Anda di halaman 1dari 18

KOMPONEN-KOMPONEN DALAM CPU 1.

Motherboard Motherboard adalah salah satu komponen dari Rangkaian Komputer, Komponen tersebut dinamakan Motherborad karena memang

komponen ini merupakan komponen utama dari rangkaian CPU, jadi motherboard dapat diartikan dalam bahasa Indonesia adalah Papan Induk atau papan utama. Tanpa motherboard, komponen-komponen lain tidak bisa berfungsi. Seperti halnya tubuh manusia, motherboard juga ternyata ikut berovolusi. Dari komputer generasi pertama, hingga generasi yang ada saat ini, MotherBoard terus mengalami perubahan bentuk. Seiring perubahan bentuk, nama-namanya pun ikut berubah. Berikut ini sejarah perkembangan bentuk dan nama motherboard. a. PC dan XT Motherboard pertama yang populer adalah motherboard yang didesign untuk PC pertama, yaitu original IBM PC yang di rilis pada Agustus 1981. Kemudian IBM mengeluarkan versi keduanya, yaitu XT, yang di rilis pada Maret 1983. Motherboad untuk IBM PC dan XT ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama.Bedanya XT memiliki jumlah slot expansion yang lebih banyak.

Gambar pertama (kiri) menunjukkan motherboard untuk Original IBM PC. Sedangkan gambar kedua (kanan), menunjukkan motherboard untuk XT.

b. Full Size AT Full-Size AT ini mendapatkan debut pertamanya saat IBM memperkenalkan PCAT (Advanced Technology) pada Agustus 1984. Motherboard ini di design untuk memenuhi kebutuhan processor 16 bit-286 dari Intel, yang membutuhkan lebih banyak ruang dari yang bisa disediakan oleh motherboard pendahulunya, XT. c. Baby AT IBM adalah produsen komputer pertama, yang menggunakan board terkecil. Yaitu saat IBM memperkenalkan XT-286 pada September 1986. Namun sayangnya, penggunaan nama "XT" ini rupanya membuat orang jadi bingung. Orang-orang mengira bahwa board XT-286 itu masih menggunakan teknologi yang sama dengan dengan board yang dibuat pada 1981 (IBM-XT). Dan hal itu berakitbat buruk bagi penjualan XT-286. Dan pada saat yang sama, perusahaan lain juga sedang mengembangkan board seukuran XT namun untuk kelas AT. Dan mereka berpikir, daripada memberi nama board tersebut dengan nama XT-size yang akhirnya juga akan membingungkan banyak orang, mereka akhirnya memutuskan untuk memberinya nama Baby-AT. Nama ini dipilih agar orang mengerti bahwa board tersebut telah menggunakan teknologi AT, namun menggunakan ukuran yang lebih kecil. Dan pada dasarnya, Baby-AT ini mempunyai ukuran dan design yang sama dengan IBM XT. Bedanya terletak pada layout dari penempatan lubang untuk mur atau baut yang disesuaikan dengan gaya dari casing AT. Motherboard ini juga mempunyai tempat yang spesifik untuk keyboard, dan slot connector yang pas dengan lubang pada casing.

Baby-AT ini bisa digunakan untuk menggantikan system yang menggunakan motherboard full-size AT. Baby-AT juga bisa fit dengan beberapa jenis design casing. Karena flexibilitasnya inilah, yang membuat Baby-AT sangat populer, dan terus digunakan dari tahun 1983 hingga awal tahun 1996. d. LPX Motherboard LPX dan mini-LPX ini secara original di kembangkan oleh Western Digital, tepatnya tahun 1987. Walau akhirnya Western Digital tidak lagi memproduksi motherboard, namun design asli dari LPX ini telah banyak ditiru dan terus diproduksi oleh pabrik pembuat motherboard lainnya. Namun, akibat dari tidak adanya design spesifik untuk riser card, hingga menyebabkan tidak adanya standarisasi dan kesamaan dari masing-masing pabrik dalam hal porsi penggunaan dari bus riser card ini. Dan itu menyulitkan bagi user untuk memperbaiki, mengupgrade, atau mengganti sistem yang menggunakan board jenis ini

2.

