Anda di halaman 1dari 8

Pendahuluan

1. Pengertian Hukum dagang Ahli hukum dalam hal memberikan definisi tetang hukum masih ada yang memilki perbedaan oendapat tentang apa itu hukum. Sehingga hal ini meyebabkan pengertian hukum yang diberikan masih terpengaruh dari sudut pandang dan pengetahuan yang diketahui para ahli. Beberapa definisi hukum menurut para ahli : a. Leon duguit Hukum adalah aturan tingkah laku para anggota masyarakat,atutan yang daya penggunaaannya pada saat tertentu di indahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran tersebut. b. Imanuel kant Hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan dengan kehendak bebas dari orang lain. Menurut peraturan hukum tentang kemerdekaan. c. S.M. Amin SH Hukum adalah kumpulan-kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari normanorma dan sanksi-sanksi dan tujuan hukum adalah mengadakan ketertban dalam pergaulan manusia sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara. Pengertian ini berbeda antara satu dengan lainnya tergantung pada sudut pandang masing-masing orang memahaminya. Sehingga hukum secara ringkas dapat kita simpulkan dalam 4 unsur yakni. 1. Peraturan dalam tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
2. Peraturan itu diaadakan oleh badan-badan resmi yang berwenang

3. Peraturan itu bersifat memaksa


1

4. Sanksi atas pelanggaran itu adalah tegas Keempat unsure tersebut dapat menjelaskan tentang apa itu hukum. Sedangkan Perdagangan/perniagaan di definisikan sebagai pekerjaan membeli barang dari suatu tempat / suatu waktu dan menjual barang itu ditempat lain/pada waktu yang berikut dengan maksud memperoleh keuntungan. Hukum dagang ialah hukum yang mengatur tingkah laku manusia yang turut melakukan perdagangan untuk memperoleh keuntungan .. 2. Sejarah hukum Dagang Hukum dagang sejak dahulu sudah ada sejak jaman romawi.(corpus lurus civilis) namun karena ketidak mampuan romawi dalam menyelesaikan masalah perdagangan maka pada abad ke-16 & ke- 17 dibuat hukum baru yang berdiri sendiri diluar hukum romawi yang berlaku bagi golongan yang disebut hukum pedagang (koopmansrecht) khususnya mengatur perkara di bidang perdagangan (peradilan perdagangan ) dan hukum pedagang ini bersifat unifikasi. Karena bertambah pesatnya hubungan dagang maka pada abad ke-17 diadakan kodifikasi dalam hukum dagang oleh mentri keuangan dari raja Louis XIV (1613-1715) yaitu Corbert dengan peraturan (ORDONNANCE DU COMMERCE) 1673. Dan pada tahun 1681 disusun ORDONNANCE DE LA MARINE yang mengatur tentang kedaulatan Dan pada tahun 1807 di Perancis di buat hukum dagang tersendiri dari hukum sipil yang ada yaitu (CODE DE COMMERCE ) yang tersusun dari ordonnance du commerce (1673) dan ordonnance du la marine(1838) . Pada saat itu Nederlands menginginkan adanya hokum dagang tersendiri yaitu KUHD belanda , dan pada tahun 1819 drencanakan dalam KUHD ini ada 3 kitab dan tidak mengenal peradilan khusus . lalu pada tahun 1838 akhirnya di sahkan . KUHD Belanda berdasarkan azas konkordansi KUHD belanda 1838 menjadi contoh bagi pemmbuatan KUHD di Indonesia pada tahun1848 . dan pada akhir abad ke-19 Prof. molengraaff merancang UU kepailitan sebagai buku III di KUHD Nederlands menjadi UU yang berdiri sendiri (1893 berlaku
2

1896).Dan sampai sekarang KUHD Indonesia memiliki 2 kitab yaitu , tentang dagang umumnya dan tentang hak-hak dan kewajiban yang tertib dari pelayaran 3. Hubungan hukum dagang dan Hukum Perdata Hukum dagang mrupakan hukum perdata khusus bagi meraka yang melakukan aktifitas perdagangan.dan sebagai sumber hukum yang utama dalam melakukan kegiatan perdagangan di Indonesia selain menggunakan KUH perdata juga menggunakan kodifikasi KUHD (Wetboek van koophandel). Sehingga secara luas hukum perdata telah mencakup hukum dagang pula. Sedangkan untuk asas yang digunakan dalam hubungan antara hukum perdata dan hukum dagang adalah lex spesialis derograt lex spesialis) yakni hukum perdata yang bersifa umum berlakunya lebih diutamakan bagi peraturan yang bersifa tkhusus (hukum dagang).

