Anda di halaman 1dari 51

Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan Tahun 2006 - 2011

KATA PENGANTAR Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dalam Pasal 17 menyebutkan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ditetapkan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah Kepala Daerah dilantik. RPJMD dimaksud merupakan penjabaran dari Visi, Misi dan Program Kepala Daerah kedalam Strategi Pembangunan Daerah, Kebijakan Umum, Program Prioritas dan Arah Kebijakan Keuangan Daerah. Dalam penyusunan RPJMD ini selain dilaksanakan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) juga mendapatkan masukan yang sangat berharga dari Rancangan Rencana Strategis Satuan Kerj a Perangkat Daerah (Renstra SKPD), sehingga akan lebih terintegrasinya program-program teknis dan operasional dengan Visi dan Misi Kepala Daerah. Setelah Peraturan Daerah tentang RPJMD Kota Balikpapan Tahun 2006-2011 diterbitkan, maka RPJMD tersebut akan menjadi pedoman untuk menyusun Rencana Kerj a Tahunan dalam bentuk Rencana Kerj a Pemerintah Daerah (RKPD) yang selanjutnya dipergunakan sebagai bahan acuan untuk penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Balikpapan. Disamping itu masing-masing Satuan Kerj a Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Kota sebelum menetapkan Renstra SKPD harus segera menyesuaikan dengan Strategi Pembangunan Daerah, Kebijakan Umum, Program Prioritas dan Arah Kebijakan Keuangan Daerah RPJMD Kota Balikpapan Tahun 2006-2011. Akhirnya tidak mengabaikan segala kekurangan yang ada baik materi maupun penyajiannya, kiranya seluruh stakeholder yang nantinya akan menggunakan atau memanfaatkan RPJMD Kota Balikpapan Tahun 2006-2011 sebagai pedoman dalam menetapkan berbagai kebijakan pembangunan dapat memberikan saran dan pendapat yang bersifat konstruktif. Terima kasih.

Balikpapan, 2 Januari 2007 WALIKOTA BALIKPAPAN T t d H. IMDAAD HAMID, SE

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

DAFTAR ISI
PERATURAN DAERAH ...................................................................................... KATA PENGANTAR............................................................................................ DAFTAR ISI .......................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ........................................................................... B. Maksud dan Tujuan ..................................................................... C. Landasan Penyusunan ................................................................ D. Hubungan RPJM Daerah dengan Dokumen Perencanaan lainnya. E. Sistematika Penyusunan .............................................................. BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH. A. Geografi .................................................................................... B. Perekonomian Daerah ................................................................ C. Sosial Budaya Daerah ................................................................. D. Sarana dan Prasaran..................................................................... E. Pemerintahan Umum ................................................................... BAB III VISI DAN MISI A. Visi Kota Balikpapan 2006-2011 ............................................ B. Misi Kota Balikpapan 2006-2011 ............................................ BAB IV STRATEGIPEMBANGUNAN DAERAH. A. Strategi untuk mewujudkan Good Governance ............................. B. Strategi untuk mewuj udkan Masyarakat Madani............................ 28 29 26 26 3 4 9 14 19 1 1 1 2 2 1-5 i ii BAB VII

B. Arah Kebijakan Strategis merupakan penjabaran secara Operasional dari Visi dan Misi Kepala Daerah Periode Tahun 2006-2011 .......

39

42

PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH. A. Program Pembangunan Daerah .................................................... B. Rencana Kerja ............................................................................ C. Belanja Langsung yang terdiri dari Belanja Non Pegawai Serta Pengadaan Barang dan Jasa yang dilaksanakan oleh Masingmasing ............................................................................ SKPD (Terlampir) .....................................................................

42 42 42

43

BAB VIII

PENUTUP ..................................................................................

Lampiran-Lampiran

BAB V

ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH


A. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah .......................................... B. Arah Pengelolaan Belanja Daerah ................................................ C. Arah Pengelolaan Pembiayaan .................................................... D. Kebijakan Umum Anggaran .......................................................

30
33 33 34

BAB VI

ARAH KEBIJAKAN UMUM . A. Arah Kebijakan Umum mengacu pada RPJP Kota Balikpapan Tahun 2006-2026 ...................................................................... 36

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

BAB I PENDAHULUAN

2. RPJMD Kota Balikpapan juga disusun secara terencana, terpadu,

bertahap , terarah,

menyeluruh, fleksibel dan sistimatis yang didasarkan pada kondisi, potensi, proyeksi sesuai A. Latar Belakang. kebutuhan kota. 3. Dokumen RPJMD Kota Balikpapan 2006 - 2011 Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.64-249 Tahun 2006 dan Nomor : 132.64-250 Tahun 2006, H. Imdaad Hamid, SE dan H.M.Rizal Effendi, SE telah diangkat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan untuk masa bhakti 2006-2011, sesuai dengan ketentuan Pasal 5 dan 14 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, serta Pasal 150 dan 151 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan B. Daerah, maka Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih harus sudah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk waktu lima tahun masa jabatannya sebagai penjabaran dari Visi Maksud dan Tujuan. dan Misi ketika pencalonan, selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah tanggal pelantikan. Ol eh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan 2006-2011 karena H. Imdaad Hamid, SE dan H.M. Rizal Effendi, SE telah dilantik sebagai Walikota dan Wakil disusun dengan maksud untuk menyediakan dokumen Perencanaan Pembangunan lima tahunan Walikota oleh Gubernur Kalimantan Timur pada tanggal 30 Mei 2006, maka RPJMD sudah harus yang bertujuan sebagai Pedoman dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Tahunan Kota ditetapkan dengan Peraturan Daerah selambat-lambatnya C. pada tanggal 29 Agustus 2006. Balikpapan. Arah Pembangunan Jangka Menengah, juga sebagai arahan terselenggaranya pembangunan daerah yang demokratis dengan prinsip-prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan serta kemandirian dengan menjaga keseimbangan kemajuan, kesatuan nasional dan berorientasi ke masa depan. selain memuat Visi, Misi, dan

Penyusunan RPJMD selain merupakan penjabaran dari Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih, juga berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2006-2026 serta memperhatikan RPJM Nasional/Propinsi, sedangkan untuk sistematikanya berpedoman kepada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ tanggal 11 Agustus 2005 perihal Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP dan RPJMD. Sebagai dokumen perencanaan, RPJMD diharapkan dapat memberikan gambaran tentang penjabaran Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serta indikasi Kegiatan dan sasaran yang hendak dicapai, dengan melihat hasil pembangunan periode sebelumnya untuk dapat dilanjutkan pada periode berikutnya, dengan catatan sebagai berikut:

Landasan Penyusunan. Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan Tahun 2006 - 2011 berdasarkan : 1. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2003 Nomor 4286); 2. Undang Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 66, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 3. Undang Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pertanggungj awaban Keuangan Negara 4. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 47, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

1. Proses penyusunan RPJMD Kota Balikpapan tahun 2006-2011 dilakukan secara partisipatif melalui berbagai tahapan musyawarah perencanaan partisipatif yang melibatkan seluruh unsur pelaku kepentingan pembangunan di Kota Balikpapan (multi stakeholder).

5. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); 6. Undang Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah 9. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP dan RPJM Daerah 10. Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor Wilayah Kota Balikpapan 2005 - 2015. D. Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Lain. Hubungan dan keterkaitan dengan dokumen perencanaan lainnya dalam RPJMD Kota Balikpapan sebagaiman Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 Pasal 5 adalah sebagai berikut: 1. RPJMD Kota Balikpapan Tahun 2006-2011 mengacu pada RPJPD Tahun 2006-2026 dan RPJM Nasional/Propinsi Kalimantan Timur. 2. RPJMD Kota Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang merupakan rencana tahunan, memuat rancangan kerangka pembangunan Daerah, prioritas pembangunan Daerah, rencana kerja, dan pendanaan, baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah maupun mendorong partisipasi masyarakat. 4. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan 2005 - 2015 yang merupakan Rencana Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan pembangunan baik Pemerintah maupun masyarakat dalam kurun waktu sepuluh tahun kedepan. Balikpapan Tahun 2006-2011 merupakan acuan utama Rencana BAB VI Tahun 2006 tentang Rencana Tata Ruang BAB IV

Membahas dan menjabarkan mengenai Visi dan Misi Kepala Daerah Terpilih Masa Bhakti Tahun 2006-2011.

STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH Strategi Pembangunan Daerah yang lebih

Membahas dan menjabarkan tentang

menekankan pada bagaimana mencapai Visi yaitu Good Governance dan Masyarakat Madani. BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH Membahas dan menjabarkan mengenai Arah Kebijakan Pengelolaan Pendapatan Daerah, Arah Kebijakan Pengelolaan Belanja Daerah, Arah Kebijakan Pengelolaan Pembiayaan Daerah dan Kebijakan Umum Anggaran

ARAH KEBIJAKAN UMUM Membahas dan menjabarkan tentang Arah Kebijakan Umum Pembangunan dengan menggunakan Indikator Indeks Pembangunan Manusia.

BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Membahas dan menjabarkan mengenai Program Pembangunan Daerah dan Rencana Kerja yang meliputi : a). Program SKPD, Program Lintas SKPD dan Program Kewilayahan b). Rencana Kerja Kerangka Regulasi dan Rencana Kerja Kerangka Pendanaan.

E. Sistematika Penyusunan. BAB VIII PENUTUP Sistematikan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan Tahun 2006-2011 adalah sebagai berikut: Membahas dan menjabarkan tentang Program-Program Transisi dan hal-hal mengenai pemberlakuan Pemangkui Kepentingan dalam pelaksanaan RPJMD serta dasar evaluasi dan pelaporan kinerja tahunan maupun lima tahunan. BAB I PENDAHULUAN Pembahaan dan Penjabaran Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Landasan Penyusunan, Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Lain dan Sistematika Penyusunan.

BAB II

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH Membahas dan menguraikan tentang Kondisi Geografis, Perekonomian Daerah, Sosial Budaya Daerah, Prasarana dan Sarana Daerah, Pemerintahan Umum.

BAB III

VISI DAN MISI

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH Sebagai bagian yang integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia pembangunan yang dilaksanakan di Kota Balikpapan selaras dengan pembangunan nasional dengan menentukan prioritas yang sesuai dengan kondisi Daerah. Karena memang masing-masing Daerah memiliki karakteristik dan permasalahan yang berbeda-beda yang membedakan antara Daerah yang satu dengan lainya, sehingga pelaksanaan pembangunan dan perkembangan hasil-hasil yang telah dicapai pun juga berbeda. Untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi Daerah akan disampaikan uraian yang meliputi Kondisi Geografis, Perekonomian Daerah, Sosial Budaya Daerah, Sarana dan Prasarana Daerah dan Penyelenggaraan Pemerintahan Umum.

a. Balikpapan mempunyai kelembaban udara sekitar 85% Kelembaban udara bulanan rata-rata pagi hari 88% dan siang hari 73% Suhu Udara rata-rata siang hari 30,2 C, maksimum 32,5 C Suhu Udara rata-rata malam hari 24,2 C, minimum 23 C Suhu Udara rata-rata 27,85 C. Perbedaan suhu rata-rata siang dan malam 7 C

b. Temperatur Temperatur maksimum rata-rata bulanan 32,4 C Temperatur minimum rata-rata bulanan 21,9 C

c. Tekanan Udara (atmospherric presure) 1.010,3 mb d. Kecapatan Angin (wind velocity) 6 e. Curah Hujan (rainfalls) 2.914 mm

A. Geografi. Secara geografis Kota Balikpapan terletak pada posisi 1 LS - 11 LS dan diantara 116 50' BT- 117 5 BT dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara. Sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Makasar Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Penaj am Paser Utara Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1996 Kota Balikpapan terdiri dari 5 (lima) Kecamatan dan 27 (dua puluh tujuh) Kelurahan. Secara Topografi Kota Balikpapan terdiri dari kawasan perbukitan yang bergelombang +/-85% dengan jenis tanah podsolik merah kuning (haplik) dan lapisan topsoilnya tipis serta struktur tanah mudah tererosi serta +/- 15% merupakan daerah dataran yang terletak di sepanjang Pantai Timur dan Selatan wilayah Kota Balikpapan dengan jenis tanah Alluvial. Sedangkan kawasan pinggiran kota banyak terdapat lembah dan rawa yang merupakan Daerah Aliran Sungai Wain dan Manggar Besar.

f. Penyinaran Matahari 48%. Kota Balikpapan memiliki potensi sumber daya alam yang telah ditetapkan yang dapat dilakukan budidaya maupun non budidaya. Yang dapat dilakukan budidaya antara lain kawasan wilayah perkotaan dan sebagian kecil adalah wilayah pinggiran dengan kendala limitasi pengelolaan wilayah, kawasan lainnya adalah potensi sumber daya laut dan pantai sesuai dengan kewenangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yaitu sepanjang 4 mil dari garis pantai. Saat ini kawasan tersebut telah dilakukan kegiatan pembangunan oleh pemerintah dan masyarakat guna memenuhi kebutuhan ruang hidup bagi masyarakat sesuai dengan peruntukkan wilayah yang telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kawasan wilayah perkotaan saat ini sangat dirasakan mengalami tekanan yang berat terhadap daya dukung lingkungan sehubungan dengan tingginya aktivitas pembangunan yang dilakukan sehingga menimbulkan dampak terjadinya banjir dan tanah longsor. Sedangkan pada kawasan pantai sebagian telah dilakukan penguasaan dan okupasi oleh masyarakat yang bila tidak dilakukan pengaturan akan menimbulkan kerusakan pada ekosistem pantai. Sebagai gambaran dapat disampaikan bahwa pada tahun 2004 luas lahan berdasarkan jenis penggunaan lahan adalah sebagai berikut:

Iklim di Kota Balikpapan termasuk dalam type iklim tropis basah dengan curah hujan yang tinggi serta tidak terdapat pergantian musim yang jelas antara musim kemarau dan musim hujan. Adapun iklim di Kota Balikpapan sebagai berikut:

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Permukiman dengan luas 5.578,50 Ha atau 10,65% terdiri dari Perumahan, Perusahaan, Perkantoran, Pertokoan, Kawasan Pertamina, Bandara Sepinggan dan Lapangan Golf yang pada umumnya berada pada kawasan perkotaan. Pertanian dengan luas 9.133,75 Ha atau 18,65% yang terdiri dari Sawah, Kebun Campuran, Kebun Kelapa, Karet, Tegalan, Ladang, Tambak dan Waduk yang pada umumnya berada pada kawasan pinggiran (pedesaan). Kawasan Pelabuhan dan Kawasan Industri Kariangau Hutan dengan luas 14.565,20 Ha atau 28,94% terdiri dari Hutan Belukar, Hutan Rawa dan Kawasan Penghijauan. Lain-lain dengan luas 21.053,24 atau 42,78% terdiri dari Semak, Alang-alang, Danau/Genangan, Rawa Pasang Surut, Jalan, Saluran dan Sungai.

meningkat menjadi Rp.7.282.429,48 juta pada tahun 2005. Dengan demikian telah terjadi peningkatan rata-rata sebesar 6,26% per tahun. Pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan tahun 2001-2005 jika dihitung dengan Migas ADHK menunjukkan angka yang cukup berfluktuatif. Pada tahun 2001 sebesar 10,59%; tahun 2002 sebesar 4,64%; tahun 2003 sebesar 2,21%; tahun 2004 sebesar 5,91% dan tahun 2005 sebesar 3,16%. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi Balikpapan tahun 2001-2005 jika dihitung dengan Migas mencapai rata-rata sebesar 4,24% per tahun. Pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan tahun 2001-2005 jika dihitung tanpa Migas ADHK juga menunjukkan angka yang cukup berfluktuatif. Pada tahun 2001 sebesar 13,87%; tahun 2002 sebesar 9,04%; tahun 2003 sebesar 9,87%; tahun 2004 sebesar 5,21% dan tahun 2005 sebesar 7,56%. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi Balikpapan tahun 2001-2005 jika dihitung tanpa Migas mencapai rata-rata sebesar 9,11% per tahun.

Selanjutnya untuk kawasan non budidaya sesuai yang ditetapkan oleh RTRW Kota adalah dalam bentuk Hutan Lindung, Kawasan Lindung, Kawasan Hutan Mangrove, Kawasan Hutan Kota dan Kawasan Daerah Aliran Sungai lainnya memang tidak dapat dilakukan aktivitas pembangunan selain dari pada upaya untuk dapat melakukan pelestarian serta konservasi terhadap lahan yang mengalami kerusakan. Pendapatan perkapita di Kota Balikpapan jika dihitung dengan Migas dan ADHB tahun 2001-2005 mengalami peningkatan. Pada tahun 2001 sebesar Rp. 15.101.749,- tahun 2002 sebesar Rp. 16.797.762,- tahun 2003 sebesar Rp. 17.284.743,- tahun 2004 Rp.20.595.924 dan tahun 2005 sebesar Rp. 25.816.806. Dengan demikian pendapatan perkapita Balikpapan jika dihitung dengan Migas tahun 2001-2005 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 11,32% B. Perekonomian Daerah. pertahun. Pendapatan perkapita di Kota Balikpapan jika dihitung tanpa Migas dan ADHB tahun 2001-2005 mengalami peningkatan. Pada tahun 2001 sebesar Rp. 9.369.494,- tahun 2002 sebesar Rp. 9.957.244,- tahun 2003 sebesar Rp. 11.051.116,- tahun 2004 Rp. 11.937.203 dan tahun 2005 sebesar Rp. 13.324.562. Dengan demikian pendapatan perkapita Balikpapan jika dihitung tanpa Migas tahun 2001-2005 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 7,30% pertahun. Sesuai dengan kondisi Kota Balikpapan yang sudah dikategorikan sebagai kota besar, maka struktur ekonomi kota pun telah menunjukkan semakin meningkatnya peranan dari pada Sektor Sekunder (Industri Pengolahan, Listrik, Gas, Air Bersih dan Bangunan) dan Sektor Tersier (Perdagangan, Hotel, Restoran, Angkutan, Komunikasi, Keuangan, Persewaan dan Jasa-jasa). Pada tahun 2005 struktur ekonomi Kota Balikpapan jika dihitung dengan Migas kontribusi Sektor Primer mencapai sebesar 7,32%, Sektor Sekunder 59,27% dan Sektor Tersier

Kondisi makro ekonomi kota Balikpapan selama 5 (lima) terakhir tahun 2001-2005 sebagaimana terlihat dari total nilai tambahan bruto yang berhasil diciptakan atau yang dikenal dengan Produk Domestik regional Bruto (PDRB) dihitung dengan Migas menunjukan perkembangan yang cukup baik. Pada tahun 2001 PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp. 11.463.789,36 juta dan telah meningkat menjadi Rp. 13.393.592,31 juta pada tahun 2005. Dengan demikian telah terjadi peningkatan rata-rata sebesar 3,16% per tahun. Sedangkan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada tahun 2001 Rp. 11.593.976,23 juta dan telah meningkat menjadi Rp. 23.285.072,87 juta tahun 2005. Dengan demikian telah terjadi peningkatan rata-rata sebesar 14,97% per tahun. Sedangkan PDRB Kota Balikpapan tanpa Migas ADHB tahun 2001 sebesar Rp.5.876.200,38 juta dan telah meningkat menjadi Rp. 9.389.773,89 juta pada tahun 2005. Dengan demikian telah terjadi peningkatan rata-rata sebesar 9,83% per tahun. Untuk PDRB Kota Balikpapan tanpa Migas dan ADHK pada tahun 2001 sebesar Rp. 5.374.517,10 juta telah

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

33,42%. Sedangkan bila tanpa Migas maka peran Sektor Primer hanya mencapai 4,28%, Sektor Sekunder 21,29% dan Sektor Tersier 74,42%. Laju Inflasi di Kota Balikpapan untuk tahun 2001 sebesar 10,82% ; tahun 2002 sebesar 11,38% ; tahun 2003 sebesar 5,92% dan tahun 2004 sebesar 7,60%. Sedangkan untuk tahun 2005 inflasi Kota Balikpapan hanya sebesar 17,28 %. Selanjutnya untuk kegiatan eksport dan import baik yang bersumber dari produk industri, hasil hutan maupun hasil tambang lainnya yang dilaksanakan melalui Kota Balikpapan khususnya eksport non migas tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 menunjukkan angka yang cukup berfluktuatif. Pada tahun 2001 nilai eksport non migas melalui Balikpapan sebesar US$ 347,335,631.70, tahun 2002 sebesar US$ 338,108,779.21, tahun 2003 sebesar US$ 213,265,831.63, pada tahun 2004 sebesar US$ 217,088,326.03 dan pada tahun 2005 sebesar US $ 574.604.353,64. Dengan demikian pertumbuhan eksport non Migas melalui Balikpapan tahun 2001-2005 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 13,4% pertahun. Dimana komoditi eksport melalui Balikpapan terdiri dari 83 jenis komoditi dengan 51 negara tujuan eksport. Mengenai investasi yang dilakukan di Kota Balikpapan juga telah dapat dilihat sesuai dengan prediksi dengan semakin meningkatnya peranan sektor swasta dibandingkan dengan sektor pemerintah atau secara proporsional kontribusi pembiayaan pembangunan adalah Pemerintah 25 - 26% dan Swasta 74 - 75%. Jumlah investasi yang dilakukan di Kota Balikpapan pada tahun 2001 sebesar Rp.4.235.547.560.000,- terdiri dari investasi pemerintah sebagaimana tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota, APBD Propinsi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berlokasi di Balikpapan sebesar Rp.458.813.204.002,93 dan investasi swasta sebesar Rp.3.776.734.359.997,07. Pada tahun 2005 jumlah investasi telah meningkat menjadi sebesar Rp.5.475.508.850.000,- yang terdiri dari investasi pemerintah Rp. 704.022.670.388,72 dan investasi swasta sebesar Rp. 4.753.486.179.611,28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peranan investasi swasta memang ada kecenderungan untuk selalu meningkat dari tahun ke tahun dibandingkan dengan investasi pemerintah. Uraian tentang investasi Pemerintah khususnya diperinci per sumber dana (PAD, Dana Perimbangan dan sumber penerimaan Daerah lainnya) dari tahun 2001 - 2005 dapat diuraikan
Pemerintah Kota Balikpapan

bahwa realisasi Pendapatan Daerah dalam tahun 2001 sebesar Rp.392.919.780.411,93 terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp.36.905.516.110,27 (9,39%), sedangkan yang berasal dari Dana Perimbangan adalah sebesar Rp. 356.014.264.301,66 (90,61%). Demikian pula dalam tahun 2002 realisasi Pendapatan Daerah secara keseluruhan yaitu sebesar Rp. 562.874.021.371,18 yang terdiri dari PAD Rp.49.095.082.606,71 (8,72%) dan berasal dari Dana Perimbangan Rp.513.778.938.764,37 (91,28 %). Selanjutnya pada tahun 2003 Pendapatan Daerah mencapai Rp.618.120.431.737,18 yang terdiri dari PAD mencapai nilai s e be s ar R p . 59. 60 5. 481 .0 87, 45 ( 9, 64 % ) d an d a ri D an a P e ri m ba n ga n s e be s ar Rp.558.514.950.649,73 (90,36%). Dalam tahun 2004 Pendapatan Daerah sebesar Rp.567.972.037.276,68 yang terdiri dari PAD Rp.67.383.396.802,18 (11,86%) dan berasal dari Dana Perimbangan sebesar Rp.500.588.639.474,50 (88,14%). Sedangkan Pendapatan Daerah dalam tahun 2005 mencapai sebesar Rp. 763.173.211.140,72 terdiri dari PAD sebesar Rp. 78.725.952.557,39 (10,32%), Dana Perimbangan sebesar Rp. 672.855.525.949,00 (88,16%) dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp. 11.591.732.634,33 (1,52 %). Dari kondisi Pendapatan Daerah Kota Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir sebagaimana disebutkan diatas, maka ada pertumbuhan pendapatan Kota Balikpapan rata-rata per tahun sebesar 20,85% dan rata-rata pertumbuhan PAD per tahun sebesar 19,82% sedangkan rata-rata pertumbuhan Dana Perimbangan per tahun sebesar 17,25%. Sedangkan mengenai Kebijakan Umum Pengembangan Perekonomian Daerah diarahkan kepada perkuatan struktur ekonomi Balikpapan pada masa yang akan datang agar tidak lagi tergantung pada industri Migas dan perkuatan ekonomi yang berbasis kepada kegiatan ekonomi kerakyatan dalam rangka memecahkan masalah j angka pendek yaitu pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja Sejak awal Pemerintah Kota sudah menyadari bahwa dalam j angka panjang Balikpapan tidak dapat sepenuhnya bergantung kepada Industri Migas, karena merupakan Sumber Daya Alam yang tidak terbaharui (non renewable). Pemerintah Kota Balikpapan harus mencari alternatif sebagai basis ekonomi yang baru untuk j angka panjang yaitu Sektor Industri Non Migas yang mengolah bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi (manufacture) yang berbasis pada bahan baku lokal (local resource base). Mengenai proyeksi kinerja makro ekonomi Kota Balikpapan tahun 2006-2011 yang terdiri dari pertumbuhan ekonomi, PDRB dan kebutuhan investasi dapat diproyeksikan sebagaimana tabel-tabel dibawah ini.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Tabel 1 LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2006-2011 TAHUN 2006 *** 2007 *** 2008 *** 2009 *** 2010*** 2011***
Sumber Data : Bappeda Kota Balikpapan dan BPS Kota Balikpapan Keterangan : *** Angka Proyeksi

