Anda di halaman 1dari 7

SIMULASI KOMUNIKASI DATA-ME&lQ-OFBM PADA STANDAR IEEE 802.

11a
Heni Indrianil, Agus virgono2,Rina Puji ~ s t u t i ~
1

Departemen Teknlk Elektro, Sekolah Tlngg~ Teknologl Telkoin knvz 49@vahoo.com, 2agv@stttelkom.ac.id, ba@stttelkom.ac.id

I23

Ahstrak Kombinasi antara MIMO (Mirltiple-Inprrt Midtiple-Ourprrt) dan OFDM diharapkan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan data rate pada sistem komunikasi wireless. Sistem komunikasi wireless kaya akan scattering yang menyebabkan sinyal mengalami nzultipatlz fading, dimana sinyal transnzit cenderung mengalami respon frequency selective fading akibat bandwid11 yang sangat lebar. Dengan teknik OFDM kanal frequency selective fading akan dirasakan sebagaipat fading oleh setiap subcarrier. Dengan teknik MIMO maka performansi akihat efek nrultipath fading dapat diperhaiki. Untuk mengimplementasikan teknik MIMO-OFDM diperlnkan beberapa peruhahan pada baseband signal processing, diantaranya clzannel estirization, syrzclzroizization tracking dan MIMO detection. Pada penelitian ini dihahas bagaimana memodelkan dan mensimulasikan MIMO-OFDM pada wireless LAN yang mengacu pada standar IEEE 802.11a dengan menggunakan 2 antena transmitter dan 2 antena receiver, modulasi yang digunakan adalah 16-QAM dan 64-QAM. Hasil simulasi menunjukkan bahwa performansi 16-QAM memerlukan Eb/No yang lehih kecil dihandingkan dengan 64-QAM, sehagai contoh untuk mencapai BER 10" terjadi kenaikan daya sekitar 12 dB. Pada sistem MIMO OFDM kondisi frequency selective Rayleigh fading terdapat perhaikan EhlNo sekitar 8 dB dari sistem SISO OFDM. Pada sistem MIMO OFDM 64-QAM, dengan code rate % memiliki througlzput paling hesar dibandingkan sistem lain. Dengan menggunakan sistem MIMO (2,2) jnga dapat meningkatkan kapasitas kanal sekitar 2 kali dihandingkan dengan sistem SISO. Kata kunci: MIMO, OFDM, EhlNo, 16-QAM, 64-QAM, SISO Abstract A combination between MIMO (Multiple-Input Multiplc-Ourput) and OFDM is expected to become a solution to increase data rate in wireless communication. Wireless communication is rich of scattering that can make the signal encounter multipath fading, where the signal actually undergo frequency selective fading response. With OFDM technique, the frequency selective fading channel will become flat fading in every subcarrier. And with MIMO technique, the performance resulting from multipath fading effect will be handled. To implement MIMO OFDM technique, We needed some changes in baseband signal processing, such as channel estimation, synchronization tracking and MIMO detection. This research will discuss how to design and simulate MIMO OFDM in wireless LAN based 802.11a, using 2 transmitter antenna and 2 receiver antenna, as well as 16-QAM modulation and 64-QAM modulation. The result shows that 16-QAM performances need EblNo less than 64-QAM; for example, to reach BER 10.' the power raises as much as 12 dB. MIMO OFDM system with frequency selective Rayleigh fading has better performance than SISO OFDM, gain as much as 8 dB. In MIMO OFDM system, 64-QAM with code rate % is the best throughput than other system. Using MIMO (2,2) system also can increase channel capacity twice as much compared SISO system. Keywords: MIMO, OFDM, Eb/No, 16-QAM, 64-QAM, SISO 1. Pendahuluan modulasi mnlticar-rier OFDM. Secara prinsip, OFDM membagi data serial berkecepat& t i n k i menjadi beberapa data paralel berkecepatan rendah pada bandwidth yang cukup lebar, yang kemudian masing-masing data paralel itu dimodulasi oleh subcawiers yang saling orthogonal. Orthogonalitas subcai-vier OFDM ini menyebabkan spektmm antar subcarrier diperbolehkan overlapping sehingga penggunaan bandwidth akan lehih efisien. Beberapa jumal penelitian intemasional terakhir menyatakan bahwa teknik Multi-Input (MIMO) dapat meningkatkan Multi-Output performansi sistem komunikasi wireless. Sistem MIMO merupakan sistem komunikasi yang

