Lentera Biru | Blog Perawat

    

Home Kuliah Fisiologi Info Penyakit Nurse Articles

diare
Ditulis oleh Nenk Pada tanggal 27 December 2008

A. PENGERTIAN 1. Diare adalah: BAB lebih dari tiga dengan konsistensi cair (WHO, 1992)

Diare adalah buang air besar konsistensi lembek /cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya ( biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari). Jenis diare sbb :

1. Menurut perjalanan penyakit : 1. . Akut : jika kurang dari 1 minggu 2. . Berkepanjangan : jika antara 1 minggu sampai 14 hari 3. . Kronis : jika > 14 hari dan disebabkan oleh non infeksi 4. . Persisten : Jika >14 hari dan disebabkan oleh infeksi 2. Menurut patofisiologi :

1. . Gangguan absorbsi 2. . Gangguan sekresi 3. . Gangguan osmotik 3. Menurut penyebab : 1. . Infeksi : Virus, bakteri, parasit,jamur 2. . Konstitusi 3. . Malabsorbsi 4. Diare dengan masalah lain. Anak yang menderita diare mungkin juga disertai dengan penyakit lain, seperti : demam, gangguan gizi atau penyakit lainnya..

B. Penyebab diare

Penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor:

1. Infeksi

1. Infeksi entral : ialah infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab diare pada anak meliputi infeksi interal sebagai berkut :

1.
o 

1. 1. i. Infeksi bakteri: vibrio, E. coli, Salmonella, Sigela, Campylobakteri, Yersenia, Aerromonas dan sebagainya..

Infeksi parasit : Cacing protozoa dan jamur. beracun alergi terhadap makanan. Malabsorsi lemak c. Infeksi virus : Entro virus.ii. encepalitis dsb. adenovirus. 4. Keadaan ini terutama tedapat pada anak kurang dari 2 tahun 2. iii. 1. Malabsorisi karbohidrat b. Psikologis : rasa takut dan cemas Faktor yang meningkatkan penyebaran kuman penyebab diare:       Tidak memadainya penyediaan air bersih Air tercemar oleh tinja Pembuangan tinja yang tidak hygienis Kebersihan perorangan dan lingkungan jelek Penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak semestinya Penghentian ASI yang terlalu dini . Faktor makanan: Makanan basi. Faktor Malabsorsi a. Astovirus dll. Infeksi Parentral ialah ineksi diluar alat pencernaan makan seperti otitis media akut (OMA) tonsillitis/ Tonsiloparingitis. Rotavirus. Malabsorsi Protein 3. bronkhopnemonia .

Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkanya sehingga timbul diare. Patogenesis Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah: 1. Gangguan motalitas usus Hiperpristaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus menyerap makan seingga timbul diare. air dan elektrolit kedalam rongga usus selanjutnya timbul diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus 3. Gangguan osmotic Akibat terdapat makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. Coli ) Peningkatan peristaltik usus Peningkatan cairan intraluminar Passase usus meningkat . Sebaliknya bila pristaltik menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan selanjutnya timbul diare pula. 2. Faktor penyakit / toksik ( misal toksin E. Gangguan sekresi Akibat rangsang tertentu ( Misalnya toksin pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi.C.

Anus dan sekitarnya timbul lecet karena sering defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat makin banyak asam laktat yang berasal dari laktose yang tidak diabsorbsi oleh usus selama diare.Waktu henti makanan menurun frekwensi BAB meningkat ( Resiko Infeksi ) ( Resiko kerusakan integritas kulit ) Penyerapan makanan. elektrolit terganggu pengeluaran cairan meningkat Ketidak seimbangan cairan Ketidakseimbagan nutrisi kurang Resiko Hipo/hipertermi Resiko Hipe/hipernatremi Resiko Hipo/hiperkalemi Asidosis Metabolik Gambaran Klinik Mula-mula pasien cengen gelisah. Warna tinja makin lama berubah kehijau-hijauan karena bercampur dengan empedu. . Tinja cair mungkin disertai ledir atau lendir dan darah. suhu tubuh biasanya meningkat nafsu makan berkurang atau tidak ada kemudian timbul diare.

Asidosis metabolisme karena: 1. Akibat dehidrasi diuresis berkurang ( oliguri sampai anuri). Hipoglikemi . kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak dapat terjadi berbagai komplikasi sebagai berikut: 1. Berpindahnya ion natrium dari cairan intra sel ke ekstrasel 5. Ketosis kelaparan 3.Gejala muntah sebelum dan sesudah diare dan dapat menyebabkan lambung juga turut meradang. KOMPLIKASI Akibat diare. selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering.produk metabolik 4. berat hipotenik. Dehidrasi ( Ringan. Gejala dehidrasi mulai nampak yaitu berat badan menurun turgor berkurang mata dan ubun-ubun besar menjadi cekung ( pada bayi). 1. Renjatan hipovolemik 3. isotonik hipertonik) 2. Produk. Penimbunan laktat ( anoksia jaringan ) D. Bila sudah asidosis metabolis pasien akan tampak pucat dengan pernapasan cepat dan dalam (kussmaul). atau akibat gangguan asam basa dan elektrolit. Timbul dehidrasi akibat kebanyakan kehilangan cairan dan elektrolit . Kehilangan NaCO3 melalui tinja diare 2.