Tabel 3 KEBUTUHAN INVESTASI PEMERINTAH DAN SWASTA KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2006-2011 Tahun
2006*** 2007*** 2008*** 2009*** 2010*** 2011***
Keterangan

PERTUMBUHAN EKONOMI (%) TOTAL TANPA MIGAS 5,42 6,90 4,71 5,45 6,12 8,02 5,46 6,90 5,48 6,84 4,06 5,37

Total Investasi (Rupiah)


3.878.848.020.000,00 4.401.733.830.000,00 6.834.660.560.000,00 6.980.570.730.000,00 8.124.143.930.000,00 8.805.399.290.000,00

Investasi Pemerintah (Rupiah)


1.151.806.293.956,82 1.254.777.776.636,56 1.366.954.909.867,87 1.489.160.678.810,06 1.662.291.643.495,67 1.767.324.516.424,19

Investasi Swasta (Rupiah)


2.727.041.726.043.18 3.146.956.053.363,44 5.467.705.650.132,13 5.491.410.051.189,94 6.501.852.286.504,33 7.038.074.773.575,81

Sumber Data : BPS Kota Balikpapan dan Bappeda Kota Balikpapan :*** Angka Proyeksi

Proyeksi laju pertumbuhan ekonomi selama 5 (lima) tahun kedepan masih berkisar kurang dari 6,50 % dengan Migas sedangkan tanpa Migas cenderung mengalami kenaikan yang sangat besar sampai dengan 8,02 %. Hal ini menunjukan bahwa perekonomian masyarakat akan mengalami peningkatan yang sangat baik. Demikian pula halnya dengan pertumbuhan PDRB Kota Balikpapan dari tahun 2006-2011 mengalami kenaikan yang cukup pesat baik atas dasar harga berlaku (ADHB) maupun atas dasar harga konstan (ADHK). Untuk mendapatkan gambaran proyeksi tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2 PDRB KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2006-2011 SECARA TOTAL DAN TANPA MIGAS ADHB MAUPUN ADHK.
TAHUN 2006 *** 2007 *** 2008 *** 2009 *** 2010*** 2011** *
Keterangan

Total investasi adalah kebutuhan investasi ADHB berdasarkan PDRB tanpa migas dan ADHK. Investasi Pemerintah Tahun 2001-2005 adalah angka realisasi

Adapun mengenai tingkat pelayanan Pemerintah Kota di bidang ekonomi dapat dilihat pada uraian masing-masing sektor dibidang ekonomi sebagai berikut : 1. Industri Letak Kota Balikpapan yang strategis dan merupakan pintu gerbang Propinsi Kalimantan Timur, juga berfungsi sebagai kota kolektor dan distributor yang memiliki potensi untuk menarik minat investor untuk melakukan penamanan modal pada sektor industri seperti pengolahan tambang dan migas maupun industri ikutan lainnya yang tidak hanya melibatkan kalangan industri besar tetapi juga dari industri kecil. Oleh karenanya sektor industri dapat memberikan kontribusi yang penting didalam pembentukan PDRB Kota Balikpapan pada setiap tahunnya, selain sektor ekonomi yang lain seperti perdagangan, dan lembaga keuangan serta sektor jasa lainnya. Perkembangan industri kecil dan menengah di Kota Balikpapan baik formal maupun non formal dari tahun 2001 - 2005 dapat dijelaskan bahwa untuk yang formal, jumlah unit usaha pada tahun 2001 sebesar 485 unit dengan tenaga kerja yang dapat diserap sebanyak 6.759 orang, dengan nilai produksi sebesar Rp. 2,078 Milyar dan nilai investasi sebesar Rp

PDRB TOTAL ADHB ADHK 23.662.804,23 14.119.503,87 26.460.129,04 14.783.944,57 29.589.661,08 15.689.186,46 33.073.646,87 16.546.489,45 37.202.724,92 17.453.941,74 41.131.392,92 18.162.124,34
: *** Angka Proyeksi

PDRB TANPA MIGAS ADHB ADHK 10.577.570,62 7.784.924,93 11.602.490,66 8.209.202,32 13.066.082,94 8.867.436,08 14.584.454,05 9.479.327,97 16.338.402,15 10.127.471,63 17.970.783,87 10.671.629,99

Sumber Data : Bappeda Kota Balikpapan dan BPS Kota Balikpapan

Sedangkan proyeksi tentang kebutuhan investasi dalam 5 (lima) tahun yang akan datang yaitu tahun 2006-2011 dapat dilihat dalam tabel 3.

15,802 Milyar. Sedangkan pada tahun 2005 telah meningkat yaitu jumlah unit usaha sebanyak 620 unit dengan tenaga kerja yang dapat diserap sebanyak 9.023 orang, dengan nilai produksi sebesar Rp. 555,75 Milyar dan nilai investasi sebesar Rp 271,30 Milyar

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Untuk sektor non formal, jumlah unit usaha pada tahun 2001 sebanyak 2.472 unit dengan tenaga kerja yang dapat diserap sebanyak 8.265 orang, dengan nilai produksi sebesar Rp. 2,334 Milyar dan nilai investasi sebesar Rp 52,65 Milyar. Sedangkan pada tahun 2005 telah meningkat yaitu jumlah unit usaha sebanyak 2.589 unit dengan tenaga kerja yang dapat diserap sebanyak 8.940 orang, dengan nilai produksi sebesar Rp. 77,17 Milyar dan nilai investasi sebesar 61,65 Milyar.

berjumlah 6 unit,

pasar lokal 4 unit, pasar regional 1 unit, pasar swalayan 5 unit, pasar

grosir 1 unit dan mall /plaza 4 unit. Barang-barang yang menjadi komoditi perdagangan di Kota Balikpapan sebahagian besar berasal dari luar kota Balikpapan baik dari pulau Jawa maupun Sulawesi, sedangkan yang berasal dari Kalimantan Timur dan Balikpapan sendiri masih terbatas. Jumlah perusahaan dagang di Kota Balikpapan pada tahun 2005 sebanyak 10.458 unit

Dari data tersebut diperoleh ganbaran bahwa perkembangan industri kecil dan menengah telah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun baik dari sisi jumlah unit usaha, penyerapan tenaga kerja, nilai produksi maupun nilai investasi.

usaha dengan nilai investasi seluruhnya Rp. 1,244 trilyun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 70.271 orang. 3. Sumber Daya Energi

Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota adalah dengan membangun kawasan industri untuk pengelompokan usaha industri, yaitu di Kawasan Industri Kecil Somber (KIKS) yang pada tahap pertama diperuntukkan bagi para produsen industri tahu tempe yang selama ini tersebar diseluruh wilayah kota, sedangkan untuk jangkamenngah dan panjang dengan membangun Kawasan Industri Kariangau (KIK) untuk industri pengolahan atau manufactur yang diharapkan juga akan memperkuat struktur ekonomi Balikpapan pada masa yang akan datang. 2. Perdagangan Sektor perdagangan di Kota Balikpapan merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pembentukan PDRB Kota Balikpapan, hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan aktifitasnya yang sangat pesat berupa pembangunan pusat-pusat perbelanjaan yang modern maupun semi modern di Kota Balikpapan seperti Plaza Balikpapan, Mall Fantasi dan Plaza Muara Rapak dan sedang dalam tahap pembangunan adalah Pasar Baru Square dan Balikpapan Super Blok, serta yang masih dalam tahap persiapan pembangunan adalah bangunan pengganti Shopping Center Kebun Sayur di Kecamatan Balikpapan Barat yang terbakar pada tahun 2004 yang lalu dan Pasar Induk. Disamping itu ada pasar tradisional yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Balikpapan yang tersebar diseluruh wilayah Kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbelanja untuk keperluan sehari-hari. Guna memperoleh gambaran terhadap keberadaan fasilitas perdagangan di Kota Balikpapan pada tahun 2005 dapat disampaikan bahwa untuk pasar tradisionil skala kota Saat ini jumlah pelanggan di Kota Balikpapan telah mencapai sebanyak 97.460 pelanggan dan masih terdapat daftar tunggu calon pelanggan yang memerlukan listrik sebanyak 30 MW dengan demikian untuk Kota Balikpapan pada saat ini memang dalam kondisi kekurangan pasokan tenaga listrik yang segera memerlukan pemecahan. Sumber Daya Energi yang dimanfaatkan di Kota Balikpapan adalah energi listrik serta minyak dan gas. Energi listrik digunakan untuk keperluan industri dan rumah tangga sedangkan untuk minyak dan gas selain untuk rumah tangga dan industri juga dimanfaatkan untuk sarana transportasi baik darat, laut maupun udara. Sumber daya energi listrik khususnya listrik dipasok melalui PLN dalam jumlah yang terbatas dibandingkan dengan kebutuhan untuk Kota Balikpapan pada umumnya, hal ini dapat dilihat dari kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan tenaga listrik mengakibatkan sering dilakukan pemadaman secara bergiliran. PLN Kota Balikpapan saat ini hanya mampu menyediakan kapasitas terpasang sebesar 42 MW yang berasal dari mesin PLN yang sudah tua dan generator set milik Pemerintah Kota Balikpapan yang disewa oleh PLN, sedangkan kebutuhan masyarakat Balikpapan pada saat jam puncak sekitar 72,5 MW kekurangannya dipasok dari interkoneksi si stem Mahakam. Akhir-akhir ini pasokan dari interkoneksi sistem Mahakam seringkali mengalami penurunan karena Pembangkit Listrik Tanjung Batu kekurangan pasokan gas sehingga bahan bakarnya diganti dengan BBM -Solar dan pada kondisi seperti ini kinerja mesin untuk membangkitkan listrik tidak optimal (turun) selain itu juga karena ada perbaikan rutin, sehingga untuk Kota Balikpapan hanya bisa diberikan pasokan sebesar 15 MW.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Kebutuhan energi yang lain untuk Kota Balikpapan adalah energi minyak dan gas untuk keperluan transport baik darat, laut dan udara serta keperluan gas untuk rumah tangga yang pada saat ini masih dalam tahap kecukupan karena keberadaan kilang BBM di Balikpapan. Namun demikian dengan pertumbuhan kota serta kegiatan masyarakat pada umumnya kebutuhan akan energi minyak dan gas ini cenderung terus meningkat pada masa yang akan datang.

Permasalahan yang dihadapi usaha di sektor tanaman pangan ini adalah keterbatasan modal petani, keberadaan yang jauh dari sumber air (tidak ada saluran irigasi tehnis karena kontur tanah yang berbukit-bukit), lahan yang diusahakan bukan milik sendiri dan pada umumnya pertanian bukan merupakan sumber pendapatan utama keluarga, karena ada pekerjaan sambilan yang lain. 5. Perkebunan

4. Pertanian Sebagaimana usaha disektor pertanian maka usaha disektor perkebunan di Kota Walaupun Balikpapan secara administratif merupakan kota, namun karena wilayahnya juga terdapat kawasan pedesaan maka terdapat pula areal pertanian meskipun dalam skala yang relatif kecil, namun demikian sektor pertanian khususnya tanaman pangan juga telah mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya. Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kota Balikpapan dilaksanakan guna meningkatkan produksi, peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja serta menjaga dan meningkatkan kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Sebagai gambaran tentang kegiatan tanaman pangan di Kota Balikpapan pada tahun 2005 yaitu untuk tanaman padi dengan luas tanam hanya seluas 41 ha, dengan luas panen 50 ha dan jumlah produksi sebanyak 187 ton atau produktivitas lahan rata-rata sebesar 3,7 ton/ha/tahun. Untuk palawija dengan luas tanam 500 ha, dengan luas panen 522 ha dan jumlah produksi 8.985 ton, kemudian untuk sayur-sayuran dengan luas tanam 1.130 ha dan luas panen 1.730 ha serta produksi 22.495 ton. Sedangkan untuk buah-buahan dengan luas tanam 2.250 ha, luas panen 1.308 ha dan jumlah produksi 20.220 ton yang merupakan buah-buahan lokal khas Kalimantan seperti rambutan, lai, durian, langsat, nenas dan sebagainya. Perkembangan di sektor pertanian tanaman pangan ini untuk tanaman padi dan palawija baik luas tanam maupun produksi mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya sedangkan untuk sayur-sayuran dan buah-buahan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Permasalahan yang dihadapi dalam upaya pengembangan sektor perkebunan ini adalah keterbatasan produktivitas lahan yang disebabkan oleh kualitas lahan yang kurang baik karena lahan yang ada didominasi oleh jenis tanah podzolik merah kuning I dengan kondisi topografi yang bergelombang, keterbatasan lahan untuk pengembangan sehubungan dengan adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman dan keterbatasan ketrampilan yang dimiliki oleh petani. Balikpapan juga dalam areal yang terbatas, perbedaannya untuk perkebunan dilaksanakan dengan tanaman keras yang berdimensi jangka panjang dengan hasil komoditi yang dapat dijual keluar kota Balikpapan, bahkan untuk komoditi ekspor yang komoditinya cukup bervariasi. Perkembangan luas areal perkebunan dan jumlah produksi dapat diketahui dari perbandingan antara tahun 2001 dan 2005 dapat diketahui yaitu pada tahun 2001 untuk tanaman karet dengan luas areal 1.110 ha dengan produksi sebanyak 107,70 ton, untuk kelapa dengan luas areal 1.683,5 ha dengan produksi 2.043,6 ha, untuk kopi luas areal 112 ha dengan produksi 23 ton, lada dengan luas areal 111,5 ha dengan produksi 22,2 ton, cengkeh 36 ha dengan produksi 0,8 ton, kakao dengan luas areal 25 ha dengan produksi 0,80 ton, kemiri dengan luas areal 98,75 ha dengan produksi 70,40 ton dan lainnya luas areal 150 ha dengan produksi 58,40 ton. Pada tahun 2005 rata-rata mengalami kenaikan walaupun relatif kecil yaitu untuk tanaman karet dengan luas areal 1.660 ha dengan produksi sebanyak 360,5 ton, untuk kelapa dengan luas areal 1.700 ha dengan produksi 1.628 ton, untuk kopi luas areal 170,75 dengan produksi 6,17 ton, lada dengan luas areal 120,5 ha dengan produksi 49,26 ton, cengkeh 50 dengan produksi 0,63 ton, kakao dengan luas areal 33,50 ha dengan produksi 4,13 ton, kemiri dengan luas areal 103,75 ha dengan produksi 96,2 ton dan lainnya luas areal 164,77 ha dengan produksi 242,62 ton.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

6. Peternakan. Pengembangan usaha peternakan di Kota Balikpapan ditujukan untuk menyediakan protein hewani guna perbaikan gizi masyarakat yang berasal dari daging, telor serta mampu mendukung pengembangan ekspor melalui pembinaan kemampuan produksi, penggunaan teknologi maju dan efisiensi usaha guna mendorong peningkatan pendapatan dan perluasan kesempatan kerja serta optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan produksi ternak dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Perkembangan populasi ternak di Kota Balikpapan sangat fluktuasi yaitu setiap jenis ternak dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 mengalami penurunan dan peningkatan populasi. Dan selanjutnya perkembangan produksi daging di Kota Balikpapan dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 perkembangan berfluktuasi akan tetapi kalau dilihat dari total produksi ternak dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 yang paling banyak produksinya adalah ayam pedaging dimana pada tahun 2005 sebanyak 7.650 ton, kemudian sapi sebanyak 1.645 ton, dan Kambing sebanyak 79 ton. Rata-rata peningkatan produksi Ayam pedaging adalah 0,01%, daging sapi meningkat 0,18%, dan kambing produksi dagingnya meningkat 1,0%. Perkembangan produksi peternakan di Balikpapan memang relatif stabil meskipun beberapa mengalami penurunan, hal tersebut karena kebutuhan ternak di Balikpapan belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh produksi lokal dan masih didatangkan dari luar Daerah, sehingga ada persaingan harga yang menyebabkan produksi lokal relatif stabil. 7. Perikanan dan Kelautan Kota Balikpapan memiliki luas wilayah sekitar 503,30 KM2 , dengan potensi perikanan tangkap seluas 337.805 KM2 yang membentang disepanjang Selat Makassar dan Laut Sulawesi, sedangkan potensi perikanan budidaya tambak seluas 905 Ha, yang tersebar pada 2 (dua) Kecamatan yaitu Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat, serta potensi budidaya kolam seluas 100 Ha dan masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Pemanfaatan potensi perikanan tangkap dan budidaya tambak/kolam sebagaimana tersebut diatas, ditunjang oleh 1.399 unit armada kapal dan 7.069 unit alat tangkap ikan serta sumberdaya manusia perikanan dan kelautan sebanyak 9.476 orang, teridi dari 5.822

orang nelayan, 812 petambak, 162 orang pembudidaya kolam dan 2.680 orang dibidang pengolahan hasil perikanan. Sedangkan Produksi Perikanan dan Kelautan Kota Balikpapan secara total tahun 2001 sebesar 13.424,67 ton dan dari total produksi ini masih didominasi oleh perikanan tangkap laut yaitu 12.788 ton atau 95,3% diantaranya merupakan hasil tangkapan laut, sisanya sebesar 629,94 ton atau 4,5% hasil budidaya di tambak dan 6,73.ton atau 0.05% merupakan kontribusi hasil budidaya air tawar (kolam). Demikian halnya pada tahun 2004 juga masih didominasi oleh perikanan tangkap laut yaitu 13.635 ton atau 95,3% diantaranya merupakan hasil tangkapan laut, sisanya sebesar 853,95 ton atau 4,5% hasil budidaya di tambak dan 9,17 .ton atau 0.05% merupakan kontribusi hasil budidaya air tawar (kolam). Realiasi eksport bidang perikanan dan kelautan Kota Balikpapan pada tahun 2005 sebanyak 3.452,90 kg , dan kemudian turun sebesar 3,45%. Konsumsi per kapita mengalami kenaikan sebesar 13.635 Kg/tahun atau 8,56%. Sedangkan ketersediaan sarana penangkapan (kapal dan alat tangkap ) naik masing-masing menjadi sebesar 3,74% dan 16,51%, dibanding keadaan tahun 2001. Ini berarti bahwa upaya-upaya yang dilakukan melalui program-program yang direncanakan telah mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan perikanan dan kelautan Kota Balikpapan. Disamping potensi tersebut diatas masih terdapat sumberdaya pesisir, laut da pulau-pulau kecil mencakup terumbu karang yang terbentang mulai dari Stal Kuda sampai disepanjang Pantai Teritip, padang lamun seluas +/- 15 ha (Balikpapan Barat seluas 10 ha dan Balikpapan Timur 5 ha) dan mangrove +/- 2.160 ha (Balikpapan Barat 1.810 ha dan Balikpapan Timur 350 ha) sementara itu pulau-pulau kecil sebanyak 7 buah. Pengembangan dan pemanfaatan pesisir laut dan pulau-pulau kecil dewasa ini masih terbatas pada sarana dan prasarana seperti PPI/TPI sebanyak 3 (tiga) unit, rumpon alat bantu tangkap 193 unit, wisatabahari (Pantai Manggar dan Lamaru), kanalisasi areal pertambakan sepanjang 8 KM, Balai Benih (air laut dan tawar) milik Pemerintah sebanyak 1 unit dan milik Swasta sebanyak 11 unit. Potensi pasca panen pemasaran hasil untuk eksport atau antar pulau sebanyak 80 perusahaan, dan pemberian sertifikasi terhadap mutu hasil masih dilakukan oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur karena Balikpapan belum mempunyai laboratorium.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Dibidang pengawasan serta pengendalian kelautan dan perikanan terdapat untuk sementara ini didukung kapal dari Departemen Kelautan dan Perikanan sebanyak 1 unit, Satuan Polairud sebanyak 2 unit dan Angkat Laut sebanyak 8 unit. C. Sosial Budaya Daerah Pengembangan Sosial Budaya di Kota Balikpapan didalam prioritas pembangunan lebih ditekankan pada bidang Sumber Daya Manusia yang merupakan salah satu dari 4 (Empat) prioritas pembangunan Kota Balikpapan. Kebijakan Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia dilaksanakan melalui Pengendalian Pertumbuhan Penduduk, baik secara alami maupun dari factor migrasi, Peningkatan Mutu Pendidikan, Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat termasuk subsidi dalam pelaksanaan Jaminan pemeliharaan pelayanaan kesehatan masyarakat yang merupakan cikal bakal bagi terselenggaranya asuransi kesehatan yang berbasis masyarakat, Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Penghayatan dan Pengamalan nilai/norma Agama dalam Kehidupan bermasyarakat, Pengembangan Kualitas Pemuda dan Olahraga, Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja serta Melaksanakan Program Penanggulangan Kemiskinan. 2.

