Anda di halaman 1dari 21

TUGAS MANDIRI MATA KULIAH TELAAH KURIKULUM BIOLOGI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) KELAS IX SEMESTER I Dosen Pengasuh:

Dra. Siti Wahidah Arsyad, M Pd Dra. H. Noor Ichsan Hayani, M..P Oleh Erya Mathias NIM : A1C209051

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) I. IDENTITAS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan Alokasi Waktu Konsep : SMP : Ilmu Pengetahuan Alam : IX/ I (Satu) : 2 (Dua) : 2 x 40 menit : Proses Pewarisan dan Hasil Pewarisan Sifat beserta Penerapannya. II. STANDAR KOMPETENSI 2. III. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup. KOMPETENSI DASAR 2.3 Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat beserta penerapannya. IV. INDIKATOR 1. Menentukan gamet dari genotip tetua atau induk. 2. Menentukan rasio hasil persilangan monohibrida dan dihibrida melalui bagan. 3. Memberikan contoh pemanfaatan dan dampak teknologi reproduksi dalam kehidupan sehari-hari.

V.

TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat menjelaskan tentang gen, kromosom, genotif, fenotif, dominan resesif, intermediet, hibrida, persilangan monohibrida dan persilangan dihibrida.

2. Siswa dapat menjelaskan keunggulan mengembangbiakan tumbuhan dan hewan dengan memperhatikan sifat unggul 3. Siswa dapat menuliskan simbol-simbol yang digunakan dalam proses pewarisan sifat. VI. MATERI POKOK DAN URAIAN MATERI CARA PEWARISAN SIFAT Genotipe adalah komposisi dan susunan gen-gen dalam tubuh makhluk hidup. Fenotipe adalah sifat-sifat pada makhluk hidup yang dapat diketahui oleh pancaindra (Arisworo dan Yusa. 2007; 103). Ilmu yang mempelajari tentang sifat atau ciri orang tua yang diwariskan kepada keturunannya disebut genetika. Orang yang pertama dipandang sebagai perintis dan peletak dasar-dasar ilmu pewarisan adalah seorang pastur berkebangsaan Austria, yaitu Gregor Mendel (1856). Ia mempelajari cara pewarisan sifat pada ercis atau kacang kapri (Pisum sativum) selama 8 tahun. Mendel menggunakan ercis sebagai objek pengamatannya karena memiliki beberapa keuntungan, antara lain :

Untuk memudahkan cara mempelajarinya, Mendel mencoba memusatkan perhatiannya pada pewarisan satu atau dua sifat saja. Persilangan untuk mengamati pewarisan satu sifat saja disebut monohybrid, sedangkan persilangan dengan dua sifat beda disebut dihibrid. Selain itu dikenal pula persilangan trihibrid (3 sifat beda), tetrahibrid (4 sifat beda), dan seterusnya.

A. Cara Menentukan Gamet Induk. Saat persilangan antara induk jantan tanaman ercis yang tinggi (TT) dengan tinduk betina tanaman ercis yang pendek bila terjadi pembuahan maka gen T bertemu dengan gen t sel telur. Keturunannya (F1) akan memiliki susunan gen Tt (heterozigot) dengan fenotipenya adalah tanaman tinggi. Selanjutnya tanaman F1 dibiarkan melakukan penyerbukan sendiri (F1X F1) Gambaran lengkap hasil penyilangan sampai keturunan kedua (F2) adalah seperti pada bagan dibawah ini : (Ercis tinggi) Induk/ Parental : Gamet : TT T (Ercis tinggi) tt t

F1

Tt (Ercis tinggi)

Dari percobaan tersebut ditemukan beberapa fakta menarik, yaitu : a) Dari penyilangan dua induk galur murni yaitu ercis tinggi dan ercis pendek ditemukan bahwa semua keturunan pertamanya (F1) adalah ercis tinggi. Kenyataan ini menunjukkan bahwa gen yang menentukan sifat tinggi adalah dominan. Sebaliknya gen untuk sifat pendek adalah resesif. b) Dari hasil penyilangan sebdiri antara F1 (F1X F1) ternyata sifat pendek muncul kembali,. Berarti gen penentu sifat pendek tersembunyi pada tanaman F1. c) 1) Pada keturunan F2 dihasilkan : Tiga macam genotipe, yaitu TT, Tt, dan tt.

