Anda di halaman 1dari 62

PIH

A. Aneka pengertian hukum dan disiplin ilmu hukum, fungsi dan tujuan hukum. Apakah sebenarnya hukum itu? Adapun pertanyaan seperti itu muncul dari benak setiap orang yg baru belajar hukum. Dalam bahasa Jerman dan Belanda hukum disebut recht. Di Eropa ada ius artinya hukum.

Prof. Van Apeldorn dalam bukunya Inleiding tot de studie van het Nederlandse recht. artinya tidak mungkin memberikan definisi tentang apa yang disebut hukum itu. Defenisi tentang hukum sangat sulit dibuat,karena tidak mungkin untuk mengadakan sesuai dengan kenyataan. Di samping itu hukum mempunyai segi dan bentuk yang sangat banyak sehingga tidak mungkin tercakup keseluruhan segi dari hukum tsb.

Leon Duguit, hukum adalah aturan tingkah laku para anggota masyarakat, aturan yang daya penggunanya pada masa masyarakat tertentu dindahkan oleh mayarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan yang jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu. Sedangkan Purnadipurbacaraka dan Sorjoeno Soekamto menyebutkan 9 arti hukum yang diberikan oleh masyarakat yaitu :

a. Hukum sebagai pengetahuan artinya : pengetahuan yg tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan pemikiran. b. Hukum sebagai disiplin artinya : suatu ajaran tentang kenyataan atau gejala yang dihadapi c. Hukum sebagai kaedah artinya pedoman atau patokan sikap tindak atau perilaku yang pantas atau diharapkan. d. Hukum sebagai tata hukum artinya : struktur dan proses perangkat kaedah hukum yang berlaku pasa saat tertentu dan

e. Hukum sebagai petugas artinya : pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang berhubungan erat dengan penegakan hukum. f. Hukum sebagai keputusan penguasa artinya :hasil proses diskresi yang menyangkut pengambilan keputusan yang didasarkan kepada hukumakan tetapi jugadidasarkan pada penilaian pribadi. g.Hukum sebagai proses pemerintahan artinya proses perhubungan timbal balik antara unsur-unsur pokok dari sistem kenegaraan. h. Hukum sebagai sikap tindak atau perilaku ajeg artinya : perilaku yang diulang-ulangdengan cara yang sama yang bertujuan untuk mencapai kedamaian

i.

Hukum sebagai jalinan nilainilai artinya : jalinan dari konsepsi-konsepsi abstraks dalam diri manusia tentang apa yang dianggap baik atau buruk.

Selain itu ada 3 macam lagi arti hukum yang diberikan masyarakat yaitu : 1. Hukum sebagai lembaga sosial yang merupakan himpunan dari kaedahkaedah dari segala tingkatan yang berkisar pada kebutuhan pokok didalam masyarakat.

2. Hukum sebagai sarana sistem pengendalian sosial, yang mencakup segala proses baik yang direncanakan maupun tidak bertujuan untuk mendidik agar warga mau mentaati nilainilai. 3. Hukum sebagai seni.

Disiplin Hukum Disiplin hukum adalah ajaran mengenai kenyataan atau realita hukum. Ilmu hukum- - - 1.ilmu kaedah hk 2.ilmu pengertian hk. 3.ilmu kenyataan hk dibantu : a.Antropologi hk b.Psysikologi hk c.Sosiologi hk d.Sejarah hk e.Perbandingan hk Disiplin hk - -filsafat hk - -hakekat hk--kaedah hk, tujuan hk dan mengapa orang mentaati hk. poliitik hk ---- 1.Politik perundang2an 2.Teknik perundangan

Struktur hukum menurut Van Apeldorn dibagi 3 yaitu : 1. Kesenian hk meliputi : a. PerUU an---1. Politik UU b. Peradilan 2.Teknik UU c. Teori hk 2. Ilmu hk --- 1.Sosiologi hk 2.Sejarah hk 3.Perbandingan hk

3. Filsafat hk

Dalam mempelajari hukum ada beberapa metode yang digunakan yaitu : 1. Metode idealis yaitu : metode yg bertitik tolak dari suatu pandangan / penglihatan bahwa hukum sebagai perwujudan nilainilai tertentu. 2. Metode Normatif analitis yaitu : metode yg melihat hukum sebagai suatu sistem aturan yang abstrak. 3. Metode sosiologis yaitu :metode yang bertitik tolak dari pandangan yang melihat hukum sebagai alat untuk mengatur masyarakat.

