengan PP No.832. Berdasarkan hasil pemeriksaan di atas diketahui bahwa belanja sebesar Rp4.00 1.00 312.00 2. 110 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan DPRD telah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sejak 1 April 2003 oleh Mahkamah Agung melalui Judicial Review. Dewan Perwakilan Daerah dan .099.500.000. Operasional/Taktis tersebut ternyata hanya didukung dengan bukti kwitansi tanda terima uang (bukti intern).000.375. dan Bantuan Sewa Rumah tersebut ternyata hanya didukung dengan bukti kuitansi tanda terima uang (bukti intern) yang sulit diyakini relevansinya.00 Lebih lanjut diketahui bahwa pertanggungjawaban atas penggunaan dana Bantuan Biaya Transportasi.009.00) tidak didukung dengan bukti yang memadai.850.009.00 (Rp1.599.000.832.332.250. b.00 97.000.081.000.1) Tunjangan Kesejahteraan/Kesehatan No.348.Bantuan Biaya Komunikasi.250.00 630.500.000.00 1.000.563.

01.00 3.000.01.081. .000.000.500.157.00 1.1.2 2.405.875. Tunjangan Jabatan.1.14.01.000.01.1. Rincian pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut: Kode Rekening 2.00 22.01.500.2 2.1.1.01.000.1.000.000. Uang Paket.01.00 22. bahwa kedudukan protokoler dan keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD diatur dengan Peraturan Pemerintah dan mempertimbangkan mendesaknya waktu penyusunan APBD Tahun Anggaran 2004.01.00 200.00 384.01. Keadaan tersebut di atas tidak sesuai dengan: a.1. 1) Huruf (A) mengenai Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD terdiri dari Uang Representasi.000.000.1.00 atau 33.081.000.1.01.500.1.00 1.000. Tunjangan Alat Kelengkapan Dewan.01.081.00 diantaranya terdapat pengeluaran sebesar Rp3.00 300.000. 161/3211/SJ tentang Pedoman Kedudukan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD tanggal 29 Desember 2003.000.500.09.000.2 2.00 3.65% untuk membiayai beberapa tunjangan/penghasilan anggota DPRD yang tidak sesuai dengan ketentuan.01.000.00 dan semestinya tidak dilakukan karena tidak sesuai dengan azas keadilan dan kepatutan.10.01.000.13. Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Pedoman tentang Kedudukan Keuangan Pimpinan Dan Anggota DPRD sebagaimana dimuat dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No 161/3211/SJ Tanggal 29 Desember 2003 yang disampaikan kepada Ketua DPRD dan Kepala Daerah di Seluruh Indonesia.00 200.000.01.16.000.500.588.05.000.00 384.2 2.000. Hasil pemeriksaan terhadap penjabaran dan pertanggungjawaban Pos DPRD diketahui bahwa realisasi belanja sebesar Rp9.01. maka sambil menunggu ditetapkannya Peraturan Pemerintah tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD dimaksud. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.00 300.01.4.03.000.01. dan Tunjangan Khusus.2 Uraian Uang Pemeliharaan Kesehatan Jaminan Purna Tugas Tunjangan Perbaikan Penghasilan Tunjangan Pembantu RT DPRD Tunjangan Penyusunan Perda Reses Anggota Dewan JUMLAH Anggaran(Rp) 300.000.00 Realisasi (Rp) 300.875.Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menganggarkan belanja pos DPRD Tahun Anggaran 2004 seharusnya mengacu pada ketentuan yang berlaku tersebut.000.1.000.2 2.000. Tunjangan Keluarga.

b. Uang Duka. yang dianggarkan dalam Pos . 3) Huruf (E) mengenai Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan a) Angka (3) Susunan Kode Rekening Obyek dan Rincian Obyek Belanja Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD dianggarkan dalam Pos DPRD. b) Angka (4) Susunan Kode Rekening Obyek dan Rincian Obyek Belanja Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD Sekretatiat DPRD adalah sebagai berikut: a. Tunjangan Perumahan Pimpinan dan atau Anggota DPRD. Belanja Pakaian Dinas.2) Huruf (B) Tentang Tunjangan Kesejahteraan a) Angka (1) dinyatakan bahwa Pimpinan dan Anggota DPRD beserta keluarganya yaitu suami atau istri pertama beserta 2 (dua) orang anak diberikan tunjangan kesehatan dan pengobatan berupa pembayaran asuransi kesehatan kepada lembaga asuransi yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. c) Angka (7) Bagi Pemerintah Daerah yang belum memiliki rumah jabatan Pimpinan dan anggota DPRD kepada yang bersangkutan dapat diberikan tunjangan perumahan berupa uang sewa rumah yang besarnya disesuaikan dengan standar harga yang berlaku didaerah setempat yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. dianggarkan dalam Kelompok Belanja Administrasi Umum pada Jenis Belanja Barang dan Jasa. b) Angka (2) Pimpinan DPRD disediakan masing-masing rumah jabatan beserta perlengkapanya dan satu unit kendaraan dinas serta kepada anggota DPRD dapat disediakan rumah dinas beserta perlengkapannya. Belanja Pemeliharaan rumah jabatan Pimpinan dan rumah dinas Anggota DPRD beserta perlengkapannya dan kendaraan dinas Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan pada Jenis Belanja Pemeliharaan. c. Belanja Pemeliharaan Kesehatan dan Pengobatan serta Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Administrasi Umum pada Jenis Belanja Pegawai/Personalia.

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.1/711/OTDA tanggal 24 Mei 2004 tentang Tunjangan Purna Bhakti Pimpinan dan Anggota DPRD. Belanja Perjalanan Dinas Pimpinan dan Anggota DPRD untuk pelaksanaan program dan kegiatan sesuai Rencana Kerja yang ditetapkan. Kabupaten/Kota yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian. belanja barang dan jasa. Belanja kegiatan Sekretariat DPRD dalam rangka mendukung kelancaran tugas. e. fungsi dan kewenangan DPRD berupa belanja pegawai/personalia. penyediaan Belanja DPRD dalam APBD supaya berpedoman pada . b. serta untuk Belanja Modal dianggarkan pada Pos Sekretariat DPRD. Angka (2) Sementara itu dengan memperhatikan aspirasi masyarakat yang menghendaki agar penggunaan dana yang dianggarkan dalam APBD lebih diutamakan untuk membiayai program dan kegiatan yang langsung dapat dinikmati masyarakat. Kabupaten/Kota memiliki landasan hukum. f. dianggarkan pada Pos Sekretariat DPRD. Angka (1) Agar pemberian Tunjangan Purna Bhakti bagi Anggota DPRD Provinsi. g. Pembangunan/Pengadaan rumah jabatan Pimpinan dan rumah dinas Anggota DPRD beserta perlengkapannya serta kendaraan dinas Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Modal. belanja pemeliharaan baik untuk kebutuhan Belanja Administrasi Umum maupun Belanja Operasi dan Pemeliharaan. belanja perjalanan dinas. maka keinginan Anggota DPRD tersebut telah ditampung dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi. Belanja untuk mendukung program dan kegiatan DPRD berdasarkan Rencana Kerja yang ditetapkan oleh Pimpinan DPRD yang dijabarkan ke dalam belanja pegawai/personalia. maka sambil menunggu ditetapkanya Peraturan Pemerintah dimaksud pada angka (1).163. dianggarkan dalam Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan pada Jenis Belanja Perjalanan Dinas.d. belanja barang dan jasa. belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan.

00+ Rp2. efisien. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD: 1) Pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban belanja daerah untuk tujuan lain dari pada yang ditetapkan. efektif.00) tidak dapat diyakini kebenarannya.00 yang seharusnya dianggarkan dan direalisasikan pada Pos Sekretariat DPRD.470. .350.161/3211/SJ tentang Pedoman Kedudukan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD tanggal 29 Desember 2003. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. Pimpinan dan Anggota DPRD) dalam proses penganggaran pos DPRD dan pelaksanaannya untuk Tahun Anggaran 2004 tidak mempedomani Surat Edaran Mendagri No.009. Realisasi belanja pada pos DPRD lebih saji sebesar Rp4.taat pada Ketentuan yang berlaku. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tatacara Penyusunan APBD.832. c.432.081. Hal tersebut mengakibatkan: a. PP 105 Tahun 2000 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah pasal(4) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib.850.599. d.480.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 2) Pasal 57 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah.500.161/3211/SJ tentang Pedoman Kedudukan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD tanggal 29 Desember 2003. b. 29 Tahun 2002 tentang Pengurusan. dan diantaranya adalah realisasi Belanja Tunjangan Kesejahteraan/Kesehatan dan Belanja Operasional sebesar Rp3.000. Hal ini terjadi karena Panitia Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran (dhi.348.00 (Rp1.00. ayat (2) yang menyatakan bahwa SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya.563. Ketidakhematan keuangan daerah sebesar Rp3. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan.100.250.

Realisasi Belanja Pos Sekretariat DPRD Sebesar Rp16.000.000.875. PP 105.00.00. Panitia Anggaran dalam menyusun DASK 2004 belum mengetahui adanya SE. 1 Tahun 2004 tanggal 2 April 2004 dan perubahannya yang telah ditetapkan menganggarkan belanja pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp17.000.00 Diantarannya Sebesar Rp3.262.00 dengan realisasi selama tahun 2004 sebesar Rp2.000. 161/3211/SJ dan hal ini baru diketahui pada bulan Juni 2004 setelah adanya pemeriksaan dari pihak Bawasprop Kaltim. Panitia Anggaran legislatif dan eksekutif agar dalam proses penganggaran di masa yang akan datang mempedomani ketentuan yang berlaku.522.04.451. 2.00 Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Sebesar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah No.000.875. . Belanja Kegiatan DPRD (rekening 2. 5.432.00 Tidak Sesuai Dengan Ketentuan a.1. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur agar menginstruksikan secara tertulis kepada: 1.1) Rp2.024. 24.18.451.Atas temuan ini DPRD menyatakan bahwa: a.00 atau 97.480.22%.1.024. b.350. Sampai saat ini Badan Kehormatan belum dibentuk dilingkungan DPRD Kabupaten Kutai Timur sehingga belum bisa memberikan bukti administrasi lain berupa Surat Keputusan Badan Kehormatan dan Pemegang Kas merealisasikan sesuai DASK 2004 dengan membayarkan tunjangan kepada semua anggota DPRD yang telah ditetapkan sesuai dengan Perda Kabupaten Kutai Timur. c.599. Untuk tahun anggaran 2005 dan selanjutnya akan mempedomani ketentuan dan peraturan yang berlaku (PP.01. Penganggaran tersebut diantaranya dialokasikan untuk Belanja Kegiatan DPRD sebesar Rp2.448.448.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16. Pemegang Kas sejak bulan Januari 2004 telah mengelola keuangan berdasarkan DASK tahun Anggaran 2004. Sekretaris DPRD Kutai Timur agar mengadministrasikan bukti-bukti pendukung dan melengkapi pertanggungjawaban atas pengeluaran sebesar Rp3.960.760. dan Kepmendagri No. 29 tahun 2002).138.760.125.03.

000.00 sejumlah Rp450.000.000.600.000. Dalam hal peruntukkan belanja kegiatan DPRD yang digunakan untuk mendanai bantuan-bantuan kepada pihak ketiga juga sudah tidak relevan dengan peruntukan belanja kegiatan karena hal tersebut akan membuka peluang penggunaan keuangan daerah sebagai alat untuk kepentingan kelompok dan atau golongan.00 Rp448.000.00 79.275.00 X 1 orang X 4 bulan Rp8.00 830.000.000.00 2.451.000.000.00 X 3 orang X 8 bulan Rp2.00 = Rp336.000.000.00 = Rp440.000.000.000.000.00 X 1 orang X 8 bulan Rp3.000.000.000.Hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengeluaran-pengeluaran yang dibebankan pada pos belanja kegiatan DPRD tersebut dapat diketahui bahwa peruntukan pos ini adalah sebagai berikut: No.000.000.000.000.000.000.00 X 25 orang X 9 bulan) dimulai dari bulan April sampai dengan Desember seperti halnya penghasilan Anggota DPRD.000.000.00 = Rp 72.000.00 atau (Rp2. .00 992.00 Rp992.000.000.00 Jumlah = Rp 40.000.000.000. Biaya Transportasi anggota DPRD diberikan setiap bulan mulai bulan Januari sampai bulan Desember dengan rinciannya adalah sebagai berikut: Uraian Ketua Wakil Ketua Anggota Januari-Agustus Rp5.000.00 Rp544.000.000.000.000.00 X 22 orang X 4 bulan Jumlah 2 Jumlah 1dan 2 = Rp 40.00 Lebih lanjut pemeriksaan dilakukan pada bukti pendukung belanja kegiatan tersebut diketahui bahwa biaya penyusunan raperda diberikan kepada anggota DPRD setiap bulannya sebesar Rp2.00 100.000. 1 2 3 4 5 Uraian Biaya Penyusunan Raperda bagi Anggota DPRD Biaya Uang Reses Anggota DPRD Biaya Bantuan Transportasi Anggota DPRD Honor Sidang Anggota DPRD Belanja Bantuan sosial lainya Jumlah Jumlah 450.000.00 = Rp 64.000.000.00 X 2 orang X 4bulan Rp5.000.00 X 21 orang X 8 bulan Jumlah 1 September-Desember Ketua Wakil Ketua Anggota Rp10.000.875.000.00 Honor sidang yang diberikan setiap kali sidang adalah tidak relevan karena sudah merupakan tupoksi DPRD dan untuk melaksanakan tupoksi tersebut telah diberikan anggaran belanja penghasilan anggota DPRD.000.

599.000.05.4.b.1) Sebesar Rp235.1 2.00 Rp 242.4.00 Tidak Sesuai Ketentuan Dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah No. Hasil pemeriksaan terhadap pertanggungjawaban atas pengeluaran belanja tersebut ternyata belanja pemeliharaan rumah tangga tersebut diberikan kepada Anggota DPRD dalam bentuk uang tunai seperti halnya penghasilan bagi anggota DPRD.000. 1 2 Kode Rekening 2.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.00 atau 99.62 sebesar Rp175.05% dari anggaran.000. Realisasi tersebut diantaranya dialokasikan untuk belanja-belanja sebagai berikut: No.500.00 Hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengeluaran-pengeluaran yang dibebankan pada pos belanja biaya mobilitas anggota DPRD diketahui bahwa belanja tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai melalui SPMU-511/RS/2004 dan tercatat dalam BKU No.01.448.01.500.00 dengan realisasi selama tahun 2004 sebesar Rp235.01.00 Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah No.960. Belanja Pemeliharaan Rumah Tangga (rekening 2.00 X 25 orang) untuk triwulan IV( Oktober sampai dengan Desember).1.06.01.000.760.05% dari anggaran.1 Uraian Biaya Mobilitas Anggota DPRD Tunjangan Pembantu rumah tangga Jumlah Jumlah Rp 175.1.262.000.000.1) sebesar Rp242.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.262.00 atau 91.1.05. 18 Tahun 2004 tanggal 17 Desember 2004 diketahui anggaran belanja pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp17. yang .04.04.4.6%.00 X 25 orang X 9 bulan) dimulai pada bulan April sampai dengan Desember.05.2. Sedangkan untuk biaya Tunjangan Pembantu Rumah Tangga diberikan sebesar Rp67.00.960.500.04.500.04.024.448.1. Belanja-belanja tersebut bersifat sebagai penambah penghasilan.760.00 atau 91.01. Penganggaran tersebut diantaranya dialokasikan untuk Belanja Pemeliharaan Rumah Tangga sebesar Rp236.00(Rp300.06.250.000.04.000.599.000.000.000.000.04.2. Biaya Mobilitas DPRD (Rekening 2.00 Rp 67.12.1.12. 18 TA 2004 tanggal 17 Desember 2004 menganggarkan belanja pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp17.00 (Rp7.000.250.024.04.01.250.1) Dan Tunjangan Pembantu Rumah Tangga (Rekening 2. c.