Microprocessor Microprocessor adalah sebuah perangkat keras yang menjadi otak sebuah komputer dan apabila komputer tanpa processor maka komputer tidak dapat dijalankan. Processor sering juga disebut sebagai pusat pengendali atau otak

komputer yang didukung oleh komponen lainnya. Microprocessor yang lebih sering disebut atau nama lain dari processor adalah pusat pelaksana seluruh kerja komputer yang sekarang ukurannya sudah mencapai Gigahertz (GHz). Ukuran tersebut adalah hitungan kecepatan prosesor dalam memproses data atau informasi. Banyak merk prosesor yang beredar dipasaran di antaranya Intel, AMD, IBM, Apple, Cyrix VIA, dan IDT. Namun, ada 2 perusahaan yang tekenal di dunia sebagai pengembang processor untuk komputer, yaitu AMD dan Intel. Intel, pertama mengeluarkan produknya yaitu Pentium. Perkembangan Pentium dilakukan hingga saat ini karena Pentium merupakan salah satu processor terbaik yang pernah dipasarkan. Pentium yang pertama bernama Pentium 1 kemudian berkembang menjadi Pentium 4 dan sekarang telah mencapai Dual Core Pentium dan Quad Core Pentium. Keunggulan dari pentium yaitu memiliki kekuatan terhadap panas dan tidak mudah rusak walaupun dipakai hingga 24 jam nonstop. Selain mengandalkan Pentium, Intel juga memiliki Core i3, i5, i7 untuk processor urusan desain grafis. Sedangkan untuk kantoran Intel

mengandalkan Celeron dan Dual Celeron yang dapat dibeli dengan harga terjangkau. Untuk sebuah server Intel mengeluarkan Intel Xeon. Selain di atas ada keluarga processor Core 2 yaitu Core 2 Duo dan Core 2 Quad. Pesaing terbesar Intel yaitu AMD mempunyai banyak beragam processor mulai dari single core sampai quadcore. AMD memiliki keunggulan harga terjangkau dan sangat bagus untuk desain grafis. Contoh produk AMD adalah AMD Phenom X4, AMD Athlon X2, Athlon X4, AMD Turion dan lain-lain. Kelemahan AMD adalah panas yang terlalu tinggi sehingga dibutuhkan minimal 2 fan di dalam CPU komputer.

3.

I/O Contoller and Connector I/O Contoller and Connector merupakan suatu perangkat membantu dalam sebuah untuk CPU yang bertugas

processor

melakukan koneksi

dengan komponen pendukung yang terdiri dari suatu IC kendali dan konektor. 4. VGA Card VGA card merupakan bagian dari

komputer yang terdapat dalam CPU yang berperan penting untuk menampilkan output proses ke monitor. Tanpa VGA card, layar komputer tidak akan menampilkan apa-apa. VGA card berfungsi untuk mengirimkan data-data visual ke monitor sehingga dapat dilihat oleh pengguna. Berdasarkan jenis slot atau bagian dari VGA yang terpasang ke komputer, VGA card dapat dibagi menjadi 3, yaitu: a. VGA PCI VGA card ini bisa digunakan dengan memasangkan pada slot VGA. VGA jenis ini sudah jarang sekali digunakan, karena keterbatasan fitur. Ciricirinya adalah pada slot-nya bagian depan terdapat coakan dan jenis pinnya lurus secara vertikal. b. VGA AGP Awal pembuat VGA AGP karena peningkatan yang signifikan terhadap transfer data dari memori CPU ke peralatan display, sehingga dibuatkan slot AGP. VGA AGP diluncurkan berdasarkan nilai voltase yang digunakan, yaitu AGP 1x dan 2x dengan voltase 3.3 volt, sedangkan 4x dan 8x 1,5 volt. VGA AGP terakhir yang muncul adalah jenis pro dan pro universal dengan kemampuan 3.3 dan 1,5 volt. Ciriciri VGA ini adalah bentuk pinnya yang vertikal dengan bentuk mirip formasi sarang lebah. c. VGA PCI Express VGA PCI Express memiliki kemampuan yang luar biasa, dengan nama PCI Express, dirancang untuk memasang peralatan-peralatan mutakhir. Dua versi slot PCI Express yang terkenal adalah PCI Express 1 x dan 16 x. PCI Express 16 x digunakan khusus untuk memasang VGA jenis PCI