Memberi makanan 4. Rasa Haus 6. Intoleransi sekunder akibat kerusakan filimukosa usus dan defisiensi enzim laktase 5. Cubitan Kulit TAK DEHIDRASI Baik Tidak cekung Jika menangis masih ada Tidak kering Tidak merasa haus Jika dicubit cepat kembali DEHIDRASI TAK BERAT Rewel.4. CARA MENILAI DEHIDRASI (WHO. Malnutrisi energi proteiN. lemah. Cekung & kering Jika menangis tidak ada Kering Haus sekali. Jika dicubit kembali lambat DEHIDRASI BERAT Apatis. Mencegah terjadinya dehidrasi 2. Bibir 5. 1992) GEJALA DAN TANDA 1. Keadaan Umum 2. Mata 3. jika diberi minum rakus. Air Mata 4. PRINSIP PENATALAKSANAAN DIARE 1. Jika menangis tidak ada Sangat kering Tidak bisa minum dicubit kembali sangat lambat. Mengobati masalah lain CARA MELAKUKAN REHIDRASI . tidak sadar Sangat cekung. Kejang terjadi akibat dehidrasi hipertonik 7. E. gelisah. Mengobati Dehidrasi 3. Hipokalemia 6.

PK : Hipo/hipernatremi 6. PK : Asidosis Metabolik . Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningakatan peristaltik usus yang menyebabkan waktu penyerapan menurun 3. Ketidakseimbangan volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kehilangan cairan melalui diare dan intake yang tidak adekuat 2. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG SERING MUNCUL 1. Resiko kerusakan intergritas kluit 8. Resiko infeksi 4. PK : Hipe/hiperkalemi 7.DERAJAT DEHIDRASI RINGAN SEDANG BERAT BERAT dan SYOK KELOMPOK USIA Semua kelompok Semua kelompok Anak Semua kelompok JENIS CAIRAN Oral Oral Intra vena Intra vena VOLUME ml/kg BB 50 70 70 70 – 100 WAKTU Tiap 4 jam Tiap 4 jam Tiap 3 jam Tiap 4 jam F. Ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan kehilangan elektrolit melalui tinja / diare 5.

mekanisme air mata. patofisiologis diare. asidosis hubungan dengan nutrisi apa?.Kategori: info penyakit Tag: "dehidrasi berat" manifestasi klinis. logo. patofisiologi dehidrasi. diare. proses terjadinya asidosis metabolisme. herpes sangat haus. askep diare. askep dehidrasi berat. askep dehidrasi. asuhan keperawatan ketidakseimbangan cairan dan asam basa. patofisiologi penyebaran penyakit akibat kekurangan energi protein. patofisiologi and dehidrasi. Ilusi dan Halusinasi Demensia (Bagian II) Post a Comment Name (required) E-mail (will not be published) (required) Website (optional. kurang nutrisi berhubungan dengan napsu makan yang berkurang. jenis diare. dampak kekurangan elektrolit dan penyakit. askep ketidakseimbangan nutrisi. perawat dehidrasi. penyakit diare. proses terjadi diare. dehidrasi hipertonik pada anak. faktor lingkungan yang menyebabkan diare. proses terjadinya penyakit diare. proses terjadinya diare. coli penyebab diare. laporan pendahuluan diare. faktor penyebab diare pada lansia. penyebab-penyabab diare. mekanisme bakteri e. perjalanan diare pada bayi. virus absorbsi Postingan lain yang berhubungan:        Tanda dan Gejala Herpes Zoster Masalah Kesehatan Jiwa pada Lanjut Usia skabies Diabetes Mellitus (DM) Alzheimer Persepsi. bab cair. patofisiologi hipertermi. no required) . hubungan diare dengan muntah. dehidrasi dan asidosis pada kehamilan. hipertermi. faktor resiko tubuh kekurangan cairan dan elektrolit. diare infeksi parasit. penyebab mata cekung. apa penyebab meningkatnya peristaltik. penyebab makanan basi. diagnosa jamur di usus. askep hipovolemik. kaitan suhu tubuh dan dehidrasi. kaitan cairan dengan asam basa tubuh. komplikasi dehidrasi. patofisiologi etiologi diare. manifestasi klinis kekurangan cairan. askep diare pada anak. bagaimana mekanisme infeksi virus kedalam sel bakteri. gangguan absorbsi. askep anak diare.

patofisiologi dehidrasi. diare akut pada lansia. askep dehidrasi.Orang lain datang ke halaman ini melalui kata kunci: jenis diare. diare pada lansia. komplikasi dehidrasi. resiko diare dan muntah. askep diare pada lansia. proses terjadinya dehidrasi. perjalanan penyakit diare. patofisiologi diare pada lansia  Postingan Terbaru o o o o o o o o o Ketidakefektifan Koping Individu Resiko Defisit Volume Cairan Kelebihan Volume Cairan Resiko Injury (Cedera) Resiko Infeksi Nyeri Akut Kurang Pengetahuan Mengenai Proses Penyakit Intoleransi Aktivitas Hipertermia  Search ketik keyw o Recent Search Terms o . proses terjadinya diare. patofisiologi asidosis metabolik.

           patofisiologi penyakit diare akut konsep gangguan jiwa patofisiologi anemia obat batuk dan asma tingkat kesadaran askep halusinasi pendengaran askep anemia perubahan yang terjadi pada bayi berumur 32 minggu bentuk kandungan 2bulan scabies pada manusia Arsip o o o o o o o o o o o o o o April 2011 November 2010 October 2010 February 2010 January 2010 December 2009 October 2009 September 2009 August 2009 July 2009 March 2009 February 2009 January 2009 December 2008  Kategori o o o o o o o o o o o o asuhan keperawatan Baby Diet Event fisiologi Health Food important date info penyakit kuliah Nanda NOC NIC Nutrition Uncategorized  Useful Link Fitness Equipment Fun Baby World .

Berikut ini adalah permasalahan dalam skenario 1: Seorang anak umur 6 tahun dibawa ke RS dengan keluhan sejak 4 hari yang lalu BAB dengan tinja lembek diserai lendir dan darah lebih dari 5x/hari. dan mual muntah.com/2009/09/04/diagnosisdan-patofisiologi-diare-akut-terkait-dengan-infeksi/ Diagnosis dan Patofisiologi Diare Akut Terkait Dengan Infeksi 4 September 2009 Agatha Tinggalkan komentar Go to comments BAB I PENDAHULUAN 1.wordpress. 1980) adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. Sudah makan obat diapet tetapi masih belum sembuh. 2007). Karena itu diagnosis yang akurat diperlukan agar dapat menentukan penatalaksanaan yang paling tepat. Sudah 2 hari ini penderita tidak mau makan dan minum sehingga kondisinya lemah. dan mempunyai berbagai etiologi yang bervariasi pula. Keluhan disertai panas. http://agathariyadi. LATAR BELAKANG Diare (menurut WHO. Tag Populer Allergy Antioxidant Bars Capsules Chocolate Clif definisi Diapers Diet etiologi halusinasi implementasi intervensi Loss Nutrition Organic Size skizofrenia start Stroller Tablets Weight Pack Pampers Peanut penyakit Reviews Sitemap | Privacy | Lentera Biru | Blog Perawat is powered by WordPress | RSS Feed | LenteraBiru theme by Blogger Majalengka. Tidak ada batuk pilek atau nyeri telan. A. . Diare merupakan salah satu manifestasi klinis dari banyak penyakit. sakit perut. Apabila frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dan bersifat mendadak datangnya serta berlangsung dalam waktu kurang dari 2 minggu maka hal ini disebut diare akut (Setiawan.

1. Mahasiswa mampu menjelaskan secara patofisiologi masing-masing penyakit tropis secara biomedik. auskultasi hiperperistaltik. TUJUAN PENULISAN     Menjelaskan berbagai macam agen infeksius: morfologi.Dari anamnesa didapatkan: vital sign: T 110/70. dan asalnya. padahal sudah minum obat diapet? 3. MANFAAT PENULISAN    Mahasiswa mampu menetapkan diagnosis atau Differential Diagnosis penyakit infeksi berdasarkan pemeriksaan fisik. diare dibedakan menjadi dua. Menjelaskan patogenesis dan patofisiologi penyakit mulai dari masuknya agen infeksius hingga muncul gejala klinis. dan investigasi tambahan yang sederhana. Nyeri tekan lepas titik Mc Burney (-). daur hidup. Apakah diagnosis banding untuk kasus? 5. prognosis. Menjelaskan komplikasi. perawatan. Mengapa pasien tetap diare. Pemeriksaan abdomen: inspeksi normal. suhu: 39.2°C. Bagaimana patogenesis dan patofisiologi penyakit dalam kasus? 6. yaitu diare akibat gangguan absorbsi dan diare akibat gangguan sekresi. Bagaimana penatalaksanaan pasien dalam kasus? 2. diare dibedakan menjadi diare akut yang . seperti pemeriksaan laboratorium. Kemudian dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium darah dan tinja untuk melihat kemungkinan agen penyebabnya. Menurut lamanya. sifat. N=120x/menit. habitat. pengobatan. RUMUSAN MASALAH 1. palpasi: nyeri tekan region kanan bawah. C. 1. HIPOTESIS Pasien mengalami diare akut akibat infeksi. dan penegakan diagnosis penyakit infeksi. Diare Akut Akibat Infeksi Berdasarkan mekanismenya. Mahasiswa mampu melakukan pencegahan primer dan sekunder pada penyakit infeksi. Apakah pertimbangan yang didapatkan dari hasil anamnesis dan interpretasi dari hasil pemeriksaan yang telah didapatkan? 4. E. 1. Menjelaskan penatalaksanaan penyakit infeksi (cara pencegahan. Mengapa dapat timbul manifestasi klinis pada pasien tersebut? 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perkusi: hipertimpani. R:24x/menit. D. dan rehabilitasi). B.