00 X 3 orang X 5 bulan Rp1.00 = Rp 88.250.750. Huruf (A) mengenai Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD terdiri dari Uang Representasi. Uang Paket. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. Tunjangan Alat Kelengkapan Dewan.000.00 Bukti BKU 42&43 42&43 42&43 Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Belanja biaya pemeliharaan rumah tangga tersebut ternyata tidak didukung dengan bukti yang cukup. .250.00 X 1 orang X 4 bulan Rp1.000.00 = Rp105.000.500. Tunjangan Keluarga.000.00 X 1 orang X 5 bulan Rp1.000.000.000.000.000.500.000.000.000.000. melainkan hanyalah bukti kwitansi dan tanda terima uang (bukti intern) yang ditandatangani oleh penerima uang dalam hal ini anggota DPRD.250. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a.00 = Rp 18.00 = Rp 10.000.500. dan Tunjangan Khusus.000.000.00 X 21 orang X 5 bulan September-Desember Rp1.00 Rp235. 161/3211/SJ tentang Pedoman Kedudukan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD tanggal 29 Desember 2003.000.diberikan setiap bulan dimulai dari bulan April sampai dengan Desember dengan rincian sebagai berikut: April-Agustus Ketua Wakil Ketua Anggota Ketua Wakil Ketua Anggota Rp1. Tunjangan Jabatan.00 X 22 orang X 4 bulan JUMLAH = Rp 6.000. 2) Angka (7) Bagi Pemerintah Daerah yang belum memiliki rumah jabatan Pimpinan dan anggota DPRD kepada yang bersangkutan dapat diberikan tunjangan perumahan berupa uang sewa rumah yang besarnya disesuaikan dengan standar harga yang berlaku didaerah setempat yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Huruf (B) tentang Tunjangan Kesejahteraan 1) Angka (2) Pimpinan DPRD disediakan masing-masing rumah jabatan beserta perlengkapanya dan satu unit kendaraan dinas serta kepada anggota DPRD dapat disediakan rumah dinas beserta perlengkapannya.00 X 2 orang X 4 bulan Rp1.000.00 60&61 60&61 60&61 Jumlah = Rp 7.

dianggarkan dalam Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan pada Jenis Belanja Perjalanan Dinas. dengan urutan sebagai berikut : a) Uang Representasi b) Uang Paket c) Tunjangan Jabatan d) Tunjangan Panitia e) Tunjangan Komisi f) Tunjangan Badan Kehormatan g) Tunjangan Khusus. Tunjangan Perumahan Pimpinan dan atau Anggota DPRD. besarnya belanja kegiatan DPRD disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai target kinerja yang ditetapkan Pimpinan DPRD. Angka (3) Susunan Kode Rekening Objek dan Rincian Objek Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD dianggarkan dalam Pos DPRD.Huruf (D) Untuk mendukung kelancaran tugas. Huruf (E) mengenai Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan 1). . c) Belanja Pemeliharaan rumah jabatan Pimpinan dan rumah dinas Anggota DPRD beserta perlengkapannya dan kendaraan dinas Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan pada Jenis Belanja Pemeliharaan. Angka (4) Susunan Kode Rekening Objek dan Rincian Objek Belanja Pimpinan dan Anggota DPRD yang dianggarkan pada Pos Sekretariat DPRD sebagai berikut : a) Uang Duka. Belanja Pemeliharaan Kesehatan dan Pengobatan serta Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Administrasi Umum pada Jenis Belanja Pegawai/Personalia. b) Belanja Pakaian Dinas. d) Belanja Perjalanan Dinas Pimpinan dan Anggota DPRD untuk pelaksanaan program dan kegiatan sesuai Rencana Kerja yang ditetapkan. fungsi dan wewenang DPRD sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja DPRD. dianggarkan dalam Kelompok Belanja Administrasi Umum pada Jenis Belanja Barang dan Jasa.

e) Pembangunan/Pengadaan rumah jabatan Pimpinan dan rumah dinas Anggota DPRD beserta perlengkapannya serta kendaraan dinas Pimpinan DPRD dianggarkan dalam Kelompok Belanja Modal. pelaksanaan dan penatausahaan penggunaan belanja Pimpinan dan Anggota DPRD dilakukan oleh Sekretariat DPRD selaku Pengguna Anggaran. 29 Tahun 2002 tentang Pengurusan. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tatacara Penyusunan APBD Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Pengurusan Perhitungan APBD: . 4) Angka (7) Penyusunan. c. efektif. fungsi dan kewenangan DPRD berupa belanja pegawai/personalia. 6) Angka (9) Pertanggungjawaban Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan. 5) Angka (8) Anggaran Belanja DPRD dan Sekretariat DPRD merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan. belanja barang dan jasa.taat pada Ketentuan yang berlaku. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. belanja barang dan jasa. serta untuk Belanja Modal dianggarkan pada Pos Sekretariat DPRD. dianggarkan pada Pos Sekretariat DPRD. b. 2) Angka (5) Belanja kegiatan Sekretariat DPRD dalam rangka mendukung kelancaran tugas. 7) Angka (10) Sekretaris DPRD menyampaikan secara periodik laporan realisasi penggunaan Belanja DPRD dan Sekretariat DPRD kepada Kepala Daerah. efisien. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan. PP 105 Tahun 2000 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah pasal(4) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib. belanja perjalanan dinas. belanja pemeliharaan baik untuk kebutuban Belanja Administrasi Umum maupun Belanja Operasi dan Pemeliharaan. 3) Angka (6) Belanja untuk mendukung program dan kegiatan DPRD berdasarkan Rencana Kerja yang ditetapkan oleh Pimpinan DPRD yang dijabarkan ke dalam belanja pegawai/personalia.

Pengguna anggaran tidak melengkapi pertanggungjawabannya dengan bukti yang cukup.875.1) Pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban belanja daerah untuk tujuan lain dari pada yang ditetapkan.000.000.250. Atas temuan di atas DPRD menyatakan bahwa: a.500.451.000.375. ayat (2) yang menyatakan bahwa SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. Panitia Anggaran dan pengguna anggaran dalam proses penganggaran dan pelaksanaan anggaran pos DPRD ketentuan yang berlaku. Hal tersebut mengakibatkan: a. b. Panitia Anggaran dalam menyusun DASK 2004 belum mengetahui adanya SE 161/3211/SJ dan hal ini dimaksudkan guna menunjang kegiatan anggota DPRD yang sangat padat dengan memberikan uang lelah/honor dan pihak pemegang kas telah membayarkan sesuai dengan DASK 2004 yang merupakan Perda Kabupaten Kutai Timur. Sementara anggota Dewan masih baru dan belum memiliki kendaraan dinas dan rumah jabatan guna menunjang hal tersebut pihak pemegang kas telah Tahun Anggaran 2004 tidak mempedomani .00) b.00 tidak dapat diyakini kebenarannya. Kondisi di atas terjadi karena: a.00 (Rp2. Realisasi belanja tunjangan pemeliharaan rumah tangga sebesar Rp235.000. Panitia anggaran dalam menyusun DASK 2004 mengacu kepada DASK tahun sebelumnya. 2) Pasal 57 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah.694.00+ Rp242. berdasarkan kemampuan daerah dan mengadopsi DASK daerah lain sebab belum mengetahui adanya SE 161/3211/SJ dan baru mengetahui setelah bulan Juni 2004. Ketidakhematan keuangan daerah sebesar Rp2. b.

00 X 1 orang X 12 bulan Kepala Bagian @ Rp1.3.000.000.00 dengan realisasi selama tahun 2004 sebesar Rp208.00 X 7 orang X 12 bulan Pemegang Kas @ Rp1.00 atau 93.000.500.01.00 94.760.00. Realisasi Belanja Perjalanan Dinas Tetap (rekening 2.000.1.262.000.960.00 X 4 orang X 12 bulan Kepala Sub Bagian @ Rp 1. 1 Tahun 2004 tanggal 2 April 2004 dan perubahannya yang telah ditetapkan dengan Perda No.024.500. Untuk tahun Anggaran 2005 dan selanjutnya kami akan mempedomani ketentuan dan peraturan yang berlaku.1) Sebesar Rp208.00 Pada Pos Sekretariat DPRD Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah No. c.000.500.000.000.05% dari anggaran.01.000.04.000.00 36.000.448.00 atau 91. Penganggaran tersebut diantaranya dialokasikan untuk Belanja Perjalanan Dinas Tetap sebesar Rp222.00 208.000. 6. Panitia Anggaran legislatif dan eksekutif agar dalam proses penganggaran di masa yang akan datang mempedomani ketentuan yang berlaku.18 Tahun 2004 tanggal 17 Desember 2004 menganggarkan belanja pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp17.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.00 X 3orang X 12 bulan J umlah Jumlah (Rp) 18. 1 2 3 4 Uraian Sekretaris DPRD @ Rp 1. b.92%. Sekretaris DPRD mengadministrasikan bukti-bukti pendukung dan melengkapi pertanggungjawaban atas pengeluaran sebesar Rp235.000. Hasil pemeriksaan terhadap pertanggungjawaban atas pengeluaran belanja tersebut ternyata belanja perjalanan dinas tetap tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai setiap bulan dengan rincian sebagai berikut: No.00 . Sekretaris Dewan akan segera menindaklanjuti dengan memproses standar/besaran bantuan sewa rumah melalui surat Keputusan Bupati Kutai Timur.599. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada: a.00 60.500.000.125.000.membayar secara periodik sejak bulan Januari 2004 sesuai dengan DASK 2004 yang merupakan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur.03.000.000.250.000. d.250.500.

2) Pasal 57 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah. efektif. Hal tersebut disebabkan pengguna anggaran dan pemegang kas sekretariat DPRD tidak melengkapi pertanggungjawabannya dengan bukti yang cukup Terhadap hal tersebut Sekretaris DPRD akan segera memerintahkan kepada pihak pengguna untuk segera melengkapi bukti tanda terima (kwitansi) dengan bukti administrasi lain berupa surat perintah tugas dan surat perjalanan dinas yang telah divisum. melainkan hanyalah bukti kwitansi dan tanda terima uang tunai (bukti intern). b.500. Kondisi tersebut diatas mengakibatkan realisasi belanja perjalanan dinas tetap sebesar Rp208.000. Hal tersebut tidak sesuai dengan : a. efisien. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan. PP 105 Tahun 2000 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah pasal(4) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib.taat pada Ketentuan yang berlaku. 29 Tahun 2002 tentang Pengurusan. ayat (2) yang menyatakan bahwa SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. Keputusan Menteri Dalam Negeri No.Selain itu bukti pendukung perjalanan dinas tetap tersebut ternyata tidak didukung dengan bukti yang cukup. . Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tatacara Penyusunan APBD Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Pengurusan Perhitungan APBD: 1) Pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban belanja daerah untuk tujuan lain dari pada yang ditetapkan.00 tidak dapat diyakini kebenarannya. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Sekretaris DPRD agar mengadministrasikan bukti-bukti pendukung dan meminta pertanggungjawaban dari penerima dana atas belanja tersebut.

731.00).760. Untuk jumlah realisasi tersebut telah diterbitkan SPMU sebesar Rp17.349.502.526.00 – Rp869. Dari selisih SPMU dikurangkan dengan SPJ yang disahkan tersebut dapat diketahui bahwa .024.262.502.00 atau: (Rp1.612.405.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp16.738.157.738.464. 18 Tahun 2004 tanggal 17 Desember 2004 menganggarkan belanja pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp17. Dari jumlah anggaran tersebut telah diterbitkan SPMU sebesar Rp11.00 yang telah disetorkan ke kas daerah oleh pemegang kas sekretariat DPRD sedangkan sisanya sebesar Rp479.771.150. namun demikian masih ada yang sampai dengan berakhirnya waktu pemeriksaan belum dilakukan pengembalian/penyetoran sebagian sisa UUDP yang ada di pemegang kas ke kas daerah. Selain itu pada Pos DPRD dianggarkan belanja sebesar Rp11.024.00 Belum Disetor Ke Kas Daerah Dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah No.349.00.00) belum disetorkan ke kas daerah. Dari jumlah UUDP sebesar Rp1.448.699.464.588.104.00 diantaranya adalah sebesar Rp869.00.349.588.00 dan bukti pertanggungjawaban yang telah disahkan diketahui sebesar Rp9.526.00 Dan Sisa UUDP Pada Pos DPRD Sebesar Rp2.760.960. Namun demikian pemegang kas DPRD tidak menyetorkan sisa UUDP tersebut melainkan menggunakan langsung sisa UUDP tersebut untuk mendanai belanja tahun anggaran 2005.25%.373.262.157.00 atau 81. Hasil konfirmasi kepada pemegang kas Sekretariat DPRD diketahui bahwa sisa UUDP tersebut telah dikelola/diserahkan kepada pemegang kas DPRD.00 – Rp16.612.7.448.024.502.262.731. pengalihan tersebut karena ada pergantian personil pemegang kas di Sekretariat DPRD.05%.138.296.00 atau: (Rp17.771.296.104. Sisa UUDP Tahun Anggaran 2004 Pada Pos Sekretariat DPRD sebesar Rp479.077.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp9.077.448.373.405.00 atau 91.077.599.00 dan bukti pertanggungjawaban yang telah disahkan sebesar Rp16. Dari selisih SPMU dikurangkan dengan SPJ yang disahkan tersebut dapat diketahui bahwa masih terdapat UUDP pada pemegang kas sekretariat DPRD sebesar Rp1. Pemeriksaaan lebih lanjut terhadap bukti pertanggungjawaban diketahui bahwa pemegang kas sekretariat DPRD telah mempertanggungjawabkan transaksi-transaksi yang dilakukannya.760.

00 atau: (Rp11.588. b.405.296.105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal (4) dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara tertib. Terbukanya peluang penyalahgunaan keuangan daerah b.157. 2) Pasal 57 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah. Kondisi diatas mengakibatkan: a. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur tidak dapat mengoptimalisasi dana yang dimiliki bila terdapat kebutuhan yang lebih mendesak. Peraturan Pemerintah No.699.104. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. Pertanggungjawaban Keuangan Daerah serta Tatacara Pengawasan. taat pada Ketentuan yang berlaku. Hal tersebut terjadi karena Pemegang Kas beserta atasan langsung pada Sekretariat DPRD dan DPRD tidak mempedomani ketentuan yang berlaku.masih terdapat UUDP pada pemegang kas DPRD sebesar Rp2. .138. 29 Tahun 2002 tentang Pengurusan.150. efisien. ayat (2) yang menyatakan bahwa SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. Hasil konfirmasi kepada pemegang kas DPRD diketahui bahwa sisa UUDP tersebut digunakan langsung untuk mendanai belanja tahun anggaran 2005. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan.00) Pemeriksaaan lebih lanjut terhadap bukti pertanggungjawaban diketahui bahwa pemegang kas DPRD sampai dengan berakhirnya waktu pemeriksaan belum melakukan pengembalian/penyetoran seluruh sisa UUDP yang ada di pemegang kas ke kas daerah. efektif.738.00 – Rp9. Penyusunan dan Perhitungan APBD: 1) Pasal 55 ayat (2) yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaran-pengeluaran atas beban belanja daerah untuk tujuan lain dari pada yang ditetapkan.

