Anda di halaman 1dari 6

Model-model Perilaku Kesehatan

Ada beberapa model perilaku kesehatan yang terdapat dalam diri manusia. Model perilaku kesehatan tersebut antara lain : 1. Model Suchman Model Suchman adalah model yang berhubungan dengan pola sosial dari perilaku sakit yang tampak pada individu saat mencari, menemukan, dan melakukan perawatan medis. Tentunya perilaku individu ketika mencari, menemukan, dan melakukan perawatan medis akan berbeda satu dengan yang lain. Terdapat empat unsur yang merupakan faktor utama perilaku sakit yaitu : a. perilaku itu sendiri b. sekuensinya c. tempat atau ruang lingkup d. variasi perilaku selama tahap-tahap perawatan medis Contoh model Suchman : Seseorang menderita sakit gigi. Kemudian orang itu berniat pergi ke dokter gigi. Lalu pergilah ia ke dokter gigi, dan melakukan perawatan medis agar sakit yang dideritanya bisa sembuh. Perilakunya mulai dari mencari hingga melakukan perawatan medis inilah yang termasuk dalam model suchman.

2. Model Hochbaum, Kasl dan Cobb, Rosenstock Model ini mengacu pada perilaku individu yaitu pada saat mengalami gejala penyakit maka akan dipengaruhi secara langsung oleh persepsi individu mengenai ancaman penyakit dan keyakinannya terhadap nilai manfaat dari suatu tindakan kesehatan. Dengan kata lain, individu akan bereaksi terhadap pengaruh suatu penyakit, ancamannya, dan apa yang harus dilakukan ketika terkena penyakit tersebut. Sugesti akan tertanam dalam pikirannya.

Contoh model Hochbaum, Kasl dan Cobb, Rosenstock : Ada seseorang yang menderita caries pada giginya. Akan tetapi cariesnya itu belum menimbulkan rasa sakit pada giginya. Salah seorang temannya berkata bahwa caries tersebut tidak harus diobati karena belum menimbulkan rasa sakit. Walaupun persepsi tersebut salah, si penderita percaya saja kepada temannya. Ia juga berpikir akan memeriksakan cariesnya ketika ia sudah merasakan rasa sakit saja. Perilaku seperti inilah yang termasuk dalam model HKCR.

3. Model Fabrega Model Fabrega merujuk pada definisi abstrak tentang perilaku sakit yang dibagi dalam beberapa tingkatan dan menggambarkan konsekuensi keputusan yang diputuskan seseorang selama dalam keadaan sakit. Tindakan apa yang akan dilakukan seseorang selama ia terkena penyakit, apakah itu tindakan positif atau tindakan negatif. Contoh model Fabrega : Seseorang mengalami gigi berlubang yang sudah parah. Alternatif pengobatan yang bisa dia ambil ada 2 yaitu dicabut giginya atau ditambal. Lalu orang tersebut memilih untuk menambal giginya saja. Resiko yang bisa terjadi jika dia menambal giginya adalah giginya akan berlubang kembali. Saat-saat pengambilan keputusan dan resiko yang akan diterima inilah yang merupakan contoh dari model Fabrega.

4. Model Mechanic Model Mechanic adalah model yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan cara orang melihat, menilai, serta bertindak terhadap suatu gejala penyakit. (Mechanic,1962 yang dikutip dalam Muzaham,1995) Contoh model Mechanic : Orang-orang di desa dengan pengetahuan yang minim tidak terlalu mempedulikan kesehatan giginya, karena mereka menganggap gigi yang sehat itu hanya dari sakit atau tidaknya

gigi tersebut. Berbeda dengan orang-orang di kota yang selalu rutin memeriksakan kesehatan giginya 6 bukan sekali, disebabkan karea mereka sadar akan kesehatan gigi dan pentingnya perawatan gigi itu sendiri.

5. Model Andersen Model Andersen adalah model yang menggambarkan suatu sekuensi determinan individu terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh keluarga, dan menyatakan bahwa hal itu tergantung pada: predisposisi keluarga untuk menggunakan jasa pelayanan kesehatan, kemampuan mereka untuk melaksanakannya, dan kebutuhan meraka terhadap jasa pelayanan tersebut. Contoh model Andersen : Kebutuhan pelayanan kesehatan keluarga A tentunya akan berbeda dengan kebutuhan pelayanan kesehatan keluarga B. Dengan keluhan penyakit dan gejalanya yang berbeda-beda tentunya akan membuat pelayanan kesehatan tiap-tiap keluarga berbeda-beda pula.

6. Model Kosa dan Robertson Model Kosa dan Robertson meliputi 4 komponen utama yakni: a. penilaian suatu gangguan kesehatan b. peningkatan rasa khawatir karena persepsi tentang gejala penyakit c. penerapan pengetahuan sendiri terhadap kesehatan d. bentuk tindakan untuk menghilangkan kekhawatiran dan gangguan kesehatan tersebut. Contoh model Kosa dan Robertson : Seseorang mengalami gejala-gejala penyakit sariawan yaitu gusi bengkak. Dia khawatir gusi bengkak tersebut akan mengganggu kinerja gigi dan mulutnya. Oleh karena itu agar kekhawatirannya tidak berlanjut, dengan pengetahuan yang dia miliki, diobatilah sariawan tersebut, yaitu dengan mengkonsumsi lebih banyak vitamin C.

7. Model Antonovsky dan Kats Model Antonovsky dan Kats adalah suatu model terpadu untuk membuat kategori tentang berbagai tipe variabel yang berbeda menurut pola tindakan tertentu, dan membuat spesifikasi mengenai kaitan antara semua variabel tersebut. Tiga golongan variabel di identifikasikan sebagai determinan dalam perilaku pencegahan gangguan kesehatan, termasuk perbuatan tunggal maupun berulang-ulang. Ketiga golongan variabel tersebut adalah : a. motivasi predesposisi b. variabel kendala c. variabel kondisi Contoh model Antonovsky dan Kats : Agar tidak terkena karies gigi, si A mengurangi makan makanan yang manis, rajin menggosok gigi, dan secara rutin pergi ke dokter gigi 6 bulan sekali.

8. Model Langlie Adalah model perilaku pencegahan gangguan kesehatan dengan cara menggabungkan variabel-variabel social psikologi dan model kepercayaan kesehatan dengan karakteristik kelompok social dari model Suchmnan. Perilaku pencegahan kesehatan yang dirumuskan oleh Langlie sebagai suatu tindakan kesehatan yang di sarankan, dan dilaksanakan oleh seseorang yang percaya bahwa dirinya dalam keadaan sehat, guna mencegah penyakit, gangguan kesehatan, atau mendeteksi penyakit pada saat penyakit belum terlihat. Contoh model Langlie : Si B merasa giginya sedang dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan giginya, dia melakukan saran dari dokter gigi berhubungan dengan perawatan gigi 6 bulan sekali, gosok gigi minimal 2 kali sehari, dan lain sebagainya.

9. Locus of Control Model Locus of control adalah teori kepribadian yang mengacu pada sejauh mana orang percaya bahwa mereka dapat mengontrol peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi mereka. Individu dengan internal locus kontrol yang tinggi percaya bahwa peristiwa terutama akibat dari perilaku mereka sendiri dan tindakan. Mereka dengan lokus kontrol eksternal yang tinggi percaya bahwa orang lain kuat, takdir, atau kebetulan akan menentukan peristiwa.
Contoh LCM :

Seseorang percaya bahwa kesehatan gigi dan mulut bisa dikontrol oleh orang itu sendiri. Dengan mengontrol kesehatan gigi dan mulut maka kesehatan gigi dan mulutnya bisa lebih baik.

10. Health Believes Model

Model perilaku ini dikembangkan pada tahun 50an dan didasarkan atas partisipasi masyarakat pada program deteksi dini tuberculosis. Analisis terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat pada program tersebut kemudian dikembangkan sebagai model perilaku. Health belief Model didasarkan atas 3 faktor esensial ; a. Kesiapan individu intuk merubah perilaku dalam rangka menghindari suatu penyakit atau memperkecil risiko kesehatan. b. Adanya dorongan dalam lingkungan individu yang membuatnya merubah perilaku. c. Perilaku itu sendiri. Ketiga faktor diatas dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kepribadian dan lingkungan individu, serta pengalaman berhubungan dengan sarana dan petugas kesehatan. Contoh Health Belief Model : Si B mempunyai kebiasaan yang buruk yang mengakibatkan kesehatan giginya terganggu. Dia jarang menggosok gigi, dan ini mengakibatkan nafas yang keluar dari mulutnya

tidak segar. Karena tidak percaya diri, akhirnya Si B mengubah kebiasaan buruknya itu. Dia mulai rajin menggosok gigi, sehingga nafasnya kembali segar lagi.

***

Sumber : http://rezakuo-burungkasuari.blogspot.com/p/pembahasan-konsep-perilaku-kesehatan.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Locus_of_control http://nanangsyah.blogspot.com/2007/10/health-belief-model.html