patogenesis diare yang disebabkan oleh bakteri dibedakan menjadi dua: bakteri non invasif. Gejala klinis umumnya diarrhea adalah keluhan abdominal seperti mulas sampai nyeri seperti kolik. Patogenesis diare yang disebabkan oleh virus adalah : Virus masuk melalui makanan & minuman ke tubuhà masuk ke sel epitel usus halusà terjadi infeksià sel-sel epitel yang rusak digantikan oleh enterosit (tapi belum matang sehingga belum dapat menjalankan fungsinya dengan baik)à villi mengalami atrofi & tidak dapat mengabsorbsi cairan & makanan dengan baikà meningkatkan tekanan koloid osmotik ususà hiperperistaltik ususà cairan& makanan yang tidak terserap terdorong keluar. Inflamatory akibat proses invasi dan cytotoxin di kolon dengan manifestasi sindroma disentri dengan diare yang disertai lendir dan darah. yaitu membagi diare akut atas mekanisme inflamatory. 2007. memberikan keluhan diare seperti air cucian beras dan disebabkan oleh bakteri enteroinvasif. secara makroskopis ditemukan lendir dan/ atau . Pada pemeriksaan tinja rutin. muntah.berlangsung kurang dari 14 hari. dan diare kronik berlangsung lebih dari 14 hari dan berlangsung intermitten (Soebagyo. yaitu bakteri yang memproduksi toksin yang nantinya toksin tersebut hanya melekat pada mukosa usus halus & tidak merusak mukosa. dan penetrating. volume cairan didalam lumen usus meningkatà dinding usus berkontraksià terjadi hiperperistaltikà cairan keluar (diare). dehidrasi (Setiawan. Patogenesis diare yang disebabkan oleh bakteri adalah : Bakteri masuk melalui makanan atau minumanà ke lambungà sebagian ada yang mati karena asam lambung dan sebagian lolosà bakteri yang lolos masuk ke duodenumà bakteri berkembang biak (di duodenum)à memproduksi enzim mucinase sehingga berhasil mencairkan lapisan lendir dengan menutupi permukaan sel epitel ususà bakteri masuk ke dalam membrane à bakteri mengeluarkan toksinà mengeluarkan CAMP (meningkatkannya). diare persisten yang berlangsung lebih dari 14 hari. 2008) Diare akut disebabkan 90% oleh infeksi bakteri dan parasit sedangkan yang lain dapat disebabkan oleh obat-obatan dan bahan-bahan toksik. mual. secara klinis berupa diare bercampur lendir dan darah. non inflammatory. tenesmus. Hiswani. Diare ditularkan fekal oral. Untuk diare akut. yaitu faktor yang berkaitan dengan kemampuan pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme dan faktor penyebab (agent). demam. 2003) Pembagian diare akut berdasarkan proses patofisiologi enteric infection. yang berfungsi untuk merangsang sekresi cairan usus dibagian kripta villi & menghambat cairan usus dibagian apikal villià terjadi rangsangan cairan yang berlebihan. Manifestasi klinis diare yang disebabkan oleh virus diantaranya adalah : diare akut. nyeri perut. yang berkaitan dengan kemampuan mikroorganisme dalam menyerang sistem pertahanan tubuh host. demam. yaitu diare yang menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. serta gejala dan tanda dehidrasi. Bakteri non invasif. Faktor penentu terjadinya diare akut sangat dipengaruhi oleh faktor pejamu (host).