Melihat perkembangan penduduk yang kian meningkat setiap tahun, maka untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan menetapkan kebijakan di bidang kependudukan sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 22 Tahun 2002 Tentang Manajemen Kependudukan, selain itu juga menggalakan programKB dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh factor alami. Sasaran yang akan dicapai dalam hal pengendalian penduduk yakni untuk menekan penduduk pendatang atau migrasi yang masuk ke Kota Balikpapan dan juga menekan angka kelahiran, sehingga dapat mencegah masalah sosial kemasyarakatan serta demi terjaminnya daya dukung lahan dan lingkungan hidup. Dengan demikian maka orang Balikpapanan memiliki kesempatan yang banyak untuk ditingkatkan kualitasnya sehingga mampu menjadi "Lokomotif pembangunan bagi Kota Balikpapan, selain merupakan salah satu kekuatan yang efektif dan produktif bagi pembangunan Kota secara keseluruhan.

Pendidikan Keadaan Pendidikan di Kota Balikpapan dapat dilihat dari data jumlah sekolah, jumlah

1.

Kependudukan Jumlah penduduk Kota Balikpapan berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2000 adalah 406.457 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,74 %. Pada tahun 2005 jumlah penduduk mengalami peningkatan yang cukup tinggi dan berdasarkan registrasi manajemen kependudukan pada Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan sampai 31 Desember 2005 adalah sebanyak 554.437 Jiwa. Dengan demikian selama kurun waktu 2000-2005 pertumbuhan penduduk Balikpapan dalam 5 (lima) tahun bertambah sebanyak 147.980 jiwa, rata-rata sebesar 29.596 jiwa atau 4,95% per tahun. Sedangkan jumlah Warganegara Asing yang berdomisili di Kota Balikpapan sebanyak 1.168 jiwa, populasi orang asing tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari tahun 2001 yang berjumlah sebanyak 1.215 jiwa. Dengan wilayah seluas 503,30 KM2, dan jumlah penduduk sebanyak 554.437 Jiwa, maka rata-rata kepadatan penduduk Kota Balikpapan adalah 1.101 jiwa/Km2. Sebagian besar penduduk terkonsentrasi di kawasan perkotaan dengan kepadatan mencapai 33.644,42 jiwa/KM2, sementara di kawasan yang merupakan pinggiran kota (pedesaan) kepadatan penduduk hanya sekitar 141,24 jiwa/KM2.

guru dan jumlah murid dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD/MI sampai dengan Perguruan Tinggi. Dari data yang diperoleh pada tahun ajaran 2005/2006 menunjukkan bahwa untuk SD/MI jumlahnya mencapai 198 unit sekolah, guru 2.406 orang serta murid 57.619 orang. Untuk jenjang SLTP/MTs sebanyak 59 unit sekolah, guru 1.727 orang dan murid 24.368 orang, sedangkan untuk SMA/SMK/MA dengan jumlah mencapai 50 unit sekolah, guru 1.490 orang dan murid 20.348 orang. Selanjutnya untuk kondisi proses belajar-mengajar di sekolah (kondisi rata-rata antara sekolah negeri dan swasta) yang dilihat dari perbandingan antara jumlah guru dan murid di sekolah dapat diketahui untuk tingkat SD/MI perbandingannya yaitu 1 : 25, untuk SLTP/MTs 1 : 14, serta untuk SMA/SMK/MA 1 : 14, dengan demikian dapat dikatakan bahwa perbandingan antara jumlah guru dan murid di Kota Balikpapan cukup baik karena jumlah guru yang cukup memadai untuk mengajar murid. Sedangkan untuk cakupan yang diwujudkan dalam bentuk Angka Partisipasi Kasar (APK) atau perbandingan antara jumlah peserta didik pada jenjang pendidikan tertentu dengan penduduk kelompok usia sekolah yang dinyatakan dengan persentase (%), yang jumlah kelompok usia tersebut dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tingkatan yaitu SD (7 - 12

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

tahun), SMP (13 - 15 tahun) dan SLTA (16 - 18 tahun). Semakin tinggi APK berarti semakin banyak anak usia sekolah yang bersekolah di suatu daerah, atau semakin banyak anak usia di luar kelompok usia sekolah tertentu bersekolah di tingkat pendidikan tertentu. Nilai APK bisa lebih besar dari 100% karena usia siswapada jenjang pendidikan tertentu dapat tidak sesuai dengan jumlah penduduk usia sekolah pada jenjang pendidikan tertentu. 3. Data APK di Kota Balikpapan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa untuk tingkat SD/MI mencapai 106,57%, tingkat SLTP/MTs 98,50% dan tingkat SMA/SMK/MA mencapai 96,68%. Dengan demikian di Kota Balikpapan pelaksanaan program Wajib Belajar 9 tahun untuk pendidikan dasar telah hampir mencapai sesuai target nasional, sedangkan untuk tingkat SMA/SMK/MA masih perlu dilakukan upaya agar dapat mencapai angka pertisipasi yang lebih tinggi lagi.

Selama ini lulusan Perguruan Tinggi di Balikpapan sudah cukup bisa memberikan kontribusi terhadap kebutuhan lapangan kerja di Kota Balikpapan, namun belum mampu bersaing untuk memperoleh posisi khususnya dibidang teknik (engineering) dengan para lulusan perguruan tinggi khususnya yang berada di pulau Jawa. Ketenagakerjaan Jumlah angkatan kerja di Kota Balikpapan pada tahun 2001 sebanyak 174.444 orang, telah meningkat menjadi 215.261 orang pada tahun 2005, dengan demikian mengalami pertumbuhan rata-rata 4,67% pertahun. Dari jumlah tersebut angkatan kerja yang bekerja pada tahun 2001 mencapai 160.353 orang, sedangkan pada tahun 2005 angkatan kerja yang bekerja mencapai 190.271 orang. Dengan demikian jumlah pencari kerja pada tahun 2001 mencapai 14.091 orang dan telah meningkat menjadi 24.990 orang pada tahun 2005, atau mengalami kenaikan rata-rata 15,46% pertahun. Kenaikan tersebut selain disebabkan oleh

Sedangkan Perguruan Tinggi di Kota Balikpapan terdapat sebanyak 16 Perguruan Tinggi yang terdiri dari Universitas/Sekolah Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan Srata 1 (S1) sebanyak 9 instansi yaitu Universitas Tridharma, Universitas Balikpapan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan, Sekolah Tinggi Informatika dan Komunikasi, Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Khaldun, Sekolah Tinggi Teknik Migas, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Cholil dan Sekolah Tinggi Akutansi Negeri. Yang menyelenggarakan pendidikan Diploma 3 (D3) sebanyak 7 Perguruan Tinggi yaitu Akademi Akuntansi Balikpapan, 2 (dua) Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia Balikpapan, Akademi Bahasa Asing, Akademi Kebidanan, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer, serta Politeknik Balikpapan. Jumlah Mahasiswa seluruhnya 4.641 orang dan Dosen 1.105 orang yang dikelola oleh swasta terkecuali untuk Politeknik yang didirikan dan dikelola oleh Pemerintah Kota Balikpapan, dan Sekolah Tinggi Akutansi Negera drikelola oleh Depertemen Keuangan Cq Direktorat Pajak. Dibandingkan dengan jumlah lulusan SMU/SMK/MA maka jumlah Mahasiswa yang berkuliah di Kota Balikpapan memang relatif kecil karena pada umumnya para lulusan SMU/SMK/MA melanjutkan pendidikan tingginya pada Perguruan Tinggi diluar Kota Balikpapan seperti di Samarinda, Makassar, Banjarmasin, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan kota-kota lainnya di Indonesia.

semakin meningkatnya angkatan kerja juga dengan semakin baiknya penyelenggaraan sistem informasi ketenagakerjaan pada Kantor Tenaga Kerja Balikpapan sehingga tenaga kerja yang melaporkan keberadaannya dalam rangka mencari pekerjaan telah tertata dengan baik pada Kantor Tenaga Kerja Kota Balikpapan. Jumlah pencari kerja tersebut jika diklasifikasikan menurut tingkat pendidikan yaitu pada tahun 2001 pendidikan SD/MI sebanyak 3.876 orang atau 15,5%, pendidikan SLTP dan SLTA sebanyak 18.812 orang atau 75,3% dan Perguruan Tinggi sebanyak 2.302 orang atau 9,2%. Dari data tersebut diperoleh keterangan bahwa sebagian besar para pencari kerja adalah mereka yang memiliki tingkat pendidikan SLTP dan SLTA yang kecenderungannya dari tahun ke tahun terus semakin meningkat. Selanjutnya mengenai data orang yang sedang bekerja menurut lapangan usaha dapat disampaikan bahwa pada tahun 2001 jumlah orang yang bekerja sebanyak 160.353 orang, yang bekerja pada lapangan usaha perdagangan, hotel dan restauran sebanyak 54.302 orang atau 33,9% kemudian dibidang jasa-jasa lainnya sebanyak 37.450 orang atau 23,4%, bangunan sebanyak 15.661 orang atau 9,77%, industri sebanyak 15.491 orang atau 9,66% dan sektor angkutan/komunikasi sebanyak 14.639 orang atau 9,13%, sedangkan lainnya bekerja pada sektor pertanian, pertambangan, bank dan lembaga keuangannya lainnya.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Sedangkan mengenai data orang yang sedang bekerja menurut lapangan usaha dapat disampaikan bahwa pada tahun 2005 jumlah orang yang bekerja sebanyak 190.271 orang, yang bekerja pada lapangan usaha perdagangan, hotel dan restauran 63.005 orang atau 33,11% kemudian dibidang jasa-jasa lainnya sebanyak 32.633 orang atau 17,15%, bangunan sebanyak 20.471 orang atau 10,76%, industri sebanyak 15.161 orang atau 7,91% dan sektor angkutan/komunikasi sebanyak 25All orang atau 13,39%, sedangkan lainnya bekerja pada sektor pertanian, pertambangan, bank dan lembaga keuangannya lainnya. Dari data tersebut terlihat bahwa sektor lapangan usaha perdagangan, hotel dan restauran menyerap tenaga kerja terbesar dalam kurun waktu lima tahun terakhir diikuti bidang jasa lainnya, sedangkan untuk bidang industri kecenderungannya adalah menurun dan sektor angkutan/komunikasi menunjukkan kenaikan yang cukup tinggi. 4. Kesehatan Ketersediaan sarana prasarana dan fasilitas kesehatan merupakan faktor penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat, dan sampai dengan tahun 2005 prasarana kesehatan yang telah tersedia berupa Rumah Sakit berjumlah 8 unit dengan jumlah tempat tidur sebanyak 681 buah, Puskesmas 26 unit dan Puskesmas Pembantu 14 unit, sedangkan Dokter Umum 183 orang, Dokter Spesialis 73 orang, Dokter Gigi 62 orang, Perawat sebanyak 871 orang serta Bidan sebanyak 250 orang. Apabila dibandingkan dengan keadaan pada tahun 2001 maka jumlah sarana dan prasarana kesehatan serta tenaga medis maupun paramedis mengalami kenaikan yang berarti dan telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, demikian pula dengan klinik kesehatan yang dikelola oleh swasta jumlahnya juga semakin meningkat. Indikator kesehatan merupakan petunjuk terhadap tingkat atau derajat kesehatan masyarakat yaitu usia harapan hidup penduduk Kota Balikpapan yang pada tahun 2001 mencapai 67,8 tahun telah meningkat menjadi 71,05 tahun pada tahun 2005, angka kematian bayi pada tahun 2001 sebesar 4,89 per 1.000 kelahiran telah menurun menjadi 1,55 per 1.000 kelahiran pada tahun 2005, angka kematian balita pada tahun 2001 1,07 per 1.000 kelahiran hidup telah menurun menjadi 0,02 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2005, sedangkan untuk angka kematian ibu bersalin sebanyak 3 orang pada tahun 2005. 5.

Dari data tersebut diperoleh gambaran bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat seiring dengan meluasnya jumlah cakupan pelayanan kesehatan masyarakat melalui pengembangan sarana dan prasarana serta tenaga medis dan paramedis, disamping semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeliharaan kesehatan bagi dirinya dan keluarga. Namun demikian masih dialami kasus-kasus penyakit menular yang terjadi di Kota Balikpapan seperti Demam Berdarah (DBD), Diare, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan HIV/AIDS serta masih adanya keadaan gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil, bayi, dan balita. Pemerintah Kota telah melaksanakan pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin sejak tahun 2002 yang lalu yang meliputi pelayanan dimulai dari Puskesmas sampai dengan Rumah Sakit yang diharapkan juga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya

Keagamaan Jumlah penduduk Balikpapan pada tahun 2005 berjumlah 554.437 jiwa, jumlah tersebut terdiri dari pemeluk agama Islam berjumlah 478.882 jiwa atau 86,37% kemudian Kristen 43.595 jiwa atau 7,86%, Katolik 9.478 jiwa atau 1,71%, Hindu 1.562 jiwa atau 0,28%, Budha 6.955 jiwa atau 1,25% dan lain-lain 135 jiwa atau 0,02%. Sedangkan untuk rumah ibadah perbandingan antara tahun 2001 dan tahun 2005 dapat disampaikan bahwa bangunan Masjid pada tahun 2001 berjumlah 228 buah telah meningkat menjadi 264 buah pada tahun 2005, Langgar pada tahun 2001 berjumlah 257 buah dan telah meningkat menjadi 267 buah pada tahun 2005, Musholla pada tahun 2001 sebanyak 106 buah meningkat menjadi 108 buah pada tahun 2005, Gereja sebanyak 35 buah pada tahun 2001 meningkat menjadi 55 buah pada tahun 2005, Pura tidak mengalami peningkatan tetap sebanyak 2 buah, sedangkan Vihara sebanyak 2 buah pada tahun 2001 meningkat menjadi 6 buah pada tahun 2005 dan Klenteng tetap 1 buah. Kehidupan keagamaan di Kota Balikpapan berjalan dengan baik dengan terjalinnya kerukukan intern umat beragama, antar umat beragama dan antar umat beragama dengan Pemerintah serta tidak adanya konflik yang terjadi. Pemerintah Kota telah berupaya untuk melaksanakan pembinaan kehidupan beragama ini melalui pemberian bantuan terhadap

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

pembangunan

rumah

ibadah,

bantuan

kepada

lembaga

keagamaan,

bantuan

dalam kurun waktu 5 (lima) tahun hanya terdapat peningkatan sarana dan prasarana Olahraga di Kota Balikpapan sebesar 14 unit. Perlu disampaikan bahwa hingga saat ini sarana dan prasarana Organisasi Kepemudaan dan Olahraga yang bertaraf atau standar Nasional maupun Internasional belum tersedia di Kota Balikpapan. Kebijakan umum Pengembangan Sumber Daya Manusia di Kota Balikpapan pada tahun 2001-2005 khususnya dalam pembinaan Pemuda dan Olahraga ditekankan pada pembangunan sarana dan prasarana fisik yang nantinya dapat menunjang pelaksanaan kegiatan kepemudaan dan olahraga. Sehubungan dengan itu Pemerintah Kota Balikpapan telah membangun prasarana yang dapat menunjang kegiatan olahraga secara multi fungsi yaitu Gelanggan Olahraga (GOR) yang saat ini masih dalam tahap pembangunan serta meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan, peningkatan sarana dan prasarana olahraga serta peningkatan prestasi olahraga dengan kegiatan pengembangan fasilitas kegiatan pemuda, pembangunan Stadion Kota Balikpapan dan Pembangunan fasilitas untuk Venues PON XVII tahun 2008, pemberian bantuan pelaksanaan PORDA KALTIM dan pembangunan Gedung Graha Pemuda, Rehabilitasi Lapangan Tennis Manuntung, Lapangan Foni dan Lapangan Tennis Sepinggan, membentuk minimal 1 (satu) Komite Pembinaan Olahraga (KPO) pada masing-masing Kelurahan, Pengembangan fasilitas kegiatan pemuda dan olahraga, Rehabilitasi Stadion Kota Balikpapan, Bantuan pelaksanaan PORSENI, Bantuan kepada KONI, Bantuan kepada PERSIBA serta Bantuan untuk kegiatan olahraga umum lainnya. 7. Kemiskinan Sesuai dengan data penduduk miskin jumlah penduduk miskin Kota Balikpapan pada tahun 2005 sebanyak 8.334 KK atau 27.859 jiwa atau 5,02%, dibandingkan dengan dari jumlah penduduk Balikpapan akhir tahun 2005, dibandingkan dengan tahun 2001 yang berjumlah 9.089 KK atau 34.460 jiwa. Berarti dari tahun 2001-2005 jumlah penduduk miskin telah mengalami penurunan sebesar 19,15%. Upaya penanggulangan kemiskinan merupakan amanat konstitusional bagi pencapaian tujuan nasional seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yai tu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan . Selain itu di dalam

kepada pendidikan agama serta bantuan terhadap kegiatan keagamaan lainnya. 6. Pemuda dan Olah Raga Pembangunan di bidang Pemuda dan Olahraga merupakan salah satu program Pemerintah dalam mengembangkan dan meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan melalui berbagai kegiatan-kegiatan yang menunjang pembangunan Bangsa dan Negara. Selaras dengan program nasional dibidang pembinaan Pemuda, Pemerintah Kota Balikpapan turut ikut serta membina dan mengembangkan potensi dan kemampuan pemuda dalam segala bidang keterampilan, misalnya pembentukan Karang Taruna, Kesatuan Kepemudaan, dan Organisasi Kepemudaan atau KNPI dan sebagainya. Selain itu Pemerintah Kota Balikpapan juga memberikan fasilitas bagi pengembangan kemampuan pemuda khususnya pemuda Kota Balikpapan, serta adanya partisipasi pihak swasta yang mendukung pengembangan kemampuan masyarakat Kota Balikpapan melalui pembangunan prasarana olahraga sehingga fasilitas olahraga yang tersedia dan tersebar di pelosok Kota Balikpapan. Fasilitas-fasilitas yang tersedia tersebut digunakan untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan keberadaan fasilitas olahraga sangat dibutuhkan bagi warga yang ada di Kota Balikpapan. Adapun sarana dan prasarana olahraga yang ada di Kota Balikpapan terdiri dari 14 jenis cabang olahraga termasuk fasilitas kesenian dan sosial. Sarana dan prasarana olahraga tersebut meliputi : Lapangan Sepak Bola, Basket, Volley Ball, Soft Ball, Tennis Lapangan, Kolam Renang, Fitness/Sanggar, Arena Bowling, Billiard, Menembak, Squash, Bulu Tangkis, Sarana Kesenian maupun Sosial dan lain-lain. Perkembangan Organisasi Kepemudaan di Kota Balikpapan peningkatannya relatif kecil, hal ini dapat dilihat bahwa pada tahun 2001 tercatat sebanyak 30 Organisasi Kepemudaan, dalam tahun 2002 dan 2003 menjadi 32 Organisasi Kepemudaan, sedangkan pada tahun 2004 dan 2005 bertambah dua organisasi sehingga menjadi 34 Organisasi Kepemudaan. Demikian pula perkembangan sarana dan prasarana Olahraga keadaannya hampir sama dengan pertumbuhan Organisasi Kepemudaan, dimana dari tahun ke tahun peningkatannya sangat kecil. Pada tahun 2001 sarana dan prasarana Olahraga yang tersedia sebanyak 540 unit, dan tahun 2002 bertambah menjadi 545 unit, pada tahun 2003 menjadi 549 unit, sedangkan tahun 2004 dan 2005 tercatat sebanyak 554 unit. Artinya

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

UUD 1945 pasal 27 ayat 2 disebutkan : "Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan", dan pada pasal 34 juga diamanatkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan tersebut, maka Pemerintah Kota Balikpapan telah melaksanakan Program Penanggulangan Kemiskinan sejak tahun 2002 dan telah diterbitkan Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 8 Tahun 2004 Tentang Penanggulangan Kemiskinan. Dengan adanya Peraturan Daerah tersebut berarti Pemerintah Kota memiliki komitmen yang kuat bahwa Program Penanggulangan Kemiskinan telah menjadi program prioritas kota, dan pendanaannya dialokasikan secara khusus minimal 2,5% dari total dana APBD Kota Balikpapan setiap tahun yang diarahkan untuk program-program yang berkaitan dengan upaya penanggulangan kemiskinan. Pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan dimulai dengan pendataan keluarga miskin tahun 2001 sebagai dasar pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan tahun 2002 dimana tercatat jumlah keluarga miskin sebanyak 34.460 jiwa. Semula penduduk miskin dilakukan pendataan setiap tahun yaitu tahun 2001, 2002 dan 2003 sebagai dasar pelaksanaan program tahun yang bersangkutan. Namun sejak dikeluarkannya Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 8 Tahun 2004, pendataan penduduk miskin dilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali secara periodik.

meningkatkan kualitas kehidupan serta terjaminnya kualitas lingkungan yang baik sehingga Kota Balikpapan benar-benar menjadi kota yang layak huni (Liveable City).

Upaya penyediaan infrastruktur kota dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan prasarana dasar bagi warga masyarakat seperti, Jalan, Permukiman, Air Bersih, Kebersihan Kota, dan Drainase Kota. Walaupun program-program tersebut manfaatnya telah dapat dirasakan oleh masyarakat, namun patut diakui belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan. Hal tersebut disebabkan karena perkembangan Kota Balikpapan yang begitu cepat karena didorong oleh kegiatan sektor ekonomi sehingga masih terdapat permasalahan yang perlu penanganan. Demikian pula halnya untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup kota telah cukup banyak kegiatan yang telah dilakukan, namun masih menimbulkan berbagai persoalan akibat adanya aktifitas masyarakat dalam pembangunan khususnya pengolahan lahan yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah lingkungan hidup yang baik, sehingga terjadi degradasi lingkungan dan banjir yang merugikan masyarakat. Oleh karenanya upaya pengembangan infrastruktur perkotaan dan kualitas lingkungan hidup perlu terus dilakukan seiring dengan perkembangan kota dan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan infrastruktur dan kualitas lingkungan hidup yang baik. 1. Prasarana Jalan Prasarana jalan merupakan akses terpenting dalam simpul distribusi lalu lintas perekonomian suatu Daerah karena pembangunan prasarana jalan berfungsi menunjang kelancaran arus barang, jasa dan penumpang. Disamping hal tersebut pembangunan prasarana jalan juga merupakan upaya dalam memecahkan isolasi bagi daerah-daerah pengembangan yang cukup potensial, sehingga dengan terbukanya daerah-daerah tersebut akan meningkatkan kegiatan perekonomian. Kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan pada sektor prasarana jalan meliputi pembangunan jalan baru, peningkatan jalan dan jembatan dan rehabilitasi jalan dalam kota maupun di pinggiran kota. Panjang jalan di Kota Balikpapan adalah 593,87 Km dengan rincian sesuai status jalan sebagai berikut: Jalan Nasional Jalan Propinsi : : 49,00 Km 165,46 Km

Dari hasil pendataan dapat disimpulkan bahwa program-program yang telah dilaksanakan telah dapat mengurangi angka kemiskinan sampai dengan 36%, namun karena faktor eksternal akibat adanya kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak, terjadinya musibah berupa kebakaran serta faktor lainnya maka mereka yang tadinya tidak miskin telah menjadi miskin yaitu sebanyak 35% yang merupakan kelompok rentan (vulnerable group) sehingga angka kemiskinan belum bisa secara optimal dapat dikurangi. D. Sarana dan Prasarana Daerah Kebijakan Umum Pembangunan Infrastruktur atau sarana dan prasarana kota dan Lingkungan Hidup diarahkan kepada tersedianya infrastruktur kota yang dapat mendukung kota dalam j angka pendek maupun j angka panjang serta kebutuhan masyarakat dalam
Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Jalan Kota

379,14 Km

mempertahankan tingkat kepadatan penumpang (load factor), mengingat semakin tahun load factor ini semakin berkurang seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan pribadi.