Express, dan 1x untuk keperluan memasang peralatan-peralatan tambahan. Ciri fisik VGA PCI Express adalah dengan melihat bentuknya yang memiliki bentuk kebalikan dari PCI biasa.

5.

Memory RAM (Random Access Memory) RAM adalah suatu memori baca tulis, artinya data dapat dibaca dari atau ditulis ke RAM dan dapat dilakukan secara berulang-ulang dengan data yang berbeda-beda. Jenis memori ini merupakan jenis volatile (mudah menguap), yaitu data yang tersimpan akan hilang jika satu dayanya dimatikan. Saat ini terdapat beberapa jenis memori khususnya untuk personal desktop, atau komputer biasa, antara lain: a. SDRAM (Synchronous Random Acces Memory) Pada umumnya SDRAM digunakan untuk komputer Pentium 2 sampai awal pentium 4. Pada AMD, digunakan pada K5 K6 dan K7 awal (Duron, Athlon), terdapat 2 buah notch, memiliki jumlah pin 168, sehingga pada suatu sisi pin terdapat angka 1, angka 85, angka 86 dan angka 168. SDRAM memiliki kecepatan yang biasa dikenal dengan istilah PC, yaitu PC-66, PC-100, PC-133 dan PC-150. b. DDR-SDRAM (Double Data Rate Random Acces Memory) DDR-SDRAM digunakan pada Intel yaitu pada sebagian Pentium III dan Pentium 4 (pertengahan 1,7 GHz - 2,4 GHz). Pada AMD, DDR digunakan pada Duron dan Athlon XP, bahkan Athlon 64 juga ada yang menggunakan memory ini. Perbedaan dengan SDRAM adalah pada notch (coakan) yang ada, pada DDR hanya terdapat 1 notch, yaitu di bagian tengah agak menjauhi pin nomor 1. Jumlah pin dari DDR ada 184 pin, sedangkan kecepatan DDR 2 adalah, PC-1600(DDR200), PC-2100(DDR266), PC-2700(DDR333), dan PC-3200(DDR400).

c. RDRAM (Rambus Dynamic Random Acces Memory) RAM yang menggunakan RIMM sebagai socketnya dengan ukuran yang lebih kecil dari DIMM (Socket yang digunakan untuk SDRAM dan DDRAM).Dengan Bus Speed sebesar 800 Mhz. Umumnya digunakan pada komputer dengan prosesor intel Pentium 1. d. VGRAM (Video Graphic Random Acces Memory) RAM yang digunakan secara khusus pada video adapter atau video card, berfungsi untuk mendukung video adapter dalam menghasilkan tampilan proses yang sedang atau yang telah berlangsung pada computer. Besarnya kapasitas VGRAM akan menentukan kualitas gambar atau tampilan yang dihasilakan oleh video adapter tersebut.

6.