188.1 Belanja .315.00 11.280.850.03.26 99.750.38 90.44 7. terlihat bahwa jumlah keseluruhan realisasi tidak melampaui anggaran namun apabila dirinci per rekening terlihat adanya realisasi yang melampaui anggaran yaitu pada rekening 2.315.348.456.1.950.01.79 atau 99.710.957.00 23.163.684.00.000.723.00 11.000.700.320.00 atau:(Rp479.183.000.00 4.850.01.00 4.364.150.495.000.00 100.68 102.00 51.630.229.699.000.000.01.13 99.750.987.964.00 3.01.79 98. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Sekretaris DPRD agar mengadministrasikan bukti-bukti pendukung dan segera menyetorkan sisa UUDP sejumlah Rp2.865.13% dari anggaran senilai Rp102.750.369.00 Pada Sekretariat Daerah Melampaui Anggaran Senilai Rp297.00 90.00) ke Kas Daerah Kabupaten Kutai Timur.00 7.695.618.00 23.1.956.481.042.188. 8.851.710.696.00 51.07 2 01 03 3 12 01 Dari uraian di atas.0 Biaya Operasional Senilai Rp18.146.464.670.00 + Rp2.000. realisasi Belanja Aparatur pada Unit Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur adalah senilai Rp101. dengan uraian sebagai berikut: (dalam rupiah) Kode Rekening Uraian Belanja 1 Belanja Aparatur 2 01 03 1 2 01 03 1 2 01 03 1 2 01 03 1 2 01 03 1 2 01 03 4 1 2 3 4 4 1 Belanja Administrasi Umum 1 Belanja Pegawai/Personalia 1 Belanja Barang dan Jasa 1 Belanja Perjalanan Dinas 1 Belanja Pemeliharaan 1 Belanja Bantuan Keuangan 1 Belanja Modal Anggaran Realisasi % 99.Terhadap temuan tersebut sekretariat DPRD menyatakan akan segera menyetorkan sisa UUDP pada akhir bulan Juni 2005 menunggu triwulan I direalisasikan sebab sisa dana UUDP tersebut telah dikelolakan guna menunjang kegiatan tahun 2005 pada sekretariat dan Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur.138.1.957.00 Dalam Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004.00 100.4.000.731.747.881.548.000.000.710.157.00 101.827.000.00 4.79 91.03. Realisasi Rekening 2.260.495.851.488.4.62 99.246.

00 18.246. Pasal 10 ayat (2) yang menetapkan bahwa jumlah belanja yang dianggarkan dalam APBD merupakan batas tertinggi untuk setiap jenis belanja. ternyata terdapat rincian pada rekening 2.741. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan.00 1.564.000. Biaya pemelih.183.670.390. Biaya Pengujian Kendaraan b.000. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah: a.710.000.025.964.00 75.360. Atas temuan tersebut Bagian Keuangan akan menelusuri lebih lanjut mengenai temuan ini serta menertibkan penggunaan belanja Operasional yang menurut kami perlu .986.400.657.603.090. Hal tersebut mengakibatkan realisasi rekening 2.000.00-Rp23.00 3.01.396.00) 297.00 (639.01.364.400.00 (3.00 50.00 23.03.747.000.000.710.343.1 Belanja Pemeliharaan senilai Rp23.03.397.00 (Rp23.348.000.00 0.01.01.03. b.986.067.00) (7.670.00 18.00) 101.000.574.00 23.00 3.4.348.00 (Rp18.710.670.000.01. Kondisi demikian terjadi karena Bagian Keuangan tidak mempedomani ketentuan yang berlaku dan tidak ditaatinya disiplin anggaran.964.00– Rp18. Pembelian Bhn Bkr Pelumas 304.00 d.00 75. Biaya Operasional f.00.1.000.1 Biaya Operasional yang melampaui anggaran senilai Rp297. dengan rincian sebagai berikut: Uraian Anggaran Realisasi (dalam rupiah) Selisih Realisasi Dan Anggaran Belanja Pemeliharaan: a.950.008. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.600.670.00 tersebut di atas.871.950.364. Biaya Tamu Jumlah Hasil pengujian lebih lanjut atas rincian dari realisasi rekening 2.950.00 1.000.554.564.1. Alat Ktr & RT e. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam Peraturan Pemerintah No.910.246.610.4.710. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib.528.Pemeliharaan senilai Rp101.01.01.000. efisien.000.00) (187.00 304.4.1.183.000. Biaya Reparasi dan Penggantian Suku Cadang c.348.00 49.00).710.1 Biaya Operasional disajikan lebih tinggi senilai Rp297.067.00).670.183.747.

000.000.000.1 Biaya Operasional Pada Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Senilai Rp18.00.00 Ir. Hj Y 11/5/04 Keuangan 3.747.710.000.00 atau 101.000.A DP.364. 9. Rp75. MM . BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Bagian Keuangan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur agar dalam pengelolaan APBD senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku.00 Diantaranya Senilai Rp577. Hasil pengujian atas SPJ Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran 2004 diketahui adanya pemberian biaya operasional untuk para pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah yang tidak didukung dengan bukti maupun dasar hukum pemberiannya. Jumlah dan atau nilai pemberiannya bervariasi antara Rp18. 29/2002.500.000.067.64% dari anggaran senilai Rp18.00. MH.00 H.1.000.000. BKU 2 21 11/5/04 Kutai Timur 2.03.000.800.d.564.01.01.A.di redesain sesuai dengan ketentuan berlaku sesuai dengan PP No. Pemberian biaya operasional tersebut dilakukan setiap triwulanan.000. 22 11/5/04 4.00 Drs. SH Uraian 3 Biaya Operasional Sekretaris Kabupaten Jumlah 4 75.00 Penerima 5 Drs.01.000.4.00 dengan rincian sebagai berikut: (dalam rupiah) No. 44 Biaya Operasional Kasubag 60. & Tgl No. 105/2000 dan Kepmendagri No. Pengeluaran ini akan dialokasikan dalam belanja pada Perubahan/Revisi APBD Kutai Timur Tahun 2005.710. 1 1. Realisasi Belanja Rekening 2.000. Sur 13/5/04 Perbendaharaan Biaya Operasional Kasubag Anggaran 60.364.747. 23 Biaya Operasional Kepala Bagian 75. Jumlah pemberian biaya operasional kepada para pejabat pada bulan Mei dan Juni Tahun Anggaran 2004 adalah senilai Rp577. realisasi Biaya Operasional pada Sekretariat Daerah adalah senilai Rp18.000. H.00 s.750.000.00 Tidak Sesuai Ketentuan Berdasarkan Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004.

H. Harga. 274 18/6/04 12.500. 399/02. 3.d II/a telah diberikan tunjangan kesejahteraan PNS selain gaji pokok dan tunjangan yang resmi setiap bulan.000. IY 7. 28 11/5/04 Biaya Operasional Staf Khusus TW I 18.000. IN 60.000.675 500 2.500.000.750.00 Yun 18/6/04 Bagian Keuangan Jumlah 577.000. Uraian Tunjangan II/a Uang Representasi Tunjangan Jabatan Tunjangan Kegiatan Tunjangan Kesejahteraan *) Uang BBM Uang Telepon Jumlah 600 2.00 Drs.500.000. 31 11/5/04 Biaya Operasional Staf Khusus TW I 18.00 Ad. 4.188.00 Drs.000.00 Berdasarkan SK Bupati Kutai Timur No. H. 5. Kebutuhan Dan Pemeliharaan Serta Satuan Pokok Kegiatan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. 270 18/6/04 Biaya Operasional Staf Khusus TW I Biaya Operasional Asisten Administrasi 18.5.000.050 200 750 150 525 100 425 600 450 550 475 II/b 500 350 450 375 III/a 450 300 400 325 Eselon III/b 400 250 350 275 IV/a 200 150 200 200 IV/b 150 100 150 150 V/a 100 75 100 100 V/b 75 50 100 100 . kepada para pejabat eselon IV/a s.925 400 1. DY 6. 275 18/6/04 11.500.45/HK/X/2003 tanggal 28 Oktober 2003 tentang Standarisasi Biaya Barang Dan Jasa. BI Biaya Operasional Asisten II untuk TW I Biaya Operasional Plh Kasubag Verifikasi 37.000.00 Drs. SE 18/6/04 Bagian Keuangan 13.000. H.00 Drs. E 9. FD 18/6/04 TW I 10.175 450 1.750. 2.750. yang besaran nilainya sebagai berikut: (dalam ribuan rupiah) No. 6.00 Suh 8.00 Drs. 257 Biaya Operasional Asisten I untuk TW I 37. M.750. 276 37. 30 11/5/04 Biaya Operasional Staf Khusus TW I 18.675 300 1. 1.000. 258 Biaya Operasional Kasubag Keuangan 60.000.00 Ir.

Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam Peraturan Pemerintah No. efisien.188. Pengujian lebih lanjut menunjukkan bahwa pemberian biaya operasional kepada para pejabat tersebut didasarkan atas SK Bupati Kutai Timur No. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib. Hal tersebut terjadi karena: a. Hal tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan daerah senilai Rp577. Panitia Anggaran dalam penyusunan anggaran tidak mempedomani ketentuan yang berlaku.000. Honorarium Dan Biaya Operasional Bagi Aparat Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Kutai Timur yang tidak mengatur secara jelas atas besaran dan atau jumlah pemberian biaya operasional. Atas temuan tersebut Bagian keuangan menyatakan bahwa pemberian biaya operasional kepada beberapa pejabat di Lingkungan Sekretariat Daerah pada dasarnya untuk menunjang tugas pelayanan ke masyarakat yang tidak direncanakan dalam satu tahun/insidentil sifatnya. angka nominal tunjangan yang jelas serta mewajibkan untuk membuat laporan tertulis mengenai penggunaan dana . 102/02. b.00. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan.Keterangan: *) Uang BBM Eselon II 5 liter/hari Eselon III 3 liter/hari Eselon IV 2 liter/hari Para bendaharawan diberikan tunjangan khusus senilai Rp120. Pada Tahun Anggaran 2005 dan kedepan. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.000. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. 102/02.188. Dalam SK Bupati tersebut tidak mengatur pemberian biaya operasional kepada perorangan maupun besarannya. Honorarium Dan Biaya Operasional Bagi Aparat Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Kutai Timur.500.00 per bulan.45/HK/IV/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Pemberian Tunjangan. Diberlakukannya SK Bupati Kutai Timur No.45/HK/IV/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Pemberian Tunjangan. didesain ulang Belanja Operasional ini dengan memperkuat dasar hukum.

d September 2004) 1. Realisasi Rekening 2. Pemberian Insentif/Upah Pungut atas Realisasi Penerimaan Dana Perimbangan Minyak Bumi dan Gas Alam (Juli s.200.05.01.750.01.00 Tidak Sesuai Ketentuan Dalam Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004.327. 29 Tahun 2002 BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur agar meninjau kembali SK Bupati Kutai Timur No. 10.00 atau 99. Uraian Pemberian Insentif/Upah Pungut atas Realisasi Penerimaan Dana Perimbangan Minyak Bumi dan Gas Alam (Januari s. sebagaimana ketentuan dalam PP.000.00 atau 85.1. diketahui bahwa diantaranya terdapat pengeluaran senilai Rp2. Berdasarkan pengujian atas realisasi rekening 2.d Juni 2004) 2.00 beserta bukti-bukti pendukungnya.94% dari relisasi merupakan pemberian uang perangsang atas realisasi penerimaan Dana Perimbangan (Penerimaan Negara) dari Sektor Minyak Bumi dan Gas Alam yang dialokasikan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.1.06.000.000.000.00 .00 Jumlah 950.000.300.000.000.01.2.000.05. 105/2001 dan Kepmendagri No.45/HK/IV/2004 dengan mengatur secara jelas mengenai besaran dan jumlah pemberian biaya operasional dan menginstruksikan kepada Panitia Anggaran supaya dalam penyusunan anggaran senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku.608. dengan uraian sebagai berikut: (dalam Rupiah) No.750. 1.000.1 Uang Perangsang atas penerimaan pendapatan daerah senilai Rp3.1 Uang Perangsang Atas Penerimaan Pendapatan Daerah Senilai Rp3.288.000.00 Diantaranya Senilai Rp2.000.00.2.62 % dari anggaran senilai Rp10.06.094.belanja Operasional kepada Pejabat Penerima.01. 102/02.000.680.188.200. diketahui bahwa Belanja Satuan Kerja Dinas Pendapatan Daerah telah direalisasikan senilai Rp10.000.

088.188.00 2. sehingga masalah tersebut akan terus terulang.3. 408/02.45/HK/XI/2003 tanggal 11 Nopember 2003 tentang Pemberian Upah Pungut Dan Atau Insentif/Uang Perangsang Atas Realisasi Penerimaan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur. .10 kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan para Anggota DPRD.45/HK/XI/2003 tanggal 11 Nopember 2003 tentang Penetapan pembagian insentif/uang perangsang Atas Penerimaan Daerah Terhadap Minyak Bumi Dan Gas Alam Kabupaten Kutai Timur.00 Pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa pemberian uang perangsang tersebut didasarkan pada Peraturan Daerah No. Surat keputusan tersebut memuat persentase pemberian uang perangsang kepada para pimpinan dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur serta pimpinan DPRD.000.868.000.188. yang antara lain dijabarkan kembali dalam Surat Keputusan Bupati No. yang antara lain diungkapkan adanya pembagian uang perangsang (selama dua tahun anggaran) dari realisasi penerimaan Dana Perimbangan dengan jumlah seluruhnya senilai Rp5.000. Masalah tersebut di atas pernah diungkapkan oleh BPK-RI dengan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI Perwakilan VI Banjarmasin No. Lebih lanjut diketahui bahwa konsideran atau acuan peraturan perundangan sebagai dasar diterbitkannya Perda maupun surat keputusan Bupati tersebut tidak mengatur pemberian uang perangsang atas dana perimbangan yang merupakan penerimaan Negara yang dibagihasilkan kepada Daerah. 38 Tahun 2001 tanggal 17 September 2001 tentang Pemberian Uang Perangsang Atas Realisasi Penerimaan Daerah Kabupaten Kutai Timur dan Surat Keputusan Bupati Kutai Timur No.936.000. namun terlihat bahwa rekomendasi atau saran BPK-RI kepada Bupati Kutai Timur agar mengajukan perubahan Perda yang mengatur pembagian uang perangsang tersebut belum dilakukan.5/10/2003 tanggal 31 Oktober 2003 atas Pelaksanaan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2002 dan 2003 (s. 409/02. Pemberian Insentif/Upah Pungut atas RealisasiPenerimaan Dana Perimbangan Minyak Bumi dan Gas Alam (Oktober-Desember 2004) Jumlah 500.750.d Agustus 2003). 267/S/XIV.

d) Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari penerimaan APBN. Peraturan Pemerintah No. antara lain menyatakan bahwa Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan data obyek pajak yang terutang sampai dengan kegiatan penagihan pajak kepada wajib pajak serta pengawasan penyetorannya. efisien. sektor kehutanan dan sektor perikanan yang dibagi hasilkan kepada Daerah. 35 Tahun 2002 tentang Pedoman Alokasi Biaya Pemungutan Pajak Daerah. 104 Tahun 2000 tentang Dana Perimbangan. . 344/KMK. antara lain menetapkan bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 14 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. b. kegiatan Kontrak Production Sharing (Kontrak Bagi Hasil) dan kontrak kerja sama selain Kontrak Production Sharing. c) Penerimaan Negara pertambangan umum adalah semua penerimaan yang berasal dari kegiatan pertambangan umum. menyatakan bahwa penyaluran dana bagian Daerah dari sumber daya alam dilakukan oleh Direktur Jenderal Lembaga Keuangan dan jumlah dana bagian Pemerintah Daerah disetorkan langsung ke Kas Daerah. antara lain menyatakan bahwa: 1) Pasal 1 a) Penerimaan Negara dari sumber daya alam adalah penerimaan Negara yang berasal dari sektor pertambangan umum. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. b) Penerimaan Negara minyak bumi dan gas alam adalah Penerimaan Negara dari sektor pertambangan minyak bumi dan gas alam yang berasal dari kegiatan Operasi Eksplorasi Produksi Pertamina Sendiri. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib. antara lain Iuran Tetap/Landrent/Deadrent.Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam: a. Royalty. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. c.06/2001 tentang Penyaluran Dana Bagian Daerah Dari Sumber Daya Alam. 2) Pasal 17.