Adapun kondisi fisik jalan tersebut sampai dengan tahun 2005 dapat dilihat bahwa untuk jalan Nasional dalam kondisi baik sepanjang 47 Km atau 95,92%, kondisi sedang sepanjang 2 Km atau 4,08% dan kondisi rusak tidak ada. Untuk jalan Propinsi dalam kondisi baik sepanjang 115,9 Km atau 70%, kondisi sedang sepanjang 34,57 Km atau 21% dan rusak 15 Km atau 9%, Sedangkan untuk jalan kota dalam kondisi baik 165,19 Km atau 43,57%, kondisi sedang 202,99 Km atau 53,54% dan kondisi rusak 10,96 Km atau 2,89%. Dari data tersebut diperoleh gambaran bahwa kondisi jalan di Kota Balikpapan semua baik, bahkan untuk jalan Nasional 95,92% yang ini memang merupakan jalan antar kota yaitu dari Balikpapan menuju Samarinda, sedangkan untuk jalan Propinsi sebahagian merupakan jalan-jalan utama kota yang sebahagian besar relatif baik, sedangkan untuk jalan kota hanya 43,67% saja yang dalam kondisi baik yang pada umumnya adalah jalan-jalan dikawasan permukiman masyarakat. Selanjutnya mengenai daya dukung jalan terhadap penggunaannya dapat dilihat dari perbandingan antara jumlah kendaraan bermotor dengan panjang jalan yang diketahui bahwa pada tahun 2001 jumlah kendaraan bermotor sebanyak 105.479 unit dan panjang jalan yaitu 493,07 Km, sedangkan pada tahun 2005 jumlah kendaraan bermotor sebanyak 171.007 Unit dan panjang jalan 593,87 Km. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pertumbuhan kendaraan bermotor setiap tahun mencapai rata-rata 12,24% per tahun, sedangkan pertumbuhan panjang jalan rata-rata 4,24 per tahun yang berarti terdapat ketidak seimbangan antara pertumbuhan kendaraan dengan pertumbuhan panjang jalan. 2. Perhubungan (Transportasi) Moda transportasi di Kota Balikpapan meliputi transportasi darat, laut dan udara. Transportasi darat melayani kebutuhan masyarakat untuk angkutan kota yang menghubungan pusat kota dengan seluruh wilayah Balikpapan dengan menggunakan kendaraan angkutan roda empat dengan kapasitas antara 8 - 1 0 penumpang yang oleh masyarakaat kota Balikpapan disebut dengan taxi angkutan kota (angkot), jumlah taxi angkot di Kota Balikpapan dari tahun ke tahun tidak mengalami perubahan yaitu sebanyak 1985 unit atas kesepakatan antara pengemudi - pengusaha dan Pemerintah Kota untuk Sebagai gambaran dapat disampaikan bahwa perkembangan jumlah aktivitas penumpang di Pelabuhan Semayang Balikpapan pada tahun 2001 sebanyak 729.226 orang dan pada tahun 2005 menjadi 480.704 orang atau mengalami penurunan 9,9% per tahun. Demikian pula dengan jumlah kunjungan kapal luar negeri pada tahun 2001 sebanyak 609 kapal dan pada tahun 2005 menjadi 587 kapal atau mengalami penurunan rata-rata 0,9% pertahun, sedangkan kapal dalam negeri pada tahun 2001 sebesar 6.756 kapal pada tahun 2005 mengalami peningkatan menjadi 6.940 kapal. Arus peti kemas jumlah bongkar pada tahun 2001 sebesar 18.366 ton meningkat menjadi 34.541 ton pada tahun 2005 atau meningkat rata-rata 17,1%/tahun, dan untuk muat sebesar 15.844 ton pada tahun 2001 meningkat menjadi 34.222 ton pada tahun 2005 atau meningkat rata-rata 21,2% pertahun. Untuk arus barang melalui Pelabuhan Semayang pada tahun 2001 untuk perdagangan dalam negeri sebesar 35.009 ton mengalami penurunan sebesar 17.163 ton, sedangkan untuk Alat transportasi laut atau penyeberangan yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara (Speed Boat dan Ferry), Sulawesi Selatan (Kapal Barang, Kapal Penumpang dan Ferry) Surabaya (Jawa Timur) dengan Kapal Barang/Kontainer, Kapal Penumpang dan Ferry Ro Ro. Dimana pada saat ini kondisi pelabuhan Semayang yang juga merupakan Pelabuhan Internasional sudah dalam keadaan sangat padat (overloaded) dengan lahan terbatas dan posisi Pelabuhan Semayang berada pada akses jalan kota sehingga seringkali menimbulkan kemacetan bilamana kapal penumpang sedang bersandar. Sarana transportasi darat lainnya yang melayani kebutuhan angkutan dalam kota dan luas kota yaitu kendaraan roda empat jenis sedan yang menggunakan argometer dengan jumlah yang juga terbatas, pada umumnya angkutan tersebut memiliki pangkalan di pusat perbelanjaan, hotel atau di pool perusahaan yang bersangkutan dengan panggilan melalui telepon. Sedangkan jenis angkutan lainnya adalah jenis microbus yang melayani Kota Balikpapan dengan wilayah sekitarnya yaitu diluar kota seperti Samboja dan Handil. Sedangkan untuk pelayanan transportasi darat antar kota dengan menggunakan kendaraan Bus yang melayani route antar kota dalam Propinsi ke Samarinda dan antar kota antar Propinsi keBanjarmasin (Kalsel) dengan lokasi pengangkutan/penurunan penumpang pada Terminal Antar Kota di Batu Ampar.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

perdagangan luar negeri pada tahun 2001 sebesar 60.554 ton mengalami penurunan sebesar 26.928 ton pada tahun 2005. Penurunan jumlah penumpang kapal laut tersebut disebabkan beralihnya minat penumpang untuk menggunakan jasa pesawat udara karena diberlakukannya harga tarif yang murah oleh maskapai angkutan udara khususnya untuk jurusan-jurusan yang selama ini banyak diminati seperti Jakarta dan Surabaya. Sedangkan penurunan arus barang baik dalam dan luar negeri disebabkan beralihnya pengguna jasa angkutan barang dengan menggunakan peti kemas, sehingga arus peti kemas mengalami peningkatan yang cukup tinggi pada tahun 2001 -2005. 3. Mengenai jasa transportasi udara dilayani melalui Bandara Internasional Sepinggan yang merupakan Bandara cukup sibuk di Indonesia. Jasa angkutan udara ini selain menerbangi route-route domestik sebagai kota tujuan seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Manado, Banjarmasin, Pontianak dan Palu juga melayani kepentingan pengeboran minyak di Kalimantan Timur yang dilayani oleh berbagai perusahaan penerbangan Nasional. Sedangkan untuk penerbangan Internasional saat ini yang masih eksis adalah penerbangan tujuan Singapura yang dilayani oleh perusahaan penerbangan Silk Air bekerjasama dengan Garuda Indonesia, sebelumnya pernah juga melayani untuk route Kota Kinabalu (Negara Bagian Sabah, Malaysia) dan Kuching (Negara Bagian Serawak, Malaysia) serta Bandar Srie Begawan (Brunei Darussalam) namun saat ini tidak beroperasi lagi. Dari sisi pergerakan pesawat maupun volume penumpang serta cargo di Bandara Sepinggan telah melampaui target proyeksi rencana yang telah ditetapkan, dengan kata lain pertumbuhan jumlah penumpang, pergerakan pesawat dan cargo tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan prasarana yang telah disiapkan sehingga daya tampung terminal dan counter check in nampak terjadi kepadatan khususnya pada jam-jam sibuk. Pada tahun 2001 jumlah pergerakan pesawat di Bandara Sepinggan Balikpapan sebanyak 27.603 kali terdiri dari domestik 26.953 kali dan internasional 650 kali, sedangkan pada tahun 2005 meningkat menjadi 38.149 kali atau meningkat rata-rata 8,4% per tahun. Sedangkan untuk penumpang pada tahun 2001 sebanyak 936.897 orang yang terdiri dari domestik 917.118 orang dan internasional 19.779 orang, sedangkan pada tahun 2005 telah meningkat menjadi 2.106.829 orang yang terdiri dari domestik 2.066.542 orang

dan internasional 40.287 orang atau mengalami kenaikan rata-rata 22,5% per tahun. Kemudian untuk cargo pada tahun 2001 sebanyak 14.672,959 ton terdiri dari domestik 14.055,312 ton dan internasional 617,649 ton, sedangkan untuk tahun 2005 sebanyak 25.364,609 ton yang terdiri dari domestik 24.719, 253 ton dan internasional 1.645,365 ton atau kenaikan rata-rata 15,8% per tahun. Bandara Sepinggan pada saat ini memiliki runway dengan panjang 2.500 meter yang dapat didarati pesawat jenis Boeing 737/MD82 serta pesawat berbadan lebar khususnya untuk pengangkutan jamaah haji jenis pesawat MD 11 secara terbatas (limited). Permukiman Pola permukiman di Kota Balikpapan pada umumnya dapat dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu Pertama : pola pemukiman perkotaan yang terencana/tertata yang dibangun oleh Pemerintah maupun oleh perusahaan pengembang perumahan (developer), Kedua: permukiman perkotaan yang tidak terencana dengan kepadatan yang tinggi dan Ketiga : sistem permukiman pedesaan yang pada umumnya berada pada kawasan pinggiran dengan kepadatan yang rendah. Pada kawasan permukiman perkotaan jumlah total bangunan rumah di Kota Balikpapan tahun 2004 sebanyak 110.304 unit, terdiri dari yang berada pada kawasan permukiman teratur dan terencana sebanyak 18.233 unit, sedangkan yang berada pada yang tidak teratur dan tidak terencana sebanyak 92.082 unit. Berdasarkan status perizinan bangunan, maka jumlah bangunan rumah yang telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sekitar 22.722 unit atau 20,6 % sementara 79,4% lainnya belum memiliki IMB Jumlah permohonan dan IMB yang diterbitkan dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 cukup meningkat. Pada tahun 2001 berkas pemohon yang diproses sebanyak 948 buah sedangkan yang terbit sebanyak 814 buah. Tahun 2002 berkas pemohon yang diproses sebanyak 1.140 buah sedangkan yang terbit sebanyak 570 buah. Tahun 2003 berkas pemohon yang diproses sebanyak 1.529 buah sedangkan yang terbit sebanyak 1.000 buah .Tahun 2004 berkas pemohon yang diproses sebanyak 2.040 buah sedangkan yang terbit sebanyak 1.000 buah . Pada tahun 2005 (Bulan Oktober) berkas pemohon yang diproses sebanyak 2.352 buah sedangkan yang terbit sebanyak 1.888 buah.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Dari data tersebut diatas dapat diketahui bahwa sebahagian besar bangunan berada pada kawasan yang tidak teratur dan tidak terencana, hal ini sesuai dengan pertumbuhan permukiman khususnya di kawasan perkotaan yang memang tumbuh dengan pesat sejak lama sehingga menyulitkan untuk dilakukan penataan. Sedangkan bangunan yang memiliki IMB juga hanya sekitar 20% saja dari jumlah bangunan yang ada, yang menunjukkan kesadaran masyarakat yang rendah untuk mengurus IMB serta lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota terhadap kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya yang tidak memiliki IMB. Namun demikian dengan adanya peningkatan jumlah pemohon IMB yang cenderung meningkat dari tahun 2001 - 2005 diharapkan akan dapat mengurangi bangunan yang tanpa IMB.

Reservoir Telaga Sari 3.400 M3, Reservoir Sepinggan 500 M3 dan jaringan pipa distribusi dengan jumlah produksi air sebanyak 18,58 juta m3 atau 65.000 M3/hari atau 893 liter/detik dengan tingkat kebocoran sekitar 29% dari total produksi. Perlu dijelaskan bahwa kemampuan produksi tersebut dalam kondisi normal artinya tidak memperhitungkan penyediaan air baku mana kala musim kemarau tiba. Menurut perhitungan total kebutuhan air bersih untuk masyarakat Kota Balikpapan diperkirakan sekitar 75.760,72 M3/hari, dengan asumsi konsumsi air per orang adalah 140 liter/hari (konsumsi nasional 150 liter/hari), dengan demikian untuk melayani penyediaan air bersih setelah dikurangi dengan angka kebocoran masih terdapat kekurangan sekitar 29.610,72 M3/hari Khusus untuk Waduk Manggar yang merupakan penyediaan air baku utama bagi

Sejak tahun 2001 sampai dengan 2005 pogram yang telah dilakukan melalui sektor ini adalah penataan dan perbaikan lingkungan perumahan dan permukiman meliputi kegiatan perbaikan lingkungan perumahan dengan pola padat karya. Pemberian bantuan dana perbaikan perumahan dan lingkungan pada setiap Kelurahan untuk dikelola bersama masyarakat dalam pembangunan dan perbaikan lingkungan. Kegiatan lainnya adalah melakukan penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan di kawasan resapan dan berkembang cepat, serta peremajaan permukiman yang terkena normalisasi saluran Sungai Sepinggan. Dampak dari pada tingginya intensitas pembangunan permukiman di kawasan perkotaan adalah berkurangnya kawasan yang dipergunakan untuk resapan air sehingga menimbulkan terjadinya banjir dan longsor. 4. Air Bersih Pelayanan air bersih di Kota Balikpapan dilaksanakan oleh PDAM Kota Balikpapan dan pada tahun 2005 telah dapat melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat sebanyak 60.613 pelanggan atau 64% dari masyarakat Balikpapan yang perlu mendapatkan pelayanan air bersih. Secara fisik pengelolaan air bersih oleh PDAM di sediakan dari bangunan penampung air baku Waduk Manggar dengan daya tampung 3,3 juta m3 dengan produksi secara tetap 1.900 M3/jam), Sungai Klandasan 50 l/detik, Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Kampung Damai kapasitas 400 l/detik, dan Reservoir Kampung Damai 1.650 M3. Sumur Bor Gunung Tembak 3,5 l/detik, Sumur Bor Gunung Sari 80 l/detik. Reservoir Martadinata 150 M 3,
Pemerintah Kota Balikpapan

pelayanan air bersih di Kota Balikpapan jumlah air yang dapat ditampung sangat tergantung dengan musim, apabila musim hujan dengan curah hujan tinggi maka daya tampung Waduk Manggar dapat berfungsi secara optimum, namun saat musim kemarau dan tidak turun hujan sama sekali maka ketersediaan air baku dari Waduk Manggar menyusut dan produksinya juga berkurang sehingga di Kota Balikpapan selalu terjadi krisis air pada musim kemarau. Sedangkan mengenai sumber air baku lainnya seperti sumur bor relatif masih terbatas, demikian pula dengan sungai Klandasan Kecil hanya dapat dipergunakan pada musim hujan saja, karena pada kalau musim kemarau permukaan air sungai surut dan kualitas air sebagai bahan air baku tidak memenuhi syarat lagi. Upaya untuk mengatasi kelangkaan air baku tersebut saat ini dilakukan dengan peninggian Waduk Manggar yang sudah dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2001 dan telah dapat diselesaikan pada akhir tahun 2005, dan diharapkan sudah dapat difungsikan secara penuh akhir tahun 2006 setelah semua persyaratan teknis dipenuhi, salah satunya yaitu Sertifikasi dari Komisi Keamanan Bendungan. Dengan telah selesainya kegiatan peninggian waduk Manggar maka daya tampung atau kapasitas waduk Manggar akan meningkat dari 3,3 juta m3 menjadi 16 juta m3, dengan berfungsinya peninggian Waduk Manggar maka diharapkan kebutuhan air bersih Kota Balikpapan dapat terlayani serta keberadaan sumur dalam yang selama ini sudah memberikan kontribusi sangat berarti dapat difungsikan sebagai cadangan atau digunakan dengan kapasitas yang terbatas. Walaupun Waduk Manggar telah berfungsi namun sesuai dengan perkiraan bahwa setelah tahun 2010 Kota Balikpapan perlu mencari alternatif lokasi untuk penyediaan air bersih dimasa yang akan datang, mengingat dengan semakin meningkatnya pembangunan

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

kota dan pertumbuhan pendudukan yang tinggi maka kebutuhan air bersih juga akan meningkat dengan pesat, Upaya lain yang tidak kalah pentingnya yang juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Balikpapan adalah dengan penggantian pipa transmisi dan pipa distribusi, mengingat pipa tersebut telah dibangun pada tahun 1980 an secara tehnis sudah tidak dapat berfungsi secara optimal, sehingga perlu dilakukan penggantian.

boleh dilaksanakan suatu kegiatan di suatu kawasan. Penataan ruang Kota Balikpapan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dengan mengacu kepada Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, yang dimulai dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dijabarkan lagi dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) dan lebih detail lagi Rencana Tata Ruang Kawasan Khusus dan Rencana Tehnik Bangunan dan Lingkungan RTBL). Untuk RTRW Kota Balikpapan telah memiliki untuk kurun waktu 10 tahun yaitu pada

5. Pariwisata Sejalan dengan salah satu visi kota Balikpapan sebagai Kota Pariswisata, maka obyek wisata yang ada di Kota Balikpapan meliputi kekayaan alam (ekowisata), seni budaya, wisata belanja/hiburan serta peninggalan sejarah yang ada di Kota Balikpapan. Sedangkan sarana dan prasarana kepariwisataan seperti perhotelan, biro perjalanan/ transportasi, restoran atau rumah makan saat ini dianggap masih cukup memadai walaupun pada saat-saat tertentu khususnya pada akhir pekan kecenderungan kamar-kamar hotel di Balikpapan penuh karena banyaknya masyarakat disekitar Kota Balikpapan maupun para pekerja industri migas dan pertambangan dilapangan memiliki kencenderungan untuk berlibur akhir pekan di Kota Balikpapan. Berdasarkan data pada tahun 2004 jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Balikpapan sebanyak 16.816 orang yang terdiri dari wisatawan mancanegara berjumlah 13.546 orang dan wisatawan nusantara 3.270 orang. Wisatawan tersebut untuk wisatawan mancanegara berasal dari Asia Pasific, Eropa, Amerika, Afrika, Oceania dan Asia Barat, sedangkan wisatawan nusantara berasal dari daerah sekitar Kalimantar Timur, Jawa, Sulawesi dan daerah lain di Indonesia dengan menggunakan alat transportasi darat, laut dan udara. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya investor yang berminat secara serius untuk menanamkan modalnya pada usaha pariwisata skala besar, khususnya optimalisasi obyek-obyek wisata seperti pantai Manggar. 6. Penataan Ruang Penataan Ruang atau perencanaan penggunaan ruang untuk kegiatan tertentu pada kurun waktu tertentu disuatu Daerahdi memiliki peranan yang penting akan arah pembangunan Kota pada masa yang akan datang. Setidaknya dengan adanya rencana tata ruang maka Pemerintah dan masyarakat memiliki suatu pedoman apa yang boleh dan tidak
Pemerintah Kota Balikpapan

tahun 1994 - 2004 sebagai kelanjutan dari Rencana Induk Kota tahun 1974 - 1994, dilakukan revisi pada tahun 2001, dan saat ini Pemerintah Kota telah menyelesaikan penyusunan RTRW 2005 - 2015 untuk ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Selanjutnya akan disusun RDTRK yang merupakan penjabaran RTRW yang baru. Dan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Khusus disusun untuk kawasan yang memang dikembangkan secara khusus untuk fungsi utama tertentu yaitu Kawasan Industri Karingau (KIK) dengan fungsi utama untuk kegiatan industri serta Rencana Penataan Kawasan Pantai Zona I dengan fungsi utama sebagai kawasan perdagangan dan jasa yang tetap dintegrasikan dengan sistim kota. Untuk RTBL disusun mempertimbangkan bahwa kawasan tersebut diperkirakan akan berkembang dengan pesat sehingga perlu dilakukan pengaturan tata bangunan dan lingkungannya, yang lainnya adalah suatu kawasan yang memang direkomendasikan untuk dilakukan pengaturan secara cepat tata bangunan dan lingkungannya agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan yang dilakukan. Ini dilakukan pada kawasan hulu daerah banjir di Kelurahan Gunung Samarinda dan Kelurahan Sepinggan yang pada daerah hilirnya sudah dilakukan penanganan, sehingga aktifitas pada kawasan hulu tidak lagi menimbulkan dampak negatif pada kawasan hilirnya. Permasalahan didalam melaksanakan penataan ruang di Kota Balikpapan karena memang kawasan yang dapat dipergunakkan relatif terbatas karena kondisi topografi kota yang berbukit-bukit sedangkan luasan lahan datar sangat terbatas yang sebahagian besar pada daerah pesisir. Perkembangan kota ke daerah pinggiran relatif lambat, sehingga kegiatan pembangunan cenderung berkembang pada pusat kota dan sekitarnya. Selain itu rencana tata ruang tidak sepenuhnya dapat mengikuti perkembangan pembangunan kota sehingga terjadi perubahan pemanfaatan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang yang ada. Sistem pengawasan dan pengendalian terhadap pemanfaatan ruang kota dan kesadaran masyarakat terhadap rencana tata ruang yang berlaku masih perlu ditingkatkan lagi. Sebagai akibat dari itu semua dampaknya yang bisa dirasakan adalah terjadinya banjir, tanah

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

longsor, kepadatan lalu lintas dan sebagainya, yang seharusnya hal tersebut dapat dieliminir melalui mekanisme perizinan. 7. Lingkungan Hidup.

dengan Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor : 17 Tahun 2002, maka lembaga Rukun Warga (RW) dihapuskan dari sistem administrasi Pemerintahan Kota Balikpapan, penghapusan ini dimaksudkan adalah dalam rangka memperpendek pelayanan birokrasi Pemerintahan Kota di tingkat Kelurahan kepada masyarakat. Adapun pelayanan yang diberikan dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Umum meliputi :

Kondisi lingkungan kota Balikpapan pada saat ini telah mengalami penurunan kualitas yang disebabkan oleh semakin meningkatkan aktifitas pembangunn baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah maupun masyarakat. Menurunnya kualitas tersebut dapat dilihat khususnya pada wilayah perkotaan dengan terbukanya lahan sehingga menjadi lahan kritis yang beralih fungsi dari lahan kritis menjadi permukiman yang kurang terkendali yang menyebabkan terjadinya erosi, banjir dan tanah longsor. Sedangkan kerusakan wilayah pantai berupa abrasi, sedimentasi, akresi, dan rob. Pada sisi lain berkembangnya kegiatan industri, transportasi dan pembuangan limbah domestik yang kurang memperhatikan kelestarian lingkungan mengakibatkan terjadinya polusi baik, polusi air, udara dan tanah. 1. Administrasi Kependudukan Penduduk Kota Balikpapan dari tahun ke tahun menunjukan pertumbuhan yang sangat besar, dan kondisi ini dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan ekonomi serta posisi strategis Kota, sehingga menjadi daya tarik dan daya dorong bagi migrasi. Bilamana diperhatikan jumlah penduduk Kota Balikpapan berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2000 adalah 406.457 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,74%. Pada tahun 2005 jumlah penduduk mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, dan berdasarkan registrasi manajemen kependudukan pada Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan sampai 31 Desember 2005 adalah sebanyak 554.437 Jiwa. Dengan demikian selama kurun waktu 2000-2005 pertumbuhan penduduk Balikpapan Pengendalian dan pengawasan yang dilakukan terhadap aktifitas pembangunan yang dilakukan khususnya oleh masyarakat belum berjalan sebagaimana yang diharapkan sehingga pada beberapa kawasan kecenderungan pelaksanaan pembangunan tidak terkendali, demikian halnya upaya penegakan hukum terhadap para pelanggar lingkungan hidup baik berupakan kerusakan maupun pencemaran masih lemah sehingga tidak dapat diberikan sanksi yang bisa memberikan efek jera sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dalam kurun waktu 5 (lima) tahun bertambah sebanyak sebanyak 147.980 jiwa, rata-rata sebesar 29.596 jiwa atau 4,95% per tahun. Untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan mengambil langkah dengan menetapkan Kebijakan dibidang kependudukan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 22 Tahun 2002 Tentang Manajemen Kependudukan. Inti dari penyelenggaraan administrasi kependudukan lebih memfokuskan pada aspek manajemen kependudukan dalam rangka pengendalian Isu-isu lingkungan yang menonjol di Kota Balikpapan adalah terjadinya pencemaran perairan laut Balikpapan dari kotoran minyak (sludge) yang mengotori hampir seluruh wilayah pantai Balikpapan, terjadinya penebangan areal mangrove untuk keperluan kegiatan usaha masyarakat, terjadinya kegiatan exploitasi batubara pada kawasan hutan lindung Balikpapan yang diberikan izin oleh Kabupaten Penajam Pasir Utara, rencana pembangunan jalan pendekat ke pulau Balang, rencana pembangunan jalan baru Balikpapan-Samarinda, terjadinya banjir, tanah longsor dan sebagainya. E. Pemerintahan Umum Secara administratif Pemerintahan Kota Balikpapan terdiri dari 5 (lima) Kecamatan, 27 Kelurahan dan 1.474 Rukun Tetangga (RT). Perlu dijelaskan bahwa pada tahun 2002 sesuai
Pemerintah Kota Balikpapan

penduduk dengan tujuan untuk menekan migrasi yang masuk ke Kota Balikpapan. Semakin ketatnya penerapan peraturan mengenai pengendalian kependudukan, maka beberapa persoalan sosial perkotaan seperti kriminal, pengangguran, pedagang kaki lima, permukiman kumuh, kerusakan lingkungan hidup dan lain-lain dapat dieleminasi. Berdasarkan data dari Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil jumlah pendatang yang masuk ke Kota Balikpapan selama tahun 2002-2005 memperlihatkan angka yang kian meningkat. Khususnya dapat dimonitor dengan baik dengan adanya program manajemen kependudukan tersebut. Jika pada tahun 2002 jumlah penduduk pendatang sebanyak 5.582 orang maka pada tahun 2005 telah meningkat dua kali lipat yaitu sebanyak 11.660 orang.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Meningkatnya jumlah penduduk pendatang atau migrasi yang masuk lebih disebabkan faktor ekonomi yang memandang bahwa hidup di Kota Balikpapan lebih memberi jaminan terhadap masa depan yang lebih baik lagi dari pada di tempat asalnya. Karena pandangan yang keliru, maka Kota Balikpapan dijadikan salah satu Daerah tujuan bagi pencari kerjamaupun mata pencaharian lainnya. Kebijakan manajemen pendudukan yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan berorientasi pada kualitas sumber daya penduduk pendatang dengan kata lain penduduk pendatang atau migrasi masuk memiliki keterampilanteknis atau skill sehingga tidak menjadi beban bagi Pemerintah Kota atau masyarakat. Dengan diberlakukannya batasan yang demikian ini, maka orang Balikpapan dapat ditingkatkan kualitasnya supaya mampu menjadi "Lokomotif" pembangunan bagi Kota Balikpapan, selain merupakan salah satu kekuatan yang efektif dan produktif bagi pembangunan Kota. Sedangkan tingkat pelayanan dibidang Catatan Sipil dapat dijelaskan bahwa selama kurun waktu tahun 2001-2005 berupa : Akte Kelahiran Penerbitan Akte Kelahiran untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) selama kurun waktu 5 (lima) tahun sebanyak 53.961 akte, dengan rincian pada tahun 2001 sebanyak 10.795 akte, tahun 2002 sebanyak 10.876 akte, tahun 2003 sebanyak 10.355 akte, tahun 2004 sebanyak 10.522 akte dan tahun 2005 sebanyak 11.413 akte. Akte Perkawinan Penerbitan Akte Perkawinan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Akte Kematian Penerbitan Akte Kematian untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) selama kurun waktu 5 (lima) tahun sebanyak 656 akte, dengan rincian pada tahun 2001 sebanyak 100 akte, tahun 2002 sebanyak 157 akte, tahun 2003 sebanyak 166 akte, tahun 2004 sebanyak 123 akte dan tahun 2005 sebanyak 110 akte. 2. Akte Perkawinan Penerbitan Akte Perkawinan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) selama kurun waktu 5 (lima) tahun sebanyak 1.534 akte, dengan rincian pada tahun 2001 sebanyak 332 akte, tahun 2002 sebanyak 297 akte, tahun 2003 sebanyak 283 akte, tahun 2004 sebanyak 328 akte dan tahun 2005 sebanyak 294 akte.
Pemerintah Kota Balikpapan

Akte Perceraian. Penerbitan Akte Perceraian untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) selama kurun waktu 5 (lima) tahun sebanyak akte, dengan rincian pada tahun 2001 sebanyak 13 akte, tahun 2002 sebanyak 13 akte, tahun 2003 sebanyak 15 akte, tahun 2004 sebanyak 15 akte dan tahun 2005 sebanyak 22 akte.

Akte Pengangkatan Anak/Adopsi Penerbitan Akte Pengangkatan Anak/Adopsi untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) selama kurun waktu 5 (lima) tahun sebanyak 26 akte, dengan rincian pada tahun 2001 sebanyak 12 akte, tahun 2002 sebanyak 1 akte, tahun 2003 sebanyak 4 akte, tahun 2004 sebanyak 8 akte dan tahun 2005 sebanyak 1 akte. Akte Pengakuan dan Pengesahan Anak Penerbitan Akte Perkawinan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) selama kurun waktu 5 (lima) tahun sebanyak 672 akte, dengan rincian pada tahun 2001 sebanyak 73 akte, tahun 2002 sebanyak 104 akte, tahun 2003 sebanyak 115 akte, tahun 2004 sebanyak 176 akte dan tahun 2005 sebanyak 204 akte.

Negara Asing (WNA) selama kurun waktu 5 (lima) tahun sebanyak 1.534 akte, dengan rincian pada tahun 2001 sebanyak 332 akte, tahun 2002 sebanyak 297 akte, tahun 2003 sebanyak 283 akte, tahun 2004 sebanyak 328 akte dan tahun 2005 sebanyak 294 akte.

Pelayanan Perizinan Terpadu

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah yang telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah secara formal sudah diatur mengenai pembagian usurusan Pemerintahan, dimana Pemerintahan Daerah menyelenggarakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangannya, kecuali urusan Pemerintahan yang oleh Undang-Undang

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

ditentukan menjadi urusan Pemerintah yaitu Politik Luar Negeri, Pertahanan, Keamanan, Yustisi, Moneter dan Fiskal, serta Agama. Dengan semakin meningkatnya urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah konsekwensinya adalah pelayanan kepada masyarakat juga harus ditingkatkan, sehingga pelayanan kian cepat, murah, terjangkau dan dekat dengan rakyat.

3. Pemakaman Pertumbuhan penduduk yang demikian cepat di Kota Balikpapan berdampak terhadap penyediaan lahan baik untuk keperluan permukiman maupun pemakaman. Akhir-akhir ini penyediaan lahan untuk suatu kawasan pemakaman merupakan permasalahan yang cukup serius, karena beberapa lokasi pemakaman yang berada di tengah Kota terdesak dengan permukiman penduduk yang berada disekitar makam tersebut. Guna tertibnya penataan kawasan pemakaman serta mengantisipasi kian sempitnya lahan-lahan untuk pemakaman, Pemerintah Kota telah melaksanakan pemagaran sehingga batas-batas kawasan pemakaman sangat jelas Jumlah tempat pemakaman yang ada di Kota Balikpapan sebanyak 28 lokasi dengan luas secara keseluruhan 38,49 Ha., dan yang dikelola oleh Pemerintah Kota Balikpapan sebanyak 23 lokasi sedangkan 5 (lima) lokasi dikelola oleh pihak Swasta. Luas lokasi pemakaman diatas belum termasuk Pemakaman Terpadu di KM. 15 Kelurahan Karang Joang sekitar 28,10 Ha. Dengan rincian Makam Muslim 17,5 Ha., Makam Kristen Protestan 6,0 Ha., Makam Kristen Katholik 1,6 Ha., Makam Budha (Cina) 2,0 Ha., Makam Hindu 1,0 Ha. Luasnya lokasi pemakaman ini untuk mengantisipasi permintaan lahan pemakaman jangka panjang dan dikelola secara profesional. Selain penambahan luas lokasi pemakaman selama tahun 2001-2005 telah dilakukan pula pemagaran dalam rangka pengamanan kawasan makam dari desakan permukiman yang ada disekitarnya. Adapun makam yang sudah dipagar yaitu Makam Pasar Baru, Makam Asrama Bukit, Makam Muslimin KM. V2, Makam Kristen KM. 2 V2 , Makam Damai, Makam Baru Ulu dan Makam Gunung Empat. Demikian pula mengenai makam-makam lainnya yang sekarang sudah sangat

Untuk mewujudkan sistem pelayanan terpadu sebagaimana telah diutarakan diatas, maka sejak tahun 2002 yang lalu dilakukan uji coba pelayanan perizinan yang terintegrasi dan lembaganya bernama Unit Pelayanan Perizinan Terpadu (UP2T). Adapun tugas-tugas yang diemban oleh UP2T dapat dirinci sebagai berikut: Pelayanan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) Pelayanan Surat Izin Gangguan (Hinder Ordonantie) Pelayanan Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Pelayanan Surat Izin Reklame Permanen Pelayanan Surat Izin Reklame Insidentiel Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pelayanan Surat Tanda Daftar Perusahaan (STDP) Pelayanan Surat Tanda Daftar Industri (STDI) Pelayanan Surat Izin Hotel Bintang dan Melati Pelayanan Surat Izin Agen Perjalanan Pelayanan Surat Izin Rumah Makan dan Restoran Pelayanan Surat Izin Hiburan Umum Pelayanan Perizinan Terpadu tersebut belum sampai proses akhir dan lagi pula sampai saat ini masih ada beberapa perizinan yang dikelola oleh instansi teknis bersangkutan. Pada masa yang akan datang Sistem Pelayanan Perizinan Terpadu akan diintegrasikan dengan perizinan pengembangan investasi dan memproses dari seluruh urusan perizinan yang merupakan kewenangan Pemerintah Daerah diselesaikan oleh Badan Perizinan dan Investasi Daerah.

mendesak untuk segera diperluasan yaitu Makam Teritip dan Makam Manggar masing-masing seluas 1 (satu) Ha. 4. Pemadam Kebakaran Perkembangan Kota Balikpapan yang sangat pesat tentunya harus diimbangi pula dengan penyediaan infrastruktur perkotaan yang memadai dan mampu melayani seluruh warga Kota. Tujuan dari penyediaan infrastruktur tersebut adalah agar konsentrasi pemukiman penduduk dapat terdistribusi secara merata, sehingga dapat dihindari pemukiman padat dan kumuh yang memiliki resiko tinggi terhadap bahaya

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

kebakaran, banjir, penyakit menular maupun tekanan terhadap lingkungan hidup.Pemerintah Kota Balikpapan setiap tahun selalu berupaya mengurangi tingkat resiko yang mungkin dapat terjadi melalui berbagai strategi penataan wilayah kota baik secara fisik maupun sosial. Dalam melaksanakan penataan wilayah perkotaan satu hal yang tidak dapat diabaikan adalah meningkatkan peran dan fungsi lembaga Pemadaman Kebakaran, karena dengan ketersediaan peralatan yang cukup serta memadai dan ditunjang dengan keterampilan personil merupakan salah satu syarat atas keberhasilan dalam pelaksanaan tugas dan yang terpenting keselamatan harta benda serta jiwa dapat terjamin. Berdasarkan data bahwa bencana kebakaran di Kota Balikpapan frekwensinya selalu berfluktuatif, oleh karena semua pihak tidak menginginkan hal seperti ini terjadi. Selama kurun tahun 2001-2005 bencana kebakaran yang terbesar terjadi pada tahun 2002 dan 2005. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih rinci mengenai terjadinya musibah bencana kebakaran di Kota Balikpapan mulai tahun 2001-2005 baik yang berada dilingkungan permukiman dan menimbulkan korban harta benda sangat besar maupun diluar kawasan permukiman dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Tahun 2001 Kebakaran semak belukar sebanyak 19 kasus Kebakaran rumah sebanyak 32 kasus Kebakaran Ruko sebanyak 2 kasus Kebakaran mobil sebanyak 2 kasus Kebakaran gedung/kantor sebanyak 1 kasus Kebakaran masjid sebanyak 1 kasus b. Tahun 2002 Kebakaran semak belukar sebanyak 98 kasus Kebakaran rumah sebanyak 280 kasus Kebakaran kios BBM sebanyak 1 kasus Kebakaran korsleiting sebanyak 5 kasus Kebakaran lain-lain sebanyak 5 kasus

d. Tahun 2004 Kebakaran semak belukar sebanyak 20 kasus Kebakaran rumah sebanyak 23 kasus Kebakaran Ruko sebanyak 2 kasus Kebakaran mobil sebanyak 1 kasus Kebakaran pabrik sebanyak 3 kasus Kebakaran hotel sebanyak 2 kasus Kebakaran sampah sebanyak 1 kasus Kebakaran pipa minyak sebanyak 1 kasus

e. Tahun 2005 Kebakaran semak belukar sebanyak 6 kasus Kebakaran rumah sebanyak 893 kasus Kebakaran mobil sebanyak 3 kasus Kebakaran gedung/kantor sebanyak 5 kasus Guna mempercepat proses kegiatan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, maka sejak tahun 2001 - 2005 telah dibangun Pos-Pos Wilayah Pemadaman Kebakaran hampir diseluruh Kecamatan, dan saat ini yang sudah beroperasi yaitu Pos Wilayah Utara didukung 2 (dua) unit armada, Pos Wilayah Selatan didukung 5 (lima) unit armada, Pos Wilayah Barat didukung 2 (dua) unit armada, sedangkan untuk Pos Wilayah Timur sementara ini belum dioperasikan. Sedangkan untuk menunjang proses evakuasi serta membantu pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran telah tersedia sarana operasional yang terdiri dari :

Mobil Pemadam Kebakaran sebanyak 12 unit (3 unit diantaranya rusak) Mobil Komando sebanyak 1 (satu) unit Mobil Pick Up sebanyak 3 (tiga) unit Mesin Pompa Pemadam Kebakaran sebanyak 13 unit Mesin Pompa Air sebanyak 6 (enam) unit.

c. Tahun 2003 Kebakaran semak belukar sebanyak 19 kasus Kebakaran rumah sebanyak 13 kasus Kebakaran gedung/kantor sebanyak 1 kasus

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

5. Ketenteraman dan Ketertiban

Dalam rangka menyikapi tuntutan masyarakat, dengan maraknya peredaran kupon putih (kupu) atas dasar kesepakatan dengan Muspida, maka dilakukan penertiban. Sejak bulan Oktober 2005 peredaran kupon putih (kupu) sudah tidak terlihat lagi dan semoga kondisi yang demikian ini dapat tetap dipertahankan. Penertiban terhadap penjualan minuman keras beralkohol (miras) yang tidak memiliki izin dan tempat hiburan malam (THM). Penertiban ini dilakukan guna mencegah ekses negatif dari pada penggunaan minuman keras maupun penyalahgunaan obatobatan dapat menyebabkan timbulnya bibit-bibit perilaku kiriminal. Kegiatan ini dilakukan secara koordinatif dengan aparat terkait. Penertiban terhadap para pengupas lahan yang tidak bertanggung jawab yang terlarang (psycotropica) khususnya bagi generasi muda karena

Pembinaan ketenteraman dan ketertiban umum merupakan urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah dan aplikasinya berdasarkan Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Ketertiban Umum. Adapun tujuan dari pelaksanaan ketenteraman dan ketertiban umum adalah dalam upaya memberi rasa aman serta tertib bagi masyarakat agar tetap dapat melaksanakan aktivitasnya sehari-hari tanpa merasa terganggu. Sehingga dipandang perlu pengaturan mengenai penataan kegiatan yang berhubungan dengan ketersediaan fasilitas umum yang diperuntukan bagi kenyamanan masyarakat oleh Pemerintah Kota, dengan maksud supaya dapat dihindarkan kegiatan masyarakat yang sangat merugikan dan bisa mengganggu ketertiban umum. Kegiatan pembinaan ketenteraman dan ketertiban ini dilakukan oleh aparat Pemerintah Kota melalui Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan atau Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat bekerjasama dengan petugas Kepolisian.

Sangat disadari bahwa upaya pembinaan ketenteraman dan ketertiban ini acap kali bersinggungan dengan kepentingan masyarakat khususnya dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari, kegiatan pembinaan ketenteraman dan ketertiban sampai saat ini dilakukan lebih banyak bersifat persuasif, dan dalam keadaan yang mendesak ataupun karena gangguan ketenteraman dan ketertiban tersebut sudah melanggar hukum, maka dilakukan tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

menyebabkan lahan menjadi kritis, meningkatnya erosi permukaan tanah dan terjadi sedimentasi sehingga menyebabkan banjir. Arah penertiban ini adalah agar yang

bersangkutan dapat melakukan perbaikan atau rehabilitasi terhadap lahan tersebut, jika tidak ada respon yang baik akan dilakukan upaya penegakan hukum bersama dengan Instansi penegak hukum. Langkah kegiatan ini sampai saat ini masih dalam tahap pelaksanaan penertiban dan himbauan kepada para pengusaha pengupas lahan Penertiban terhadap anak-anak jalanan dilakukan secara terkoordinasi dan ditujukan kepada setiap orang yang tidak memiliki tempat tinggal tetap dan tidak mempunyai keluarga atau tidak mau kembali ketempat keluarga. Para anak-anak jalanan yang terkena penertiban ditampung pada Panti Persinggahan Yayasan Al-Ikhlas untuk dilakukan pembinaan moral, mental dan usaha mandiri, sedangkan Pemerintah Kota memberikan fasilitas bantuan penuh untuk kegiatan tersebut. Langkah lain yang senantiasa dilakukan dan tidak kalah pentingnya adalah dengan mengadakan pertemuan rutin melibatkan para Ketua LPM dan Ketua RT se-Kota Balikpapan yang telah terjadwal baik sejak beberapa tahun yang lalu, dengan melalui Ketua LPM dan Ketua RT yang merupakan tokoh masyarakat dilingkungannya diharapkan kebijakan Pemerintah Kota dalam upaya pembinaan ketenteraman dan ketertiban ini dapat sampai kepada masyarakat.

Kegiatan Pembinaan ketentraman dan ketertiban yang cukup menonjol dilaksanakan sejak tahun anggaran 2001-2005 antara lain sebagai berikut: Kegiatan penertiban kepada para pedagang kaki lima yang berjualan pada tempat yang tidak selayaknya sebagai tempat berjualan, khususnya pada beberapa kawasan kota dan pasar. Kegiatan ini dilakukan sehubungan dengan semakin banyaknya para warga masyarakat yang berjualan utamanya setelah terjadinya krisis ekonomi, baik dilakukan oleh masyarakat Balikpapan yang lama maupun para pendatang baru dari berbagai daerah.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

6.

Pasar Tradisional Salah satu penggerak perekonomian masyarakat dalam rangka memenuhi penyediaan kebututuhan pokok masyarakat khususnya dibidang pangan dan sandang adalah keberadaan pasar tradisionil di Kota Balikpapan. Keberadaan pasar tradisionil di Kota Balikpapan tumbuh sejak beberapa puluh tahun yang lalu sebagai pasar rakyat yang kemudian ditingkatkan keberadaannya oleh Pemerintah Kota dengan pembangunan fisik yang lebih memadai sehingga para pedagang dapat memiliki tempat berjualan yang tetap dan para pembelipun akan merasakan kenyamanan dalam berbelanja. Pasar tradisionil yang keberadaannya mulai ditingkatkan oleh Pemerintah Kota pada awal tahun 80an saat ini ada yang sudah tidak memadai lagi dari sisi pelayanan, khususnya kondisi fisik bangunan, karena keberadaan pedagang informal yang semakin bertambah seiring dengan perkembangan kota. Kebijakan Pemerintah Kota untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan pembangunan kembali pasar-pasar tersebut menjadi pasar semi modern, yaitu penggabungan antara pasar tradisionil dengan pasar modern, dimana 100% pedagang lama menempati bangunan pasar tersebut, pelaksanaan pekerjaan ini dilaksanakan bekerjasama dengan investor. Sedangkan yang lainnya adalah pembangunan pasar yang baru ataupun pembangunan kembali yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota sendiri sehingga kondisi fisiknya masih dipertahankan sebagai Pasar Tradisional.

n. o.

Pasar Borobudur Muara Rapak (dikelola oleh Swasta) Pasar Burung Damai III (milik Pemerintah Kota Balikpapan dan bangunan pasar ini sementara dikosongkan oleh pedagangnya) Dari 15 unit pasar tersebut diatas, 10 pasar masih dikelola oleh Pemerintah Kota

Balikpapan dan 4 (empat) pasar lainnya dikelola oleh Swasta, sedangkan 1 (satu) unit pasar yang terbakar tahun 2004 lalu masih dicarikan calon investornya yaitu Shopping Center Kebun Sayur. Perlu dijelaskan pula bahwa sekarang ini Pasar Pandansari dalam tahap pembangunan kembali yang terdiri dari Bangunan Pasar Kering 3 (tiga) lantai dan Bangunan Pasar Basah 2 (dua) lantai dengan daya tampung sebanyak 1200 pedagang, 300 PKL, 200 pedagang pasar subuh serta halaman parkir roda 4 (empat) yang dapat menampung 160 unit dan 100 unit bongkar muat, diperkirakan pembangunan Pasar Pandansari selesai secara keseluruhan pada tahun 2008. Pemerintah Kota Balikpapan selain mengelola 10 pasar tradisional sebagaimana diuraikan diatas, beberapa waktu yang lalu juga telah mengadakan kerjasama pembangunan dan pengelolaan pasar dengan PT. Hasta Kreasi Mandiri yaitu untuk pembangunan dan pengelolaan Plaza Muara Rapak (dulu Pasar Rapak) dan Pasar Baru Square (dulu Pasar Baru). Dari seluruh pasar-pasar tradisional maupun yang dikelola Pihak Ketiga terdapat

Sampai saat ini Pasar Tradisional yang masih ada di Kota Balikpapan berjumlah 15 unit pasar yaitu : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Pasar Pandan Sari (dalam proses pembangunan kembali) Pasar Inpres Kebun Sayur Shopping Center Kebun Sayur (terbakar tahun 2004) Penampungan A Kebun Sayur Penampungan B Kebun Sayur Pasar Baru Tengah Pasar Klandasan I Pasar Klandasan II Pasar Balikpapan Permai Pasar Sepinggan Pasar Gunung Tembak (dikelola oleh Swasta) Pasar Manggar (dikelola oleh Swasta) 7.

jumlah kios sebanyak 7.973 petak, sedangkan jumlah pedagang sebanyak 9.446 orang dan jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) sebanyak 1.473 orang yang menempati lahan seluas 104.331 M2. Pelayanan-Pelayanan Tingkat Kecamatan dan Kelurahan Dalam rangka lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, agar pelayanan lebih ekonomis, efisien dan efektif maka ada beberapa urusan Pemerintahan yang diserahkan kepada Pemerintah Kecamatan maupun Kelurahan. Jenis-jenis pelayanan yang diserahkan tersebut merupakan kebutuhan pelayanan yang harus dimiliki secara individu guna memenuhi persyaratan formal sebagai warga Kota, sehingga ada rasa aman dan tertib bagi warga Kota agar tetap dapat melaksanakan aktivitasnya sehari-hari tanpa merasa terganggu atau menemui kendala bilamana akan menyelesaikan urusan-urusan yang sifatnya pribadi.

m. Pasar Buton (dikelola oleh Swasta)


Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Terkait dengan pemberian pelayanan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan yang selama ini menjadi tugas pokok dan fungsinya, maka ada 3 (tiga) kelompok urusan yang selama ini sudah berjalan yaitu : a. Kelompok Pelayanan Bidang Pemerintahan :

Selain menyelenggarakan pelayanan administrasi maupun teknis, Pemerintah Kota Balikpapan telah mendelegasikan kewenangan kepada para Camat dan Lurah untuk melaksanakan pemantauan manajemen sekolah khususnya yang menyangkut prasarana fisik sekolah. Dalam rangka lebih memperkuat posisi tugas-tugas pelayanan yang secara

Kartu Tanda Penduduk (KTP dan Legalisasi KTP Kartu Keluarga (KK) dan Legalisasi KK Surat Keterangan Pindah Antar Kecamatan Surat Keterangan Meninggal Legalisasi Surat Pindah Bagi Pendatang Baru Surat Keterangan Domisili Usaha Surat Pengantar Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian Surat Pengantar Izin Keramaian Surat Keterangan Lainnya (Sesuai Kebutuhan Warga) Penyelenggaraan Razia atau Operasional Ketenteraman dan Ketertiban Umum

langsung berhubungan dengan rakyat, maka dalam lingkup Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan juga diserahi kewenangan guna melaksanakan tugas dan kegiatan Pembinaan Wilayah. Adapun tugas Pembinaan Wilayah yang sudah berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan selama kurun waktu tahun 2001-2005 melalui program-program sebagai berikut: Bantuan Pengamanan Pemilu 2004 (pemilihan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam keanggotaan di DPR, DPD, DPRD serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI.) yang melibatkan masyarakat juga bahagian dari sistem pembinaan wilayah. Melaksananakan konsolidasi lahan permukiman pada lokasi-lokasi kebakaran yang berpotensi menimbulkan konflik dan gejolak sosial juga bagian dari pada tugas pembinaan wilayah. Adapun konsolidasi lahan yang sudah dilaksanakankan yaitu

b. Kelompok Pelayanan Bidang Pembangunan : Rekomendasi Penelitian Monitoring Kebersihan Lingkungan Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan dan Kelurahan c. Kelompok Pelayanan Bidang Kemasyarakatan : Surat Dispensasi Nikah Surat Keterangan Bea Siswa Keterangan Gaib Pernyataan Ahli Waris dan Kuasa Waris Rekomendasi Pendirian Rumah Ibadah

Lokasi Kebakaran Kelurahan Baru Ilir, Kelurahan Klandasan Ilir, Kelurahan Baru Ulu (2 lokasi) dan Kelurahan Marga Sari. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan masyarakat dalam pengupasan lahan yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah lingkungan hidup. Kegiatan ini perlu penanganan yang serius dan berkesinambungan dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas pembinaan wilayah. Melakukan Pendataan dan Evaluasi Keluarga Mi skin yang dibantu dari program Penanggulangan Kemiskinan. Melakukan supaya pemekaran atau pemecahan Rukun Tetangga (RT).

lebih

memudahkan dalam rentang kendali pembinaan wilayah. Langkah pemekaran atau pemecahan kepada masyarakat juga jumlah penduduk dan penyebarannya. Untuk memantapkan peran serta fungsi Pengurus RT. selaku pembantu pembina wilayah telah pula diprogramkan pembinaan bagi Pengurus RT dalam kiprahnya merupakan langkah antisipatif terhadap peningkatan RT. tersebut disamping untuk meningkatkan pelayanan

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

termasuk penyusunan si stem dan prosedur kerja maupun penyeragaman formulir administrasi. Melaksanakan perencanaan serta monitoring pelaksanaan pembangunan prasarana pembinaan wilayah khususnya mengenai pembangunan fisik skala ringan dilingkungan Kelurahan yaitu Program Bantuan Perbaikan dan Pemeliharaan Lingkungan Pemukiman Kelurahan (P2LPK). Pembinaan lembaga kemasyarakatan yang cukup besar perannya dalam memberikan kontribusi terhadap pembinaan wilayah dengan sasaran yang ingin dicapai yakni lebih memerankan kelembagaan tersebut dalam aktivitas pemerintahan dan pembangunan ditingkat Kelurahan. Pembinaan kelembagaan ini dilaksanakan secara terpadu, baik oleh satuan organisasi Pemerintah Kota maupun melalui peranan dari Ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita. Melaksanakan manajemen kependudukan sesuai dengan amanat Peraturan yang bertujuan untuk pengendalian penduduk serta menekan migrasi yang masuk ke Kota Balikpapan, sehingga dapat mencegah terjadinya persoalan-persoalan sosial dan demi terjaminnya daya dukung lahan serta lingkungan. Kebijakan pembinaan wilayah yang paling rawan dan sangat rentan dengan gesekan sosial yaitu pengendalian pertumbuhan penduduk, dan untuk mengantisipasi dampak sosial yang akan terjadi, maka pelaksanaannya menggunakan dasar Peraturan Daerah tersebut diatas. Mengamankan pelaksanaan kebijakan manajemen pertanahan yang intinya yaitu penyederhanaan pelayanan dalam mengurus atau menyelesaikan surat-surat tanah, dan mencabut kewenangan Camat dan Lurah untuk menerbitkan segel sebagai bukti kepemilikan hak atas tanah. Pelaksanaan selanjutnya dilimpahkan kepada Kantor Pertanahan sebagai lembaga yang berwenang menerbitkan Sertifikat Tanah. Dengan adanya penyerderhanaan prosedur dalam menyelesaikan surat-surat tanah, maka hal ini dapat mengurangi kerawanan konflik yang bisa terjadi sebagai akibat tumpang-tindihnya kepemilikan hak atas tanah, karena kasus-kasus pertanahan yang seringkali terjadi adalah pemalsuan terhadap bukti kepemilikan hak atas tanah atau segel.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

BAB III VISI DAN MISI Visi dan Misi Kota Balikpapan jangka panjang dua puluh tahun kedepan sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Balikpapan Tahun 2006-2026 setelah menerima banyak masukkan dari berbagai fihak khususnya pada saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJP Kota Balikpapan pada tanggal 29 Juni 2006 yang lalu.

(Masyarakat Madani) sebagai mandat masyarakat untuk menjadikan Balikpapan sebagai Kota Beriman dalam arti yang sesungguhnya. Untuk Mewujudkan Visi jangka panjang tersebut maka ditetapkan Visi jangka menengah yang merupakan Visi dan Misi Kepala Daerah terpilih untuk lima tahun yang akan datang yaitu tahun 2006- 2011 sebagai acuan operasional pelaksanaan program dan kegiatan tahunan, yaitu MEN AT A KEMBALI DAN MEMBANGUN BALIKPAPAN DENGAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DAN MASYARAKAT MADANI.

Visi dan Misi tersebut dirumuskan dengan mempertimbangkan banyak hal, antar lain : analisis kondisi umum Daerah yang berlaku saat ini, prediksi kondisi umum D aerah yang diperkirakan akan berlaku dimasa mendatang, mandat masyarakat dan pemikiran-pemikiran yang berkembang di masyarakat tentang kemana arah Kota hendak dituju pada masa yang akan datang. Tentu saja Visi dan Misi Kota secarajangka panjang hanya akan dapat dicapai secara bertahap melalui beberapa "Visi dan Misi" antara, yakni Visi dan Misi jangka menengah lima tahunan yang akan ditetapkan pemangku jabatan Walikota dan Wakil Walikota selama periode jabatannya. Visi dan Misi jangka menengah lima tahunan ini, mencerminkan prioritas pembangunan Kota Balikpapan pada A. periode tersebut, dalam rangka mencapai Visi dan Misi jangka panjang Kota Balikpapan.

Yang dimaksud dengan Good Governance adalah tatanan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih dan profesional yang menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik dan penegakan hukum. Sedangkan masyarakat madani yaitu tatanan masyarakat yang hidup rukun dan harmonis berperadaban modern, maju dan sejahtera serta memiliki nilai moralitas dan spiritualitas tinggi berdasarkan agama dan kepercayaan masing-masing. MISI KOTA BALIKPAPAN. Misi jangka panjang Kota Balikpapan untuk 20 tahun kedepan telah ditetapkan sebagai berikut:

A.

VISI KOTA BALIKPAPAN 1. Visi Kota Balikpapan Tahun 2006-2026, adalah TERWUJUDNYA BALIKPAPAN SEBAGAI KOTA BERDIMENSI INDUSTRI, PERDAGANGAN, JASA DAN PARIWISATA BUDAYA DAN PENDIDIKAN YANG DIDUKUNG OLEH PENYELENGGARAAN TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) DAN MASYARAKAT YANG BERIMAN, SEJAHTERA, BERPERADAPANMAJU (MADINATUL MAN) . Visi ini menyiratkan agar Kota Balikpapan tetap fokus kepada kegiatan ekonomi Kota yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya, dalam arti sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki oleh Kota Balikpapan yaitu sektor industri, perdagangan, jasa dan pariwisata. Dengan pemilihan sektor ekonomi tersebut diharapkan Kota Balikpapan akan dapat mampu bersaing dan menempatkan diri sebagai salah satu Kota utama di Kawasan Timur Indonesia. Namun Visi tersebut perlu didukung oleh praktek penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) yang harus dilakukan oleh segenap aparatur Pemerintah berbudaya Kota dan didukung pula oleh masyarakatnya yang religius dan 2. Mewujudkan tersedianya infrastuktur Kota yang mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan fungsi membangun infrastruktur kota yang mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan mendukung fungsi kota Balikpapan pada masa yang akan datang baik fungsi internal maupun fungsi external kota sesuai dengan kedudukan kota Balikpapan dalam konteks regional maupun nasional. Kota di masa depan yaitu Mewujudkan sumber daya manusia yang Beriman, sehat jasmani dan, memiliki daya saing dibidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yaitu membangun manusia Balikpapan dengan mengedepankan pembangunan aspek mental yang didukung oleh kesehatan jasmani mengutamakan pemenuhan hak-hak dasar manusia secara berkualitas sehingga sebagai manusia mampu berperan dalam aktualisasi diri dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan pada umumnya dan kehidupan kota pada khususnya. dan penguasaan ilmu dan tehnologi dengan

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

o 3. Mewujudkan kondisi kota yang layak huni dan berwawasan lingkungan yaitu membangun kota dengan mengindahkan kaidah-kaidah kelestarian lingkungan sehingga kota akan menjadi satu kesatuan ekosistem yang layak dihuni oleh warga kotanya

Peningkatan Sumber Daya Manusia Mengembangkan Sumber Daya Manusia dengan mengupayakan agar warga Balikpapan mampu "menjadi tuan dirumah sendiri", yaitu membangun manusia manusia Balikpapan dengan mengedepankan aspek mental dan unggul dalam pengusanaan ilmu dan teknologi, punya jiwa entrepreneur serta memiliki keimanan, ketaqwaan serta budi pekerti yang tinggi sehingga mampu menjadi tuan dirumah sendiri.

4.

Mewujudkan pengembangan

perekonomian

kota

yang

berorientasi

kepada o

potensi ekonomi kerakyatan dan pengembangan basis ekonomi Kota dimasa depan yaitu membangun sistem ekonomi yang memungkinkan potensi ekonomi rakyat dapat berkembang, disamping mengembangkan basis ekonomi Kota Balikpapan dalam rangka mempersiapkan peranan Kota Balikpapan sebagai Kota Industri, Perdagangan dan Jasa.

Infrastruktur dan Investasi Mengembangkan Infrastruktur dan Investasi dengan membangun prasarana kota dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, yaitu membangun infrastruktur kota yang mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan mendukung fungsi kota Balikpapan dimasa yang akan datang serta mendukung pengembangan dan penciptaan iklim investasi yang kondusif.

5.

Mewujudkan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan membangun sistem pemerintahan modern yang bebas KKN dan mampu memberikan pelayanan publik dengan baik, serta menerapkan azas penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik seperti partisipasi, transparansi/keterbukaan dan akuntabilitas dari mulai Pemerintahan di tingkat Kota sampai kepada unit pelayanan masyarakat. o Pariwisata dan Lingkungan Hidup Mengembangkan pariwisata dan lingkungan hidup dengan memelihara kelestarian lingkungan hidup dan suasana kota yang sejuk dan asri, yaitu membangun kota dengan mengindahkan kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan yang baik sehingga kota akan menjadi satu kesatuan ekosistem yang layak huni oleh warganya dan sebagai tujuan pariwisata.

6.

Mewujudkan penegakan hukum yang menjamin keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat dengan membangun suatu sistem regulasi daerah yang dapat menjamin keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat yang dapat diterapkan dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan. o Pemberantasan Korupsi Memberantas korupsi melalui pemberantasan tindak pidana KKN dengan pengawasan ketat dan terbuka, yaitu dengan membangun sistem pemerintahan modern yang bebas KKN dan mampu memberikan pelayanan publik dengan baik, dengan menerapkan azas penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik seperti transparansi, partisipasi dan

Untuk melaksanakan Misi jangka panjang tersebut, maka Misi dari Walikota dan Wakil Walikota terpilih tahun 2006 - 2011 adalah sebagai berikut: o o Pengentasan Kemiskinan. Mengentaskan kemiskinan dengan menekan jumlah penduduk miskin dan penduduk rentan agar tidak menjadi miskin melalui pelaksanaan penanggulangan kemiskinan secara berkesinambungan dan peningkatan kualitas atau mutu penyelenggaraan pelayanan bagi penduduk miskin agar dapat mengaktualisasikan diri dalam kehidupan sosial dan ekonominya.

akuntabilitas dari Pemerintahan di tingkat Kota sampai ke unit pelayanan masyarakat.

Kesejahteraan Keluarga Mengembangkan kesejahteraan keluarga dengan membina keluarga sakinah dan meningkatkan kesejahteraan keluarga sebagai sendi utama kota.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH

Pemerintah Kota Balikpapan dalam menyelenggarakan administrasi Pemerintahan akan selalu memberikan informasi data yang memadai bagi warganya melalui berbagai sarana informasi baik melalui tehnologi informasi, mass media dan sarana komunikasi lainnya, sebagai bahan untuk melakukan penilaian atas jalannya Pemerintahan.

Setelah memperhatikan uraian terdahulu tentang gambaran umum kondisi Daerah dan memperhatikan Visi dan Misi Kepala Daerah terpilih untuk masa bhakti 2006 - 2011 maka strategi pembangunan Daerah dalam lima tahun kedepan yang merupakan kebijakan yang harus dilakukan untuk mencapai Visi dan Misi dari Kepala Daerah terpilih, maka ditetapkan (dua) strategi pokok pembangunan Kota Balikpapan yaitu : Strategi untuk mewujudkan Kepemerintahan yang baik atau Good Governance dan strategi untuk mewujudkan masyarakat madani atau civil society, yang uraian lengkapnya disajikan berikut ini : 4. Kepastian Hukum. Sebagai penyelenggaraan pemerintahan yang baik maka Pemerintah Kota akan berusaha untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi warga Kota terhadap setiap kebijakan publik yang ditetapkan. Pemerintah Kota Balikpapan senantiasa akan memberikan jaminan kepastian hukum atas kebijakan maupun peraturan

perundang-undangan dirumuskan, ditetapkan dan dilaksanakan berdasarkan prosedur baku yang sudah melembaga dan diketahui oleh publik serta memiliki kesempatan untuk

A. 1.

Strategi untuk mewujudkan Good Governance. Akuntabilitas. Bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kota harus dapat dipertanggung jawabkan kepada publik dalam hal ini setiap apatarur Pemerintah Kota harus dapat bertindak selaku penanggung jawab dan penanggung gugat atas segala tindakan dan kebijakan yang ditetapkannya. Akuntabilitas aparatur Pemerintahan ini terdiri dari 3 (tiga) jenis yaitu Akuntabilitas Politik, Akuntabilitas Keuangan dan Akuntabilitas Hukum. 5.

mengevaluasinya.

Partisipatif. Pemerintah Kota Balikpapan dalam setiap merumuskan kebijakan akan senantiasa menggunakan pendekatan partisipatif dan dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) terhadap kebijakan yang akan ditetapkan. Pelibatan komponen warga Kota tersebut dimaksudkan untuk agar aspirasi masyarakat dapat diakomodir sehingga akan mewujudkan rasa memiliki, guna menjalin keselarasan

2.

Transparansi Bahwa setiap kebijakan publik yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota harus akan bersifat transparan dan dapat diketahui oleh rakyat melalui mekanisme yang mudah dengan memanfaatkan tehnologi informasi maupun menggunakan media lainnya sehingga rakyat baik secara pribadi ataupun kelompok dapat mengetahui secara jelas. Proses perumusan kebijakan publik dan implementasinya oleh Pemerintah Kota Balikpapan harus selalu dilaksanakan secara terbuka dan diketahui umum 6.

program-program Pemerintah Kota Balikpapan dengan keinginan warga Kota. Akomodatif Pemerintah Kota Balikpapan bertindak responsif dan selalu mendengar aspirasi warga Kota dalam setiap proses penentuan kebijakan yang dilaksanakan menurut jenjang Pemerintahan. Guna menampung aspirasi warga Kota dalam bentuk masukan, saran, pendapat, tanggapan dan kritik, maka Pemerintah Kota Balikpapan akan menyediakan media informasi atau komunikasi yang murah, mudah dan cepat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan.

Keterbukaan Keterbukaan disini dimaksudkan bahwa Pemerintah Kota harus dapat memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga Kota Balikpapan untuk mengajukan tanggapan dan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan yang dinilai tidak transparan atau tidak sesuai dengan ketentuan hukum dan merugikan kepentingan masyarakat.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

B.

Strategi untuk mewujudkan Masyarakat Madani.

1. Tatanan Spiritual Didalam kehidupan masyarakat akan diupayakan senantiasa berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut, dengan menciptakan suasana yang mendukung agar masyarakat dapat melaksanakan kehidupan agamanya dengan baik dalam hubungan hambaNya dengan Allah SWT/Tuhan Yang Maha Kuasa dan hubungan sesama manusia sebagai landasan motivasi dan tujuan dari seluruh aktifitas kehidupannya.

2. Tatanan Moral Mengatur batasan-batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan yang bersumber dari nilai-nilai taqwa. Masyarakat Madani mendorong manusia untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar untuk mengendalikan masyarakat agar tidak terjerumus pada kemaksiatan dan kesia-siaan.

3 Tatanan Sosial . Mengatur hubungan dengan sesama manusia atau hablumminnannas yang bersumber dari nilai ukhuwwah. Masyarakat Madani mendorong manusia untuk selalu menjaga silaturahmi atau hubungan baik dengan sesama manusia.

4. Tatanan Ekonomi Mengatur kehidupan ekonomi yang bertumpu pada nilai-nilai keadilan. Masyarakat Madani mendorong manusia untuk mengembangkan potensi ekonomi ummat yang didasari kejujuran dan kepercayaan.

5. Tatanan Politik Pemerintahan Mengatur hubungan politik dan pemerintahan yang bersumber dari nilai musyawarah. Masyarakat Madani mendorong partisipasi setiap warga untuk menjaga kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

BABV ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2001 - 2005 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 20,85 % per tahun dengan besaran yang diterima pada tahun 2005 sebesar Rp.78,72 milyard lebih sedangkan prediksi pertumbuhan rata-rata 5 (lima) tahun kedepan sebesar 10,08% tahun maka proyeksi Pendapatan

A.

Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan Rencana Kerja Pemerintah Kota dalam satu tahun anggaran dan implementasi kebijakan secara operasional dijabarkan dalam bentuk Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan. Khusus untuk Pendapatan Daerah bila dilihat dari jenisnyaterdirin atas 3 (tiga) kelompok pendapatan, yaitu : Kelompok Pendapatan Asli Daerah. Kelompok Dana Perimbangan. Kelompok Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan Realisasi Pendapatan Daerah pada tahun 2001-2005 dapat dijelaskan bahwa perkembangan realisasi Pendapatan Daerah dari tahun ke tahun secara totalitas mengalami peningkatan dari Rp. 392,91 milyar lebih pada tahun 2001 menjadi Rp. 763,17 milyar lebih2 pada tahun 2005 atau terjadi kenaikan rata-rata per tahun sebesar 18,05%. Dengan menggunakan data realisasi pada tahun 2001-2005, diperkirakan pertumbuhan Pendapatan Daerah sampai dengan 5 (lima) tahun ke depan mencapai rata-rata sebesar 19,90%, sehingga Pendapatan Daerah pada tahun 2011 diproyeksikan mencapai sebesar Rp.2,49 trilyun lebih, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi berkisar antara 5 - 6% pertahun, harga minyak dan gas bumi (Migas) berkisar antara US $ 50 - US $ 60 per barrel, serta diharapkan adanya exploitasi Migas yang baru di Propinsi Kalimantan Timur. Dari struktur Pendapatan Daerah tersebut maka akan dapat dilihat bahwa Pendapatan Daerah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah pertama sumber pendapatan dari Dana Perimbangan sebesar 88,16%, disusul Pendapatan Asli Daerah sebesar 10,31 %, kemudian Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar 1,51 %. Hal ini berarti bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih sangat tergantung kepada Pemerintah Pusat. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan realisasi dan proyeksi Pendapatan Daerah menurut kelompok pendapatan dengan rincian sebagai berikut:

Asli Daerah pada tahun 2011 akan emcapai sebesar Rp. 145,42 milyard lebih dengan rincian sebagai berikut:

a. Pajak Daerah. Perkembangan Pajak Daerah dari tahun 2001-2005 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 17,16% pertahun. Sedangkan besaran pajak yang iterima pada tahun 2005 sebesar Rp.39,74 milyard lebih. Hal ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang dipicu oleh kebijakan perekonomian daerah yang baik. Diperkirakan Pendapatan Daerah khususnya dari Pajak Daerah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan yaitu tahun 2011 diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp.76,78 milyard lebih dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 11,60% pertahun.

b. Retribusi Daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Retribusi Daerah rata -rata pertumbuhan tahun 2001-2005 mencapai sebesar 17,33% dengan besaran yang diterima pada tahun 2005 sebesar Rp. 23,12 milyard lebih dengan demikian dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yang akan datang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan rata-rata setiap tahunnya sebesar 10,50 % dengan proyeksi penerimaan sebesar Rp. 42,08 milyar lebih.

c.

Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah. Perkembangan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah dalam kurun waktu lima tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2001 yaitu sebesar Rp.3,52 milyard lebih menjadi Rp.13,18 milyard lebih pada tahun 2005 dengan demikian pertumbuhan rata- rata pertahun sebesar 39,06%. Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah diproyeksikan pada tahun 2011 akan mencapai sebesar Rp. 21,99 milyard lebih dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 8,9% per tahun.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

dan diperkirakan sampai dengan tahun 2011, Dana Perimbangan Kota Balikpapan yang 2. Dana Perimbangan Perkembangan Pendapatan Daerah yang bersumber dari Dana Perimbangan dalam tahun 2001-2005 cukup significant yaitu sebesar Rp. 356,01 milyard lebih pada tahun 2001 dan meningkat pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp.672,85 milyard lebih dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 17,25% pertahun. Untuk lima tahun kedepan pendapatan dana perimbangan diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp. 1,02 Trilyun lebih pada tahun 2011 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 7,30 % pertahun, dengan rincian sebagai berikut: d. Dana Alokasi Khusus (DAK) Penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) sangat fluktuatif setiap tahun karena alokasi anggaran ini sangat tergantung dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2001 sebesar Rp. 12,97 milyard lebih dan dalam tahun 2002 menurun menjadi sebesar Rp. 618,08 juta kemudian pada tahun 2003 mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp. 5,65 milyard a. Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Pajak perkembangan penerimaannya dari tahun ketahun mengalami peningkatan dari Rp.63,87 milyard lebih pada tahun 2001 menjadi Rp.157,05 milyard lebih pada tahun 2005 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 25,22% pertahun. Lima tahun kedepan pendapatan ini diproyeksikan akan menjadi sebesar Rp. 235,69 milyard lebih dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7,00 % pertahun. Diperkirakan pada tahun 2006-2011, Dana Perimbangan Kota Balikpapan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan diterima oleh Pemerintah Kota Balikpapan diperkirakan sebesar Rp. 5,00 milyar lebih pada tahun 2011. b. Bagi Hasil Bukan Pajak Perkembangan penerimaan Dana Bagi Hasil Bukan Pajak setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari sebesar Rp. 152,63 milyar lebih tahun 2001 menjadi Rp.350,21 milyard lebih dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 22,60% pertahun. Pendapatan ini dalam lima tahun kedepan akan diproyeksikan sebesar Rp.528,52 milard lebih pada tahun 2011 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7,1 % pertahun. Pendapatan ini merupakan pendapatan yang memberikan sumbangan yang terbesar terhadap Dana Perimbangan. e. Dana Perimbangan Propinsi Perkembangan penerimaan Dana Perimbangan Propinsi selama kurun waktu lima tahun berfluktuasi dari Rp. 17,68 milyard lebih sampai dengan Rp.30,50 milyard pada tahun 2005 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 19,92% pertahun. Sedangkan pada tahun 2001 tidak ada penerimaan. Dana Perimbangan Propinsi pada tahun 2011 diproyeksikan sebesar Rp. 47,59 milyard lebih dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7,7% pertahun.. lebih sedangkan tahun 2004 tidak menerima Dana Alokasi Khusus (DAK), namun pada tahun 2005 menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 2,11 milyard lebih. berasal dari Dana Alokasi Umum, diproyeksikan tidak akan mengalami kenaikan.

c. Dana Alokasi Umum (DAU) Selama 5 (lima) tahun terakhir, penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) tidak mengalami peningkatan bahkan pada tahun 2003 mengalami penurunan sebesar 23,92% dibanding tahun sebelumnya. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas penerimaan Dana Alokasi Umum pada tahun 2001 sebesar Rp. 126,51 milyard lebih tahun 2002 mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp. 135,70 milyar lebih dan tahun 2003 menurun menjadi sebesar Rp. 103,24 milyar lebih , pada tahun 2004 mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp. 135,09 milyard lebih untuk tahun 2005 tetap sebesar Rp. 135,09 milyar lebih

3. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Komponen Lain-Lain Pendapatan Yang Sah merupakan pos penerimaan yang belum dapat diandalkan dibandingkan dengan pendapatan-pendapatan yang diuraikan terdahulu. Pos ini hanya menyumbangkan sekitar 3,35% dari total penerimaan Pemerintah Kota Balikpapan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, penerimaan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah mengalami peningkatan walaupun sangat bervariasi dari tahun ke tahun khususnya dalam 3 (tiga) tahun terakhir dibandingkan dengan tahun 2001 dan 2002 yang sama sekali tidak ada penerimaan dari Lain-Lain Pendapatan Yang Sah.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

4.

Pengembangan Sumber Pendapatan Daerah. Asumsi yang mendasari perkiraan pertumbuhan sumber pendapatan Daerah meliputi : a. Pendapatan Asli Daerah diasumsikan dipengaruhi yang dicerminkan dari Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto. oleh pertumbuhan ekonomi

Pembangunan infrastruktur Daerah yang mendukung kemudahan dalam rangka penyediaan fasilitas yang diperlukan seperti jalan/jembatan, penyediaan air bersih, listrik dan sebagainya.

Pengembangan tata ruang/kawasan yang dapat mendorong kegiatan perekonomian masyarakat yang berpotensi dalam peningkatan PAD Pengembangan terwujudnya suasana kota yang aman dan

kondusif bagi berkembangnya dunia usaha. b. Dana Perimbangan diasumsikan dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah Pusat tentang Dana Perimbangan, Jumlah Produksi Migas Indonesia, Fluktuasi harga minyak mentah dunia termasuk dalam hal ini dengan adanya kebijakan Pemerintah Pusat dibidang energi yang akan membangun Proyek Pipanisasi Gas dari Kota Bontang ke Pulau Jawa. c. Lain-lain pendapatan Daerah yang pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya mengenai arah dan kebijakan pengembangan potensi Pendapatan Daerah dapat dilakukan degan cara : Lain-lain Pendapatan. Pendapatan Asli Daerah 1). Intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak, retribusi dan lain-lain pendapatan, yang secara teknis bias dilakukan melalui : Pengkajian secara terus menerus Perda tentang Pajak dan Retribusi Daerah untuk disesuaikan dengan perkembangan Kota. Perbaikan sistim dan prosedur tehnis pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah dalam rangka peningkatan pelayanan kepada Wajib Pajak dan Retribusi Daerah 2). Peningkatan pemeriksanaan pembukuan wajib Pajak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1 : Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Kota Balikpapan Tahun 2007-2011 Pengembangan Investasi Daerah, dapat dilakukan dengan cara : Pemberian informasi yang seluas-luasnya tentang peluang usaha dan potensi Daerah. Pembentukan lembaga yang khusus menangani pengembangan investasi Daerah baik yang menyangkut promosi, pengembangan potensi Daerah maupun dibidang perizinan investasi dalam satu atap. Pengembangan sistem informasi penanaman modal Daerah Pemberian insentif bagi para investor baik insentif fiskal maupun perizinan.
Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Jumlah 87,18 Jenis Penerimaan 2006 PROYEKSI

Dana Perimbangan. 1) Melaksanakan koordinasi secara terus menerus dengan Pemerintah Pusat dalam rangka untuk meningkatkan dana perimbangan yang dialokasikan untuk Kota Balikpapan. 2) Melakukan koordinasi dengan Kabupaten/Kota lainnya baik secara sendiri-sendiri maupun melalui Asosiasi dalam rangka pengembangan potensi sumber dana perimbangan dari Pemerintah Pusat untuk Daerah.

sah

diasumsikan

dipengaruhi

oleh

Mengupayakan agar pendapatan yang berasal dari lain-lain pendapatan ini dapat selalu meningkat dari tahun ketahun. Atas dasar uraian tersebut, maka proyeksi peningkatan pendapatan daerah dari PAD, Dana Perimbangan dan Lain-Lain Pendapatan Tahun 2007-2011, masing-masing yaitu untuk PAD 10,08% pertahun, Dana Perimbangan sebesar 7,30% pertahun dan Lain-lain Pendapatan sebesar 24,80% pertahun.

2007
96,56

2008
106,95

2009
118,48

210
131,25

2011
145,42

%/Tahun
10,06

721,19 14,46

773,00 18,05

828,54 22,53

888,08 28,11

951,90 35,09

1.020,30 43,79

11,06 8,90

822,83

887,61

958,02

1.034,67

1.118,24

1.209,51

8,04

Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Kota Balikpapan

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Total Pendapatan Daerah dari tahun 2007- 2011 Diproyeksikan sebesar Rp. 5.20, Trilyun lebih

pada tahun 2001 adalah sebesar Rp. 392,91 milyard lebih, sedangkan pengeluaran belanja pada tahun yang sama sebesar Rp. 346,33 milyard lebih hal ini berarti terdapat surplus sebesar 11,85% dari total penerimaan pada tahun 2001. Selanjutnya pada tahun 2002 mengalami defisit sebesar 2,85% dari total penerimaan, dan pada tahun 2003 surplus sebesar 7,60%, sedangkan pada tahun 2004 mengalami defisit lagi sebesar 4,28%, demikian pula dalam tahun 2005 terdapat defisit sebesar 10,92%. Untuk lebih jelasnya proyeksi Belanja Daerah dalam 5 (lima) tahun kedepan dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 2 : Proyeksi Rencana Anggaran Belanja (Belanja Langsung dan Beanja Tidak Langsung) Kota Balikpapan Tahun 2007-2011.
Jenis Belanja 2006 (Rp.) 2007 (Rp.) 541,86 541,86 915,42 PROYEKSI (dalam juta rupiah) 2008 (Rp.) 581,23 391,86 973,09 2009 (Rp.) 623,45 411,05 1.034,50 2010 (Rp.) 668,75 431,17 1.099,92 2011 (Rp.) 717,33 452,28 1.169,61

B.

Arah Pengelolaan Belanja Daerah . Berdasarkan Pasal 167 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, mengisyaratkan bahwa Belanja Daerah diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah. Perlindungan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial, dengan tetap mempertimbangkan analisis standar belanja, standar kerja, tolok ukur kinerja dan standar pelayanan minimal yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sebagaimana amanat Undang-Undang tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan telah membelanjakan sebagian besar pendapatannya untuk memenuhi berbagai infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat termasuk mengalokasikan untuk keperluan pelayanan serta pembinaan kemasyarakatan.

- Belanja Langsung - Belanja Tidak Langsung Jumlah

795,16 356,13 1.151,29

Belanja Pemerintah Kota Balikpapan dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan selaras dengan tuntutan kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan. Selama lima tahun terakhir Pemerintah Kota Balikpapan membelanjakan rata-rata sebesar Rp. 729,20 milyar lebih per tahun dalam rangka pembangunan infrastruktur perkotaan maupun untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sesuai dengan kemampuan Pendapatan Daerah, pada tahun 2001 belanja Pemerintah Kota Balikpapan pada tahun yang sama adalah sebesar Rp. 346,33 milyard lebih dan meningkat terus menjadi Rp. 687,59 milyard lebih pada tahun 2005 selanjutnya dalam tahun 2006 mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp. 1.151,29 trilyun. Ini berarti terjadi peningkatan rata-rata 18,70 % per tahun. Peningkatan belanja ini seiring dengan pertumbuhan pendapatan Pemerintah Kota Balikpapan sejak tahun 2001 yang rata-rata mengalami peningkatan sebesar 20,85 % per tahun untuk PAD dan 17,25 % per tahun untuk Dana Perimbangan.

Sumber : Bagian Keuangan Setda Kota Balikpapan dan Bappeda Kota Balikpapan. Total Belanja Daerah dari tahun 2007 - 2011 diproyeksikan sebesar Rp. 5,19,.Trilyun lebih. C. Arah Pengelolaan Pembiayaan Pembiayaan adalah transaksi keuangan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus dan dirinci menurut sumber pembiayaan yang merupakan penerimaan dan pengeluaran Daerah. Sumber penerimaan dari pembiayaan yaitu Sisa Lebih Perhitungan Anggatan (Silpa) Tahun Lalu, Transfer dari Dana Cadangan dan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi, Hasil Penjualan Asset Milik Daerah yang dipisahkan, sedangkan pengeluaran dari pembiayaan ialah Transfer ke Dana Cadangan, Peenyertaan Modal, Sisa Lebih Perhitungan APBD Tahun Berjalan, Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo.

Realisasi Pembiayaan Penerimaan dari total penerimaan Daerah pada tahun 2001 mengalami Diproyeksikan belanja Pemerintah Kota Balikpapan dalam 5 (lima) tahun kedepan akan terus mengalami peningkatan rata-rata sebesar 15,00 % per tahun. Sehingga pada tahun 2011 pengeluaran untuk belanja Pemerintah Kota Balikpapan diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp. 1.169,62 Milyard lebih. Apabila melihat total penerimaan Pendapatan Pemerintah Kota Balikpapan kenaikan sebesar 4,11 %, dan tahun 2002 mengalami kenaikan sebesar 19,67 %, pada tahun 2003 lebih rendah dibanding tahun 2002 yaitu sebesar 13,41 % tahun 2004 mengalami kenaikan lagi menjadi sebesar 20,76 %, sedangkan tahun 2005 sebesar 13,32 %. Kalau komposisi Pembiayaan Penerimaan dengan kondisi yang semacam ini berarti menunjukan bahwa dengan Sisa Lebih

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Perhitungan Anggatan (Silpa) yang semakin besar, maka akan mendukung kemampuan keuangan yang juga kian sehat dan semakin terjaminnya likuiditas APBD Kota Balikpapan. Diperkirakan sampai dengan tahun 2011 Pembiayaan Penerimaan akan tumbuh rata-rata sebesar - 13,22 % per tahun. Demikian pula dengan realisasi Pembiayaan Pengeluaran dari Belanja Daerah pada tahun 2001 sebesar 0,58%, dan pada tahun 2002 mengalami lonjakan yang cukup besar yaitu 16,35%, dan kemudian tahun 2003 sebesar 22,73%, sedangkan tahun 2004 sebesar 15,81%, sementara itu pada tahun 2005 sebesar - 84,15% dan tahun 2006 sebesar 99,01%. Diperkirakan sampai dengan tahun 2011 Pembiayaan Pengeluaran akan tumbuh rata-rata sebesar 12,76% per tahun. Untuk lebih jelasnya rincian pembiayaan penerimaan dan pembiayaan pengeluaran dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 3 : Proyeksi Pembiayaan (Pembiayaan Penerimaan dan Pembiayaan Pengeluaran) Kota Balikpapan Tahun 2007-2011
Jenis Pembiayaan 2006 2007 (Rp.) 359,89 33,94 325,95 PROYEKSI (dalam juta rupiah) 2009 2010 2008 (RP.) (RP.) (Rp.) 109,89 123,82 139,52 38,98 43,42 48,36 70,90 80,40 91,16

partisipasi seluruh pelaku pembangunan yang difasilitasi melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Berdasarkan hasil pembahasan Musrenbang yang sudah dikompilasi dan final, sebagaimana ketentuan yang diamanatkan oleh Undang-Undang tersebut diatas maka Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Kerja Tahunan dan implementasinya dalam bentuk RKPD yang berlaku mulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember, dan dimana RKPD mempunyai fungsi sebagai berikut : Pedoman bagi SKPD dalam menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD). Pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Bahan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafond Anggaran Sementara (PPAS). serta Prioritas dan

Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Jumlah

319,39 29,54 289,85

2011 (RP.) 157,21 53,86 103,35

Dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), kepala Daerah menggunakan acuan RKPD, KUA yang merupakan penjabaran lebih lanjut RKPD serta PPAS sebagai dasar penyusunan Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) atau Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD). Berdasarkan PPAS tersebut, selanjutnya Kepala SKPD menyusun RASK atau RKA-SKPD dengan memakai pendekatan prestasi kerja

Sumber : Bagian Keuangan Setda Kota Balikpapan dan Bappeda Kota Balikpapan Total pembiayaan dari tahun 2007-2011 sebesar 671,77milyar lebih

yang akan dicapai. Kemudian RASK atau RKA-SKPD disampaikan kepada Pejabat Pengelola D. Kebijakan Umum Anggaran Dalam rangka pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga, maka Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai rencana tahunan. Penyusunan dokumen perencanaan tersebut dilakukan melalui proses koordinasi antar instansi Pemerintah dan proses Sebagai kerangka kebijakan publik yang memuat Hak dan Kewajiban Pemerintah Daerah yang merupakan bahan untuk penyusunan RAPBD Kota Balikpapan dilaksanakan sesuai sistem dan mekanisme perencanaan yang berlaku yaitu perencanaan Partisipatif dan Integrated, yang bersumber dari aspirasi masyarakat yang tertuang di dalam RKPD, KUA dan PPAS serta implementasinya ditindak-lanjuti dengan penyusunan RASK atau RKA-SKPD. Keuangan Daerah sebagai bahan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berikutnya.

Setelah ditetapkannya APBD Kota Balikpapan, maka hal-hal yang menyangkut mengenai Hak dan Kewajiban Pemerintah Daerah, berupa pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan akan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Kota Balikpapan.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

APBD harus mampu mencerminkan aspirasi serta partisipasi masyarakat dalam perencanaan program dan kegiatan. Untuk itu maka dalam penyusunan anggaran sedapat mungkin diupayakan mengacu kepada empat norma anggaran yaitu: 1. Transparansi dan Akuntabel Mengandung makna bahwa seluruh proses penyusunan anggaran harus aspiratif, partisipatif, terbuka, akomodatif dan dapat dipertanggung jawabkan. 2. Disiplin Anggaran Bahwa setiap pendapatan dan belanja yang direncanakan harus terukur secara rasional dan pelaksanaannya berlandaskan sistem administrasi yang tertib dan taat azas. 3. Keadilan Anggaran Pengalokasian belanja secara merata sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat secara adil dan proporsional. 4. Efisiensi, Efektifitas dan Ekonomis Mengandung makna bahwa dana yang tersedia harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk dapat menghasilkan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang maksimal guna kepentingan masyarakat.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

BAB VI ARAH KEBIJAKAN UMUM

d. Kualitas sumber daya manusia yang meningkat dari sisi penguasaan ilmu dan teknologi yang ditandai dengan tersedianya prasarana dan sarana pendidikan dasar, menengah

Bahwa salah satu dokumen yang dijadikan rujukan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2006 - 2011 adalah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2006-2026, yang didalam salah satu materinya juga memuat Arah Kebijakan Umum Pembangunan dalam 20 tahun mendatang yang merupakan kebijakan dasar, yang selanjutnya akan dijabarkan dalam Arah Kebijakan Umum dalam RPJMD, oleh karena itu didalam uraian Arah Kebijakan Umum ini akan disampaikan dulu Arah Kebijakan Umum Pembangunan dalam RPJPD yang diikuti dengan uraian tentang Arah Kebijakan Umum RPJMD sebagai berikut: a. Arah Kebijakan Umum mengacu pada RPJP Kota Balikpapan Tahun 2006-2026, yaitu :

termasuk maupun

kejuruan

dan

pendidikan

tinggi

yang

berkualitas

baik

nasional

internasional, terjangkau untuk semua lapisan

masyarakat serta semakin meningkatnya

cakupan masyarakat untuk dapat mengikuti jenis pendidikan pada semua tingkatan. Tersedianya sarana yang berperanan penting kepada pendidikan masyarakat pada umumnya yaitu perpustakaan umum dan museum Kota yang representatif. e. Semakin menurunnya angka pengangguran yang ditandai dengan semakin meningkatnya pendidikan dan ketrampilan masyarakat sehingga mampu bersaing untuk mengisi lapangan kerja yang tersedia, disamping mampu untuk sendiri (entrepreneurship). berusaha dan menciptakan lapangan kerja

1.

Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang Beriman, sehat jasmani dan memiliki daya saing dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, ditunjukkan oleh :

f. Semakin menurunnya angka penduduk miskin yang ditandai dengan menurunnya jumlah penduduk miskin dengan adanya berbagai program dalam rangka menurunkan jumlah penduduk miskin tersebut.

a. Kualitas dengan

sumber

daya

manusia

yang

semakin

meningkat

yang

ditandai 2. Terwujudnya ketersediaan infrastuktur Kota yang mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung fungsi Kota di masa depan, ditunjukkan oleh: a. Terbangunnya jaringan jalan wilayah pengembangan baru sesuai dengan RTRW, peningkatan jalan, jalan-jalan alternatif yang menghubungan keseluruh wilayah Kota serta sistem transportasi dan angkutan Kota yang diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan dalam Kota. b. Terbangunnya jaringan infrastruktur perhubungan yang terintegrasi baik darat, laut maupun udara yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan wilayah sekitarnya maupun Kota Balikpapan dengan Kota/Kabupaten di Propinsi Kalimantan dan Kota-Kota lainnya di Indonesia. c. Terbangunnya pelabuhan laut Balikpapan pelabuhan kontainer maupun pelabuhan cargo dan peningkatan Bandara Sepinggan baik dari sisi darat berupa perluasan terminal, maupun dari sisi udara berupa perpanjangan landasan (run-way) d. Terbangunnya permukiman yang tertata sesuai dengan RTRW maupun perencanaan Kota di Kelurahan Kariangau, baik yang menghubungkan wilayah Kota dengan

meningkatnya Index Pembangunan Manusia

(IPM) dan Index Pembangunan Gender

(IPG), termasuk peranan perempuan dalam pembangunan serta tercapainya pertumbuhan penduduk yang seimbang. b. Kualitas sumber daya manusia yang semakin meningkat dari sisi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang ditandai dengan semakin meningkatnya kegiatan keagamaan dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat serta semakin banyak terbangunnya sarana kehidupan beragama, suasana Kota yang mencerminkan kehidupan masyarakat yang religius (Masyarakat Madani) serta tidak terjadinya konflik masyarakat berdasarkan SARA. c. Kualitas sumber daya manusia yang meningkat dari sisi sehat jasmani ditandai dengan semakin meningkatnya kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat dan Kota (Kota Sehat), terpenuhinya pelayanan kesehatan berkualitas yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat, tersedianya fasilitas dan sarana untuk masyarakat melakukan masyarakat, peranan lembaga keagamaan dan pemuka agama

lainnya, yang disesuaikan dengan daya dukung lingkungan serta meningkatnya jumlah bangunan permukiman yang telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) e. Terpenuhinya kebutuhan air bersih yang berkualitas baik bagi masyarakat yaitu untuk keperluan rumah tangga, sosial dan usaha dengan melalui sistem sambungan langsung.

olahraga, kesegaran jasmani dan rekreasi.

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

f. Tersedianya prasarana, sarana

dan obyek wisata dengan memanfaatkn potensi wisata yang

yang

dikelola

secara

efisien

dan

berdaya

saing

global

sebagai

motor

ada seperti wisata alam, wisata budaya dan wisata Kota. g. Tersedianya regulasi RTRW yang mampu mengatur pengembangan Kota Balikpapan kedepan, yang berwawasan lingkungan, diketahui oleh masyarakat, mengikat terhadap kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah dan masyarakat disertai dengan pemberian sanksi bagi fihak-fihak yang melanggarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Terwujudnya sumberdaya alam yang terkendali penggunannya, kondisi kota yang layak huni dan berwawasan lingkungan, yang ditunjukkan oleh : a. Tersedianya sumber informasi tentang sumberdaya alam Balikpapan baik yang terbaharui (renewable) maupun yang tidak terbarukan (non renewable) serta adanya peraturan (regulasi) yang mengatur tentang pengelolaan sumber daya alam tersebut, b. Terbangunnya Kota baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah maupun masyarakat dengan memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan kota yang baik sehigga masyarakat akan merasa nyaman di tinggal di Kota Balikpapan baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. c. Terlaksananya pengelolaan lingkungan hidup di Kota Balikpapan baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah maupun masyarakat dengan pengaturan (regulasi) yang jelas baik dari oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Kota. 4. Terwujudnya.perekonomian potensi kerakyatan dan pengembangan basis ekonomi Kota dimasa depan, ditunjukkan oleh : kota yang berorientasi kepada pengembangan

penggerak perekonomian Kota Balikpapan pada masa yang akan datang. 5. Terwujudnya governance), penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (good

ditunjukkan oleh : a. Terlaksananya transparan, partisipatif dan akuntabel yang dapat menjamin aksesibilitas masyarakat terhadap seluruh proses penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Legislatif dan Eksekutif). b. Terselenggaranya penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang bersih (Clean Government) yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. c. Meningkatnya bersih, berwibawa mendukung pembangunan Daerah. 6. Terwujudnya penegakan hukum yang menjamin keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat, ditunjukkan oleh : a. Terciptanya supremasi hukum dan penegakan Hak Azasi Manusia yang bersumber pada Pancasila dan UUD 1945 dan ketentuan perundang-undangan lainnya serta terlaksananya aturan hukum yang diterbitkan di Daerah yang mencerminkan kebenaran, keadilan, akomodatif dan aspiratif. b. Terselenggaranya Pemerintahan Daerah yang berdasarkan hukum dan penegakkan hukum dan bertanggungjawab serta profesional, yang mampu profesionalisme aparatur Pemerintahan Daerah yang baik, penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang demokratis,

a. Tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sehingga pendapatan perkapita pada tahun 2026 akan mencapai sekitar US $ 6.000 dengan tingkat pengangguran yang rendah dan tidak ada lagi penduduk miskin di Kota Balikpapan. b. Terbangunnya aktivitas ekonomi Kota yang berkeadilan dengan tetap mengembangkan

di Daerah. Untuk mencapai tingkat kemajuan dan kesejahteraan Kota Balikpapan seperti yang diinginkan dalam arah pembangunan Jangka Panjang selama kurun waktu 20 tahun tersebut adalah sebagai berikut: 1. Mewujudkan sumber daya manusia yang Beriman, sehat jasmani dan, memiliki daya saing dibidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kemampuan sumber daya manusia Beriman, sehat jasmani dan, memiliki daya saing dibidang ilmu Pengetahuan dan Tehnologi adalah merupakan kunci dari kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Balikpapan. Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang

potensi ekonomi masyarakat seperti pertanian, perkebunan, peternakan , dan perikanan serta sektor usaha kecil, menengah dan koperasi. c. Terbangunnya keunggulan kompetitif wilayah Balikpapan khususnya untuk sektor Industri, Perdagangan dan Jasa struktur ekonomi Kota yang kokoh berlandaskan pada

Beriman, sehat jasmani dan memiliki daya saing dibidang Ilmu dan Tehnologi, pembangunan

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Kota Balikpapan dalam jangka panjang diarahkan untuk : a). Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; b). Meningkatkan derajat dan pelayanan kesehatan masyarakat; c). Mengendalikan jumlah dan laju pertumbuhan penduduk; d). Meningkatkan kegiatan pemuda dan olahraga; e). Meningkatkan peranan perempuan dalam pembangunan; f). Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan cakupan masyarakat masyarakat dalam mengikuti setiap jenjang pendidikan serta membangun perpustakaan dan musium Kota yang memadai; g). Menurunkan angka pengangguran, meningkatkan kualitas angkatan kerja dan melaksanakan sistem informasi ketenagakerjaan; h). Menurunkan angka kemiskinan; i). Meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. 2. Mewujudkan tersedianya infrastuktur Kota yang mampu untuk masyarakat danfungsi Kota di masa depan Tersedianya infrastruktur kota yang mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan fungsi kota Balikpapan pada masa yang akan datang, akan menjamin tersedianya semua kebutuhan masyarakat untuk kehidupan yang lebih sejahtera serta mendukung keberadaan kota Balikpapan dalam melaksanakan fungsinya baik dalam konteks regional, nasional maupun internasionaldan memiliki daya saingkehidupan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Untuk mewujudkan tersedianya infrastuktur Kota yang mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan fungsi Kota di masa depan maka pembangunan Kota dalam jangka panjang diarahkan untuk : a). Mengembangkan prasarana jalan dan perhubungan (transportasi); b). Mengembangkan penataan permukiman yang serasi dan menyediakan perumahan yang layak huni dan terjangkau oleh masyarakat; c).Mengembangkan penyediaan air bersih yang berkualitas dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan; d). Mengembangkan penyediaan sumber daya energi listrik yang berkelanjutan; e). Mengembangkan penataan ruang mampu mengatur perkembangan Kota Balikpapan kedepan; f). Mengembangkan pariwisata yang sesuai dengan potensi Kota. 3. Mewujudkan sumber daya alam (SDA) yang lestari dan kondisi kota yang layak huni serta berwawasan lingkungan. Sumber daya alam dan lingkungan hidup merupakan modal pembangunan Kota dan sekaligus sebagai penopang sistem kehidupan. Sumber daya alam yang lestari akan menjamin tersedianya sumber daya yang berkelanjutan bagi pembangunan dan kenyamanan bagi kehidupan Kota. Lingkungan hidup Kota yang asri juga akan meningkatkan kualitas hidup memenuhi kebutuhan

manusia sehingga setiap warga kota dapat menikmati suatu suasana lingkungan kota yangnyaman untuk tempat hunian dan melaksanakan segala aktivitasnya. Karena itu untuk mewujudkan sumber daya alam yang lestari dan kondisi kota yang layak huni serta berwawasan lingkungan, pembangunan Kota Balikpapan dalam jangka panjang diarahkan melalui : a). Integrasi dan harmonisasi kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan sektor yang lain; b). Pengarusutamaan (mainstreaming) prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke seluruh bidang pembangunan; c). Peningkatan kapasitas lembaga pengelola lingkungan hidup; d). Peningkatan kesadaran masyarakat peduli pada lingkungan; e). Penegakan hukum di bidang lingkungan secara konsisten. 4. Mewujudkan perekonomian yang berorientasi pengembangan potensi ekonomi reakyatan dan pengembangan basis ekonomi Kota dimasa depan. Membangun sistem ekonomi yang memungkinkan potensi ekonomi kerakyatan dapat berkembang memang perlu dilakukan karena ekonomi yang berbasis kepada ekonomi kerakyatan ini telah terbukti rakyat mampu bertahan ditengah krisis yang menimpa negara pada akhir tahun 90 an yan lalu, disamping mengembangkan basis ekonomi Kota Balikpapan dalam rangka mempersiapkan peranan Kota Balikpapan sebagai Kota Industri, Perdagangan dan Jasa dimasa depan. Karena Kota Balikpapan khususnya dan Propinsi Kaimantan Timur pada umumnya tidak dapat menggantungkan diri kepada menyak dan gas bumi dan sumber daya mineral lainnya karena pada suatu saat sumber daya tersebut akan habis. Keduanya harus disinergikan dalam suatu tatanan yang serasi dan bersinergi agar benar-benar diwujudkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkankan perekonomian yang berorientasi pada pengembangan potensi ekonomi yang berbasis ekonomi kerakyatan dan pengembangan basis ekonomi Kota Balikpapan dimasa yang akan datang maka pembangunan Kota Balikpapan dalam jangka panjang diarahkan untuk : a) Pengembangan potensi ekonomi yang berbasis kepada masyarakat yaitu : pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan serta usaha kecil menengah dan koperasi; b) Pengembangan basis ekonomi Balikpapan dimasa depan khususnya untuk Industri, Perdagangan dan Jasa serta pariwisata; c). Pengembangan Investasi dan Dunia Usaha. 5. Mewujudkan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (good governance) Membangun sistem pemerintahan modern yang bebas KKN dan mampu memberikan pelayanan publik dengan baik, serta menerapkan azas penyelenggaraan tata pemerintahan yang

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

baik seperti partisipasi, transparansi/keterbukaan dan akuntabilitas dari mulai Pemerintahan di tingkat Kota sampai kepada unit pelayanan masyarakat terendah merupakan tuntutan peraturan perundang-undangan dan masyarakat yang tidak bisa ditunda lagi. Hal ini tidak hanya dilakukan dengan memperbaiki sistem dan prosedure penyelenggaraan pemerintahan yang sedang berjalan tetapi juga menyiapkan aparatur pemerintahan Daerah agar mampu melaksanakannya. Untuk mewujudkan pnyelenggaraan tata pemerintahan yang baik, pembangunan Kota Balikpapan jangka panjang diarahkan untuk : a) Penataan kelembagaan pemerintahan daerah; b) Pengembangan sistem informasi manajemen tata kelola kota; c) Peningkatan kualitas kemitraan antardaerah dan/atau luar negeri; d) Peningkatan kapasitas pemerintah Kota Balikpapan; e). Pengembangan Partispasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik; f). Pembinaan dan Pengawasan. 6. Mewujudkan penegakan hukum yang menjamin keadilan dan kepastian hukum serta rasa aman bagi masyarakat. Mewujudkan penegakkan hukum yang menjamin kedilan dan kepstian hukum bagi masyaraat diarahkan agar masyarakat benar-benar terlindungi dan memperoleh keadilan dimuka hukum dengan membangun suatu sistem regulasi daerah yang dapat menjamin keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat yang dapat diterapkan dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan yang memenuhi syarat-syarat antara lain : produk hukum daerah yang berkeadilan; penegakan hukum yang konsisten dan efektif ;lembaga hukum yang independen, akuntabel dan transparan serta ; partisipasi, tanggung jawab dan kesadaran warga kota yang tinggi terhadap hukum Dilaksanakan melalui : a) Pembaruan Peraturan Daerah; b) Penegakan Peraturan Daerah secara konsisten; c) Pengembangan kode etik penegak hukum Daerah; dan d). Pemberdayaan masyarakat di bidang hukum. b. Arah Kebijakan Strategis merupakan penjabaran secara operasional dari Visi dan Misi Kepala Daerah periode Tahun 2006-2011. Mengacu kepada tujuan pembangunan jangka panjang adalah mewujudkan kehidupan masyarakat dan kota yang madani, maju, mandiri dan adil sebagai landasan bagi tahap pembangunan berikutnya menuju masyakat adil dan makmur dalam wadah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, maka pembangunan Kota Balikpapan diarahkan pada keseimbangan yang harmonis antara pembangunan fisik dengan pembangunan moralitas dan spiritualitas warga

untuk mewujudkan Balikpapan yang maju dan modern namun tetap menjunjung tinggi norma-norma agama dan budi pekerti yang luhur. Sebagai tolok ukur tercapainya masyarakat dan Kota Balikpapan yang madani, maju, adil dan mandiri, maka pembangunan Daerah dalam 5 (lima) tahun mendatang diarahkan pada pencapaian sasaran-sasaran sebagai berikut: 1. Menurunnya jumlah penduduk miskin dan penduduk rentan agar tidak menjadi miskin, yang ditandai dengan : Meningkatnya Bantuan Pendidikan Terlaksananya Bantuan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan bagi Gakin termasuk bagi Anak Yatim Piatu/Anak Tidak Mampu di Panti Asuhan dan Orang Jompo di Panti Jompo. Semakin Meningkatnya Penduduk Miskin yang Terampil dan Memiliki Modal Usaha. Terlaksananya Program Kegiatan di Sektor Perikanan, Peternakan, Perkebunan, Pertanian Berteknologi, Jasa Informal dan Pengusaha Skala Mikro, Kecil dan Menengah, khususnya bagi keluarga miskin. 2. Menjadikan sendiri, yang ditandai dengan : Meningkatnya Cakupan Pendidikan Dasar dan Menengah yang ditunjukan dengan semakin meningkatnya Angka Partisipasi Kasar dan Angka Partisipasi Murni Meningkatnya kegiatan Politeknik Balikpapan Meningkatnya Kualitas Perguruan Tinggi Swasta Meningkatnya Kualitas Deraj at Kesehatan masyarakat Semakin Meningkatnya Kegiatan Pembinaan Pemuda dan Olahraga Semakin Meningkatnya Kegiatan Pembinaan Seni dan Budaya Daerah Semakin Meningkatnya Keahlian Tenaga Kerja dan Pembinaan Ketenagakerjaan di Daerah Meningkatnya kegiatan Kehidupan Beragama dikalangan Masyarakat Terpenuhinya Kehidupan Kemasyarakatan yang terbina dengan baik Terpenuhinya Kesejahteraan Sosial masyarakat. agar warga Balikpapan mampu menjadi tuan dirumah

3. Terbangunnya prasarana kota dan terciptanya iklim investasi yang kondusif, yang ditandai dengan : Meningkatnya Penyediaan dan Pelayanan Air Bersih untuk Masyarakat sebesar 70%

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

Meningkatnya Penyediaan Tenaga Listrik Semakin meningkatnya Kualitas Jalan dan Jembatan Meningkatnya Tertib Lalu Lintas dan Membaiknya Moda Transportasi Kota Meningkatnya Kualitas Pelayanan Perizinan Meningkatnya Iklim Usaha/Investasi Meningkatnya Pembinaan UMKM dan Koperasi Terlaksananya Pengembangan Kawasan Industri Kecil Somber (KIKS) Terlaksananya Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Industri Kariangau (KIK) Meningkatnya Pembukaan Pusat Pertumbuhan Baru Meningkatnya Tertib Penggunaan Ruang dengan Penyediaan Ruang yang memadai Meningkatnya Kualitas Lingkungan Permukiman

6.

Terciptanya keluarga sakinah dan meningkatnya kesejahteraan keluarga sebagai sendi utama kota, yang ditandai dengan : Meningkatnya Peran Publik Perempuan dan Kesetaraan Gender Menurunnya Angka Kekerasan Dalam Rumah tangga Meningkatnya Penertiban dan Pemberantasan Pornografi, Pornoaksi dan Trafficking Meningkatnya Pembinaan Akhlak Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian yang Islami/ Bermoral melalui pembinaan yang terintegrasi, terprogram dan kontinyu. Untuk mencapai tingkat kemajuan dan kesejahteraan Kota Balikpapan seperti yang

diinginkan dalam arah pembangunan j angka menengah selama kurun waktu 5 (lima) tahun tersebut maka arah pembangunan ditetapkan sebagai berikut : a. Menurunkan angka penduduk miskin dan penduduk rentan agar tidak menjadi miskin lagi, Optimalisasi

4. Terpeliharanya kelestarian lingkungan hidup dan suasana kota yang sejuk dan asri, yang ditandai dengan : Semakin Meningkatnya upaya Pengendalian Lingkungan Hidup Semakin Meningkatnya upaya Rehabilitasi Hutan, Tanah dan Air Terlaksananya Pengelolaan Teluk dan Pesisir Meningkatnya Pengawasan IMB dan AMDAL Meningkatnya Pengembangan Wisata Semakin Meningkatnya Pengelolaan Kebersihan dan Keindahan Kota secara profesional

diarahkan program

melalui

1).

Optimalisasi sistem KTP Miskin;

2).

penangulangan kemiskinan melalui pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis; 3). Pemberian keterampilan dasar; 4). Penyediaan modal kerja; 5). Pengembangan khusus untuk sektor ekonomi kerakyatan : nelayan (perikanan), peternakan, pertanian berteknologi, sektor informal dan usaha kecil dan mikro b. Mengembangkan jiwa entrepreneur serta memiliki keimanan, ketaqwaan serta budi pekerti yang tinggi, diarahkan Sumber Daya Manusia yang unggul dalam bidang Iptek, punya

5. Terlaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi dengan pengawasan yang ketat dan terbuka, yang ditandai dengan : Terlaksananya Perbaikan Sistem dan Prosedur Kerja Kearah Profesionalisme Terlaksananya Pembinaan Kelembagaan Pemerintah Kota yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan Kota Meningkatnya Penegakan Hukum dan Penindakan Terhadap Aparatur Pemerintahan Yang Bersalah Meningkatnya Profesionalitas Aparatur Semakin baiknya Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa yang Lebih Terbuka serta Mudah Diakses oleh Masyarakat

melalui 1). Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa antara lain melalui optimalisasi fungsi rumah-rumah ibadah sebagai sarana pembelajaran/pembinaan ummat termasuk pembangunan Islamic Center; 2). Meningkatkan derajat dan pelayanan kesehatan masyarakat melalui sistim asuransi kesehatan bagi warga kota; 3). Mengendalikan jumlah dan laju pertumbuhan penduduk; 4). Meningkatkan kegiatan pemuda dan olahraga; 5). Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan cakupan masyarakat masyarakat dalam mengikuti setiap jenjang pendidikan melalui penyediaan 20% dari dana APBD serta membangun perpustakaan kota; 6). Menurunkan angka pengangguran, meningkatkan kualitas angkatan kerja dan melaksanakan sistem informasi ketenagakerjaan; Meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. c. Membangun sarana dan prasarana kota serta menciptakan iklim investasi yang kondusif, diarahkan melalui : 1). Penyediaan air bersih dan listrik yang memadai; 2). Rehabilitasi dan pembangunan jalan dan jembatan; 3). Perbaikan moda transportasi kota; 4). Menjamin kepastian hukum dan penyederhanaan perizinan; 5). Memperbaiki/mengembangkan iklim usaha investasi; 6). Pengembangan Usaha Menengah Kecil Mikro dan Koperasi melalui 7).

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

pendayagunaan Klinik Bisnis, UKM Center, Bank Perkreditan Rakyat dan fasilitas penjaminan kredit; 7). Melanjutkan pembangunan Kawasan Industri Kecil Somber (KIKS); 8). Melanjutkan pembangunan Kawasan Industri Kariangau (KIK); 9). Pembukaan pusat pertumbuhan baru; 10). Penyediaan ruang Kota yang memadai. d. Memelihara kelestarian lingkungan hidup dan suasana kota yang sejuk dan asri, diarahkan melalui 1). Melanjutkan pelestarian Hutan Lindung (Sungai Wain dan DAS Manggar), Hutan Kota, Teluk Balikpapan dan kawasan-kawasan konservasi lainnya; 2).

Melanjutkan pembangunan Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup dan Kebun Raya Balikpapan; 3). Mengembangkan penataan permukiman yang serasi melalui pengetatan IMB dan AMDAL sesuai Tata Ruang; kebersihan dan keindahan kota; wisata belanja.. e. Melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme dengan pengawasan ketat dan terbuka, penyelenggaraan pemerintahan yang baik antara lain : transparansi dan akuntabilitas; 2). Melaksanakan penegakan hukum; 3). Mengembangkan system reward and punishment yaitu pemberian penghargaan bagi aparat yang berprestasi dan pemberian sanksi bagi yang melanggar disiplin; 4). Mengembangkan sistem informasi manajeman perkotaan termasuk penggunaan sistem tender elektronik dan pos pengaduan KK; 5). Pengembangan Kapasitas Manajemen Pemerintahan termasuk penguatan SDMAparatur. f. Membina keluarga sakinah dan meningkatkan kesejahteraan keluarga sebagai sendi utama kota, diarahkan melalui : 1). Meningkatkan per an publik per empuan dalam pembangunan dan kesetaraan gender; 2). Meningkatkan pembinaan kesejahteraan keluarga termasuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga; 3). Mencegah pengaruh budaya pornografi, pornoaksi dan kekerasan (traficking); 4). Melindungi keluarga dari pengaruh lingkungan sosial yang tidak sehat seperti bahaya minuman keras, perjudian. Narkoba dan HIV/AIDS diarahkkan melalui : 1). Melaksanakan azas-azas dengan daya dukung lingkungan 4). Peningkatan Pengelolaan

5). Mengembangkan wisata bahari dan lingkungan serta

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangk aMenengah Daerah (RPJMD) KotaBalikpapanTa

Tahun 2006 - 2011

BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

A. Program Pembangunan Daerah (Terlampir) B. Rencana Kerja (Terlampir) C. Belanja Langsung yang terdiri dari Belanja Non Pegawai, serta Pengadaan Barang dan Jasa yang dilaksanakan oleh Masing-masing SKPD (Terlampir)

Pemerintah Kota Balikpapan

Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan Tahun 2006 - 2011

BAB VIII P E N U T U P RPJMD Kota Balikpapan Tahun 2006-2011 merupakan penjabaran dari RPJM Nasional, RPJMD Propinsi Kalimantan Timur dan Rancangan RPJP Kota Balikpapan Tahun 2006-2026, dan sebagai implementasi dari penjabarannya setiap tahun diwujudkan dalam bentuk RKPD. Dalam proses penyusunan RPJMD ini terdapat program-program transisi yang merupakan pembulatan dari Rencana Strategis (Renstra) Kota Balikpapan Tahun 2001-2006, oleh sebab itu untuk mengakomodasikan program dimaksud sudah dialokasikan dalam RKPD Tahun 2007.

RPJMD ini selain berisi mengenai kebijakan dan program strategis juga memuat proyeksi Belanja Langsung khususnya Belanja Pegawai Non Gaji serta Belanja Barang dan Jasa lainnya, sehingga dapat tercermin rencana investasi Pemerintah dalam tahun 2006-2001, yang bersumber dari Lintas Biaya (APBN, APBD Propinsi dan APBD Kota).

Balikpapan, 14 Desember 2006 WALIKOTA BALIKPAPAN t t d H. IMDAAD HAMID, SE.

Pemerintah Kota Balikpapan