Pengertian Umum Hukum dagang


1. Pengertian Pengusaha, Perusahaan, Urusan Perusahaan. a. Pengusaha

pengertian pengusaha adalah setiap orang atau badan hukum yang langsung bertanggungjawab dan mengambil risiko di dalam perusahaan dan juga mewakilinya secara sah. b. Perusahaan Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk mendapatkan penghasilan, dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan (Prof. Molengraaff) Sehingga Yang dinamakan perusahaan adalah jika memenuhi unsur-unsur dibawah ini, yakni : Terang-terangan

Teratur bertindak keluar, dan Bertujuan untuk memperoleh keuntungan materi c. Urusan perusahaan Urusan perusahaan (handelszaak) adalah segala macam urusan (segala sesuatu yang berwujud benda), baik yang bersifat materiil atau immateriil yang termasuk dalam lingkungan perusahaan (H.M.N.Purwosutjipto). Dari segi ekonomi, urusan perusahaan adalah segala harta kekayaan dan usaha yang terdapat dalam lingkungan perusahaan sebagai salah satu kesatuan yang bulat dengan perusahaan yang digunakan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Menurut H.M.N Purwosutjipto urusan perusahaan terdiri dari : Benda tetap (benda tidak bergerak) o Benda tetap berwujud, misalnya: tanah,kapal,pesawat o Benda tetap yang tidak berwujud, misalnya hipotik, hal tanggungan Benda bergerak o Benda bergerak yang berwujud, misalnya peralatan kantor, mobil, barang dagangan o Benda bergerak yang tidak berwujud, misalnya merek, hak paten, piutang, goodwill, gadai, nama perusahaan Bukan benda, misalnya :utang, langganan, rahasia perusahaan dan relasi 2. Pengertian Menjalankan Perusahaan, Pekerjaan, Pembantu Pengusaha,Hubungan Kerja a. Menjalankan perusahaan Dalam menjalankan sebuah perusahaan sesuaidengan pengertian perusahaan itu sendiri maka perusahaan dijalankan sesuai dengan tiga unsure pengertian tersebut yakni secara terangan-terangan,teratur bertindak keluar serta bertujuan untuk
4

mendapatkan keuntungan. Dalam menajalankan perusahaan maka perusaan pada awalnya harus mempunyai SIUP
b. Pembantu pengusa

Di dalam menjalankan kegiatan suatu perusahaan tidak mungkin melakukan usahanya seorang diri. Oleh karena itu, diperlukan bantuan orang/pihak lain untuk membantu melakukan kegiatan-kegiatan tersebut.Pembantu-pembantu dalam perusahaan dapat dibagi menjadi dua fungsi: Pembantu di dalam perusahaan. Bersifat sub ordinasi, yaitu hubungan atas dan bawah sehingga berlaku suatu perjanjian perburuhan. Pembantu di luar perusahaan. bersifat koordinasi, yaitu hubungan yang sejajar, sehingga berlaku suatu perjanjan pemberian kuasa yang akan memperoleh upah. Dengan demikian, hubungan antara keduanya dapat bersifat : o Hubungan perburuhan (lihat Pasal 1601a KUHP) o Hubungan pemberian kuasa (lihat Pasal 1792 KUHP) o Hubungan hukum pelayanan berkala (lihat Pasal 1601 KUHP)

c. Hubungan kerja Dalam sebuah pekerjaan/perusahaan maka didalamnya akan muncul hubungan kerja antara pekerja dan pengusaha. Hubungan kerja tersebut terbagi menjadi dua yakni :
Bersifat sub ordinasi, yaitu hubungan atas dan bawah sehingga berlaku suatu

perjanjian perburuhan.
5

bersifat koordinasi, yaitu hubungan yang sejajar, sehingga berlaku suatu

perjanjan pemberian kuasa yang akan memperoleh upah. Dengan demikian, hubungan antara keduanya dapat bersifat : o Hubungan perburuhan (lihat Pasal 1601a KUHP) o Hubungan pemberian kuasa (lihat Pasal 1792 KUHP) o Hubungan hukum pelayanan berkala (lihat Pasal 1601 KUHP)