yaitu pada bulan April. Hal tersebut terjadi karena Para Pimpinan di lingkungan Pemerintah Daerah tidak mempedomani ketentuan yang berlaku dengan masih tetap memberlakukan Peraturan Daerah No. d. 1 Tahun 2004 dan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Bupati. Nopember 2003 bertentangan dengan ketentuan yang lebih tinggi. Sedangkan realisasi penerimaan Upah Pungut/Insentif/Uang Perangsang dilaksanakan karena Pemda menganggarkan kembali dan termuat dalam batang tubuh APBD Kutai Timur TA 2004 yang telah ditetapkan berdasarkan Perda No. Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur telah merevisi dan menyempurnakan keberadaan Perda No. 409/02. dan Upah Pungut/Insentif/Uang Perangsang bukan dikategorikan biaya pemungutan sebagaimana diatur dalam Kepmendagri Nomor 35 Tahun 2002 tetapi suatu kebijakan daerah yang tertuang dalam Perda Nomor 2 Tahun 2004 yang merupakan produk hukum tertinggi di daerah untuk dilaksanakan di daerah dengan maksud dan tujuan sebagaimana tersebut di atas.45/HK/XI/2003 tanggal 11 Nopember dan Surat Keputusan Bupati Kutai Timur No. c. . Dalam rancangan perhitungan APBD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2005 tidak lagi dianggarkan untuk Uang Perangsang dari Penerimaan Sektor Migas.3) Pasal 18. menetapkan bahwa Dana bagian Daerah disalurkan ke Kas Daerah secara triwulanan. menyatakan bahwa Pemerintah Daerah menyampaikan Nomor Rekening dan Nama Bank yang akan digunakan untuk menampung penyaluran dana bagian Daerah dari sumber daya alam kepada departemen Keuangan dhi.750. Ditjen Lembaga Keuangan. 4) Pasal 19.45/HK/XI/2003 tanggal 11 Atas temuan tersebut Dispenda menyatakan bahwa: a. 38 Tahun 2001 tanggal 17 September 2001 berdasarkan Perda No.188. Oktober dan bulan Desember. Juli.00. 408/02.188. 2 tahun 2004 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah b. Pengalokasian Upah Pungut/Insentif/Uang Perangsang tidak mengurangi Realisasi Penerimaan Pajak/Retribusi Bagi Hasil Dana Perimbangan yang disetorkan ke Kas Daerah.000. 38 Tahun 2001 tanggal 17 September 2001 serta Surat Keputusan Bupati Kutai Timur No.000. Hal tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan Daerah senilai Rp2.

00 213.1 Biaya Pemungutan PBB Rp3.00 344.772.833.00 12.917.2.00 28.693.00 2.503. 2.987.00 9. Dari uraian di atas.742.235.628.828.819.092.070. realisasi penerimaan rekening 1.638.344.00 5.640.254.713.189.911. 10.00 73.00 14.924.911.00 178.624.00 981.571.477.489. 38 Tahun 2001 tanggal 17 September 2001 dan Surat Keputusan Bupati Kutai Timur No.331.000.640.808.801.846.439.942. 6.05.222.140.000.100.084.599.696.423.623.000.913.00 (Rp67. 3.00 486.00 63.00 276.00 281.752.00 14.262.982.00 atau 114. 7.656.1.06.000.269.258.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp JUMLAH 5. 408/02.211.00 27.170.027.820.00 13.00 330.264.00 11.100.220.514.00 4. BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp PBB 4.047.676. 4.00).153.049.00 14.00. Berdasarkan hasil pengujian atas SPM PHP PBB yang diterbitkan Menteri Keuangan yang memerintahkan KPKN untuk memindahbukukan penerimaan PBB dan BP PBB (Biaya Pemungutan PBB) hak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 ke Kas Daerah.242. 8.578. Realisasi Rekening 2.02.542.189.170.00 123.152. diketahui bahwa jumlah penerimaan tersebut adalah sebagai berikut: No 1.795.454.925.238.266.188.14% dari anggaran senilai Rp59.383.00 500.300.698.740.608.00 202.2.587.134.524.45/HK/XI/2003 dan 408/02.694.459.683.01.848. 5.264.05.849.00 288.00 1.287.00 8.235.454.1.01.925.00 13.00 Pada Dinas Pendapatan Daerah Termasuk Rp841. 11.00 1.990.709.006.936.408.01.01 Pajak Bumi dan Bangunan adalah senilai Rp67. menunjukkan adanya selisih antara SPM PHP PBB dan BP PBB dengan realisasi PBB dan BP PBB senilai Rp1.BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk meninjau kembali Perda No. Hal tersebut disebabkan adanya .344.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp BP PBB 172.188.00 187.00 14.846.00 Direalisasikan Untuk Belanja Modal Senilai Senilai Senilai Dalam rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004.00 Bukan Penerimaan BP PBB Dan Diantaranya Rp769.234.00 77.00 47. 11.279. 12.989.912.168.298.45/HK/XI/2003 tanggal 11 Nopember 2003.00 296.00 117.00 – Rp65.306.763.000.809.00 65.193.107.830.

000.900.000. Rp 80.00 49.00 Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa Biaya Pemungutan PBB dalam Rancangan Perhitungan APBD direalisasikan lebih tinggi senilai Rp841. 1. Pengujian lebih lanjut menunjukkan bahwa pengeluaran rekening 2.1 BP PBB telah direalisasikan senilai Rp3.258.00 (Rp3.05.00 . dengan rincian sebagai berikut: No.06. 5.00) yang diantaranya dipergunakan untuk belanja modal sebesar Rp769.000.00 atau 100% dari anggaran.1.01.693. 4.000.000.000.100.000.000.306.820. efisien.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 92.000.000.00 tersebut.820. & Tgl BKU 3.000. Laptop/Notebook Toshiba P IV/Mcentrino 1.713.00 3. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam Peraturan Pemerintah No.000.00. ternyata direalisasikan juga untuk pengadaan barang keperluan kantor Dinas Pendapatan Daerah dan Kantor Pelayanan PBB senilai Rp769.00 – Rp2.00 41.000.100. selain direalisasikan untuk membayar biaya pemungutan atas penerimaan PBB kepada para pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Printer Canon BJ 200 SP Penambahan Daya & Renovasi Instalasi Kantor KPPBB Jumlah Unit 1 unit 1 unit 1 unit 4 unit 4 unit 2 unit 4 unit 4 unit 1 unit Jumlah Rp 280.00.6 GHz b.000.100.000. Komputer P IV 2.penerimaan PBB Pemerintah Pusat yang dikembalikan kepada daerah atas terlampauinya penerimaan tersebut. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib.000. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.4 GHz c. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. 2.00 Rp 769.000.000. Hal tersebut mengakibatkan: a.000.2.713.000.00 30.000.00 1360 21/12/04 1354 1354 1357 21/12/04 21/12/04 21/12/04 1351 21/12/04 No.287. Pemborosan keuangan daerah sebesar Rp841.000.02. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. . Nama Barang/Uraian Pengadaan Kendaraan Roda Empat Merk Nissan Frontier Kendaraan Roda Empat Merk Toyota Kijang Innova Kendaraan Roda Empat Merk Toyota Kijang Pick Up Kendaraan Roda Dua Merk Honda Kharisma X 25 Kendaraan Roda Dua Merk Honda Win MCB Pengadaan Komputer : a.820. namun diberlakukan sebagai biaya pungut.306.920.00 43. Dari realisasi senilai Rp3.000.000.000.00 Rp 150.

b. Realisasi rekening 2.01.05.2.1.06.02.1 Belanja BP PBB disajikan lebih tinggi senilai Rp769.820.000,00 dan realisasi rekening 2.01.05.1 Belanja modal disajikan lebih rendah senilai Rp769.820.000,00. Hal tersebut terjadi karena Kepala Dinas Pendapatan Daerah: a. Dalam merealisasikan BP PBB tidak didasarkan atas realisasi yang seharusnya namun hanya berdasarkan atas anggaran BP PBB. b. Tidak mempedomani ketentuan dalam pengelolaan keuangan daerah. Terhadap temuan tersebut Dispenda menyatakan bahwa Penerimaan dari Pemerintah Pusat Biaya Pemungutan PBB dalam rancangan perhitungan APBD senilai Rp3.100.000.000 yang telah dialokasikan pada anggaran Dinas Pendapatan Kabupaten Kutai Timur tersebut merupakan suatu perhitungan yang ditargetkan dari penerimaan yang terdiri dari: a. Biaya Pemungutan PBB Rp2.100.000.000,00 b. Insentif atas kinerja/kelebihan target realisasi PBB sektor pedesaan dan perkotaan sebesar Rp1.000.000.000,00 (berdasarkan hasil evaluasi penerimaan PBB dan BPHTB tahun 2003) Dalam realisasinya penerimaan terdiri dari: a. BP PBB sebesar Rp2.258.693.287,00 dan b. Insentif sebesar Rp1.540.549.515,00 (SKO Menteri Keuangan RI Nomor 0903/KM.3-44/SKOPr/2004) Dalam realisasi pengeluaran sebesar Rp3.100.000.000,00 untuk membayar biaya pemungutan sebesar Rp1.559.450.485,00 dan membayar insentif sebesar Rp1.540.549.515,00 Dana insentif tersebut telah direalisasikan untuk: a. Pengadaan sarana dan prasarana untuk pengelolaan PBB b. Pemberian insentif kepada para pegawai yang mengelola PBB (berdasarkan Surat Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Samarinda No. S.025/WPJ.14/KB.0304/2004 tanggal 5 Januari 2004. Hal evaluasi Penerimaan PBB dan BPHTB s/d Bulan Desember 2003) Untuk membayar kekurangan BP PBB tahun 2004 telah dianggarkan pada DASK Dinas Pendapatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2005.

BPK- RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Dinas Pendapatan Daerah agar senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku dan mencantumkan pengadaan barang yang dibeli dengan menggunakan rekening 2.01.05.2.5.1.06.02.1 Belanja BP PBB ke dalam Daftar Pengadaan Barang.

12. Realisasi Belanja Rekening 2.01.05.2.1.04.00 Biaya Operasional Dinas Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2004 Senilai Rp2.050.000.000,00 Diantaranya Senilai Rp875.000.000,00 Tidak Dilengkapi Bukti Yang Sah Dalam Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004, diketahui bahwa Belanja Satuan Kerja Dinas Pendapatan Daerah telah direalisasikan senilai Rp 10.288.608.094,00 atau 99,62 % dari anggaran senilai Rp10.327.680.000,00. Berdasarkan pengujian atas Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dinas Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2004 diketahui adanya biaya dalam rangka pengurusan penerimaan Dana Perimbangan baik pada Ditjen Lembaga Keuangan pada Departemen Keuangan maupun pada Departemen-Departemen yang terkait dengan pengeluaran Dana Perimbangan di Jakarta senilai Rp 875.000.000,00 atau 42,68.% dari anggaran senilai Rp2.050.000.000,00. Biaya pengurusan tersebut dibebankan pada Rekening 2.01.05.2.1.04.00 Biaya Operasional. Realisasi biaya operasional dalam rangka melakukan pengurusan dana perimbangan senilai Rp 875.000.000,00 ternyata tidak didukung dengan bukti yang sah namun hanya berupa bukti kas intern yang diterimakan oleh para pejabat di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah yang melakukan pengurusan dimaksud, yang secara rinci dimuat dalam tabel berikut:
No. No. & Tgl BKU 1 1. 2 9 15/6/04 2. 29 3 Biaya Operasional dalam rangka konfirmasi data hasil perhitungan dana perimbangan Migas di DJLK Depkeu di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka konsultasi teknis 70.000.000,00 Drs. JI 4 5 BULAN JUNI Uraian Jumlah (dalam rupiah) Penerima

15/6/04 3. 4. 52 15/6/04 131 16/6/04

tentang konfirmasi data hasil penjualan batubara TW I di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka rapat perhitungan realisasi lifting Migas di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka rapat perhitungan realisasi lifting Migas TW I di Jakarta Jumlah BULAN AGUSTUS 35.000.000,00 250.000.000,00 Drs. MEN 80.000.000,00 Drs. JI 65.000.000,00 Drs. JI

5.

481 13/8/04

Biaya Operasional dalam rangka rekonsiliasi pembagian royalty DHPB Tahun 2003 dan 2004 di Jakarta 50.000.000,00 50.000.000,00 50.000.000,00 Drs. JI Drs. JI Drs. JI Biaya Operasional dalam rangka perhitungan realisasi dana bagi hasil dari Migas TW I di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka rapat rekonsiliasi pembagian royalty DHPB 2004 di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka dana partisipasi pengurusan dan penyelesaian SDA Batubara (royalty) di Jakarta 20.000.000,00 50.000.000,00 60.000.000,00 280.000.000,00 MA SE MM Drs. MY Drs. JI Biaya Operasional dalam rangka konsultasi tentang penerimaan PBB TW III TA 2004 di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka rekonsiliasi penghitungan Migas TW II TA 2004 di Jakarta Jumlah BULAN DESEMBER

6. 7. 8.

484 13/8/04 534 23/8/04 537 23/8/04

9. 10.

541 25/8/04 546 31/8/04

11. 12. 13.

1160 8/12/04 1162 8/12/04 1162 8/12/04

Biaya Operasional dalam rangka Rapat Rekonsiliasi Pembagian Royalti DHPB di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka Rapat Rekonsiliasi Pembagian Royalti DHPB di Jakarta Biaya Operasional dalam rangka Rapat Perhitungan Perkiraan Realisasi Dana Bagi Hasil SDA Migas TW III TA 2004 di Jakarta 50.000.000,00 Drs. SS Biaya Operasional dalam rangka koordinasi pencairan dana insentif PBB dan perencanaan target penerimaan TA 2005 di Jakarta 55.000.000,00 H, SH MM Biaya Operasional dalam rangka konsultasi dan IV dan V TA 2004 di DJLK Depkeu di Jakarta 65.000.000,00 Drs. HM. Y 50.000.000,00 Drs. SS 50.000.000,00 Drs. JI

14.

1168 8/12/04

15.

1217

15/12/04 koordinasi pencairan dana Bi. Pemungutan PBB TW

000.000. Selain itu. SE Drs.000. Pertanggungjawaban Dan Pengawasan Keuangan Daerah Serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimuat dalam: a. sedangkan untuk perjalanan dinas dan akomodasi selama melakukan rapat ditanggung oleh masing-masing undangan. Pada dasarnya kepada para pejabat di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah telah diberikan biaya perjalanan dinas beserta akomodasi selama melakukan kegiatan tersebut.00 345. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan.000. efisien.1 16. Pasal 4 yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib. 02 Tahun 2004 Pasal 15 ayat (4). Pelaksanaan Tata . JI 17. 2 1250 3 Biaya Operasional dalam rangka pencairan dana Jakarta 4 5 17/12/04 PSDH dan DAK-DR TW II Depkeu dan Dephut di 50.000.000. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pengurusan. b.00 875. dana perimbangan yang dialokasikan dan atau dibagihasilkan kepada daerah tergantung pengesahan APBN oleh DPR RI dikecualikan terhadap dana-dana yang dialokasikan untuk pembayaran gaji PNS.000.00 H. yang antara lain menyatakan bahwa dalam rangka penyelesaian pengelolaan penerimaan pendapatan daerah ditetapkan biaya operasional yang pelaksanaannya ditetapkan berdasarkan keputusan Bupati Kutai Timur. 1440 Biaya Operasional dalam rangka percepatan Jumlah Jumlah Total 20/12/04 pencairan dana royalty dan Migas di Depkeu Jakarta Pengurusan tersebut sebagian besar hanya didasarkan undangan rapat yang pada dasarnya tidak membebani biaya apapun kepada para pejabat daerah Propinsi/Kabupaten/Kota. taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peraturan Pemerintah No. ZS. Surat ketetapan Bupati dimaksud sampai dengan saat pemeriksaan berakhir tidak diperoleh. Lebih lanjut diketahui bahwa biaya-biaya tersebut di atas ternyata telah dituangkan dalam Peraturan Daerah No.00 25.000.