dan C. Metode yang paling disukai adalah teknik konsentrasi dan pembuatan sediaan permanen dengan trichom stain. thypi. Untuk screening cukup menggunakan sediaan basah dengan bahan saline dan diwarnai lugol agar terlihat lebih jelas. manifetasi klinis. Enterotoxigenic E. dan pemeriksaan penunjang menyokongnya. terutama pada kasus yang tidak segera mendapat cairan pengganti. Beberapa petunjuk anamnesis yang mungkin dapat membantu diagnosis: 1) bentuk feses. 2) makanan dan minuman 6-24 jam terakhir yang dikonsumsi penderita. B. Y. Penetrating lokasi pada bagian distal usus halus. Beberapa agen infeksi yang dapat menyebabkan diare inflamasi antara lain dari golongan protozoa adalah Entamoeba hystolitica dan dari golongan cacing adalah cacing cambuk. V. Chronic Septicemia. spesimen yang dapt diperiksa berasal dari enema. (Zein. 2006). Mikroorganisme penyebab seperti. S. cholerasuis. 4) dimana tempat tinggal penderita. aspirat. 2004). Selain tinja. . 2007). B. Salmonella. yakni kumpulan gejala gangguan pencernaan yang meliputi diare berlendir dan berdarah disertai tenesmus. Pada pemeriksaan tinja secara rutin tidak ditemukan leukosit. Selain menilai gejala dan tanda. Gejala bervariasi. Amebiasis dapat berlangsung tanpa gejala (asimptomatik). diagnosis amebiasis yang akurat membutuhkan pemeriksaan tinja untuk mengidentifikasi bentuk trofozoit dan kista. serta 5) siapa penderita tersebut (Setiawan. Diagnosis Banding Diare akut akibat infeksi dapat ditegakkan diagnosis etiologi bila anamnesis. 3) adakah orang disekitarnya yang menderita hal serupa. Kista yang tertelan mengeluarkan trofozoit dalam usus besar dan memasuki submukosa (Chandrasoma dan Taylor.darah. Masa inkubasi dapat terjadi dalam beberapa hari hingga beberapa bulan. Gejala yang khas adalah sindroma disentri.coli (ETEC). dengan gejala klinis demam disertai diare. kelainan yang ditemukan di usus halus bagian proksimal. S. Penyakit ini disebut juga Enteric fever. yang disebut dengan Watery diarrhea diarrhea. enteritidis. 2006).  Entamoeba hystolitica Infeksi terjadi karena tertelannya kista dalam makanan dan minuman yang terkontaminasi tinja. namun gejala dan tanda dehidrasi cepat timbul. S. fetus. Keluhan abdominal biasanya minimal atau tidak ada sama sekali. Mikroorganisme penyebab biasanya S. Patogenesis dan patologi. parathypi A. Proses diare Non inflamatory adalah akibat adanya enterotoksin yang mengakibatkan diare cair dengan volume yang besar tanpa lendir dan darah. Pada diarrhea pemeriksaan tinja secara rutin didapati leukosit mononuclear. enterocolitidea. Diagnosis.cholerae. dan biopsi (Hemma. secara mikroskopis didapati leukosit polimorfonuklear. mulai rasa tidak enak di perut hingga diare.

Pada umumnya. prostaglandin dan substansi P meningkatkan sensitivitas ujungujung serabut nyeri tetapi tidak secara langsung merangsangnya. Cacing ini memasukkan kepalanya ke dalam mukosa usus. hingga terjadi trauma yang menimbulkan iritasi dan peradangan mukosa usus. Beberapa zat kimia yang merangsang jenis nyeri kimiawi adalah bradikinin. iskemia jaringan. Adanya lendir berarti rangsangan atau radang dinding usus. karena amoeba yang hidup sebagai komensal di dalam lumen usus besar. Makin proksimal terjadinya perdarahan. nyeri cepat diperoleh melalui rangsangan jenis mekanis atau suhu. Secara makroskopik. Merah muda biasanya oleh perdarahan yang segar di bagian distal. 2007).Penatalaksanaan. D. Sama pentingnya dalam keadaan tertentu adalah tes terhadap darah samar. sehingga menyebabkan anemia. kelainan dalam saluran usus dan oleh obat-obatan yang diberikan. dan enzim proteolitik. kontusio jaringan. Rasa nyeri dapat dirasakan melalui berbagai jenis rangsangan. Pada tempat perlekatannya dapat terjadi perdarahan. asam asetilkolin. Di samping itu. sewaktu-waktu dapat menjadi patogen. terutama hidup di sekum. Dibuat dengan menemukan telur di dalam tinja. dan kimiawi. yang terdapat di kulit dan jaringan lain. albendazol dan oksantel pamoat. cacing ini tersebar di seluruh kolon dan rektum. infeksi cacing Trichuris dapat diobati dengan hasil yang cukup baik (Margono. kadang terlihat di mukosa rektum yang mengalami prolapsus akibat mengejannya penderita pada saat defekasi. yaitu rangsang nyeri mekanis. Dengan menggunakan mebendazol. ternyata cacing ini menghisap darah. terutama pada anak. darah bercampur dengan tinja sehingga makin hitam warnanya. Jika lendir tersebut berada di bagian luar tinja. sedangkan nyeri lambat dapat diperoleh dari ketiganya. suhu. Patogenesis dan Patofisiologi Reseptor nyeri merupakan ujung saraf bebas. Selain itu. Intensitas rasa nyeri juga berhubungan erat dengan kecepatan kerusakan jaringan yang disebabkan oleh pengaruh lain selain panas (diatas 45°C). Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Tinja. sebaiknya diobati. Sering digunakan kombinasi obat untuk meningkatkan hasil pengobatan. Satu zat kimia yang terlihat mengakibatkan rasa nyeri lebih hebat daripada yang lain adalah bradikinin. Pemeriksaan penting dalam tinja ialah terhadap parasit dan telur cacing. Pada infeksi berat. Walaupun tanpa keluhan dan gejala klinis. seperti infeksi bakteri. ion kalium. jika bercampur baur dengan tinja mungkin sekali usus kecil. serotonin. Penatalaksanaan. dan lain sebagainya (Guyton dan Hall. Diagnosis. histamin. Patogenesis dan patologi. Pada pemeriksaan . 1998) C. Adanya darah dapat menjadi petunjuk lokasi perdarahan. lokalisasi iritasi itu mungkin usus besar.  Trichuris trichiura Disebut juga cacing cambuk dan menimbulkan penyakit trikuriasis. warna tinja dapat dipengaruhi oleh jenis makanan.

mikroskopik. Mual muntah juga menjadi indikasi adanya peradangan mukosa GIT. trichiura. hystolitica. Frekuensi. Hygiene perorangan. dan imunitas melalui vaksinasi memegang peran. Tinidazol. jumlah. set point suhu pada hipotalamus menjadi kacau. . Sebab lain yang mungkin adalah traktus GIT yang teregang akibat kontriksi sebagai akibat rilis mediator proinflamasi. T. rentang waktu. Sinyal inhibisi yang teregang akan dihantarkan. sehingga nafsu makan akan berkurang. Sebagai konsekuensi kurangnya asupan nutrisi. lumbricoides. Hal yang penting diperhatikan agar dapat memberikan rehidrasi yang cepat dan akurat adalah jenis cairan yang akan digunakan. Sakit perut yang dialami pasien adalah salah satu manifestasi akibat adanya iritasi mukosa GIT. serotonin. Secnidazole. yang akibat impuls iritatif berupa mual yang disampaikan ke pusat muntah di batang otak ini kemudian terjadi respon berupa gerakan muntah yang kemudian disampaikan ke diafragma dan otot abdomen. tepatnya di nukleus dorsomedial dan arkuata di bagian posterior. Rangsangan terhadap metabolisme asam arachidonat ini dilakukan oleh pirogen endogen (IL-1) sebagai akibat rangsangan oleh pirogen eksogen yang ada pada agen infeksius. Diare dengan lendir dan darah ini dapat terjadi pada infeksi E. sanitasi lingkungan. hal ini mungkin dapat disebabkan karena rilis serotonin yang menekan pusat lapar di area hipotalamus lateral. Penderita tidak mau makan dan minum. Selanjutnya. BAB III PEMBAHASAN Pasien BAB sejak 4 hari yang lalu dengan tinja lembek disertai lendir dan darah lebih dari 5x/hari. terutama melalui nervus vagus untuk menekan pusat makan. Pencegahan dan Penatalaksanaan Penatalaksanaan diare akut karena infeksi terdiri atas: 1) rehidrasi sebagai prioritas utama pengobatan. jalan masuknya cairan. dan A. 2007). Adanya infeksi mengakibatkan rilis mediator proinflamasi. 2) memberikan terapi simtomatik. karena hal ini juga diperkuat oleh terjadinya keluhan panas. serta jadwal pemberian cairan. dan konsistensi dari feses telah menunjukkan bahwa pasien tersebut mengalami diare akut. diantaranya bradikinin. sehingga tubuh berusaha untuk mencapai set point “palsu” tersebut dengan mekanisme demam sebagai salah satu usaha termogenesis. E. Seperti mekanisme infeksi pada umumnya. Adanya lendir dan darah menunjukkan adanya peradangan pada traktus gastrointestinal (GIT). cacing tambang. dan histamin (terutama bradikinin) yang kemudian merangsang ujung bebas dari reseptor nyeri dan menimbulkan rasa nyeri perut. atau Tetrasiklin (Setiawan. dan 3) memberikan terapi definitif. 2007). panas atau demam ini terjadi akibat adanya rangsangan terhadap metabolisme asam arachidonat. yang berakibat peningkatan PGE2 sehingga bekerja di hipotalamus. usaha mencari protozoa dan cacing merupakan maksud terpenting (Gandasoebrata. terutama usus halus. Mekanisme peradangan sebagai efek dari infeksi ini dapat menjadi rujukan terjadinya infeksi. Pada pengobatan amebiasis digunakan Metronidazol. Pada infeksi saluran cerna pencegahan sangat penting. maka kondisi pasien lemah.