Seiring dengan perkembangan zaman, sistem komunikasi digital wireless dituntut untnk menyediakan layanan data yang berkecepatan tinggi (high data i-ate) dengan QOS yang reliable (tercapainya target BER dengan EhNo yang minimum. Dengan tersedianya layanan high data rate maka provider telekomunikasi dapat menyediakan layanan pengiriman data, videostlraming, videa-confer-ence atau layanan lain secara realtime. Salah satu teknik yang dapat diandalkan untuk mendukung layanan high data rate adalah teknik

Simulasi Komunikasi Data MIMO OFDM pada Standar lEEE 802.11a [Aeni Indriani]

10'

~edormansi 160AM. Data


I

,L
A
1 -

0
20
25

u
5

10

15

10

15 EbNO [dB)

30

20 EbNO (dB)

25

30

35

40

Gambar 9. Performansi Sistem (BERICER) 16-QAM Code Rate % Performansi 64-QAM dengan coding rate % ditunjukkan pada Gambar 10.

Gambar 1 . Throughput Sistem MIMO OFDM 1 5.4 Kapasitas Kanal MIMO Kapasitas kanal dalam ha1 ini adalah kapasitas kanal MIMO, berkaitan dengan seberapa hanyak kanal MIMO tersebut melewatkan bit informasi dengan benar. Di sini akan dianalisis faktor apa saja yang bisa m e m p e n g d i besamya kapasitas kanal. Gambar 12 memperlihatkan hasil simulasi kapasitas kanal.

Gambar 10. Performansi Sistem (BERICER) 64-QAM Code Rate % 5.3 Throughput sistem MIMO OFDM Throughput sistem mempakan perbandingan antara bit yang diterima secara benar dengan keseluruhan bit yang diterima. Pada bagian ini akan diperliiatkan hasil silnnlasi throughput sistem dalam satuan bps. Pada Gambar 11 terlihat jelas babwa sistem MIMO OFDM memiliki throughput yang lebih baik dibandigkan dengan SISO OFDM. Hal ini dikarenakan data rate sistem MIMO lebih besar dibandingkan dengan sistem SISO. Pada modulasi 16-QAM code rate '/z sistem SISO memiliki throughput sekitar 24 Mbps sedangkan sistem SISO dengan code rafe % memiliki throughput sekitar 36 Mbps. Sedangkan untuk sistem MIMO dengan code rate '/z memiliki throughpuf sekitar 48 Mbps, dan untuk code rate % memiliki throughput sekitar 72 Mbps. Semakin besar coding rafe maka throughput sistem dan data rate sistem akan semakin besar juga.

EbNO (dB)

Gambar 12. Kapasitas Kanal Pada Gambar 12 terliiat babwa kapasitas kanal MIMO lebih besar dibandingkan dengan kanal SISO. Hal ini dikarenakan jumlah antena receiver pada MIMO lebih banyak dibandmgkan dengan SISO. Dalam penelitian ini jumlah antena receiver MIMO berjumlah 2 buah sehingga kapasitas kanal MIMO sekitar 2 kali lipat kanal SISO. 6. Kesimpulan Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1. Sistem MIMO OFDM dapat meningkatkan data rate pada standar IEEE 802.11a dengan QoS yang reliable. Pada modulasi 16-QAM dafa rate yang dicapai sebesar 72 Mbps dan pada 64-QAM sebesar 108 Mbps dengan BER target sebesar 10.'. 2. Performansi sistem dengan menggunakan convolutional coding lebih baik dibandingkan

Jurnal Penelitinn dan Pengembangan TELEKOMUNIKASI, Desember 2007, Vol. 12, No. 2