Anda di halaman 1dari 4

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional standar proses berkonotasi pada penetapan kriteria minimal yang harus dipenuhi agar

mutu pembelajaran terpelihara. Standar proses merupakan komponen sistem pembelajaran yang meliputi isi, proses, penilaian, dan standar kompetensi lulusan. Penerapan standar proses mengandung dua dimensi utama yaitu pengelolaan yang bersinonim dengan menjalankan fungsi-fungsi manajemen dan menjalankan fungsi-fungsi pedagogik. Fungsi manajamen berkaitan dengan perencanaan atau penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, pengawasan dan evaluasi. Fungsifungsi pedagogik berkenaan dengan penerapan ilmu pengetahuan tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. Keseluruhan aktivitas keduanya terangkum pada makna kata pembelajaran. Sistem pendidikan yang ideal menggunakan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa. Oleh karena itu tugas guru adalah memfasilitasi siswa belajar. Pendidik memberikan kemudahan kepada siswa agar aktif mengembangkan potensi dirinya . Kegiatan pembelajaran berarti membuat siswa belajar dan aktif mengembangkan potensi dan prestasi secara mandiri. Belajar aktif memiliki konotasi bahwa siswa belajar tentang bagaimana seharusnya belajar. Seperti yang telah dikemukakan di awal bahwa dalam kegiatan pembelajaran terdapat dua ranah yang penting untuk kita bedakan. Pertama, bagaimana fungsi-fungsi manajemen berproses dalam pengorganisasian kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini lembaga pendidikan mengembangkan kegiatan perencanaan, melaksanakan, melakukan kegiatan monitoring atau pengawasan, melaksanakan evaluasi, dan perbaikan mutu. Dalam pengelolaan standar, pada tiap fungsi manajemen dapat ditetapkan pula standarnya yang ditunjukan dengan indikator dan kriteria keberhasilannya. Komponen yang kedua menjalankan fungsi pedagogik. Ranah ini berkenaan dengan bagaimana sekolah atau pendidik memahami tentang hakekat belajar, bagaimana siswa belajar, bagaimana informasi siswa kuasai. Hal penting lain ranah pedagogis ini sangat erat pula kaitannya dengan mekanisme fisik dan psikologis siswa dalam melakukan aktivitas belajar. Standar pada ranah pedagogis dapat dikembangkan indikator-inditkator yang berkaitan dengan daya serap siswa seperti kriteria ketuntasan minimal, aktivitas siswa belajar, kesungguhan belajar yang ditunjukkan dengan keterfokusan perhatian, suasana belajar yang menyenangkan, menantang, dan memberi ruang gerak pada tumbuhnya inisatif baru atau berkembangnya gagasan baru sebagai penyempurnaan dari model yang sudah ada.

Mempelajari motivasi siswa belajar merupakan bagian penting yang perlu pendidik kuasai dengan baik. Kunci utama yang pendidik pegang adalah bagaimana siswa menyatakan diri mau belajar. Berkaitan dengan itu penyelenggara pendidikan berusaha dengan keras agar mau itu tumbuh tiap saat dan siswa aktif mengembangkan kemauannya sendiri. Ini merupakan tantangan utama dalam pengembangan kinerja pedagogis. Keterampilan guru dalam pengembangan bidang ini kita sebut dengan kompetensi pedagogis. Kedua ranah di atas dapat digambarkan pada diagram di bawah ini Gambar tersebut menunjukkan bahwa antara

pengelolaan pembelajaran dan pengembangan pembelajaran dalam konsep pedagogis merupakan wilayah yang berbeda namun dipersatukan dalam proses pembelajaran. Muaranya adalah hasil siswa belajar. Dari gambar itu dapat dinyatakan bahwa kompetensi yang perlu pendidik miliki dalam mengoptimalkan hasil belajar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani manajemen pembelajaran yang berkaitan dengan fungsi manajemen yaitu perencanaan, penyelenggaraan kegiatan, monitoring, evaluasi dan perbaikan. Sedangkan dalam wilayah pedagogis pendidik perlu mengembangkan kemampuan untuk mamahami siswa belajar dan menentukan strategi mengajar agar proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa belajar. Targetnya adalah agar siswa mempelajari apa yang guru ajarkan dan memperkaya dengan pelajaran yang belum guru ajarkan. Itulah sebabnya prinsip yang paling penting dalam pengembangan pedagogis adalah bagaimana siswa belajar tentang cara belajar.

BAB I KONSEP DASAR MANAJEMEN KURIKULUM * Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan/kompetensi, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaran kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. * Manajemen kurikulum adalah suatu sistem pengelolaan kurikulum yang koorperatif, komprehensif, sistematik dan sistemik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. Kurikulum mharus dikembangkan sesuai konteks manajemen berbasis sekolah (MBS) dan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). * Limgkup manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kegiatan kurikulum. * Ada 5 prinsip yang harus diperhatiakn dalam melaksanakan manajemen kurikulum, yaitu : * Produktivitas * Demokratisasi * Koorperatif * Efektivitas * Mengaruh visi, misi dan tujuan * Prinsip-prinsip tersebut juga perlu mempertimbangkan kebijaksanaan pemerintah maupun departemen pendidikan nasional, seperti USPN No.20 tahun 2003, Kurikulum pola nasional, pedoman penyelenggaraan program, kebijaksanaan penerapan kurikulum, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), keputusan dan peraturan pemerintah. BAB II TUGAS DAN PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN KURIKULUM * Secara umum tugas dan peran kepala sekolah memiliki lima dimensi kompetebnsi sebagaimana termktub pada peraturan menti pendidikan Nasional No.13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah yaitu : kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan kompetensi sosial. * Standar minimal tugas dan peran seorang kepala sekolah harus melaksanakan pengenbangan sekolah oleh karena itu kepala sekolah harus tahu betul apa yang menjadi target keberhasilan dan kegiatan pengembangan sekolah yang dilakukan.Jika kepala sekolah mampu memahami tugas dan peran sebagai seorang kepala sekolah maka akan mudah dalam menjalankan tugas ya terutama berkrnaan dengan manajemen sekolah yang akan dikembangkannya. * Tugas dan peran kepala sekolah yang berkenaan dengan manajemen kurikulum terdapat pada kompetensi manajerial, yaitu : * Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkat perencanaan. * Mengembangkan orientsi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhannya. * Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pen-dayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal. * Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efeftif. * Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. BAB III FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN KURIKULUM * Fungsi-fungsi manajemen kurikulum dapat dikemukakan sebagai berikut : * Mengelola perancangan (Desain) kurikulum pembelajaran * Mengelola implementasi kurikulum pembelajaran * Mengelola pelaksanaan evaluasi kurikulum/pembelajaran * Mengelola perumusan penetapan kriteria dan pelaksanaan kurikulum kelas/

kelulusan * Mengelola pengembangan bahan ajar, media dan sumber belajar * Mengelola pengembangan ekstrakurikuler dan ko-kurikuler * Mengelola penarapan uji coba atau merintis pembelajaran yang dicenangkan pemerintah pusat. * Perencanaan kurikulum adalah perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membina siswa/peserta didik ke arah perubahan tingkah laku yang diinginkan dan menilai sebagaimana perubahan-perubahan telah terjadi pula pada siswa. Kualitas kemampuan setiap individu perlu ditingkatkan agar dapat melakukan tugas-tugas dan perannya secara efektif dan efisien. * Tujuan kurikulum yaitu tujuan yang hendak dicapai oleh setiap program pendidikan.Tujuan kurikulum merupakan penjabaran tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan kelembagaan pada khususnya yang dirumuskan secara bertahap. * Tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan tanaga kerja (sesuai dengan pekerjaannya) yang mencakup pengetahuan (kognitif), sikap (apektif), dan keterampilan