BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Terbitnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan kewenangan kepada Pemerintahan Daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta keragaman daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah Kota Pontianak dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (lembaga Negara Nomor 9 Tahun 1953) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1820). Walikota dan Wakil Walikota Pontianak dilantik tangggal 22 Desember 2003, sehingga awal tahun 2004 secara efektif merupakan awal masa jabatan, pasangan dr. H. Buchary Abdurrachman SpKK dan H. Sutarmidji. SH. M.Hum. selaku Walikota dan Wakil Walikota Pontianak dalam melaksanakan tugas. Sesuai dengan pasal 27 ayat (2) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daearah mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan penyelenggaraanan pemerintahan daerah kepada pemerintah dan laporan keterangan pertyanggungjawaban kepada DPRD serta informasi penyelenggaraan pemerintah kepada masyarakat serta dituangkan dalam peraturan pemerintah Nomor 3 tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat, pada pasal 17 setiap akhir tahun anggaran dan pada masa akhir jabatan Walikota mempunyai kewajiban untuk menyampaikan laporan pertanggung-jawaban pelaksanaan pembangunan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat. Mengakhiri pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan periode tahun 2008, maka Walikota selaku Kepala Daerah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun 2008 yang secara umum memberikan gambaran hasil-hasil pembangunan yang di dalamnya berisikan pelaksanaan program/kegiatan selama tahun 2008 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), gambaran tentang tugas umum pemerintahan yang menjelaskan kebijakan dan kegiatan serta realisasi pelaksanaan kegiatan, penyelenggaraan urusan desentralisasi baik itu urusan wajib maupun urusan pilihan serta penyelenggaraan tugas pembantuan dengan bertitik tolak pada Rencana Strategis Kota Pontianak Tahun 2005-2009. Selain gambaran keberhasilan, laporan ini juga menyampaikan gambaran kendala yang dihadapi selama penyelenggaraan masa pemerintahan. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Pontianak Kepala Daerah kepada DPRD ini merupakan laporan atas pelaksanaan tugas selama kurun waktu 1 (satu) tahun. Laporan LKPJ ini merupakan rangkuman kembali berbagai kebijakan, pelaksanaan program dan hasil capaian kinerja pelaksanaan kegiatan dan dimaksudkan sebagai upaya mengimplementasikan system demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, menciptakan Good Governace dan Clean
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008

1

Government dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Substansi dan kerangka penyusunan LKPJ ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. Adapun substansi penyusunannya dengan sistematika sebagai berikut : Bab I : PENDAHULUAN Memuat Latar Belakang, Landasan Hukum, Gambaran Umum Daerah yang berisikan Kondisi Geografis, Kondisi Demografis dan Kondisi Ekonomi. Bab II : KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH Memuat Visi dan Misi, Strategi dan Arah Pembangunan serta Prioritas Pembangunan Tahun 2003-2008 Bab III : KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Berisikan Pengelolaan Pendapatan Daerah, Pengelolaan Belanja Daerah dan Permasalahan dan Solusi Bab IV : PELAKSANAAN PEMBANGUNAN KOTA PONTIANAK PERIODE 2003-2008 Memuat Strategi Pengembangan Perekonomian, Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Strategi Pengembangan Sarana dan Prasarana Dasar Perkotaan dan Strategi Pengembangan Lingkungan Yang Kondusif. Bab V : PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN Berisikan Pelaksanaan Program dan Kegiatan yang bersumber dari dana APBN Bab VI : PENYELENGGARAAN TUGAS PEMERINTAHAN Berisikan Kerjasama Antar Daerah, Kerjasama Daerah dengan Pihak Ketiga, Koordinasi Instansi Vertikal, Pembinaan Batas Wilayah, Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, Pengelolaan Kawasan Khusus dan Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum Bab VII : PENUTUP
2

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 . efisien dan akuntabel. 9. 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3685).B. Tambahan Lembaran Negara Nomor 1820) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Tahun 1985 Nomor 68. Tujuan dan Sasaran Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Pontianak periode 2008 secara umum bertujuan memberikan gambaran dan informasi dari pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan selama 1 (satu) tahun. 8. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3569) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 41. Legislatif dan Masyarakat agar pelaksanaan pemerintahan. pembangunan dan sosial kemasyarakatan yang akan datang dapat berjalan lebih efektif. yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 240. Laporan ini juga di gunakan sebagai sarana untuk memperbaiki kelemahan dan kendala yang dihadapi selama masa pemerintahan Walikota periode 2008 yang perlu ditindaklanjuti dan diatasi pada tahun-tahun berikutnya secara bersama-sama antara Eksekutif. Landasan Hukum Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Walikota periode tahun 2008 disusun berdasarkan : 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 124) 3 2. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3312) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 62. 10. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3688) Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 3. 7. Undang-Undang Nomor 27 tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72. C. 6. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4048) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara tahun 1997 Nomor 44.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4024) Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 210. 13. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4165) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140. 24. Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 1 Tahun tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kota Pontianak Tahun Anggaran 2006. 16. ABRI dan Para Pensiunan atas Penghasilan yang Dibebankan kepada Keuangan Negara maupun Keuangan Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 4021) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2001 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 157. 23. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 . 4 12. 22. Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 9 Tahun 2005 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kota Pontianak Tahun Anggaran 2005. 21. 20. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4138) Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 119. PNS. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4028) Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 118. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan Bagi Pejabat Negara. 19. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4139) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah. 17. 14. 18. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4693) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 5 Tahun 2003 Tanggal 14 April 2003 tentang PokokPokok Pengelolalaan Keuangan Daerah Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 4 Tahun 2004 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kota Pontianak Tahun Anggaran 2004.11. 15. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4585) Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2000 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 204. dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 19. 25.