Usaha Keuangan Daerah Dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah, Pasal 57 ayat (1), yang menyatakan bahwa Pengguna Anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah. Hal tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan Daerah senilai Rp 875.000.000,00. Hal tersebut terjadi karena para pejabat di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah tidak mempedomani ketentuan tentang pengelolaan keuangan daerah. Atas temuan tersebut Dispenda menyatakan bahwa Dispenda mengalokasikan biaya operasional dengan berpedoman kepada PERDA No. 02 Tahun 2004 yang dalam pelaksanaannya secara teknis diatur lebih lanjut dengan Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 3/02.188.45/HK/I/2004 tanggal 6 Januari 2004 dan Nomor 267/02.188.45/HK/VIII/2004 tanggal 12 Agustus 2004 yang mengatur peruntukan Biaya Operasional. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Dinas Pendapatan Daerah agar mengadministrasikan bukti-bukti pendukung dan meminta pertanggungjawaban dari penerima dana atas belanja tersebut.

Rp42.014.350.600,00 13. Dana Alokasi Khusus Reboisasi (DAK-DR) Sebesar Diantaranya Sebesar Rp22.436.479.200,00 Digunakan Tidak Sesuai Dengan Peruntukannya. Pemerintah Pusat sejak tahun 2001 telah menyalurkan Dana Alokasi KhususDana Reboisasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam rangka pelaksanaan reboisasi dan penghijauan pada kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Berdasarkan Buku Kas B.IX Saldo akhir DAK per 31 Desember 2003 adalah sebesar Rp42.014.350.600,00 yang terdiri dari:
a. b. DAK-DR 2002 DAK-DR 2003 Jumlah Rp Rp Rp 25.447.000.000,00 16.567.350.600,00 42.014.350.600,00

Pada Tahun Anggaran 2004 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tidak mendapatkan lagi alokasi dana dari pusat sehingga dalam membiayai proyek-proyek reboisasi dan penghijauan digunakan dana sisa tahun 2003 tersebut. Berdasarkan

rekening koran Tahun 2004, dari sisi penerimaan dapat diketahui bahwa selama tahun 2004 dana tersebut bertambah dengan adanya pajak, bunga, pemindahbukuan dari rekening Kas Daerah dan pemindahbukuan dari rekening Gaji dengan perincian sebagai berikut:
a. b. c. d. Pajak Bunga PB dari kasda PB dari gaji Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp 25.108.108,31 140.986.271,46 5.170.743.830,00 244.434.300,00 5.581.272.509,77

Pada sisi pengeluaran dalam rekening koran DAK dapat diketahui bahwa pajak dan bunga langsung dipindahbukukan ke rekening Kas Daerah. Berdasarkan dokumen SPMU yang diperoleh, dapat diketahui bahwa jumlah SPMU yang dicairkan dari rekening DAK selama tahun 2004 adalah sebesar Rp49.291.895.570,00 terdiri dari:
a b c d e f g h i SPMU Dinas Kehutanan SPMU Dinas P dan K SPMU Sekretariat Kabupaten SPMU Umum & Perlengkapan SPMU Sekretariat Dewan SPMU Pusdiklat Agribisnis SPMU Dinas PU SPMU Dinas Pertanian SPMU Dinas Kesehatan Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 26.855.416.370,00 9.490.000.000,00 6.365.869.200,00 1.302.500.000,00 2.530.526.000,00 1.075.000.000,00 386.172.500,00 1.251.946.500,00 34.465.000,00 49.291.895.570,00

Pemeriksaan

lebih

lanjut

diketahui

bahwa

dari

SPMU

sebesar

Rp49.291.895.570,00 diantaranya sebesar Rp26.855.416.370,00 digunakan oleh Dinas Kehutanan untuk membiayai proyek-proyek reboisasi dan penghijauan yang terdiri dari proyek luncuran tahun 2003 sebesar Rp26.325.489.950,00 dan sebesar Rp529.926.420,00 merupakan proyek murni tahun 2004 (rincian terlampir). Sedangkan sisanya yaitu sebesar Rp22.436.479.200,00
Tanggal 6 Jan 04 9 Jan 04 15 Jan 04 5 Jan 04 6 Jan 04 No. SPMU 474/RT/03 914/PT/03 393/PT/03 949/PS/03 971/PT/03

digunakan untuk membiayai kegiatan rutin dan pembangunan
Satker Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dispertan Dispertan Uraian Pengadaan sarana penunjang laboratorium Dinas Kesehatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Kekurangan SPMU Peningkatan Produksi Hortikultura Perencanaan Peningkatan produksi perikanan Jumlah 27.185.000,00 7.200.000,00 80.000,00 77.559.000,00 1.174.387.500,00

pada satker selain Dinas Kehutanan dengan perincian sebagai berikut:
Rp Rp Rp Rp Rp

5 Jan 04 5 Jan 04 6 Jan 04 7 Jan 04 6 Jan 04 8 Jan 04 9 Jan 04 14 Mei 04 14 Mei 04 10-Nop-04 5 Jan 04 5 Jan 04 5 Jan 04 5 Jan 04 13 Mei 04 JUMLAH

896/PT/03 880/PT/03 735/PT/03 838/PT/03 972/PS/03 538/RS/03 539/RT/03 17/RS/04 29/RS/04 1126/GJ/04 487/RT/03 536/RT/03 805/PT/03 973/PT/03 24/RS/04

DPU DPU DPU DPU Pusdiklat Agribisnis Setkab Setkab Setkab Setkab Setkab Setwan Setwan Umper Umper Dinas P dan K

Pembangunan Jalan Rantau Pulung -Muara Bengkal Perbaikan Perumahan dan pemukiman perkotaan Perbaikan Perumahan dan pemukiman perkotaan Pembangunan Kantor Dinas/Lembaga Pemkab Kutai Timur Pelatihan Agribisnis Penyediaan UUDP triwulan IV Honor PTT Setkab Kutai Timur Honor PTT Setkab Pembayaran Dana Bantuan Pedesaan Gaji Pembiayaan instalasi taman rumah jabatan ket DPRD dan kantor DPRD Pengadaan meubelair inv kantor DPRD Pengadaan sarana mobilitas dan kendaraan lainnya Pengadaan sarana mobilitas dan kendaraan lainnya Belanja Langsung Dinas P dan K

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

191.741.800,00 8.723.300,00 69.632.000,00 116.075.400,00 1.075.000.000,00 119.683.400,00 311.685.800,00 1.000.000.000,00 3.550.000.000,00 1.384.500.000,00 30.526.000,00 2.500.000.000,00 849.500.000,00 453.000.000,00 9.490.000.000,00 22.436.479.200,00

Penggunaan DAK untuk pembayaran kegiatan di atas dilakukan dengan mekanisme pemindahbukuan ke rekening gaji dan rekening Kas Daerah kemudian dikembalikan lagi ke rekening DAK. Dengan mekanisme demikian sangat memungkinkan bahwa dana DAK digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya, yang semestinya baru dapat dipindahkan dari rekening DAK ke rekening Kas Daerah pada saat akan digunakan untuk kegiatan proyek-proyek reboisasi dan penghijauan. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. Peraturan Pemerintah Nomor 105 tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 4 yang mengharuskan pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, efisien, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. b. Lampiran Surat Edaran Bersama antara Menteri Keuangan, Departemen Kehutanan, Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah serta Badan Perencanaan

Adanya kebijakan untuk memanfaatkan dana DAK-DR untuk membiayai kegiatan di luar peruntukan yang sebenarnya. Sehingga diambil suatu kebijakan untuk meminjam dana dari Rekening Kas DAK DR yang standby. Bagian Keuangan melalaikan kewajiban untuk mengelola keuangan DAK-DR sesuai ketentuan yang berlaku. SE-522. SE-59/A/2001. No.4/947/V/ Pengelolaan Dana Alokasi Khusus BANGDA perihal Pedoman Umum Reboisasi (DAK-DR) untuk Dana penyelenggaraan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Reboisasi dan Penghijauan) yang mengharuskan DAK-DR dialokasikan oleh Kepala Daerah untuk membiayai kegiatan-kegiatan fisik rehabilitasi hutan dan lahan kritis di dalam DAS prioritas sekaligus sebagai sarana pengembangan kapasitas dan kapabilitas masyarakat. tuntutan belanja baik yang bersifat belanja Aparatur maupun belanja Publik/Modal oleh masyarakat menunjukkan intensitas yang tinggi. b. Atas temuan tersebut Bagian Keuangan menyatakan bahwa sebagian besar sumber dana alokasi Belanja Daerah berasal dari Dana Perimbangan.IV/05/2001 dan No. Hal tersebut mengakibatkan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana awal karena digunakan untuk membiayai kegiatan rutin daerah. 2035/D. No. Pada tahun 2004 dan tahun-tahun sebelumnya penyaluran dana perimbangan sering terlambat sampai ke Kas Daerah. Kondisi tersebut terjadi karena: a. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Panitia Anggaraan dan Bagian Keuangan agar dalam penyusunan anggaran senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku dan di masa mendatang penggunaan Dana DAK-DR tidak diperuntukkan untuk kegiatan selain membiayai kegiatan-kegiatan fisik rehabilitasi hutan dan lahan kritis.Pembangunan Nasional No. . sedangkan disisi lain. SE-720/MENHUT-II/2001. untuk menanggulangi sementara alokasi belanja (talangan sementara).

Obyek Pembayaran Pokok Pinjaman Yang Jatuh Tempo yang semestinya pembayaran bunga dan denda pinjaman sebesar Rp36. Realisasi Pembiayaan Pengeluaran Pembayaran Pokok Pinjaman Yang Jatuh Tempo Sebesar Rp91.458.513.000.458. Keadaan tersebut tidak sesuai dengan Kepmendagri No. Kelompok Belanja.513.513. Jumlah bunga.000. Pembayaran bunga dan denda pinjaman pada BPD …………… Rp36. atas realisasi tersebut tercatat dalam satu akun rekening Kelompok Pembiayan Jenis Pengeluaran Daerah.340. tentang Pedoman Pengurusan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pasal 16. Obyek Bunga dan Denda. Jenis Belanja Administrasi Umum. Obyek Pembayaran Pokok Pinjaman b. Jenis Belanja Administrasi Umum.340. Dalam Rancangan Perhitungan APBD TA 2004.513.340. Rincian Obyek Bunga dan Denda Pinjaman.53 dicatat pada akun Kelompok Belanja.00 tidak dapat dikoreksi.53 termasuk pembayaran bunga pinjaman sebesar Rp36..… Rp55.53 atau 39.340.458.340.53 Diantaranya Termasuk Pembayaran Bunga Pinjaman Sebesar Rp36. Jenis Pengeluaran Daerah. Ayat (2). Rp91.14.340.340. menunjukkan bahwa realisasi pembayaran Pokok Pinjaman yang jatuh tempo sebesar Rp91.53 Jumlah …………………………….458.458.9% dari realisasi. tidak dibuka rekening dalam kelompok belanja untuk pembayaran bunga pinjaman sehingga atas pengeluaran sebesar Rp36. Obyek Pembayaran Pokok Pinjaman Yang Jatuh Tempo dianggarkan sebesar Rp92.000.340. Jumlah pinjaman yang jatuh tempo pada tahun berkenan dianggarkan pada Kelompok Pembiayaan.513.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp91. dan Rincian Obyek Bunga dan Denda Pinjaman.458.53 Dalam Rancangan Perhitungan APBD TA 2004 diketahui bahwa dalam Kelompok Pembiayan Jenis Pengeluaran Daerah.458.513.513.458.513. denda dan biaya administrasi pinjaman yang akan dibayar pada tahun berkenaan dianggarkan pada Bagian.53 atau 99. ayat (1).513. Pembayaran pokok pinjaman pada BPD ……………………. a. Obyek Bunga dan Denda.513. 29 Tahun 2002.458.458. realisasi sebesar Rp91. Namun dalam APBD Kabupaten Kutai Timur TA 2004.340.340.450.4% dari anggaran.53 Gambaran atas komponen realissi tersebut.53 tersebut terdiri dari: a.00 b..625.021. .

79 60.36 96.340.29 177.50 12.376.036.Keadaan tersebut mengakibatkan realisasi Pembiayaan Pengeluaran Pembayaran Pokok Pinjaman Yang Jatuh Tempo sebesar Rp91.042.00 131.368.68 563.177.00 560.970.53 lebih saji sebesar Rp36.94 67.00 59.00 20.796.29 250.366.513.25 66.900.572.05 77.599.18 25.69 8.909.93 46.462.00 18.200. Obyek Bunga dan Denda.85 .53.513.635.290.74 86.500.00 183.805.00 % 105.41 105.458.194.119.458.50 588.000.502.000.477.884.710.308.29 Tidak Termasuk Di Dalamnya Belanja Luncuran Kegiatan TA 2003 Sebesar Rp102.58 104.133.500.394. yang mengakibatkan lebih saji sebesar Rp36.052.500.000. Kelompok Belanja.05 121.194.53. 15.00 68.950.191.308.601.278.500.860.550.000.428.042.00 402. Jenis Belanja Administrasi Umum.632. Atas temuan tersebut Bagian Keuangan menyadari bahwa ada kesalahan penempatan dan perlakuan pos pengeluaran terutama pada Pembayaran Bunga dan denda pinjaman pada BPD Kaltim.00 539.500.177. Untuk Tahun 2005 dan seterusnya akan diperbaiki sesuai dengan Kepmendagri No.340. 29 tahun 2002.090.943.00 21.815.723.500.40 92.892.458. dan Rincian Obyek Bunga dan Denda Pinjaman.45 78.797.317.000.420.69 271.239.699. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Panitia Anggaran dan Bagian Keuangan agar dalam penyusunan Anggaran di masa mendatang senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku.370.00 13.898.420. Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA 2004 Sebesar Rp311.883.286.513.333. Hal ini terjadi karena tidak dibukanya rekening dalam APBD TA 2004 untuk Bagian.300.340.078.884.568.18 311.630.630.970.769.500.00 Yang Disajikan Dalam Kelompok Pembiayaan Pengeluaran Daerah Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2004 pada Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur adalah sebagai berikut: (dalam rupiah) Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Jumlah Pendapatan BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administrasi Umum Belanja Operasi Pemeliharaan Belanja Modal Pelayanan Publik Belanja Administrasi Umum Belanja Operasi Pemeliharaan Anggaran Setelah Perubahan 560.00 Realisasi 588.058.00 6.051.205.

13 100.545.143. Berdasarkan penyajian belanja luncuran pada Rancangan Perhitungan APBD diketahui bahwa belanja luncuran kegiatan tahun lalu yang seharusnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan atau menjadi bagian dari total belanja tahun berjalan dianggarkan dan direalisasikan pada kelompok Pembiayaan jenis Pengeluaran Daerah.00 112.551.661.00 (Rp102.29 + .931.308.53 102. apabila Belanja Luncuran Kegiatan Tahun Lalu (TA.Rp187.558.00 .545. 2004.100. Dari pengesahan SPJ di bagian verifikasi diketahui masih ada sisa UUDP dan contra pos terhadap belanja luncuran tersebut sebesar Rp187.364.894.321. 2004 menjadi Rp413.758.775.050.869.625.294.89 29.6 6 Pemeriksaan lebih lanjut terhadap pertanggungjawaban dan pengesahannya diketahui bahwa dari belanja luncuran sebesar Rp102. pada kelompok Pembiayaan jenis Pengeluaran Daerah TA 2004 dapat digambarkan dalam tabel berikut ini: (dalam rupiah) Uraian Transfer Ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Bunga PinjamanYang Jatuh Tempo Pembayaran Utang Luncuran Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Berjalan Anggaran Setelah Perubahan 0.032.00 113.884.329.143.29 (Rp311.50 92. Namun demikian. 2003) disajikan dalam Kelompok Belanja Daerah maka jumlah Belanja Daerah TA.869.00 277.287. Penyajian seperti tersebut diatas berpengaruh terhadap surplus/(defisit) yaitu perbandingan antara pendapatan dan belanja daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA.513.798.00 100.079.89.133.758.50 Realisasi 0.661.338.45 91.364.00 158.00 yang disajikan dalam Rancangan Perhitungan APBD TA 2004 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tidak sepenuhnya dipertanggungjawabkan.809.079.458.Belanja Modal Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka SURPLUS/(DEFISIT) 86.340.00 15.00 2.381.914.000.837.00 - Selain itu.894.00 2.69 15.00 25.726.00 2.381.450.815.00 99.834.12 4.321.837.000.00 dengan demikian belanja luncuran terkoreksi kurang sejumlah tersebut sehingga realisasi belanja luncuran menjadi sebesar Rp102.21 % 0. Berdasarkan Perhitungan APBD Kabupaten Kutim TA 2004 terdapat surplus sebesar Rp277.394.545.603.775.611.194.021.321.317.328.758.192.00).296.814.420.50 91.100.

Pasal 6 Ayat (1): Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (3) terdiri dari bagian belanja Aparatur Daerah dan bagian belanja Pelayanan Publik.641.685. Kondisi tersebut mengakibatkan realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Ayat (4): Pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam struktur APBD meliputi transaksi keuangan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus. Ayat (2): Masing–masing bagian belanja sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dirinci menurut Kelompok Belanja yang meliputi Belanja Administrasi Umum.Rp102. Belanja Operasi dan Pemeliharaan serta Belanja Modal.89. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan.984. Atas temuan tersebut Bagian Keuangan menyatakan bahwa sejak awal penyusunan APBD Tahun 2004 yang memulai dengan sistem berbasis kinerja.00) dan surplus pada Rancangan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menjadi Rp175. Pada Tahun Anggaran 2005 dan seterusnya luncuran ini akan diperlakukan sesuai dengan . Penyusunan dan Perhitungan APBD. Pasal 2 Ayat (3): Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Struktur APBD meliputi semua pengeluaran yang merupakan kewajiban Daerah dalam satu Tahun Anggaran yang akan menjadi pengeluaran Kas Daerah.394. Pertanggungjawaban Keuangan Daerah serta Tata Cara Pengawasan. a.133. Hal ini tidak sesuai dengan Kepmendagri No. Hal tersebut terjadi karena Panitia Anggaran dalam penyusunan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menafsirkan bahwa Belanja Luncuran Kegiatan Tahun Lalu (TA 2003) adalah hutang yang belum dibayar sehingga disajikan dalam Kelompok Pembiayaan Jenis Pengeluaran Daerah. Hal tersebut menunjukkan penyajian Realisasi Belanja Luncuran Kegiatan Tahun Lalu pada Kelompok Pembiayaan Jenis Pengeluaran Daerah menambah jumlah surplus dalam Laporan Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA. masih dicari pemecahan terhadap masalah perlakuan luncuran belanja publik/modal.884. 2004. b.

000.IX TA 2003 tercatat sebagai pengeluaran di TA 2003 yang sebenarnya sesuai dengan Rekening Bank baru dicairkan di TA 2004 (tanggal 2 s.447.00 (13.00) 32.179.185.351.706.00 27. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Panitia Anggaran agar di masa mendatang dalam penyusunan APBD mempedomani ketentuan yang berlaku.290.526.374.470.530.706. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Dalam Rancangan Perhitungan APBD TA 2004 Dalam Kelompok Pembiayaan Jenis Penerimaan Daerah sebesar Rp32.35 25.492.484.492.d.600.470.180.194. Sekretariat DPRD b.567.374. Bappeda d. 16.35 yang terdiri dari : Sisa Kas B IX Umum Sisa Kas B IX Gaji Sisa Kas B IX DAK 2002 Sisa Kas B IX DAK 2003 Sisa UUDP Jumlah 741.00 .35 Nilai sisa lebih tersebut tidak sesuai dengan yang tercantum dalam rancangan Perhitungan APBD TA 2004.492. dinyatakan bahwa Sisa Lebih Perhitungan APBD Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2003 adalah sebesar Rp45.649.950. yang terdiri dari: Belanja Rutin a.194.351.350.350.000.180.00 60.290.194.950.00 sesuai dengan Buku Kas B.180. yaitu Sisa Lebih Perhitungan Tahun Lalu hanya dinyatakan sebesar Rp32.000.470.000.484.000.567.00 2.947.649.arahan Tim BPK dan Kepmendagri No.179.35 Pengeluaran TA 2003 sebesar Rp13.35 25.214.369.214.000. 20 Januari 2004).00 45. Dinas Kesehatan Rp Rp Rp Rp 2.179.447.947. Sekretariat Kabupaten c.00 2.35 Tidak Menggambarkan Sisa Lebih Yang Sebenarnya Berdasarkan Laporan Pertanggungjawaban Bupati Kutai Timur TA 2003.000.00 16.00 16.35 atau berkurang sebesar Rp13.000.214.600. 29 Tahun 2002 dimana luncuran diperlakukan sebagai belanja daerah sesuai dengan kemajuan progress fisik belanja Publik/Modal.200.00 dengan rincian sebagai berikut: Sisa Kas B IX Umum Sisa Kas B IX Gaji Sisa Kas B IX DAK 2002 Sisa Kas B IX DAK 2003 Sisa UUDP Pengeluaran TA 2003 Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 741.00 575.

Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.200.00 1. b.492.179.180.00 13. b.00 7.179.872. .00 tidak dicatat dalam Perhitungan APBD 2004.891. Atas hal ini BPD Kaltim Cabang Sangatta belum melakukan rekonsiliasi antara saldo menurut bank dengan B.946.251.IX.000.073. BPK-RI melakukan koreksi tambah sebesar Rp13.000. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 1999 tentang Pelaksanaan Tugas Pemegang Kas Daerah Dalam Pengurusan Keuangan Daerah. Hal tersebut disebabkan : a.000.00 atau Sisa Lebih Perhitungan APBD Tahun Lalu menjadi sebesar Rp45. Kekurangan Pembayaran SPMU 393/PT/2003 Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 6.500.IX) dengan Saldo rekening Kas Daerah pada Bank yang ditunjuk.180. diketahui bahwa untuk mengantisipasi pengeluaran yang belum terbayarkan di TA 2003 maka Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur memberlakukan kebijakan untuk menutup kas daerah sampai dengan tanggal 20 Januari 2004 untuk pencairan dana-dana rutin dan pembangunan melalui surat tanggal 24 Januari 2004 Nomor 09/900/KEU/XII/2003 perihal penutupan kas daerah.Belanja Pembangunan e. Sehingga atas pengeluaran sebesar Rp13.649. BPD selaku Pemegang Kas Daerah belum melakukan rekonsiliasi antara B.180.IX dan Rekening Koran secara berkala.000. Pasal 88 ayat (1). Dinas Kesehatan j.179. Pusdiklat Agribisnis i. Pasal 6 ayat (4) : Pemegang Kas Daerah setiap bulan melakukan rekonsiliasi data antara saldo Buku Kas (B. Bendaharawan Umum Daerah menutup semua transaksi penerimaan kas dan transaksi pengeluaran kas setelah Tahun Anggaran berakhir. Atas hal ini.35. Adanya kebijakan dari Sekretaris Daerah Kutai Timur untuk membuka Kas Daerah TA 2003 sampai dengan tanggal 20 Januari 2004.00 1.706.000. Bagian Umum dan Perlengkapan g.00 Berdasarkan konfirmasi tim dengan BPD Kaltim cabang Sangatta.000. Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan.492.492. Dinas Pekerjaan Umum f.374.492.075.179.00 1.00 80.180.480.00. Dinas Pertanian h. Hal tersebut mengakibatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu yang tercatat dalam Perhitungan APBD TA 2004 kurang saji senilai Rp13.

649. Pencairan Dana Kas Daerah dari Rekening Gaji Pemda Dengan Menggunakan SPMU Gaji TA 2004 sebesar Rp24.500.374.00 (Lihat lampiran 1).706.000. dengan melakukan koreksi tambah sebesar Rp13. Atas pengeluaran sebesar Rp36.000.000.920. 22/2002 dan Kepmendagri No. Untuk Tahun 2005 dan seterusnya. Pengeluaran tersebut ternyata digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran dalam APBD TA 2004. Berdasarkan informasi yang diberikan Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur. sebagaimana ketentuan dalam Kepmendagri No.Atas temuan tersebut.776. kebijakan untuk membuka Kas Daerah sampai dengan atau melebihi periode anggaran tidak akan dilakukan serta secara berkala melakukan rekonsiliasi Buku Kas Daerah (B.776. Dengan demikian masih terdapat pengeluaran SPM Pengelolaan gaji sebesar Rp24.35.696.00 telah terjadi pengembalian SPM Pengelolaan Gaji ke Rekening Kas Daerah (R/K No.00 Tidak Dianggarkan Dalam Tahun Anggaran 2004 Register SPMU Belanja Gaji dan Rekening Giro Gaji (R/K no.IX) dengan Rekening Koran Bank di BPD Sangatta.180. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Kepala Bagian Keuangan agar di masa mendatang dalam penyusunan Perhitungan APBD senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku. 0101300023) menunjukkan bahwa terjadi mutasi debet (pencairan dana) Kas Daerah dari Rekening Gaji Pemda dengan menggunakan SPMU Gaji TA 2004 sebanyak 64 SPMU sebesar Rp36.000.500.696.492.179. Bagian Keuangan akan memperbaiki Sisa Lebih dalam perhitungan anggaran APBD TA 2004 dalam Revisi Anggaran APBD 2005. dan diterima oleh Kasubbag Perbendaharaan dan Bendaharawan Rutin Sekretariat Kabupaten Kutai Timur. diantaranya untuk membayar panjar bagi Satuan Kerja yang ada di lingkungan Setkab rutin yang tidak dianggarkan .500. Pencairan SPM Pengelolaan Gaji ini ditandatangani oleh Kepala Bagian Keuangan. 0101300012) di TA 2004 sebesar Rp11. 33 tahun 1999. 17.00 dengan total Sisa Lebih APBD Tahun Lalu menjadi sebesar Rp45.00 untuk biaya pengelolaan gaji.00.500.000. pengeluaran SPM Pengelolaan Gaji dilakukan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang bersifat mendesak namun tidak dianggarkan di TA 2004.000.

000.736.280.00 3.00 587.000. Hal tersebut tidak sesuai dengan : a.500.500.00 20.500.000. Umum & Perlengkapan Bupati Pembayaran kontrak kerja belanja langsung Humas Hukum Bantuan Sosial Sekretariat Daerah Tata Pemerintahan Badan Kepegawaian Daerah Dinas Lingkungan Hidup Badan Kesbang dan Linmas Dinas Perikanan Dinas Pendidikan DPRD Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 5. 2) Pasal 27 ayat (1) dan (2) menetapkan bahwa setiap pembebanan APBD harus didukung oleh bukti-bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih dan setiap orang yang diberi wewenang menandatangani dan atau mengesahkan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggungjawab atas kebenaran dan akibat dari penggunaan bukti tersebut.000.000.00 merupakan pengeluaran yang masih harus dipertanggungjawabkan/ diselesaikan dan merupakan salah satu komponen Sisa Lebih Perhitungan APBD TA 2004.00 yang terdiri dari: a. Dari Daftar Hutang yang terakomodasi di dalam APBD TA 2005 diketahui bahwa jumlah yang dibayarkan kepada Satuan Kerja atas pencairan SPM Pengelolaan Gaji tersebut sebesar Rp24.412.00 92.000.00 1.00 156.500. g.776. m. e.919.000.000. f.000. h.852. Atas panjar tersebut ada yang tidak dapat dikembalikan pada Tahun Anggaran Berkenaan sehingga dinyatakan sebagai pengeluaran/ hutang yang terakomodasi di dalam APBD TA 2005.945.384.071.950.000.00 255. i.115.000. c.000.789.00 11.250.029.000.170.000.Kutim.00 Gambaran atas pengeluaran dana Pengelolaan Gaji sebagaimana diungkapkan diatas sebesar Rp24. k.00 24. b.00 92.776.450.000. d.00 10.500.000.00 2.00 277.600.392.303. Peraturan Pemerintah No. l.00 132. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah pada : 1) Pasal 10 ayat (3) menetapkan bahwa setiap pejabat dilarang melakukan tindakan yang berakibat pengeluaran atas beban APBD apabila tidak tersedia atau tidak cukup tersedia anggaran untuk membiayai pengeluaran tersebut. yang akan dikembalikan apabila anggaran tahun 2005 telah disahkan.776. j. . n.

2) Pasal 49 ayat (1). BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Kepala Bagian Keuangan agar segera meminta Bendaharawan rutin mempertanggungjawabkan penyelesaian panjar dengan meningkatkan pengendalian dan pengawasan dalam pengelolaan keuangan daerah serta di masa mendatang setiap pengeluaran harus dianggarkan dalam APBD.776.500.000. tentang Pedoman Pengurusan. 29 Tahun 2002. Membuka peluang timbulnya penyalahgunaan keuangan daerah. Hal tersebut terjadi karena : a. Kepala Daerah dan Sekretaris Kabupaten yang memperbolehkan adanya pengeluaran yang tidak dianggarkan c. Pengendalian dan pengawasan terhadap penyelesaian panjar dan pinjaman oleh Bagian Keuangan masih lemah. Adanya kebijakan dari Pimpinan dhi.00 belum dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu APBD merupakan dasar pelaksanaan keuangan dan setiap adanya pengeluaran harus dianggarkan dalam APBD. Hal ini mengakibatkan : a. Pengeluaran kas yang mengakibatkan beban APBD tidak dapat dilakukan sebelum Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD disahkan dan ditempatkan dalam Lembaran Daerah. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah Serta Tata Cara Penyusunan APBD. Pengeluaran panjar sebesar Rp24. b. . Kepmendagri No. Kelemahan dalam perencanaan anggaran b. Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD : 1) Pasal 1 huruf b. Terhadap temuan tersebut Bagian Keuangan menyatakan bahwa penggunaan dana yang tidak dianggarkan ini terjadi karena lupa/alpa merencanakan dalam perubahan APBD Tahun 2004 serta tidak terkontrolnya pengeluaran-pengeluaran karena kebutuhan yang sangat mendesak dan banyaknya tuntutan masyarakat serta intensitas kerja yang tinggi di beberapa unit kerja Lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.b. menetapkan bahwa APBD adalah suatu rencana keuangan tahunan daeah yang dibebankan berdasarkan Perda tentang APBD.

492.82 (Rp 1.00 Dengan demikian Sisa Lebih Perhitungan APBD TA 2004 yang semestinya adalah sebesar Rp80.317. DAK 2002 dan DAK 2003 per tanggal 31 Desember 2004.583.944.226.947.Sisa UUDP Rp559.733.633.914.180. Rp 36. Rp 23.362.Contra Pos & Sisa UUDP ……………………………………. Hutang yang terakomodasi di TA 2005 merupakan pengeluaran yang terjadi di TA 2004 tapi tidak dianggarkan dan akan dianggarkan dalam APBD 2005.914.84 dengan rincian sebagai berikut: .SPJ Belanja TA 2004 .180.776.Hutang yang terakomodasi di TA 2005 ………………………. Sisa Lebih Perhitungan APBD Tahun Berjalan Yang Dinyatakan dalam Perhitungan APBD TA 2004 Sebesar Rp113. Berdasarkan lembar pengesahan sisa UUDP yang dibuat oleh sub bagian verifikasi diketahui bahwa: .SPMU TA 2004 .500.459.941.179.21 Tidak Mencerminkan Sisa Kas Yang Sebenarnya Rancangan APBD TA 2004 menunjukkan bahwa Sisa Lebih Perhitungan APBD TA 2004 adalah sebesar Rp113.811.068.18.293.00 .d 20 Januari 2004 dan belum tercatat dalam Perhitungan APBD TA 2003 maupun TA 2004 (Lihat Catatan Pemeriksaan Nomor 14).638. Pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa jumlah hutang yang terakomodasi di TA 2005 adalah sebesar Rp24.729.82 Rp552.00 Rp113.500. Sedangkan Sisa UUDP TA 2004 tersebut tidak sesuai keadaan yang sebenarnya.471.568.914.21 yang terdiri dari: .558.000.224.00 (Lihat Catatan Pemeriksaan Nomor 16).310.Sisa Kas Per 31 Desember 2004 . Gaji.776.459.811.00) Rp 5.Sisa UUDP yang disetorkan pada tahun berkenaan .00 .Pengeluaran TA 2003 ………………………………………….540.230.84 Rp24.179.286.Sisa Kas Per 31 Desember 2004 ………………………………..293.000.Hutang yang terakomodasi di TA 2005 Rp36.. Rp 39.87 . Rp 13.317.317.765.492. Pengeluaran TA 2003 sebesar Rp13.072.492.84 .21 Sisa Kas terdiri dari Saldo Rekening Giro Kas Daerah..558.00 adalah pengeluaran yang menggunakan SPMU TA 2003 namun baru dicairkan pada tanggal 2 s.608.

362.471.014.944.558. Pengguna Anggaran wajib mempertanggunjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yng dilampiri dengan bukti-bukti yang sah b.317. pada akhir tahun anggaran seharusnya .50.007.979. Ayat (1).21Rp80. SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal sepuluh bulan berikutnya. Setiap unit kerja.492.00 Rp80.84.362. Ayat (2).179.21 menjadi Rp80.230. Sub Bagian Pembukuan.310.362.969.Pengeluaran TA 2003 .361.317.048.84). Atas temuan tersebut Bagian Keuangan akan memperbaiki Sisa Lebih dalam Perhitungan anggaran APBD Tahun 2004 dalam Revisi APBD Tahun 2005 dengan melakukan koreksi dari sebesar Rp113.195. Verifikasi dan Perbendaharaan belum sepenuhnya melakukan fungsi pengawasan terhadap Sisa UUDP pada para Pemegang Kas sebagaimana mestinya dan Pemegang Kas Satuan Kerja serta Atasan Langsungnya belum mempedomani ketentuan yang berlaku. Daftar Hasil Pengadaan Barang Dan Daftar Pemeliharaan Barang Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2004 Minimal senilai Rp112.944. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur untuk menginstruksikan kepada Kepala Bagian Keuangan agar di masa mendatang dalam penyusunan Perhitungan APBD senantiasa mempedomani ketentuan yang berlaku.Sisa UUDP Rp13.334.310.667.224. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan.310.994.00 Belum Dibuat Oleh Bagian Umum Dan Perlengkapan Pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan kegiatan pemeliharaan barang unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dilaksanakan oleh masingmasing unit kerja yang terkait. Hal ini berakibat Rekening Sisa Lebih Perhitungan APBD Tahun Berjalan lebih saji sebesar Rp32. Hal ini tidak sesuai dengan Kepmendagri No.84 Atas hal ini BPK-RI melakukan koreksi kurang atas Sisa Lebih Perhitungan Tahun Berjalan sebesar Rp33.914.37 (Rp113. 19.. Hal ini disebabkan karena Bagian Keuangan dhi. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah Pasal 57: a.914.180.00 Rp 5.558.

Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. diketahui bahwa Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Daftar Pemeliharaan Barang belum dibuat oleh Bagian Umum dan Perlengkapan. 2004 Rancangan Perhitungan APBD TA 2004. Hal tersebut disebabkan belum semua dinas / satuan unit kerja yang mengadakan pembelian inventaris barang baik yang diperoleh dari belanja modal maupun dari belanja rutin. melaporkan hasil pengadaan barangnya ke bagian umum dan perlengkapan. Sehingga menghambat dalam penyusunan daftar pengadaan barang sebagai lampiran dalam pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah. 11 Tahun 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah Pasal 8 ayat (2) dan Pasal 17 ayat (2) yang menyatakan bahwa Kepala bagian Umum dan Perlengkapan bertanggungjawab membuat Daftar Hasil Pengadaan Barang Daerah yang merupakan kompilasi pengadaan barang dalam satu tahun anggaran dan menyusun Daftar Hasil Pengadaan Barang. Kepmendagri no 29 Tahun 2002 pasal 93 ayat 3. menyatakan bahwa lampiran Keputusan Kepala Daerah mengenai penjabaran perhitungan APBD dilengkapi dengan lampiran daftar aset yang diperoleh pada tahun berkenaan. Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan kepada Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur pada tanggal 13 Juni 2005. Kepmendagri dan Otonomi Daerah No. Kedua Daftar tersebut merupakan lampiran dalam Perhitungan APBD yang menjadi bagian dari Perhitungan APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur TA. Keadaan tersebut mengakibatkan Rekapitulasi Hasil Pengadaan Barang dan Rekapitulasi Hasil Pemeliharaan Barang TA. Bagian Umum dan Perlengkapan Kabupaten Kutai Barat menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan kegiatan pemeliharaan barang dilaksanakan oleh masing-masing unit kerja kemudian dilaporkan ke Bagian Umum dan Perlengkapan untuk diinventarisasi dalam daftar hasil pengadaan barang dan tidak dapat dilampirkan dalam . 2004. Daftar Hasil Pengadaan Barang ini merupakan Lampiran APBD tahun anggaran yang bersangkutan.menyerahkan Laporan Hasil Pengadaan Barang dan Laporan Hasil Pemeliharaan Barang kepada Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah untuk digunakan sebagai bahan menyusun Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Daftar Hasil Pemeliharaan Barang. b. Terhadap hal tersebut.

Bagian Umum dan Perlengkapan tentang kegiatan pengadaan barang tahun 2004. BPK-RI menyarankan kepada Bupati Kutai Timur agar menginstruksikan kepada para kepala unit kerja untuk membuat Laporan Hasil Pengadaan Barang dan Pemeliharaan Barang setiap tahun dan selanjutnya Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan membuat Daftar Hasil Pengadaan Barang dan Pemeliharaan Barang sebagai Laporan Perhitungan APBD dengan mempedomani peraturan yang berlaku. Khusus pengadaan barang dan daftar pemeliharaan barang daerah tahun 2004 belum disusun hal ini disebabkan karena Dinas/Badan/Kantor di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Kutai Timur belum menyampaikan Laporan kepada Bupati cq.daftar pemeliharaan barang daerah. .

Dikurangi pengembalian pengeluaran/ Kontra Pos Sisa Kas pada Tanggal 31 Desember 2004 (Tahun Dinas Perhitungan) Rincian sisa Kas Daerah tersebut adalah sebagai berikut: .733.82 (1.PERHITUNGAN KAS (SETELAH DIPERIKSA BPK-RI) URAIAN Sisa Kas pada tanggal 31 Desember 2003 (Tahun Anggaran Yang Lalu) Ditambah: Penerimaan dari 2 Januari s.944.459.362.00 627.00 80.66 553.471.521.776.84 80.944.000.357.00 13.890.473.310.66 2.297.468.113.500.950.362.84 PENCOCOKAN ANTARA SISA PERHITUNGAN DAN SISA KAS (SETELAH DIPERIKSA BPK-RI) SISA PERHITUNGAN ANGGARAN Sisa Perhitungan APBD Tahun Lalu sepanjang tidak termasuk a.180.756.944.080.180.932.473. Mengenai Tahun Dinas Perhitungan Dikurangi Pengembalian (berdasarkan SPMU) b.500.138.042.Sisa Kas per 31 Desember 2003 .179.459.310.179.224.734.293.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan .84 Sisa Kas per 31 Desember 2003 Ditambah karena: a.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan a.484.873. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 80.Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan .362.351.00 75.063.492. Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA .84 5.776.416.35 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 581. Penyetoran kembali sisa UUDP Tahun Anggaran yang lalu Dikurangi: Pengeluaran dari 2 Januari s.226.983.00 24.293.31 624.811.492.84 24.811.00 13.82 75.230.592.138. Sisa UUDP TA 2004 yang belum diselesaikan b.310. Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan c.84 36.224.Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp JUMLAH 42.080.84 Rp Rp Rp Rp 36. dalam perhitungan ini b.168.000.942.608.00) 551.

00 20.699.00 254.196.20 39.63 106.00 81.000.850.197.12 97.99 572.263.2.00 225.402.00 106.566.729.090.000.051.400.31 % 5 75.020.000.291.1.307.349.620.000.172.90 100.052.911.327.500.093.2.286.3 II.555.077.2 II.447.1 II.2.000.544.54 91.500.00 357.501.1 II.1.00 3.000.819.517.82 78.45 106.74 87.2 I.834.476.00 4.00 539.511.1.1.1.000.395.433.00 5.00 2.725.2.00 6.000.3 I.1.LAPORAN PERHITUNGAN APBD YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR RINGKASAN PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2004 (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) URAIAN 1 I.300.00 1.950.042.000.94 106.050.4 II.167.265.095.00 7.00 8.260.4 II.962.00 2.739.022.906.1.00 7.2.725.79 231.4 II.00 14.000.462.2.027.81 92.100.16 98.2 II.60 95.52 93.169.381.107.2 II.633.1.842.00 183.554.00 248.00 287.844.1.650.2 II.000.909.00 13.081.000.00 2.850.656.00 65.971.2.000.051.000.67 86.00 12.00 10.3 II.00 1.1.462.000.540.00 3.38 70.1.572.358.1.02 71.1.1.684.969.565.271.536.00 63.825.2.00 15.62 68.00 1.469.60 74.313.452.067.200.000.2.696.00 0.630.420.92 271.2.653.000.632.500.600.393.08 111.540.1 I.46 75.1.2 II.00 83.1.00 REALISASI 4 15.000.00 560.541.00 79.183.00 1.00 3.436.00 353.00 2.3 II.259.205.800.551.931.801.1.5 2 PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak Propinsi Bantuan Keuangan Jumlah Pendapatan II.412.00 1.00 402.290.404.2.000.500.91 97.03 88.746.00 2.1.661.050.318.000.883.037.4 II.000.000.00 76.832.00 1.500.500.1.00 225.1 II.900.2.568.017.769.594.892.12 100.3 II.215.049.000.000.2.593.801.846.000.443.07 93.243.2.35 104.500.00 68.2 II.475.519.2.1.00 11.00 1.181.151.00 12.3 II.33 248.000.754.2.911.655. I.723.000.76 63.543.236.768.00 41.528.350.24 66.000.082.97 20.950.1 II.018.2.100.630.1 I.000.479.088.502.374.2 I.00 13.3 BELANJA BELANJA APARATUR Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Jumlah Belanja SURPLUS/(DEFISIT) ANGGARAN 3 21.977.00 158.00 16.004.000.042.47 79.090.296.00 18.1 II.00 588.950.00 10.616.00 11.855.00 1.00 20.68 1.000.4 I.078.000.999.163.855.72 127.14 99.433.75 .610.768.609.3 I.4 I.993.376.2.996.000.28 100.810.2.528.000.239.961.800.471.1 II.79 177.00 52.00 75.2.69 9.3 II.1.2 II.29 102.000.82 145.79 87.2.1 II.000.00 2.00 86.2.527.058.938.00 2.599.00 88.696.688.823.448.664.00 1.1.199.00 160.1.000. II.853.2.2.63 393.381.2 I.500.00 25.00 115.691.00 15.088.950.1 I.

1 III.96 (231.00 90.1.944.296.649.649.00) 2.206.940.2.00 112.694.75 .310.374.1 III.89 276.458.706.133.837.2 III.931.809.00 51.206.837.832.143.35 89.362.87 131.4 2 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penjualan aset Daerah Yang Dipisahkan Jumlah Penerimaan Daerah Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Bunga Pinjaman Yg Jatuh Tempo Pembayaran Utang Luncuran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan Jumlah Pengeluaran Daerah SURPLUS/(DEFISIT) 3 4 5 51.566.1.611.50 100.032.795.450.074.1.625.394.143.374.3 III.2.894.884.35 89.26 45.088.53 99.706.45 102.00 2.4 III.3 III.00 (158.287.021.374.340.52) 145.513.2.481. III.424.1 III.625.374.1 III.00 91.50 92.894.2 III.050.00 45.84 3.5 2.2.694.96 80.1.551.2 III.50 209.2.758.26 III.798.

944. Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan c.00 13.00 Rp Rp 43.811.500.180.310.471.84 80. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 Rp Rp Rp Rp 80.651.362.310.903.PENCOCOKAN ANTARA SISA PERHITUNGAN ANGGARAN DAN SISA KAS TAHUN ANGGARAN 2004 (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) SISA PERHITUNGAN ANGGARAN a. Sisa Perhitungan APBD Tahun Lalu sepanjang tidak termasuk dalam perhitungan ini b.224. Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA JUMLAH Rp Rp Rp 5.459.310.776.293.492.00 24.000.944.84 .944.362. Sisa UUDP TA 2004 yang belum diselesaikan b.179.498.84 Sisa Kas per 31 Desember 2003 Ditambah karena: a.00 80.230.362.84 36.

Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp Rp Rp Rp 553.473.890.226.PERHITUNGAN KAS (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) URAIAN Sisa Kas pada tanggal 31 Desember 2003 (Tahun Anggaran Yang Lalu) Ditambah: Penerimaan dari 2 Januari s.84 24.459.484.Sisa Kas per 31 Desember 2003 .080.00 75.734.168.811.Dikurangi pengembalian pengeluaran/ Kontra Pos Sisa Kas pada Tanggal 31 Desember 2004 (Tahun Dinas Perhitungan) Rincian sisa Kas Daerah tersebut adalah sebagai berikut: .138.492.00 13. Mengenai Tahun Dinas Perhitungan Dikurangi Pengembalian (berdasarkan SPMU) b.942.608.983.293. Penyetoran kembali sisa UUDP Tahun Anggaran yang lalu Rp JUMLAH 42.776.950.84 Rp Rp Rp Rp 36.468.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan .179.138.84 .500.180.297.31 2.592.473.82 75.042.063.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan a.416.224.35 Rp Rp Rp Rp 581.873.Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan .080.66 Dikurangi: Pengeluaran dari 2 Januari s.357.000.00) 551.351.733.756.82 (1.00 627.

903.00 80.811.00 13.00 Rp Rp 43. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 Rp Rp Rp 0.362.84 80.84 Sisa Kas per 31 Desember 2003 Ditambah karena: a.224.310.944.PENCOCOKAN ANTARA SISA PERHITUNGAN ANGGARAN DAN SISA KAS TAHUN ANGGARAN 2004 (SETELAH DIPERIKSA BPK-RI) SISA PERHITUNGAN ANGGARAN a.362. Sisa Perhitungan APBD Tahun Lalu sepanjang tidak termasuk dalam perhitungan ini b.944.00 24.310.459.230.498.293.180.651.000.362.84 .944.471.84 36.179. Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA JUMLAH Rp Rp Rp 5.500.492. Sisa UUDP TA 2004 yang belum diselesaikan b.776. Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan c.00 80.310.