3. Dasar Hukum Pembukuan Dalam KUHD

Kewajiban sebuah perusahaan adalah melakukan pembukuan yakni menyelenggarakan catatan-catatan menurut syarat-syarat perusahaannya tentang keadaan hartanya dan tentang apa yang berhubungan dengan perusahaannya, dengan cara yang sedemikian sehingga dari catatan-catatan yang diselenggarakan itu sewaktu-waktu dapat diketahui semua hak dan kewajibannya. Dasar hukumnya adalah KUHD pasal 6.
4. Sifat, Tujuan Dan Manfaat Pembukuan

Sifat pembukuan adalah rahasia (asas kerahasiaan) pasal 12 KUHD artinya pembukuan yang dilakukan oleh pengusaha adalah rahasia dan tidak untuk public. Manfaat dari pembukuan yakni pasal 7 KUHD menyatakan
Penilaian

terhadap

pembukuan

tersebut

diserahkan

pada

hakim

utk

mempergunakan catatan/pembukuan tersebut sebagai alat bukti,bahkan untuk menguntungan orang yg membuat catatan itu.
Hakim dapat memerintahkan untuk memperlihatkan catatan itu atas permintaan

salah satu pihak apabila terjadi sengketa.

Penyimpanan catatan selama 30 tahun dan 10 tahun. (Berhubungan dg

kedaluarwarsa/verjaring suatu pembebasan dari suatu perikatan.

5. SIUP Dan Wajib Daftar Perusahaan,Perusahaan Yang Wajib Memiliki SIUP Dan

DP
a. SIUP (surat ijin usaha perdagangan) SIUP adalah Izin Usaha yang dikeluarkan Instansi Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota/Wilayah sesuai domisili perusahaan. SIUP digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha dibidang Perdagangan Barang/Jasa di Indonesia sesuai dengan KLUI Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia.

b. Wajib daftar perusahaan Dalam mendirikan sebuah perusahaan ada suatu kewajiban yang harus dipenuhi selain SIUP yakni WDP (wajib daftar pajak)sebagaimana sesuai dengan UU no 3 tahun 1982 tentang wajib pajak perusahaan. WDP sesuai dengan pasal 1 adalah adalah : daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan Undang-undang ini dan atau peraturan-peraturan pelaksanaannya, dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari kantor pendaftaran perusahaan c. Perusahaan yang wajib memiliki SIUP dan WDP Perusahaan yang wajib didaftar dalam Daftar Perusahaan adalah setiap perusahaan yang berkedudukan dan menjalankan usahanya di wilayah Negara Republik Indonesia menurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,termasuk di dalamnya kantor cabang, kantor pembantu, anak perusahaan serta agen dan perwakilan dari perusahaan itu yang mempunyai wewenang untuk mengadakan perjanjian.(pasal 7 UU no 3 1982) Namun ada pengecualian yakni :
7

Perusahaan Kecil Perorangan


Perusahaan yang diurus, dijalankan,atau dikelola oleh pribadi milik sendiri,

atau hanya dengan memperkerjakan anggota keluarga sendiri.


Perusahaan yang tidak diwajibkan memiliki ijin usaha atau surat keterangan

yang dipersamakan dengan itu yang diterbitkan oleh instansi yang


berwenang. Perusahaan yang tidak merupakan suatu badan hukum atau persekutuan. Namun demikian perusahaan yang bersangkutan dapat didaftarkan dalam Daftar Perusahaan apabila perusahaan yang bersangkutan menghendakinya. Selanjutnya diatur bahwa usaha atau kegiatan yang bergerak diluar bidang ekonomi atau sifat dan tujuannya tidak semata mata mencari keuntungan dan atau laba, tidak dikenakan WDP