2)

Dua macam fenotipe, yaitu ercis tinggi dan ercis pendek dengan perbandingan 3: 1. Artinya dari setiap 4 keturunan F2 dan 1 ercis pendek (25%). hasil persilangan F1 yang heterozigot (Tt) dihasilkan 3 ercis tinggi (75%)

B. Merunut Genotipe Untuk merunut genotipe keturunan keduanya (F2) dapat dilakukan dengan dua cara yaitu uji silang ( test cross ) dan persilangan kembali (back cross). Test cross adalah menyilangkan keturunan dengan induk resesifnya yaitu induk yang homozigot resesif. Back cross adalah menyilangkan kembali keturunannya dengan salah satu induknya. Dalam hal ini dapat disilangkan dengan ercis galur murni untuk sifat tinggi TT (homozigot dominan) atau untuk sifat pendek tt (homozigot resesif). Back cross dengan induk resesifnya sama dengan melakukan test cross.

Tabel Perunutan genotipe pada tanaman ercis


Test Cross ( Induk resesif) Tanaman uji Penyilangan Ercis tinggi Ercis tinggi ( ___?) 1. Keturunan 2. X Ercis pendek (tt) Ercis tinggi = 2 bagian (50%) Ercis pendek = 2 bagian (50%) Semua ercis berfenotipe tinggi Back Cross (Induk dominan) Ercis tinggi Ercis tinggi X Ercis tinggi ( ___?) (TT)

Dihasilkan ercis pendek (tt) hanya mungkin bila ercis yang di uji membawa gen t. Sifat tinggi (50%) Hasil T. Jadi, ercis yang diuju bergenotipe Tt.

Karena semua keturunan berfenotipe tinggi, ada dua kemungkinan genotipe yaitu TT dan Tt

ditentukan oleh adanya gen dominan ercis yang diuji tersebut,

Berdasarkan hasil tersebut maka ditemukan rumusan pasangan gen yang merupakan pasangan alel tersebut yang dipisahkan ke dalam gamet-gametnya. Sehingga rumusan tersebut dikenal sebagai hukum Mendel I atau hukum segregasi yang berbunyi Pasangan alel gen akan dipisahkan satu dengan yang lain pada saat pembentukan gamet . C. Pewarisan Sifat dan Bibit Unggul Hukum Mendel dapat digunakan untuk menghasilkan tanaman atau ternak bibit unggul. Sifat-sifat unggul tanaman antara lain adaptif (mudah menyesuaikan diri) terhadap berbagai kondisi lingkungan, misalnya cuaca buruk dan kekeringan ; tahan terhadap hama dan penyakit; lebih cepat menghasilkan ; pproduktivitasnya tinggi dan rasanya enak; atau untuk tanaman menahun mempunyai masa produksi yang lebih lama. Sifat-sifat unggul hewan, antara lain tahan terhadap penyakit; hewan pedaging menghasilkan daging ayam yang lebih banyak dan enak, unggas petelur menghasilkan telur yang banyak; atau sapi menghasilkan susu yang lebih banyak. Untuk memperoleh bibit unggul, dapat dilakukan dengan seleksi dan hibridisasi. Kedua proses ini berkaitan erat. Sebelum dilakukan hibridisasi, dilakukan dulu proses seleksi. Seleksi adalah pemilihan sifat-sifat tanaman dan hewan yang sesuai dengan kehendak manusia. Misalnya, untuk menghasilkan bahan pangan, diseleksi tanaman dengan sifat-sifat produktivitas tinggi, rasanya enak, serta tahan hama dan penyakit. Untuk hewan diseleksi hewan-hewan

penghasil daging, telur, dan susu yang tinggi. Seleksi yang dilakukan dengan terus menerus dan dalam waktu yang sangat lama akan mengakibatkan organisme dengan sifat unggul akan semakin bertambah. Sebaliknya, organisme dengan sifat-siifat yang tidak dikehendaki akan makin berkurang atau bahkan punah. Hibridisasi/ pembastaran/ persilangan adalah mengawinkan dus individu sejenis yang berbeda sifatnya sehingga diperoleh keturunan dengan sifat-sifat unggul yang dimiliki kedua induknya. Misalnya, induk varietas padi yang produktivitasnya tinggi, tetapi tidak tahan terhadap hama dan penyakit dengan induk varietas padi yang produktivitasnya rendah, tetapi tahan terhadap hama dan penyakit, diharapkan menghasilkan keturunan dengan sifat produktivitasnya tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit. Bibit unggul juga dapat diperoleh dengan menyilangkan tanaman liar dengan tanaman yang sudah dibudidayaka. Misalnya, antara tomat liar dengan tomat komersial yang sudah dibudidayakan. Tomat liar berbuah kecil-kecil, tetapi memiliki keunggulan yaitu kebal terhadap penyakit layu karena jamur Fusarium. Setelah kedua tomat tersebut disilangkan, dihasilkan tomat dengan ukuran buah seperti tomat komersial yang tahan terhadap penyakit layu karena jamur Fusarium. Contoh padi varietas unggul yang diperoleh dengan seleksi dan hibridisasi adalah IR 5 dan IR 8 yang di Indonesia diubah namanya menjadi PB 5 dan PB 8, Si Gadis, Mahakam, Bogowonto, Bengawan, Barito, Cisadane, Klara, Pelita 1, dan Pelita II. Untuk meningkatkan kualitas sapi lokal dapat didatangkan sapi unggul dari luar negeri, misalnya sapi Brahmana, Shorthon, dan Fries Holland. Selanjutnya, sapi lokal disilangkan dengan sapi-sapi unggul tersebut,. Untuk menekan biaya dapat didatangkan sperma sapi-sapi unggul tersebut, kemudian dilakukan inseminasi buatan. D. Pola Pewarisan Sifat Beberapa prinsip dasar pewarisan sifat yang ditemukan Mendel dari percobaan dengan tanaman ercis antara lain :

1. 2. 3.

Sifat diturunkan oleh gen tunggal. Artinya, setiap sifat ditentukan oleh satu gen. Penurunan gen bersifat saling bebas, yaitu penurunan sifat yang satu tidak mempengaruhi penurunan sifat yang lain. Ada dominasi penuh dalam pasangan alel gen. Gen tinggi (T) dominan terhadap gen pendek (t) atau gen T menutupi ekspresi gen t.

Selain itu ada beberapa sifat yang cara penurunannya tidak mengikuti hukum Mendel contohnya adalah : 1. 2. ganda). 3. Sifat-sifat yang penurunannya terpaut jenis seks karena gennya dibawa oleh kromosom seks. 1. Gen Intermediat Dapat dilihat pada gen penentu warna dari bunga pukul empat (Mirabilis jalapa). Dimana dari persilangan antara bunga berwarna merah dan putih ternyata dihasilkan bunga berwarna merah jambu. Sifat merah dan putih tersembunyi dalam bunga merah jambu dan akan muncul bila gen tersebut berada dalam keadaan homozigot. Sifat gen demikian disebut intermediat. 2. Alel Ganda pada Golongan Darah Golongan darah ditentukan oleh Isoaglutinigen (I). Gen I dominan terhadap alel gen resesifnya yaitu gen i. Akan tetapi gen I mengalami mutasi menjadi IA dan IB sehingga terbentuk alel ganda. Alel ganda tersebut tidak saling menutupi ekspresi gennya. Sifat yang demikian disebut kodominan. Jadi, golongan darah ditentukan oleh alel ganda dari gen I. Kemungkinan pasangan alel gen dan ekspresi golongan darahnya dapat dilihat pada tabel dibawah. Sifat-sifat yang dibawa oleh gen intermediat. Sifat-sifat yang ditentukan oleh interaksi dua atau lebih gen (alel

Golongan darah A B AB O Contoh kasus :

Susunan Gen ( Genotipe ) IAIA = A homozigot IAIo = A heterozigot IBIB = B homozigot IBIo = B heterozigot IAIB IoIo = homozigot resesif