4. Metode historis yaitu : metode yang mempelajari hukum dengan melihat sejarah hukum itu sendiri. 5.Metode sistematis yaitu : metode yang mempelajari hukum dengan cara melihat hukum sebagai satu sistem yang terdiri dari berbagai sub sistem, seperti hukum perdata, pidana, HTN, HAN dll. 6. Metode komporatif yaitu metode yang mempelajari hukum dengan membandingkan antara hukum yang berlaku disuatu negara tertentu dengan tata hukum yang berlaku di negara lain di masa lalu dan masa sekarang.

Apakah ilmu hukum itu ? 1. Ulpian mengatakan bahwa ilmu hukum adalah pengetahuan mengenai masalah yang bersifat surgawi dan manusiawi, pengetahuan tentang apa yang benar dan yang tidak benar. 2. Dias mengatakan bahwa ilmu hukum adalah teori ilmu hukum yang menyangkut pemikiran mengenai hukum atas dasar yang paling luas.

Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari masyarakat negara sebagai suatu organisasi terbesar dan hubungan antara alat perlengkapan dan cara mengatur dalam mencapai kesejahteraan rakyat daerah itu. Politik hukum adalah suatu garis pokok yang wujud pedoman dalam hukum yang menggambarkan kepentingan nasional demi rakyat sesuai dengan dasar dan tujuan negara dalam menuju ketertiban menyeluruh.

1. Belle Froid mengatakan bahwa politik hukum menyelidiki perubahan yang harus diadakan dalam hukum yang berlaku agar memenuhi syarat baru dari kehidupan mayarakat. 2.Lemaire mengatakan bahwa politik hukum bertujuan melakukan ketentuan hukum yang baik, untuk zaman tertentu dengan memperhatikan keadaan yang terdapat pada zaman itu.

Ilmu adalah merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan / diorganisasikan. Maka ciri-ciri ilmu yaitu : 1.Ilmu harus rasional, artinya ilmu itu harus bersifat rasional maksudnya ialah suatu sifat kegiatan berpikir yang ditundukkan kepada logika formal. 2.Ilmu harus bersifat emperis artinya, dikatakan bersifat emperis oleh karena konklusinya yang diambil harus ditundukkan kepada pemeriksaan atau verifikasi panca indera manusia. 3.Ilmu bersifat umum artinya, bahwa kebenaran yang dihasilkan oleh ilmu dapat diverifikasikan oleh peninjauan ilmiah.

Ilmu pengetahuan kaedah disebut juga ilmu-ilmu normatif adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kaedah-kaedah, mulai dari proses terjadinya kaedah, misalnya di zaman modern proses pengkaedahan melalui proses pembuatan UU oleh pembuat UU. Ilmu hukum sebagai ilmu kaedah merupakan ilmu yang menelaah hukum sebagai kaedah atau sistem kaedah dengan dogmatik hukum atau sistematik hukum, sedemikian rupa sehingga dapat dipahami dengan jelas tentang hukum sebagai ilmu kaedah.

Kaedah sosial adalah ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia atau menjadi pedoman manusia untuk bertingkah laku guna menjaga keseimbangan kepentingan di masyarakat. Menurut Sudikno Mertokusuma bahwa jenis kaedah sosial dapat dibedakan sbb : 1.Tata kaedah aspek hidup pribadi, meliputi : a. kaedah kepercayaan b. kaedah kesusilaan

2.Tata kaedah aspek hidup antar pribadi, meliputi : a.kaedah sopan santun b.kaedah hukum

Penjelasannya : * Kaedah kepercayaan atau agama yaitu kaedah yang asalnya dari Tuhan dan berisikan larangan, perintah dan anjuran. - Kaedah ini merupakan pedoman menuju ke arah baik dan benar. - Kaedah agama mengatur kewajiban manusia terhadap Tuhan dan diri sendiri

- Sumbernya dari Tuhan yang dibawa oleh para utusannya. - Ada sanksi, namun sanksi di akerat nanti. - Contoh : Jangan memuja berhala. Kaedah kesusilaan adalah peraturan hidup yang berasal dari suara hati manusia. - Sumbernya hati nurani manusia. - Sanksi yang melanggarnya bukanlah paksaan dari luar melainkan dari batin sendiri yaitu rasa penyesalan - Contoh : berbuatlah jujur

