Anda di halaman 1dari 8

ANALISA CORE

BAB I LITOFASIES

Praktikum Geologi Minyak Bumi

Batuan sedimen memiliki dua buah komponen utama, yaitu karakter dan atribut (Selley, 1985). Karakter batuan merupakan kenampakan fisik yang mencakup tekstur, warna, serta komposisi. Komponen atribut merupakan bagian dari struktur sedimen batuan serta paleocurrent. Pada bagian ini, akan diungkap karakter dan atribut batuan, serta pembagian litofasiesnya. Pemerian Batuan Pada sampel inti yang digunakan di praktikum ini, terdapat batupasir yang dibagi menjadi 3 horizon berdasarkan kenampakannya fisiknya. Horizon pertama memiliki deskripsi sebagai berikut : - Inti berwarna abu-abu dengan tekstur klastik, memiliki ukuran butir pasir sampai lempung, dengan sortasi buruk, bentuk butir subrounded kemas matriks supported. Komposisi Mineral : Mineral opak, Kuarsa, Litik, Mineral lempung. Tampak pada horizon pertama ini batu pasir pasir memiliki ciri khas berupa keterdapatan struktur sedimen sedimen lentikuler, dimana lapisan pasir diselingi oleh lapisan lempung secara bergantian. Horizon kedua memiliki deskripsi sebagai berikut : - Inti berwarna coklat dengan tekstur klastik, memiliki ukuran butir pasir, dengan sortasi baik, bentuk butir subrounded, kemas grain supported. Terdapat struktur sedimen gradasi normal. Komposisi Mineral : Litik, mineral mika Di horizon kedua ini batupasir memiliki struktur gradasi normal dengan klastika-klastika yang berukuran lebih besar berada pada bagian bawah. Horizon ketiga memiliki deskripsi sebagai berikut : - Inti berwarna abu-abu hingga coklat dengan tekstur klastik, memiliki ukuran butir pasir, dengan sortasi buruk, kemas grain supported. Terdapat struktur sedimen wavy
I II III

Kuarsa,

ripple lamination.Komposisi : Mineral opak, Kuarsit, Litik, Mineral lempung.Di horizon kedua ini batupasir memiliki

Gambar 1, Sampel core. (a) kenampakan erosi oleh batupasir (b) pembagian horizon menurut angka

struktur gradasi normal dengan klastika-klastika yang berukuran lebih besar berada pada bagian bawah.

Mohamad Amin Ahlun Nazzar

ANALISA CORE

Praktikum Geologi Minyak Bumi

Horizon terakhir memiliki cirri yang sangat khas berupa struktur sedimen wavy. Ketiga horizon dari sampel inti tersebut menjelaskan bahwa batuan terbentuk pada kondisi yang berbeda-beda. Pembagian Litofasies Berdasarkan atas karakter dan atribut batuan, maka pembagian fasies batuan adalah : Horizon I : merupakan channel facies, hal ini tampak dari adanya struktur sedimen berupa gradasi terbalik serta tampak dibagian samping dari core yang memiliki batas tidak beraturan dengan bagian lain, batas ini diinterpretasikan merupakan batas dari sebuah channel (lihat gambar 1). Di bagian ini juga terdapat struktur sedimen flasser yang menjadi penciri sedimen terendapkan di zona transisi. Horizon II : merupakan bar facies dengan dicirikan oleh dominasi batupasir yang bergradasi normal. Adanya klastika-klastika berbutir kasar pada bagian bawah membuktikan bahwa batuan terendapkan melalui mekanisme arus traksi. Horizon III : merupakan bar facies dengan keberadaan struktur sedimen wavy-ripple lamination. Struktur sedimen tersebut merupakan penciri dari kondisi lingkungan dengan arus yang mengelombang. Kuarsit pada horizon ini memiliki bentuk yang rounded dengan ukuran kerikil, hal ini mencirikan bahwa transportasi sedimen telah sampai pada tempat yang jauh dari provenance-nya.

Mohamad Amin Ahlun Nazzar

ANALISA CORE
BAB II

Praktikum Geologi Minyak Bumi

MEKANISME SEDIMENTASI

Mekanisme sedimentasi dicirikan oleh struktur sedimen batuan. Secara umum batuan silisiklastik diendapkan dengan mekanisme arus traksi, turbidit, maupun mass flow. Batuan sedimen yang ada di sampel inti merupakan batuan yang memiliki mekanisme dominan berupa arus traksi, yang dicirikan oleh adanya dominasi ukuran butir. Secara khusus mekanisme yang terjadi pada tiap horizon dapat diinterpretasikan sebagai berikut : Horizon I : sedimen terendapkan melalui arus traksi pada sebuah lingkungan transisi, dicirikan oleh adanya struktur sedimen berupa flasser. Hal lain yang dapat diambil dari horizon ini adalah terjadi bahwa arus berubah menjadi lebih kuat seiring waktu, yang dicirikan oleh keberadaan struktur sedimen gradasi terbalik.