Memory ROM (Read Only Memory) ROM adalah jenis memori yang hanya bisa dibaca tetapi tidak bisa ditulis secara berulang-ulang. Memori ini berjenis non-volatile artinya data yang disimpan tidak mudah menguap atau dengan kata lain tidak mudah hilang walaupun satu dayanya dimatikan. Memori ini biasa digunakan untuk menyimpan program utama dari suatu sistem. Ada beberapa jenis ROM yang pernah beredar dan terpasang pada komputer, antara lain: a. PROM (Programmable Read Only Memory) PROM adalah salah satu jenis ROM, merupakan alat penyimpan berupa memori yang hanya bisa dibaca isinya. PROM memang tergolong memori non-volatile, artinya program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan (tidak mendapatkan daya listrik). Program yang tersimpan di dalamnya bersifat permanen. Biasanya digunakan untuk menyimpan program bahasa mesin yang sudah menjadi bagian hardware komputer. Contohnya adalah program yang men-start komputer ketika komputer baru dinyalakan (di-on-kan).

b. EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) PROM berbeda dengan PROM. EPROM adalah jenis chip memori yang dapat ditulisi program secara elektris. Program atau informasi yang tersimpan di dalam EPROM dapat dihapus bila terkena sinar ultraviolet dan dapat ditulisi kembali. Kesamaannya dengan PROM adalah keduanya merupakan jenis ROM, termasuk memori non-volatile, data yang tersimpan di dalamnya tidak bisa hilang walaupun komputer dimatikan, tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya. Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi chip EPROM adalah UV PROM eraser c. EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) EEPROM adalah komponen yang banyak digunakan dalam komputer dan peralatan elektronik lain untuk menyimpan konfigurasi data pada peralatan elektronik tersebut. Kapasitas atau daya tampung simpan datanya sangat terbatas. Pada sistem hardware komputer, chip EEPROM umumnya digunakan untuk menyimpan data konfigurasi BIOS dan pengaturan (setting) sistem yang berhubungan dengannya. Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EEPROM disebut EEPROM Rewriter. Produk EEPROM versi awal, hanya dapat dihapus dan diisi ulang kurang lebih sebanyak 100 kali. Sedangkan produk-produk terbaru dapat dihapus dan diisi ulang (erase-rewrite) sampai ribuan kali (bahkan beberapa informasi menyebutkan mampu sampai 100 ribu kali). d. Flash Memory Flash memory yang dikenal pula dengan sebutan memori flash, adalah memori sejenis EEPROM yang memberikan banyak lokasi memori untuk dihapus atau ditulisi dalam suatu operasi pemrograman. Flash memory tetap dapat menyimpan data tanpa memerlukan penyediaan listrik. Penulisan ke dalam flash memori dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM. Sedangkan penghapusan datanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer, atau langsung secara

elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan software Flash BIOS Programmer. Memori jenis ini banyak digunakan dalam kartu memori, drive flash USB, kamera digital, pemutar MP3, hingga telepon genggam.

7.

Sound Card Sound card merupakan suatu perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengeluarkan suara dan merekam suara. Pada awalnya, Sound Card hanyalah sebagai pelengkap dari komputer. Namun sekarang, sound card adalah perangkat wajib di setiap komputer. Dilihat dari cara pemasangannya, sound card dibagi 3: a. Sound Card Onboard Sound Card Onboard, yaitu sound card yang menempel langsung pada motherboard komputer. b. Sound Card Offboard Sound Card Offboard, yaitu sound card yang pemasangannya di slot ISA/PCI pada motherboard. Rata-rata, sekarang sudah menggunakan PCI. c. Sound Card External Soundcard External, adalah sound card yang penggunaannya

disambungkan ke komputer melalui port eksternal, seperti USB atau FireWire.

8.

Power Supply Power Supply adalah sebuah perangkat yang ada di dalam CPU yang berfungsi untuk menyalurkan arus listrik ke berbagai peralatan computer. Perangkat ini memiliki 5 connector atau lebih, yang dapat disambungkan keberbagai peralatan, seperti motherboard, hardisk, floppy disk drive, dan CD-ROM. Kelima konektor tersebut antara lain:

a. Konektor 20 pin ATX 20 pin konektor ATX yang memasukkan ke dalam sebuah motherboard atx. Jika motherboard Anda memiliki slot untuk 20 pin konektor yang diperlukan untuk Motherboard. b. Konektor 24 pin ATX Beberapa motherboard memerlukan 24 pin ATX Connector. Daya pada power supply 430W dan 500W, baik dengan 20 dan 24 pin konektor. c. Molex Connector Ini adalah IDE konektor yang pasokan daya ke hard drive dan cdroms. d. Konektor Floppy 4 pin konektor floppy merupakan pasokan daya ke floppy drive yang dapat di komputer Anda. e. Konektor Aux Lihat pada motherboard dan lihat apakah ada slot yang menerima 6 pin konektor Aux. Jika ada slot untuk itu maka kemungkinan anda akan membutuhkannya.

9.

Expansion Slot Expansion Slot adalah tempat dimana sebuah papan rangkaian elektronik (circuit board) bisa dipasang dengan cara ditancapkan. Circuit board memiliki beberapa fungsi, misalnya menambah memori, membuat kualitas suara atau gambar lebih bagus, modem, atau menyambungkan network.

10. Hardisk Harddisk merupakan ruang simpan utama dalam sebuah computer. Di situlah seluruh sistem operasi dan mekanisme kerja komputer dijalankan, setiap data dan informasi disimpan.

Dalam sebongkah harddisk, terdapat berbagai macam ruangruang kecil (direktori, folder, subdirektori, subfolder), yang masing-masing

dikelompokkan berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Di situlah data-data diletakkan. Ruang kecil dalam harddisk bekerja dalam logika saling tergantung (interdependent). Informasi dalam satu ruang kadangkala diperlukan untuk menggerakkan informasi yang berada di ruang lain. Ada ruang di mana data di dalamnya tidak boleh diutak-atik atau dipindahkan ke tempat lain, ada ruang di mana kita bisa membuang dan menaruh data secara bergantian sesuai kebutuhan. Harddisk terdiri atas beberapa komponen penting. Komponen utamanya adalah pelat (platter) yang berfungsi sebagai penyimpan data. Pelat ini adalah suatu cakram padat yang berbentuk bulat datar, kedua sisi permukaannya dilapisi dengan material khusus sehingga memiliki pola-pola magnetis. Pelat ini ditempatkan dalam suatu poros yang disebut spindle.

11. CD-ROM and DVD-ROM CD-ROM dan DVD-ROM adalah suatu alat di CPU yang berguna untuk membaca data dari media CD atau DVD. 12. Floppy Disk Drive Floppy disk drive atau yang lebih dikenal dengan FDD adalah alat untuk membaca dan menuliskan data yang tersimpan di sebuah floppy disk (disket).

CARA PEMASANGAN KOMPONEN CPU 1. Penyiapan motherboard Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk,

kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

2.

Memasang Prosessor Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda. Jenis socket 1) Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan. 2) Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka. 3) Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket. 4) Turunkan kembali tuas pengunci.

Jenis Slot 1) Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard 2) Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak 3) Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.

3.

Memasang Heatsink Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan

pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

4.

Memasang Modul Memori Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut. Jenis SIMM

1) Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot. 2) Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot 3) Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul. Jenis DIMM dan RIMM Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan.

1) Rebahkan kait pengunci pada ujung slot 2) Sesuaikan posisi lekukan pada

konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot. 3) Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang. 4) Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

5.

Memasang Motherboard pada Casing Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:

1) Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang. 2) Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.

3) Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.

4) Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

6.

Memasang Power Supply Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut: 1) Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang sekerup pengunci.

2) Hubungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan

sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus

ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

7.

Memasang Kabel Motherboard dan Casing Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.

1) Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard 2) Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard. 3) Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang. 4) Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali. 5) Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard. 6) Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

8.

Memasang Drive Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut: 1) Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing) 2) Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive. 3) Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.

4) Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu).

5) Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive. 6) Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave. 7) Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan. 8) Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard 9) Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

9.

Memasang Card Adapter Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter: 1) Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard.

2) Pasang sekerup penahan card ke casing.

3) Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

10. Penyelessaian Akhir 1) Pasang penutup casing dengan menggeser 2) Sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding. 3) Pasang konektor monitor ke port video card. 4) Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada. 5) Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse). 6) Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.