gold standard dari pemeriksaan penyakit tersebut adalah menemukan parasit atau telurnya dalam pemeriksaan tinja atau darah. dapat dicurigai anak tersebut menderita askariasis atau ancylostomiasis. diapet). karena nyeri tekan lepas titik McBurney (-). yaitu 1) menghambat peristaltik usus (contohnya obat Imodium) dan 2) absorbent. BAB IV PENUTUP A. SARAN 1. Dokter menyarankan pemeriksaan laboratorium darah dan tinja untuk melihat kemungkinan agent penyebabnya.Pasien sudah makan obat diapet tetapi belum sembuh. maka baru dapat ditarik diagnosis pasti dari penyakit infeksi parasit tersebut. hal ini terjadi akibat mekanisme demam yang sudah dijelaskan sebelumnya. kebiasaan meminum air mentah mengandung risiko besar tertular penyakit amebiasis dan trichuriasis. Padahal. Sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan darah dan tinja agar dapat ditemukan adanya telur atau parasit dalam stadium tertentu sebagai gold standard pemeriksaan parasit. sehingga infeksi dapat terus berlangsung. Takikardi (N=120x/menit) terjadi akibat kompensasi tubuh untuk mengatasi keadaan syok. Dari anamnesa. Hipotensi (T=110/90 mmHg) hal ini terjadi karena pasien mungkin mengalami syok akibat dehidrasi. Pada diagnosis berbagai jenis infeksi parasit. Apabila telah didapatkan hasil pemeriksaan darah dan tinja. sehingga agen infeksius penyebab diare masih tetap berada dalam traktus GIT. Hasil pemeriksaan fisik. Sementara dari kebiasaan anak tersebut bermain tanah. sehingga anak tersebut tidak dilarang minum air mentah. kemungkinan besar keluarga pasien tidak mendapatkan edukasi tentang sanitasi yang baik. pasien menderita infeksi ameba (amebiasis). . karena itu hasil tersebut dapat menggugurkan diagnosis ascariasis. maka hal ini dapat menggugurkan dugaan adanya apendisitis. Nyeri tekan regio kanan bawah menjadi salah satu dasar diagnosis banding dengan apendisitis akut. Mekanisme obat antidiare sendiri dibagi menjadi 2.2°C). Dari keterangan ini. yaitu menyerap cairan dan toksin (contohnya obat new diatab. Penggunaan obat jenis absorbent ini malah dapat menghambat ekskresi kuman. Hiperperistaltik terjadi akibat adanya gangguan motilitas usus. didapatkan pasien adalah keluarga buruh bangunan dan anak tersebut suka bermain tanah dan kadang minum air mentah. KESIMPULAN 1. Suhu tubuh meningkat (39. Namun. Namun diagnosis pasti belum dapat ditegakkan selama belum ditemukannya parasit dalam tinja atau darah (dalam hal ini tinja) sebagai Gold Standard pemeriksaan infeksi parasit. Takipneu (R=24x/menit) juga terjadi akibat mekanisme kompensasi tubuh seperti halnya takikardi. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan sementara yang telah dilakukan. B. Infeksi Ascaris lumbricoides juga mempunyai manifestasi klinis apendisitis.

Diare Akut Infeksius Pada Dewasa.30). Jakarta: Dian Rakyat.ac. 2007. Jakarta: FK UI. H. Suka Be the first to like this post. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. B.usu. Aru W. Hiswani. Simadibrata K. 2006. http://209. Margono. Categories: Infeksi dan Penyakit Tropis Tag:amebiasis. Diakses di: http://72. Umar. Hall. Nematoda dalam Gandahusada.id/download/fkm/fkmhiswani7. Protozoa Intestinalis. Idrus. Hemma. John E. Setiati. http://library. 2003.usu. Guyton. Pribadi. 2006.usu.2. Jakarta: Media Aesculapius FKUI. 2004. http://library. Setiyohadi.Diare Merupakan Salah Satu Masalah Kesehatan Masyarakat Yang Kejadiannya Sangat Erat Dengan Keadaan Sanitasi Lingkungan.235. Diare Kronik. Diare Akut pada Anak.ac. Jakarta: EGC. 2007.ac.pdf. Diare Akut Karena Infeksi dalam Sudoyo. Sutadi. R. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 1998.55.usu. 2000. Arthur C. jam 14. diare Komentar (1) Lacak Balik (0) Tinggalkan komentar Lacak balik 1.id/download/fk/penydalam -srimaryani2. Siti. dkk. hal ini dapat dibantu oleh petugas kesehatan setempat dalam mengingatkan pentingnya kebersihan lingkungan. .pdf. Soebagyo.14.ac. Ringkasan Patologi Anatomi Edisi 2. Surakarta: Sebelas Maret University Press.104/search?q=cache:mWVOpJ8NsEoJ:library. (diakses pada 1 Juni 2009. Alwi. Ilahude.175. Sebaiknya tingkat sanitasi dari keluarga pasien lebih ditingkatkan. Sri S.104/search?q=cache:zsj5KrN_psgJ:library.85. Jakarta: EGC. Bambang. Wita. Diakses pada 1 Juni 2009.pdf+diare+filetype:pdf&hl=id&ct=clnk&cd=4&gl=id&lr=lang_id Zein. S. 14. Yulfi.pdf+patogenesis+diare+filetype:pdf&hl=id&ct=clnk&cd=1&gl=id&lr=lang_id Mansur. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga JIlid 1.id/download/fk/penydalam-umar4. 2008. Marcellus. Penuntun Laboratorium Klinik.id/download/fk/06001187. Arif. Sri Maryani. Budi. DAFTAR PUSTAKA Chandrasoma dan Taylor. Setiawan.2003. Parasitologi Kedokteran Edisi Ketiga. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Gandasoebrata.