54 Km2). Kibu Raya Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 5 . 1.51 Km2). Secara administrasi Kota Pontianak dibagi menjadi 6 (enam) Kecamatan dan 29 (Dua Puluh Sembilan) Kelurahan diantaranya Kecamatan Pontianak Barat (16. 27. dimana luas keseluruhan wilayahnya mencapai 107.5 Km dari muara Sungai Kapuas Besar terletak muara Sungai Landak yang mengalir dari arah Timur. dengan batas barat kota berjarak sekitar 14. Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 4 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kota Pontianak Tahun Anggaran 2007. 29. dengan rincian seperti tabel dibawah ini.1. Pontianak Berbatasan dengan Kecamtan Sungai Kakap ( Desa Punggur Kecil). Kecamatan Pontianak Tenggara (14. Kibu Raya Berbatasan dengan Kecamatan Sungai Ambawang (Mega Timur dan Ambawang Kuala) dan Sungai Raya (Kapur dan Sungai Raya) Kab. Kecamatan Pontianak Kota (15.1 Batas Wilayah Administrasi Kota Pontianak No 1 2 3 Uraian Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Batas Wilayah Berbatasan dengan Kecamatan Siantan (Desa Wajok Hulu) Kab. dan Kecamatan Timur Kab.26. Gambaran Umum Daerah Kondisi Geografis Kota Pontianak Batas Administrasi Kota Pontianak Kota Pontianak merupakan Ibukota propinsi Kalimantan Barat.82 Km2. Peraturan Walikota Nomor 21 Tahun 2007 Tanggal 25 April 2007 tentang Penataan ProgramProgram Renstra/RPJM Kota Pontianak Tahun 2005-2009 (Berita Daerah Kota Pontianak Tahun 2007 Nomor 21) Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 6 Tahun 2008.Salah satu ciri khas daripada Kota Pontianak adalah berada pada lintasan khatulistiwa dengan letak posisi pada koordinat 00 02’24” LU-00 5’ 37” LS dan 109 16’ 25 BT-109 23’ 04 BT. Tabel 1.83 Km2). Letak wilayah Kota Pontianak secara keseluruhan berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Pontianak. tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kota Pontianak Tahun Anggaran 2008 28. tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kota Pontianak Tahun Anggaran 2008. 1.94 Km2). Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 15 Tahun 2008 tanggal 24 September 2008.Kecamatan Pontianak Selatan (14.78 Km2) dan Kecamatan Pontianak Utara (27.Kecamatan Pontianak Timur (8. D.22 Km2).

Pada kondisi normal musim kemarau terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli sedangkan untuk musim penghujan terjadi pada bulan September sampai dengan bulan Desember. Desa Mega Timur & Desa Jawa Tengah) Kecamatan Pontianak Kota berbatasan dengan Kecamatan Sungai Kakap (Desa Pall IX) & ( Desa Punggur) Iklim - 1. mempunyai iklim tropis yang terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Rata-rata suhu udara di Kota Pontianak mencapai 26. Kubu Raya dan Siantan (Wajok Hulu) Kab. sehingga Kota Pontianak sangat rentan terhadap genangan air apabila terjadi pasang air laut yang disertai oleh hujan. Kecamatan Sungai Kakap (Desa Punggur Kecil) Kecamatan Pontianak Timur berbatasan dengan Kecamatan Sungai Raya (Desa Kapur) Kecamatan Sungai Ambawang (Desa Kuala Ambawang) Kecamatan Pontianak Barat berbatasan dengan Kecamatan Sungai Kakap (Desa Pal IX) & (Desa Sungai Rengas) Kecamatan Pontianak Utara berbatasan dengan Kecamatan Siantan (Desa Wajok Hulu) Kecamatan Sungai Ambawang (Desa Kuala Ambawang. Kecamatan Pontianak Timur dan Selatan Sedangkan jika dilihat dari batas wilayah masing-masing Kecamatan dengan wilayah Kabupaten adalah sebagai berikut : Kecamatan Pontianak berbatasan Selatan dengan Kecamatan Sungai Kakap (Desa Punggur Kecil) Kecamatan Pontianak Tenggara berbatasan dengan Kecamatan Sungai Raya dan (Desa Sungai Raya). Dengan kondisi tanah yang rendah tersebut untuk mengantisipasi terjadinya banjir diperlukannya sarana drainase yang baik. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 6 .10 – 1.4 0 C dengan kelembaban udara berkisar antara 86 % . Pontianak Berbatasan dengan Kecamtan Sungai Kakap dan Sungai Raya ( Desa Punggur Kecil) Kab Kubu Raya.2 Dilihat dari iklim yang ada di Kota Pontianak. Adapun besarnya curah hujan berkisar antara 3000 mm – 4000 mm per tahun sedangkan tinggi daratan hanya 0.No 4 5 Uraian Sebelah Barat Sebelah Tenggara Batas Wilayah Berbatasan dengan Kecamatan Sungai Kakap (Sungai Rengas) Kab.92 %.10 C – 27.5 m diatas permukaan laut.

Pada masing-masing wilayah bagian terbentuk jaringan drainase regional. Jl. Kota Pontianak terbagi menjadi 3 wilayah bagian oleh Sungai Kapuas Besar. 12 (dua belas) Dinas. Batas timur subsistem ini adalah Sungai Raya. subsistem Sungai Jawi. Hasanuddin. saluran primer. Berdasarkan pembagian wilayah tersebut sistem jaringan drainase dibentuk oleh 3 sungai besar. 5 (lima) Kecamatan dan 24 (dua puluh empat) Kelurahan. dan dengan pedoman Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi dan Perangkat Daerah. Keempat subsistem di bagian wilayah selatan ini yang sering mengalami banjir adalah subsistem Parit Tokaya baik yang disebabkan oleh kondisi pasang surut air sungai Kapuas maupun karena hujan lokal dan aliran dari hulunya. Subsistem Sungai Raya adalah subsistem paling timur. Jl. Batas antara subsistem Parit Tokaya dengan subsistem Sungai Raya adalah pertengahan lahan Universitas Tanjungpura dan terusannya. Organisasi dan Sumber Daya Aparatur Berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004.4. Adapun jumlah perangkat daerah diatur dalam 8 (delapan) buah Peraturan Daerah meliputi 2 (dua) Sekretariat. saluran sekunder dan saluran tersier. 4 (empat) Kantor.3.pembentukan Perangkat Daerah pemerintah Kota Pontianak Tahun 2004 sebagai berikut : Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 7 . Sultan Abdurahman. Pada wilayah tanah yang bergambut ketebalan gambut dapat mencapai 1 – 6 meter. 1. Sutan Syahril dan Jl. Mengingat dalam sistem drainase regional bagian selatan terdapat saluran primer yang cukup banyak.1. Kapuas Kecil dan Sungai Landak yaitu bagian utara meliputi Kecamatan Pontianak Utara. Batas antara subsistem sungai jawi dengan sub sistem Parit Tokaya adalah Jl. HRA Rahman dan Jl. bagian timur meliputi Kecamatan Pontianak Timur dan bagian selatan meliputi Kecamatan Pontianak Selatan. HA Salim. Husein Hamzah. Batas antara subsistem ini dengan subsistem sungai jawi adalah Jl. dimana catchment area yang dilayani oleh DAS Parit Tokaya ini seluas 920 Ha. maka dibagian selatan dibagi menjadi 4 subsistem jaringan drainase yaitu subsistem Sungai Belitung. 4 (empat) Badan. Subsistem Parit Tokaya ini berbatasan dengan subsistem Sungai Raya disebelah timurnya. sehingga menyebabkan daya dukung tanah yang kurang baik apabila diperuntukkan untuk mendirikan bangunan besar ataupun untuk menjadikannya sebagai lahan pertanian. Subsistem sungai jawi ini berbatasan dengan subsistem Parit Tokaya disebalah timurnya. Jl. Yamin. GS Lelanang. Jl. Kecamatan Pontianak Kota dan Kecamatan Pontianak Barat. Prof. Subsistem Sungai Beliung adalah subsistem paling barat yang berbatasan dengan subsistem sungai Jawi disebelah timurnya. Humus dan Aluvial dengan karateristik masing-masing berbeda satu dengan yang lainnya. Kondisi Tanah dan Hidrologi Jenis tanah di Kota Pontianak terdiri dari jenis tanah Organosol. M. Untuk melaksanakan ketentuan tersebut Pemerintah Kota Pontianak menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) dimana didalamnya mengatur tentang struktur kelembagaan yang ada pada Pemerintah Kota Pontianak. subsistem Sungai Tokaya dan subsistem Sungai Raya. Gley.