Gambar 2, mekanisme bedload pada sedimen yang dibawa arus traksi (Boggs, 2006)

Horizon II : sedimen terendapakan pada arus traksi dengan arus yang semakin melemah, hal ini dicirikan oleh keberadaan dari struktur sedimen gradasi normal.

II

Gambar 3, Horizon I (kiri) dan Horizon II (Kanan), perhatikan variasi ukuran butirnya. Horizon III : Kuarsa susu yang berbentuk subrounded mencirikan suatu lingkungan pengendapak dengan arus traksi yang jauh dari sumbernya. Pada pengendapan horizon ini sedimen memiliki variasi arus yang berbeda-beda. Keberadaan struktur sedimen wavy-ripple lamination mancirikan bahwa sedimen terendapkan melalui mekanisme gelombang laut (Boggs, 2006). 3 Mohamad Amin Ahlun Nazzar

ANALISA CORE
BAB III

Praktikum Geologi Minyak Bumi

LINGKUNGAN PENGENDAPAN DAN DINAMIKA SEDIMENTASI

Gambar 3, Lingkungan pengendapan delta dan produknya (Selley, 2006)

Pada sampel inti terdapat beberapa tanda-tanda khusus yang mencirikan lingkungan pengendapan, yaitu struktur sedimen wavy, gradasi terbalik, serta flasser. Ketiga struktur sedimen tersebut mencirikan lingkungan pengendapan pada zona transisi yang terpengaruh oleh arus laut. Parameter lingkungan pengendapan tersebut menunjukan delta sebagai satu lingkungan pengendapan yang paling cocok untuk sampel inti ini. Delta yang berkembang diinterpretasikan sebagai wave dominated delta (Boggs, 2006), dengan keberadaan dari struktur sedimen wavy dan flasser. Pada wave dominated ini, gelombang laut mendominasi proses yang terjadi pada delta. Pemodelan dari lingkungan pengendapan sampel inti dapat dilihat pada Gambar 3, di gambar ini, diilustrasikan bahwa delta terbagi menjadi 3 bagian beserta produknya. Fasies model dari Selley tersebut kemudian dikorelasikan dengan data inti, sehingga didapatkan interpretasi bahwa dominan sedimen terbentuk pada lingkungan alluvial-distributary channel dan subaqueous delta platform. 4 Mohamad Amin Ahlun Nazzar

ANALISA CORE

Praktikum Geologi Minyak Bumi

Melalui perubahan lingkungan pengendapan yang semakin mendangkal, maka dapat diinterpretasikan bahwa sedimen merupakan produk dari fase regresi sebuah delta, atau dapat juga disebut sebagai produk dari progradasi sebuah delta.

Mohamad Amin Ahlun Nazzar

ANALISA CORE
BAB IV

Praktikum Geologi Minyak Bumi

KARAKTERISTIK BATUAN RESERVOAR

Menurut North (1985) batuan reservoir yang baik adalah batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang baik. Ada beberapa parameter pada sampel inti yaitu : Porositas yang tersusun atas fracture dan interparticle Sortasi yang dominan antara baik dan sedang Ukuran butir yang didominasi oleh pasir Keberadaan dari shally sand dibagian atas dari sampel inti Dari parameter tersebut juga ditinjau dari lingkungan pengendapannya yang berupa delta maka dapat disimpulkan bahwa batuan memiliki potensi yang baik sebagai reservoir, namun semakin keatas batuan memiliki kandungan clay yang cukup banyak sehingga permeabilitasnya akan berkurang.
Gambar 4, tipe porositas pada batuan (North, 1995)

Mohamad Amin Ahlun Nazzar

ANALISA CORE
BAB V KESIMPULAN

Praktikum Geologi Minyak Bumi

Dari pengamatan terhadap sampel inti, maka dapat disimpulkan : Batuan dibagi atas 3 horizon dengan karakter yang berbeda Horizon satu merupakan shally sand, horizon dua merupakan batupasir dan horizon 3 merupakan batupasir wavy Mekanisme sedimentasi yang bekerja adalah arus traksi, dengan kerja arus yang berbeda seiring waktu Batuan terendapkan pada zona transisi dengan lingkungan pengendapan delta Batuan merupakan bagian dari produk progradasi delta Batuan memiliki potensi yang baik sebgai reservoir

Mohamad Amin Ahlun Nazzar

ANALISA CORE
DAFTAR PUSTAKA

Praktikum Geologi Minyak Bumi

Boggs, Jr., 2006, Principles of Sedimentology and Statigraphy, Pearson Prentice Hall, New Jersey, USA.

North, F.K., 1985, Petroleum Geology, Allen & Unwin, Boston, USA.

Selley, R.K., 1985, Ancient Sedimentary Environments, Cornell University Press, New York, USA.

Mohamad Amin Ahlun Nazzar