Kaedah kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan dalam masyarakat tertentu. - Sumbernya dari penilaian masyarakat. - Sanksinya dianggap tidak sopan. - Mahasiswi mengenakan pakaian pantas jika mau kuliah. Kaedah hukum adalah petunjuk pada manusia hidup yang berdasarkan peraturan sehingga hidup manusia teratur. - Sumbernya peraturan yang berlaku. - sanksinya adalah pidana. - Mencuri melanggar psl 362 KUHP

Perbedaan antara kaedah hukum dengan kaedah sosial lainnya : 1. Perbedaan kaedah hukum dengan agama dan kaedah kesusilaan yaitu : a.Dari segi tujuannya kaedah hukum bertujuan menciptakan tata tertib masyarakat dan melindungi manusia beserta kepentingannya. Sedangkan kaedah agama dan kesusilaan bertujuan untuk memperbaiki pribadi manusia agar menjadi manusia ideal. 2. Ditinjau dari sasarannya kaedah hukum mengatur tingkah laku manusia dan diberi sanksi setiap pelanggarnya. Sedangkan kaedah agama

3. Ditinjau dari segi sumber sanksinya, kaedah hukum dan kaedah agama, sanksinya berasal dari luar dan dipaksakan oleh kekuasaan dari luar diri manusia. Sedangkan kaedah kesusilaan sanksinya dan dipaksakan oleh suara hati masing-masing pelanggarnya. 4. Ditinjau dari kekuatan mengikatnya, pelaksanaan kaedah hukum dipaksakan secara nyata oleh kekuasaan dari luar, sedangkan pelaksanaan kaedah dan kesusilaan pada asasnya tergantung pada yang bersangkutan sendiri.

5. Ditinjau dari segi isinya,kaedah hukum memberikan hak dan kewajiban sedangkan kaedah agama dan kesusilaan hanya memberikan kewenangan saja.

Perbedaan antara kaedah hukum dengan kaedah kesopanan, yaitu a. Kaedah hukum memberikan hak dan kewajiban, kaedah kesopanan hanya memberikan kewajiban.

b. Sanksi kaedah hukum dipaksakan oleh masyarakat secara resmi, sedangkan kaedah kesopanan dipaksakan oleh masyarakat secara tidak resmi.

Perbedaan kaedah kesopanan dengan kaedah agama dan kesusilaan yaitu : a. Asalnya kaedah kesopanan dari luar diri manusia, kaedaha agama dan kesusilaan berasal dari pribadi manusia. b. Kaedah kesopanan berisi yang ditujukan kepada sikap lahir manusia, kaedah agama dan kesusilaan berisi aturan yang ditujukan kepada sikap batin manusia. c. Tujuan kaedah kesopanan mentertibkan masyarakat agar

tidak ada korban , kaedah agama dan kesusilaan bertujuan menyempurnakan manusia agar tidak manusia jahat. Hubungan antara kaedah hukum dengan kaedah sosial lainnya, yaitu ; a. Hubungan positif yaitu hubungan yang saling memperkuat, seperti : 1. Hubungan kaedah hukum dengan kaedah agama.

Kaedah hukum dan kaedah agama sangat erat hubungannya, kaedah agama menunjang tercapainya kaedah hukum. Jika manusia mematuhi kaedah agama, maka tidak ada manusia sikapnya buruk. Sehingga tujuan hukum tercapai. 3.Hubungan antara kaedah hukum dengan kaedah kesopanan Kedua kaedah ini saling mengisi, saling melengkapi maka hubungan keduanya sangat erat sekali. Masyarakat yang/ mengetahui kesopanan akan bertingkah laku sopan, sehingga masyarakat menjadi tertib dan damai maka tujuan kaedah hukum dapat dicapai.

b. Hubungan negatif yaitu hubungan yang saling melemahkan yaitu jika isi kaedah hukum dan kaedah sosial lainnya saling bertentangan. Kelakuan kaedah hukum mencakup, yaitu : a. Landasannya meliputi : 1. Hal berlakunya secara yuridis, yaitu : 1.1. Kaedah hukum mempunyai kelakuan yuridis, apabila penentuannya didasarkan pada kaedah yang lebih tinggi tingkatnya ( Hans Kelsen )

1.2.Kaedah hukum mempunyai kekuatan yuridis, jika kaedah hukum tersebut terbentuk menurut cara yang ditetapkan ( W Zevenbergen ) 1.3.Kaedah hukum mengikat secara yuridis, jika menunjukkan hubungan keharusan antara suatu kondisi dengan akibatnya (Logeman )

2. Hal berlakunya secara sosiologis, artinya efektivitas dalam masyarakat yang dasarnya adalah kekuasaan dan pengakuan. 3.Hal berlakunya secara filosofis artinya kaedah hukum tsb sesuai dengan cita-cita hukum sebagai nilai positif tertinggi. b. Sasaran atau lingkup yang dibedakan antara 4 bidang yaitu : 1. Lingkup laku wilayah 2. Lingkup laku pribadi 3. Lingkup laku masa 4. Lingkup laku ihwal.

Teori STUFENBAU DER RECHT dari Hans Kelsen sebagai berikut : 1. Suatu tata kaedah hukum mempunyai sistem kaedah hukum hirarki; 2. Susunan kaedah hukum yang sangat disederhanakan dari tingkatan bawah ke atas adalah : a. Kaedah-kaedah individu dari badan-badan pelaksana hukum terutama pengadilan. b. Kaedah umum dalam UU atau hukum kebiasaan. c. Kaedah-kaedah dari konstitusi Ketiga macam kaedah ini disebut kaedah positif. 3. Syahnya kaedah hukum dari golongan tingkat yang lebih rendah ditentukan oleh kaedah hukum yang lebih tinggi.

Sifat abstrak

Masyarakat hukum sekelompok orang yg berdiam dlm suatu wil tertentu dimana didlm kelompok tsb berdiri serangkaian peraturan yg menjadi pedoman tingkah laku bagi setiap anggota kelompok dlm pergaulan hidup mereka. Subyek hukum sesuatu yg menurut hukum dapat memiliki hak dan kewajiban Yg menjadi subyek hukum yaitu : 1. Orang 2. Badan hukum

Ad. Orang Orang sebagai subyek hukum pada dasarnya dimulai sejak lahir dan berakhir setelah seseorang meninggal. Pengecualinya pasal 2 KUHPerdata bayi yg masih dalam kandungan ibunya dianggap telah lahir dan jika kepentingannya menghendaki. Jika bayi lahir mati maka dianggap tidak pernah ada.

Orang sebagai subyek hukum mempunyai kewenangan untuk melakukan kewajiban kewajiban dan menerima hakhaknya dengan demikian dinyatakan berwenang untuk melakukan tindakan hukum apabila : - orang telah dewasa - orang sehat rohani, tidak ditaruh dibawah pengampuan Dewasa menurut hukum perdata : Pria : 18 tahun Wanita : 15 tahun * Dewasa UU No.1 / 74

Pria : 19 tahun wanita : 16 tahun *UU No.62 /58 dewasa yaitu : 21 tahun / sudah nikah. Ad. Badan Hukum Badan hukum adalah suatu badan atau wadah yg memenuhi persyaratan tertentu shg badan itu disebut badan hukum. Badan hukum dibagi 2 : 1. badan hukum publik yaitu badan hukum didirikan dan diatur menurut hukum publik, contoh : desa, kecamatan, kabupaten, propinsi dll.

2. Badan hukum privat yaitu badan hukum yang didirikan dan diatur menurut hukum perdata, contoh : PT Obyek hukum yaitu segala sesuatu yg berguna bagi subyek hukum dan menjadi pokok suatu hubungan hukum yang dilakukan oleh subyek-subyek hukum. Menurut psl 503 KUHPerdata dibedakan 2 yaitu : 1. Benda berwujud ialah segala sesuatu yang dapat dilihat dan diraba indera manusia.

2. Benda yg tidak berwujud ialah semua hak. Contoh hak cipta. Menurut psl 504 KUHPerdata benda dibedakan 2 yaitu 1.Benda bergerak, dibedakan : a.Benda yg dapat bergerak sendiri, contoh :hewan. b.Benda yg dapat dipindahkan,contoh :meja. c.Benda bergerak karena penetapan UU, contoh : hak pakai,hak sero. 2. Benda tidak bergerak dibedakan menjadi :

a. Benda tidak bergerak karena sifatnya ( tanah, rumah ) b. Benda tidak bergerak karena tujuan ( gambar, kaca ) c. Benda tidak bergerak karena penetapan UU ( hak pakai, hak menumpang ) Peristiwa hukum yaitu peristiwa kemasyarakatan yg membawa akibat yg diatur oleh hukum. contoh : pewarisan menimbulkan ahli waris dan pewaris.

Peristiwa hukum dibedakan menjadi 2 yaitu : 1.Peristiwa hukum karena perbuatan subyek hukum yaitu peristiwa hukum yg terjadi karena akibat perbuatan subyek hukum. Contoh pembuatan surat wasiat, penghibahan. 2. Peristiwa hukum yg bukan perbuatan subyek hukum / peritiwa hukum lainnya yaitu peristiwa hukum yg terjadi dlm masyarakat yg tidak merupakan akibat perbuatan subyek hukum.

Contoh :kelahiran, kematian dan kadaluwarsa dibagi menjadi 2 yaitu kadaluwarsa aquisitif yaitu kadaluwarsa yg menimbulkan hak, dan kadaluwarsa extintif yaitu kadaluwarsa yg melenyapkan kewajiban. Perbuatan subyek dapat dibedakan menjadi 2 yaitu 1. Perbuatan subyek hukum yg merupakan perbuatan hukum.

2. Perbuatan subyek hukum yg bukan perbuatan hukum. Perbuatan subyek hukum yg merupakan perbuatan hukum adalah perbuatan yg akibat hukumnya dikehendaki oleh pelaku. Contoh perjanjian jual beli.

Perbuatan subyek hukum yg bukan perbuatan hukum adalah perbuatan subyek hukum yang akibat hukumnya tidak dikehendaki oleh pelaku. Misal perbuatan melawan hukum 1365 KUHPerdata.

Perbuatan hukum dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : a. Perbuatan hukum bersegi b. Perbuatan hukum bersegi dua. c. Perbuatan hukum segi banyak.

perbuatan hk bersegi 1 perbuatan bersegi 2 subyek hk bersegi banyak perbuatan yg bukan perbuatan hk psl 1354 KUHPerdat Peristiwa psl 1365 Hukum KUHPerdata bukan perbuatan subyek hk kelahiran kematian kedaluwarsa-aquisitif dan extinctif.

Perbuatan hukum adalah perbuatan / tindakan subyek hukum yg dapat menimbulkan suatu akibat hukum yg dikehendaki oleh pelaku. contoh perjanjian sewa menyewa rumah. Hubungan hukum adalah hubungan antara subyek hukum yg diatur hukum. Hubungan hukum dibedakan menjadi 2 yaitu : 1. Hubungan hukum sepihak yaitu hubungan hukum yg menimbulkan hak dan kewajiban bagi masing pihak ybs.

2. Hubungan hukum timbal balik hubungan hukum yg dapat menimbulkan hak dan kewajiban bagi masing2 secara berlawanan. Contoh jual beli tanah. Akibat hukum yaitu akibat yang timbul dari peristiwa hukum.contoh : dihukumnya seorang pencuri akibat mencuri. Asas hukum adalah dasar dari peraturan hukum, yg mengkualifikasikan beberapa peraturan hukum,shg peraturan hukum itu bersama merupakan satu lembaga hukum.

Asas hukum umum menurut Belle Froid adalah norma dasar yg dijabarkan dari hukum positif dan yg oleh ilmu hukum tidak anggap berasal aturan yg lebih umum. Asas hukum umum adalah pengendalian hukum positif. Asas hukum menurut Karl Larens adalah ukurun2 hukumiah etis yg memberikan arah pembentukan. Asas hukum menurut De Langen adalah ungkapan2 hukum yg sangat umum sifatnya tertumpu pada perasaan yg hidup setiap orang, dorongan2 batin dari pembentukan UU ialah sesuatu yg ditaati oleh orang jika mereka ikuti bekerja dalam mewujudkan UU

Sistem hukum menurut Sudikno Mertokusuma adalah kesatuan utuh dari tatanantatanan yg terdiri dari bagian2 / unsur2 yg satu dgn lainnya saling berhubungan dan kait mengkait secara erat. Sistem hukum menurut Belle Froid adalah suatu rangkaian kesatuan peraturan hukum yg disusun secara tertib menurut asas2nya.

1. 2. 3. 4.

5.

Hukum baru dikatakan sebagai sistem, menurut Fuller jika memenuhi 8 asas yg dinamakan Principles of legality yaitu : Suatu sistem hukum harus mengandung peraturan2. Peraturan yg sudah dibuat harus diumumkan. Peraturan tidak boleh ada yg berlaku surut. Peraturan2 harus dirumuskan dgn susunan kata2 yg dapat dimengerti. Suatu sistem tidak boleh mengandung peraturan yg bertentangan satu sama lain.

6. Peraturan tidak boleh mengandung ketentuan yg melebihi apa yg dapat dilakukan. 7. Tidak boleh sering merubah peraturan shg menyebabkan orang kehilangan orientasi. 8. Harus ada kecocokan antara peraturan yg diundangkan dengan pelaksanaannya.

Prof. DR. Suryono Sukamto mengatakan bahwa hukum apabila ditinjau sbg satu sistem maka sistem hukum mencakup sub-sub sistem yang terdiri dari : a. struktur hukum adalah wadah yg berisi lembaga-lembaga seperti pengadilan, kejaksaan, kepolisian dll. b. subtansi hukum adalah berbicara tentang kategori hukum.Hukum Romawi ada 3 kategori hukum yaitu : a. perintah b. larangan c.perbolehan c. budaya hukum

mencakup segala gagasan, sikap kepercayaan, harapan-harapan, pandangan mengenai hukum.

Pembedaan Hukum Hukum dapat dibedakan atas beberapa macam menurut cara membedakannya yaitu menurut sumbernya, isinya, kekuatan mengikatnya, dasar pemeliharaannya, keadaan dan tempat berlakunya, bentuk dan penerapannya.

1. Menurut sumbernya hukum dapat dibedakan, yaitu : a. Hukum UU yaitu hukum yg tercantum dlm peraturan perundang-undangan. b. Hukum kebiasaan yaitu hukum yg terdapat dlm kebiasaan dan adat istiadat. c. Hukum traktat yaitu hukum yg diterapkan oleh dua atau beberapa negara yg mengadakan perjanjian bilateral atau multilateral.

d. Hukum yurisprodensi yaitu hukum yg terbentuk karena keputusan pengadilan. e. Hukum doktrin yaitu hukum yg dibuat oleh ilmu hukum yaitu hukum yg terdapat dlm pandangan ahli hukum yg terkenal dan sangat berpengaruh. 2. Menurut isinya hukum dibedakan, yaitu : a. Hukum publik yaitu hukum yg mengatur hubungan hukum yg menyangkut kepentingan umum.

b. Hukum privat yaitu hukum yg mengatur hubungan hukum yg menyangkut kepentingan pribadi. 3. Menurut kekuatan mengikatnya hukum dibedakan yaitu : a. Hukum pelengkap / fakultatif yaitu peraturan yg boleh dikesampingkan / disimpangi oleh orang-orang berkepentingan . b. Hukum memaksa / imperatif yaitu peraturan yg tidak boleh dikesampingkan.

4. Menurut dasar pemeliharaannya hukum dapat dibedakan yaitu : a. Hukum materiil yaitu hukum yg mengatur hubungan hukum dalam masyarakat. contoh hubungan hukum dilapangan hukum perdata diatur hukum perdata. b. Hukum formal yaitu hukum yg mengatur tentang bagaimana cara mempertahankan / menegakkan hukum materiil.

5. Menurut wujudnya hukum dibedakan yaitu ; a. Hukum obyektif yaitu segala macam hukum ada dlm suatu negara yg berlaku umum. b. Hukum subyektif yaitu peraturan hukum yg dihubungkan dgn seseorang tertentu dgn demikian menimbulkan hak dan kewajiban.

6. Menurut tempat berlakunya hukum dapat dibedakan yaitu : a. Hukum nasional yaitu hukum yg berlaku diwilayah suatu negara. b. Hukum international yaitu hukum yg berlaku diwilayah berbagai negara. 7. Menurut waktu berlakunya hukum dapat dibedakan yaitu : a. Ius constitutum yaitu hukum yg berlaku dlm suatu negara pada saat sekarang.

b. Ius Constituendum yaitu hukum yg diharapkan / dicita-citakan berlaku pada waktu yg akan datang. 8. Menurut bentuknya hukum dapat dibedakan yaitu : a. Hukum tertulis yaitu hukum yg sebagaimana tercantum dalam peraturan perundang-undangan. b. Hukum tidak tertulis yaitu hukum yg hidup dalam masyarakat, meskipun tidak tertulis tetapi ditaati dalam pergaulan hukum di masyarakat.

9. Menurut penerapannya hukum dapat dibedakan yaitu : a. Hukum in abstrakto yaitu semua peraturan hukum yg berlaku pada suatu negara yg belum diterapkan terhadap sesuatu kasus oleh pengadilan. b. Hukum in concreto yaitu peraturan hukum yg berlaku pada suatu negara yg telah ditetapkan oleh pengadilan terhadap suatu kasus yg terjadi dlm masyarakat.