(5) Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan. (10) Dinas Tata Kota. 5) Pemerintah Kecamatan. (11) Dinas Pendapatan Daerah. (9) Dinas Kebersihan dan Pertamanan. (1) Perda Nomor: 14 Tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004 tentang Pembentukan Sekretariat daerah Kota Pontianak. Kebudayaan. Keluarga Berencana dan Catatan Sipil. (3) Badan Kepegawaian dan Pendayagunaan Sumber Daya Aparatur Daerah. yang terdiri dari: (1) Dinas Kesehatan (2) Dinas Pendidikan (3) Dinas Urusan Pangan (4) Dinas Perhubungan (5) Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Perda Nomor: 18 Tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004 tentang 5 (lima) Pemerintah Kecamatan. Perda Nomor: 17 tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004 tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah Kota Pontianak. 4) Lembaga Teknis Daerah. (4) Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah. Tenaga Kerja. (8) Dinas Pekerjaan Umum. (6) Dinas Sosial. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 8 . (1) Perda Nomor: 15 tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004 tentang Pembentukan Sekretariat DPRD Kota Pontianak. Perda Nomor: 16 tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004 tentang Pembentukan Dinas Daerah Kota Pontianak.1) Sekretariat Daerah. (2) Pemerintah Kecamatan Pontianak Utara. 2) Sekretariat DPRD. Informasi dan Komunikasi. (13) Dinas Pertanahan. 3) Dinas – Dinas Daerah. yaitu: (1) Pemerintah Kecamatan Pontianak Kota. (12) Dinas Pariwisata. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. yang terdiri dari: (1) Badan Pengawas Daerah (2) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. (8) Kantor Pemuda dan Olahraga. dan Pemberdayaan Masyarakat (7) Dinas Kependudukan. (6) Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (7) Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah.

Kelurahan Dalam Bugis. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Kelurahan Sungai Jawi Luar. Kelurahan Benua Melayu Darat. (3) Kelurahan Akcaya. Kelurahan Siantan Hilir. Pembentukan Pemerintah Kelurahan Berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2006 : tentang Pemekaran Kecamatan Pontianak Selatan dan Tenggara Kec. Pemerintah Kecamatan Pontianak Tenggara (Pembentukan berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2006) Pemerintah Kelurahan. Kelurahan Tambelan Sampit. Pemerintah Kecamatan Pontianak Timur. Kelurahan Sungai Jawi Dalam. Kelurahan Tanjung Hulu. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 9 . Kelurahan Darat Sekip. (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) Kelurahan Parit Tokaya. Kelurahan Benua Melayu Laut.(3) (4) (5) (6) 6) Pemerintah Kecamatan Pontianak Selatan. Pemerintah Kecamatan Pontianak Barat. Kec. Tengara (5) Kelurahan Bansir Darat. Kelurahan Benua Melayu Darat. Kelurahan Batu Layang. (4) Kelurahan Benua Melayu Laut. Kelurahan Siantan Hulu. (6) Kelurahan Bansir Laut. Kelurahan Pal Lima. Kelurahan Tanjung Hilir. (7) Kelurahan Bangka Belitung Laut. Kelurahan Banjar Serasan. Kelurahan Sungai Bangkong. (8) Kelurahan Bangka Belitung Darat. Perda Nomor: 19 Tahun 2004 tentang 24 (dua puluh empat) Pemerintah Kelurahan. Kelurahan Tengah. Kelurahan Saigon. Kelurahan Sungai Beliung. Selatan (1) Kelurahan Parit Tokaya (2) Kelurahan Kota Baru. Kelurahan Siantan Tengah. Kelurahan Sungai Jawi. Perda Nomor: 1 Tahun 2005 tanggal 17 Januari 2005 tentang Satuan Polisi Pamong Praja. Kelurahan Parit Mayor. 7) Satuan Polisi Pamong Praja. Kelurahan Mariana.