2.1.000.500.000.35 104.616.00 41.3 II.350.436.000.500.33 248.018.088.00 16.69 9.00 183.037.263.1.2.00 4.599.950.801.00 225.2.12 100.16 98.1.00 1.443.260.810.2.661.358.1.500.448.536.00 1.327.1 II.2 II.664.050.00 2.801. I.971.000.151. II.172.00 3.846.100.5 2 PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak Propinsi Bantuan Keuangan Jumlah Pendapatan II.500.81 92.286.000.554.4 II.381.095.00 357.696.850.183.000.511.093.00 63.950.31 % 5 75.239.528.00 3.969.020.2 II.082.03 88.271.00 25.058.2.307.236.1 II.769.1.699.00 6.469.566.1 I.00 1.000.476.950.551.00 402.2.3 II.169.2.1.243.594.1.2.99 572.1 II.938.541.042.1.2.00 2.1.2 I.2.2.100.00 10.3 BELANJA BELANJA APARATUR Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Jumlah Belanja SURPLUS/(DEFISIT) ANGGARAN 3 21.68 1.000.630.20 39.633.00 1.199.259.318.996.000.017.3 I.565.540.834.479.94 106.2.00 158.000.00 75.2.433.000.00 20.00 20.395.000.000.79 231.540.993.3 II.768.291.00 588.00 REALISASI 4 15.00 353.349.00 287.00 1.999.296.000.042.650.844.501.D.462.000.832.205.768.471.452.72 127.163.500.2 I.08 111. LAPORAN KEUANGAN SETELAH DIPERIKSA BPK-R RINGKASAN PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2004 (SETELAH DIPERIKSA BPK-RI) URAIAN 1 I.088.691.725.1 I.609.00 115.527.90 100.1.977.1 II.02 71.2 II.1.00 65.568.1.2.517.38 70.000.4 II.24 66.475.12 97.004.855.729.723.754.290.00 248.00 160.28 100.00 83.800.45 106.000.00 14.000.950.911.107.60 95.4 II.050.1.00 15.00 88.00 13.47 79.00 10.00 79.181.000.92 271.500.00 2.931.00 7.313.1.544.2.500.000.447.2 II.1.000.2.1.00 1.909.000.52 93.3 II.4 I.572.63 393.00 86.2 II.2.632.00 0.00 560.000.000.00 539.3 II.3 II.883.1.215.402.000.000.000.79 177.051.1.2.00 11.500.684.00 8.090.000.593.739.00 18.906.97 20.819.82 145.823.67 86.850.049.688.000.855.696.60 74.00 81.746.2.200.1.82 78.1 I.519.961.892.381.91 97.00 2.14 99.404.4 I.07 93.2 I.900.46 75.00 1.393.078.00 12.300.00 52.62 68.2 II.00 1.2.00 2.077.000.653.00 3.067.00 76.725.29 102.000.63 106.1.000.196.00 5.420.462.00 7.1 II.000.412.54 91.2.167.543.090.081.00 13.052.00 11.433.00 1.400.265.555.610.027.800.4 II.79 87.1 II.1.502.00 12.1.3 I.911.00 225.2.00 254.75 .00 15.051.600.374.656.620.962.853.74 87.825.000.00 2.022.00 68.630.2 II.655.1.000.197.376.842.2.2.528.76 63.000.000.1 II.00 2.00 106.

00 91.050.649.374.894.832.694.52) 145.1 III.2.96 (231.837.35 89.00 45.706.481.694.1 III.2 III.3 III.310.625. III.4 III.795.374.394.2.50 209.566.287.1.4 2 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penjualan aset Daerah Yang Dipisahkan Jumlah Penerimaan Daerah Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Bunga Pinjaman Yg Jatuh Tempo Pembayaran Utang Luncuran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan Jumlah Pengeluaran Daerah JUMLAH PEMBIAYAAN 3 4 5 51.96 80.021.87 131.611.296.625.143.89 276.133.032.00 51.00 (158.35 89.1.513.45 102.50 92.1.53 99.1 III.00) 2.894.2.074.00 112.143.374.1.206.340.2 III.088.374.3 III.1 III.26 45.450.551.809.26 III.5 2.2.50 100.2.00 2.2 III.84 3.706.458.00 90.206.362.940.758.884.649.75 .931.798.944.424.837.

Dikurangi pengembalian pengeluaran/ Kontra Pos Sisa Kas pada Tanggal 31 Desember 2004 (Tahun Dinas Perhitungan) Rincian sisa Kas Daerah tersebut adalah sebagai berikut: .138.357.080.473.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan a.179.734.468.00 627. Penyetoran kembali sisa UUDP Tahun Anggaran yang lalu Dikurangi: Pengeluaran dari 2 Januari s.484.473.Sisa Kas per 31 Desember 2003 .297.180.66 553.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan .811.063.84 24.000.293.492.776.950.00) 551.756.932.873.Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan .042.500.733.942.PERHITUNGAN KAS (SETELAH DIPERIKSA BPK-RI) URAIAN Sisa Kas pada tanggal 31 Desember 2003 (Tahun Anggaran Yang Lalu) Ditambah: Penerimaan dari 2 Januari s.521.82 (1.84 Rp Rp Rp Rp 36.31 624.416. Mengenai Tahun Dinas Perhitungan Dikurangi Pengembalian (berdasarkan SPMU) b.00 75.608.35 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 581.983.890.592.080.459.00 13.84 .138.66 2.82 75.Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp JUMLAH 42.113.226.351.168.224.

072. Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp Rp Rp 39.633.50 23.317.914.87 13. Sisa UUDP TA 2004 yang belum diselesaikan b.811.558.506.558. Sisa Perhitungan APBD Tahun Lalu sepanjang tidak termasuk dalam perhitungan ini b.558. Sisa Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2004 JUMLAH Rp Rp Rp Rp 113.37 113.84 Sisa Kas per 31 Desember 2003 Ditambah karena: a.317.099.620. Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan c.286.914.PENCOCOKAN ANTARA SISA PERHITUNGAN ANGGARAN DAN SISA KAS TAHUN ANGGARAN 2004 (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) URAIAN SISA PERHITUNGAN ANGGARAN a.492.00 Rp Rp 76.21 36.21 113.293.317.459.941.947.492.180.179.914.21 7 .

000.000.430.500.4 II.3 I.308.333.000.000.633.2.500.855.00 9.32 78.1 II.267.530.00 183.723.381.900.263.2.00 402.540.00 68.3 II.00 15.350.469.07 268.000.00 3.05 2 ANGGARAN 3 REALISASI 4 % 5 .000.00 41.502.370.100.00 2.200.000.2.1.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 25.2.864.72 105.725.447.2.000.2.00 106.155.1.1.000.572.079.00 12.565.599.00 86.655.252.50 12.04 85.500.000.00 158.042.1.855.447.699.14 80.536.754.2.00 20.00 243.471.653.815.000.2 I.000.00 20.00 1.13 81.94 96.729.3 II.2.43 94.993.00 353.051.290.2.194.87 104.855.50 80.600.090.000.00 539.2 II. II.2 II.00 4.601.2.99 563.838.83 82.1.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 250.1.2.278.353.088.700.789.92 84.909.00 6.000.2.000.260.1.00 14.42 85.00 311.227.66 105.00 10.3 II.954.705.5 PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak Propinsi Bantuan Keuangan Jumlah Pendapatan II.2.775.420.76 99.000.13 100.502.00 59.4 II.090.381.500.050.024.3 II.452.239.000.50 106.25 67.500.70 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 21.00 25.29 277.500.892.200.000.551.000.00 2.1 II.160.00 2.160.1 I.00 74.89 86.764.4 II.1.1.151.00 18.081.00 3.1.00 160.587.635.476.79 45.950.00 77.801.00 11.561.318.879.540.000.93 39.898.408.970.999.2.1 II.000.058.726.00 1.883.00 225.00 1.200.1.420.00 1.000.705.3 BELANJA BELANJA APARATUR Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal BELANJA PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasional Pemeliharaan Belanja Pegawai/ Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Jumlah Belanja SURPLUS/(DEFISIT) Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 271.000.191.402.00 588.568.630.528.000.2 I.527.00 5.825.393.610.2 II.443.477.205.511.00 83.00 12.227.959.000.93 67.581.00 66.36 96.00 1.632.150.317.616.996.00 1.58 86.00 11.00 287.950.594.000.2.1.869.1.76 97.931.2.462.850.462.620.2.000.00 11.00 225.000.11 100.342.00 6.000.100.433.2. I.2.300.754.3 I.052.374.000.00 2.1.000.28 75.114.1.1 II.00 8.078.820.00 115.759.00 1.850.834.1 II.00 560.846.000.286.20 92.4 II.095.428.00 7.LAPORAN PERHITUNGAN APBD YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR RINGKASAN PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2004 (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) URAIAN 1 I.2 I.2 II.797.3 II.2 II.1.977.1.294.696.1 I.684.22 100.1.1.041.500.00 3.300.177.00 1.00 13.1.376.827.2 II.296.368.815.042.1.00 15.479.00 43.725.4 I.68 1.40 175.85 34.41 111.853.630.2.00 1.170.69 103.550.1 II.00 76.4 I.000.83 93.688.63 29.50 393.000.710.1.29 177.823.69 10.2.1 II.2.000.768.943.00 13.18 121.906.2.2 II.1 I.884.844.3 II.00 2.400.020.74 72.842.900.962.500.2.479.319.500.00 25.00 2.769.772.000.355.77 64.500.000.1.013.725.000.

809.611.2 III.775.894.694.2.2.53 102.35 32.894.3 III.00 99.00 51.625.00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2.50 92.2 III.00 112.50 91.470.1.24 (277.20 (158.021.470.89) 100.545.374.2.194.4 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah 2 3 4 5 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Transfer dari Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penjualan aset Daerah Yang Dipisahkan Jumlah Penerimaan Daerah Rp Rp Rp Rp Rp 51.340.91 62.798.424.206.990.694.2.45 91.321.339.079.931.338.625.296.287.1 III.1 III.4 III.869.1.458.143.558.00 113.91 III. III.12 4.35 62.1.21 309.837.914.274.317.00) Rp .758.050.78 175.1.3 III.1 III.194.032.450.1 III.551.214.2 III.513.50 209.143.206.5 Pengeluaran Daerah Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran Bunga Pinjaman Yg Jatuh Tempo Pembayaran Utang Luncuran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan Jumlah Pengeluaran Daerah SURPLUS/(DEFISIT) Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2.214.66 147.2.758.374.00 2.837.00 Rp Rp Rp Rp Rp 32.

00 74.Sisa Kas per 31 Desember 2003 .245.627.68 577.484.950.421.32 74.780.35 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 548.Belanja TA 2004 yang tidak dianggarkan .608.421.272.226.492.276.947.355.179.258.71 Rp Rp Rp Rp 36.PERHITUNGAN KAS (YANG DIBERI OPINI OLEH AUDITOR) URAIAN Sisa Kas pada tanggal 31 Desember 2003 (Tahun Anggaran Yang Lalu) Ditambah: Penerimaan dari 2 Januari s.264.71 6 . Penyetoran kembali sisa UUDP Tahun Anggaran yang lalu Dikurangi: Pengeluaran dari 2 Januari s.00 580.459.245.554.272.710.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan .Belanja TA 2003 yang belum dicatat dalam PA Rp JUMLAH 29.492.289.118.293.976. Mengenai Tahun Dinas Perhitungan Dikurangi Pengembalian (berdasarkan SPMU) b.87 13.633.781.867.733.180.941.553.03 2.32 (1.84 23.503.d 31 Desember 2004 Tahun Perhitungan a.351.03 507.157.811.Dikurangi pengembalian pengeluaran/ Kontra Pos Sisa Kas pada Tanggal 31 Desember 2004 (Tahun Dinas Perhitungan) Rincian sisa Kas Daerah tersebut adalah sebagai berikut: .088.00) 506.

00 16/7/04 732 Rp 100.00 19/4/2004 334 Rp 600.000.00 juni 06/01/2004 557 Rp 200.000.000.200.000.000.00 27/04/2004 336 Rp 1.000.00 200.000.00 14/5/04 445 Rp 200.00 16/3/04 234 Rp 1.000.00 200.000.000.000.500.000.00 90.00 30/6/04 30/6/04 30/6/04 30/6/04 30/6/04 30/6/04 30/6/04 30/6/04 449 453 455 457 458 557 559 617 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 100.000.000.500.000.00 20.000.000.000.000.000.000.000.00 03/12/2004 232 Rp 1.00 500.000.00 29/6/2004 624 Rp 400.00 27/05/04 457 Rp 500.000.00 28/7/04 734 Rp 217.00 200.00 14/4/2004 333 Rp 500.000.00 28/9/04 925 Rp 1.000.000.949.00 1.00 4 5 16/6/04 15/6/04 1/7/04 23/8/04 333 334 336 336 Rp Rp Rp Rp 500.000.00 23/3/04 236 Rp 1.000.00 900.000.051.000.000.00 mei 14/5/04 442 Rp 290.000.000.000.000.000.00 200.000.00 maret 03/09/2004 229 Rp 2.00 909.000.000.000.000.00 28/9/04 923 Rp 650.000.000.00 200.00 februari 02/10/2004 147 Rp 2.000.000.500.000.00 03/10/2004 231 Rp 500.00 06/08/2004 617 Rp 200.000.00 PENGEMBALIAN KE REK KASDA TGL MASUK SPM NO JUMLAH 30/06/04 30/06/04 61 147 Rp Rp 2.00 25/02/2004 151 Rp 1.000.000.00 juli 29/6/2004 623 Rp 175.00 07/12/2004 730 Rp 500.000.000.000.000.00 25/05/04 453 Rp 200.00 september 09/09/2004 916 Rp 166.000.000.000.00 3 10/3/04 23/08/04 23/08/04 9/7/04 231 234 235 236 237 Rp Rp Rp Rp Rp 500.00 600.00 27/05/04 455 Rp 300.000.000.000.000.000.000.000.00 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.00 06/02/2004 559 Rp 200.000.00 6 7 8 9 .00 2.000.500.000.000.500.000.000.000.000.000.000.00 28/05/04 458 Rp 200.000.000.500.00 300.00 29/3/04 237 Rp 1.000.000.000.000.000.00 17/05/04 449 Rp 100.000.000.Lampiran 1 PENGELUARAN DAN PENGEMBALIAN SPM PENGELOLAAN GAJI NO 1 2 PENGELUARAN DARI REK GAJI TGL CAIR SPM NO JUMLAH Januari 19/01/04 61 Rp 2.000.000.000.000.000.000.000.00 16/3/04 235 Rp 900.00 agustus 20/7/04 733 Rp 200.000.000.00 14/7/2004 731 Rp 350.00 april 04/01/2004 329 Rp 2.000.000.000.000.000.000.

000.000.000.00 12/10/2004 1211 Rp 550.00 14/10/04 1010 Rp 190.000.000.00 12/06/2004 1209 Rp 600.00 SELISIH Rp 24.00 11/03/2004 1123 Rp 970.000.000.00 12 desember 30/11/2004 1132 Rp 300.000.000.00 10/07/2004 1004 Rp 90.00 26/11/2004 1130 Rp 600.000.00 11/10/2004 1125 Rp 750.384.00 1003 Rp 500.NO PENGELUARAN DARI REK GAJI PENGEMBALIAN KE REK KASDA TGL CAIR SPM NO JUMLAH TGL MASUK SPM NO JUMLAH 10 oktober 30/9/2004 927 Rp 200.000.000.000.920.00 10/11/2004 1005 Rp 290.000.000.00 11/02/2004 1117 Rp 140.00 13/10/04 1008 Rp 70.00 26/11/2004 1129 Rp 610.000.500.00 25/10/04 1013 Rp 395.696.000.500.000.000.00 12/03/2004 1208 Rp 800.000.000.776.000.00 11/01/2004 1116 Rp 97.000.000.000.00 14/12/2004 1213 Rp 250.000.000.00 28/10/04 1114 Rp 130.000.000.00 11/10/2004 1126 Rp 1.00 13/10/04 1009 Rp 170.000.00 12/07/2004 1210 Rp 700.000.000.500.00 .00 11 nopember 28/10/04 1015 Rp 220.000.00 28/10/04 1101 Rp 601.000.000.000.000.000.000.00 11/05/2004 1124 Rp 250.00 18/10/04 1011 Rp 250.500.000.000.000.000.000.00 10/11/2004 1006 Rp 150.000.00 JUMLAH Rp 11.000.00 10/11/2004 1007 Rp 100.000.000.000.000.000.00 25/10/04 1012 Rp 390.000.000.000.000.00 JUMLAH Rp 36.000.000.000.00 11/11/2004 1127 Rp 100.000.000.000.000.