Anda di halaman 1dari 3

Aplikasi Prinsip Fisika dan Alat Suntik Pada alat suntik, ada beberapa prinsip fisika yang mendasari

kerja alat suntik tersebut, yaitu Hukum Boyle, Hukum Pascal, dan Persamaan Kontinuitas. Hukum Boyle terdapat pada prinsip kerja alat suntik. Pada bagian pangkal pendorong alat suntik terdapat karet yang mengisolasi ruang di dekat jarum suntik. Saat pendorong alat suntik tidak ditarik menjauhi maupun didorong mendekati jarum suntik, tekanan dalam ruang alat suntik (P1) sama dengan tekanan di luar ruang alat suntik (P2). Saat pendorong ditarik menjauhi jarum suntik, tekanan dalam ruang (P1) menjadi lebih kecil yang menyebabkan udara dari luar ruang alat suntik masuk ke dalam ruang alat suntik sehingga volume dalam ruang alat suntik (V1) menjadi lebih besar. Hal ini juga berlaku pada keadaan sebaliknya. Saat pendorong alat suntik didorong mendekati jarum suntik, tekanan dalam ruang (P1) menjadi lebih besar alat suntik (V1) menjadi lebih kecil. (*penjelasan ttg ini tidak menggunakan Boyle tapi Bernoulli. Dimana kecepatan fluida berbanding terbalik dengan tekanan. Coba anda bayangkan mekanisme minum dengan sedotan, ketika menyedot, udara di rongga mulut dipercepat sehingga tekanannya turun, dan sebaliknya. Mekanisme semacam ini pun yang terjadi pada suntikan. Jika dgn boyle, missal V2 adalah udara luar, bagaimana mungkin V1 atau udara dalam tabung suntikan lbh besar dripada udara sekitar?ini mustahil. Gmbar anda sudah sangat baik, hanya teori dasarnya yg harus sedikit diubah ) yang

menyebabkan udara mengalir keluar dari dalam ruang alat suntik sehingga volume dalam ruang

P2 > P1 P1 = P2

P2 < P1 Sewaktu mendorong alat suntikan atau mengeluarkan cairan dalam suntikan melalui jarum suntik, Hukum Pascal berlaku . Jika kita misalkan, luas permukaan alas karet pendorong disimbolkan sebagai A1 dan luas lubang jarum suntik disimbolkan sebagai A2.

F1

F2 A1

Gaya yang diberikan pada pendorong disimbolkan2sebagai F1, serta gaya yang dihasilkan pada A Gambar Hukum Pascal ujung jarum suntik disimbolkan sebagai F2. Saat pendorong diberi gaya dorong sebesar F1, maka gaya yang dihasilkan pada ujung jarum suntik (F2) sebanding dengan gaya dorong (F1) dibagi dengan luas permukaan karet pendorong (A1) dikalikan dengan luas lubang jarum suntik (A2). Secara matematis dapat ditulis dengan rumus :

maka,

Fluida yang mengalir dari dalam tabung alat suntik menuju ke luar (tubuh) melalui lubang jarum alat suntik merupakan peristiwa dari penerapan persamaan kontinuitas. Diameter tabung alat suntik disimbolkan A1, sedangkan diameter jarum alat suntik disimbolkan A2. Kecepatan fluida yang mengalir di dalam jarum (v2) lebih cepat dibandingkan kecepatan fluida yang mengalir di dalam tabung alat suntik (v1). Hal ini desebabkan karena diameter jarum lebih kecil

dibandingkan diameter tabung alat suntik. Maka, hal ini membuktikan bahwa persamaan kontinuitas dapat diterapkan dalam prinsip kerja alat suntik.

A1.V1 Gambar Hukum Kontinuitas Gambar A2.V2