Anda di halaman 1dari 5

I.

PENDAHULUAN

II. ISI A. NSAID NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) adalah suatu golongan obat yang memiliki khasiat analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas), dan antiinflamasi (anti radang). Istilah "non steroid" digunakan untuk membedakan jenis obat-obatan ini dengan steroid, yang juga memiliki khasiat serupa. NSAID bukan tergolong obat-obatan jenis narkotika (Hanata,2011). Mekanisme kerja berhubungan dengan system biosintesis PG mulai dilaporkan pada tahun 1971 oleh Vane dkk yang memperlihatkan secara in vitro bahwa dosis rendah aspirin dan indometasin menghambat produjsi enzzimatik PG. Penelitian lanjutan telah membuktikan bahwa produksi PG akan meningkat bilamana sel mengalami kerusakan. Walaupun in vitro obat AINS secara umum tidak menghambat berbagai reaksi biokimiawi lainnya, hubungannya dengan efek analgesik, antipiretikdan anti inflamasinya belum jelas. Selain itu obat AINS secara umum tidak menghambat biosintesis leukotrien, malah pada beberapa orang sintesis meningkat dan dikaitkan dengan reaksi hipersensitivitas yang bukan berdasarkan pembentukan antibodi (Anonim, 2009). NSAIDs bekerja dengan cara menghambat enzim cyclooxygenase (COXs). Penghambatan terhadap enzim cyclooxygenase-2 (COX-2) diperkirakan memediasi efek antipiretik (penurunan suhu tubuh saat demam), analgesik (pengurangan rasa nyeri), dan antiinflamasi (anti-peradangan). Sedangkan penghambatan enzim COX-1 menyebabkan gangguan pada pencernaan. Oleh karena itu NSAIDs yang ideal adalah NSAIDs yang hanya menghambat enzim COX-2 tanpa mengganggu enzim COX-1. NSAID yang tidak selektif dapat menghambat sintesis prostaglandin yang dibutuhkan tubuh untuk proteksi mukosa lambung, karena itu efek samping utama obat-obat NSAID adalah tukak lambung. NSAIDs digunakan terutama untuk mengurangi nyeri dan demam yang menyertai peradangan. Seperti nyeri pada infeksi gigi-gusi, Nyeri pada penyakit rematik dan nyeri serta peradangan akibat trauma fisik.

Ada 3 jenis obat golongan NSAID: 1. COX-1 selective inhibitor. Yaitu obat golongan NSAID yang cenderung menghambat aktivitas COX-1, contohnya asam mefenamat. Pernah denger asam mefenamat kan? itu lho yang biasanya digunakan untuk menghilangkan nyeri di persendian karena terkilir. 2. COX-2 selective inhibitor. Golongan obat NSAID yang punya kecenderungan menghambat aktivitas COX-2, contohnya celecoxib, kalo di apotik biasanya namanya celebrex. 3. Non-selective COX inhibitor. Obat NSAID golongan ini menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2, contohnya aspirin dan parasetamol. (Hananta, 2011) Selain menimbulkan efek terapi yang sama AINS juga memiliki efek samping serupa, karena didasari oleh hambatan pada sistem biosintesis PG. Selain itu kebanyakan obat bersifat asam sehingga lebih banyak terkumpul dalam sel yang bersifat asam misalnya dilambung, ginjal dan jaringan inflamasi. Jelas bahwa efek obat maupun efek sampingnya akan lebih nyata di tempat dengan kadar yang lebih tinggi. Secara umum AINS berpotensi menyebabkan efek samping pada 3 sistem organ yaitu saluran cerna, ginjal dan hati. Klinis sering lupa bahwa AINS dapat menyebabkan kerusakan hati. Efek sampingnya terutama meningkat pada pasien usia lanjut. Kelompok ini paling sering membutuhkan AINS dan umumnya membutuhkan banyak obat-obatan karena menderita berbagai penyakit (Anonim,2009). B. OSTEOARTHRITIS Salah satu penggunaan obat-obat AINS sering di gunakan pada pasien dengan Osteoarthritis (OA), dimana Osteoarthritis merupakan penyakit yang berkembang dengan lambat, biasa mempengaruhi terutama sendi diartrodial perifer dan rangka aksial. Penyakit ini ditandai dengan kerusakan dan hilangnya kartilago artikular yang berakibat pada pembentukan osteofit, rasa sakit, pergerakan yang terbatas, deformitas, dan ketidakmampuan. Inflamasi dapat terjadi atau tidak pada sendi yang dipengaruhi. (iso farter) Osteoarthritis merupakan suatu penyakit degeneratif pada persendian yang disebabkan oleh beberapa macam faktor. Penyakit ini mempunyai karakteristik berupa terjadinya kerusakan pada tulang rawan sendi (cartilage). Cartilage merupakan suatu jaringan keras bersifat licin yang melingkupi sekitar bagian akhir tulang keras di dalam persendian. Jaringan ini berfungsi sebagai penghalus gerakan

antar tulang dan sebagai peredam (shock absorber) pada saat persendian melakukan aktifitas atau gerakan. ( http://sehati.net/kesehatan.htm ) Penyebab dari osteoarthritis adalah adanya penekanan beban tubuh yang secara terus menerus terhadap persendian, sehingga mengakibatkan kerusakan terhadap tulang rawan sendi. Akibat lanjutnya akan dapat menimbulkan beberapa problematika diantaranya nyeri karena terjepitnya ujung-ujung saraf sensoris oleh osteofit-osteofit yang terbentuk serta adanya pembengkakan dan penebalan jaringan lunak di sekitar sendi yang akan mengakibatkan deformitas, terlepasnya osteofit pada suatu gerakan menimbulkan krepitasi pada sendi tersebut. ( Ismiyati, 2000 ). C. VIOXX Vioxx adalah nonsteroidal COX-2 selektif obat anti-inflamasi (OAINS). Vioxx juga terkait dengan NSAID nonselektif, seperti ibuprofen dan naproxen. Vioxx adalah obat resep yang digunakan untuk menghilangkan tanda-tanda dan gejala radang sendi, nyeri akut pada orang dewasa, dan siklus menstruasi yang menyakitkan. VIOXX (rofecoxib) merupakan suatu senyawa antiinflamasi non steroid yang memiliki efek anti inflamasi, analgetik dan antipiretik. Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat sistesis prostaglandin melalui penghambatan cyclooxygenase-2 (COX-2). Pada kadar terapetik pada manusia, rofecoxib tidak menghambat isoenzim cyclooxygenase-1 (COX-1). Efek samping ringan dengan penggunaan Vioxx termasuk sakit perut, pusing, mulas, muntah dan sembelit. Pada bulan Maret 2002 sebuah laporan FDA terkait Vioxx sampai lima kasus dari jenis nonbakterial meningitis. Pada Mei 2002, sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of Bone dan Mineral Penelitian menyatakan bahwa hal itu juga dapat menghambat perbaikan tulang akibat obat arthritis menghambat cox-2 (yang membantu sel-sel pembentuk tulang dalam proses penyembuhan.) Para pembuat Vioxx meluncurkan sebuah studi tiga tahun untuk mengkonfirmasi manfaat relatif dari Vioxx pencernaan bila dibandingkan dengan lain obat nyeri, naproxen. Penelitian ini memang menunjukkan bahwa pasien yang mengambil Vioxx telah borok sedikit dan penyakit perut lainnya, tetapi kejutan penelitian terbukti menjadi kecenderungan lebih besar untuk mengalami kejadian kardiovaskular yang serius saat mengambil Vioxx.

Pada bulan September 2004, Merck & Co, Inc, mengumumkan penarikan sukarela Vioxx dari pasar karena kekhawatiran keamanan peningkatan risiko masalah kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, dan bekuan darah. Studi ini menemukan bahwa kedua tingkat tinggi dan rendah dari obat meningkatkan risiko, tetapi pasien yang menggunakan dosis tertinggi meningkatkan risiko serangan jantung lebih dari tiga kali lipat. Studi lain mengatakan bahwa penggunaan vioxx meningkatkan agregasi platelet yang berkembang menjadi trombus danmenyumbat arteri serta pembuluh darah lain di jantung dan memicu infark miocard. III. PENUTUP Penggolongan obat NSAID meliputi : 1. COX-1 selective inhibitor. Yaitu obat golongan NSAID yang cenderung menghambat aktivitas COX-1, contohnya asam mefenamat. Pernah denger asam mefenamat kan? itu lho yang biasanya digunakan untuk menghilangkan nyeri di persendian karena terkilir. 2. COX-2 selective inhibitor. Golongan obat NSAID yang punya kecenderungan menghambat aktivitas COX-2, contohnya celecoxib, kalo di apotik biasanya namanya celebrex. 3. Non-selective COX inhibitor. Obat NSAID golongan ini menghambat aktivitas COX1 dan COX-2, contohnya aspirin dan parasetamol. Penggunaan vioxx pada terapi pasien dengan Osteoarthritis di rasa cukup baik karena bekerja lebih selektif pada COX 2 sehingga mengurangi efek samping pada lambung tetapi memiliki efek samping yang lebih beresiko karena bisa memicu infark miocard .

DAFTAR PUSTAKA Hananta, 2011, Obat Antiinflamasi Non Steroid. http??hatanta.wordpress.com/category/medicine/