Bila seorang perempuan bergolongan darah O kawin dengan laki-laki bergolongan darah A, bagaimanakah kemungkinan golongan darah anakanaknya? Ada dua kemungkinan yang dapat terjadi : a. b. Kemungkinan 1 : semua anaknya bergolongan darah A bila gen laki-laki penentu golongan darahnya homozigot ( IAIA ). Kemungkinan 2 : anak-anaknya bergolongan darah A dan O bila gen golongan darah laki-laki tersebut heterozigot ( IAi ). Penyilangan golongan darah A dan O : Kemungkinan 1 Parental Gamet Genotipe anak : IAIA : IA : IA Io (Golongan darah A) IoIo (Golongan darah O) 3. Gen Terpaut Seks Hemofilia dan buta warna dibawa oleh gen resesif pada kromosom seks, yaitu kromosom X. Penderitanya dapat laki-laki atau perempuan. Hemofilia dibawa oleh gen h dan buta warna oleh gen c. a. Hemofilia X IoIo Io Kemungkinan 2 Parental Gamet : : IAi IA X IoIo Io : IA Io

Genotipe anak

( Golongan darah A )

Hemofilia merupakan suatu kelainan darah yang sukar membeku pada saat terjadi luka. Bila seorang perempuan hemofilia kawin dengan laki-laki normal, maka semua anak laki-lakinya pasti menderita hemofilia (XhY)., sedangkan anak perempuannya sebagai pembawa atau carrier (XHXh). Hemofilia disebabkan oleh gen resesif h pada kromosom X sehingga perempuan penderita pasti homozigot resesif (XhXh). Laki-laki hanya punya satu kromosom X sehingga semua anak laki-laki yang dilahirkan dari ibu yang menderita hemofilia pasti menderita hemofilia. b. Buta Warna Ekspresi genotipe dan fenotipe untuk buta warna pada laki-laki dan perempuan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel Ekspresi Genotipe dan Fenotipe pada Penderita Buta Warna


Perempuan Genotipe Fenotipe XCXC Normal C c XX Normal, carrier XcXc Buta Warna Laki-laki Genotipe Fenotipe XCY Normal c X Y Buta Warna -

Bila perempuan normal (XCXC) kawin dengan laki-laki buta warna (Xc Y), maka semua anaknya normal. Akan tetapi anak perempuan bersifat carrier. Bila perempuan normal carrier kawin dengan laki-laki normal, maka semua anak perempuannya normal dan anak laki-lakinya berpeluang buta warna sebesar 50%. Contoh kelainan ang dibawa oleh gen terpaut seks pada kromosom X lainnya adalah: 1. Hipertrichosis, yaitu daun telinga ditumbuhi banyak rambut. 2. Ichtyosis hystrix gravior, yaitu kulit yang bersisik. 4. Albinisme

Albinisme atau albino (kulit tidak berpigmen) disebabkan oleh gen resesif (a) pada kromosom badan (autosom). Albinisme muncul bila seorang bergenotipe homozigot resesif (aa). Hal itu terjadi karena tubuh tidak mampu mengubah asam amino tirosin menjadi melanin (pigmen kulit). Bila seorang perempuan carrier kawin dengan laki-laki carrier, maka keturunannya berpeluamg yang sama untuk menderita albino baik anak laki-lakinya ataupun anak perempuan. E. Pewarisan Sifat dan Bibit Unggul Hukum Mendel dapat digunakan untuk menghasilkan tanaman atau ternak bibit unggul. Sifat-sifat unggul tanaman antara lain adaptif (mudah menyesuaikan diri) terhadap berbagai kondisi lingkungan, misalnya cuaca buruk dan kekeringan ; tahan terhadap hama dan penyakit; lebih cepat menghasilkan ; pproduktivitasnya tinggi dan rasanya enak; atau untuk tanaman menahun mempunyai masa produksi yang lebih lama. Sifat-sifat unggul hewan, antara lain tahan terhadap penyakit; hewan pedaging menghasilkan daging ayam yang lebih banyak dan enak, unggas petelur menghasilkan telur yang banyak; atau sapi menghasilkan susu yang lebih banyak. `Untuk memperoleh bibit unggul, dapat dilakukan dengan seleksi dan hibridisasi. Kedua proses ini berkaitan erat. Sebelum dilakukan hibridisasi, dilakukan dulu proses seleksi. Seleksi adalah pemilihan sifat-sifat tanaman dan hewan yang sesuai dengan kehendak manusia. Misalnya, untuk menghasilkan bahan pangan, diseleksi tanaman dengan sifat-sifat produktivitas tinggi, rasanya enak, serta tahan hama dan penyakit. Untuk hewan diseleksi hewan-hewan penghasil daging, telur, dan susu yang tinggi. Seleksi yang dilakukan dengan terus menerus dan dalam waktu yang sangat lama akan mengakibatkan organisme dengan sifat unggul akan semakin bertambah. Sebaliknya, organisme dengan sifat-siifat yang tidak dikehendaki akan makin berkurang atau bahkan punah. Hibridisasi/ pembastaran/ persilangan adalah mengawinkan dus individu sejenis yang berbeda sifatnya sehingga diperoleh keturunan dengan sifat-sifat unggul yang dimiliki kedua induknya. Misalnya, induk varietas padi yang

produktivitasnya tinggi, tetapi tidak tahan terhadap hama dan penyakit dengan induk varietas padi yang produktivitasnya rendah, tetapi tahan terhadap hama dan penyakit, diharapkan menghasilkan keturunan dengan sifat produktivitasnya tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit. Bibit unggul juga dapat diperoleh dengan menyilangkan tanaman liar dengan tanaman yang sudah dibudidayaka. Misalnya, antara tomat liar dengan tomat komersial yang sudah dibudidayakan. Tomat liar berbuah kecil-kecil, tetapi memiliki keunggulan yaitu kebal terhadap penyakit layu karena jamur Fusarium. Setelah kedua tomat tersebut disilangkan, dihasilkan tomat dengan ukuran buah seperti tomat komersial yang tahan terhadap penyakit layu karena jamur Fusarium. Contoh padi varietas unggul yang diperoleh dengan seleksi dan hibridisasi adalah IR 5 dan IR 8 yang di Indonesia diubah namanya menjadi PB 5 dan PB 8, Si Gadis, Mahakam, Bogowonto, Bengawan, Barito, Cisadane, Klara, Pelita 1, dan Pelita II. Untuk meningkatkan kualitas sapi lokal dapat didatangkan sapi unggul dari luar negeri, misalnya sapi Brahmana, Shorthon, dan Fries Holland. Selanjutnya, sapi lokal disilangkan dengan sapi-sapi unggul tersebut,. Untuk menekan biaya dapat didatangkan sperma sapi-sapi unggul tersebut, kemudian dilakukan inseminasi buatan.

VII.

MEDIA PEMBELAJARAN 1. LCD Projector 2. Papan tulis 3. LKS Kelas IX semester I 4. Inspirasi Sains terbitan Ganeca Exact kelas IX Semester 1

VIII. STRATEGI, PENDEKATAN, DAN METODE PEMBELAJARAN Metode Model Pembelajaran IX. : Diskusi : Word square Pendekatan pembelajaran : Konseptual

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN A. Kegiatan awal ( 10 menit) 1. Menyiapkan materi pembelajaran, alat, dan bahan pelajaran yang diperlukan. (3 menit).

Mengucapkan salam pembuka dan mempresensi siswa. (2 menit). 3. Melakukan materi yang disampaikan sebelumnya). Menyampaikan tujuan pembelajaran. (2 menit). B. Kegiatan Inti ( 60 menit) 1. Guru menyajikan informasi tentang materi tentang pewarisan sifat serta pola pewarisan sifat sambil menggunakan LCD projector yang ditampilkan didepan kelas. ( 25 menit). 2. Guru mempersilahkan murid untuk bertanya ( 5 menit) 3. Guru membagikan kelas dalam beberapa kelompok ( misalnya 6 kelompok yang terdiri atas 5 orang) untuk melakuan diskusi ( 3 menit ) 4. Masing masing kelompok mendapatkan LKS untuk dijawab ( 5 menit ). apersepsi dengan menggali kemampuan siswa (3 menit, Menyinggung tentang

5. Setiap perwakilan kelompok maju kedepan untuk mengisi kotak jawaban yang ada didepan kelas ( 20 menit). 6. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang jawaban benar dan cepat ( 2 menit ). C. Kegiatan Penutup ( 10 menit ) 1. 2. Guru bersama para siswa membuat kesimpulan atau rangkuman hasil belajar. ( 8 menit) Guru menyampaikan konsep yang akan dipelajari minggu depan ( 2 menit). X. a. b. PENILAIAN 1. Penilaian kognitif: Kemampuan menjawab LKS. Kemampuan mempresentasaikan hasil LKS mereka. 2. Penilaian afektif: a. Sikap siswa dalam menghargai pendapat orang lain. b. Kerjasama siswa dalam kelompok. c. Siswa menjalankan kejujuran ketika mengisi LKS dan menjawab soal-soal evaluasi. XI. REFERENSI Jati,W. 2007. Inspirasi Sains Pelajaran IPA untuk Kelas IX SMP. Jakarta: Ganeca Exact Purwanto, Budi. 2007. Belajar Ilmu Alam dan Sekitarnya untuk Kelas IX SMP dan MTs. Solo: Tiga Serangkai Arisworo, Djoko dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas IX. Bandung : Grafindo Media Pratama

SOAL DAN JAWABAN UNTUK WORD SQUARE 1. Fenotipe Gametofipe genetika intermediat Jawaban : C Susunan gen-gen dalam tubuh makhluk hidup . . . Fenotipe Gametofipe genetika intermediat Jawaban : B Keturunan yang memiliki sifat sama dengan parentalnya disebut . galur murni haploid homozigot hibrid Jawaban : C 4. Sifat - sifat pada makhluk hidup yang dapat diketahui oleh pancaindra intermedia adalah .... a. Fenotipe b. Genotipe c. Hibrid d. homozigot Jawaban : A Ilmu yang mempelajari tentang sifat atau ciri orang tua yang diwariskan kepada keturunannya disebut . . .

5.

Bunga mawar merah disilangkan dengan bunga mawar putih akan menghasilkan bunga mawar merah muda. Sifat merah dan putih adalah .... a. kriptomeri b. dominan c. intermediat d. resesif Jawaban : C CONTOH KOTAK JAWABAN SOAL

P I F O T E M A G

R O J K K L I E H

E R E D G K N F O

T R A E V E T E M

B S I S T X E N Z

U D C I A X R O I

C G K C A V M T G

X A A

B B S

N H V M T B A E A

M T R C E D T B Z

R G C H W V D I O I P T

SOAL DAN JAWABAN EVALUASI 1. Pasangan alel gen yang akan dipisahkan satu dengan yang lainnya pada saat pembentukan gamet. Hal itu merupakan .... a. b. c. d. hukum Mendel I hukum pengelompokkan secara bebas hukum segregasi bebas hukum pewarisan

Jawaban : C 2. Genotipe yang termasuk homozigot resesif adalah .... a. HHKk b. HHkk c. hhKK d. hhkk Jawaban : D 3. Yang bukan alasan Mendel menggunakan tanaman kacang ercis dalam penelitiannya adalah .... a. daur hidupnya pendek b. ercis memiliki pasangan sifat mencolok c. ercis tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri d. waktu untuk mendapatkan keturunan relatif pendek Jawaban : C 4. Pada pembastaran, sifat resesif tidak muncul pada fenotipe keturunannya sebab .... a. b. c. d. sifat resesif hilang sifat dominan menutupi sifat resesif sifat resesif berkurang sifat resesif berpasangan dengan sifat dominan

Jawaban : C

5.

Albino merupakan penyakit menurun yang dikendalikan oleh kromosom .... a. autosom dominan b. autosom resesif c. gonosom resesif d. gonosom dominan Jawaban : B

SKENARIO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN A. Kegiatan Pembuka Guru : Selamat siang anak anak. Murid : ( dengan serempak menjawab ) Selamat siang, Pak Guru : Anak-anak bagaimana kabarnya hari ini? Murid : Baik pak ......(semua serentak menjawab) Guru : Alangkah baiknya kita berdo sebelum memulai pelajaran kita hari ini agar pelajaran hari ini bisa terserap dengan baik, dayat tolong dipimpin doanya ( sambil melihat kearah dayat) Dayat : Baik pak.......! Guru : Sebelumnya bapak akan mempresensi kalian dulu, apakah hari ini ada yang tidak hadir ? ( sambil melihat keseluruh murid) Murid : Lengkap pak.......! Guru : Siapa yang masih ingat pelajaran kita minggu lalu ? Nita : Tentang perkembangbiakan makhluk hidup pak.....! pewarisan dan hasil pewarisan sifat beserta penerapannya.. B. Kegiatan Inti Guru : Siapa yang tahu bagaimana proses terjadinya pewarisan sifat terlebih dahulu sebelum bapak menjelaskannya? Ayo angkat tangan siapa yang bisa menjelaskannya ? Siswa : (Diam semua) Guru : Baiklah semuanya lihat kedepan. Bapak akan menjelaskan bagaimana proses terjadinya pewarisan sifat tersebut diturunkan yaitu Saat persilangan antara induk jantan tanaman ercis yang tinggi (TT) dengan induk betina tanaman ercis yang pendek bila terjadi pembuahan maka gen T bertemu dengan gen t sel telur. Keturunannya (F1) akan memiliki susunan gen Tt (heterozigot) dengan fenotipenya adalah tanaman tinggi. Guru : Baik, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Materi kita tentang proses

Selanjutnya tanaman F1 dibiarkan melakukan penyerbukan sendiri (F1X F1) Gambaran lengkap hasil penyilangan sampai keturunan kedua (F2) adalah seperti pada bagan dibawah ini : (Ercis tinggi) Induk/ Parental : Gamet : TT T (Ercis tinggi) tt t

F1

Tt (Ercis tinggi)

Guru : Apakah ada yang ingin ditanyakan anak-anak ? Murid : Tidak ada pak....! Guru : Untuk lebih jelasnya kalian bisa baca di halaman 122 ( sambil memperlihatkan halaman buku LKS yang dipegang). Guru : Untuk lebih mudahnya Bapak akan membagi kalian semua dalam beberapa kelompok. Karena jumlah kalian semua ada 25 orang maka Bapak akan bagi kalian semua dalam 5 kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang. Guru : Sekarang di tangan Bapak ada soal dan dan kotak jawaban. Kalian semua boleh bekerja sama untuk menjawabnya tetapi hanya pada kelopmok kalian saja tidak boleh bertanya pada kelompok lain. Kelompok siapa yang paling cepat dan benar menjawabnya akan mendapatkan poin lebih tinggi dari kelompok lain. Guru : Bapak beri waktu kalian semua 10 menit untuk mengerjakannya. Apa ada yang masih kurang paham anak-anak ? Murid : Tidak ada pak....! Guru : Ya. Sekarang mulai!!!

Guru : (10 menit kemudian). Ya karena waktunya sudah habis dan kelompok 3 sudah menyelesaikan jawaban paling cepat dan semua jawabannya benar. Maka kelompok 3 mendapat poin 100 sedangkan kelopmok 2 mendapatkan poin 80 dan untuk kelompok 1, 4 dan 5 mendapatkan poin 50 karena melewati waktu yang telah ditentukan dan jawabannya masih ada yang salah. C. Kegiatan Penutup Guru : Sekarang di tangan Bapak ada soal pilihan ganda, jadi kalian jawab soal ini peroarangan dan tidak boleh bekerjasama. Bapak beri waktu 15 menit untuk mengerjakannya. Guru : (15 menit kemudian). Ya! waktunya sudah habis sekarang kumpulkan semua tugasnya kedepan. Guru : (Membimbing siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah disampaikan) Anak-anak, apa saja yang sudah kalian pelajari hari ini? Siswa : Tentang bagaimana pewarisan sifat Pak! Dimana pada pewaisan tersebut Ada istilah tentang sifat dominan dan sifat resesif dan kemudian ada parenthal yaitu induk dimana pada parenthal ini nantinya akan menentukan filial yaitu hasil keturunananya Guru : Apa ada yang mau ditanyakan sampai disini ? Murid : Tidak pak........... Guru : Bagus, kalau begitu Bapak beri tugas dan dikumpul pada pelajaran kita minggu depan. Minggu depan adalah tentang persilangan monohibrid dan dihibrid. Jadi Bapak beri tugas kalian semua membuat ringkasan tentang persilangan monohibrid dan dihibrid dan dikumpulkan pada pertemuan minggu depan.!!!! Guru : Sampai disini dulu pertemuan kita hari ini, Selamat siang .....!!!