faktor yang tidak kalah penting adalah ketersediaan sumber daya manusia. 2.505 orang. 1.399 48% Gol I Gol II Gol III Gol IV Dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan selain dukungan dana.512 orang.56 % sedangkan penduduk perempuan sebanyak 231.310 orang.740 jiwa dengan komposisi penduduk laki-laki sebanyak 246. golongan III sebanyak 3.147 orang termasuk profesi guru. Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2008 2. tingkat pendidikan SD sebanayak 148 orang.370 orang.1.829 jiwa atau 51. Garfik. tingkat pendidikan D1-D2 sebanyak 1.399 orang dan golongan IV sebanyak 2.44%.911 jiwa atau 48. masih didominasi oleh tingkat pendidikan SLTA dengan jumlah keseluruhan mencapai 2. adapun jumlah tersebut terdiri dari golongan I sebanyak 68 orang.062 orang.1. tingkat pendidikan S1-D4 sebanyak 2. Dilihat dari perkembangan jumlah penduduk dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir periode 2004-2008 terdapat peningkatan yang cukup signifikan dimana pada tahun 2004 berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak jumlah penduduk yang tercatat sebanyak 478. tingkat pendidikan SLTP sebanyak 140 orang dan tingkat pendidikan S2 sebanyak 117 orang. tingkat pendidikan D3 sebanayak 663 orang. Sedangkan jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan.310 18% 3. Gambaran Umum Demografis Kota Pontianak Jumlah Penduduk Penduduk merupakan aspek strategis dalam berbagai indikator pembangunan selain menempatkannya subjek sekaligus menjadi objek dalam pembangunan penduduk juga sebagai modal dasar dari pembangunan. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 10 . Keadaan Sumber Daya Aparatur Garafik 1.1 68 1% 2.5. Sampai dengan tahun 2008 jumlah pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Pontianak adalah sejumlah 7.370 33% 1.2 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 2505 2062 SD 1512 SLTP SLTA D1-D2 D3 663 148 140 1 S1/D4 S2 117 1. golongan II sebanyak 1.

849 262.829 251.236 38.485 534.911 242.387 266.95% 48.211 43.098 277.925 31.409 256.632 32.126 46.581 12.476 32.54 55 .112 16.64 65+ JUMLAH Sumber : BPS Kota Pontianak Tahun 2004 43.14 15 .56% 50.400 jiwa.271 50.777 48.400 56.065 32.485 Berdasarkan kelompok umur jumlah penduduk di Kota Pontianak pada tahun 2007 yang terbesar berada pada kelompok umur 20 – 24 tahun dengan jumlah keseluruhan mencapai 56.845 513.244 523.996 jiwa dengan komposisi penduduk laki-laki sebanyak 277.80 % dan penduduk perempuan sebanyak 266.848 21.02% 51.657 30.257 34. Tabel.236 267.645 523.24 25 .066 494.59 60 .592 251.941 15.496 12.665 51.2 Jumlah Penduduk Kota Pontianak Tahun 2004-2008 No 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 Jumlah Penduduk 478.257 32.858 jiwa atau 49.826 41.162 54.743 42.359 55.138 jiwa atau 51.49 50 .579 49. 1.027 55.414 30. Adapun peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya di Kota Pontianak lebih disebabkan oleh tingginya arus urbanisasi dari daerah khususnya kabupaten/kota yang ada di kalimantan barat mapun daerah diluar kalbar yang ingin mencari pekerjaan di Kota Pontianak.357 20.996 Laki-Laki 246.39 40 .340 52.093 50.308 15.879 48.44% 49.270 33.44 45 .186 12.400 53.138 % 51.80% Perempuan 231.645 2007 47.34 35 .327 53.412 31.051 33.Tabel.98% 49.750 19.875 35.740 2005 45.851 39.05% 51.715 16.693 44.858 % 48.838 42.19 20 .022 19.015 21.29 30 .88% Sumber : Dinas Capil & Kependudukan Kota Pontianak Untuk tahun 2008 jumlah penduduk Kota Pontianak tercatat sebanyak 534.740 494.086 11.06% 48.428 478.005 45.072 19.88 %.925 46.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2004 – 2007 Kelompok Umur 0-4 5-9 10 .135 20.607 20.441 2006 46. 1.94% 51.441 513. hal ini mengartikan bahwa sebahagian besar penduduk di Kota Pontianak tergolong pada kelompok umur Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 11 .473 52.

1. Jika dilihat dari jumlah penduduk yang menamatkan jenjang pendidikan di Kota Pontianak berumur 5 (lima) tahun keatas diklasifikasikan ke dalam 7 (tujuh) kategori diantaranya tidak tamat sekolah.16 5.80 4.02 % di tahun 2007 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 12 .53 % meningkat menjadi 4.26 21.70 7.Laki Perempuan 5.2 Jumlah Penduduk Menurut Lapangan Pekerjaan Jumlah Penduduk Kota Pontianak dilihat menurut lapangan pekerjaan dapat di kelompokkan pada lapangan pekerjaan pertanian.41 6.41% dari jumlah keseluruhan penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan. perhotelan.51 4.08 100. Dilihat dari keseluruhan jumlah pendudk yang bekerja menurut jenis lapangan pekerjaan paling besar adalah perdangan. restoran dan rumah makan sebesar 40% dengan koposisi laki – laki sebanyak 34. restoran dan rumah makan serta jasa kemasyarakatan dan lainya. Agustus 2007 2. Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Salah satu variabel pendukung dalam peningkatan produktivitas suatu daerah dapat dilihat dari jumlah penduduk yang telah menamatkan suatu tingkat pendidikan.95% di tahun 2007 begitu juga dengan tingkat universitas pada tahun 1993 sebesar 2.848 jiwa.00 1 Pertanian 2 Industri Pengolahan 3 Perdagangan.00 26.68 100.64 40. 2. Lapangan Pekerjaan Jenis Kelamin Laki.31 100.00 Jumlah 5. belum tamat SD. Akademi/D1/D2 dan universitas.69 34. perhotelan. Industri pengolahan.00 % dan meningkat menjadi 24. perdagangan. tingkat SD. Berdasarkan klasifikasi tersebut perkembangan penduduk berumur 5 tahun keatas di Kota Pontianak cukup menggembirakan.02 21.52% dan prempuan sebanyak 50. SLTP dan SLTA umum. perhotelan.4 Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Tahun 2007 Di Kota Pontianak No.00 35. dimana angka yang menamatkan pada tingkat SLTA umum ke atas terdapat peningkatan dimana pada tahun 1993 pada tingkat SLTA sebesar 23.produktif sedangkan jumlah penduduk dengan kelompok umur 60 – 64 tahun atau kelompok umur yang sudah memasuki masa tua adalah yang paling sedikit dengan jumlah keseluruhan mencapai 12.21 31.52 50. Tabel.02% serta jumlah penduduk bekerja paling sedikit pada lapangan pekerjaan pertanian sebesar 5. restoran dan rumah makan 4 Jasa Kemasyarakatan 5 Lainnya Kota Pontianak Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional.3.

02% 100. Mengingat proporsi penduduk miskin pada skenario pertama.902 4.05% 4.13% 15.758 84.740 494.53% 100.01 93. setelah krisis ekonomi mengalami peningkatan.47% 18.78 91.615 15.800 KK telah diberikan bantuan melalui program BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang digulirkan oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Jumlah Penduduk Miskin Persoalan kemiskinan kembali ditempatkan menjadi salah satu bagian dari tugas berat pemerintah.356 8.26% 23.6 Jumlah Penduduk Miskin di Kota Pontianak Tahun 2004-2008 No 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* Jumlah Pddk 478.441 513.474 KK tergolong miskin dan sebanyak 19.00% 2007*** 46.19% 22.485 % 8.204 75.84% 25.00% Sumber : **) Susenas 1993 (>10 Th) ***Susenas 2001 (> 5 Th) 2.474 % 15. Pada tahun 2004 dari jumlah Kepala Keluarga sebanyak 131.23 64.241 KK sebanyak 20.368 21.700 13.645 523.037 523.700 19.97 BLT/Raskin (KK) 8.Tabel.5 Penduduk Berumur 5 (lima) Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Yang Ditamatkan No 1 2 3 4 5 6 7 Tingkat Pendidikan Tidak Tamat Sekolah Belum Tamat SD SD SLTP Umum SLTA Umum Akademi/D1/D2 Universitas Jumlah 1993** 30.130 21.422 KK Miskin 20. 1.4.299 % 9.00% 1.354 135.422 kepala keluarga yang ada sebanyak 21.95% 3.30% 2.474 21.350 76.49 15.905 81.892 21.92 15.448 34.485 543.961 21.311 94.281 54.20% 25. Tabel.52% 16.800 % 41.393 130.433 140.966 Jumlah KK 131.892 KK tergolong miskin dan sebanyak 8.55% 24. Untuk tahun 2008 jumlah penduduk miskin mengali peningkatan dimana dari 143.192 143.74 92.567 KK telah diberikan bantuan oleh pemerintah melalui dana raskin.567 19.88 14.262 133.842 19. 1.22 15.20 Sumber : Dinas Kependudukan & Catatan Sipil Kota Pontianak Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 13 .241 136.

98 5.70 1.444.729.73 atau mengalami pertumbuhan sebesar 5.04 % 2007 32.73 5.786.714.077.690.88 528.972. Investasi.88 %.365.950.915. 5.15 1. Inflasi. Lebih jauh.215.84 558.103.610.078.177.59 1.230.096. Pajak dan Retribusi.714.73 5.031.863.031. 4.41 1. sektor jasa-jasa dan sektor pengangkutan & komunikasi hal ini sejalan dengan Visi Kota Pontianak untuk mewujudkan perdagangan bertaraf internasional.56 1. 1.698.477.149.727.280.226.25 995.02 1.15 % pertahun.38 1.520.13 1.40 943.7 PDRB Kota Pontianak Tahun 2004-2008 Berdasarkan Harga Konstan Tahun 2000 (Rp.431.833.63 2008 32.024.174.90 4. sedangkan untuk tahun 2008 pertumbuhan ekonomi Kota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 14 .069.527.72 643.48 1. Kondisi Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2004-2008 Kondisi ekonomi daerah secara umum dapat ditunjukkan oleh angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).47 1.027.297.001. tahun 2006 jumlah PDRB Kota Pontianak meningkat menjadi Rp. Gas &Air Bersih Bangunan Perdagangan. Pinjaman dan Pelayanan Bidang Ekonomi.91 % kemudian pada tahun 2005 mengalami peningkatan menjadi Rp.216.62 4. Besaran nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ini secara nyata mampu memberikan gambaran mengenai nilai tambah bruto yang dihasilkan unit-unit produksi dalam periode tertentu.039.215.226.863.737.88 % 2006 30.44 800.477.225.737.261. 1.972.592.52 1.63 %.250. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan.49 1.10 dengan pertumbuhan sebesar 4.73 dengan pertumbuhan sebesar 5.786. 5.196.78 515.28 585.91% 2005 30.053. Tabel.75 1.82 5.84 465.18 416.265.89 1. hotel & restoran. 5.25 34.E.114.96 849.92 31.127.741.661.37 30.965.357.98 895.24 33.05% Perkembangan PDRB Kota Pontianak dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir didominasi oleh 3 (tiga) sektor lapangan usaha yaitu sektor perdagangan.375.04 dan tahun 2007 kembali meningkat menjadi Rp. Pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak sebagaimana tergambar dari Produk Domestik Regional Bruto selama kurun waktu 2004-2008 menunjukkan angka pertumbuhan yang cukup positif dimana mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 5.42 6.522. & Jasa Perusahaan Jasa – Jasa PDRB Konstan Pertumbuhan PDRB per tahun Sumber : BPS Kota Pontianak 2004 30.36 489..336.102.11 436.781.15 29. perkembangan besaran nilai PDRB merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai keberhasilan pembangunan suatu daerah atau dengan kata lain pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat tercermin melalui pertumbuhan nilai PDRB.891.379.62 atau mempunyai pertumbuhan sebesar 4. Jutaan) Menurut Lapangan Usaha No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan galian Industri Pengolahan Listrik.58 1. Persewaan.604.152.87 5.143.364.596.88 5.88 616. Pada tahun 2004 PDRB Kota Pontianak berdasarkan harga konstan sebesar Rp.10 4.887.

18 5.02 4. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 15 .86 5.30 % sedangkan untuk sektor keuangan mempunyai pertumbuhan ratarata sebesar 5. restoran & hotel masih penyumbang tertinggi dalam memberikan kontribusinya dalam penyusunan struktur ekonomi Kota Pontianak dengan kontribusi sebesar 22.55 4.01 5.35 6. Restoran & Hotel Pengangkutan & Komunikasi Keuangan Jasa PDRB Kota Pontianak 2004 -5. Sektor lain yang tidak kalah penting dalam menyumbangkan PDRB adalah sektor bangunan dimana dalam pertumbuhannya kurun waktu 4 tahun mencapai 5.55 5.55 % dan pada tahun 2007 kembali mengalami peningkatan menjadi 6.00 4.88 5.25 5. 2.89 4.078.82 atau mencapai pertumbuhan sebesar 5.65 % sedangkan untuk tahun 2008 pada sektor ini menurun menjadi 6.29 6. 6.05 Sumber : BPS Kota Pontianak Dilihat dari struktur yang ada berdasarkan 9 (sembilan) sektor lapangan usaha pada tahun 2004 sektor perdagangan.62 % untuk tahun 2005 sedikit mengalami pergeseran menjadi 5.05 % sebagaimana ditunjukkan tabel.63 2008 1.52 %. restoran & hotel dimana pada tahun 2004 mencapai 7.69 4. 1.88 2006 1.13 5. Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan. Untuk 3 (tiga) berikut yaitu sektor pengangkutan dan komunikasi mempunyai peningkatan rata-rata sebesar 5.70 5.92 5. restoran & hotel mempunyai kontribusi yang paling tinggi dalam memberikan kontribusinya yaitu sebesar 22.06 4.34 5.07 % kemudian di tahun 2006 kembali meningkat menjadi 5.13 5.63 % sedangkan sektor yang paling rendah dari keseluruhan sektor adalah sektor pertanian dimana memberikan kontribusinya hanya sebesar 0.77 5.91 2005 -0.03 7.00 % sehingga jika dirata-ratakan pada sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 5.70 7.65 6. Tabel.07 5.8 Pertumbuhan Ekonomi per Sektor Tahun 2004-2008 No.265.06 % sedangkan untuk sektor listrik.75 2.50 4.90 5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sektor Pertanian Pertambangan Industri dan Pengolahan Listrik. Secara umum peranan sektoral secara keseluruhan mengalami peningkatan hal ini dapat dilihat dari besaran kontribusi sektor masing-masing menunjukkan peningkatan rata-rata diatas 4 % hanya pada sektor pertanian dalam 5 (lima) tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang kurang signifikan.59 %.85 6.11 4.82 %.55 6.71 3.30 4. Sektor yang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan adalah sektor perdagangan.98 % pertahun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.83 6.62 0.05 % dan sektor jasa pertumbuhannya sebesar 3. Untuk tahun 2008 sektor perdagangan.04 2007 3.31 4.42 4.07 5.Pontianak menjadi Rp.45 4.1.77 1.50 5.54 %.59 % serta sektor industri pengolahan yang mencapai 5. gas dan air bersih adalah yang rendah dimana kontribusinya hanya sebesar 0.

57% 16.323 150 21.956 orang. Pada tahun 2004 jumlah tenaga kerja yang terserap berdasarkan sektor lapangan kerja sebanyak 211.193 orang.25% 10.63% 20.59% 16.98% 100.43% 20.56% 8. 1.00% 2005 0.30% 22.727 orang dan sektor pengangkutan menyerap tenaga kerja sebanyak 18.665 orang dan sektor pengangkutan/ komunikasi sebanyak 16.49% 0. Sebagian besar tenaga kerja terserap disektor perdagangan.946 2008 9.37% 0.56% 8.57% 16. sektor jasa sebanyak 42.00% Sumber : BPS Kota Pontianak Tingkat penyerapan tenaga kerja pada setiap sektor ekonomi bisa mencerminkan pada sektor ekonomi mana yang paling banyak menyerap tenaga kerja sekaligus mencerminkan bahwa sektor ekonomi tersebut dominan peranannya dalam meningkatkan PDRB. Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan. 1.35% 10.10% 20.415 2006 9.69% 20.120 141 22. Restoran & Hotel Pengangkutan & Komunikasi Keuangan.15% 100.21% 20.34% 22.Tabel. sektor industri sebanyak 21. Sektor pembangunan ketenagakerjaan diarahkan pada meningkatkan kualitas manusia dan kualitas hidup masyarakat. Pembangunan dalam bidang ketenagakerjaan ditujukan untuk memperluas lapangan kerja produktif .00% 2006 0.494 orang.54% 8.092 orang.62% 21. sektor industri sebanyak 22.58% 20.9 Struktur Ekonomi Kota Pontianak Tahun 2004-2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik.20% 10. Untuk itu melalui pembangunan ketenagakerjaan diharapkan terjadi penyerapan tambahan angkatan kerja baru.71% 21.457 orang. penurunan jumlah pengangguran. Tabel.66% 20.59% 16. baik dalam jumlah mapun mutunya.29% 22. trnasformasi tenaga kerja antar sektor serta peningkatan kesempatan angkatan kerja.883 orang.665 2005 8.51% 100.50% 0.10% 22.993 139 22. hotel dan restoran sebanyak 101.57% 100.00% 2008 0.727 16 .68% 100.733 orang sehingga total penyerapan tenaga kerja seluruhnya mencapai 243. Pers dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2004 0.10 Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Sektor Lapangan Kerja Tahun 2004-2008 No LAPANGAN USAHA 1 Pertanian 2 Pertambangan dan galian 3 Industri Non Migas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 2004 8.59% 8.00% 2007 0.06% 20.221 145 21.37% 0.14% 10. pengurangan ketimpangan produktifitas antar sektor. Pada tahun 2008 sektor perdagangan masih mendominasi penyerapan tenaga kerja yaitu sebanyak 125.46% 0.62% 8.38% 22.168 2007 9.721orang .57% 16. sektor jasajasa menyerap sebanyak 45.13% 10.830 132 22.

870 217.984.27 5.009.3 juta tahun 2008 6.663.5 dibawah dimana : 1.300 2006 1.0 juta dan meningkat menjadi Rp.19 16.404 18.265.82 657.2 juta dan pada tahun 2008 meningkat menjadi Rp.553 2.25 475.08 4.25 144.555.242.388 2007 2008 1.62 342.662.630.81 5.473.972.431.525 17.313 43. Tabel.30 8.855.964.6 juta tahun 2008. 16.494 2.133 13.400 1. 3.570.480 101. 10.95 533.37 juta dan tahun 2008 meningkat menjadi Rp.457 Perkembangan ekonomi makro selama 5 tahun terakhir periode 2004-2008 terdapat peningkatan.59 12.10 359.092 16. Produk Domestik Regional Bruto berdasarkan harga konstan tahun 2000 mencapai Rp.959.736.438. 4.311 16.727.965.226.118.83 15.855.416 45.538.733. 9.881.775 112.324.078.065.094.59 5.18 494.437.82 418.265.37 410.622.93 2007 8.792.74 377.63 5.10 7.320.317.972.472.30 ATAS DASAR HARGA BERLAKU ATAS DASAR HARGA KONSTAN Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 17 . Produk Domestik Regional Bruto perkapita tahun 2004 mencapai Rp.04 4.837.446 17. 1.111.974.595.71 514.714.657. Pendapatan regional perkapita pada tahun 2004 sebesar Rp.30 6.090 45.15 2008 9.342. 17.198. 11.95 104. 4.257.82 juta 5.653. 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 URAIAN PDRB Atas Dasar Harga Pasar Penyusutan PDRN Atas Dasar Harga Pasar Pajak Tak Langsung PDRN Atas Dasar Biaya Faktor Produksi Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) PDRB Perkapita (Rupiah) Pendapatan Regional Perkapita (Rupiah) PDRB Atas Dasar Harga Pasar Penyusutan PDRN Atas Dasar Harga Pasar 2004 5. Produk Domestik Regional Bruto perkapita tahun 2004 mencapai Rp.51 4.429.714.804. 2.919.387.329.573. Persewaan & jasa persh Jasa – Jasa Jumlah Sumber : BPS Kota Pontianak No 4 5 6 7 8 9 2004 1.239 243.18 13.550.81 581. Dan Restoran Pengangkutan Dan Komunikasi Keuangan.91 502.660 16.964.01 509.538.057 118.287 42.078.620.215.625.440. Pendapatan regional perkapita pada tahun 2004 mencapai Rp.11 Agregat Pendapatan Regional dan Pendapatan Regional Per Kapita Di Kota Pontianak Tahun 2004 – 2008 No.214.66 7.897.034.47 520. hal ini dapat dilihat dari tabel.04 6.244.870.786.883 18.819.794.100.733 2.663.553.193 2005 1.488 125.8 juta.905..80 6.477.933.045 105.741 17.11.02 2006 7.88 5.73 398.257 15.394.90 6.337 12.613 2.463.59 2005 6.00 7.00 16.62 juta tahun 2004 dan pada tahun 2008 meningkat menjadi Rp.774.768.547.751. 6.LAPANGAN USAHA Listrik Dan Air Minum Bangunan Perdagangan.10.81 128.0 juta dan meningkat menjadi Rp. Hotel.639.52 5.0 juta dan meningkat menjadi Rp.035.345 226.165 18. 12.659.374.424. 9.356 16.863.379 2.956 211. 5. 2.015.735.06 90.00 14.031.721 234.31 5.698.6 juta.200.81 114.82 juta.35 5.84 11. tahun 2004 mencapai Rp.050. Produk Domestik Regional Bruto berdasarkan harga berlaku.344 44.57 8.440.

Angka Pengangguran Terbuka (%) 3.623.06 % 4. sektor sekunder dan sektor tersier.00 10.92 % 11.) Sumber : Hasil Analisis F.91 %.No.66 533.26 4.905.68 5.058.41 10. demikian pula angka pengangguran terbuka yang setiap tahunnya mengalami penurunan dimana pada tahun 2004 sebesar 11.819.388.34 10.547.05 % 11.50 % 5.714.83 2008 14.68 9.776.60 % sedangkan tahun 2008 diprediksikan menjadi 14.47 10.972. tahun 2005 turun menjadi 9.90% dan di tahun 2007 menjadi 14.75 9.3 % kemudian tahun 2005 terjadi penurunan menjadi 15.774.271.2 % dan tahun 2006 kembali turun menjadi 14.263.745.538. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2004 sebesar 4. 4.04 % dan meningkat kembali di tahun 2007 menjadi 5.84 2005 15.440.512.555.41 16.19 % 6.46 514.009.670. 5.56 % 5.19 8.82 9.663.58 % sedangkan tahun 2007 menjadi 8.60 % pada tahun 2008 diperkirakan menjadi 8.37 10.426.745.038.706.058.554.75 14.90 13.00 11.947.603.81 11.88 %.144. Pertumbuhan Ekonomi (%) Inflasi (%) PDRB Konstan 2000 (Rp.32 % 5.243. komoditas pertanian dalam arti luas serta komoditas budaya dan sejarah. tahun 2005 terdapat sedikit pergeseran hingga terjadi penurunan menjadi 4.08 %.25 10.41 %.04 % 6.44 4.031.40 509.083. 1. 6.133 10. sedangkan tahun 2005 kembali meningkat dari tahun sebelumknya menjadi 5.437.88 % 4.933.394. 4 5 6 7 URAIAN Pajak Tak Langsung PDRN Atas Dasar Biaya Faktor Produksi Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) PDRB Perkapita (Rupiah) 2004 75.841.118.12 2006 83. Tabel.380. 7.08 % 4.547. Dari ketiga sektor tersebut meliputi komoditas industri meliputi perdagangan dan jasa.22 % 9.43 % 5.73 8.99 2007 87.212.68 12.735.200.144.32 494.386.18 2007 15.88 % 14.73 7.477.297.265.90 9. tahun 2006 kembali turun menjadi 9.786.88 % 8.29 % 8.215.34 17. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 18 .82 11.82 2005 79.79 2008 92.50 %.299.) 2004 15.10 6. Juta) PDRB Berlaku PDRB per kapita konstan (Rp.49 % 9.386.038.653.870.377 10.12 Indikator Pembangunan Bidang Ekonomi Kota Pontianak Tahun 2004-2008 No Uraian BIDANG EKONOMI 1.05 %.175.39 8 Pendapatan Regional Perkapita (Rupiah) Sumber: BPS Kota Pontianak Indikator pembangunan bidang ekonomi dari tahun 2004-2008 mengalami perubahan baik peningkatan maupun penurunan.29 %.91 % 6.59 2006 15.58 % 5.58 502. Angka kemiskinan pada tahun 2004 sebesar 19.265.62 5.567.417. Potensi Unggulan Daerah Komoditas unggulan daerah yang mendukung keberhasilan pembangunan di Kota Pontianak meliputi tiga sektor penting yaitu sektor primer. Angka Kemiskinan (%) 2.88 %.97 % 8.388.226.243.509.585.265.625.389.017.111.60 % 5.863.078.804.751.065.964. pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5.622.054.53 5.054. PDRB per kapita berlaku (Rp.741 11.64 5.

Perdangan. Melihat industri di Kota Pontianak selama tahun 2007 sebanyak 31 perusahaan yang tersebebar di seluruh kecamatan.000 tanaman dengan hasil produksi sebanyak 5 – 10 ton dengan hasil rata-ata perbulan sebanya 22. Tenaga kerja yang terserap di perusahaan industri sebesar 2. Produk pertanian yang menjadi andalan Kota Pontianak adalah Aloe Vera dimana lama tanam hingga menghasilkan sekitar 10 – 12 bulan. Pertanian .297 orang.58%. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 19 . Sebagai Ibukota Propinsi Kalimantan Barat. 3.180 orang yang tersebar hampir disetiap Kecamatan.810 orang dan nilai output dihasilkan oleh perusahaan industri sedang/besar adalah sebesar 1. Koperasi sebagai fondasi utama bagi tumbuhnya ekonomi rakyat perlu terus di dorong perkembangannya dalam rangka mewujudkan demokrasi ekonomi. Koperasi dan Jasa Sektor perdangan di Kota Pontianak merupakan sektor yang memberikan share yang cukup besar terhadap perekonomian Kota Pontianak.504 perusahaan perdagangan dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 41.360 ton per tahun. Industri Industri yang dikembangkan di Kota Pontianak adalah industri pengolahan dari bahan baku menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi yang menjadi konsumsi untuk masyarakat lokal maupun untuk di ekspor keluar negeri. dan 35 hotel non berbibtang dengan tingkat hunian kamar hotel berbintang mencapai 23.5 – 30 ton atau 270 . Dalam setiap hektarnya tanaman ini dapat memuat sebanyak 10.78 milyar dan pajak tak langsung diperoleh dari biaya factor sebesar 64. jasa perdagangan dan pelayanan jasa lainnya. kondisi ini dapat dilihat dari hasil sensus ekonomi Kota Pontianak tahun 2006 sebanyak 17.867 triliun rupiah. Sedangkan untuk nilai tambah bruto di peroleh dari seluruh perusahaan industri sedang/besar adalah 65. 2. Bedasarkan sensus ekonomi tahun 2006 terdapat 223 koperasi dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 2. Kota Pontianak melayani segala keperluan jasa yang diperlukan oleh kabupaten-kabupaten lainnya baik untuk pendistribusian barang dan jasa maupun keperluan-keperluan lainnya. Setelah itu baru dapat dilakukan panen dalam jangka waktu 10 hari atau 4 kali dalam satu bulan. disamping itu Kota Pontianak juga menghasilkan papaya hawai. Sektor ini meliputi sektor jasa pariwisata. Perusahaan perdangangan digolongkan menjadi tiga yaitu : pedagangan eceran yaitu sebesar 17. dari jumlah kecamatan yang paling banyak terletak di Kecamatan Pontianak Utara dengan 18 perusahan. Jasa perhotelan di Kota Pontianak pada tahun 2007 tercatat sebanyak 41 hotel terdiri dari 6 hotel berbintang.1 milyar. pedagang besar 434 perusahaan dagang exportir dan inportir 27 perusahaan.043 perusahan.10% dan non berbibtang sebesar 27. sedangkan Kecamatan selatan dan Kota masing – masing sebanyak 5 perusahaan dan Kecamatan Pontianak timur 1 perusahaan serta Kecamatan Pontianak Barat sebanyak 2 perusahaan.1.

permainan rakyat.24 % 26.57 % 100. 2. tahun 1993. Adapun penyelenggaraan event ini untuk menumbuhkembangkan budaya suku Dayak dimana suku ini menjadi salah satu suku asli di Kalimantan Barat.12 % 11. kerajinan rakyat yang berkembang di Kalimantan Barat.05 % 13. Ulang Tahun Kota Pontianak Acara ini diselenggarakan setiap tahunnya yang jatuh tempo pada tanggal 23 Oktober.35 % 10. tahun 1995 dan tahun 1997 yang dipusatkan di Kota Pontianak dengan mengundang daerah-daerah lain di pulau Kalimantan serta daerah –daerah di pulau sumatera. 4. 1. Dilihat dari keberadaannya sebahagian suku bangsa yang ada di Indonesia terwakili menjadi warga Kota Pontianak.4. adapun acara yang ditampilkan pada event ini berupa tari-tarian. 3. Event tersebut merupakan rangkaian peristiwa yang menjadi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 20 .13 Komposisi Penduduk Menurut Suku Bangsa Kota Pontianak Tahun 2007 No 1 2 3 4 5 6 Suku Melayu Keturunan Cina Bugis Jawa Madura Lain-lain Jumlah Persentase 31.00 % Sumber : Bappeda Kota Pontianak Event budaya yang dapat menarik wisatawan manca negara maupun wisatawan domestik yang diadakan secara berkala di Kota Pontianak sebagai berikut : 1. Adapun suku bangsa tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah : Tabel. Penyelenggaraannya diadakan pada tanggal 21 – 25 Maret yang dirangkaikan dengan peristiwa alam yang terjadi di Kota Pontianak yaitu titik kulminasi matahari. Festival Budaya Bumi Khatulistiwa Acara ini diselenggarakan setiap 2 (dua) tahun yang dimulai pada tahun 1991. Gawai Dayak Acara ini diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 20 Mei sampai 25 Mei di Rumah Panjang. swasta dan sosial budaya Kota Pontianak juga dijadikan sebagai kota tempat para pendatang baik dari dalam propinsi maupun dari luar propinsi. Pariwisata dan Budaya Sebagai ibukota propinsi Kalimantan Barat serta pusat kegiatan pemerintahan. Lomba Dayung Hias dan Tradisional Pertama kali diadakan pada tanggal 21 Maret 1997 denga memperlombakan sampan-sampan tradisional yang dihiasi dengan ornament-ornamen budaya masing-masing daerah.67 % 7.

Festival Kue Tradisional Festival ini diselenggarakan pada bulan Juni setiap tahunnya dengan menampilkan berbagai kue-kue tradisional masyarakat Kalimantan Barat. Naik Dango Naik dangi merupakan acara adat yang diselenggarakan oleh masyarakat etnis Dayak yang biasa diselenggarakan di Rumah Panjang. 8. 5. 6. Cap Go Meh/Barongsai Adalah perayaan yang diselenggarakan oleh masyarakat etnis cina (Tionghoa) dengan menampilkan barongsai/naga dimana penyelenggaraannya jatuh pada 15 hari setelah Tahun Baru masyarakat Tionghoa. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pontianak Tahun 2008 21 . Meriam Karbit/Keriang Bandong Festival ini biasanya diselenggarakan pada bulan puasa menjelang Hari Raya Idul Fitri dimana masyarakat yang berada pada sisi Sungai Kapuas saling berhadapan dan membunyikan meriam karbit yang saling bersahutan.daya tarik wisatawan manca Negara maupun wuisatawan nusantara untuk berkunjung ke Pontianak. 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful