P. 1
Pendekatan Catatan SOAP

Pendekatan Catatan SOAP

|Views: 713|Likes:
Dipublikasikan oleh xmadhuvidya
materi kuliah Dokumentasi Kebidanan, dengan pokok bahasan Pendokumentasian Kebidanan dengan Pendekatan SOAP
materi kuliah Dokumentasi Kebidanan, dengan pokok bahasan Pendokumentasian Kebidanan dengan Pendekatan SOAP

More info:

Published by: xmadhuvidya on Oct 24, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2014

pdf

text

original

PENDOKUMENTASIAN KEBIDANAN DENGAN PENDEKATAN SOAP

OLEH : Senia I. Hardita. SST

Pendokumentasian Kebidanan
• Sesuai dengan Kepmenkes No. 938/menkes/sk/viii/2007 tentang Standar Asuhan Kebidanan. Tercantum di dalamnya tentang pencatatan asuhan kebidanan. • Standar VI : Bidan melakukan pencatatan secara lengkap, akurat, singkat, dan jelas mengenai keadaan dan kejadian yg ditemukan dalam memberikan asuhan kebidanan.

Pendekatan SOAP
• Ditulis dalam bentuk catatan perkembangan SOAP • S adalah data subjektif, mencatat hasil anamnesa. • O adalah data objektif, mencatat hasil pemeriksaan. • A adalah analisa. Assessment, mencatat diagnosa dan masalah kebidanan.

Assassment Kebidanan (Kehamilan)
I. Hamil atau tidak II. Primi atau multigravida III. Tuanya kehamilan IV. Anak hidup atau mati V. Anak tunggal atau kembar VI. Letak anak VII. Anak intra atau ektrauterin VIII.Keadaan jalan lahir IX. Keadaan umum ibu
Contoh : Ny “B” primigravida, usia kehamilan 24 minggu, janin hidup, tunggal, intrauterine, keadaann umum ibu baik. Masalah : keluhan merasa mudah lelah Kebutuhan : 1. Mengatasi keluhan ibu. 2. Menganjurkan utk pemeriksaan hB

Pendekatan SOAP
• P adalah pelaksanaan, mencatat seluruh perencanaan dan pelaksanaan yang sudah dilakukan, seperti tindakan antisipatif, tindakan segera, tindakan secara komprehensif: penyuluhan, dukungan, kolaborasi, evaluasi/ follow up dan rujukan

Planning pada SOAP
• Rencana asuhan disusun berdasarkan : prioritas dan kondisi klien. • Memilih asuhan yang aman sesuai kondisi dan kebutuhan klien berdasarkan evidence based dan memastikan bahwa asuhan tersebut bermanfaat. • Implementasi asuhan dilakukan sesuai standar, kemudian dicatat. • Evaluasi asuhan dilakukan segera setelah selesai melakukan asuhan sesuai dengan kondisi klien.

Subyektif
Mengumpulkan Data Obyektif

Interpretasi Data
Diagnosa/Masalah Pot. Menetapkan Kebutuhan Assessment

Menyusun Rencana Pelaksanaan Asuhan Evaluasi hasil asuhan Perencanaan

Contoh kasus
Ibu dora berusia 26 tahun, G2P1A0 yg untuk kedua kalinya pemeriksaan kehamilan.Ia sdh pernah datang untuk kunjungan antenatal pertama pada 3 bln yl, saat usia kehamilan 12 mg. Ia mengatakan bahwa pd umumnya merasa baik-baik saja. Mulai merasakan bayinya bergerak 3 minggu yg lalu. Mengeluh gusinya berdarah, ia mengalami konstipasi.

Dokumentasi

KESIMPULAN
• S adalah data subjektif, mencatat hasil anamnesa. • O adalah data objektif, mencatat hasil pemeriksaan. • A adalah analisa. Assessment, mencatat diagnosa dan masalah kebidanan. • P adalah pelaksanaan, mencatat seluruh perencanaan dan pelaksanaan yang sudah dilakukan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->