like it.     Guest Masuk Masuk Masuk Email (wajib) (Belum diterbitkan) Nama (wajib) Situs web Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik.rady 1 Februari 2011 pukul 23:45 | #1 Balas | Kutip thanks . Tinggalkan Balasan Enter your comment here. Field Lab: Pelaksanaan Program Imunisasi di Puskesmas Polokarto Kabupaten Sukoharjo Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue Sebagai Penyakit Tropis Terkait Infeksi Virus umpan RSS Meta     Daftar Masuk log RSS Entri RSS Komentar .... Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik.

ga mutu. namanya juga masih belajar. :D~ Pengarang  Agatha Kategori          Bioetika dan Humaniora Biomolekuler Endokrin Hematologi Imunologi Infeksi dan Penyakit Tropis Metabolisme Neoplasma Respirasi Arsip Pencarian untuk: Blog Stats  105.655 hits Tag . WordPress. ga nyambung. atau resume mengenai blok yang sedang dipelajari. gapapa deh. Berisi tugas kuliah atau semacamnya. laporan ga mutu gini di post. ~tulisan-tulisan ini aneh. :D Mudah-mudahan dari tinjauan pustakanya masih berguna. walaupun yang lain cuma nyampah. hehe. haha.com About This Blog Salah satu sarana belajar dalam menempuh perkuliahan di program studi pendidikan dokter.

dan Kaitannya Dengan Sistem Hormonal Tubuh Tuberkulosis Paru Carcinoma Mammae “Penatalaksanaan Gawat Darurat Korban Kecelakaan Sesuai Dengan Etika.c… Tulisan Terkini      Tuberkulosis Paru Carcinoma Mammae Field Lab: Pengendalian Penyakit Menular: Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Masaran II Kabupaten Sragen Field Lab: Pelaksanaan Program Imunisasi di Puskesmas Polokarto Kabupaten Sukoharjo Diagnosis dan Patofisiologi Diare Akut Terkait Dengan Infeksi Tulisan Teratas           Diagnosis dan Patofisiologi Diare Akut Terkait Dengan Infeksi Mekanisme Timbulnya Poliuria dan Gejala Klinis Terkait Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau DM Tipe 2 Hipertiroidisme.blogspot. Hukum. dan Disiplin Profesi Kedokteran” Mekanisme dan Manifestasi Klinis Anemia Terkait Dengan Klasifikasinya Mekanisme Perdarahan Abnormal Serta Diferensiasi Penyakit Terkait Trombositopenia Diagnosis Mual dan Muntah Serta Demam Terkait Penyakit Tropis dan Infeksi Mekanisme Dasar Transplantasi Organ dan Konsekuensinya Terhadap Sistem Imunitas Blogroll     cakmoki Blog Daily Journal My Another Blog on Blogspot Sociopolitica Komentar Terakhir Rahma on Mekanisme Perdarahan Abnormal … . Mekanisme Regulasi Hormon Tiroid.aborsi agama alergi anemia anemia defisiensi besi bibir sumbing biduran buta warna campak cleft lip and palate color vision defects cushing syndrome DBD diabetes mellitus dm dm tipe 2 down syndrome etika farmakoterapi tb gizi balita gizi buruk gizi lebih hipersensitivitas hipertiroidisme hukum Imunologi ITP KB kontrasepsi labiognathopalatoschisis leukemia LILA ibu hamil malnutrisi measles metabolisme obat obesitas otopsi poliuria PTI regulasi hormon regulasi hormon tiroid sindroma down trombositopenia urtikaria virus Klik tertinggi  sampahtutorial.

Mekanisme Reg… rady on Diagnosis dan Patofisiologi Di… Facebook! .) Agatha Dinar Create Your Badge London :D .Sivi on Diagnosis Mual dan Muntah Sert… evirha on Mekanisme Dasar Transplantasi … Inna on Hipertiroidisme.

com . Theme: INove by NeoEase.com. Ikuti Follow Doctor Wannabe Get every new post delivered to your Inbox.Puncak WordPress Copyright © 2009-2010 Doctor Wannabe Blog pada WordPress. Masukkan alamat Powered by WordPress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful